BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tumbuhan Harimonting

Tumbuhan Harimonting merupakan tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari cukup, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang.Tumbuhan ini biasanya ditemukan sampai pada ketinggian 1650 meter diatas permukaan laut.

2.1.1. Morfologi Tumbuhan Harimonting

Rhodomyrtus tomentosa W.ait. merupakan tanaman liar dengan tinggi mencapai 3 m. Pada saat mudanya, tipis, dan berwarna keputih-putihan seperti bulu domba. Daunnya bersebrangan dengan tiga tulang daun yang tegak, panjang tangkainya 0,25-0,5 cm. Daunnya memanjang dengan panjang 2,5-3 cm. Ujungnya tumpul sampai runcing, diatasnya berwarna keputih-putihan. Bunganya tersembunyi pada kelopak, dengan luas 3,7-4 cm, dan panjang tangkai kelopaknya 1,25-2,5 cm, dengan pasangan bilik pada dasar tiap bunganya: 5 kelopak, 5 daun bunga yang sedikit berwarna putih, diluar dengan merah keungu-unguan atau keseluruhan merah muda. Kebanyakan benang sari berwarna merah muda, dengan kepala putik berwarna kuning. Buahnya dapat dimakan dengan panjang 1-25 cm, mempunyai mahkota dengan daun yang keras, diatas hijau mengkilap sampai keungu-unguan, dengan daging buah yang manis. Biji-bijinya kebanyakan kecil-kecil ( F.S.P.Ng, 1978).

2.1.2. Sistematika tumbuhan Harimonting adalah sebagai berikut :

Kingdom Divisio

: :

Plantae (tumbuhan ) Magnoliphyta (berbunga)

Universitas Sumatera Utara

W.2. bunga. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah daun yang berfungsi sebagai obat diare. 1988). fungi. Buahnya dapat dimakan karena rasanya manis. Namun ada juga flavonoida yang terdapat dalam hewan. 2. dan biji. kayu. kulit. misalnya dalam kelenjar bau berang – berang dan sekresi lebah. Kebanyakan flavonoida ini berada di dalam tumbuh – tumbuhan kecuali alga. 2. Manfaat Tumbuhan Harimonting Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan obat adalah tumbuhan Harimonting (R. 2. Penyebaran jenis flavonoida pada golongan tumbuhan yang tersebar yaitu angiospermae. Struktur dasar flavonoida dapat digambarkan sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara .1. briofita (Markham. Senyawa Flavonoida Senyawa flavonoida sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun.ait.). tomentosa. tepung sari. Dalam sayap kupu – kupu dengan anggapan bahwa flavonoida berasal dari tumbuh – tumbuhan yang menjadi makanan hewan tersebut dan tidak dibiosintesis di dalam tubuh mereka.3.Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : : : : Magnoliopsida(berkeping dua / dikotil ) Myrtales Myrtaceae (Suku jambu – jambuan ) Rhodomyrtus Rhodomyrtus tomentosa W. buah. Struktur dasar senyawa flavonoida Senyawa flavonoida adalah senyawa yang mengandung C15 terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon.2. klorofita.Ait.1. akar.

4-.4.A C C C B Kerangka dasar senyawa flavonoida Cincin A adalah karakteristik phloroglusinol atau bentuk resorsinol tersubstitusi HO O C3 OH C6 HO O C3 C6 Namun sering terhidroksilasi lebih lanjut : HO A HO O C3 OH OCH3 O A C3 OCH3 C6 H3CO H3CO C6 Cincin B adalah karakteristik 4-. 1996). 3.terhidroksilasi R C6 (A) C3 B R' R'' R = R’ = H. 3.5. Universitas Sumatera Utara . R’ = OH R = H. R’ = R” = OH R = R’ = R” = OH (juga. R = R’ = R” = H) (Sastrohamidjojo.

Flavon Flavon berbeda dengan flavonol dimana pada flavon tidak terdapat gugusan 3hidroksi. biasanya 3-glikosida. Flavonol lain yang terdapat di alam bebas kebanyakan merupakan variasi struktur sederhana dari flavonol. OH HO O OH HO O flavonol 2. Larutan flavonol dalam suasana basa dioksidasi oleh udara tetapi tidak begitu cepat sehingga penggunaan basa pada pengerjaannya masih dapat dilakukan. kuersetin. Flavon terdapat juga sebagai glikosidanya lebih sedikit daripada jenis Universitas Sumatera Utara . dan mirisetin yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antiimflamasi. gerakan kromatografi. umumnya dalam tumbuhan terikat pada gula yang disebut dengan glikosida (Harbone. Klasifikasi senyawa Flavonoida Flavonoida mengandung sistem aromatik yang terkonjugasi sehingga menunjukkan pita serapan kuat pada daerah spektrum sinar ultraviolet dan spectrum sinar tampak. serta reaksi warnanya.Flavonol Flavonol paling sering terdapat sebagai glikosida.2. Menurut Robinson (1995). 1996).2. flavonoida dapat dikelompokkan berdasarkan keragaman pada rantai C3 yaitu : 1.2. Hal ini mempunyai serapan UV-nya. dan aglikon flavonol yang umum yaitu kamferol.

3' 2 8 7 6 5 9 1 ' OH 4 ' O 4 2 3 1' 5' 6' 10 OH O flavon 3.glikosida pada flavonol. Isoflavon Isoflavon merupakan isomer flavon. Jenis yang paling umum adalah 7-glukosida dan terdapat juga flavon yang terikat pada gula melalui ikatan karbon-karbon. tetapi jumlahnya sangat sedikit dan sebagai fitoaleksin yaitu senyawa pelindung yang terbentuk dalam tumbuhan sebagai pertahanan terhadap serangan penyakit. Beberapa isoflavon (misalnya daidzein) memberikan warna biru muda cemerlang dengan sinar UV bila diuapi amonia. tetapi kebanyakan yang lain tampak sebagai bercak lembayung yang pudar dengan amonia berubah menjadi coklat. Luteolin merupakan zat warna yang pertama kali dipakai di Eropa. HO O OH O OH Struktur Isoflavon Universitas Sumatera Utara . Isoflavon sukar dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun. Flavon dianggap sebagai induk dalam nomenklatur kelompok senyawa flavonoida. Contohnya luteolin 8-C-glikosida. Flavon yang paling umum dijumpai adalah apigenin dan luteolin.

Universitas Sumatera Utara . O OH O Struktur Flavanonol 6.4. Flavanonol Senyawa ini berkhasiat sebagai antioksidan dan hanya terdapat sedikit sekali jika dibandingkan dengan flavonoida lain. Senyawa ini mudah diperoleh dalam jumlah besar dari ekstrak kental Uncaria gambir dan daun teh kering yang mengandung kira-kira 30% senyawa ini. dua glikosida yang paling lazim adalah neringenin dan hesperitin. terdapat dalam buah anggur dan jeruk. Katekin Katekin terdapat pada seluruh dunia tumbuhan. Sebagian besar senyawa ini diabaikan karena konsentrasinya rendah dan tidak berwarna. Flavanon terdapat di dalam kayu. Flavanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman genus prenus dan buah jeruk . terutama pada tumbuhan berkayu. Flavanon Flavanon terdistribusi luas di alam. daun dan bunga. Katekin berkhasiat sebagai antioksidan. O O Struktur Flavanon 5.

bunga. Secara kimia semua antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal yaitu sianidin. O OH OH HO Struktur Leukoantosianidin 8. dan biru dalam daun. dan semuanya Universitas Sumatera Utara . Antosianin Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. Leukoantosianidin Leukoantosianidin merupakan senyawa tan warna. Pigmen yng berwarna kuat dan larut dalam air ini adalah penyebab hampir semua warna merah jambu. contohnya melaksidin.OH OH HO O OH OH Struktur Katekin 7. ungu. dan buah pada tumbuhan tinggi. merah marak . Senyawa ini jarang terdapat sebagai glikosida. apiferol. terutama terdapat pada tumbuhan berkayu.

Dalam larutan basa senyawa ini berwarna merah ros dan tampak pada kromatografi kertas berupa bercak kuning. O Struktur Khalkon 10.Khalkon Khalkon adalah pigmen fenol kuning yang berwarna coklat kuat dengan sinar UV bila dikromatografi kertas. O OH Struktur Antosianin 9. tetapi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab Universitas Sumatera Utara . Aglikon flavon dapat dibedakan dari glikosidanya. 1996). 1995). O HC O Struktur Auron Prazat utama flavonoida sendiri sudah diketahui tanpa keraguan sebagai hasil dari banyak percobaan.terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi atau glikosilasi. Auron Auron berupa pigmen kuning emas yang terdapat dalam bunga tertentu dan briofita. karena hanya pigmen dalam bentuk glikosida yang dapat bergerak pada kromatografi kertas dalam pengembang air (Harborne. dengan sinar ultraviolet warna kuning kuat berubah menjadi merah jingga bila diberi uap amonia (Robinson.

Pemasukan gugus hidroksil-3 ke dalam molekul yang sudah mengandung hidroksil-4 dapat terjadi bahkan pada tahap akhir jalur. tampaknya berbagai gugus hidroksil ini sesungguhnya dimasukkan pada tahap yang berlainan dalam sintesis. Pengamatan ini menunjukkan bahwa terdapat senyawa antara C-15 yang umum diubah menjadi berbagai senyawa flavonoida setelah pola hidroksilasi cincin terbentuk.mengenai jalur rinci yang diikuti. Hidroksil-3 ini terjadi dalam sistem bebas sel. Akan tetapi. gugus ini harus terdapat pada cincin A kalkon.1995). Misalnya. dan jika telah ditambahkan tidak dapat dihilangkan. tetapi hidriksilasi-3 dikatalisis oleh enzim yamg larut. Sering teramati bahwa dalam spesies tumbuhan tertentu semua flavoida yang berbeda-beda mempunyai pola hidroksilasi cincin yang sama. Hidroksil-3 yang menjadi ciri flavonol dan antosianidin tampaknya juga ditambahkan pada tahap flavanonol. glikosilasi. gula terikat pada atom karbon flavonoida dan dalam hal ini gula tersebut terikat langsung pada inti benzene dengan suatu ikatan karbon-karbon yang tahan asam (Robinson. Hidroksilase-3 adalah oksigenase mikrosom. Gugus hidroksil-2 yang tidak begitu lazim sering kali ditambahkan pada tahap flavonol dan jika telah ditambahkan biasanya tidak dihilangkan. jika hidroksil-7 harus terdapat pada produk akhir (misalnya sianidin). perbedaan hanya terdapat asetilasi. dan struktur bagian C3. Universitas Sumatera Utara . Pada flavonoida C-glikosida.

tersebar luas dalam daun. dan biru juga dalam daun dan Ciri khas larut dalam air. menurut strukturnya. maksimal spektrum pada 330-350nm. dikenal sekitar sepuluh kelas flavonoida dimana semua flavonoida. merupakan turunan senyawa induk flavon dan semuanya mempunyai sejumlah sifat yang sama yakni: Golongan flavonoida Antosianin Penyebaran pigmen bunga merah marak. jaringan lain. Flavonol Terutamako-pigmen tanwarna Setelah hidrolisis. berupa bercak kuning mirip pada kromatogram Forestal bila disinari dengan sinar UV. λmaks 515-545 nm. Universitas Sumatera Utara . menghasilkan antosianidin (warna dapat diekstraksi dengan amil alkohol) bila jaringan dipanaskan dalam HCl 2M selama setengah jam.maksimal spektrum pada 330350 nm. Proantosianidin terutama tan warna. Flavon seperti flavonol Setelah hidrolisis.Menurut Harborne (1996). bergerak dengan BAA pada kertas. dalam bunga sianik dan asianik. dalam daun tumbuhan berkayu. berupa bercak coklat redup pada kromatogram forestal.

tidak seperti flavon biasa. Bergerak pada kertas dengan pengembang air. flavanon dan flavon serta flavonol yang termetoksilasa Universitas Sumatera Utara . hanya terdapat dalam satu suku. Metanol (MeOH). Adanya gula yang terikat pada flavonoida (bentuk yang umum ditemukan) cenderung menyebabkan flavonoida lebih mudah larut dalam air dan dengan demikian campuran pelarut yang disebut diatas dengan air merupakan pelarut yang lebih baik untuk glikosida. Air dan lain-lain. banyak yang akan terurai. kadangkadang terdapat juga dalam Maksimal spektrum 370-410nm. kadang-kadang sangat pahit. Khalkon dan auron pigmen bunga kuning. Flavanon jaringan lain tanwarna. Dimetilformamida (DMF).Golongan flavonoida Penyebaran Ciri khas Biflavonil tanwarna. sering kali dalam akar. Karena mempunyai sejumlah gugus hidroksi. tak ada uji warna yang khas Isoflavon tanwarna.Leguminosae Glikoflavon Seperti Flavonol Mengandung gula yang terikat melalui ikatan C-C. dan di samping itu terdapat oksigen. dalam daun dan buah ( terutama dalam Citrus ) Berwarna merah kuat dengan Mg/HCl. bergerak dengan pengembang air. bila dibiarkan dalam larutan basa. hampir seluruhnya Pada kromatogram BAA berupa bercak redup dengan Rf tinggi. Tetapi harus diingat.2. Butanol (BuOH). flavonoida merupakan senyawa polar. aglikon yang kurang polar seperti isoflavon. Sebaliknya. Dengan amonia berwarna merah terbatas pada gimnospermae.3. Sifat kelarutan Flavonoida Aglikon flavonoida adalah polifenol dan karena itu mempunyai sifat kimia senyawa fenol. maka umumnya flavonoida cukup larut dalam pelarut polar seperti Etanol (EtOH). yaitu bersifat agak asam sehingga dapat larut dalam basa. atau suatu gula. 2. Aseton. Dimetilsulfoksida (DMSO).

Pemisahan kimia adalah suatu teknik pemisahan yang berdasarkan adanya perbedaan yang besar dari sifat-sifat fisika komponen dalam campuran yang akan di pisahkan. dan preparative. 1988). Kromatografi Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusiskan antara dua fase.3. dipakai selayaknya sebagai metode untuk mencapai hasil kualitatif. 2.1.Kedua dipkai untuk menjajaki sistem pelarut dan sistem penyangga yang akan dipakai dalam kromatografi kolom atau kromatografi cair kinerja tinggi. Yang pertama.3. tidak tercampur dengan komponenkomponen lainnya. 2. Fasa stasioner mungkin suatu zat padat atau suatu cairan dan fasa yang bergerak mungkin suatu cairan atau suatu gas (Underwood. 2.1.1. Kromatografi Lapisan Tipis Kromatografi lapisan tipis (KLT) dapat dipakai dengan dua tujuan. Ada 2 jenis pemisahan: 1. Pemisahan fisika adalah suatu teknik pemisahan yang didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil dari sifat-sifat antara senyawa-senyawa yang termasuk dalam suatu golongan (Muldja. 1981). satu dari fasa-fasa ini membentuk lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat. 1995). Universitas Sumatera Utara . kuantitatif. Teknik Pemisahan Tujuan dari teknik pemisahan adalah untuk memisahkan komponen yang akan ditentukan berada dalam keadaan murni. 2.3.cenderung lebih mudah larut dalam pelarut seperti Eter dan Kloroform (Markham.

Pada kromatografi kolom. dan selulosa. tabung logam atau bahkan tabung plastik. tetapi biasanya panjangnya sekurang –kurangnya 10 kali garis tengah dalamnya dan mungkin saja sampai 100 kali. walaupun sering berfungsi sebagai penyangga untuk lapisan zat cair di dalam sistem kromatogarafi cair-cair .Harga Rf (Retension Factor) Mengidentifikasi noda – noda dalam lapisan tipis lazim menggunakan harga Rf yang diidentifikasi sebagai perbandingan antara jarak perambatan suatu zat Universitas Sumatera Utara .3. 1986). 2. Pelarut (fasa gerak ) dibiarkan mengalir melalui kolom karena aliran yang disebabkan oleh gaya berat atau didorong oleh tekanan.Fasa diam pada KLT sering disebut penyerap. campuran yang akan dipisahkan diletakkan berupa pita pada bagian atas kolom penyerap yang berada dalam tabung kaca. 2. Fasa gerak dapat berupa hampir segala macam pelarut atau campuran pelarut (Sudjadi.3.1.3.1. memisah dan dikumpulkan berupa fraksi ketika keluar dari alas kolom (Gritter . Kromatografi Kolom Kolom kromatografi atau tabung untuk pengaliran karena gaya tarik bumi (gravitasi) atau sistem bertekanan rendah biasanya terbuat dari kaca yang dilengkapi dengan keran jenis tertentu pada bagian bawahnya untuk mengatur aliran pelarut. Pita senyawa linarut bergerak melalui kolom dengan laju yang berbeda. Alumina (aluminium oksida).kiselgur (tanah diatome).Fasa diam dapat berupa serbuk halus yang berfungsi sebagai permukaan penyerap (kromatografi cair padat ) atau berfungsi sebagai penyangga untuk lapisan zat cair (kromatografi cair-cair). Hampir segala macam serbuk dapat dipakai sebagai penyerap pada KLT . Ukuran keseluruhan kolom sungguh beragam. 1991).Pada hakikatnya Kromatografi lapisan tipis melibatkan dua sifat fase : sifat fasa diam atau sifat lapisan dan sifat fase gerak atau campuran pelarut pengembang .2. yaitu : silika gel (asam silikat).

dan perkolasi. Apabila spectrometer tersebut Universitas Sumatera Utara . biasanya serbuk tumbuhan dikeringkan lalu.2. benzena.3. Untuk mengidentifikasi suatu senyawa. sokletasi. Ekstraksi Ekstraksi dapat dilakukan dengan metode maserasi.4. 1996). misalnya nheksana. dan air. eter. Instrumen yang memakai monokromator celah tetap pada bidang focus disebut sebagai spectrometer. Jarak yang ditempuh oleh tiap bercak dari titik penotolan diukur dari pusat bercak. Ada dua macam instrument pada teknik spekstroskopi yaitu spectrometer dan spektrofotometer. 1991). Sebelum ekstraksi dilakukan. Untuk mendapatkan larutan ekstrak pekat biasanya pelarut ekstrak diuapkan dengan menggunakan alat rotari evaporator (Harbone. kloroform. 2. Ekstraksi dianggap selesai bila tetesan terakhir memberikan reaksi negatif terhadap senyawa yang diekstraksi. etil asetat. dihaluskan dengan derajat kehalusan tertentu. Ekstraksi dengan metode sokletasi dapat dilakukan secara bertingkat dengan berbagai pelarut berdasarkan kepolarannya. maka harga Rf senyawa tersebut dapat dibandingkan dengan harga Rf senyawa pembanding (Sastrohamidjojo. etanol. metanol. Rf = Jarak perambatan bercak dari titik penotolan Jarak peramba tan pelarut dari titik penotolan 2.dengan jarak perambatan pelarut yang dihitung dari titik penotolan pelarut zat.Teknik Spektroskopi Teknik spektroskopi adalah salah satu teknik analisis kimia – fisika yang mengamati tentang interaksi atom atau molekul dengan radiasi elektronagnetik. kemudian diekstraksi dengan salah satu cara diatas.

Universitas Sumatera Utara . Spektrum Flavonoida biasanya ditentukan dalam larutan dengan pelarut Metanol (MeOH) atau Etanol (EtOH). 2. Keberlakuan seperti itulah yang memungkinkan kimiawan memperoleh informasi tentang struktur yang berguna serta mendapatkan acuan bagi peta umum frekuensi gugus yang khas (Silverstain . auron dan antosianin yang terdapat pada panjang gelombang yang tinggi. dan isoflavon serta kedudukan pita I pada spektrum khalkon.4. Spektrum khas terdiri atas dua maksima pada rentang 240-285 nm (pita II) dan 300-550 nm (pita I). 1986).dilengkapi dengan detektor yang bersifat fotoelektrik maka disebut spektrofotometer (Muldja. apapun bangun molekul selebihnya. Walaupun spektrum infra – merah merupakan kekhasan sebuah molekul secara menyeluruh. ataupun didekatnya. dihidroflavonol. Resonansi magnetik inti memberikan informasi tentang bilangan dari setiap tipe dari atom hidrogen. Informasi Spektroskoi Inframerah menunjukkan tipe-tipe dari adanya gugus fungsi dalam satu molekul . Kedudukan yang tepat dan kekuatan nisbi maksima tersebut memberikan informasi yang berharga mengenai sifat flavonoida dan pola oksigenasinya.1. gugus atom tertentu memberikan penambahan pita-pita pada kerapatan tertentu. Ciri khas spektrum tersebut ialah kekuatan nisbi yang rendah pada pita I dalam dihidroflavon. 1986). 1986). Kombinasinya dan data kadang-kadang menentukan struktur yang lengkap dari molekul yang tidak diketahui (Pavia. Spektrometri ultra violet Serapan molekul di dalam derah ultra ungu dan terlihat dari spektrum bergantung pada struktur ultra elektronik dari molekul. Penyerapan sejumlah energi. menghasilkan percepatan dari elektron dalam orbital tingkat dasar ke orbital yang berenergi lebih tinggi di dalam keadaan tereksitasi (Silverstein. 1995).

4. 1988) λ maksimum utama (nm) λ maksimum tambahan Jenis flavonoida (nm) (dengan intensitas nisbi) 475-560 390-430 365-390 350-390 250-270 330-350 300-350 λ maksimum utama (nm) ± 275 (55%) 240-270 (32%) 240-260 (30%) ± 300 (40%) ± 300 (40%) tidak ada tidak ada Antosianin Auron Kalkol Flavonol Flavonol Flavon dan biflavonil Flavon dan biflavonil λ maksimum tambahan Jenis flavonoida (nm) (dengan intensitas nisbi) 275-295 ± 225 310-330 310-330 (30%) 310-330 (30%) 310-330 (25%) Flavanon dan flavononol Flavonon dan flavononon Isoflavon 2.Ciri spektrum golongan flavonoida utama dapat ditunjukkan sebagai berikut : (Markam. Penyerapan ini tercantum. Pancaran infra merah yang kerapatannya kurang dari 100 cm-1 (panjang gelombang lebih daripada 100 µm) diserap oleh sebuah molekul organik dan diubah menjadi putaran energi molekul.2. Spektrofotometri Infra Merah (FT .IR) Spekrum infra merah suatu molekul adalah hasil transisi antara tingkat energi getaran yang berlainan. Hal ini disebabkan perubahan energi Universitas Sumatera Utara . namun spektrum getaran terlihat bukan sebagai garis – garis melainkan berupa pita – pita.

1986). Pergeseran kimia adalah pengukuran medan dalam keadaan bebas.getaran tunggal selalu disertai sejumlah perubahan energi putaran (Silverstein. Struktur NMR memberikan informasi mengenai lingkungan kimia atom hydrogen. NMR ) merupakan alat yang berguna pada penentuan struktur molekul organik. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Inti Proton (1H-NMR) Spektrometri Resonansi Magnetik Inti (Nuclear Magnetic Rresonance.1995). Universitas Sumatera Utara . Setiap senyawa memberikan penaikan menjadi puncak absorpsi tunggal dalam spektrum NMR (Bernasconi. 1982).4. Teknik ini memberikan informasi mengenai berbagai jenis atom hidrogen dalam molekul. jumlah atom hydrogen dalam setiap lingkungan dan struktur gugusan yang berdekatan dengan setiap atom hydrogen (Cresswell. Semua proton-proton dalam satu molekul yang ada dalam lingkungan kimia yang serupa kadang-kadang menunujukkan pergeseran kimia yang sama.3. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful