BBM 3: PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT PENDAHULUAN Setiap masyarakat manusia selama hidupnya, di mana pun, pasti akan mengalami

perubahan. Perubahan itu merupakan akibat dari adanya interaksi antarmanusia dan antarkelompok. Akibatnya, di antara mereka terjadi proses saling mempengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial. Ini berarti perubahan sosial tidak bisa kita elakkan. Apalagi di zaman yang terbuka ini, kemajuan teknologi yang amat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh baik dari dalam maupun dari luar. Semua pengaruh itu begitu mudah hadir di tengah-tengah kita. Lambat laun tanpa disadari kita telah mengadopsi nilai-nilai baru tersebut. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa berupa perubahan nilai-nilai sosial, norma-norma yang berlaku di masyarakat, pola-pola perilaku individu dan organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisanlapisan maupun kelas-kelas dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang, interaksi sosial, dan masih banyak lagi. Dengan kata lain, perubahan sosial bisa meliputi perubahan organisasi sosial, status, lembaga, dan struktur sosial masyarakat. Walau demikian, pengaruh perubahan tersebut pada diri manusia bisa terbatas maupun luas, bisa cepat atau lambat. Perubahan bukanlah semata-mata berarti suatu kemajuan, namun dapat pula berarti kemunduran dari bidang-bidang kehidupan tertentu. Dengan demikian, perubahan sosial merupakan ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya. Pada BBM ini, Anda akan dibawa untuk memahami perubahan sosial yang menyangkut proses dan dampaknya. Sehingga dengan memahaminya, Anda sebagai anggota masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi segala perubahan dan menjadi bagian dari perubahan, tentunya perubahan pada kemajuan. Setelah mempelajari BBM ini, secara khusus Anda diharapkan dapat: 1. Wujud perubahan sosial 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial

3. Proses perubahan sosial 4. Dampak perubahan sosial Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, BBM ini dibagi ke dalam empat Kegiatan Belajar (KB) yang harus Anda pelajari, yaitu: 1. Wujud perubahan sosial 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial 3. Proses perubahan sosial 4. Dampak perubahan sosial Untuk mempelajari BBM ini, sebaiknya Anda perhatikan petunjuk berikut. 1. Pahami BBM ini dengan seksama, baik isi maupun tujuannya, sehingga Anda dapat mencapai tujuan yang diharapkan sebagai hasil belajar. 2. Setelah Anda merasa memahami, kemudian kerjakan latihan atau tugas yang terdapat dalam BBM ini sesuai dengan petunjuknya. 3. Tuntaskan mempelajari Kegiatan Belajar 1 sehingga Anda benar-benar memahaminya, untuk kemudian dapat dilanjutkan dengan mempelajari Kegiatan Belajar 2, dan seterusnya. 4. Masyarakat dan lingkungan sekitar Anda merupakan sumber belajar yang nyata dan tepat dalam mempelajari modul ini. Tentunya pengetahuan Anda juga harus diperkaya dengan sumber belajar lain yang dapat diambil dari buku-buku pedoman, surat kabar dan majalah, media elektronik seperti radio televisi, dan internet, termasuk pengalaman teman. 5. Diskusikan dengan teman atau tutor apabila Anda menemui kesulitan, karena melalui diskusi dan kerja kelompok dapat meringankan Anda untuk mengatasi dan menyelesaikan semua tugas dalam mempelajari modul ini. 6. Setiap akhir kegiatan, jangan lupa untuk mengisi soal yang terdapat dalam BBM ini. Agar dapat mengetahui sejauhmana keberhasilan Anda dalam mempelajari BBM ini, cocokkan jawaban hasil pengisian latihan dengan kunci jawaban yang tersedia. Selamat belajar dan semoga sukses!

Kegiatan Belajar 1: WUJUD PERUBAHAN SOSIAL Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat; dimulai dari yang bersifat individual hingga yang lebih kompleks. Perubahan sosial juga dapat dilihat dari segi gejala-gejala terganggunya kesinambungan diantara kesatuan sosial, walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya. Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, invensi (penerapan), pengenalan ide baru dan munculnya nilai-nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai sosial yang lama, merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan demikian, perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Agar lebih memahami tentang perubahan sosial, beberapa pengertian dari sosiolog di bawah ini dapat Anda jadikan sebagai batasannya. William F. Ogburn, mengemukakan ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan material maupun immaterial, yang ditekankan pada pengaruh immaterial. Kingsley Davis, mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. Mac Iver, mengartikan bahwa perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (social relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur

sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. karena itu ada keinginan untuk situasi yang lain. 3) Adanya tekanan dari luar seperti kompetisi. komposisi penduduk. Menurut Bonner Interaksi sosial adalah suatu hubungan diantara dua individu atau lebih. keharusan menyesuaikan diri. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk bertindak. kebudayaan material. mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. mengartikan perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima. merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Baik antarwarga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat lain yang saling mempengaruhi. 2) Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada. misalnya produktivitas dan lain-lain. dan lain-lain. dan ideologi maupun karena adanya ditusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. termasuk di dalamnya nilai-nilai. masalah-masalah perubahan sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern. Selo Soemardjan. Kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial menurut Margono (dalam Taneko) bersumber pada : 1) Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada. Dengan demikian. terutama dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat negaranegara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang Dunia ke II. 4) Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis. Perubahan sosial merupakan suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. Dalam interaksi sosial . Perubahan yang paling awal dapat muncul dari adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi lingkungannya. di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi.GilIin & Gillin. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Akibatnya terjadi interaksi sosial antar individu.

maka akan mengalami rentetan perubahan-perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Berikut ini Soekanto mengemukakan beberapa bentuk perubahan sosial. Keempat faktor itulah individu memilih untuk melakukan interaksi sosial. Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. disebabkan oleh masyarakat itu sendiri yang menginginkan perubahan. Apabila perubahan terjadi secara lambat. Perubahan Juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar yang mempengaruhi kehidupan. identifikasi.terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seperti imitasi. atau juga tidak sesuai dengan yanghendak dicapai. Sedangkan penentuan kapan perubahan itu terjadi. umumnya disebut revolusi. Tanggapan anggota masyarakat terhadap gejala yang ada di lingkungannya terutama dalam menanggapi tradisi yang berlaku. dan sosial. akan mengikuti perubahan. sugesti. dan simpati. sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak. Perubahan menyangkut kehidupan manusia. atau terkait dengan lingkungan kehidupannya yang berupa lingkungan fisik. yang hasilnya menanggapi setiap gerak kehidupan dalam masyarakat. Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa akan terjadi dan tidak bisa dihindari. alam. Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. yaitu: 1) Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Hal itu disebut perubahan sosial. Perubahan dapat berarti suatu perkembangan ke arah yang sesuai dengan tujuan. Perubahan secara evolusi ini dapat diamati berdasarkan batas waktu yang lalu sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Untuk itu kita perlu mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Hanya saja perubahan tersebut tergantung pada masyarakat sendiri yang menentukannya. dan mengapa masyarakat perlu menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan. Seperti yang terjadi di Eropa yaitu revolusi industri yang menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses . perkembangan perubahan ini termasuk ke dalam evolusi. tergantung pada kita sendiri menentukan tahap awal atau patokan waktu tertentu.

tergantung keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan.prosuksi barang-barang industri. Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. 3) Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. Akibatnya mengubah sendi-sendi kehidupan. Selain itu. Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Perubahan membawa pengaruh terhadap pendidikan keluarga di rumah apalagi bagi suami istri yang bekerja. dll. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. sehingga tingkat kesejahteraan penduduk desa menjadi terangkat. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat mempengaruhi lembaga-lembaga masyarakat. . Akan tetapi perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam struktur. VCD porno. 2) Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. Misalnya penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera. Berdasarkan hal itu. Tetapi lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang bersifat negatif. minuman keras. misalnya perubahan jam kerja bagi pegawai negeri sipil yaitu dari jam 08. di samping menurunkan angka pertumbuhan penduduk. Seperti juga isi Proklamsi 17 Agustus 1945 merupakan perubahan yang mendasar mengenai pernyataan kemerdekaan Indonesia. Seperti perubahan mode pakaian. seperti mode yang dipaksakan.00 sampai jam 16. maka perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang mempengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat atau perubahan menjadi kemajuan/kemunduran masyarakat. maka pendidikan anak diserahkan pada orang lain.00 dan hari Sabtu merupakan hari libur. dan keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang yang besifat konsumtif bertambah besar.

Karena itu. karena perubahan tersebut bagi kelompok masyarakat tertentu dianggap dapat mengganggu kehidupan yang telah mapan. maka akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi). teknologi baru. Adapun kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan juga karena perubahan sosial.1) 2) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan setiap masyarakat. Keadaan sosial baru dengan masuknya televisi. Atau sebaliknya perubahan sosial menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran. Apabila dibiarkan tanpa adanya campur tangan pemerintah. mungkin perubahan yang terjadi di masyarakat “seperti jalan di tempat”. Misalnya keadaan masyarakat berubah. tetapi perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas hidup mereka. maju mundurnya suatu masyarakat akan tergantung pada masyarakat itu sendiri dalam menanggapi setiap gejala perubahan terhadap lingkungannya. Sebaliknya dari itu. Adakalanya perubahan sosial tidak diinginkan. Akibatnya terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban masyarakat menjadi menurun. Akibatnya proses perubahan ke arah kemajuan disebut lambat. atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan yang lama. Sebagaimana wujudnya. ada beberapa faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat. perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan sehingga masyarakat menjadi berkembang. Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan nilai di masyarakat. antara lain: 1) Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru jika masyarakat itu sendiri mengadakan kebiasaan berhubungan dengan kebudayaan lain. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa menimbulkan pengaruh). . Dengan demikian. dan Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat. maka akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat. Apabila muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi.

Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. teknologis. Struktur sosial yang otoriter akan sulit menerima kebudayaan baru. a. 4) Suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu masyarakat jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang melandasinya. geografis. biologis. Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab mengapa terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspek kehidupan sosial lainnya. ataupun biologis. 5) Unsur baru dapat diterima jika memiliki skala kegiatan yang terbatas dan terbukti kegunaannya oleh warga masyarakat. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. kecuali kalau sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh rezim yang berkuasa. Seperti misalnya unsur-unsur geografis. 3) Corak struktur sosial masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Kondisi yang dimaksud antara lain: kondisi-kondisi ekonomis.2) Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat jika unsur baru itu tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya. Para sosiolog berpendapat tentang perubahan sosial bahwa ada kondisikondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. terutama yang berhubungan dengan kerja. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Sedangkan Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif menjadi tipe . Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat baik yang bersifat materil maupun immaterial sebagai cara untuk menjaga keseimbangan masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. ekonomis atau kebudayaan. Adanya perubahan sosial merupakan suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia saling berinteraksi dan bersosialisasi.

Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Teori Fungsionalis (Functionalist Theory) Teori fungsionalis berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhi mereka. c. b. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. Menurut pandangannya. yaitu konflik sosial dan perubahan sosial. individu menjadi terasing. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. Teori ini hanya menjelaskan bagaimana proses perubahan terjadi. Konsep kejutan budaya menurut William F. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsionalis ini. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur lainnya tidak secepat itu sehingga 'tertinggal di belakang'. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. la yakin bahwa konflik dan pertentangan selalu ada dalam setiap bagian masyarakat. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Bahkan dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). Ketertinggalan itu menjadikan kesenjangan sosial dan budaya antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah . konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. prinsip dasar teori konflik. selalu melekat dalam struktur masyarakat. Menurutnya. meskipun unsurunsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan.masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal.

Yunani. banyak pihak menentang program itu karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. Seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia. nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. lambat laun masyarakat mulai menerima dan menerapkan kehadiran teknologi baru tersebut karena bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tak terkendali. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban {budaya) tidak dapat dielakkan. Contoh: Ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). dan tua. Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan babwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. remaja. dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. Karena itu. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. norma. Mesir.lambat. Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya nonmaterial seperti kepercayaan. Sejak saat itu tidak terelakan lagi peradaban barat mulai mengalami kemunduran menuju ke masa tua. Namun. Tidak ada yang dapat menghentikan proses ini. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. d. Dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikutinya. la merasa bahwa masyarakat barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa. yaitu: masa kanak-kanak. sebagai berikut: . dewasa. bahkan orang-orang ahli sekalipun. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh. meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilhn kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan pola-pola perilaku yang baru. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-18.

cobalah tugas dan latihan di bawah ini! .PERADABAN TAHAP PERADABAN WAKTU (1) Evolusi rektilinier yang sederhana WAKTU WAKTU (3) Evolusi yang terjadi dengan Tahap kelajuan yg tdk serasi PERTUMBUHAN KEBUDAYAAN TAHAP PERADABAN WAKTU WAKTU (4) Evolusi menurut siklussiklus tertentu dengan kemundurankemunduran jangka pendek (5) Evolusi bercabang yang mewujudkan pertumbuhan dan kebhinekaan TIPE-TIPE PERADABAN (2) Evolusi melalui tahap-tahap PERADABAN WAKTU (6) siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungankecenderungan PERADABAN PENEMUANPENEMUAN PERADABAN ANGKA KEMATIAN WAKTU (7) Pertumbuhan logistik yang digambarkan oleh populasi WAKTU (8) Pertumbuhan logistik terbalik yang tergambar dari angka kematian WAKTU (9) Pertumbuhan eksponensial yang tergambar dari untuk mengerjakan penemuan-penemuan baru WAKTU (10) Primitivisme Agar Anda lebih memahami uraian di atas.

TUGAS LATIHAN RANGKUMAN TES FORMATIF 1 BALIKAN DAN TINDAK LANJUT .

tetapi masyarakatlah yang akan melaksanakan perubahan. Masuknya televisi ke desa (yang dapat menangkap siaran TV swasta) menyebabkan orang desa menikmati hiburan setiap malam. kebrutalan dan cara-cara melakukan kejahatan seperti pada tayangan film mempengaruhi pemuda desa untuk menirunya. perubahan sosial dapat terjadi karena adanya faktor yang saling mempengaruhi baik dari masyarakat sendiri maupun dari masyarakat lain. dll. Berikut ini beberapa faktor perubahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain. seperti fasilitas .. Persaingan dalam mode pakaian. Karena itu. juga kegemaran akan musik yang berasal dari barat. kebutuhan yang terus meningkat. seperti : kerajinan akan bertambah maju karena produksi dapat dilakukan pada malam hari. Dengan demikian. informasi iklan dll. masuknya listrik ke pedesaan mempengaruhi perkembangan industri. kepuasaan menikmati hiburan setiap malam. Akibat-nya masuknya listrik ke pedesaan membawa perubahan besar dalam tata kehi-dupan penduduknya yang meliputi peningkatan industri pedesaan. Misalnya. dll. Tetapi dengan adanya listrik masuk desa secara tidak sadar akan membawa perubahanperubahan yang justru dapat merugikan mereka. Walaupun perubahan sosial dipengaruhi oleh bebe-rapa faktor yang berasal dari luar. Masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. masyarakatlah yang menerima dan melaksanakan perubahan.Kegiatan Belajar 2: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL Terjadinya perubahan sosial dilakukan masyarakat bersumber dari masyarakat itu sendiri dan dari luar. Perubahan kependudukan Jumlah Penduduk yang terus meningkat akan menambah kebutuhan akan beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka. tayangan iklan di tv swasta akan mempengaruhi pola konsumtif penduduk desa yang selalu ingin mencoba membelinya. Misalnya. yaitu : 1.

Alat percetakan ini tidak hanya digunakan oleh . Berikut ini contoh dari inovasi. Hal itu menyebabkan juga masyarakat mengetahui akan kebenaran-kebenaran ilmiah dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal. Penemuan-penemuan baru Penemuan baru merupakan proses sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu yang relatif cepat disebut inovasi atau innovation. karena huruf yang ada pada mesin cetak tidak dapat diubah-ubah yaitu satu lempengan untuk satu halaman. hal itu disebut discovery. Tetapi penemuan yang sudah ada dikombinasikan dengan berbagai alat bantu. 2. discovery dan invention. dan sumberdaya alam pedesaan yang terbatas tidak mampu menampung tenaga kerja. Penduduk yang terus bertambah memerlukan lapangan-lapangan kerja baru. maka hak atas warisan akan semakin berkurang. yaitu : Ditemukannya mesin cetak membawa perubahan bagi masyarakat. karena terbagi berdasarkan jumlah anak. terutama dalam hal penggandaan buku-buku ilmu pengetahuan. sehingga mempermudah pencetakan-pencetakan berbagai buku. Baik berupa alat baru atau berupa ide baru atau suatu rangkaian ciptaan-ciptaan dari warga masyarakat. Apabila hasil penyempurnaan atau pengembangan penemuan tersebut (discovery) diakui manfaatnya oleh masyarakat. Apabila jumlah anak dalam keluarga cukup besar. Di samping inovasi terdapat pula discovery yang artinya. surat khabar dll. penemuan tersebut dinamakan inovasi. maka orang menemukan kembali alat pencetak yang hurupnya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan agar pencetakan dapat lebih diperbanyak lagi. sehingga tata kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Tetapi alat cetak tersebut sifatnya kaku. Discovery merupakan pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan.pendidikan. lapangan kerja dll. kesehatan. penemuan dari unsur-unsur kebudayaan yang baru. maka dinamakan invention. sedangkan di desa lapangan kerja yang utama hanya di bidang pertanian. maka penduduk banyak yang mengadu nasib untuk bekerja di kota. Penemuan tersebut kemudian memiliki guna dan manfaat bagi masyarakat. Karena desa tidak mampu menyediakan lapangan kerja baru. Akibatnya pemilikan tanah di pedesaan akan semakin berkurang.

Pertentangan selain terjadi antar kelompok juga dapat terjadi antara individu dengan kelompok. Tentu saja gagasannya akan ditentang. pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh masyarakat Chechnya mengakibatkan Rusia berusaha menumpas pemberontakan tsb. baru-baru ini dapat kita ketahui melalui surat khabar. sehingga akan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain. Karena kesadaran akan penun-daan perkawinan umumnya tergantung pada tingkat pendidikan di masyarakat. Pertentangan ini sering terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang dan masyarakat tradisional yang sedang menuju masyarakat modern yang lebih kompleks. 3. Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam tubuh masyarakat itu sendiri Pemberontakan yang terjadi di masyarakat. radio atau televisi akan membawa perubahan-perubahan politik di negara bersangkutan. Apabila tingkat pendidikan di masyarakat tinggi maka usia perkawinan dilakukan setelah anak menyelesaikan sekolah lanjutan (minimal SLA). pemberontakan di India dilakukan di daerah Kashmir. Pertentangan (konflik) Pertentangan dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. seorang membawa nilai-nilai baru mengenai penundaan usia perkawinan pada masyarakat tradisional yang sering melaksanakan perkawinan usia muda. Usaha agar masyarakat meneri-ma nilai tersebut memerlukan waktu yang lama. maka proses ini dinamakan invention atau invensi. karena masyarakat merasa nilai yang ada sudah mapan sehingga tidak perlu diubah. .penemunya melainkan dipasarkan ke berbagai tempat karena masyarakat mengetahui manfaat dari alat tersebut. Apabila kita amati perkembangan penemuan baru. tampaknya ada pendorong bagi masyarakat atau individu untuk menyempurnakannya agar penggunaan penemuan tersebut menjadi lebih mudah dan bermanfaat. seperti yang terjadi di Srilangka pemberontakan dilakukan oleh Suku Tamil. Pertentangan dapat terjadi antara kelompok tua yang konservatif dengan kelompok pemuda yang dinamis. 4. Misalnya.

dll. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain Pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain terutama kebudayaan barat.5. surat khabar dan media komunikasi lainnya. perubahan keluarga. Peperangan Peperangan yang terjadi di suatu negara dengan negara lain menyebabkan terjadinya perubahan. terutama pendidikan tinggi atau mereka Penerima beasiswa belajar di luar-negeri yang memberikan teori dan pandangan Barat sehingga banyak ahli di Indonesia yang berpikiran Barat. berasal dari film. bantuan tak kunjung datang dll. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan seperti perubahan mata pencaharian. 7. karena kehancuran akibat perang seperti hancurnya harta benda. perubahan kekayaan dll. Tetapi ada pula pengaruh luar yang disebabkan pendidikan. Perubahan yang diakibatkan oleh lingkungan fisik Gejala yang terjadi di lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan sosial. memberikan peniruan gaya hidup masyarakat Barat yang tidak sesuai dengan gara hidup masyarakat Indonesia. karena kehidupan lama telah rusak atau hilang. gempabumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti di Majalengka Jawa Barat. Pengaruh media komunikasi tersebut. kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera dll. Maumere Nusa Tenggara Timur. Misalnya. televisi radio. Liwa Lampung. hidup tak menentu. anggota keluarga hilang kelaparan. Bagi negara yang kalah perang akan tunduk dengan menerima ideologi dan kebudayan dari pihak pemenang. Kerinci di Jambi dan lain-lain. . 6. Keadaan yang demikian memaksa masyarakat membentuk kehidupan kembali melalui lembaga atau organisasi sosial yang baru. Banyuwangi Jawa Timur. Bencara alam ini dapat juga disebabkan oleh faktor yang lain seperti meletusnya gunung Merapi di Jawa Tengah. Akibat yang ditimbulkan gempabumi tersebut menyebabkan masyarakat banyak yang kehilangan harta benda dan keluarga. sehingga mereka diliputi rasa kesedihan. akibatnya banyak diantara mereka yang merasa kecewa dengan situasi yang ada.

b. Sistem pendidikan yang maju Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari sistem pendidikan sekolah yang dilaksanakannya. Misalnya.Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial merupakan faktor yang berpengaruh. Perkembangan jaman akan membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas. tetapi terdapat juga faktor-faktor yang mendorong atau menghambat terjadinya proses perubahan sosial. Berikut ini beberapa faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial. tidak lain dipenuhi melalui pendidikan. Dengan adanya. c. antar lain: a. . Kontak Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling mempengaruhi. Adanya sistem rotasi tanaman yang tidak hanya satu jenis tanaman saja setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai sekarang dapat melebihi hasil sebelumnya. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi. dengan adanya diversivikasi tanaman ini harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. kemudian harga dasar tanaman pertanian jatuh di pasaran akibat panen melimpah. teknologi atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD. kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat bersangkutan. Difusi Intra Masyarakat itu sendiri. adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. proyek ini diharapkan petani-petani dari daerah lain mencontohnya yang berarti diharapkan terjadinya difusi antar masyarakat. yang dilakukan baik secara perorangan maupun kelompok. d. akibatnya terjadi penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi dari suatu masyarakat kemasyarakat yang lain. Difusi inter masyarakat Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat pengaruh dari masyarakat lain.

tetapi perilaku tersebut merupakan pemikiran ke arah perbaikan kehidupan. hal itu bukan berarti yang bersangkutan melanggar norma. Toleransi Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku. f. terutama norma yang tidak tertulis. maka akan mendorong untuk mengadakan penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat akan lebih baik membiarkan atau menanggapinya. LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja.Semakin berkembangnya pendidikan. Apabila sikap tersebut telah tertanam. . karena cara demikian merupakan toleransi terhadap pendapat orang lain. hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan sekolah. setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian. Sikap Masyarakat atau orang yang memiliki keinginan untuk maju. Misalnya. Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional. Bagi masyarakat yang sedang berkembang akan selalu berusaha untuk sejajar dengan masyarakat yang maju. Pengabdian dan Pengajaran). maka mendorong terjadi perubahan sosial. e. karena pendidikan menyebabkan orang banyak mengetahui tentang ilmu pengetahuan dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain baik yang maju maupun masih berkembang. akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup. Apabila di masyarakat terjadi perilaku menyimpang seperti sering melakukan protes terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh tokoh atau orangtua.

k. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas. . i. Sistem stratifikasi sosial terbuka Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antar lapisan. apabila yang bersangkutan berusaha dan kerja keras untuk mencapainya. merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. Agar manusia dapat mengubah nasibnya maka manusia harus berusaha untuk mencapainya. Diantara mereka saja ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Nilai yang menyatakan bahwa manusia harus berusaha memperbaiki nasibnya Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Maha Kuasa. ras. terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima berbagai pihak. h. tetapi masa lalu sebagai pengalaman untuk diperbaiki di masa sekarang. masa sekarang merupakan masa berusaha. tetapi besar kecilnya hasil tergantung pada kemampuan manusia itu sendiri.. maka masyarakat ingin ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang telah lama. melainkan hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri.g. agama. dan masa depan memetik hasilnya. akan terjadi perubahan-perubahan. Ketidakpuasan terhadap kondisi kehidupan Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial. Orientasi ke masa depan penuh dengan kebahagian jangan dijadikan Masa depan merupakan tumpuan harapan. Penduduk yang heterogen Penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan jalan usaha. akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan. sehingga hal ini mudah menjadi konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. Masa lalu yang harapan untuk masa depan apabila tidak diusahakan dengan kerja keras. j. budaya dll. Keadaan yang demikian. karena hanya akan menjadikan angan-angan yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Adapun Faktor penghambat atau yang menghalangi terjadinya perubahan sosial. atau tidak puas tinggal di rumah dengan melampiaskannya di dalam pergaulan yang negatif. Misalnya.l. seseorang yang baru saja memiliki rumah. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. konflik orangtua. maka harus menyesuaikan. Disorganisasi keluarga beru-pa. maka informasi atau perkembangan yang terjadi mungkin sebagai penunjang pembangunan masyarakat tidak dapat diterima b. anak remaja menjadi menyimpang. terutama ditunjang oleh keinginan untuk berubah. sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Walaupun terdapat beberapa faktor pendorong. mobil mewah. karena diantara mereka satu sama lain sudah tidak ada kecocokan lagi. Disorganisasi keluarga Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya. Dorongan terjadinya perubahan sosial senantiasa terdapat di setiap kehidupan. antara lain: a. m. merupakan jalan ke arah perubahan. maka terdapat pula beberapa faktor yang menghambat atau menghalangi terjadinya perubahan sosial. bahkan anak memiliki perilaku menyimpang sebagai rasa kesalan. Kurangnya hubungan dengan masyarakat yang lain Akibat kurangnya hubungan dengan masyarakat di luar kehidupannya. karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi. menyebabkan ilmu pengetahuan modern tidak dimiliki masyarakat. konflik antar anggota keluarga. menyebabkan yang bersangkutan selalu mengalami perubahan. Sikap mudah menerima hal-hal yang baru Barang-barang penemuan baru yang didapat seseorang merupakan langkah ke arah perubahan. maka keluarga tersebut menjadi pecah. kondisi atau barang yang diterimanya. akibatnya masyarakat tidak . Contoh lainnya yaitu orang yang selalu mengikuti perkembangan mode. kecewa. jangan bertindak seolah-olah seperti pembantu. menyebabkan keharmonisan dan keutuhan menjadi berkurang. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat Latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah.

masyarakat percaya bahwa pembangunan sebuah . Sikap yang tertutup Unsur-unsur perubahan yang datangnya dari luar dianggap berbahaya. Orang yang berpengaruh akan memiliki kedudukan tinggi. e. maka setiap perubahan yang masuk ke akan ditolaknya dengan berbagai alasan. sehingga setiap unsur-unsur yang berbau Eropa akan ditolak dan dianggap tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat. karena masa tersebut sebagai masa yang penuh keemasan. bahkan akan meninggalkan tradisi yang telah lama dianut. masyarakat yang demikian umumnya masyarakat yang telah dijajah oleh bangsa lain seperti dari Eropa. politik . f. Hal ini sebagai kekhawatiran bahwa masyarakat akan dijajah kembali dalam bentuk lain seperti ekonomi. karena dianggap berlawanan dengan ideologi mereka. Hal ini jelas sekali menghambat perubahan. agar kedudukannya tetap bertahan. g. karena masuknya unsur perubahan dari luar akan menggoyahkan pola-pola kehidupan yang akhirnya masyarakat tidak mempercayai pemimpin mereka. d.budaya dll. apalagi kelompok orangtua yang konservatif tetap bertahan dalam kepemimpinan masyarakat. Hambatan yang bersifat ideologis Setiap unsur perubahan yang berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan masyarakat akan ditolak. Rasa takut akan terjadinya desintegrasi Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dianggap mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan. Misalnya. Sikap masyarakat yang tradisional Sikap masyarakat ini lebih mengagung-agung masa lampau. Vested interests atau kepentingan-kepentingan yang tertanam kuat sekali Setiap masyarakat memiliki stratifikasi sosial masing-masing yang tergantung pada kedudukan setiap orang yang memiliki peranan dan pengaruh dalam masyarakat. sehingga masyarakat tidak siap menerima perubahan. karena merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. c. ideologi. sehingga tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat dirubah dan harus dilestarikan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat disebabkan masyarakat itu sendiri.mengalami kemajuan.

.jembatan harus diadakan selamatan terlebih dahulu. maka hal itu dijadikan contoh dengan jalan tidak menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. yang senantiasa berada pada kemiskinan yang terus menerus. Masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lama umumnya hidup dan bertahan pada masyarakat tradisional. tetapi masyarakat tidak mau mengubahnya. Apalagi hal ini melihat bukti di masyarakat bahwa lulusan SLA atau yang lebih tinggi tidak mendapatkan pekerjaan. maka perencana akan ditolak keberadaannya. karena tetap saja tidak dapat mengangkat kehidupan keluarga. karena takut membawa bencana atau berkurangnya keberuntungan yang ada dalam kehidupan mereka. tertama warga masyarakat sendiri. hanya saja tergantung besar kecilnya kekuatan dalam menanggapi perubahan tersebut. karena masyarakat percaya bahwa pembangunan proyek apabila dilaksanakan tanpa melakukan selamatan akan menyebabkan banyak memakan korban. Hakekat hidup Apabila masyarakat yang berkeyakinan bahwa hidup ini buruk. atau mereka yakin bahwa baik-buruknya kehidupan ini ada yang mengatur. Dorongan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan senantiasa ada di setiap masyarakat. sehingga apapun yang diperbuat masyarakat akan tetap miskin. i. tetapi apabila hambatan lebih kuat daripada dorongan maka perubahan terhambat atau tidak terjadi. Kebetulan kehidupan yang dijalani oleh sebagian masyarakat itu buruk. Adat atau kebiasaan Adat atau keyakinan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku turun temurun. tetapi perencana proyek pembangunan tidak percaya akan hal itu. Mentalitas yang demikian merupakan mentalitas fatalistik yang sulit untuk diubah selama mereka tidak menyadari akan pentingnya usaha untuk memperbaiki nasib. Apabila dorongan lebih kuat daripada hambatan maka perubahan sosial akan terjadi. h. malahan tetap di rumah membantu orangtuanya. merupakan pegangan hidup yang harus tetap berlaku dan dijalankan. Kebiasaan-kebiasaan yang turun-temurun merupakan suatu hal yang sulit diubah walaupun dengan memberikan pengertian mendalam terhadap masyara-kat.

cobalah untuk mengerjakan tugas dan latihan di bawah ini! TUGAS LATIHAN RANGKUMAN TES FORMATIF 2 BALIKAN DAN TINDAK LANJUT .Agar Anda lebih memahami uraian di atas.

akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. sebagai berikut. 4) Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja. 3) Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri. Ini disebabkan karena struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya saling terjalin. Proses awal dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai. . apabila suatu negara mengubah undang-undang atau bentuk pemerintahannya. maka perubahan yang kemudian terjadi tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga politik saja. Disorganisasi akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang baru. Suatu proses perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik. karena setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau secara cepat. disorganisasi dan reorganisasi. maka sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu saja. Dewasa ini.Kegiatan Belajar 3: PROSES PERUBAHAN SOSIAL Perubahan sosial merupakan suatu proses yang akan selalu terjadi dalam setiap kehidupan. maka proses-proses perubahan sosial menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap perubahan. karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya.proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dari adanya ciriciri tertentu antaralain: 1) Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya. Berdasarkan beberapa hal tersebut. Karena lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interdependen. saluran-saluran perubahan. Misalnya. karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal balik yang sangat kuat. 2) Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu.

agar terhindar dari disorganisasi . Normanorma dan nilai-nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya dan dapat berfungsi secara wajar.1. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembaga-lembaga kemasyarakatan dan penyesuaian dari individu yang ada dalam masyarakat tersebut. individu secara psikologis merasakan akan adanya ketentraman. di mana masyarakat berhasil menyesuaikan lembaga-lembaga kemasyarakatan dengan keadaan yang mengalami perubahan sosial dan kebudayaan. karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Bila sebaliknya yang terjadi maka dinamakan ketidak penyesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. Dengan keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Dalam keadaan demikian. Keadaan tersebut berarti bahwa ketegangan-ketegangan serta kekecewaan di antara para warga tidak mempunyai saluran pemecahan. Penyesuaian Masyarakat Terhadap Perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrium) merupakan keadaan yang diidam-idamkan setiap masyarakat. kadangkala unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. Apabila masyarakat tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan. Itu berarti ada gangguan yang kontinu terhadap keserasian masyarakat. Akan tetapi. Sedang yang kedua menunjuk pada usaha-usaha individu untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah diubah atau diganti. Apabila ketidakserasian dpat dipulihkan kembali setelah terjadi suatu perubahan. akan tetapi sifatnya dangkal dan hanya terbatas pada bentuk luarnya. maka masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatannya dengan maksud menerima unsur yang baru. Yang pertama menunjuk pada keadaan. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian. maka keadaan tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). pengaruhnya tetap ada. Adakalanya unsur-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang kemudian berpengaruh pula pada warga masyarakat.

rekreasi. Saluran-Saluran Perubahan Sosial Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Hubungan antara anak-anak dengan ayahnya yang semula diangap tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap anak-anak sebah ayah dianggap sebagai orang luar. agama. cenderung menguat. Kesatuan-kesatuan kekeluargaan besar atas dasar ikatan atau kesatuan wilayah tempat tinggal terpecah menjadi kesatuan-kesatuan kecil. harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Individu. tergantung pada fokus kebudayaan masyarakat pada suatu masa yang tertentu. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan oleh keluarga ibu diserahkan kepada ayah. karena lembaga-lembaga tersebut merupakan suatu sistem yang terintegrasi. dan seterusnya. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. Lembaga kemasyarakatan mana yang menjadi titik tolak.psikologis. Peranan keluarga-keluarga besar atau masyarakat hukum adat semakin berkurang. Misalnya di Minangkabau. Apabila lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai suatu sistem sosial digambarkan. 2. di mana menurut tradisi wanita mempunyai kedudukan penting karena garius keturunan yang matrilineal. maka coraknya adalah sebagai berikut: . agar tidak mengalami tekanan-tekanan psikologis. ekonomi. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembagalembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. terlihat adanya suatu kecenderungan di mana hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat. Dikenalnya kehidupan dan praktek ekonomi yang berasal dari Barat menyebabkan semakin pentingnya peranan keluarga batih sebagai lembaga produksi dan konsumsi. pendidikan.

Dengan demikian. yang disebabkan karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. atau mengalamai proses institutionalization (pelembagaan). Hal ini menjalar ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. pada tanggal 17 Agustus 1945. tidak ada lagi diskriminasi antara golongan-golongan. yaitu suatu proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat. Mislanya dalam bidang pendidikan. misalnya. maka gejala-gejala disorganisasi dan desintegrasi pada awalnya dimulai dari. Proses perubahan sosial akan menyebabkan nilai dan norma masyarakat menjadi tergeser atau berubah. Menurut Soekanto desintegrasi disebut juga disorganisasi. diakui. Perubahan tersebut berpengaruh pada sikap dan pola perilaku serta nilai-nilai masyarakat Indonesia. di saat Proklasmasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal. serta dipergunakan oleh khalayak ramai. diterima. . Setiap orang boleh memilih pendidikan macam apa yang disukai.ORGANISASI POLITIK ORGANISASI KEAGAMAAN ORGANISASI EKONOMI ORGANISASI PENDIDIKAN ORGANISASI HUKUM Lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut di atas merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola-pola tertentu dan keserasian tertentu. 3. Sebagai contoh. maka pertama kali terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan. dari jajahan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. seperti halnyapada zaman penjajahan. Desintegrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Disintegrasi dan Reintegrasi Perubahan sosial dapat mengakibatkan terjadinya proses desintegrasi atau perpecahan.

atau (d) menggunakan saluran militer untuk memadamkannya . Apabila perubahan tersebut untuk menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional. yang pada akhirnya tergantung pada keinginan masyarakat itu sendiri. maka masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau reorganisasi yang tepat. reintegrasi atau reorganisasi adalah proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. Reintegrasi terlaksana apabila normanorma/nilai-nilai baru telah melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat. Seperti: (a) menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan bertanah air. 5) Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma masyarakat. 4) Sanksi sudah lemah. Desintegrasi atau disorganisasi.1) Tidak ada lagi kesepakatan anggota kelompok mengenai tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelompok tersebut. Akibatnya. merupakan proses pembentukan nilai-nilai baru. (b) perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan reaksi keras (pergolakan). 3) Norma-norma dalam kelompok yang dihayati oleh setiap anggota dianggap tidak sesuai lagi. misalnya sanksi yang dikenakan pada orang yang melanggar norma dianggap sudah tidak berlaku. tidak sedikit terjadi reaksi terhadap perubahan tersebut. (c) melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang. maupun integrasi masyarakat. bahkan sudah tidak dilaksanakan secara konsekuen. Menurut Soekanto. baik yang akan mengurangi ikatan masyarakat. Pada dasarnya setiap perubahan bisa mengakibatkan terjadinya perbedaan tanggapan atau penafsiran. 2) Norma-norma sosial tidak lagi membantu anggota masyarakat dalam mencapai tujuan yang disepakati. Maka adanya desintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat harus diimbangi dengan reintegrasi yang bertujuan untuk mengembalikan kepada keadaan yang diinginkan sesuai dengan tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat.

umumnya terhadap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pimpinan perusahaan. kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh harga naiknya BBM (bahan bakar minyak). . Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. Penolakan dapat pula berupa protes dan demontrasi. ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes. Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat. Hal seperti itu terjadi sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya orde baru. Seperti halnya yang dilakukan oleh karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan UMP (Upah Minimum Propinsi) sesuai dengan kebijaksanaan yang. maka setiap kebijaksanaan dikeluarkan pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat. ialah protes terhadap pemegang kekuasaan tanpa melalui kekerasan. Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang. Misalnya. Protes dilakukan secara bersama-sama. Kadangkala aksi protes dan demonstrasi juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang terjadi pada tahun 1966 dan reformasi tahun 1998 Desintegrasi sosial yang terjadi mempunyai kekuatan yang merongrong atau melemahkan kedudukan yang memiliki kekuasaan. penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi atau terjadi bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan). Akibatnya keadaan kelompok yang terlibat menjadi kacau. bahkan pada masa reformasi setelah tahun 1998.apabila terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan. Kadangkala masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat. Kasus desintegrasi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa juga pernah beberapa kali terjadi. 2) Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya tidak tepat). Uraian berikut disusun berdasarkan intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain: 1) Demonstrasi. Kerusuhan umumnya ditandai oleh spontanitas terhadap suatu insiden atau sebagai kelanjutan demontrasi.

hal ini terjadi sebagai akibat dari pengendalian demonstrasi. atau kelanjutan dari kerusuhan. cobalah untuk mengerjakan tugas dan latihan di bawah ini! TUGAS LATIHAN RANGKUMAN TES FORMATIF 3 BALIKAN DAN TINDAK LANJUT . kriminalitas. kerusuhan atau serangan bersenjata. Serangan bersenjata ditandai dengan adanya pertumpahan darah. 4) Kematian akibat kekerasan politik.3) Serangan bersenjata (armed attack). Agar Anda lebih memahami uraian di atas. pergulatan fisik (perkelahian atau pertempuran) atau perusakan barang-barang. Serangan bersenjata terjadi pada kekerasan politik (pemberontakan). ialah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atau untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dengan maksud melemahkan atau bahkan menghancurkan kekuasaan dari kelompok lain.

Dengan kata lain. yang harus dihindari. penyimpangan masyarakat. Perbedaan perubahan tersebut dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. Perubahan suga dianggap membawa nilai-nilai baru yang modern. Kecepatan perubahan tiap daerah berbeda-beda tergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah. 5) Masa bodoh terhadap perubahan. yaitu : 1) Perubahan yang diterima masyarakat adakalanya tidak sesuai dengan keinginan. atau ketidaktahuan adanya perubahan. Hal itu dikarenakan perubahan sosial yang terjadi dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya. Bahkan dapat pula mengakibatkan suatu kemunduran (regress) masyarakat. karena tidak sesuai kepentingan kelompok masyarakat tertentu. Hal ini mengakibatkan seseorang ketinggalan informasi tentang perkembangan dunia. . sehingga setiap perubahan harus diikuti tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. setiap perubahan harus dihindari dan ditentang. 3) Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan. 2) Perubahan mengancam kepentingan yang sudah tetap. Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial yang menimbulkan suatu ketidakpuasan.Kegiatan Belajar 4: DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL Adanya suatu perubahan dalam masyarakat akibat perubahan sosial tergantung pada keadaan masyarakat itu sendiri yang mengalami perubahan. Untuk mencegahnya. perubahan sosial yang terjadi tidak selamanya suatu kemajuan (progress). sehingga perubahan dianggapnya akan menggoncangkan berbagai aspek kehidupan. 4) Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Hak istimewa yang diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang. sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki. sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam. Hal itu karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka anggap baik. ketinggalan.

suatu masalah disebut masalah sosial apabila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut : 1) Tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakkan. Hal ini tidak mungkin terjadi. karena setiap manusia sesuai dengan kedudukan dan peranannya. dan sebagainya.tindakan sosial. Karena orang banyaklah yang harus menentukannya atau mungkin cukup hanya segolongan orang yang berkuasa saja. Menurut Merton (dalam Soekanto). Akibat perubahan sosial terjadi pula masalah-masalah sosial. Akibat hal tersebut. karena pengetahuan dan kemampuan seseorang terbatas akibatnya tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Di dalam hal ini urutannya adalah sangat relatif. Karena sukar untuk dilakukan bila setiap warga masyarakat harus menentukan nilai-nilai sosial kemudian mengujinya dalam kenyataan. 4) Adanya masalah-masalah sosial manifes dan masalah-masalah sosial yang laten. Sebetulnya hanya golongan terakhir inilah yang menentukan. 3) Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak. Yaitu masalah sosial yang timbul akibat terjadinya kepincangankepincangan masyarakat karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. seperti kejahatan.6) Ketidaksiapan menghadapi perubahan. mempunyai nilai-nilai dan kepentingankepentingan yang berbeda. Walaupun begitu tidak setiap masalah yang terjadi pada masyarakat disebut masalah sosial. . 2) Semula ada pendapat keliru yang menyatakan bahwa masalah sosial bersumber secara langsung pada kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. kenakalan remaja. 5) Adanya perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Pendapat tersebut tidak memuaskan dan telah ditinggalkan. masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang dan berlawanan dengan nilainilai yang berlaku. Yang pokok di sini bukanlah sumbernya melainkan akibat dari gejala tersebut (baik gejala sosial maupun bukan sosial) yang menyebabkan terjadinya masalah sosial.

Hal itu merupakan gejala desintegrasi serta dapat meronggrong wibawa pemerintah yang . Rangkaian peristiwa itu disebut Revolusi. Akibatnya menimbulkan kekacauan dan penyelewengan terhadap negara kesatuan. Momen itu merupakan awal dari perubahan menyeluruh kehidupan seluruh rakyat Indonesia sebagai suatu bangsa yang merdeka. karena Belanda datang kembali untuk menjajah Indonesia dan berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang telah disusun berdasarkan Undang-Undang dasar 1945. Dikumandangkannya proklamasi sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat diterima di berbagai daerah. walaupun tidak secara bersamaan. Maka lembaga-lembaga pemerintah mulai diisi dan melaksanakan program kerja masing-masing. bebas dari tekanan dan penindasan bangsa lain. ketidakpuasan. terjadilah perubahan-perubahan yang mengakibatkan banyak orang diliputi kebingungan. Setelah pengambilalihan kekuasaan oleh bangsa Indonesia. Pemerintahan Republik Indonesia yang baru berdiri memerlukan kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang sadar akan pentingnya kemerdekaan. Selain itu semua pihak harus turut membantu terwujudnya suatu pemerintahan yang ditangani oleh bangsa sendiri. Tetapi hal ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. dan kehilangan kekuasaan atas masyarakat. maka segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru. Tetapi rakyat menyambut dan mendukungnya. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat antara lain berbentuk: 1. ketidakpastian. Pergolakan dan Pemberontakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta. Atau dengan kata lain masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. masalah sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok sosial. Hal itu berakibat terjadi desintegrasi sosial atau rusaknya ikatan sosial.Dengan demikian. Rongrongan datang pula dari bangsa Indonesia sendiri yang ingin melepaskan diri dari negara kesatuan dengan mendirikan negara di beberapa daerah.

perlu pemahaman secara sosiologis mengenai awal kemerdekaan Indonesia. Berdirinya Republik Indonesia senantiasa mendapat tekanan dari Belanda yang ingin kembali menjajah. Pemerintahan Republik yang baru berdiri memiliki banyak keterbatasan dan kelemahan. Peristiwa Revolusi Nasional Indonesia dilandasi oleh berbagai perasaan yang merupakan bibit-bibit kemerdekaan Revolusi Nasional Indonesia bertujuan mengadakan perubahan secara cepat dan menyeluruh pada setiapsendi-sendi kehidupan. Juga merupakan suatu tantangan bagi terwujudnya suatu pemerintahan sendiri yang merdeka dan berdaulat. 5) harapan akan rasa keadilan yang tidak didapatkan di masa penjajahan. kemudian mengantisipasinya. 3) ingin mencari kebahagiaan hidup. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha pematangan berpikir secara politis dan sosial psikologis. 2) ingin hidup bebas untuk menentukan nasib sendiri. Suatu Revolusi tidak dapat meletus begitu saja tanpa adanya dasar sosial yang nyata. Sehingga revolusi dapat berjalan dan terlaksana berkat dukungan rakyat yang mengerti dandibenarkan secara hukum. khususnya revolusi fisik melawan kekuasaan kolonial Belanda merupakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Selain itu juga perlu mencari bibit-bibit desintegrasi yang ingin memecah persatuan Indonesia. sedangkan pengalaman dalam membina dan .baru berdiri. Karena itu. Perasaan-perasaan tersebut bercampur menjadi satu dalam senasib sepenanggungan akibat penderitaan yang sama untuk mewujudkan solidaritas nasional. seperti: 1) sudah jenuh akan penindasan. 4) lebih baik diperintah oleh bangsa sendiri daripada diperintah bangsa lain. Perjuangan tersebut menjadi aksi massal dengan menggunakan senjata sebagai alat untuk mencapai tujuan yaitu ingin mengubah sistem kehidupan yang menyeluruh secara fundamental. Revolusi Nasional Indonesia. Hal itu harus ada dalam suatu organisasi massa dengan memiliki pemimpin dan program kerja yang jelas. Yaitu dengan mencari bibit-bibit yang menyatukan kebersamaan rakyat Indonesia dalam menentang setiap kekuatan asing yang ingin kembali menguasi Indonesia.

kebudayaan. militer. terutama dalam bidang politik. segala bentuk perkumpulan dilarang aktif karena akan melemahkan pemerintahan Jepang di Indonesia. adapula pihak yang sengaja merongrong negara kesatuan dengan memberontak dan secara sepihak menyatakan terpisah dari negara kesatuan Republik Indonesia. Apabila dipandang perlu maka harus menghadapi dan menyelesaikan pergolakan dan pemberontakan terhadap kekuasaan negara yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri. Walaupun demikian. yaitu : 1) Mempelajari pergolakan dan pemberontakan untuk memahami perkembangan pemikiran yang terdapat di dalamnya. Keadaan demikian tentu saja memerlukan pengertian dari berbagai pihak. Hal itu karena Pemerintahan kolonial HindiaBelanda tidak memberikan kesempatan untuk itu. Diharapkan. setiap setiap masyarakat pelanggaraan memanifestasikan dirinya. 2) mempelajari pergolakan dan pemberontakan untuk memahami setiap kekuatan. dan pemanfaatan aparatur negara untuk bekerja membangun negara. Yaitu. nilai-nilai. Dari pemberontakan tersebut menurut Simatupang dan Lapian ada tiga alasan yang satu sama lain saling berhubungan. 3) Mempelajari pergolakan dan pemberontakan dengan tujuan menarik pelajaran dari pengalaman yang dihadapi dengan mengembangkannya ke dalam kehidupan bernegara. Pada saat terjadinya pergolakan atau pemberontakan. terhadap kedaulatan negara. sosial-ekonomi.menjalankan negara belum ada. Begitu juga pada masa pendudukan Jepang. ketatanegaraan. Kemudian menjadi pemikiran yang berlandaskan tugas untuk menggunakan kekuasaan negara dan bangsa merdeka yang bertanggung jawab. sehingga dengan pengalaman-pengalaman tersebut bangsa Indonesia memiliki saluran baik dalam bentuk mendukung maupun berpartisipasi untuk menghadapi dan menyelesaikan . Pada mulanya pemikiran memiliki jiwa memberontak terhadap kekuasaan kolonial Hindia-Belanda. dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat. karena dengan serba kekurangan dan keterbatasan tidak menjadi alasan bagi pelanggaran terhadap negara kesatuan.

maka jalan militer ditempuh dengan tujuan untuk mengembalikan kesadaran agar tunduk kepada kekuasaan dan hukum sebagai norma sosial yang telah disepakati bersama. Perundingan merupakan penyelesaian secara damai terhadapsetiap kelompok penentang.yang wajar untuk membangun masyarakat yang adil. Terdapat sedikit perbedaan antara pengertian "pergolakan" dengan "Pemberontakan". Setiap terjadinya pergolakan atau pemberontakan dapat diselesaikan melalui jalan perundingan maupun penumpasan. dan lestari berdasarkan Pancasila. apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. Akibatnya terjadi protes terhadap kekuasaan yang ada. makmur. Hal itu terjadi karena setiap memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda. yaitu kelompok yang ingin memisahkan diri dari suatu negara dengan mendirikan negara baru. Akibatnya individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian. subversi. Yaitu dengan jalan kerusuhan. pemogokan dan sebagainya. Pergolakan lebih menitik pada ketidakpuasan terhadap suatu kondisi yang tidak sesuai dengan harapan. Sedangkan pemberontakan merupakan cita-cita memisahkan diri dari negara kesatuan yang secara langsung dilakukan dengan jalan kekerasan. Tergantung kesediaan mereka yang melakukan aksi terhadap pemerintahan yang sah. Apabila dibiarkan dapat menjurus pada pemberontakan. 2. Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat terhadap suatu kekuasaan. Perundingan maupun penumpasan merupakan salah satu upaya untuk mencapai integrasi. Protes dapat terjadi. pemboikotan. pembangkangan. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa solidaritas antar . Kelompok pemberontak sering dinamakan kaum separatis. Apabila tidak dapat diselesaikan. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Biasanya pemberontakan dimulai dengan pergolakan.

Akibatnya buruh melakukan aksi mogok kerja. 2) Melakukan pemogokan atau tidak bekerja umumnya dilakukan oleh karyawan perusahaan industri agar produksi mengalami penurunan sehingga dapat merugikan perusahaan yang bersangkutan. Demonstrasi sebagai kelanjutan dari protes yang tidak diterima oleh pemegang kekuasaan atau wewenang. 3) Demonstrasi dapat berlanjut menjadi aksi perusakan apabila demonstrasi ini mendapat perlakukan yang tidak semestinya dari petugas yang melakukan pengendalian. Kriminalitas . Juga mahasiswa terhadap pimpinan perguruan atau terhadap pemerintah sebagai solidaritas terhadap masyarakat yang merasa dirugikan. Mereka menuntut perusahaan agar meningkatkan kesejahteraan yang berupa gaji sesuai UMP. Demonstrasi dilakukan dengan berbagai cara. dengan harapan dapat ditanggapi yang berwenang sebagai pemegang kebijaksanaan. karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan orang lain.sesama. Pemogokan ini sering dilakukan buruh pabrik. keluarga. Demonstrasi dapat juga merupakan protes terhadap pemegang kekuasaan sebagai akibat dari kebijaksanaan yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan umum. Juga sebagai ungkapan rasa ketidakpuasan dan umumnya dilakukan bersama-sama dalam suatu kelompok sepenanggungan dan sependeritaan. Namun perusahaan tidak mengabulkan. 3. Juga bila demonstrasi ditunggangi oleh pihak lain yang tidak berkepentingan terhadap tujuan demostrasi tersebut. Aksi protes dan demostrasi merupakan saluran komunikasisecara massal untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. dsb. petani terhadap pemilik tanah atau penguasa setempat. tunjangan kesehatan. seperti : 1) Turun ke jalan atau dilakukan bersama-sama untuk melakukan protes. Aksi protes dan demontrasi dapat dilakukan oleh masyarakat terhadap pemerintah.

karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya. pengetahuan. (c) hubungan sosial (koneksi) untuk .Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang untuk berubah. Tetapi kenyataannya hanya beberapa orang yang berhasil mencapainya. Karena itu. pergaulan dll. Yaitu masyarakat yang tidak memiliki norma. karena dalam kehidupan masyarakat anomi tidak terdapat perangkat nilai atau norma yang dipatuhi secara teguh. oleh Durkheim dianggap sebagai masyarakat anomi. dalam kelompok masyarakat anomi itu sendiri memiliki nilai dan norma yang bertentangan dengan nilai dan norma secara umum. bahkan melakukan pelanggaran. Merton menyatakan bahwa anomi disebabkan oleh adanya ketidakharmonisan tujuan sosial dan budaya masyarakat secara formal. dan mampu mengikat masyarakat. Perubahan sosial mendorong semua anggota masyarakat untuk memper-oleh kekayaan dan kedudukan sosial. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok kearah tindakan yang menyimpang. (b) kesempatan sangat kecil kemungkinannya atau tertutup sama sekali. perlu adanya penanggulangan sosial melalui norma hukum yang berwibawa agar masyarakat mau menghormati dan tunduk pada norma tersebut. Apabila hal ini dibiarkan akan merupakan penyakit sosial yang merugikan masyarakat sendiri. Dengan demikian. diterima secara luas. Bagi orang yang senantiasa melakukan pelanggaran dan menjurus kepada tindak kejahatan (kriminil). Maka seorang yang anomis adalah yang tidak memiliki pedoman nilai yang jelas untuk digunakan sebagai pegangan hidupnya. sedangkan yang lain banyak mengalami kegagalan yang disebabkan oleh : (a) fasilitas yang tersedia terbatas. akibatnya merugikan orang lain. Dalam keadaan demikian. Walaupun begitu. Akibatnya terjadi perbedaan sosial berdasarkan kekayaan. bila mental orang itu buruk. Masyarakat yang anomis tidak mempunyai pedoman hidup yang mantap untuk dipelajari dan sebagai pegangan anggota masyarakat. ia memenuhi kebutuhan tidak dengan jalan yang sesuai dengan norma sosial. setiap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat akan mempengaruhi terjadinya masalah-masalah sosial.. perilaku. tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-citakan.

di masyarakat tetap terjadi pelanggaran yang mengakibatkan kerugian. Memang dalam kehidupan sosial. Serta norma yang berlaku sudah tidak dipedulikan lagi. Tetapi apabila usaha untuk mencapai keinginan tidak sesuai dengan hukum sebagai norma yang berlaku dan merugikan orang lain. negara menjamin hak setiap wargane-gara untuk mencapai kebahagian senantiasa terbuka. dll. (a) latar belakang sosial orang yang melakukan tindakan kriminal. Tetapi negara tidak menjamin setiapwarga negara dapat menjadi orang kaya. (b) akibat yang ditimbulkan oleh tindakan kriminal. Sangat disayangkan apabila penyimpangan yang terjadi dianggap hal yang wajar dan berlaku umum. dan (c) penyelesaian bagi pelaku tindakan kriminal. Maka norma harus ditegakkan agar setiap pelanggar mendapat sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukannya. (d) kurang usaha dan keuletan. Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secarak husus akan diuraikan sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya ketidaksamaan sosial. Misalnya tidak mustahil bahwa anak yang hidup dari keluarga petani miskin akan menjadi seorang pengusaha yang kaya. maka orang tersebut dianggap melakukan pelanggaran. Sosilogi mengkaji tindakan kriminal berdasarkan. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap hak . sehingga setiap orang dapat memperolehnya tanpa kecuali. Ketenangan. Keadaan demikian tentu saja akan menimbulkan reaksi keras bagi orang atau masyarakat yang mendambakan keadilan dan kebenaran. asalkan tidak melanggar hukum atau norma yang berlaku. Setiap pelanggaran dianggap sebagai tindakan kriminal atau kejahatan.mencapainya tidak ada. keadilan. akibatnya tidak jarangorang yang ingin mendapatkan kekayaaan atau kebahagiaandengan jalan pintas yaitu melanggar nilai dan norma sosial. Bahkan pelanggaran terhadap norma tidak mendapat sangsi. atau ketertiban merupakan dambaan setiap orang. sehingga setiap orang menganggap bahwa penyimpangan-penyimpangan tersebut dianggap hal yang biasa. (e) banyaknya persaingan.. Walaupun begitu. Akibatnya tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama. Dalam hal ini. ketentraman. Negara tidak melarang orang untuk berusaha mencapai kebahagian hidup.

Baik dilakukan secara langsung oleh manusia maupun akibat dari aktivitas manusia itu sendiri. Akibatnya masyakat merasa tertekan. atau sebagian besarmasyarakat mengalami perubahan sedangkan dirinya tidak. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan kewajiban yang dilakukan. b) Bentuk-bentuk gangguan yang timbul bersamaan dengan masalah odernisasi pada umumnya. pembunuhan dan lain-lain.dan kewajibannya. Lebihlebih masalah yang terjadi dikota besar dan kota metropolitan seperti Jakarta Raya. Di Indonesia terjadi beberapa jenis gangguan yang termasuk kejahatan dan tindak pelanggaran yang bukan kejahatan sesuai dengan jenisnya. Kejahatan merupakan satu unsur dari desitegrasi sosial sebagai akibat adanya perubahan sosial. tuna wisma. Adakalanya orang ingin mendapatkan hak tetapi tidak sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan dan kesempatan untuk melakukan hal yang salah terbuka. Untuk mudahnya disebut kriminalitas kota. sengsara. masalah perkotaan pada khususnya. penggelapan. 2) Kelompok bentuk gangguan yang bersifat baru pada masyarakat kota yang meliputi : a) Bentuk bentuk gangguan tradisional yang dilakukandengan cara kota. Contohnya: (1) Bersamaan dengan masalah urbanisasi timbul pula faktor- faktor dalam masyarakat yang berpengaruh sebagai kriminogeen seperti: Warga Tuna Karya. akibatnya terjadi penyelewengan dan pelanggaran. sedangkan pengawasan terhadap perbuatan yang salah lemah. Perbuatan demikian bisa terjadi. yaitu diorganisasi seperti: pencopetan di dalam bis. karena melihat perubahan orang lain dianggap lebih baik dari dirinya. tetapi merupakan gangguan terhadap ketenangan. ketertiban. perkosaan massal. Kejahatan dan pelanggaran dikelompokkan ke dalam : 1) Kelompok bentuk-bentuk gangguan yang bersifat tradisional pada masyarakat desa seperti pencurian. Maka timbul suatu dorongan untuk meningkatkan kemampuannya namun tidak sesuai dengan kebenaran/norma yang berlaku dalam masyarakat. yang terbukti banyak . dan tidak percaya terhadap norma yang berlaku. perampasan di tempat traffic light (lampu stopan). dan ketentraman masyarakat.

Penipuan merupakan kejahatan tidakdengan kekerasan tetapi dilakukan secara halus. setidak-tidaknya menghasilkan pengemudi becak. Kejahatan dapat pula berbentuk penipuan dan kejahatan menggunakan komputer. pedagang asongan di traffic light yang mengganggu ketertiban lalu lintas.). bahaya kecelakaan kapal/perahu laut pada musim angin barat. bahaya bencana gunung api. timbulnya slums atau daerah kumuh yang terbukti menjadi sumber untuk bahaya kebakaran. bahaya banjir pada musim penghujan. (5) Kelompok bentuk gangguan yang bersifat subversif.tempat persembunyian penjahat dan lain-lain. (3) Bersamaan dengan pengaruh international timbul penyakit-penyakit international seperti narkotika. pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi sehingga menimbulkan masalah sistem pengawasannya. kehormatan dll. Seperti rongrongan terhadap kewibawaan pemerintah.menghasilkan pelaku-pelaku kriminal.barang. kepercayaan. Biasanya antara dua pihak melakukan interaksi dan membuat kesepakatan bersama. Kedudukan orang yang menipu yaitu menyelewengkan kepercayaan yang diberikan kepadanya. bentuk pencurian kendaraan. Penjelasan kejahatan dengan penipuan menurut Moeljatno (dalam Sudarsono). Akibatnya salah satu pihak merasa dirugikan. Korban penipuan umumnya merasa dirugikan karena memberikan sesuatu kepada orang lain (uang. dan lainlain. (4) Kelompok bentuk-bentuk gangguan yang bersifat musiman. (2) Bersamaan dengan masalah mobilitas kota timbul pula masalah administrasi lalu lintas seperti: kemacetan lalu lintas karena kepadatan jalan-jalan umum dengan segala akibat lanjutannya. . yaitu: Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. tetapi salah satu pihak mengingkari kesepakatan yang dibuat. seperti: bahaya kebakaran pada musim kemarau. timbulnya sumber-sumber ketegangan sosial diantara warga masyarakat. sindikat-sindikat pemeras dan lain-lain sampai bahaya terorisme international.

diancam karena penipuan. 4) Tingkat berlangsungnya sosialisasi yang terjadi dalam membentuk normanorma dan nilai-nilai yang lebih relevan bagi tata kehidupan sosial masyarakat. atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang. ataupun rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya. Dapat kita simpulkan bahwa perkembangan kejahatan pada umumnya dipengaruhi oleh: 1) Norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kejahatan melalui komputer dilakukan dalam bentuk. akibatnya banyak yang dirugikan. melainkan dengan program yang dibuatnya. Maka jelas bahwa unsur penipuan memiliki sanksi hukum yang tegas. 2) Kemajuan bidang komputer memudahkan seseorang untuk melakukan penyelewengan. Tindak kejahatan tidak timbul dengan sendirinya. dengan pidana penjara paling lama empat tahun. karena dengan alat ini seseorang ahli dapat menembus komputer-komputer lain yang jaraknya berjauhan. Kadangkala kejahatan komputer sulit untuk dilacak pelakunya. nasional maupun internasioal. 3) Hubungan/kontak sosial yang terjadi antar budaya baik regional.dengan memakai nama palsu atau martabat (hoednighheid) palsu. yang akibatnya data menjadi rusak atau hilang. 3) Memindahkan data keuangan yang ada di bank untuk kepentingan pribadi. dan penipuan merupakan salah satu unsur kejahatan menyebabkan orang lain menderita. seperti mengganggu data milik orang lain dengan membuat virus. Kejahatan komputer merupakan kejahatan paling modern saat ini. melainkan ada hubungan antara keinginan seseorang untuk melakukan kejahatan dengan kesempatan yang tersedia untuk bertindak. . karena yang bersangkutan tidak langsung berhadapan dengan pihak yang dirugikan. 2) Penerimaan pertumbuhan teknologi bagi pengisian kehidupan sebagian atau seluruh anggota masyarakat. 1) Penggandaan hak cipta seperti penggandaan program (software) tanpa izin dari pembuatnya.

Apabila hal ini sudah membudaya dikalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa.Agar stabilitas sosial dapat terwujud. Karena itu. akibatnya akan menghambat proses pembangungan nasional. maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan: "Bahwa korupsi adalah masalah budaya". Penanggulangan kejahatan perlu melibatkan masyarakat. Korupsi. 3) Hukum yang berwibawa. dan nepotisme. Karena hukum tidak pandang bulu terhadap orang yang bersalah. Karena. kolusi. hukum sebagai normasosial harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat. 4) Pengawasan dan pencegahan kejahatan yang terkordinir. maka akan sulit untuk diberantas. sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi dari setiap usaha yang akan mengganggu hak miliknya. . karena sasaran tindak kejahatan paling banyak dilakukan terhadap masyarakat. masyarakat diharapkan dapat cepat tanggap apabila terjadi tindak kejahatan dengan jalan melaporkannya pada yang berwenang. masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya. dan Nepotisme Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem adminitrasi yang bersih dan berwibawa bebas dari segala korupsi. Kolusi. 4. Karena itu. niscaya masyarakat akan main hakim sendiri atau kejahatan semakin merajalela. Yaitu: 1) Sistem dan Organisasi kepolisian lebih baik. Begitu pula. Melainkan seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi. maka kejahatan perlu pencegahan yang tepat. Apabila kejahatan dibiarkan dan masyarakat tidak percaya lagi terhadap hukum. 2) Pelaksanaan peradilan yang lebih efektif. Untuk memberantas korupsi tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja berperan. 5) Partisipasi masyarakat dalam menanggulangi kejahatan. dengan syaratsyarat lain yang harus ditegakkan. Untuk menanggulangi kejahatan ada syarat yang perlu diperhatikan oleh berbagai pihak.

Sedangkan barang yang dibeli berupa surat keputusan. terutama perbaikan aspek mental masyarakat. maka wibawa pemerintah akan jatuh dan tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Korupsi juga sebagai masalah politik karena berhubungan dengan penyalahgunaan kekuasaan publik untuk kepentingan pribadi. ijin. Karena ia menyangkut perilaku seseorang yang melakukan penyelewengan sebagai akibat dari perilaku kelompok yang dibentuk oleh latar belakang budaya seluruh kelompok. Korupsi hampir sama dengan pengertian kolusi. yaituberupa sogokan. Dalam hal ini menurut Homans (dalam Zeitlin) kolusi adalah perilaku menyimpang yang bersifat aktual yakni interaksi antar manusia dan bukan antar norma-norma atau hukum yang diterapkan dalam kondisi mereka. atautegasnya "tanda tangan" orang yang berwenang. Penanganan korupsi tidak hanya menindak yang melakukan korupsi atau hanya perbaikan administrasi semata-mata. melainkan harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Dengan demikian. Ia menyatakan bahwa perlakuannya terhadap norma-norma yang ada bukanlah berarti bahwa ia mengabaikan keberadaan norma-norma tersebut tetapi ia menganggap bahwa norma-norma dan hukum-hukum tersebut tidak membuat eksplanasi (penjelasan). Kolusi hampir sama dengan korupsi yaitu penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan dilakukan dengan terselubung dan lebih rapi. tetapi sebaliknya apabila korupsi dibiarkan merajalela tanpa penanganan yang jelas. Secara teori ekonomi bahwa "harga pasar tanda tangan" akan naik turun sesuai dengan naik turunnya permintaan dan penawaran untuk mencapai "harga keseimbangan". Pemerintah akan kuat dan stabil apabila secara tegas memerangi korupsi. kolusi yang berhubungan dengan pertukaran sosial bukan menentang peraturan atau norma yang berlaku melainkan bagaimana pertukaran . uang siluman atau pungli diartikan sebagai"harga pasar" yang harus dibayar oleh konsumen (orang yang memerlukan) yang ingin membeli barang tertentu.Korupsi dapat disebut sebagai masalah psikologi. Perbuatan kolusi ini merupakan suatu pertukaran sosial dimana dua pihak yang melakukan kolusi terjadi interaksitimbal balik yang saling menguntungkan. Kadangkala sulit untuk dibuktikan karena masing-masing tidak secara terangterangan.

Nepotisme penyelewengannya lebih mentikberatkan pada hubungan kekerabatan ayau keluarga di mana seseorang yang memegang jabatan. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan desintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. Selanjutnya Blau (dalam Zeitlin) mengatakan bahwa definisi norma sosial tergantung pada apakah permintaan yang dibuat oleh orang yang memiliki kekuasaan (pejabat) itu jujur dan adil. tetapi tidak sesuai dengan kedudukan yang dipegangnya. Akibatnya orang yang melakukan kolusi sangat jarang dapat dikenakan sanksi oleh pengadilan. dan sengaja menyeleweng dari nilai atau norma sosial. Hal itu. Karena itu. Kolusi yang berarti pertukaran sosial yaitu persengkongkolan dilakukan oleh dua orang atau lebih yang memiliki kedudukan atau jabatan untuk melakukan kerjasama yang saling menguntungkan. kenakalan remaja disebut sebagai masalah sosial.tersebut seakan-akan terhindar dari norma. karena tindakan yang merekalakukan dapat meresahkan masyarakat. Perbuatan kolusi ini merupakan penyelewengan wewenang yang sulit untuk dibuktikan atau dianggap menentang hukum. karena tidak ada buktidan tidak ada orang dirugikan secara langsung atau mengadukan perbuatan kolusi tersebut. atau apakah permintaan itu terlalu berlebihan di bandingkan dengan jasa yang diberikan sehingga penguasa (pejabat) mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan menggunakan kekuasaannya. sehingga pihak lain kemungkinan mampu dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan ternyata tidak dilibatkan 5. Hal itu karena norma tidak secara jelas mengemukakan kolusi sebagai pelanggaran atau penyimpangan. menyalahgunakan wewenangnya dgn jalan memasukkan kelompok kerabatnya di dalam pekerjaan atau instansi yang ia pimpin atau nepotisme dapat juga dilakukan dengan memberikan proyek atau kemudahan berusaha pada kelompok kerabatnya. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan adanya . Lain halnya dengan nepotisme yang tidak berhubungan dengan penyelewengan uang secara langsung seperti korupsi dan kolusi.

Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan. Sedangkan lakilaki disebut remaja muda apabila 14 sampai 18 tahun. Tindakan kenakalan remaja kadangkala mengarah padatindak kejahatan. apabila perbuatan tersebut . Perubahan sosial. sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi berkurang. Walaupun demikian. perlu dicari latar belakang mengapa remaja bertindak nakal. dalam penangananmasalah sosial yang menyangkut kenakalan remaja. Selain itu. budaya. Apabila remaja melakukan penyelewengan terhadap norma dan nilai sosial. mereka cenderung anti sosial dengan bertindak sering mengganggu ketertiban. masa remaja sampai pada usia 21 tahun.dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan desintegrasi. Kenakalan remaja disebut juga Juvenile deliquency. maka disebut masatransisi. Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang penanganannya perlu melibatkan kepedulian masyarakat terhadap perkembangan remaja sebagai generasi penerus. sehingga tidakjarang berhubungan dengan aparat keamanan (yang berwajib). Karena itu. pergeseran nilaidan norma masyarakat mengakibatkan berkembangnya sifat individualisme. masa remaja berada di antara masa anak-anak dengan masa dewasa. Tetapi perkembangan mental mereka belum berkembang mencapai kedewasaan. sehingga remaja remaja apabila mereka telah mening galkan masa anak-anak. Dengan demikian. kemudian akan menginjak masa dewasa. Begitupula peranan agama turut terlibat dalam masalah kenakalanremaja agar mereka yang merasa berbuat kesalahan dapatkembali ke jalan yang benar. karena usia remaja merupakan masa transisi dalam mencari identitas diri untuk mencapai dewasa. Soekanto dengan membaginya berdasarkan jenis kelamin. Seorang gadis disebut remaja muda apabila telah berusia 13 sampai 17 tahun karena dianggap telah mengalami kematangan secara seksual yaitu dengan dimulainya masa haid. Maka pemecahan masalah sosial disesuaikan dengan latarbelakang tersebut. Pada masa inilah berkembang jiwa mereka untukmenjadi remaja yang nakal atau remaja yang baik. Usia manusia dikatakan mulai remaja menurut pendapat. ekonomi. masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan pada yang berwenang.perubahan-perubahan sosial dimasyarakat. Seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja.

Di antaranya faktor lingkungan. Berikut ini. Dengan demikian. Bioskop.Sedangkan faktor yang lain menumbuhkan kenakalan remajaadalah remaja itu sendiri. atau bahan bacaan yangtidak sesuai dengan tingkat usia dan perilaku mereka). meniru perbuatan orang yang lebih tua.yaitu: 1) Mereka lebih cenderung untuk tidak menceritakan isi hati dan cita-cita kepada orangtuanya. lingkup kenakalan remaja sebagai dasar pengertian dari perbuatan yang mereka lakukan. ataupengaruh media massa (TV. menurut Gerungan akan memiliki sikap yang berbeda dengan remaja yang normal. pemerasan terhadap remaja yang seusia. 2) Mereka lebih cenderung menolak hukuman yang diberikan karena pelanggaran yang dilakukan. suatuperbuatan disebut kenakalkan apabila perbuatan tersebut bertentangan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat di mana ia hidup. . seperti pencopetan. mental atau intelektual) dibandingkan dengan orang lain). Kenakalan merupakan suatu perbuatan yang bersifat anti sosial yang mengandung unsurunsur anti normatif. pencurian dll. 2) Kenakalan remaja dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah 21 tahun yang memiliki sifat aktif terhadap lingkungannya. keretakan rumah tangga. maka dianggap kejahatanremaja (anak-anak). Kenakalan remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor. 1) Kenakalan remaja berarti perbuatan dan tingkah laku yang merupakan perbuatan melawan terhadap norma hukum pidana dan pelanggaran terhadap kesusilaan yang dilakukan oleh para remaja.dianggap sudah melampaui batas seperti tindak kejahatan yang dilakukan orang dewasa.sehingga remaja memiliki sikap agresif. Remaja yang cenderung nakal. karena memiliki rasa emosiyang berlebihan atau memiliki keunggulan (fisik. Perbuatan yang mereka lakukan termasuk pada yuridiksi (sistem hukum) pengadilan anak. 3) Mereka cenderung memberi hukuman yang terlampau berat dan tidak mendidik terhadap lawan atau oarang lain yang dianggap salah. selalu disalahkan oleh orang lain. seperti teman sepermainan.

4) Mereka lebih suka menonton film-film yang bersifat kekerasan atau bersifat sadis, begitu pula kesenangan terhadap musik lebih cenderung terhadap musikyang keras (hard rock, metal, rap, punk dll.). Kadangkala mereka meniru perilaku bintang film atau pemain musik yang dijadikan idolanya; 5) Mereka lebih cenderung untuk tidak melanjutkan sekolah apabila telah tamat. Selanjutnya Gerungan mengemukakan sikap-sikap remaja yang nakal umumnya memiliki latar belakang sosial yang tidak mendukung terhadap perkembangan psikologis mereka. Terutama disebabkan oleh beberapa hal seperti : 1) Berasal dari keluarga rumahtangga yang tidak utuh lagi struktur dan interaksinya (orangtuanya bercerai); 2) Kurang mendapat perhatian akan perkembangan norma-norma dan disiplin di dalam kehidupan keluarga. Misalnya: kelalaian dalam memelihara normanorma tingkahlaku yang wajar antara anak dan orangtua; 3) Kurang mempunyai kesempatan hiburan di rumahnya sendiri, sehingga remaja mencarinya di luar; 4) Mereka umumnya memiliki kemampuan intelektual yang kurang di sekolah dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Remaja yang cenderung berperilaku menyimpang umumnya mempunyai latar belakang kehidupan keluarga yang kurang harmonis yang ditunjang dengan kehidupan sosial mereka yang tidak mendukung ke arah pergaulan yang positif. Selain lingkungan keluarga di mana terdapat orangtua, saudara (kandung atau tiri) atau kerabat, tentu saja harus diperhitungkan pula lingkungan sepermainan dan lingkungan pendidikan. Pendidikan keluarga terhadap remaja dilakukan orangtua, saudara, dan kerabat semenjak mereka anak-anaksampai menginjak usia remaja. Pada saat itu remaja mulai diperkenalkan pada norma dan nilai kehidupan, seperticara berpakaian, makan, berbicara atau berperilaku yang baik dan ditegur apabila berbuat salah. Tetapi tidak semua keluarga dapat mendidik anak-anak sesuai dengan yang diharapkan. Kadangkala orangtua terlalu memberikan kasih sayang

berlebihan. Atau bahkan tidak memperhatikan anaknya. Percekcokan orangtua juga akan mempengaruhi perilaku anak. Akibatnya anak, berusaha untuk melepaskan diri dari keadaan yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya. Suasana rumah yang dianggap tidak menyenangkan bagi remaja akan menyebabkan remaja berontak dan menyalahkan orangtua. Menurut Soekanto terutama karena orang tua: 1) terlalu mengekang atau sebaliknya terlalu memberikankebebasan; 2) hanya memberikan nasehat (advis), tanpa memberikanteladan yang mendukung nasehat tersebut; 3) terlalu mementingkan pekerjaan kantor, organisasidll, sehingga anak merasa tidak atau kurang diperhatikan kebutuhannya; 4) terlalu mementingkan kebutuhan material (kebendaan) belaka, sedangkan kebutuhan rohani remaja terabaikan; 5) umumnya mau menang sendiri. Artinya tidak mau menyesuaikan dengan kebutuhan dasar remaja yang mungkin berbeda. juga terkadang orang tua tidak menghargai pendapat dan kritik yang dilontarkan remaja; 6) kurang mencurahkan kasih sayang. Gejala-gejala tersebut merupakan umumnya banyak dijumpai dalam pendidikan keluarga. Akibatnya, bila ada tindakan remaja yang sedikit menyimpang saja, mereka selalu menyalahkan orangtua. Padahal belum tentu demikian. Karena itu orangtua yang bijaksana senantiasa memberikan rasa aman bagi anak-anaknya dan orangtua tidak membedakan-bedakan keberadaan mereka (baik anaktiri maupun anak kandung atau ada anak yang diistimewakan). Karena bila ada salah satu anak yang dimanja, makadapat menimbulkan rasa iri. Hak itu bisa mengakibatkanterjadinya pertentangan (konflik) di antara anak, danmerka akan merasa tidak betah berada di tengah-tengah keluarga. Guru sebagai pengganti orangtua dalam mendidik anak remaja terbatas hanya pada lingkungan pendidikan disekolah saja. Setiap pelanggaran yang dilakukan anak-anak sekolah yang menginjak remaja penanganannya terbatas hanya di sekolah. Bila dipandang perlu, kadangkala melibatkan orangtua. Tetapi situasi sekolahpun dapat menimbulkan ketidakpuasan apabila remaja sebagai

siswadi sana menganggap sekolah sebagai tempat yang membosankan. Sehingga kebutuhan anak tidak terperhatian dan perlindungan terhadap dirinya tidak terpenuhi. Akibatnyamereka berontak terhadap keadaan yang ada. Begitu pula pelanggaran yang dilakukan remaja di masyarakat, bukan memberikan hukuman yang dapat membuatnya sengsara seperti halnya hukuman untuk orang dewasa. Melainkan hukuman yang dapat membuatnya jera, malu atau tidak akan melakukan pelanggaran lagi. Karena remajamemiliki masa depan yang masih panjang dan masih memiliki kesempatan yang sangat terbuka untuk memperbaiki sifat dan sikapnya. Karena itu, mengendalikan kenakalan remaja tidak hanya dilakukan oleh orangtua dan sekolah saja. Peran masyarakat dan penegak hukum dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terutama melibatkan orangtua secara langsung dan sekolah sebagai pendukung untuk memperbaiki kenakalan. Tetapi bagi anak remaja putus sekolah yang melakukan pelanggaran, harus dicari dahulu penanggung jawab bersangkutan atau mencari orang yang paling dekat dan paling dipercaya. Juga yang memiliki kesadaran untuk mengembalikan anak itu kepada kehidupan yang wajar. Apabila hal ini terlaksana, diharapkan anak tersebut dapat menentukan sikap selanjutnya dengan memilih jalan yang dibenarkan. Pengedalian remaja yang selalu melakukan pelanggaran harus ditangani oleh berbagai pihak. Walaupun semua pihak sudah mengarahkan dan membimbin gtetapi bila anak tidak memiliki niat untuk berubah. Maka setiap usaha yang telah dilakukan akan menjadi sia-sia. Bila demikian halnya, perlu ditempuh jalur lain yang dapat menyentuh sanubarinya untuk kembali pada jalan yang benar. Tiada lain melalui pendekatan rohani atau keagamaan.Tentang peranan agama ini, O'dea (dalam Djamari), menguraikan fungsinya, yaitu: 1) Agama menyajikan dukungan moral dan sarana emosional, pelipur di saat manusia menghadapi ketidapastian dan frustrasi; 2) Agama menyajikan sarana hubungan transendental melalui amal ibadat yang menimbulkan rasa damai dan identitas baru yang menyegarkan;

dan industrialisasi yang disertai dengan usaha untuk menemukan kembali kepribadian Indonesia. Selain itu juga. tentang siapa dan apa siapa. perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. setelah meninggalkan fakor itu. 4) Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai-nilai dan norma-norma yang telah mapan. ketertiban dan stabilitas masyarakat. Jelaslah bahwa dampak dari perubahan sosial dapat berakibat positif tapi juga bisa berakibat negatif. pendidikan. sehingga perubahan dapat diterima masyarakat dan tidak memunculkan kesenjangan. Hanya tinggal remaja itu sendiri yang menentukan pilihannya untuk sadar atau terus berlanjut menjadi penjahat. angkatan bersenjata. Akan tetapi. memperkuat. 5) Agama memberikan rasa identitas diri. memberi legitimasi dan mensucikan nilai-nilai dan norma masyarakat yang telah mapan. Dengan demikian jelas behwa agama memberikan pemecahan masalah bagi remaja yang ingin kembali pada kehidupan masyarakat yang normal. agama membantu mengendalikan ketentraman. Perubahan-perubahan sosial senantiasa terus dilaksanakan agar bangsa Indonesia tidak ketinggalan dari bangsa lain melalui tahap-tahap pembangunan . Untuk itu. Usaha penyesuaian diri (adaptasi) terhadap lingkungan sosial menyangkut penyesuaian diri masyarakat dengan jalan mengadakan hubungan sosial dan melaksanakan tuntutan sosial dari masyarakat lain yang sama-sama mengalami perubahan agar terjadi keserasian antara individu-individu yang berubah dengan lingkungan sosialnya. perlu diketahui ke arah mana perubahan itu bergerak. mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru. merupakan contoh dari kedua arah yang berlangsung pada waktu yang sama dalam masyarakat kita. sangat diperlukan. 6) Agama memberikan status baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individual melalui berbagai krisis. namun mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Usaha-usaha masyarakat Indonesia bergerak ke arah modernisasi dalam pemerintahan.3) Agama mengesahkan. Yang jelas. dalam menghadapi perubahan yang terjadi di masyarakat.

Setidaktidaknya pembangunan merupakan kehendak segenap rakyat Indonesia yang terwujud dalam keputusan-keputusan yang diambil oleh para pemimpinnya. sehingga hal ini merupakan hal awal demokratisasi di Eropa.sesuai dengan GBHN. Perkembangan modernisasi selanjutnya tidak terbatas peda industrialisasi dan demokratisasi saja. Salah satu jenis perubahan dapat dilakukan dengan mengadakan modernisasi. Perubahan-perubahan penggunaan alat-alat industri terjadi di Inggris. kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa. tetapi menyangkut pula berbagai bidang kehidupan lain . sehingga dapat dikatakan sebagai awal dari modernisasi. kemudian disusun dalam suatu perencanaan yang selanjutnya dilaksanakan. ketika ditemukannya mesin uap dan mesin pemintal untuk tekstil. yaitu lazim di dengar Revolusi Industri. Dari kedua revolusi tersebut kemajuan perekonomian melalui industrialisasi menyebabkan negara menjadi maju dan munculnya persamaan hak telah menyadarkan peranan setiap orang dalam menentukan kehidupannya. dan munculnya persamaan hak setiap warga negara. Modernisasi Suatu perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Perubahan sosial yang direncanakan dan dikehendaki dalam bentuk pembangunan nasional sebagai kesinambungan masyarakat Indonesia. peristiwa industrialisasi tersebut ternyata sejalan dengan Revolusi Perancis yang menentang dan menghancrkan hak-hak istimewa yang dimiliki secara turun-temurun oleh sekelompok orang (kaum feodal). sehingga perkembangan tersebut merupakan landasan bagi industrialisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa. baik yang baru memasukinya. maupun yang sedang meneruskan tradisi modernisasi. Pengertian modernisasi pada awalnya berkembang pada abad ke XVIII di Eropa. Pembangunan menurut Soekanto sebenarnya merupakan suatu proses perubahan sosial yang direncanakan dan dikehendaki. Modernisasi dan aspirasi-aspirasi modernisasi mungkin persoalan menarik yang dewasa ini merupakan gejala umum di dunia. Kebanyakan masyarakat di dunia dewasa ini terkait pada jaringan modernisasi.

yang saling berhubungan. terlalu banyak menafsirkan kata modern secara salah maka akan mengakibatkan bukan kemodernan. 2) Masyarakat transisi akan senantiasa memperhitungkan perubahan yang datang. Dalam kehidupan masyarakat tradisional dapat dikatakan bahwa seluruh masyarakat memiliki jiwa yang tradisional pula. 1) Masyarakat yang berjiwa tradisional akan menganggap setiap perubahan dapat mendatangkan pengaruh bagi kehidupan masyarakat dan dapat menyebabkan kerugian. seperti. sehingga di dalam masyarakat tersebut berbaur sehingga perilaku antar sifat-sifat masyarakat satu sama lain akan nampak sekali perbedaanya. seperti. Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat tentu saja ada sisi baik dan sisi buruknya. tetapi mereka ini kadangkala salah menafsirkan konsep modern. sehingga kemajuan suatu bidang kehidupan akan diikuti oleh bidang-bidang kehidupan lain. transisi (peralihan) atau telah modern. 1) kemajuan ilmu pengetahuan maka akan di ikuti oleh teknologi. sehingga setiap yang datang dan berasal dari luar (terutama berasal dari masyarakat Barat dan Eropa/Amerika) kadangkala dianggap modern. atu pra-industri yang merupakan titik tolak perkembangan ke arah disederhanakan modernitas melalui transisi (peralihan). padahal modern dan tidaknya bukan dengan jalan meniru kehidupan gaya Eropa atau Amerika melainkan sikap dan perilaku sebagai orang modern. tetapi pada masyarakat peralihan akan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki jiwa berlainan baik tradisional. karena mereka lebih mementingkan kemampuan sebagai setiap kehidupan masyarakat. 2) kemajuan material atau kebendaan yang digunakan setiap manusia harus dimbangi oleh sikap mental untuk menyesuaikan diri dengan benda yang dimilikinya. jika tidak akan dianggap sebagai orang yang ketinggalan jaman atau ketinggalan kebudayaan. Modernisasi sebagai perubahan sosial dari keadaan yang tradisional. Tetapi apabila. hal ini tergantung pada masyarakat sendiri yang menafsirkan modern. yang didapat melainkan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya atau kepribadian bangsa. dan . sehingga setiap perubahan akan ditentang. seperti meniru gaya penyanyi atau bintang film supaya dianggap modern.

modernisasi dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk pendahuluan sesuatu yang baru dari pada yang bersifat tradisi. Modernisasi umumnya di hubungkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu .3) Masyarakat yang berjiwa modern akan menerima setiap perubahan yang bernilai positif dan menolak pengaruh yang bersikap negatif. masyarakat modern dianggap lahir dari kalangan yang anggotanya memiliki jiwa rasional. dalam kehidupan masyarakat dipandang terus menerus mengalami perubahan secara dinamis dengan karakteristik yang berupa inovasi. walaupun datangnya dari luar. Keadaan seperti ini di negara-negara yang sedang berkembang masih banyak dilakukan oleh para petani yang tradisional. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan soal-soal yang sudah menetap dan menjadi kepada kebutuhan-kebutuhan yang baru. Masyarakat tradisional dianggap statis dan hampir tidak mengalami perubahan. karena budi daya (pertanian) secara tradisional merupakan satu-satunya alternatif dalam mempertahankan kehidupannya. karena penting sekali bagi perkembangan kehidupan masyarakat. dan 3) industri bersifat rumah tangga dengan tidak menggunakan mesin. modernisasi merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (social planing). merupakan suatu proses ke arah modern yang dinamakan modernisasi. fleksibel dan mereka condong memiliki dan menghargai pendapat masing-masing. Proses perubahan kearah lebih maju dari sebelumnya yang ditunjang oleh sikap dan perilaku masyarakat untuk menerima perubahan-perubahan tersebut. 2) menabur dan menanam benih dengan tangan. Sebaliknya. Dengan demikian. 1) mengolah tanah menggunakan cangkul atau bajak yang ditarik hewan. sehingga kehidupan masyarakat tradisional tidak banyak pilihan yang efektif. karakteristik masyarakat tradisional berorientasi pada pertanian dengan menggunakan metode yang dianggap belum berkembang misalnya. Dengan demikian. kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi. Dengan kata lain. Seperti halnya.

Dari adanya gejala-gejala tersebut di atas merupakan landasan bagi setiap masyarakat untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang diharapkan dan dikehendaki. sikap masyarakat akan pentingnya pendidikan sekolah. Misalnya. memandang bahwa kehidupan hari esok harus lebih baik sari ini. dengan jalan memperbaiki diri guna menyongsong hari esok yang lebih baik. menurut beberapa partisipasi bangsa Indonesia. keinginan untuk hidup lebih baik. bukan perasaan atau asumsi. . 3) Memberikan tempat bagi rasionalitas. Memperbaiki diri dan kemajuan suatu negara harus dilakukan dengan usaha dan kerja keras. 2) Memiliki sikap dinamis dan aktif. begitu pula masyarakat secara terbuka menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya. Dengan demikian. antara lain: 1) Melihat ke depan. karena kemajuan tidak akan datang sendiri tanpa adanya perjuangan. dan lain-lain. tidak dirasakan atas dasar perasaan atau pendapat pribadi. Bahwa kemajuan bangsa dan negara jangan terlalu membenggakan terhadap hal-hal yang telah berlalu. Segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan harus diperkirakan baik atau buruknya bagi manusia dan kehidupannya. Kamal Hasan (dalam Pardoyo) dalam proses modernisasi Indonesia. tidak menganggap pendapatnya lebih baik dari orang lain.kemajuan masyarakat secara positif. menghargai pendapat orang lain. maliankan melihat ke masa yang akan datang. M. ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi memainkan peranan yang sangat penting di berbagai bidang kehidupan. sehingga manusia sebagai pelaku modernisasi situntut untuk selalu siap menerima perubahan-perubahan ke arah kemajuan yang positif. adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dari masyarakat lain. bukan melihat ke belakang. bukan menunggu. Gejala modernisasi merupakan awal terjadinya perubahan-perubahan ke arah yang diketahui.

Keberhasilan seseorang patut untuk di tiru sebagai langkah ke arah kemajuan dan jangan beranggapan bahwa suatu kemajuan berasal dari pendapat orang yang memiliki status sosial terhormat di masyarakat. politik dan ideologi. Pendapat atau pemikiran orang lain yang dianggap baik bagi pembangunan dapat kita terima sebagai suatu masukan guna melengkapi hasil pemikiran yang telah ada. Pembangunan nasional melalui modernisasi akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. yang lebih mendunia. Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktorfaktor rehabilitasi. sehingga seseorang dituntut untuk terlibat dalam segala kepentingan masyarakat dan negara. begitu pula halnya hasil penelitian merupakan kebenaran ilmuah yang bermanfaat bagi pelaksanaan modernisasi. dan budaya. dan agar proses tersebut tidak mengarah pada angan-angan. sebaliknya modernisasi harus dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat ke arah waktu- .4) Mengembangkan suatu sikap terbuka terhadap pemikiran dan hasil penemuan ilmiah. 6) Memberikan perhatian yang terbesar kepada persoalan langsung. terutama yang dapat dinikmati dan dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Segala masalah yang terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat. diantaranya meliputi: bidang iptek. bahwa setiap bangsa Indonesia sebagai bangsa yang sedang membangun. bukan kepada statusnnya yang diakui. yang lebih konkret. 5) Memberikan prioritas kepada hal-hal yang telah dicapai seseorang. yang merupakan bidang kajian seseorang merupakan suatu hal yang sangat utama dibandingkan masalah-masalah lain yang bukan bidang garapannya. Tujuan yang lebih penting adalah tujuan yang lebih besar dan lebih utama dibandingkan dengan tujuan pribadi atau golongan. Dengan demikian. Adapun aspekaspek kehidupan tersebut muncul sebagai gejala modernisasi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif. secara sadar harus turut serta menyukseskan program pembangunan nasional. sosial. dan 7) Melibatkan dirinya kepada tujuan yang mengatasi tujuan golongan. ekonomi.

..... yang benar-benar mewujudkan birokrasi.... 5) sedangkan di lain fihak berarti pengurangan kemerdekaan............ Nama Kelompok :.. 2) Cobalah mengidentifikasi contoh perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat yang diakibatkan oleh masing-masing faktor penyebabnya! 3) Buatlah dalam bentuk tabel berikut! Kegiatan :.. No Faktor Contoh 1 Kependudukan 2 Penemuan baru ..... Hal ini memerlukan penelitian yang terus-menerus.... Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu................... 6) (social planing).............. agar data tidak tertinggal.... Hal ini menghendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dan baik.........waktu yang mendatang. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa........... di satu fihak berarti disiplin.................... Agar Anda lebih memahami uraian di atas......................... Anggota Kelompok :... 2) 3) Sistem administrasi negara yang baik..... cobalah untuk mengerjakan tugas dan latihan di bawah ini! TUGAS Petunjuk: 1) Bentuklah kelompok kerja dimana setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang............................................... terdapat syarat-syarat suatu modernisasi sebagai berikut: 1) Cara berfikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat.. 4) Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap Tingkat organisasi yang tinggi...... Menurut Soekanto............

Sebutkan beberapa faktor pendorong dan penghambat terjadinya perubahan sosial? 9. Apakah yang dimaksud dengan perubahan sosial? 2. Perubahan alam Peperangan . Sebutkan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi proses perubahan sosial? 3. Bagaimana sikap kritis yang harus Anda lakukan dalam menghadapi perubahan sosial? 10. Jelaskan tentang perbedaan perubahan sosial yang bersifat progress dan regress. Sebutkan 4 kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan sosial? 4..3 4 5 Lingkungan alam Pemberontakan Konflik LATIHAN 1. Jelaskan 2 teori yang Anda ketahui untuk menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial! 8.. b. dan sebutkan syarat-syaratnya?! RANGKUMAN TES FORMATIF 4 1. Jelaskan faktor demografi dalam mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat? 5. yaitu. serta berikan masing-masing contohnya! 7. Berikut ini adalah faktor perubahan sosial yang intern. Apa yang dimaksud dengan modernisasi. a. Sebutkan faktor-faktor yang cukup berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu perubahan oleh masyarakat? 6.

Pemberontakan RMS muncul karena mereka menolak bergabung dengan NKRI. c. e. e. e. a. e.. Perubahan sosial mengakibatkan masalah sosial yang dimulai dengan. Makanan pokok b.. Upacara adat perkawinan c. d. b. a. b. Gerakan ini dinamakan.. Masyarakat dan budaya cenderung mengalami perubahan.. d..... a.. c... Hubungan kekerabatan 3. Labil Statis Dinamis Evolutif Revolutif 6.c...... a. d. Contoh perubahan yang berbentuk progress di bawah ini adalah. b. . ini berarti terdapat sifat tertentu yang dimiliki. Integrasi Anekasasi Kolonialisme Saparatisme Disintegrasi 5. Krisis demografi Akulturasi Kontak budaya 2. d. c.. Tata cara beribadah d. Terciptanya integrasi sosial Lahirnya golongan menengah Lahirnya disinegrasi sosial Berkembangnya kriminalitias Peledakan populasi penduduk 4. yaitu.. Solidaritas kelompok e. Contoh dari kecenderungan masyarakat mempertahankan unsur lama karena diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil adalah.

c. Tidak ada hubungan dengan kebutuhan sekunder saja e.. a.. e. karena.... Hanya terjangkau oleh golongan tertentu saja c. b... Tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat Sejalan dengan kemauan aparat keamanan masyarakat Langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sudah ada unsur yang melandasi unsur baru Terbiasanya masyarakat kontak dengan masyarakat lain 9. e... c. Hanya menguntungkan kaum muda-mudi saja b. kecuali. Beberapa faktor yang peranannya berpengaruh terhadap penerimaan suatu unsur baru antara lain yang dikemukakan sebagai berikut. e.. a..Evolusi .. Listrik masuk desa mengakibatkan kenakalan remaja Siaran televisi menyebabkan siswa malas belajar Banyak wanita berpakaian sangat minim Penemuan komputer memperlancar sistem informasi Pemakaian robot menyebabkan menjamurnya pengangguran 7. b. Perubahan struktural dan memakan waktu relatif cepat disebut. a. Pengertian dasar aksi protes adalah gerakan atau tindakan yang dilakukan bersama-sama untuk menyampaikan pernyataan tidak setuju terhadap suatu kebijakan dengan cara.. d. Perubahan mode pakaian dari masa ke masa dikategorikan sebagai perubahan yang sedikit sekali pengaruhnya serta ruang lingkupnya pun tak luas. Persuasif Mengecam secara pedas Mengajak kepada kebenaran Berontak dengan penjarahan Mengalihkan situasi politik 10. Perubahan tersebut hanya diciptakan kaum pedagang dan para perancang mode 8. Tidak ada hubungan dengan kebutuhan politik dan hukum d. a. b.. d.. c..a. d..

a. Sanksi berfungsi secara efektif Timbul kebersamaan dalam masyarakat Meningkatkan wibawa aparat Solidaritas kelompok meningkat Masyarakat kurang mematuhi norma yang berlaku 14.. e. c.Reaktif 11... a.. d. c. termasuk perubahan secara. b.. 13. Upaya utama untuk menanggulangi kenakalan remaja adalah. Pelakunya mempunyai kebiasaan buruk Ada kelainan jiwa pada para pelakunya Pelakunya mempunyai cacat fisik Ada kesempatan yang dimiliki pelaku Pelakunya mempunyai krisis jiwa] Menciptakan lapangan kerja yang luas Menciptakan sarana hiburan yang mendidik Memperketat pengendalian sosial Mengadakan razia di sekolah dan kendaraan umum Mengadakan penyuluhan secara efektif 12.. d.. a.b.. e. d. c. e.. b. a. Evolusi Revolusi Modernisasi Regres Progres .Destruktif e.... Radikal Moderat c. Tindakan korupsi adalah kejahatan yang terjadi karena.. c... d. Situasi yang menandai terjadinya disintegrasi sosial sebagai akibat perubahan sosial antara lain. d. b. Kemerdekaan Republik Indonesia membawa perubahan yang mendasar bagi kehidupan rakyat Indonesia. b. e.

suku bangsa. asal-usul. c.. b. e. dan asal-usul Norma. a.. Gotong royong semakin menurun karena penduduk mencari pekerjaan di kota 16. a. a.. b. a. Proses integrasi sosial akan baik apabila. c.. d... b. b. Nilai. Contoh perubahan sosial secara cepat dan mendasar adalah. a. Perubahan pada lembaga kemasyarakatan akan mempengaruhi sistem sosialnya yang meliputi. c.. nilai. dan pola perilaku masyarakatnya Kebutuhan.. e. dan ciri fisik masyarakat Keyakinan. pola perilaku.. d. c.. Ada homogenitas kelompok Adanya penggunaan berbagai ragam bahasa Kepribadian setiap individu sama Terdapat sifat egoisme pada setiap individu Norma-norma itu konsisten dan tidak berubah-ubah Revolusi kemerdekaan Mode pakaian Penggunaan alat telekomunikasi Perubahan peranan wanita LMD Koran masuk desa untuk meningkatkan informasi Listrik masuk desa mempermudah para pemuda untuk begadang ABRI masuk desa untuk menakut-nakuti rakyat Banyak keluarga memiliki pesawat TV membuat nushola menjadi 17. dan seluruh kondisi alam lingkungan 19.. kosong e.. Perubahan regress adalah bentuk perubahan yang menyebabkan kemunduran kehidupan masyarakat yang meliputi... e. 18..15. dan adat istiadat Kebutuhan hidup. d. d.. sikap. b.. Manakah yang merupakan contoh perubahan sosial yang bersifat progress.. Seluruh bidang kehidupan Sebagai dasar bidang kehidupan .

c. c. a.. Salah satu faktor yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat adalah demografi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi Program transmigrasi dari pemerintah Berkurang atau bertambanhnya penduduk Adanya tingkat kelahiran dan kematian Keberhasilan pelaksanaan program KB BALIKAN DAN TINDAK LANJUT KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA . maksudnya adalah. b.. Pola hidup dan tingkah laku warga Bidang pemenuhan kebutuhan Bidang kehidupan tertentu 20... e. d. e. d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful