JURNAL SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PRAKTIK KERJA INDUSTRI DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO (Studi di SMKN 39 Jakarta)

Disusun Oleh FATHURACHMAN (5215077526)

Fakultas Teknik Program Studi Pend. Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektronika UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PRAKTIK KERJA INDUSTRI DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO (Studi di SMKN 39 Jakarta). Skripsi, Jakarta: Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Pembimbing I. Drs. E.S. Triday, M.Pd, Pembimbing II. Drs. Mufti Ma’sum, M.Pd.
Oleh : Tri Gesty Anggarini 1 ABSTRAK - Pembelajaran di SMKN 39 Jakarta tidak hanya membekali peserta didiknya di dalam sekolah melalui praktik dan teori, namun dibekali pula praktik kerja industri yaitu terjun langsung di dunia industri agar siswa dapat berlatih mempraktikkan keahlian serta menambah keahlian baru yang dapat menjadi bekal nantinya untuk berwirausaha atau bekerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data seberapa besar hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri siswa dengan minat berwirausaha siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas III Teknik Audio Video SMKN 39 Jakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Sampel sebanyak 58 siswa. Variabel yang diteliti meliputi hasil belajar praktik kerja industri sebagai variabel bebas dan minat berwirausaha sebagai variabel terikat. Data variabel X diperoleh dari nilai dokumentasi praktik kerja industri dan untuk memperoleh data variabel Y diukur dengan menggunakan instrumen dalam bentuk kuesioner atau angket berdasarkan skala Likert, sebelum digunakan dilakukan ujicoba instrumen yaitu uji validitas dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha cronbach. Hasil uji validitas instrumen di dapat 33 butir pernyataan yang valid dan uji reliabilitas instrumen sebesar 0,95. Uji persyaratan analisis uji normalitas galat taksiran regresi Y atas X dengan uji liliefors menghasilkan Lhitung = 0,07758 < Ltabel = 0,116. Jadi dapat disimpulkan bahwa galat taksiran regresi Y atas X berdistribusi normal. Perhitungan persamaan regresi menghasilkan Ŷ = 54,44 + 0,745X, sedangkan uji keberartian regresi menghasilkan F hitung = 11,88 > Ftabel = 4,02. Dan hasil pengujian linieritas menunjukkan Fhitung = 1,07 < Ftabel = 1,98. Ini berarti model regresi diatas berarti (signifikan) dan linier. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan uji koefisien korelasi dan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05. Diperoleh rXY = 0,418, ini berarti tingkat hubungan antar variabel rendah dan thitung = 3,445 > ttabel = 1,684, ini berarti bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Uji koefisien determinasi (KD) menghasilkan 17,47 %. Ini menunjukkan bahwa variasi variabel minat berwirausaha (Y) ditentukan sebesar 17,47% oleh variabel hasil belajar praktik kerja industri (X). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa kelas III program keahlian Teknik Audio Video SMKN 39 Jakarta. Kata kunci : Hasil Belajar, Praktik Kerja Industri, Minat Berwirausaha

RELATIONSHIP BETWEEN THE RESULTS OF WORK PRACTICES LEARNING INDUSTRY WITH STUDENT'S INTERESTS ENTREPRENEURSHIP VOCATIONAL HIGH SCHOOL TECHNICAL AUDIO VIDEO ENGINEERING PROGRAMS (Studies in SMKN 39
1

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Angkatan 2005 Universitas Negeri Jakarta dan lulus Tahun 2010

Jakarta). Skripsi, Jakarta: Education Studies Electronics Engineering, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Jakarta. Advisor I. Drs. E.S. Triday, M. Pd, Advisor II. Drs. Mufti Ma'sum, M.Pd.
Oleh : Tri Gesty Anggarini 2 ABSTRACT – Learning in SMKN 39 Jakarta not only equip students participating in school through practice and theory, but also provided the working practices of the industry directly involved in the industry so that students can practice and practice the skills that can add new skills to be equipped later to entrepreneurship or working. The purpose of this study was to obtain data on how much the relationship between industrial employment practices learning outcomes of students with an interest in entrepreneurship courses SMK Audio Video Technical expertise. This study uses descriptive correlational. The population in this study were all students of class III Audio Video Engineering SMKN 39 Jakarta in Academic Year 2009/2010. Sample of 58 students. Variables examined include the study of industrial working practices as independent variables and interest in entrepreneurship as the dependent variable. Data obtained from the value of variable X documentation of work practices and industry to obtain data on Y variables are measured using instruments in the form of a questionnaire or a questionnaire based on Likert scale, carried out tests before use of instrument validity and reliability test using Cronbach alpha formula. Instrument validity test results at 33 grains can be a valid statement and test the instrument reliability of 0.95. Test error normality test analysis requirements estimated by the regression of Y on X liliefors test produces L hitung = 0.07758 < L tabel = 0.116. So we can conclude that the error in the estimated regression of Y on X have normal distribution. Calculation of the regression equation Y = 54.44 + yield 0.745 X, whereas the significance test of regression to produce F value = 11.88 > F table = 4.02. And the linearity test results indicate F value = 1.07 < Ftable = 1.98. This means that the regression model above the mean (significant) and linear. Results of hypothesis tests performed with correlation coefficient test and t test at significance level α = 0.05. Rxy = 0.418, this means a low degree of correlation between variables and t value = 3.445 > t table = 1.684, this means that Ho refused and H1 accepted. Test of coefficient of determination (KD) yields 17.47%. This shows that the variation of the variable interest in entrepreneurship (Y) set at 17.47% by the variables studied the results of the working practices of the industry (X). Based on the results of this study concluded that there is a positive relationship between learning outcomes of industrial working practices with students' interest in class III Technical Audio Video Engineering Program in SMKN 39 Jakarta. Key Words: Learning Outcomes, Employment Practices Industry, Interest entrepreneurship

1. PENDAHULUAN. Seiring dengan bertambah pesatnya jumlah penduduk di Indonesia dalam era globalisasi dan industrialisasi dewasa ini menimbulkan banyak permasalahan, salah satunya adalah menyempitnya lapangan
2

pekerjaan. Kesempatan kerja dengan orang yang mencari kerja lebih banyak orang yang ingin mencari kerja, sehingga banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Akibatnya jumlah pengangguran semakin besar yang

Education Department of Electrical Engineering Force Year 2005 State University of jakarta, and graduated in 2010

berdampak pada kondisi perekonomian di Indonesia. Apabila orang tersebut mempunyai minat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri (berwirausaha) yaitu dengan bekerja sesuai keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, maka tidak perlu mengandalkan untuk mendapatkan pekerjaan dari orang lain atau bekerja pada instansi pemerintah. Persaingan yang akan terus meningkat merupakan tantangan yang harus dihadapi bagi seorang wirausaha, tentunya dengan berbagai sarana dan pelayanan yang baik dengan tujuan agar dapat mengembangkan keberhasilan usahanya. Kekuatan untuk mencapai kemajuan adalah kemauan yang keras dan tidak mudah menyerah pada keadaan apapun resikonya. Tujuan Program Keahlian Teknik Audio Video secara umum mengacu pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bagi anak lulusan SMK Teknik Audio Video di sekolah telah dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang elektronika audio video, hendaknya berani untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri misalnya dengan membuka tempat servis Audio Video, TV maupun peralatan elektronik rumah tangga. Minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, serta belajar dari kegagalan. Bersama dengan dunia usaha/industri (DU/DI), SMK membentuk suatu program yang disebut pendidikan sistem ganda (PSG). PSG merupakan pendekatan yang dirancang untuk memudahkan para siswa mencapai keterampilan keahlian sesuai

dengan bidang keahlian yang mereka tekuni. Dalam rangka merealisasikan pendidikan sistem ganda, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui praktik kerja industri (prakerin) yaitu suatu kegiatan pendidikan dan latihan kerja dengan mengembangkan kemampuan, keahlian dan profesi di tempat kerja sesuai dengan bidang studi atau jurusan masing-masing siswa. Kemampuan keahlian profesional sangat penting karena tuntutan kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan produktif, maka program pendidikan dan latihan kerja perlu terus ditingkatkan. Hasil belajar praktik kerja industri secara tidak langsung akan memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam bekerja. Pengalaman yang diperoleh pada saat melaksanakan praktik industri secara tidak langsung dapat mempercepat transisi siswa dari sekolah ke dunia industri, selain mempelajari cara mendapatkan pekerjaan juga belajar bagaimana memiliki pekerjaan yang relevan dengan bakat dan minatnya. Pengalaman dalam hal tersebut adalah pengalaman yang didapat setelah melaksanakan praktik kerja industri, pengalaman kerja tersebutlah yang akan menentukan minat siswa untuk berwirausaha karena di dalam industri siswa diajarkan untuk bekerja dengan kemampuan sendiri sehingga mereka akan mandiri. Hasil belajar praktik kerja industri tersebut diharapkan akan berhubungan dengan minat siswa berwirausaha. Hasil belajar praktik kerja industri dinyatakan sudah berhasil dengan baik ataupun belum, maka peneliti menganggap perlu adanya penelitian tentang hasil yang di dapat oleh peserta didik yang dikorelasikan dengan minat berwirausaha siswa.

2. LANDASAN TEORI Muhibbin Syah mendefinisikan bahwa minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Yang dimaksud dengan kecenderungan dan keinginan yang besar adalah minat yang merupakan kecenderungan bertingkah laku karena tertarik oleh segolongan aktivitas tertentu. Rasa tertarik tersebut menunjukkan individu yang menaruh perhatian atau usaha untuk mendapatkan obyek yang sesuai dengan minatnya. Slameto, diacu dalam Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan dalam suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat merupakan suatu sikap yang menjadikan seseorang merasa senang terhadap obyek, situasi dan aktivitas tertentu. Pada dasarnya setiap orang/individu mempunyai minat yang berbeda-beda, seperti halnya pada minat seseorang terhadap jenis pekerjaannya pun berbeda-beda. Jadi apabila siswa diberikan pekerjaan sesuai dengan minatnya maka sudah tentu dia akan memberi respon yang baik. Minat selain menginginkan pemusatan pikiran yang juga akan menimbulkan rasa senang dalam usaha belajar. Belajar dengan perasan tidak senang, akan membuat pelajaran terasa berat. Andi Mappiare mendefinisikan minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Sedangkan cita-cita merupakan perwujudan dari minat, dalam hubungan dengan prospek (jangkauan masa depan) dimana seseorang merencanakan dan menentukan pilihan terhadap pendidikan, jabatan, serta teman hidup

Jadi minat timbul karena akibat dari pengalaman seseorang yang berhubungan dengan obyek tertentu, artinya suatu aktivitas bisa menimbulkan minat. Dalam hal tersebut akan dikemukakan dalam contoh sebagai berikut: Seorang siswa yang semula tidak menaruh minat terhadap wirausaha kemudian siswa tersebut telah melaksanakan pratik kerja industri, maka selama proses belajar dilingkungan perusahaan akan dapat menimbulkan minat siswa terhadap wirausaha. Wasty Soemanto mendefinisikan bahwa wirausaha berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Wira berarti berani, utama, dan berdiri sendiri. Kata usaha berarti kegiatan untuk memenuhi kebutuhan. Maka istilah wirausaha dalam arti luas dimaksudkan keberanian dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Sesuai dengan pendapat tersebut bahwa wirausaha adalah seseorang yang berani untuk menciptakan suatu usaha dengan kekuatan sendiri. Sementara istilah kewirausahaan (entrepreneurship) sendiri berasal dari Perancis yang dapat diartikan sebagai kemampuan mengelola usaha sendiri. Adapun pendapat lain, Bygrave diacu dalam Alma Buchari wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan Peter Drucker diacu dalam Alma Buchari berkata bahwa wirausaha tidak mencari resiko, mereka mencari peluang. Dari pendapat-pendapat tersebut memberi pengertian bahwa wirausaha merupakan orang yang tanggap terhadap peluang dan mampu memanafaatkan peluang tersebut untuk kebutuhan organisasi. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud minat berwirausaha pada siswa adalah usaha dan kemauan karena adanya motivasi siswa

untuk mempelajari mencari dan berkeinginan menjadi wirausahawan. Minat berwirausaha dalam konteks penelitian adalah untuk menjadi seorang wirausahawan haruslah melakukan suatu kegiatan usaha yang melibatkan kemampuan untuk melihat kesempatankesempatan usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, mengambil resiko, dan mengembangkan usaha yang diciptakan tersebut guna meraih keuntungan. Dalam uraian tentang minat dan wirausaha di atas, maka pada hakikatnya minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subyek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakannya tersebut. Pada umumnya siswa-siswa cenderung untuk berusaha sendiri Minat berwirausaha dimulai dari pengetahuan berwirausaha. Untuk menjadi seorang wirausaha harus memiliki bekal pengetahuan berwirausaha. Joe Setyawan mengungkapkan bahwa seorang wirausaha harus memiliki pengetahuan sebagai berikut: 1) Pengetahuan tentang lingkungan di luar dan dalam, 2) Pengetahuan tentang kemampuan dan kepribadian diri, 3) Pengetahuan tentang peran dan tangung jawab wirausaha, 4) Pengetahuan manajemen dan organisasi bisnis. Berwirausaha tidak akan tumbuh dan berkembang tanpa adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam diri individu tersebut. Minat berwirausaha yang terdorong oleh faktor internal ataupun eksternal akan membantu menjadikan seseorang sebagai wirausahawan yang berhasil sebagai faktor utama dalam berwirausaha adalah kejujuran, berani menaggung resiko dan percaya diri karena dengan rasa percaya diri yang kuat segala tindakan akan diyakini membawa hasil yang memuaskan sesuai dengan yang

diharapkan dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan YME. Karena manusia wajib berusaha dan harus mampu meyakini dirinya dengan harapan akan berhasil melalui doa yang selalu dipanjatkan dalam usaha tersebut. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang turut mendorong seseorang untuk melakukan wirausaha seperti pengetahuan pengelolaan pekerjaan di bidang jasa dan proses produksi yang di dapat dari program magang atau praktik kerja industri. Dengan kata lain, seorang wirausaha perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengerahkan dirinya dalam meraih peluang usaha di bidang elektronika. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari pengalaman praktik kerja industri. Nana Sudjana mendefinisikan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah peserta didik/siswa menerima pengalaman belajarnya. Yang dimaksud dengan pengalaman belajar tersebut adalah siswa yang mempunyai pengalaman dalam proses belajar yang di dapat di sekolah maupun proses belajar yang di dapat dilingkungan perusahaan pada pelaksanaan praktik kerja industri. Pendapat lain, Horward Kingsley diacu dalam Nana Sudjana membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) Keterampilan dan kebiasaan, (b) Pengetahuan dan pengertian dan (c) Sikap dan cita-cita. Dari pandangan tersebut memberi pengertian bahwa hasil belajar adalah perubahan seseorang siswa/individu selama mengalami proses belajar bukan hanya sikap namun diharapkan dapat memiliki keterampilan intelektual. Pendapat tersebut nampaknya tidak jauh berbeda dengan Gagne diacu dalam Nana Sudjana menyatakan bahwa hasil belajar di bagi ke dalam lima kategori, yakni (a) Informasi verbal, (b)

Keterampilan intelektual, (c) Strategi kognitif, (d) Sikap dan (e) Keterampilan motoris. Pendapat tersebut diperkuat oleh Benyamin Bloom diacu dalam Nana Sudjana menyatakan bahwa hasil belajar dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ranah hasil belajar yakni: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik yang menjadi perhatian hasil belajar siswa. Dari pandangan tersebut memberi pengertian bahwa hasil belajar merupakan indikator keberhasilan seseorang dalam mengikuti kegiatan belajar. Hasil belajar terlihat dari perubahan yang di dapat setelah melalui kegiatan belajar mengajar. Perubahan tersebut berupa perubahan pada aspek intelektual, aspek sikap ataupun aspek keterampilan motorik. Hasil belajar tidak dapat langsung terlihat tanpa orang tersebut melakukan sesuatu yang menampakkan kemampuannya yang telah diperoleh melalui belajar. Pada pendidikan kejuruan, kegiatan belajar selain dilakukan dilingkungan sekolah juga dilakukan dilingkungan luar sekolah misalnya pada dunia kerja atau industri. Departermen Pendidikan dan Kebudayaan diacu dalam Made Wena mengungkapkan bahwa pendidikan sistem ganda merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik antara program pendidikan pada sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada dunia kerja dan secara terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Dalam program pendidikan sistem ganda (PSG) proses belajar dilaksanakan di dua tempat yaitu sekolah dan dunia kerja. Proses belajar di sekolah dilakukan dengan tujuan untuk membekali siswa dengan teori dasar pengetahuan dan keahlian keterampilan yang akan berguna dalam praktik kerja industri di dunia kerja.

Sedangkan proses belajar di industri yang dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat menerapkan pengetahuan dan keahlian keterampilan secara nyata di dunia industri/perusahaan yang sebelumnya di dapat di sekolah. Dari pendapat-pendapat tersebut dapat memberikan pengertian bahwa pendidikan sistem ganda merupakan gabungan dari sub sistem pendidikan di sekolah dan sub sistem pendidikan di dunia usaha/industri, dimana dalam proses penyelenggaraan pendidikan di dunia usaha siswa lebih ditekankan pada kegiatan bekerja sambil belajar secara langsung. Dari beberapa definisi-definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa praktik kerja industri adalah suatu bentuk kegiatan yang diikuti siswa dengan bekerja langsung di dunia kerja secara terarah dengan tujuan membekali peserta didik dengan sikap dan keterampilan sesuai dengan cara belajar langsung di dunia usaha/dunia industri. Selanjutnya perlu disepakati pola atau model pengaturan penyelenggaraan program, khususnya yang menyangkut tentang kapan dilaksanakan di lembaga pendidikan (di SMK) dan kapan di institusi pasangannya. Made Wena menyatakan bahwa secara garis besar model atau pola penyelenggaraan itu dapat berbentuk day release, berbentuk block release, berbentuk hour release. Pada akhir praktik kerja industri, siswa akan memperoleh hasil yang berbentuk nilai. Hasil tersebut untuk mengakui kemampuan yang dimiliki oleh siswa dari hasil pengembangan di lapangan. Dalam uraian hasil belajar dan praktik kerja industri di atas, maka pada hakikatnya hasil belajar praktik kerja industri adalah hasil pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam bentuk pengalaman yang di dapat dalam bekerja selama melakukan pelatihan praktik kerja industri dan hasil yang diperoleh tersebut berupa

nilai huruf atau angka yang diberikan oleh instruktur atau pembimbing industri yang ditunjukkan pada buku jurnal prakerin. Berdasarkan uraian di atas yang merupakan kemampuan pokok yang harus dimiliki siswa SMK kelas III AV yang akan menyelesaikan jenjang pendidikan tahun ajaran 2009/2010. Dan berdasarkan standar kompetensi kerja nasional bahwa dengan memanfaatkan kemampuan, pengalaman dan berbagai peluang usaha yang ada, lulusan program keahlian Teknik Audio Video juga dimungkinkan mengelola dan atau berwirausaha di bidang usaha elektronika audio video.

3. METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian digunakan metode deskriptif korelasional. Penelitian dengan
menggunakan analisis korelasional yang dimaksudkan untuk meneliti adanya hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri (Variabel X) dengan minat berwirausaha siswa smk program keahlian teknik audio video (Variabel Y). Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas 3 SMKN 39 Jakarta program keahlian Teknik Audio Video sebanyak 58 siswa. Dan teknik pengambilan sampel digunakan adalah sampel populasi/jenuh. Instrumen variabel Y terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data penelitian dilaksanakan terlebih dahulu dengan menghitung persyaratan analisis yaitu: uji normalitas, uji linieritas regresi. Selanjutnya dilakukan perhitungan koefisien korelasi. Untuk menguji hipotesis statistik digunakan uji t, dan untuk mengetahui persentase variabel Y ditentukan oleh variabel X dilakukan perhitungan koefisien determinasi.

4. HASIL PENELITIAN

Berdasarkan data data yang berhasil dikumpulkan mengenai hasil belajar praktik kerja industri diperoleh rentangan skor antara 60 – 84, rata-rata yang didapat 78,01 dengan simpangan baku 4,65. Dari nilai rata-rata tersebut dapat diartikan bahwa secara umum siswa SMK program keahlian Teknik audio video memiliki hasil belajar praktik kerja industri yang tergolong baik. Bahwa sebanyak 87,9% siswa memiliki hasil belajar praktik kerja industri yang baik dan sebagian kecil siswa memiliki hasil belajar praktik industri yang cukup sebanyak 12,1% siswa. Berdasarkan data data yang berhasil dikumpulkan mengenai minat berwirausaha siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video diperoleh rentangan skor antara antara 93 – 127, rata-rata yang didapat 112,56 dengan simpangan baku 8,29. Dari nilai rata-rata tersebut dapat diartikan bahwa secara umum siswa SMK program keahlian Teknik audio video memiliki minat berwirausaha yang tinggi. Bahwa sebanyak 24,1% siswa memiliki minat berwirausaha yang sangat tinggi, dan yang memiliki minat berwirausaha yang tinggi sebanyak 31,1% siswa, dan sebagian besar 36,2% yang memiliki minat berwirausaha yang cukup/sedang, sedangkan hanya sebagian kecil 8,6% siswa yang memiliki minat berwirausaha yang rendah. Berdasarkan hasil perhitungan Uji persyaratan analisis uji normalitas galat taksiran regresi Y atas X dengan uji liliefors menghasilkan Lhitung = 0,07758 < Ltabel = 0,116. Jadi dapat disimpulkan bahwa galat taksiran regresi Y atas X berdistribusi normal. Perhitungan persamaan regresi menghasilkan Ŷ = 54,44 + 0,745X, sedangkan uji keberartian regresi menghasilkan Fhitung = 11,88 > Ftabel = 4,02. Dan hasil pengujian linieritas menunjukkan Fhitung = 1,07 < Ftabel = 1,98. Ini menunjukkan bahwab model regresi di

atas berarti (signifikan) dan linier. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan uji koefisien korelasi dan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05. Diperoleh rXY = 0,418 dan pengujian hipotesis menunjukkan thitung = 3,445 > t tabel = 1,684. Ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Uji koefisien determinasi (KD) menghasilkan 17,47 %. Ini menunjukkan bahwa variasi variabel minat berwirausaha (Y) ditentukan sebesar 17,47% oleh variabel hasil belajar praktik kerja industri (X).

5. KESIMPULAN Berdasarkan deskripsi data, dapat ditunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta memiliki hasil belajar praktik kerja industri yang tergolong baik dan minat berwirausaha siswa memiliki hasil yang tergolong tinggi. Setelah dilakukan uji persyaratan analisis data, yaitu dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan uji linieritas, maka dapat disimpulkan bahwa data telah memenuhi syarat pengujian hipotesis dalam penelitian. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian mengenai Hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa SMK program

Keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa meskipun hubungan tersebut rendah sebesar rxy = 0,418. Rendahnya hubungan tersebut diduga karena sedikitnya pengalaman nyata yang di peroleh siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta pada pelaksanaan praktik kerja industri dalam pengembangan minat berwirausaha pada bidang elektronika audio video. Selanjutnya berdasarkan pada hasil uji hipotesis, diperoleh thitung sebesar 3,445 dan ttabel pada taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 56 sebesar 1,684 berarti thitung lebih besar dari pada ttabel (3,445 > 1,684) terbukti bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta. Bedasarkan hasil penelitian bahwa ada hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa SMK Program Keahlian Teknik Audio Video. Berdasarkan kesimpulan di atas, tergambar bahwa siswa SMK Teknik Audio Video ada keberanian untuk bekerja mandiri atau berwiarusaha dengan kata lain sebagian kecil pelaksanaan praktik kerja industri mampu menumbuhkan minat berwirausaha di dalam diri siswa. Oleh karena itu, agar pelaksanaan praktik kerja industri dapat berjalan dengan lancar, terarah dan teratur sehingga peserta didik/siswa memperoleh hasil yang maksimal diperlukan kerja sama antara pihak institusi pasangan (DU/DI) dengan pihak sekolah dalam memvariasi program pelaksanaan praktik kerja industri. Dan pendidikan di SMKN 39 Jakarta lebih memperhatikan sistem pembelajaran yang berwawasan kewirausahaan.

6. SARAN 1. Kepada siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta, yang kurang memahami kegiatan praktik kerja industri maka agar lebih sungguhsungguh dalam mempraktikan kegiatan pelaksanaan praktik kerja industri yang diberikan oleh sekolah, karena kegiatan ini diperlukan sebagai latihan dalam berwirausaha yang mungkin kelak setelah lulus sekolah diharapkan dapat berminat terjun kedunia wirausaha. 2. Dengan rendahnya korelasi antara hasil belajar praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa SMK program keahlian Teknik Audio Video di SMKN 39 Jakarta. Bahwa dalam hal tersebut menjelaskan hasil belajar praktik kerja industri memberikan sedikit pengaruh terhadap minat berwirausaha. Untuk itu kepada pihak SMKN 39 Jakarta yang apabila tempat pelaksanaan praktik kerja industri tidak sesuai dengan keterampilan yang harus dicapai maka diperlukan adanya perbaikan tempat pelaksanaan praktik kerja industri atau variasi praktik kerja industri. 3. Kepada pihak SMKN 39 Jakarta untuk meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak, terutama dengan Institusi pasangan (DU/DI). Maka pada pihak institusi pasangan agar lebih mendukung kegiatan praktik kerja industri, sehingga pelaksanaan prakerin akan lebih lancar. 4. Kepada pihak SMKN 39 Jakarta akan lebih memperhatikan dan dapat menerapkan model pendidikan pembelajaran berwawasan kewirausahaan. 5. Pihak SMKN 39 Jakarta terutama pada wakil kepala sekolah bidang kurikulum lebih memperhatikan kompetensi-kompetensi pelajaran kewirausahaan, sebaiknya disekolah

diadakan kegiatan yang menunjang mata pelajaran kewiarusahaan yang bersifat praktik (klinik wirausaha) atau membuat workshop kewirausahaan. 6. Kepada pihak SMKN 39 Jakarta harus lebih memperhatikan dalam persiapan pembuatan fasilitas atau sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar kewirausahaan yang bersifat praktik. 7. Untuk memberikan motivasi kepada siswa sebaiknya pihak SMKN 39 Jakarta mengadakan tour atau kunjungan ke tempat-tempat para wirausahawan yang sukses yang bergerak di bidang usaha elektronika audio video.

8.

DAFTAR PUSTAKA

[1] As’ad, Mochammad. 1995. Psikologi Industri. Yogyakarta: Andi Offset. [2] Buchari, Alma. 2004. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta. [3] Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. [4] Hamalik, Oemar. 1990. Pendidikan Tenaga Kerja Nasional: Kejuruan, Kewiraswastaan dan Manajemen. Bandung: Citra Aditya Bakti. [5] Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. [6] Nirbito, M.M. Umi Sukamti. 2000. Manajemen Perusahaan Kecil dan Kewirausahaan: Konsep, Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Depdiknas. [7] Nurkancana, Wayan dan P.P.N Sunartana. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. [8] Setyawan, Joe. 1994. Strategi Efektif dan Berwirausaha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

[9] Soemanto, Wasty. 1992. Pendidikan Wiraswasta: Sekuncup Ide Operasional. Jakarta: Gunung Jati. [10] Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. [11] Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. [12] Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Remaja. [13] Walgito, Bimo. 1989. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. [14] Wena, Made. 1996. Pendidikan Sistem Ganda. Bandung: Tarsito [15] Winkel, W.S. 1991. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.