FRAKTUR HEALING

Penyembuhan fraktur merupakan suatu proses biologis .Tidak seperti jaringan lainnya, tulang yang mengalami fraktur dapat sembuh tanpa jaringan parut. Pengertian tentang reaksi tulang yang hidup dan periosteum pada penyembuhan fraktur merupakan dasar untuk mengobati fragmen fraktur. Proses penyembuhan pada fraktur mulai terjadi segera setelah tulang mengalami kerusakan apabila lingkungan untuk penyembuhan memadai sampai tejadi konsolidasi. Faktor mekanis yang penting seperti imobilisasi fragmen tulang secara fisik sangat penting dalam penyembuhan, selain factor biologis yang juga merupakan suatu factor yang sangat essential dalam penyembuhan fraktur. Proses penyembuhan fraktur berbeda pada tulang kortikal pada tulang panjang serta tulang kanselosa pada metafisis tulang panjang atau tulang pendek, sehingga kedua jenis penyembuhan tulang ini harus dibedakan. Proses penyembuhan fraktur terdiri dari beberapa fase, sebagai berikut : 1. Reactive Phase
y y

Fracture and inflammatory phase Granulation tissue formation

2. Reparative Phase
y y

Callus formation Lamellar bone deposition

3. Remodeling Phase
y

Remodeling to original bone contour

PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KORTIKAL Proses penyembuhan fraktur pada tulang kortikal terdiri dari 5 fase, yaitu : 1. Fase hematoma Apabila tejadi fraktur pada tulang panjang, maka pembuluh darah kecil yang melewati kanalikuli dalam system haversian mengalami robekan dalam daerah fraktur dan akan membentuk hematoma diantara kedua sisi fraktur. Hematoma yang besar diliputi oleh periosteum. Periosteum akan terdorong dan mengalami robekan akibat tekanan hematoma yang terjadi sehingga dapat terjadi ekstravasasi darah kedalam jaringan lunak. Osteosit dengan lakunannya yang terletak beberapa millimeter dari daerah fraktur akan kehilangan darah dan mati, yang akan menimbulkan suatu daerah cincin avaskular tulang yang mati pada sisi ± sisi fraktur segera setelah trauma.

Setelah beberapa minggu. Fase remodeling Bilamana union telah lengkap. Fase konsolidasi (Fase union secara radiology) Woven bone akan membentuk kalus primer dan secara perlahan ± lahan diubah menjadi tulang yang lebih matang oleh aktivitas osteoblas yang menjadi struktur lamellar dan kelebihan kalus akan di resorpsi secara bertahap. maka tulang yang baru akan membentuk bagian yang meyerupai bulbus yang meliputi tulang tetapi tanpa kanalis medularis. Pada fase ini dimulai pada minggu ke 2 ± 3 setelah terjadinya fraktur dan berakhir pada minggu ke 4 ± 8. Penyembuhan fraktur terjadi karena adanya sel ± sel osteogenik yang berproliferasi dari periosteum untuk membentuk kalus eksterna serta pada daerah endosteum membentuk kalus interna sebagi aktivitas seluler dalam kanalis medularis. Apabila terjadi robekan yang hebat pada periosteum. Pada tahap awal dari penyembuhan fraktur ini terjadi penambahan jumlah dari sel ± sel osteogenik yang memberi penyembuhan yang cepat pada jaringan osteogenik yang sifatnya lebih cepat dari tumor ganas. maka penyembuhan sel berasal dari diferansiasi sel ± sel mesenkimal yang berdiferensiasi kedalam jaringan lunak. Pada pemeriksaan radiologist kalus belum mengandung tulang sehingga merupakan suatu daerah radioluscen. Pada fase 3 dan 4 dimulai pada minggu ke 4 ± 8 dan berakhir pada minggu ke 8 ± 12 setelah terjadinya fraktur. 5. Pada pemeriksaan radiolgis kalus atau woven bone sudah terlihat dan merupakan indikasi radiologik pertama terjadinya penyembuhan fraktur. Bentuk tulang ini disebut moven bone. Fase proliferasi seluler subperiosteal dan endosteal Pada saat ini terjadi reaksi jaringan lunak sekitar fraktur sebagai suatu reaksi penyembuhan. Tempat osteoblas diduduki oleh matriks interseluler kolagen dan perlekatan polisakarida oleh garam ± garam kalsium pembentuk suatu tulang yang imatur. Jaringan seluler tidak terbentuk dari organisasi pembekuan hematoma suatu daerah fraktur. Fase pembentukan kalus (Fase union secara klinis) Setelah pembentukan jaringan seluler yang tumbuh dari setiap fragmen sel dasar yang berasal dari osteoblast dan kemudian pada kondroblast membentuk tulang rawan. 3. . 2. 4. kalus dari fraktur akan membentuk suatu massa yang meliputi jaringan osteogenik.Waktu terjadinya proses ini dimulai saat fraktur terjadi sampai 2 ± 3 minggu. Pada fase remodeling ini perlahan ± lahan terjadi resorpsi secara osteoklastik dan tetapi terjadi osteoblastik pada tulang dan kalus eksterna secara perlahan ± lahan menghilang.

Pada anak ± anak proses penyembuhan pada daerah korteks juga memegang peranan penting. Hal ini terutama disebabkan karena aktivitas proses osteogenesis pada daerah periosteum . Pembentukan kalus interna mengisi ruangan pada daerah fraktur. WAKTU PENYEMBUHAN FRAKTUR Waktu penyembuhan fraktur bervariasi secara individual dan berhubungan dengan beberapa factor penting pada penderita. Pada fraktur interartikular penyembuhan tidak terjadi melalui tulang rawan hialin. Peyembuhan fraktur pada tulang kanselosa melalui proses pembentukan kalus interna dan endosteal. tulang pendek serta tulang pipih diliputi oleh korteks yang tipis. Kontak yang baik memberikan kemudahan vaskularisasi yang cepat 4. Umur penderita Waktu penyembuhan tulang pada anak ± anak jauh lebih cepat pada orng dewasa. Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi pada daerah dimana terjadi kontak langsung diantara permukaan tulang fraktur yang berarti satu kalus endosteal. PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KANSELOSA Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi secara cepat karena beberapa factor. yaitu : 1. Terdapat permukaan yang lebih luas 3. antara lain: 1. Proses osteogenik peyembuhan sel dari bagian endosteal yang menutupi trabekula. Selanjutnya woven bone diganti oleh tulang lamellar dan tulang mengalami konsolidasi. Hematoma memberikan peranan dalam penyembuhan fraktur Tulang kanselosa yang berlokalisasi pada metafisis tulang panjang. dimulai dari minggu ke 8 ± 12 dan berakhir sampai beberapa tahun dari terjadinya fraktur. Apabila terjadi kontak dari kedua fraktur maka terjadi union secara klinis. tetapi terbentuk melalui fibrokartilago. berproliferasi untuk membentuk woven bone primer di dalam daerah fraktur yang disertai hematoma. Vaskularisasi yang cukup 2. Pada fase terakhir ini. PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG RAWAN PERSENDIAN Tulang rawan hialin permukaan sendi sangat terbatas kemampuan untuk regenerasi.Kalus intermediet berubah menjadi tulang yang kompak dan berisi system haversian dan kalus bagian dalam akan mengalami peronggaan untuk membentuk susmsum.

Cairan Sinovial Pada persendian dimana terdapat cairan sinovia merupakan hambatan dalam penyembuhan fraktur. Lokalisasi dan konfigurasi fraktur Lokalisasi fraktur memegang peranan sangat penting. 3. Disamping itu konfigurasi fraktur seperti fraktur tranversal lebih lambat penyembuhannya dibanding dengan fraktur oblik karena kontak yang lebih banyak. maka akan mengganggu terjadinya proses penyembuhan. Waktu imobilisasi Bila imobilisasi tidak dilakukan sesuai waktu penyembuhan sebelum terjadi union. maupun otot atau jaringan fibrosa lainnya. 9. 5. 8. Reduksi dan Imobilisasi Reposisi fraktur akan memberikan kemungkinan untuk vaskularisasi yang lebih baik dalam bentuk asalnya. Ruangan diantara kedua fragmen serta interposisi oleh jaringan lemak. Adanya infeksi Bila terjadi infeksi didaerah fraktur. misalnya operasi terbuka pada fraktur tertutup atau fraktur terbuka. 4. maka penyembuhannya dua kali lebih cepat dibandingkan pada fraktur yang bergeser. 7. maka kemungkinan untuk terjadinya nonunion sangat besar. Bila salah satu sisi fraktur vaskularisasinya jelek sehingga mengalami kematian. Imobilisasi yang sempurna akan mencegah pergerakan dan kerusakan pembuluh darah yang akan mengganggu penyembuhan fraktur. Terjadinya pergeseran fraktur yang lebih besar juga akan menyebabkan kerusakan periosteum yang lebih hebat. . 6. Bila ditemukan interposisi jaringan baik berupa periosteal. maka penyembuhan biasanya tanpa komplikasi. Fraktur metafisis penyembuhannya lebih cepat dari pada diafisis. maka akan menghambat vaskularisasi kedua ujung fraktur. maka akan menghambat terjadinya union atau bahkan mungkin terjadi nonunion. Pergeseran awal fraktur Pada fraktur yang tidak bergeser dimana periosteum intak. Vaskularisasi pada kedua fragmen Apabila kedua fragmen memiliki vaskularisasi yang baik.dan endoestium dan juga berhubungan dengan proses remodeling tulang pada bayi pada bayi sangat aktif dan makin berkurang apabila unur bertambah 2.

Penyembuhan fraktur berkisar antara 3 minggu ± 4 bulan. Gerakan aktif dan pasif anggota gerak Gerakan pasif dan aktif pada anggota gerak akan meningkatkan vaskularisasi daerah fraktur tapi gerakan yang dilakukan didaerah fraktur tanpa imobilisasi yang baik juga akan mengganggu vaskularisasi. Pada tingkat lanjut dapat dilihat adanya medulla atau ruangan dalam daerah fraktur. Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan daerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada daerah fraktur.10. Keadaan ini dapat dirasakan oleh pemeriksa atau oleh penderita sendiri. Perkiraan penyembuhan fraktur pada orang dewasa dapat di lihat pada table berikut : LOKALISASI Phalang / metacarpal/ metatarsal / kosta Distal radius Diafisis ulna dan radius Humerus Klavicula Panggul Femur Condillus femur / tibia Tibia / fibula Vertebra WAKTU PENYEMBUHAN (minggu) 3±6 6 12 10 ± 12 6 10 ± 12 12 ± 16 8 ± 10 12 ± 16 12 PENILAIAN PEYEMBUHAN FRAKTUR Penilaian penyembuhan fraktur (union) didasarkan atas union secara klinis dan union secara radiologik. Waktu penyembuhan pada anak secara kasar setengah waktu penyembuhan daripada orang dewasa. . maka secara klinis telah terjadi union dari fraktur. Apabila tidak ditemukan adanya gerakan. pemutaran dan kompresi untuk mengetahui adanya gerakan atau perasaan nyeri pada penderita. Union secara radiologik dinilai dengan pemeriksaan roentgen pada daerah fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen.

tetapi terdapat deformitas yang terbentuk angulasi. y Growth abnormalities Fraktur yang terjadi pada open physis atau growth plate pada a nak ± anak dapat menyebabkan berbagai macam masalah. y Post traumatic arthritis Fraktur yang berhubungan dengan sendi (intra artikuler fraktur) atau fraktur yang mengakibatkan bertemunya tulang dengan sudut abnormal di dalam sendi yang dapat mengakibatkan premature arthritis dari sendi. rotasi. Etiologi y y y y Fraktur tanpa pengobatan Pengobatan yang tidak adekuat Reduksi dan imobilisasi yang tidak baik Pengambilan keputusan serta teknik yang salah pada awal pengobatan . Jika seluruh tulang seperti tulang panjang berhenti tumbuh secara premature dapat mengakibatkan pendeknya salah satu tulang panjang dibandingkan tulang panjang lainnya. PENYEMBUHAN ABNORMAL PADA FRAKTUR MALUNION Malunion adalah keadaan dimana fraktur menyembuh pada saatnya.PROBLEM DALAM PROSES PENYEMBUHAN TULANG y Compartment syndrome Setelah terjadi fraktur terdapat pembengkakan yang hebat di sekitar fraktur yang mengakibatkan penekanan pada pembuluh darah yang berakibat tid ak cukupnya supply darah ke otot dan jaringan sekitar fraktur. kependekan atau union secara menyilang misalnya pada fraktur radius dan ulna. varus / valgus. y Neurovascular injury Pada beberapa fraktur yang berat dapat mengakibatkan arteri dan saraf disekitarnya mengalami kerusakan. Dua dari masalah ini adalah premature partial atau penutupan secara komplit dari physis yang artinya salah satu sisi dari tulang atau kedua sisi tulang berhenti tumbuh sebelum tumbuh secara sempurna. membuat salah satu tulang kaki lebih pendek dibandingkan tulang kaki lainnya.

Operatif y y y Osteotomi koreksi (osteotomi Z) dan bone graft disertai dengan fiksasi interna Osteotomi dengan pemanjangan bertahap. Osteotomi yang bersifat baji DELAYED UNION Delayed union adalah fraktur yang tidak sembuh setelah selang waktu 3 -5 bulan (3 bulan untuk anggota gerak atas dan 5 bulan untuk anggota gerak bawah) Etiologi Etiologi delayed union sama dengan etiologi pada nonunion Gambaran klinis y y y Nyeri anggota gerak pada pergerakan dan waktu berjalan. Pengobatan Konservatif Dilakukan refrakturisasi dengan pembiusan umum dan imobilisasi sesuai dengan fraktur yang baru. misalnya pada anak ± anak. Terdapat pembengkakan Nyeri tekan . Apabila ada kependekan anggota gerak dapat digunakan sepatu orthopedic.y Osifikasi premature pada lempeng epifisis karena adanya trauma Gambaran klinis y y y y y y Deformitas dengan bentuk yang bervariasi Gangguan fungsi anggota gerak Nyeri dan keterbatasan pergerakan sendi Ditemukan komplikasi seperti paralysis tardi nervus ulnaris Osteoarthritis apabila terjadi pada daerah sendi Bursitis atau nekrosis kulit pada tulang yang mengalami deformitas Pemeriksaan radiologist Pada foto roentgen terdapat penyambungan fraktur tetapi pada posisi yang tidak sesuai dengan keadaan yang normal.

Pengobatan Konservatif Pemasangan plester untuk imobilisasi tambahan selama 2 ± 3 bulan. Ujung tulang lebih kecil dan bulat serta osteoporotik dan avaskular. Atrofik (Oligotrofik) Tidak ada tanda ± tanda aktivitas seluler pada ujung fraktur. Gambaran klinis y y Nyeri ringan atau sama sekali tidak ada Gerakan abnormal pada daerah fraktur yang membentuk sendi palsu yang disebut pseudoarthrosis. Pada jenis ini vaskularisasinya baik sehingga biasanya hanya diperlukan fiksasi yang rigid tanpa pemasangan bone graft. Ruangan antar tulang diisi dengan tulang rawan dan jaringan ikat fibrosa. Pada jenis ini disamping dilakukan fiksasi rigid juga diperlukan pemasangan bone graft. maka segera dilakukan fiksasi interna dan pemberian bone graft. Garis fraktur tampak dengan jelas. .y y Terdapat gerakan yang abnormal pada daerah fraktur Pertambahan deformitas Pemeriksaan radiologist y y y Tidak ada gambaran tulang baru pada ujung daerah fraktur Gambaran kista pada ujung ± ujung tulang karena adanya dekalsifikasi tulang Gambaran kalus yang kurang disekitar fraktur. Operatif Bila union diperkirakan tidak akan terjadi. Beberapa jenis nonunion terjadi menurut keadaan ujung ± ujung fragmen tulang. Pseudoarthrosis dapat terjadi tanpa infeksi tetapi dapat juga terjadi sama ± sama dengan infeksi disebut infected pseudoarthrosis. Hipertrofik Ujung ± ujung tulang bersifat sklerotik dan lebih besar dari normal yang disebut gambaran elephant¶s foot. NONUNION Disebut nonunion apabila fraktur tidak menyembuh antara 6 ± 8 bulan dan tidak didapatkan konsolidasi sehingga didapat pseudoarthrosis (sendi palsu).

Waktu imobilisasi yang tidak cukup Infeksi Distraksi pada kedua ujung karena adanya traksi yang berlebihan Interposisi jaringan lunak diantara kedua fragmen tulang Terdapat jarak yang cukup besar antara kedua fragmen Destruksi tulang misalnya oleh karena tumor atau osteomielitis (fraktur patologis) Disolusi hematoma fraktur oleh jaringan sinovia (fraktur intrakapsuler) Kerusakan periosteum yang hebat sewaktu terjadi fraktur atau operasi Fiksasi interna yang tidak sempurna . PENYEBAB NONUNION DAN DELAYED UNION y y y y y y y y y y y y Vaskularisasi pada ujung ± ujung fragmen yang kurang Reduksi yang tidak adekuat Imobilisasi yang tidak adekuat sehingga terjadi gerakan pada kedua fragmen. misalnya pada fraktur leher femur Stimulasi elektrik untuk mempercepat osteogenesis. y Pemeriksaan radiologist y y y y Terdapat gambaran sklerotik pada ujung ± ujung tulang Ujung ± ujung tulang berbentuk bulat dan halus Hilangnya ruangan meduler pada ujung ± ujung tulang Salah satu ujung tulang dapat berbentuk cembung dan sisi lainnya cekung (psedoarthrosis) Pengobatan y y y y Fiksasi interna rigid dengan atau tanpa bone graft Eksisi fragmen kecil dekat sendi. prosesus stiloid ulna Pemasangan protesis. Misalnya kepala radius.y y Nyeri tekan atau sama sekali tidak ada. Pembengkakan bisa ditemukan dan bisa juga tidak terdapat pembengkakan sama sekali Pada perabaan ditemukan rongga diantara kedua fragmen.

.y y y Delayed union yang tidak diobati Pengobatan yang salah atau sama sekali tidak dilakukan pengobatan Terdapat benda asing diantara kedua fraktur. misalnya pemasangan screw diantara kedua fragmen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful