Perilaku Seksual Remaja

Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Contoh: berfantasi, masturbasi, berpegangan tangan, cium pipi, pelukan, cium bibir, petting, hubungan seksual. Permasalahan seksualitas yang umum dihadapi oleh remaja adalah dorongan seksual yang sudah meningkat sementara secara normatif mereka yang belum menikah belum di ijinkan untuk melakukan hubungan seksual. Sementara itu, usia kematangan seksual mereka sudah makin cepat (akibat perkembangan gizi), dilain pihak usia pernikahan malah makin mundur (karena perubahan tuntutan sosial, kesadaran orang akan pendidikan dan karir pekerjaan makin tinggi). Selain itu, usia kematangan seksual (biologis) remaja pun ternyata belum diimbangi oleh kematangan psikososial (memahami resiko perilaku dan siap menerimanya, kemampuan mengelola dorongan dan kemampuan mengambil keputusan secara matang.akibatnya, kadang-kadang rasa ingin tahu yang sangat kuat, keinginan bereksplorasi dan memenuhi dorongan sekual mengalahkan pemahaman tentang norma , kontrol diri, pemikiran rasional sehingga tampil dalam bentuk perilaku. Cara-cara yang bisa dilakukan orang untuk menyalurkan dorongan seksual, antara lain: Bergaul dengan lawan jenis. Berdandan untuk menarik perhatian lawan jenis. Mimpi basah Menyibukan diri dengan berbagai aktivitas menghabiskan tenaga dengan berolahraga. Mendekatkan diri kepada Tuhan. Fantasi seksual Mengobrol tentang seks Masturbasi / onani Pelukan Ciuman Hubungan seksual Cara-cara ini ada yang sehat dan ada yang tidak sehat, ada yang resikonya rendah, ada juga yang menimbulkan resiko secara fisik, psikis dan sosial.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja
Perilaku seksual merupakan hasil interaksi antara kepribadian dengan lingkungan di sekitarnya. Berikut beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku seksual remaja: 1. Pengaruh biologis: perubahan yang terjadi pada masa pubertas dan aktifnya hormon-hormon seksual dapat memunculkan dorongan seksual yang disalurkan melalui perilaku seksual. 2. Pengaruh orang tua: kurangnya komunikasi secara terbuka antara orang tua dengan remaja dalam masalah seksualitas dapat memperkuat munculnya penyimpangan seksual. 3. Pengaruh teman sebaya, pada masa remaja pengaruh teman sebaya sangat kuat sehingga munculnya perilaku seksual dikaitkan dengan norma teman sebaya. 4. Perspektif akademik, remaja dengan prestasi rendah dan tahap aspirasi yang rendah cendrung lebih sering memunculkan aktivitas seksual dibandingkan remaja dengan prestasi yang baik di sekolah. 5. Perspektif sosial kognitif, kemampuan sosial kognitif di asosiasikan dengan pengambilan keputusan yang menyediakan pemahaman perilaku seksual di kalangan remaja. Remaja yang mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan nilai yang dianutnya dapat lebih menampilkan perilaku seksual yang lebih sehat.

84
6. Pengalaman seksual, makin banyak pengalaman mendengar, melihat dan mengalami hubungan seksual maka makin kuat stimulasi yang dapat mendorong munculnya perilaku seksual.

Sehat Sehat secara fisik: berarti tidak tertular penyakit. Kepribadian. Sehat secara psikologis: mempunyai integrasi kuat (kesesuaian antara nilai. tidak menyebabkan kehamilan sebelum menikah. mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala risiko yang bakal dihadapi dan siap atas segala risiko dari keputusan yang diambilnya. nilai dan keyakinan yang dianut masing-masing. integrasi yang baik (konsistensi antara nilai. ia memilihnya sebagai cara menyatakan perasaan kasih sayang kepada pacar dengan mempertimbangkan berbagai resiko bahwa bisa saja muncul keinginan untuk mencoba perilaku seksual lainnya. tergantung pada pengalaman. pengelolaan stress. kemampuan membuat keputusan dan nilai-nilai yang dimilikinya. Berfungsinya keluarga dalam menjalankan fungsi kontrol afeksi/kehangatan. penanaman nilai moral dan keterbukaan komunikasi. Bentuk perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab akan berbeda untuk masingmasing individu. dan perilaku). Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. cenderung dapat mencari penyaluran dorongan seksualnya secara sehat dan bertanggung jawab. dan sosial). Mempertahankan diri dari tekanan teman sebaya atau pacar dari hal-hal negatif Memahami konsekuensi tingkah laku dan siap menerima risiko tingkah lakunya. Namun demikian. Namun dia sudah mengantisipasi apa yang akan dia lakukan seandainya keinginan itu muncul atau ia bersama-sama pacar sudah membicarakan bagaimana caranya agar mereka berdua tidak terjebak dalam perilaku seksual yang . tidak menyakiti dan merusak kesehatan orang lain. Perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab merupakan tujuan dari perkembangan seksualitas remaja. menguasai informasi tentang kesehatan reproduksi. percaya diri. 85 Seseorang yang memilih perilaku seksual misalnya berpegangan tangan. mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan nilai dan norma yang diyakini. kontrol diri. Mampu mengendalikan atau mengontrol diri. toleransi pada stress. mampu mengikatkan diri pada teman sebaya secara sehat dan proposional . idealnya perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab hendaknya didasarkan pada pertimbangan terhadap segala resiko yang mungkin dihadapi dan dengan kesiapan menghadapi berbagai resiko. sikap. remaja yang memiliki penghayatan yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan. mampu mengelola dorongan dan kebutuhannya secara adekuat. Perilaku Seksual yang Sehat dan Bertanggung Jawab a. 9. Pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan. tanggung jawab. Remaja yang memiliki harga diri posistif. 10. mampu berkomunikasi.7. 8. Keluarga yang mampu berfungsi secara optimal membantu remaja untuk menyalurkan dorongan seksualnya dengan cara yang selaras dengan nilai dan norma yang berlaku serta menyalurkan energi psikis secara produktif. sikap dan perilaku) juga cendrung mampu menampilkan perilaku seksual yang selaras dengan nilai yang diyakininya serta mencari kepuasan dari perilaku yang produktif. memiliki penghargaan yang kuat terhadap diri dan orang lain. budaya. b. mampu mempertimbangkan resiko perilaku seksual sebelum mengambil keputusan. Sehat secara sosial: mampu mempertimbangkan nilai-nilai sosial yang ada di sekitarnya dalam menampilkan perilaku tertentu (agama. remaja yang memiliki pemahanan yang benar dan proposional tentang kesehatan reproduksi cendrung memahami resiko perilaku serta alternatif cara yang dapat digunakan untuk menyalurkan dorongan seksual secara sehat dan bertanggung jawab. seperti harga diri. Bertanggung jawab: Menunjukkan adanya penghargaan baik terhadap diri maupun orang lain.

Menimbulkan perasaan aman. leher. Dapat menimbulkan sensasi seksual yang kuat yang membangkitkan dorongan seksual hingga tak terkendali. 4. Cium Bibir Aktivitas seksual berupa sentuhan bibir dengan bibir Dampak: Jantung menjadi lebih berdebar-debar. namun biasanya muncul keinginan untuk mencoba aktivitas seksual lainnya (hingga kepuasan seksual bisa tercapai). Berpegangan tangan juga merupakan bentuk pernyataan afeksi atau perasaan sayang berupa sentuhan. nyaman dan tenang.beresiko. Masturbasi Masturbasi adalah kegiatan menyentuh atau merangsang bagian tubuh sendiri baik tanpa mempergunakan alat maupun mempergunakan alat untuk mendapatkan kepuasan seksual. akibatnya bisa melakukan aktivitas seksual selanjutnya (hubungan seksual) Ketagihan Muncul perasaan dilecehkan pada pasangan. penis. Berfantasi Adalah perilaku membayangkan atau mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan erotis Dampak: Aktivitas seksual ini bisa berlanjut ke aktivitas seksual lainnya. petting bahkan sampai hubungan intim. Cium Pipi Aktivitas seksual berupa sentuhan pipi dengan pipi. 6. seperti: berciuman. Mudah sekali untuk menularkan penyakit TBC. hepatitis B. 3. Menimbulkan peraasaan sayang jika diberikan pada moment tertentu dan bersifat sekilas. seperti: payudara. Bagian . pantat. infeksi tenggorokan. Orang akan mudah melakukan aktifitas seksual selanjutnya tanpa disadari seperti cumbuan. Menimbulkan keinginan untuk melanjutkan bentuk aktivitas seksual lainnya yang lebih dapat dinikmati. Berpegangan Tangan/Mengelus/Merangkul/Memeluk Aktivitas seksual ini memang tidak terlalu menimbulkan rangsangan seksual yang kuat. Dampak: Terangsang secara seksual sehingga melemahkan kontrol diri dan akal sehat. Dampak: Jantung menjadi berdegup lebih cepat. Meraba Kegiatan meraba bagian-bagian sensitif rangsang seksual. pipi dengan bibir. Dampak: Imajinasi atau fantasi seksual jadi berkembang. Menimbulkan rangsangan seksual (terutama jika mengenai daerah tertentu). sariawan. Umumnya jika kita melakukan aktivitas ini. 86 5. Aktivitas Seksual dan Dampaknya 1. maka muncul getaran-getaran romantis atau perasaan aman dan nyaman. dsb. maka kegiatan produktif menjadi teralih kepada kegiatan memanjakan diri Tidak beresiko kena penyakit 2. Jika dibiarkan terlalu lama. Tertular virus atau bakteri dari lawan jenis. paha atas. vagina.

8. Ditinjau dari segi medis. masturbasi ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatannya. Nilai-nilai tersebut bisa berbeda pada setiap orang. karena cairan pertama yang keluar pada saat terangsang pada laki-laki juga sudah mengandung sperma (meski dalam kadar terbatas). seperti: benda tajam dan benda lain yang tidak steril Energi fisik dan psikis terkuras. cairan vagina dapat menjadi medium yang membantu masuknya sperma masuk ke dalam vagina. masturbasi memberikan dampak rasa bersalah terhadap diri sendiri. Secara psikologis. sulit berkonsentrasi. masturbasi tidak menimbulkan dampak negatif. Petting Keseluruhan aktivitas non-intercourse (hingga menempelkan alat kelamin). malas melakukan aktivitas lain. Istilah lain yang menunjukkan aktivitas masurbasi dan cukup dikenal di kalangan remaja adalah onani. Bisa lecet jika dilakukan dengan frekuensi tinggi Kemungkinan mengalamai ejakulasi dini pada saat nantinya berhubungan intim. Terkena PMS/HIV Bisa berlanjut ke intercourse Sangsi moral/agama hingga menimbulkan perasaan cemas dan perasaan bersalah Memuaskan kebutuhan seksual . Dampak: Menimbulkan ketagihan Hamil. Kurang bisa memuaskan pasangan jika sudah menikah (karena terbiasa memuaskan diri sendiri atau merangsang diri sendiri) Menimbulkan kepuasan diri/eksplorasi diri Menimbulkan ketagihan 7. biasanya orang menjadi mudah lelah. Perasaan bersalah atau berdosa ini tentu saja dipengaruhi oleh nilai pribadi yang sudah tertanam sejak dini ataupun nilai religi yang dihayati di lingkungan remaja tinggal. Orang yang melakukan masturbasi tidak akan menjadi impoten atau mengalami kerusakan pada otak atau bagian tubuh lainnya. terutama jika menggunakan alat-alat yang membahayakan. Pikiran terus menerus ke arah fantasi seksual Perasaan bersalah dan berdosa.5 cm dari permukaan vagina). Oral Adalah memasukan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis Dampak: Bisa terkena bibit penyakit (radang tenggorokan ataupun pencernaan) maupun jika pasangan mengidap PMS (penyakit menular seksual) Menimbulkan ketagihan Sangsi moral / agama Berlanjut ke hubungan seksual (intercourse) Memuaskan kebutuhan seksual Penyimpangan seksual (dalam kondisi dimana oral seks lebih memenuhi kebutuhan seksualnya dibandingkanintercourse). walaupun sebenarnya akan berbeda pada setiap orang. Selama tidak menggunakan benda yang dapat membahayakan alat kelamin. Selain itu meskipun ejakulasi di luar.tubuh yang biasanya sensitif adalah alat kelamin. Pada perempuan dapat merobek selaput dara (karena letak selaput dara hanya sekitar 1 1. Dampak: Infeksi.

vaginismus. membaca ataupun melakukan berbagai kegiatan hobi. Ketagihan Hamil Terkena PMS Terkena HIV Infeksi saluran reproduksi Gangguan fungsi seksual: impotensi. ejakulasi dini. Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat 5. manfaat dll. Bagi remaja yang sudah mempunyai pacar biasanya dorongan untuk melakukan perilaku seksual makin kuat. Membina relasi heteroseksual yang sehat. 4. Tentu saja dalam mengambil keputusan ini. frigiditas. Sangsi sosial. Mengendalikan diri (lebih banyak menggunakan akal pikiran atau rasional ketimbang menggunakan perasaan atau emosi negatif) 3. Hubungan seksual Aktivitas seksual dengan memasukan penis pada alat kelamin wanita. 9. bertanggung jawab dan bertujuan positif melalui komunikasi membentuk komitmen bersama. Menghindari situasi atau tempat yang kondusif menimbulkan fantasi atau rangsangan seksual seperti berduaan di rumah atau di tempat yang sepi dan gelap.Bisa menyebabkan robeknya selaput dara 9. yaitu: 1. Merusak masa depan (terpaksa drop out sekolah. perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti norma. Komitmen adalah kesepakatan tentang batasan aktivitas seksual yang dipilih dalam hubungan tersebut. ada beberapa tips untuk mencegah remaja melakukan hubungan seksual sebelum menikah. nilai. membantu orang lain. kematian dan kemandulan. 2. Mendekatkan diri pada tuhan dan berusaha keras menghayati norma-norma atau nilai yang berlaku. Membuat komitmen bersama serta berupaya keras untuk memenuhi komitmen itu. 8. sumber rangsangan dan faktor yang mempengaruhi) sehingga kita dapat menghindari situasi atau stimulus yang membuat dorongan seksual makin kuat. Karena pernikahan merupakan ikatan resmi yang bermuatan tanggung jawab diantara kedua belah pihak dengan berbagai alasan atau penalaran yang logis. agama dan moral Keperawanan dan keperjakaan hilang Menguras energi (karena sangat melelahkan ditambah lagi perasaan ketakutan dan perasaan berdosa memperkuat perasaan tidak nyaman yang muncul setelah ber HUS Terpaksa menikah Aborsi. Cara-cara mencapai perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab: 1. resiko. dispareunia. 6. Berusaha keras menghayati nilai-nilai remaja gak oke berhubungan intim sebelum menikah dan hubungan seksual adalah sakral yang hanya dapat dilakukan dalam ikatan pernikahan . 7. Memahamai perilaku seksual diri kita masing-masing (motif. merusak nama baik pribadi dan keluarga) Mengalami konflik saat menjelang pernikahan. Dampak: Perasaan bersalah dan berdosa terutama pada saat melakukan pertama kali. Mengalihkan perhatian pada hal-hal positif dan produktif. Oleh karena itu. beraktivitas. Penerimaan diri secara positif 2. . Menemukan kepuasan pada hal-hal lain selain dari kepuasan seksual misalnya kepuasan bergaul.

6.3. mengajar anak terlantar bersama dll. 5. memberikan dampak positif bagi kehidupan masing-masing. mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang pasangan serta adanya rasa penghargaan yang mendalam satu sama lain tanpa ada unsur eksploitasi. Hal ini juga menghindari ketergantungan yang berlebihan dengan pacar. Banyak melibatkan teman atau saudara dalam berinteraksi sehingga kesempatan untuk berdua makin berkurang. Sehingga jalan keluar yang umumnya cukup efektif adalah: Mencari alternatif terbaik (berpisah/putus. . memberikan peluang berkembang bagi keduanya. terhindar dari ketakutan dan kecemasan yang menguras energi psikis. Pasangan dan diri masing-masing perlu melakukan introspeksi untuk melihat sejauh mana hubungan yang terjalin membahagiakan. umumnya makin sulit mengendalikan dorongan seksual yang muncul. ataupun cara-cara lain yang dianggap dapat membatasi hubungan) Menghindari pertemuan Mendekatkan diri pada tuhan dalam artian sesungguhnya (bukan untuk mencuci dosa kemudian melakukannya kembali) Memahami perilaku seksual masing-masing. Jika hubungan intim pernah terjadi. abstinent/tidak melakukan hubungan seksual lagi sama sekali. Ada kalanya jika seseorang bertemu tanpa ada aktivitas yang tetap atau pasti. Berusaha keras menyadari bahwa pacar belum tentu jadi pasangan hidup Menyusun harapan /masa depan tentang pribadi dan pasangan. menikah. Menghindari frekuensi pertemuan. 4. Menemukan kegiatan-kegiatan alternatif yang baru sehingga dapat menemukan kepuasan yang mendalam dari interaksi yang terjalin (bukan kepuasan seksual) misalnya: menulis buku harian bersama. maka keinginan untuk mencoba aktivitas seksual biasanya makin kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful