INFLUENZA Influenza yang lebih sering dikenal sebagai flu adalah penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan

oleh virus influenza A dan B. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit dan kematian yang perlu mendapat perhatian khusus. Nama influenza pertama kali digunakan oleh orang Italia pada abad kedelapan belas yang mengatakan penyakit ini sebagai the influence of heavenly bodies. Virus Influenza juga dapat menyebabkan epidemi global yang dikenal sebagai pandemi. Selama ini sudah terjadi 31 pandemi influenza yang terdokumentasi sejak pertama kali dilaporkan tahun 1580, termasuk 3 pandemi yang terjadi pada abad kedua puluh yaitu tahun 1918, 1957 dan 1969. Pandemi tahun 1918-1919 yang dikenal sebagai "flu Spanyol" disebabkan oleh virus yang sangat virulen dan telah menelan korban kurang lebih 40 juta orang meninggal di seluruh dunia. Sejak tahun 1997 di Hong Kong ditemukan kasus influenza yang mematikan, akhirnya dikenal sebagai "flu Hong Kong".Virus influenza dapat menyebabkan sakit pada semua golongan umur, namun yang paling sering terkena anak-anak. Sedangkan infeksi serius dan kematian terutama terjadi pada pasien berusia > 65 tahun dan pasien yang mempunyai kondisi kesehatan tertentu yang berisiko tinggi terkena komplikasi dari influenza. Apa Itu Virus Influenza?Virus influenza merupakan virus yang kompleks dan terus-menerus berubah. Struktur fisik virus ini cenderung mengalami perubahan-perubahan kecil pada antigen permukaan selama fase replikasi yang dapat meyebabkan virus menginvasi sistem kekebalan pejamu. Hal ini menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi dapat mengalami reinfeksi pada tahun berikutnya meskipun sudah punya antibodi terhadap virus pertama.Ada dua tipe virus influenza yang dapat menyebabkan epidemi pada ma nusia, yaitu influenza A dan influenza B. Virus influenza A dibagi lagi dalam subtipe berdasarkan dua antigen permukaan, hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Virus influenza B tidak dibagi lagi dalam subtipe. Selanjutnya virus influenza A dan B dikelompokkan berdasarkan karakteristik antigeniknya. Virus influenza dengan antigen permukaan baru merupakan varian virus yang telah ada, berasal dari perubahan antigen yang cepat terjadi karena mutasi yang terjadi pada saat replikasi. Virus influenza B mengalami perubahan antigen lebih lambat dibanding dengan virus influenza A.Virus A dapat menginfeksi beberapa spesies hewan, seperti burung, babi,kuda, ikan paus dan singa laut. Virus yang menginfeksi burung lebih dikenal sebagai virus influenza avian atau influenza burung. Virus flu burung ini biasanya tidak menyebabkan sakit burung-burung yang liar terbang di mana-mana, tetapi burung-burung tersebut membawa dan dapat menyebarkan flu burung dalam jarak yang cukup jauh. Sebaliknya virus flu burung ini bila menginfeksi binatang peliharaan (burung) akan menyebabkan burung peliharaan tersebut sakit dan mati. Biasanya virus influenza A tidak menginfeksi manusia, namun beberapa laporan sejak tahun 1997 menunjukkan bahwa ternyata virus ini juga dapat menginfeksi manusia Influenza atau flu yang asli disebabkan oleh virus flu. Virus influenza digolongkan dalam kelompok virus RNA (Ribose Nucleic Acid) dan dibagi atas tiga tipe, yaitu A, B, dan C. Virus dengan tipe A dan B bisa menyebabkan epidemik, khususnya saat musim salju di negara dengan empat musim. Di Amerika pada musim tersebut epidemik dapat menyebabkan kesakitan pada 10 persen -20 penduduk, dan berhubungan dengan rata -rata 36.000 kematian serta 114.000 hospitalisasi setiap tahunnya. Sedangkan virus influenza tipe C hanya menyebabkan masalah pernafasan yang ringan, dan diduga bukan penyebab dari epidemik. Selain menyerang manusia, ternyata virus influenza juga dapat ditemukan pada beberapa binatang, seperti unggas, babi, bebek, ikan paus, kuda, dan anjing laut. Unggas liar merupakan reservoir/perantara untuk semua subtipe dari virus tipe A. Biasanya unggas

. dan kelainan jantung. Apa yang dapat diakibatkan Penyakit Influenza? Akibat penyakit Influenza yang ditakutkan adalah timbulnya infeksi sekunder. Perubaha yang n terjadi pada virus flu terdiri dari dua macam cara.liar itu justru tidak menjadi sakit walaupun virus tersebut bersarang di tubuhnya. gangguan status imunitas tubuh.Sakit kepala . dan kondisi lain yang memperparah keadaan. . Manula di atas 65 tahun atau pasien yang masih anak-anak. Mudah Berubah Wujud Penyakit flu sukar sekali dibasmi karena virus flu sering mengadakan perubahan. menjadi berisiko untuk sakit kembali. kencing manis. Disamping itu. ketika terbentuk hemagglutinin yang baru yang dapat diikuti dengan protein neuraminidase yang baru pula. Komplikasi Influenza Komplikasi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi tambahan termasuk bakteri pneumonia karena dehidrasi. ginjal kronis. seperti mengidap diabete asma. gejala tersebut diatas akan berganti dengan gejala penyakit saluran pernafasan seperti batuk. Hasilnya. Manusia sangat jarang terinfeksi influenza langsung dari hewan.Nyeri otot dan sendi Gejala ini bertahan selama 3 7 hari. Proses kedua yang dapat menyebabkan perubahan adalah antig enic shift. mata kemerahan dan berair serta kelenjar getah bening leher dapat teraba. sindroma Reye. Antigenic shift dapat menimbulkan munculnya subtipe virus influenza yang baru. s. Kadang-kadang juga disertai gejala sakit perut. jika terkena flu akan mudah mengalami komplikasi. pada jenis unggas yang tidak liar. Beberapa penyakit kronis tersebut. Asma.Demam mendadak disertai menggigil . dan penderita yang memiliki penyakit kronis. ayam dan kalkun. paru paru kronis. pilek dan sakit tenggorokan. karena jarang sekali terjadi. gejala dan tanda penyakit Influenza? Gejala berupa. yaitu perubahan kecil pada virus yang terjadi setiap saat. Namun. yang berlanjut hingga tiga sampai tujuh hari setelah timbul gejala pertama pada orang dewasa. Biasanya penularan terjadi dari orang ke orang lain. Bila penyakit bertambah berat. Antigenic drift menyebabkan munculnya virus yang berbeda dengan sebelumnya. radang paru-paru( Pneumonia ). kelainan darah dll. Untungnya. Pada pemeriksaan fisik : muka kemerahan. penderita/ pengidap penyakit kronis dapat bertambah berat bila terkena penyakit Influenza. misalnya. seperti. Yaitu perubahan yang besar dari virus. sebagian besar orang yang telah kebal terhadap virus sebelumnya karena telah terpapar. jantung. Penularan sudah mulai terjadi dari sebelum penderita merasa sakit. Sedangkan pada anak -anak dapat lebih dari satu minggu. myositis. gangguan syaraf pusat. perubahan seperti itu tidak terjadi setiap waktu seperti antigenic drift. sehingga tidak dapat dikenali oleh sistem imun tubuh. mual dan muntah. Anak-anak sering mendapat masalah pada sinus dan infeksi telinga sebagai komplikasi dari flu. gejala-gejala terinfeksi dapat bermanifestasi. dengan rata-rata dua hari.Badan lemah . Yang pertama dikenal dengan antigenic drift atau penyimpangan antigen. Masa Inkubasi Jangka waktu seseorang terpapar virus hingga munculnya gejala adalah satu sampai empat hari. seperti. Sedangkan periode seseorang dapat menularkan penyakitnya ke orang lain bervariasi untuk tiap usia.

Setiap tahun influenza menyebabkan ribuan orang meninggal diseluruh dunia. volume. Biaya pengobatan. Rangsangan yang biasanya menimbulkan batuk adalah rangsangan mekanik. Bronkitis kronik. Dinegara-negara tropis seperti Indonesia. dan pneumonia merupakan penyakit yang secara tipikal memiliki batuk sebagai gejala yang mencolok. biaya penanganan komplikasi. q Terdapatya Sputum Orang dewasa normal menghasilkan mukus sekitar 100 ml dalam saluran napas setiap hari. mungkin disebabkan oleh gangguan fisik. dan bukan dari saluran napas bagian bawah. Diabetes ) o Penderita gangguan sistem kekebalan tubuh. dan konsistensinya. Sputum yang berwarna hijau merupakan petunjuk adanya penimbunan n anah. dan benda-benda asing kecil merupakan penyebab batuk yang paling sering. dan peradangan. Batuk dapat bersifat produktif. keras dan parau (seperti ada tekanan pada trakea). dan saluran napasnya sering mengalami peradangan kronik. membran mukosa akan terangsang. Kalau terbentuk mukus yang berlebihan. dan mukus dibatukkan keluar sebagai sputum. Jantung. Rangsangan mekanik dari tumor(ekstrinsik maupun intrinsik) terhadap saluran napas merupakan penyebab lain yang dapat menimbulkan batuk (tumor yang paling sering menimbulkan batuk adalah karsinoma bronkegenik). sedangkan pembentukan sputum yang terus meningkat perlahan dalam waktu bertahan-tahun merupakan tanda bronkitis kronis. Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan kemungkinan besar berasal dari sinus atau saluran hidung. debu. Warna sputum juga penting. kimia. B. atau infeksi pada membran mukosa.Dinegara bermusim empat. warna. Inhalasi asap. Sputum yang berwarna kekuning-kuningan menunjukkan infeksi. Bila hal ini terjadi. Warna hijau timbul . Mukus ini diangkut menuju faring dengan gerakan pembersihan normal silia yang melapisi saluran pernapasan. Sputum yang banyak sekali dan purulen menyatakan adanya proses supuratif. sehingga akhirnya mukus tertimbun. Perokok seringkali menderita batuk kronik karena terus menerus mengisap benda asing (asap). atau paroksismal (serangan batuk yang intermiten). pendek dan tidak produktif. setiap tahun pada musim dingin terjadi letusan influenza yang banyak menimbulkan konmplikasi dan kematian pada orang-orang beresiko tinggi : o Usia lanjut ( > 60 tahun ) o Anak anak penderita Asma o Penderita penyakit kronis ( Paru . tuberkulosis. Pembentukan mukus yang berlebihan. atau bronkiektasis. Setiap proses peradangan saluran napas dengan atau tanpa eksudat dapat men gakibatkan batuk. Ginjal. proses normal pembersihan mungkin tak efektif lagi. asma. jarang. dan banyak orang dewasa normal yang batuk beberapa kali setelah pagi hari untuk membersihkan trakea dan faring dari sekret yang terkumpul selama tidur. influenza terjadi sepanjang tahun. Batuk juga merupak an gejala terserang penyakit pernapasan. Segala jenis batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu harus diselidiki untuk memastikan penyebabnya. Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme yang penting untuk membersihkan saluran napas bagian bawah. TANDA DAN GEJALA SEORANG KLIEN MENGALAMI OBSTRUKSI JALAN NAPAS q Batuk Batuk merupakan refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan trakeabronkial. kimiawi. seperti abses paru. dan kerugian akibat hilangnya hari kerja ( absen dari sekolah dan tempat kerja ) sangat tinggi. Kapan saja seorang pasien membentuk sputum. sering. perlu dievaluasi sumber.

Dispnea sering dikeluhkan pada sindrom hiperventilasi yang sebenarnya merupakan seseorang yang sehat dengan stres emosional. Namun. pectoralis mayor). Seorang yang mengalami dispnea sering mengeluh napasnya menjadi pendek atau merasa tercekik. scalenus. Sputum yang berwarna hijau sering ditemukan pada bronkiektasis karena penimbunan sputum dalam bronkiolus yang melebar dan terinfeksi. tetapi makin siang menjadi kuning. Sifat dan konsistensi sputum juga dapat memberikan informasi yang berguna. pernapasan cuping hidung. disertai pengeluaran verdoperoksidase. lebih cepat dari pernapasan normal (12 hingga 20 kali per menit) yang dapat muncul dengan atau tanpa dispnea. dalam teori tegangan-panjang. trapezius. Sedangkan sputum yang berbau busuk merupakan tanda abses paru atau bronkiektasis. gelondong otot pada khususnya. ketertarikan pada ilmu pengetahuan dalam perhitungan dan mekanisme neurofisiologi meningkat dengan cepat. Fenomena ini mungkin disebabkan karena penimbunan sputum yang purulen di malam hari. Selanjutnya. Pada beberapa tahun belakangan ini. dan jaras saraf yang sesuai tidak dapat ditentukan dengan pasti. Banyak penderita infeksi pada saluran napas bagian bawah mengeluarkan sputum berwarna hijau pada pagi hari. q Dispnea Dispnea atau sesak napas adalah perasaan sulit bernapas dan merupakan gejala utama dari penyakit kardiopulmonar. Faktor kunci yang tampaknya menjelaskan apakah dispnea terjadi pada tingkat ventilasi atau usaha sesuai dengan derajat aktivitasnya. elemen-elemen sensoris. jenis . Sesak napas tidak selalu menunjukkan adanya penyakit. berperan penting dalam membandingkan tegangan dalam otot dengan derajat elastisitasnya. Besarnya tenaga fisik yang dikeluarkan untuk menimbulkan dispnea bergantung pada usia. dan dinding dada. tachypnea. dan gejala ini juga dapat dialami pada penyakit kardiovaskular. Sumber penyebab dispnea termasuk: (1) reseptor-reseptor mekanik pada otot-otot pernapasan. Namun. neuromuskular. Gejala objektif sesak napas termasuk juga penggunaan obat-obat pernapasan tambahan (sternokleidomastoideus. Pemeriksaan harus dapat membedakan sesak napas dari gejala dan tanda lain yag mungkin memiliki perbedaan klinis mencolok. Hiperventilasi adalah ventilasi yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan pengeluaran karbon dioksida (CO2) normal. yaitu lebih rendah dari angka normal (40 mmHg). dan (4) ketidakseimbangan antara kerja pernapasan denga kapasitas ventilasi. hal ini dapat diidentifikasi dengan memantau tekanan parsial CO2 arteri. Sputum yang berwarna merah muda dan berbusa merupakan tanda edema paru akut. (3) peningkatan kerja pernapasan yang mengakibatkan sangat meningkatnya rasa sesak napas.karena adanya verdoperoksidase yang dihasilkan oleh leukosit polimorfonukler (PMN) dalam sputum. rangsangan. dispnea terjadi bila tegangan yang ada tidak cukup besar untuk satu panjang otot (volume napas tercapai). atau tegangan (PaCO2). (2) kemoreseptor untuk tegangan CO2 dan O2 (PCO2 dan PO2) (teori utang-oksigen). dan penyakit lain selain paru. Seseorang yang sehat mengalami lelah yang berlebihan setelah melakukan kegiatan fisik dalam tingkat yang berbeda-beda. reseptor sensoris. Mekanisme tegan ganpanjang yang tidak sesuai adalah teori yang paling banyak diterima karena teori tersebut menjelaskan paling banyak kasus klinis dispnea. dan hiperventilasi. gejala lelah yang berlebihan harus dibedakan dari dispnea. paru. Sputum yang berlendir. orang normal akan mengalami hal yang sama setelah melakukan kegiatan fisik dalam tingkat-tingkat yang berbeda. Takipnea adalah frekuensi pernapasan yang cepat. belum tersedia keterangan tentang dispnea dengan segala keadaannya yang dapat diterima. lekat dan berwarna abu-abu atau putih merupakan tanda bronkitis kronik.

meskipun bukan merupakan tanda yang dapat diandalkan. terdapat beberapa variasi gejala umum dispnea. cuping telinga. emfisema yang berat atau obesitas). Pada akhirnya. Emboli paru ditandai oleh dispnea mendadak. kifoskoliosis) atau pada penyakit jalan napas obstruktif dengan meningkatnya resistensi nonelastik bronkial (emifisema. gagal jantung kongestif. bibir. jenis latihan fisik. untuk menentukan apakah dispnea terjadi setelah aktivitas sedang atau berat. Ada dua jenis sianosis: sianosis sentral dan sianosis perifer. Ortopnea adalah napas pendek yang terjadi pada posisi berbaring dan biasanya keadaan diperjelas dengan penambahan sejumlah bantal atau penambahan elavasi sudut untuk mencegah perasaan tersebut. miastenia gravis). dan terlibatnya emosi dalam melakukan kegiatan itu. Selain itu. penderita sindrom hiperventilasi akibat kecemasan atau stres emosional sering mengeluhkan dispnea. Pada lain waktu. (5) penyakit obstruktif paru. Penyebabnya sama dengan penyebab ortopnea yaitu gagal jantung kongestif. atelektasis.5 g per 100 ml. pola pernapasan menjadi hiperventilasi yang menetap sehingga pasien mengeluh kesemutan pada ekstrimitasnya dan terdapat perasaan melayang. sianosis akan pertama kali terdeteksi pada SaO2 kira-kira 75% dan PaO2 50 mmHg atau kurang. atau terjadi pada saat istirahat. Membedakan dispnea nokturna paroksismal dengan ortopnea adalah waktu timbulnya gejala setelah beberapa jam dalam posisi tidur. q Sianosis Sianosis adalah warna kebiru-biruan pada kulit dan selapur lendir yang terjadi akibat peningkatan jumlah absolut Hb tereduksi (Hb yang tak berkaitan dengan O2). Ortopnea juga merupakan gejala yang sering muncul pada banyak gangguan pernapasan. Tetapi kalau beban kerja pernapasan meningkat secara kronik. dan paling mudah diketahui pada wajah. atau otot pernapasan kurang mampu melakukan kerja mekanis (contohnya. (2) emboli paru. dan rongga pleura. Sianosis dapat tanda insufisiensi pernapasan. Dispnea yang terjadi pada seseorang harus dikaitkan dengan tingkat aktivitas minimal yang menyebabkan dispnea. kongesti) atau dinding dada (obesitas. Dispnea merupakan gejala paling nyata pada penyakit yang menyerang percabangan trakeobronkial. Bila pola pernapasan abnormal hilang saat tidur. atau (6) kecemasan. (3) penyakit paru interstitial atau alveolar. sondrom Guillain-Barre). Penderita anemia (konsentrasi Hb rendah) mungkin tak pernah . letih akibat meningkatnya kerja pernapasan. Penyebab tersering ortopnea adalah gagal jantung kongestif akibat peningkatan volume darah di vaskularisasi sentral pada posisi berbaring. serta bagian bawah lidah. lumpuh (contohnya. dengan ketidakteraturan frekuensi maupun tidal volume. dan penyakit katup jantung. Jumlah normal Hb tereduksi dalam jaringan kapiler adalah 2. maka p asien yang bersangkutan dapat menyesuaikan diri dan tidak mengalami dispnea. dicurigai terdapat penyebab psikogenik. asma). Dispnea juga dapat terjadi jika otot pernapasan lemah (contohnya. Pasien dengan gejala utama dispnea biasanya memiliki satu dari keadaan ini yaitu: (1) penyakit kardiovaskular. Sianosis sentral disebabkan oleh insufisiensi oksigenasi Hb dalam paru. Tabel 37-2 berisi skala garis besar dispnea yang dikembangkan oleh American Thoracic Society yang mungkin sesuai untuk penilaian klinis dispnea kronik. Dispnea biasanya dikaitkan dengan penyakit restriktif yaitu terdapat peningkatan kerja pernapasan akibat meningkatnya resistensi elastik paru (pneumonia. Pada orang dengan konsentrasi Hb yang normal. bronkitis. ketinggian tempat. poliomielitis. (4) gangguan dinding dada atau otot-otot. Dispnea adalah gejala utama edema paru. Pola pernapasan pada kelompok ini seringkali aneh. Dispnea nokturna paroksismal menyatakan timbulnya dispnea pada malam hari dan memerlukan posisi duduk dengan segera untuk bernapas. dan waktu timbulnya yang terlambat itu karena mobilisasi cairan edema perifer dan penambahan volume intravaskular pusat.kelamin. Sianosis biasanya tak diketahui sebelum jumlah absolut Hb tereduksi mencapai 5g per 100 ml atau lebih pada seseorang dengan konsentrasi Hb yang normal (saturasi oksigen [SaO2] kurang dari 90%). parenkim paru.

Sejumlah kecil methemoglobin atau sulfhemoglobin dalam sirkulasi dapat menimbulkan sianosis. atau vasokonstriksi pembuluh darah akibat suhu yang dingin. trauma dada atau pembedahan abdominal yang mengakibatkan pernapasan menjadi dangkal. Hiperkapnia selalu disertai hipoksia dalam derajat tertentu apabila pasien bernapas dengan udara yang terdapat dalam ruangan. tapi menderita hipoksemia. dan kehilangan jaringan paru. yang dianggap memadai bila suplai O2 seimbang dengan kebutuhan O2. Selain sianosis yang disebabkan oleh insufisiensi pernapasan (sianosis sentral). Sebaliknya. Hipoksemia tak selalu disertasi dengan hipoksia jaringan. Kalau semua dianggap sama. makin ce timbulnya hipoksemia. untuk mengimbangi pembentukan CO2).mengalami sianosis walaupun mereka menderita hipoksia jaringan yang berat karena jumlah absolut Hb tereduksi kemungkinan tidak dapat mencapai 5 g per 100 ml. walaupun jarang terjadi. sedangkan hipokapnia terjadi apabila PaCO2 kurang dari 35 mmHg. kelemahan atau paralisis otot pernapasan. Pada umumnya nilai PaO2 yang terus menerus kurang dari 50 mmHg disertai hipoksia jaringan dan asidosis (yang disebabkan oleh metabolisme anaerobik). Tetapi ada hubungan antara PaO2 dengan hipoksia jaringan. q Hipoksemia dan Hipoksia Istilah hipoksemia menyatakan nilai PaO2 yang rendah dan seringkali ada hubungannya dengan hipoksia. Ventilasi yang memadai akan mempertahankan kadar PaCO2 sebesar 40 mmHg. atau oksigenasi jaringan yang tidak memadai. dan akan menyebabkan suatu daerah menjadi biru. Tanda klinik yang dikaitkan dengan hiperkapnia adalah: kekacauan mental yang berkembang menjadi . Sianosis perifer dapat terjadi akibat insufisiensi jantung. Hiperkapnia didefinisikan sebagai peningkatan PaCO2 sampai di atas 45 mmHg. sumbatan pada aliran darah. Ada banyak hal yang mengakibatkan sianosis (dan sianosis sulit dikenali) sehingga sianosis merupakan petunjuk insufisiensi paru yang tidak dapat diandalkan. CO2 mudah sekali mengalami difusi sehingga tekanan CO2 dalam udara alveolus sama dengan tekanan CO2 dalam darah arteri. Seseorang masih dapat mempunyai oksigenasi jaringan yang normal. q Hiperkapnia dan Hipokapnia Seperti halnya ventilasi. pat semakin berat pula kelainan jaringan yang diderita. Sianosis merupakan satu tanda yang tidak dapat diandalkan karena SaO2 harus kurang dari 75% pada orang dengan kadar Hb normal sebelum tanda itu dapat diketahui. Foktor-faktor lain yang menyulitkan pengenalan sianosis adalah variasi ketebalan kulit. sehingga PaCO2 merupakan gambaran ventilasi alveolus yang langsung dan segera yang berhubungan dengan kecepatan me tabolisme. Dengan demikian PaCO2 digunakan untuk menilai kecukupan ventilasi alveolar ( ) karena pembuangan CO2 dari paru seimbang dengan sehingga PaCO2 langsung berkaitan dengan produksi CO2 ( CO2) dan sebaliknya berkaitan dengan ventilasi alveolar: PaCO2 CO2/ . pembuangan CO2 melalui paru baru dianggap memadai bila pembuangannya seimbang de ngan pembentukan CO2. Hipoksia dapat terjadi pada nilai PaO2 normal maupun rendah sehingga evaluasi pengukuran gas darah harus selalu dikaitkan dengan pengamatan klinik dari pasien yang bersangkutan. seperti juga seseorang masih dapat memiliki PaO2 normal tetapi menderita hipoksia jaringan (karena gangguan pengiriman oksigen dan penggunaan oksigen oleh selsel). obat-obat yang menekan fungsi pernapasan. Penyebab utama hiperkapnia adalah penyakit obstruktif saluran napas. orang yang menderita polisitemia (konsentrasi Hb yang tinggi) dengan mudah mempunyai kadar Hb tereduksi 5 g per 100 ml walaupun hanya mengalami hipoksia yang ringan sekali. Penyebab langsung retensi CO2 adalah hipoventilasi alveolar (ventilasi kurang memadai. pigmentasi dan kondisi penerangan. meskipun terdapat nilai PaO2 yang tepat pada jaringan yang menggunakan O2. akan terjadi sianosis perifer bila aliran darah banyak berkurang sehingga sangat menurunkan saurasi darah vena.

peningkatan eosinofil Sputum dan sekret: Kultur untuk menentukan adanya infeksi. . Tes fungsi paru: Dilakukan untuk menentukan penyebab dispnea. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN OBSTRUKSI JALAN NAPAS Data dasar pengkajian pasien Aktivitas/Istirahat Gejala: . malaise . Bronkogram. Dalam keadaan ini. Pemeriksaan Diagnostik Sinar x dada: Dapat menyatakan hiperinflasi paru-paru. pusing. Hipokapnia hebat (PaCO2 < 25 mmHg) dapat menyebabkan kejang. kelelahan.PATOFISIOLOGI Infeksi oleh bakteri /virus Peradangan pada membrane mukosa Menghalangi jalan napas Peningkatan produksi mukus Pertukaran O2 dan CO2 tidak adekuat Terganggunya inspirasi dan ekspirasi Takipnea Dispnea O2 kurang dari kebutuhan jaringan Sianosis Hipoksemia Hipksia D. sehingga pernapasan terutama dikendalikan oleh hipoksia. mengidentifikasi patogen. dapat menunjukkan dilatasi silindris bronkus pada inspirasi JDL dan Diferensial: Hemoglobin meningkat (emfisema luas). .Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena sulit bernapas. aksis vertikal QRS. penurunan tanda vaskularisasi/bula. C. pemeriksaan sitolitik untuk mengetahui keganasan atau gangguan alergi. asteriksis atau tremor kasar pada tangan yang teregang (flapping tremor).Peningkatan frekuensi jantung/takikardia berat. disritmia. dan volume denyut nadi yang penuh disertai tangan dan kaki yangterasa panas dan berkeringat (akibat vasodilatasi perifer karena hiperkapnia).koma. peningkatan area udara retrosternal. peninggian gelombang P pada lead II. bila diberi oksigen kadar tinggi. peninggian gelombang P. Hiperkapnia kronik akibat penyakit paru kronik dapat mengakibatkan pasien sangat toleran terhadap PaCO2 yang tinggi. AVF. sakit kepala (akibat vasodilatasi serebral). disritmia atrial. untuk menentukan apakah fungsi abnormal adalah obstruks atau restriksi. III.Keletihan. pernapasan akan dihambat sehingga hiperkapnea bertambah berat. EKG: Deviasi aksis kanan. serta kedutan otot. Kehilangan CO2 dari paru yang berlebihan (hipokapnia) akan terjadi apabila terjadi hiperventilasi (ventilasi dalam keadaan kebutuhan metabolisme meningkat untuk membuang CO2). mendatarnya diafragma. tangan dan kaki kesemutan dan baal. E. palpitasi. Tanda dan gejala yang sering berkaitan dengan hipokapnia adalah sering mendesah dan menguap.Ketidakmampuan untuk tidur Sirkulasi Tanda: .

. retraksi fosa supraklafikula. sekresi kental akibat influenza.Turgor kulit buruk. bunyi napas redup dengan ekspirasi mengi (emfisema). lembut atau krekels lembab kasar. tebal. misal penyebaran.Penurunan berat badan menetap. mengi sepanjang area paru pada ekspirasi dan kemungkinan selama inspirasi berlanjut sampai penurunan atau tak adanya bunyi napas.Batuk menetap dengan produksi sputum setiap hari selama minimun 3 bulan b erturut-turut tiap tahun sedikitnya 2 tahun. . menyebar. misal mengi. Pernapasan Gejala: . ronki.Penggunaan/penyalahgunaan obat pernapasan. . Tanda: . Diagnosa keperawatan 1. 2. Pernapasan dapat melambat dan frekuensi ek spirasi . . atau tak adanya bunyi napas (asma b erat).Penggunaan obat bantu pernapasan.Kegagalan dukungan dari/terhadap pasangan/orang terdekat. F. misalanya meninggikan bahu. . . Penyuluhan/Pembelajaran Gejala: .Warna kulit/membran mukosa: sianosis Integritas Ego Tanda: .Kesulitan menghentikan merokok. krekels. . Interaksi Sosial Gejala: . melebarkan hidung. sekresi tertahan.Kurang sistem pendukung. Tanda: . Intervensi: 1.Napsu makan buruk/anoreksi.Bunyi napas: mungkin redup dengan ekspirasi mengi. Rasional : Takipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama stres/adanya proses infeksi akut. . Catat adanya bunyi napas.Hubungan ketergantungan. Auskultasi bunyi napas. Catat rasio inspirasi/ekspirasi. ketakutan.Napas pendek khususnya pada kerja.Dada: Dapat terlihat hperinflasi dengan peninggian diameter AP.. peka rangsang Makanan/Cairan Gejala: . berihubungan dengan peningkatan produksi sekret. krekels basah (bronkitis).Ketidakmampuan untuk makan karena distres pernapasan. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Bersihan jalan napas. Kaji/pantau frekuensi pernapasan.Ansietas. .Mual/muntah. ronki Rasional : Beberapa derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi jalan napas dan dapat/tak dimanifestasikan adanya bunyi napas adventisius.

Rasional : Berguna dalam evaluasi derajat distres pernapasan dan/atau kronisnya proses penyakit. Rasional : Selama distres pernapasan berat/akut/refraktori pasien secara total tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari karena hipoksemia dan dispnea. bantu pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernapas. asap. bantal. keluhan lapar udara. dispnea. 7.. mis. Sokongan tangan/kaki dengan meja. mis. Rasional : Gelisah dan ansietas adalah manifestasi umum pada hipoksia. Awasi tingkat kesadaran/status mental. Selidiki adanya perubahan. Tinggikan kepala tempat tidur. pasien dengan distres berat akan mencari posisi yang paling mudah untuk bernapas. dan banyaknya sekresi adalah sumber utama gangguan pertukaran gas pada jalan napas kecil. peninggian kepala tempat tidur. duduk pada sandaran tempat tidur Rasional : Peninggian kepala tempat tidur mempermudah fungsi pernapasan dengan menggunakan gravitasi.memanjang dibanding inspirasi. distres pernapasan. tebal. Rasional : Disfungsi pernapasan adalah variabel yang tergantung pada tahap proses kronis sela in proses akut yang menimbulkan perawatan di rumah sakit. Pertahankan polusi lingkungan minimum. Kaji frekuensi. ketidakmampuan bicara/berbincang. Namun. dan lain -lain membantu menurunkan kelemahan otot dan dapat sebagai alat ekspansi dada. infeksi. Rasional : Sianosis mungkin perifer (terlihat pada kuku) atau sentral (terlihat sekitar bibir/atau daun telinga). Berikan lingkungan tenang dan kalem. gelisah. Batasi aktivitas pasien atau dorong untuk tidur/istirahat di kursi selama fase akut. 4. 4. 2. 2. Keabu-abuan dan dianosis sentral mengindikasikan beratnya hipoksemia.. Rasional : Kental. napas bibir. Evaluasi tingkat toleransi aktivitas. debu. 6. Namun. GDA memburuk disertai bingung/somnolen menunjukkan disfungsi serebral yang berhubungan dengan hipoksemia.. Catat adanya/derajat dispnea. Rasional : Pencetus tipe reaksi alergi pernapasan yang dapat mentriger episode akut. mis. Dorong mengeluarkan sputum. mis. 3. Catat penggunaan otot aksesori. Istirahat diselingi aktivitas perawatan masih penting dari program pengobatan. Diagnosa Keperawatan: Pertukaran gas. Rasional : Pengiriman oksigen dapat diperbaiki dengan posisi duduk tinggi dan latihan napas untuk menurunkan kolaps jalan napas. Mungkinkan pasien melakukan aktivitas secara bertahap dan tingkatkan sesuai toleransi individu. reaksi alergi. penghisapan bila diindikasikan. 5. dan bulu bantal yang berhubungan dengan kondisi individu. Intervensi: 1. penggunaan otot bantu. Rasional : Memberikan pasien beberapa cara untuk mengatasi dan mengontrol dispnea dan menurunkan jebakan udara. Kaji/awasi secara rutin kulit dan warna membran mukosa. Kaji pasien untuk posisi yang nyaman. Palpasi fremitus Rasional : Penurunan getaran vibrasi diduga ada pengumpulan cairan atau udara terjebak. Dorong napas dalam perlahan atau napas bibir sesuai kebutuhan/toleransi individu. ansietas. 3. kedalaman pernapasan. Penghisapan dibutuhkan bila batuk tidak efektif. 6. kerusakan dapat dihubungkan dengan gangguan suplai oksigen (obstruksi jalan napas oleh sekresi). Dorong/bantu latihan napas abdomen atau bibir. program latihan ditujukan untuk .. 5. dan kerja napas.

dan dapat meningkatkan dispnea. 5. Pengobatan influenza adalah dengan membiarkan tubuh penderita membentuk antibodinya sendiri. 3.tak disnea. masukan makanan saat ini. dan hipoksemia. Intervensi: 1. berikan wadah khusus untuk sekali pakai dan tisu. Catat derajat kesulitan makan. Rasional : Pasien distres pernapasan akut sering anoreksia karena dispnea. termasuk tidak banyak bercakap-cakap. Kaji kebiasaan diet. dan obat. Rasional : Berguna untuk menentukan kebutuhan kalori. Hindari makanan yang sangat pedas atau sangat dingin. Diagnosa Keperawatan: Nutrisi. bau dan penampilan adalah pencegah utama terhadap napsu makan dan dapat membuat mual dan muntah dengan peningkatan kesulitan napas. 6. Rasional : Suhu ekstrim dapat mencetuskan/meningkatkan spasme batuk. Rasional : Membantu menurunkan kelemahan selama waktu makan dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan masukan kalori total. kurang dari kebutuhan tubuh dapat dihubungkan dengan dispnea. Berikan makan porsi kecil tapi sering. perubahan. Hal itu dapat dilakukan dengan banyak beristirahat dan mengurangi aktivitasnya. 7. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah infeksi bakteri/kuman lainnya yang biasanya menyertai infeksi virus (komplikasi). Rasional : Rasa tak enak. penurunan aktivitas. Timbang berat badan sesuai indikasi. buang sekret. Hindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat. Evaluasi yang diharapkan q Menunjukkan jalan napas paten dengan bunyi napas bersih. dan evaluasi keadekuatan rencana nutrisi. 3.meningkatkan ketahanan dan kekuatan tanpa menyebabkan dispnea berat. piliha makanan n buruk. 2. Catatan: Penurunan berat badan dapat berlanjut. 4. dan dapat meningkatkan rasa sehat. Dorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah makan.sianosis q Mengidentifikasi perilaku mencapai bersiha jalan napas q Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigen jaringan q Mencapai waktu perbaikan infeksi berulang tanpa komplikasi q Mengidentifikasi intervensi unutk mencegah/menurunkan risiko infeksi q Menunjukkan peningkatan nafsu makan q Mempertahankan berat badan normal G. Auskultasi bunyi usus Rasional : Penurunan/hipoaktif bising usus menunjukkan penurunan motilitas gaster dan konstipasi (komplikasi umum) yang berhubungan dengan pembatasan pemasukan cairan. produksi sputum. meskipun masukan adekuat sesuai teratasinya edema. Rasional : Dapat menghasilkan distensi abdomen yang mengganggu napas abdomen dan gerakan diafragma. Pengobatan Umumnya penyakit yang diakibatkan oleh virus bisa sembuh sendiri. menyusun tujuan berat badan. Pengobatan yang umum diberikan adalah untuk mengurangi gejala yang . Berikan perawatan oral sering.

tidak perlu mengonsumsi semua komponen.mengganggu dari flu. Pemilihan obat kombinasi tergantung kecocokan individual.pppl. misalnya) masih diperbolehkan.htmhttp://www.html hthttp://beingmom. Minum air yang cukup Membiasakan diri untuk membersihkan ingus memakai kertas tissu atau sapu tangan yang dapat menyerap cairan hidung dan membuangnya di tempat sampah. DAFTAR PUSTAKA Capernito.id/catalogcdc/kamus_ detail_klik.go.php/2006/12/08/penjelasan -imunisasi/ tp://www. dengan atau tanpa antibiotik flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga seminggu. Namun. Vitamin dan pengencer dahak tidak mutlak diperlukan dan perlu dinilai secara individual. Selalu memakai masker (penutup) hidung dan mulut yang bersih agr terhindar dari percikan air ludah/ liur yang keluar dari penderita sewaktu bercakap-cakap atau terkena percikan dahak. mengurangi pilek atau hidung berair (efedrin. Pemberian obat itu akan meredakan gejala sekaligus mengurangi penderitaan pasien flu.EGC Corwin.Jakarta.pikiranrakyat. ingus. bila dicampur dengan komponen antihistamin (CTM.Jakartan.tempat yang dipadati orang terutama pada tempat seperti dipasar. Namun.EGC Doengoes.asp?abjad=P&id=2005111810220104830710&count=13&page=1 . batuk dan bersin. pseudo-efedrin.com/articles.php?lng=in&pg=15HI setempat. Obat flu biasanya terdiri dari komponen untuk menurunkan panas (parasetamol. Sedapat mungkin menghindari kerumunan kepadatan manusia atau tempat. Menghindari diri agar tidak kontak dekat dengan penderita bergejala dan tanda penyakit Influenza.Buku Saku Diagnosa Keperawatan. jangan sering keluar malam. jika ada alergi antisipasi dengan minum vitamin sesuai kebutuhan.Perencanaan Asuhan Keperawatan.Linda juall.freelists. http://www. yaitu: Memelihara kebersihan diri dan lingkungan pondokan secara baik.depkes.Ellizabetz.EGC BPhttp://www.Jakarta.Buku Saku Patofisiologi.2001.2001. menghentikan pilek dan batuk. ibuprofen). atau pun tempat keramaian lainnya. banyak mengkonsumsi buah-bahan segar dan sayur-sayuran hijau.org/archives/ppi/03-2004/msg00000. Yang perlu diingat.1999. Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dari risiko tertular penyakit Influenza? Upaya-upaya pencegahan yang harus dilakukan.infeksi. seperti pemberian obat untuk (simptomatik) menurunkan panas. bila gejalanya hanya demam saja. Bagaimana bila hanya pilek? Cukup pilih obat bebas yang mengandung komponen pilek saja. dan komponen obat batuk (dekstrometorfan atau noskapin). atau fenilpropanolamin [maksimal 15 mg/tablet]).org/index. Istirahat yang cukup.com/cetak/0204/26/cakrawala/laput1. bila tidak. sebaiknya konsultasikan kepada dokter keluarga Anda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful