RANGKUMAN PENTUNJUK KESELAMATAN LALU LINTAS

Anggota Kelompok : Angga Tri Hanggara K. (06) Fariz Wahyu Djatmiko (10) Fikky Frediandika (12) Hazmi Amalul Arifin (14)

RSBI SMA NEGERI MOJOAGUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

lancar dan aman Mendidik disiplin lalu lintas guna menekan sedikit mungkin kecelakaan Penanaman kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas Pokok Isi Masalah Keamanan dalam berkendara Mengurus surat kendaraan Topi pelindung kepala Asuransi Jasa Raharja Perekayasaan Lalu Lintas Serba-serbi Lalu Lintas Cara Pengarang Menyelesaikan Masalah Pengarang menyelesaikan permasalahan dengan cara menyebutkan dan menjelaskan berbagai prosedur berlalu lintas antara lain yaitu cara dalam berlalu lintas yang baik dan benar. mengurus surat-surat yang diperlukan. . solusi keamanan dalam berkendara. Asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas.IDENTITAS BUKU Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Terbit : Petunjuk Keselamatan Lalu Lintas : Brigjen Pol (Purn) Drs. Dharmawan Sudarsono : ASOSIASI KESELAMATAN JALAN INDONESIA : 1988 Tujuan Pengarang Meningkatkan Penanganan masalah Lalu Lintas yang tertib. serta larangan-larangan dalam berlalulintas sesuai Undang Undang yang Berlaku.

Biaya administrasi yang telah ditetapkan Cara Memperoleh Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Kalian harus dafatar di SAMSAT (Sistim Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap) Syarat 1. G. Jika menyebrang jalan harus pada tempat penyebrangan jalan (Zebra cross. Bukti SWP3D/P.P. Kecepatan kendaraan kurang dari 60 Km/Jam 2. Berjalan di atas trotoar B. Sim B2 : Untuk kendaraan roda 4 diatas 2000kg ditambah gandengan 4. 80 m untuk kecepatan 80 Km/Jam Larangan  Dilarang berhenti di jalan tol  Dilarang memotong jalur pemisah (median) BAB II PROSEDUR MENGURUS SURAT-SURAT Macam-Macam SIM 1. E. Sim A Khusus : Untuk kendaraan roda 4 (kendaraan umum) 6. Sim B1 : Untuk kendaraan roda 4 2000kg 3. F.lintasan kereta api. Jangan membawa beban melebihi kemampuan si pengendara Harus menggunakan penerangan Dilarang menggandol pada kendaraan bermotor Selalu bawa (SIM. Sim C : Untuk kendaraan roda 2 5. Faktur 3. P. jembatan penyebrangan) D.STNK) dan lain-lain.D. Sim Abri : Hanya untuk anggota ABRI Cara Memperoleh Buku kendaraan Bermotor (BPKB) 1.B 5. Gunakan kecepatan bagi pengendara  Bis Max 55 Km/Jam  Mobil gerobak 50 Km/Jam  Mobil gandeng 40 Km/Jom Keamanan lalulintas di jalan tol 1. B. Bukti BEA BALIK NAMA (BBN) 4. Faktur pembelihan 2.K. KTP 3.BAB I KEAMANAN DI JALAN Keamanan Pejalan Kaki A.Catatan : Untuk Sepeda motor tidak perlu.U. Jika naik kereta api tunggu di tempat pemberentian kereta api Keamanan Pengendara Sepeda/Sepeda motor/Mobil A. D. Harus mempertahankan jarak kendaraan dengan kendaraan di depannya 1./Invorpas (Untuk Kendaraan Bermotor) 7. Setelah kendaraan kamu sebelum di pakai Kurangi kecepatan saat persimpangan. Pemberitahuan Pemasukan Barang Untuk Dipakai (PPUD). 120 m untuk kecepatan 120 Km/jam 2. Sim A : Untuk kendaraan roda 4 kurang dari 2000kg 2. Cara Pengujian Kendaraan Bermotor Untuk Memperoleh Surat Tanda Uji Kendaraan(STUK) Dibagi menjadi 2: Pengujian Fisik : Pemeriksaan kondisi kendaraan layak pakai Pengujian Non Fisik : Pemeriksaan Surat-Surat/Dokumen . C.tempat-tempat ramai Dll. Jika dalam barisan berjalan di sebelah kiri jalan C. Bukti Pembayaran SWDKLL/Jasa Raharja 6. KTP 2.

3. Jumlah peserta e. Persyaratan lain dianggap perlu. diparaf dan disampaikan kepada Kepala Dinas. diparaf dan diajukan kepada Kepala Dinas. diparaf dan diajukan kepada Kepala Sub Dinas BUA. 3. Kartu Izin Usaha ditanda tangani oleh Kepala Dinas dan diserahkan kepada Pemohon. b. Pemilik langsung 2. Nomor Polisi/jenis kendaraan 4. Kepala Sub Dinas BUA mendisposisikan kepada Kepala Seksi sesuai bidangnya. Nama dan alamat pemohon 2. Pejabat yang ditunjuk Menteri jik trayek melalui lebih dari satu daerah ting I. Biaya pengangkutan penumpang B. Banyaknya penumpang 5. Cara mengajukan permohonan ijin trayek 1. Trayek yang diminta 3. Mobil penumpang umum Yang dapat mengurus uji kendaraan bermotor 1. Kepala Seksi meneliti. Lamanya ijin trayek. Pengajuan permohonan kepada Kepala Dinas LLAJR DKI Jakarta. Kepala Dinas LLAJR DKI Jakarta mendisposisikan kepada Kepala Sub Dinas BUA. 4. Kendaraan Umum 1. Waktu diadakan c. Biro Jasa 5. Kepala Sub Dinas meneliti. II. Uraian tentang trayek 3. 2. Pengajuan surat permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta. Izin Prinsip/Rekomendasi telah selesai dan diberikan kepada pemohon. Kepala Sub Dinas meneliti. Lamanya ijin C. Macam perlombaan d. Setelah diparaf Kepala Seksi disampaikan kepada Kepala Sub Dinas BUA 8. Prosedur Mengurus Kartu Izin Usaha 1. yaitu: I. Mobil barang 2. Sifat kendaraan 5. 5. 3 tahun 1965. Trayek yang diminta 3. dibuatkan kartu Ijin Usaha dan diparaf. a. Pemberian Izin Usaha Pengangkutan merupakan realisasi dari pelaksanaan UU No. Kereta gandengan 3. Kepala Sub Dinas BUA mendisposisikan kepada Kepala Seksi. Keterangan perlombaan b. Pengajuan Permohonan 2. Membayar Retribusi 3. Walikota/Kepala Daerah jika trayek berada di kota-praja. 6. Mobil bis 4.Jenis Kendaraan Yang Kena Wajib Uji Adalah: 1. Kuasa 3. Banyaknya penumpang 4. . Truk dan Bus Umum 1. Instansi/Bidang Usaha 4. Prosedur Mengurus Izin Usaha 1. Corak Perusahaan 6. Kepala Seksi meneliti Izin Prinsip/Rekomendasi. 9. 6. Persyaratan Mengurus Izin Prinsip/Rekomendasi 1. 7. Kendaraan Otobus Umum 1. Daya angkut kendaraan 4. Nama dan alamat pemohon 2. Kartu Izin Usaha ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diserahkan kepada Pemohon. Tempat yang digunakan. 5. Gubernur/Kepala Daerah tingkat I jika trayek berada dalam daerah tingkat I. Mempunyai kendaraan baru 2. diparaf dan diajukan kepada Kepala Dinas. Kepala Sub Dinas BUA meneliti. Pengajuan permohonan kepada Gubernur. Cara Pengajuan: a. Pelaksanaan diserahkan kepada Pemerintah yang tercantum pada Peraturan Daerah. Pengurusan Ijin mengadakan Pacuan/Perlombaan di jalan umum Penyelenggaraan pacuan/perlombaan di jalan harus mendapat ijin dari pihak Kepolisian. Persyaratan Mengurus Perizinan di Bidang Angkutan Umum 1. Nama dan alamat pemohon 2. 4. Kepala Dinas mendisposisikan kepada Kepala Sub Dinas BUA. Surat Ijin Trayek akan dikeluarkan bila permohonan dikabulkan oleh yang berwenang. 2.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: L. Pemakai jalan diharapkan bermoralitas yang baik dalam berkendara. Secara khusus dihimbau dan dianjurkan kepada: -Para pengusaha/industri -Para pengusaha/pembuat helm -Para pengemudi kendaraan bermotor c. Keputusan Menteri Perhubungan mempunyai kekuatan hukum yang pasti dan mengikat. UU No. 3.86 tanggal 29 Desember 1986. dibagi dalam: -Helm Golongan I: untuk helm pengendara sepeda motor biasa. Bentuk dan ukuran helm bervariasi dan mempunyai standarisasi. Jenis kendaraan sepeda motor kemungkinan terjadinya kecelakaan tinggi.Syarat konstruksi . 188/AJ. Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Untuk Umum SII. 3.188/AJ. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 4.403/Phb. Latar Belakang 1. Berdasarkan bentuk Helm. 2. 3. cara pengambilan contoh.Syarat lulus uji. Helm mempunyai banyak fungsi di segala bidang.Syarat bentuk . Syarat Bahan 3. Persyaratan yuridis b. meliputi: . untuk melindungi kepala dari benturan.2. 3 tahun 1965 pasal 5 ayat b. b. 2. Dasar hukum Penggunaan helm diatu dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku antara lain: 1. Kewajiban penggunaan helm salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi korban kecelakaan lalu lintas. UU No. Kewajiban penggunaan helm diatur oleh Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 2. Masyarakat dihimbau agar dapat mendorong dilaksanakannya ketentuanketentuan/peraturan lalu lintas. syarat bahan. Pemakai pertama helm adalah bangsa Mesir kuno dan Asyrian. Persyaratan teknis. Helm bagi pengguna kendaraan bermotor adalah untuk melindungi kepala.403/Phb.Syarat bahan . Mengenai Helm Helm adalah alat pelindung kepala terhadap sesuatu benturan yang dapat menimbulkan cidera. 3. Kewajiban penggunaan Helm bagi pengendara bermotor a. Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan sangat banyak 2. . Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk dan tahan air.2/1/3 tanggal 14 Januari 1987. d. dan syarat lulus uji. 3. 1651-85 Republik Indonesia Departemen Perindustrian Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Untuk Umum 1. Pemerintah mengeluarkan ketentuan kewajiban menggunakan helm untuk keselamatan jiwa dan raga anggota masyarakat.1 Bahan sungkup (shell) terbuat dari bahan yang kuat tetapi bukan logam. 6.BAB III TOPI PENGAMANAN Topi Pengaman Kepala (Helm) 1. 5. Ruang Lingkup Meliputi definisi. syarat mutu. 3 tahun 1965 pasal 30 ayat (1). 4. -Helm Golongan II: khusus untuk pembalap. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor: 35/M/SK/2/1986 tanggal 2 Pebruari 1986.Syarat mutu . syarat konstruksi. b. Bentuk Helm yang Aman Helm yang memenuhi persyaratan keselamatan meliputi: a. Peraturan Pemerintah Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (PPL) pasal 24 ayat (2). 4. cara uji. -86 tanggal 29 Desember 1986. . Anjuran/Himbauan terhadap Masyarakat a. 5. Definisi Helm Pengendara kendaraan bermotor roda dua untuk umum adalah topi pengaman bagi pengendara kendaraan bermotor roda dua.

Kedudukan helm ketika dikenakan jarak puncak luar helm sampai jarak puncak kepala antara 19-32 mm. Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut dan jaring helm.6. Besarnya iuran wajib berbeda-beda.1. Ukuran lingkaran kepala helm 500-640.T. permukaan halus. P.2.3. 4.T.3. Iuran Wajib 1. Organisasi Perusahaan P. Kelenturan helm diijinkan antara 6-32 mm. 5.T. 4. Ketahanan penetrasi dan kekuatan helm Jarak ujung dengen kepala minimum 5 mm. 2. Tata Cara Pemenuhan Kewajiban A. 5. Dimensi Tinggi minimum 144 mm.2. 4. 4. 5. Kendaraan Non Bis Iuran wajibnya mempergunakan kupon iuran wajib jasa raharja dan disalurkan melalui pemilik kendaraan bermotor umum yang bersangkutan. 4. 5. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja berpusat di Jakarta dan dalam usaha melaksanakan misi pemerintah.5. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja A.4. Kereta Api Iuran wajibnya telah disatukan dengan karcis/tiket. 4. Syarat Mutu 5. Umum Terdiri dari sungkup keras.2. 1.8.4. 4. . 5. Kekakuan helm Selisih defleksi pada beban 63 kg. Syarat Konstruksi 4. lapisan peredam benturan dan sabuk pengikat ke dagu. Draw lace yang dilapisi dengan bahan lunak. 1. Kendaraan bermotor alat angkutan penumpang umum. Sungkup (shell) terbuat dari bahan keras.7. Ketahanan benturan tidak boleh melebihi 200 kg.4. D.( Persero) P. Persyaratan Pelindung muka harus bening dan tembus cahaya.1. 5.5. 5. Sabuk dagu dan penutup telinga lebarnya minimum 20 mm. homogen dan sama tebal. Kekuatan sabuk dagu Panjang sabuk dagu maksimum 25 mm.1. 3. 33 tahun 1964 Setiap perjalanan diwajibkan membayar iuran wajib sebagai pertanggungjawaban kecelakaan selama dalam perjalanan. Kapal Sungai/Klotok dan Danau Pemungutannya dipergunakan kupon iuran wajib jasa raharja yang disalurkan melalu pemiliknya. Pesawat Udara Iuran wajib disatukan dalam tiket biaya angkutan.T. Kapal laut & Ferry Iuran wajib bagi penumpang disatukan dengan tiket. Beban awal 3 kg.6. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja adalah perusahaan pemerintah sebagai hasil pengalihan bentuk perusahaan yang semula dikenal sebagai Perusahaan Umum (Perum) Asuransi Kerugian Jasa Raharja. 4. UU No. B. Kendaraan Bis mempergunakan kupon iuran wajib jasa raharja atau karcis Perusahaan /Pemilik Bis yang bersangkutan. Asuransi Kerugian Jasa Raharja BAB IV P.

3. Penolakan permintaan Santunan Asuransi diberitahukan secara tertulis kepada Korban. Setiap orang yang berada diluar angkutan lalu lintas jalan yang menimbulkan/menyebabkan kecelakaan. Daftar Isian Model K.B. Dalam hal korban meninggal dunia diberikan kepada: . Hak Masyarakat Atas Santunan Asuransi Hak masyarakat atas jaminan sosial berupa Santunan Asuransi hanya diberikan kepada para korban kecelakaan. 3. (UU 34/1964) 2. : Untuk korban kecelakaandiluar kendaraan bermotor. Menurut UU 33 & 34 Tahun 1964 ada 2 model mengisian. 17&18 tahun 1965 dimanfaatkan sesuai tujuan. Pasal 13 dan Peraturan-Peraturan Pemerintah No. 33&34 tahun 1964 berikut pelaksanaannya diatur Peraturan Pemerintah No. Pengajuan harus mengisi formulir yang merupakan dokumen dasar.:POL. Pada dasarnya semua korban/ahliwaris korban kecelakaan yang dijamin oleh UU No. E. Hak masyarakat atas Santunan Asuransi hanya diberikan kepada: 1. biaya penguburan akan ditanggung pihak Asuransi.T. maka diberikan kepada anak-anaknya yang sah. F. . 1. Cabang atau perwakilan PT (Persero)Asuransi Kerugian Jasa Raharja yang tersebar di seluruh Indonesia. Keterangan pemeriksaan Dokter/Rumah Sakit tentang keadaan korban. : Untuk korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum. Keterangan tentang kecelakaan dan sebab akibat kecelakaan. maka Santunan Asuransi diberikan kepada orang tuanya yang sah.bila ternyata juga tidak ada janda-nya/duda-nya atau anak-anaknya yang sah. 2. Keterangan keabsaan ahliwaris untuk korban yang meninggal. 1. A. 17&18 tahun 1965.2. DOKUMEN DASAR SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK MENDAPATKAN HAK ATAS SANTUNAN ASURANSI 1. Dalam hal korban meninggal dunia dan ternyata tidak mempunyai ahliwaris. 33 & 34 Tahun 1964 serta Peraturan Pelaksananya berhak mengajukan permintaan untuk mendapatkan santunan Asuransi kepada salah satu kantor 4. Jika tempat tinggal korban/ahliwaris korban berlainan dengan tempat kecelakaan (daerah kerja PT (Persero)Asuransi Kerugian Jasa Raharja berlainan) maka hak atas santunan asuransi diajukan salah satu kantor cabang. Jika tempat tinggal korban sama dengan tempat kecelakaan (daerah kerja PT (Persero)Asuransi Kerugian Jasa Raharja) maka permintaan pembayaran Santunan Asuransi akan sekaligus dilayani oleh Kantor cabang yang bersangkutan.janda-nya/duda-nya yang sah . Ketentuan Mengenai Korban/Ahli Waris Korban yang Berhak Menerima Santunan Asuransi 1. ahliwaris atau pihak-pihak terkait.bila tidak terdapat jada-nya/duda-nya yang sah. 4. KEP.1. 8. 7. 3.33 Tahun 1964. 2. a. 1. Pengajuan akan kadaluarsa 6 bulan setelah kecelakaan. maka 3. Daftar isian Model K2 sebagai pelaksana UU No. Diisi salah satu instansi sebagai berikut . Pemerintah Daerah cq Dispenda 2. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja 2. Penggunaan/Pemanfaatan Dana yang Terhimpun Dana yang terhimpun dari masyarakat dalam bentuk Iuran wajib dan sumbangan wajib berdasar UU No.Polisi Lalu Lintas . 6.PJKA . Santunan asuransi cacat tetap diberikan kepada korban. 2. Daftar Isian Model K. Hak atas Santunan Asuransi akan kadaluarsa jika korban/ahliwaris korban tidak menagih pada waktu 3 bulan. Sumbangan Wajib Pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) ditetapkan oleh ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri RI No. P.DLLAJR . 13/XII/1976-No. 5.: KEP 1693/MK/IV/12/1976. Korban/ahliwaris korban dapat mengajukan Santunan Asuransi harus melaporkan jenis kecelakaan dan melengkapi dokumen/berkas yang dipersyaratkan. Setiap penumpang sah dari Alat Angkutan Umum. KETENTUAN DALAM PENGAJUAN PERMINTAAN SANTUNAN ASURANSI.

33 Tahun 1964 Melalui kendaraan apapun akan dikenai denda sesuai ketentuan yang berlakukan oleh Mentri Keuangan. a. Keterangan Dokter c.Mengisi Model K1 & K2 . Keterangan Kecelakaan Lalu lintas diisi salah satu instansi b.Melalui Pameran Pembangunan .33 Tahun 1964. 2.Daftar isian Model K1 dan K2 telah diisi sebagai dokumen dasar .Melalui Mobil Unit Penerangan dengan memutar Film Penyuluhan. . TATA CARA DALAM PENGAJUAN PERMINTAAN SANTUNAN ASURANSI Kelengkapan yang harus dilengkapi.Kwitansi asli mengenai biaya pengobatan dari Dokter/Rumah sakit .1.Daftar isian Model K1 dan K2 telah diisi sebagai dokumen dasar . Korban meninggal dunia. 1.Melalui Media Radio . Keterangan Dokter c. Penyuluhan . Penanggulangan Penyumbangan dari Jasa Raharja. dan pengeras suara melalui Bus-Bus. dan lain-lain) .Bukti korban / instansi untuk biaya perawatan 3.Penyebaran memamui Berbagai media cetak (spanduk. Sound Slide. PENYULUHAN DAN PENANGGUALANGAN KECELAKAAN LALU LINTAS 1.Menyumbang P3K .Melalui media TV . C.Instansi Pemerintah bersangkutan yang berwenang b. .Melalui iklan televisi 2.Bukti berupa KTP atau dari instansi lain yang sah.DLLASDP .Memberikan bantuan biaya pengangkutan korban . .Memasang papan peringatan . Menurut UU No.Perusahaan Pelayaran Nasional . 34 Tahun 1964 Sumbangan wajib pengusaha / pemilik kendaraan bermotor yang tidak memenuhi kewajibannya D.Keterangan Dokter . keterangan ahliwaris 2.. Korban Luka-Luka . poster pamflet. Cacat Tetap .Bukti diri.Pemasangan Billboard Penyuluhan Jasa Raharja .Perusahaan Penergangan Nasional . Keterangan ahliwaris (jika korban meninggal) Daftar Isian K.Kendaraan Ambulance .Organisasi Angkutan Jalan Raya .Melalui Seminar . UU No.Alat-alat bedah kedokteran dan penyimpan pasokan darah . Keterangan ahliwaris (jika korban meninggal) B. KETENTUAN HUKUM BAGI YANG MELALAIKAN MEMENUHI KEWAJIBAN 1. Menurut UU No.

Dll.8(1) UUL) 3.Tanda Permukaan jalan 3. Pasal –Pasal Perundang-Undangan Lalu Lintas yang Perlu Diperhatikan 1.Sopan santun di jalan umum -Berjalan pada jalur yang telah ditetapkan dan tidak melakukan gerakkan zig-zag -Sesuaikan beban muatan kendaraan dengan ketentuan yang telah ditetapkan. di persimpangan dan di jembatan(pasal 2 (1) CPPL) 2Dilarang melanggar tanda larangan masuk (Pasal 8 (2) e PPL) 3. Warna Cahaya . Tanda-tanda Isyarat a.STNK.Cahaya merah berkedip digunakan di Rel Kereta api.STUK yang sah (Ps. pesawat.Dilarang berhenti di belokan.BAB V PEREKAYASAAN LALU LINTAS 1.Cahaya Berkedip b. Pengertian : Teknik lalu lintas untuk mengurangi kecelakaan 2.(Ps. .48(1) PPL).STCK.Rambu-Rambu Lalu Lintas .Cahaya tidak kedip . Klinik Pengemudi Klinik Pengemudi adalah tempat untuk melaksanakan Pengujian Kecakapan Jasmani dan Rohani para pengemudi/Calon Pengemudi. Isyarat Cahaya .Merah . -Penggunaan lampu kendaraan agar sedemikian rupa hingga tidak menimbulkan bahaya. Keamanan Lingkungan 1.Ambar / Kuning : Tidak boleh melewati garis berhenti . dermaga.Tempat parkir bagi kendaraan bermotor yang diperhatikan Parkir di tempat yang telah disediakan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Hendaknya dijaga jarak secukupnya antara kendaraan yang ada disamping kiri/kanan atau dimuka/belakang Periksa apakah di tempat anda parkir tidak ada genangan bahan bakar Dll.Tidak dapat memperlihatkan SIM. Dll.Merah : Tidak Boleh Jalan . 2.Kuning .Melanggar tanda larangan parkir/berhenti(pasal 8 (2) b PPL) Dll.Hijau c. Berkedip .Cahaya kuning kedip berarti boleh jalan terus tapi hati-hati BAB VI SERBA-SERBI LALU LINTAS Bukti Pelanggaran Lalu Lintas Tertentu(Tilang) Jenis jenis pelanggaran lalu lintas tertentu yang bisa kena tilang. Tidak Kedip .baik dalam rangka seleksi Pemohon Surat ijin Mengemudi (SIM) maupun untuk tujuan penelitian. Jembatan ayun.merupakan salah satu usaha pencegahan kecelakaan lalu-lintas.STCK telah habis masa berlakunya. 1. .Hijau : Kendaraan boleh jalan d. Alat pengatur dan pengendali lalu Lintas Pengatur lalu lintas .(Ps.Tanda Tanda Isyarat .Membiarkan kendaraan dipakai orang yang tidak memiliki SIM.STNK. 5a UUL). 2.

b.menceritakan kejadian sesungguhnya kepada petugas e.tak perlu membunyikan klakson karena akan memperpuruk keadaan.hendaknya bersabar dan mengikuti perintah-perintah petugas/orang yang mengatur lalu lintas.mengambil jalan pintas.memindahkan kendaraan setelah diketahui oleh petugas Apabila anda mendapati pelanggaran lalu lintas Cara melaporkan -macam pelanggaran -identitas kendaraan yang melanggar -kemana si pelanggar -waktu dan tempat terjadinya pelanggaran -identitas pengemudinya Apabila anda terlibat lemacetan a.Langkah langkah menghadapi Peristiwa lalu lintas Apabila anda terlibat dalam kecelakaan a.menghubungi petugas d. Nomor nomor kode kendaraan Banten A Jakarta B Bogor T Bandung F Cirebon E Pekalongan G Semarang H Pati K Banyumas R Kedu AA Surabaya L Bojonegoro S Madiun AE Kediri AG Malang N Besuki P Madura M Jogjakarta AB Surakarta AD Sumatera Barat BA Tapanuli EB Bengkulu BD Lampung BE Jambi EH Palembang BG Sumatera Timur BK Aceh BL Riau BM Bangka Biliton BN Kalimantan Barat KB Kalimantan Selatan DA Kalimantan timur KT Sulawesi Selatan DD Minahasa DB Sangihe DL Sulawesi Tengah DN Sulawesi Utara DM Bali DK Lombok DR Sumbawa EA Flores EB Sumba ED Timor dan pulau DH Maluku Selatan DE Maluku Utara DG Irian Jaya DS .menguasai keadaan/sikap b.memberikan pertolongan c. c.

RANGKUMAN PER SUBBAB RANGKUMAN PER BAB .

dan SIM ABRI. kita harus mengenal terlebih dahulu macamnya. : POL. Bagi yang melalaikan memenuhi kewajiban akan diatur dalam UU No. Rangkuman BAB V Perekayasaan Lalu Lintas Teknik ini bertujuan mengurangi kecelakan. pengemudi akan dikenai sanksi berupa tilang yang ketentuannya diatur pasal-pasal perundang-undangan lalu lintas. Untuk pengendara sepeda / sepeda motor / mobil dihimbau kecepatan tidak melebihi 55 km/jam. pengemudi harus melakukan pengujian di klinik pengemudi. Penggunaan helm diatur dengan ketentuan perundangan yang berlaku Helm yang aman memenuhi persyaratan yuridis dan teknis. Rangkuman BAB II Prosedur Pengurusan Surat-Surat Di dalam mengurus surat-surat. Korban/ahli waris korban kecelakaan dijamin UU No. untuk mewujudkannya kita harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada. kita tidak boleh berhenti dijalan tol dan memotong jalur pemisah. Didalam pelaksanaannya diperlukan alat pengatur dan pengendali lalu lintas serta adanya tanda-tanda isyarat. Jika terjebak macet maka harus bersabar atau mengambil jalan pintas. Selain pengemudi. 33&34 tahun 1964 untuk meminimalkan korban kecelakaan dilakukan penyuluhan dan penanggulangan. Telah diatur dalam UU No. Untuk mengajukan permohonan izin trayek akan dikeluarkan bila permohonan dikabulkan oleh pihak yang berwenang. Untuk menguji kendaraan bermotor agar dapat STUK dilakukan dengan 2 cara pengujian yaitu Fisik dan Non Fisik. Rangkuman BAB IV Jasa Raharja PT (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja adalah peusahaan pemerintah sebagai pengalihan bentuk perusahaan yang dulu perusahaan umum (PERUM) menjadi PT (Persero). .8 Tahun 1965. Untuk memperoleh STNK kita harus mendaftar di SAMSAT dengan beberapa ketentuan. dan syarat mutu.Pemanfaatan Iuran Wajib dan Sumbangan Wajib diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Rangkuman BAB VI Serba-Serbi Lalu Lintas Jika terjadi pelanggaran. Dalam berkendara.Rangkuman BAB I Keamanan Di Jalan Keselamatan dalam berkendara adalah yang utama. SIM C. Pemberian izin usaha pengangkutan merupakan realisasi kebijaksanaan dari UU No.33 Tahun 1964. syarat konstruksi. Serta sopan santun dalam berkendara dijalan. lokasi juga perlu diperhatikan seperti tempat parkir yang sesuai dengan ketrentuan yang berlaku. Pemenuhan kewajiban Iuran wajib tergantung pada jenis kendaraan sedangkan pemenuhan sumbangan wajib diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri RI No. Adanya kewajiban memakai helm dalam berkendara agar keselamatan dalam berkendara terwujud dan korban kecelakaan dapat diminimalkan. Setiap melakukan pengurusan izin usaha harus mengikuti prosedur yang ada.13/XII/1976 -No: KEP 1693/MK/IV/12/1976. SIM A Khusus. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan. SIM B2.33 1964 yaitu mendapatkan hak atas santunan asuransi diperlukan dokumen dasar sebagai persyaratan. SIM B1. Rangkuman BAB III Topi Pengaman Helm digunakan sebagai alat pelindung kepala terhadap suatu benturan yang dapat menimbulkan cidera. 17&18 tahun 1965. SIM terdiri dari 6 macam yaitu SIM A.KEP. Helm kendaraan roda dua yang baik memenuhi syarat bahan. Asuransi diberikan pada keluarga terdekat jika korban meninggal. Untuk pejalan kaki telah disiapkan Trotoar dan Zebra Cross untuk penyebrangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful