Bimbingan dan konseling islam

Selamat Datang di Blog Bimbingan Konseling Islam ((Semoga Anda Terinspirasi))

Laman
• • • • Beranda Informasi Beasiswa Informasi BKI Tentang Saya

Selasa, 11 Januari 2011
Teori-Teori Konseling
TEORI-TEORI KONSELING DISUSUN OLEH Riyan Hidayat : 09.11.08.0050 Jurusan : Bimbingan Konseling Islam (BKI)

Fakultas tarbiyah Institut agama islam negeri ( iain ) Raden intan lampung 2010

DAFTAR ISI Cover Halaman Teori-Teori Konseling 2 1. Teori konseling “trait & factor” 6 2. Konseling “rational emotive” 9 3. Teori Behavioral 11 4. Teori Gestalt 12 5. Teori Humanistik 13 6. teori konseling “client-centered”(berpusat pada klien) 15 7. Konseling Psikologi Individual 16 8. Konseling Analisis Transaksional 17 Daftar Pustaka

Kurikulum yang berbeda akan berbeda menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dan hal ini dapat di tentukan.171) Asumsi pokokyang mendasari teori konseling sifat dan faktor adalah: a. (c) Diagnosis. . Teori sifat dan faktor ini sering pula di sebut sebagai konseling direktif atau konseling yang berpusat pada konselor. tetapi tokoh yang paling menonjol dan terkenal ialah Williamson karena pandangan dan konsepnya telah banyak dipublikasikan dalam berbagai artikel. Keadaan seperti ini pada dasarnya menuntut konselor untuk secara simultan mengembangkan kemampuan konselingnya dengan didasarkan pada teori-teori konseling yang up to date. d. e.maka tes objektif dapat di gunakan untuk mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik. Proses Konseling Peranan konselor menurut teori sifat dan faktor adalah memberitahukan konseli tentang berbagai kemampuannya yang diperoleh konselor melalui testing. b.Hasil di agnosa juga dapat di jadikan dasar memprogram kehidupan rumaah tangga.dan karena kemampuan kualitas relatif stabil remaja. Hal mendasar bagi konseling sifat dan faktor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya. Hal ini tampak pada hasilhasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal penelitian baik skala nasional maupun internasional.G.1980. Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unk.minat. penyimpangan seksual dan masih banyak lagi. TEORI KONSELING “TRAIT & FACTOR” Beberapa tokoh utama teori sifat dan faktor adalah Walter Bingham. (b) Sintesis.Oleh karena itu. Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan oerilaku kerja tertentu.sikap dan tempramen. Baik siswa maupun konselor hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan. Permasalahan tidak saja berkutat kepada kesulitan balajar. Setiap orang menyukai kecakapan dan keingingan untuk mengidentifikasikan secara kognitif kemampuannya sendiri. Maksud konseling menurut Williamson adalah untuk membantu perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia. Konsep Utama Menurut teori ini. maka identifkasi karakteristik para pekerja yang berhasil merupakan suatu informasi yang berguna dalam membantu individu memilih karir. Dikatakan bahwa selanjutnya tugas konseling sifat dan faktor adalah membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri secara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan karir (Shertzer & Stone.Studi ilmiah yang telah dilakukan adalah (1) mengukur dan menilai ciriciri seseorang dengan tes psikologis.jurnal dan buku-buku. 1. A. dan (4) memprediksikan keberhasilan yang mungkin di capai di masa mendatang.TEORI-TEORI KONSELING TEORI KONSELING Perkembangan teori konseling saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. permasalahan yang muncul di sekolah juga menjadi semakin kompleks. c.Donald G.Individu akan belajar dengan lebih mudah dan efektif apabila potensi dan bakatnya sesuai dengan tuntunan kurikulum.Paterson. Permasalahan ini secara langsung akan berdampak kepada konselor sebagai ujung tombak pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Individu berusaha untuk medapatkan dan memelihara kehidupannya dan memanfaatkan kecakapan dalam mencapai kepuasan kerja dengan kehidupan rumah tangga. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah pada dasarnya merupakan usaha menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi pada dunia bimbingan dan konseling.Berdasarkan hasil testing pula ia mengetahui kelemahan dan kekuatan kepribadian konseli. Williamson. Saat ini. tetapi juga masalah-masalah lain seperti narkoba.(3) membantu orang untuk memahami diri dan lingkungannya. Menurut teori proses konseling di bagi menjadi lima tahap atau langkah utama yaitu : (a) Analisis. dan E. Fenomena yang terjadi di sekolah sebagai wahana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling menjadi lahan yang baik bagi perkembangan teori konseling.kepribadian merupakan suatu sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya seperti kecakapan. B.John Darley. (2) mendefinisikan atau menggambarkan diri seseorang. (d) Konseling dan (e) Tindak lanjut. di era globalisasi.

dan kemampuan penyesuaian diri. Sintesis merupakan langkah untuk merangkum dan mengatur data hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien.Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat seperti :catatan komulatif. b) Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti :rasa takut.persaan dan perilaku yang tidak logis.bersifat pribadi. d) Toleransi terhadap orang lain.kekuatanya.dan dalam prakteknya kedua hal itu saling terkait.rasa bersalah. Memperbaiki nasihat dan perencanaan program kegiatan.intim.tepaat relevan. c) Pengarahan diri. Tindak lanjut.sebab-sebabnya serta sifat-sifat klien. Analisis merupakan tahapan kegiatan yang terdiri daripengumpulan informasi dan data mengenai konseli. Pemberian nasihat dan perencanaan program kegiatan.penuh pemahaman dan terhindar dari hal-hal yang mengancam konseli.Teknik-teknik yang digunakan dalam konseling ialah: a.Setiap teknik hanya dapat dipergunakan bagi masalah dan klien secara khusus.rasa cemas. e) Fleksibilitas.dan sebagainya. mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi masalh baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehinggaa menjamin keberhasilan konseling. dan (b) usaha memperbaikinya adalah harus kembali kepada sebab-sebab permulaan.dan dibantu untuk mengggunakan kekuatannya dalam upaya mengatasi kelemahannya. Secara lebih khusus Ellis menyebutkan bahwa dengan terapi rasional-emotif akan tercapai pribadi yang tertadai dengan: a) Minat kepada diri sendiri.a.tujuan.Orang mempunyai derajat tinggi dalam sugestibilitas dan emosionalitas yang negatif (kecemasan. 2. .catatn anekdot.Orang berprilaku dalam cara-cara tertentu karena ia percaya bahwa ia harus bertindak dalam cara itu.tujuan konseling rasional-emotif adala sebagai berikut: a) Memperbiki dan merubah sikap.rasa berdosa. Konseli harus memahami kekuatan dan kelemahan dirinya.merasa was-was.rasa berdosa.otobiografi. Konsep Utama Ellis memandang bahwa manusia itu bersifat rasional dan juga irasional. e.tes psikologis. Konselor harus menerima konseli dalam hubungan yang hangat. KONSELING “RATIONAL EMOTIVE” Tokoh teori ini adalah Albert Ellis. b. d. permusuhan dan sebagainya).persepsi cara berfikir. sebagai konseling dari cara berfikir.pandangan atau sikap konselor dan kemudian menunjukkan data mendukung atau tidak mendukung dari hasil diagnosis. Konselor mulai bertlak dari pilihan. Emosi di sebabkan dan di kendalikan oleh pikiran.Konselor yang efektif akan membantu klien untuk menguba pikiran.untuk menunjukan bahwa: (a) kesulitannya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak logis.kelemahan serta.keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan dirimeningkatkan self actualizationya seoptimal mungkin melalui prilaku kognitif dan afektif yang postif. Diagnosis sebernarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan hendaknya dapat menemukan ketetapan dan pola yang dapat mengarah kepermasalahan. Menurut Ellis pikiran dan emosi dua hal yang saling bertumpang tindih.sesuai dengan kemampuannya. C. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Berdasarakan pandangan dan asumsi tentang hakekat manusia dan kepribadiannya serta konsep-konsep teoritik dan RET. B. c. Konseling merpakan hubungan memabntu konseli untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luar dirinya.rsa marah. Penggunaan hubungan intim (rapport).Para ahli psikologis klinis sering mengkhususkan diri dalam bidang konseling perkawinan dan keluarga. baik klien maupun konselor harus mempunyai informasi yag dapat di percaya. b) Minat sosial. b. A.format distribusi waktu. c. C.Sebeum konseling dilaksanakan. Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berpikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah. Proses Konseling Tugas konselor menurut ellis ialah membantu individu yang tidak bahagia dan menghadapi hambatan. Tehnik Konseling Tehnik konseling sifatnya khusus bagi setiap individu dan masalahnya.wawancara. Padangan yang penting dalam teori ini adalah konsep bahwa banyak perilaku emosional individu yang berpangkal pada “selftalk” atau “omong diri” atau internalisasi kalimat-kalimat yaitu orang yang menyatakan kepada dirinya sendiri tentang pkiran dan emosi yang bersifat negatif.baik di lembaga atau di sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkemangan dan penyesuaian optimal.

Berikut ini akan dikemukakan beberapa macam tehnik. Tehnik ‘self modeling’ atau ‘diri sebagai model’ yakni teknik yang digunakan untuk meminta klien atau mengadakan “komitmen” dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. 2) perkembangan kepribadian bersifat deterministik. c. tetapi secara umum lingkungan dimana individu berada mempunyai pengaruh yang sangat besar.Bila perilaku klien mengalami kemajuan dalam arti positif. yakni tehnik yang digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) atau pun punisment (hukuman). Sehingga. Walaupun teori ini (yang klasik) sudah banyak ditentang oleh aliran-aliran baru dalam konseling. Skinner (dalam Soedarmadji dan Sutujono.yakni teknik yang digunakan untuk memberikan perilakuperilaku baru pada klien.dan menyesuaikan dirisendiri dengan model sosial yang di buat itu. Skinner dan masih banyak yang lainnya. 3) perbedaan individu karena adanya perbedaan pengalaman. Apa dilakukan oleh seseorang merupakan hasil produksi dari lingkungan yang dominan seperti orang tua. i) Berani mengambil resiko. Manusia dianggap sebagai mahkluk yang tidak mempunyai daya apa-apa (determinitif). yang tidak memiliki inisiatif dan hanya bisa melakukan sesuatu karena merespon sebuah perintah. Hal ini disebabkan para tokoh aliran ini mengakui bahwa perilaku maladaptif adalah seperti perilaku adaptif. Kognitif-eksperensial.makaia di puji “baik” bila mundur dalam arti masih negatif. masyarakat atau orang lain yang berpengaruh (significant other). g) Berfikir ilmiah. c. b.f) Menerima ketidakpastian. Teknik Assertive Training. 2005) menyatakan bahwa pandangan teori behavioristik terhadap terhadap manusia adalah 1) perilaku organisme bukan merupakan suatu fenomena mental. sekolah. Chamblers & Goldstein (dalam Gilliland.mengobservasi. Uraian tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah sosok yang sangat deterministik.Tehnik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (peniruan). yang digunakan menggambarkan perilaku-perilaku tertentu. Tehnik-tehnik Behavioristik a. Teknik Reinforcement (penguatan). Emotif-eksperensial. yaitu teknik yang digunakan untuk melatih da mendorong membiasakan klien untuk secara terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku tertentu yang di inginkan. tidak dapat diperkirakan dan tidak dapat mengatur perilaku manusia dan 5) walaupun perkembangan kepribadian dibatasi oleh sifat genetik. tubuh dan jiwa bukan merupakan hal yang ilmiah. 4) dualisme seperti pikiran dan tubuh. yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis persaan menekan melalui suatu suasanan yang di dramatisasi sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri.interaksi dengaan memecahkan masalah-masalah. lebih ditentukan dengan belajar. 1989) menyatakan bahwa tidak ada batasan yang jelas mengenai pribadi yang sehat atau tidak sehat. D. Tehnik-tehnik terapi Terapi rasional-emotif menggunkan berbagai teknik-teknik yang bersifat kognitif. Aktif-direktif b. Pendekatan ini berasumsi bahwa perilaku manusia merupakan serangkaian hasil belajar. Tokoh pendekatan ini antara lain adalah Bandura. h) Penerimaan diri. Manusia identik dengan robot. d.Khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial. Sebagai suatu bentuk hubungan yang bersifat membantu terapi rasional-emotif mempunyai karakteristi: a.afektif dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi klien. 3. Emotif-eksperensial. Teknik-teknik emotif (afektif) a. b.maka dikatakan “tidak baik”. Kondisional. Teknik sosiodarma. tetapi teori ini tetap saja eksis dengan melakukan beberapa modifikasi. Behavioristik. Pavlov. yaitu dipelajari. TEORI BEHAVIORAL Pendekatan behavioral merupakan sebuah pendekatan dalam konseling yang secara umum masih dipergunakan oleh para konselor. e. f. Teknik social modeling (pemodelan social). yaitu perilaku yang dikehendaki oleh lingkungan yang dominan. Terapi perilaku sangat berbeda dengan pendekatan-pendekatan konseling yang lain. tujuan konseling dalam pendekatan ini adalah mengajak konseli untuk belajar perilaku baru. c. sikap. Teknik Live models (model dari kehidupan nyata). kebiasaan dan aspek perkembangan kepribadian. Perbedaan mencolok .

tetapi merupakan suatu proses pembentukan yang tidak pernah selesai. TEORI HUMANISTIK Pendekatan humanistik muncul karena ketidakcocokan dengan paradigma pendekatan Behavioristik. Dengan demikian. hanya saja. Viktor Frankl dan masih banyak lagi yang lainnya. 2005) berpendapat bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan keadaan dari ada. Dengan demikian. disorganisasi dan selalu menentukan nilai absolut. Para ahli ini secara mendasar mengemukakan teori-teorinya berdasar pada pendekatan humanistik. dan 3) Empathic Understanding. dimana palayanan konseling dipusatkan kepada individu. Hirarki kebutuhan yang diuraikan oleh Maslow menunjukkan bahwa bahwa manusia akan terdorong untuk mencukupi kebutuhannya dan berusaha untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhannya (accomplished). Rogers (dalam Soedarmadji & Sutijono. Rogers menunjukkan bahwa individu yang sehat adalah mereka yang 1) Terbuka dengan pengalaman baru (opennes to experience). jika persepsi seseorang terhadap pengalaman itu terganggu atau ditolak. 2) Medan phenomenal. kualitas hubungan antara konselor dan konseli menjadi proritas utama untuk mengentas permasalahan konseli. Dia adalah isteri Frederick perls yang secara signifikan turut mengembangkan teori Gestalt. ketakutan. Tokoh aliran humanistik antara lain adalah Abraham Maslow. d) kebutuhan harga diri dan e) kebutuhan aktualisasi diri. 5. Hal ini dikarenakan dalam praktik konseling. 4. 3) mempergunakan sumber-sumber dalam diri untuk melakukan evaluasi (internal source of evaluation). 1991). untuk mencapai hal itu. 2) Unconditional Positive Regard. Proses perkembangan teori Gestalt tidak bisa dilepaskan dari sosok Laura (Lore) Posner (1905-1990). (b) kecermatan dan penguraian tujuan treatment. Perilaku manusia akan termotivasi untuk mencukupi kebutuhannya sampai dengan tingkat kebutuhan yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri. Perkembangan teori humanistik semakin pesat setelah Rogers mengembangkan teori person centered Therapy. Lebih lanjut. melainkan suatu proses. merupakan bagian dari medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penillaian sadar dari “I” atau “Me”. wujud atau organisasi. dan 3) Self. Pendekatan humanistik yang dikembangkan oleh Abraham Maslow mendasarkan pemikirannya pada teori tentang kebutuhan manusia. Pribadi/individu yang tidak sehat menurut Rogers adalah mereka yang mengalami ketaksejajaran (incongruence) antara konsep diri (self-concept) dengan kenyataan yang ada. Rogers. “suatu arah buka suatu tujuan”. Laura dilahirkan di . Dengan demikian Perls lebih mengutamakan adanya integrasi bagian-bagian terkecil kepada suatu hal yang menyeluruh. maka dikutuhkan kualitas konselor seperti 1) Genuineness. maka keadaan maladjusment atau vulnerability akan muncul. Keadaan incongruence ini dapat menimbulkan berbagai “penyakit” psikologis atau “neurotic behavior” seperti kecemasan. (c) perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah dan (d) penafsiran yang obyektif terhadap hasil terapi (Corey. c) kebutuhan untuk memiliki dan mencintai. TEORI GESTALT Teori Gestalt diperkenalkan oleh Frederick Perls. Gestalt dalam bahasa Jeman mempunyai arti bentuk. dan 4) Keinginan untuk terus tumbuh (willingness to continue growing). 2005). Simkin (dalam Gilliland. b) kebutuhan rasa aman. Integrasi ini merupakan hal penting dan menjadi fungsi dasar bagi manusia. Dimana kebutuhan manusia terdiri dari a) kebutuhan biologis dan phisik. Kata itu mengandung pengertian kebulatan atau keparipurnaan (Schultz. Pandangan teori Rogerian terhadap manusia adalah 1) organisme. merupakan keseluruhan individu (the total individual. Hal ini mempunyai makna bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan sesuatu yang ada sejak manusia dilahirkan. tujuan konseling yang akan dicapai oleh pendekatan ini adalah melakukan revisi terhadap cara pandang konseli. dalam pelaksanaan strategi konseling ada perbedaan-perbedaan. merupakan keseluruhan pengalaman individu (the totally of experience). Ini menunjukkan bahwa manusia tidak statis (mandeg) tetapi lebih pada usaha untuk terus menjadi sesuatu (becoming). 1989) menyatakan bahwa kata Gestalt mempunyai makna keseluruhan (whole) atau konfigurasi (configuration).ditandai pada (a) pemusatan perhatian pada bentuk perilaku yang tampak dan spesifik. 2) Percaya pada diri sendiri (trust in themselves). Hanya saja. Pendekatan Rogerian bisa dikatakan tidak memiliki strategi khusus dalam menangani masalah konseli.

konseling non-direktif. maka secara tidak langsung konselor telah mengajak klien untuk kembali ke masa lalunya. orang serupa itu tidak melihat ke belakang atau ke depan untuk menemukan arti atau maksud dalam kehidupan (Schultz. Proses Konseling Konseling yang berpusat pada klien memusatkan pada pengalaman individu. 1991). 7) seseorang tidak mengalami masa lalu dan masa yang akan datang. 2) seseorang juga merupakan bagian dari lingkungannya dan tidak dapat dipahami dengan memisahkannya. perhatian. 2) bertanggungjawab. sensasi dan persepsi) yang dapat dipahami tanpa melihat manusia itu secara keseluruhan. dan 8) seseorang itu pada dasarnya baik dan bukan buruk. Hal ini dikarenakan pertanyaan mengapa mempunyai kecenderungan untuk mengetahui alasan klien. Sebagai orang yang pernah mempelajari teori psikoanalisa (walaupun ditolaknya) Frankl menunjukkan bahwa orang-orang tidak sehat memiliki ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan oleh teori psikoanalisa sebagai deffense mechanism. tujuan konseling dalam keonseling Gestalt adalah reowning. tidak ada satu bagian tubuh (tubuh. Individu atas kemauannya sendiri datang kepada konselor atau terapis untuk meminyta bantuan. emosi. Menurut teori Gestalt.dalam proses disorganisasi dan reorganisasi diri. Pada garis besarnya langkah-langkah proses terapi dalam konseling ialah sebagai berikut: a. Perilaku menyimpang pada manusia seringkali tidak disadari oleh seseorang. emosi. Pendekatan Gestalt mengarahkan konseli untuk secara langsung mengalami masalahnya daripada hanya sekedar berbicara situasi yang seringkali bersifat abstrak. Jika hal ini dilakukan. B. 3) seseorang memilih bagaimana merespon stimuli eksternal. dan 5) konseling kelompok 6.permisif. Dan dapat menerapkan secara konsisten dengan teknik konseling. pertanyaan mengapa akan mengarahkan klien untuk berbuat rasionalisasi dan mengadakan penipuan diri (self-deception) serta lari dari kenyataan yang terjadi saat ini.Apalagi . dan persepsinya. Selain itu.konseling berupaya untuk meminimalkan rasa diri terancam dan memaksimalakan serta menompang eksplorasi diri.Yang paling penting hubungan kualitas konseling adalah pembentukan suasana hangat. 5) seseorang mampu untuk membuat pilihan karena kesadarannya. Awal mulanya dia adalah seorang pianis sampai dengan umur 18 tahun. 6) seseorang mempunyai kemampuan untuk menentukan kehidupan secara efektif. mereka mendirikan New York Institute for Gestalt Therapy. konselor Gestalt akan berusaha untuk memahami secara langsung bagaimana konseli berpikir. 4) humor. A.dan penerimaan yang dapat membuat klien untuk menjelajai struktur dirinya dalam hubungan dengan pengalaman uniknya.Carl R.Roger di pandang sebagai pelopor dan tokoh konseling tersebut. 1) teknik kursi kosong. bagaimana konseli merasakan sesuatu dan bagaimana konseli melakukan sesuatu. TEORI KONSELING “CLIENT-CENTERED”(BERPUSAT PADA KLIEN) Konseling berpusat pada klien sering pula disebut sebagai teori diri (self-teory).dan konseling rogerian. dia merupakan aktor dalam dunianya dan bukan reaktor. Dengan demikian. manusia sehat memiliki ciri-ciri antara lain 1) percaya pada kemampuan sendiri. Pada tahun 1926. pemikiran.Konselor yang efektif yang berpusat pada klien adalah seorang yang dapat mengembangkan sikaop pada organisasi dirinya. 3) memiliki kematangan. Pada tahun 1952. Dengan begitu. Pada awalnya. hingga pada tahun 1930 akhirnya mereka menikah. pemikiran. Lari dari kenyataan yang terjadi saat ini akanmembuat klien mandeg atau stagnasi. Laura juga seorang pengikut aliran Psikoanalisa. atau bahkan dia menolak bahwa mereka memiliki masalah. Laura dan Perls secara aktif melakukan kolaborasi untuk mengembangkan teori Gestalt. 3) perilaku yang diarahkan. Teori Gestalt memandang manusia dengan asumsi-asumsi sebagai berikut. yang kemudian pindah untuk mendalami teori-teori Gestalt. sehingga konselor akan “hadir secara penuh” (fully present) dalam proses konseling sehingga yang pada akhirnya memunculkan kontak yang murni (genuine contacs) antara konselor dengan konseli. Konsep Utama Pendekatan konseling atau yang berpusat pada klien menekankan pada kecakapan klien untuk isu yang penting bagi dirinya sendiri dan pemecahan masalahnnya sendiri. Beberapa teknik yang dipegunakan antara lain. Pengakuan (menyadari) bahwa satu-satunya kenyataan yang kita miliki ialah kenyataan saat ini. mereka hanya akan dapat mengalami dirinya pada saat ini. Mereka menjauhi pertanyaan “Mengapa/Why”.Pforzheim Jerman. Pengikut Gestalt selalu mempergunakan kata tanya “Apa/What” dan “Bagaimana/How”. dan 4) memiliki keseimbangan diri. 2) pekerjaan rumah. 4) seseorang mempunyai potensi untuk secara penuh menyadari keseluruhan sensasi. 1) manusia merupakan suatu komposisi yang menyeluruh (whole) yang diciptakan dari adanya interrelasi bagian-bagian.

Menurut Ansbacher & Anbacher (Shertzer & Stone.bahwa yag bertanggung jawab pada hal ini adalah klien.klien dengan menghadapakan mereka. Hal yang penting lainnya adalah konsep minat kemasyarakatan (comunity interest) sebagai bagian dari kualitas manusiawi. A.melalui empati. b) Proses menjelaskan kepada klien.menetapkan tujuan hidup hidup. Teknik konfrontasi juga banyak digunakan dalam analisis transaksional dan pengauan pertanyaan dan merupakan pendekatan dasar.Kecemasan timbul disebabkan oleh konsenterasi dalam mencapai superioritas pribadi tanpa memperhitungkan kebutuhan orang lain. Pendekatan Alder dalam proses konseling berdasarkan bahwa klien telah membuat kesalahan gaya hidup dan konsepsi merekndakanya tentang kenyataan. 8. Konselor mendorong memberikan klien agar mampu mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan masalahnya untuk “menolong”dirinya sendiri.dan penafsiran konselor.Orang lain kemudian akan menyatakan dalam kaitan dengan stimulus.Dalam unsur ini konselor membentuk hipotesis mengenai gaya hidup dan sitaasi klien. dan menunjukan minat dn kepedulian. c. B.sebagai suatu sistem yang komperatif dalam memahami individu dalam kaitannya dengan lingkungan sosial.Klien berpasrtisipasi aktif dalam diagnosis dan diajarkan untuk membuat tafsiran sendiri dan pertimbangan nilai sendiri. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Eric Berne dianggap sebagai pioner yang menerapkan teori analisa transaksional dalam psikoterapi.konselor harus memperhatikan sifat ramah. Proses Konseling Tugas utama konselor yang menggunakan analisa transaksional adalah mengejar bahasa dan ide-ide sistem untuk mendiagnosa transaksi dan membantu individu untuk hidup dalam ego state dewasa ego lainya berfungsi secara tetap.maskkulinitas merupakan simbol superioritas. Situasi terapuetik ditetapkan sejak situasi permulaan telah didasarkan . Untuk brelangsungnya konseling kontrak antara konselor dan klien sangat .harus ditafsirkan dan di komunikasikan kepada klien sehingga dapat diterima.Kepribadian terdiri atas tiga “ego state” yang dapat di pindah dari keadaan yang satu keadaan yang lain. Konsep Utama Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia di pandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (harga diri kurang).1980. Minat sosial ini mendorong individu untuk mencapai superioritas. Alder memisahkan diri dari psikoanalisa Freud karena ketidaksetujuannya keada pandangan Freud. A.Alder menyebutukan bahwa dalam kehidupan masyarakat.Banyak teknik analisis transaksional dan gestalt dapat di gabungkan secara baik.secara seimbang. Hal ini di disebut sebagai “transactional stimuls”.dan feminitas simbol inferioritas. Proses Konseling Tujun konseling Alder adalah mengurangi intensitas perasaan rendah diri (inferior) memperbaiki kebiasaankebiasaan yang salah dalam persepsi.analisis skript atau kuesioner digunakan untuk mengenal keputusan yang telah dibuat sebelumnya.dukungan kembali dan funsi paranetal lainnya. b. c) Proses memperkuat minat sosial.gejalaa dan masalahnya. Teknik-teknik daftar cek. Konsep Utama Berne membagi psikoterapi konvesional menjadi dua kelompok ertama kelompok yang melibatkan sugesti.dan kedua adalah kelompok yang melbatka pendekatan “rasional” .bersahabat dan menerima klien sebgaimana adannya.Dalam terapi ini hubungan klien dengan konselor pandang sebagai suatu transaksional. Tujuan konseling adalah membantu klien dalam memperogram pribadinya agar dapat membuat ego state berfungsi pada saat tepat.204) ada tiga komponen pokok dalam memperoleh. 7.mengembangkan kasih sayang terhadap orang lain dan meningkatkan kegiatan.intuisi.Konselor hendakanya membantu mereka untuk mencapai pandangan terhadap kenyataan yang lebih baik dan benar.Penjelasan konselor hendaknya sederhana dan terarah sehingga jelas bagi klien dan cocok dengan pengalamananya sendiri.dalam komponen ini hipotesis gaya hidup yang dikembangkan dalam komponen pertama. Pendekatam konseling biasannya melibatkan pola hidup sekarang yang nampak dan menelusuri kebelakang hingga konselor dan klien memperoleh kejelasan mengenai tujuan superioritasnnya. KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL Psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Alder.Ketiga komponen tersebut: a) Memeroleh pemahaman gaya hidup klien yang spesifik. Tetapi analisis transaksional membuat orang dapat menganlisis transaksi dirinya sendiri.psikologi individual menekannkan pentingnya membantu klien untuk memperoleh tilikan terhadap kondisinya.Teori analisi transaksional berdasarkan pada munculan manifestasi dan pola-pola perilaku dengan klien. B.individu itu datangya atas petunjuk orang lain.

. Indonesia Saya adalah seorang yang mempunyai mimpi yang besar.blogspot..com Bandar Lampung. d) Penekanan pada pengalaman masa kini dan lingkungan sosial. Lampung.saya yakin bahwa dengan bermimpi saya akan menjadikannya sesuatu motivasi dalam diri saya. c) Perilaku klien “disini dan sekarang”.Bandung 2003 Diposkan oleh go-blog.com di 05:15 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Rek Ayo Rek Daily Calendar Get Blogger Templates FREE Label Kampus (2) Daftar Blog Saya . Saya teringat tentang kata ayah saya.merupakan cara untuk membawa perbaikan klien. b) Klien diharapkan dan mendorong untuk mencoba dalam hubungan diluar konseling untuk mengubah perilaku yang salah..Pustaka Bani Quraisy.. My Time Doll Mengenai Saya go-blog.Mimpi tidak di nanti tetapi di ciptakan !! Lihat profil lengkapku Now Playing : Lagu Jawa .di perlukan.Teori-teori Konseling.. C.V.blogspot.   DAFTAR PUSTAKA Surya Mohamad. Kontribusi Berberapa keuntungan konseling analisis transaksional adalah antara lain: a) Terminologi yang sederhana dapat di pelajari dengan mudah diterapakan dengan segera pada perilaku yang kompleks.C.

. Template Watermark.. auto. Total Tayangan Laman Pengikut Arsip Blog • ▼ 2011 (9) ○ ▼ 01/09 .ico Bimbingan dan konseling islam Pengertian Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam 2 bulan yang lalu Tampilan slide Loading. Didukung oleh Blogger. .  Perkembangan Bakat Khusus  Psikologi Sosial Menurut Perspektif Islam  Teori-Teori Konseling  Pengertian Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam  Metode Pendidikan Islam Fish kursor kursor HTML.totallyfreecursors.com/cursor_files/monkeyani.BODY{cursor: url("http://downloads. url("http://downloads..} go-blogspot.com/thumbnails/monkey-ani.totallyfreecursors.gif").01/16 (9)  Motivasi dalam konseling  Mengenal Siswa  Dasar-dasar Pemahaman Perilaku  ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELI..blogspot.• http://bimbingandankonselingislam.com/favicon.cur").com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful