UUD SEMENTARA 1950

MUKADDIMAH Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjoangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia , yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan berkat dan rahmat Tuhan tercapailah tingkatan sejarah yang berbahagia dan luhur. Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara yang berbentuk republik-kesatuan, berdasarkan pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian dan kemerdekaan dalam masyarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna. BAB I. NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BAGIAN I. Bentuk Negara dan kedaulatan. Pasal 1. 1.Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat ialah suatu Negara-Hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan. 2.Kedaulatan Republik Indonesia adalah ditangan Rakyat dan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat. BAGIAN II. Daerah Negara. Pasal 2 . Republik Indonesia meliputi seluruh daerah Indonesia. BAGIAN III. Lambang dan bahasa Negara. Pasal 3. 1.Bendera kebangsaan Republik Indonesia ialah bendera Sang Merah Putih. 2.Lagu kebangsaan ialah lagu "Indonesia Raya". 3. Meterai dan lambang Negara ditetapkan oleh Pemerintah. Pasal 4. Bahasa resmi Negara Republik Indonesia ialah Bahasa Indonesia. BAGIAN IV Kewarga-negaraan dan penduduk Negara. Pasal 5. 1.Kewarga-negaraan Republik Indonesia diatur oleh Undang-undang. 2.Pewarga-negaraan (naturalisasi) dilakukan oleh atau dengan kuasa undang-undang. Undang-undang mengatur akibat-akibat kewarga-negaraan terhadap isteri orang yang telah diwarga-negarakan dan anak-anaknya yang belum dewasa.

Pasal 6. Penduduk negara ialah mereka yang diam di Indonesia menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. BAGIAN V. Hak-hak dan kebebasan-kebebasan dasar manusia. Pasal 7. 1.Setiap orang diakui sebagai manusia pribadi terhadap undang-undang. 2.Sekalian orang berhak menuntut perlakukan dan perlindungan yang sama oleh undangundang. 3.Sekalian orang berhak menuntut perlindungan yang sama terhadap tiap-tiap pembelakangan dan terhadap tiap-tiap penghasutan untuk melakukan pembelakangan demikian. 4.Setiap orang berhak mendapat bantuan-hukum yang sungguh dari hakim-hakim yang ditentukan untuk itu, melawan perbuatan perbuatan yang berlawanan dengan hak-hak dasar yang diperkenankan kepadanya menurut hukum. Pasal 8. Sekalian orang yang ada didaerah Negara sama berhak menuntut perlindungan untuk diri dan harta-bendanya. *140 Pasal 9. 1.Setiap orang berhak dengan bebas bergerak dan tinggal dalam perbatasan Negara. 2.Setiap orang berhak meninggalkan negeri dan-jika ia warga negara atau penduduk - kembali kesitu. Pasal 10. Tiada seorangpun boleh diperbudak, diperulur atau diperhamba. Perbudakan, perdagangan budak dan perhambaan dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya kepada itu, dilarang. Pasal 11. Tiada seorang juapun akan disiksa ataupun diperlakukan atau dihukum secara ganas, tidak mengenal peri-kemanusiaan atau menghina. Pasal 12. Tiada seorang juapun boleh ditangkap atau ditahan, selain atas perintah untuk itu oleh kekuasaan yang sah menurut aturan-aturan undang-undang dalam hal-hal dan menurut cara yang diterangkan dalamnya. Pasal 13. 1.Setiap orang berhak, dalam persamaan yang sepenuhnya mendapat perlakuan jujur dalam perkaranya oleh hakim yang tak memihak, dalam hal menetapkan hak-hak dan kewajibankewajibannya dan dalam hal menetapkan apakah suatu tuntutan hukuman yang dimajukan terhadapnya beralasan atau tidak. 2.Bertentangan dengan kemauannya tiada seorang jua-pun dapat dipisahkan dari pada hakim, yang diberikan kepadanya oleh aturan-aturan hukum yang berlaku. Pasal 14. 1.Setiap orang yang dituntut karena disangka melakukan sesuatu peristiwa pidana berhak dianggap tak bersalah, sampai dibuktikan kesalahannya dalam suatu sidang pengadilan,

Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Setiap orang berhak atas kebebasan agama. Pasal 22.Tempat kediaman siapapun tidak boleh diganggu-gugat. 2. 3.Tiada suatu pelanggaran atau kejahatanpun boleh diancamkan hukuman berupa rampasan semua barang kepunyaan yang bersalah. Kemerdekaan dan rahasia dalam perhubungan surat-menyurat tidak boleh diganggu-gugat. 2. selainnya dari atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang telah disahkan untuk itu menurut peraturan-peraturan undang-undang dalam hal-hal yang diterangkan dalam peraturan itu. maka dipakailah ketentuan yang lebih baik sitersangka. .menurut aturan-aturan hukum yang berlaku.Apabila ada perubahan dalam aturan hukum seperti tersebut dalam ayat di atas. Orang asing boleh diangkat dalam jabatan-jabatan pemerintah menurut aturan-aturan yang ditetapkan oleh undang-undang.Sekalian orang baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama berhak memajukan permohonan kepada penguasa. Pasal 23.Setiap warga-negara berhak turut-serta dalam pemerintahan dengan langsung atau dengan perantaraan wakil-wakil yang dipilih dengan bebas menurut cara yang ditentukan oleh *142 undang-undang. 2.Tiada seorang diucapkan boleh dituntut untuk dihukum atau dijatuhi hukuman. Hak penduduk atas kebebasan berkumpul dan berapat diakui dan diatur dengan undangundang. 1. Hak berdemonstrasi dan mogok diakui dan diatur dengan undang-undang. Pasal 20. 2. Pasal 19. dan ia dalam sidang itu diberikan segala jaminan yang telah ditentukan dan yang perlu untuk pembelaan. Pasal 17. keinsyafan batin dan pikiran. hanya dibolehkan dalam hal-hal yang ditetapkan dalam suatu aturan hukum yang berlaku baginya.Sekalian orang baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama berhak dengan bebas memajukan pengaduan kepada penguasa. baik dengan lisan ataupun dengan tulisan. Pasal 18. 2. 1.Setiap warga-negara dapat diangkat dalam tiap-tiap jabatan pemerintah. *141 Pasal 15. Pasal 16. Pasal 21. 1. kecuali karena suatu aturan hukum yang sudah ada dan berlaku terhadapnya.Menginjak suatu pekarangan tempat kediaman atau memasuki suatu rumah bertentangan dengan kehendak orang yang mendiaminya. 1.Tidak suatu hukumanpun mengakibatkan kematian perdata atau kehilangan segala hak-hak kewargaan.

adalah bebas. 2.Pasal 24. dengan tidak mengurangi pengawasan penguasa yang dilakukan terhadap itu menurut peraturan undang-undang. yang layak bagi kemanusiaan. oleh kekuasaan umum. Setiap warga-negara berhak dan berkewajiban turut-serta dengan sungguh dalam pertahanan Negara. dan mencari dan mempunyai harta untuk maksudmaksud itu. 1. Pasal 28. berhak atas pengupahan yang sama dan atas perjanjian-perjanjian pekerjaan yang sama baiknya. mendirikan organisasi-organisasi untuk itu. kecuali jika ditentukan yang sebaliknya oleh aturan-aturan itu. Kebebasan melakukan pekerjaan sosial dan amal. baik untuk selama-lamanya maupun untuk beberapa lama.Perbedaan dalam kebutuhan masyarakat dan kebutuhan hukum golongan rakyat akan diperhatikan. 1. Pasal 30.Apabila sesuatu benda harus dibinasakan untuk kepentingan umum. dan juga untuk pengajaran partikelir. 2. harus dirusakkan sampai tak terpakai lagi.Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan dan berhak pula atas syarat-syarat perburuhan yang adil. 2. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. 1. 2. .Seorangpun tidak boleh dirampas miliknya dengan semena-mena.Tiap-tiap warga-negara berhak mendapat pengajaran. berhak atas pekerjaan.Hak milik itu adalah suatu fungsi sosial. kecuali dengan mengganti kerugian dan menurut aturan-aturan undang-undang. sepadan dengan martabat manusia. 3.Pencabutan hak milik untuk kepentingan umum atas sesuatu benda atau hak tidak dibolehkan. 3.Penguasa tidak akan mengikatkan keuntungan atau kerugian kepada termasuknya warganegara dalam sesuatu golongan rakyat.Memilih pengajaran yang akan diikuti.Setiap warga-negara. diakui. berhak atas pengupahan adil Yang menjamin kehidupannya bersama dengan keluarganya.Mengajar adalah bebas. Pasal 31. *143 Setiap orang berhak mendirikan serikat-sekerja dan masuk ke dalamnya untuk memperlindungi dan memperjuangkan kepentingannya. 1. Pasal 26. dengan tidak mengurangi pengawasan penguasa yang dilakukan terhadap itu menurut peraturan undang-undang. sesuai dengan kecakapannya.Setiap orang yang melakukan pekerjaan. 3. 2. Pasal 25. 4. 1. Pasal 27.Setiap orang berhak mempunyai milik. Pasal 29.Setiap orang yang melakukan pekerjaan yang sama dalam hal-hal yang sama. maka hal itu dilakukan dengan mengganti kerugian dan menurut aturan-aturan undang-undang. ataupun.

1.Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. kemauan itu dinyatakan dalam pemilihan berkala yang jujur dan yang dilakukan menurut hak-pilih yang bersifat umum dan berkesamaan. pencegahan dan pemberantasan pengangguran serta penyelenggaraan persediaan untuk hari-tua dan pemeliharan janda-janda dan anak.Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. golongan atau orang dapat memetik hak dari padanya untuk mengusahakan sesuatu apa atau melakukan perbuatan berupa apapun yang bermaksud menghapuskan sesuatu hak atau kebebasan yang diterangkan dalamnya. Kemauan Rakyat adalah dasar kekuasaan penguasa.Penguasa terus-menerus menyelenggarakan usaha untuk meninggikan kemakmuran rakyat dan berkewajiban senantiasa menjamin bagi setiap orang derajat hidup yang sesuai dengan martabat manusia untuk dirinya serta keluarganya. teristimewa pemastian dan penjanjian syarat-syarat perburuhan dan keadaan-keadaan perburuhan yang baik.Penguasa mencegah adanya organisasi-organisasi yang bersifat monopoli partikelir yang merugikan ekonomi nasional menurut peraturan-peraturan yang ditetapkan dengan undangundang. BAGIAN VI. sehingga sesuatu penguasa. Asas-asas dasar. Pasal 34. 3. bakat dan kecakapan masing-masing untuk turut-serta dalam perkembangan sumber-sumber kemakmuran negeri. *144 Pasal 36. 3. Pasal 37.yatim-piatu. dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil untuk ketenteraman. kesusilaan dan kesejahteraan dalam suatu masyarakat yang demokratis.Pasal 32. Melakukan hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang diterangkan dalam bagian ini hanya dapat dibatasi dengan peraturan-peraturan undang-undang semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan yang tak boleh tiada terhadap hak-hak serta kebebasan-kebebasan orang lain. 1. maka kepada sekalian orang diberikan kesempatan menurut sifat. Penguasa memajukan kepastian dan jaminan sosial. 2.Dengan tidak mengurangi pembatasan yang ditentukan untuk kepentingan umum dengan paraturan-peraturan undang-undang. Pasal 35.Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. serta dengan pemungutan suara yang rahasia ataupun menurut cara yang juga menjamin kebebasan mengeluarkan suara. dan kepada penguasa-penguasa. Pasal 38. Tiada suatu ketentuanpun dalam bagian ini boleh ditafsirkan dengan pengertian. . Pasal 33. Setiap orang yang ada di daerah Negara harus patuh kepada undang-undang termasuk aturanaturan hukum yang tak tertulis.

ALAT-ALAT PERLENGKAPAN NEGARA BAGIAN I. sama haknya dengan hak murid-murid sekolah umum. 5. Pemerintah. maka penguasa berusaha melaksanakan dengan lekas kewajiban belajar yang umum. Penguasa melindungi kebebasan mengusahakan kebudayaan serta kesenian dan ilmu pengetahuan. kesabaran dan penghormatan yang sama terhadap keyakinan agama setiap orang dengan memberikan kesempatan dalam jam pelajaran untuk mengajarkan pelajaran agama sesuai dengan keinginan orang-tua murid-murid. 3.Murid-murid sekolah partikelir yang memenuhi syarat-syarat kebaikan-kebaikan menurut undang-undang bagi pengajaran umum. Pasal 44 Alat-alat perlengkapan Negara ialah : a. 4. Pasal 43.Fakir-miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. . mempererat persatuan Indonesia.Negara berdasar atas Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Penguasa senantiasa berusaha dengan sungguh-sungguh memajukan kebersihan umum dan kesehatan rakyat. b.Pasal 39 1.Menteri-menteri. Pasal 40. 1. Dengan menjunjung asas ini maka penguasa memajukan sekuat tenaganya perkembangan kebangsaan dalam kebudayaan serta kesenian dan ilmu pengetahuan. 2. 2.Presiden dan wakil Presiden.Penguasa mengawasi supaya segala persekutuan dan perkumpulan agama patuh-taat kepada undang-undang termasuk aturan-aturan hukum yang tak tertulis. 1. membangun dan memperdalam perasaan peri-kemanusiaan. Pasal 42.Penguasa memberi perlindungan yang sama kepada segala perkumpulan dan persekutuan agama yang diakui.Penguasa teristimewa berusaha selekas-lekasnya menghapuskan buta-huruf *145 3.Penguasa memenuhi kebutuhan akan pengajaran umum yang diberikan atas dasar memperdalam keinsyafan kebangsaan. Ketentuan umum.Keluarga berhak atas perlindungan oleh masyarakat dan Negara. Pemberian sokongan berupa apapun oleh penguasa kepada penjabat-penjabat agama dan persekutuan-persekutuan atau perkumpulan-perkumpulan agama dilakukan atas dasar sama hak. BAB II.Terhadap pengajaran rendah.Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pasal 41. 4. 2.Penguasa wajib memajukan perkembangan rakyat baik rohani maupun jasmani.

2.Presiden dan Wakil-Presiden harus warga-negara Indonesia yang telah berusia 30 tahun dan tidak boleh orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih. Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar dan lagi bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia. Pasal 48 Jika Presiden mangkat.Dewan Perwakilan Rakyat. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya dengan sekuat tenaga akan memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan melindungi dan mempertahankan kebebasankebebasan dan hak-hak umum dan khusus sekalian penghuni Negara.Mahkamah Agung.c. untuk dipilih menjadi Presiden (WakilPresiden) Republik Indonesia. d.Dewan Pengawas Keuangan. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga.jabatan. Pasal 46. sebagai sepantasnya bagi Kepala Negara (Wakil Kepala Negara yang baik).Untuk pertama kali Wakil-Presiden diangkat oleh Presiden dari anjuran yang dimajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 45. langsung ataupun tak langsung. 3. *147 Pasal 49. langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian. sebagai berikut "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya. Pasal 47 Presiden dan Wakil-Presiden sebelum memangku. *146 1.Pemerintah berkedudukan di Jakarta. . e. 4. ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya. 5. dengan nama atau dengan dalih apapun. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) menurut cara agamanya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat.Presiden dan Wakil-Presiden berkedudukan di tempat kedudukan Pemerintah. bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya dengan setia akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Kepala Negara (Wakil Kepala Negara) Republik Indonesia.Presiden ialah Kepala Negara. 2. tiada sekali-kali akan menerima dari siapapun juga. 1.Presiden dan Wakil-Presiden dipilih menurut aturan yang ditetapkan dengan undangundang. kecuali jika dalam hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain.Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu seorang Wakil-Presiden. berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya.

bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia.Pengangkatan atau penghentian antara-waktu Menteri-menteri begitu pula penghentian Kabinet dilakukan dengan Keputusan Presiden. Presiden menetapkan siapa-siapa dari Menterimenteri itu diwajibkan memimpin Kementerian masing. untuk melakukan atau *148 tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini.rugi yang lain-lain.Sesuai dengan anjuran pembentuk itu juga. 4. untuk diangkat menjadi Menteri. Pasal 52. sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya.Sesuai dengan anjuran pembentuk Kabinet itu. diatur dengan Undang-undang. . Pasal 54. 1. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. 3. tiada sekali-kali menerima dari siapapun juga.masing. bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Menteri". langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian.Keputusan-keputusan Presiden yang memuat pengangkatan yang diterangkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini ditanda-tangani serta oleh pembentuk Kabinet. 1.Yang dapat diangkat menjadi Menteri ialah warga-negara Indonesia yang telah berusia 25 tahun dan yang bukan orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hakpilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih. Sebelum memangku jabatannya. ganti. begitu pula ganti rugi untuk biaya perjalanan dan biaya penginapan dan. bahwa saya dengan sekuat tenaga akan mengusahakan kesejahteraan Republik Indonesia. Menteri-menteri bersidang dalam Dewan Menteri yang diketuai oleh Perdana Menteri atau dalam hal Perdana Menteri berhalangan.Untuk merundingkan bersama-sama kepentingan-kepentingan umum Republik Indonesia. Presiden boleh mengangkat Menteri-menteri yang tidak memangku sesuatu Kementerian. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. Pasal 51.Presiden menunjuk seorang atau beberapa orang pembentuk Kabinet. 2. Pasal 53. Presiden mengangkat seorang dari padanya menjadi Perdana Menteri dan mengangkat Menteri-menteri yang lain. Pasal 50. Masing-masing Menteri berkewajiban demikian juga berhubung dengan urusan-urusan yang khusus masuk tugasnya.Dewan Menteri senantiasa memberitahukan segala urusan yang penting kepada Presiden dan Wakil-Presiden. 2. 5. Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar. Presiden membentuk Kementerian-kementerian. langsung ataupun tak langsung dengan nama atau dalih apapun. jika ada. oleh salah seorang Menteri yang ditunjuk oleh Dewan Menteri. gaji Wakil-Presiden dan gaji Menteri-menteri. Gaji Presiden. Menteri-menteri mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden menurut cara agamanya.

alam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang haknya untuk dipilih telah dicabut. Pasal 57. Pasal 58. Mereka meletakkan jabatannya bersama-sama dan sesudahnya dapat dipilih kembali. 2. Wakil-Presiden dan Menteri tidak boleh dipangku bersama-sama dengan menjalankan jabatan umum apapun di dalam dan di luar Republik Indonesia.Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat dirangkap dengan jabatan Presiden.kurangnya 9. .Yang ditetapkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini tetap berlaku atas mereka selama tiga tahun sesudah mereka meletakkan jabatannya.Golongan-golongan kecil Tionghoa. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih dalam suatu pemilihan umum oleh warga-negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat dan menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang.Pasal 55. langsung atau tak langsung turut-serta dalam ataupun menjadi penanggung untuk sesuatu badan perusahaan yang berdasarkan perjanjian untuk memperoleh laba atau untung yang diadakan dengan Republik Indonesia atau dengan sesuatu daerah otonom dari Indonesia. Presiden Bank-Sirkulasi dan jabatanjabatan lain yang ditentukan dengan Undang-undang. 1. 2. Yang boleh menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ialah warga-negara yang telah berusia 25 tahun dan bukan orang yang tidak diperkenankan serta d. 1. Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersebut dalam Pasal 56 ditambah dalam hal itu jika perlu dengan jumlah pengangkatanpengangkatan itu. 6 dan 3 Anggota. Ketua. BAGIAN II.Jika jumlah-jumlah itu tidak tercapai dengan pemilihan menurut Undang-undang termaksud dalam Pasal 57. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih untuk masa empat tahun. Ketua.Presiden.000 jiwa penduduk warganegara Indonesia mempunyai seorang wakil. Wakil Ketua atau Anggota Mahkamah Agung. maka Pemerintah Republik Indonesia mengangkat wakil-wakil tambahan bagi golongan-golongan kecil itu. Pasal 60. 3. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat kedua Pasal 58. Eropah dan Arab akan mempunyai wakil dalam Dewan Perwakilan Rakyat dengan berturut-turut sekurang. Pasal 59. Wakil-Presiden dan Menteri-menteri tidak boleh. Jaksa Agung. *149 1. Wakil-Presiden. 4. Pasal 56 Dewan Perwakilan Rakyat mewakili seluruh Rakyat Indonesia dan terdiri sejumlah Anggota yang besarnya ditetapkan berdasar atas perhitungan setiap 300.Jabatan Presiden.Mereka tidak boleh mempunyai piutang atas tanggungan Republik Indonesia. Wakil-Ketua atau Anggota Dewan Pengawas Keuangan. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. kecuali suratsurat-utang umum. Pasal 61.

Anggota Angkatan Perang dalam dinas aktif yang menerima keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat. apabila dan tiap-tiap kali mereka mengingininya. untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. untuk dipilih (diangkat) menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. dengan sendirinya menjadi non-aktif selama keanggotaan itu. bahwa saya senantiasa akan membantu memelihara Undangundang Dasar dan segala peraturan yang lain berlaku bagi Republik Indonesia. Saya bersumpah (berjanji). Pasal 63. bahwa saya akan berusaha dengan sekuat tenaga memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa". Pasal 62. langsung atau tak langsung. dari siapapun juga sesuatu janji atau pemberian. Pemilihan-pemilihan ini membutuhkan pengesahan Presiden. 1. Setelah berhenti menjadi Anggota. Pasal 65. Pasal 66.Sesudah pintu ditutup.Dewan Perwakilan Rakyat memilih dari antaranya seorang Ketua dan seorang atau beberapa orang Wakil-Ketua. 2. Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Ketua memberi kesempatan berbicara kepada Menteri-menteri.Dewan Perwakilan Rakyat bersidang. rapat memutuskan apakah permusyawaratan dilakukan dengan pintu tertutup. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga.Rapat-rapat Dewan Perwakilan Rakyat terbuka untuk umum. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat setiap waktu boleh meletakkan jabatannya. dengan nama atau dalih apapun. Pasal 67. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden atau Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasakan untuk itu oleh Presiden.2. apabila Pemerintah menyatakan kehendaknya tentang itu atau apabila Ketua atau sekurang-kurangnya sepersepuluh dari jumlah Anggauta Dewan Perwakilan Rakyat menganggap hal itu perlu. 2. kecuali jika Ketua menimbang perlu pintu ditutup ataupun sekurang-kurangnya sepuluh Anggota menuntut hal itu. Pasal 64. tiada sekali-kali akan menerima. 2. .Ketua memanggil rapat Dewan Perwakilan Rakyat. rapat diketuai untuk sementara oleh Anggota yang tertua umurnya. 1. ia kembali dalam dinas-aktif lagi. menurut cara agamanya sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya.Selama pemilihan Ketua dan Wakil-Ketua belum disahkan oleh Presiden. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. 3.Seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang merangkap menjadi Menteri tidak boleh mempergunakan hak atau melakukan kewajibannya sebagai Anggota badan tersebut selama ia memangku jabatan Menteri. 3. *150 Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebelum memangku jabatannya. langsung ataupun tak langsung. Mereka memberitahukan hal itu dengan surat kepada Ketua.Tentang hal-hal yang dibicarakan dalam rapat tertutup dapat juga diputuskan dengan pintu tertutup. 1.

1.Menteri-menteri memberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 3. 1. maka segala keputusan diambil dengan jumlah terbanyak mutlak suara yang dikeluarkan. kecuali jika Majelis ini memutuskan lain.Sekedar dalam Undang-undang Dasar ini tidak ditetapkan lain. jika tidak hadir lebih dari seperdua jumlah anggota-sidang. Gaji Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Apabila suara-suara sama berat lagi.Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengeluarkan suaranya sebagai orang yang bebas.Apabila. atau dalam hal lain.Pasal 68.Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi dan hak menanya. 2. menurut perasaan kehormatan dan keinsyafan batinnya. suara-suara sama berat. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang.Mereka tidak mengeluarkan suara tentang hal yang mengenai dirinya sendiri.Sekalian orang yang menghadiri rapat Dewan Perwakilan Rakyat yang tertutup. wajib merahasiakan yang dibicarakan dalam rapat itu. Pasal 72. tidak atas perintah atau dengan kewajiban berembuk dahulu dengan mereka yang menunjuknya sebagai Anggota. 1. pada waktu mengambil keputusan. . segala penerangan yang dikehendaki menurut ayat yang lalu dan yang pemberiannya dianggap tidak berlawanan dengan kepentingan umum Republik Indonesia. kecuali jika mereka dengan itu mengumumkan apa yang dikatakan atau yang dikemukakan dalam rapat tertutup dengan syarat supaya dirahasiakan. *151 Pasal 69. Menteri-menteri dan pegawai-pegawai yang mendapat tahu dengan cara bagaimanapun tentang yang dibicarakan itu. usul itu dianggap ditolak. 2. Pasal 70 Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak menyelidiki (enquete). ataupun jika kewajiban merahasiakan itu dihapuskan. Pasal 71 Ketua dan Anggauta-anggauta Dewan Perwakilan Rakyat begitu pula Menteri-menteri tidak dapat dituntut di muka pengadilan karena yang dikatakannya dalam rapat atau yang dikemukakannya dengan surat kepada Majelis itu. 1.Dewan Perwakilan Rakyat tidak boleh bermusyawarat atau mengambil keputusan.Hal itu berlaku juga terhadap Anggota-anggota. begitu pula biaya perjalanan dan penginapan yang harus didapatnya. Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan rapat-rapatnya di Jakarta kecuali jika dalam hal-hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain. baik dengan lisan maupun dengan tertulis. diatur dengan Undang-undang. Pasal 73. 2. tunjangan-tunjangan yang akan diberikan kepada Anggota-anggota dan mungkin juga kepada Ketua. *152 2. Pasal 74. mengambil keputusan ditangguhkan sampai rapat yang berikut. maka usul itu dianggap ditolak. dalam hal rapat itu lengkap anggotanya. Anggota-anggota mempunyai hak menanya. Pasal 75.

Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pengawas Keuangan diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. 1. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat.Undang-undang dapat menetapkan. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup. Pasal 79. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat-ayat yang berikut. Wakil-Ketua dan Anggotaanggota Senat. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pertimbangan Agung.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan oleh Undang-undang. DEWAN PENGAWAS KEUANGAN. 2. Pasal 81. Ketua. MAHKAMAH AGUNG. Dewan Perwakilan Rakyat terdiri dari Ketua.Ketua. bahwa Ketua.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. Pasal 80. Ketua.Ketua. Pasal 76. apabila mencapai usia yang tertentu. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diangkat menurut aturanaturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diberhentikan. BAGIAN III. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat-ayat yang berikut. Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Pasal 138. 3. 4. apabila mencapai usia yang tertentu.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. 4. 1. maka keputusan diambil dengan undian.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan dengan Undang-undang.Pemungutan suara tentang orang dilakukan dengan rahasia dan tertulis. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota diberhentikan. *153 BAGIAN IV.4. Apabila suara-suara sama berat. 2. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup.Undang-undang dapat menetapkan. Pasal 78. maka untuk pertama kali selama Dewan Perwakilan Rakyat belum tersusun dengan pemilihan menurut Undang-undang. . Pasal 77. bahwa Ketua. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Badan Pekerja Komite Nasional Pusat dan Ketua. 3. Dewan Perwakilan Rakyat selekas mungkin menetapkan peraturan ketertibannya. Susunan dan kekuasaan Dewan Pengawas Keuangan diatur dengan Undang-undang. Susunan dan kekuasaan Mahkamah Agung diatur dengan Undang-undang.

Pemerintah menyelenggarakan kesejahteraan Indonesia dan teristimewa berusaha supaya Undang-undang Dasar. sesuai dengan ketentuan-ketentuan bagian ini.undangan. Pasal 83 1. Pasal 90. Pasal 82. Pasal 88. maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri. Pasal 87. Keputusan Presiden yang menyatakan pembubaran itu. kecuali yang ditetapkan dalam Pasal 45 ayat keempat dan Pasal 51 ayat keempat. memerintahkan pula untuk mengadakan pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat baru dalam 30 hari. Pasal 85. Pasal 86. BAGIAN II. dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat.BAB III. Presiden berhak membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengadakan perubahan-perubahan dalam usul undangundang yang dimajukan oleh Pemerintah kepadanya. PEMERINTAHAN. Peraturan pokok mengenai perhubungan di darat. 1. Kecuali apa yang ditentukan dalam Pasal 140 maka kekuasaan perundang. Presiden memberikan tanda-tanda kehormatan yang diadakan dengan undang-undang. .Usul Pemerintah tentang undang-undang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat dengan amanat Presiden. 2. Undang-undang dan peraturan. Perundang-undangan. Pasal 89. Pasal 91.Dewan Perwakilan Rakyat berhak memajukan usul undang-undang kepada Pemerintah. ditandatangani serta oleh Menteri (Menteri-menteri) yang bersangkutan. 2. TUGAS ALAT-ALAT PERLENGKAPAN NEGARA BAGIAN I.Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat. Pegawai-pegawai Republik Indonesia diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. laut dan udara ditetapkan dengan undangundang. Pasal 84.Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan Pemerintah. *154 Sekalian keputusan Presiden juga yang mengenai kekuasaannya atas Angkatan Perang Republik Indonesia. baik bersamasama untuk seluruhnya.peraturan lain dijalankan.

4. ditolak oleh Dewan Perwakilan Rakyat. 1.Apabila Dewan Perwakilan Rakyat menolak usul undang-undang Pemerintah.Pemerintah harus mengesahkan usul undang-undang yang sudah diterima.lambatnya pada sidang yang berikut yang merundingkan peraturan ini menurut yang ditentukan tentang merundingkan usul undang-undang Pemerintah.Pengesahan oleh Pemerintah. Pasal 95. maka akibat-akibat perubahannya diatur pula sesuai dengan yang ditetapkan dalam ayat yang lalu. Pasal 97. kepada Presiden. Pasal 96.Peraturan-peraturan yang termaktub dalam undang-undang darurat. disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat selambat.Apabila Dewan Perwakilan Rakyat menerima usul undang-undang Pemerintah dengan mengubahnya ataupun tidak.Pemerintah berhak atas kuasa dan tanggung jawab sendiri menetapkan undang-undang darurat untuk mengatur hal-hal penyelenggaraan pemerintahan yang karena keadaan-keadaan yang mendesak perlu diatur dengan segera. 1.Pasal 92. ataupun keberatan Pemerintah sebagai dimaksud dalam ayat yang lalu. 3. 2.Jika peraturan yang termaktub dalam undang-undang darurat itu diubah dan ditetapkan sebagai undang-undang. maka peraturan itu tidak berlaku lagi karena hukum. maka usul itu dapat ditarik kembali oleh Pemerintah. 2. 1. waktu dirundingkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan bagian ini.Undang-undang darurat mempunyai kekuasaan dan derajat undang-undang. *155 Pasal 94. kecuali jika ia dalam satu bulan sesudah usul itu disampaikan kepadanya untuk disahkan. sesudah ditetapkan. 1. tidak mengatur segala akibat yang timbul dari peraturannya baik yang dapat dipulihkan maupun yang tidak maka undang-undang mengadakan tindakan-tindakan yang perlu tentang itu. 3. mengirimkan usul itu untuk disahkan oleh Pemerintah kepada Presiden. apabila sudah disahkan oleh Pemerintah. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam pasal yang berikut. . diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat dengan amanat Presiden. apabila memutuskan akan memajukan usul undang-undang. maka usul itu dikirimkannya dengan memberitahukan hal itu.Selama suatu usul undang-undang belum diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang lalu dalam bagian ini. Dewan Perwakilan Rakyat.Jika suatu peraturan yang dimaksud dalam ayat yang lalu. 2.Sekalian usul undang-undang yang telah diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat memperoleh kekuatan undang-undang. 2. Pasal 93. 2. maka hal itu diberitahukannya kepada Presiden. 1.Jika undang-undang darurat yang menurut ayat yang lalu tidak berlaku lagi. menyatakan keberatannya yang tak dapat dihindarkan.Undang-undang tidak dapat diganggu gugat.

Pengadilan. perkara pidana sipil dan perkara pidana militer semata-mata masuk perkara yang diadili oleh pengadilan-pengadilan yang diadakan atau diakui dengan undang-undang atau atas kuasa undang-undang.Keputusan senantiasa dinyatakan dengan pintu terbuka. 1. didasarkan semata-mata pada syarat kepandaian.Undang-undang mengadakan aturan-aturan tentang membentuk. 2. Batas-batas hukuman yang akan ditetapkan diatur dengan undang-undang. *157 Pasal 103. 2. 2.Perkara perdata. hukum acara perdata dan hukum acara pidana. dilarang.Peraturan Pemerintah dapat mengancamkan hukuman-hukuman atas pelanggaran aturanaturannya.Pengundangan. Pasal 102.Lain dari pada pengecualian-pengecualian yang ditetapkan oleh undang. 1. mengundangkan dan mulai berlakunya undang-undang dan Peraturan-peraturan Pemerintah. 2. . memecat untuk sementara dan memecat dari jabatan yang demikian hanya boleh dalam hal-hal yang ditentukan dengan undang-undang. 2. Nama ialah Peraturan Pemerintah. 3. Memberhentikan. hakim boleh menyimpang dari peraturan ini. Pasal 101. Hukum perdata dan hukum dagang. kecuali jika diizinkan oleh undang-undang. Segala campur tangan dalam urusan pengadilan oleh alat-alat perlengkapan yang bukan perlengkapan pengadilan. Pasal 99. Pasal 104. 1. hukum pidana sipil maupun hukuman pidana militer. sidang pengadilan terbuka untuk umum. 1. adalah syarat tunggal untuk kekuatan mengikat. susunan dan kekuasaan pengadilan diatur dengan undang-undang dalam kitab-kitab hukum kecuali jika pengundang-undang menganggap perlu untuk mengatur beberapa hal dalam undang-undang tersendiri. kecakapan dan kelakuan tak bercela yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 100. terjadi dalam bentuk menurut undang-undang.Undang-undang dan Peraturan Pemerintah dapat memerintahkan kepada alat-alat perlengkapan lain dalam Republik Indonesia mengatur selanjutnya pokok-pokok yang tertentu yang diterangkan dalam ketentuan-ketentuan undang-undang dan peraturan itu.Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang bersangkutan memberikan aturan-aturan tentang pengundangan peraturan-peraturan demikian. 1. Untuk ketertiban dan kesusilaan umum.Segala keputusan pengadilan harus berisi alasan-alasannya dan dalam perkara hukuman menyebut aturan-aturan undang-undang dan aturan-aturan hukum adat yang dijadikan dasar hukuman itu.*156 Pasal 98. BAGIAN III.Mengangkat dalam jabatan pengadilan yang diadakan dengan undang-undang atau atas kuasa undang-undang.undang.Peraturan-peraturan penyelenggara undang-undang ditetapkan oleh Pemerintah.

Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi atas perbuatan pengadilan-pengadilan yang lain. Wakil Ketua.Presiden mempunyai hak memberi grasi dari hukuman-hukuman yang dijatuhkan oleh keputusan pengadilan.Dengan undang-undang dapat ditetapkan bahwa perkara perdata yang mengenai peraturanperaturan yang diadakan dengan atau atas kuasa undang-undang hanya boleh diadili oleh pengadilan yang ditunjuk dengan undang-undang itu. terhadap keputusan-keputusan yang diberikan tingkat tertinggi oleh pengadilan. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang.Dengan undang-undang dapat ditetapkan bahwa perkara perdata dan perkara pidana sipil terhadap golongan-golongan orang dan badan yang tertentu hanya boleh diadili oleh pengadilan yang ditunjuk dengan undang-undang itu. kecuali jika ditetapkan lain dengan undang-undang. oleh Presiden sesudah meminta nasehat dari Mahkamah Agung. Pasal 106.Presiden. Wakil Ketua dan Anggota Mahkamah Agung. 2. Hak itu dilakukannya sesudah meminta nasehat dari Mahkamah Agung. 2. pun sesudah mereka berhenti. tetapi jika demikian seboleh-bolehnya dengan jaminan yang serupa tentang keadilan dan kebenaran. kasasi dapat diminta kepada Mahkamah Agung. . dan Anggota Dewan Pengawas Keuangan. Jaksa Agung pada Mahkamah Agung. maka keputusan pengadilan itu tidak dapat dijalankan. Pemutusan tentang sengketa yang mengenai hukum tata usaha diserahkan kepada pengadilan yang mengadili perkara perdata ataupun kepada alat-alat perlengkapan lain. 1.Mahkamah Agung ialah Pengadilan Negara Tertinggi. 1. sekadar dengan undang-undang tidak ditunjuk pengadilan yang lain untuk memberi nasehat. diberikan kesempatan untuk memberi grasi. Wakil Ketua dan Anggota. 2. Ketua. Pasal 109.pengadilan lain dari pada Mahkamah Agung. BAGIAN IV.Pasal 105. Babakan 1. diadili dalam tingkat pertama dan tertinggi juga oleh Mahkamah Agung. Hal uang. Menteri-menteri.Di seluruh daerah Republik Indonesia hanya diakui sah alat-alat pembayar yang aturanaturan pengeluarannya ditetapkan dengan undang-undang. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. Presiden Bank Sirkulasi dan juga pegawai-pegawai. Ketua. Dewan Perwakilan Rakyat. Ketua. 3. berhubung dengan kejahatan dan pelanggaran jabatan serta kejahatan dan pelanggaran lain yang ditentukan dengan undang-undang dan yang dilakukannya dalam masa pekerjaannya.Jika hukuman mati dijatuhkan. Pasal 107. 3. 2. 3. Pasal 108. melainkan sesudah Presiden. *158 1. 1.Satuan hitung untuk menyatakan yang alat-alat pembayar sah itu ditetapkan dengan undangundang.Amnesti dan abolisi hanya dapat diberikan dengan undang-undang ataupun atas kuasa undang-undang. Keuangan. Wakil Presiden. anggota-anggota Majelis-majelis tinggi dan pejabat-pejabat lain yang ditunjuk dengan undang-undang.Dalam hal-hal yang ditunjuk dengan undang-undang.

Untuk Indonesia ada satu Bank Sirkulasi.Anggaran terdiri dari bagian-bagian yang masing-masing sekadar perlu. 1.Undang-undang mengakui sah alat-alat pembayar baik hingga jumlah yang tak terbatas maupun hingga jumlah terbatas yang ditentukan untuk itu. 4. 3. *159 Pasal 111.Pengawasan atas dan pemeriksaan tanggung jawab tentang keuangan negara dilakukan oleh Dewan Pengawas Keuangan.Undang-undang penetapan anggaran masing-masing memuat tidak lebih dari satu bagian. Pengeluaran dan penerimaan Republik Indonesia dipertanggung jawabkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 2. yaitu satu untuk mengatur pengeluaran-pengeluaran dan satu lagi untuk menunjuk pendapatan-pendapatan. Pasal 115.Usul undang-undang penetapan anggaran umum oleh Pemerintah dimajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebelum permulaan masa yang berkenaan dengan anggaran itu.Dengan undang-undang dapat diizinkan perpindahan.3. Pasal 114.Keuangan negara dipimpin dan dipertanggung jawabkan menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. 2. sambil memajukan perhitungan yang disahkan oleh Dewan Pengawas Keuangan.Pengeluaran alat-alat pembayar yang sah dilakukan oleh atau atas nama Pemerintah Republik Indonesia ataupun oleh Bank Sirkulasi. Pasal 116. 2. 2. Babakan 2. Urusan Keuangan Anggaran Pertanggungan jawab Gaji. 1. Masa itu tidak boleh lebih dari dua tahun.Penunjukan sebagai Bank Sirkulasi dan Pengaturan tataan dan kekuasaannya dilakukan dengan undang-undang. Bab-bab terbagi dalam pos-pos. Dengan undang-undang ditetapkan anggaran semua pengeluaran Republik Indonesia dan ditunjuk pendapatan-pendapatan untuk menutup pengeluaran itu. dibagi dalam dua bab. 1. 1. Pasal 112.Hasil pengawasan dan pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 110. tiap-tiap kali jika perlu dimajukan Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 113. menurut aturan-aturan yang diberikan dengan undang-undang. .Untuk tiap-tiap kementerian anggaran sedikit-dikitnya memuat satu bagian. 1.Pemerintah memegang urusan umum keuangan. 2.Usul undang-undang pengubah anggaran umum. 4.

undang.Undang-undang dapat memperkenankan pemindahan kekuasaan yang diterangkan dalam ayat (1) kepada alat-alat perlengkapan lain yang berkuasa. kecuali dengan undang-undang atau atas kuasa undang-undang. Pasal 122.Pemberian pensiun kepada pegawai-pegawai Republik Indonesia diatur dengan undangundang. bea dan cukai untuk kegunaan kas negara. gaji-gaji dan lain-lain pendapatan anggota majelis-majelis dan pegawai-pegawai Republik Indonesia ditentukan oleh Pemerintah. Pasal 120. Hubungan Luar Negeri. 1. bahwa dari jabatan tidak boleh diperoleh keuntungan lain dari pada yang dengan tegas diperkenankan.Pemerintah berhak. BAGIAN V.Dengan tidak mengurangi yang diatur dengan ketentuan-ketentuan khusus. Pemerintah memasukkan Republik Indonesia ke dalam organisasi-organisasi antara negara. dilakukan oleh Presiden hanya dengan kuasa undang-undang. 1. Pasal 124. kecuali dengan undang-undang atau atas kuasa undang-undang. Pemerintah berusaha memecahkan perselisihan-perselisihan dengan Negara-negara lain dengan jalan damai dan dalam hal itu memutuskan pula tentang meminta ataupun tentang menerima pengadilan atau pewasitan antar negara. 3. 2.Masuk dalam dan memutuskan perjanjian dan persetujuan lain. Ia mengatur cara menjalankan hak dan kewajiban itu dan menentukan pengecualiannya. melainkan sesudah disetujui dengan undang. dengan mengindahkan aturan-aturan yang ditetapkan dengan undang-undang dan menurut asas. *160 Tidak diperkenankan memungut pajak. *161Pasal 123. Presiden mengangkat wakil-wakil Republik Indonesia pada Negara-negara lain dan menerima wakil Negara-negara lain pada Republik Indonesia. 1. Pasal 119. PERTAHANAN NEGARA DAN KEAMANAN UMUM. Berdasarkan perjanjian dan persetujuan yang tersebut dalam Pasal 120. 2.Pinjaman uang atas tanggungan Republik Indonesia tidak dapat diadakan. dengan mengindahkan aturan-aturan yang ditetapkan dengan undangundang. Pasal 118. mengeluarkan bilyet-bilyet perbendaharaan dan promes-promes perbendaharaan. dijamin atau disahkan.Pasal 117. 2. perjanjian atau persetujuan lain tidak disahkan. BAGIAN VI. Kecuali jika ditentukan lain dengan undang-undang. .Presiden mengadakan dan mengesahkan perjanjian (traktat) dan persetujuan lain dengan Negara-negara lain. Pasal 121. Undang-undang menetapkan aturan-aturan tentang hak dan kewajiban warga-negara untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan membela daerahnya.

seluruhnya atau sebagian beralih kepada kuas Angkatan Perang. 3.Undang-undang mengatur segala sesuatu mengenai Angkatan Perang Tetap dan wajibmiliter.Kepada daerah-daerah diberikan autonomi seluas-luasnya untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Pasal 126. 3. dan bahwa penguasa-penguasa sipil takluk kepada penguasa-penguasa Angkatan Perang.Pasal 125.Angkatan Perang Republik Indonesia bertugas melindungi kepentingan-kepentingan negara Republik Indonesia. Presiden dapat menyatakan daerah Republik Indonesia atau bagian-bagian dari padanya dalam keadaan *162 bahaya.Pemerintah memegang urusan pertahanan. bilamana ia menganggap hal itu perlu untuk kepentingan keamanan dalam negeri dan keamanan terhadap luar negeri.Dalam keadaan perang Pemerintah menempatkan Angkatan Perang di bawah pimpinan seorang Panglima Besar.Dengan cara dan dalam hal-hal yang akan ditentukan dengan undang-undang. Pasal 127.Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil yang berhak mengurus rumah tangganya sendiri otonom. dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dan dasar perwakilan dalam sistim pemerintahan negara. 2.Undang-undang mengatur dasar-dasar susunan dan tugas alat perlengkapan yang diberi kewajiban menyelenggarakan pertahanan pada umumnya. melainkan jika hal itu diizinkan lebih dahulu oleh Dewan Perwakilan Rakyat. 2. 1. 2. .Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Perang Republik Indonesia.Undang-undang mengatur tingkatan-tingkatan keadaan bahaya dan akibat-akibat pernyataan demikian itu dan seterusnya menetapkan bilamana kekuasaan alat-alat perlengkapan kuasa sipil yang berdasarkan Undang-undang Dasar tentang ketertiban umum dan polisi. dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang. Untuk memelihara ketertiban dan keamanan umum diadakan suatu alat kekuasaan kepolisian yang diatur dengan undang-undang. BAB IV. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. Angkatan Perang itu dibentuk dari mereka yang sukarela masuk Angkatan Perang dan mereka yang wajib masuk Angkatan Perang. 1.Dengan undang-undang dapat diserahkan penyelenggaraan tugas-tugas kepada daerahdaerah yang tidak termasuk dalam urusan rumah tangganya. 1.Opsir-opsir diangkat. Pasal 130. 2. Pasal 129. Pasal 128. Presiden tidak menyatakan perang. 1. PEMERINTAH DAERAH DAN DAERAH-DAERAH SWAPRAJA Pasal 131 1. dinaikan pangkat dan diperhentikan oleh atau atas nama Presiden. 2.

Pemerintah harus mengesahkan rancangan itu dengan segera. KONSTITUANTE Pasal 134. 3. 61. jika rancangannya telah diterima dengan sekurangkurangnya dua-pertiga dari jumlah suara anggota yang hadir dan kemudian disahkan oleh Pemerintah.Anggota-anggota Konstituante dipilih oleh warga-negara Indonesia dengan dasar umum dan dengan cara bebas dan rahasia menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undangundang.Perselisihan-perselisihan hukum tentang peraturan-peraturan yang dimaksud dalam ayat 1 dan tentang menjalankannya diadili oleh badan pengadilan yang dimaksud dalam Pasal 108.Apabila Konstituante sudah menerima rancangan Undang-undang Dasar. 64.Undang-udang Dasar baru berlaku. 2.Konstituante terdiri dari sejumlah Anggota yang besarnya ditetapkan berdasar atas perhitungan setiap 150. . maka dikirimkannya rancangan itu kepada Presiden untuk disahkan oleh Pemerintah.Kedudukan daerah-daerah Swapraja diatur dengan undang-undang dengan ketentuan bahwa dalam bentuk susunan pemerintahannya harus diingat pula ketentuan dalam Pasal 131. 62. Pasal 135. 75 ayat (3) dan (4) dan Pasal 76 berlaku demikian juga bagi Konstituante. 1. Pasal 133 Sambil menunggu ketentuan-ketentuan sebagai dimaksud dalam Pasal 132 maka peraturanperaturan yang sudah ada tetap berlaku. 1. *163 dengan pengertian bahwa penjabat-penjabat daerah bagian dahulu yang tersebut dalam peraturan-peraturan itu diganti dengan penjabatpenjabat yang demikian pada Republik Indonesia. Yang ditetapkan dalam Pasal 60. kecuali untuk kepentingan umum dan sesudah undang-undang yang menyatakan bahwa kepentingan umum menuntut penghapusan atau pengecilan itu. 3. 73. BAB V. Konstituante (Sidang Pembuat Undang-undang Dasar) bersama-sama dengan Pemerintah selekas-lekasnya menetapkan Undang-undang Dasar Republik Indonesia yang akan menggantikan Undang-undang Dasar Sementara ini.Konstituante tidak dapat bermufakat atau mengambil keputusan tentang rancangan Undangundang Dasar baru. 74.Daerah-daerah Swapraja yang ada tidak dapat dihapuskan atau diperkecil bertentangan dengan kehendaknya. 2. memberi kuasa untuk itu kepada Pemerintah.000 jiwa penduduk warga-negara Indonesia mempunyai seorang wakil. 71.Ketentuan-ketentuan dalam Pasal 58 berlaku juga buat Konstituante dengan pengertian bahwa jumlah-jumlah wakil itu dua kali lipat. Pemerintah mengumumkan Undang-undang Dasar itu dengan keluhuran. 3. dasardasar permusyawaratan dan perwakilan dalam sistem pemerintahan negara. 68. Pasal 136. jika pada rapatnya tidak hadir sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota-sidang. 67. 2. Pasal 137.Pasal 132 1. 63.

Badan Pekerja terdiri dari Ketua Konstituante sebagai Anggota merangkap Ketua dan sejumlah Anggota yang besarnya ditetapkan berdasar atas perhitungan setiap 10 Anggota Konstituante mempunyai seorang wakil. 72.Pemerintah harus dengan segera mengesahkan rancangan perubahan Undang-undang Dasar yang telah diterima oleh Majelis Perubahan Undang-undang Dasar. 4. maka Konstituante merangkap menjadi Dewan Perwakilan Rakyat yang tersusun menurut aturan.aturan yang dimaksud data pasal tersebut. yang karena ketentuan data ayat (1) pasal ini menjadi tugas Konstituante. 91.Badan Pekerja memilih dari antaranya seorang atau beberapa orang Wakil-Ketua.Anggota-anggota Badan Pekerja sebelum memangku jabatannya. 1. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Ketua Konstituante menurut cara agamanya. BAGIAN I.Dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan umum tentang membentuk dan mengundangkan undang-undang. 92 dan 94 berlaku demikian juga bagi Majelis Perubahan Undang-undang Dasar. Aturan dalam Pasal 62 berlaku untuk pemilihan ini.Segala usul untuk mengubah Undang-undang Dasar ini menunjuk dengan tegas perubahan yang diusulkan. 3. 4. BAB VI.Apabila pada waktu Konstituante terbentuk belum diadakan pemilihan Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat menurut *164 aturan-aturan Undang-undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. 2. maka perubahan-perubahan dalam Undang-undang Dasar diumumkan oleh Pemerintah dengan keluhuran. KETENTUAN-KETENTUAN PERALIHAN DAN KETENTUAN PENUTUP. 1. yang telah dinyatakan dengan undang-undang itu oleh Pemerintah dengan amanat presiden disampaikan kepada suatu Badan bernama Majelis Perubahan Undang-undang Dasar. Pasal 139. Pasal 140. *165 3. ada dasarnya. dilakukan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih oleh Konstituante di antara Anggota-anggotanya dan yang bertanggung-jawab kepada Konstituante.Usul perubahan Undang-undang Dasar. 75. Pasal 141.Pemilihan Anggota-anggota Badan Pekerja yang bukan Ketua dilakukan menurut aturanaturan yang ditentukan dengan Undang-undang.Pasal 138. . PERUBAHAN. yang bunyinya sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 63. 2. 74. 1. 1. Dengan Undang-undang dinyatakan bahwa untuk mengadakan perubahan sebagaimana diusulkan itu. yang terdiri dari Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara dan Anggota-anggota Komite Nasional Pusat yang tidak menjadi Anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara. 2.Pekerjaan sehari-hari Dewan Perwakilan Rakyat. PERUBAHAN.Yang ditetapkan dalam Pasal 66. Ketua dan Wakil-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sementara menjadi Ketua dan WakilKetua Majelis Perubahan Undang-undang Dasar.

maka undang-undang menentukan alat-alat perlengkapan Republik Indonesia yang mana akan menjalankan tugas dan kekuasaan alat-alat perlengkapan yang menjalankan tugas dan kekuasaan itu sebelum tanggal 17 Agustus 1950. maka yang sudah menjadi warga-negara Republik Indonesia ialah mereka yang menurut atau berdasar atas Persetujuan perihal pembagian warga-negara yang dilampirkan kepada Persetujuan Perpindahan memperoleh kebangsaan Indonesia. bagian-bagian tiap-tiap bab dan pasal-pasalnya diberi nomor berturut dan penunjukkan-penunjukkannya diubah. BAGIAN II. Pasal 143. sekadar perlu. kecuali jika melanjutkannya itu berlawanan dengan ketentuan-ketentuan baru dalam Undang-undang Dasar yang tidak memerlukan peraturan undang-undang atau tindakan. undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata-usaha yang sudah ada pada tanggal 17 Agustus 1950 tetap berlaku dengan tidak berubah sebagai peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan Republik Indonesia sendiri. yakni atas dasar perundang-undangan yang masih tetap berlaku karena Pasal 142.tindakan penglaksanaan yang lebih lanjut. dan mereka yang kebangsaannya tidak *166 ditetapkan oleh Persetujuan tersebut. supaya pada umumnya sekalian perundang-undangan yang sudah ada pada saat tersebut disesuaikan kepada Undang-Undang Dasar. BAGIAN III. ditambah atau diubah oleh undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata-usaha atas kuasa Undang-Undang Dasar ini. Peraturan-peraturan.Naskah Undang-undang Dasar yang diubah itu diumumkan sekali lagi oleh Pemerintah setelah. dilanjutkan sampai diganti dengan yang lain menurut Undang-undang Dasar. 3. . Pasal 145. yang pada tanggal 27 Desember 1949 sudah menjadi warga-negara Indonesia menurut perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Sambil menunggu peraturan kewarga-negaraan dengan undang-undang yang tersebut dalam Pasal 5 ayat (1). Pasal 144. Pemerintah mewajibkan satu atau beberapa panitia yang diangkatnya. Pasal 146. KETENTUAN-KETENTUAN PERALIHAN. bab-babnya. untuk menjalankan tugas sesuai dengan petunjukpetunjuknya. Dasar mulai berlaku.ketentuan itu tidak dicabut. Segera sesudah Undang-Undang Dasar berlaku Pemerintah mewujudkan pembentukan aparatur Negara yang bulat untuk melaksanakan pokok-pokok dari Undang-Undang Dasar yang merupakan jiwa perjuangan nasional dengan jalan menyusun kembali tenaga-tenaga yang ada.Alat-alat perlengkapan berkuasa yang sudah ada dan peraturan-peraturan serta keputusankeputusan yang berlaku pada saat suatu perubahan dalam Undang-undang. Sekedar hal itu belum ternyata dari ketentuan-ketentuan Undang-Undang Dasar ini. Segera sesudah Undang-undang Dasar ini mulai berlaku. KETENTUAN PENUTUP. selama dan sekedar peraturan-peraturan dan ketentuan. bekerja mengikhtiarkan.2. Pasal 142.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful