Sejarah perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia

Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu: 1. 2. 3. 4. Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia, Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar, Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.

Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. 1. Hipotesis Brahmana Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur. 2. Hipotesis Ksatria Pada hipotesis ksatria, peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India. Rupanya, diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria.

Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. dan bentuk tempat peribadatan. Hipotesis Waisya Menurut para pendukung hipotesis waisya. Selain itu. masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Dalam sistem ini kelompokkelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Selain pendapat di atas. kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. . Para ahli memperkirakan. Tarumanegara. misalnya dalam hal tata krama. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. 4. diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru. N. upacara-upacara pemujaan. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. 1. Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan. Setelah memperoleh ilmu yang banyak. mereka kembali untuk menyebarkannya. banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno.3. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Dilihat dari bentuknya. Agama Ketika memasuki zaman sejarah. yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India. arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Dengan jumlah yang besar. Hipotesis Sudra Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. 2. Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Oleh karena itu. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik. Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. Berita yang disampaikan prasastiprasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. seperti Kutai.J. arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha. dan Sriwijaya. Pemerintahan Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya. lahir kerajaan-kerajaan.

Arjunawiwaha. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu: 1. . berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan. 2. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Di samping kitab Weda. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini. berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit. berisi nyanyian-nyanyian suci. Kitab Brahmana. Dasa Dharma. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. 2. Agama Hindu Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta. akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia. 4. Negarakertagama. bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. yaitu Pancasila. 5. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Parasamya Purnakarya Nugraha. Sama Weda. berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.3. Yajur Weda. karya Mpu Prapanca. 3. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah: 1. Sutasoma. Bahasa Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. 4. Reg Weda. Atharwa Weda. karya Mpu Kanwa. Sastra Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. berisi syair puji-pujian kepada para dewa. umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu: 1. Kartika Eka Paksi. dan sebagainya. karya Mpu Tantular. dan 3. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Arsitektur Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak.

Dewa Siwa. sebagai dewa perusak.2. Kasta Ksatria. 2. sebagai dewa pencipta. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu: 1. terdiri dari raja. Dewa Brahmana. Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala. buruh kecil. Kasta Sudra. terdiri dari para petani. Kasta Waisya. serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacaraupacara keagamaan. ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian. Kasta Brahmana. berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup. Selain Dewa Trimurti. . dan budak. keluarga raja. 3. terdiri dari para pedagang. Dewa Wisnu. diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu: 1. 2. sebagai dewa pemelihara dan pelindung. dan bangsawan. 3. 4. yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta. Kitab Upanishad. terdiri dari para pendeta. dan buruh menengah. Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa).

2. Niat yang benar. 3. 2. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha. 3. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha. Buddha yaitu berbakti kepada Buddha. Buddha Mahayana. 2. Pandangan yang benar. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. 4. Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu: 1. Usaha yang benar. Perhatian yang benar. yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu. Bersemedi yang benar. 2. 6. Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu. Perkataan yang benar. Perbuatan yang benar. Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu: 1. 5. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya. 3. 8. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha. Buddha Hinayana. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha. Agama Buddha Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri. Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah: 1. 7. sehingga bisa mencapai puncak nirwana. akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu: 1. Penghidupan yang benar. Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu: .

Bodh Gaya. selain mempertahankan wujud-wujud aslinya. 4. yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi. dan menentukan cara hidup suatu kelompok. yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali. Menurutnya. rumah. dan sejenisnya. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru. dan sejenisnya. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada merupakan titik pusat perhatian tulisan. muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas.” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. tata perilaku. Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. 2. tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran. keyakinan. Terdapat gelombang-gelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Misalnya. pemikiran. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan. dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka.1. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini. yaitu tempat lahirnya Sang Buddha. pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. Istilah ini sesungguhnya . Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa. Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. nilai. tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua). Tidak senyum atau cemberut. Selain itu. perilaku. 3. Kusinagara. Kapilawastu. Budaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. Komponen material misalnya makanan. Budaya baru. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama. yaitu tempat wafatnya Sang Buddha. Namun. apapun itu. Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. Budaya tidak statis melainkan dinamis. teknologi. pakaian. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. keyakinan. perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama. Pasca percampuran tersebut. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal. Artinya. budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide). pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini mengacu pada pendapat Kathy S. juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia. budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial yang menyusunnya. Sarnath/ Benares. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. Stolley.

Kebetulan. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat. aksara. Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. 1 Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat kontak dagangnya dengan India Selatan. organisasi Negara. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan . Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Sayang. politik. Selain di Kutai. akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. bangunan. ataupun sistem sosial. Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. dan upacara-ucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. Di masamasa awal ini. Mereka mengundang para Brahmana India Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi. yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini. Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India.hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orang-orang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut. Jill Forshee bahkan mencatat. Bogor. termasuk pula bentuk Negara. Lewat cara “undangan” inilah. Jadi. sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsep-konsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara. teknologi. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. Ke-"jenius-lokal"-an orang-orang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. Dari anggapan ini.

Mereka adalah Negara-negara agraris. sistem komando yang tersentralistik. Inilah yang mungkin mengakibatkan pengaruh-pengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. tidak diperlukan wilayah pertanian. Bahasa Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini. Namun. tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja. Sebaliknya. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. dengan semua pemberkatan diutarakan kepada raja. Namun. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini. Guru. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. Karya. Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. Di masa mendatang. Sastra. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. Kediri. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. Wisnu. .yang hirarkis. Wijaya. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. Singasari. Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. Salah satu penyebabnya. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. Indra. gunung berapi. petani yang banyak. Akibat surplus beras. pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). Dalam Negara yang demikian. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. Misalnya. Namanama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. juga Mataram Kuno.

Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. Armenia. Jadi. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota-kota suci Buddha di India. dapat diambil selaku titik tolak tertua. . Gaul. Baltik. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. termasuk Timor Timur. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. I-Ching.4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia. Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka.2 Mengenai fungsinya. setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan. Roman. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. Seperti diketahui. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. Slavia. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa pergaulan dan dagang di nusantara. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. Menurutnya. Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain. Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India. seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi.3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. James T. Celtic. yang berlokasi di Kalimantan Timur. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha.Jika ditelusuri ke belakang. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayah-wilayah ini. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman. kepulauan Maluku dan Papua Barat. Pertama Indonesia asli. Di Jawa misalnya. Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. dan Indo Iranian. Dari sana. kedua pengaruh India. maka prasasti Muara Kaman. Hal yang menarik adalah. Di Asia. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan).

Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. raja. ataupun seri paduka. menteri. Sebab itu. suami. prasasti Gandasuli. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. huruf Pallawa). dekat Manila. denda. dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut . Jawa Tengah (832 M. merdeka. Selain bahasa. keluarga. Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendiri-sendiri. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. prasasti Karang Brahi. agama. Di era Hindu-Buddha jadi mainstream di nusantara. prasasti Kota Kapur. Meringin. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta. Palembang. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. bumi. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). aksara Nagari). dan prasasti Keping Tembaga Laguna. Filipina.Namun. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan. Palembang (684 M. Kosa kata tersebut adalah : derma. bendara. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. Hulu Jambi (686 M. Bangka (686 M. acara. atau. Saat itu pula.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. huruf Pallawa). isteri. huruf Pallawa). Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. bicara.

Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. Sunda. Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. Bangunan-bangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung. Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama. Misalnya. Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu.menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. Untuk lebih jelasnya. bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. lihat Figure 1. ataupun Jawi.” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia. Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. yaitu: bhurloka (dunia manusia).’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam . Selain bentuk menara. Yang unik adalah. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunan-bangunan lain yang lebih modern. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. yang pancurannya dihiasi ornament khas Hindu. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). dan svarloka (dunia para dewa). Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. ‘badan’ dan ‘kaki. Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini.

Selaku pengimbang. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali.sebuah masjid. budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar. Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. Namun. punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. dan kisah perang Baratayudha. yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Komposisi ini mirip meru. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka. Petruk. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia. dan svarloka. Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan terhadap budaya "luar". Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. Di masa perkembangan Islam. bangunan tersuci di pura Hindu. Ia digunakan sebagai basis pengajaran agama dan budaya. Termasuk pula. Mahabarata. Sementara. Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Gerber. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. NakulaSadewa). Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. Sinta). J. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung. Kini. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. Gareng. Bima. Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. Kurawa (Duryudana dan keluarganya). Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri. Rama. iman. Ramayana (Hanoman. bhuvarloka. dan ihsan. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam. Ia . Arjuna. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya. atapun Bagong.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam.

seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. Lahirlah kerajaan-kerajaan hindu budha seperti Kutai. upacara pemujaan dan bentuk tempat peribadatan. seni ukir. Agama/Kepercayaan Masuk dan berkembangnya agama hindu dan budha di Indonesia menjadi babak baru dalam kepercayaan masyarakat Indonesia. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. Sosial Dalam bidang sosial. 3. Sistem pemerintahan Berkembangnya agama hindu budha sangat besar pengaruhnya dalam bidang pemerintahan di Indonesia. Bangsa Indonesia mulai menganut agama tersebut dan membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. seni sastra dan sistem tulisan. Kebudayaan Berkembangnya kebudayaan Hindu Budha terlihat dari berbagai hasil-hasil kebudayaan seperti bangunan candi. Di Bali. Sriwijaya dan Majapahit. Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif. 4. Tetapi budaya tersebut tidak serta merta diterima oleh masyarakat Indonesia. Dalam sistem kerajaan. PENGARUH HINDU BUDHA DI INDONESIA Masuknya agama hindu dan budha di Indonesia membawa pengaruh yang cukup besar. Masyarakat mulai mengenal sistem kasta. seni bangunan. Muncullah golongan-golongan baru dalam masyarakat seperti golongan brahmana.menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. Kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas serta kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Maka terjadilah akulturasi kebudayaan. Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. kelemahan-kelemahan manusia. Pengaruh itu antara lain: 1. seorang raja memerintah secara turun temurun. . terjadi bentuk perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. misalnya upacara keagamaan. Unsur-unsur kebudayaan yang masuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi kebudayaan asli Indonesia. Bangsa Indonesia mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan dan meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful