JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415 Vol. 1 No.

1 Agustus 2008 STUDI GEOLOGI PENDAHULUAN EKSPLORASI BIJIH BESI DI KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Inti Widi Prasetyanto1
Kebutuhan akan beberapa komoditi mineral logam khususnya bijih besi saat ini sedang mengalami peningkatan, terlihat adanya permintaan pasar domestik maupun regional yang semakin 39 me nin gka t. Berdasarkan gejala tersebut, maka dibutuhkan usaha pencarian akan sumber-sumber bahan mineral logam khususnya bijih besi. Usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan pertambangan bijih besi swasta di Propinsi Kaliman-

litologi dan struktur geologi. 1984) 0Lokasi daerah secara administrasi terletak di Desa Sumber Mulya. In Team Mining telah melakukan kegiatan eksplorasi bijih besi dengan menggunakan metode resistivity 2D. (Peter.8” BT dan 03051’ 41.2” BT sampai 11447’ 50. Pelaihari Mas Utama tahun1987 (Sikumbang. 1978). Daerah penyelidikan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari Banjarmasin ke selatan menuju Pelaihari sejauh 65 kilometer dan dari Pelaihari menuju Gunung Tembaga sejauh 7km ke arah selatan. Orientasi lapangan dilakukan untuk mengetahui batas-batas koordinat daerah penyelidikan.4” LS. evaluasi data dan peta geologi regional. pengumpulan data sekunder.047’32. 1982) Dalam studi pendahuluan geologi dilaksanakan dalam beberapa tahapan penyelidikan dan memerlukan beberapa peralatan dalam penyelidikan. Adapun metode pembuatan peta topografi tersebut menggunakan beberapa cara seperti kompas dan pita ukur. PT. Kecamatan Pelaihari. Hasil penyelidikan menunjukkan satuan tanah pelapukan yang mengandung lensa cebakan bijih besi dengan nilai tahanan jenis 0 sampai dengan 10 m. pembuatan peta geologi daerah.000. Studi geologi pendahuluan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan dari lokasi keterdapatan bijih besi di Gunung Tembaga yang meliputi aspek geomorfologi. Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral di Bandung.JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. Penelitian dan pemetaan pernah dilaksanakan oleh PT. Secara geografis daerah penyelidikan ini terletak pada koordinat 1140. serta hasil data penyelidikan terdahulu dan pustaka yang berkaitan dengan keberadaan dan sebaran bijih besi. dkk. dan untuk kepentingan tahapan eksplorasi dibuatkan peta topografi dengan skala 1:1000. didapatkan dalam bentuk boulder bijih besi delluvial atau colluvial. analisis laboratorium serta pembuatan laporan. Menurut Tim Eksplorasi CV. pengamatan dan pengumpulan data lapangan. pembuatan peta topografi dan pengamatan aspek geologi. studi kelayakan. Untuk explorasi daerah tersebut diperlukan suatu metode arahan eksplorasi evaluasi. . Studi pustaka dan pengumpulan data sekunder antara lain peta geologi regional dan peta rupa bumi daerah penyelidikan. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 tan Selatan secara geologi menunjukkan indikasi adanya keterdapatan endapan mineral bijih besi dan lainnya. Pengumpulan data lapangan meliputi orientasi. kombinasi kompas dengan GPS. PT. Propinsi Kalimantan Selatan. tersebar cukup luas tetapi tidak merata dalam tingkat kedalamannya diperkirakan antara 5-15m. Pekerjaan studio dan pembuatan laporan meliputi penyempurnaan peta topografi.(Zen. dkk 1994). Pembuatan peta topografi dilakukan karena belum tersedianya peta topografi daerah penyelidikan dalam skala yang memadai.Rizqa Amanah Mulia Abadi tahun 2006. Pelaihari Mas Utama tahun 1987 telah melakukan eksplorasi emas dan logam dasar dan menemukan adanya dua zona mineralisasi. plane table. dilakukan Uji Kimia Metode XRF di Laboratorium Geologi. Sedangkan tujuan dari penyelidikan pada geologi pendahuluan adalah untuk mengetahui sebaran bijih besi di permukaan dan kemungkinan di bawah permukaan. Kabupaten Tanah Laut.8” LS sampai 0352’06. Pengamatan data geologi di permukaan untuk mengetahui kandungan oksida utama dan unsur-unsur logam lainnya dari contoh batuan yang mengandung bijih besi dari daerah penyelidikan. meliputi: studi pustaka. Zona Utara diwakili oleh quartz-hematitmagnetit terbreksikan menempati urat berarah retakan NE pada andesit porfiritik terkloritkan berfoliasi lemah. Pusat Survei Geologi. Hanya tersedia peta rupabumi skala 1:50. dan rencana eksploitasi penambangannya (Sanusi. Zona Selatan dicirikan oleh retakan tarik dan sebuah patahan yang berhubungan dengan urat kuarsa magnetit yang menempati sekis klorit. 1 No.

Rizqa Amanah. Menurut Tim Eksplorasi CV. Semua data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder dikumpulkan.evaluasi hasil penyelidikan terdahulu dan analisis hasil uji kimia contoh batuan. untuk melakukan kegiatan penyelidikan geologi pendahuluan di . untuk diolah. lalu dia-nalisis untuk pengambilan 40 kesimpulan. kemudian ditafsirkan.

Formasi Berai. serta Aluvium. Secara fisiografi daerah penyelidikan tersusun oleh perbukitan bergelombang lemah sampai sedang. mineral lain hornblende. granofirik dan mirmekit. Formasi Paniungan. berhablur penuh hipidiomorf. sekis talkklorit. berhablur penuh. 1 No. Sedangkan pada mineral zircon ultramafik. palu geologi. tersusun oleh mineral labradorit dan augit. Formasi Warukin. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 Gunung Tembaga.5mm. butiran 1–3. berwarna kelabu kehijauan. Formasi Paau. 1978) Batuan Gabro. Tanah Laut. (Peter. hipidiomorf berbu-tir seragam. besaran butir antara 1– 4. tersusun oleh mineral ortoklas. butiran 0. Formasi Keramaian. kuarsa. peridotit terserpentinitkan dan batuan volkanik. Formasi Pitanak. Diabas. berwarna kelabu.Plane table. berbutir seragam. Kamera. diorit. mineral plagioklas (andesine). Keramaian. dengan mineral tambahan biotit. dari granit Riam Adungan menunjukkan umur 89. Pen magnet. hipidiomorf berbutir seragam. Diorit. Daerah penyelidikan secara regional Lembar Amuntai pentarikhan berdasarkan K-Ar menunjukkan umur 115±1 juta tahun atau Kapur termasuk bagian akhir Barat Daya dari Pegunungan Meratus.JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. muskovit dan bijih. hipidiomorf.5mm. Loupe. Pelaihari.peta rupa bumi. Formasi Dahor. berwarna putih kecoklatan. berhablur penuh. tersingkap di dua tempat di S. terdiri dari satuan batuan Awal.63 ±10. Granit.5– 1. Anggota Batukora. Granit. antara lain meliputi: Batuan Ultramafik. Rimuh dan S. Batuan Malihan Gabro. tersusun oleh mineral plagioklas (labradorit) dan piroksen (augit) dengan mineral ikutan hornblende dan bijih. Basal. butiran berkisar 1–2. berhablur penuh. Formasi Manunggul. kompas geologi. sedikit plagioklas (albit). Kintap dekat kampung Riam Adungan. Diabas. Formasi Batununggal.5mm. Di . Andesit Porfir. Formasi Tanjung. Flagging tape. hornblende dan bijih malihan dan batuan ultramafik. berwarna kelabu.5 mm. Olistolit Kintap. Tempat piroksen terkloritkan ini menjadi hornblende. rongga terisi kuarsa. Formasi Pudak. bertekstur grafik. tersingkap di G. Secara regional daerah Pelaihari dan sekitarnya tersusun oleh beberapa batuan yang berumur mulai dari PraTersier sampai Kuarter. Kalimantan Selatan diperlukan beberapa sarana peralatan utama maupun pendukung meliputi peta geologi regional.49 juta tahun. Formasi Pudak. berbutir seragam. Di beberapa tempat batuan ultramafik. GPS merk Garmin type GPS V. memperlihatkan tekstur diabas.

diantaranya Orbitu- . Formasi Paau. Batuan ini terdapat bersama batuan ultramafik dan gabro. setempat kaya akan fosil orbitulina. membentuk butir menyudut–membulat tangggung.2– 1. porfiritik dengan fenokris plagioklas (labradorit) dan piroksen (augit). terdiri dari lava andesit berwarna kelabu. porfiritik dengan fenokris plagioklas. berwarna kelabu kehitaman. berupa breksi gunungapi. berlapis baik. berhablur penuh. berwarna kelabu kehitaman bersusunan basal. berukuran 5–30cm. Formasi Batununggal. berbutir tak seragam. Andesit porfir. dengan fenokris plagioklas dan hornblende. kuarsa dan seladonit. umumnya lapuk berwarna coklat. terdiri dari batugamping klastika berwarna kelabu hitam. Setempat amigdaloid dengan lorong terisi mineral karbonat. berongga. massa dasar mikrofelsit. Pinang dan Hajawa. berkomponen batuan andesit–basal. setempat porfiritik dengan fenokris plagioklas. setempat berstruktur bantal. hipidiomorf. porfiritik. dengan massa dasar batupasir tuf. butir hablur antara 0. berasosiasi dengan lava. Tebal formasi diperkirakan 500m. umumnya berlongsong yang terisi mineral zeolit. Berasosiasi dengan 41 breksi–konglomerat volkanik. coklat bila lapuk. kemas terbuka. berukuran beberapa sampai puluhan sentimeter dan dengan massa dasar batupasir gunungapi. bentuk butir menyudut tanggung. Batuan ini menerobos Formasi Manunggul berupa retas dan stock. Ketebalannya diperkirakan 750m. berwarna kelabu. berbutir halus–sedang. terpilah buruk. setempat merupakan breksi batugamping.Basal berwarna kelabu hitam. Formasi Pitanak. terpilah buruk. berkomponen andesit– basal porfiri. berhablur penuh hipidiomorf. berbutir tak seragam. Sebarannya di Sungai Paau. massa dasar mikrolit plagioklas dan piroksen yang memperlihatkan tekstur antar butir.5mm.

dan batulempung berwarna kelabu setempat terserpihkan dengan ketebalan 25-75cm. Kendihin dan hulu Sungai Riam Kiwa. Ketebalan formasi lebih kurang 750m. mencapai 2 km. juga foraminifera kecil bentos dari keluarga Milliolidae menunjukkan umur Eosen. batuan malihan dan ultramafik. terdiri dari batulempung berwarna kelabu. dengan fenokris plagioklas dan piroksen. Olistolit Kintap. berbutir sedang hingga kasar. bersisipan dengan batulanau berwarna kelabu. dan batulempung. berukuran sekitar 2–10cm. Formasi ini merupakan endapan flysch dan berstruktur turbidit. dijumpai pada bagian atas formasi. echinoid dan foraminifera diantaranya Nummulites javanus (Verbeek) dan Heterostegina sp. dijumpai pada bagian bawah formasi dengan tebal lapisan 50–150m setempat dijumpai lensa batugamping warna kelabu kecoklatan. terpilah buruk. hijau tua– hitam. tersingkap di Mangkarak. Paniungan dan di hulu S. Formasi Paniungan. terdiri dari batugamping berwarna putih kelabu. tersusun dari kepingan batuan dan feldspar dalam massa dasar lempungan. Olistolit batugamping paling luas. Formasi Berai. dengan tebal perlapisan berkisar 2–50cm. gampingan dan agak rapuh. Anggota Batukora. menunjukkan umur nisbi Oligosen. foraminifera dan ganggang. umurnya diperkirakan awal Kapur Akhir. bersisipan dengan batupasir kelabu kecoklatan. Formasi Tanjung. berstruktur sedimen laminasi halus dan perlapisan silang siur. rijang. terendapkan dilingkungan paralikneritik. oculata. setempat kaya akan koral. bersisipan napal berwarna kelabu muda padat berlapis baik (10– 15 cm). pejal. Formasi Pudak. pejal. Bagian bawah mengandung batupasir konglomeratan. Berdasarkan kumpulan foraminifera besar yang terdapat dalam batugamping. tebal perlapisan 1–5m. sebagai selingan dijumpai batupasir berwarna kelabu. dengan massa dasar batupasir. tersusun oleh batupasir kuarsa berbutir halus sampai kasar dengan tebal perlapisan 50–150 cm. setempat gampingan berstruktur kerucut dalam kerucut. berasosiasi dengan rijang. kuarsit. berwarna kelabu muda–tua dan putih kekuningan. terdiri dari batugamping klastika pejal sampai berlapis tebal. dibeberapa tempat dijumpai fosil di antaranya Turitella. mengandung foraminifera plankton. tersusun oleh andesit piroksen porfir. sisipan batubara berwarna hitam. terdiri dari konglomerat aneka bahan. Formasi Pudak. Formasi ini berumur Kapur Akhir. dengan komponen batuan mafik. komponen terdiri dari kepingan batuan basal– andesit dan batugamping Orbitulina dengan massa dasar yang telah mengalami penghabluran ulang. Ukuran Olistolit berkisar antara beberapa cm sampai ratusan meter. tersusun lava dengan perselingan konglomerat/breksi vulkaniklastik (hialoklastik) dan batupa-sir kotor dengan olistolit batugamping. Di beberapa tempat dijumpai fosil moluska. Tebalnya diduga lebih kurang 750m. basal porfir. sekis dan batuan sediment. Formasi Pudak. Formasi ini terendapkan dalam lingkungan neritik dan ketebalan formasi .JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. warna kelabu kehitaman. Sebarannya dijumpai di S. Tebalnya diduga 50m. Bagian atas formasi menjemari dengan Formasi Keramaian. dengan batulanau dan batulempung. dengan tebal perlapisan 20–50cm. berlapis baik dengan ketebalan 20-200cm. ignimbrite. sangat padu. pejal. terdiri dari perselingan antara batupasir (vulkarenit) berwarna kelabu kehitaman sangat padat. Satui. mengandung kepingan moluska. setempat sisipan batugamping konglomeratan. sisipan batulempung berwarna kelabu setempat menyerpih. Formasi Manunggul. berwarna kelabu kemerahan. Pada bagian atas satuan ini menjemari dengan vulkaniklastik pejal (hialoklastik). Orbitulina sp dan Orbitulina primitive yang menunjukkan umur akhir Kapur Awal. ketebalan perlapisan 30– 150 cm. ultramafik. Kedua batuan ini. bentuk butir menyudut–menyudut tanggung. massa dasar tansat-mata. 1 No. Formasi Keramaian. mengkilat. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 lina cf. Batuan ini tidak selaras di atas batuan malihan (113 juta tahun) sehingga umurnya diperkirakan lebih muda dari Kapur Awal. adalah yang dominan dalam satuan ini.Tebalnya diperkirakan mencapai 300 meter.

lebih kurang 1000m. 42 .

Pada akhir Kapur Awal terbentuk Kelompok Alino yang . Umurnya diduga PlioPlistosen. 1984). yang menyebabkan bercampurnya batuan ultramafik dan batuan malihan. mengandung ion Fe positif 3. menunjukkan umur nisbi akhir Miosen Awal Miosen Tengah. Dalam keadaan ferric atau trivalent. Berdasarkan fosil foraminifera yang terkandung dalam batulempung pasiran. konglomerat dan batulempung lunak. tersusun oleh perselingan batupasir kuarsa halus–kasar setempat konglomeratan (5-30cm) dan batulempung (3–100cm). Kegiatan tektonik di daerah itu diduga telah berlangsung sejak Jaman Jura. Formasi Dahor. lempung dan lumpur. Sifat besi yang sangat kuat serta mempengaruhi distribusi karena kemampuannya berada dalam lebih dari satu keadaan oksidasi. kaolin (30–100cm) dan limonit. dengan sisipan batulempung pasiran dan batu-bara (20–50cm) terendapkan dalam lingkungan paralik dengan ketebalan diperkirakan 1250m. makin banyak zat asam bergabung dengannya. Dalam keadaan ferrous atau divalent mengandung ion Fe positif 2 dan dalam keadaan metallic seperti dalam pusat bumi.JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. besi bervalensi nol. Aluvium. pasir. lanau. sebab zat asam bervalensi 2 yang konstan dan negatif (Sanusi. Unsur besi tersebar luas dalam kerak bumi dan membentuk banyak sekali mineral. terdiri dari batupasir kuarsa kurang padu. Pada zaman Kapur Awal atau sebelumnya terjadi penerobosan granit dan diorite yang menerobos batuan ultramafik dan batuan malihan. at batuan Tersier dan praTersier. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 Formasi Warukin. dengan sisipan lignit (5–10cm). 1 No. tersusun oleh kerikil. Formasi ini terendapkan dalam lingkungan paralik dengan tebal formasi diperkirakan 250m. Sejalan dengan itu terjadilah penyesaran naik dan penyesaran geser yang diikuti sesar turun dan pembentukan Formasi Dahor pada Kala Pliosen. Makin tinggi valensi positifnya.

warna cerat kuning kecoklatan. sistem kristal orthorhombic. Warna dan cerat membedakan goethit dari hematit. juga terbentuk oleh penguapan langsung dari air laut atau air meteoric di rawa-rawa atau lagoon. sesar naik. kuning oranye. Warna coklat kehitaman sampai kuning atau coklat kemerahan sampai kuning ke-coklatan. sinklin. kekerasan 5–5.Goethit atau limonit. pyrit. sesar mendatar dan sesar turun. pecahan uneven.5.3 sampai 4.3. siderit. Sumbu lipatan umumnya berarah timurlaut–baratdaya dan umumnya sejajar dengan arah sesar normal. . Goethit biasanya dihasilkan dari pelapukan mineral-mineral besi. densitas 3. magnetit atau glauconit dibawah kondisi oksidasi pada temperature normal. Goethit sebagai penyusun utama Struktur geologi regional yang terdapat di Lembar Banjarmasin adalah antiklin.

43 .

1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 44 .JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. 1 No.

diperkirakan sebagai kelanjutan dari keterdapatan tubuh iron ore yang besar di sebelah selatannya sebagai kelanjutan dari zona patahan yang melewati daerah tersebut. Keberadaan endapan pasir besi dan bijih besi yang berukuran kerikil sampai kerakal yang cukup banyak. ODi lembah ini pula terdapat singkapan endapan bijih besi yang berukuran pasir. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 semprot menggunakan mesin pompa untuk beberapa jenis endapan komersial bijih besi (Jensen.56 % dan elemen Fe sebesar 66. dkk. Ketebalan singkapan lebih kurang 1m dengan panjang lebih kurang 100 meter.14 % (Conto nomer BTS 01) dan kandungan oksida Fe2323 sebesar 94. 1 No.2 % (Contoh nomer BTS 02). Hasil uji kimia .65 % dan unsur Fe sebesar 66. 1981). Berdasarkan hasil uji kimia metode XRF yang dilakukan di Laboratorium Geologi Pusat Survey Geologi di Bandung terhadap conto bijih besi yang diambil dari daerah penyelidikan menunjukkan kandungan oksida FeO sebesar 94.JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol.

53 FeO% 94.terdapat cara penambangan dengan menggunakan pompa air dan disemprotkan ke permukaan dari endapan koluvial.0091 MgO % 0. Selanjutnya bijih besi tersebut ditempatkan dalam karung.341 K2O % 0.365 0.329 CaO % 0. sehingga bijih besi yang berukuran kerikil sampai kerakal akan terlepas dari massa endapan.01 1.0087 0.56 94.037 Al22O23 % 2.20 % 0.0732 0.0046 P2O5 % 0.14 66.355 0.0457 0.65 MnO % 0. KESIMPULAN Oksida Satuan BTS 01 BTS 02 SiO2 % 1.0216 0.61 2.0342 Elemen Fe .371 Na23 O % 0. Namun demikian ada juga cara penambangan bijih besi dengan menggunakan alat berat seperti back hoe dan bijih besi yang diperoleh diangkut menggunakan truck.0777 SO3 % 66.13 TiO % 0.0176 0.408 0.

yang tersusun oleh lapukan sekis dengan fragmen batuan beku basa (sebagian dengan kandungan Fe tinggi). Model keterdapatan endapan mineral bijih besi yang dijumpai di daerah Gunung Tembaga dan sekitarnya Kecamatan Pelaihari. Kondisi batuan yang menyusun daerah penyelidikan pa- 45 . diperkirakan dapat berasal dari jenis magmatik. Kabupaten Tanah Laut. Propinsi Kalimantan Selatan. Kedua satuan batuan tersebut ditutupi oleh endapan koluvial dengan ketebalan 1-2m.Endapan mineral bijih besi yang dijumpai di daerah penyelidikan dan sekitarnya. residual atau oksidasi. Kedua satuan batuan tersebut sulit ditentukan posisi stratigrafinya. dapat disa-Perbukitan di daerah penyelidikan disusun oleh litologi atau batuan yang terdiri dari kelompok batuan metamorf atau malihan yaitu sekis–filit dan kelompok batuan beku basa– ultrabasa yaitu gabro–peridotit. dan fragmen kuarsit. Kedua satuan batuan tersebut diperkirakan berumur PraTersier yaitu Kapur Awal. replacement.

New York. John Wiley & Sons. Banjarbaru. Laporan Kegiatan Eksplorasi Bijih Besi Dengan Menggunakan Metoda Resistivity 2 D. Kekar tersebut mempunyai arah N330 E/8500 E/45 dan N 1750. Sikumbang. 593p.kan kegiatan tahapan eksplorasi berikutnya yaitu survey geofisika dengan metode tahanan jenis dan atau geomagnet agar dapat dibuat pemodelan dan interpretasi atau penafsiran kondisi bawah permukaan di daerah Gunung Tembaga dan sekitarnya. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press dan Yayasan Obor Indonesia. Bandung. Economic Mineral Deposits.. perlu ditindaklanjuti dengan mengada. Zen. Toronto. hal 241. M. Toronto.JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. 2006. Tim Eksplorasi CV.M. Peta Geologi Lembar Banjarmasin. Brisbane. W.. diperuntukkan bagi PT.J. 187h. and Bateman. Ka-bupaten Tanah Laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Third d Edition. New York.C. B. diketahui kadar unsur Fe di daerah penyelidikan mencapai 66%. N dan Heryanto. Skala 1 : 250. R.T. Di daerah penyelidikan dan sekitarnya dijumpai adanya sebaran mineral bijih besi di permukaan yaitu magnetit. dan Skinner. Dari hasil uji kimia. 1984. Sedangkan patahan atau sesar yang terdapat di daerah penyelidikan adalah sesar naik dengan dijumpainya singkapan drag fold atau lipatan akibat seretan dengan arah N200 E/550.L. 1982. Sanusi. DAFTAR PUSTAKA Jensen. Jakarta. In Team Mining. PT. Propinsi Kalimantan Selatan. Bina Aksara. 696p. 46 . Untuk mengetahui hal tersebut. hematite serta limonit yang berukuran pasir. Mengenal Hasil Tambang Indonesia.. B. Chichester. A. Kalimantan. Kecamatan Pelaihari.. 00Struktur geologi yang berkembang di daerah penyelidikan adalah kekar dan sesar atau patahan. yang terisi oleh mineral kuarsa. 1994. 000. Brisbane. 1 Agustus 2008 ISSN: 1979-8415 da umumnya sudah mengalami pelapukan yang cukup kuat. kerikil sampai kerakal. M. Exploration and Mining Geology. 1 No. 1978. Rizqa Amanah Mulia Abadi. Industri Mineral dan Sumber Daya Bumi. 1981. Chichester. John Wiley & Sons. Peter. Sedangkan yang masih menjadi pertanyaan adalah dugaan kemungkinan terdapatnya tubuh iron ore yang cukup besar di bawah permukaan dan berapa besarnya volume cadangan yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful