Psikologi perkembangan Pengertian Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan

dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan mati. Terapan dari ilmu psikologi perkembangan digunakan di bidang berbagai bidang seperti pendidikan dan pengasuhan, pengoptimalan kualitas hidup dewasa tua, penanganan remaja.[1]

Pandangan para ahli dalam mendefinisikan psikologi perkembangan adalah sebagai berikut:

David G Myers (1996) Psikologi perkembangan “a branch of psychologu that studies physical, coginitive, and social change throughout the life span” Kevil L.Seifert & Robert J Hoffnung (1994) Psikologi Perkembangan “The schientificy study of how thoughts, feeling, personalitu, social relationships, and body of motor skill envolve as an individual grows older” Linda L Daidoff (1991) Psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati. M Lenner (1976) Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa.

Jadi, psikologi Perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenik, yaitu mempelajari struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya (life span) dari masa konsepsi hingga menjelang mati.[2] Persfektif atau Pandangan Tentang Psikologi Perkembangan

Perkembangan masa hidup memiliki 2 macam perspektif atau pandangan. Pertama, pendekatan tradisional (traditional approach) adalah pendekatan yang menekankan perkembangan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa remaja saja. Sedangkan yang kedua, pendekatan masa hidup (the life-span approach) adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perkembangan terjadi selama masa hidup manusia. Menurut pakar perkembangan masa hidup, Paul Baltes, perspektrif perkembangan masa hidup (lifespan perspective) mencakup tujuh kandungan dasar yaitu: Perkembangan bersifat seumur hidup, multidimensional, multidireksional, plastis, melekat secara kesejarahan, multidisiplin, dan kontekstual. Berikut adalah penjelasan dari setiap kandungan tersebut.

Perkembangan bersifat seumur hidup. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian, yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan. Perkembangan bersifat multidimensional. Perkembangan terdiri atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Dimensi inilah yang dikaji dalam setiap periode perkembangan manusia. Bahkan dalam satu dimensi semacam intelegensi, terdapat banyak komponen, seperti intelegensi abstrak, intelegensi nonverbal, intelegensi sosial, dan lain-lain Perkembangan bersifat multidireksional. Beberapa dimensi atau komponen dari suatu dimensi dapat meningkat dalam masa pertumbuhan, sementara dimensi lainnya menurun. Misalnya, orang dewasa akan lebih arif dalam berpikir mengingat pengalaman yang banyak, tetapi disisi lain ia merasa mudah Perkembangan lelah bersifat jika lentur (plastic). malakukan Bergantung pada pekerjaan kondisi kehidupan berat. individu,

perkembangan terjadi melalui banyak cara yang berbeda. Sehingga manusia satu dan lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama. Misalnya, kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan orang dewasa lainnya melalui pengalaman pribadi. Perkembangan melekat secara kesejarahan. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor sejarah dimana individu hidup. Seorang berusia 40 tahun mengalami depresi berat akibat perang dunia pertama, akan berbeda dengan seorang berusia 40 tahun mengalami depresi pada waktu sekarang ini. Perkembangan dipelajari oleh berbagai multidiplin. Para pakar psikologi, sosiologi, antropologi, neurosains, dan peneliti kesehatan semuanya mempelajari perkembangan manusia dan berbagi persoalan untuk membuka misteri perkembangan masa hidup manusia. Perkembangan bersifat kontekstual. Perkembangan manusia mengikuti konteks yang meliputi linkungan, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Sehingga individu dilihat sebagai makhluk yang sedang berubah di dalam dunia yang sedang berubah. Dengan mempelajari perkembangan masa hidup atau psikologi perkembangan, maka kita akan menemukan informasi tentang siapa kita, bagaiamana kita dapat seperti ini dan kemana masa depan akan membawa kita.[3]

Sumber Bacaan: Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Sejarah Psikologi Perkembangan

Dalam mempelajari secara psikologi perkembangan dapat dilihat dari 3 periode yaitu :

Minat awal mempelajari perkembangan anak

Artinya sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan dan yang dapat dikembangan melalui pengasuhan pendidikan. Proses-proses yang mendasari cara berpikir dan berbuat anak dianggap sama seperti orang dewasa. kemampuan. masyarakat tidak memberikan status apapun kepada anak-anak. dianggap berbuat jahat dan harus diberkan hukuman seperti orang dewasa. dia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge) Menurut Locke. Perkembangan dianggap sebagai suatu pertumbuhan semata. bahkan lukisan kuno proporti tubuh anak-anak sering digambarkan sama dengan proporsi tubuh orang dewasa. Segera setelah anak dapat berjalan dan berbicara. Locke memberi istilah Tabula Rasa (Blank Slate). mengungkapkan pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. mereka bergabung dengan orang dewasa sebagai anggota masyarakat. dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. anak dianggap bodoh atau tolol dan apabila anak-anak melanggar norma-norma sosial dan moral. dan pengetahuan yang tampil dikemudian hari setelah dewasa merupakan bawaan sejak lahir (innate ideas). seorang filosof Inggris John Locke (1632-1704) menyatakan bahwa pengalaman dan pendidikan adalah faktor yang paling menentukan dalam perkembangan anak. namun tampak jelas bahwa menurunnya anak merupakan miniatur orang dewasa. Anggapan ini tampak bahwa semua keterampilan. Pada abad pertengahan. Oleh karena itu salah seorang filosof Plato mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. pendidikan tidak lain hanyalah upaya untuk menarik potensi ke luar. namun tidak menambahkan sesuatu yang baru. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman. pemahaman terhadap seluk beluk kehidupan anak sangat bergantung pada keyakinan dan trandisional yang bersumber pada spekulasi para filosof dan teolog tentang anak dan latar belakang perkembangannya. Anggapan terhadap anak sebagai miniatur orang desawa ternyata membawa implikasi penting dalam dunia pendidikan. Walaupun plato tidak dapat memberikan bukti langsung dalam menunjang spekulasinya. memainkan permainan dan mengerjakan tugas-tugas yang sama dengan orang dewasa. Jadi anak merupakan miniatur orang dewasa mengandung arti bahwa anak berbeda secara kuantitatif dengan orang dewasa bukan secara kualitatif. Pada abad ke 17. Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. Anak-anak diberi pakaian model pakaian orang dewasa dalam ukuran kecil. dimana corak dan bentuk kertas tersebut sangat ditentukan bagaimana cara kertas itu ditulisi. Potensi idividu dikatakanya sudah ditentukan oleh faktor keturunan. isi kejiwaan anak ketika dilahirkan diibaratkan secarik kertas kosong. serta pengaruh keterunan dan lingkungan terhadap kejiwaan anak. .Sebelum mempelajari psikologi pekembangan. Dasar pemikiran merujuk bahwa penelitian dan buku-buku tentang anak sedikit sekali. perhatian berawal pada pemahaman yang mendalam pada anak-anak. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. Apabila anak berpikir dan melakukan perbuatan yang menyimpang dari standar orang dewasa.

hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan dan pendidikan. ungkapan ini mengandung arti bahwa anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk. karyanya ini merangsang untuk melakukan observasi terhadap perkembangan anak. walaupun pada abad ke 18 telah ada penelitian-penelitan tentang anak seperti Johan Heinrich Pestalozzi (1946-1827) ahli pendidikan dari Swiss. mempublikasikan lewat Origin of The Species (1859) dan Descent of Man (1871). Darwin menyatakan bahwa anak merupakan sumber yang kaya informasi tentang sifat dan ciri-ciri manusia. menolak. jika kemudia terdapat penyimpangan dan keburukan. Hal ini berhubungan dengan teori evolusinya mengenai pekembangan hewan dan manusia. Dietrich Tiedemen (1787) Tabib dari Jerman. Pandangan biologis Darwin menganggap pekermbangan sebagai pembukaan kemampuan dan ciri-ciri yang telah terprogram secara genetik. dia menegaskan bahwa “All thinhs are good as they come out of the hand of their creator. John Bowlby Chomsky dengan “Kemampuan berbahasa yang dibawa sejak lahir” serta riset “perkembangan biologi syaraf” yang meneruskan tradisi Darwin. kita bisa mengetahui asal-usul manusia. but everything degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke luar dari tangan sang pencipta. segala-galanya memburuk dalam tangan manusia. Pandangan ini kemudian menjadi landasan bagi Psikolog Perkembangan seperti Stanley Hall dengan “perkembangan mengakhiri evolusi”. namun penelitian yang sungguhsungguh terhadap perkembangan anak-anak baru dimulai pada abad ke 19 yang dipelopori oleh Charles Darwub dab Wilhem Wundt Pengaruh Charles Darwin (1809-1882) Ilmuan dari inggris yang terkenal dengan teori evolusinya ini.Rousseau dalam bukunya Emile ou L‟education (1762). Dasar-Dasar Pembentukan Psikologi Perkembangan secara Ilmiah Pandangan Plato. Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage. Arnold Gesselold dengan “Jadwal tetap pertumbuhan”. Sigmun Freud dengan “Tahap-tahap perkembangan seksualitas”. benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik). Locke. pandangan bahwa anak memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad). Pengaruh Wilhem Wundt (1832-1920) . dn Rousseau pada dasarnya bersifat spekulatif. dengan mempelajari tingkah laku dan perkembangan anka.

Karya Watson membawa perkembangan pada teori psikologi perkembangan. menurutnya prinsip-prinsip belajar dan prinsip conditioning dapat diterpakan pada semua perkembangan. Penelitian ini dianggap permulaan studi sistematik dan metodologik terhadap anak-anak di amerika.Peristiwa penting abad ke 19 menjadi dasar tumbuhnya Psikologi sebagai disiplin yang berdiri sendiri. Pandangan Wundt dan Darwin berpengaruh pada G Stanley Hall (1846-1924) murid Wundt di Leipzzing. perkembangan individu perefleksikan perkembangan species yang berarti bahwa adanya pengulangan (rekapitulasi) dari perkembangan species yang meliputi beberapa tingkatan evolusi.B. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang lebih ditekankan pada ciri-ciri khas secara umum. yaitu : . Muculnya Studi Psikologi Perkembangan Modern Pada abad ke 20 studi sistematis tentang perkembangan anak semakin berkembang secara signifikan. Wundt memperluas konsep rekapitulasi yang meliputi perkembangan kebudayaan. biologis manuisia. Oleh karena itu Stanleyterkenal dengan “Recapitulations Theory” yang berangapan bahwa “Pentahapan dala proses pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak ke arah kematangan adalah pengulangan secara filogenetis sejarah perkembangan manusia”. dia memberi dasar pada Psikologi Esperimental. namon setidaknya ada 3 faktor yang mendorong pengaktifan kembali psikologi perkembangan memasuki periode baru dalam bidang studi perkembangan. dan guru dengan sampel yang cukup besar. Stanley mengambil dari Darwin aalah “tentang adanya rekapitulasi dalam perkembangan manusia” menurutnya. remaja. Watson (Behaviorism Theory). Selanjutnya Hall dan muridnya Clark. meskipun menimbulkan pertentangan seperti Sigmun Freud dengan teori psikoanalisisnya. Predisposisi mendeskripsikan gejala perkembangan manusia secara mendetail adalah penting dalam perkembangan disiplin ilmu. orang tua. Mereka mengumpulkan data tentang perkembangan anak-anak. J. Pada pertengahan abad 20. Wundt beranggapan bahwa eksperimen memiliki arti penting bagi psikologi. Oleh karena itu untuk perkembangan pemahaman tentang perkembangan anak. berusaha untuk mengetahui stuktur pikiran anak-anak dengan melakukan penelitian tentang permainan anak dan isi pikiran anak di Universitas Massachusetts. memperkenalkan prinsip-prinsip “Classical Conditioning” menjelaskan perkembangan tingkah laku. dan masa depan perkembangan tertentu. ditandai dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama oleh Wilhelm Wundt (1879) di Leipzzing. dan inilah yang menyebabkan berkurangnya minat terhadap psikologi perkembangan. diperlukan prinsip teoritis sebagai dasar observasi yang tidak hanya sekerdar mendeskripsikan. golongan umur. Menurut Wundt eksperimen dapat membuktikan wilayah pengamatan dari tanggapan.

1. harus sudah masaklebih dahulu. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali (Werner. maka istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul. Terjadinya perubahan orientasi dalam riset-riset psikologi perkembangan hingga menjadi bersifat eksperimental dengan pengukuran dan pengontrolan eksperimen yang terbukti sangat berhasil digunakan dalam proses eksperimen umum. Peningkatan ini didorong dengan adanya alat-alat modern dan teknik pencatatan (recording) yang makin baik. Mampu untuk berfungsi dalam satu nivo yang lebih tinggi karena pengaruh pertumbuhan disebut pemasakan. Meskipun dapat dikatakan mengenai belajar .1962). mak aurat daging pembuangan harus selesai pertumbuhannya. bahkan ada yang lebih mengutamakan pertumbuhan. 1969). Pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikis. Muchow. lebih mengalami integrasi. dan sebagainya. Menurut banyak ahli psikologi dan para ahli psikoloi sendiri. 3. Pengertian perkembangan pada suatu proses kea rah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Dalam “pertumbuhan” ada sementara ahli psikologi yang tidak mebedakan antara perkembangan dan pertumbuhan. 2. Hal ini mungkin untuk menunjukan bahwa orang yang berkembang tadi bertambah kemampuannya dalam berbagai hal lebih mengalami diferensiasi dan pada tingkat yang lebih tinggi. Tetapi apa sebetulnya yang dimaksudkan dengan perkembangan pribadi itu? Apakah artinya bila dikatakan bahwa perkembangan itu sedang berlangsung? Pertanyaan yang kedua ini akan mendapat tinjauan lebih lanjut nanti. Mengenai hal yang terakhir ini akan sering kita jumpai kembali dalam tulisan ini. berjalan. berbicara. Adanya minat baru terhadap asal mula tingkah laku (Origin of Behavior). misalnya bertambahnya fungsi otak memungkinkan anak dapat tertawa. namun perhatian psikologi perkembangan yang utama tertuju pada perkembangan manusianya sebagai person. Piaget (Swiss) mengenai teori kognisi yang beranggapan bahwa perkembangan ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan perkembangan individu terjadi sebagai hasil interaksi yang konstan antara individu dengan tuntutan lingkungan. Masyarakat merupakan tempat berkembangnya person tadi. ditandai dengan meningkatnya riset terhadap bayi-bayi. Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Pra ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg. Dalam tulisan ini. maka istilah pertumbuhan badan dan fungsi fisik yang murni. 1986. Ditemukan Kembali hasil karya J. Misalnya sebelum pendidikan kebersihan dapat dimulai.

Marx (1963) membedakan adanya tiga macam teori. menerangkan. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data yang empiris. namun menurut thomae (1968) ada suatu persamaan pendapat. Pemakaian istilah kepribadian menimbulkan permasalahan baru. Tidak ada satu orangpun yang mempunyai cirri seratus persen sama dengan orang lain: setiap orang adalah pribadi yang khusus. . Disamping itu juga ada stabilitas dalam kepribadian seseorang hingga dapat dikatakan ada suatu identitas pribadi. yaitu karena teori mengenai kepribadian ada bermacam-macam pula. Walaupun terdapat banyak perbedaan pendapat antara para ahli teori kepribadian. Psikologi kepribadian dan psikologi perkembangan Dalam pasal yang sebelumnya telah sering ditunjukan adanya hubungan antara perkembangan dengan pribadi atau kepribadian. Suatu teori akan memperoleh arti yang penting bila ia lebih banyak dapat melukiskan. Teori yang induktif: cara menerangkan adalah dari data ke arah teori. Teori-teori perkembangan Berhubung beberapa aspek didalamnya diberikan penonjolan tertentu.berjalan. dan meramalkan gejala yang ada. Oleh karena itu menurut Hermann lebih baik definisinya diberikan sesudah dilakukan penelitian lebih lanjut daripada diberikan sekarang. b. yaitu bahwa setiap pribadi mempunyai cirri-cirinya yang khas. pada dasarnya orang tadi tetap mewujudkan pribadinya sendiri. Pribadi atau kepribadian disini dipandang sebagai kesatuan sifat yang khas yang menandai pribadi tertentu itu. Hermann (1969) berpendapat bahwa pengertian kepribadian merupakan suatu konstruk teoretis yang sangat kabur defnisinya. namun harus ada pemasakan beberapa fungsi lebih dahulu. sebelum belajarnya tadi mungkin dilaksanakan. Dengan demikian dapat dibedakan antara: a. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistis ini dijumpai pada kaum behaviorist. maka timbullah berbagai pandangan (teori) mengenai psikologi perkembangan. Meskipun ada perubahan yang dialami seseorang. Teori yang deduktif : memberikan keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.

Konsepsualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis. 2. yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data. Fakta tetap sama. Berdasarakan data tersebut diatas secara sangat umum dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu teori adalah suatu konsepsualisasi yang umum. misalnya dapat dengan menerangkan. 1968). Berdasarkan pembagian ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut: 1. Disini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis. orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia. Suatu hukum menunjukkan suatu hubungan antara variable-variabel empiris yang bersifat ajeg dan dapat diramal sebelumnya. bila tidak dia bukan suatu teori. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya. Hukum-hukum ini biasanya mempunyai sifat hubungan yang deduktif. Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu datang pada suatu konsep yang teoritis. tetapi dapat pula dengan menganalisa dan menginterpretasi secra kritis (Habermas. suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. Teori menunjuk pada sekelompok hokum yang tersusun secara logis. 3. Teori yang fungsional: disisni nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis.[4] Kegunaan Psikologi Perkembangan Berikut ini akan dikemukakan kegunaan psikologi perkembangan sebagai berikut:  Dengan mempelajari psikologi. tetapi cara menerangkan dan melukiskan akan lain. Suatu teori dapat memandang gejala yang dihadapi dari sudut yang berbeda-beda. Misalnya melukiskan suatu konflik antar generasi yang dilakukan oleh ahli teori yang berpandangan emansipatoris akan berlainan dengan cara melukiskan seorang ahli teori lain yang tidak berpandangan emansipatoris. Teori semacam itu mempunyai dasar empiris. .c.

 Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal. Jenis-jenis perkembangan (Types of changes in Development) Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan digolongkan ke dalam 4 jenis. Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri. Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain. baik segi pengenalan. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. sangat berguna bagi para pendidik. 1. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus. secara khusus. yaitu dengan bekal psikologi perkembangan:  Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu. Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. yaitu: . sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya. Objek Psikologi Perkembangan Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Jenis-Jenis Dan Karakteristik Perkembangan Elizabeth Hurlock mengemukakan jenis-jenis perubahan selama proses perkembangan dan sifatsifat khusus dalam perkembangan. kehendak. dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Pengetahuan Psikiologi Perkembangan.  Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka.   Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri. maupun tingkah laku lainnya. perasaan. termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.

Perkembangan adalah tidak terputus-putus.[5] . f. Tiap-tiap fase perkembangan mempunyai coraknya masing-masing. j. d. i.    Perubahan dalam ukuran (changes in size) Perubahan dalam perbandingan ( changes in proportion) Pengertian wujud ( Disappearance of Old Features) Memperoleh wujud baru ( Acquisition of New Features) 2. Dan hanya diambil yang jelas menunjukkan pengaruh yang besar. Sifat-sifat dalam perkembangan ada sangkut pautnya antara satu dengan lainnya. yaitu: a. Perkembangan dari pelbagai bagian badan berlangsung masing-masing dengan kecepatan sendiri. Perkembangan berlangsung dari sifat-sifat umum ke sifat-sifat khusus. Sifat-sifat khusus perkembangan (Characteristics of Development) Ada beberapa sifat khusus yang dapat kita lihat dalam perkembangan. Memungkinkan kita mengetahui apa yang dapat kita harap pada suatu usia. Perkembangan berlangsung menurut suatu pola tertentu. Perkembangan dapat dikira-kirakan lebih dahulu. g. agar berlangsung dengan baik. h. e. Apa yang disebut sikap yang menjadi persoalan kerapkali sikap biasa sesuai dengan umurnya. b. Perbedaan kecepatan perkembangan antara kanak-kanak akan tetap berlangsung. c. Tiap-tiap orang yang normal akan mencapai masing-masing fasenya terakhir dalam perkembangan. sehingga tidak terjadi harapan yang berlebihan atau mematikan pengharapan yang kedua-duanya akan berakibat tidak baik. o Memungkinkan kita mengetahui secara tepat kapan kita harus berbuat dan apa yang harus kita buat untuk membantu pertumbuhannya. Kesimpulan : o o Pengetahuan tentang dasar-dasar perkembangan adalah sangat penting artinya bagi kita.

sikap anak cenderung tertutup. yaitu: 1. antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.0 –13. Strecungsperiode II Yaitu pada umur 13. 2.0. yaitu: 1.0. Pada masa ini dalam keadaan pendek. . Kondisi badan anak nampak langsing.0. Strecungsperiode I Yaitu pada umur 3.[6] Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Kretschmer Kretschmer membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase.0 – 3. gemuk. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing b) Aristoteles Aristoteles merumuskan perkembangan anak dengan 3 (tiga) fase perkembangan yakni: 1.0 – 7. Periodisasi yang berdasar biologis Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. bersikap terbuka.0 – 20. mudah bergaul dan mudah didekati.0 yang disebut masa anak kecil dan kegiatan pada fase ini hanya bermain. Kondisi fisik anak kembali menggemuk 4. Fase I Yaitu pada usia 0.Fase Dan Ciri-Ciri Pertumbuhan & Perkembangan Pendapat para Ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam di atas dapat digolongkan dalam tiga bagian. sukar bergaul dan sulit didekati 3. Fullungsperiode II Yaitu pada umur 7.0.0 –7. Fullungsperiode I Yaitu pada umur 0. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi.

Fase II Yaitu pada usia 7. c) Sigmund Freued Freued membagi perkembangan anak menjadi 6 (enam) fase perkembangan yakni: 1.0 –14. Kegiatan ini jika dapat disublimasikan maka seorang anak akan sampai pada fase kematangan 6. Aristoteles menyebutkan pada periodesasi ini disebut sebagai periodesasi yang berdasarkanpada biologis karena antara fase I dengan fase ke II itu ditandai dengan adanya pergantian gigi. Fase Falis Yaitu pada usia 3. seseorang telah sampai pada fase dewas.0. impuls-impuls cenderung berdada pada kondisi tertekan 5. Pada fase ini. Fase Pubertas Yaitu pada usia12/13.2. sedangkan antara fase ke II dengan fase ke III ditandai dengan mulai bekerjanya organ kelengkapan kelamin. Fase Anal Yaitu pada usia 1. d) Jesse Feiring Williams Williams membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) masa perkembangan yakni: .0 Pada fase ini. Fase Genital Yaitu pada usia 20 ke atas. masa ini adalah masa peralihan dari anak menjadi dewasa.0 – 12/13.0 Pada fase ini.0 yang disebut dengan masa remaja atau pubertas.0 – 5. dorongan dan tahanan berpusat pada alat pembuangan kotoran. Pada fase ini. mulut merupakan central pokok keaktifan yang dinamis.0 – 21. alat-alat kelamin merupakandaerah organ paling perasa 4.0. Fase Oral Yaitu pada usia 0.0 yang disebut masa anak atau masa sekolah dimana kegiatan anak mulai belajar di sekolah dasar 3.0 – 20. Fase III Yaitu pada usia 14. impuls-impuls kembali menonjol.0 – 3.0 Pada fase ini. 2. Pada fase ini. 3. Fase Latent Yaitu pada usia 5.0 – 1.

pada usia 0.0/13. Trotz II usia 12 tahun bagi putri dan usia 13 tahun bagi laki-laki.Dan pada umumnya proses tersebut pada waktu-waktu tertentu mangalami kegoncangan (aktivitas revolusi).0/04.0 – 1.0 3. yaitu : 1.0 4. Masa cepat memperoleh kekuatan/tenaga. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan.0 2. Masa cepat berkembangnya tubuh. Dari Trotz periode I hinga Trotz periode II disebut masa keserasian bersekolah (03.0). yaitu pada usia 6. Periodisasi Yang Berdasar Psikologis Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroch.0 –19. Sehingga para ahli mengembalikan masalah kejiwaan dalam kedudukan yang murni. Masa Nursery dan kindergarten yaitu.0/04. Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Oswald Kroh Kroh berpendapat bahwa pada dasarnya perkembangan jiwa anak berjalan secara evolutiv.0) b) Charlotte Buhler Charlotte membagi perkembangan anak menjadi 5 (lima) fase.dan biasanya tiap anak akan mengalaminya sebanyak dua kali. yaitu pada usia 10.0 – 10.[7] 2. berorientasi dari sudut pandang psikologis.0 – 21. masa kegoncangan ini oleh Kroh disebut „Trotz Periode‟. karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. Dari trotz periode II hingga akhir masa remaja disebut masa kematangan (12. Fase I (0.0 – 14. Dari lahir hingga trotz periode I disebut sebagai masa anak awal (0.1. Secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut : 1.0 – 6.0 adalah masa perubahan pola dan kepentingan kemampuan anak dengan cepat.0) 2.0 – 12. Pada fase ini perkembangan sikap subyektif menuju obyektif. Masa Adolesen yaitu pada usia 14.0 – 03. mereka tidak lagi mendasarkan pada sudut pandang biologis ataupun didaktis. Pada pembagian ini para ahli membahas gejala perkembangan jiwa anak.0) 3. .0/13. yakni trotz I sekitar usia 3/4 tahun.

0 – 13. 6.0) .0/13.tugas serta prestasi. 15.4. 0.0 – 15. adanya hubungan diri dengan lingkungan sosial dan mulai menyadari akan kerja.0 – 20.0 – 2.0 disebut masa vital 2. 7. yaitu : 1.0 – 35.0 – 12. Pada fase ini mulai munculnya minat ke dunia obyek sampai pada puncaknya.0 disebut masa perkembangan intelektual 4. 2.0 masa preadolescense and adolesence 4.0 – 7.1.0 masa infacy and early childhood 2.0 – 9.0 – 18.0 = masa adolesen 2. Fase II (1.0 – 35. 4.0 disebut masa Esthetis 3. walaupun nampaknya lebih berorientasi pada dasar psikologis. nulai menemukan diri yakin shyntesa sikap subyektif dan obyektif 2.0). 14.0 disebut masa sosial Pembagian terakir ini masih dapat diuraikan lagi menjadi : 1. ia mulai memisahkan diri dari orang lain dan sekitarnya secara sadar 5.0 masa early adulthood yang terbagi atas early adulthood (18.0) Pada Fase ini. Pada fase ini makin meluasnya hubungan pada benda-benda sekitarnya.0).0 – 12. 12. Havigurst Robert meninjau perkembangan anak global yakni sebagai berikut: 1.1. Pada fase ini individu memasukkan dirinya kedalam masyarakat secara obyektif. 18.0 = Masa Pural 2. adulthood (21. 0. Kohnstamm Ia menyebutnya pandangan itu secara flectis.0 – 21. 12. Gabungan dar ketiga kelompok oleh PH.0 = Masa Pubertas 4. Tinjauan perkembangan anak global oleh Robert j. 3.0 –14.0).0 – 18.0 masa midle childhood 3. atau mengenal dunia secara subyektif. Fase IV (8.0 – 6. 18.0 – 4. Fase V (13.0/13. Fase III (40 – 8.0 = Masa prapubertas 3.0 – 21.0).5. 12.2.

60. 5. Scola Materna (sekolah ibu) Yaitu pada usia 0.5.0 – 12. yaitu: 1.0 pada fase ini.0 – 6.0 Pada fase ini.0 – 60.0 – 12.0 – 18.0 – 24. Scola Latina (sekolah bahasa latin) Yaitu pada usia 12. anak mengembangkan organ tubuh dan panca indra di bawah asuhan ibu (keluarga) 2. ingatan.[8] 3. 35. Periodisasi Yang Berdasar Didaktis Periodesasi berdasarkan didaktis adalah periodesasi yang pembahasannya berdasarkan pada segi keperluan/materi apa kiranya yang tepat diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu. Academia (akademi) adalah media pendidikan bagi anak usia 18. Pada usia 0.0 masa middle age 6.00 – ke atas masa later life.0 pada fase ini. anak mengembangkan pikiran. . Scola Vermacula (sekolah bahasa ibu) Yaitu pada usia 6.0 tahun adalah masa pentingnya pendidikan jasmani dan alat-alat indera. Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Johann Amos Comenilus (Komensky) Komensky membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) tahap. serta memikirkan tentang kemungkinan metode yang paling efektif untuk diterapkan di dalam engajar atau mendidik anak pada masa tertentu tersebut. dan perasaannya di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah(bahasa ibu) 3.0 – 2. anak mengembangkan potensinya terutama daya intelektualnya dengan bahasa asing. Pada usia 2.0 tahun adalah masa asuha 2.0 b) Jean Jeaques Russeau Didalam bukunya yang terkenal yaitu “Emile eu du I‟education” Jean Jeaques Russeau membagi tahapan perkembangan anak antara lain: 1.

Skinner Skinner membagi perkembangan anak menjadi Prenatal Stages dan Postanal Stages dengan perincian sebagai berikut : 1. Pada usia 7.3.0 – 9. Ia harus mampu berfikir secara jernih. Pada usia 15. Pada usia 1.0 adalah masa dimana anak sudah mulai memperhatikan masalah kesusilaan.0 – 15. yaitu: 1. Pada usia 12.0 tahun adalah masa pentingnya pendidikan serta pembentukan watak. Prenatal Stages Germinal : a fortnigh after consepsion (saat perencanaan) Embryo : Dari Consepsion sampai pada 6 bulan Fetus : Dari 6 bulan sampai ia lahir ke dunia    2. Maria Montessori Dr. mulai berfungsi perasaan ethisnya yang bersumber dari kata-kata hatinya dan dia mulai tahu kebutuhan orang lain 3.0 –12. d) Charles E.0 – 24.0 adalah masa pendidikan di perguruan tinggi. jauh dari perbuatan yang tercela.0 tahun adalah masa perkembangan pikiran dan masa juga terbatas 4.0 – 19.0 tahun Junior Hight School : Pada Usia 12.0 – 18. Posnatal stage Parturate : Pada saan ia lahir kedunia sampai pada Neonate : 2 Bulan pertamasetelah anak lahir kedunia Infant : 2 tahun pertama setelah anak lahir ke dunia Preschool child : Pada usia 6.0 adalah masa penemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah sosial. Maria membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) tahap. Pada usia 18. Pada usia 12.0 – 7.0 – 12.0 tahun[9]       .0 tahun Intermediate School : pada usia 9. masa melatih anak akan realitas kepentingan dunia.0 – 20.0 adalah masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari dunia luar dari alat dria. 4. 2. kesusilaan juga pembinaan mental agama c) Dr.

yang berlangsung sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua. Masa Sebelum lahir (Prenatal Period) Masa ini berlangsung sejak terjadinya konsepsi atau pertemuan sel bapak-ibu sampai lahir kira- kira 9 bulan 10 hari atau 280 hari. Masa ini dimulai dari sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. b. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan. 2. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut: 1. . Masa sebelu lahir ini terbagi dalam 3 priode. Masa Bayi Baru Lahir (New Born). dari akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua. Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut. Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah: a) Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan. 3. dari akhir bulan kedua sampai bayi lahir. yaitu: a. Periode Embrio. Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan. PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Tilker. c. Periode telur/zygote. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan. Periode Janin(fetus). Masa Bayi (Babyhood) Masa ini dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun. b) c) d) Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A.

kematian neonatal (kematian di 27 hari pertama hidup). Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun. Perkembangan fisik Pertambahan berat badan menurun.[10] 4.Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 24 bulan. formula bayi biasa digunakan di negara-negara Barat. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah. Hal ini terjadi karena balita memnggunakan banyak energi untuk bergerak. terutama diawal balita. Bayi memiliki insting menyedot. namun tidak ada batasan yang pasti. Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi juga rentan terhadap kematian. . Di negara lain ada yang menyewa "perawat basah" (wet nurse) untuk menyusui bayi tersebut. melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi. Bayi tidak mampu mengatur pembuangan kotorannya. Perkembangan psikologis Psikomotor Terjadi perubahan yang cukup drastis dari kemampuan psikomotor balita yang mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion). yang membuat mereka dapat mengambil susu dari buah dada. menggenggam. Bila sang ibu tidak bisa menyusuinya. oleh karena itu digunakanlah popok. Pemberian makanan dilakukan dengan penetekan atau dengan susu industri khusus. memanjat. dan postneonatal (setelah 27 hari). atau tidak mau.atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Mulai melatih kemampuan motorik kasar misalnya berlari. berjinjit. Balita Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. melompat. berguling. Kematian bayi dibagi menjadi dua.

Oleh karena itu pada permainan sulap sederhana. Aturan Pada masa balita adalah saatnya dilakukan latihan mengendalikan diri atau biasa disebut sebagai toilet training. Balita akan mencari pada tempat terakhir ia melihat obyek tersebut. Akan tetapi jika prose penghilangan obyek tidak terlihat. Pada akhir masa balita. dan akan mengetahui keberadaan obyek tersebut jika proses penyembunyian terlihat oleh mereka. Kognitif * Pada periode usia ini pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. pada awal masa balita. mengikat tali sepatu. menggambar. bermain bersama berarti melakukan kegiatan bersama-sama dengan melibatkan aturan permainan dan pembagian peran. pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosa kata. Freud mengatakan bahwa pada usia ini individu mulai berlatih untuk mengikuti aturan melalui proses penahanan keinginan untuk membuang kotoran. minum" Usia 36 bulan:"Aku haus minta minum" Sosial dan individu Pada periode usia ini balita mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga. contoh kalimat Usia 24 bulan: "Haus. balita masih kesulitan untuk membuat prediksi tempat persembunyian obyek sulap.Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosa kata rata-rata balita adalah 50 kata. Balita memahami bahwa obyek yang diaembunyikan masih tetap ada. menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya. balita mengetahui benda tersebut masih ada. namun tidak bersama-sama dalam satu permainan interaktif. . Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya. namun tidak mengetahui dengan tepat letak obyek tersebut. * Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. menulis. bermain bersama berarti bersama-sama berada pada suatu tempat dengan sebaya.

contoh: permainan sekolah. Masa Kanak-kanak Awal (Early Chilhood) Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. . jenis kelamin. melatih kemampuan motorik kasar dan halus. walau tidak selamanya lebih baik. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD. permainan palang. terutama lingkungan rumah. menyuap[11] 5. dokterdokteran. mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya. mewarnai. permainan keseimbangan dll Motorik halus: meronce. dari lingkungannya. Proses pembedaan diri dengan orang lain atau individuasi juga menyebabkan anak pada usia tiga atau empat tahun memasuki periode negativistik sebagai salah satu bentuk latihan untuk mandiri. Terdapat pula pendidikan di luar rumah yang melakukan Bermain  Permainan peran. Mekanisme perkembangan ego yang drastis untuk membedakan dirinya dengan individu lain ditandai oleh kepemilikan yang tinggi terhadap barang pribadi maupun orang signifikannya sehingga pada usia ini balita sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain. ruman-rumahan dll   Permainan imajinasi melatih kemampuan kreativitas anak Permainan motorik.Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama. Motorik Kasar contoh: spider web. melatih kemampuan pemahaman sosial. Pendidikan dan Perkembangan Cara belajar yang dilakukan pada usia prasekolah ini melalui bermain serta rangsang kegiatan belajar lebih terprogram dan terstruktur.

Perubahan besarnya tubuh.0 sampai umur 15. periode komitmen dan masa ketergantungan. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual. dari umur 40. 8.0 atau 16. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah. perubahan nilai-nilai. dan masa akhir atau usia lanjut. Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood). periode isolasi sosial. Akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood) Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional.0. yaitu: 1. 4. 7. 3. Masa dewasa pertengahan.0.0 sampai mati. kreativitas san penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Masa Puber (Puberty) Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder. masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21. . Pertumbuhan ciri-ciri seks primer. dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. 2.0 atau 12. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber. dari umur 60.0. Yaitu umur 11. Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki. Perubahan proporsi tubuh.0 sampai umur 60.6.0 sampai umur 40.

9.[12] . Masa Dewasa madya ( Middle Adulthood). b) Masa dewasa madya merupakan masa transisi. Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru. Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain: a) Masa dewasa madya manusia. Menurut Erikson. Masa Usia Lanjut ( Later Adulthood). Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati. selama usia madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi). c) Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun. dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial. merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan 10. d) Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful