Jenis-jenis Metode Pengasuhan Anak Adapun kerangka metodologis pengasuhan pasca kelahiran anak sebagaimana tertuang dalam

ajaran Islam adalah sebagai berikut: a. Pola asuh anak dengan keteladanan orang tua Dalam psikologi perkembangan anak diungkapkan bahwa metode teladan akan efektif untuk dipraktikkan dalam pengasuhan anak. Oleh karena itu pada saat tertentu orang tua harus menerapkan metode ini yang memberi teladan yang baik. Cara ini akan mudah diserap dan direkam oleh jiwa anak dan tentu akan dicontohnya kelak di kemudian hari. b. Pola asuh anak dengan pembiasaan Sebagaimana kita ketahui bahwa anak lahir memiliki potensi dasar (fitrah). Potensi dasar itu tentunya harus dikelola. Selanjutnya, fitrah tersebut akan berkembang baik di dalam lingkungan keluarga, manakala dilakukan usaha teratur dan terarah. Oleh karena itu pengasuhan anak melalui metode teladan harus dibarengi dengan metode pembiasaan. Sebab, dengan hanya memberi teladan yang baik saja tanpa diikuti oleh pembiasaan bejumlah cukup untuk menunjang keberhasilan upaya mengasuh anak. Keteladanan orang tua, dan dengan hanya meniru oleh anak, tanpa latihan, pembiasaan dan koreksi, biasanya tidak mencapai target tetap, tepat dan benar. Orang tua, karena ia dipandang sebagai teladan, maka ia harus selalu membiasakan berkata benar dalam setiap perkataannya baik terhadap anggota keluarganya atau siapapun dari anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian Menurut Khairiyah sebagaimana dikutip oleh Ahmad Tafsir, orang tua harus menjadi gambaran hidup yang mencerminkan hakikat perilaku yang diserukannya dan membiasakan anaknya agar berpegang teguh pada akhlak-akhlak mulia.1[23] A. Tafsir, dkk., Cakrawala Pemikiran Pendidikan Islam, (Bandung: Mimbar Pustaka, 2004), hlm. 152. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motif yang berarti ³segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu´.2[1] Sedangkan dalam bahasa Inggris kata motivasi adalah berasal dari kata ³motivation´ yang berarti ³daya batin atau dorongan´.3[2]

2[1]M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hlm. 60.

hlm. µto motive¶. At-Taujiih wa al-Irsyaadun Nafsi Min al-Qur an al-Karim wa asSunnatin Nabawiyah. baik yang didorong atau dirangsang dari luar maupun dari dalam dirinya. 3) The goal to words which the behaviour is directerd´. hlm. . 1961). 4[3]Clifford T. 7[6] Mustaqim. yang artinya memberi alasan untuk berbuat sesuatu dengan tujuan. 3) Kondisi yang memuaskan atau meringankan keadaan yang mendorong´. 1995). Dengan kata lain motivasi mempunyai tiga aspek yaitu: 1) Keadaan yang mendorong.6[5] Menurut Mustaqim motivasi adalah keadaan jiwa individu yang mendorong untuk melakukan suatu perbuatan guna mencapai suatu tujuan.4[3] ³Motivasi adalah istilah umum yang menunjukkan kepada keadaan (kondisi) yang menggerakkan kepada tujuan atau tingkah laku akhir. alasan. Konseling Terapi. Echols dan Hasan Sadly. 2) Tingkah laku yang didorong. Morgan. Menurut Az-Zahrani sebagaimana dikutip oleh Sari Narulita motivasi adalah kekuatan yang mampu memunculkan aktivitas dalam diri manusia. kehendak atau kemauan. 77. to provide¶. Morgan: ³Motivation is a general term it refers to states within the organism to behaviour and to the goals to words which behaviour is directed in other words motivation has three aspect: 1) Motivating state within the organism. 2005). Kamus Inggris Indonesia. 6[5] Ibid. 2) Behaviour arosed and directed by this state and. 96. hlm. 387. Introduction to Psychology. (New York: The Mc Graw Hill Book Company. (terj.) Sari Narulita. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.5[4] Hal ini dimulai dari adanya perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu yang menjadikan aktivitas tersebut adalah satu tugas yang harus dilaksanakan.Menurut Clifford T. 5[4]Musfir bin Said az-Zahrani. (Jakarta: Gema Insani. Psikologi Pendidikan. 2001). 187. Secara terminologi motivasi 3[2]John M.7[6] Dari beberapa pengertian tentang motivasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa secara harfiah motivasi berarti dorongan. Miftahul Jannah. Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris. (Jakarta: Gramedia. hlm. sedangkan secara istilah motivasi adalah daya penggerak kekuatan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu dan memberikan arah dalam mencapai tujuan.

10[9] Musthafa Fahmi. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar. membangkitkan kegairahan. 8[7] Pengertian seperti di atas didasarkan pada suatu pemikiran bahwa manusia berbuat mungkin karena faktor-faktor dari luar dirinya atau karena faktor-faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. (Jakarta: Pustaka Kartini. Motivasi yang datang dari diri sendiri. pertama. hlm.9[8] Sementara itu Musthafa Fahmi menegaskan bahwa. Faktor dari dalam disebut ³motivasi´ dan faktor dari luar lebih dikenal dengan istilah ³stimulus´. perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan. (Mesir: Maktabah Misriyah. Perbuatan-perbuatan itu mungkin juga terjadi karena gabungan kedua faktor tersebut. Ada beberapa tokoh dan cendekiawan terutama yang berkecimpung pada kajian-kajian yang memberikan definisi tentang motivasi sebagai keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan lebih lanjut. Bimo Walgito menjelaskan bahwa motivasi memiliki tiga aspek. maka kata (motivasi) merupakan istilah yang digunakan untuk motivasi yang bersifat fisik maupun psikis.1991). dorongan atau motivasi datang dari kita sendiri. serta kemauan untuk membuat perubahan menuju perbaikan kualitas diri. ataupun memerintah kita melakukan sesuatu. ketiga. tt. keadaan terdorong dari dalam arti organisme (a driving state) yaitu persiapan bergerak karena kebutuhan. 88. . ( ) . pengaruh. 136. kedua. energi. namun apa yang menjadi motivasi adalah diri kita sendiri yang menentukan nya. Syaikulujiah at-Ta lim.diartikan sebagai suatu persiapan untuk menunjang terwujudnya perbuatan sadar untuk mencapai tujuan tertentu. (sedangkan) motivasi dalam arti khusus merupakan ungkapan kekuatan dalam (psikis) yang tampak. hlm. Pengembangan Pesona Pribadi. 238. Orang lain mungkin dapat memberikan ilham. 9[8]La Rose. maksudnya motivasi tersebut timbul dalam pribadi seseorang. hlm. Dalam konteks tingkah laku. 2004). Paradigma Psikologi Islami: Studi tentang Elemen Psikologi dari Al-Qur an.).10[9] Adapun dari segi psikologi. tujuan yang dituju oleh perilaku 8[7] Baharudin.

Pengantar Psikologi Umum. 64. sering nyata dalam tingkah laku. 2) Motivasi itu ditandai oleh dorongan afektif Dorongan afektif ini tidak mesti kuat.tersebut. baik yang berasal dari dalam atau dari luar diri orang tersebut. hlm. Definisi ini ditandai dengan tiga hal yaitu. 2001). dorongan afektif yang kuat.dkk. dan tujuan atau akhir dari gerakan (sebuah perbuatan). 14[13] Sarlito Wirawan Sarwono. 3) Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi mencapai tujuan 11[10] Bimo Walgito. (Surabaya: Muhammadiyah University Press.1996). dan keadaan atau kejadian yang di timbulkan oleh orang lain yang kemudian mendorong dilakukannya suatu perbuatan atau tingkah laku. hlm. menurut Pandji Anaraga. (Jakarta: Rineka Cipta. 57. (Yogyakarta: Andi Offset. termasuk keyakinan. .11[10] Bimo Walgito juga berpendapat hampir sama. gerakan yang ditimbulkan oleh situasi tersebut. motivasi adalah kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah tujuan tertentu. Pengantar Umum Psikologi. Psikologi. Di lain pihak ada pula dorongan afektif yang sulit diamati.13[12] Sarlito memberikan definisi motivasi secara lebih komprehensif.15[14] Menurut Frederick Mc Donald yang dikutip oleh Wasty Soemanto memberikan sebuah definisi tentang motivasi sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan. 12[11] Panji Anaroga . 2001). hlm. motivasi merupakan istilah yang lebih umum menunjuk pada keseluruhan proses gerakan itu.14[13] Ahmad Janan Asifudin mengartikan bahwa motivasi adalah sesuatu yang mendorong timbulnya perbuatan atau perilaku bertujuan¶ manusia.. (Jakarta: Bulan Bintang . 15[14] Ahmad Janan Asifudin. termasuk situasi yang mendorong. dorongan yang timbul dari dalam individu. Etos Kerja Islami. 1992). hlm 169. hlm 174. situasi. 1) Motivasi dimulai dengan perubahan tenaga dalam diri seseorang Kita berasumsi bahwa setiap perubahan motivasi mengakibatkan beberapa perubahan tenaga di dalam sistem neurofisiologis dari pada organisme manusia. rangsangan lingkungan. 34.Psikologi Kerja. (Jakarta: Bulan Bintang. 13[12] Irwanto . 1996).12[11] Irwanto mengartikan bahwa motivasi sering disebut penggerak perilaku (the energizer of behaviour).

Psikologi Pendidikan. kebutuhan atau keinginan. maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Dengan kata lain motivasi memimpin ke arah reaksi-reaksi mencapai tujuan. 2) Mengarahkan. 2004). Usman Najati sebagaimana dikutip oleh Abdul Rahman Sholeh. Artinya. 3) Menopang. 191-192. motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup.Orang yang termotivasi. Motivasi dapat didefinisikan dengan segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk memenuhi kebutuhan. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi memiliki 3 komponen pokok yaitu. 132. hlm. baik yang didorong atau dirangsang dari luar maupun dari dalam dirinya. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia. (Jakarta: Prenada Media. Menurut M. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi seseorang timbul karena adanya kebutuhan sehingga menyebabkan keseimbangan dalam jiwa seseorang terganggu. hlm. dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri seseorang karena adanya kebutuhan atau keinginan yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas atau kegiatan. kemudian bertindak atau melakukan sesuatu semua ini di dorong karena adanya tujuan. (Jakarta: Rineka Cipta. Berarti motivasi mengarahkan tingkah laku. motivasi digunakan untuk menjaga dan menopang tingkah laku. membuat reaksi-reaksi yang mengarahkan dirinya kepada usaha mencapai tujuan. 1990). 17[16] Abdul Rahamn Sholeh dan Muhbib Abdul Wahab.16[15] Dengan ketiga tanda di atas. membawa seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu. 1) Menggerakkan. padahal 16[15] Wasty Soemanto.kegiatan tertentu dan memberikan arah dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini motivasi menimbulkan kekuatan pada individu. Psikologi: Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. . Tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu. dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkannya menuju tujuan tertentu.17[16] Dari beberapa pengertian tentang motivasi di atas. untuk mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh perubahan tenaga dalam dirinya. lingkungan sekitar harus menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan.

2. Manusia mempunyai banyak kebutuhan.. tujuan dan kepuasan terdapat hubungan dan kaitan yang erat. Aktifitas yang memberikan kepuasan terhadap suatu kebutuhan cenderung untuk diulang kembali. termasuk keyakinan. Karena dengan adanya pemenuhan akan kebutuhan keamanan dan kebahagiaan darinya. 96.motivasi merupakan hal yang tidak bisa diamati akan tetapi sesuatu hal yang dapat disimpulkan lewat tingkah laku seseorang dalam berbuat atau beraktifitas tersebut dilatarbelakangi oleh motif. At-Taujiih op. Antara kebutuhan. . Orang atau santri bisa berbeda-beda dalam sebagian tujuan yang ingin dicapai. tetapi mungkin mereka sepakat pada tujuan yang lain. tingkah laku atau perbuatan. kebutuhan dasar yang harus dipenuhinya. ketika hendak melakukan perbuatan. disebut jaga tingkah laku bermotivasi. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri orang itu. Setiap manusia yang normal. Macam-macam Motivasi Motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki tingkatan-tingkatan. Berdasarkan berbagai pengertian di atas. Setiap orang atau santri dalam melakukan suatu pekerjaan oleh banyak orang belum tentu mempunyai tujuan yang sama. Adanya motivasi karena seseorang merasakan adanya kebutuhan dan untuk mencapai tujuan. Dalam perumusan mengenai tingkah laku bermotivasi tersebut dapat diketahui unsurunsurnya yaitu kebutuhan yang merupakan dasar dari adanya motif. kemudian diwujudkan dalam tingkah laku atau aktifitas dan diarahkan untuk mencapai tujuan. cit.18[17] dasar inilah yang dapat bertahan hidup. hlm. Selain itu juga ada kebutuhan yang penting dan urgen dalam mewujudkan 18[17] Musfir bin Said az-Zahrani. setiap perbuatan atau aktifitas disebabkan oleh motivasi. Apabila tujuan tersebut tercapai maka akan merasa puas. Atau minat dan antusias seseorang untuk melakukan sesuatu. situasi dan keadaan atau kejadian dari suatu gerakan atau perbuatan. rangsangan lingkungan. Lebih singkatnya motivasi adalah suatu persiapan untuk mencapai tujuan tertentu. pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. yang mana hal tersebut dilakukan berulang ulang atau sesering mungkin apabila hal tersebut memuaskan. Di antaranya. maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong perbuatan atau perilaku yang bertujuan perbuatan sadar.

97. secara psikologis. sehingga ia tergerak melakukan suatu perbuatan tertentu. Motivasi ini berhubungan erat dengan kebutuhan tubuh dan juga segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk fisik. (b) pendorong ke arah kebutuhan akan sanjungan dari Allah. a. hlm.19[18] Menurut al-Ghazali dalam bukunya Dr H. Munculnya perinkat / derajat motivasi psikologis di atas. . Menurut al-Ghazali. yang dimaksud dorongan fisiologis tersebut adalah potensi internal yang memunculkan tingkah laku manusia ke arah pemenuhan kebutuhan fisiologis. Motivasi ini dua hal yang sangat penting bagi manusia.20[19] b. yang berjudul ³Rekonsiliasi Psikologi Sufistik Dan Humanistik´. disebabkan oleh kekuatan yang menggerakkan. Abdullah Hadziq. (c) pendorong ke arah kebutuhan akan keridhaan Allah dan kedekatan dengannya. 2005). mengatakan pada dasarnya munculnya tingkah laku manusia. lebih disebabkan oleh tiga faktor pendorong sebagai berikut. Motivasi Kejiwaan dan Spiritual Motivasi kejiwaan dan spiritual merupakan motivasi yang terkait dengan kebutuhan manusia baik secara kejiwaan maupun secara spiritual. MA. motivasi psikologis dan motivasi kejiwaan dan spiritual. Tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan manusia secara biologis. 130-131. munculmya tingkah laku psikologis manusia yang cenderung baik dan terpuji. Rekonsiliasi Psikologi Sufistik dan Humanistik. Motivasi Psikologis Merupakan motivasi yang fitrah dan sudah menjadi tabiat dan bawaan manusia sejak dilahirkan. hlm. 2) Dorongan Psikologis. menurut al-Ghazali. (a) pendorong ke arah kebutuhan akan penghargaan yang berupa perolehan pahala dan surga dari Allah. 1) Dorongan Fisiologis. (Semarang: RaSAIL. 20[19] Abdullah Hadziq. mengenai motivasi dalam hubungannya dengan tingkah laku psikologis ada dua yaitu. yaitu sebagai berikut: 1) Motivasi kejiwaan 19[18] Ibid. nampaknya dipengaruhi oleh niat yang dijadikan dasar pijakan.Berdasarkan gambaran di atas motivasi di golongkan menjadi dua bagian..

motivasi untuk bertakwa kepada Allah.. kebatilan dan kezaliman. Gejalagejala yang dimaksud adalah struktur kepribadian manusia yang diberikan oleh Sigmund Freud. seperti halnya kebutuhan untuk berkembang. dan laia. hasil dari optimismenya dan interaksinya dengan sesamanya. mencintai kebaikan. c. buang kotoran. b. 118-124. kebenaran dan keadilan serta membenci kejahatan.lain). . seperti halnya motivasi untuk tetap konsisten dalam melaksanakan ajaran agama. kejadian lahir dihubung-hubungkan dengan gejala-gejala dasar psikis. hlm. 2) Motivasi spiritual Motivasi spiritual merupakan motivasi yang berkaitan dengan aspek spiritualitas pada diri manusia. At-Taujiih op. yang dipelajari dari kebudayaan di mana ia tumbuh dan berkembang. Biosentrik ini meliputi dorongan sekunder. yang tampak pada perkembangan individu masyarakat. artinya suatu pendekatan motivasi yang didasarkan pada unsur-unsur psikis. maksudnya pendekatan berdasarkan biophisik dari organisme sebagai titik sentral yang bersifat statis. Di antara motivasi yang tercakup dalam motivasi kejiwaan dan spiritual adalah sebagai berikut: a. Motivasi memiliki Motivasi memiliki merupakan motivasi yang dipelajari individu pada fase perkembangannya di masyarakat. selain itu penting juga untuk mengetahui rasa pendekatan motivasi yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu: 1) Pendekatan Biosentris. misalnya hasil variasi dalam kebutuhan primer (kehausan. Misalnya. seks. Motivasi untuk konsisten dalam menjalankan agama Allah Motivasi ini merupakan motivasi yang mewajibkan manusia untuk memeluk agama yang diyakini dan konsisten dalam melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya.21[20] Pengetahuan tentang jenis-jenis motivasi dari perbuatan manusia sangat penting untuk memahami tingkah laku mereka. cit. 21[20] Musfir bin Said az-Zahrani. Di sisi lainnya merupakan motivasi fitrah manusia. karena dapat memenuhi kebutuhan kejiwaan setiap individu dari satu sisi. 2) Pendekatan Psikoanalitik.Motivasi kejiwaan sering disebut dengan motivasi kejiwaan dan sosial. Motivasi bersaing Motivasi bersaing merupakan motivasi yang ada dalam diri manusia.

dorongan untuk membalas. Dalam hal ini motivasi timbul atas keinginan seseorang. dorongan untuk berusaha. seperti lapar haus dan sebagainya. Menurut Chaplin motivasi dapat dibagi menjadi dua. Unlearned Motives.3) Pendidikan Dinamis. di sini dan saat ini. c. Motivasi darurat yang mencakup dorongan untuk menyelamatkan diri. yaitu motivasi yang berkaitan dengan kebutuhan dengan dalam. Physiological Drive Adapun yang dimaksud dengan physiological drive ialah dorongan-dorongan yang bersifat fisik. seperti kebutuhan bergerak dan istirahat. yaitu motivasi yang diarahkan kepada objek atau tujuan tertentu di sekitar kita. motivasi yang sebenarnya dan disadari. adalah motivasi yang timbul karena dipelajari. 1. a. tetapi karena perangsang dari luar. Learned Motives. sedangkan pembagian motivasi menurut tujuan yang dicapai antara lain. Sedangkan Woodworth dan Marqius mengolongkan motivasi menjadi tiga. Sedangkan pendapat mengenai klasifikasi motivasi itu ada bermacam-macam. Motivasi objektif. adalah motivasi pokok yang tidak dipelajari atau motivasi bawaan. b. . artinya bahwa motivasi itu selalu berubah dan berkembang dengan relatif diwarnai oleh situasi kini. Motivasi ini timbul jika situasi menuntut timbulnya kegiatan yang cepat dan kuat dari diri manusia. dorongan untuk mengejar dan sebagainya. beberapa psikologi ada yang membagi motivasi menjadi dua. Motif ini sering disebut juga motivasi secara biologis. b. motivasi menurut yang sebenarnya dan tidak disadari. Kebutuhan-kebutuhan organis. Social Motives Social Motives ialah dorongan-dorongan yang berhubungan dengan orang lain. mengalami perubahan relatif ditentukan oleh situasi medan persepsi dan kognisi individu saat itu. 2. motivasi semu yang tidak dimotivasi selalu berkembang. motif ini mencakup menaruh minat. karena manusia hidup dalam lingkungan sosial. Motivasi ini timbul karena menghadapi dunia secara efektif. Selain itu. Selain tokoh di atas . a. motivasi yang disadari. Wood Worth juga mengklasifikasikan motivasi menjadi dua bagian yaitu. motivasi ini sering disebut motivasi yang diisyaratkan secara sosial.

139-140.22[21] Di samping pandangan di atas. atau kenikmatan. Teori Hedonisme Hedonisme adalah bahasa Yunani yang berarti kesukaan.op. 74-77. Motif intrinsik ini juga diartikan sebagai mativasi yang pendorongnya ada kaitan langsung dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam tujuan pekerjaan sendiri. Ngalim Purwanto. kesenangan. Teori-teori Motivasi Ada beberapa teori yang berkaitan dengan motivasi. ada pendapat lain yang menyatakan bahwa motif adalah daya dorong sebagai potensi yang menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku psikologis. ialah motivasi yang berasal dari diri seseorang itu sendiri tanpa dirangsang dari luar. Teori Naluri (psikoanalisis) Teori naluri ini merupakan bagian terpenting dari pandangan mekanisme terhadap manusia. Adapun Implikasi dari teori ini adalah adanya anggapan bahwa semua orang cenderung menghindari hal-hal yang menyulitkan dan lebih menyukai melakukan perbuatan yang mendatangkan kesenangan. Hedonisme adalah suatu aliran di dalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan yang bersifat duniawi. Teori Reaksi yang Dipelajari 22[21] Abdul Rahamn Sholeh dan Muhbib Abdul Wahab... hlm. cit. Psikologi op. 3. akan tetapi dikuasai oleh kekuatan-kekuatan bawaan yang dilakukan. 23[22] M. Menurut teori naluri. Pendapat ini dapat dimaklumi. karena memiliki konsistensi dengan pandangan lain. 2 Motivasi ektrinsik. seseorang tidak memilih tujuan dan perbuatan. cit. hlm. yaitu sebagai berikut:23[22] a. b. yang mempengaruhi anggota tubuh untuk berlaku dengan cara tertentu dalam keadaan tepat. c. Naluri merupakan suatu kekuatan biologis bawaan. . Psikologi Pendidikan . yaitu motivasi yang datang karena adanya perangsang dari luar. Sehingga semua pemikiran dan perikaku manusia merupakan hasil dari naluri yang diwariskan dan tidak ada hubungannya dengan akal. Motivasi ektrinsik ini dapat diartikan sebagai motivasi yang pendorongnya tidak ada hubungannya dengan nilai yang terkandung dalam suatu pekerjaan .1 Motivasi intrinsik. bahwa motif itu merupakan energi dasar yang terdapat dalam diri seseorang.

kesehatan. termasuk kebutuhan dihargai karena prestasi. orang malakukan suatu kegiatan didorong oleh motivasi. Mendorong timbulnya kelakuan atau sutau perbuatan. . Sehubungan dengan ini. yaitu: 1. (Bandung: Sinar Baru Alegesindo. 2. tetapi berdasarkan pola dan tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang itu hidup. 2002). Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat dan lambatnya suatu pekerjaan. 3. Sebagai pengaruh. manusia memiliki 5 (lima) tingkat kebutuhan yaitu. sandang. Fungsi Motivasi Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu kegiatan. d. artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. Teori Pendorong (Drive Theory) Teori ini merupakan perpaduan antara µteori naluri¶ dengan µteori reaksi yang dipelajari¶. 4. Sebagai penggerak. pangkat 4) Kebutuhan akan aktualisasi diri. dan papan. e. 3. kebutuhan seks. status. Menurut Maslow. Daya pendorong adalah semacam naluri.Teori ini berbeda pandangan dengan tindakan atau perilaku manusia yang berdasarkan naluri-naluri. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti shalat. Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul ³Psikologi Belajar dan Mengajar´. Psikologi Belajar Mengajar. seperti kebutuhan akan pangan. cet. ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. 175. Teori kebutuhan Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya. tetapi hanya sesuatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. menyingkap tiga fungsi motivasi. kemampuan. menyangkut fungsi-fungsi biologis. 1) Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security) 2) Kebutuhan sosial 3) Kebutuhan akan penghargaan. Orang belajar paling banyak dari lingkungan kebudayaan di tempat ia hidup dan dibesarkan.24[23] 24[23] Oemar Hamalik. yaitu kebutuhan dasar yang bersifat primer dan vital. baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis. Oleh karena itu teori ini disebut juga teori lingkungan kebudayaan. kebutuhan fisiologis. hlm.

(Indonesia: Dar Ihya al-Kutub alArabiyah.. Suatu perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya sangat lemah. .). Riyadhus as-Shalihin. 1. Ia menjadi kunci utama dalam menafsirkan dan melahirkan perbuatan manusia. maka mungkin pula terjadi bahwa motivasi tersebut sehingga berperan mendekatkan dan menjauhkan sasaran (approach avoidance motivation). Peranan yang demikian menentukan ini. Pertama mengarahkan atau directional function dan kedua mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan (activating and energizing function). Karena motivasi berkenaan dengan kondisi yang cukup kompleks. Maka siapa yang hijrah (keberangkatanya) pada Allah dan Rasul-Nya.25[24] Motivasi juga berfungsi sebagai pengarah jalan yang menentukan pola-pola kehidupan dan tingkah laku perbuatan. terarah dan penuh semangat. sebagaimana Hadits Rasulullah saw. maka motivasi berperan menjauhi sasaran (avoidance motivatian). yang berbunyi: { } 26[25]. hlm. Dan siapa yang hijrahnya pada dunia yang akan diperolehnya atau wanita yang akan dikawininya. yaitu. cet. 6. hlm. (Bandung: PT. yang ia berhijrah kepadanya´ Motivasi juga dapat menentukan pola-pola kepribadian seseorang. 26[25] Abi Zakariya bin Syaraf an-Nawawi. dalam konsep Islam motivasi lebih dikenal dengan istilah ³niat´. tt. maka hijrahnya pada Allah da rasul-Nya. Motivasi juga dapat berfungsi mengaktifkan atau meningkatkan kegiatan. 62-63. Dalam mengarahkan individu dari sasaran yang akan dicapai. maka motivasi berperan mendekatkan (approach motivation) dan bila sasaran atau tujuan tidak diinginkan oleh individu. ³Bahwa segala amal perbuatan itu dengan niat. karena adanya motivasi maka tingkah 25[24] Nana Syaodih Sukmadinata. 2003). dan bagi setiap manusia itu apa yang diniatkanya. Apabila sesuatu sasaran atau tujuan merupakan suatu yang diinginkan oleh individu. Sebaliknya apabila motivasinya besar atau kuat maka akan dilakukan dengan sungguh-sungguh. sehingga kemungkinan akan berhasil lebih besar. maka hijrahnya kepada apa.Nana Syaodih Sukmadinata menjelaskan bahwa motivasi itu memiliki dua fungsi. artinya menurut Krech bahwa tingkah laku motivated behavior yang ditentukan oleh motivasi tertentu yang dipandang sebagai tenaga pendorong dalam pelaksanaan suatu tujuan. akan dilakukan dengan tidak akan membuat hasil. Remaja Rosdakarya. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.

bahwa sebenarnya proses motivasi merupakan suatu lingkaran yang tak terputus yang disebut lingkaran motivasi. Kenyataan di atas menyebabkan motivasi itu menjadi dinamis. . Motivasi berfungsi membantu memenuhi atau mencapai kebutuhan seseorang. dan perasaan puas. dalam hal ini 27[26] Sarwito Wirawan Sarwono. Motivasi dapat dipandang sebagai simbol dari gejala-gejala situasi psikologis dan situasi kini. hlm. 2. Pengantar Umum Psikologi.hlm. 58. Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa kata kunci dalam memahami motivasi adalah dorongan.28[27] Keadaan keseimbangan ini tidak berlangsung untuk selama-lamanya. Maka dapat penulis simpulkan yaitu: 1. cet.27[26] Kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motivasi untuk berbuat sesuatu. 28[27] Ibid. Motivasi berfungsi meningkatkan kegiatan yang sudah berjalan sehingga menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Dapat dilihat di sini. Suatu perbuatan dimulai dengan adanya suatu ketidak-seimbangan pada diri manusia. gembira. Motivasi sebagai pendorong timbulnya aktivitas atau kegiatan. bukan motivasi yang menentukan situasi. (Jakarta: Bulan Bintang. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Dorongan itu dapat bersifat psikis yang muncul dalam diri. 57-58. 1996). Motivasi mengarahkan ke mana seseorang harus bergerak dan melakukan kegiatan. progresif dan kreatif. Hal ini berarti bahwa situasi dapat menentukan motivasi. aman dan sebagainya.laku menjadi dinamis dan kreatif. 3. ke-7. karena setelah beberapa saat akan timbul ketidakseimbangan baru yang akan menyebabkan seluruh proses motivasi di atas diulangi. dan ini disebut prinsip-prinsip home ostatis. 4. Berdasarkan dari berbagai pendapat tentang fungsi motivasi yang diuraikan di atas. Perbuatan itu dilakukan maka tercapailah keadaan seimbang dalam diri individu. Kecenderungan untuk mengusahakan keadaan seimbang dan ketidakseimbangan terdapat dalam diri setiap organisme dan manusia. Dengan pengertian motivasi tersebut memberikan pengaruh yang positif terhadap tingkah laku manusia. Pendapat lain mengatakan bahwa motivasi memiliki fungsi sebagai perantara pada organisme atau manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya.

Sedangkan pengertian belajar menurut para ahli. Wittig dalam buku Psychology of Learning dikatakan.30[7] Belajar menurut Arno dapat didefinisikan sebagai suatu perbuatan yang relatif permanen dalam suatu tingkah laku manusia yang muncul sebagai hasil pengalaman.29[6] Arno F. Kebutuhan-kebutuhan ini memerlukan pemuasan. Menurut Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid dalam kitab at-Tarbiyah wa Thuruqut Tadris. Belajar adalah perubahan tingkah laku pada hati (jiwa) si pelajar berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki menuju perubahan baru. maka dalam rangka pemuasan itulah.dorongan itu muncul sebagai akibat dari adanya kebutuhan. bahkan berbentuk spiritual transendental. Dalam hal dorongan yang diakibatkan kebutuhan. . mendefinisikan belajar adalah: 31[8]. pengetahuan dalam diri seseorang. Jadi. secara psikologis bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Learning can be defined as any relatively permanent change in a organism behavioral repertoire that occurs as a result of experience . di antaranya adalah: Oemar Hamalik mendefinisikan belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perolehan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. manusia bertingkah laku.32[9] Dari beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar. maka kebutuhan itu dapat dibentuk fisik dan dapat pula berbentuk psikis.

menjelaskan motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Morgan. sangatlah ditentukan oleh kuat atau lemahnya motivasi. Aspek-aspek Motivasi Menurut pendapat Clifford T.36[23] Keberhasilan suatu usaha dalam mencapai tujuan.35[22] Perlu ditegaskan. Ketiga hal tersebut adalah: 1) Keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states). Proses usaha dalam menyelesaikan kesulitan . jika ada motivasi. motivasi itu mempengaruhi adanya kegiatan atau tindakan. Jadi. Dengan demikian. b. menggerakkan/menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Prestasi yang baik akan sulit di dapat tanpa adanya usaha untuk mengatasi permasalahan atau kesulitan. yang dikutip oleh Wasty Soemanto. makin jelas tujuan yang ingin dicapai. 2) Tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior). 3) Dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior). Hasil belajar akan menjadi optimal. akan berhasil pula pelajaran yang diberikan.34[21] Setiap kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan adanya motivasi.33[10] Fungsi Motivasi Belajar Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi motivasi adalah mendorong. bahwa setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan atau bertalian dengan tujuan. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh siswa dapat tercapai. semakin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi (tindakan mencapai tujuan dilakukan). motivasi akan senantiasa menentukan intensitas belajar bagi para siswa. Makin tepat motivasi yang diberikan.yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan yang menimbulkan arah pada kegiatan belajar.

Dalam Islam secara jelas menerangkan bahwa motivasi dalam usaha untuk mengatasi kesulitan sangatlah berhubungan erat dengan keberhasilan seseorang. 3) Menyeleksi perbuatan. Dengan kata lain bahwa.. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi: 1) Mendorong manusia untuk berbuat. Sebagaimana firman Allah dalam surat ar-Ra d : 11 (11 : ) .. Seseorang (siswa) melakukan usaha (belajar) karena adanya motivasi. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa saja yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik pula. jadi sebagai motor atau penggerak yang melepaskan energi... keberhasilan atau adanya perubahan dalam diri seseorang.38[25] Di samping itu ada juga fungsi-fungsi lain. Ar-Ra d : 11)37[24] Dari ayat di atas. (QS. Seorang siswa yang ingin pandai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. . dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. . 2) Menentukan arah perbuatan. jika proses interaksi belajar mengajar tercipta dengan baik. yakni ke arah yang hendak dicapai. bisa diketahui bahwa motivasi memiliki fungsi yang sangat besar dalam mencapai tujuan.. maka siswa juga akan terdorong untuk melakukan kegiatan belajarnya.tersebut memberikan dorongan yang sungguh kuat. sebab tidak serasi dengan tujuan. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri . Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. yaitu mencapai cita-cita. tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik.

op. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.. loc. 26] Zakiah Darajat. 1991). hlm. 2001). XXIV. 13] Ivor K. Hill Book Company.M. cet. 169.id/file/muazarhabibiupibab2. cit. hlm. hlm. [23] M. 12] Wasty Soemanto. Pengelolaan Pengajaran. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan PAI di Sekolah. Introduction to Psychology. 1990). 78.. cit. hlm. (Jakarta: Bumi Aksara. cit. t. 2004). hlm. 65. cet. 82-83. (Jakarta: Bumi Aksara. Nasution. eds.. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Psychology of Learning. Echols dan Hasan Shadily. (Surabaya: Usaha Nasional. [10] Wasty Soemanto. 1996). (Jakarta: Rineka Cipta. loc. hlm. hlm. 2004). (Bandung: Tarsito. 195. 386. 1993). 25. Kamus Inggris Indonesia. [18] Ivor K.. op. hlm. hlm. cit. 1991). 1. op. hlm. cit. 83. 11] Akyas Azhari. 1. Witting. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. cit. Gramedia Pustaka Utama. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2002).. [9] Slameto. 1961). cet. cit. 3] Clifford T. (Jakarta: Rajawali.or. 66-67. cet. 21 7] Arno F. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. hlm. op.M. [29] Departemen Agama RI. [28] Muhaimin.). Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. op. cit. Psikologi Pendidikan. hlm. cit. hlm. hlm. 2003). 77.[1] John M. Ilmu Pendidikan Islam. hlm.th.. hlm. Didaktik Asas-asas Mengajar. 1. Ngalim Purwanto. XII. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). cet. (Jakarta: Bumi Aksara. Psikologi Pendidikan. op. [22] Sardiman A... (New York: Mc. 73. hlm. Juz I. 27] UU RI No. Davies.pdf . 14] Sumadi Suryobroto. Psikologi Pendidikan.. (Mesir: Darul Ma arif. 2000). Pengelolaan Belajar. 15] Soetomo. hlm. 34. cit. hlm.damandiri. 34. Grow Hill Company. hlm. 25] Sardiman A. hlm. 1. 1990). op. 2. hlm. hlm. 73-74. hlm. 191. hlm. Davies. http://www. 70. [5] Akyas Azhari. 99. Psikologi Umum dan Perkembangan. [20] Ibid. 19] Soetomo. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 21] M. (Jakarta: PT. 2003). 187 [4] Wasty Soemanto. 216. 16] Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. 194. (Bandung: Citra Umbara. Ngalim Purwanto. (New York: Mc. IX. 11. [24] Departemen Agama RI. 370. Morgan. 1981). 86. op. 2002). 6] Oemar Hamalik. (Jakarta: Teraju. 17] S. cet. cet.. (Jakarta: Rineka Cipta. 2 [8] Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid. hlm.. At-Tarbiyah wa Thuruqut Tadris. hlm. 12-13. cet. [2] Sumadi Suryobroto. 1991). 80. 862. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful