PENGEMBANGAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU, SOSIAL, SUSILA DAN RELIGIUS

Sunday, 27 June 2010 14:25 administrator
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi. Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan. Manusia selalu ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan sesuatu yang sempurna tersebut adalah Tuhan. Hal itu merupakan fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhannya. Oleh karena fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk beribadah kepada Tuhan pun diperlukan suatu ilmu. Ilmu tersebut diperoleh melalui pendidikan. Dengan pendidikan, manusia dapat mengenal siapa Tuhannya. Dengan pendidikan pula manusia dapat mengerti bagaimana cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia dapat mengembangkan pola pikirnya untuk dapat mempelajari tsaudara-tsaudara kebesaran Tuhan baik yang tersirat ataupu dengan jelas tersurat dalam lingkungan sehari-hari. Maka dari keseluruhan perkembangan itu menjadi lengkap dan utuh dalam setiap sisinya, baik dari sisi individu, sosial, susila, maupun religius. Keutuhan dari setiap sisi tersebut dapat menjadikan manusia menjadi makhluk yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain. Manusia sebagai makhluk Tuhan adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial, susila, dan religius. Sifat kodrati manusia sebagai makhluk pribadi, sosial, susila, dan religii harus dikembangkan secara seimbang, selaras, dan serasi. Perlu disadari bahwa manusia hanya mempunyai arti dalam kaitannya dengan manusia lain dalam masyarakat. Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation. Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri. Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri. Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih saying, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.

Pendidikan dapat menjadikan manusia seutuhnya. Manusia Sebagai Makhluk Individu Individu berasal dari kata in dan devided. manusia dapat mengerti dan memahami makna hidup dan penerapannya. Menusia akan lebih menghargai nilai-nilai moral yang akan membawa mereka menjadi lebih baik. Dengan pendidikan.Kehidupan manusia yang tidak dapat lepas dari orang lain.) http://www. sedangkan devided artinya terbagi. Hal ini tidak kita pungkiri karena manusia saling membutuhkan dan memerlukan orang lain untuk dapat hidup. Karena itu manusia diciptakan berpasangan dan berbeda2 untuk saling melengkapi dan menolong. (KADNet Research Dept.php? option=com_content&view=article&id=1987:pengembangan-manusia-sebagaimakhluk-individu-sosial-susila-dan-religius&catid=51:supplement&Itemid=65 Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial 1.info/web/index. Jadi . membuat orang harus memiliki aturan-aturan norma. Karena manusia diciptakan tidak untuk hidup sendiri namun diciptakan untuk hidup bersama dengan orang lain. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial artinya manusia bukanlah makhluk tunggal . Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak.kadnet. Aturan-aturantersebut dibuat untuk menjadikan manusia menjadi lebih beradab.

Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. atau ada unsur raga dan jiwanya. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. dan kelompok sosial yang lebih besar. dibawa individu sejak lahir. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. unsur fisik dan psikis. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya.individu artinya tidak terbagi. Menurut Nursid Sumaatmadja (2000). Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. dengan teman. Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. . Dari sekian banyak manusia. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. tidak ada manusia yang persis sama. atau ada unsur fisik dan psikisnya. Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. ia merupakan faktor keturunan. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Lingkungan sosial. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang. atau satu kesatuan. unsur raga dan jiwa.

manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. B. Tanpa bantuan manusia lainnya. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk. norma sosial. Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Manusia tunduk pada aturan. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain. bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain d. Dengan bantuan orang lain. karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. bisa berkomunikasi atau bicara. c.2. dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dapat disimpulkan. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Interaksi Sosial dan Sosialisasi 1. Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial. karrena beberapa alasan. kelompok sosial. . Seperti kita ketahui. manusia bisa menggunakan tangan. manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. yaitu: a. dan masyarakat. b.

Gilin and Gilin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain. b. melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut a. keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi. saling berbicara. terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi. yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. baik secara lahiriah maupun batiniah. dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru. persaingan (competition). Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial. dan akulturasi. berjabat tangan.Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu. atau bahkan mungkin berkelahi. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). . Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. d. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. dan pertentangan (conflict). Proses Asosiatif. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain. yaitu: a. c. asimilasi. Menurut mereka ada dua macam pross sosial yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi sosial. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. lalu diterima oleh orang lain di luarnya.

hampir menyerupai arbiration diundang pihak ke tiga yang retial dalam persoalan yang ada. di mana pihak yang terlibat masingmasing mengurangi tuntutannya. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. sebagai salah satu carta untuk menghindari bersangkutan  Coalition.  Compromise. agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. di antaranya:  Coertion. terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang . suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih. Kerja sama (cooperation) Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya.  Arbiration. yaitu:  Bargainng.b.  Conciliation. yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah: ) Bentuk Interaksi Asosiatif a. mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikain. suatu bentuk akomodasi. kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempynyai tujuan yang sama.  Cooperation. Akomodasi (accomodation) Adapun bentuk-bentuk akomodasi. Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama ada tiga bentuk kerja sama. Proses Disosiatif. b. suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri  Meditation. bagi tercapainya suatu tujuan bersama.

bentuk interaksi tidak suka yang yang berbeda antara persaingan dan dan pertentangan. c. Sosialisasi Peter Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger. Kontraversi (contaversion) Kontraversi seseorang. Dalkam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind. pertentangan rasional. and Society (1972). 1978:116). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui . Persaingan (competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan kekerasan. Pertentangan (conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk khusus. Stelemate. pertentangan kelas sosial.  Adjudication¸ yaitu perselisihan atau perkara di pengadilan. Self. antara lain: pertentangan pribadi. berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan. dan pertentanfan politik. merupakan suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang. b. akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Salah satu teori peranan dikaitkan sosialisasi ialah teori George Herbert Mead. ) Bentuk Interaksi Disosiatif a. Kontaversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri perasaan disembunyikannya kebencian terhadap kepribadian orang.

Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168-208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga. seseorang dianggap telah mampu mengambil peran-peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalalui interaksinya dengan orang lain. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenaoi pandangan orang lain terhadapnya. play stage. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak. Pola-pola Sosialisasi . Menurut Mead pada tahap pertama. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya. dan sistem pendidikan.interaksi dengan anggota masyarakat lain. 4. seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilain oreang lain terhadap penampilannya. tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage. Pada tahap ketiga sosialisasi. Bentuk-bentuk Sosialisasi Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. pendidikan sepanjang hidup. Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. kelompok bermain. b. dan tahap generalized other. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi. game sytage. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. media massa. Bentuk dan Pola Sosialisasi a. atau pendidikan berkesinambungan.

sikap.Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi. Masyarakat Setempat (community) Masyarakat setempat menunjukan pada bagianmasyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya. sudah terbentuk dengan lama. berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. . sedikit banyak bersifat kekal. sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri. dan perilaku yang dimiliki bersama. Lain dengan pandangan orang kota. Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang. pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan. Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda. yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok. dan memiliki kebudayaan. mereka melihat selain kebutuhan pokok. a. b. Sementara itu. berlandaskan tujuan bersama. heterogen. memiliki kepercayaan. Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. mereka melihat selain kebutuhan pokok. bahasa dan budaya yang berbeda. ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama. dan bahkan tidak dapat dipersamakan. c. Masyarakat Multikultural Perlu diketahui. ras. keragaman. dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya. Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Soerjono Soekamto. Di desa. yaitu pluralitas. dan multikultural. adanya kesinambungan dan pertahanan diri. Dan pola partisipatori yabg merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi. Masyarakat dan Komunitas Masyarakat perhatian dan itu merupakan kelompok serta atau telah kolektifitas melakukan manusia jalinan yang secara melakuakn antar hubungan. masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda. fungsi-fungsi yang lain diabaikan. yaitu pola represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. C.

bahasa ataupun agama. apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan.com/2009/01/manusia-sebagai-makhluk-individudan. yaitu: kegagalan kepemimpinan. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. d. dan menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. Bermasyarakat. krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama. krisis sosial. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. Jadi.blogspot. dan intervensi asing. dapat disimpulkan adanya lima faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. etnik. Pengaruh Multikultural Terhadap Kehidupan Beragama. oleh sebab itu kita harus bersikap terbuka melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada.html • • • • Home About KULIAH Top of Form Search Bottom of Form . Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antar budaya. multikulturalisme meberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik. gender.konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. meenjunjung tinggi nilainilai kesopanan. alat pengikta persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. krisis politik. Bernegara dan Kehidupan Global Problematika yang muncul dari keragaman yaitu munculnya berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. yang mempengaruhi dinamika kehidupan bangsa sebagai kelompok sosial. http://apadefinisinya.

Para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia. kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun • • Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi • • • • . 2010 by yogieadiputra Manusia Sebagai Makhluk Individu Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Masa vital yaitu dari usia 0. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi. melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan: • Pendirian Nativistik. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali. maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Pertumbuhan Individu Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin.0 sampai kira-kira 2 tahun. bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun Masa sosial.Yogieadiputra's Blog Feeds: Posts Comments « Searching file what you want with Google trick Studi Kasus Peranan Pemuda Dalam Sosialisasi Bermasyarakat » Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial October 30.

ibu. untuk membedakannya dengan keluarga inti atau konsanguin. Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif. bapak dan ibu.Keluarga Dan Fungsinya Didalam Kehidupan Manusia Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. berdasakan adapt viriolokal. terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga inti dari anak-anak lelaki Keluarga luas uxorilokal. Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu. mengungkapkan istilah keluarga konjugal. Kelompok inilah yang melahrikan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Keluarga luas utrolokal. Keluarga konjugal sering juga disebut keluarga inti atau keluarga batih. terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keuarga batih/inti anak-anak perempuan • Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya: • • • Emilie Durkheim dalam karyanya “Introduction a la sosiologi de la familie”. dan anak-anak. Macam-macam fungsi keluarga adalah • • • • • Fungsi biologis Fungsi Pemeliharaan Fungsi Ekonomi Fungsi Keagamaan Fungsi Sosial Masyarakat Suatu Unsur Dari Kehidupan Manusia Dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius. darah atau adopsi. yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Keluarga konjugal adalah keluarga dalam perkawinan monogami. terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak laki-laki maupun anak perempuan Keluarga luas viriolokal. berpartisipasi”. yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu “Syaraka” yang berarti “ ikut serta. yang memainkan peran suami dan istri. berdasarkan adapt uxorilokal. Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi : . Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana di dunia ini. anak laki-laki dan anak perempuan Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas. Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk suatu rumah tangga (household). Peter L Berger. dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Sebagai gejala yang universal. berdasarkan adapt utrolokal. seorang ahlisosiologi mendefinisikan masyarakat : “masyarakat merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya.”. Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi. keluarga mempunyai 4 konsep keluarga : • • • Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan. terdiri dari ayah.

bersusila. Lazarus. Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri. mahluk sosial. Dan Spesialisasi . seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaankebiasaan hidupnya. dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan.• • Masyarakat sederhana Masyarakat Maju. dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah lakutingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat Internalisasi. bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. dapat dibedakan: 1. maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut : • • • • • Masa bayi : 0 – 1 tahun Masa anak : 1 – 12 tahun Masa Puber : 12 – 15 tahun Masa Pemuda : 15 – 21 tahun Masa dewasa : 21 tahun keatas Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri. menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Dengan demikian. Dalam lingkungan masyarakat maju. tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Masyarakat Industri Pemuda Indonesia Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda. Sosialisasi Pemuda Melalui proses sosialisasi.S. Thomas Ford Hoult. dengan perincian sebagia berikut : • • • Golongan anak : 0 – 12 tahun Golongan remaja : 13 – 18 tahun Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu : • • • Siswa. proses sosialisasi adalah proses akomodasi. Masyarakat non industri 2. Belajar. usia antara 6 – 18 tahun. dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma. Artinya beretika. dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Ditinjau dari kelompok umur. akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Menurut R. masih duduk di bangku sekolah Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas. hidup bersama-sama. remaja dan dewasa. kepribadian.

Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu.wordpress. yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu.com/2010/10/30/manusia-sebagai-makhlukindividu-dan-sosial/ .Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan http://yogieadiputra. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful