Cara Membuat Proposal PTK

Menemukan masalah pembelajaran merupakan langkah awal dalam PTK. Masalah pembelajaran sangat beragam, seperti masalah yang berkaitan strategi pembelajaran, hasil belajar siswa, sarana dan fasilitas pembelajaran, atau kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.
1.

Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola, melihat hasil belajar siswa, atau melakukan diskusi dengan teman sejawat, bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK. Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran; serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan. Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian, yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaik¶ dan upaya memperbaikinya. Setelah masalah dirumuskan, hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan, yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Pertama, kaji teori-teori yang relevan. Kemudian, tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kedua, berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. Ketiga, kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa. Bagaimana pendapat Anda tentang rangkuman tersebut? Apakah sudah memuat butir-butir yang Anda anggap penting? Bagaimana pula dengan rangkuman yang Anda buat sendiri? Jangan kecewa jika rangkuman itu tidak sama. Sekarang bersiaplah mengerjakan Tes Formatif 2, untuk menguji tingkat penguasaan Anda.

2.

3.

4.

Perencanaan Kegiatan
1.

Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran (RP). Bedanya, dalam RPP terdapat tujuan perbaikan, deskripsi kegiatan lebih rinci, pertanyaan, soal, dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap, sedangkan dalam RP unsur-unsur tersebut tidak selalu ditulis. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing. Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan, perlu dilakukan langkah-langkah: (1) membuat skenario pembelajaran, (2) menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran, (3) menyusun RPP secara lengkap, (4) mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat kelayakannya, serta (5) menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi. Prosedur dan alat pengumpul data dtentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi

2.

3.

kecepatan membaca. 6.( Soedarso. pengalaman. seperti:jadwal penelitian. Judul. Perumusan dan pemecahan masalah. Pendahuluan. ³Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar yang terpisahpisah.pelaksanaan perbaikan. 1. Hal ini tergantung pada perbendaharaan kata yang dimilikinya. 5. biaya penelitian. Pada saat membaca hendaklah menghindari membaca dengan cara : . khayalan mengamati sampai mengingat-ingat´. Karena kemampuan setiap individu berbeda-beda dalam menyerap sejumlah informasi dari bahan bacaan. (2) pemecahan masalah. minat baca. 2006:4) Kemampuan setiap individu berbeda-beda dalam memahami bahan bacaan. wawancara berdasarkan panduan wawancara. jangkauan mata. Bidang Kajian. dan lampiran. pada umumnya sama. ³Usaha yang lebih efektif untuk memahami dan mengingat-ingat lebih lama dapat dilakukan dengan 1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami dan 2) mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang anda hadapi´. lebih cepat lupa dari apa yang kita baca dan lain sebagainya. maka harus ada niat-niat atau usaha-usaha yang lebih efektif dalam membaca. juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif. dengan membaca kita dapat menyerap sejumlah informasi atau ilmu pengetahuan. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/ penyelenggara. meliputi menggunakan pengertian. 4. Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. 2. Rencana dan Prosedur Penelitian. lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. 1. Hal inilah yang menyebabkan kita menjadi lebih sulit dalam menangkap sejumlah informasi dan bahan bacaan. (3) tujuan penelitian. Membaca merupakan suatu kegiatan belajar. namun dari segi substansi ke-PTK-an. yang terdiri dari: (1) perumusan masalah. dan refleksi. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi. Kajian Pustaka. : ) Kebanyakan dari kita masih mengikuti pola membaca pada saat anak-anak. dan (4) manfaat penelitian. 4.(Soedarso. personalia penelitian. catatan guru. Di samping komponen kunci. maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi. Karena data yang dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif. latar balakang dan lain sebagainya. Banyak orang yang menghadapi buku atau bahan materi dengan jalan membacanya dari awal hingga akhir dan mereka selalu beranggapan benar bahwa dengan cara itu mereka telah menguasai buku atau bahan bacaan. 3. yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah.

yaitu mengucapkan kata demi kata dari apa yang kita baca dengan menggerakkan bibir. dimana. atau mambaca dengan bersuara sangat memperlambat. kpd siapa. Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. . 2. Membaca cepat dan efektif tidaklah harus menggerakkan kepala. dengan kata lain belajar dengan jalan membaca materi atau bahan ajar harus mengetahui kiat-kiat membacanya. oLeh karena itu guru perlu merancang pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasan membaca sebagai suatu yang menyenangkan.a) Vokalisasi. Sehingga efektivitas belajar dapat dimaksimalkan. ketrampilan yang bersifat mengungkap (produktif) yang meliputi ketrampilan menulis dan berbicara (Muchlisoh. b) Menggerakkan Bibir. 1994/1995: 4). ketrampilan yang bersifat menerima (reseptif) yang meliputi ketrampilan membaca dan menyimak. 3) mengenali detail penting. dibandingkan dengan cara berdiskusi. sehingga waktu yang diperlukan sebanding dengan materi yang diserapnya. Maka dibutuhkan kiat-kiat khusus dalam membaca seperti : 1) Menemukan ide pokok. Tujuan membaca permulaan di kelas I adalah agar ³Siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat (Depdikbud. Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik. kapan. Membaca dengan menggerakkan bibir sama lambatnya dengan membaca dengan cara vokalisasi. bertumpu pada kemampuan dasar membaca dan menulis juga perlu diarahkan pada tercapainya kemahirwacanaan. Sehingga membaca dengan vokalisasi tidak efektif dan efisien. baik dalam situasi resmi non resmi. baik lisan maupun tertulis. 2) Mengetahui ide pokok paragraph. untuk tujuan apa. Proses membaca dengan menggerakkan kepala akan sangat menghambat efektivitas dari proses membacanya itu sendiri. c) Menggerakkan Kepala. d) Dan lain sebagainya. Empat Aspek Keterampilan Berbahasa dalam Dua kelompok kemampuan 1. meski dengan menggumam sekalipun. 4) membuat catatan. 1992: 119). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif. Hal tersebut dikarenakan kita harus mengucapkan kata demi kata secara lengkap. tetapi cukup hanya dengan fokus dan menggerakkan bola mata saja. meskipun menggerakkan bibir belum tentu bersuara. Tidaklah heran belajar dengan membaca lebih menjenuhkan. Menggerakkan bibir merupakan tindak lanjut dari proses membaca vokalisasi.

Aktivitas permainan digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. diperhatikan struktur dan isi kurikulum sehingga guru dapat membangun kerangka pedagogis bagi permainan. Untuk itu perlu. PERMAINAN BAHASA Permainan bahasa merupakan perminan untuk memperoleh kesenangan dan untuk melatih ketrampilan berbahasa (menyimak. tetapi tidak ada unsur kesenangan maka bukan disebut permainan bahasa. kartu kata dan kartu kalimat.com MEMBACA PERMULAAN 1. Menurut Dewey (dalam Polito. Sedangkan« Membaca lanjut merupakan tingkatan proses penguasaan membaca untuk memperoleh isi pesan yang terkandung dalam tulisan. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar. Setiap permainan bahasa yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran harus secara langsung dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. apabila suatu kegiatan melatih ketrampilan bahasa tertentu. Karena dalam bermain guru mendukung anak belajar dan mengembangkannya (Wood. maka permainan tersebut bukan permainan bahasa.blogspot. membaca dan menulis). Bagaimana Pembelajaran Bahasa pada Kelas Awal? Anak di kelas permulaan (usia 6 ± 8 tahun) berada pada fase bermain. Permainan Bahasa Permainan dapat menjadi kekuatan yang memberikan konteks pembelajaran dan perkembangan masa kanak-kanak awal. 2. Apabila suatu permainan menimbulkan kesenangan tetapi tidak memperoleh ketrampilan berbahasa tertentu. membaca dan menulis). Permainan memiliki peranan penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak (Dworetzky. Tingkatan ini sering disebut dengan tingkatan belajar membaca (learning to read). Anakanak pada usia 6 ± 8 tahun masih memerlukan dunia permainan untuk membantu menumbuhkan pemahaman terhadap diri mereka. Pembelajaran membaca dengan buku merupakan kegiatan membaca dengan menggunakan buku sebagai bahan pelajaran. Sebuah permainan disebut permainan bahasa. sumber :http://mbahbrata-edu. Proses ketrampilan menunjuk pada pengenalan dan penguasaan lambang-lambang fonem. kartu huruf. 1994) bahwa interaksi antara permainan dengan pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar yang sangat penting bagi anak-anak. sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa. Struktur kurikulum terdiri atas . Pembelajaran membaca tanpa buku dilakukan dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar. berbicara. sedangkan proses kognitif menunjuk pada penggunaan lambang-lambang fonem yang sudah dikenal untuk memahami makna suatu kata atau kalimat. berbicara. Tingkatan ini disebut sebagai membaca untuk belajar (reading to learn). Membaca permulaan merupakan suatu proses ketrampilan dan kognitif. Dengan bermain anak akan senang belajar. yaitu membaca periode tanpa buku dan membaca dengan menggunakan buku. Sebaliknya.Pelaksanaan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar dilakukan dalam dua tahap. 1996). 1. 2. 1990). Pembelajaran memabaca permulaan diberikan di kelas I dan II. semakin senang anak semakin banyak yang diperolehnya. apabila suatu aktivitas mengandung kedua unsur kesenangan dan melatih ketrampilan berbahasa (menyimak.

yang mencakup aktivitas dan perencanaan. kartu kata. Kartu-kartu kata maupun kalimat digunakan sebagai media dalam permainan kontes ucapan (mengucapkan atau melafalkan). baca dan berbuat dan sebagainya. Kartu huruf. Guru perlu banyak memberikan sanjungan dan semangat. Media Dalam pembelajaran bahasa Indonesia. pengorganisasian. Pada kartu tersebut diberi celah untuk kata-kata yang hilang. temukan kalimat itu. 2003:44) guru dapat menggunakan strategi permainan membaca. temukan kata itu. dan cluster) sesuai dengan daerah artikulasinya Permainan Kata Permainan kata dan huruf dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. sumber. siswa dapat melihat sejumlah kata berkali-kali. misalnya: cocokkan kartu. assesmen dan evaluasi yang meliputi alur umpan balik pada perencanaan (Wood. Kartu-kartu berseri tersebut dapat berupa kartu bergambar. kartu kalimat. Cara Bermain Dua orang siswa memutuskan kata mana yang sepadan dengan gambar. Pada punggung kartu warnai suatu ruang untuk menyatakan kata yang benar.a. Teknik Dalam pembelajaran membaca teknis menurut Mackey (dalam Rofi¶uddin. namun tidak dengan cara yang membosankan. ucapkan kata itu. Dalam memainkan suatu permainan. maka guru perlu membantu agar siswa merasa senang dan berhasil dalam belajar. Yang dipentingkan dalam latihan ini adalah melatih siswa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa (vokal. dialog. Memilih Kata Cara membuat Pada kartu yang panjang ditempeli sebuah gambar sederhana. Siswa diajak bermain dengan menyusun huruf-huruf menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru. guru dapat melakukan simulasi pembelajaran dengan menggunakan kartu berseri (flash card). Melengkapi kalimat Pada kartu yang panjang tertulis kalimat dengan satu kata hilang. waktu dan peran orang dewasa. kemudian menaruh jepit di samping kartu kata itu. dengan mempertimbangkan ruang. Pelafalan kata-kata tersebut dapat diperluas dalam bentuk pelafalan kalimat bahasa Indonesia. pelaksanaan. dan d. satu yang sesuai dengan gambar dan dua yang mirip dengan gambar. konsonan. pembelajaran yang diinginkan. Siswa dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Strategi Dalam pembelajaran membaca permulaan guru dapat menggunakan strategi bermain dengan memanfaatkan kartu-kartu huruf. Hindari kesan bahwa siswa melakukan kegagalan. Kemudian disediakan jepit kertas. Cara membuat . kontes ucapan. b. c. 1996:87). Untuk mengecek baliklah kartu. Kemudian membuat kartu gambar yang cocok dengan celah itu. perencanaan yang mencakup penetapan sasaran dan tujuan. Kartu-kartu huruf tersebut digunakan sebagai media dalam permainan menemukan kata. Titik berat latihan menyusun huruf ini adalah ketrampilan mengeja suatu kata (Rose and Roe. Jika permainan sukar dilakukan oleh siswa. 1990). Di samping gambar ditulis suatu pilihan tiga kata.

Agar tidak ribut. Guru menempelkan beberapa kartu di papan yang berisi tentang beberapa istilah umum seperti manusia. morfologis (kata). Kertas dapat bermacam-macam warna. Batu Loncatan Cara Membuat Karton atau kertas digunting menjadi sejumlah bundaran. siswa diminta memasang kartu-kartu mereka di papan tanpa bicara. tinggi ± rendah. Dapat juga diubah menjadi sebuah permainan pembentukan kalimat. Kemudian membuat kartu-kartu kata yang salah satunya cocok untuk celah pada kartu kalimat. Cara bermain sbb: Siswa harus mencari rekannya yang memiliki kartu dengan kata yang berlawanan dengan kata pada kartu miliknya. Index card match adalah permainan untuk melatih pengetahuan tentang lawan kata (antonim). berhembus. kartu-kartu ditempelkan di dinding. dan alam. Selanjutnya mereka mereka berbaris di sisi kiri dan kanan sesuai dengan jawaban yang mereka berikan (misalnya: jawaban benar di sebelah kanan. Siswa harus menentukan apakah kalimat yang ada dalam kartu tersebut benar atau salah. Selanjutnya mereka harus duduk atau berdiri berdekatan. SIMPULAN Pemerolehan dan kompetensi bahasa yang meliputi tataran fonologis (bunyi). dan semantis (makna) harus diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Pada permainan tunjuk abjad. siswa diminta mengumpulkan sebanyak mungkin kosa kata yang berawalan abjad tertentu. dan lain sebagainya. Siswa pun sudah mendapatkan kartu berisi kosa kata yang berhubungan dengan suara yang diperdengarkan oleh manusia. Cara Bermain Guru melakukan suatu perintah. Permainan ini digunakan untuk melatih materi tentang struktur kalimat tanya. Pada kata yang dihilangkan tersebut dilubangi untuk menyelipkan kartu yang cocok untuk melengkapi kalimat. alam. dan lain sebagainya. siswa bisa pindah barisan. Kemudian siswa menyelipkan kartu kata yang cocok pada celah kartu kalimat. binatang. bunyi-bunyi yang dikeluarkan pun tetap saja lucu). mengembik. Siswa harus menemukan bundaran yang benar dan melompat disitu sambil menunggu perintah selanjutnya. Dengan memasukkan kata kerja dan bagian-bagian lain dari bahasa lisan. Guru bisa memodifikasi permainan ini dengan menentukan kosa kata untuk kelas kata tertentu. Card Sort Melatih kosa kata siswa. Dalam prosesnya. atau kata sifat dari abjad T. binatang. Menyusun cerita Adalah alternatif permainan yang dilakukan untuk melatih kemampuan siswa menyusun satu paragraf yang logis. Siswa harus melompat ke bundaran-bundaran itu dalam urutan yang benar agar tersusun sebuah kalimat. Mereka pun diminta memberikan alasan mengapa mereka menjawab benar atau salah. sintaksis (kalimat). suasana kelas pun tidak terlalu ribut (karena walaupun tanpa suara. Permainan ini juga bisa dilakukan tanpa mengeluarkan suara sehingga ekspresi yang muncul akan lebih menarik. dan lain-lain. Cara Bermain Satu atau dua orang membaca kalimat dan mencocokkan kartu-kartu gambar dalam spasi yang kosong. True or false Pada permainan true or false. dan para siswa diminta menyusun kartu-kartu tersebut menjadi satu jalinan cerita yang utuh dan bermakna. jawaban salah di sebelah kiri). pengajar membagikan kartu kepada siswa yang berisi tentang berbagai macam bentuk kalimat tanya. Caranya sbb. Misalnya: mengerang. Pada bundaran tersebut ditulis nama anggota keluarga atau teman-teman.Sebuah kalimat ditulis diatas kartu panjang dengan satu kata dihilangkan. . misalnya ³Loncat ke Ayah´. Misalnya: gelap ± terang. jika dia berubah pikiran. misalnya kata kerja dari abjad S.

Tanpa komunikasi. berlanjut menuju memaknai kata atau kalimat. 2006: 22) di dalamnya mencantumkan pelajaran bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. pemerolehan bahasa pun sebaiknya dilakukan bertahap dari tataran fonologis kemudian meningkat sampai ke tataran semantis. berbicara. Sebagai pelajaran wajib. pelajaran membaca dan menulis telah dikenalkan kepada para peserta didik di TK. Karena itulah maka komunikasi sangat penting bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia ini. Bahasa merupakan alat penting bagi manusia untuk komunikasi (Gorys Keraf. karena secara kognitif. menulis juga harus dikuasai oleh siswa agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lancar. Salah satu bekal untuk dapat berkomunikasi tersebut manusia harus dapat membaca dan menulis. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan merupakan bagian dari pembelajaran bahasa. maka siswa akan dapat melakukan komunikasi dalam kehidupan sosialnya sehari-hari. Karena itu. Kemampuan membaca dan menulis tersebut dimaksudkan untuk dapat memahami bahasa komunikasi. adanya tuntutan jaman yang semakin canggih dan cepat. Selain itu. Pembelajaran bahasa dimulai dari pembelajaran membaca dan menulis. card sort untuk tataran semantis. Bahasa merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi dan sangat besar fungsinya. yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP. membaca. Namun demikian. Karena pentingnya membaca dan menulis. Selain membaca. Membaca dan menulis merupakan dasar bagi seseorang untuk dapat melakukan komunikasi secara tertulis. Dengan belajar dan menulis. Kompetensi mendengar. Pentingnya kemampuan membaca dan menulis bagi siswa menjadikan pembelajaran membaca dan menulis menjadi pelajaran paling awal yang harus diikuti oleh siswa. pelajaran membaca dan menulis permulaan dimasukkan dalam kurikulum sekolah dasar pada kelas I. (KODE PTK-0052) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN METODE KOOPERATIF INTEGRASI MEMBACA DAN KOMPOSISI (CIRC) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) BAB I PENDAHULUAN A.Permainan-permainan yang telah disebutkan di atas pun disesuaikan dengan tataran kebahasaan tersebut. maka bahasa menjadi vital dan penting untuk dipelajari. Komunikasi merupakan satu hal yang penting bagi manusia untuk dapat tetap bertahan hidup dan bermasyarakat. Kurikulum sekolah di Indonesia saat ini. Permainan true or false misalnya digunakan untuk melatih tataran sintaksis. Latar Belakang Masalah Membaca adalah modal bagi seseorang untuk mempelajari buku dan mencari informasi tertulis. kemampuan membaca dan menulis bagi siswa menjadi modal utama untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar atau kegiatan pembelajaran. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa ketika masuk ke sekolah tingkat dasar. manusia (dalam hal ini khususnya anak) memelajari dan memproduksi bahasa dari bunyi yang dia dengar kemudian ditiru dan diucapkan. maka semua siswa mendapatkan pembelajaran bahasa Indonesia. Seperti pemerolehan pengetahuan yang lain. 980: 1). baik secara . 2006: 30). kemudian membentuk kata. Sebagai sarana komunikasi dan juga sebagai sarana berpikir keilmuan. Membaca bagi seorang siswa juga menjadi modal agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. bahasa merupakan sarana berpikir keilmuan (Herman J Waluyo. dan menulis harus terintegrasi dalam pengajaran bahasa. maka manusia tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. dan lain-lain. menyusun kata menjadi kalimat. maka hal tersebut diajarkan kepada siswa di sekolah. Karena itu.

Ketiga. dan akhirnya merangkai kata menjadi kalimat. ilmu pengetahuan. 1). Kemampuan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I yang berada di daerah perkotaan dan pedesaan tentunya juga memiliki perbedaan. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. motivasi. Pembelajaran yang efekti merupakan pembelajaran yang dilakukan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan. nilai. mencerdaskan. proses belajar yaitu apa saja yang dihayati siswa apabila mereka belajar. Pembelajaran yang efektif adalah suatu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar keterampilan spesifik. pertama. bahkan dalam kenyataan ada keluhan guru yang mengajar di kelas II dan III SD masih ada siswa yang belum dapat membaca dan menulis. fasilitas. 1999: 1). merangkai suku kata menjadi kata. Mengingat pentingnya pelajaran membaca dan menulis permulaan sebagai dasar untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Rendahnya kemampuan lulusan sekolah dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikarenakan pembelajaran bahasa Indonesia yang kurang berhasil. bahkan para lulusan perguruan tinggi sering melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Keterampilan membaca dan menulis dalam hal ini merupakan keterampilan dalam tingkat dasar. Pembelajaran bahasa Indonesia hingga saat ini belum menampakkan hasil yang maksimal. bunyi huruf. Kurangnya keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia dikarenakan guru tidak melakukan pengelolaan kegiatan pembelajar mengajar sebagaimana mestinya.lisan maupun tertulis. Hal ini tentunya dapat menjadi perhatian tersendiri bagi pada . yaitu kegiatan belajar yang aktif. yaitu siswa dapat membaca dan menulis dengan lancar. dan terutama adalah metode pembelajaran yang sesuai. Keluhan tentang kekurang terampilan siswa dalam membaca dan menulis di SD pada pelajaran bahasa Indonesia sampai saat ini masih dirasakan. namun utamanya adalah dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan. dan menguatkan daya pikir siswa. merangkai huruf menjadi suku kata. Banyaknya pejabat yang melakukan tindakan amoral merupakan salah satu petunjuk bahwa pendidikan di Indonesia belum memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan. 1998). mengasikkan. dan menyenangkan. kelas dan interaksi di dalamnya. sehingga KBM akan lebih efektif (pengelolaan KBM. situasi belajar. maka hal tersebut hanya dapat dihasilkan melalui pendidikan yang berkualitas juga (Umaedi. Keberhasilan pembelajaran membaca dan menulis permulaan memerlukan dukungan dari beberapa faktor. Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia sering terlihat pada kegiatan menulis. terdapat tiga aspek dalam pembelajaran (Lindgren. siswa yang merupakan faktor yang paling penting karena tanpa siswa tidak akan ada proses belajar. Agar keterampilan membaca dan menulis permulaan pada siswa SD dapat dilakukan dengan baik serta diperoleh hasil yang maksimal. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I dimaksudkan agar siswa dapat memiliki keterampilan membaca dan menulis. atau sesuatu hasil belajar yang diinginkan. dan sikap serta membuat siswa senang (Dick E Reiser. Kasus yang sama juga dapat terjadi antara sekolah dengan tingkatan menengah atas dengan sekolah pada tingkatan menengah bawah. Peningkatan mutu pendidikan saat ini merupakan suatu hal yang segera harus dilakukan. keterampilan. terutama pendidikan moral yang dapat dilihat dari hasil pendidikan yang saat ini banyak yang tidak memiliki moral. yang berpedoman pada tujuan. diperlukan suatu strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Perlu diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran. kreatif. 1976). yaitu lingkungan temapt terjadinya proses belajar dan semua factor yang mempengaruhi siswa atau proses belajar seperti pendidik. konsep. Karena itulah untuk dapat memperoleh pembelajaran yang efektif guru harus dapat mengelola kegiatan belajar mengajar dengan sebaik-baiknya. Pembelajaran di sekolah memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat diperoleh pembelajaran yang efektif. Sementara itu Dunne & Wragg (1996) menjelaskan bahwa pembelajaran efektif memudahkan siswa belajar sesuatu yang bemanfaat seperti fakta. Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan tersebut. Banyak siswa yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. khususnya dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan di SD yang tepat. Rendahnya mutu pendidikan dikarenakan oleh kegiatan pendidikan yang tidak berkualitas. Pembelajaran membaca dan menulis dimulai sejak anak masuk di kelas I sekolah dasar. Dalam hal ini. siswa belajar membaca dan menulis permulaan. Ketiga aspek tersebut. cara hidup serasi dengan sesama. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh A Malik Fajar bahwa secara umum KBM di sekolah harus menyenangkan. 2003. Pembelajaran bahasa dimulai dari membaca dan menulis. Kedua. Dapat dilihat di beberapa jenjang pendidikan termasuk pendidikan tinggi. maka perlu diupayakan suatu alternatif strategi pembelajaran bahasa Indonesia. Mengingat mutu pendidikan saat ini mulai menurun. bukan apa yang harus dilakukan pendidik untuk mengajarkan materi pelajaran melainkan apa yang dilakukan siswa untuk mempelajarinya. Belajar membaca dan menulis permulaan yaitu belajar mengenal huruf. antara lain adalah faktor keluarga.

b. b. Bagi sekolah Bagi sekolah diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca menulis permulaan. Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa tersebut adalah pada metode pembelajaran yang digunakan guru selama ini. ? Tips Mengajar Membaca di Kelas I SD Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD). 2. Karena itu. 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Sedangkan pembelajaran kelas rendah meliputi pembelajaran untuk kelas I. dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. sangat perlu dilakukan penelitian agar gap atau jarak antara sekolah dengan kategori menengah atas dengan menengah bawah tidak telalu jauh. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan keaktifan. Apakah penerapan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC) dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I SD Negeri X? C. Yang dimaksud dengan pembelajaran kelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV. Karena itulah maka guru harus dapat memahami kelasnya masing-masing agar dapat memilih metode yang tepat untuk kelasnya. Bagi siswa a. minat. Hasil penelitian dapat menjadi wawasan bagi guru dalam menggunakan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC). Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. dan VI. Mendeskripsikan dan menjelaskan penerapan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC) dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I SD Negeri X. 3. . Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan adalah dengan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC). Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggi tidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah. Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC) dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I SD Negeri X? 2. Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC) pada siswa kelas I SD Negeri X. motivasi. kita mengenal ada pembelajaran untuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. maka penelitian ini diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut: 1. Banyaknya metode tersebut tentunya memerlukan kemampuan guru untuk memilih metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi. II. Karena setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda.praktisi pendidikan. maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Berbagai metode dan pendekatan pembelajaran membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I cukup banyak. B. Manfaat Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian. perlu dilakukan eksperimen atau tindakan pembelajaran dengan metode yang berbeda. V. III. Karena itulah maka penelitian ini dilakukan untuk mencoba menggunakan metode pembelajaran kooperatif Integrasi Membaca dan Komposisi (CIRC) dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa kelas I Sekolah Dasar. Bagi guru a. Hasil penelitian dapat menjadi bahan inspirasi untuk menentukan metode lain dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. D. Siswa kelas I di Sekolah Dasar Negeri X selama ini masih memiliki kemampuan menulis dan membaca yang rendah.

misalnya: papa. Biarkan siswa mengenal hurufhuruf itu tanpa makna karena tujuannya adalah mengenal dan memahami huruf (abjad). Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Kita perlu juga menjelaskan arti kata mama itu kepada siswa agar mereka mendapatkan makna dari apa yang dipelajari. u) bisa digunakan. Tunjukkan kepada siswa bahwa kata itu dibaca mama. o. Berbeda dari metode abjad di atas. an. seperempat kelas. sehingga siswa mengenal bahwa kata mama itu terdiri dari huruf m-a-m-a. Misalnya: man. Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal. nana. Metode Kupas-Rangkai Suku Kata. Namun untuk konsonan tidak perlu diberikan semua. Begitu seterusnya. as. guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaan sekaligus pelaksanaannya. dan lain-lain. Khususnya untuk kelas I. Misalnya: m a m a. e. per dua bangku. Pengenalan dan pemahaman tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna ini sulit bagi siswa kelas I SD. masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu). Tempel atau tulis huruf m-a-m-a di papan tulis. i. akhirnya perorangan. Misalnya: am. susunan bisa diganti menjadi vokalkonsonan. Selain yang dipasang di papan tulis. Kata mama kemudian dipisahkan menjadi dua suku kata yaitu ma dan ma (ma-ma). metode kupas-rangkai suku kata ini dimulai dengan pengenalan kata terlebih dahulu. kemudian dipecah-pecah lagi menjadi separoh kelas. Setelah siswa bisa membaca gabungan dua huruf konsonan-vokal. Kemudian tanyakan kepada siswa kata mama itu terdiri dari huruf apa saja. Beberapa metode pembelajaran membaca yang terkenal. Mula-mula bersifat klasikal (seluruh kelas).Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius. yang apabila digabungkan bisa menjadi kata yang bermakna. Pilih beberapa konsonan dan vokal. Selanjutnya. yaitu: 1. dan lain-lain. Misalnya: mama. dan arahkan agar siswa dapat menimpulkan sendiri bahwa apabila huruf m digabung dengan huruf a dibaca ma. dan siswa menirukan. Masing-masing suku kata dikupas lagi menjadi huruf-huruf. Huruf x dan z lebih baik diberikan belakangan. separoh kelas. guru mulai menggabung-gabungkan konsonan dengan vokal. tata. 2. Ada banyak metode yang dapat digunakan guru untuk mengajar membaca di kelas I SD. kegiatan dapat ditingkatkan dengan membentuk kata. dan lain-lain. dan kembali ke seluruh kelas. kembali dua bangku. Apabila pengenalan huruf tadi sudah lancar. Metode Abjad. Membaca merupakan keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambanglambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras (Kridalaksana. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelas berikutnya. Berikan contoh yang lain. Itu sebabnya guru harus benar-benar berhati-hati. bas. Guru memberikan contoh cara membaca huruf-huruf di atas. . Sekali guru salah bertindak yang berdampak pada kegagalan siswa. dan. akan sangat berpengaruh bagi kemajuan siswa selanjutnya. Lakukan kegiatan ini berulang-ulang sehingga siswa benar-benar mengenal dan memahami huruf-huruf itu. Setelah ini baru bisa dilanjutkan dengan tiga huruf (konsonan-vokal-konsonan). sehingga seluruh vokal (a. seperempat kelas. 1993:135). maka guru mulai bisa menugaskan beberapa siswa untuk mengambil huruf-huruf tertentu dari kartu-kartu huruf yang tersedia.

´ Apabila siswa hanya menjawab bola saja. Auditorial. guru menempelkan gambar bola di papan tulis. ´Anak-anak. Selain itu guru harus mempertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan indera belajar siswa. mulai dari yang mudah dan dekat dengan kehidupan siswa. kemudian berkata. Menurut Teori Gestalt. Guru menyuruh siswa membaca kembali tulisan ini bolatadi. Kegiatan selanjutnya adalah mengenalkan kata-kata yang lain. Setelah itu. Guru dapat menggunakan metode-metode lain sesuai dengan kondisi di lapangan. dan siswa disuruh menirukan. maupun Kinestetik. Gambar diambil.Mengingat empat huruf (yang sebetulnya hanya dua huruf) ini tentunya lebih mudah bagi siswa daripada langsung mengingat empat huruf misalnya madu (m-a-d-u). maka guru perlu membetulkan ucapan siswa. Kalimat-kalimat dipilihkan yang sederhana dan pendek-pendek dahulu. huruf-huruf dikembalikan menjadi suku kata. Contohnya: ibu makan nasi. dan kata-kata menjadi kalimat (sintesa). maka siswa akan lenih berhasil. baru guru menjelaskan huruf-huruf yang dirangkai membentuk suku kata. suku kata menjadi kata. Pastikan bahwa siswa seluruh kelas memperhatikan tulisan ketika mengucapkan kalimat ini bola. 4. menjadi kata. Kegiatan selanjutnya. Artinya. dan lain-lain. ini bola bola bo la b o l a bo la . ´ini bola. Namun yang harus diingat. Jadi. disertai gambar. Kegiatan selanjutnya adalah menganalisis kalimat ini bola. pembelajaran yang dilaksanakan guru bersama siswa harus bisa memenuhi kebutuhan siswa yang dominan baik di Visual.´ Guru menyuruh siswa menirukan kata-kata guru. suku kata menjadi huruf. itu bola budi. metode apa pun yang digunakan. Guru menunjukkan contoh membaca tulisan ini bola. kata. Contoh kata-kata yang mudah sebagai pendahuluan: papa nana mata pa-pa na-na ma-ta p-a-p-a n-a-n-a m-a-t-a pa-pa na-na ma-ta papa nana mata 3. dan kalimat. ini bola ini i ni i n i i ni ini bola Komentar: Metode-metode di atas hanyalah contoh. suatu kesatuan lebih bermakna daripada bagian-bagian. ini bola. kata menjadi suku kata.´ Suruh siswa mengulangi kata-kata guru. agar siswa tidak mengalami kesulitan. siswa harustetap enjoy dalam belajar. Metode SAS ² Struktural Analisa Sintesa. ´ini apa?´ Siswa menjawab. Berikut adalah contohnya: membaca kalimat. misalnya: ini mama saya. Di bawah gambar bola itu ditempelkan tulisan ini bola. tulisan ini bola tetap tertempel di papan tulis. Metode Global. Metode SAS dilaksanakan dengan menggunakan kartu kalimat dan papan flanel. Mula-mula guru menunjukkan gambar kepada siswa (jika benda asli bisa dihadirkan tentunya lebih baik jika benda asli ditunjukkan terlebih dahulu). Metode global dimulai dengan mengenalkan kalimat utuh kepada siswa. ´ini bola. sehingga pada akhirnya siswa bisa membaca sebuah kalimat. gambar tidak diperlihatkan. Misalnya guru menunjukkan bola kepada siswa. anak membaca tulisan tersebut.

Salah satu model pembelajaran yang terkenal adalah model pembelajaran kuantum. dan fasilitasi di SuperCamp. atletik. benda nyata. prinsip-prinsip. tip sukses mengajar 2. perkenalan sederhana. rumus. sebuah program percepatan belajar (accelerated learning) yang mempraktikkan metode belajar kuantum (Quantum Learning). Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas I SD Akhir-akhir ini semakin banyak SD yang mengajarkan bahasa Inggris kepada siswanya. dan model. pembelajaran kuantum dapat diartikan sebagai pembelajaran yang mengorkestrasikan berbagai interaksi menjadi cahaya yang melejitkan prestasi siswa. Model pembelajaran kuantum ini juga mendukung artikel-artikel sebelumnya tentang tip sukses mengajar 1. guru dapat menerapkan konsep ³Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita´. . metode pelatihan di SuperCamp ditulis dalam buku berjudul Quantum Teaching. dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka´ mengandung konsekuensi bahwa langkah pertama yang harus dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa. Setelah kaitan terbentuk. dan lain-lain. yaitu: asas utama. pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah. seni.Sebab itu dalam pembelajaran harus ada: gambar. untuk mendapatkan hak mengajar dari mereka. Secara sederhana. ³Quantum Teaching´ merupakan badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan. Apa itu model pembelajaran kuantum? Istilah ³Pembelajaran Kuantum´ diadopsi dari istilah Inggris ³Quantum Teaching´. mengenal nama-nama tumbuhan. musik. serta siswa bisa melakukan manipulasi benda atau alat-alat pelajaran (untuk kelompok kinestetik). dan lainlain. pembelajaran bahasa Inggris pun bisa dilakukan untuk siswa kelas I SD. atau tip sukses mengajar 3. kalimat yang bisa diucapkan (untuk kelompok Auditorial). Jadi. sehingga siswa dapat belajar secara mudah dan alami. dan lain-lain (yang isa diamati atau dilihat oleh kelompok Visual). Tentu saja pelajaran bahasa Inggris utnuk kelas I ini harus lebih mengarah pada sesuatu yang sifatnya ´permainan´ sehingga menyenangkan siswa. tulisan. sosial. Kesuksesan metode di SuperCamp mendatangkan undangan dari berbagai sekolah untuk melatih guru dengan metode ini. kata. dengan menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat. suara yang bisa didengar atau huruf. Cara yang paling mudah adalah dengan menirukan guru. Cukup untuk komunikasi sederhana. Asas Utama Asas utama pembelajaran kuantum adalah Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita. permainan kata dan gambar. model mental. agar dimanfaatkan oleh para guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. penyajian. Guna memenuhi kebutuhan yang lebih luas. dan mempraktikkannya secara berulang-ulang. hewan. dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Dalam konteks inilah materi pelajaran dibeberkan: kosa kata baru. Pembelajaran Kuantum ± Orkestrasi Interaksi Menuju Prestasi Ada banyak model pembelajaran yang dapat memudahkan guru melaksanakan tugas utama sebagai agen pembelajaran. Quantum Teachingadalah praktik quantum learning di kelas-kelas. Cek juga artikel tentang ³Tips Mengajarkan Alquran´ sebagai tambahan informasi. rekreasi atau akademik siswa. Caranya yaitu dengan mengaitkan apa yang diajarkan guru dengan peristiwa. Untuk jelasnya. Seperti halnya bahasa Indonesia. silakan cek kembali artikel tentang Memahami Indera Belajar Siswa. Konsep³Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita. Pembelajaran kuantum ini dirancang berdasarkan tiga hal.

tiga kali hore. seperti: Apa?. Prinsip Segalanya Berbicara mengandung pengertian bahwa segala sesuatu di ruang kelas ³berbicara´²mengirim pesan tentang belajar. Perlu dipahami bahwa dalam pembelajaran kuantum tidak dikenal istilah ³gagal´. Demontrate. yang dikembangkan dengan konsep: EEL Dr. C(Enroll. dan masing-masing akan menjadi umpan balik demi pencapaian hasil yang tepat sebagaimana dimaksudkan. (2) Segalanya Bertujuan. jentikan jari. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Segalanya Bertujuan. menentukan kebijakan kelas. yaitu agar siswa dapat belajar secara optimal untuk mencapai prestasi yang tertinggi. mereka patut diberi pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. baik usaha yang sudah tepat atau yang belum. Isi merupakan penyajian materi pelajaran yang menerapkan kerangka pembelajaran kuantum. Jelasnya. Belajar mengandung resiko. Ketika siswa telah mengambil langkah ini. Label. guru perlu terlebih dahulu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengalami atau mempraktikkan sendiri. (3) Pengalaman Sebelum Pemberian Nama. Pengalaman Sebelum Pemberian Nama. Jika Layak Dipelajari. hingga cara merancang pengajaran. Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong mereka memperkuat rasa tanggung jawab dan mengawali proses belajar mereka sendiri. Maka Layak Pula Dirayakan. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar. lingkungan yang mendukung. membuat mereka penasaran. guru harus mengakui setiap usaha siswa. Pengalaman menciptakan ikatan emosional dan peluang untuk penamaan. Pengalaman juga menciptakan pertanyaan mental. Review.Bagaimana?. Konteks adalah kondisi yang disiapkan bagi penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas berdasarkan kerangka pembelajaran kuantum. Mengapa?. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Kuantum mengambil bentuk hampir sama dengan sebuah simponi. misalnya: tepuk tangan. Prinsip Akui Setiap Usaha mengandung konsekuensi bahwa dalam pembelajaran. dan lain-lain. Segalanya Bertujuan berarti bahwa semua upaya yang dilakukan guru dalam menggubah kelas mempunyai tujuan. dan menghubungkan belajar dengan perayaan. Setiap detail mengabarkan sesuatu² tentang diri dan sikap guru terhadap hal mengajar dan belajar. Setiap hasil adalah prestasi. Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk hal-hal yang mereka pelajari. Akui Setiap Usaha. Experience. dan rancangan pengajaran yang dinamis. kejutan. sehingga pendidikan mereka lebih dari sekadar mencapai nilai tertentu. guru dan siswa perlu sering-sering merayakan kesuksesan belajar. Dalam proses pembelajaran. Dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru. dan (5) Jika Layak Dipelajari. yaitu: (1) Segalanya Berbicara. landasan yang kukuh. pengalaman membangun keingintahuan siswa. menciptakan petanyaan dalam benak mereka. Yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. yang membagi unsur-unsur pembentuk simponi menjadi dua kategori.Prinsip-prinsip Pembelajaran Kuantum Pembelajaran kuantum menggunakan prinsip-prinsip yang terdiri dari lima macam. Bentuk perayaan. dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran. Siswa akan menanti kegiatan belajar. guru wajib menggubah kelas menjadi ³komunitas belajar´²masyarakat mini yang setiap detailnya telah digubah secara saksama untuk mendukung belajar optimal²dari cara mengatur bangku. Perayaan juga akan mengajarkan kepada siswa mengenai motivasi hakiki tanpa ³insentif´. Penyiapan kondisi ini meliputi orkestrasi: suasana yang menggairahkan. Jadi. Perayaan merupakan sarapan bagi pelajar juara. (4) Akui Setiap Usaha. . yaitu: konteks dan isi. Maka Layak Pula Dirayakan. Sebab itu dalam proses pembelajaran. sebelum menyajikan materi pelajaran. Segalanya Berbicara.

Metode global dapat juga diterapkan dengan kalimat tanpa bantuan gambar. lebih efektif dan efisien Tidak memerlukan fasilitas dan sarana yang lebih rumit Salah satu metode pembelajaran membaca permulaan yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah metode membaca global. 2000. Depdiknas (2000:4) menawarkan berbagai metode yang diperuntukkan bagi siswa permulaan. .and Celebrate). Alami. dan (6) penghargaan terhadap setiap usaha berupa pujian. menguraikan kata menjadi suku kata. Dapat menyenangkan siswa Tidak menyulitkan siswa untuk menyerapnya Bila dilaksanakan. Namai. dan metode SAS. dorongan semangat. Metode global adalah belajar membaca kalimat secara utuh. 2. Caranya ialah guru mengajarkan membaca dan menulis dengan menampilkan kalimat di bawah gambar. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. (4) penggunaan bahasa yang unggul. Jakarta: PT Rosda Jayaputra. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. (3) penyampaian materi dengan multimetode dan multimedia. 1997. Guru dianjurkan memilih salah satu metode yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada siswa. (6) dan penyajian materi pelajaran yang prima. Selanjutnya. ³Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu sebagai keseluruhan.´ Kemudian Depdiknas (2000:6) mendefinisikan bahwa metode global adalah cara belajar membaca kalimat secara utuh. guru sebaiknya mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang akan digunakan sebagai berikut: 1. siswa membaca tanpa bantuan gambar. Jika sudah lancar. Metode kata lembaga didasarkan atas pendekatan kata. Adapun pendekatan yang dipakai dalam metode global ini adalah pendekatan kalimat. dan menguraikan suku kata menjadi huruf. Penyajian materi pelajaran terdiri dari enam langkah dengan urutan: (1) penumbuhan minat siswa. Menurut hemat penulis. Purwanto. Menurut Purwanto (1997:32). metode global. Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model kuantum menunjukkan ciri-ciri: (1) penggunaan musik dengan tujuan-tujuan tertentu. atau tepukan. misalnya: i ± n ± i . antara lain: metode eja/bunyi. Selanjutnya. (2) pemanfaatan ikon-ikon sugestif yang membangkitkan semangat belajar siswa. M.n ± a ± n ± i Kepustakaan: Depdiknas. 3. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen. yaitu cara memulai mengajarkan membaca dan menulis permulaan dengan menampilkan kata-kata. (4) adanya demonstrasi oleh siswa. EEL Dr. Pendekatan yang dipakai dalam metode eja adalah pendekatan harfiah. siswa menguraikan kalimat menjadi kata. Ulangi. Metode eja adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Penemu metode ini ialah seorang ahli ilmu jiwa dan ahli pendidikan bangsa Belgia yang bernama Decroly. penting sekali guru menggunakan metode membaca. (3) penggunaan ³stasiun-stasiun kecerdasan´ untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya. 4. Pembelajaran metode Eja terdiri dari pengenalan huruf atau abjad A sampai dengan Z dan pengenalan bunyi huruf atau fonem. Metode global ini didasarkan pada pendekatan kalimat. misalnya: Ini nani 2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /nani/ 3) Menguraikan kata-kata menjadi suku kata: i ± ni na ± ni 4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf. (5) suasana belajar yang saling memberdayakan. Siswa mulai diperkenalkan dengan lambang-lambang huruf. Demonstrasikan. danRayakan). Dalam bahasa Indonesia. (5) pengulangan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar tahu. metode SAS didasarkan atas pendekatan cerita. Ngalim dan Djeniah. Metode pembelajaran di atas dapat diterapkan pada siswa kelas rendah (I dan II) di sekolah dasar. Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut: 1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar. (2) pemberian pengalaman langsung kepada siswa sebelum penyajian. C diterjemahkan oleh Ary Nilandary menjadiTANDUR (Tumbuhkan. metode kata lembaga. Bagi siswa kelas rendah (I dan II).

. menguasai bacaan dengan lancar. pengajar dengan sebagian anak yang lain. Menampilkan gambar sambil bercerita. suku kata. Menempel-empelkan kata kata yang tersusun menjadi kalimat yang berarti. PEMBELAJARAN Ditandai: | metode pembelajaran bahasa « Metode Terjemahan dalam Pengajaran Bahasa Metode Suku Kata. 3. Regu yang dipimpin oleh Dr. Analitik melakukan proses penguraian. Landasan linguistiknya bahwa itu ucapan bukan tulisan. Anak-anak harus menguasai suku kata lebih dulu untuk dapat membaca sebuah kata. Broto pada waktu itu telah menghasilkan Metode SAS. Media lain selain papan tulis. kata. Metode Suku Kalimat dan Metode IKP » Metode Suku Kata. Membaca permulaan dengan buku 6. Metode ini dapat sebagai landasan berpikir analisis. muncullah kalimat anak-anak yang sesuai dengan gambar. 1) Metode SAS mempunyai kesan bahwa pengajar harus kreatif dan terampil serta sabar Tuntutan semacam ini dipandang sangat sukar untuk kondisi pengajar saat ini. Begitu seterusnya sehingga semua anak mendapat giliran untuk menyusun kalimat. papan panel.Baca juga tulisan berikut: Kesulitan siswa membaca permulaan Penyebab siswa kurang lancar membaca Model pembelajaran tematik. Prosedur yang ditempuh hampir sama dengan metode. Lebih luas lagi Metode SAS dapat dipergunakan dalam berbagai bidang pengajaran. Membaca lanjutan 7. Broto khususnya disediakan untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD. Teknik pelaksanaan Metode SAS ialah keterampian memilih kata kartu kata dan kartu kalimat. Sementara anakanak mencari huruf. Membaca kahmat secara structural 5. b. papn tali. 2) Banyak sarana yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan metode ini untuk sekolah sekolah tertentu dirasa sukar. Bahasa Indoensia yang mempunyai sifat aglutinatif berbeda jelas dengan bahasa-bahasa lain terutama bahasa Inggris. Mula membaca permulaan dijadikan dua bagian Bagian pertama Membaca permulaan tanpa buku Bagian pertama Membaca permulaan buku 2. bahwa bahasa Indonesia mempunyai struktur tersendiri. Segi lemahnya . Metode ini dikenal juga dengan nama Metode KRS (Kupas Rangka Suku kata). Dengan langkah-langkah yang diatur sedemikian rupa membuat anak mudah mengikuti prosedur dan akan dapat cepat membaca pada kesempatan berikutnya c.S. Setiap kali gambar diperlihatkan. OHP (Over Head Projector) dapat juga digunakan. Prosedur penggunaan Metode SAS 1. kelebihan dan kelemahannya Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Metode ini diprogramkan pemerintah RI mulai tahun 1974. Landasan pedagogiknya. unsur bahasa dalam metode ini ialah kalimat. Dalam proses operasionalnya metode SAS mempunyai langkah-langkah berlandaskan operasional dengan urutan : Struktural menampilkan keseluruhan. Membaca dalam hati Segi baiknya a. membacanya dan yang paling mengutpnya sebagai ketreampilan menulis. Metode Bunyi adalah metode untuk belajar membaca permulaan. Berhubung dengan itu untuk belajar membaca-menulis permulaan banyak pengajar berkecenderungan menggunakan Metode KRS di samping . Menurut A. Landasan psikologisnya : bahwa pengamatan pertama bersifat global (totalitas) dan bahwa anak usia sekolah memiliki sifat melit (ingin tahu). A. (1) mengembangkan potensi dan pengalaman anak. 4. Berdasarkan landasan linguistik metode ini akan menolong anak. bahasa yang disebut terakhir ini bersifat fleksi. (2) membimbing anak menemukan jawab suatu masalah.S. Sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk Struktural semula. Filed under: Bahasa. Metode ini cenderung menggabungkan antara suku kata dengan sukun kata lain dan pada tahap awal anak-anak masih terbiasa menggunakan tanda sambung untuk menggabungkan suku kata-suku kata tersebut. Metode Suku Kalimat dan Metode IKP Metode suku kata ini juga sebagaimana Metode Abjad. 3) Metode SAS hanya untuk konsumen pembelajar di perkotaan dan tidak di pedesaan 4) Oleh karena agak sukar menganjarkan para pengajar metode SAS maka di sana-sini Metode ini tidak dilaksanakan. Merekam bahasa anak melalui pertanyaan-pertanyaan dari pengajar sebagai kontak permulaan.

Setiap suku kata. ka ± ki.Metode Ejaan yang tampaknya sudah mendarah daging di mana-mana. . ini mengutamakan bagi pelajaran menulis. c. Ketiga metode ini berbeda dalam segi kuantitatif tetapi sama dalam segi kualitatif. misalnya anak harus menyelesaikan suatu kalimat. Metode kalimat dapat mudah diikuti anak-anak diperkotaan karena faktor-faktor lingkungan. Jadi pada hakekatnya metode IKP dapat diterapkan pada anak-anak yang sedang mempelajari bahasa kedua dengan mempertimbangkan segi kemampuan dss. Metode IKP Metode IKP hakikatnya adalah tiga metode yang dilaksanakan secara serentak. 3) Sekali berucap telah tercakup paling banyak tiga bunyi.sebuah kalimat. sedangkan pada K sumber kesalahan tampak pada kalimat ³ingkar´. Metode Kalimat Metode ini disebut juga Metode Global karena yang mula-mula disajikan kepada pembelajar adalah kalimatkalimat pendek bersifat global. Piusedm penguraian dari bentuk kalimat menjadi kata dari kata menjadi sukusuku kata akhirnya menjadi huruf. Metode ini sangat sukar diterapkan pada pembelajar di pedesaan atau lokasi terpencil. IKP mempunyai kepanjangan : Imitasi. b. Untuk memilih kalimat-kalimat yang sesuai dengan minat dan jalan pikiran anak-anak dengan mempertimbangkan setiap kalimat pada mula-mula harus . Sifat ini sangat sesuai dengan jiwa anak-anak yang suka pada hal-hal yang ritmis. Baik Metode Kalimat maupun Metode SAS melatih anak-anak terbiasa menganalisa. Segi lemahnya a. Setiap suku kata bersifat hidup. hal ini dapat mendukung posisi Metode KRS itu sendiri. melainkan merupakan proses produksi yang sangat terarah. Permainan macam apapun dapat dimanfaatkan untuk memperlancar pelaksanaan metode ini. Tindak lanjut seperti ini pembelajar akhirnya mengenal huruf hasil dan penguraian sebuah kalimat. b. ki ± ta. 4) Metode KRS meningkatkan daya imajinasi anak dalam hal mencari suku kata lain untuk membentuk sebuah kata baru yang berarti.ta : ta ± ni. . Permainan baik yang bersifat lucu maupun yang serius merjpakan pelaksanaan teknik pengajaran yang paling tepat untuk menerapkan metode KRS. Metode IKP ini disarankan oleh Desa Tombe dan ia membandingkan ketiga metode tersebut sebagai berikut: a. dapat dibaca dengan ritme tertentu dan dalam permainan dapat dipakai secara sambung bersambung sesuai dengan kegemaran anak bermain. Anak-anak yang kurang berminat pada bahasa K akan lebih baik daripada I. seperti: ma. Teknik pengajaran yang mengena ialah kegiatan dalam bentuk permainan anak-anak. Prosedur metode ini ialah (a) Imitasi : anak disuruh menirukan. Segi baiknya : 1) Metode ini berprinsip unsur bahasa adalah suku kata bukan kalimat. Metode KRS disebut juga Metode SAS yang lain. Komprehensi dan Produksi.terdiri dari tiga kata kemudian meningkat merupakan beban pengajar. jika metode SAS telah diperkenalkan baik pemgajar maupun pembelajar takkan mendapatkan kesulitan untuk mempelajarinya. (b) komprehensi : anak harus dapat menunjukkan dengan jalan apapun bahwa ia sebenarnya memahami maksud suatu kalimat dan (c) Produksi : proses produksi di sini bukan suatu kejadian yang spontan seperti pada teknik alamiah. 3. iesiapan anak-anak dalam situasi dan kondisi yang tidak sama. Jika I lebih baik daripada K anak-anak tentu dapat meneruskan kalimat-kalimat yang tidak dipahaminya dengan cara mudah dan lancar. c. Segi baiknya 1) Metode IKP dapat memahami kehendak anak-anak sesuai dengan cara memperoleh bahasa untuk mempelajari bahasa barunya. ni ± la. Dengan memberi tekanan pada K perlu juga diperhatikan segi semantisnya. Metode KRS banyak digemari anak-anak karena bersifat lebih ritmis kalau dibaca. dan seterusnya. 2) Berhubung dengan metode IKP adalah gabungan tiga metode ini berarti bahwa anak anak sekaligus telah mampu diterapi tiga metode belajar bahasa sesuai dengan kesiapan mentalnya. Pilihan kata dalam kalimat harus disesuaikan kata-kata yang sering dipakai anak-anak pergaulan sehari-hari. singkatan dari Sibalik Analitik Sintetik. sehingga metode ini memiliid proses menganalisa saja Segi baiknya 1. la -ma. 2. Segi Lemahnya Ada kemungkinan tanda-tanda sambung jika ini diharuskan dipakai: akan terbiasa ditulis anak-anak pada tingkat lanjutan. Catatan untuk metode ini bahwa huruf sebagai unsur bahasa tidak digabungkan lagi menjadi suku kata dan seterusnya. ma ± ka. 2) Metode KRS sesuai pula dengan karakteristik bahasa-bahasa Ostronesia. 1 lebih baik daripada K dan K lebih baik daripada P. Proses penguraian cenderung seperti pada Metode SAS. Jika menjadi tekanan adalah P maka perlu diperhatikan bahwa kalimat ³pasif dan kalimat ³majemuk´ serta kalimat adalah yang paling sukar dihayalkan oleh anak-anak.

Metode ini dalam pelaksanannya dapat ditunjang teknik pengajaran berwujud latihan-latihan baik dengan rekaman maupun sebagai penggantinya. Segi lemahnya a. pengajar. . . Latihan-latihan dapat menitikberatkan unsur unsur yang dipandang penting sesuai dengan urutan yang diberikan. Anak-anak yang kurang mampn dan kurang berminat pada bidang bahasa metode IKP dapat menghambat lancarnya belajar Bahasa Indonesia. Oleh karena metode IKP adalah gabungan tiga metodel ini berarti pengajar dituntut mampu memenuhi prinsip-prinsip yang terdapat dalam ketiga metode tersebut b.3) Metode IKP cenderung mengikuti segi sistem belajar ³berpikir´ Piaget.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful