DIAN HARDIANTHO

BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BBPBAT) SUKABUMI – 2011 08561209189

 

IKAN NILA = IKAN ASLI LEMBAH SUNGAI NIL, AFRIKA INTRODUKSI KE INDONESIA:
› TAHUN 1969, NILA HITAM 69 DARI TAIWAN › TAHUN 1981, NILA MERAH NIFI DARI PHILIPPINA › TAHUN 1984, NILA HITAM CHITRALADA DARI THAILAND › TAHUN 1994, NILA HITAM GIFT G3 DARI PHILIPPINA › TAHUN 1996, NILA HITAM GIFT G6 DARI PHILIPPINA › TAHUN 2002, NILA HITAM JICA DARI JEPANG

NILA HASIL SELEKSI FAMILI:
› NILA NIRWANA (WANAYASA) › NILA SELFAM (SUKABUMI) › NILA BEST (BOGOR)

 

NILA HASIL SELEKSI INDIVIDU
› NILA JATIMBULAN (UMBULAN)

NILA HASIL REKAYASA KROMOSOM
› NILA GESIT (SUKABUMI)

NILA HASIL HIBRIDISASI
› NILA LARASATI (KLATEN)

MEMILIKI UMUR MATANG GONAD YANG SESUAI, UNTUK BETINA ± 10 BULAN, JANTAN ± 8 BULAN  BOBOT INDUK BETINA MINIMAL 200 G, JANTAN 250 G  BENTUK TUBUH PROPORSIONAL, TANPA CACAT  BERASAL DARI PANTI INDUK YANG BERKUALITAS

CIRI INDUK

INDUK BETINA INDUK JANTAN

WADAH PEMIJAHAN : KOLAM, HAPA, BAK BETON
B F G E A

Keterangan: C

A. Panjang kolam B. Lebar kolam D. Kemalir C. Dasar Kolam

D

E. Kobakan

F. Outlet Kolam
H. Inlet kolam

G. Outlet kobakan H

 

RASIO BETINA – JANTAN = 3 : 1 KEPADATAN DI KOLAM 1-2 EKOR/M2, DI BAK DAN HAPA 3-4 EKOR/M2.
› CONTOH, LUAS KOLAM 300 M2, DAPAT DITEBAR 300 EKOR

BETINA DAN 100 EKOR JANTAN

PERSIAPAN WADAH:
› PENGERINGAN, STERILISASI (PENGAPURAN), DILAKUKAN

3 HARI - SEMINGGU SEBELUM PENGISIAN AIR › PERBAIKAN PEMATANG DAN SALURAN DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH KEBOCORAN › PENGISIAN AIR KOLAM DILAKUKAN MELALUI SARINGAN PADA INLETNYA

PEMASUKAN INDUK DILAKUKAN BERTAHAP, PERTAMA INDUK BETINA, SEMINGGU KEMUDIAN BARU JANTAN  PERIODE PEMIJAHAN BERLANGSUNG SELAMA 14 – 21 HARI  PAKAN 3% BOBOT BIOMASS PER HARI (3X PEMBERIAN)  METODE PANEN:

› BERTAHAP : MEMANEN LARVA DENGAN MENGGUNAKAN

SEROKAN DARI PINGGIR KOLAM/BAK. BIASANYA DILAKUKAN PADA PAGI HARI (SAAT MATAHARI TERBIT), MULAI HARI KETUJUH SAMPAI HARI KE-21. › TOTAL: MEMANEN LARVA DENGAN MENYURUTKAN AIR KOLAM DAN MENGAMBIL LARVA YANG ADA. BIASANYA DILAKUKAN PADA AKHIR PERIODE PEMIJAHAN (14 – 21 HARI).

 

PENDATAAN JUMLAH LARVA SETIAP PERIODE PEMIJAHAN DIPERLUKAN UNTUK MENENTUKAN WAKTU AKHIR PEMIJAHAN JIKA TELAH DICAPAI WAKTU AKHIR PEMIJAHAN, MAKA PEMIJAHAN DIHENTIKAN DENGAN MEMISAHKAN INDUK JANTAN DARI BETINANYA.
AKHIR PEMIJAHAN 80 DALAM RIBUAN 60 40 20 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8

UMUMNYA, SETIAP PEMIJAHAN DAPAT BERLANGSUNG DALAM 7 – 8 PERIODE PEMIJAHAN, BERGANTUNG:
› KUALITAS INDUK (UMUR, UKURAN, GENETIK) › KUALITAS NUTRISI (PROTEIN, LEMAK) › KUALITAS LINGKUNGAN (SUHU AIR, pH, POLUSI)

 

PEMISAHAN INDUK = PEMATANGAN GONAD,
› 2 MINGGU – 1 BULAN

UMUR INDUK PRODUKTIF ± 2 TAHUN SEJAK PERTAMA MATANG GONAD
› LEBIH DARI 2 TAHUN, UKURAN IKAN BERTAMBAH BESAR,

KEBUTUHAN PAKAN LEBIH BANYAK, PRODUKTIVITAS TELUR MENURUN

 

PROSES PEMELIHARAAN LARVA HINGGA BENIH UNTUK PEMBESARAN PEMELIHARAAN BERLANGSUNG DALAM BEBERAPA TAHAP, AGAR DIPEROLEH BENIH BERUKURAN SERAGAM DAN EFISIENSI WADAH TAHAPAN :
› PENDEDERAN 1 (DARI UKURAN LARVA HINGGA 2-3 CM) › PENDEDERAN 2 (DARI UKURAN 2-3 CM HINGGA 3-5 CM) › PENDEDERAN 3 (DARI UKURAN 3-5 CM HINGGA 5-8 CM)

PENGERINGAN
› 3 – 7 HARI SEBELUM PENGISIAN AIR


PERBAIKAN PEMATANG DAN SALURAN AIR
› MENGHINDARI KEBOCORAN

PENGAPURAN
› PEMBERIAN KAPUR TOHOR 50 G/M2, DISEBAR KE SELURUH

BAGIAN KOLAM DAN PEMATANG › 1 – 2 HARI SEBELUM PENGISIAN AIR

PENGISIAN AIR
› PENYARINGAN AIR MASUK

PEMUPUKAN
› PEMBERIAN PUPUK KANDANG 500-1000 G/M2 › 3 – 4 HARI SEBELUM PENEBARAN IKAN

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

URAIAN KEGIATAN PADAT TEBAR UKURAN TEBAR JUMLAH PAKAN UKURAN PAKAN LAMA PELIHARA UKURAN PANEN

P–1 100 ek/M2 LARVA 30 – 40% BB TEPUNG 21 – 28 HARI 2 – 3 CM

P–2 40 – 50 ek/M2 2 – 3 CM 20 – 30 % BB 1 – 2 MM 21 – 28 HARI 3 – 5 CM

P-3 20 – 30 ek/M2 3 – 5 CM 10 – 20% BB 2 – 4 MM 21 – 28 HARI 5 – 8 CM

7.

SR

± 60 – 70%

± 70 – 90%

± 70 – 90%

TARGET: UKURAN KONSUMSI
› PASAR DOMESTIK : 100 – 250 G

› PASAR EKSPOR : > 500 G

WADAH YANG DIGUNAKAN:
› KOLAM TERGENANG
› TAMBAK AIR PAYAU › KOLAM AIR DERAS

› KERAMBA JARING APUNG (KJA)

URAIAN
KEDALAMAN AIR LUASAN SALINITAS

KOLAM
LEBIH DARI 1 M > 300 M

TAMBAK
LEBIH DARI 2 M > 4000 M < 5 PPT

KAD
1.5 M 3X7M

KJA
JARING 2 M 7X7M

KEGIATAN PEMBESARAN DALAM BERBAGAI SISTEM

URAIAN
PADAT TEBAR UKURAN TEBAR LAMA PELIHARA UKURAN PANEN JENIS PAKAN FCR

KOLAM
10 - 20 ek/m2 5 – 8 cm 3 – 4 bulan ~ 300 g Tenggelam 1.5 – 2.0

TAMBAK
10 – 20 ek/m2 3 - 5 cm 3 – 4 bulan ~ 400 g Tenggelam 1.0 – 1.5

KAD
20 kg/m2 5 – 8 cm 3 – 4 bulan ~ 300 g Terapung 1.7 – 2.0

KJA
UTAMA
20 kg/m2 5 – 8 cm 3–4 bulan ~ 300 g Terapung 1,5 – 1,7

LAPIS
20 kg/m2 5 – 8 cm 6–8 bulan ~ 300 g -

KONSTRUKSI KJA (TAMPAK ATAS)

KETERANGAN GAMBAR : SAUNG SUPA GELADAK JARING UTAMA JARING DOLOS JARING KOLOR

IKAN NILA MUDAH MEMIJAH, SEHINGGA DLM PEMBESARAN PERLU:
› KEDALAMAN AIR > 1 m
› ALIRAN AIR YANG MEMADAI › SISTEM MONOSEKS (TUNGGAL KELAMIN)

PENGELOLAAN KUALITAS AIR
› OKSIGEN TERLARUT (DO) › SUHU

› SALINITAS (TAMBAK AIR PAYAU)

PENGGUNAAN BENIH BERMUTU

• DALAM AKUAKULTUR, IKAN NILA JANTAN TUMBUH JAUH LEBIH CEPAT DARIPADA IKAN NILA BETINA (> 50%) • BENIH IKAN NILA MONOSEX JANTAN DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

• SEX REVERSAL DENGAN HORMON METIL TESTOSTERON

• PENGGUNAAN HORMON MT UNTUK PRODUKSI PANGAN DILARANG

• SOLUSI?

• CHROMOSOME ENGINEERING (REKAYASA KROMOSOM) UNTUK MEMBUAT “IKAN NILA JANTAN SUPER” (YY SUPERMALE)

♀ NORMAL (XX) >< ♂ YY
MONOSEKS JANTAN (XY)

♂ XY >< ♀ XX
estradiol Feminisasi

-1

Populasi Betina: (♀ XX & ♀ “XY” ) Progeny Test I ♂ XY >< ♀ “XY” ♀“XY”

Normal ♀ XX; ♂ XY; dan ♂ YY Progeny Test II ♂ YY

Feminisasi-2 ♀ XX; ♀ “XY”; dan ♀ “YY” Progeny Test III ♀ “YY”

estradiol

Perbanyakan “YY”

♂ YY

><

♀ XX

Benih Monosex Jantan

BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BBPBAT) Jl. Selabintana No. 37, Telp. 0266 225211 Sukabumi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful