FILSAFAT ISLAM

A. Pengertian Filsafat Islam Masuknya filsafat berkembang di pesisir samudera Mediterania bagian timur pada abad 6M yang ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab persoalan seputar alam, manusia dan Tuhan. Dari Mediterania bergerak menuju Athena, yang menjadi tanah air filsafat. Ketika Iskandariah didirikan oleh Iskandar Agung, filsafat mulai merambah dunia timur, dan berpuncak pada 529M. Ketika filsafat bersentuhan dengan Islam, maka yang terjadi bahwa filsafat terinspirasi oleh pokok-pokok yang bermuara pada sumber-sumber hukum Islam. Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh filosofnya adalah muslim. Para filosofnya hidup dan bernafas dalam realita Al-Quran dan As-Sunah. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semua filosof muslim menggali kembali karya-karya filsafat Yunani, namun kemudian mereka menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih ³mencari Tuhan´, dalam filsafat Islam justru Tuhan ³sudah ditemukan´. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Arab yang juga diambil dari bahasa Yunani, philosopia, Philo = cinta, sopia =

kebijaksanan. Jadi dilihat dari akar katanya, filsafat mengandung pengertian ingin tahu lebih mendalam atau cinta kebijaksanaan. Pengertian filsafat dari segi istilah adalah berpikir secara sistematis, radikal dan universal untuk mengetahui tentang hakikat segala sesuatu yang ada berdasarkan ajaran islam, seperti hakikat alam, hakikat mansia, hakikat masyarakat, dan lain sebagainya. Dengan demikian, muncullah filsafat alam, filsafat manusia, filsafat masyarakat, dan lain sebagainya. Filsafat Islam itu adalah filsafat yang berorientasi pada Al-Quran, mencari jawaban mengenai masalah-masalah asasi berdasarkan wahyu Allah Adapun pengertian Islam, dari segi bahasa dapat diartikan selamat sentosa, berserah diri, patuh, tunduk dan taat. Seseorang yang bersikap demikian disebut muslim, yaitu orang yang telah menyatakan dirinya ta¶at, menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT. Selanjutnya pengertian Islam dari segi istilah adalah agama yang ajaran -ajarannya diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Ajaranajaran Islam tersebut selanjutnya terkandung dalam Al Qur¶an dan As Sunnah. Dari pengertian filsafat dan Islam sebagaimana diuraikan diatas, kita dapat berkata bahwa filsafat Islam, adalah filsafat yang berorientasi pada Al Qur¶an, mencari jawaban mengenai masalah masalah asasi berdasarkan wahyu Allah. Jadi ciri utama kegiatan Filsafat Islam adalah berpikir tentang segala sesuatu sejalan dengan semangat Islam. Dengan berfilsafat, seseorang

1

Nya. saling menghargai pendapat orang lain. tidak melompat-lompat sehingga kesimpulan yang dihasilkan oleh pemikiran tersebut benar-benar dapat dimengerti. Ciri Khas Filsafat Islam  Sebagai filsafat religius-spritual Dikatakan filsafat religius. kita menganalisa dan membuktikan. sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dipikirkan. Ia ada 2 macam. Mereka bertumpu pada akal dalam banyak hal. Ia jaga dengan perhatian-Nya dan Ia tundukan dengan kepada hukum-hukum permanen dan kokoh. Filsafat Islam merupakan perpanjangan dari pembahasampembahasan keagamaan dan teologi yang ada sebelumnya. Maksudnya bahwa pemikiran tersebut harus lurus. Topik-topik filsafat Islam itu bersifat religius. Dengan cara religius dan spiritual ini.  Filsafat Rasional Walaupun bersifat religius-spiritual. mengatur dan menatanya3. Dalam hal ini perlu juga dijelaskan tentang ciri-ciri berpikir yang philosophis. teoritis khusus berkenaan dengan persepsi dan epistemology. kita menyingkap realita-realita ilmiah. Untuk 2 . yaitu menyeluruh. karena filsafat Islam tumbuh dijantung Islam. dapat berpikir teratur. ti ak cepat d puas dalam penemuan sesuatu. maka Ia mencipta dan bukan sesuatu. bahkan sejalan dengan filsafat kontemporer. Yaitu : y Pertama harus bersifat sistematis. Dengan akal. dan tidak dibatasi untuk kurun waktu tertentu. Kedua. Karena akal merupakan salah satu pintu pengetahuan. Pertama. tetapi filsafat Islam juga amat bertumpu pada akal dalam menafsirkan problematika ketuhanan. y Kedua harus bersifat radikal . Para filosof Islam sejalan dengan Mutazilah yang mendahului mereka dalam mengagungkan akal dan tunduk kepada hukumnya. manusia dan alam. Karena Ia adalah pencipta. Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa. y Ketiga harus bersifat universal. B. selalu bertanya dan bertanya. Ia menciptakan dengan semata-mata anugerah. melihat hakikat sesuatu dari hubungannya dengan yang lain. praktis bertugas mengendalikan badan dan mengatur tingkah laku.akan memiliki wawasan yang luas tentang segala sesuatu. Dengan akal. filsafat Islam bisa mendekati filsafat skolastik. tokohtokohnya dididik dengan ajaran Islam dan hidup dalam suasana Islam. maksudnya harus sampai ke akar -akarnya. seperti meng-Esakan Tuhan. Karena akal praktis inilah yang menerima persepsipersepsi inderawi dan meringkas pengertian universal dengan bantuan akal aktif.

Aritoteles dan Plato amat mempengaruhi banyak aliran Islam. Apabila yang satu membawa kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta manusia dan dunianya itu. kita tidak akan maju jauh. Perpaduan yang diusahakan para filosof Islam merupakan salah satu rajutan jembatan yang mendekatkan filsafat Arab dengan filsafat latin. Pengetahuan mudah membuat orang menjadi sombong.  Filsafat Sinkretis Filsafat Islam memadukan antar sesama filosof. mencapai tujuan dengan prinsipprinsip itu. Mereka mengemukakan teori bahwa Allah harus melakukan yang baik dan yang terbaik. bahkan mampu membedakan baik dan buruk sebelum ada ketentuan agama. Tidak pelak lagi. Selain berciri religius. Akan tetapi. seakan-akan si filosof mengetahui segala-galanya. Filsafat juga dapat membuat orang menjadi sombong. Apakah fungsi filsafat dalam berhadapan dengan agama yang menimba 3 . namun ia dapat lupa bahwa ia sendiri tetap manusia. sehingga perbuatan Allah tidak terlepas dari kriteria baik. Filsafat dan Agama berbicara tentang hal yang sama.itu. Dalam filsafat. Itu memang ada benarnya. Jika perpaduan Plato dan Aristoteles sebagai salah satu asas yang melandasi filsafat Islam. maka prinsip yang kedua adalah memadukan filsafat dengan agama. Aristoteles dan Plato adalah pemimpin filsafat. Namun. dengan cara mengadakan "perhitungan". juga dalam pengertiannya terhdap wahyu itu. tetap terbatas dan tidak pasti dalam pengertiannya. mereka sepakat bahwa dengan akalnya manusia mampu membedakan baik dan buruk. Meskipun yang mau dibicarakan adalah wahyu Allah. mereka konsentrasi khusus mempelajari Plato dan Aristoteles. membicarakannya secara detail. di lain pihak. mengapa lalu orang masih sibuk dengan agama? Itulah pertanyaan yang tidak jarang dikemukakan oleh orang bertakwa terhadap usaha para filosof. filsafat Islam juga memasukan teks agama dengan akal. yaitu manusia dan dunianya. Akan tetapi. orang yang bicara atas nama agama juga dapat berdosa karena sombong. dan yang lainnya dari akal manusia yang selalu diliputi kekurang-jelasan dan ketidakpastian. Jadi. hal ini merupakan titik awal yang melandasi para filosof selanjutnya. ada aspek yang tidak sesuai dengan agama. yang meletakkan prinsi-prinsipnya. Akan tetapi. Mereka menerjemahkan hampir semua buku standar Aristoteles. pertanyaan di atas tetap perlu kita jawab. seakanakan ia pasti lebih maju daripada orang yang saleh. tidak mungkin kita mengharapkan kesuksesan perpaduan yang landasannya salah. Akan tetapi. Itu sebabnya mengapa para filosof Islam sibuk memberi ciri agama kepada filsafat.

Tetapi. adat kebiasaan. Maka rasionalisme adalah lawan agama. perasaan. Dalam hampir semua pengandaian hidup. kita tetap tidak dapat mengecek sendiri apakah kota itu betul-betul terletak di pantai utara Irian Jaya dan bahwa kota itu memang Jayapura. kita tergantung kepada pengertian dan kepastian orang lain dan masyarakat. Masing-masing pandangan hanya menekankan satu segi dan melalaikan segi-segi lainnya. ia berawal dari sebuah pengandaian yang justru tidak mungkin terpenuhi : Yaitu bahwa segala sesuatu dapat dimengerti seseorang. Maka ia tidak dapat percaya pada cinta orang lain. kalau kita dalam banyak hal mengandalkan pendapat orang lain. Adalah tidak bertentangan dengan sikap rasional. kepercayaan. Seorang rasionalis yang taat azas sebetulnya tidak dapat berbuat sesuatu apa pun karena segala perbuatan mengandaikan hal-hal 4 . rasionalisme sebenarnya irasional. sikap rasional itu kelihatan dalam tantangan. memeriksa dan menjawabnya. kalau pun kita pernah bermaksud pergi ke sana. Seorang rasionalis tidak menerima sesuatu apapun yang tidak dibuktikan. Sikap rasional tidak menuntut kita untuk membuktikan segala-galanya sebelum kita mengandaikannya (misalnya. kita perlu terlebih dahulu membicarakan hubungan antara wahyu dan akal budi. kita tidak boleh menjawabnya dengan mengacu kepada kebiasaan. Karena. pada pengalaman masyarakat yang tertuang dalam adat kebiasaan. apabila pendapat atau pengandaian kita memang dipersoalkan. Orang yang bersikap tidak rasional adalah orang yang menolak tantangan semata-mata karena keyakinannya. Fideisme dan Relativisme. melainkan mencari pertimbanganpertimbangan yang dapat dimengerti dan dicek oleh orang lain untuk menanggapi keberatan itu. sebaiknya kita bertolak dari tiga pandangan ekstrem tentang hubungan itu. Sikap rasional justru menerima keterbatasan seseorang dalam memastikan kebenaran suatu masalah.pengertiannya dari wahyu Allah ? Untuk menjawab pertanyaan ini. Allah hanya mau diterima sejauh ia sendiri dapat mengertinya. Sedangkan orang yang bersikap rasional adalah orang yang betul-betul memperhatikan. tetapi bukanlah sikap irasional kalau kita yakin bahwa kota itu ada. pendapat orang atau otoritas di sekeliling kita. apakah sebuah jembatan yang akan kita lewati betul-betul masih cukup kuat). bahkan perasaan kita sendiri (yang kadang-kadang lebih dapat dipercayai daripada sekedar pikiran pintar yang masuk ke kepala kita). Tiga pandangan itu adalah Rasionalisme. Sikap rasional tidak menuntut agar segala sikap harus dibuktikan secara lengkap atau "ilmiah". Sikap rasionalisme lebih dari itu. Jadi. dan tentu juta tidak percaya pada wahyu. 1. seperti kami tunjukkan di atas. Misalkan kita belum pernah pergi ke kota Jayapura. Padahal Allah dengan sendirinya mengatasi jangkauan pengertian ciptaan. Tiga Pandangan Ekstrem Untuk membahas hubungan antara wahyu Ilahi dan akal budi manusia. Akan tetapi.

Kecuali itu. keresahan intelektual atau paham-paham baru yang diramaikan. Dan sebaliknya. fideisme salah dalam pengandalan bahwa antara hasil nalar dan wahyu nahi mesti ada pertentangan. Fideisme (dari kata Latin ':fides". Misalnya. Relativisme melepaskan paham kebenaran sama sekali. tak perduli kepada segala macam pikiran. Sikap seimbang adalah sikap yang dapat menerima serta 5 . masyarakat dan sejarah diambil secara harfiah dari sumber-sumber wahyu yang dipercayai (dari Kitab Sucinya) dengan menolak segala hasil ilmu pengetahuan yang benar-benar. sekitar tujuh ribu tahun yang lalu. maka tak mungkin bumi baru mulai berada. Dua-duanya boleh bertentangan. Sikap ini membuat mustahil pengambilan sikap yang sungguhan. dan bukan sikap rasionalisme. Relativisme dapat juga disebut sebagai ajaran tentang dua keb enaran : Ada kebenaran agama dan ada kebenaran nalar. Fideisme dapat berwujud iman sederhana seseorang yang merasa cu kup dengan mengikuti pedoman agamanya. iman) adalah sikap membatasi diri pada iman akan wahyu Allah. tidak mungkin tidak ada. sebagaimana akan kami perlihatkan di bawah. melalui penciptaan. dunia. Pandangan Seimbang Apabila kita meninjau kembali rasionalisme. apakah dala makanan m itu tidak ada bisa?) Yang harus dituntut adalah sikap rasional. Yang kita cari adalah sikap seimbang. seseorang menerima ajaran Darwin tentang evolusi jenis-jenis makhluk hidup di dunia selama beratus-ratus juta tahun. menurut relativisme. Allah itu sekaligus dapat disebut ada dan tidak ada. Jelaslah bahwa relativisme adalah siap yang paling lemah dari tiga sikap ekstrem itu.yang tidak dapat dicek (dapatkah ia mengecek setiap kali mau makan. dan sekaligus menganggap bahwa penggunaan nalar manusia tidak perlu. tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam sumber wahyu itu. Sikap terakhir itu menjadi fundamentalisme apabila semua pandangan tentang alam. kritik. Maka. sesuatu itu sejauh ada. Fideisme adalah kebalikan dari rasionalisme. Fideisme pada hakekatnya tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernalar adalah juga ciptaan Tuhan yang diberikan untuk dipergunakan serta dimanfaatkan demi tujuan yang baik. Relativisme merupakan penyerahan claim atas pengetahuan yang benar. la dapat juga berwujud pandangan dunia yang secara prinsipiil menolak segala pertimbangan nalar sebagai tidak memadai terhadap kepastian yang merupakan ciri hakiki wahyu Allah. sebagai orang bernalar. ia percaya bahwa dunia diciptakan sekitar 7000 tahun lalu dalam waktu tujuh hari. Sedangkan sebagai orang beriman kristiani. Menurut prinsip non-kontradiksi. Kalau bumi kita sudah berumur beratus-ratus juga tahun (menurut anggapan ilmiah. fideisme dan relativisme. maka menjadi jelas bahwa kesalahan dasar sikap-sikap itu terletak pada ketidakseimbangannya. 2. sekarang bumi berumur antara 4 dan 5 milyar tahun). atau hanya tampaknya.

ia langsung akan mengakui bahwa sikap dasar fideisme itu benar. semakin ia tidak berpikir. Seseorang akan berdosa apabila pencarian kebenaran diputuskan begitu saja pada titik tertentu. Mengapa ? Karena. Lalu. maka Allah mengatasi nalar manusia. baik sebagai kebenaran. Nalar manusia tidak pernah sempurna. Di satu pihak. mendalam. akalbudi dan wahyu berasal dari sumber yang sama. kritis. dan salah secara keagamaan karena menyangkal bahwa nalar berasal dari Allah. Dari mana pertentangan sementara itu? Pertentangan antara wahyu dan nalar dapat berasal dari keduabelah pihak. justru kemutlakan Allah itulah yang seharusnya membuat kaum fideis sadar bahwa kemampuan manusia untuk bernalar perlu dipergunakan. mengapa terdapat pertentangan antara wahyu dan nalar manusia? Atas pengandalan di atas. Kalau orang percaya kepada Allah. Hal itu tidak mengherankan. jelas Allah itu ada mutlak. mencari-cari. dari Allah. menyelidiki dan mengetahui. Karena semuanya berasal dari sumber yang sama. salah secara moral karena membuka pintu pada sikap munafik dan bohong. Kalau Allah ada. tetapi menghubungkannya satu sama lain. Itu juga berarti bahwa adalah tidak tepat kalau hubungan nalar-wahyu dirumuskan begini : Pakailah nalar sejauh tidak menyangkut isi wahyu. ia sampai pada hasil yang bertentangan dengan wahyu. percaya kepada wahyu ilahi. artinya secara terbuka. kalau manusia mempergunakan nalarnya secara benar. Wajarlah orang beriman mendasarkan hidupnya atas wahyu Allah. Hakekat nalar manusia adalah mencari kebenaran. Tidaklah benar pendapat bahwa semakin alim seseorang. Misalnya saja. Kalau Allah memang ada. Jadi. Dan oleh karena itu. Teori ilmu pengetahuan moderen membuat kita sangat sadar akan keterbatasan nalar. sebenarnya tidak boleh ada perten. maka hanya ada satu kebenaran. la terpengaruh oleh prasangkanya. Maka sabda Allah adalah mutlak benar dan merupakan pegangan mutlak bagi manusia. Akan tetapi. segala apa yang ada adalah ciptaan Allah. Berdosa terhadap kehendak Dia yang menciptakan nalar itu. adalah salah. Fideisme mementingkan iman. atau hentikanlah penalaran. jangan bernalar secara radikal dan sebagainya. Maka. la suka melihat satu sudut dan melupakan yang satunya. maka baik adanya maupun tidak adanya tidak dapat dipastikan 6 . tidak mungkin dua-duanya secara prinsip bertentangan. nalar dapat melampaui batasnya. dari fihak nalar dan dari pihak wahyu. semua pemecahan konflik wahyu-nalar yang berpola : Kurangilah. pernyataan atheisme bahwa "Allah tidak ada" menurut metodologi sekarang tidak rasional.tangan. adalah tidak mungkin. termasuk akal budi dengan kemampuannya untuk bernalar. tidak pernah menangkap seluruh kebenaran. maupun dalam kekuasaan untuk bertindak. Jadi. Kita mulai dengan fideisme. bahkan ia berdosa terhadap Allah Pencipta apabila ia tidak mau bernalar.menanggapi unsur-unsur benar dalam tiga sikap ekstrem itu. Salah terhadap nalar. dan pertentangan itu kelihatan bersifat sementara.

dan dengan demikian selalu juga menafsirkan wahyu) dengan nalar yang lain (yang dipakai dalam kegiatan ilmiah maupun dalam kehidupan sehari hari). melainkan tafsirannya. Maka dua-duanya wajib dipakai dengan sebaik. melainkan di pihak wahyu. Ada pertimbangan tambahan. melainkan antara tafsiran nalar manusia tentang wahyu dan hasil nalar manusia lain. dan tidak pernah. Tetapi tentang siapa Allah yang sebenarnya. Tetapi.baiknya. Untuk itu. Sedangkan Allah tidak dapat "dikuasai" oleh nalar . Wahyu sendiri tidak dapat salah karena wahyu adalah sabda Allah yang Maha benar. dapat diketahui 7 . Seakanakan wahyu membuat manusia malas bernalar saja. cara manusia menangkap dan mengartikan wahyu dapat saja salah. Jadi. serta pencarian jejak-jejak kebesaran Allah dalam alam ciptaan. Wahyu dan nalar berasal dari sumber yang sama. manusia dapat mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan dengan cara masing-masing untuk menyelidiki apa yang ada.melalui nalar belaka. nalar diberikan untuk hal-hal yang terletak dalam jangkauan nalar itu. kontradiksi itu terletak bukan antara wahyu dan nalar. pertentangan itu sebenarnya tak pernah terjadi antara wahyu dan nalar. Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa antara wahyu dan pengetahuan manusia tidak mungkin ada pertentangan. Kiranya tidak untuk memberitahukan hal-hal yang juga dapat diselidiki dan diketahui melalui nalar yang justru juga diberikan oleh Allah. asal saja keduabelah pihak tahu batas mereka masing-masing. Kalau ada pertentangan. apa yang menjadi kehendak dan tuntutannya serta sikapnya terhadap manusia. Tetapi kesalahan sering terletak bukan di pihak nalar. itu semua secara prinsipiil tak terjangkau oleh nalar manusia (Mengapa? Karena nalar manusia bersifat terbatas/terhingga sehingga kekhasan Allah yang justru tak terbatas/tak terhingga tidak teljangkau oleh-Nya). Tentu saja bukan pada wahyu itu sendiri. alam tercipta. Wilayah nalar adalah manusia sendiri. Jadi dapat saja terjadi pertentangan antara nalar dan apa yang dianggap wahyu. Jadi. karena untuk itu manusia mau tak mau mempergunakan nalar yang sama yang juga di pergunakan dalam penyelidikan ilmiah atau dalam filsafat. Melainkan. karena manusia menyebut sesuatu kebenaran wahyu yang sebenarnya bukan wahyu. wahyu kiranya diberikan kepada manusia untuk mengetahui hal-hal yang justru tidak. alam inderawi dan masyarakat. melainkan antara nalar yang satu (yang berusaha mengerti. tetapi menurut maksudnya masing-masing. Pertimbangan ini menunjukkan juga untuk tujuan apa Allah berkenan menurunkan wahyunya. yaitu Allah. bagaimana hidup batin Allah. Maka nalar itu dipanggil untuk mencari pengetahuan serta pengertian yang semakin benar dan mendalam tentang seluruh alam ciptaan. Kiranya manusia dijadikan makhluk bernalar oleh Sang Pencipta agar supaya ia mempergunakan nalarnya itu sebaik-baiknya untuk mewujudkan kehidupannya.Satu-satunya yang dapat dicapai nalar menuju Allah adalah keterbukaannya. Yang ada dalam jangkauan nalar adalah alam terbatas.

Justru orang yang mantap karena berakar dalam iman. melainkan dari pengalaman kita. nalar tidak memadai dan mudah salah tafsir. maka semakin kuat pula daya balik yang diakibatkannya.dengan nalar. Dan menurut kami. maka dalam wahyu juga terdapat halhal yang menyangkut dunia (terutama apa yang menjadi tanggungjawab serta kewajiban manusia dalam hidupnya di dunia. semakin agama berada dalam bahaya. manakah struktur-struktur ekonomis dan politis yang paling cocok agar manusia hidup dengan sejahtera . sombong dan menyesatkan. tetapi juga manakah struktur-struktur psikis dan sosial manusia. tentang Allah sendiri. dengan bantuan ilmu pengetahuan. kondisi "masyarakat terpaksa" yang serba panik dicekam oleh ketakutan perang dan dibumbui oleh perpecahan intern sudah sewajarnya berdampak pada kejiwaan kumpulan masyarakat ini. yaitu tentang Allah sendiri sebagaimana disebutkan di atas. wahyu tidak bermaksud memberikan informasi tentang hal-hal yang juga dapatkita selidiki melalui ilmu pengetahuan. mencari-cari. apa tujuan terakhir manusia. adalah tidak betul pendapat bahwa semakin alim seseorang semakin ia merasa tidak perlu berpikir. menyelidiki dan mengetahui. melainkan tentang hal yang memang tidak dapat diselidiki melalui ilmu pengetahuan. akan lebih mantap dan berani juga untuk mempergunakan akalbudinya. Kalau kita mencari jawaban tentang hal-hal manusia dan duniawi itu dalam wahyu. apa kehendak dan sikap Allah terhadap manusia. la tidak takut dengan pengetahuan yang lebih kritis dan mendalam akan menjauhkannya dari iman. bagaimana urutan terjadinya organisme -organisme hidup di bumi (yang ditegaskan dalam wahyu ialah bahwa ada dunia dan bahwa ada hidup serta bahwa hidup dapat berkembang akhirnya berdasarkan keputusan Allah).jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia : Misalnya apakah matahari mengitari bumi atau sebaliknya. Apalagi ditambah ruwetnya pertentangan antar pemikiran dan masuknya ilmu-ilmu dari peradaban lain. Maka. Akan tetapi. Semua hal ini kita cari jawabannya bukan dalam wahyu. kita tidak boleh memberikan kesan bahwa semakin kita berpikir secara mendalam dan kritis. kemungkinan besar kita akan salah tafsir dan lalu menciptakan kesan pertentangan yang sebetulnya tak benar. jadi bidang moralitas) tetapi bukan sebagai pemberitahuan tentang dunia. 8 . melainkan tentang sikap Allah terhadapnya. Dari berbagai uraian diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa watak dan ungkapan seseorang merupakan cerminan dari situasi politik dan sosio -kultural suatu masa. Oleh karena itu dapat juga dikatakan : Apabila nalar mau menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia yang paling fundamental seperti misalnya : Siapakah Allah. Karena sikap Allah menyangkut manusia yang masih berada dalam dunia. dimana semakin tinggi tingkat pressing suatu zaman terhadap apa yang dipangkunya. Dan sebaliknya.

D (332508) PRODI KIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA JAKARTA 2010 9 .TUGAS KELOMPOK MAKALAH FILSAFAT ISLAM Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas PAI II (Pengantar Agama Islam) ANGGOTA KELOMPOK: ARINA HAQQO HIDAYAH (3325083239) AZMI MUHAMMAD IQBAL (332508) FARAH SABELLA (33250832) FITRIANY EKA SAPUTRI (332508) INDAH MINANG OKTAVIANI (332508) KARINA VIDYARINI (332508) LUQMAN FAWZI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful