PENELITIAN KUALITATIF (Sebuah Langkah Operasional dalam Penelitian

)
By Mohib Asrori

BAB I PENDAHULUAN Secara hakiki manusia sejak lahir dibekali hasrat ingin tahu (animal rational) , sifat ingin tahu tersebut telah dapat disaksikan sejak manusia kanak-kanak. Hal ini terbukti dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan ´apa ini-apa itu´ yang selanjutnya mengembang menjadi pertanyaan-pertanyaan ´mengapa begini-mengapa begitu´ dan pertanyaan semacamnya. Dari pertanyaan tersebut manusia berusaha mencari jawabannya dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hal-hal yang dipertanyakan tersebut secara nyata atau pada intinya mencari sebuah kebenaran. Manusia dalam kehidupannya sehari-hari selalu menghadapi masalah-masalah baik besar maupun kecil yang harus segera diselesaikan. Di dalam usahanya untuk mencari kebenaran dan menyelesaikan masalah tersebut, manusia dapat menempuh berbagai cara baik yang dianggap sebagai usaha yang ilmiah maupun yag dapat dikatakan sebagai kegiatan-kegiatan yang tidak ilmiah. Salah satunya adalah model penelitian ilmiah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sebagaimana lazim digunakan oleh para peneliti dewasa ini dalam mencari sebuah kebenaran. Penelitian kualitatif memiliki beberapa keunggulan apabila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Pertama, masalah-masalah yang akan dipecahkan oleh peneliti dapat didekati sesuai dengan substansinya. Contohnya, masalah etos kerja yang rendah dari sesuatu komunitas masyarakat yang tidak mungkin dijawab dengan penelitian kuantitatif dan eksperimen dapat didekati dengan penelitian kualitatif. Kedua, data yang terkumpul dapat dijadikan bahan untuk pengembangan teori. Ketiga, hasil analisis data yang dihasilkandari penelitian kualitatif yang berupa konsep dan kategori dapat secara langsung untuk kepentingan pengembangan kebijakan. Pengalaman penulis selama menjalankan penelitian kualitatif dari menyusun proposal sampai dengan membuat skripsi dan beberapa karya tulis lain telah menjadi pengalaman yang utama di dalam penelitian kualitatif. Jumlah orang yang dijadikan sumber data relative jumlahnya kecil. Rumusan masalahnya ;bersifat sangat khusus yang menghendaki pendekatan kualitatif. Hasil-hasil penelitian dapat diinterpretasikan menjadi masukan bagi teori yang telah ada. Para pakar penelitian kualitatif berpendapat bahwa penelitian kualitatif dapat dilatihkan kepada peneliti-peneliti yang berminat sesuai dengan bidang keahliannya. Dari uraian tersebut perlu kiranya kita perdalam permasalahan yang menyangkut tentang penelitian kualitatif dengan segala kompleksitas penjelasannya.

Peneliti diharapkan selalu memusatkan perhatian pada kenyataan atau kejadian dalam konteks yang diteliti. berganti agama. Tujuannya adalah untuk membuat laporan apa adanya dengan sedikit atau tanpa interpretasi atau campur tangan atas kata-kata lisan informan dan dengnan sedikit atau tanpa penafsiran atas pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti sendiri. Data yang terkumpul tidak diolah secara statistik. Jumlah informan yang dijadikan responden jumlahnya dapat dikatakan relatif kecil sekali.BAB II PEMBAHASAN A. adalah alasan demi kemantapan peneliti berdasarkan pengalaman penelitiannya. pada dasarnya lebih tepat digunakan jenis penelitian kualitatif. Pada umumnya data diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Untuk melengkapi data yang dihasilkan dari proses wawancara dan pengamatan. namun pendapat subjek dilaporkan secara spontan dan penuh makna. Sebagai konsekuensinya. Mereka memberikan contoh penelitian kualitatif seperti penelitian tentang kehidupan. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus. biasanya dianjurkan untuk menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini. misalnya data sensus. kaset video dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain. Alasan Memilih Penelitian Kualitatif Strauss dan Corbin menyatakan bahwa seseorang yang melakukan penelitian kualitatif memiliki beberapa alasan. ketagihan obat. riwayat. Ketiga. namun analisisnya bersifat kualitatif. Penelitian kaulitatif adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang kenyataan melalui proses berfikir induktif. adalah alasan untuk tidak terjebak pada angka-angka hasil pengolahan dengan menggunakan teknik statistik yang cenderung berlaku untuk populasi. pergerakan sosial. Kedua. buku. Pengertian Penelitian Kualitatif Pengertian Penelitian Kualitatif Istilah penelitian kualitatif diberi makna sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. disamping juga tentang peranan organisasi. peneliti dapat menggumakan dokumen. Dalam beberapa bidang studi. Walau kelompok peneliti ini berpendapat bahwa pandangan informan tentang realitas tidak mencerminkan ´kebenaran´. perilaku seseorang. Pertama. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para peneliti relatif mendalam sekali. Tugas peneliti adalah mengumpulkan data dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga para informan dibiarkan berbicara sendiri. Contoh dari penelitian semacam ini adalah penelitian untuk mengungkap sifat pengalaman seseorang dengan fenomena seperti sakit. kehidupan pengemis . adalah alasan dari sifat masalah yang diteliti. dan pola partisipasi wanita bekerja di luar rumah. Para peneliti lebih senang menghubungi beberapa informan kunci dari suatu komunitas. B. Kesediaan informan untuk mau menghabiskan waktunya berjam-jam dalam beberapa hari sering menjadi pertanda berhasilnya proses wawancara. peneliti terlibat dalam situasi dan setting fenomenanya yang diteliti. Beberapa peneliti yang memiliki latar belakang bidang pengetahuan seperti antropologi. Setiap kejadian merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain karena ada perbedaan konteks. atau hubungan timbal balik. atau yang terkait dengan orientasi filsafat seperti fenomenologi. Kemampuan Peneliti Dan Karakteristik Penelitian .

Kedua. adalah kemampuan untuk melakukan pengamatan secara cermat untuk mendapatkan data yang sahih dan handal. peneliti melakukan pengamatan berperan serta (participant observation) atau ada juga yang menamakan pengamatan terlibat. Keempat. penelitian itu tidak sepenuhnya kualitatif. penelitian kualitatif tidak melihat kerangka teoritik yang mendahuluinya. adalah kemampuan untuk meninjau kembali dan menganalisis situasi secara kritis. Kemungkinan kedua. seperti bahasa. Peneliti dalam pengumpulan data berfungsi sebagai instrumen yang berusaha mengikuti asumsi-asumsi kultural dan mengikuti data kualitatif. sementara keterbatasan waktu penelitian membuat peneliti tidak berani mengklaim pendekatan penelitian yang digunakan sepenuhnya kualitatif. Penelitian kualitatif tidak menentukan ubahan-ubahan dan kategori ubahan serta tidak berusaha mengukur itu. Kedua. Karakteristik Penelitian Basrowi dan Sukidin menyebutkan tujuh karakteristik penelitian kualitatif. Dalam hal ini. adalah kemampuan untuk melakukan interpretasi data yang terkumpul. Setidaknya terdapat dua pendekatan penting . kegiatan mengurangi dan menyusun data merupakan kemampuan yang sangat penting dalam proses seleksi dan interpretasi data. penelitian kualitatif berusaha melihat objek dalam konteksnya dan menggunakan tata pikir logik lebih dari sekedar linier kausal. Mengingat penelitian kualitatif sangat membutuhkan waktu yang cukup lama. peneliti harus benar-benar memahami latar penelitian. Ketiga. tetapi ternyata di dalamnya masih terlihat kerangka teoritik maka ada dua kemungkinan. Sebagai konsekuensinya. dan adat-istiadat sehingga dalam melakukan penelitian peneliti benar-benar dapat diterima sebagai anggota masyarakat. dalam penelitian kualitatif diharapkan terbina rapport. Dalam melakukan upaya ini. Kelima. Keenam. Penelitian kualitatif berangkat dari pikiran kosong dalam rangka membangun suatu konsep. dilihat dari kerangka teori Penelitian Kuantitatif menuntut penyusunan kerangka teori. semua yang dideskripsikan tetap akurat.Kemampuan Peneliti Penelitian Kualitatif Kemampuan pertama. apalagi mengkuantifikasikan. adalah kecakapan untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan baik dengan komunitas masyarakat yang diamati dan diwawancarai. Oleh karena itu. bahwa teori yang ada dalam penelitian itu kemungkinan digunakan untuk meraba atau bahkan dibuan (ditolak) ketika mendapatkan hal yang baru di lapangan. adalah kemampuan untuk menjaga jarak analisis agar objektivitas tetap terpelihara dan kemampuan untuk memanfaatkan pengalaman terdahulu dan kemampuan menyusun landasan teori untuk memahami apa yang terlihat. hubungan peneliti dan responden. Karena tidak semua datanya dilaporkan kepada pembaca. Rapport adalah hubungan antara peneliti dan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya. Membuat persiapan teoritik seperti itu hanya akan menghasilkan penelitian yang artificial dan jauh dari sifat natural-nya. Penelitian kualitatif tidak terikat oleh hipotesis. Kemungkinan pertama. reflektif dan tidak mengambil jarak dengan responden. Pertama. Disamping itu. ada tidaknya hipotesis. adalah kemampuan berfikir secara abstrak. Keempat. sedangkan kualitatif menolak sepenuhnya penggunaan kerangka teoritik sebagai persiapan penelitian. budaya. Sebagian pakar dalam penelitian kualitatif menyatakan bahwa kemampuan yang paling utama dalam penelitian kualitatif adalah kemampuan untuk memberi makna atas interpretasi dari data yang mereka kumpulkan. Dalam melihat fenomena. Seandainya dalam suatu penelitian yang mengklaim menggunakan pendekatan kualitatif. Sungguhpun demikian. Ketiga. Peneliti berupaya mencapai wawasan imajinatif ke dalam dunia sosial responden dengan secara fleksibel. ada tidaknya ubahan (variabel). maka data perlu dikurangi. mengingat hipotesis muncul karena kerangka teoritik yang mendahuluinya.

Ketujuh. tahap selective coding. Model analisis alur tahapan yang bersifat siklus memiliki tiga tahapan. di mana masing-masing komponen pengumpulan data. surat. proses dan hasil. semakin besar sample akan semakin kecil kesalahan sampling. ukuran sample. Sudikan menyatakan bahwa aplikasinya kemungkinan sebagai berikut : dalam open coding. tidak mengenal istilah random sampling. dalam penelitian kualitatif banyak sedikitnya informan tidak menentukan akurat dan tidaknya penelitian. Teknik ini menunjuk pada bahan-bahan. dan berbagai aspek kehidupannya sendiri. akan tetapi harus menggunakan analisis interaktif. Penelitian kualitatif mementingkan proses daripada hasil. Ketiga. luas sample dan metode sampling. Kelima. peneliti berusaha mendapatkan data sekaya mungkin yang berkaitan dengan subjek. yaitu rancangan penelitian yang . Tahap ini merupakan tahap memeriksa mana kategori yang inti dan kaitannya dengan kategori yang lain. sehingga peneliti ikut berperan pada kegiatan atau proses yang sedang diteliti. pandangan tentang kehidupannya. memeriksa.dalam proses pengumpulan data sewaktu melakukan kajian lapangan dalam studi kualitatif. reduksi data. kegiatan peneliti meliputi : memerinci. Akan tetapi. otobiografi dan catatan hasil wawancara terbuka. Hal ini terjadi karena hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. Dalam penelitian kualitatif. Kajian penelitian kualitatif apabila ditilik dari teknik pendekatan dan analisis data yang digunakan akan berbeda dengan pendekatan kualitatif. Peranan proses lebih besar dibandingkan hasil. memperbandingkan. dan kesimpulan hasil dilakukan secara simultan atau secara siklus. tempat orang mengungkapkan kata-katanya sendiri. Dalam penelitian kuantitatif. sehingga dapat diketahui dan dijelaskan yang menjadi inti atau pusat dari konsep atau kategori lainnya. Keenam. maka ia dapat menguak keunikan yang terjadi dalam subjek kajian dan (2) dokumen pribadi. Langkah-langkah yang diambil peneliti. termasuk di dalamnya wawancara bebas. Pada tahap ini. Dalam tahap axial coding. Analisis interaktif ditujukan untuk kecermatan penelitian kualitatif dan menjaga kualitas hasil penelitian. Bukan sebaliknya. Teknik atau pendekatan ini digunakan untuk menunjuk pada penelitian berciri periode interaksi sosial yang intensif. Pada tahap ini pula dilakukan analisis hubungan antar kategori. yakni : (1) pengamatan berperan serta (participant observation). mengingat dalam pendekatan kualitatif tidak bisa hanya dilakukan secara analisi linier. Dokumen ini dapat berupa buku harian. Metode analisis semacam ini disebut sebagai model analisis interaktif. display data. lebih dikenal dengan istilah informan dan snowball sampling. Kedua tahap axial coding diorganisir kembali berdasarkan atas kategorinya untuk dikembangkan ke arah beberapa proposisi. responden dan sample. Bahkan dalam penelitian kualitatif bisa jadi informannya hanya satu orang dengan syarat validitas data yang terkumpul dari informan tersebut dapat terpenuhi. mengkonseptualisasi dan mengkategorikan. ikut empati dan ikut masuk ke dalam serta membiarkan setting ´alamiah´ itu terjadi. Penyusunan Proposal Pra Penyusunan Proposal Suprayogo dan Tobroni menyatakan bahwa kegiatan penelitian yang benar berangkat dari (fokus/ rumusan) masalah dan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Hubungan tersebut mengarah pada metode grounded theory. kegiatannya adalah mengklasifikasikan proses pemeriksaaan kategori inti dalam kaitannya dengan kategori lainnya. Dengan demikian. C. metode analisis data. Dalam tahap ini selective coding . Pertama tahap open coding. termasuk dalam menentukan rancangan penelitian harus didasarkan atas permasalahan dan tujuan penelitian. kegiatannya adalah melakukan pengorganisasian kembali berdasarkan kategori untuk dikembangkan ke arah proposisi. Dalam penelitian kualitatif.

Suprayogo dan Tobroni mengemukakan 5 ciri penelitian kualitatif. (2) riset kualitatif bersifat deskriptif. Peneliti seyogyanya memberi alsan mengapa ia merumuskan masalah yang sedang ia kaji dan bukan masalah yang lain. 5. penentuan data dan sumber data. dan layak diteliti. penentuan tehnik pengumpulan data. Pelaksanaan Penyusunan Proposal Sebelum melakukan penelitian yang sesungguhnya.menentukan permasalahan dan tujuan penelitian. atau melanjutkan penelitian terdahulu. (4) periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif. atau sudah pernah tetapi perlu dikaji ulang sebagian atau keseluruhan. Namun dalam penelitian kualitatif akan lebih tepat kalau peneliti melakukan penjajakan atau penciuman lapangan terlebih dahulu. dan bila perlu jadwal pelaksanaan penelitian dan anggaran biaya penelitian. 1. Suprayogo dan Tobroni menyatakan bahwa latar belakang masalah memuat 5 hal berikut ini : (a) Adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Rancangan penelitian kualitatif bersifat lentur dapat berkembang sesuai dengan keadaan lapangan. Latar Belakang Masalah atau Konteks Penelitian Istilah konteks penelitian biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif. berfungsi memberi firasat bagaimana peneliti melangkah dan melukiskan apa yang dilakukannya di lapangan. Berikut adalah elemen-elemen yang harus ada dalam proposal penelitian. Penting. Rumusan Masalah atau Fokus Penelitian Rumusan masalah adalah salah satu adalah sebagian kecil dari masalah -masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang masalah. (b) Keaslian penelitian yang dibuktikan dengan data yang menunjukkan bahwa masalah yang diangkat belum pernah dipecahkan oleh peneliti terdahulu. (d) Kedudukan masalah yang diteliti dalam permasalahan yang lebih luas. dan (5) makna (bagaimana subjek yang diteliti memberi makna hidupnya dan pergumulannya) merupakan soal esensi untuk ranacangan kualitatif. atau sudah pernah tetapi belum sempurna. 2. (c) Alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dipandang menarik. Dalam pendekatan penelitian. bersifat umum. penentuan analisis data. atau untuk mengoreksi hasil penelitian terdahulu. Teori dan Tinjauan Kepustakaan Dalam penelitian kualitatif. antara das sein dan das sollen. (3) periset kualitatif lebih memperhatikan proses (dari suatu fenomena sosial) daripada hasil atau produk (fenomena itu) semata. penentuan wilayah penelitian. Rancangan penelitian kualitatif termasuk rumusan permasalahannya harus sipa diubah-ubah secara berulang-ulang. antara teoritik dan prkatik. Suprayogo dan Tobroni menyatakan bahwa judul proposal seharusnya singkat. yaitu kepustakaan konseptual dan kepustakaan penelitian. peneliti dapat menentuka apakah ia akan memilih penelitian . Metode Penelitian Dalam metode penelitian biasanya dibahas tentang desain penelitian (pendekatan dan jenis penelitian). dan merupakan kerangka referensi. 4.. 3. perlu. fungsi teori hanya sebagai perspektif atau pangkal tolak dan sudut pandang untuk mamahami dan menyelami alam pikiran subjek (subjek yang diteliti) serta untuk menfasirkan dan memaknai setiap fenomena dalam rangka membangun konsep. atau berbeda sama sekali dengan penelitian terdahulu. Kepustakaan pada dasarnya dapat dikelompokkan atas dua kelompok. (e) Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian yang dilakukan. Judul Penelitian. pekerjaan yang harus dilakukan oleh peneliti adalah menyusun proposal penelitian. Ciri itu adalah : (1) riset kualitatif mempunyai latar alami karena yang merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari perisetnya.

Transkrip hasil wawancara. tetapi berdiri sebagai realita yang merupakan elemen dasar dalam membentuk teori. Dalam penelitian kualitatif. Beragamnya . Penelitian kualitatif biasanya menekankan observasi partisipatif. menjelaskan) karena itu bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai objek). kemampuan dan peranan sebagaimana adanya. Karena itu. kegiatan utama yang dilakukann adalah memeriksa seluruh data yang masuk untuk dipilih dan dipilah berdasarkan sub-sub pokok bahasan dalam rumusan masalah. Dari liku-liku realita dengan kekayaan nuansanya yang ditemukan peneliti dalam kegiatan pengumpulan data inilah. Penelitian kualitatif yang menekankan pada makna lebih memfokuskan pada data kualitas dengan analisis kualitatifnya. tidak dipaksakan untuk dianalisis secara kualitatif. tehnik ini dipilih berdasarkan pertimbangan rasional peneliti bahwa informanlah yang memiliki otoritas dan kompetensi untuk memberikan informasi/ data sebagaimana diharapkan peneliti. dan sifatnya berkembang. wawancara mendalam. informan memiliki kedudukan penting dan harus diperlakukan sebagai subjek yang memiliki kepribadian. Sumber data berupa manusia dalam penelitian kualitatif disebut informan yang dipilih secara purpossive atau sistem getok tular atau snowball sampling . yaitu pengolahan. antara pengambilan data dan analisis data dilakukan secara simultan. Bisa saja informan menyembunyikan informasi penting yang dimiliki atau dengan alasan tertentu tidak mau bekerjasama dengan peneliti. data yang akan dikumpulkan belum dapat ditentukan secara detail dalam proposal penelitian. proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif merupakan kegiatan yang lebih dinamis. analisis data. selalu bersifat lentur dan terbuka dengan analisis induktif (emprico inductive). dalam penelitian kualitatif. karena itu bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai subjek). Informan selain sebagai aktor atau pelaku juga ikut menentukan berhasil tidaknya sebuah penelitian berdasarkan informasi yang diberikannya. Karena itu. teori sebagai hasil penelitian disusun dan dirumuskan. Pengumpulan Data Dalam Tahap Operasional Penelitian kualitatif dilandasi oleh strategi pikir fenomenologis. dalam arti ada informan kunci dan informan pelengkap. penelitian kualitatif tetap memandangnya sebagai kuantitas dan harus diolah dalam pola pikir kuantitas. dan dokumentasi. D. Karena itu.kualitatif ataukah penelitian kuantitatif. keakraban dan kerjasama dengan subjek yang diteliti di samping tetap kritis dan analitis. tidak semua informan memiliki kedudukan yang sama. Sebagai sumber informasi (key informan). posisi. Terhadapa data kuantitas. peneliti dan narasumber berkedudukan sama. Pengumpulan data biasanya dilakukan dalam waktu yang relatif lama. Peneliti harus pandai-pandai menggali data dengan cara membangun kepercayaan. Di sini data kuantitatif dihitung tidak dengan arahan pembuktian bagi suatu prediksi tetapi digunakan sebagai fenomena pendukung analisis kualitatif bagi kemantapan kesimpulan akhir penelitian. Karena itu. dan penafsiran data. tahap demi tahap. Dalam pengolahan data. Penelitian kualitatif meletakkan data penelitian bukan sebagai alat dasar pembuktian tetapi sebagai modal dasar bagi pemahaman. harga diri. Beragam data yang dikaji sama sekali tidak ditentukan oleh teori prediktif dengan kerangka pikiran yang pasti. catatan lapangan yang merupan data penelitian dicek kembali kelengkapannya. Sumber Data Suprayogo dan Tobroni menyatakan bahwa penelitian kualitatif lebih bersifat explanation (menerangkan. sedangkan penelitian kualitatif lebih bersifat understanding (memahami) terhadap fenomena atau gejala-gejala sosial. Kegiatan analisis data secara umum dibedakan dalam 3 tahap.

Berdasarkan peran peneliti dalam observasi. Cuplikan internal dilakukan dengan mengarah pada kemungkinan terbentunya generalisasi teoritis. kejadian-kejadian. ketiga dan seterusnya yang mungkin lebih banyak tahu mengenai informasinya. dan (4) berperan penuh. dan simbol-simbol tertentu) selama beberapa waktu tanpa mempengaruhi fenomena yang diobservasi dengan mencatat. berakibat pada akses informasi yang diperoleh peneliti. Karena pengambilan cuplikan didasarkan atas berbagai pertimbangan. Dalam penelitian kualitatif sampling yang diambil lebih selektif. Kesalahan dalam memilih informan bisa berakibat informasi atau data tidak lengkap. tetapi peneliti tidak tahu siapa yang tepat untuk dipilih karena tidak mengetahui kondisi dan struktur warga masyarakat dalam lokasi tersebut sehingga ia tidak bisa merencanakan pengumpulan data secara pasti. memotret fenomena tersebut guna penemuan data analisis. Suprayogo dan Tobroni menyatakan ada empat macam tehnik triangulasi . Observasi Dalam dunia penelitian. Dari informan yang pertama tersebut peneliti bisa menemukan informan kedua. teknik sampling digunakan dalam rangka membangun generalisasi teoritik. maka pengertiannya sejajar dengan jenis tehnik sampling yang dikenal sebagai purposive sampling . Untuk itu. informan bisa sebagai pelaku. keadaan. mencari bukti terhadap fenomena (perilaku. atau sekedar penerima atau orang yang mengetahui informasi subjek lain yang diperlukan peneliti. Penelitian didasarkan pada landasan kaitan teori yang digunakan. Time sampling berkaitan dengan cuplikan waktu yang dipandang tepat untuk pengumpulan informasi sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Cuplikan dalam penelitian kualitatif sering juga dinyatakan sebagai internal sampling yang berlawanan dengan sifat cuplikan dalam penelitian kualitatif yang dinyatakan sebagai external sampling. keingintahuan pribadi karakteristik empiris yang dihadapi dan sebaginya. Sebagai ilustrasi. yaitu observasi partisipan dan observasi nonpartisipan. Karena itu. peneliti harus mengenal secara lebih mendalam informannya dan memilih informasi yang benar-benar bisa diharapkan memberikan informasi yang dibutuhkan. dengan kecenderungan peneliti untuk memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalah secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap. Sedangkan snowball sampling digunakan apabila peneliti ingin mengumpulkan data yang berupa informasi dan informan dalam salah satu lokasi. Tehnik Triangulasi Metode triangulasi merupakan metode paling umum yang dipakai untuk uji validitas dalam penelitian kualitatif. benda. Tehnik Sampling Dalam penelitian kualitatif. cuplikan diambil untuk mewakili informasinya dengan kelengkapan dan kedalamannya yang tidak perlu ditentukan oleh jumlah sumber datanya. pengelola dan perencana. observasi dapat dibagi menjadi (1) tak berperan sama sekali. menggelinding semakin jauh dan menjadi semakin padat dan besar. peneliti bisa secara langsung datang memasuki lokasi dan bertanya mengenai informasi yang siperlukannya kepada siapa pun yang dijumpai pertama. Sumber data digunakan tidak dalam rangka mewakili populasinya tetapi lebih cenderung mewakili informasinya. (2) berperan pasif. merekam. Dalam cuplikan internal. Bahkan mengalami bias.kedudukan dan peran narasumber. mencari jawab. pengamat. (3) berperan aktif. Proses kerja semacam ini diibaratkan seperti halnya bola salju yang diawali dengan sangat kecil. Dalam penelitian kualitatif juga dikenal istilah time sampling atau snowball sampling. Ahli yang lain mebagi observasi menjadi dua. observasi adalah mengamati dan mendengar dalam rangka memahami.

Nur Abiyono dan Rachma Hasibuan dalam satu studi yang berjudul ´Tradisi Mengemis Masyarakat Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Madura´. Dalam aplikasinya. E. metode observasi terhadap aktivitas komunitas Kristen yang berhubungan dengan komunitas Muslim. teori sistem dalam organisasi dan teori perilaku dalam psikologi. dan metode dokumenter terhadap dokumen hubungan Islam-Kristen di Maluku. hal ini jelas-jelas merupakan tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma etika yang berlaku secara umum. Di samping itu. membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. rasa kebanggaan. dan dokumen (presensi) bila ada. hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan seseorang peneliti di dalam membuat proposal dengan cara mengevaluasi proposal dan laporan peneliti yang lain seperti misalnya proposan dan laporan dari peneliti Sumiyarno . Peneliti dapat membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. Misalnya untuk menggali data tentang struktur kognitif komunitas Kristen terhadap komunitas Islam di Maluku dapat digunakan metode wawancara dengan kedua komunitas tersebut. Latar Penelitian Program penelitian ini secara umum didasarkan kepada suatu pemikiran utama bahwa tradisi mengemis yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat Desa Pragaan Daya Kabupaten Sumenep Madura sudah menjadi kebiasaan dan cara hidup (way of life) yang melembaga sejak puluhan tahun yang silam. yaitu satu sitem tingkah laku yang menghasilkan organisasi sosial. norma dan moral . dapat dilakukan dengan menggunakan sumber data informan (guru. nilai-nilai. 4) Triangulasi teori Triangulasi teori memilki makna bahwa dalam membahas satu permasalahan yang sedang dikaji. fenomena shalat berjamaah di masjid sekolah. membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. orang yang berpendidikan menengah atau tinggi. mebandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa. orang berada dan orang pemerintahan dan mebandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. peneliti tidak menggunakan satu prespektif teori. 2) Triangulasi metode Triangulasi metode dilakukan dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data untuk menggali data sejenis. Moleong menyatakan sebagai berikut. siswa sendiri). 3) Triangulasi peneliti Diharapkan dengan beberapa peneliti yang melakukan penelitian yang sama dengan pendekatan yang sama akan menghasilkan hasil yang sama pula atau hampir sama. Penyimpangan tingkah laku mengemis dapat berkembang secara sistematik menjadi subkultur. Misalnya penelitian tentang perilaku guru dalam mengajar dapat menggunakan teori peran dalam sosiologi (dramaturgi). Secara berturut-turut dibahas mengenai latar penelitian dan hasil yang diharapkan. Contoh Hasil Penelitian Kualitatif Bagian akhir makalah ini menyajikan satu contoh latar penelitian dan hasil yang diharapkan dari suatu penelitian kualitatif.: 1) Triangulasi data atau triangulasi sumber data Triangulasi data dimaksudkan agar dalam pengumpulan data peneliti menggunakan multi sumber data. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran singkat tentang latar belakang dan tujuan yang hendak dicapai di dalam penelitian kualitatif. Misalnya data tentang keaktifan siswa dalam menjalankan shalat berjamaah di sekolah.

seperti : rendahnya taraf hidup. fisibelitas dan kecocokan dengan praktik yang ada . peneliti beranggapan bahwa kondisi masyarakat desa Pragaan Daya sudah mencapai titik ´kritis´ karenanya kemudian sangat diperlukan usaha dan model pemecahan persoalan. agar masyarakat bisa keluar dari penyakit sosial mengemis itu. rendahnya kesadaran kehidupan beragama dan lain-lain. Tradisi ini menunjukkan bahwa kondisi permasalahan yang dihadapi masyarakat lapisan bawah bersifat multidimensional dan multidirectional . Sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia. kompleksitas. baik oleh norma agama maupun etika sosial-budaya. Pembelajaran yang efektif bagi orang dewasa menurut Sherman ada dua jenis yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kelembagaan dan pembelajaran yang berorientasi pada warga belajar. Bertitik tolak dari pokok pikiran tersebut. sehingga tarf hidup mereka rendah. Dengan demikian. . Dari sini kemudian akan dapat diketahui langkah dan pendekatan yang paling efektif dan efisien dalam menanggulangi persoalan tradisi mengemis masyarakat Pragaan Daya. penelitian ini menjadi perlu dan penting sebagai langkah awal untuk mengetahui persoalan-persoalan apa yang mendasari masyarakat sehingga ia melakukan pekerjaan mengemis. Dunia pendidikan menyatakan bahwa strategi pembelajaran memegang peranan penting di dalam menetukan keberhasilan proses pembelaran. kelompok pengemis dapat dikatakan merupakan orang yang sangat minim memperoleh kesempatan pendidikan dan pelatihan. kecocokan dengan tujuan. sebagai referensi atau paling tidak bahan pertimbangan . rendahnya tingkat adopsi inovasi. dengan menilik trdisi mengemis yang ada di tengah-tengah masyarakata Pragaan Daya menunjukkan betapa rendahnya kualitas sumber daya masyarakat tersebut. dapat memberikna pemahaman awal bagi masyarakat desa Pragaan Daya bahwa tradisi mengemis merupakan perilaku menyimpang yang keberadaannya tidak dibenarkan. Kendala internal antara lain yang terkait dengan karakteristik individu. Sedangkan tinjauan dari sudut budaya menunjukkan bahwa tardisi mengemis telah berakar sejak masa lampau. Berdasarkan pernyataan Karabel dan Halsey pengemis diberi batasan sebagai orang yang tidak memilki modal pengetahuan dan ketrampilan. Kendala itu dapat dikelompokkan atas kendala eksternal dan internal. Oelh karenanya. Priyono dan Perwira menyadari bahwa dunia kerja masa depan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang bersifat multi skill. Sedangkan yang termasuk kendala eksternal adalah sifat yang melekat pada inovasi itu sendiri. tidak memilki kemampuan berinvestasi dalam sektor pendidikan dan ketrampilan dan cenderung memiliki sikap dan tingkah laku yang menyimpang dari norma umum. Dalam situasi dan kondisi semacam ini pertumbuhan sosio-psikologis dari pribadi dan kelompok cenderung menjadi abnormal atau menyimpang. Kelompok masyarakat pengemis termasuk kelompok yang sulit menerima pemikiran baru (inovasi) dan kelompok masyarakat semacam ini disebut kolot (laggard) yang pada umumnya banyak mengalami kendala di dalam menerima gagasan baru . Oleh karena itu. seperti mudah tidaknya diadopsi. para ahli menyatakan bahwa mempersoalkan hal semacam ini dianggap melanggar hal yang keramat. fleksibel dan retrainable yang menuju pada pengembangan kemampuan interpreneurship. Kedua.tertentu yang semuanya berbeda dari situasi umum. tenaga yang dikembangkan seharusnya memiliki kemampuan dan pengetahuan ketrampilan yang tinggi dan dapat mandiri. Hasil Yang Diharapkan Sedangkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah : Pertama. Pada umumnya kelompok masyarakat seperti ini mempunyai peraturan-peraturan yang sangat berat yang diperlukan untuk bisa menegakkan konformitas dan kepatuhan anggota-anggotanya . rendahnya tingkat pendidikan. Semua tingkah laku yang menyimpang dari norma umum itu kemudian dirasionalisasikan atau dibenarkan oleh semua anggota kelompok dengan pola menyimpang yang sistematik.

. 1982. de. Human Geography : Culture.. Metodologi Penelitian Pendidikan. 1997. Tradisi Mengemis Masyarakat Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Madura. Edy dan perwira. Ary Furchan dan Donald. khususnya masyarakat desa Pragaan Daya.H. Bandung: Remaja Rosdakarya. Blij. Arikunto. New York : Oxford University Press. Surabaya : Insan Cendekia. Metode Penelitian Kualitatif Perpektif Mikro. Patologi Sosial. et al. Jakarta : Rajawali. Society. dan banyak digunakan para peneliti. Ketiga. Kartini Kartono. Power and Ideology in Education. Margono. Metodologi Penelitian Kualitatif. ³Pertimbangan dalam Penggunaan dan . Saprudin M. adanya perhatian yang serius dari pemerintah daerah khususnya dalam usaha peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan yang terjadi di dalam masyarakat. Priyono. Dari uraian di atas. 2001. Wallahu¶alamu. Suharsimi. 2002. 2002. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Probolinggo : Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton.J. Di dalamnya terdapat interaksi langsung dan pemaparan datanya lebih bersifat alamiah dan sesuai fakta lapangan. 1997. Setelah manusia memperoleh pengetahuan atau jawaban tentang pertanyaan yang ada. DAFTAR PUSTAKA Abiyono. manusia secara naluri akan memperoleh suatu kepuasan dan ada kecenderungan serta keinginan untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang jawaban yang diperoleh tersebut.. Jerome Karabel dan Halsey. Hal ini disebabkan karena sesuatu yang diperoleh manusia dianggap sesuatu yang statis dan perlu dikembangkan. Sehingga budaya ilmiah akan dapat berkembang pada porosnya secara proporsional. 2004. A. New York : John Wiley & Sons. and Space. 1996. 1998. S. Jakarta : Rineka Cipta. yanki dengan pendekatan kualitatif. Surabaya :Usaha Nasional. Nur. BAB III PENUTUP Demikian sekilas berbagai dimensi manusia dalam upaya mencari kebenaran dengan berbagai cara yang variartif. Beberapa uraian dan deskripsi kualitatif tersebut dapat menjadi gambaran dan bahan kajian bagi para peneliti untuk melaksanakan kegiatan opeasional penelitian secara mendalam dan berkesinambungan. Lexy Moleong. 2002. Prosedur Penelitian Sautu Pendekatan Praktek. Bassrowi dan Sukidin. Jakarta : Rineka Cipta. H. J.pemerintah dan dinas terkait dalam usaha mengatasi permasalahan desa yang memiliki problema dan karakteristik yang sama. dapat dismpulkan bahwa pendekatan kualitatif dalam suatu proses penelitian ilmiah lebih cenderung fleksibel.

Kabupaten Sumenep Madura. Metode Penelitian Kebudayaan. New York : Greenwood Press.) 1998. Anselm dan Juliett Corbin.com/2010/01/penelitian-kualitatif-sebuah-langkah. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. 1985. Suprayogo. Learning Improvement Programs : A Review of Controllable Influences.blogspot.html 22:11 23/05/11 . Surabaya : Lembaga Penelitian. dan McAleese. Unwin.Pemilihan Teknologi untuk Diklat´. The Encyclopedia of Educational Media Communication and Technology. Jawa Timur. Strauss. Sudikan Seya Yuwana. 2000. Journal of Higher Education. Warta Demografi. 56 (1). Yogyakarta : Pusataka Pelajar. 2003. 27(1) Sherman. Derick. 2001. Proposal : Tradisi Mengemis Masyarakat Desa Pragaan Daya kecamatan Pragaan. http://gurutrenggalek. Surabaya : Unesa Press. Thomas M. Bandung : Remaja Rosdakarya. Sumiyarno. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Imam dan Tobroni : 2001. Ray (Eds.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful