BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Cut and Fill Stoping Didasarkan pada cara penyanggaan dan penambangannya, maka sistem tambang bawah tanah cut and fill stoping termasuk dalam kelompok metode supported stoping, yaitu metode penambangan yang memerlukan penyanggaan. Pemakaian cut and fill cocok untuk ketebalan endapan bijih 1 meter ± 6 meter atau suatu endapan menatar tetapi cukup tebal, mempunyai dip > 45 (sebaiknya untuk vein), endapan bijih keras akan tetapi batuan induk lunak atau kurang kompak, endapan memiliki nilai tinggi. Cara kerja pada metode cut and fill stoping harus sempurna dan cermat, dan memerlukan biaya yang cukup besar. Kalau akan mengisi filling material, cribbing harus dinaikkan terlebih dahulu, agar material jangan jatuh ke dalam orepass. Cut and fill stoping merupakan metode penambangan dengan arah penggalian ke arah atas, dimana bijih digali dengan bentuk irisan horizontal atau ³cut´ pada stope dan digantikan dengan waste (pengotor dari bijih) sebagai timbunannya. Dan juga dipergunakan pada bada n bijih yang memiliki lapisan horizontal, dimulai dari bagian bawah lapisan dan maju ke atas hingga ke permukaan. Dengan adanya penambahan langkah pengisian kembali lubang bukaan (backfilling) pada kegiatan penambangan dari tiap irisan bijih yang diambil, maka bijih harus mempunyai kadar cukup tinggi untuk menutupi penambahan biaya pengeluaran. Kegiatan penambangan bawah tanah dengan Metode cut and fill biasanya dipergunakan untuk penambangan bijih baik berupa endapan maupun berupa vein yang cukup lebar dan besar, antara lain yaitu
0

2-1

bisa irregular. Ukuran deposit: cukup lebar (6 ± 100 ft. material pengisi (pasir. Bentuk deposit: tabular. Metode cut and fill hanya dapat diterapkan pada kondisi berikut: 1.4 km) 2. Kekuatan batuan: lemah hingga sangat lemah 4. dll. Ramps (terowongan menanjak vertikal) digali untuk menghubungkan permukaan dengan badan bijih di bawah tanah. dan bijih dipindahkan dengan menggunakan dump truck. Kekuatan bijih: medium hingga kuat. atau dengan kendaraan Load Haul Dump (LHD).2 -2. nikel. Setelah lapisan pertama selesai 2-2 . dan discontinous 5. (tidak cocok menggunakan unsupported methods) 3. bahwa cut and fill merupakan salah satu dari Supported Stope Methode. atau 2 ± 30 m) dan juga 7. tunnel miring dimana bijih ditransportasikan menuju ke tempat yang l ebih rendah dalam penambangan. waste. Drift digali untuk menghubungkan dengan lapisan bijih. diledakan. dimana pada kegiatan penambangannya memerlukan sistem penyanggaan. Bijih ditumpahkan ke dalam ore pass. Pada umumnya dapat berupa penyangga dari bijih itu sendiri. tanah) dan campuran cement grounting. Lapisan bahan galian (bijih) dengan kedalaman sedang hingga cukup dalam (<4000 ± 8000 ft atau <1. tembaga. Lap isan bijih dibor dengan menggunakan jumbo.emas. Kemiringan (dip) deposit: sedang hingga curam (>45 0 ± 500) 6. Kadar bijih : cukup tinggi Sesuai dengan pembagiannya. Kemudian pada bagian akhir dari ore pass bijih kembali diambil menggunakan scoop listrik atau LHD untuk ditransportasikan keluar dari areal penambangan melalui ramp.

Tingkat kemampuan dalam kegiatan penimbunan merupakan fungsi khas dari metode ini. Kemampuan daya tekan (kompresibilitas) merupakan bagian yang sangat penting dari suatu timbunan. Cut and fill stoping dikembangk an sebagai sebuah metode dimana material timbunan merupakan material pengotor (hancur. atau tailing yang telah dikeringkan (pengotor dengan kadar bijih rendah dari pemprosesan. dan semen (pengikat). hingga 5 ± 10 % untuk sistem hidrolik atau pneumatik placed fill. Dengan adanya tahapan pengisian kembali lubang bukaan (backfilling) pada kegiatan penambangan dari tiap irisan bijih yang diambil. rusak. Apabila waste hasil penambangan tidak tersedia atau tidak cocok. Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah sistem penyanggaan disediakan untuk dinding deposit batuan yang lemah.ditambang. atau pasir) dapat dimasukkan ke dalam tanah untuk penimbunan melalui pembuatan sistem fill raise khusus. bervariasi dari 25% untuk sistem mekanis placed dry fill. waste batuan. didapatkan dari kegiatan development dan seluruh kegiatan penambangan. dari level bagian atas dan disalurkan dengan menggunakan slusher. maka 2-3 . dan tidak berharga). Material timbunan yang kering dimasukkan ke dalam stope melalui fill raises. waste yang berasal dari material permukaan (batu. biasanya sangat halus dan lembut). Fungsi kedua dari adanya timbunan adalah dalam penyediaan suatu panggung/lantai kerja dimana berfungsi untuk kegiatan pengirisan bijih berikutnya melalui pengeboran dan peledakan. Material timbunan dapat digunakan dari campuran antara pasir dan batuan. Proses penimbunan dilakukan beriringan dengan jalannya kegiatan penambangan dan tidak dilakukan setelah selesainya kegiatan penambangan. gravel. maka kekosongan tempat ditimbun kembali secara hidrolic.

. Pasir penghalang atau berupa timbunan dibentuk di dalam stope untuk mengontrol penempatan dari timbunan. biaya rendah. Penimbunan secara hydrolic pada cut and fill stoping membutuhkan penempatan yang khusus dan sistem drainase karena slurry (timbunan) mengandung 30% . Tailing atau waste dari permukaan biasanya dialirkan secara hidrolik ataupun dimasukkan melalui pipa bawah tanah ke dalam stope. dapat menyesuaikan dengan mekanisasi 2-4 . Dikarenakan tingginya biaya distribusi dan rendahnya kemampuan daya tekan.bijih harus mempunyai kadar cukup tinggi untuk menutupi penambahan biaya pengeluaran. sistem penimbunan secara mekanis telah banyak diganti oleh sistem hydraulic fill dengan produktivitas yang lebih tinggi. tiap pekerja per shift. kadang -kadang semen ditambahkan untuk menambahkan kekuatan dari timbun an. maksimum 30 ± 40 ton atau 27 ± 36 tonnase tiap pekerja per shift. Bagian atas dari jalan pekerja dan jalur bijih (orepass) harus terus diperlebar ke atas tempat timbunan agar selalu terbuka. dan kemampuan daya tekan lebih baik (adakalanya pneumatic fill digunakan sebagai gantinya). Semua jalur bukaan di dalam stope dari bawah dilengkapi dengan tembok pemisah untuk mencegah terjadinya tumpahan dari drift angkutan pada saat penimbunan.40% air. Keuntungan dan Kerugian Metode Cut and Fill Keuntungannya antara lain sebagai berikut. B. y y Biaya development rendah Investasi menengah. y Tingkat produktivitas cukup tinggi (range 10 ± 20 tons. atau 9 ± 18 ton.

t ili t . fl i l. % i i i i ti i i i i i j ti l y y t i t if. 2-5 . . t t l t li i y Sif t t ti t il i i i li i t fill t ¡¥¢ £¢ ¢ ¡ £¡ §¢ ¢ ©¥  ¦¤  ¢¢©¥ £¢£¡ £©§ £¢¨£©¤ ¨£ §¦ ¥ i i i li t t j l ¤£¢ ¡   . ll it t i i ti y K i t i Bi Bi P l j t t l i i t ti t t li i i t.y y S W t i li i . y y y i t lit. ti i.

umumnya semen. Tailings biasanya dicampur dengan suatu pengikat. Backfill mengurangi resiko retakan batuan yang terjadi ketika tekanan tidak terpusat pada tiang dan pe nyangga. Backfill tailing biasanya dicampur pada permukaan dengan semen dan kemudian keduanya dialirkan dengan pipa melewati suatu decline. shaft. y y y Pillar dan penyangga yang kaya akan bijih dapat di ekstaksi. berkaitan dengan tindakan backfill tersementasi sebagai suatu penyangga dan pencegahan keruntuhan serta permasalahan dengan subsidence (penurunan permukaan dengan tiba -tiba). Ini lebih ramah lingkungan sebagaimana area daratan tidak harus digunakan untuk suatu area penumpukan tailing di permukaan. Sebagai contoh suatu operasi tambang room and pillar yang menggunakan backfi ll akan mampu mengekstraksi pilar insitu yang mengandung bijih. Backfilling Tailings dapat disimpan di bawah tanah dalam lubang bukaan yang dikerjakan sebelumnya. Mencegah keruntuhan atap karena peledakan (Air Over Pressure ( AOP)) Bahan pengikatnya membantu meminimalkan pencemaran air tanah 2-6 . dan kemudian dipompa ke bawah tanah untuk mengisi lubang bukaan dan membantu menyangga suatu tambang bawah tanah. surface borehole ke dalam area tambang yang memerlukan backfilling. Backfill membantu mendukung/menyangga tambang.C. Hal ini memungkinkan. Keuntungan: y Tailings disimpan bawah tanah dan dengan begitu mencegah gangguan permukaan. y y y Meningkatkan sirkuit ventilasi dalam tambang.

Pengikat (cementing) membantu mencegah pencemaran air tanah ketika backfill mengalami perubahan karakteristik fisika dan kimia. Permasalahan dengan migrasi isian. dan sedang ada suatu pemicu (getaran seismik). semen akan mengurangi oksidasi dan derajat keasaman dari isian.Kerugian: y y y y y Biaya tinggi . y y Resiko dalam kaitannya dengan kegagalan penyekatan. y Penyumbatan saluran pipa. dengan begitu maka terjadi pencemaran. Jika backfill diisikan pada suatu lubang bor ada kesempatan lubang itu tersumbat . Dilusi bijih dari kualitas timbunan yang rendah. terutama sekali jika binder (bahan pengikat) digunakan. Ada banyak masalah dengan backfill . dengan begitu menghasilkan pengurangan mobilisasi logam. y y Tenaga kerja dan peralatan ekstra. yaitu saluran pipa bisa harus diganti . Rembesan tailing melimpas ke dalam air tanah. meningkatkan biaya. Backfill menyebabkan waktu delay pada kegiatan penambangan. Ini terutama sekali bermanfaat jika su atu lubang bukaan underground berada di bawah water table. Tailing perlu ditiriskan. Menghambat di perencanaan ekstraksi. Berikut adalah yang utama. penurunan dan pencairan dicegah. 2-7 . Resiko dari pencairan tailings jika tingkat kejenuhan tinggi. y Menyumbat lubang bor . Masalah besar jika bahan pengikat digunakan. Untuk tailing yang mengandung pirit . seperti ketika pemompaan berhenti isian yang tersemen akan berada di kontak langsung dengan air tanah.

y Backfill yang mengulit. Backfill membentuk suatu kerak yang dapat membiarkan backfill segar untuk mengalir berpindah tempat. y y y y y y y y Saluran pipa retak Kegagalan barikade Hammering pipa Pencairan backfill Backfill segregation Sump yang tersumbat Lubang tikus Kegagalan pompa 2-8 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful