Inovasi Pendidikan Islam Al-Irsyad

Munculnya kesadaran kaum muslimin untuk menemukan jati diri dan semangat berkorban di tengah gejolak kolonial Belanda hingga akhir periode 1930-an telah melahirkan banyak tokoh dan organisasi yang mengusung panji Islam. Sebut saja nama Haji Zamzami pendiri Persatuan Islam, KH Hasyim Asy¶ari pendiri Nahdhatul Ulama, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, dan Syaikh Ahmad Syurkati pendiri Al-Irsyad, yang muncul di tengahtengah sebagai tokoh intelektual Islam, cendikiawan, sekaligus ulama yang memang dibutuhkan masyarakat saat itu. Dalam sejarah mereka tidak hanya bertugas sebagai da¶i dan pendidik, tapi juga turut menyuburkan semangat nasionalisme yang mengantar Indonesia merdeka di tahun 1945. Dalam sejarah pergerakan Islam di Indonesia, nama Ahmad Surkati, pendiri Al-Irsyad tidak sepopuler tokoh lain seperti Hasyim Asy¶ari atau Ahmad Dahlan. Padahal dalam perjalanan sejarah, Ahmad Surkati juga dikenal sebagai guru H. Zamzami, Ahmad Dahlan, dan A. Hassan. Namun kajian terhadap ide-ide dan ajaran Ahmad Surkati tentang pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam di kalangan masyarakat Arab Hadrami (yang berasal dari Hadramaut) di Indonesia belum banyak dilakukan oleh para sejarawan. Ada yang menduga bahwa penyebab kurang populernya Ahmad Surkati sebagai tokoh pembaruan di tengah-tengah masyarakat Islam lantaran beliau mendirikan Al-Irsyad hanya berbasis massa kalangan keturunan Arab. Sebagaimana diakui bahwa kedatangan warga keturunan Arab Hadrami ke Indonesia bermula dari krisis ekonomi yang berkepanjangan yang terjadi di semenanjung Hadramaut, yaitu daerah asal muasal imigran Arab di Indonesia. Peningkatan jumlah imigran Arab ini terjadi berkaitan dengan sifat merantau dan berdagang dari suku Hadrami, serta ditunjang oleh semakin mudah dan banyaknya sarana transportasi dari Timur Tengah ke Indonesia. Pada saat Ahmad Syurkati datang ke Indonesia pada tahun 1911, masyarakat Arab Hadrami terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu golongan dhu¶afa, mashayikh, dan Alawi. Golongan Dhu¶afa adalah mereka yang memiliki ekonomi lemah dan fakir miskin yang terdiri dari pedagang kecil dan buruh tani. Sementara Golongan Masayikh adalah mereka yang pantas memperoleh sebutan As-Syaikh yang terdiri dari kaum terpelajar dalam bidang ilmu agama. Sedangkan Golongan Alawi adalah mereka yang mengaku keturunan dari Ali-Fatimah atau termasuk dalam kategori Ahl al-Bayt dan memperoleh penghormatan khusus. Ahmad Syurkati masuk ke Indonesia berawal dari undangan menjadi pendidik yang dilakukan oleh perguruan Al-Jami¶ah al-Khairiyah yang berpusat di Jakarta, namun akibat adanya perbedaan pandangan antara Ahmad Syurkati dan Jamiat Khair ini, membuat beliau hengkang dari perguruan tersebut dan selanjutnya mendirikan organisasi al-Islah wa al-Irsyad al-Arabiyah atau yang lebih dikenal dengan Madrasah Al-Irsyad sekitar tahun 1914. Kala itu beliau sekaligus sebagai guru madrasah dan penanggungjawab bidang pengembangan pendidikan al-Irsyad. Melalui lembaga ini, Ahmad Surkati mendapatkan kesempatan mengetengahkan pandangan-pandangannya yang berorientasi pada kemajuan ajaran Islam. Dalam pengajaran formal, beliau mampu mewujudkan pandangan dalam bentuk program program pendidikan, hingga madrasah-madrasah al-Irsyad dapat meluluskan alumni yang bertanggungjawab melakukan gerakan pembaruan dan pemurnian Islam.

ketekunan yang didasari keyakinan terhadap kebenaran langkah dan tujuan pendidikan yang hendak dicapai. buku setebal 272 halaman yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar. Banyak hal yang telah dilakukan oleh Ahmad Surkati dalam rangka pemurnian tauhid dari unsur khurafat. Jazirah Arqu. Mengacu dari nama ayahnya. Karena masih keturunan Jabir bin Abdullah Al-Anshari maka Muhammad memamaki nama tambahan Al Anshari. . yang kala itu dihadiri oleh para guru agama terkemuka. Sehingga tak heran bila sejak kecil ia sudah diajak mengikuti berbagai pengajian dan majelis yang bersifat ilmiah. Semoga bermanfaat. Sejak kanak-kanak Ahmad Syurkati telah ditandai kelebihan berupa kejernihan pikiran dan kecerdasan. Hal ini mendorong ayahnya cendernung memperlakukan dia lebih istimewa dibandingkan saudara-saudara kandungnya yang lain. Selain itu Ahmad Syurkati juga mampu menghafal Alquran di Masjid Al-Qaulid sejak usia muda. Ahmad Syurkati lahir dari keluarga terpelajar dalam ilmu agama Islam. Melalui makalah ini. Guna mengetahui secara terperinci tentang sosok Ahmad Surkati beserta sepak terjangnya dalam pelaksanaan pembaharuan pendidikan Islam melalui wadah organisasi Al Irsyad. membuat seman Ahmad gat Surkati bersama murid-muridnya terus melakukan gerakan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam yang pada saat itu telah bercampur dengan khurofat dan bid¶ah di tengah-tengah masyarakar tradisional.Meski mendapatkan banyak tantangan. berbagai program yang ia buat melalui organisasi Al-Irsyad masih dapat dirasakan oleh umat Islam saat ini. Dengan begitu Ahmad Syurkati ikut mendengarkan dan belajar diskusi-diskusi agama. Jakarta. Ayah Ahmad Syurkati yang keluaran Al-Azhar juga mewarisi sebutan yang sama. sebuah pesantren yang dipimpin oleh seorang Ulama terkenal di Dongula. secara lengkap nama Ahmad Syurkati adalah Syeikh Ahmad Muhammad Syurkati Al-Anshari. Dan seperti neneknya. Bahkan nama Al-Irsyad masih menempel di beberapa lembaga pendidikan yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. A. Sudan pada tahun 1292H/1875M. Dengan kata lain. ayah Ahmad Syurkati juga memiliki banyak kitab. Dr. Sebutan Syurkati yang berarti ³banyak kitab´ di belakang nama Ahmad Syurkati diambil dari sebutan yang dilekatkan pada neneknya yang memperoleh sebutan itu karena sepulangnya dari menuntut ilmu di Mesir ia membawa banyak kitab. Sehingga setelah tamat. daerah Dongula. Bisri Affandi. 1999 tersebut diberi judul Inovasi Pendidikan Islam Al-Irsyad. sang ayah langsung mengirimnya belajar di Ma¶had Sharqi Nawi. maka di sini µkamiµ dengan sengaja merangkum buku Prof.Biografi Singkat Ahmad Syurkati Ahmad Syurkati lahir di desa Udhfu. serta pemurnian ibadah dari unsur bid¶ah. Ayahnya bernama Muhammad dan diyakini masih mempunyai hubungan keturunan dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari. MA yang berjudul ³Syaikh Ahmad Syurkati (1874-1943): Pembaharu & Pemurni Islam di Indonesia³.

kedatangan Ahmad Syurkati ke Indonesia terjadi pada tahun 1329 H atau tahun 1911M. Selain itu dia juga belajar Alquran dengan Syekh Muhammad Al-Khuyari Al-Maghribi. Sudan di bawah kekuasaan Pemerintah Mahdi setelah berhasil merebutnya dari pemerintahan Mesir pada tahun 1881. Di antara guru beliau yang terkenal adalah Syekh Salih dan Syekh Umar Hamdan. Walaupun tujuan ke Mesir tidak tercapai. hubungan itu pulih kembali. Syekh Muhammad bin Abd al-Rahman Shihab menyerukan pada masyarakat Arab Indonesia untuk menghormati Ahmad Syurkati. termasuk Sumatera. khususnya masyarakat Arab. dua di Jakarta . sekolah Jamiat Khair berkembang pesat. suatu perguruan yang anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan Ba Alawi (keluarga besar Alawi) di Jakarta. beliau mengirim putranya belajar ke Makkah pada tahun 1314H/1896M. keduanya ulama ahli hadis asal Maroko. dan satu di Bogor. Perselisihan ini terjadi bermula ketika Ahmad Syurkati melakukan perjalanan keliling Jawah Tengah. ³Boleh menurut hukum syara¶ yang adil´. Baru di tahun 1316H atau tahun 1898M. di saat perguruan ini berkembang pesat. Penghormatan itu bukan saja karena ia mempunyai ilmu yang mendalam. Ahmad Syurkati berniat untuk bermukim dan tinggal di Makkah.Tamat dari ma¶had. Di Madinah beliau memperdalam ilmu agama Islam dan bahasa Arab. Setelah merasa telah memperoleh ilmu yang cukup. terjadi perselisihan antara dirinya dengan pengurus Jamiat Khair. dan dalam usaha mengembangkan perguran Jamiat Khair. yang pemimpinnya dikenal dengan nama Abdullah at-Ta¶syishi. ayah Ahmad Syurkati tidak berputus asa. Kekuasaan Mahdi di Sudan berlangsung hingga tahun 1898. belajar fiqih dengan Syekh Ahmad bin Al-Hajj Ali Al-Majhub. yakni setelah tentara Mesir dan Inggris memasuki negeri Sudan. Kedatangan beliau di Jakarta disambut gembira dan penuh hormat oleh pengurus dan warga Jamiat Khair. Bahkan satu di antara tiga sekolah tersebut dipimpin langsung oleh Ahmad Syurkati. makin memperoleh perhatian dari Umat Islam. Ahmad Syurkati berada di Makkah tidak terlalu lama. menjelang tahun ajaran ketiga. Namun. . Sehingga selama masa kepemimpinannya. beliau ditanya oleh seorang warga Solo seputar hukum perkawinan antara gadis keturunan Alawi[1] dengan pria yang bukan keturunan Alawi menurut syariat Isalm. Sewaktu berada di Makkah. Saat itu. ayah Ahmad Syurkati bermaksud mengirim putranya melanjutkan study ke Al-Azhar Mesir mengikuti jejaknya. hingga perguruan Jamiat Khair yang waktu itu memiliki tiga buah sekolah. Ia didatangkan oleh Perguruan Jamiat Khair. dan keikhlasannya mengajar murid-muridnya. tapi juga kesabaran. Bahkan muridnya tidak hanya berasal dari seputaran Jakarta dan Bogor. Sementara itu. tapi berkembang sampai ke luar Jawa. hubungan baik antara Ahmad Syurkati dengan Pengurus Perguruan Jamiat Khair tidak berlangsung lama. hal ini lantaran terputusnya jalan haji antara Sudan dan Hijaz. Bahkan salah seorang pemukanya. Jawaban beliau singkat dan tegas. hubungan antara Ahmad Syurkati dengan keluarganya terputus. tidak memperkenankan siapa saja orang Sudan pergi ke Mesir. ketekunan. dan belajar bahasa Arab dengan Syekh Muhammad Al Barzanji. Secara diam-diam. Kabar gembira kedatangan Ahmad Syurkati segera tersebar luas di kalangan umat Islam. karena secara mandiri beliau hijrah untuk belajar ke Madinah dan bermukim di sana selama 4 tahun. Namun maksud tersebut tidak tercapai karena pemerintah Mahdi.

Namun demikian. Tampilnya Ahmad Syurkati sebagai pimpinan Madrasah Al-Irsyad dan dukungan terhadap berdirinya Jam¶iyah Al-Irsyad menambah luasnya pembicaraan orang sekitar fatwa tentang syahnya nikah seorang sayyidah atau sharifah dari golongan Alawi. Hal ini terjadi pada tanggal 15 Syawwal 1332H atau bertepatan dengan tanggal 6 September 1914M. baik melalui surat kabar. Beliau dikucilkan oleh seluruh lapisan masyarakat Arab Alawi. fitnah serta kecaman yang dilontarkan oleh pihak Alawi. dia juga menyetujui didirikannya jami¶ah yang akan menaungi madrasah tersebut.S. Mereka menganggap bahwa fatwa tersebut suatu penghinaan. Jamiah ini dinamakan Jam¶iyat al-Islah wa Al-Irsyad al-Arabiyah. Meskipun dalam perjalannnya. beliau kemudian secara resmi mengundurkan diri dari perguruan tersebut. dan bahkan lebih parah lagi. dengan pria dari golongan lain. Jakarta pada hari Ahad 15 Syawal 1332H (6 September 1914M). usaha Ahmad Syurkati terus mendapat perlawanan. padahal permintaan untuk kembali ke Makkah telah diajukan oleh sahabat-sahabat beliau yang berada di Makkah. Salah satunya surat kabar Suluh Hindia yang dipimpin oleh O. Permintaan pencabutan fatwa tersebut ditolak mentah-mentah oleh Ahmad Syurkati. sehingga harus dicabut kembali. maupun buku-buku yang diterbitkan. keluarnya Ahmad Syurkati dari Jamiat Khair dipandang sebagai awal kebangkitan dan perjuangan memperoleh persamaan derajat serta keadilan. semangat dan kerja keras Ahmad Syurkati untuk memajukan Al-Irsyad dari hari ke hari tak pernah pudar.Jawaban yang terkenal dengan sebutan ³Fatwa Solo´ ini ternyata mendapat kecaman keras dari masyarakat Arab golongan Alawi. Perguruan Jamiat Khair menjauhkan hubungan dengan Ahmad Syurkati. Ahmad Syurkati resmi membuka serta mengelola lembaga pendidikan yang dinamai dengan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah. Bahkan jamiah ini mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Belanda pada tanggal 11 Agustus 1915. Tjokroaminto yang secara khusus memuat hasil wawancara Koran ini dengan tokoh Al-Irsyad tersebut. Perkembangan lembaga pendidikan Al-Irsyad terus mengalami kemajuan bahkan sampai ke luar Jakarta. Pada tanggal 15 Syawwal 1332H/6 September 1914. beliau tidak langsung kembali pulang ke Makkah. Justru hal tesebut dijadikan penyemangat di dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran yang ada di perguruan Al-Irsyad tersebut. murid murid Jamiat Khair juga dilarang menghafal syair Ahmad Syurkati yang berjudul Ummahat al-Akhlaq.Mendirikan Lembaga Pendidikan Al-Irsyad Setelah Ahmad Syurkati resmi keluar dari Perguruan Jamiat Khair yang dikelola oleh masyarakat Arab Alawi. B. . Pembicaraan itu bukan hanya dari mulut ke mulut tapi juga dijadikan bahan pemberitaan Koran-koran yang beredar. Namun keluarga Besar Al-Irsyad memilih tanggal lahirnya lembaga pendidikan Al-Irsyad bertepatan dengan dibukanya madrasah Al-Irsyad pertama kali di Jati Petamburan. Bersamaan dengan pembukaan madrasah tersebut. Beliau lebih memilih untuk mengelola lembaga pendidikan di Jakarta yang dipercayakan oleh masyarakat Arab non-Alawi kepada dirinya. beliau berprinsip bahwa apa yang disampaikannya merupakan ajaran yang benar dan bersumber dari syariat yang benar. Sebab itu mereka menyebut perpisahan Ahmad Syurkati dengan Jamiat Khair sebagai ³perpisahan di jalan Allah´. Bagi pemuka Arab yang bukan golongan Alawi. Mengetahui hal ini. Akhirnya secara sepihak.

3. Meniadakan caci maki dan penghinaan karena perbedaan nasab serta berorientasi pada kepatuhan menjalankan syariat agama. Sumbangsih yang diberikan gerakan Al-Irsyad dalam membentuk tahap-tahap awal perkembangan pembaharuan Islam di awal abad ke-20 antara lain: . namun jasa. Ahmad Syurkati diberikan tugas untuk menyusun naskah penyatuan kedua kelompok. 2. dan gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Syurkati sedikit banyaknya dirasakan oleh kaum muslimin Indonesia secara keseluruhan. Melalui lembaga Jam¶iyat al-Rabithah al-Syarqiyah yang berpusat di Mesir. sedangkan di pihak Alawi sendiri diwakili oleh Sayyid Ibrahim bin Umar al-Saqqaf. Perbedaan yang tidak dapat ditemukan agar tetap seperti apa adanya.Al-Irsyad dan Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia Meski Al-Irsyad didirikan oleh Ahmad Syurkati yang memiliki keturunan Arab serta mengelola pendidikan Islam khusus terhadap masyarakat Arab yang berdomisili di Indonesia. serta mengikuti jalan yang salaf untuk semua solusi masalah agama yang diperdebatkan. Dalam misi ini. Pemeliharaan makna persaudaraan dan persamaan dalam bermasyarakat dan beragama. yaitu: 1. beliau dibantu oleh Abdullah bin Aqil Badjerei yang secara resmi mewakili Al-Irsyad.[2] Dalam menjalankan roda pendidikan di Al-Irsyad. C. Ahmad Syurkati selalu berpedoman kepada prinsip-prinsip dasar dari perguruan tersebut. mencoba untuk menciptakan pemahaman dua arah antara Muslim Indonesia dengan Arab.Terjadinya perang dingin antara kelompok Alawi dan non Alawi yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat kedua kelompok. seperti menjawab salam dan mengantar jenazah dan meniadakan rasa dendam serta sikap permusuhan. 5. Naskah perjanjian persatuan yang dibuat oleh Ahmad Syurkati tersebut ditolak oleh pemukapemuka Alawi. 4. untuk mensiarkan pengetahuan alam sesuai Islam dan menyebarkan kebudayaan Arab yang sesuai dengan ajaran Allah. membuat Ahmad Syurkati selalu berusah melibatkan diri untuk mempersatukan masyarakat Arab Alawi dengan non Alawi. perjuangan. 2. khususnya tidak boleh bertentangan dengan pendapat empat mazhab. 4. untuk memerangi taqlid a¶ma (penerimaan membabi-buta) yang berkonflik dengan dalil aqli (sesuai akal) dan dalil naqli (sesuai alquran dan sunnah). untuk mewujudkan kesetaraan di antara kaum muslimin dan mencari dalil yang shahih dari Alquran dan Sunnah. untuk meneguhkan doktrin persatuan dengan membersihkan shalat dan doa dari kontaminasi unsur politeisme. 3. kecuali bila dalam syarat-syarat persatuan dicantumkan pengakuan golongan Al-Irsyad atas hak istimewa khusus golongan Alawi atas gelar ³sayyid´ atau ³syarifah´. namun penghayatannya tidak boleh keluar dari ajaran agama. Isi naskah persatuan yang disusun oleh Ahmad Syurkati berbunyi sebagai berikut: 1. dan tidak dibenarkan adanya penghinaan dalam bentuk apapun. Mematuhi hak-hak keislaman dalam pergaulan antara kelompok.

Ahamd Dahlan dan pendiri Persis Haji Zamzam juga murid-murid Ahmad Surkati. Menurut A. di tahun 1944 Hamka bertanya kepada ayahnya tentang seseorang yang dipandang sebagai ulama besar di Jawa. dan menjadi pemimpin-pemimpin organisasi yang bergerak berdasarkan Al-Kitab dan Al-Sunnah. Mendorong umat Islam menuntut kemajuan atas dasar ilmu pengetahuan agar umat Islam tidak menjadi noda hitam pada wajah Islam yang bersih. Dan pendiri Persatuan Islam (Persis). Ayahnya menjawab. A. Hassan.´ Hamka bertanya kembali. ³Tentang apanya?³ . ³Hanya Syekh Ahmad Surkati. Kisahnya. Menunjukkan kekeliruan dalam mengkaji ajaran Islam dengan pendekatan aqliyah dan naqliyah. misalnya. 4. Haji Zamzam dan Muhammad Yunus. Pengakuan terhadap ketokohan Syekh Ahmad Surkati juga datang dari seorang tokoh Persis. Melakukan perubahan lewat pikiran yang dilontarkan pendiri Al-Irsyad. Melakukan gerakan persamaan derajat di mata Allah antara setiap lapisan masyarakat manapun. Ahmad Surkati merupakan tokoh gerakan pembaraun di Indonesia terutama dalam bidang pendidikan.1. sebagaimana dilakukan Muhammad Abduh dan Rashid Ridha lewatJam¶iyat al-Islah wal Irsyad (Perhimpunan bagi Reformasi dan Pimpinan. dan khususnya dari banyaknya hadis-hadis yang palsu yang dijadikan pegangan. Proses pelaksanaan pendidikan juga diprioritaskan pada pelaksanaan pendidikan formal untuk menghasilkan guru-guru agama sekaligus berfungsi sebagai penganjur agama. Ahmad Syurkati ke tengah masyarakat Indonesia tentang peranan kemanusiaan dan peningkatan kualitas manusia melalui proses pendidikan. Abdul Karim Amrullah. dia menyatakan bahwa Ahmad Surkati ³memainkan peran penting´ sebagai mufti. hal ini terbukti dengan adanya gerakan pemersatu antara kelompok Alawi dan non-Alawi yang dilakukan oleh pergerakan Al-Irsyad yang dipimpin oleh Ahmad Syurkati. 2. H. 3. Hal ini mencakup pemurnian Tauhid dari Syirik dan Khurafat. Federspiel menyebut Syekh Ahmad Surkati sebagai ³penasehat awal pemikiran Islam fundamental di Indonesia´. 5.F. Membersihkan Islam dari pengaruh-pengaruh yang salah. Howard M. Pijper menyebut dia ³seorang pembaharu Islam di Indonesia. Sejarawan Deliar Noer. hal ini dilakukan dengan membuka cabang perguruan Al-Irsyad di Luar Jawa agar kaum muslimin di daerah dapat menikmati pendidikan yang merata. bahwa Ustad Ahmad Surkati telah membuka pikiran pelajarnya dalam menerima pelajaran dengan teratur sekaligus membuka pikiran mereka sehingga berani membuang prinsip-prinsip yang lama. Perwujudan kemerdekaan dan persamaan di kalangan kaum muslimin dengan berpedoman pada Alquran dan Sunnah serta perbuatan para imam mazhab dan prilaku ulama salaf terdahulu. oleh Federspiel disebut sebagi sahabat karib Syekh Ahmad Surkati. pendiri Muhammadiyah H. Berbagai tanggapan dan pujian positif dari teman dan orang-orang yang mengenalnya diarahkan kepadanya.´ Pijper juga menyebut AlIrsyad sebagai gerakan pembaharuan yang punya kesamaan dengan gerakan reformasi di Mesir. Sejarawan Abubakar Aceh menyebut Syeikh Ahmad Surkati sebagai pelopor gerakan salaf di Jawa. Sedang sejarawan Belanda G. Hassan. Pujian terhadap Ahmad Surkati juga datang dari ayah Hamka. 6. Melakukan gerakan reformasi pendidikan di antara muslim Indonesia. Menurut A. Hassan juga menyebut. serta dari pelaksanaan ibadah yang wajib terhindari dari pekerjaan taqlid dan bid¶ah.

Dengan latar belakang sebagai penyandang gelar al-Allamah dan kegemarannya membaca berbagai kitab. Zedeleer Uit Den Qor¶an (1932). ibadah. yang telah diterjemahkan. fahamnya amat luas dan hati sangat tawadu!´ Dalam bukunya yang berjudul Ayahku: Riwayat Hidup Dr. risalah ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. dia mampu menulis tentang berbagai cabang ilmu agama Islam seperti akidah. Karya itu baik yang sudah diterbitkan dalam bahasa aslinya (bahasa Arab). kandungan Alquran. dimana kala itu dia mengalami penyakit mata hingga menyebabkannya buta. terutama terhadap pemerintah Jepang. Ahmad Syurkati juga seorang penulis produktif. ³Setelah pindah ke tanah Jawa. Risalah Tawjih al Qur¶an ila Adab Al-Qur¶an (1917). sangatlah rapat hubungannya dengan almarhum Syekh Ahmad Surkati. 7. pendidik. Buku yang berisikan kumpulan sajak yang dibuat oleh Ahmad Syurkati di masa tuanya. 5. Risalah Surat al-Jawab (1915). Pertemuan beliau yang pertama dengan Syekh itu di Pekalongan pada 1925.Karya-Karya Ahmad Syurkati Selain sebagai guru. serta tentang ziarah kubur dan tawashul melalui para Nabi dan orang-orang yang dipandang shaleh. ada pula yang berbentuk artikel di majalah dan surat kabar.O. . dan tokoh pergerakan Islam. majalah bulanan yang diterbitkan oleh Ahmad Syurkati sendiri dengan dibantu oleh beberapa anggota sebagai staf redaksi. Sunnah dan Bid¶ah. 6. Di antara karya-karya Ahmad Syurkati itu ada yang berbentuk buku dan risalah. merupakan risalah yang berisikan argumentasi pada Surat al-Jawab yang dikaji berdasarkan catatan sejarah Nabi serta dikuatkan oleh dalil-dalil dari Alquran dan hadis. yang kala itu sebagai pimpinan redakis surat kabar Suluh Hindia. Walaupun kedua belah matanya telah buta. Buku ini merupakan buku terjemahan ke dalam bahasa Belanda.S. Sebagian besar karya-karya itu ditulis dalam rangka menyanggah paham keagamaan yang menyimpang dari dalil Alquran dan Hadis. Ketika itu Syekh masih sehat dan matanya belum rusak«´ D. Al-Khawatir al Hisan (1941). Tjokroaminoto. Al-Wasiyyat Al-Amiriyyah (1918). pendiri Al-Irsyad yang masyhur itu. Dan juga sebagai jawaban serta penjelasan dari berbagai bentuk pertanyaan yang diajukan padanya. Adapun buku aslinya adalah Al-Adab al-Qur¶aniyah. berisikan pembahasan seputar pemurnian ajaran Islam yang mencakup Ijtihad. atau yang belum sempay dicetak dan berbentu tulisan tangan yang disimpan murid-muridnya di Al-Irsyad. antara lain: 1. Taqlid. Ilmunya amat dalam. masih tetap mempertahankan agam dan menyatakannya dengan terus terang. Al-Dhakhirah al-Islamiyah (1923). ulama. 3. Al-Masail At-Thalat (1925). dan al-Hadis.³Dialah yang teguh pendirian. seputar permasalahan kafa¶ah. 2. Sebuah buku yang diterbitkan di Surabaya yang berisikan anjuran untuk berbuat kebajikan. 4. Hamka juga menulis hubungan khusus antara ayahnya dengan Syekh Ahmad Surkati.

Jalan yang panjang yang direntas ini. sehubungan dengan kecilnya ruang lingkup dan gerakan yang dilakukan oleh AlIrsyad. mulailah bermunculan penggunaan kata sayyid dan syarifah di depan nama kelompok Arab Alawi ini. tepat 29 tahun setelah beliau mendirikan Al-Irsyad. Meski peranan Gerakan Al-Irsyad awalnya hanya diperuntukkan bagi kalangan keturnan imigran Arab Hadramuat. namun jasa-jasa Al-Irsyad dalam dunia pendidikan di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.net. Ini sesuai amanat beliau sendiri sebelum meninggal. membuat pendirinya tidak begitu dikenal secara luas oleh masyarakat Islam saat ini. yakni hanya berkonsentrasi pada kaum muslimin keturunan Arab. Di antara orang-orang dan para muridnya yang melayat. yang pernah menyatakan: ³Almarhum telah ikut mempercepat lahirnya gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia´. Pendiri Al-Irsyad AlIslamiyah.00 pagi. 6 September 1943. [3] Al-Irsyad Al-Islamiyah. Hal ini tak lain disebabkan adalah konsekuensi implikatif dari adanya kesamaan waktu. Dan pemikiran-pemikiran itu tentu saja berpengaruh terhadap pembaharuan dan pemurnian Islam di Indonesia. Namun. 25) Jakarta. dalam http://alirsyad. Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshari.Penutup Apa yang dilakukan oleh Ahmad Syurkati dalam gerakan Al-Irsyad serta kelompokkelompok reformos ajaran Islam lainnya di awal abad ke-20 merupakan titik awal pergerakan.[3] [1] Keturunan Arab Ba Alawi merupakan keturunan yang mengklaim memiliki hubungan keturunan dengan Ali -Fatimah (menantu dan anak Rasulullah) yang dianggap mempunyai kemuliaan (tafadhul) tersendiri. Dengan kemuliaan itu kelompok ini merasa mendapatkan kedudukan yang istimewa. Jenazahnya diantar ke Pekuburan Karet dengan cara sederhana dan tidak ada tanda apa-apa di atas tanah kuburannya. bermula dari berdirinya beberapa perkumpulan Arab di kota-kota pesisir di Asia tenggara sebelum abad ke-19. di kediaman beliau Jalan Gang Solan (sekarang Jl. sebagian besar telah menjadi tokoh masyarakat dan pejuang bangsa. [2] Sejak saat itu. jam 10. KH. Oleh sebab itu tak berlebihan bila Ahmad Syurkati disebut sebagai tokoh pembaharu dan pemurni ajaran Islam yang konsentrasi pemikirannya ditujukan ke kalangan masyarakat Arab Indonesia asal Hadramaut. Di antaranya Bung Karno. Ahmad Surkati sendiri tutup usia pada hari Kamis. Hasyim Asy¶ari No.E. Hal ini terbukti dengan sedikitnya dijumpai buku-buku yang membahas tentang pergerakan tokoh ini. .