SISTEM HUKUM DAN PERADILANINTERNASONAL

A. MENDESKRIPSIKAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL 1. Pengertian Hukum
a. Pengertian Sistem Hukum Pengertian Sistem, Menurut Para Ahli :

1. Pamudji Sistem adalah suatu Kebulatan atas Keseluruhan yang Komplek dan Trorganisir 2. Poerwardaminta Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang berkerja bersama-sama untuk melaksanakan suatu maksud 3. Sumantri Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud Jadi, Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud.

b. Pengertian Hukum  Menurut Para Ahli : a. Prof. Dr. Van Kan Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam Masyarakat. b. Utrecht Hukum adalah himpunan petunjuk hidup (perintah dan larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pemerintah. c. J. C. T Simorangkir Dan Woerjono Sastropranoto

Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa dan dibuat Oleh badan-badan resmi yang berwajib, yang menentukan tingkah laku dalam lingkungan masyarakat. 

Unsur-unsur Hukum : a. Peraturan atas kaidah-kaidah tingkah laku manusia b. Peraturan dibuat oleh lembaga yang berwenang membuatnya c. Peraturan bersifat memaksa

d. Peraturan mempunyai sanksi yang tegas  Ciri-ciri Hukum : a. Adanya perintah dan larangan b. Perintah dan Larangan harus ditaati oleh setiap orang  Isi Hukum, terdiri atas tiga macam yaitu : a. Gebod (Suruhan) Adalah kaidah Hukum yang berisikan suruhan. Contoh : Pasal 45 ayat 1 UU No. 1/1974 tentang pokok ³Perkawinan menyatakan bahwa kedua orang tua wajib mendidik putra-putrinya (anak)´ b. Verbod (Larangan) Adalah kaidah Hukum yang berisikan Larangan Contoh : Pasal 8 UU No.1/1974, menyatakan bahwa perkawinan dilarang berhubungan darah dalam garis keturunan lurus kebawah ataupun keatas. c. Mogen (Kebolehan) Adalah aidah Hukum yang berisikan Kebolehan Contoh : Pasal 1 UU No. 1/1974, menyatakan pihak yang menikah dapat mengadakan perjanjian tertulis pada waktu atau sebelum perkawinan berlangsung.  Tujuan Hukum, juga dapat dirinci yaitu : 1. Untuk mewujudkan keadilan 2. Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai 3. Melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat 4. Untuk menjamin adanya ebahagiaan hidup Manusia 5. Untuk mengadakan pembaruan masyarakat  Prinsip-prinsip kekuasaan Hukum, yaitu :

G. Memberikan jaminan dan kepastian Hukum 3. J. Mochtar Kusumaatmadja Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas Negara-negara antara Negara dengan Negara. Pengertian Hukum Internasional o Menurut Para Ahli : 1. 2. Pemakaian terhadap tertib hukum yang ada  Fungsi Hukum : 1. Menata kehidupan masyarakat agar terib dalam pergaulan hidup 4. Aturan-aturan hukum yang berhubungan dengan Fungsi-fungsi institusi atau Organisasiorganisasi. Adanya jaminan kepastian Hukum dalam semua bentuk persoalan. Pemahaman dan Pemakaian terhadap tertib Hukum yang ada 2. 3. Memelihara dan mempertahankan aturan tata tertib dalam msyarakat 5. Menciptakan rasa tanggung jawab terhadap perbuatan anggota masyarakat dan penguasa.1. Strke Mendefenisikan Hukum Internasonal sebagai sekumpulan Hukum (Body of Law) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan Negara-negara satu sama lain.  Kepastian Hukum mangadung berberapa Pengertian. Untuk menyelesaika pertikaian 2. serta hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut dengan Negara dan Individu-individu. yaitu : 1. Adanya pengakuan dan Jaminan HAM 2. hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut. Ivan A. Negara dengan subjek Hukum lain bukan negra atau Subyek hukum bukan Negara satu sama lain. Adanya peradilan yang bebas tidak memihak 3. Keharusan Hukum menjadi Positif 3. . c. Shearer Hukum internasional adalah sekumpulan peraturan hukum yang sebagian besar mengatur tentang prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh Negara-negara (Subjek Hukum internasional) dan Hubungannya satu sama lain meliputi : a.

Negara dan Subjek hukum lain Bukan Negara. Sumber Hukum Internasional Menurut Mochtar Kusumaatmadja dalam Hukum Internasional Humaniter (1980). Aliran ini mendasarkan berlakunya hukum Internasional pada persetujuan bersama dari Negara-negara ditambah dengan asas pacta sunt servada (Hans Kelsen)  Sumber Hukum Formal Sumber Hukum Internasional dalam arti Formal merupakan sumber Hukum Internasional yang paling Utama dan memiliki Otoritas tertinggi serta otentik yang dapat dipergunakan oleh mahkamah internasional di dalam memutuskan suatu sengketa internasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat 1 Statuta Mahkamah Internasional. Sedangkan Sumber Hukum Material membahas tentang dasar belakunya Hukum di suatu Negara. Aturan-aturan Hukum tertentu yang berhubungan dengan individu-individu yang menjadi perhatian Komunitas internasional selain entitas Negara.b. Aliran ini bersandar pada Hak Asasi atau hak-hak alamiah yang bersumber dari Hukum Tuhan sehingga menempati Posisi yang lebih tinggi dari Hukum Nasional (Grotius) 2. Perjanjian Internasional (Traktat) . 2. o Jadi. Aliran Naturalis. Sumber Hukum Internasional dibedakan atas Sumber hukum dalam arti Formal dan Sumber Hukum dalam arti material. atau Subjek Hukum bukan Negara satu sama lain. yaitu sebagai berikut : 1. Hukum Internasional adalah Hukum Internasional merupakan Hukum yang mengatur Hubungan hukum antara Negara dan Negara. o Tujuan Hukum Internasional Untuk mengatur masalah-masalah bersama yang penting dalam hubungan di antara subjeksubjek hukum Internasional. Sumber Hukum Inernasional formal diatur dalam Piagam PBB.  Sumber hukum material Terdiri dari dua aliran berikut : 1. Aliran Positivisme.

General treaty for the renunciation of war. Prinsip-prinsip Umum Hukum Menurut Sri Setianigsih Suwardi. 3. 27 agustus 1928 c. Sebagai penafsiran bagi perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan 3. Sebagai pelengkap dari Hukum kebiasaan dan perjanjian Internasional 2. Konvensi-konvensi internasional yang merupakan sumber utama hokum Internasional adalah konvensi yang berbentuk Law Making treaties adalah perjajianperjanjian Internasional yang berisikan prinsip-prinsip dan ketentuan yang berlaku secara Umum. Piagam perserikatan Bangsa-bangsa d. Hukum kebiasaan Internasional Hukum Kebiasaan berasal dari prakti Negara-negara melalu sikap dan tindakan yang diambilnya terhadap suatu persoalan. yaitu sebagai berikut : a. S. dijalankan secara Konstan tanpa adanya pihak yang menentang serta diikuti oleh banyak Negara. Konvensi-konvensi Den Haag 1899 dan 1907 mengenai Hukum perang dan penyelesaian sangketa secara damai b.. Konvensi PBB tentang hukum laut. Keputusan-keputusan peradilan Keputusan-keputusan peradilan memainkan peranan yang cukup penting dalam membantu pembentukan norma-norma baru hukum Internasional.Perjanjian Internasional adalah suatu Ikatan Hukum yang terjadi berdasarkan kata sepakat antara Negara-negara sebagai anggota Organisasi bangsa-bangsa dengan tujuan melaksanakan Hukum tertentu yang mempunyai akibat Hukum tertentu.H. Konvensi-konvensi Wina mengenai Hubungan diplomatik 1961 dan Hubungan Konsuler 1963 e. Konvensi tersebut dapat berbentuk bilateral maupun Multilateral. Konvensi-konvensi atau perjanjian Internasional merupakan sumber utama hukum internasional. 1982 2. Terbentuknya suatu Hukum kebiasaan didasari oleh Praktik yang sama. Fungsi dari prinsip-prinsip Hukum umum ini terdiri atas tiga hal berikut yaitu : 1. Sebagai pembatasan bagi perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan 4. .

Agar Pergaulan dan Hubungan antarbangsa dapat berjalan dengan baik. apabila masing-masing negara menghargai dan menaati Hukm Internasional b. adalah Kumpulan peraturan Hukum tentang hubungan antar Negara merdeka dan berdaulat b. Asas Hukum umum yang diakui bagi Negara-negara beradab d. Hukum (Privat) Perdata. yaitu : a. Kedua Hukum tersebut selalu mengandung unsur-unsur asing didalamnya. Yuri Prudensi : Keputusan hakim terahulu yang kemudian dujadikan sebagai dasar Hukum Pengambilan keputusan Hakim 3. yaitu hubungan hukum yang terjadi berkenaan dengan sebuah Negara dan Negara lain atau warga Negara dengan Orang asing. Konsep Dasar Hukum Internasional Hukum internsional digolongkan menjadi dua. Untuk mencegah dan mengatasi perselisihan atau kesalahpahaman Dallam Hubungan Internasional c. Hukum Internasional bersifat hanya sebagai hukum Koorditif. Doktrin : Ajaran Para ahli terkemuka e. 4. Sumber Umum Hukum Internasional yaitu : Sumber Hukum Internasional dapat dikategorian dalam lima bentuk yaitu sebagai berikut : a. maka penyelesaiannya dapat dilakukan Oleh Mahkamah Internasional. Makna Hukum Internasional a. Jika terjadi suatu pelanggaran dari perikatan yang telah disepakati dan menimbulkan peselisihan. Kebiasaan Internasional b. Hukum Publik Internasional. 5. Traktat (Treaty) : Perjanjian Internasional c. adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara seseorang dan Orang lain yang berlainan warga negaranya dalam sebuah Negara yang berkenaan dengan keperdataan. Membawa Dunia yang tertib dan Damai sehingga akan membawa kesejahteraan umat manusia. atau Orang asing dengan orang asing dalam sebuah Negara. Asas Hukum Internasional .

Menurut asas ini negra melaksanaan hukum bagi semua orang dan barang yang berada diwilayahnya berlaku Hukum Internasional. Asas kepentingan Umum Adalah asas yang didasarkan pada wewenang Negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan hidup masyarakat. c. Ne Bis In Idem Maksud dari asas tersebut yaitu : . Menurut asas ini setiap warga Negara di mana pun ia berada tetap mendapat perlakuan Hukum dari negaranya. Jadi. khusunya dalam bidang ekonomi. serta kewajiban dalam menjalin Hubungan Internasional. e. Asas Keterbukaan Dalam Hubungan antar bangsa yang berdasarkan hukum internasional diperlukan adanya kesediaan masing-masing untuk memberikan informasi secara jujur dan dilandasi rasa keadilan. hukum tidak terikat dengan batas-batas wilayah suatu Negara. tetapi secara Faktual dan Substansinya masih terjadi ketidaksamaan derajat. Negara dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum. Asas Teritorial Asas territorial adalah asas yang didasarkan pada kekuasaan Negara atas daerahnya.a. d. Secara Formal memang Negara-negara didunia sudah lama derajatnya. Sehingga masing-masing pihak mengetahui secara jelas manfaat. hak. f. Asas Persamaan Derajat Adalah Hubungan antar bangsa hendaknya didasarkan pada asas bahwa Negara yang berhubungan adalah Negara yang berdaulat. Asas Kebangsaan Asas kebangsaan adalah asas yang didasakan pada kekuasaan Negara untuk warga negaranya. b.

Pasal 7. Subjek Hukum Internasional Hal-hal yang menjadi Subjek hukum Internasional. 6. 3) Tidak seorang pun yang telah diadili oleh suatu pengadilan disuatu Negara mengenai perbuatan yang dilarang berdasarkan Pasal 6. Tahta Suci di Vatikan.1) Tidak seorang pun dapat diadili sehubungan dengan perbuatan kejahatan yang untuk itu uang bersangkutan telah diputus bersalah atau dibebaskan 2) Tidak seorangpun dapat diadili di pengadilan lain Untuk kejahatan dimana Orang tersebut telah dihukum atau dibebaskan oleh pengadilan pidana Internasional. g. Inviolability dan Immunity Dalam Hukum Diplomatik dan Konsuler dikenal asas Inviolability dan Immunity. Individu atu . Dalam Pedoman tertib Diplomatik dan Prootokoler. Maksudnya ialah bahwa perjajian Internasional dapat batal demi hukum jika pada pembentukannya bertentangan dengan suatu kaidah dasar dari Hukum Internasional umum (Pasal 53 Konvensi Wina 1969). Asas ini menjadi kekuatan Hukum dan Moral bagi semua Negara yang mengikatkan diri dalam perjanjian Internasional. ³Involability´ meruapak terjemahan dari istilah ³Inviolable´ yang artinya seorang penjabat diplomatic tidak dapat ditangkap atau ditahan oleh alat perlengkapan Negara penerima dan sebaliknya Negara penerima berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah demi mencegah serangan atas kehormatan dan kekebalan dari pribadi penjabat diplomatik yang bersangkutan. Pacta Sunt Servanda Merupakan asas yang dikenal dalam perjanjian Internasional. Organisasi-organisasi Internasional. Jus Cogents Dalam perjanjian Internasional pun dikenal asas Jus Congenst. palang merah Internasional. dan pasal 8 boleh diadili berkenaan dengan perbuatan yang sama. h. i. antara lain Negara.

dan FAO memiliki hak dan kewjiban. Palang merah Internasioanl dijadikan sebagai Subjek Hukum Internasional karena adanya berberapa perjanjian dan berberapa Konvensi Palang merah (Konvesi Jenewa) tentang perlindungan korban perang. Palang Merah Internasional Palang merah Internasional berkeduduan di Jenewa Swiss. Hal ini sejalan dengan lahirnya Hukum Internasional itu sendiri atau sesuai dengan Istilah lain dari Hukum Internasional (Hukum Antar Negara) b. melainkan memiliki kekuasaan duniawi. dan pemberontak atau Pihak yang sedang bersangketa. Negara Negara adalah Subjek Hukum Internasional. para turis. Perjanjian Versailles pada 1919 yang mengakhiri Perang Dunia I telah menetapkan pasal-pasal yang memungkinkan orang-orang mengajukan perkara ke hadapan mahkamah bitrasi internasional. Organisasi Internasional Organisasi Internasional seperti PBB. Misalnya. c. . Hal ini merupakan peninggalan sejarah dari sejak zaman dahulu ketika Paus bukan hanya merupakan kepala gereja Roma. Orang perorangan (Individu) Dalam arti yang terbatas. Tahta Suci (Vatikan) Merupakan suatu Contoh dari Subjek Hukum internasional selain Negara.perorangan. GATT. pelajar. Selain itu. orang perorangan dapat dikatakan sebagai Subjek Hukum Internasional. ada penuntutan terhadap bekas para pemimpin perang jerman dan jepang yng dituntut untuk orang perseorangan (Individu) dalam perebutan yang dikelompokkan sebagai kejahatan terhadap perdamaian kejahatan terhadap kemanusiaan. individu para perwakilan suatu Negara. e. ILO. Berikut penjelasannya adalah sebagai berikut : a. d. dan kejahatan perang Oleh mahkamah Internasional. musisi atau wakil olahraga. seperti telah ditetapkan dalam konvensi-konvensi Internasional sebagai anggaran dasarnya. WHO.

Mempunyai Ilmu Pengetahuan yang luas di bidang hukum Internasional y Tugas Hakim Internasional 1. Masa dipilih para hakim mahkamah Internasional adalah 9 tahun sekali dengan ketentuan dapat dipilih kembali. Sebagai aparat perlengkapan PBB. Menerima Perkara-perkara dari Negara anggota yang telah ditentukan dewan keamanan 2. sebab semua anggota PBB adalah Ipsofacto dari PBB. Member nasehat tentang persoalan hukum kepada majelis Umum dan Dewan Kemanan. 7. Menerima persengketaan hukum Internasional dari dewan keamanan 3. Sedangkan pada ayat 2 menyatakan bahwa ³Negara yang bukan anggota PBB boleh menjadi peserta dari Piagam Mahkamah Internasonal sesuai Syarat-syarat yang ditetapkan oleh majelis Umum atas anjuran Dewa Keamanan´. Mempunyai Reputasi yang baik dan terhormat 2. Mahkamah Internasional y Mahkamah Internasional berkedudukan di Den Haag (Belanda). Mahkamah bertugas menyelesaikan perselisihan internasional dari Negara-negara anggota PBB. Politik dan Sosial sendiri 3) Hak menguasai sumber kekayaan alam dari wilayah yang didudukinya. misalnya mereka pun memiliki hak yang sama untuk : 1) Menentukan nasib sendiri 2) Hak secara bebas memilih sistem ekonomi. b. Pengadilan Internasional . Pemberontakan dan Pihak Sangketa Menurut hukum perang. mahkamah Internasional beranggotakan 15 hakim yang dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan keamanan. Sebagai peradilan Internasional. Lembaga Peradilan Internasional a.f. pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dalam berberapa hal tertentu. y Syarat-syarat untuk menjadi Hakim Internasional 1. Para pemberontak dianggap sebagai salah satu seubjek Hukum Internasional yang memiliki berberapa alasan.

Dengan adanya Optional Clause menunjukkan langkah penting menuju suatu pengadilan Internasional wajib. Selain mengatur masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi. sengketa internasional melibatkan hubungan antarnegara. mengatur hubungan diplomasi. Dalam konteks hukum internasional.Dalam penyelenggaraan Pengadilan Internasional. Hukum perang adalah hukum yang mengatur hubungan antarnegara yang berperan dan menentukan larangan-larangan cara berperang. maka sengketa internasional mencakup sengketa antarnegara dan negara. Ketentuan tersebut dicantumkan dalam pasal 36 ayat 2 Piagam Mahkamah Inetrnasional yang menyatakan bahwa ³Negara-negara peserta Piagam Mahkamah Internasional dapat menerangkan bahwa mereka mengakui kekuasaan ahkamah Internasional sebagai kekuasaan yang mengikat berdasar hukum dan dapat tidak mengikat berdasarkan perjanjian Istimewa´ Dalam hal ini. dan kesusilaan. walaupun penandatanganan dari Negara-negara anggota hanya mengenai penyelesaian perselisihan Hukum saja. B. seperti perundingan diplomatik dan mediasi dengan meminta pihak ketiga sebagai perantara. Hubungan internasional mengenai proses perkara berdasarkan surat gugatan. Sebab ± Sebab Sengketa Internasional Sengketa adalah permasalahan antara Dua Negara atau lebih. Hukum damai mengurus hubungan antarnegara walaupun dalam keadaan damai. kecuali bagi Negara-negara yang telah menandatangai Optional Clause. membuat. Tujuan hukum internasional ialah mengatur hubungan-hubungan antarnegara berdasarkan keadilan. misalnya mengatur batas negara. Jika dilihat dari cakupannya. yaitu : . dan budaya. negara dan individu. dan menghapus traktat. SENGKETA INTERNASIONAL 1.  Macam-macam Pelanggaran Internasional. perikemanusiaan. sosial. Hukum damai juga mengatur cara memecahkan perselisihan dengan jalan damai. melaksanakan. Peranan hukum internasional. negara dan korporasi asing serta sengketa antarnegara dan kesatuan kenegaraan bukan negara. Dari beberapa permasalahan mengenai suatu tindakan yang dapat menimbulkan sengketa internasional dapat dibagi dalam pelanggaran internasional. setiap Negara anggota PBB tidak diwajibkan membawa masalah perselisihan yang mereka hadapi ke pengadilan. baik masa perang maupun masa damai.

yaitu : a. Gangguan terhadap kemerdekaan nasional. Adanya system nilai yang saling bertentangan c. f. j. Kompleksitas Organisasi (Bisnis maupun Non Bisnis) yang cukup tinggi i. c.  H. Adanya yugas yang batasannya kurang jelas dan sering kali bersifat Tumpang Tindih d. Pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya serius terhadap larangan melakukan perbudakan. Adanya kebijakan-kebijakan yang tidak jelas dan tidak dapat diterima secara rasional Adanya berbagai tekakan yang cukup besar . Mempertahankan dominasi kolonial dengan kekuatan (yang bertentangan dengan penentuan nasib sendiri). Adanya tugas yang saling bergantung satu sama lain h. b. Gangguan terhadap hubungan persahabatan negara-negara. apartheid serta pencemaran besar-besaran tehadap atmosfer dan udara. Pelanggaran traktat atau berkenan dengan kewajiban-kewajiban kontraktual. Klaim-klaim  tindakan-tindakan yang membahayakan atau dapat membahayakan Perdamaian Internasional.  Pelanggaran internasional yang dapat menimbulkan sengketa. Adanya kepribadian yang saling bertentangan b. genocide.a. Pelanggaran agresi. Adanya persaingan yang diberi fasilitas yang sangat terbatas Prosese Komunikasi yang tidak tepat g. seperti : Agresi. Kusnadi mengemukakan berberapa sebab timbulnya Konflik yaitu : a.´ b. Prinsip hukum internasional adalah bahwa ³setiap pelanggaran atas perjanjian menimbulkan suatu kewajiban untuk mengganti rugi. pengambilan hak milik. Adanya persaingan yang tidak Fair e. Pelanggaran-pelanggaran Internasional (kesalahan-kesalahan yang tidak ada kaitannya dengan kewajiban-kewajiban kontraktual) c.

2. c. Faktor Ekonomi. ketika amerika Serikat menyerang Irak. Misalnya. kemudian diserang oleh Pasukan Amerika Serikat dengan Pasukan Multinasional dari berbagai Negara. Metode-metode Diplomatik . yaitu pertentangan atau sangketa Internasional yang dipicu Oleh perbedaan Ideologi. Fanatisme Budaya Arab terhadap Dunia Non-Arab sehingga terjadi pemberontakan dan terror (Mesir. dan Libya) e. pertentangan antara Negara pendukung Negara Liberal dan Negara pendukung Ideologi Sosialis-komunis b. d. Permasalahan dilematis yang sangat sulit untuk diselesaikan  Faktor Yang menyebabkan terjadinya Sengketa Internasional. yaitu a. yaitu pertentangan atau sangketa antarnegara yang dipicu Oleh adanya kepentingan Untuk menguasai bagian wilayah Negara atau perbatasan wilayah Negara.k. Saat Irak menduduki dan mempertahankan wilayah Kuwait.Sangketa antara Malaysia dan Indonesia mengenai Pulai Sipandang dan Ligitan. Faktor Pertahanan dan Keamanan. Factor Politik. Penyelesaian Sengketa Internasional y Cara Menyelesaikan sengketa Internasional. yaitu petentangan atau sangketa yang terjadi karena pebedaan sosial budaya. yaitu pertentangan atau sangketa antarnegara yang dipicu oleh adanya perebutan sumber daya alam (SDA). Juga Faktor ekonomi. yaitu pertentangan atau sangketa yang terjadi karena masing-masing pihak mempertahankan daerahnya atau kekuasaannya. Faktor Sosial Budaya. Misalnya. Adanya harapan yang sangat Sulit untuk Dipenuhi m. Adanya keputusan yang dibuat berdasarkan kolektif. Iran. banyak pengamat politik yang menduga bahwa disamping faktor Politik. Faktor Ideologi. yaitu : a. Misalnya. Dalam Hal ini pada Umumnya kelompok mayoritas yang dominan l. Aljazair. Misalnya. Misalnya. yaitu ingin mengusai Minyak Di Timur Tengah.

Inquiry Metode ini digunakan untuk mencapai penyelesaian sebuah sengketa dengan cara mendirikan sebuah Komisi atau badan yang bersifat Internasional untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang relavan dengan permasalahan. Pada Dasarnya negosiasi hana berpusat pada diskusi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait.1. penyelesaian sengketa tidak melibatkan pihak ketiga. seperti bantuan yang mereka minat. pandangan untuk menyelesaikannya. Negosiasi Merupakan metode Penyelesaian sengketa yang paling tradisional dan sederhana. berada pada pemeriksaan yang tidak memihak atas sengketa tersebut dan berusaha untuk menentukan batas penyelesaian yang dapat di terima oleh pihak-pihak. Tugas komisi ialah mendukung dan menyusun agenda dialog-dialog. Mediasi melibatkan Pihak ketiga yang bertindak sebagai pelaku mediasi (Mediator). 3. atau memberi pihak-pihak. 2. Seseorang mediator merupakan pihak ketiga memiliki peran aktif untuk mencari solusi yang tepat dalam melancarkan terjadinya kesepakatan di antara pihakpihak yang terkait. Mediasi merupakan Bentuk lain dari Negosiasi. 4. Konsiliasi Pengertian konsiliasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan sengketa internasional mengenai keadaan apapun di mana suatu komisi yang di bentuk oleh pihak-pihak. Dalam metode negosiasi. Semua komisi konsiliasi mempunyai fungsi yang sama. Perbedaanya. yakni salah satu cara penyelesaian sengketa internasional di mana adanya keterlibatan atau campur tangan sengketa atau perselisihan dan menghasilkan penyelesaian yang dapat di terima oleh pihak-pihak yang bersengketa. yaitu untuk menyelidiki sengketa dan menyarankan batas penyelesaian yang mungkin. . sambil memberi mereka bantuan apa saja yang mungkin berguna untuk mencapai kesimpulan yang tepat dan berhasil. baik yang bersifat tetap atau ad hoc untuk menangani suatu sengketa. Mediasi Mediasi artinya perantaraan.

y Penyelesaian Sengketa melalui Organisasi internasional a. seperti peperangan. WTO sebgai sebuah Organisasi perdagangan dunia memiliki sistem peradiln tersendiri dalam kaitannya dengan Penyelesaian sengketa. Organisasi Regional . Pengadilan-pengadilan Lainnya Salah satu Persoalan hukum yang acapkali timbul dalam era Globalisasi adalah Persengketaan dalam perdagangan internasional. Arbitrasi memberikan keputusan yang mengikat. Merills menyatakan bahwa kelebihan dari arbitrasi adalah arbitrasi dapat digunakan untuk menghasilkan penyelesaian atas masalah yang dipilih dan berlandaskan pada suatu dasar yang di setujui. 3. Mahkamah Internasional Merupakan Pengadilan yang memiliki yurisdiksi atas berbagai macam persoalan internasional. Arbitrase Arbitrasi berperan untuk memberi pihak-pihak yang bersengketa kesempatan mendapatkan keputusan dari hakim atau hakim-hakim berdasarkan pilihan mereka sendiri. yang tentu saja berbeda dengan system hukum nasional. Berikut Metode-metode penyelesaian sengketa internasional secara Legal yaitu : 1. Karena cara kekerasan ini justru akan mendatangkan malapetaka baru bagi kehidupan masyarakat dan mengganggu kedamaian masyarakat internasional secara umum. 2. Caracara penyelesaian perdamaian mempunyai kelebihan di samping juga adanya kekurangan. Tentu saja bagi setiap negara yang bersengketa menghendaki jalan keluar yang terbaik dan menghindari penyelesaian dengan cara kekerasan.b. Mahkamah Internasional berwenang untuk memutuskan suatu kasus melalui persetujuan dari semua Pihak yang bersengketa. Akibatnya tidak akan timbul masalah penafsiran. pembatalan dan sebagainya. keputusan arbitrasi akan memutuskan sengketa. Metode-metode Legal Metode ini merupakan cara penyelesaian sengketa internasional secara yudisial (Hukum) dalam hukum Interasional.

Tujuan PBB . Tolak jalannya kekerasan kekuasaan - Isi Deklarasi Moskow. dan Liga Arab. b. dinyatakan bahwa sangketa dapat diselesaikan melalui Organisasi Regional. Bangsa-bangsa dapat ikut daam perdagangan atau ekonomi c. Gagasan ini muncul sebelum PD I. Gagalnya LBB dalam mewujudkan perdamaian Dunia b. Tujuan LBB Untuk menciptakan perdamaian dan keamanan dunia serta mewujudkan kerjasama dunia. Dalam pelaksanaan mewujudkan perdamaian dunia LBB tidak berhasil. ASEAN. PBB 1. yaitu : menghimbau untuk membentuk secepatnya organisasi internasional yang bertujuan memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Uni Eropa. Perdamaian dunia d. Pecahnya PD II 2. a. Contoh Organiasi Regional yaitu NATO. - Berdirinya PBB yaitu : a. Salah Satu Fungsi Utama Organisasi adalah menyediaan wadah yang terstruktur bagi pemerintah Negara untuk melakukan Hubunganhubungan diplomatik. Isi Atlantic Charter yaitu : Bangsa-bangsa dapat menentukan nasib sendiri b.Dalam Deklarasi manila (1982) tentan penyelesaian sangketa secara damai. Latar Belakang terbentuknya PBB LBB didirikan pada tanggal 10 januari 1920 yang dipelopori oleh presiden Amerika Serikat yaitu Woodrow Wilson.

Anggota Tambahan Yaitu anggota yang masuk. sosial.Sebagaimana Pasal 1 Piagam PBB. Telah mendapat rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB serta disetujui oleh 2/3 dari Jumlah anggota Majelis umum PBB yang hadir dalam sidang. salah satu tujuan PBB adalah mempertahankan perdamaian dan keamanan Internasional. yaitu : y y y y PBB dibentuk atas dasar persamaan kedaulatan bagi anggota-anggotanya Setiap anggota dalam memenuhi kewajibanya harus dengan itikad baik Setiap anggota dalam menyelesaikan pertikaian harus dengan jalan damai Setiap anggota harus memberikan bantuan kepada PBB dengan cara-cara yang telah digariskan dalam piagam PBB y y PBB tidak diperkenankan mencampuri urusan dalam negeri Negara anggota PBB menjamin supaya Negara-negara bukan anggota dapat bertindak selaras dengan asas-asas piagam PBB 4. Alat atau Perlengkapan PBB terdiri dari : . hak menentukan nasib sendiri. dan kemanusiaan. Anggota Asli (Original Member) Yaitu Negara yang ikut langsung menandatangani piagam PBB di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 b. kebudayaan. 3. Bersedia memenuhi kewajiban sebagai anggota PBB 3. Negara merdeka dan cinta damai 2. Asas-asas PBB (pasal 2 ayat 1 Piagam PBB). Keaggotaan PBB terdiri dari : a. 5. o Menjadikan PBB sebagai pusat Usaha dalam merealisasikan tujuannya. o Menciptakan perdamaian dan keamanan Internasional o Memajukan Hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan hak. Tujuan Tersebut sangat erat kaitannya dengan upaya penyelesaian sangketa Internasional secara damai. kemudian dengan melalui Syarat-syarat tertentu yaitu : 1. dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Negara lain o Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan permasalahan internasional di bidang ekonomi.

Majelis Umum (General Assembly) Melaksanakan sidang sekitar bulan September sampai Oktober tiap tahunnya. Berkedudukan di Den Haag. dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal Sekretariat PBB bertugas melaksanakan tugas-tugas administratif PBB. Sedang anggota tidak tetap terdiri dari sepuluh negara yang dipilih setiap dua tahun dalam sidang umum. Anggota tetap Dewan Keamanan memiliki hak veto. b. artinya hak untuk membatalkan suatu keputusan. Rusia. Inggris. membuat laporan tahunan untuk Majelis Umum mengenai kegiatan PBB. Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Bertugas mengawasi masa transisi suatu wilayah yang belum mempunyai pemerintahan sendiri. Apabila dalam suatu persidangan salah satu anggota tetap memveto keputusan maka keputusan tersebut dibatalkan.a. 3. Dewan Keamanan (Security Council) Terdiri dari dua macam keanggotaan yaitu anggota tetap dan tidak tetap. Sekretariat. 4. dan mengajukan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi yang menurut pendapatnya dapat membahayakan perdamaian dan keamanan dunia. yaitu AS. Belanda. Badan Pokok 1. Mahkamah Internasional (International Court of Justice) Bertugas memberi keputusan atas dasar hukum internasional mengenai perselisihan internasional. Prancis. 5. Anggota tetap terdiri atas lima negara (The Big Five). dan Cina. Badan Khusus : . Bertugas merundingkan permasalahan yang ditetapkan dalam Piagam PBB termasuk yang diajukan Dewan Keamanan. Tugas Dewan Keamanan adalah membantu mencapai perdamaian dunia dan berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi antarnegara di dunia agar dapat terselesaikan secara damai. 2. dan menyusun anggaran belanja PBB.

Mahkamah memilih ketua dan wakil ketua untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat dipilih kembali. ILO 2.1. yaitu mengenai jenis sengketa-sengketa yang dapat diajukan. yaitu siapa-siapa saja yang dapat mengajukan perkara ke mahkamah dan wewenang ratione materiae. a. atas permintaan salah satu dari pihak yang bersengketa. Wewenang Mahkamah Wewenang mahkamah diatur dalam Bab II statute yang khusus mengenai wewenang mahkamah dengan ruang lingkup masalah-masalah mengenai sengketa. Berikut ini akan di jelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan peranan mahkamah internasional (International Court of Justice). Namun. WHO : Organisasi Buruh Internasional : Organsasi Pangan dan Pertanian : Dana Keuangan Internasional : Organisasi Kesehatan Sedunia 5. dan Kebudayaan 6. UNESCO : Organisasi Pendidikan. Belanda. UNTAC 7. Mahkamah juga mengangkat panitera dan pegawai-pegawai lain yang di anggap perlu. harus Prancis dan Inggris. Ilmu Pengetahuan. UNHCR : Komisi tinggi PBB untuk urusan pengungsian : Pasukan Perdamaian PBB untuk menyelesaikan sengketa di kamboja : Pasukan perdamaian PBB untuk menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda tahun 3. PERANAN MAHKAMAH INETRNASIONAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL Mahkamah internasional berkedudukan di Den Haag. Bahkan Pasal 30 Statuta Mahkamah Internasional memberikan wewenang kepada Mahkamah Internasional untuk . UNCI 1947 8. Sidang-sidang lengkap pada prinsipnya dihadiri oleh 15 anggota. Adapun bahasa-bahasa resmi yang digunakan menurut Pasal 39 statuta. FAO 3. mahkamah dapat mengizinkan penggunaan bahasa lain. Untuk mempelajari wewenang ini harus di bedakan antara wewenang ratione personae. IMF 4. Ketentuan-ketentuan Prosedur dalam kegiatan Mahkamah Internasional sama sekali berada duluar kekuasaan Negara-negara yang bersangketa karena ketentuan-ketentuan yang dimaksud sudah ada sebelum sangketa sangketa-sangketa tersebut timbul. tetapi kuorum dengan 9 anggota sudah cukup untuk mengadili suatu perkara.

ketentuan Prosedur tersebut merupakan tindakan sepihak Mahmakamah Internasional yang mengikat Negara-negara yang bersangketa. Adanya suatu Fakta yang bila terbukti akan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban Internasional 4. Untuk menjalankan tugas ini. wewenang mahkamah Internasional tidak berlaku terhadap sangketa tersebut.membuat peraturan tata tertib. Dukungan Keputusan Mahkamah Internasional dalam Menyelesaikan Sengketa Internasional. Piagam PBB juga secara Khusus mengarahkan Majelis Umum untuk mendorong perkembangan berkelajutan dan Kodifikasi Hukum Internasional. Para Hakim Dipilih untuk jangka waktu Sembilan tahun dan dapat dipilih kembali . Piagam PBB menciptakan mesin untuk menjaga perdamaian dan keamanan serta menyelesaikan Konflik antarbangsa. Namun Demikian. Pada Prinsipmya wewenang mahkamah Internasional bersifat Fakultatif. Tanpa adanya persetujuan antarpihak yang bersangketa. Majelis Umum menciptakan dua organ turunan yaitu Komisi . menurut pasal 36 ayat (2) Statuta mahkamah Internasional. dapat setiap saat menyatakan untuk menerim wewenang wajib Mahkamah Internasional tanpa persetujuan Khusus dalam Hubungannya dengan Negara lain yang menerima Kewajiban yang sama dalam sangketa Hukum mengenai Hal-hal berikut yaitu : 1. yang masing-masing dipilih melalui Sistem Mayoritas Absolut Oleh Dewan Kemanan dan Majelis Umum. yang berarti bila terjadi suatu sangketa antara dua Negara. Jenis atau besarnya ganti Rugi yang harus dilaksanakan karena Pelanggaran dari suatu Kewajiban Internasional. Tidak Boleh ada ada dua hakim MI dari Negara yang sama. Negara-negara Pihak Statuta Mahkamah Internasional. Karenanya. c. b. Setiap Persoalan Hukum Internasional 3. Hakim Dalam Mahkamah Internasional MI terdiri dari 15 Hakim. yang masing-masing mengambil Suara secara Independen. Intervensi Mahkamah Internasional baru dapat terjadi bila Negara-negara yang bersangketa tersebut dengan persetujuan bersama membawa perkaranya ke mahkamah Internasional. Penafsiran Suatu Perjanjian 2.

merumuskan Hukum tentang perdagangan Internasional dan perkembangan ekonomi.Hukum Internasional (1947) dan Komisi Hukum Perdagangan Internasional (1966). Telah terjadi pelanggaran HAM atau kejahatan Humaniter (kemanusiaan) di suatu Negara terhadap Negara lain atau rakyat Negara lain 2. Sanksi dapat dijatuhkan bila terbukti bahwa pemerintahan atau Individu yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran terhadap Konvensi-konvensi Intenasional berkaitan dengan palanggaran HAM atau kajahatan humaniter. Setelah disetujui Oleh Majelis Umum. . maka pemerintah dari Negara yang didakwa melakukan kejahatan humaniter dapat diajukan ke Mahkamah Internasional 5. draf dari Komisi ini biasanya diajukan ke konferensi internssional yang diadakan oleh PBB untuk pelaksanaan Konvensi. Komisi Hukum Perdagangan Interasional. hukum Traktat antar bangsabangsa dan Organisasi Internasional. Hubungan Diplomatik. Ada pengaduan dari Korban (Rakyat) dan pemerintahan Negara yang menjadi Korban terhadap Pemerintahan dari Negara yang bersangkutan karena di dakwa telah melakukan pelanggaran HAM atau kejahatan Humaniter lainnya. dan penyidikan. Hukum Traktat antarbangsa. hubungan Konsular. Selama bertahun-tahun Komisi Hukum Internasional mempersiapkan draft Traktat untuk mengkodifikasi dan memodernsasi sejumlah topik dalam Hukum Internasional termasuk Hukum Laut. Pengaduan disampaikan ke Komisi Tinggi HAM PBB atau melalui lembaga-lembaga HAM internasional lainnya 4. Pengaduan ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Jika ditemui bukti-bukti kuat terjadinya pelanggaran HAM atau kejahatan kemanusiaan lainnya. kekebalan Negara dari yurisdiksi Negara lain. Dimulailah Proses peradilan sampai dijatuhkan sanksi. 3. berkelanjutan suatu Negara dalam hal Traktt. PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI MAHKAMAH INTERNASIONAL Sangketa Internasional dapat diselesaikan oleh Mahkamah Internasional dengan melalui Prosedur berikut : 1. pemeriksaan. 4. serta Hukum perairan air tawar Internasional.

dan tanpa banding. dan tidak melakukan apa-apa untuk mencegah terjadinya perbuatan itu. yang juga merupakan hukum diplomatik. final. tidak mencampuri urusan dalam Negara lain. Keputusan Mahkamah Internasional mengikat para pihak yang bersangketa dan hanya utnuk perkara yang disangketakan. Dalam Pasal 57 statuta. Bedasarkan Hukum Diplomatik. pengembangan hubungan persaudaraan antar bangsa. dan saling berkerjasama dalam berbagai bidang kehidupan. Keputusan Mahkamah Internasional bersifat mengikat. HIDUP BERDAMPINGAN SECARA DAMAI BERDASARKAN PERSAMAAN DERAJAT Sudah selaknya umat manusia saling menghormati. Keputusan dapat dilakukan berdasarkan kepantasan dan kebaikan apabila disetujui oleh Negara yng bersangketa. 5. dan menjalin persahabatan dalam Hukum Internasional . tetapi tidak dilakukan. penjaminan terlaksananya hukum publik internasional dan hukum privat Internasional di seluruh dunia. pemeliharan perdamaian. hakim Mahkamah Internasional dapat mengemukan pendapat terpisah atau Dissenting Opinion (Pendapat seorang hakim yang tidak menyetujui suatu keputusan dan menyatakan keberatannya terhadap motif-motif yang diberikan dalam keputusan tersebut). pronsip-prinsip hidup berdampingan secara damai berdasaran persamaan derajat adalah menghormati kedaulatan negra lain.mempunyai wewenang untuk mencegah terjadinya pelanggaran itu. Dalam sudut pandang ilmu kewarganegaraan. Mahkamah Internsional memutuskan sangketa berdasarkan hukum. hidup berdampingan dengan damai berdasarkan persamaan derajat. hukum internasional harus dapat diterapkan dalam bidangbidang kejahatan perang antarnegara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful