You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DIARE

Kurang volume cairan bd. Kehilangan GI berlebihan melalui feses atau emesis Tujuan : Pasien menunjukkan tanda-tanda rehidrasi dan mempertahankan hidrasi adekuat. Hasil yang diharapkan : Anak menunjukkan tanda tanda hidrasi yang adekuat (turgor kulit normal, bibir lembab, mukosa mulut normal ) Intervensi Beri larutan rehidrasi oral (LRO). Sedikit tapi sering pada anak yang muntah Berikan dan pantau cairan IV sesuai ketentuan. Beri agens antimikroba sesuai ketentuan. Rasional Untuk rehidrasi dan penggantian kehilangan cairan melalui feses. Untuk dehidrasi hebat dan muntah Untuk mengobati pathogen khusus yang menyebabkan kehilangan cairan yang

berlebihan. Setelah rehidrasi, berikan diet regular pada Karena penelitian menunjukkan pemberian anak sesuai toleransi. ulang diet normal secara dini bersifat menguntungkan untuk menurunkan jumlah defekasi dan penurunan berat badan serta pemendekan durasi penyakit. Ganti LRO dengan cairan rendah natrium Untuk mempertahankan terapi cairan. seperti air, ASI, formula bebas laktosa, atau formula yang mengandung setengah laktosa. Pertahankan pencatatan yang ketat terhadap Untuk mengevaluasi keefektifan intervensi. masukan dan keluaran (urin, feses, dan emesis). Pantau berat jenis urin setiap 8 jam atau sesuai Untuk mengkaji hidrasi. indikasi. Timbang berat badan anak. Untuk mengkaji dehidrasi. Kaji tanda-tanda vital, turgor kulit, membran Untuk mengkaji hidrasi. mukosa dan status mental setiap 4 jam atau sesuai indikasi. Hindari masukan cairan jernih seperti jus buah, Karena cairan ini biasanya tinggi karbohidrat, minuman berkarbonat, dan gelatin. rendah elektrolit, dan mempunyai osmolalitas

Instruksikan

keluarga

dalam

tinggi. memberikan Untuk

menjamin

hasil

optimum terhadap

dan aturan

terapi yang tepat, pemantauan masukan dan memperbaiki keluaran dan mengkaji tanda-tanda dehidrasi. terapeutik.

kepatuhan

Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh bd. Kehilangan cairan melalui diare, massukan yang tidak adekuat. Tujuan : pasien mengkonsumsi nutrisi yang adekuat untuk mempertahankan berat badan yang sesuai dengan usia. Hasil yang diharapkan : anak mengkonsumsi nutrisi yang ditentukan dan menunjukkan penambahan berat badan yang memuaskan. Intervensi Setelah rehidrasi, instruksikan ibu menyusui Karena Rasional ini cenderung

hal

mengurangi

untuk melanjutkan pemberian ASI. kehebatan dan durasi penyakit. Hindari pemberian diet dengan pisang, beras, Karena diet ini rendah dalam energy dan apel, dan roti panggang, atau the Observasi dan catat respons protein, terlalu tinggi terhadap karbohidrat, dan rendah elektrolit. terhadap Untuk mengkaji toleransi pemberian makan. meningkatkan kepatuhan kepatuhan terhadap terhadap

pemberian makan. Instruksikan keluatrga dalam memberikan diet Untuk yang gtepat. Gali masalah dan prioritas anggota keluarga.

program terapeutik. Untuk memperbaiki program terapeutik.

Kerusakan integritas kulit bd. Iritasi karena diare. Tujuan : Kulit pasien tetap utuh. Hasil yang diharapkan : anak tidak mengalami tanda-tanda adanya kerusakan kulit. Intervensi Ganti popok dengan sering Rasional Untuk menjaga agar kulit tetap bersih dan kering.

Bersihkan

bokong

perlahan-lahan

dengan Karena feses diare sangat mengiritasi kulit.

sabun lunak, non-alkalin dan air atau celupkan anak dalam bak untuk pembersihan yang lembut. Beri salep seperti seng oksida. Untuk melindungi kulit dari iritasi (tipe salep dapat bervariasi untuk setiap anak dan

memerlukan periode percobaan). Pajankan dengan ringan kulit utuh yang Untuk meningkatkan penyembuhan kemerahan pada udara jika mungkin. Berikan salep pelindung pada kulit yang sangat teriritasi atau kulit terekskoriasi. Hindari menggunakan tissue basah yang dijual Karena akan menyebabkan rasa yang

bebas yang mengandung alcohol pada kulit menyengat. yang tereksoriasi. Observasi bokong dan perineum akan adanya Mudah untuk memberikan terapi yang tepat infeksi Berikan obat antijamur yang tepat. agar segera dimulai. Untuk mengobati infeksi jamur kulit.

Resiko tinggi infeksi b.d mikroorganisme yang menembus saluran G.I Tujuan : Pasien tidak menunjukkan tanda infeksi gastrointestinal Hasil yang diharapkan: Infeksi tidak menyebar ke orang lain. Intervensi Rasional

Implementasikan isolasi substansi tubuh atau Untuk mencegah penyebaran infeksi. praktik pengendalian infeksi rumah sakit, termasuk pembuangan feses dan pencucian yang tepat, serta penanganan specimen yang tepat. Pertahankan pencucian tangan yang benar. Pakaikan popok dengan tepat. Untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi. Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran feses. Gunakan popok sekali pakai. Superabsorbent untuk menampung feses dan menurunkan dermatitis popok. kemungkinan terjadinya