Bela Negara dalam Pendidikan

Posted by: iFant on: 15 Desember 2008
y y

In: ArtikelQ Comment!

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seiring dengan perjalanan bangsa Indonesia, maka upaya bela negara bukan berarti harus mengangkat senjata namun sebenarnya wujud cinta tanah air, yaitu mengisi kemerdekaan dengan pengabdian yang tulus ikhlas kepada bangsa dan negara demi kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada NKRI/ Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI. Wujud dari usaha bela negara diantaranya melalui pendidikan. B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian dari bela negara? 2. Mengapa negara perlu dibela oleh warga negaranya? 3. Apakah tindakan yang menunjukkan bela negara? 4. Bagaimana bentuk bela negara dalam bidang pendidikan? C. Tujuan Makalah Ditinjau dari rumusan masalah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui pengertian dari bela negara; 2. Mengetahui mengapa negara perlu dibela; 3. Mengetahui tindakan yang menunjukkan bela negara; 4. Mengetahui bagaimana bentuk bela negara dalam bidang pendidikan. D. Kegunaan Makalah Apabila dilihat dari sisinya, makalah ini memiliki kegunaan baik dari segi teoretis maupun dari segi praktis. Secara teoretis makalah ini memiliki kegunaan sebagai salah satu sumber dasar pengetahuan mengenai pembelaan negara dalam bidang pendidikan. Sedangkan secara praktis makalah ini memiliki kegunaan baik bagi penulis maupun bagi pembaca semua. E. Prosedur Makalah Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artinya pendekatan yang tidak memprioritaskan kepada angka-angka yang dibahas dalam makalah ini berupa kajian yang

informal (di luar sekolah). terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air (wilayah Nusantara) dan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara.diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut UUD pasal 30 UU No. kemampuan. Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman. Menurut UUD pasal 31 UU No. hal ini memberikan kejelasan bahwa bela negara tidak berhubungan dengan kepentingan militer semata. sikap dan tindakan warga negara yang teratur. Gangguan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. 2/1989 : System pendidikan nasional Bela negara dilakukan melalui pendidikan bela negara. artinya penulis mencari sumber makalah dari buku-buku dan informasi lainnya yang berhubungan dengan tema makalah. Untuk menggambarakan bahan yang diperlukan. Luas Bela negara secara luas adalah bela negara dilaksanakan oleh warga negara sesuai dengan profesu. Bela Negara a. Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara : . menyeluruh. yaitu menceritakan isi makalah secara detail dan jelas disertai penjelasan mengenai hal-hal yang dirasa penulis kurang dipahami oleh masyarakat. b. Kajian Teoretis 1. penulis menggunkan teknik sudi literatur dan analisis isi. kodrat masing-masing meliputi berbagai bidang kehidupan Berdasarkan Undang-Undang 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa ³Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. sehingga dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca bisa memahami makalah yang berhubungan dengan masalah yang penulis angkat. Bela negara adalah tekad. pendidikan dapat dilakukan lewat 2 jalur : 1) Formal : Sekolah a) PPBN tingkat dasar (SD-SMA) b) PPBN tingkat lanjut (Perguruan Tinggi) 2) Nonformal. dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang´. BAB II PEMBAHASAN A. Sifat bela negara yaitu: b. Makalah ini didasarkan pada metode deskriptif. Sempit Bela negara secara sempit adalah bela negara hanya terbatas pada mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara saja oleh TNI dan POLRI dengan menggunakan senjata c. Contoh : Kegiatan PRAMUKA Berdasarkan pengertian bela negara dalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. tetapi kepentingan seluruh bangsa yang konsekuen dengan citacitanya pada saat ingin mendirikan negara Republik Indonesia. 20 1982 : HANKAM.

Amandemen UUD¶45 pasal 30 dan pasal 27 ayat 3. bahwa setiap warga negara turut serta dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku. tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkn di dunia. Pendidikan Pendidikan menurut pengertian Yunani adalah pedagogik. Orang romawi melihat pendidikan sebagai educare. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. c. perbuatan. 2. Tap MPR No. mengubah kejiwaan. VII tahun 2000 tentang peranan TNI dan POLRI. Proses motivasi untuk membela negara dan bangsa akan berhasil jika setiap warga negara memahami kemungkinan segala macam ancaman terhadap eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Undang-Undang No. pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Berdasarkan pasal 27 ayat 3 dalam perubahan kedua UUD 1945. Hal ini menunjukkan adanya asas demokrasi dalam pembelaan negara yang mencakup 2 arti. proses. yaitu : ilmu menuntun anak. Kesadaran demikian perlu ditumbuhkan melalui proses motivasi untuk mencintai tanah air dan untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Pembahasan 1. yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. mengubah kepribadian seorang anak. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat. 20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok hankam Negara RI diubah oleh Undang-Undang No. kemauan dan watak. Undang-Undang No. dalam interaksi dengan alam dan lingkungan msyarakatnya. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. f. bahwa warga negara harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing. Kedua. Tap MPR no VI tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. kedudukan geografis Nusantara yang strategis. Pertama. pikiran. 1 tahun 1988. Dalam hal ini ada beberapa dasar pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan motivasi setiap warga negara untuk ikut membela negara Indonesia. cara mendidik. Dalam bahasa Jawa. Tap MPR No VI tahun 2000 tahun tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.a. . b. e. pengalaman sejarah perjuangan RI b. yaitu: memelihara dan memberi latihan (ajaran. secara singkat pendidikan dapat dirumuskan sebagai tuntutan pertumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaan jasmani dan rohani. ³Bahwa usaha bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap waga negara´. Alasan Negara Wajib Dibela oleh Warganya Usaha pembelaan negara bertumpu pada kesadaran setiap warganegara akan hak dan kewajibannya. g. 3 tahun 2002 tentang pertahanan Negara. pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan).. mematangkan perasaan. B. Yaitu : a. yaitu mengeluarkan dan menuntun. d. mengolah. pendidikan berasal dari kata didik (mendidik). Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare. Dari etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat. Undang-Undang No.

Kata wajin sebagaimana terkandung makna bahwa negara dapat memaksa warga negara untuk ikut dalam pembelaaan negara. Sejarah Perjuangan Bangsa Perjuangan penduduk Nusantara untuk mendirikan negara Republik Indonesia yang merdeka berhasil pada tanggal 17 Agustus 1945. e. kekayaan sumber daya alam. b. Untuk mempertahan-kan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya.c. tetapi hasil perjuangan yangn panjang dan banyak mengorbankan harta dan jiwa. rongrongan pemberontak atau separatisme antara tahun 1945-1962 terus terjadi dan upaya kesiapan fisik. Menanggulangi akibat bencana alam Membantu sesama manusia merupakan perbuatan terpuji. d. Tidak ada hak untuk orang lain atau kelompok lain melarangnya. kalau ancamannya dalam bentuk fisik tentunya warga negara pun harus menyiapkan diri dalam bentuk kesiapan fisik seperti setelah kemerdeka-an. perkembangan dan kemajuan IPTEK di bidang persenjataan. Belajar dengan tekun Kegiatan bela negara dapat dilakukan oleh pelajar di sekolah melalui pembelajaran pendidikan . Siskamling. karena bantuan yang diberikan akan menimbulkan simpati dan empati dan saling merasakan. 2. Namun setelah itu tepatnya dimulai tahun 1973 pemahaman bela negara lebih diarahkan pada penumbuhan kesadaran. Sebaiknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar. Demikian juga warga negara wajib membela negaranya jika negara dalam keadaan bahaya. 29/ 1954 tentang pokok-pokok perlawanan rakyat. Membantu sesama manusia dapat memperkokoh keutuhan masyarakat. b. Aspek Hukum Dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 3 menyatakan bahwa ³Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. c. Oleh karena itu setiap warga negara wajib ikut serta membela negaranya jika dibutuhkan. jenis pendidikannya berubah menjadi Pendidikan Bela Negara. melalui Pendidikan Pendahuluan Perlawanan Rakyat (PPPR) berdasarkan UU No. kerelaan berkorban dan kecintaan terhadap tanah air melalui ilmu pengetahuan karena ancaman telah bergeser pada masalah-masalah sosial. Artinya warga negara memiliki wewenang menggunakan hak selaku warga negara dalam membela negara´. Kemerdekaan yang diperoleh bukan sebagai hadiah atau pemberian dari negara lain. Adapun alasan lain yaitu : a. Dalam kondisi negara aman dan damai upaya bela negara yang dapat dilakukan antara lain : a. dengan kegiatan siskamling maka keamanan dan ketertiban masyarakat akan tetap terpelihara. kemungkinan timbulnya bencana perang. f. c. Tindakan yang Menunjukkan Upaya Bela Negara Bentuk dari bela negara akan tergantung pula pada jenis ancaman yang dihadapi. keadaan penduduk (demografis) yang besar. Fungsi Pertahanan Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara.

hambatan. mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperi Paskibra. Simpulan Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. membantu korban bencana alam. HIMAGEO. Contohnya melalui Pendidikan Kewarganegaraan. kegiatan ekstrakulikuler dan intrakulikuler. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling). 2. Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Bela Negara dalam Pendidikan Di era globalisasi seperti sekarang ini usaha yang harus dilakukan untuk membela negara adalah siskamling. Kegiatan extrakurikuler seperti kepramukaan. Kegiatan ekstrakulikuler diantaranya : a. Kita sebagai pelajar turut membela negara dengan belajar. b. Ada pula organisasi di suatu universitas untuk membela negara seperti TNI tetapi di bawah naungan Universitas yaitu Resimen Mahasiswa (MENWA) Kegiatan intrakulikuler diantaranya : a. belajar dengan tekun. tantangan. PMR. PMR. Menurut UU NO. belajar dengan tekun atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 4. fungsi pertahanan. 3. 3. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepenting-an militer semata tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia. Sebagai warga negara sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ancaman. Kepramukaan d. 2. HIMAPBIO.kewarganegaraan. Paskibra merupakan kegiatan bela negara. 3 tahun 2002 pasal 9 ayat 2 menyebutkan keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diantaranya melaui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PMR b. Kita sebagai pelajar juga ikut membela negara dengan cara belajar yang tekun dan mengikuti . HIMAPTIKA. Himpunana Mahasiswa Jurusan contohnya EDSA. HIMA PJKR dll. Negara wajib dibela oleh Warganya karena : 1. aspek hukum. Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara sesuai dengan pasal 30 ayat 1 dalam perubahan kedua UUD 1945. sejarah perjuangan bangsa. PASKIBRA c. 3. Pramuka. ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) c. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) BAB III PENUTUP A. dan gangguan pada NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.

memebela negara tidak hanya menjadi kewajiban TNI dan Polri tetapi kita semua warga negara Indonesia wajib membela negara dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan. Saran Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran yang terkait dengan makalah itu yaitu sebagai berikut : 1. bangsa dan negara. hendaklah kita bekerja sama dalam membela negara. dan gangguan bisa diatasi dengan pendidikan. 3. kita sebagai generasi penerus bangsa harus ikut serta membela negara dengan cara belajar yang tekun karena besar manfaatnya untuk diri kita sendiri. Ancaman. tantangan. . 2. Di era globalisasi ancaman. Jika kita pintar kita tidak akan bisa dibodohi orang lain atau negara lain. B. sudah saatnya para pelajar memahami pentingnya membela negara.ekstrakulikuler di sekolah. hambatan dan gangguan pada Negara Indonesia tidak seperti zaman sebelum kemerdekaan. tantangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful