BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan 2.1.1 Minyak kayu Putih Secara Umum Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra (L). L), merupakan salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri yang mana daun tumbuhan ini mengandung minyak atsiri sekitar 0,5 1,5% tergantung efektivitas penyulingan dan kadar minyak yang terkandung terhadap bahan yang disuling. (Lutony, 1994). Sistematika tumbuhan ini adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Dicotiledonae : Myrtales : Myrtaceae : Melaleuca : Melaleuca Leucadendra, (L.) L

2.1.2 Morfologi tumbuhan: Tumbuhan dari famili Myrtaceae merupakan salah satu sumber minyak atsiri yang memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Beberapa jenis dari famili ini yang terkenal sebagai penghasil minyak atsiri adalah tumbuhan dari marga Eucalyptus dan Melaleuca.

Universitas Sumatera Utara

L) merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai batang pohon kecil dengan banyak anak cabang yang menggantung ke bawah. Alasannya. Universitas Sumatera Utara . Keistimewaan tanaman ini adalah mampu bertahan hidup di tempat yang kering. Tanaman kayu putih tidak memerlukan syarat tumbuh yang spesifik. Daun kayu putih yang akan disuling minyaknya mulai bisa dipangkas atau dipungut setelah berumur lima tahun. Dari ketinggian antara 5 – 450 m diatas permukaan laut. Pohon kayu putih dapat mencapai ketinggian 45 kaki. pada waktu pagi hari daun mampu menghasilkan rendeman minyak atsiri lebih tinggi dengan kualitas baik. Seterusnya dapat dilakukan setiap enam bulan sekali sampai tanaman berusia 30 tahun. sedangkan kulit batang kayunya berlapis-lapis dengan permukaan terkelupas. Bagian yang paling berharga dari tanaman kayu putih untuk keperluan produksi minyak atsiri adalah daunnya.1.450 m di atas permukaan laut. atau di daerah yang banyak memperoleh guncangan angin atau sentuhan air laut. terbukti bahwa tanaman yang satu ini memiliki toleransi yang cukup baik untuk berkembang. Pemungutan daun kayu putih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Daunnya berbentuk lancip dengan tulang daun yang sejajar.Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra (L).3 Syarat tumbuh dan budidaya Tanaman kayu putih tidak mempunyai syarat tumbuh yang spesifik. (Lutony. di tanah yang berair. 1994). Tanaman ini tumbuh liar di daerah berhawa panas. 2. Dari ketinggian antara 5 . terbukti bahwa tanaman yang satu ini memiliki toleransi yang cukup baik untuk berkembang. Setiap pohon kayu putih yang telah berumur lima tahun atau lebih dapat menghasilkan sekitar 50-100 kg daun berikut ranting. Di beberapa daerah yang subur. tanaman kayu putih telah bisa dipungut daunnya pada usia dua tahun. Bunga kayu putih berwarna merah.

minyak kayu putih memiliki bau kamfor mirip sineol dengan flavor yang agak menyengat (burning flavor) dengan kesan dingin. dan dibeberapa tempat lainnya. maka minyaknya tidak memiliki arti komersial. dan menghasilkan minyak dengan komposisi yang berbeda. semenanjung malaya. 1994) Ditemukan juga satu varietas yang banyak tumbuh didaerah berpayau. Singapura. Apabila yang disuling itu berikut dengan ranting daunnya sebaiknya menggunakan perbandingan antara berat ranting terhadap berat daun sebesar 15%. Dalam dunia perdagangan. karena ranting daun hanya mengandung 0.1% minyak (Ketaren.2. pohon kayu putih dipangkas agar bisa tumbuh tunas baru dan yang akan menghasilkan daun yang lebih banyak. Perancis. 1985). Karena variatas ini tidak tau mengandung sineol dalam jumlah kecil. dan Belanda. 2. Pasaran utama bagi minyak atsiri cajeput oil antara lain Amerika Serikat. 2. Selanjutnya setiap kali pemungutan daun selalu diikuti dengan pemangkasan.1 Mutu minyak kayu putih Standart mutu minyak kayu putih menurut EAO adalah sebagai berikut: Warna : cairan berwarna kuning atau hijau Universitas Sumatera Utara . Cara yang ditempuh untuk memproduksi minyak kayu putih bisa langsung dengan menyuling daunnya saja atau dengan cara menyuling daun kayu putih tersebut berikut ranting daunnya sepanjang lebih kurang 20 cm dari pucuk daun. bahkan untuk mencukupi kebutuhan didalam negeri pun terpaksa mengimpornya (Lutony.Setelah pemungutan daun yang pertama.2 Minyak kayu putih Minyak kayu putih disuling dari daun dan ranting (terminal branhlet) beberapa spesies melaleuca merupakan sejenis pohon yang tumbuh melimpah dikepulauan hindia timur (Indonesia). (Lutony. Pada saat sekarang produksi minyak kayu putih indonesia mengalami penurunan. 1994). Jepang.

Kegunaan tumbuhan kayu putih antara lain sebagai obat sakit perut dan saluran pencernaan (internal).65% Minyak pelikan : Negatif Minyak lemak :Negatif Kelarutan dalam alkohol 80% : Larut dalam 1 volume Untuk mempertahankan mutunnya.925 Putaran optik : o – (40) Indeks refraksi 200C : 1. reumatik dan sakit persendian. Sebagai obat dalam (internal). dan jika diteteskan ke dalam gigi dapat mengurangi rasa sakit gigi. dan berfungsi sebagai anthelmintic terutama efektif mengobati demam. sebagai obat masuk angin untuk dewasa maupun anak – anak . kram pada kaki. Minyak kayu putih juga sangat efektif digunakan sebagai insektisida.- Berat jenis pada 25oC : 0.2 Khasiat dan Kegunaan minyak kayu putih Minyak kayu putih banyak digunakan dalam industri farmasi.2. Kandungan sineol : 50% . Minyak kayu putih juga berfungsi sebagai ekspektoran dalam kasus laryngitis dan bronchitis. Penduduk indonesia telah mengenal minyak kayu putih sejak berabad – abad serta mempergunakannya sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. sebagai obat kulit (obat luar). sebaiknya minyak kayu putih dikemas dalam drum berlapis timah putih atau drum besi galvanis. Juga dapat digunakan sebagai pembasmi kutu busuk dan berbagai jenis serangga (Lutony. Universitas Sumatera Utara . 2.908 – 0. minyak kayu putih digunakan hanya dalam dosis kecil dan berkhasiat untuk mengobati rhinitis (radang selaput lendir hidung). Kutu pada anjing dan kucing akan mati jika diolesi minyak kayu putih. berkhasiat sebagai obat oles bagi penderita sakit kepala.4660 – 1. 1994).4720.

Minyak atsiri.3 Kandungan Kimia Umumnya minyak atsiri dari jenis atau varietas tumbuhan yang berbeda juga memiliki komponen kimia yang berbeda.3 Minyak Atsiri Minyak atsiri sebagai bahan wewangian.26 0.2. penyedap masakan dan obat-obatan memiliki akar sejarah yang dalam. minyak mudah menguap atau minyak terbang merupakan dari senyawa yang berwujud cairan atau padatan yang memiliki komposisi maupun titik didih yang beragam yang diperoleh dari bagian tanama. Universitas Sumatera Utara . 11. L. Kandungan kimia dari minyak kayu putih yang dihasilkan dari tumbuhan Melaleuca leucadendra (L). batang.tetrametil elemol Kadar % 1. dapat dilihat pada tabel berikut: Nama Komponen Kimia β – pinena sineol terpinolena 4.96 1.32 2.03 0.47 1. daun.52 0. 11.2. akar. biji maupun dari bunga (Sastrohamidjojo. buah. . 2004). kulit.4.7. -tetrametil – 8 metilen β linalool α terpineol kariofilena α kariofilena isokariofilena dehidro – 1.59 14.44 1.21 60.1.87 5.

2. Minyak tersebut disintesa dalam sel kelenjar pada jaringan tanaman dan ada juga yang terbentuk dalam pembuluh resin (Ketaren. Hidrogen (H). terkandung didalam semua jaringan (pada suku Coniferae) (Gunawan & Mulyani. Minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa proses metabolisme dalam tanaman. 2004). 1985). Rutaceae). Minyak atsiri umumnya terdiri dari berbagai campuran persenyawaan kimia yang terbentuk dari unsur Karbon (C). Dalam tumbuhan minyak atsiri terkandung dalam berbagai jaringan. umur panen. di dalam sel-sel parenkim (pada suku Zingiberaceae dan Piperaceae).1 Komposisi Kimia Minyak Atsiri Pada umumnya perbedaan komponen minyak atsiri disebabkan perbedaan jenis tanama penghasil. dan Oksigen (O) serta beberapa persenyawaan kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dan Belerang (S). di dalam rongga-rongga skizogen dan lisigen (pada suku Myrtaceae. seperti didalam rambut kelenjar (pada suku Labiatae). 1985).3. Pada umumnya sebagian besar minyak atsiri terdiri dari campuran persenyawaan golongan hidrokarbon dan hidrokarbon teroksigenasi. Pinaceae. Universitas Sumatera Utara . di dalam saluran minyak (pada suku Umbelliferae). metode ekstraksi yang digunakan dan cara penyimpanan minyak (Ketaren. mencegah kerusakan tanaman oleh serangga atau hewan lain dan sebagai cadangan makanan dalam tanaman. yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air.Dalam tanaman minyak atsiri mempunyai 3 fungsi yaitu membantu proses peyerbukan dengan menarik beberapa jenis serangga atau hewan. tanah tempat tumbuh. kondisi iklim.

Penentuan indeks bias menggunakan alat refraktometer.2.3. 1985). maka sinar akan membelok atau membias dari garis normal. Alat yang digunakan untuk penentuan ini adalah piknometer. c.2 Sifat Fisika Minyak Atsiri Minyak atsiri mempunyai konstituen kimia yang berbeda. bersifat optis aktif dan mempunyai sudut putar yang spesifik. Parameter yang dapat digunakan untuk tetapan fisik minyak atsiri antara lain : a. Besarnya pemutaran bidang polarisasi ditentukan oleh jenis minyak atsiri. suhu dan panjang gelombang cahaya yang digunakan. baunya yang karakteristik. Jika cahaya melewati media kurang pada ke media lebih padat. Indeks bias berguna untuk identifikasi suatu zat dan deteksi ketidakmurnian (Guenther. 1987). Bobot Jenis Bobot jenis adalah perbandingan berat dari suatu volume contoh pada suhu 250C dengan berat air pada volume dan suhu yang sama. Sifat-sifat fisik minyak atsiri yaitu. b. Cara ini dapat digunakan untuk semua minyak dan lemak yang dicairkan. Putaran Optik Setiap jenis minyak atsiri mempunyai kemampuan memutar bidang polarisasi cahaya ke arah kiri atau kanan. temperatur dikontrol dengan hati-hati dalam kisaran temperatur yang pendek (Ketaren. Minyak atsiri yang bari di ekstrak biasanya tidak berwarna atau berwarna kekuning-kuningan. Penentuan putaran optik menggunakan alat polarimeter Universitas Sumatera Utara . Indeks Bias Indeks bias dari suatu zat ialah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. tetapi dari segi fisiknya sama. Pada penetapan bobot jenis.

4 Cara Isolasi Minyak Atsiri Isolasi minyak atsiri dapat dilakukandengan beberapa cara yaitu : 1) penyulingan (destilation). 4) ekstraksi dengan lemak padat (Guenther. 1985).3.3. 1985).3 Sifat Kimia Minyak Atsiri Perubahan sifat kimia minyak atsiri merupakan ciri dari kerusakan minyak yang mengakibatkan perubahan sifat kimia minyak adalah proses oksidasi. polimerisasi (resinifikasi). 2) pengepresan (Pressing). asam organik dan keton yang menyebabkan perubahan bau yang tidak dikehendaki (Ketaren. 2. a. yang merupakan senyawa polimer. Universitas Sumatera Utara . b. Ester akan terhidrolisis secara sempurna dengan adanya air dan asam sebagai katalisator (Ketaren. Resin ini dapat terbentuk selama proses pengolahan (Ekstraksi) minyak yang mempergunakan tekanan dan suhu tinggi serta selama penyimpanan (Ketaren.(Ketaren. 2. Peroksida yang bersifat labil akan berisomerisasi dengan adanya air. c. 3) ekstraksi dengan pelarut menguap (solvent extraction). 1985). sehingga membentuk senyawa aldehid. Hidrolisis Proses hidrolisis terjadi dalam minyak atsiri yang mengandung ester. 1987). Proses hidrolisis ester merupakan proses pemisahan gugus OR dalam molekul ester sehingga terbentuk asam bebas dan alkohol. Resinifikasi Beberapa fraksi dalam minyak atsiri dapat membentuk resin. 1985). Oksidasi Reaksi oksidasi pada minyak atsiri terutaama terjadi pada ikatan ikatan rangkap dalam terpen. hidrolisis.

2. Metode Penyulingan a. uap air akan baik bersama minyak atsiri kemudian dialirkan melalui pendingin. 1985). 1987). Hasil sulingan adalah minyak atsiri yang belum murni. Perlakuan ini sesuai untuk minyak atsiri yang tidak rusak oleh pemanasan (Guenther.4. 1987).3.2. bahan tanaman yang akan disuling mengalami kontak langsung dengan air mendidih. buah.2. Ekstraksi dengan pelarut menguap Universitas Sumatera Utara .1. Penyulingan dengan uap (steam destilation) Model ini disebut juga penyulingan uap atau penyulingan tak langsung. atau kulit buah yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi.3. 1987). c. Penyulingan dengan air dan uap (water and steam destilation) Bahan tumbuhan yang akan disuling dengan metode penyulingan air dan uap ditempatkan dalam suatu tempat yang bagian bawah dan tengah berlobang-lobang yang ditopang di atas dasar alat penyulingan. Metode Pengepresan Ekstraksi minyak atsiri dengan cara pengepresan umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji. b.4.4. Uap air selanjutnya dialirkan melalui pendingin dan hasil sulingan adalah minyak atsiri yang belum murni. Minyak atsiri akan dibawa oleh uap air yang kemudian didinginkan dengan mengalirkannya melalui pendingin.3. Pada metode ini bahan tumbuhan dialiri uap panas dengna tekanan tinggi. Akibat tekanan pengepresan. Hasil sulingannya adalah minyak atsiri yang belum murni (Guenther. maka sel-sel yang mengandung minyak atsiriakan pecah dan minyak atsiri akan mengalir kepermukaan bahan (Ketaren.3. 2. Cara ini baik digunakan untuk bahan tumbuhan yang mempunyai titik didih yang tinggi (Guenther. Penyulingan dengan air (water destilation) Pada metode ini. Ketel diisi dengan air sampai permukaan air berada tidak jauh di bawah saringan.

Metode ekstraksi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu enfleurasi dan maserasi. Perbedaannya hanya terletak pada bagian awal proses. 2009).3. 2.Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan minyak atsiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. 2009). Ekstraksi dengan lemak padat Proses ini umunya digunakanuntuk mengekstraksi bunga-bungaan. untuk mendapatkan mutu dan rendeman minyak atsiri yang tinggi. 2. a. Maserasi Metode pembuatan minyak dengan lemak panas tidak jauh bebrbeda dengan metode lemak dingin. absorbsi minyak atsiri oleh lemak digunakan pada suhu rendah (keadaan dingin) sehingga minyak terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh panas. Enfleurasi Pada proses ini. Metode ini digunakan untuk mengekstraksi beberapa jenis minyak bunga yang masih melanjutkan kegiatan fisiologisnya. Pada penggunaan GC.4. Setelah ditemukan Kromatografi Gas (GC). Daun bunga terus menjalankan proses hidupnya dan tetap memproduksi mintak atsiri dan minyak yang terbentuk dalam bunga akan menguap dalam waktu singkat (Armando. yaitu menggunakan lemak panas (Armando.4. kendala dalam analisis komponen minyak atsiri mulai dapat diatasi. 2009). Ekstraksi dengan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air (Armando. Bahan dan peralaatan yang digunakan pun tidak jauh berbeda. b.4 Analisis Komponen Minyak Atsiri dengan GC-MS Analisa komponen minyak atsiri merupakan masalah yang cukup rumit karena minyak atsiri mengandung campuran senyawa dan sifatnya yang mudah menguap pada suhu kamar. efek penguapan dapat dihindari bahkan dihilangkan Universitas Sumatera Utara .

murni. 2000). Pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor (Mc Nair and Bonelli. sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. suhu dan detektor. Fase diam akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya. 1991).4. sistem injeksi. Komponen yang akan dipisahkan di bawa oleh suatu gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. yaitu gabungan antara kromatografi gas dan spektrometer massa.1 Kromatografi Gas Kromatografi gas digunakan untuk memisahkan komponen campuran kimia dalam suatu bahan.sama sekali. 2. 1988). Kromatografi gas berfungsi sebagai alat pemisah berbagai campuran komponen dalam sampel sedangkan spektrometer massa berfungsi untuk mendeteksi masing-masing komponen yang telah dipisahkan pada kromatografi gas (Agusta. Gas Pembawa Gas pembawa harus memenuhi persyaratan antara lain harus inert.4. dan mudah diperoleh. dapat dibeli dalam keadaan murni dan kering yang Universitas Sumatera Utara . dkk. kolom. Bagian utama dari kromatografi gas adalah gas pembawa. Pemilihan gas pembawa tergantung pada detektor yang dipakai. Perkembangan teknologi instrumentasi yang pesat akhirnya dapat menghasilkan suatu alat yang merupakan gabungan dua sistem dengan prinsip dasar yang berbeda satu sama lain tetapi saling melengkapi..1. Waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan di kolom disebut dengan waktu tambat (waktu retensi) yang diukur mulai saat penyuntikn sampai saat elusi terjadi (Gritter. Campuran cuplikan akan terbagi diantara gas pembawa dan fase diam. 2. Keuntunganya adalah karena semua gas ini harus tidak reaktif. fase diam.1.

2.4.1. melingkar (Agusta. Hidrogen (H).. Pada GC-MS terdapat tiga pengendali suhu yang berbeda yaitu: suhu injektor. 2000). Ruang suntik harus dipanaskan tersendiri. Suhu Tekanan uap sangat tergantung pada suhu. Universitas Sumatera Utara .4. maka suhu merupakan faktor utama dalam kromatografi gas.4.3.1. Sistem Injeksi Cuplikan dimasukkan kedalam ruang suntik melalui gerbang suntik.Berdasarkan sifat minyak atsiri yang non polar sampai sedikit polar. dan polar. 2000).1. dan kaca yang berbentuk lurus. Gas pembawa yang sering dipakai adalah helium (He). 2. Kolom Kolom dapat dibuat dari tembaga.4. 2000). Argon (Ar). dan suhu detektor. 2. dan biasanya pada suhu 10-15oC lebih tinggi dari suhu maksimum. baja nir karat. lengkung.1.4. karbon dioksida (Agusta. yaitu non polar. Nitrogen (N). maka untuk keperluan analisis sebaiknya digunakan kolom fase diam yang bersifat non polar. dkk. biasanya berupa lubang yang ditutupi dengan septum atau pemisah karet.1991). misalnya SE-52 dan SE54 (Agusta.dapat dikemas dalam tangki bertekanan tinggi. 2. suhu kolom. aluminium.2. terpisah dari kolom. semi polar. Fase Diam Fase diam dibedakan berdasarkan kepolaranya.5. Jadi cuplikan diuapkan segera setelah disuntikkan dan dibawa ke kolom (Gritter.

4. dkk. ditembak dengan berkas elektron dan menghasilkan ion bermuatan positip yang mempunyai energi yang tingggi karena lepasnya elektron dari molekul yang dapat pecah menjadi ion yang lebih kecil. 2. atau pada suhu yang berubah secara terkendali (suhu diprogram). 2004). Spektrum massa merupakan gambaran antara limpahan relatif lawan perbandingan massa/muatan (Sastrohamidjojo. b. Suhu Detektor Detektor harus cukup panas sehingga cuplikan dan atau fase diam tidak mengembun (Mc Nair and Bonelli. Kromatografi gas suhu isotermal paling baik digunakan pada analisis rutin atau jika kita mengetahui agak banyak mengenai yang akan dipisahkan.1.4. Suhu Kolom Pemisahan dapat dilakukan pada suhu tetap (isotermal).2. (1988) ada dua detektor yang populer yaitu Detektor Hantar Termal (DHT) dan Detektor Pengion Nyala (DPN). Suhu Injektor Suhu pada injektor harus cukup panas untuk menguapkan cuplikan sedemikian cepat (Mc Nair and Bonelli. Detektor Menurut Mc Nair and Bonelli.6. 2.a. Pilihan awal yang baik adalah suhu beberapa derajat dibawah titik didih komponen campuran utama.. 1988). Pada kromatografi gas suhu diprogram. suhu dinaikkan mulai dari suhu tertentu sampai suhu tertentu yang lain dengan laju diketahui dan terkendali dalam waktu tertentu (Gritter. 1988).1991).1 Sistem Pemasukan Cuplikan Universitas Sumatera Utara .2 Spektrometer Massa Molekul senyawa organik pada spektrometer massa.4. 2. c.

4.4.4 Pengumpul Ion dan Penguat Pengumpul terdiri dari satu celah atau lebih serta silinder Faraday.2. sebuah alat pembocor molekul untuk mengatur cuplikan kedalam kamar pengion. 2. 2. 2.3 Tabung Analisis Tabung yang digunakan adalah tabung yang dihampakan. sebuah makromanometer untuk mengetahui jumlah cuplikan yang dimasukkan.2.4. karena molekul senyawa organik mempunyai elektron berjumlah genap maka proses pelepasan satu elektron menghasilkan ion radikal.Bagian ini terdiri dari suatu alat untuk memasukkan cuplikan. berbentuk lengkung tempat melayangnya berkas ion dari sumber ion ke pengumpul. Satu dari proses yang disebabkan oleh tekanan tersebut adalah ionisasi molekul yang berupa uap dengan kehilangan satu elektron dan terbentuk ion molekul bermuatan positif. Universitas Sumatera Utara .2. Berkas ion membentur tegak lurus pada plat pengumpul dan isyarat yang timbul diperkuat dengan pelipat ganda elektron. Cara pemasukan cuplikan langsung kekamar pengionan dilakukan terhadap senyawa yang sukar menguap dan tidak stabil terhadap panas. Cuplikan berupa cairan dimasukkan dengan menginjeksikanya melalui karet silikon kemudian dipanaskan untuk menguapkan cuplikan kedalam sistem masukan.2 Ruang Pengion dan Percepatan Arus uap dari pembocor molekul masuk ke dalam kamar pengion ditembak pada kedudukan tegak lurus oleh seberkas elektron dipancarkan dari filament panas. dan sebuah sistem.

2.2.5 Pencatat Spektrum massa biasanya dibuat dari massa rendah ke massa tinggi.. Cara penyajian yang lebih jelas dari puncak-puncak utama dapat diperoleh dengan membuat harga m/z terhadap kelimpahan relatif (Silverstein. Universitas Sumatera Utara . berkas sinar ultraviolet dapat menimbulkan berbagai puncak pada kertas pencatat yang peka terhadap sinar ultraviolet.1986). Pencatat yang banyak digunakan mempunyai 3-6 galvanometer yang mencatat secara bersama-sama. Galvanometer menyimpang jika ada ion yang menabrak lempeng pengumpul.4. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful