BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007).

Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar belakang. rumusan masalah. - BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran . BAB II : Tinjauan Teori ::Menguraikan tentang. tujuan dan ruang lingkup. dan nifas normal - BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan kebidanan dengan SOAP - BAB IV : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. tinjaun medis normal. E. persalinan BBL normal. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. manfaat. sistematika penulisan dan kehamilan normal.D.

nifas dan BBL normal. nifas dan BBL. persalinan. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Manfaat Penulisan 1. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. persalinan. 3. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. Bagi BPS. 2. b. . Engkay S Chandra a.F.

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Triwulan pertama (0 – 12 minggu) Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. Kehamilam 28 . 2002 ). Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. b.BAB II TINJAUAN TEORI A. c. TEORI KEHAMILAN 1.

Memeriksa darah. Mengkonsultasikan faktor genetik. b. 3. d. Faktor Psikologis terdiri dari : 1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. Menjaga hubungan yang harmonis. e. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 2. Menanamkan pola hidup sehat.dan 36 minggu disebut premature. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Mengatur asupan nutrisi. c. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi . Mengkonsultasikan kesehatan fisik. Mempersiapkan tabungan. Faktor Fisik b. g. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. h. Mencatat kondisi kesehatan. i. f. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan).

3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan . Payudara besar dan tegang. Epulsi. muka.4. Pingsan. Ngidam. Sulit BAB. Tidak tahan terhadap bau-bauan. minggu. Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. Miksi sering. Tanda-tanda Kehamilan a. Terjadi pada kehamilan 6-8 SBR. dan areola. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus menyebabkan cekungan. Varises. Mual muntah. Anoreksia. Tanda dugaan hamil a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Menstruasi terlambat. Lelah. b. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar.

9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. c. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. ireguler ringan. 10) Test kehamilan (+). Muncul pada minggu ke-4. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. 4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. tengah didaerah antara uterus dan serviks. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. .(livid) atau purplish (ungu). 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. tidak sakit. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18.

Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Tampak pada minggu 12-14. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. 3) Terdengar adanya DJJ.2) Terasa adanya bagian-bagian janin. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). 5. b. Antenatal Care Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. . Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. 2) Perencanaan persalinan. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG.

1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV .protein urine.2) Penampisan preeklampsia. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan.haemoglobin. Pelayanan “7 T” : a. tindak lanjut Table 2. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. b. MAP. f. c.golongan darah) h. e. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. Tes lab (glukosa. Tilai status gizi i. gemelli. temuan kasus. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. Ukur Tekanan darah. j. Pemberian imunisasi TT lengkap. Ukur Tinggi fundus uteri. c. d. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. Tes terhadap penyakit menular seksual. Timbang berat badan. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. g.

Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ Tabel 2.2 .Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium √ √ √ √ √ Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab.

7. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. melahirkan dengan selamat. dan social ibu dan bayi.mental. f. kebidanaan dan pembedahan. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. termasuk riwayat penyakit secara umum. Memepersiapkan persalinan cukup bulan.Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 6. e. Proses Kehamilan % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . d. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Tujuan antenatalcare a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. c. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin.

3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b. - Gerak dari tuba yang mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus . frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) 2) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) Dengan pengaruh FSH. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium.Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: a.

pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. hipofisis. c. dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti . endometrium. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) 2) 3) 4) 5) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit kedua Menjadi spermatid Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. hipofisis. hipotalamus. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba.

Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. mengandung energi sehingga dapat bergerak. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba Tempat yang paling luas Dinding penuh jongjot. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : 1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi.2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. d. tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba a) b) c) 5) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam .

a) spermatozoa di tumpahkan. Proses Nidasi Atau Implantasi . masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. ekornya lepas dan tertinggal di luar i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi e.

Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0. mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya.sementara itu fase . hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus.Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita. Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi .

setelah konsepsi. f. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. plat embrio terdiri dari undur ectoderm.sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. mungkin terjadi. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. entoderm. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat. . dan meroderm.

pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus .Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. Tabel.5 cm Perkembangan a. 2. Hidung.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. Kelopak mata terbentuk b. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. memberikan nutrisi. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Kepala fleksi ke dada b. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. kuping dan jari terbentuk c. g. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah.

16 Minggu 16-18 cm a. Kulit tebal dengan rambut lanugo b. Kulit merah tipis b.Uterus telah penuh. Berat 1000 gram b. desi dua pemtalis dan kopsularis 20 Minggu 25 cm menghilang melekat a. Menentukan Usia Kehamilan . Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 8. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 9.Kelopak mata jelas. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2.

Tahun menstruasi terakhir + 1. Bulan menstruasi teakhir – 3. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. b. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit).Kehamilan dihitung dalam minggu. Peningkatan curah jantung . 10. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. Tanggal menstruasi terakhir + 7. b. Perubahan Fisik Selama Hamil a. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. c. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi.

Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Pada akhir kehamilan. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu.Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Akibat pengaruh estrogen payudara membesar ukurannya. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Terdapat peningkatan ukuran. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi . Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. d. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. modulus dan sensitifitas. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. c.

e.perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Dimulut. obstipasi dan emesis / morning sickness. sehingga terjadi dilatasi. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. System pencernaan Salivasi meningkat pada TM I. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Otot-otot usus relaks. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. . Otot pelvis renalis dan ureter relaks. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. f.

g. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. h. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Hormon yang utama dihasilkan . Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu.

berdebar (palpitasi). Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. i. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Jika berat badan sebelumnya normal. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat.5-16. 11. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati.5 Kg. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan . Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada.plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.

Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. dll.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. takut menghadapi persalinan. Ibu merasa aneh dan jelek. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) 3) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai hypoglikemia. Keluhan Selama Hamil Trimester III a. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. 12. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. Cara Meringankan 1) 2) hangat/sesak 3) Tanda Bahaya Hindari berbaring dalam posisi terlentang. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan.bayinya. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang .

Payudara besar dan tegang 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. air dan garam pada payudara 2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan.1) 2) 3) Etiologi Kehilangan kesadaran Disertai gejala anemia. b. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan .

4) Batasi minum kopi. teh. Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Dysuria Oliguria Aspmptomatic bacteriuria. . cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong Istirahat cukup Senam Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Pengobatan Buang air besar segera setelah ada dorongan.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. c.

TM II. Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. Cara Meringankan 1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak .Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Rasa nyeri hebat di abdomen Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis).Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. d. TM III.

pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan 1) 2) 3) Pengobatan Salep tropikal Hindari konstipasi Makan makanan yang berserat Gunakan kompres hangat. e. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. 5) Statis.2) 3) 4) 5) Bau menyengat Berwarna kuning / abu-abu Pengeluaran cairan Pendarahan pervaginam. kongesti vena. gravitasi. tekanan vena panggul.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. kompres es/ sizt bath .

2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) 5) sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek. Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progesif Mandi air hangat Minum minuman hangat sebelum tidur Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi Tanda Bahaya . Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 33-36 minggu. Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. gunakan vistaril dan seconal.Tanda Bahaya Thrombi f.

Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. d. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi.5 18 B. TEORI PERSALINAN 1. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1. c.5 15 600 1. 1998: 157).8 100 400-800 2. b. . 13.

3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah dilakukan perangsangan. Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. 1998: 94). b. Berdasarkan tuanya umur kehamilan : Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan . : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. 2. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. 2006: 100).Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Bentuk Persalinan a. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam.

2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. dan janin postmatur.1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. Teori Keregangan . 3. janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. 4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr.

sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. 2) Produsi progesteron mengalami penurunan. 3) Setelah melewati batas tersebut.1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. . 4) Contohnya. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otototot uterus.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. b. sehingga menimbulkan proses persalinan. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai.

.lebih-lebih sewaktu partus. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan.sehingga persalinan dapat dimulai. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron dapat akibat tuanya kehamilan maka oksitosin meningkatkan aktifitas. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat. e. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.c. d.

hal : 160 ).Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998.f. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Passege (jalan lahir) 1) 2) b. Panggul Jalan lahir lunak Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. ( Ida Bagus Gde Manuaba. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. g. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. 4. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. .

Sifat his : a) Setelah kontraksi : (1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) b) c) d) e) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu Intermitten Terasa sakit Terkoordinasi dan simetris Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia. fisik maupun psikis His yang baik : a) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus b) Kekuatan didominasi didaerah fundus c) Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi .

lama (2) Disertai keinginan mengedan d) His Pelepasan Uri e) His Pengiring/ His Royan . Yang perlu diperhatikan yaitu : a) b) c) Lamanya : 45-75 detik : 40 mmHg : 10 menit sekali Intensitasnya Interval Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat.d) Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his e) Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. simetris. teratur. teratur. Ostium interna dan ekterna pun terbuka. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap c) His Pengeluaran (1) Kuat. terkoordinasi. tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” b) His Pembukaan (1) Kuat.

Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks His Persalinan Teratur Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka His Palsu Tidak teratur Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 2) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong .Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. padat.

Jelaskan kepada . nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik. alat resusitasi. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. selang IV. Membuat Keputusan Klinik b. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. Pencegahan Infeksi d. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan.5.

6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan.mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Obatobatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. Selain itu. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. . asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir.

Penolong persalinan c. Transportasi d.7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) . 6. 2001: 115) : a. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Penghilang rasa nyeri e. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Pendamping persalinan f. Tempat persalinan b. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana.

Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). durasinya pendek (< 45 detik). .Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. 3) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang.7. 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) b) Peningkatan frekuensi BAK Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) d) 2) Kram pada kaki Peningkatan statis vena Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. Tanda-Tanda Persalinan a.

Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan b. Tanda Inpartu 1) Dorongan meneran 2) Tekanan anus 3) Perineum menonjol 4) Vulva membuka 8. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri .

kandung kemih harus kosong. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) 2) Fase laten Fase aktif a) b) c) Periode akselerasi Periode dilatasi maksimal Periode deselerasi b. c. resume keadaan umum ibu dan bayi. . Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. dkk. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. 1999). perdarahan. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. Kala ini merupakan stadium ekspulsi janin. Kala II pada primi berlangsung selama 1.a. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap. d. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum.

9. f. Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien b. Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : Menutup tirai Menghadirkan keluarga Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. 1) 2) d. AC . e. c. Jika pasien berkeringat : Beri kipas. 1) Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri. Rencana Kala I a. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika ibu tampak kesakitan : Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam).

h. Memenuhi kebutuhan energi Sarankan ibu berkemih sesering mungkin Melakukan pemantauan 10. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua .penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.pada kebanyakan nullipara.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.2) g. Perbolehkan mandi. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin.yaitu:tekanan pada cairan amnion. i.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul. b.

Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika. c. d.kepala akan defleksi kearah anterior.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.kemudian kepala muncul keluar akibat .suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise. Ekstensi.persalinan.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.setiap kali terjadi kontraksi.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.dengan fleksi.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.dinding panggul atau dasar panggul.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul. e. Putaran dalam (Rotasi internal).hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir.ketika oksoput berputar kearah posterior. saat kepala janin mulai muncul melalui introitus.

kepala dapat terlihat lebih lanjut.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior. f. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah. h.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul.setelah kedua bahu tersebut.dan akhirnya Dagu.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu.Ektensi : pertama-tama oksiput. 11.kemudian wajah.sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak. Restitusi Setelah kepala lahir. ketakutan dan kesakitan.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir. g.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.2005:247). . Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.Dengan demikian.

menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. )c )d Sarankan ibu untuk berjalan Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi.a) b) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. ibu diminta untuk menarik nafas panjang. dukungan/asuhan yang dapat diberikan )a )b Lakukan perubahan posisi Posisi sesuai dengan keinginan ibu. antara lain menggunakan penutup atau . )e Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya )f Ajarkan kepadanya teknik bernafas. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan.

nadi. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) (b) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar Manggunakan kipas biasa Menganjurkan ibu untuk mandi (c) sebelumnya. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. berikan cukup minum. (7) Lakukan pemantauan : tekanan darah. denyut jantung janin. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). (6) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. (5) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. kontraksi. suhu badan. (3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. pembukaan serviks. dan setelah selaput .tirai.

dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. mengipasi dan memijit ibu. Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. b) Menawarkan minum. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 4) Mengatur posisi ibu.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging .ketuban pecah. 2) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan 3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu.

Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. berikan oxytocin 10 unit. 3) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh.c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. . 6) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. mudah mengedan. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir 2) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. dan mencegah dehidrasi. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi.

3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. bantu ibu pada posisi yang nyaman Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. 2) Periksa tekanan darah. 5) 6) Biarkan ibu istirahat. massage uterus sampai menjadi keras. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: . Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. Jika kontraksi tidak kuat. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua.4) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. nadi. 2002 : N8) 12.

c) Perineum tampak menonjol. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 2) Pastikan kelengkapan peralatan. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. .a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. 3) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 4) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. d) b. Vulva dan sfingter ani membuka. 5) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras.

c.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang. 8) Dengan menggunakan teknik aseptik.bila selaput ketubanan belum pecah.jika mulut vagina.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi). Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 7) Membersihkan vulpa dan perineum.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan .6) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu.menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan desinfeksi tingkat kapas atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi. sedangkan pembukaan sudah lengkap.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.lakukan amniotomi 9) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.

15) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Bimbingan Meneran Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap Proses 13) dan keadaan janin baik. 12) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf.klorin 0.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. d. 11) normal .melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. . 14) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya.5% selama 10 menit. 10) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit).

mendukung dan memberi semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama). . Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ).(pada saat ada his. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi.16) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. 17) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). e) f) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum).

18)

Menganjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau

mengambil posisi yang nyaman,jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. e. 19) Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan

bayi)diperut ibu,jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
20)

Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian,dibawah

bokong ibu 21) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali

kelengkapan alat dan bahan. 22) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.

Lahirnya kepala 23) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm

membuka vulva maka,lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 24) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan

ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi,dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 25) jika tali pusat melilit leher secara longgar,lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

26) Jika tali pusat melilit leher secara kuat,klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem. 27) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar

secara spontan. Lahirnya bahu 28) Setelah kepala mengadakan paksi luar,pegang untuk meneran saat

secara bipariental,anjurkan ibu

kontraksi.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahirnya badan dan tungkai 29) setelah kedua bahu kedua lahir,geser tangan bawah

kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,lengan dan siku sebelah bawah.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 30) setelah tubuh dan lengan lahir,penelusuran tangan

atas berlanjut kepunggung,bokong tungkai dan kaki,pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 31) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10

cm dari vulva.

32) ibu,ditepi

Letakan satu lengan diatas kain pada perut atas simpisis,untuk mendeteksi.tangan lain

menegangkan tali pusat. 33) Setelah uterus berkontraksi,tegangkan tali pusat

kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang –atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. 34) jika uterus tidak segera berkontraksi,minta

ibu,suami,atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 35) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial

hingga plasenta terlepas,minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas,mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-cranial) a) jika tali pusat bertambah panjang,pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM

Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase. 37) Jika selaput wadah robek.lahirlah dan putar plasenta plasenta dengan kedua tangan. lakukan masase uterus. .(2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh (3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 38) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir. 36) Saat plasenta muncul diintroitus vagina.segera lakukan manual. Pegang hingga selaput wadah yang telah disediakan.

Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus. f. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. segara lakukan penjahitan. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. 40) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. 43) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. perdarahan pervaginam : a) b) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan . 44) Evaluasi 45) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 42) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.5%. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan 41) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0.39) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh.

b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum didalam 1 jam pertama dan biarkan berhasil menyusui sampai bayi berhasil menyusu. 47) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. 46) setelah satu jam. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu- waktu bisa disusukan. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. dan vitamin K1.c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. beri tetes mata anti biotic profilaksis. . 48) Memeriksa nadi ibu. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral.

Serta suhu tubuh normal ( 36.5% 53) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. 55) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0.5%. selama 10 menit. 50) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. 56) 57) 58) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Bantu ibu memberikan ASI. periksa tanda vital dan asuhan kala IV. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. 51) Pastikan ibu merasa nyaman. Bersihkan sisa cairan ketuban.5˚C – 37.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. Dokumentasi Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. . 52) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. lendir dan darah. 54) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai.5%.49) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ).5˚C ).

2007) 13. Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik c. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. b. . Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. asuhan. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam.(Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. 2) Nadi setiap 30 menit. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. Partograf a.

f. tatalaksana dan keputusan klinik. Catatan tentang air ketuban 1) U 2) J : selaput ketuban utuh. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. cairannya bercampur dengan mekonium. cairannya bercampur dengan darah. 7) Kondisi ibu. 8) Asuhan. 3) M :selaput ketuban sudah pecah. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. e. 5) K (kering). 5) Kontraksi uterus. cairannya jernih. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. d. 3) Kemajuan persalinan. Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan 2) Kondisi janin.6) Produksi urine. Molase : selaput ketuban sudah pecah. 4) Jam dan waktu. cairannya tidak ada . : selaput ketuban sudah pecah.

TEORI NIFAS 1. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan. g. dapat dipisah. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. : saling tumpang tindih. 2002 : 237). Parameter Tekanan darah Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan Parameter Partograph Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * C. : saling tumpang tindih. tidak dapat dipisah. (Sarwono. Definisi Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.Adalah penyusupan antara tulang kronium. : hanya bersentuhan. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat.alat kandungan kembali seperti ke keadaan .kira 6 minggu.

Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. 2) otoalisis.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus.kira 6 minggu. Involusi Dalam masal nifas. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring . Involusi di sebabkan oleh : 1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. 2002 : N-23) 2.sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira. alat. Fisiologi Nifas a. (Saifudin. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan.

kedua organ ini dalam keadaan kendur. . 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. rugae vagina berangsur. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. arifisum vagina sedikit membuka. hari pertama. c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin.angsur muncul dan lebia lebih menonjol.menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono.perlukaan kecil.

peningkatan kapasitas kandung kemih. Kombinasi trauma akibat persalinan. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir.sisa selaput ketuban sel – sel decidua. lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum 2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan. . Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Vernik kaseosa. 2002 : 238) b. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum.sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform .” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan.hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas 1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa. (Sarwono.

alveoli dan jaringan lemak bertambah. pengaruh estrogen dan progesterone hilang.3) Lochea serosa berwarna kuning. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum) Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas. 4. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. setelah persalinan. d. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Taking in . b. 2002 : 241) 3. 6) Lichiostatis. lochea tidak lancar keluarnya (Sarwono. cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan 4) 5) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk.kelenjar. Pskologi Nifas a. Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu.perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. c. Poliperasi jaringan pada kelenjar.

Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. c. b. 5. Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan : . 1) Energi ibu lebih meningkat. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Penatalaksanaan Nifas a. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. bayi memerlukan bantuannya.Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri. belum pada bayi.

RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. pengeluaran d) ASI.1) Melancarkan pengeluaran lochea. mengurangi infeksi puerperium. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. 2002 : 266). Suhu. pem bengkakan ASI. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya.tanda vital (TD. c) Lochea: Warna. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. 2) Mempercepat involusi alat kandungan. kontraksi uterus. banyak dan bau. jenisnya (rubra) Payudara : Keadaan putting susu. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. . (Sarwono. Nadi.

apakah ada tanda. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. b) Miksi dan BAB . apakah baik atau terbuka. rubor.e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. lauk pauk. 2002 : N-24) 4) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. sayuran. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. buah dan di tambah susu. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. 2002 : 242) 3) Pemeriksaan Umum a) b) Kesadaran Penderita Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. tumor dan penanahan).tanda infeksi (kalor. dolor. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. (Sarwono. setelah 2-3 hari dirawat.

biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. ibu harus beristirahat. nifas dan sembuhnya luka.Pada hari pertama dan kedua. d) Istirahat e) Penting untuk memulihkan kesehatan. segar. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. Hari kedua boleh duduk. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan.luka. Pemberian ASI di lakukan pada kedua . BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. mudah di cerna. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. tidur terlentang selama 8 jam.

h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. Fisik . k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus.payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. 6. Kebutuhan Ibu a. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. pertimbangan bahkan untuk imunisasi.

Sosial 1) 2) 3) Menemani ibu bila kelihatan kesepian Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan menghibur ibu bila kelihatan sedih d. c. dan untuk mencegah. Pendidikan Terutama pada ibu.1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih b. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. menanganni masalah – masalah yang terjadi. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Tujuan • Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri .ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. mendeteksi. 2002 . mengakui. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. menghargai. 242) 7. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. (Sarwono.

• Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. cairan dan istirahat. tidak ada bau. pundus di bawah ambikalis. atau pendarahan abnormal. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. .Persalinan • Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. • Memastikan ibu mendapat cukup makan. • • 2 6 hari setelah persalinan Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu uterus uterus dan bayi baru lahir • Memastikan involusi berjalan normal : berkontraksi. tidak ada pendarahan abnormal.

menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • dan merawat bayi sehari – hari. Toleransi . • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. Adaptasi c.• Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. D. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. • Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) • Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. tali pusat.Proses kelahiran. Maturitas b.

Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. b. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. dalam keadaannya yang terbatas.Bayi adalah individu baru lahir didunia. Ciri – ciri bayi a. d. c. 2. Karakteristik Bayi Baru Lahir Pada waktu lahir bayi sangat aktif. Berat badan 2500 – 4000 gram panjang badan lahir 48 – 52 cm Lingkar dada 30 – 38 cm Lingkar kepala 33 – 35 cm .

Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. l. moro refleks. j. f. Eliminasi baik. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. apakah bayi cukup bulan? . rooting refleks.dll sudah terbentuk dengan baik. graft refleks. walking refleks. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. h. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. Rambut lanugo telah tidak terlihat. tonic neck refleks. Kuku telah agak panjang dan lemas. g. rambut kepala biasanya telah sempurna. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Eliminasi baik. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun berada di skortum k.e. 3. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. i. Reflek menghisap dan menelan.

4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Apabila bayi tidak langsung menangis. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. 3) Bersihkan hidung. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis.b. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. apakah bayi menangis atau bernafas? d. ( Sarwono Prawirohardjo. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. . Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. rongga mulut. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. hal : 133 ) 4. Ialah : a. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? c.

3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. d. di kamar bersalin. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil.5 %. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. 2) Gunting steril juga siap. berkisar 0. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. untuk mencegah terjadinya perdarahan. c. untuk mencegah perdarahan tersebut.b. semua bayi baru lahir normal dan . ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. Suhu bayi harus dicatat.25 – 0.

Nama lengkap ibu.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). hendaknya kebal air.5 – 1 mg 1 m. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) b) c) d) e) f) Nama ( bayi. Unit. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. 2) Alat yang digunakan. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. Nyonya ). tidak mudah sobek. Pemberian obat mata Eritromisin 0. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Tanggal lahir. Nomor bayi. dan di ruang rawat bayi. dan tidak mudah lepas. f.cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari. . e. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. Jenis kelamin.

Cacat bawaan dan trauma lahir. Infeksi. Hipotermia. seperti : a) bulan. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Bayi tampak aktif atau lunglai. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.4) Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. b) c) d) e) Gangguan pernafasan. hal yang perlu diperhatikan : a) b) c) 2) Kemampuan menghisap kuat lemah. tanggal lahir. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. Bayi kemerahan atau biru. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang . g. nomor identifikasi.

2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. c. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. b. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. Pengukuran lingkar dada. e. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. Pengukuran lingkar lengan atas.5. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: 1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. Pengukuran panjang badan. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. 4) Kepala . Penimbangan berat badan. Adanya tremor pada bibir. Pengukuran lingkar kepala. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. d.

Apakah tidak simetris. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. tangan. fraktur. Bila terdapat secret yang berlebihan. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. geraknya. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. 10) Bahu. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. 11) Kulit dan kuku . dada. Ukur lingkar kepala. sebagai akibat proses kelahiran. 8) Leher. abdomen Melihat adanya cedera akibat persalinan. sendi. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala.

Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi.tanpa keluarnya tinja. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. skrotum besar atau tidak. Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. 14) Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. b) Refleks Hisap. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. kulit menjadi pucat atau kuning. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. yang disertai refleks menelan. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. . penis berlubang dibagian mana. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. 16) Refleks a) Refleks Rooting. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. uretra ada atau tidak. 12) 13) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). 15) Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama.

timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. Tanda Bahaya Pada Bayi a. terdapat lendir atau darah) . d) Refleks Mengeluarkan Lidah. Tali pusat (merah. b. 17) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. keluar cairan nanah. merah. bengkak. keluar cairan. pucat memar) d. bau busuk dan pernafasan sulit) g. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. Infeksi (suhu meningkat.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. menunjukan kekurangan cairan. 2001) 6. bau busuk atau berdarah) f. biru atau c. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. bengkak. Pemberian makanan (Hisapan lemah. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua.c) Refleks Moro.

Data Subyektif A. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : sunda / Indonesia Bangsa/suku . Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. terlalu mengantuk. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku : Ny. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. lunglai. lemas.h.

Anamnesa : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wirasawasta : Desa Benda Rt 01/Rw 02 Alasan kunjungan ini Kunjungan ulang Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Riwayat Menstruasi Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau : 13 tahun : 7 hari : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B. persalinan. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan persalinan JK Anak BB PB No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan .

HPHT b. ANC : Dimana berapa kali : Bdn.TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 . Engkay S Chandra : 4 kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d.TT1 . Imunisasi TT didapatkan 2 kali .Trimester III : Mual . Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal e. HTP : 28 – 05 . Keluhan .1 .Trimester I .Trimester II .2010 : 05. 2 3 Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 Bps Engkay 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan 9 Bulan Spontan Spontan - Tidak ada Tidak ada - L 3000 g 53 cm L 2800 g 50 cm - Riwayat kehamilan ini a.2011 c.03.

Riwayat pola sehari-hari a. dan tanda-tanda mau melahirkan. pola istirahat. i.f. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. BAK BAB c. hubungan seksual selama kehamilan. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan g. manfaat ASI. KB Post Partum. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali h. kebersihan diri.tanda bahaya kehamilan. dan lain-lain) : Tidak ada b. nafsu makan. tanda. mengkonsumsi banyak air putih. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. Pola Eliminasi : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari Pola Istirahat dan tidur . Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum : 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam.

Mandi : 6-7 jam Personal Hygiene : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas e. hipertensi. tidak ada nyeri. ginjal. asma/ TBC paru. dan asma .Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur d. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : 2x/ hari f. epilepsi. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. hipertensi. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. diabetes mellitus. HIV. Riwayat Penyakit Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. tidak ada pengeluaran darah. : 2 hari sekali Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. hepatitis. Riwayat penyakit yang sedang diderita Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. diabetes mellitus. makan sirih.

Status perkawinan nikah. Kesadaran 3. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 11. Tanda tanda Vital a. Keadaan umum 2. nikah 1 kali 10. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) 1. yang 12. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. Tekanan darah : 120/80 mmHg . hubungan Ibu dengan masyarakat baik II. Kehamilan ini direncanakan b. Riwayat KB Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. Kepercayaan berhubungan dengan kehamilan.Riwayat social a. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d.

b. Denyut Nadi c. Pernafasan d. Suhu tubuh

: 80 x/menit : 20 x/menit : 36,80 C

5. Antropometri
a. Tinggi badan b. Berat Badan c. BB Sebelum hamil d. IMT

: 161 cm : 62 kg : 49 kg :

e. LILA

: 34 cm

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala dan rambut b. Muka 1) Mata

: tidak ada benjolan,Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum

a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil 2) Mulut a) Warna bibir

: Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+

: Merah muda

b) Lidah c) Gigi d) Gusi c. Leher

: Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis d. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru

: Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan

: Simetris : Tidak ada oedema

• Auskultasi bunyi paru – paru : Bunyi bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada

e. Punggung dan Pinggang 1) 2) Posisi tulang belakang Rasa nyeri f. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Lordosis : Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

2) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 3) Auskultasi : Convergent

regler : TFU.11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Simetris Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema 2) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+ h.DJJ Frekuensi 4) TBBJ g. Ekstremitas 1) Atas • • Bentuk : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada • Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 2) Perineum : : Tidak ada • Bekas luka/luka parut 3) Pemeriksaan Dalam .

presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. Assasement Ny. Planning 1. : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan IV. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga . janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu.• Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin • Golongan darah • Protein urine • Glukosa III.

tangan dan kaki bengkak. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6.→ Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. perdarahan. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan . Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat → Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8.

tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina.tanda persalinan 11. Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda. dan mules. Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan B. keluar air.10. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 05 Maret 2011 : 22.air.00 WIB : BPS Engkay S Chandra KALA I (Jam 22. DATA SUBJEKTIF .15 WIB) I.mules → Ibu mengetahui tentang tanda.

Frekuensi c. Status Kesehatan 1.Benda Rt 01/Rw 02 B.00 WIB. Tanda – tanda bersalin a. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. Lamanya 4. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah : Ada . perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah.A. 2. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik b.

Masalah – masalah khusus : Tidak ada 6.• Air ketuban • Darah : Ada : Tidak ada 5. Frekuensi : 4 x 7. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 8. Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan persalinan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB Anak . Riwayat kehamilan. persalinan.

1.

Anak ke 1/8 th

BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan

Spontan

Tidak ada L

3000g 53 cm

2.

Anak ke 2/7 th

Spontan

Tidak ada L

2800g 50 cm

3

Kehamilan ke 3

-

-

-

-

-

9. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 10. Makan dan Minum terakhir a. Makan
• Jam

: 17.00 wib

• Jenis Makanan : Nasi,tempe,lauk pauk • Banyaknya

: 1 porsi

b. Minum terakhir
• Jam

: 20.30 wib

• Jenis minuman : Air putih,air putih • Banyaknya

:2 gelas

11. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 12. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam : 20.00 Wib : 06.00 wib

Tidur : 6-7 jam 13. Psikologis : Tidak terganggu

14. Keluhan lain : Tidak ada 15. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali

16. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi : Tidak Ganti pakaian dalam 17. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu,tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. 18. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 19. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 20. Riwayat Kontrasepsi : 2x/ hari

Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 21. Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami, status perkawinan nikah , kehamilan ini direncanakan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki, pengambil keputusan adalah suami. 22. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. 23. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, dan hubungan dengan masyarakat juga baik.

II. DATA OBJEKTIF A. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional 4. Tanda - tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36,90 C : Baik : Composmentis : Stabil

Berat Badan : 161 cm : 62 kg c. IMT : 6. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil 2) Hidung : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. tidak ada serumen. gusi tidak berdarah. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran 2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan tanggal.5. Antropometri a. tidak ada polip. bersih . Tinggi Badan b.cloama gravidarum : bentuk simetris. bersih : bentuk simetris. tidak ada sekret. BB Sebelum hamil : 49 kg d. bersih 3) Mulut dan gigi : Lidah bersih. gigi tidak ada yang 4) Telinga b. Pemeriksaan Fisik a.

bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih.4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe c. tidak ada retraksi dinding dada. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru.tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung Lub .dub 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Ada . Dada Dada : bentuk dada simetris. tidak ada retraksi dinding dada.

• Rasa nyeri d. keras dan melenting. Punggung dan pinggang : Tidak ada 1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri e. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. datar. 4/5 3) Auskultasi : Ada : Tidak ada . lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum • Linea Nigra 2) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar.

reflek fatella kanan dan kiri positif g. tidak ada oedem pada jari dan tangan. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan. kuku jari tidak pucat. lunak . Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. Ekstremitas Atas : bentuk simetris. reguler Kontraksi 4) TBBJ f. frekuensi 138 x/menit.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio : Tidak ada kelainan : tebal. tidak ada varices.DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat.

Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Planning 1. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV.Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada Penurunan kepala : hodge I B. Assasement Ny. janin tunggal hidup intra uterine. letak memanjang. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya . Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan III.

Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu 7.→ Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc .jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan.

II.00 WIB) I.tanda vital.9. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set. Mengobservasi tanda. Data Obyektif Pemeriksaan Fisik − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan − Suhu Pemeriksaan dalam − Vulva/vagina − Portio : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. kuat dan ada dorongan untuk mengedan.9 0C . His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10. DJJ.

Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi . Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. jernih. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Planning 1. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV III. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik IV. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2.− Pembukaan − Ketuban − Presentasi − Molase − Penurunan kepala : 10 cm : sudah tidak ada.

Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : Baik : Compos mentis . normal. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. JK perempuan.45 WIB) I. BB 2600 gram. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik → Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7.6. Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. LK 32 cm KALA III (JAM 05.30 WIB bayi lahir hidup . PB 47 cm.

Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah .− Suhu : 36. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Planning 1. Assasement P3A0 parturient kala III.9 0C − Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta III. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik IV.

Kala IV JAM 05. 55 WIB I.3C − Nadi − Pernapasan − Suhu Plasenta telah lahir − Jam − TFU − Kontraksi uterus − Kandung kemih − Perdarahan − Robekan perineum : 16.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II III.Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik .Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosinal − Tekanan darah : Baik : Compos mentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.7. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II.

Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc . Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4.IV. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi → Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7.Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2. Planning 1. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3.

kontraksi uterus. kandung kemih. Membereskan alat.9. Mendokumentasikan asuhan .tanda vital.alat telah didekontaminasi 11.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda. TFU. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10. Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12.

Identitas (Biodata) Nama Pasien : Ny. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3.2010 : 05.Benda Rt 01/Rw 02 2. Data Subyektif 1.2011 : 9 bulan : BPS Engkay S Chandra : 4 kali .05 . “E” Umur : 29 tahun Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : IRT Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta Alamat rumah: Ds.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I . ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian Jam Tempat : 06 – maret 2011 : 07.C. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan ANC di TT : 28.03.

LK 32 cm. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. masa gestasi 38 minggu. PB 47 cm. 2600 gr.4. Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Kesadaran : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : 03 Maret 2011/05.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan .5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit .

fungsi pendengaran baik. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. tidak ada retraksi dinding . Leher Leher dan axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. kebersihan baik. tidak ada caries. tidak berketombe. Kepala : tidak rontok. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. Axilla c. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema.Pemeriksaan Fisik a. fungsi Rambut Muka penciuman baik. sclera putih. tidak ada perdarahan gusi. tidak ada pengeluaran. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. bersih b. bersih Hidung : bentuk simetris. kebersihan baik. tidak ada cloasma gravidarum. warna hitam : bentuk simetris. Dada : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe Dada dan payudara : bentuk dada simetris.

tidak ada oedema. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. kontraksi uterus baik. tidak ada oedema. tidak ada rasa nyeri. tidak varises. pembesaran normal. ada pengeluaran. Anogenital : kebersihan baik. kandung kemih kosong. Atas Bawah Ekstremitas atas dan bawah : kebersihan baik. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. tidak ada benjolan d. kebersihan baik. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. retraksi. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. putting susu menonjol. tidak ada varises. Abdomen : bentuk bulat. perdarahan normal Vulva vagina Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan .Payudara : bentuk simetris. tidak ada luka operasi. pengeluaran vagina lokhea rubra. kekuatan otot baik g. tidak ada diastasis recti Inspeksi Palpasi e.

III. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. gizi seimbang. perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. hygiene diri. 2. cara untuk mencegah perdarahan. mengkonsumsi banyak air putih. Assasement P3A0 Ny. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi. hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya . Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. tanpa membubuhi apapun. Planning 1. E post partum 2 jam IV. perawatan bayi baru lahir. kepala terasa berat. cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3.

00-08. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan. dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. 11.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. agar kondisi ibu lebih baik. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya 10.6. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan . dan cukup nutrisi serta minum. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.

Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu.13.kelur darah yang banyak secara tiba – tiba.namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda – tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14.ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya. 06 Maret 2011 :11.30 wib DATA SUBJEKTIF Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08. ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan Catatan Perkembangan Hari.dan rahim teraba lembek.00 Wib. . Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi.

tidak ada luka operasi. kontraksi keras. ibu . Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK. striae nigra Palpasi : TFU 2 jari bawah pusat.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit ASSESMENT P3A0 post Partum 6 jam PLANNING 1.Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema. sclera putih. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan.kandung kemih penuh : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36. konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi : bentuk bulat.

Engkay S Chandra II. Catatan Perkembangan Hari. demam. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis Keadaan umum Kesadaran .separti sakit kepala yang berlebihan. 4. 3..11 Maret 2011 : 08.30 Wib : BPS Bd. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. nyeri perut. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. 5. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. ibu mengerti dengan apa yang disarankan. dan ibu mau melakukannya.mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at.

III. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik .2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit o Kelopak mata tidak oedema o Sclera putih o Konjungtiva merah muda o Refleks pupil positif b. hiperpigmentasi. tidak ada benjolan. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. Dada : adanya pembesaran payudara. Mata Pemeriksaan Fisik : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. papilla mamae menonjol keluar. a. e. d. Leher o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2.

perdarahan. 7. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. involusi uterus.kunang. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. agar kondisi ibu lebih baik.IV. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Planning 1. kandung kemih dan lochea  Semua normal 3. 2. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. perdarahan dan lokhea berbau. Mengobservasi pengeluaran ASI. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari . demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. dan cukup nutrisi serta minum. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. kepala terasa berat.

7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. Mata Pemeriksaan Fisik o kelopak mata tidak oedema o sclera putih o konjungtiva merah muda o refleks pupil positif .19 maret 2011 :08.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.00 Wib : Rumah Pasien II. Data Obyektif 1.Catatan Perkembangan Hari. a. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.

involusi uterus.Planning 1. ASI sudah keluar dari kedua payudara. lochea serosa . 2. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. Dada : adanya pembesaran payudara. papilla mamae menonjol keluar. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. e. tidak ada benjolan. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. Leher o tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. d. TFU tidak teraba. kandung kemih dan lochea  Semua normal. hiperpigmentasi. Mengobservasi pengeluaran ASI. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik IV. perdarahan.b.

kepala terasa berat. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan .3.kunang. perdarahan dan lokhea berbau.

Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl.D.jam lahir Jenis kelamin b. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c. Ayah Nama Umur Suku/bangsa : Tn “E” : 30 th : Sunda/Indonesia : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds. Data Subyektif A.30 WIB :Bd.Benda Rt 01/Rw 02 : By. 06.Engkay S chandra . Identitas (Biodata) a.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.

Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 16. Perdarahan 14. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual b. lauk pauk. Anamnesa 1. Penyakit kelainan : Tidak ada 17. makan dan minum • Jenis makanan : nasi.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 .2011 2. Merokok : tidak pernah : tidak pernah . Riwayat penyakit kehamilan 13. Kebiasaan waktu hamil a. Tanggal dan jam : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. Pre eklamsia 15. Lain – lain : Tidak ada : 3. kadang-kadang ada sayurannya • Frekuensi • Jenis minuman • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. Obat dan jamu c.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. susu untuk ibu hamil : air putih ± 8-12 gelas/hari.

Ibu b.C. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya . Jumlah air ketuban 8. Keadaan air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 7. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Riwayat Persalinan Sekarang 1. Bayi 9. Komplikasi persalinan a. Jenis Persalinan 4. Ditolong oleh 5. Umur kehamilan 2.

Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36. Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif B. warna kulit kemerahan.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada . Data Obyektif A. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : Simetris : Normal. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. b.60C : 40 x/menit c. otot baik.II. Menangis kuat. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1. Pemeriksaan Fisik Bayi 1.

2. tidak Ada down syndrome. 3. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil • Lain –lain 4. Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Simetris : Ada : Baik : Baik : Tidak ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 5. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik . Muka Bentuk simetris. tidak ada paralisis syaraf facial.

lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik. Refleks moro : Baik .Reguler b. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Bahu.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 9. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 7.normal • Fraktur klavikula a.6. Payudara • Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 8.

Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 11. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan . Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik • Refleks babinsky • Kelainan 13. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 12.10.

Membersihkan mata. Planning 1. keringkan tubuh bayi → bayi telah dikering kan . Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada C.Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. IV. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Pemeriksaan Laboratorium .• Meningokel • Anus berlubang : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 14. Letakan bayi di atas perut ibu.HB . hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata.

warna kulit. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4.3. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. Mengukur BB. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. LD. LK. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. 6. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan . Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. PB.

Tali pusat keluar cairan. bayi telihat kuning.Engkay S Chandra I.10.00 WIB. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat → Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. . bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui.30 Wib : BPS Bd.2011 : 08.

refleks sucking dan refleks swalowing • Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung • Dada : retraksi dinding dada baik • Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat • Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • Mulut : terdapat reflek rooting. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.II. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 135 x/menit : 36. Planning bahwa 1. IV. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat .

Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi  Ibu masih mengingatnya 4. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 5. buang air besar 2-3 kali sehari. Bayi bergerak aktif.70C : 19 – 03 . Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali.3. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5.00 Wib : rumah pasien . II. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh : 144 x/menit : 36.2011 : 08. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.

• Pernapasan : 54 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • • • • • • Mulut : terdapat reflek rooting. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan . Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 4. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 3. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2. IV. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. Planning 1.

Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Ibu mau menyusui bayinya 5.

dua kali pada triwulan ke tiga. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. . Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. bayi baru lahir dan masa nifas. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. persalinan. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. satu kali pada triwulan kedua. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri).

E G3P2A0 dengan kehamilan normal.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan.00 WIB. persalinan. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16.memotong tali pusat. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. 00 WIB.30 WIB Ny. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. memberikan salep mata pada kedua mata bayi. memberikan injeksi vitamin K. bayi baru lahir dan nifas normal. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. dan pada jam 06. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek .

Pada wanita hamil tejadi perubahan-perubahan baik fisik maupun maka didalam memberikan asuhan kehamilan harus fisiologis. perkusi. 4. mental dan sosial ibu. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam.42 Minggu ). palpasi. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . 2. berdasarkan kebutuhan fisik. auskultasi. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada .• Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi.

Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. persalinan. Perubahan bentuk serviks. Pendataran serviks. 6. 7. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. . Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. memberi dukungan pada persalinan. SARAN 1. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: - Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8.5. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya.

EGC Jakarta. Ilmu Kebidanan.B.2006. Rustam. 2008. 2005. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. JNPK. Sarwono.. sarwono prawihardjo. Gobak ett all. Kedokteran EGC. A. Prawihardjo 2001. Jakarta. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Sinopsis Obstetri. Yayasan Bima pustaka. Keperawatan Maternitos. 2002. EGC Jakarta. Jilid edisi 2. JNPKR-POGI: Jakarta . Kedokteran EGC. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Muchtar 1998.2. Saifudin.

E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.ST) (Bd. Ka. Prodi D III Kebidanan . Engkay S Chandra) Mengetahui.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny.

Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Ka.(Wiwin Winarti.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.ST) (Bd. SKM. Engkay S Chandra) Mengetahui.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.M. SKM. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.M.Kes) .

Djumhana Cholil.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur.M. 2.M. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. atas segala rahmat dan hidayah-Nya.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. H. SKM. SKM. Rizar Riyanto. Wiwin Winarti. 3. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. . Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. penulis panjatkan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Juni 2010 . penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. Khususnya bagi penulis. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. spiritual.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. E. Lilis Sumiati S. Sukabumi. serta materi. 5. Ny. orang-orang yang telah terdekat memberi serta seluruh teman-teman makalah seperjuangan motivasi sehingga komprehenshif ini dapat terselesaikan. 6. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. 7. Ibu bidan Engkay S chandra. Sahabat. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis.4. 8.

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...................................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Tujuan................................................................................................... D. Ruang Lingkup...................................................................................... E. Sistematika Penulisan........................................................................... F. Manfaat Penulisan................................................................................. BAB II TINJAUAN TEORI A................................................................................Teori Kehamilan .............................................................................................................6 1. Definisi............................................................................................ 2. Persiapan kehamilan....................................................................... 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan................................ 4. Tanda-tanda dari kehamilan............................................................ 5. Ante Natal Care...............................................................................

i ii iii v

1 3 3 4 4 5

6 7 7 8 10

6. Tujuan ANC.................................................................................... 7. Proses kehamilan............................................................................. 8. Memantau tumbuh kembang janin.................................................. 9. Menentukan usia kehamilan............................................................ 10. Perubahan fisik selama hamil......................................................... 11. Keluhan selama hamil..................................................................... 12. Kebutuhan gizi ibu hamil................................................................ B...........................................................................................Persalinan ...........................................................................................................34 1. Definisi............................................................................................ 2. Bentuk-bentuk persalinan............................................................... 3. Etiologi persalinan.......................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 5. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.......... 6. Persiapan persalinan........................................................................ 7. Tanda-tanda persalinan................................................................... 8. Tahapan persalinan......................................................................... 9. Rencana Kala I................................................................................ 10. Mekanisme persalinan..................................................................... 11. Asuhan kebidanan pada persalinan................................................. 12. Asuhan persalinan normal............................................................... 13. Partograf..........................................................................................

13 14 21 22 22 27 27

34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68

C...................................................................................................Nifas ...........................................................................................................70 1. Definisi nifas................................................................................... 2. Fisiologi nifas.................................................................................. 3. Laktasi............................................................................................. 4. Psikologi nifas................................................................................. 5. Penatalaksanaan nifas..................................................................... 6. Kebutuhan ibu nifas........................................................................ 7. Program dan kebijakan tehnik masa nifas....................................... D....................................................................................Bayi baru lahir ...........................................................................................................82 1. Definisi............................................................................................ 2. Karakteristik bayi baru lahir........................................................... 3. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. 4. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................ 5. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir.................................................... 6. Tanda-tanda bahaya pada bayi........................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................ 93 82 83 84 85 88 92 70 71 74 74 75 79 80

B. Asuhan kebidanan pada persalinan normal.......................................... 105 C. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................. 123 D. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.................................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 151

........ 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY........................ Kesimpulan......E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI ..........................BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A..................... Saran.. 153 B.............................................................................................................

NIM : 0290106A08063 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful