DEMAM DENGUE PADA KEHAMILAN

Dr. H. M. Hatta Ansyori, SpOG(K)
Demam dengue / dengue fever (DF) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi salah satu dari empat serotipe virus dengue ( DEN 1, DEN 2, DEN 3, DEN 4 ) dan ditandai dengan : nyeri seluruh badan, nyeri kepala, demam, rash, limphadenopati, dan lekopeni. Demam berdarah / Dengue hemorrhagic Fever (DHF) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) adalah manifestasi yang lebih serius dari penyakit ini dan biasanya dikaitkan dengan infeksi serotipe virus yang berbeda dari infeksi yang pernah diderita sebelumnya. DHF ini ditandai oleh adanya abnormalitas hemostatik dan meningkatnya permiabilitas vaskuler yang mana bisa menimbulkan syok hipovolemik dan kematian.
SEJARAH

Laporan-laporan epidemiologik pertama tentang DF dan DHF ini terjadi pada tahun 1779-1780 di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Terjadinya wabah yang hampir bersamaan di ketiga benua tersebut menunjukkan bahwa virus-virus dan nyamuk vektor tersebut sudah menyebar di seluruh dunia terutama di daerah tropik lebih dari 200 tahun. Sejak saat itu demam dengue masih dianggap ringan dan tidak merupakan penyakit yang fatal bagi para pendatang di daerah tropis. Pandemi global dari dengue fever ini dimulai di Asia Tenggara setelah perang Dunia II dan meningkat selama 15 tahun berikutnya. ETIOLOGI Penyakit ini cepat menyebar karena ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus RNA ini merupakan famili Flaviviridae dengan empat serotype yaitu 1,2,3 dan 4. Setelah ditransmisi oleh nyamuk Aedes aaegypti massa inkubasi antara 3 sampai 10 hari.

1

Ig G biasanya dapat terdeteksi 14 hari setelah timbulnya gejala dan mentap selama hidup. suhu tubuh pasien akan meningkat lagi walaupun tidak setinggi sebelumnya. IgG tampak kira-kira setelah 2 hari adanya gejala. mata merah. Mulai timbul bintik-bintik merah di lengan dan kaki. menggigil. dan berkeringat banyak.RESPON ANTIBODI 1. Infeksi skunder : a. tungkai lemah. Hal 2 . dan nyeri hebat pada sendi dan kaki. Titer IgG meningkat secara signifikan pada infeksi sekunder ETIOLOGI. virus akan menyebar ke berbagai kelenjar. c. GEJALA DAN TANDA KLINIK Demam dengue ini bisa terjadi apabila nyamuk Aedes betina yang mengandung virus tersebut menggigit seseorang. Ig M antibodi akan memberikan gambaran 5 hari setelah mulai timbulnya gejala dan selanjutnya meningkat 1-3 minggu Ig M antibodi dapat terdeteksi lebih dari 6 bulan c. Terdapatnya virus di dalam pembuluh darah terutama yang memvaskularisasi kulit. dan meluas ke dada. kemudian bahan-bahan kimia yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah dipergunakan berlebihan. Periode awal penyakit ini berlangsung kira-kira 2-3 hari. Gejala dari penyakit akan tampak segera. berupa : demam. terutama yang dekat dimana mereka mengadakan pembelahan. 2. Setelah sehari membaik. dan memindahkan virus ini kepada host yang baru (tidak terjadi penularan dari satu orang ke orang lainnya secara langsung). Setelah virus menghinggapi seorang host. dan akan berisiko terhadap terjadinya perdarahan yang berat. b. nyeri belakang mata. Virus-virus tersebut kemudian masuk ke sirkulasi darah. nyeri punggung bawah. Pembuluh darah akan menjadi bengkak dan bocor. sakit kepala. Terjadilah proses yang disebut Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). perut. Begitu virus masuk ke dalam tubuh. Infeksi primer : a. Setelah itu demamnya turun dengan cepat. dan punggung. Selama masa ini (paling tidak 5-8 hari) virus mengadakan penggandaan diri. Limpa membesar dan jaringan hepar mengalami kematian. Titer IgM dapat meningkat secara perlahan pada infeksi skunder b. akan terjadi periode inkubasi. akan menyebabkan perubahan-perubahan pada pembuluh darah tersebut.

Selanjutnya pasien akan mengalami muntah-muntah dengan komponen berwarna kehitaman. Selanjutnya syok bisa menimbulkan kerusakan pada organ-organ terutama hati dan ginjal. Penyakit yang lebih parah bisa terjadi pada beberapa orang. Begitulah seseorang bisa mendapatkan demam dengue. Tanda ini merupakan petunjuk adanya perdarahan pada lambung. rash.ini jarang mengenai daerah muka. DIAGNOSIS Menegakkan diagnosis demam dengue terutama yang tidak khas dan sulit dibedakan dengan penyakit demam yang disebabkan oleh virus lainnya atau bakteri tidaklah mudah. Telapak tangan dan telapak kaki berubah menjadi merah terang. dan nyeri kepala disebut Trias Dengue. Petechiae ini adalah tempat di mana pembuluh darah mengalami kebocoran. Apabila sel-sel imun ini bertemu dengan arbovirus pada infeksi berikutnya. kemudian sembuh dan mendapat infeksi ulangan oleh virus. Gambaran klinik Dengue Fever adalah demam yang terjadi 2-7 hari yang diikuti 2 atau lebih sebagai berikut : Nyeri kepala hebat 3 . namun akan hilang dalam beberapa minggu. Pada kasus seperti ini. Memar yang lebih besar menampakkan memberatnya perdarahan. Dengan rusaknya pembuluh darah dan semakin besarnya kebocoran. dan penyakit ini disebut demam berdarah atau Dengue hemorrhagic fever (DHF) dan Dengue syok syndrome (DSS) dengan gejala dan keluhan yang lebih berat. Untuk itu ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk diagnosis demam dengue (DF) dan DHF/DSS yaitu : 1. tetapi keluhan awal lainnya tidak ada. Kebanyakan pasien sembuh total dari demam dengue. Keluhan yang pertama adalah demam dan nyeri kepala. walaupun badan lemas dan letih. Pasien mengalami batuk-batuk diikuti timbulnya bintik-bintik merah (petechiae) pada kulit. sehingga darah bisa merembes ke luar. Orang-orang tersebut mungkin pernah mengalami demam dengue sebelumnya. menyebabkan menurunnya aliran darah ke jaringan ini disebut syok. infeksi pertama mengajarkan sistem imun untuk mengenali kehadiran arbovirus. dan akan timbul nyeri perut yang sangat. Kombinasi yang spesifik antara demam. akan terjadi reaksi yang berlebihan.

Diagnosis DSS ditegakkan apabila dijumpai hal-hal seperti diatas ditambah bukti bukti kegagalan sirkulasi sebagai berikut : Denyut nadi cepat dan lemah Sempitnya tekanan nadi (<20 mmHg) Hipotensi Dingin dan pucat Status mental berubah PENGOBATAN DAN VAKSINASI Karena adanya 4 strain virus dengue. ecchymosis. setelah menderita salah satu penyakit akan terjadi imunitas yang tidak sempurna terhadap strain virus tersebut. plasenta. atau purpura Hematemesis atau melena dan trombositopenia ( <100.000 sel/mm3 ) 3. 4 . tetapi tidak terhadap strain lainnya. lekosit. 2. Kriteria laboratoriumnya meliputi satu atau lebih sebagai berikut : - - Jadi kriteria diagnosis dengue fever dibuat berdasarkan penemuan tanda-tanda klinis dengan satu atau lebih tendensi perdarahan seperti : Tourniquet test positif Petechiae. atau hasil atopsi Ada peningkatan titer IgG dan IgM antibodi 4 kali atau lebih Menunjukkan antigen virus dengue pada atopsi jaringan dengan pemeriksaan immunohistochymic atau immunoflorescene atau anzym in immunoassay (EIA) pada sampel serum Terdeteksi viral genomic sequences pada atopsi jaringan. Oleh karena itu belum ada vaksin yang efektiv terhadap penyakit virus dengue tersebut.- Nyeri belakang mata Mialgia berat Arthralgia Rash yang khas Manifestasi perdarahan Lekopenia Dapat diisolasi virus dengue dari serum. sampel CSF dengan PCR (Polymerase Chain Raction). serum.

penurunan temperatur tubuh. Dan pengobatannya sama seperti demam dengue tanpa kehamilan. DEMAM DENGUE DAN KEHAMILAN Sampai saat ini tidak ada kepustakaan yang menjelaskan secara spesifik hubungan antara kehamilan dengan demam dengue. seperti plasenta previa. hendaknya dicurigai memderita dengue fever. dan pemberian cairan. Namun bila dijumpai ada wanita hamil yang menunjukkan gejala-gejala klinis seperti tersebut diatas. Bayi-bayi yang lahir dengan potensial menderita dengue dan menunjukkan tanda dan keluhan. Menurut efek DF dan DHF dalam kehamilan sangat sulit menimbulkan abnormalitas pada bayi. Efek lain yang mungkin terjadi DF dan DHF dalam kehamilan adalah perdarahan karena trombositopenia yang berat terutama pada kasus risiko tinggi. Yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan volume cairan intravaskuler. tetapi DHF dapat atau mungkin menyebabkan kematian pada bayi. namun hal itu sangat jarang terjadi. hendaknya diantisipasi lebih awal. Sudah pernah dilaporkan terjadinya transmisi vertikal virus dengue. 5 .Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk DF dan DSS karena infeksi virus ini adalah self limited. Pengobatan dengue fever yang tanpa komplikasi adalah terapi suportif dan meliputi penghilangan rasa nyeri. pemberian transfusi sangat diperlukan. tirah baring. Pada kasus dengan perdarahan yang hebat.