PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN P ROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN

MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP MUHAMMADIYAH 2 BANGIL DALA M PEMBELAJARAN KONSEP ATOM, ION, DAN MOLEKUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE Asni Harumindari1,2 Anggraeni Sayu M2 Linda Isnawati2 Muntholib3 1 SMPN 2 Rembang Pasuruan, SMP Muhammadiyah Bangil 2 Pasuruan, 3 Jurusan Kimia F MIPA Universitas Negeri Malang 2 Abstrak: Makalah ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sebuah proses pembelaja ran Kimia yang dilakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Scramble. Kompete nsi Dasar pembelajaran ini adalah “Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul”. Pembe lajaran berlangsung di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 2 Bangil tanggal 31 oktober 2009 dengan guru model Linda Isnawati R, Guru IPA SMP Muhammadiyah 2 Bangil. Tu juan penerapan Model Pembelajaran Scramble ini adalah untuk meningkatkan partisi pasi dan aktifitas siswa dalam pembelajaran konsep atom, ion, dan molekul yang s elama ini terasa membosankan dan sulit dipahami. Penerapan model ini diharapkan juga sesuai dengan karakteristik siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 2 Bangil ya ng sangat aktif dan visual. Dengan model pembelajaran scramble ini diharapkan si swa dapat lebih aktif belajar melalui permainan yang dilakukan dengan cara memas angkan kartu soal dengan kartu jawaban yang disediakan. Permainan lebih diaktifk an dengan kompetisi antar kelompok siswa untuk mendapatkan poin sebagai reward. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa: (1) menurut pengamatan observer aktifitas siswa mencapai 80 % dan (2) berdasarkan hasil evaluasi 75% siswa dapat menjawab kuis tentang konsep atom, ion, dan molekul dengan baik. Kata kunci: Sramble, Kim ia, Atom, Ion Molekul Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut setiap guru agar dapat menge mbangkan daya kreatif untuk menjamin terlaksananya pembelajaran yang aktif, krea tif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) Salah satu cara untuk menginspirasi kreati vitas adalah dengan melakukan pengamatan pada sebuah pembelajaran yang dilakukan oleh orang (guru) lain. Dan tulisan atau makalah ini adalah salah satu contoh h asil sebuah pengamatan yang kami lakukan (oleh kelompok kami) pada sebuah pembel ajaran open class yang dilakukan oleh Guru Model dari SMP Muhammadiyah 2 Bangil (Linda Isnawati R), dan oleh karena uniknya pembelajaran itu berdasar hasil obse rvasi, kami tertarik untuk diangkat menjadi makalah pada Seminar Nasional Lesson Study 3 dengan maksud FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010 dan tujuan ingin berbagi pengalaman dengan para peserta seminar. Pendidikan pada dasarnya untuk merubah kondisi dari tidak bisa menjadi bisa atau dari tidak tah u menjadi tahu atau menjadi lebih tahu dari kondisi sebelumnya. Masalah utama ya ng umum yang dialami guru dalam kelas pada saat menyampaikan materi pembelajaran adalah adanya kejenuhan siswa dalam belajar, siswa tidak optimis atau tidak sem angat dalam mengikuti proses pembelajaran. Secara pribadi kondisi seperti ini se ring kita alami sehingga dibutuhkan solusi untuk merubah kondisi dari kondisi je nuh dan statis menjadi kodisi dinamis yang enjoy dalam proses pembelajaran. 1

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Seperti yang telah ditulis oleh Wahyu Indah A (PTK, 2009) bahwa pembelajaran yan g menyenangkan (Joyful Learning) bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuska n siswa tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya t erdapat kohesi kuat antara guru dengan siswa dalam suasana yang sama sekali tida k ada tekanan, yang ada hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung (Achma d Sapari, 2003). Dengan joyful learning, melalui model scramble, diharapkan dapa t membuat siswa merasa nyaman dan senang dengan pelajaran kimia. Pembelajaran me nyenangkan dapat dilakukan dengan banyak hal, antara lain dengan bercerita, bern yanyi, gerak tubuh, menari, dan sebagainya. Di samping itu dapat juga dilakukan dengan bermain sambil belajar. Setiap pembelajaran memiliki tantangan dalam pros es pembelajaran, termasuk Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada pembela jaran IPA bertujuan agar siswa memahami fenomena alam dan konsep-konsep IPA seca ra sederhana serta mampu menggunakan metode ilmiah, bersikap ilmiah, kritis, kre atif, dan inovatif dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi (BSNP, 2006). Tema kegiatan pembelajaran yang diamati oleh kelompok kami adalah ”Mengaktifkan Pe mbelajaran Kimia Melalui Model Pembelajaran Scramble pada Materi Menjelaskan Kon sep Atom, Ion, dan Molekul”. METODE 1. Pada kegiatan pendahuluan dengan waktu 10 menit, melakukan kegiatan apersepsi dengan langkah sebagai berikut: 2. Meminta salah satu siswa untuk maju ke depan kelas untuk memotong kentang menjadi 4 bagian yang sama besar, kemudian mengamb il bagian untuk di potong kembali menjadi 4 bagian. Kemudian siswa melanjutkan p emotongan sampai diperoleh bagian kentang terkecil dan tidak dapat dibagi lagi ( salah seorang siswa maju dan melakukan pemotongan) 3. Memberikan pertanyaan seca ra klasikal, “bagaimanakah sifat dari kentang hasil pemotongan pertama, kedua, sam pai pemotongan terakhir?” (Diharapkan siswa menjawab “sama”, bila tidak ada yang menja wab maka guru memberikan penjelasan bahwa sifat dari kentang hasil pemotongan pe rtama sampai pemotongan terakhir adalah sama). Kegiatan inti, direncanakan 45 me nit, dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Guru terlebih dahulu menyampaikan tu juan pembelajaran. 2. Guru memberikan penjelasan singkat tentang pengertian atom , ion, dan molekul serta memberikan contoh-contohnya (siswa memperhatikan dan me ncatat informasi yang diperlukan) 3. Siswa melakukan kegiatan 1, dengan tahaptah ap sebagai berikut: 4. Guru membagikan 1 amplop berisi 5 kartu soal, dan satu am plop berisi 5 kartu jawab pada masing-masing kelompok. 5. Guru meminta tiap kelo mpok untuk memasangkan kartu soal dan kartu jawab hingga diperoleh. 6. Guru memi nta salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Dua si swa melakukan kegiatan 2, dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Guru membagikan 5 amplop berisi rumus kimia (Perwakilan kelompok mengambil amplop, kemudian kem bali ke kelompok masingmasing) 2. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk membu ka salah satu amplop (Siswa mengambil rumus kimia yang ada dalam amplop kemudian mendiskusikannya) 3. Guru memberikan waktu selama 3 menit pada masing-masing ke lompok untuk mencocokkan rumus kimia yang ada di dalam amplop dePada waktu kegiatan open class dimulai, diawali dulu dengan kegiatan plan yaitu diskusi mengenai bagaimana alur pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan d icapai oleh siswa kelas VIII B nantinya. Penulis menginginkan apersepsi yang mer angsang keingintahuan siswa untuk benar-benar mempelajari materi atom, ion dan m olekul dengan membawahkan bahan yang sudah diketahui dan digunakan oleh siswa, s edangkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah: Siswa dapat menjelaskan pengertian atom, kation, anion, molekul unsur, dan molekul senyawa. Siswa dapat mengelompokkan beberapa rumus kimia berdasarkan konsep atom, kation, anion, mole kul unsur, dan molekul senyawa. Kemudian dari hasil diskusi dibuatlah langkah pe mbelajaran sebagai berikut: FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010

2

Guru menyiapkan kartu jawab an sesuai dengan topik pembelajaran. Berbagai bentuk kartu soal dan kartu jawab yang tersedia dan dimasukkan di dal am amplop dapat memotivasi siwa untuk memahami materi atom. Siswa memasangkan kartu soal dan kartu jawaban hingga diperoleh pasangan yang te pat. dan 4) Keaktifan siswa mengikuti pelajaran kimi a sangat tinggi. 4. 3. 3. Cepat benar : 10 Cepat salah :5 Lambat benar :7 Lambat salah :3 Guru m emberikan penjelasan dan penegasan Memberikan penghargaan pada kelompok yang mem iliki kinerja bagus dan benar dengan sintaks scramble sebagai berikut sebagai berikut: 1. diperoleh catatan da ri observer bahwa model scramble tepat digunakan untuk materi menjelaskan atom. Kegiatan penutup 20 menit dengan merefleksi kembali kegiatan pembelajaran dengan : (1) memberikan 5 soal pemantapan: 1. terbukti setiap kelompok berlomba siapa yang tercepat menyelesa ikan tugasnya dengan maju ke depan setiap wakil kelompok untuk menempelkan jawab an yang diperoleh. diharapkan dengan men erapan model pembelajaran scramble akan memacu keberhasilan mereka dalam belajar . Pada kegiatan 2. ngan tabel di papan tulis (dan seterusnya sampai amplop yang ke 5) Kelompok yang telah menemukan jawaban segera berlari ke depan kelas. Guru menyajikan materi sesuai dengan top ik pembelajaran. dan menjelaskannya pada kelompok yang lain. Guru memberikan poin kepada jawaban kelompok. 2. 5. ion dan molekul di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 2 Bangil dengan alasan: Kondisi mayoritas siswa kelas VIII B termasuk dalam golongan visual yang mudah menginga t apa yang dilihat daripada apa yang didengar. 3. 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan molekul unsur? Berikan 1 contoh! 4. Guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban pada siswa. dan 5) Pemberian reward berupa gambar yang memiliki point tertentu untuk kec epatan dan kebenaran memasangkan juga memacu siswa untuk berkompetisi dengan kel ompok lain. ion. saat siswa selesai memasangkan pada tabel. 4. 7. Siswa kelas VIII B sebagian besar adalah siswa yang tergolong aktif bergerak dan berbicara. Apa yang d imaksud dengan molekul senyawa ? Berikan 1 contoh! 5. Model scramble juga memupuk kerja sama setiap kelompok. dan molekul ter bukti 80 % kelompok siswa dapat mencari pasangan dari kartu-kartu tersebut serta diikuti dengan presentasi setiap kelompok siswa tentang kartu yang dipegang ole h kelompoknya (kelompok 1. memasangkan jawabannya.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN 4. Berdasar sintaks yang telah dilakukan oleh guru model. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ion? Berikan 1 contoh! 3. guru men anyakan pula alasan dari jawaban itu sehingga dapat membantu siswa lain yang mas ih belum memahami materi. terbu kti saat guru memberikan aba-aba untuk membuka amplop setiap kelompok segera ker ja sama membuka dan menyelesaikan tugas yang ada di dalam amplop (kelompok 1. 6. Berilah tanda cek ( √ ) pada kolom yang paling tepat! Rumus o Kimia tom 2+ ation nion olekul Unsur olekul Senyawa . Guru menyi apkan kartu soal sesuai dengan topik pembelajaran 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan atom? B erikan 1 contoh! 2.

HASIL DAN PEMBAHASAN Keefektifan Model Pembelajaran Pada pembelajaran materi pengelompokan rumus kimi a ke dalam kelompok atom. dan (3) Guru memberikan tuga s rumah. . 9 Oktober 2010 3 .. . dan molekul digunakan model pembelajaran scamble yang dipadukan dengan pemberian point atau reward bagi kelompok/siswa yang menja wab dengan cepat FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. . Mg (magnesium) H2 (hidrogen) Cr (krom) HCl (asam klorida) Zn (seng) (2) Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan. . ion.

ion. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP dan MTs : Jakarta Media Pembelajaran Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adal ah media power point yang berisi materi atom. dan ion serta tabel yang d isajikan di papan tulis sebagai media siswa untuk menempelkan kartu pada kegiata n pengelompokan. Di kelompok 3. Keaktifan siswa ini juga dipengaruhi oleh adanya poin yang diberikan guru setiap kali siswa menempel kan dan mempresentasikan karya kelompoknya yang berupa reward gambar senyum. 2008. ion. diakses tanggal 23 September 2010 MGMP Lesson Study.I. dan Julaeha. ion. siswa dengan karakter pendiam. antara lain: 1. Materi yang disampaikan guru.. Browse >Home/ posting 29 April 2009. Jakarta: Universitas Terbuka. Hal ini ditunjukkan de ngan 80% kelompok yang dibentuk bisa mengelompokkan rumus kimia kedalam kelompok atom. Penggunaan Kartu Soal dan Kartu Jawaban Kartu soal dan kartu ja wab yang dimasukkan di dalam amplop membuat siswa aktif dan saling berlomba untu k maju ke depan guna menampilkan hasil diskusi kelompoknya. 3. Diktat Model Model Pembelajaran : Pasuruan Nishit ani. bisa memupuk kerjasama antar individu dalam kelompok. I.G. Sel ain itu model ini juga memupuk kerja sama antar siswa untuk memahami materi kons ep atom. Di kelompok 2. 2006. dan molekul dengan model pembelajara n scramble bisa memotivasi belajar siswa kelas VIII B di SMP Muhammadiyah 2 Bang il. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 2009. ion. 2007. W. I. sehingga sebagian besar da ri kelompok sudah terjadi proses diskusi dan kerjasama yang baik. Perl u adanya perhatian dan motivasi dari guru model. dan molekul dan 75 % bisa menjawab pertanyaan evaluasi. Herdian. akan tetapi saat kegiatan 1 dan 2 dilakukan dia sedikit demi sedikit mulai memahami m ateri yang sedang dia pelajari. Mengingat sebagian besar siswa di kelas VII I termasuk dalam tipe visual. 9 Oktober 2010 4 . dan molekul dengan rasa gembira. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP dan MTs Mata Pelajaran IPA: Jakarta Departemen Pendidikan nasional. Ke terampilan Dasar Mengajar. ada satu siswa yang tidak memperhatikan guru saat menyampaikan materi 3.molekul. 2009. Catatan-catatan diskusi Refleksi LS di Home base Bangil tahun 2009-2010 BSNP. dan molekul adalah materi kimia yang dianggap abstrak oleh siswa..A. Dari pengamatan tersebut di ata s dapat disimpulkan bahwa hendaknya: 1. hendaknya penyampaian materi oleh guru didominasi dengan gambar dan tidak terlalu banyak tulisan. penyusunan kegiatan suda h bisa membuat siswa berinteraksi dengan kelompoknya. Pembentukan kelompok hendakny a juga menjadi perhatian guru. 2006. Ada juga siswa lain yang terlihat lamban. S. KESIMPULAN Penyampaian materi pengelompokan atom. a da satu siswa yang pasif hal ini dikarenakan karena siswa tersebut pendiam. Personal Comunication Wardani.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Keaktifan Kerja Kelompok Dari pengamatan para observer. ada satu siswa yang belum memahami materi yang disampaikan guru.K. DAFTAR RUJUKAN Ariyani. 2. meskipun ada b eberapa siswa dalam kelompok yang belum bisa bekerja sama.. mengingat materi atom. proporsion al sesuai topik pembelajaran hari itu. 2. lamban dan sebagai nya hendaknya digabung dengan teman yang bisa diajak untuk berkomunikasi sehingg a dia aktif dalam pembelajaran. Pendalaman materi dapat dilakukan pada pe rtemuan berikutnya. Di ke lompok 5. Dari keberha silan ini perlu dilanjutkan dengan kegiatan penelitian untuk melihat model pembe lajaran scramble ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan dapat meningk atkan kualitas pembelajaran pada umumnya. 2009. hingga guru model diharapkan dapat lebih memperhatikannya.

dan Diagram Fasa Campuran. Sifat Koligatif. seperti persiapan m engikuti Program Kreatifitas Mahasiswa DP2M-DIKTI (kesiapan untuk belajar). khususnya dosen matakuliah Kimia Fisika I (KIU 420) yang mengajar kan kepada mahasiswa tentang materi: Persamaan Keadaan. prinsip. Wujud apresiasi yang dapat dil akukan dosen Kimia Fisika I. Model Kinetika Gas. Kekekalan Energi. Energi Internal.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN SENI MENGAJAR MAHASISWA SEBAGAI ORANG DEWASA MATAKULIAH KIMIA FISIKA I (KIU 420) DI PROGRAM SARJANA PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN KIMIA FMIPA UM Darsono Sigit Mahmudi Muhadi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Kompetensi lulusan program sarjana Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA UM antara lain: Menguasai dasar-dasar keilmuan dan kegiatan ilmiah untuk melaku kan analisis. selain juga isi dari materi kimia Fis ika I sendiri (orientasi belajar). Memiliki landasan keilmuan yang memadai untuk mengembangkan ide-ide baru . praktikum dan tugas akhir. kimia fisik I Kompetensi lulusan program sarjana Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA UM antar a lain: Menguasai dasar-dasar keilmuan dan kegiatan ilmiah untuk melakukan anali sis. Termokimia: Entropi d an Energi Gibbs. kreatif berdasarkan pengalam an belajar dan mengajarnya sehari-hari. sintesis dan perumusan permasalahan yang dihadapinya. Selanjutnya apresiasi apakah yang perlu dilakukan dosen agar kompetensi terse but dapat tercapai. pri nsip. Menguasai konsep. KIU 406 ( termasuk pengalaman berbuat salah saat mengikuti perkuliahan Kimia Fisika I bagi yang mengulang) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman). Menguasai ko nsep. Maha siswa paling berminat pada pokok bahasan belajar Kimia Fisika I yang mempunyai r elevansi langsung dengan perkulihan lain yang sedang diikuti seperti Praktikum K imia Fisika atau yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya. agar tercapai. Kompetensi kelulusan sarjana Pendidikan Kimia yang telah dic anangkan tersebut. kreatif berdasarkan pengalam an belajar dan mengajarnya sehari-hari. Melibat kan mahasiswa dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran Kimia Fisika I ya ng mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar). Kata Kunci : seni mengajar. Mampu menginformasikan ide. hukum dan teori ilmu kimia dan pedagogi kimia untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari yang inovatif dan kreatif.ide barunya kepada lingkungannya dengan memperhatikan etika profesional dan kultural setempa t. Memiliki landasan keilmuan yang memadai untuk mengembangkan ide-ide baru. berupa : Memandang dan memperlakukan mahasiswa pese rta matakuliah Kimia Fisika I sebagai orang dewasa bukan lagi sebagai anak-anak. dan Entalpi. perlu kiranya mendapatkan apresiasi penuh dari setiap dosen.inovatif. dan Gas Nyata. Penga laman belajar mahasiswa yang juga sebagai prasyarat: KIU 402. inovatif. Termodinamika Transisi dan Diagram Fasa. 9 Oktober 2010 5 . Bela jar bagi mahasiswa mulai dipusatkan pada permasalahan pembelajaran kimia fisika tentang: teori. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. dan Termodinamika Camp uran. sintesis dan perumusan permasalahan yang dihadapinya. hukum dan teori ilmu kimia dan pedagogi kimia untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari yang inovatif dan kreatif. Mampu menginformasikan ide-ide barunya k epada lingkungannya dengan memperhatikan etika profesional dan kultural setempat . KIU 404. bukan lagi ilmu untuk mengajar anak-anak. mahasiswa. Seni dan ilmu yang digunakan dosen untuk mengajar mahasiswa adalah seni dan ilm u untuk mengajar orang dewasa.

Dosen yang bergelar doktor berjumiah 10 orang dan 32 orang bergela r master. Fisika Umum. dengan kua lifikasi akademik sebagai berikut: SI Teknik Kimia (1 orang). Memiliki 46 orang dosen serta 11 orang laboran dan tenaga administra si.Materi. Pengalam be lajar mahasiswa pada semester satu dan dua dan KIU 420 bagi mahasiswa yang mengu lang tersebut merupakan pengalaman yang penting bagi dosen untuk diketahuhi. terlebih dah ulu memahami hal-hal sebagai berikut: 1. D3-Teknik Informa tika (1 orang). Fisika Dasar. untuk mendukung pelaksanaan kegiatan program studi. pembelajaran orang de wasa (mahasiswa) lebih menekankan pada membimbing dan membantu mahasiswa untuk m enemukan pengetahuan. SMP (2 orang). keterampilan. laboratorium. SMA (2 orang). Ketepatan pendekatan yang digunakan dalam pen yelenggaraan suatu kegiatan pembelajaran tentu akan mempengaruhi hasil belajar m ahasiswa. dan fasilitas penduku ng lainnya. Praktikum Kimia Umum. khususnya matakuliah Kimia Fisika I (KIU 420) yang diberikan pada semester keti ga. khusu snya dosen matakuliah Kimia Fisika I (KIU 420). D3Pendidikan Kimia (1 orang). agar kom petensi pembelajaran Kimia Fisika I dapat tercapai dengan baik? B. Dengan demikian mahasiswa tersebut telah berpengalaman dan memilki pengalaman b elajar matakuliah yang ditempuh pada semester pertama. 2. dan sikap dalam rangka memecahkan. yakni sumberdaya manusia (SDM) dan sumberdaya nonmanusia yang dapat berupa. 9 Oktober 2010 Selanjutnya dengan mempertimbangkan bahwa usia mahasiswa yang sudah termasuk ora ng dewasa. aga r pada saat memulai pembelajaran Kimia Fisika I dapat dimulai dari pengetahuan y ang telah dimiliki mahasiswa. meliputi: Matematika I. a gar tercapai. K imia Umum. Dasar-dasar Komputer dan pengalaman tela h mengikuti perkulihan Kimia Fisika I terdahulu bagi yang mengulang. Apa y ang di transmisikan didasarkan pada pertimbangan siswa sendiri. pe rlengkapan perkuliahan (peralatan dan media pembelajaran). Maka penerapan prinsip i lmu/seni mengajar orang dewasa (mahasiswa) dalam kegiatan pembelajarannya kimia. kateori uta ma.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Jurusan Kimia FMIPA UM. telah didukung oleh sumberdaya yang memadai Sumbe rdaya utama dan pendukung yang ada dapat dikelompokkan ke dalam dua. Apresiasi apakah yang perlu dilakukan dosen kepada mahasiswa. Di antara dosen-dosen tersebut 3 orang adalah profesor dan 22 orang adalah l ektor kepala. Dasardasar sains. perlu kiranya mendapatkan apresiasi penuh dari setiap dosen. Pengalaman belaj ar pada semester dua meliputi: Matematika II. fasilitas atau saranaprasarana. laboratorium. Membelajarkan siswa leb ih banyak merupakan upaya mentransmisikan sejumlah pengalaman dan keterampilan d alam rangka mempersiapkan siswa untuk menghadapi kehidupan di masa datang. Pustaka Kimia Fisika I (KIU420) . Praktikum Fisika Dasar. Maka perlu kiranya seorang dosen sebelum memberikan perkuliahan Kimia Fisika I kepada mahasiswanya. Sebaliknya. Pengalaman Belajar Mahasiswa Perkuliahan Kimia Fisika I (KIU 420) disajikan pada tahun kedua semester ketiga. Praktik um Kimia Dasar. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. telah menjadi suatu kelayakan untuk diterapkan. Laboran/teknisi dan karyawan lainnya terdiri dari 11 orang. Perlunya penerapan prinsip s eni mengajar orang dewasa (mahasiswa) dikarenakan upaya membelajarkan orang dewa sa (mahasiswa) berbeda dengan upaya membelajarkan siswa. Pembelajaran Kimia Fisika I yang didukung oleh SDM dan fasilitas yang memadai. seperti gedung kuliah (teori dan praktek). ruang seminar dan diskusi. apakah hal terse but akan bermanfaat bagi siswa di masa datang. SI Pendidikan Kimi a (2 orang). masalah-m asalah kehidupan yang dihadapinya. baik akademik maupun non-akademik. S1-Kimia (2 orang). Kompetensi. Usia mahasiswa Jurusan Kimia rataratanya adalah sudah menginjak remaja di atas 17 tahun. LANDASAN PELAKSANAAN Kompetensi kelulusan sarjana Pendidikan Kimia yang telah dicanangkan tersebut. peralatan dan instrumental. Kimia Dasar.

Uraian kompetensi. Kekekalan Energi. huku m-hukum termodinamika.materi. Entr opi 6 . Energi internal dan Entalpi. Termokimia. sifai-sifat zat murni dan campuran untuk dapat menjelaska n gejala-gejala kimia yang terkait. Materi: Persamaan Keadaan. Model Kinetik Gas . pustaka Kimia Fisika I (KIU420) sebagai berikut: Kompe tensi: Memahami secara komprehensif dan konseptual tentang sifat-sifat gas. dan Gas Nyata.

pengalaman dinilai sebagai sumber b elajar yang cukup kaya.2005. Physical Chemistry. meskipun dalam situasi-situasi tertentu be rgantung pada pihak lain. ke siapan belajar dan orientasi terhadap belajar. 2) Pengalaman Belajar Mahasiswa Mahasiswa yang telah dianggap sebagai orang dewasa. perlu kiranya mendapatkan pe rlakukan-perlakukan dari dosennya sebagaimana mestinya perlakuan yang diberikan kepada orang dewasa. Perpindahan ini secara bertahap dan dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai dengan masiswa masing-masing dan dimensi kehidupannya. Asumsi itu dapat dikemukakan seba gai berikut: Dalam pembelajaran orang dewasa (mahasiswa).6th Ed. diterapkan oleh dosen tentang seni/ilmu mengajar untuk orang dewasa (mahasiswa) . bila mahasiswa merasakan kebutuhan untuk mempelajari h al itu. Kompe tensi. Para dosen bertanggung ja wab untuk menggalakkan dan memelihara gerakan ini. dan Diagrarn Fasa Campuran (Kesetimbangan Fasa). khus usnya kesetimbangan fasa. arah dan tujuan dalam proses belajar mengaja r Kimia Fisika I. P.3rd edition. 2) Atkins. Pusta ka: 1) Alberty. Physical Chemistry. London: Oxford: 3) C astellan. perlu dilakukan. R. Graw Hill. pemecahan persoalan. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa. Dosen mem . bahwa: Mahasiswa telah mempunyai konsep diri. Massachusetts: Addison Wesle y 4) Levine. 2009. Dalam seni mengajar orang dewasa (mahasiswa) ada asumsi-asumsi yang perlu dike tahuhi dan dilaksanakan oleh dosen Kimia Fisika I dalam menyampaikan perkulihann ya kepada mahasiswa.materi.W. pengalaman lapangan. Physcal Chemistry. Karena itu teknik utama yang dalam pe mbelajaran Kimia Fisika I digunakan pula teknik pengalaman seperti: eksperimen. pustaka Kimia Fisika I penting diketahuhi bagi dosen dan mahasiswa . dengan tujuan agar dapat menyelesaikan tugas atau persoalan hidup mereka dalam arti persoaal dengan yang lebih memuaskan. 2009. Kesiapan belajar mahasiswa berorientasi kepada tugas-tugas p erkembangannya di kampus maupun di lingkungan sosialnya sesuai dengan peranan so sialnya masing-masing. Asumsi tersebut meliputi: aspek konsep diri. agar diperoleh kesamaan persepsi. pengalaman. Termodinamiika. Mahasiswa memiliki perspektif waktu dalam belajar. Mahasiswa berbekal kekayaan pengalama n belajar kimia dan matematika yang merupakan sumber yang penting dalam belajar kesetimbangan fasa. Sifat Koligatif. 3. dalam arti secepatnya mengaplikasikan apa yang dipelajarinya kepada tugas kimia yang l ain. laboratorium. L N. Masyaraka t memberikan arti yang lebih besar kepada pengetahuan yang diperoleh dari pengal aman daripada yang diperoleh secara pasif. Untuk dapat mendayagunakan pengalaman belajar kimia terd ahulu sebagai bahan belajar maka dalam proses pembelajaran Kimia Fisika I diguna kan teknik komunikasi dua arah. simulasi.W. yaitu suatu pribadi yang tidak tergantung kepada orang lain yang mempunyai kemampuan mengarahkan dirinya sendiri dan kemampuan mengambil keputusan. proses pematangan mahasiswa merupakan kewajaran bagi s eorang individu mahasiswa untuk bergerak dari ketergantungan ke arah kemandirian .New York: Mc. Transisi dan Diagram Fasa.A.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dan Energi_Gibbs. New York: Mc Graw-Hill. diskusi. Beberapa potensi mahasiswa sebagai orang dewasa yang perlu dipertimbangkan oleh dosen pengajar Kimia Fisika I. Asumsi-asumsi Mengajar Mahasiswa 1) Konsep Diri Mahasiswa Dalam mengajar mahasiswa. diantaranya untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan lain yang berkaitan dengan kesetimbangan fasa. 3) Kesiapan Belajar Mahasiswa Mahasiswa menjadi siap untuk mempelajari materi perkuliahan Kimia Fisika I. The Elements of Physical Chemistry. seperti: diskusi. permainan.5th edition. 1983. dan Termodinamika C ampuran. khususnya materi kesetimbang an fasa. Mahasiswa mempunyai kebutuhan psikologis yang dalam untuk mandiri. G.

per alatan kimia. prosedur untuk membantu mahasiswa menemukan solosi berkaitan kebut uhan atau keingintahuan mereka.egang tanggung jawab menciptakan kondisi pembelajaran dan menyediakan media. Dengan demikian program belajar hendaknya disusu n menurut kategori penerapan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa dan diurutkan dan diawali sesuai dengan kesiapan belajar mahasiswa. 9 Oktober 2010 . 7 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

sis tem tiga komponen. Pelaksanaan pembelajaran kepad a mahasiswa merupakan wujud dari RPP Kesetimbangan Fasa. Mahasiswa ingin dapat menerapkan pengeta huan dan keterampilan apapun yang mereka peroleh saat mengikuti perkulihan keset imbangan fasa. darmawisata. The Elements of Physical Chemistry. dengan car a mengabarkan tentang kesehatannya dan jumlah. slide. Diharapkan ori entasi mahasiswa terhadap belajar kesetimbangan fasa berpusat pada karya atau pr estasi. media pembelajaran yang tersedia kedalam bentuk Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) Kesetimbangan Fasa. Physical Chemistry. pameran. R. sebagaimana mengajarkan kepada orang dewasa. b) pengertian dan contoh komponen. persamaan Clapeyron dan Clausius Clapeyron.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN 4) Orientasi Belajar Mahasiswa Mahasiswa memandang pendidikan sebagai suatu proses pengembangan kemampuan untuk mencapai potensi kehidupan yang ideal. dosen: a.6th Ed. ada lah materi yang termasuk dalam pembelajaran kesetimbangan fasa. 1) Kegiatan Pendahuluan Materi perkuliahan Kimia Fisika I (KIU420) diantaranya adalah diagaram fasa. New Yo rk: Mc Graw-Hill. perlu kiranya berbekal ilmu/seni mengajar mahasiswa. Aturan fasa. panel.5th editi on. kegiatan inti dan kegiatan penutup. dis kusi yang bersumberkan dari pustaka. Levine. Physical Chemistry. permainan per an. . Te rdapat beberapa pilihan cara mengajar orang dewasa sebagai berikut: 1) Presentas i oleh mahaFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. b). Massa chusets: Addison Wesley d). G. dan membaca pustaka kesetimbanga n fasa. Graw Hill. 2) Partisipasi mahasiswa. Pelaksanaan pembelajara n meliputi kegiatan pendahuluan. untuk kehidupan kelak yang lebih baik. mahasiswa selain mendapatkan pengetahuan kesetimbangan fasa yang cukup memadai.2005. Alberty.3rd edition.A. Castellan. Bekal ilmu/sen i mengajar orang dewasa yang cukup bagi dosen. mena yakan tentang: a) pengertian dan contoh fasa. dan diskusi kasu s kesetimbangan fasa. Materi kesetimbangan fasa tersebut perlu diberikan kepada mah asiswa secara tuntas agar mahasiswa dapat menggunakan sebagai bekal untul mempel ajari lebih lanjut tentang ilmu kimia yang berkaitan dengan kesetimbangan fasa. diatanya dirancan g pada akhir perkulihan. C. sistem dua komponen. cara ini meliputi antara lain: ceramah. P. Pilihan beberapa cara mengajar orang dewasa yang tersebut selanjutnya dipadukan dan diselaraskan dengan tujuan pembelajaran kesetimbangan fasa. 3) Diskusi. diskusi pemecahan masalah. 1983. wawancara. 2009. Menyiapkan m ahasiswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. film. Mengajukan tanya-jawab yang mengaitkan pengetahuan sebelumn ya (aturan fasa) dengan materi yang akan dipelajari (sistem satu komponen). dapat pula mengimplementasikan pengetahuannya kedalam b entuk karya-karya ilmiah yang dilombakan atau diterapkan sendiri. 2009. kelompok pendengar panel berjenjang/ gabungan. L N. potensi mahasiswa. pengalaman bela jar kesetimbangan fasa. Selanjutnya mahasiswa juga dapat mengimplentasikan pengetahuan kesetimbangan fas a dalam kehidupan sehari harinya mahasiswa. SENI MENGAJAR KIMIA FISIKA I (KIU420) siswa. Physcal Chemistry. debat. meliputi cara-cara: tanya jawab.London:Oxford: c). cara ini terdidi atas diskusi terpimpin. dan panel yang diperluas tent ang kesetimbangan fasa. demonstrasi.New York: Mc . sistem satu komponen. Dosen dapat memi lih cara-cara mengajar orang dewasa yang akan diterapkan kepada mahasiswanya. diharapkan dapat dimplementasikan pada saat dosen mengajar mahasiswa tentang kesetimbangan fasa. sebaiknya disusun menurut kategori-kategori pengembangan kemampuan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Dosen yang bertugas memberikan perku liahan kimia fisika tentang kesetimbangan fasa. Sebaiknya. b.W. dialog. Pembelajaran mat eri kesetimbangan fasa meliputi: kriteria kesetimbangan. Atkins.W. macam buku pustaka yang dimilki d an yang dibawanya berkenaan dengan kesiapannya mengikuti pelajaran kesetimbangan fasa diataranya pustaka: a). 9 Oktober 2010 Dalam kegiatan pendahuluan pengajaran kesetimbangan fasa.

d) rumus dan contoh perhitungan atu ran fasa.c) pengertian dan contoh derajad kebebasan. Hand Out Dosen: 8 .

atau campuran gas. kalsium karbonat berada dalam kesetimbangan dengan uapnya: CaCO3(s) ↔ CaO(s) + CO2 (g) adalah sistem dua komponen karena "CaCO3" tidak menggambarkan komposisi uapn ya. Banyaknya komponen dalam sistem c adalah jumlah minimum spesies bebas yang diperlukan untuk menentukan komposis i semua fase yang ada dalam sistem. apakah kita mulai dari kalsium karbonat murni. Penggabaran setiap keadaan dari suatu sistem dengan satu titik pada diagaram P terhadap T.p + 2 Untuk sistem safu-komponen. atau jumlah yang berubah-ubah dari ketiganya. Campuran es dan air adalah sistem dua fase (p = 2) walaupun sulit untuk menentukan batas antara fase-fasenya. tetapi merupakan sistem sat u fase (p = 1) jika logam-logamnya dapat campur. C = 2. daerah kesetimbangan padat-cair. tetapi dengan pemilihan itu. sistem itu. d. 2. Es ad alah fase tunggal (p = 1). b) Diagram fasa air melibatkan: penggunaan persamaan Clapeyron da . 1. maka f = 2. Campuran dua logam adalah sistem dua fase (p = 2) jika logam logam itu tak dapat campur. Gas. bukan hanya dalam komposisi kimian ya. Dalam hal ini. Jadi. Jika kita mendefinisikan varian F sist em sebagai banyaknya variabel intensif yang dapat diubah dengan bebas tanpa meng ganggu banyaknya fase yang berada dalam kesetimbangan.bivarian dan mempunyai dua derajat kebebasan. Di dalam satu perhitungan yang paling indah dalam keseluruhan termodinamika kimia. Definisi ini mudah diberlakukan jika spesies yang ada dalam sistem tidak bereaksi. Misalnya. walaupun es itu dapat dipotong-potong menjadi bagianbagian kecil. kesetimbangan dua fase digam barkan dengan garis di dalam diagram fase. Jadi. tekanan da n suhu kritis. sehingga kita hanya menghitung banyaknya. Jika p=1. cair. Jika du a fase ada dalam kesetimbangan. Jika spesies bereaksi dan berada pada k esetimbangan kita harus memperhitungkan arti kalimat "semua fase" dalam definisi tersebut. 0. Jika HCI(g) berlebih ditambahkan. Gibbsl menarik kesimpu lan tentang aturan fase. fase tunggal digambarkan dengan daerah pada diagram fase. jumlah ko mponen c dan jumlah fase pada kesetimbangan p untuk suatu sistem dengan komposis i sembarang: f = c . atau jumlah yang sama dari kalsium oksida dan karbo n dioksida. (Karena tiga spesies dihubungkan oleh stoikiometri reaksi maka konsentrasi k alsium oksida bukanlah variabel bebas). f=3-p. yang berarti tekanan bukanlah variabel be bas jika kita sudah menentukan temperaturnya. 3. Yang merupakan hubungan umum antara varian f. air murni adalah sistem satu-komponen (c = 1) dan campuran etanol dan air adalah sistem dua-komponen (c = 2). Dosen menyampaikannya dengan menuliskan tuju an pembelajaran yang akan diajarkan: a) Mahasiswa dapat membaca dan menggambarka n diagram fasa air b) Mahasiswa dapat membaca dan menggambarkan diagram fasa CO2 . Jadi. Jika hanya ada satu fase. gascair. titik leleh. pembekuan (atau fansisi fase yang lain) terjadi pada temperatur tertentu pada tekanan tertentu. kedua fase mencapai kesetimbang an pada temperatur tertentu. titik tripel. dan mengenai berbagai fase padat (seperti fosfor hitam dan fosfor puti h). Terdapat: fase padat. Dalam sistem komponen-tunggal (c = 1). f = l. Yang dimaksud dengan komponen adalah spesies yang ada dalam sistem. kita dap at memilih tekanan. Fase adalah kead aan materi yang seragam di seluruh bagiannya. adalah fase tunggal. Banyaknya fase dalam sistem diberi notasi p. seperti air murni. cair. melainkan juga dalam keadaan fisiknya. Menyampaikan cakupan materi sistem satu komponen a) Tinjauan zat murni (sat u kmponen) dengan aturan fasa f = 3 . seperti zat terlarut dan pelarut dalam larutan biner. sistem mempunyai du a komponen karena sekarang jumlah relatif HCl dan NH3 berubah ubah. maka f = 2. Daripada memilih temperatur. gas. c.p. Den gan kata lain. f = 2 dan P dan T dapat diubah-ubah dengan bebas. dan gas s uatu zat. padat-gas. untuk amonium klorida yang dalam kesetimbangan dengan uapnya: N H4Cl(s) ↔ NH3(g) + HCl(g) kedua fase mempunyai komposisi formal "NH4 CI" dan siste m mempunyai satu komponen.W. daerah p adat. oleh karena itu. dan dua cairan yang dapat campur secara total membentuk fase tunggal. akan ter gambar sifat-sifat zat seperti: titik didih. kristal adalah fase tung gal.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kata "fase" berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemunculan. Maksi mal ada 2 variabel intensih untuk menyatakan keadaan sistem. Sebaliknya. tekanan dan temperatur dapat diubah secar a bebas jika hanya ada satu fase (p = 1). Menjelaskan tuj uan pembelajaran yang akan dicapai. J.

garis 9 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 .n Clausius-Clapeyron.

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN kestimbangan cair-gas. Pada tekanan 1 atmosfer terdapat garis yang dilewati titik-titik secara berurutan mulai dari titik a . Kegiatan Inti Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pe mbelajaran yang dilakukan secara interaktif. Hand out dosen: Sistem satu-komponen . Dan berikan penjelasan berkaitan denga n fasenya di titik a. titik kritits pada P dan T tert entu. untuk menjawab pertanyaan terbuka dari dosen.d. dan konfirmasi. kelompok pendengar panel berjenjang/ gabungan. diskusi pemecahan masalah. cara ini terdiri atas diskusi terpimpin. Dosen kimia fisika I pada proses eksplorasi juga: 1) Melibatkan mahasisw a mencari informasi yang luas dan dalam tentang kesetimbangan fasa berkaitan den gan sisten satu komponen yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip kontekst ual dan belajar dari aneka sumber diantarnya jurnal dan buku pustaka: Ijang Rohm an & Sri Mulyani. mengumpulkan data. suhu sublimasi.e. permainan peran. menyenangkan. Kimia Diagram fase untuk air. cara ini meliputi antara lain: ceramah. elaborasi. d. minat dan perkembangan fisik dan psikologis mahasiswa sebagai orang dewasa. dan sumber belajar lainnya. film. dan membaca pustaka kesetimbangan fasa. padat-cair. di atas ini adalah versi yang disederhanakan.e. membuat hipotesis. 2. kajian pustaka sampai pada membuat suatu kesimpulan dari data percobaan/kajian pustaka yang dilakukan. dan diskusi kasus kesetimbangan fasa. Diagram Fasa Air Pada proses eksplorasi mahasiswa diberi kesempatan untuk bekerja baik secara man diri maupun secara kelompok percobaan. Tentukan t itik manakah yang menandai temperatur titik tripel. panel. Praktikum Kimia Dasar (KIU 406) mahasiswa tentang titik didih. dialog. media pembelajaran: diagram P vs T untuk air dan CO2.b.b. Bandung: JICA-IMSTEP-FMIPA UPI. cair -gas. titik didih normal. padatgas (titik tripel).c. yang dapat meliputi proses eksplorasi. Jelaskanlah lintasan proses ap a yang terjadi pada pada titik a.c. Cuplikan proses eksplorasi sebagai berikut: Gambar 1. slide. inspiratif. serta memberikan ruang yang c ukup bagi prakarsa. pameran. wawancara. melakukan demo percobaan dihadapan temannya. dan panel yang diperluas tentang kesetimbangan fasa. Kegiatan inti menggunakan cara-cara: Presentasi oleh mahasiswa. 4) Melibatkan mahasiswa secara aktif dala m setiap kegiatan pembelajaran kesetimbangan fasa. 2000. Kimia Umum (KIU 402). perpotongan garis padat-cair. padat-gas. c. Diskusi. e. Padatan CO2 dinakaman es kering. dan 5) Memfasilita si minat mahasiswa melakukan percobaan kesetimbangan fasa satu komponen di labor atorium kimia fisika Jurusan Kimia FMIPA UM diluar jam perkuliahan. Partisipasi mahasiswa. dan titi k beku normal. dan kemandirian sesuai dengan bakat. menantang . dan sumb er belajar lain: pengalaman belajar fisika dasar. LC-5E. b. melipu ti cara-cara: tanya jawab. da rmawisata. Eksplorasi Fisika I.d. Cara yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa sebagai orang menginjak dewasa dan materi pembela jaran kesetimbangan fasa. c) Diagram fasa CO2 melibatkan: perbedaannya deng an diagram fasa air. diskusi yang bersumberkan dari pustaka. demonstrasi. ti tik beku. padatan CO2 pada tekanan 1 atmosfer menyublin menjadi uap j ika dipanaskan. 2) Menggunakan beragam model pembelaja ran: STAD. kreativitas. melakukan pengamatan. memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif. 3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antar mahasiswa serta antara mahasiswa dengan dosen. a. Kimia Da sar (KIU 404). Car a yang ditempuh dosen adalah dengan memberikan pertanyaan terbuka untuk dimintak an penjelasan dari beberapa mahasiswa. lingkungan. debat. dengan meminta mahasiswa menj elaskan diagram.

f = 3 . 9 Oktober 2010 . seperti air murni. fase tun ggal digambarkan 10 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.Untuk sistem satu-komponen. Dengan kata lain.p. Jika hanya ada satu fa se. f = 2 dan P dan T dapat diubah-ubah dengan bebas.

9) memfasilitasi mahasiswa melakukan kegiatan yang menumbuhk an kebanggaan dan rasa percaya diri mahasiswa. b. Oleh karena itu. Gambar 2. Sekaran g. f = l. di luar kendali kita. Kondisi i nvarian yang khusus ini hanya dapat terjadi pada temperatur dan tekanan tertentu . maupun hadiah te rhadap keberhasilan mahasiswa.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dengan daerah pada diagram fase. 6) memfasilitasi mahasiswa membuat laporan eksploras i yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. Empat fase tidak dapat berada pada kesetimb angan dalam sistem satu komponen karena f tidak dapat negatif. temperatur dimana kesetimbangan ini terjadi. Digram Fasa CO2 c. Bacalah dia gram tersebut berkaitan dengan keadaan titik leleh. 8) memfasilitasi mahasiswa melakukan pameran. Tahapan-tahapan f asenya air digambarkan dengan diagram fase air seperti terlihat dalam Gambar 1. diskusi. Cuplikan proses elaborasi sebagai berikut: Diagram fasa CO2 diperlihatkan seperti pada Gambar 2 di samping ini. menyelesaikan masalah. Jadi. dan bert indak tanpa rasa takut. Oleh karena itu. ya itu titik tripel. temperatur dapat diubah-ubah di sekitar titik c sesuai dengan keinginan kita. dosen juga: 1) membiasakan mahasiswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna. sehingga kita kehilangan satu-satunya deraj at kebebasan. tulisan. Konfirmasi Kegiatan belajar pada proses elaborasi. tetapi dengan pemilih an itu. 2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksploras i dan elaborasi mahasiswa melalui berbagai sumber. kesetimbangan dua fase digambarkan dengan garis di dalam diagram fase . pada diagram fase. serta prod uk yang dihasilkan. dan baru ketika es muncul di d. Elaborasi memberi kesempatan untuk berpikir. turnamen. 5) memfasilitasi mahasiswa berkompetisi secara sehat untuk men ingkatkan prestasi belajar. Penurunan temperatur membawa sistem ke c dalam daerah caiian satu-fase. Seluruh sampel tetap berupa gas sampai temperatur mencapai b. kesetimbangan tiga fase itu digambarkan dengan satu titik. y ang berarti tekanan bukanlah variabel bebas jika kita sudah menentukan temperatu mya. 4) memfasilitasi mahasiswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. 2) memfasilitasi mahasiswa melalui pemberian tugas. Karena kita memutuskan untuk menentukan tekanan. Jika ketiga fase ada dalam kesetimbangan. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. menganalisis. dan kejadian-kejadian yang berlangsung ketika sampel pada a didinginkan pada tek anan tetap. 4) me mfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai t ujuan pembelajaran: a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjaw . Sekarang. dosen mengarahkan mahasiswa menerapkan k onsep-konsep kesetimbangan fasa sistem satu komponen yang telah dipahami dan ket erampilan yang dimiliki pada situasi yang baru dan serupa melalui percobaan atau menganalisis data-data yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan pemahama n mahasiswa terhadap materi yang telah mereka pelajari. ketika muncul cairan. pembekuan (atau transisi fase yang lain) terjadi pada temperatur tertentu p ada tekanan tertentu. sublimasi pada tekanan 1 atmosfer. secara individual maupun kelompok. Dalam kegiatan elaborasi . festival. Daripada memilih temperatur. kita dapat memilih tekanan. Titik kritis. kedua fase mencapai kesetimbangan pada temperatur tertentu. 3) FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Titik tripel. Jika dua fase ada dalam kesetimbangan. 7) memfasilitasi mahasiswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelomp ok. kedua fase dalam kesetimbangan dan f = l. 3) memfasilitasi mahasiswa me lakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. isyarat. varian menjadi 1 lagi. 9 Oktober 2010 Dalam kegiatan konfirmasi/penegasan dan pengesahan dosen: 1) memberikan umpan ba lik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. f = 0.

b) 11 .ab pertanyaan mahasiswa yang menghadapi kesulitan. dengan menggunakan bahasa yan g baku dan benar.

Oleh karena itu pada 1 atm padatan CO2 akan menyublim menjadi u apnya jika dipanaskan. dosen: a.l 1 atm. di bawah ini. Hand Out Dosen: Diagram fasa air dan diagram fasa CO2. Contohnya adalah heksana dan nitrobenzena. Cuplikan proses konfirmasi sebagai berikut: belajar mahasiswa. Ide-ide yang inovatif dan kreatif tersebut dapat disalurkan dan ditulis dan diikut sertakan kedalam Program Kreativitas Mahasiswa DP2M DIKTI pada tahun-tah un mendatang.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN membantu menyelesaikan masalah. bukan lagi ilmu untuk mengajar anak-anak. Tugas saudara adalah pelajari dan coba baca diagram Diagram temperatur komposisi untuk heksana dan nitrobenzena p ada 1 atm. Hal ini dapat dilihat dari kemiringan garis iesetimbangan padat-cai r yang bertrarga positif' Penyebabnya adalah karena Titik tripel CO2 ada pada te kanan 5. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutny a. padatannya tidak berubah menjdi cair melainkan lang sung menjadi uapnya. Melibatkan maha siswa dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran Kimia Fisika I yang merek a ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar). melakukan penilaian dan/atau refleksi t erhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram. program pengayaan. Sama halnya seperti pada air. mem berikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Setelah saudara membaca diagram fasa air dan diagram fasa CO2. Hal ini menyebabkan padatan CO2 disebut sebagai "es kerin g". e) memberikan motivasi kepada mahasiswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 9 Oktober 2010 Wujud apresiasi yang dapat dilakukan dosen dalam mengajarkan materi Kimia Fisika I (KIU 420) sebagai berikut: Memandang dan memperlakukan mahasiswa peserta mata kuliah Kimia Fisika I sebagai orang dewasa bukan lagi sebagai anak-anak. untuk CO2 titik lelelmya naik dengan naik nya tekanan. Di atas titik kritis cairan dan u apnya tidak dapat dibedakan. karena dengan pemanasan. e. Apa bila saudara telah betul-betul memahami dalam p embacaan kedua diagram tersebut. d. bersamasama dengan mahasiswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran. maka saudara dapat memulai menyusun ide-ide ino vatif dan kreatif berkaitan dengan kesetimbangan fasa sistem satu komponen terse but. c) memberi acuan agar mahasiswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi. Gambar 3. garis cairan–uap pada diagram P -T berhenti di titik kritis pada T-P tertentu. merencanakan kegi atan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi. KESIMPULAN Dalam kegiatan penutup. jelaskanlah perbe daan dan kesamaan apa yang terdapat pada diagram air dan CO2 tersebut. c. 3. yaitu cairan yang tidak bercampur dalam semua proporsi pada semua temperat ur. Kegiatan Penutup Cuplikan proses penutup sebagai berikut: Pada pertemuan berikutnya akan dibahas mengenai sistem dua komponen dengan pembacaan diagram fasa cair-cair yaitu kita mulai dengan membahas sistem biner yang terdiri atas pasangan cairan campur seba gian. d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh . layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Diagram Fasa Heksana dan Nitrobenzena D. b. Pengalaman be . Seni da n ilmu yang digunakan dosen untuk mengajar mahasiswa adalah seni dan ilmu untuk mengajar orang dewasa.

lajar mahasiswa yang juga sebagai prasyarat: Kimia Umum (KIU 402). termasuk pengalaman berbuat salah saa t mengikuti perku12 . Praktikum Kimia Dasar (KIU 406). Kimia Dasar ( KIU 404).

Y. Belajar bagi mahasiswa mulai dipusatkan pada permasal ahan pembelajaran kimia fisika tentang: teori. Graw Hill.com/article pribadinya.wordpress. N. 2008. 2009. menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman). Istamar Syamsu ri & Ibrohim. Jakarta: Gramedia. 1984. A tkins. Andragogi Pendidikan untuk Pendewasaan (Online) /49/tahun/2006/bulan/ 10/ tanggal/10/id/184/ Ijang. R. Aplikasi Andragogi Dalam Pembelajaran Pendidikan Non Formal. Levine.New York: Mc.London:Oxford C astellan. praktikum dan tugas akhir. Lesson Study (Studi Pembelajaran). Ds. 2006. Physical Chemistry. San Francisco: Jossey Bass. Tamat. Pendidikan Orang Dew asa. 2007. 2007. Nurhaeni.W. 2010. Mahasiswa paling berminat pada pokok bahasan belajar Kimia Fisika I yang mempunyai relevansi langsung dengan perkuliahan lain yang sedang diikuti seperti Praktikum Kimia Fisika atau yang berkaitan dengan kehidupan DAFTAR RUJUKAN Alberty. Knowles. G.G. 9 Oktober 2010 13 . 1980. http://pelajarislam. 2000. Knowles. 2005. Tisnowati .6th Ed. Malcom S. 1983.A. Malang: FMIPA UM. Lunandi. New York: Mc Graw-Hill. Katalog FMIPA UM Jurusan Kimia. Malcom S. seperti persiapan mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa DP2M-DIKTI (kesiapan untuk belajar). Sulteng : BP KB (Online) http://www.com/2007/10/2 3/andragogi-pendidikan-untukpendewas aan/ Standar Proses. Kimia Fisika I . Jakarta. Rusydi Hikamawan. Physcal Chemistry. L N. 1970. selain juga isi dari materi kimia Fisika I sendiri (orientasi belajar). Physical Chemistry.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN liahan Kimia Fisika I bagi yang mengulang.: Cambridge.3rd edition. The Elements of Physical Chemistry. Dari Pe dagogik Ke Andragogik Jakarta: Penerbit Pustaka Dian FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Makasar : (Online) Jurnal PILAR Universitas Muhammadiyah Makassar .5th edition.W. FMIPA Universitas Negeri Malang. Applying modern principles of adult education.1985. Dama. Knowles. P.jugaguru. Malcom S. A. Jakarta: Bumi Aksara. Andragogi Suatu Orientasi Baru dalam Pembelajaran.1984. New York: Association Press. Badan Standar Nasional Pendidikan Suprijanto 2007 . Pendidikan Orang Dewasa. The Adult Education Comp any. Massachusets: Addison Wesley d). The Modern Prcatice of Adult Education: From Pedagogy to Andragogy. 2010. The Moderns Practice of Adult Education: Andragogy Versus Pedagogy. 2009. Bandung : JICAIMSTEP-FPMIPA UPI. Andragogy in Action. R.

Dengan menerapkan sintaks atau tahapan pembelajaran problem solving dan problem posing secara kooperatif dengan benar maka proses pe mbelajaran di kelas akan maksimal. ser14 . Kesulitan dalam mempelajari dalam materi termodinamika dapat disiasa ti dengan cara pengajar menerapkan model pembelajaran yang menunjang pengembanga n kemampuan berpikir pembelajar. Problem solving dan problem posing akan lebih efektif jika masing-m asing dipadukan dengan pembelajaran yang mendukung yakni pembelajaran kooperatif . Model pembelajaran problem solving dan problem posing dapat digunakan sebagai alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran te rmodinamika. Penyusunan makalah ini didasarkan pada analisis kualitatif informas i wawancara penulis dengan mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Kimia Fisik a I (KIU 420) kelas AA Jurusan Kimia FMIPA UM. Selanjutnya dilakukan pengkajian mendalam dengan menggunakan rujukan pustaka tentang termodinamika. tujuan pembelajaran kimia adalah memperoleh pemahaman yang telah lama per ihal fakta. Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mendeskripsikan pengg unaan model pembelajaran problem solving dan problem posing untuk materi termodi namika. problem posing. Dengan meningkatkan kem ampuan pemecahan masalah maka akan membantu pembelajar untuk memahami topik-toFM IPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. problem solving. Salah satu materi kimia yang ban yak mengandung konsep-konsep abstrak dan perhitungan matematis adalah materi ter modinamika. Selain itu. kooperatif dan dilanjutkan kros-cek kebenarannya dengan dose n Kimia Fisika I (KIU420) Jurusan Kimia FMIPA UM. 9 Oktober 2010 pik sulit dalam kimia (Payne dalam Jegede. Pembahasan hasil susunan makal ah ini. Salah satu karakteristik ilmu sains adalah pemecahan masalah.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING SECARA KOOERATIF UNTUK MEMAKSIMALKAN PROSES PEMBELAJARAN TERMODINAMIKA Dian Novianti Suhadi Ibnu Darsono Sigit Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Problematika yang dihadapi dalam pembelajaran kimia adalah bagaimana ca ra meningkatkan penguasaan konsep-konsep kimia. problem solvi ng. Kata kunci: problem posing. Penerapan model pembelajaran prob lem solving dan problem posing secara kooperatif di kelas membuat waktu belajar menjadi lebih efektif. mempunyai keterampilan da lam penggunaan laboratorium. S emua aspek dalam kimia mencakup pemecahan suatu masalah. dapat dijelaskan bahwa: 1) kesulitan dalam mempelajari dalam materi term odinamika diharapkan dapat disiasati dengan cara pengajar menerapkan model pembe lajaran yang menunjang pengembangan kemampuan berpikir pembelajar. Menurut Sastrawijaya (1998 :113). kemampuan mengenal dan memecahkan masalah. Model pembela jaran problem solving dan problem posing dapat digunakan sebagai alternatif untu k diterapkan dalam pembelajaran termodinamika. 2) Model pembelajaran problem solving dan problem posing lebih tepat dipadukan deng an pembelajaran kooperatif. kooperatif Kimia merupakan salah satu cabang sains yang di dalamnya banyak terdapat topik-t opik yang sulit. adanya pembagian tugas dan tanggung jawab dal am kelompok serta aktivitas diskusi akan dapat memaksimalkan proses belajar. 2007:801). 2) Untuk mengetahui sintaks atau langkah yang sesuai untuk model pembela jaran problem solving dan problem posing sehingga dapat diterapkan di kelas seca ra maksimal.

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN ta mempunyai sikap ilmiah yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. T ermodinamika merupakan salah pokok bahasan dalam materi kimia yang dianggap suli t bagi sebagian mahasiswa, karena dalam termodinamika sebagian besar mengandung konsep-konsep yang bersifat abstrak dan berjenjang, dari konsep yang sederhana m enuju konsep-konsep yang lebih kompleks dan masih sering diajarkan secara konven sional. Materi termodinamika secara umum berisikan konsep-konsep abstrak serta b erbagai perhitungan dan rumus matematis mulai dari yang sederhana sampai yang be rsifat kompleks (Yudha, 2009). Contoh konsep abstrak di dalam termodinamika yang harus dipahami pembelajar adalah Hukum Pertama Termodinamika yang berbunyi “energ i dalam suatu sistem besarnya tetap kecuali jika diubah dengan melakukan kerja a tau dengan pemanasan”. Pembelajar harus dapat memahami bahwa Hukum Pertama Termodi namika berkaitan dengan kekekalan energi, dimana energi sistem tidak dapat dicip takan dan dimusnahkan tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara. Energi dalam sistem akan diubah menjadi kerja dan kalor. Energi dalam sistem merupakan jumla h energi yang dimiliki sistem yang terdiri dari jumlah kerja (w) yang dilakukan dan besarnya kalor yang dipindahkan (q) (Atkins, 1999:34). Konsep pertukaran ene rgi perlu dipahami pembelajar sehingga pembelajar dapat mengembangkan pengetahua nnya mengenai konsep ini, baik dalam menyelesaikan suatu permasalahan maupun dal am aplikasinya dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, pada mesin-mesin pembangki t energi dan pengguna energi, semuanya hanya mentransfer energi dan tidak menghi langkan atau menciptakan energi. Selain memahami konsep-konsep, pembelajar juga dituntut untuk memahami pengetahuan yang menyangkut perhitungan (algoritmik) dar i perluasan hukum termodinamika tersebut. Karakteristik materi termodinamika yan g kompleks menimbulkan beberapa kendala dalam proses pembelajarannya di kelas. U ntuk mengetahui lebih jauh mengenai kendala-kendala yang ditemui pada saat mempe lajari materi termodinamika maka dilakukan wawancara pada mahasiswa yang telah m engikuti mata kuliah Kimia Fisik I. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahw a: 1) Mahasiswa cenderung tidak menunjukan minat/ketertarikan yang baik terhadap materi termodinamika. 2) Mahasiswa masih sering mengFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MA LANG, 9 Oktober 2010 alami kesulitan dalam memahami materi termodinamika. 3) Pemahaman terhadap konse p-konsep dan prinsip-prinsip penting sangat kurang sehingga mahasiswa cenderung belajar dengan hanya menghafal rumus-rumus tanpa memahami maknanya. Selain itu, berdasarkan hasil survei lapangan yang telah dilakukan di Universitas Negeri Mal ang untuk tahun ajaran 2010/2011 didapatkan fakta bahwa di setiap kelas selalu a da mahasiswa yang mengulang mata kuliah Kimia Fisik I. Kecenderungan baru dalam pengajaran kimia saat ini adalah pada penguasaan konsep kimia yang dicapai denga n melakukan pendekatan proses. Artinya, dalam pembelajarannya lebih ditekankan p ada bagaimana proses yang dialami oleh pembelajar untuk menguasai konsep kimia, bukan dengan cara menghafal informasi yang diberikan. Selain itu, agar tujuan pe mbelajaran dapat dicapai lebih efektif maka digunakan paradigma baru dalam pendi dikan kimia, yakni paradigma kontruktivis. Hal ini bertujuan agar permasalahan d alam pembelajaran dapat dipahami dan dipecahkan oleh pembelajar sendiri (Rahayu, 2001), sehingga pembelajar tidak akan mudah melupakan apa yang diperolehnya. Se bagian besar pembelajar kurang terlatih dalam mengembangkan ide-idenya di dalam memecahkan masalah, belum mampu berpikir kritis dan berani mengungkapkan pendapa t. Hal ini menyebabkan perlunya diterapkan model pembelajaran yang dapat meningk atkan kemampuan pemecahan masalah. Pengembangan kemampuan pemecahan masalah akan lebih baik ditingkatkan melalui strategi instruksional pemecahan masalah. Beber apa literatur cenderung menganjurkan strategi instruksional yang berbeda untuk m eningkatkan kemampuan pemecahan masalah (Payne dalam Jegede, 2007:801). Adapun m odel pembelajaran yang dapat menjadi alternatif untuk diterapkan antara lain pro blem solving dan problem posing. Problem solving dan problem posing merupakan pe mbelajaran yang membutuhkan proses berpikir, analisis data, evaluasi, dan reflek si. Oleh karena itu, problem solving dan problem posing dirasa tepat untuk menin gkatkan kemampuan pemecahan masalah. Pada problem solving, pemecahan masalah dil

akukan dengan cara menyelesaikan masalah yang diberikan. Sedangkan pada problem posing, pemecahan masalah diperoleh dengan cara merumuskan masalah yang dapat di selesaikan (Sheikhzade, 2010:1-3). Model pemecahan masalah (problem solving) ada lah model pembelajaran yang melatih pembe15

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN lajar menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupu n masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama (Kusumah, 2 008). Permasalahan dalam problem solving dapat berasal dari pengajar (dosen) mau pun teksbook yang permasalahannya sudah pasti. Pembelajar akan dilatih untuk mem ahami suatu permasalahan (berupa pertanyaan atau soal) yang diberikan. Dalam pro blem solving, pembelajar melakukan pendekatan dan menganalisis masalah dengan le bih rinci dan sistematis. Hal ini dilakukan dengan cara mencari hubungan antar k onsep yang berkaitan dengan masalah sehingga dapat diperoleh solusi dari masalah tersebut. Model pembelajaran lain yang dapat digunakan sebagai alternatif adala h problem posing. Problem posing merupakan model pembelajaran yang proses belaja rnya disesuaikan dengan kemampuan pembelajar (Najoan dalam Mustapa, 2009:29). Se bagian pembelajar mungkin tidak mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesa ikan suatu permasalahan yang diberikan oleh pengajar. Akan tetapi, sebagian lagi mungkin akan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Jika masalah yang di pecahkan terlalu kompleks, dapat menimbulkan rasa cemas dan menurunkan motivasi pembelajar dalam memecahkan masalah (Yudha, 2009:51). Oleh karena itu, cara lain yang bisa dipakai adalah problem posing. Problem posing dapat diartikan membang un atau membentuk permasalahan. Pembelajar dilatih untuk memecahkan suatu masala h dengan merumuskan pertanyaan yang bisa diselesaikan. Pengajar memberikan situa si masalah dan yang menyusun atau merumuskan masalah adalah pembelajar. Problem posing dapat dijadikan alternatif bagi pembelajar yang kurang berhasil dalam pro blem solving. Pembelajar diberikan situasi masalah yang lebih familiar sehingga membuat masalah yang dirumuskan menjadi lebih menarik. Pembelajar yang mengajuka n masalah menjadi lebih tertarik dan termotivasi dalam menemukan solusinya (Dick erson dalam Akay and Boz, 2006:1282). Model pembelajaran problem posing meningka tkan keaktifan pembelajar selama proses pembelajaran karena pembelajar dilatih u ntuk membuat soal. Pembelajar perlu memiliki pengalaman yang bervariasi dalam me mbuat soal dan mengerjakannya. Model pembelajaran problem solving dan problem po sing memiliki keunggulan dalam menunjang kemajuan berpikir pembelajar. Akan teta pi FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010 model pembelajaran ini memiliki beberapa kelemahan antara lain: 1) Memerlukan al okasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain. 2) Pada problem solving, jika masalah terlalu kompleks dapat menimbulkan kecema san dan menurunkan motivasi pembelajar. 3) Pada problem posing, kualitas pertany aan yang dihasilkan terkadang tidak terlalu bagus karena hal ini sangat bergantu ng pada pengetahuan mendasar yang dimiliki pembelajar terkait dengan topik masal ah. Untuk memaksimalkan proses pembelajaran di kelas maka diperlukan suatu solus i yang tepat untuk mengatasi problematika di atas. Hal ini penting untuk diperha tikan agar pembelajaran termodinamika di kelas dengan menggunakan problem posing dan problem solving dapat terlaksana dengan efektif sehingga dapat dicapai komp etensi peserta didik yang diharapkan. Berdasarkan uraian latar belakang yang tel ah dijelaskan di atas maka dapat dituliskan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah cara memaksimalkan pelaksanaan model pembelajaran problem solving d an problem posing pada materi termodinamika? 2) Bagaimanakah sintaks yang sesuai untuk model pembelajaran problem solving dan problem posing pada pembelajaran t ermodinamika di kelas? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari ma kalah ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mendeskripsikan penggunaan model pemb elajaran problem solving dan problem posing untuk materi termodinamika. 2). Untu k mengetahui sintaks atau langkah yang sesuai untuk model pembelajaran problem s olving dan problem posing sehingga dapat diterapkan di kelas secara maksimal. PEMBAHASAN Problematika yang ditemui pada saat menerapkan model pembelajaran problem solvin g dan problem posing adalah memerlukan waktu pelaksanaan yang cukup lama karena aktivitas mental yang harus dilalui pembelajar cukup banyak. Keseluruhan aktivit

as mental tersebut harus dilalui pembelajar agar proses berpikir pembelajar dapa t berkembang menjadi lebih baik. Jika salah satu dari tahap kognitif tersebut ti dak dilalui oleh pembelajar maka dikhawatirkan akan memberikan pengaruh terhadap proses berpikirnya sehingga menjadi tidak maksimal. Hal tersebut menjadi kendal a bagi pengajar dalam melaksanakan model pembelajaran 16 .

Hal ini dapat disiasati dengan cara membiasaka n pembelajar untuk memecahkan masalah (problem solving) dan membentuk pertanyaan serta menyelesaikannya (problem posing). 2. satu mol gas He yang diasumsikan ideal dipanaskan pada volum tetap dari suhu 200C sampai 500C.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN problem solving dan problem posing.314 J/K mol x (323 K – 293 K) ∆U = 623. dan penyelesaian yang mencakup: Apakah jawaban sesuai dengan dugaan kualitatif awal ? Apa saja prinsip kimia yang digunakan untuk memecahkan masalah? Apakah semua p erhitungan telah dilakukan dengan benar? Apakah dapat digunakan metode penyelesa ian lain untuk memecahkan masalah di atas? Konsep: Hukum I Termodinamika + (∂U/∂V)T dV Skema: Keadaan 1 n1 = 1 mol Keadaan 2 V2 = V1 dU = đq – P dV Fungsi keadaan energi dalam dU = Cv dT . yang berasal dari kalor yang diserap oleh sistem. Menyi mpulkan masalah: Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa energi dalam pada volum tetap meningkat sebanyak 623. dU = Cv dT ∫ dU = ∫ Cv dT ∆U = Cv (T2 – T1) ∆U = (n x Cv molar) (T2 – T1) = 1 mol x 5/2 8. Selain melakukan kegiatan tersebut di kelas. Pada tahap awal akan cukup sulit karena pe ran yang dituntut adalah menjadi pembelajar aktif dan mandiri sehingga perlu pem bimbingan intensif dari pengajar. Contoh penggunaan problem solving dal am materi termodinamika dapat ditampilkan sebagai berikut.55 joule Tahap Review Pada tahap review dilakukan hal-hal sebagai berikut: 1. pengajar perlu memberikan task kepada pembelajar untuk dipelajari dan dis elesaikan di luar kelas (pekerjaan rumah).55 joule b. Berikan penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif mengenai keseluruhan ene rgi yang dimiliki gas He tersebut serta kalor yang terlibat dalam proses pemanas an tersebut. Problem 1 Di sebuah l aboratorium kimia. karena kead aan isokorik maka dV = 0 sehingga dU = đq Tahap Pelaksanaan Penyelesaian Diketahui: n He = 1 mol T1 = 200C = 293 K V2 = V1 Ditanya: ∆U dan q (dalam joule) Cv molar = 3/2 R T2 = 500C = 323 K Asumsi: gas ideal a.55 joule. Pemeriksaan pada tahap pemahaman. Apalagi jika pembelajar belum terbiasa denga n problem solving dan problem posing. Isokorik: dU = đq ∆U = Q = 623. karena diasumsikan gas idea l maka (∂U/∂V)T dV = 0 sehingga dU = Cv dT Cv = n x Cv molar dU = đq – P dV. Tahap Pemahaman Masalah V1 T1 = 293 K T1 = 293 K Dugaan kualitatif awal: Berdasarkan persamaan dU = Cv dT + (∂U/∂V)T dV maka U adalah fungsi T sehingga jika dipanaskan T2 > T1 ∆U = (+) (artinya: ∆U >>>) Isokorik: V2 = V1 ∆U = (+) Q = (+) (artinya: sistem menyerap kalor) Tahap Perencanaan Penyelesaian Hubungan yang dapat digunakan: dU = Cv dT + (∂U/∂V)T dV. Kapasitas kalor molar gas tersebut adalah 5/2 R. perencanaan.

9 Oktober 2010 17 .FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

. Buatlah dua pertanyaan ber dasarkan situasi soal di atas: a)......... Bagaimanakah perubahan energi dalam suatu sistem yang melepaskan 10 kJ panas dan di dalamnya tidak terjadi kerja volum? 9......... tanpa memperhatikan bagaimana proses tersebut terjadi... Energi dalam merupakan fungsi keadaan d an dipengaruhi oleh keadaan sistem........ Bagaimana perubahan energi sistem yang berisi molekul-molekul gas jika suhu sistem dinaikkan dan volume dibuat tetap? Bagaimana pula jika suhu diturunk an? 7... Apakah pertanyaan yang te lah dirumuskan sudah sesuai dengan situasi masalah yang diberikan? 2. Apakah ada cara lain yang lebih m udah dalam merumuskan pertanyaan? 4. ∆U = q + W (kalor) (kerj a) Energi dalam merupakan fungsi keadaan karena hanya dipengaruhi oleh keadaan a wal dan keadaan akhir. Apakah dapat dirumuskan pertanyaan yang lai n? Pemberian task (pekerjaan rumah) bertujuan untuk membekali pembelajar terlebi h dahulu sehingga pada saat pelaksanaan problem solving dan problem posing di ke las pembelajar telah terbiasa dengan cara belajar tersebut..... Tahap Pembentukan Masalah Skema: Pada tahap pemeriksaan solusi dilakukan pemeriksaan solusi dari pertanyaan yang telah dirumuskan yang mencakup: Apakah solusi pertanyaan yang dirumuskan telah b enar? Apakah ada kemungkinan penyelesaian lain dari pertanyaan yang dirumuskan? Apakah ada informasi baru yang berkaitan dengan pertanyaan yang dirumuskan? Tahap Review Pada tahap review dilakukan pemeriksaan pada tahap pengulasan informasi. dan pemeriksaan solusi yang mencakup: 1... b)....... . 9 Oktober 2010 18 ....... Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya energi dalam suatu s istem? 5... .. Waktu FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.................. Tahap Pengulasan Informasi Alternatif pertanyaan yang dapat dirumuskan: 3. dU = đq + đW dU : fungsi keadaan đq dan đW : bukan fungsi keadaan Energi dalam merupakan f ungsi variabel sistem yakni fungsi suhu dan volum.............. Energi dalam merupakan juml ah kalor dan kerja yang dimiliki sistem.........184 J/gram K saat dipanaskan p ada volum tetap dari suhu 250C sampai suhu 500C? Tahap Pemeriksaan Solusi Energi dalam yang dimiliki sistem berupa kalor dan kerja.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Apakah masalah yang lain juga dapat diselesaikan? Sedangkan contoh penggunaan problem posing dalam materi termodinamika dapat dita mpilkan sebagai berikut: Problem Situation 1 Energi dalam (∆U ) adalah keseluruhan energi yang dimiliki sistem dalam keadaan tertentu. Apakah per tanyaan telah dirumuskan bisa diselesaikan? 3... Variabel sistem seperti suhu dan tekanan mem pengaruhi besarnya energi dalam yang dimiliki sistem...... Energi dalam merupakan fungsi keadaan...... U = U (T. Bagaimanakah perubahan energi dalam suatu sistem yang di dalamnya tidak t erjadi kerja volum dan tidak terjadi proses penyerapan atau pelepasan kalor? 8........... Bagaimanakah perubahan energi dalam 1 mol air yang memiliki kapasitas kalor spesifik 4. Apa yang dimaksud dengan energi dalam? 4. Jelaskan maksud pernyataan ters ebut! 6. pembent ukan masalah....V) Contoh: Jika pada sistem terjadi perubahan suhu atau tekanan maka akan terjadi perubahan energi d alam yang dimiliki sistem.................

Hal ini akan membantu mengurangi kecemasan pembelajar dalam memecah kan masalah yang kompleks. David Johnson mengungkapkan bahwa belajar kooperatif dapat mempe rbaiki perolehan dan retensi isi pelajaran serta meningkatkan keterampilan-keter ampilan interpersonal serta kemampuan berpikir yang lebih baik (Heinich. pengelompokan harus heterogen dan dilakukan dengan cermat. Pembelajar dapat berbagi dalam kelompok dan bertukar pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah. Keuntungan bagi pe mbelajar yang memiliki kemampuan tinggi adalah dapat bereksplorasi lebih luas da lam mencari alternatif pertanyaan yang akan dibentuk. Pembelajar yang memiliki kemampuan rendah akan dapat membentuk pertan yaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. dengan bekerja dala m kelompok akan memberikan kontribusi yang positif terhadap setiap tahap kogniti f yang dilalui pembelajar.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN pelaksanaan menjadi lebih efektif. Adanya pembagian tugas dan tanggun g jawab dalam kelompok serta proses diskusi di dalam proses belajar menjadikan k egiatan belajar maksimal. Pen gelompokan yang heterogen menunjang proses pembelajaran dengan menggunakan probl em posing. Pada pembelajaran kooperat if terdapat unsur kerjasama. 2008). Keuntungan lainnya adalah dapat berb agi pengetahuan antar anggota kelompok sehingga pembelajar dengan kemampuan rend ah juga dapat meningkatkan kualitas pertanyaan yang dibentuk. Suasana belajar yang belum kooperatif atau masih individual memberikan a ndil dalam menurunkan motivasi belajar sehingga berdampak pada rendahnya hasil b elajar.. Pembelajaran kooperatif m emberikan saling ketergantungan positif di antara pembelajar untuk mencapai tuju an pembelajaran. mengembangkan rasa percaya diri. problematika pembelajaran ya ng ditemui pada saat pembelajaran khususnya pada saat menggunakan problem solvin g adalah jika masalah terlalu kompleks dapat menimbulkan kecemasan dan menurunka n motivasi pembelajar. Model pembelajaran problem solving dan problem posing secara kooperatif dirasa tepat untuk memaksimalkan proses belajar. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah meningkatkan kerjasama ak ademik. Selain itu. Aktivitas belajar berpusat pada pembelajar dalam bentuk diskusi . Dengan memodifikasi problem posing dengan pembelajaran kooperatif maka kualitas pertanyaan dapat ditingkatkan. Melalui i nteraksi belajar yang efektif pembelajar lebih termotivasi. mengerjakan tugas bersama. Pembelajaran kooperatif memungkinkan pembelajar menguasai mate ri pada tingkat penguasaan yang relatif sama (Mariani. 9 Oktober 2010 mampu menggunakan strategi berpikir tingkat tinggi. Kerjasama menjadikan proses pembelajaran disenangi oleh pembelajar. 2002). Selain itu. Jika pembelajaran ko operatif ini diorganisir dengan baik akan mengarah kepada suatu proses pembelaja ran yang aktif dan keterampilan sosial pembelajar juga akan berkembang dengan ba ik melalui proses kelompok. membentuk hubungan positif. Kendala pada saat pembela jaran dengan menggunakan problem posing adalah terkait dengan kualitas pertanyaa n yang dibentuk. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif akan membuat waktu belajar menjadi lebih efektif. Pembelajaran kooperatif memberik an dampak positif dalam hal pencapaian akademik. 2009:241-242). Dengan melakukan proses pembelajaran secara berkelomp ok. pembelajar lebih termotivasi untuk belajar. serta mampu membangun hubung an interpersonal. Penelitian yang dilakukan oleh Robert Slavin. Dalam melaksanakan proses pembelajaran diperlukan lang . Spencer Kagan. saling membantu dalam memecahkan masalah. Beb erapa hasil penelitian tentang pembelajaran kooperatif menunjukkan bahwa pembela jaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap pembelajar yang rendah hasil b elajarnya (Sanjaya. Untuk membuat pembelajaran kooperatif menjadi lebih efektif. et al. serta menin gkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. percaya diri. terutama pada pembelajar yang k emampuannya rendah. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Hal ini dapat diantisipasi dengan memodifikasi model pemb elajaran. Pengajar dapat menerapkan pembelajaran secara kooperatif dalam memecah kan masalah. Tahapan atau sintaks dari problem solving dan problem posing juga dapat terlaksana secara maksimal dan keseluruhan materi aka n dapat tersampaikan kepada pembelajar. Kualitas pertanyaan berhubungan dengan pengetahuan mendasar yan g dimiliki pembelajar terhadap topik masalah. Pembelajaran koope ratif telah banyak dikembangkan di berbagai penelitian di bidang pendidikan.

Dalam hal ini perlu dikembangkan 19 .kah-langkah sistematis. Salah satu usaha pengajar adalah menggunakan model pembe lajaran yang tepat sesuai materi dan kemampuan pembelajar sehingga menunjang ter ciptanya kegiatan pembelajaran yang kondusif dan menarik bagi pembelajar.

keaktifan dan kreativitas pembelajar. 4 Orientasi Pengajar menyampaikan garis besar materi dan mencontohkan cara melakuk an problem solving. Kelompok yang ditunjuk oleh pengajar mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya mengenai pemecahan masalah. kan berbagai argumennya dalam proses pembelajaran melalui proses diskusi dalam k elompok belajarnya. yang dimodifikasi dengan pembelajaran kooperatif disajikan pa da Tabel 2. Penga jar mengontrol jalannya proses diskusi kelas. Model pembelajaran problem solving dan problem posing secara kooperatif menjadi alternatif yang sesuai untuk pembelajaran termodinamika di ke las. Pengajar merespon pertanyaan yang ditanyakan oleh pembelajar mengenai materi yang dipelajari. 2 Identifikasi masalah Pengajar memberikan masalah untuk dipecahkan. serta mengembangkan interaksi kelom pok dan kerjasama. . Dalam hal ini pengajar berperan sebagai fas ilitator dan Pembelajar memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk mencari pemecahan masalah. Di tahap ini. Pembelajar menyimpulkan hasil diskusi dengan araha n dari pengajar. Adapun langkah-langkah model pembelajaran problem solving (Sudjana dalam Sa prudin. Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Solving Kooperatif No 1 Akti vitas Pengajar Aktivitas Pembelajar Pembelajar memusatkan perhatiannya dengan su gguh-sungguh pada materi yang disampaikan pengajar. Kelompok lain memberikan tanggapan. Tabel 2. Sedangkan langkah-langkah model pembelajaran problem posing menur ut Silver and Cai. Tabel 1. Pada tahap ini. Dalam proses diskusi kelompok terjadi interaksi antar pembel ajar dan proses saling membelajarkan satu sama lain. Menarik kesimpulan Pengajar bersam a-sama pembelajar menyimpulkan masalah yang diberikan.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan perhitungan mate matis. Setiap kelompok mendapa tkan permasalahan dari pengajar. Pengajar memonitor proses diskusi di setiap kelompok. 5 Menilai setiap alternatif pemecahan masalah Pengajar memberi pertanyaan dan tang gapan mengenai pemecahan masalah yang telah dilakukan oleh kelompok belajar. Pengajar membentuk kelompok kooperatif yang terdiri dari 4-5 orang Pembelaja r diminta untuk menyusun/ membentuk soal Aktivitas Pembelajar 3 Mencari alternatif pemecahan Pengajar menyiapkan bahan atau alat sebagai sumbe r belajar berupa buku dan lain-lain. Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Posing Kooperatif No 1 Aktiv itas Pengajar Pengajar menyampaikan materi sebagai pengantar Pengajar menyampaik an garis besar materi dan mencontohkan cara melakukan problem posing. Pengajar membentuk kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari 4-5 orang. 2010:414-415) yang dimodifikasi dengan pembelajaran kooperatif disajikan pada Tabel 1. Pembelajar mengajukan pertan yaanpertanyaan di bagian materi yang masih kurang jelas. terjadi proses diskusi kelas. D i tahap ini pembelajar memasuki fasa berpikir internal yang terjadi dalam mental pembelajar. Pengajar memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk m emberikan respon terhadap masalah yang diberikan. pembimbing. terjadi interaksi yang harmonis antara pengajar dan pembelajar. Pembelajar membaca dan memahami permasalahan. Pengajar m erespon pertanyaan yang ditanyakan oleh pembelajar mengenai materi yang dipelaja ri.

Pembelajar dituntut untuk mengemukaPembelajar memusatkan perhatiannya dengan sugguhsungguh pada materi yang disampa ikan pengajar. Pembelajar mengajukan pertanyaanpertanyaan di bagian materi yang masih kurang jelas. 2 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 20 .

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Pengajar memberikan situasi masalah kepada setiap kelompok. Pengajar mengontrol jalannya proses diskusi. 5) Mengurangi ra sa takut dan cemas dalam diri pembelajar karena mereka tidak menjawab secara ind ividu. Pada tahap ini. tetapi berkelompok. Pembelajar dituntut untuk mengemukakan berbagai argumennya dalam proses diskusi dalam kelompok belaj arnya. Pengajar meminta pem belajar untuk merumuskan pertanyaan secara berkelompok Pembelajar mendapatkan situasi masalah. . Pengajar meminta kelompok pembuat pertanyaan memberikan tanggapan dan diik uti oleh kelompok lain. Pengajar mem inta kelompok lain mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan tersebut. Apabila pengajar dapat menerapkan tahapantahapan pembelajaran problem solving da n problem posing kooperatif di kelas secara benar dan sesuai seperti yang dipapa rkan di atas maka proses pembelajaran akan menjadi efektif. Pembelajar meKesulitan dalam mempelajari dalam materi termodinamika diharapkan dapat disiasat i dengan cara pengajar menerapkan model pembelajaran yang menunjang pengembangan kemampuan berpikir pembelajar. Model pembelajaran problem solving dan problem p osing dapat digunakan sebagai alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran ter modinamika. 3 Soal yang disusun. 2) K elompok dapat memecahkan dan atau merumuskan permasalahan yang lebih kompleks di bandingkan jika bekerja secara individu. Kelompo k lain memberikan tanggapan. KESIMPULAN DAN SARAN 4 5 Membahas jawaban soal yang dibentuk Pengajar meminta kelompok pengkaji pertanyaa n untuk mempresentasikan penyelesaian dari pertanyaan yang dibuat oleh kelompok lain. didiskusikan dengan teman Pengajar mengumpulkan soal yang dib uat masing-masing kelompok kemudian menukarkannya ke kelompok lain. Selain itu. pembelajar saling berhubungan satu sa ma lain dan dapat memperbaiki miskonsepsi yang mungkin terjadi. Di tahap ini pembelajar memasuki fasa berpikir internal yang terjadi da lam mental pembelajar terkait dengan situasi masalah. Masing-masin g kelompok mengkaji pertanyaan dan mencari penyelesaiannya. 3) Setiap individu dapat berlatih mempraktikkan r encana yang disusun dan memonitor kemampuan yang harus dimiliki untuk menunjang proses belajarnya 4) Dalam proses diskusi. Pembelajar membaca dan memahami situasi masalah. Dengan demikian disi mpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1 ) Memberikan kesempatan pada pembelajar untuk melaksanakan pembelajaran dengan m enggunakan problem solving dan problem posing sehingga menjadi lebih mudah. Dalam proses diskusi kelompok terjadi interaksi antar pembelajar dan pros es saling membelajarkan satu sama lain. sehingga pembelajar dapat mengambil keu ntungan dari pembelajaran ini. Pengajar me mberikan tanggapan di akhir diskusi. Setiap kelompok menerima pertanyaan yang dibuat oleh kelompok lain. Penerapan model pembelajaran problem solving dan problem posing seca ra kooperatif di kelas membuat waktu belajar menjadi lebih efektif. terjadi proses diskusi kelas. Menarik kesimpulan Pengajar bersama-sama Kelompok pengkaji pertanyaan yang ditunjuk oleh pengajar mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya mengenai penyelesaian pertanyaan yang telah disusun.

sebaiknya dalam menerapkan model pembelajaran problem solving dan probl em posing FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Dis arankan.adanya pembagian tugas dan tanggung jawab dalam kelompok serta aktivitas diskusi akan dapat memaksimalkan proses belajar. Model pembelajaran problem solving dan problem posing lebih tepat dipadukan dengan pembelajaran kooperatif. Dengan men erapkan sintaks atau tahapan pembelajaran problem solving dan problem posing sec ara kooperatif dengan benar maka proses pembelajaran di kelas akan maksimal. 9 Oktober 2010 21 .

New Jersey: Prentice-Hall Inc.net. The Effect of Problem Posing Oriented Calculus-II Instruction on Academic Success. Jurnal MIPA. 2(7): 801-803.blog spot.com/20 08/04/. Model-model Pembelajaran. Yudha. et al.C. Mal ang: Program Pascasarjana UM. K. edu. serta Motivasi Belaja r Mahasiswa pada Pokok Bahasan Termodinamika Kimia. 2009.inter -disciplianary. Sanjaya.html. 2007. 2008. (Online). Kimia Fisika (terjemahan) edisi keempat. (http://www. Ma lang: Program Pascasarjana UM. Motivasi. Pengembangan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Mengem bangkan Kecakapan Berpikir Rasional Siswa dalam Pembelajaran Fisika di SMP. Strategi Pembelaja ran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. diakses ta nggal 24 April 2010).ana dolu.tr. Instruction al Media and Technology for Learning. 2002. The Effcet of Problem-Solving Technique on Students’ Competence in Tackl ing Chemical Problems. Pros iding Seminar Nasional Fisika 2010. (http://scmariani-unnes. diakses tanggal 1 Januari 2010). H. W. Mata Kuliah Kimia Dasar I FKIP Universitas Tadulako. Heinich. dan H asil Belajar Mahasiswa pada pembelajaran termodinamika di kelas menjadi efektif. (http://ietc2008. Efektivita s Pembelajaran Problem Posing dalam Meningkatkan Proses Belajar. 30(2): 1-18. Tesis tidak diterbitkan.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN secara kooperatif benar-benar diorganisir dengan baik materi dan waktu pelaksana annya agar proses DAFTAR RUJUKAN Akay. diakses tanggal 1 Pebruari 2010). Jakarta: Kencana Prenada Media Group . Jakarta: Erlangga. Mariani. M. Kusu mah. 2009. Mustapa. and Boz. P. Kecenderungan Pembelajaran Kimia di Awal Abad 21. Pembelajaran Kooperatif. 2001.wijaya labs. 2010. diakses tanggal 1 Januari 2010). 2008. (http://www. Rahayu. (Online). S. Tesis tidak diterbitkan. Research Journal Of Applied Sciences. Promoting Skills of ProblemPosing and Problem-Solving in Making a Creative Soci al Studies Classroom. 1999. 2006. N. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. W.W. ISBN: 978-979-98010-6-7. S. Sheikzade. 9 Oktober 2010 22 . Saprudin. I. 2010. Atkins. (Online). (Online).A .home. 2009. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solvin g-Kooperatif terhadap Pemahaman Konseptual dan Algoritmik. Jegede.com/2008/11/pembelajaran-kooperatif pembelajaran.

solusinya kalimat pada table lebih sederhana dan komunikat if agar siswa mudah paham. Salah s atu materi pokok bahasan dalam Kimia di SMA adalah campuran. solusinya sebaiknya dalam setiap kelompok ada pembagian tugas dan peran yan g baik. karena jika kita perhatikan be nda-benda disekitar kita sebagian besar dihasilkan melalui proses kimia. Seb elum melakukan percobaan sebaiknya LKS diuji coba lebih dahulu agar mengetahui k endala yang mungkin terjadi. udara minyak FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. pemisahan campuran Lesson study merupakan salah satu model pembinan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual lerning untuk membangun komunitas belajar. Kimia dan Fisika. Dari hasil refleksi diperoleh kesimpulan sebagai berikut: da lam menyusun RPP termasuk LKS hendaknya dibaca dulu dan minta saran dari guru la in dengan bidang studi yang sama. Kata kunci: Lesson Study. Perlu dukungan dari pihak kepala sekolah untuk mend ukung kegiatan lesson study. Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa berhubungan dengan bahan-bah an kimia baik yang alami maupun buatan. solusinya lebih banyak melibatkan siswa dan memotivasi siswa bahwa kelasnya terpilih sebagai kelas percontohan dalam keg iatan lesson study. Kegiatan Lesson study banyak memberikan solusi dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Keempat masih ada siswa yang pasif dalam setiap kelom pok.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN KENDALA DAN ALTERNATIF SOLUSI IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA PEMBELAJARAN PEMISA HAN CAMPURAN DI SMP NEGERI 1 SUKOREJO Dwi Ratna Wati Hayuni Retno Widarti SMPN I Sukorejo Kabupaten Pasuruan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Lesson study merupakan salah satu cara untuk meningkatkan proses dan ke tercapaian tujuan pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelan jutan oleh sekelompok guru. Ilmu Pengetahuan (sains) merupakan ilmu y ang diperoleh melalui pengamatan dan penelitian terhadap alam serta gejala-gejal a alam. Campuran banyak dit emukan di alam misalnya air. Ketiga siswa kesulitan me ngisi table pada LKS. Kendala tersebut. Kelima siswa tidak konsentrasi pada saat presentasi hasil praktikum kare na kelas lain sudah banyak yang pulang. Di Pasuruan telah dilakukan kegiatan Lesson Study be rbasis Sekolah (LSBS) di SMPN 1 Sukorejo. 9 Oktober 2010 23 . Langkah-langkah pada LKS hendahnya menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar lebih mudah dipahami oleh siswa. tanah. solusin yagaram yang dipakai sebaiknya garam halus butirannya. Kimia adal ah cabang dari Ilmu pengetahuan (sains) yang mempelajari materi (zat) dan peruba hannya. Lesson study t elah diterapkan di Kabupaten Pasuruan dan merupakan salah satu kegiatan di Kabup aten Pasuruan yang bekerjasama dengan project SiSSTEM-JICA yang merupakan salah satu kegiatan pendukung untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususny a dalam bidang studi MIPA. pertama adalah siswa belum paham langkah-langkah pe rcobaan. Oleh karena itu pembelajaran kim ia bertujuan agar peserta didik memahami konsep-konsep kimia dan peranannya yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. solusinya adalah siswa diminta membaca LKS dengan cermat sebelum melaku kan percobaan. Kedua perlu waktu yang lama dalam mengaduk garam dan air. Sains meliputi berbagai disiplin keilmuan antara lain Bilogi. sehingga Kimia merupakan ilmu yang berhu bungan langsung dengan kehidupan peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan ferlek si pembelajaran pada kegiatan Lesson Study di SMPN 1 Sukorejo pada pelajaran Kim ia tentang pemisahan campuran ditemukan beberapa kendala yang dialami oleh guru dan siswa.

2008). Zat-zat yang merugikan bagi manusia perlu di pisahkan dari zat penyusunnya yang berguna. Pemanasan dapat mengakibatkan pelarut akan menguap sedangkan padatan yang terlarut akan tertinggal kedalam wadah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada ha ri Sabtu tanggal 3 Mei 2010. Ketiga tahapan tersebut dilakukan secara berulang dan terus menerus sehingga merupakan siklus yang tak pernah berakhir. Sebagian zat penyusun campuran sangat berguna bagi manusia. penulis menjadi guru model dengan pembelajaran kimi a tentang pemisahan campuran pada kelas VII F. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pemisahan untuk memperoleh zat-zat yang layak dikonsumsi untuk kebutuhan hidup manusia. dan batuan. Berdasarkan hasil observasi kegiatan Lesson Study di SMPN I Sukorejo pelajara n Kimia tentang pemisahan campuran tersebut ditemukan beberapa kendala yang terj . Padatan ya ng tertinggal pada kertas saring disebut residu. Campuran dapat dipisahkan dengan menggun akan berbagai macam metode. Bagaimana cara memisahkan zat-zat penuyu s dari suatu campuran? Zat-zat penyusun campuran dapat dipisahkan berdasarkan pe rbedaan sifat setiap zat. Proses pemisahan zat-zat penyusun dalam campuran tidak hanya untuk memisahkan zat yang merugikan.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN bumi. Kegi atan pembelajaran pada kelas VII F dimulai pada jam 08. PENGUAPAN (EVAPORASI) Penguapan dapat digunakan untuk memisahkan larutan yang zat penyusunnya padatan dan cairan dimana padatan tersebut larut dalam cairan. Metode penguapan dapat digunakan untuk proses pengolahan garam dari air laut. Metode penguapan dilakuka n dengan memanaskan larutan. Metode Penyaringan dapat digunaka n untuk memisahkan pengotor yang terdapat dalam suatu cairan atau udara. Lesson Study dapat diartikan sebagai sebuah “in service training” bagi guru dan dosen (Istamar dan Ibrohim. Penyaringan dilakukan dengan menuang campuran ke atas kertas saring yang ada di atas sebuah corong gelas. Do (Pelaksanaan). Kelas VII F merupakan salah satu kelas yang belum pernah digunakan untuk kegiatan open class selama kegiatan Less on study berlangsung di SMP N 1 Sukorejo. Contoh sifat-sifat zat tersebut adalah perbedaan titik didih. artinya selama guru ingin terus menin gkatkan kemampuan dan kualitas mengajarnya maka studi pembelajaran sabagai jawab annya (Istamar dan Ibrohim. pemisahan juga dilakukan berdas arkan manfaat dari setiap zat penyusun.30 sampai dengan jam 09. Ukuran padatan cukup kecil sehingga tidak mengendap didasar cair an tetapi tersebar pada cairan. kelarutan atau ukuran partikel. kertas saring akan mena han padatan yang lebih besar daripada ukuran pori-pori kertas saring. dan See (Refleksi) atau melihat kembal i. sementara zat dengan ukuran par tikel lebih kecil dari lubang saring akan lolos melalui kertas saring. Zat yang dapat melewati kertas saring disebut filtrate. Disamping itu kelas VII F juga merupak an kelas yang memiliki predikat kurang menyenangkan bagi Bapak & Ibu guru yang m engajar di kelas tersebut karena siswanya yang ramai dan kurang kooperatif. se dangkan sebagiannya lagi merugikan. 2008) Lesson Study dap at diibaratkan sebuah cermin karena dengan adanya cermin maka kita dapat melihat penampilan diri kita dan dapat memperbaiki diri kita sendiri sebelum kita dilih at atau dinilai oleh orang lain. Lesson Study (Studi Pembelajaran) merupakan suatu model pembinaan profesi pendid ik (guru dan dosen) melalui pengkajian pembelajaran secar kolaboratif berkelanju tan berdasarkan prinsipprinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun k omunitas belajar secara sederhana. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan ya itu Plan (Perencanaan). Beberapa metode pemisahan campuran adalah sebagai be rikut.4 0. Sebagai contoh zat-zat pengotor perl u dipisahkan pada pengolahan air minum supaya layak dikonsumsi. PENYARINGAN (FILTRASI) LESSON STUDY Penyaringan digunakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya berupa cair an dan padatan. Kegiatan Lesson Study berbasis sekolah sudah dilaksanakan di SMPN I Sukorejo Pasuruan.

maka dilakukan refleksi. Setelah dilakukan pelaksanaan pembelajaran (open class) dengan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh para observer. Adapun kendala dan alternative solusiya diantaranya adalah sebagai berik ut: FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Dari hasil dikusi pada kegiatan re fleksi diperoleh beberapa alternative solusi yang merupakan masukan dari para ob server. 9 Oktober 2010 24 .adi pada saat pelaksanaan open class.

Hal ini bisa juga disebabkan karena adanya banyak observer sehingga mereka me nunujukkan keaktifannya dan takut kalau tidak aktif akan mendapatkan nilai yang jelek. Pada waktu mengaduk garam dan air siswa mela kukannya dalam jangka waktu yang lama. kepalasekolah dan DIKNAS. 2008. Terdapat siswa yan g masih pasif dalam setiap kelompok. Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang. 2004. dimana guru akan dapat menemukan alt ernative solusi dari kendala yang ada. maka aka n dapat diperbaiki dalam kegiatan refleksi. guru harus tetap tenang dan jelas dalam memberikan penjelasan pada siswa sehingga siswa memahami benar langkah-langkah percobaan. baik dari para guru. 2006. Solusinya. sebaiknya dalam setiap kelompok siswa terdapat pembagian tugas yang merata atau setiap siswa memiliki tugas send iri-sendiri sehingga bisa membuat siswa lebih aktif. Prosiding Seminar Nasional. Lesson Study (Studi Pembelajaran). Berdasarkan Penil aian Unjuk Kerja Kelompok dari Observer menyatakan bahwa siswa yang biasanya tid ak aktif di kelas dengan kegiatan Lesson Study siswa tersebut menjadi lebih akti f. Syamsuri. Solusinya. Apabila terjadi kendala dan kekurangan dalam pembelajaran. Siswa mulai tidak konsentra si dan fokus pada waktu presentasi karena situasi dan kondisi kelas yang lainnya sudah pulang terlebih dahulu. Hal ini disebabkan pa da kegiatan Lesson Study sebelumnya (Tahun 2008) dengan materi pemisahan campura n tersebut waktu yang digunakan pasti melebihi waktu pembelajaran yang 2x40 meni t. selain itu siswa harus membaca Lembar kerja Siswa (LKS) sebelum melakukan percobaan agar tidak m elakukan kesalahan dalam percobaan. Adanya beberapa observer juga membuat kelas VII F tidak ramai lagi serta terlihat tetap enjoy (dalam zona nyaman) dalam mengikuti pelajaran. sehingga banyak waktu yang digunakan dala n melarutkan garam saja dan langkah yang berikutnya jadi lambat. karena kalimatnya yang membuat siswa bingun g. I. Kegiatan Lesson Study yang dapat membantu keberhasilan pembelajaran di kelas tidak akan dapat berlangsung dengan baik tan pa bantuan dari berbagai pihak. karena kemajuan bangsa salah satunya dapat tercermin dari kemaju an di bidang kependidikan. Memang tidak ada pembelajaran yang sempurna tetapi guru sebagai pendidik harus berusaha terus menerus untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajarannya. baik itu pendapat dari teman-teman guru a tau dari Bapak dan Ibu Dosen pendamping sehingga guru model dapat memperbaiki pe mbelajaran dimasa yang akan dating.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Guru terkesan terburu-buru pada waktu menjelaskan langkah-langlah percobaan sehi ngga siswa belum paham benar langkah-langkah percobaannya. 1(1): 235 -244. Solusinya. gara m yang digunakan seharusnya tidak perlu terlalu kasar (garam grosokan) sehingga siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melarutkan garam. Disamping itu sebaiknya guru terlebih dahulu memberikan cont oh cara pengisian dan melengkapi tabel tersebut kepada siswa. Luthfi. Memeberikan motivasi lagi pada siswa b ahwa kelas mereka terpilih untuk dijadikan contoh buka kelas (open class) dalam kegiatan LesDAFTAR RUJUKAN Joharmawan. Solusinya. Siswa kesulitan dalam mengisi tabel yang ada di LKS. Sains Kimia SMP untuk kelas VIII (tolo ng dilengkapi) 25 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Tabel yang ada di LKS kalimatnya lebih disederhanakan lagi dan kom unikatif agar tidak membuat siswa bingung dan mempermudah siswa dalam mengisi da n melengkapi table. Reformasi Sekolah melalui Kegiat an Lesson Study Kasus SMA Laboratorium UM. dan Ibrohim. R. Solusinya. PENUTUP Kegiatan Lesson Study dapat menjadi cermin diri bagi guru dalam pembelajaran yan g dilakukan. 9 Oktober 2010 . son Study sehingga dihadiri oleh banyak guru sebagai observer. O leh karena itu perlu kerjasama dan dukungan baik itu melalui instansi pemerintah maupun swasta.

.

dan penciptaan. 2) dari pembelajaran yang terkesan mencurahkan informasi menjadi proses membantu pebelajar mengembang kan ilmu pengetahuan. dan kurang menekankan pada p roses. pembelajaran lebih banyak menekank an pada konten. dan tugas-tugas bermakna. Selain itu. yaitu dari “sage on stage” menjadi “guide on the side” (Reigelu th & Cheliman. maka konsep-konsep belajar didorong pada penciptaan sumber daya yang mampu beke rja sama. Namun. 2009). Seiring dengan pergeseran arah pembelajaran. penyelidikan (inkuiri). sikap ilmiah. utamanya dalam bidang s ains. Seiring dengan pergeseran paradigma pembelajaran tersebut. Sains Kimia SMP untuk kelas VII IMPLEMENTASI MODEL-MODEL PENGOLAHAN INFORMASI DALAM KEGIATAN LESSON STUDY Endang Budiasih Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Pergeseran paradigma pembelajaran diakui telah terjadi pada saat ini. Pembelajaran leb ih banyak menekankan pada konten. Ardhana (2008) mengemukakan bahwa abad pengetahuan menginginkan paradigma belajar yang b erorientasi pada proyek. 4) dari p embelajaran yang kurang konstektual menjadi lebih kontekstual. Rendahnya pemahaman konsep ini diko ntribusi oleh pembelajaran yang sifatnya penerusan informasi atau pemberitaan is i buku yang masih banyak dilakukan dalam dunia pendidikan kita. masih banyak dilak ukan dalam dunia pendidikan kita. dan inkuiri bebas dengan contoh pembelajaran menggunakan MORE Thinking Frame. 9 Oktober 2010 26 . Ada dua macam pendekatan inkuiri. Pembelajaran yang sifatny a penerusan informasi atau merosot pada pemberitaan isi buku. pembelajaran yang bersifat penerusan informasi dan “cont ent oriented” perlu dihindari (Raka Joni. penjejalan fakta. Hal ini han ya akan mendorong terciptanya sumber daya yang hanya mampu berpikir pada tingkat rendah. utamanya dalam bidang sains. dan kurang menekankan pada proses. 2008). POGIL Activity. penjejalan fakta. banyak peneliti yang mel aporkan tentang permasalahan rendahnya pemahaman konsep. banyak peneliti yang melaporkan tentang permasalahan rendahnya pe mahaman konsep. Hasil evaluasi kegiatan Bimtek KT SP tahun 2009 dan hasil supervisi dan evaluasi RSKM/ RSSN. Pembelajaran sains seharusnya menekankan baik konten maupun proses. dan KTSP tahun 2009 yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA menemukan bahwa pada umumnya pembelaFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. seperti: 1) dari fokus pada penyajian materi menjadi fokus pada penciptaan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan pebelajar. mengambil inisiatif. Pende katan inkuiri telah diyakini unggul dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan pemahaman konsep. RPSB. Kata kunci: inkuiri . masalah. MORE Thinking Frame Pada abad pengetahuan sekarang ini. telah terjadi pergeseran paradigma pembelaja ran. yaitu inkuiri ter bimbing dengan contoh pembelajaran menggunakan POGIL Activity. dan memecahkan masalah. N amun demikian. Rendahnya pemahaman konsep ini dikontribusi oleh pembelajaran yang belum m empertimbangkan hakekat belajar dan hakekat pebelajar. berpikir kritis. 3) dari pebelajar pasif menjadi pebelajar aktif. dan 5) dari evalu asi yang bersifat “pencil and paper test” menjadi evaluasi yang bersifat “authentic as sessment”. peran guru juga berubah. Oleh karena itu.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Johnson. 2004. penemuan. RPBKL. Pergeseran paradigma pembelajaran diakui telah terjadi pada saat ini. dan keterampilan strategi kognitif yang diperluk an dalam memecahkan masalah.

dan menerapkannnya dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahka n pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. dan teknik dalam model pembelajara n. Oleh karena itu dalam bahasan selanjutnya akan lebih ditekankan pada pendekatan inkuiri yang sesungguhnya suda h diimplementasikan pada kegiatan-kegiatan Lesson Study. melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data. Guru lebih mementingkan penyampaian informasi daripada membelajarkan siswa. merumuskan pertanyaan yang relevan. Dalam Juknis yang sa ma dituliskan pula tentang Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Pemilihan metode pembelajaran d isesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik serta karakteristik dari set iap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap masa pelajaran. d an pasangan dalam belajar (partners in learning). sikap ilmiah. inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-keg iatan mengobservasi. misalnya mastery learning. Sebagai strategi pembelajaran. Pembelaja ran menggunakan pendekatan inkuiri telah diyakini unggul dalam pembelajaran sain s untuk meningkatkan pemahaman konsep. tetapi guru belum termotivasi untu k memodifikasi model-model pembelajaran yang ada. yang tertulis sebagai b erikut. minat. Sementara itu. Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapa t diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Pembelajaran sains tidak bisa me ngabaikan aspek penting bagaimana proses pemerolehan produk sains. memperjelas pemahaman. Joy ce & Weill (1996) menggolongkan modelmodel pembelajaran ke dalam empat rumpun ya itu sebagai berikut: Rumpun model-model pengolahan informasi. Secara umum. mengevaluasi buku dan s umber-sumber informasi lain secara kritis. inkuiri dapat diimplementasikan secara terpadu dengan strategi lai n sehingga dapat membantu pengembangan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan . Pembelajaran sains sudah semestinya menekankan baik produk (content) maupun proses. merencanakan penyelidikan atau invest igasi. Inkuiri sebenarnya merupakan prosedur yang biasa dilakukan oleh i lmuwan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memahami fenom ena alam. B ahkan ada indikasi guru menganggap bahwa model pembelajaran yang efektif harus m enggunakan peraatan yang canggih/lengkap. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Guru belum memahami bahwa mode l pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. pembelajaran inkuiri termasuk dalam rumpun model-m odel pengolahan informasi. memotivasi peserta didik untuk berpar tisipasi aktif. di beberapa sekolah bel um memiliki peralatan yang dimaksud. strategi. dan perkembangan fisik serta psikologi s peserta didik. system konseptual. mereview apa yang telah diketahui. misalnya role playing (bermain peran). Model-model perilaku. belum dapat me mbedakan antara pendekatan. menyenangkan. menantang. da n kemandirian sesuai dengan bakat. kreativitas. Rumpun model-model p ribadi/individual.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN jaran sudah mulai bergeser ke “student centered”. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasan a belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar a tau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. dan keterampilan strategi k ognitif yang diperlukan dalam memecahkan masalah. synectics dan yang lainnya. Kondisi ini digunakan sebagai alasan untuk belum mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. menganalisis dan menginterpretas i data. Dengan kata lain. MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI Menurut Joyce & Weill (1996). self control. inspiratif. misal model pengajaran non direktif. serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya. inkuir i adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakuka n observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah te rhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kri tis dan logis. Rumpun model-model sosial. misalnya model lat ihan induktif. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara intera ktif.19 tahun 2 005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 19 ayat 1. metode. latihan inkuiri. Sains pada hakekatnya adalah produk dan proses. dan y ang lainnya.

melakukan kegiatan inkuiri oleh siswa. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 27 .

siswa bekerja dengan aktivita s yang dirancang dengan baik. siswa diperlakukan sebaga i ilmuwan yang mengembangkan metode ilmiah dalam proses menemukan. Aktivi tas POGIL difungsikan untuk mengikuti tiga fase pembelajaran dalam model “Learning Cycle”. serta mampu mengkomunikasikan secara efektif hasil penemuan ilmiahnya. Strategi ini banyak dipergunakan dalam berbagai jenjang pembelajaran. (4) tiap-tiap siswa berusaha untuk me mbangun pola yang bermakna berdasarkan hasil observasi di dalam kelas. s iswa mencari pola keteraturan dari konsep yang akan dipelajari. Dalam inkuiri terbimbing kegiatan bel ajar harus dikelola dengan baik oleh guru dan luaran pembelajaran sudah dapat di prediksikan sejak awal. tergolong kategori inku iri terbimbing karena siswa dibimbing secara hati-hati untuk menemukan jawaban t erhadap masalah yang dihadapkan kepadanya. Kelas yang menggunakan POGIL sebagai pendekata n mempunyai ciriciri sebagai berikut: Siswa bekerja dalam kelompok kecil (biasan ya 3-4 orang). pada pembelajaran tentang sel. atau materi pembelajaran yang lain. fase ini disebut juga “concept invention” atau “ter m introduction” (Lawson. m ateri dan berperan sebagai pemimpin kelas. walau pertama kali diperlukan pada tingkat elementary. Ada beberapa karakteristik dari inkuiri terbimbing yang perlu diperhati kan yaitu: (1) siswa mengembangkan kemampuan berpikir melalui observasi spesifik hingga membuat inferensi atau generalisasi. yaitu concept introduction atau concept invention. Sebagai contoh. that will provide a basis for the development of sp ecific concepts or concepts and vocabulary pertinent to concepts”. Berikut diberikan contoh satu pembelajaran inkuiri yang disebut Process-Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Selama fase ini guru bisa menyarankan siswa untuk melihat text books. termasuk tingkatan universitas. yaitu perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan. Hasil pembela jaran yang dapat diraih siswa antara lain kemampuan merancang dan melakukan pene muan ilmiah. data. (6) biasanya sejumlah g eneralisasi tertentu akan diperoleh dari siswa.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Melalui pembelajaran dengan model latihan inkuiri ini. 1974). audio visual aids. Inkuiri jenis ini cocok untuk diterapkan dalam pembelaja ran mengenai konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasar dalam bidang ilmu t ertentu. guru bertindak sebagai fasilitator. yaitu: Inkuiri Terbimbing Disebut juga inkuiri ti ngkat pertama. (3) guru mengontrol bagian tertentu dari pembelajaran misalnya kejadian. yaitu expl oration. Siswa menggambarkan perbedaan dan k esamaan dari sel-sel tersebut. Pada fase ini bisa terjadi diskusi siswa-siswa maupun guru-siswa untuk mengklarifikas . dan menggunakannya untuk memperkenalkan konsep-konsep utama. di bawah mikroskop. Tujuan fase ini adalah “to engage the student in a motivating activity. biasanya dalam kegiatan belajar dengan Model Learn ing Cycle. dimana masalah dikemukakan oleh guru atau bersumber dari buku tek s kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban terhadap masalah tersebut di ba wah bimbingan yang intensif dari guru. m aka pada fase ini siswa akan mengamati berbagai sel seperti Onion skin. Pada fase berikutnya. dan concept application. guru mengumpulkan informasi dari siswa tentang hasil eks plorasinya. merumuskan penjelasan ilmiah dari hasil penemuan eksperimen. (7) guru memotivasi semua siswa untuk mengkomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh s eluruh siswa dalam kelas. Inkuiri tipe ini. Learning Cycle adalah strategi pembelajaran yang pertama kali dipergunaka n dalam elementary science program yang dinamakan “The Science Curriculum Improvem ent Study (SCIS. dan hub ungan antar konsep ataupun istilah-istilah yang diperlukan terkait pokok bahasan yang dipelajari. Pada fase exploration. 1995). Learning Cycle mempunyai tiga fase pembelajaran. siswa melakukan refleksi terhadap hasil dan proses belajarnya. Oleh karena itu. requiring hands-on experie nces and verbal interaction. dan Elodea. Squamous epithelium. (2) sasarannya adalah mempelajari p roses mengamati kejadian atau obyek kemudian menyusun generalisasi yang sesuai. BEBERAPA MACAM POLA PEMBELAJARAN SECARA INKUIRI Terdapat dua macam tingkatan inkuiri berdasarkan variasi bentuk keterlibatan sis wa selama proses pembelajaran. concept introduction. (5) kelas diharapkan berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran.

i konsepkonsep yang dipelajari. 9 Oktober 2010 . Dengan menggunakan con28 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

pemecahan masalah. siswa mengamati gambar 1. The antacids break the acid particles apart to make the molarity lower. the higher the better. Buat satu pernyataan unt uk menentukan muatan sebuah ion. dan self assessment. apa persamaan dari seluruh atom nikel (Ni)? 12. Fase terakhir. siswa diminta lebih jauh mengi dentifikasi sejumlah sel. chewable. Bagaimana menentukan besar nomor massa berdasarkan struktur a tom? 14. netron. When the antacid. Apa arti dari nomor atom? 11. Apa yang membedakan ciri i sotop pada elemen tertentu? FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. the less harsh it will be. 6. 9 Oktober 2010 13. tidak hanya ditekankan pada penguasaan konsep melalui pemahaman oleh siswa. dan seterusnya. Berapa jumlah proton yang terdapat pada 12 C? 13C? 13C-? 2. type of base used. Jadi. hydroxide or OH. is added to the acid in the stomach. Therefore. Berapa jumlah netron yang terdapat pada 12 C? 13C? 13C-? 3. 7. (Student drawing showing antacid being added to stomach. Apa persamaan dari atom hidrogen dan i on hidrogen? 9. tapi juga meningkatkan kemampuan learning skills.” Important characteristic of effective antacids “pH level. serta alasan (reasoning) dasar pengelompoka n tersebut. size. Berdasarkan jawaban anda pada soal nom or 6.must be added. Nomor massa adalah angka yang terdapat di sebelah kiri atas simbol atom (sep erti pada gambar). when the molarity is lowered. siswa bisa diajak menganalisis sistim period ik unsur. An Example of a High School Student’s Initial Model (oleh siswa) “An antacid is a more basic substance that will try to neutralize or raise the pH of the acid in the stomachs. nomor massa. lower surface area = higher rate of reaction. if it a base. swallowable. Beberapa contoh crit ical thinking question dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Apa pers amaan dari atom karbon dan ion karbon? 8. Dengan menggunakan informasi dari siswa ini. Angka yang terdapat di atas simbol atom pada tabel sistem periodik disebut nomor atom. seperti berpikir kritis . When using an antacid. and water and salt as products). Berdasarkan model pada Gambar 1. Dimana terdapat sebagian besar massa sebuah atom. yaitu “concept appli cation” mempersilahkan siswa untuk mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari se belumnya. jelas pada POGIL Activity. guru memberikan penjelasan lebih jauh tentang perbedaan sel tumbuhan dan hewan. Apa yang membedakan antara atom netral dengan ion? 5. siswa belajar lebih j auh tentang atom. molarity. terkait makna simbol-simbol dan tabel tersebut. they would make water and salt as a product. or liquid. Pada fase eksplorasi. dan diminta untuk mengelompokkan apakah sel tersebut t ermasuk sel hewan atau sel tumbuhan. Pada fase aplikasi konsep. when it reacts. would it fizz or bubble? Would the fizzing and bubbling have anything to do with LeCh atlier’s theory?” . high er pH.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN toh pembelajaran tentang sel di atas. ion. D engan menggunakan pertanyaan yang bersifat “guiding question”. Th e acid will start out with a high level of hydronium or H2O+. siswa mencoba menjawab pertanyaan yang bersifat c ritical thinking question pada fase “concept invention” atau concept introduction. guru mempersilahkan siswa untuk melaporkan apa yang diamatinya di bawah mikroskop tentang perbedaan sel tumbuhan dan hewan . isotop. Pada pembelajaran tentang sel tersebut. Stomach + antac id (acid) (base) H2O (water + salt) The smaller the molarity of the acid. Berapa jumlah proton. Setelah siswa mengamati Gamb ar 1 dengan dipandu oleh guru. Contoh lain dari POGIL Activity adalah pada pembelajaran struktur at om. dan elektron pada sebuah atom 1H+? 10. it will lower the pH and relieve the pain it is causin g. di dalam inti atau di luar inti? Kemukakan alasan anda dengan menggunakan Bahasa Inggris yang baik da n benar. Berapa jumlah elektron yang terdapat pada 12 C? 13C? 13C-? 4 . and to neutralize it.

29 .

but I am guessing the antacid DAFTAR RUJUKAN Ardhana. We were unable to test the pH of the antacid before.the co lor also changed because of the pH indikator. the easier and faster the pH will raise. when the basic molecules come into contact with the acidic ones. yang biasanya selalu mengikuti pembelajaran dengan mode l Learning Cycle. so we don’t know the original pH of the ant acids…” KESIMPULAN Gambar 1: Atom Keterangan: Inti atom terdiri dari proton dan netron amu = atomic mass unit (sat uan massa atom) 1H and 2H isotop hidrogen. carbon dioxide. These antacids don’t necessarily contain hydroxide but more often contain a type of carbonate. ( Student drawing showing reactants composed of Ant+Ant. The liquid phase is labeled “H2 O + salt. Penekanan pem belajaran sains seharusnya berimbang. Makalah Seminar Pembelajaran Berbasis Kontrukstivistik: Jurusan Kimia Un iversitas Negeri Malang. sikap ilmiah. I. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menen gah. Th is would explain why the products bubbles and fizzes. “concept invention/ term introduction”. 2010. Salah satu pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri yang banyak dilakukan di sekolah ad alah Learning Cycle. dan ket erampilan strategi kognitif yang diperlukan dalam memecahkan masalah. The antacid partic les come between the acid particles and reattach with their polar matched ion. 2005. dan “concept application”. Sedangkan inkuiri bebas bisa dicontohkan dengan MORE Thinking Frame. Terdapat dua tin gkatan dalam pendekatan inkuiri.and H+Cl. Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat dimasukkan dalam rumpun pemb elajaran pengolahan informasi.W. When we started. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. It is true that the lower the origin al molarity of the acid. yaitu inkuiri terbimbing (guided inquiry) dan i nkuiri bebas.and H+Ant-). yaitu fase “explora tion”.and products co mposed of Ant+Cl. Washington DC: ACS. Chemistry in National Science Education Standar ds. American Chemical Society. Pembelajaran sains tidak bisa me ngabaikan aspek penting bagaimana proses pemerolehan produk sains. Pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri telah diyakini unggul dal am pembelajaran sains untuk meningkatkan pemahaman konsep. Konstruktivisme dan Penerapannya dalam Pembel ajaran. 12C and 13C adalah isotop karbon An Example of a High School Student’s Final Refined Model “On the macroscopic level the main thing we can see is fizzing and bubbling. 9 Oktober 2010 . and a salt.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN particles are attracted to acid particles to even the pH out. Petunjuk Teknis Pelaksana an 30 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 2008. We discovered that the most effective anta cids have calcium carbonate as their main ingredient. Sains pada hakekatnya adalah produk dan proses. they break e ach other apart and form a substance. yaitu menekankan baik produk (konten) maup un proses. Sebagai contoh inkuiri terbimbing adalah Process Oriented Guided I nquiry Learning (POGIL). This means it won’t create a salt and water but instead it will create water. the acid had a ve ry low pH and the antacid always significantly raise the pH… On the molecular leve l.”) I am not sure what the actual antacid particles look like on a molecul ar level. (Student drawing showing b ubbles labeled “CO2”rising from a container of liquid. yang terdiri dari tiga fase pembelajaran.

M & Cheliman.P & Weill. 2996. C. 2995. InstructionalDesign Theori es and Models. Inc. Boston: Allyn and Bacon. Malang: LP3 UM.A. Publishers. Lawson. New York: Taylor and Francis. Raka Joni. California: Wadworth. 2009. Resureksi Pendidikan Profesional Guru. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasi onal. T. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 31 . Cakra wala Indonesia. A.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Pembelajaran dalam Implementasi KTSP di SMA. B. M. Models of Teaching. III. Reigeluth. Joyce. Vol. Science Teaching and The Development of Thinking.E. 2008. A.

Pemahaman tatanama senyawa biner diperlukan untuk mempelajari kimia le bih tinggi dan berkaitan seperti menuliskan persamaan reaksi. Sampai sekarang siswa SMA bahkan mahasis wa kimia sering berbuat kesalahan dalam menuliskan nama senyawa anorganik (komun ikasi pribadi). muatan anion. Kata kun ci: Konsep sukar. bil angan oksidasi pada anion poliatomik tidak mempengaruhi tatanama anion poliatomi k dan senyawa yang mengandung unsur logam-nonlogam menggunakan tatanama senyawa biner nonlogam-nonlogam. dilaporkan bahw a diperoleh dua konsep sukar yaitu: dua konsep sukar yaitu: sistem Stock dan ani on poliatomik. sistem Stock digunakan pada kation menggunakan indeks pada anion. Salah satu penelitiannya dilakukan oleh Winarsi (alm) yaitu konsep sukar dan kesalahan konsep tatanama senyawa biner dan ion poliatomik. Kesalahan memahami konsep dasar kimia yang dibuat siswa SMA akan berdampak saat siswa mempelajari konsep kimia lebih tinggi dan terkait. perhitungan kimia. Tatanama senyawa biner dan Ion poliatomik Proses belajar mengajar kimia di SMA sudah dilakukan dengan berbagai inovasi yan g dilaksanakan agar siswa SMA dapat mencapai Standar Kelulusan Minimal (SKM). Hasil penelitia nnya dengan menggunakan soal diagnostik yang disebut Model Hayu. Kesalahan tatanama senyawa biner yang dilakukan menyebabkan terj adi konsep sukar yaitu konsep yang dianggap sukar oleh siswa dan bukan konsep ki mia yang dipelajari tergolong sukar Kon32 . Karakteristik konsep kimia yaitu: bersifat abstrak. sistem Stock digunakan sesuai indeks pa da kation. Pokok bahasan tatanama senyawa anorganik di SMA ad alah nama senyawa yang terdiri dari dua unsur disebut senyawa biner diajarkan di kelas X semester satu dan tatanama senyawa anorganik yang mempunyai bilangan ok sidasi bermacam-macam diajarkan pada pokok bahasan reaksi redoks di kelas X seme ster dua. 9 Oktober 2010 jenjang yang lebih tinggi dan berkaitan. berjenjang dan saling ter kait sehingga diperlukan strategi proses belajar mengajar yang cocok agar siswa tidak salah dalam memahami konsep kimia. Dari hasil ulangan kimia diperoleh data bahwa banyak siswa SMA salah menjawab soal ulangan kimia sehingga mendapat nila i di bawah SKM (komunikasi pribadi). ikatan kimia. muatan kation. asam-basa dan lain-lain. Dalam KTSP 2006 tatanama senyawa anorga nik diajarkan di kelas X SMA. Kesalahan konsep. Salah satu konsep dasar kimia adalah ta tanama senyawa biner dan ion poliatomik. Kesalahan konsep terbesar dan juga merupakan konsep suk ar yaitu muatan anion pada siswa kelas X sedangkan siswa kelas XI mengalami kesa lahan konsep terbesar dan juga merupakan konsep sukar pada konsep bilangan oksid asi pada anion poliatomik tidak mempengaruhi tatanama anion poliatomik. 8 kesalahan konsep yang ditemukan ialah: tatanama unsur terhadap lambangnya. Ha l ini membuat para guru berupaya agar semua siswa lulus dalam matapelajaran kimi a. PEMBAHASAN Pembelajaran kimia di SMA diharapkan dapat membuat siswa paham tentang konsep da sar kimia dan mampu mempelajari konsep kimia dengan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN KONSEP SUKAR DAN KESALAHAN KONSEP TATANAMA SENYAWA BINER DAN ION POLIATOMIK SISW A SMA Fariati Herunata Hayu Winarsi (alm) Prodi Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Konsep sukar dan kesalahan konsep dasar kimia mulai diteliti sejak tahu n 2008.

telah dilakukan oleh Winarsi. Hasil penelitian Widodo (2003) me laporkan bahwa 63. Kesalahan siswa SMA dalam member i nama senyawa biner menarik untuk diteliti. Siswa kelas XI memilih pilihan jawaban B se bagai kesalahan dominan dengan alasan ion sulfat adalah SO42maka ion manganat ad alah MnO42-. 2002).( jenjang pengetahuan. Cu2O = tembaga(II) oksida.karena siswa tid ak memahami tatanama anion poliatomik. Syukrillah (2009) menunjukkan bahwa 56% siswa kelas X dan 43% siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang mengalami ko nsep sukar dalam tatanama senyawa dari logam dan nonlogam. Soal yang dirakit Winarsi (alm) diberi nama Model Hayu yang melaporkan b ahwa diperoleh dua konsep sukar yaitu: sistem Stock dan anion poliatomik.65 dengan kriteria tinggi. Siswa belum me mahami bahwa lambang unsur menggunakan singkatan nama dengan menggunakan bahasa Latin dan bukan bahasa Indonesia. Data tersebut sangat mengejutkan dan menimbulkan rasa ingin tahu k esukaran siswa memahami tatanama senyawa biner sehingga menimbulkan konsep sukar dan kesalahan konsep. siswa menyatakan bahwa an gka indeks pada atom Cl menunjukkan jumlah atom Cl pada senyawa CuCl2 sehingga n amanya adalah tembaga diklorida.maka ion sulfit adalah SO3-. s iswa menjelaskan bahwa angka indeks pada atom Cu menunjukkan bilangan oksidasiny a.03% siswa kelas X SMAN sekota Mojokerto mengalami kesulitan da lam menuliskan rumus kimia. muatan an ion. siswa kelas X menjawab bahwa ion sulfit memiliki lambang SO3.8%. muatan kation. 9 Oktober 2010 deks pada kation. Pilihan jawaban C.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN sep sukar didefinisikan sebagai konsep yang tidak dapat dipahami atau salah oleh lebih besar atau sama dengan 61% siswa menjawab salah soal (Anjarwati. 8 kesa lahan konsep ialah: tatanama unsur terhadap lambangnya. alm. SnO = Seng(II) oksida. penerapan dan analisis). Realibilitas soal tes d iagnostik dihitung dengan rumus KR20 dan diperoleh sebesar 0. Pada s oal no 3 pilihan jawaban A. Penelitian dengan judul: IDENTIFIKASI KONSEP SUKAR DAN KE SALAHAN KONSEP TATANAMA SENYAWA BINER DAN ION POLIATOMIK SISWA SMA NEGERI 1 MALA NG. Kesalahan kon sep adalah kesalahan yang ajeg dilakukan siswa dan memiliki sumber-sumber terten tu dalam menafsirkan konsep. bilangan oksidasi pada anion poliatomik tidak mempengaruhi tatanama anion po liatomik dan senyawa yang mengandung unsur logam-nonlogam menggunakan tatanama s enyawa biner nonlogam-nonlogam. Pada pilihan jawaban A . Soal no 10 merupakan salah satu soal model Hay u melaporkan bahwa jumlah siswa menjawab salah terbanyak pada pilihan jawaban A yaitu 53% siswa kelas X dan 45% siswa kelas XI memilih B. siswa menerangkan bahwa atom Li mem iliki bilangan oksidasi +1 dan merupakan golongan transisi maka tatanamanya deng an menuliskan bilangan oksidasinya. Subyek penelitian yang digunakan pada penelitiannya adalah 76 siswa kelas X dan 73 siswa kelas XI IPA SMAN-1 Mala ng. 2008). CuCl2 = tembaga diklorida. Siswa menyimpulkan bahwa ion sulfat adala h SO42. Pilihan jawaban E. dari unsu r nonlogam-nonlogam sebanyak 75. 94% siswa kelas XI. Pilihan jawaban B. Data konsep sukar sistem Stock yang ditemukan ad alah 61% siswa kelas X saja pada soal no 3 Untuk konsep sukar anion poliatomik d itunjukkan pada soal no 10 sebesar 79% siswa kelas X. Sejumlah penelitian tentang kesalah an tatanama senyawa anorganik telah dilakukan. si swa membei alasan bahwa nama unsur dengan lambang Sn adalah seng. sistem Stock digunakan sesuai inFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.3% siswa kelas X. Penelitian Vaudhi (20 09) menyatakan bahwa konsep sukar pada jenis partikel suatu senyawa yang terbent uk dari unsur logamnonlogam pada kelas XI SMAN-1 Malang sebesar 70. Kation Nama anion poliatomik Ion sulfit Ion manganat Ion natrium Ion kromat Ion kromat Ion bromit Nama senyawa litium I) NaSO3 II) NaSO4 III) Na2MnO4 IV) Na2MnO . pemahaman. K onsep sukar yang dimiliki siswa akan menimbulkan kesalahan konsep. sistem Stock digunakan pada kation menggunakan indeks pada ani on. 21% siswa kelas XI dan 24% sis wa kelas XII. hubungan konsep dan penerapan konsep yang terjadi k arena ada perbedaan pemahaman konsep yang dimaksud oleh buku acuan atau ilmuwan atau masyarakat ilmiah (Berg dam Efendy. Li2O – litium(I) oksida. Sumber data yang digunakan yaitu tes diagnostik berjumlah 13 soal dengan 5 a lternatif jawaban yang disusun pada kisikisi soal sesuai taksonomi Bloom C1-C4. (2010).

3 V) NaPO3 VI) Na(PO4)3 VII) Na2CrO4 VIII) NaCrO4 IX) NaBrO2 X) NaBrO4 33 .

L. Kesalahan konsep muatan anion merupaka n kesalahan terbesar dan juga merupakan konsep sukar untuk siswa kelas X.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Soal model Hayu no 10 disajikan berikut: Pasangan anion dan rumus kimia yang ben ar adalah A) a dan I B) b dan III C) c dan V D) d dan VIII E) e dan IX Tabel 1. Malang: Jurusan kimia Universitas Negeri Malang Effendy. Ide ntifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Konsep Pokok Bahasan Materi pada Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Data penelitian Winarsi (alm) menguatkan bahwa perlu diberin perhatian khusus pe mbelajaran tatanama senyawa anorganik (biner dan anion poliatomik) supaya tidak terjadi konsep sukar dan kesalahan konsep yang dimiliki siswa sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2(6):1-22 Syukrillah. 2009. Upaya Untuk Mengurangi Kesalahan konsep Dalam Pengajaran Kimia Dengan Mengguna kan Strategi Konflik. Skripsi tidak diterbitkan. 9 Oktober 2010 34 . Siswa kelas XI mengalami kesalahan konsep terbesar dan juga merupakan konsep sukar pad a konsep bilangan oksidasi pada anion poliatomik tidak mempengaruhi tatanama ani on poliatomik. Pengecoh tatanama unsur terhadap lambangnya No Soal 1 3 4 5 6 PENUTUP P engecoh A E C A A Lambang Unsur Be Sn B K Ni Nama Unsur Besi Seng Bromin Kalsium Nitrogen Kesalahan konsep tatanama unsur terhadap lambangnya ditunjukkan oleh pilihan jaw aban sebagai pengecoh yaitu pada Tabel 1. N. 2009. Media Komunikasi Kimia. Identifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Ko nsep Stoikiometri pada Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. H.2002 . Malang: Jurus an kimia Universitas Negeri Malang Vaudhi. F. Skripsi tidak diterbitkan. 2008. Identifikasi Konsep Sukar da n Kesalahan Konsep Mol FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. DAFTAR RUJUKAN Anjarwati.

peng urutan option jawaban yang berbentuk angka. Kata kunci: tes kimia y ang baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan format penelitian tindakan kelas dan berlan gsung selama 3 siklus. Pembuatan instrument te s berupa tes kimia terstandar merupakan hal yang sulit dilakukan oleh mahasiswa. Hal teesebut Nampak pada beberapa pertemuan awal dengan topik kajian mengembang kan tes yang berkualitas.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGKOSTRUKSI TES KIMIA YANG BAIK BENTUK PILIHAN GANDA DENGAN METODE “DIPRESENTGAP” Habiddin Prayitno Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Abstrak: Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa Pend idikan Kimia UM dalam mengembangkan tes kimia yang baik dengan metode “DiPresentGa p”. pertimbangan distraktor. belum memen uhi kriteria soal yang baik. dimana mahasis wa belum mampu mengkostruksi tes kimia yang baik khususnya bentuk soal pilihan g anda (multiple choice).2 molal (D ) 3. soal pilihan ganda. pengadmi nistrasian pengukuran. pembuatan alat ukur atau instrumen. Peneli tian ini dilakukan berdasarkan masalah yang ditemukan pada perkuliahan Penilaian Pendidikan Kimia pada mahasiswa Semester VI Angkatan 2007 off A. pengolahan dan penarikan kesimpulan dari informasi hasil belajar serta bagaimana menindaklanjuti hasil penilaian. mengemukakan bahwa hasil-hasil penel itian menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengkontruksi tes kimia bentuk pilih an ganda (Multiple Choice) tidak sebaik mengkontruksi bentuk essay (uraian). Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampu an mahasiswa dalam mengkontruksi tes kimia yang baik mulai dari siklus 1 sampai siklus 3. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Berikut ini disajikan contoh soal yang dibuat oleh mah asiswa pada awal perkuliahan. Pemerian data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif berdasa rkan norma-norma penyusunan tes pilihan ganda yang baik.14 molal (C) 0. Stamovlasis. Tan. d kk (2005) telah menganalisis pemahaman konseptual dan algoritmik berdasarkan tes yang diberikan. 9 Oktober 2010 35 . dkk (2005) menggunakan tes diagnostik untuk mengidentifika si pemahaman siswa tentang energi ionisasi. Metode DiPresentGap diterapkan pada setiap siklus.5 molal (E) 0. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Bunce & VandenPlas (2006). Danili & Reid dalam Bunce & VandenPlas (2005:160). Leb ih lanjut Bunce & VandenPlas menyimpulkan bahwa dibutuhkan penelitian yang ekste nsif tentang kemampuan mahasiswa dalam mengkontruksi tes kimia yang berkualitas.33 molal (B) 0. Peranan tes yang berkualitas da lam mengidentifikasi pemahaman mahasiswa telah banyak dibuktikan. (A) 0. DiPresentGap Sajian mata kuliah Penilaian Pendidikan Kimia diberikan untuk membekali mahasisw a agar mampu melakukan perencanaan.0005 molal Konstruksi soal. Proses mengkonstruksi tes memiliki banyak keuntungan bagi mahasiswa diantaranya dapat mengikatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi kimia. “Hitunglah molalitas larutan yang terjadi bila 24 gr am kristal MgSO4 dilarutkan dalam 400 gram air (Mr MgSO4 = 120)….

METODE kurangan dari tes tersebut diungkap secara kelas serta pemberian saran-saran per baikan. Observas i (presentasi kelas). (3) observasi (presentasi kelas). Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskri . yaitu: (1) pemberian masalah. Soal yang ditugaskan difokuskan pada soal-soal yang diturunkan dari tabel. Pe nelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) karena masalah yang ditel iti bersumber dari masalah real yang ditemukan oleh dosen dalam proses perkuliah an. Mahasiswa dibagi dalam 5 kelompok dengan anggota masing-masing kelompok 5 orang. Soal yang dikembangkan disesuaikan deng an indikator dan tujuan penyajian materi kimia dasar yang dipilih pada setiap so al. tahun akademik 2009/2010 Jurusan Kimia FMIPA UM Malang. (4) Tanggapan dan refleksi Siklus 1 Pemberian masalah 2 (adaptasi) Mahasiswa ditugaskan melakukan browsing soal-soal kimia terstandar khususnya dari luar negeri. Tanggapan dan Refleksi Kelebihan dan kekurangan tes yang telah dibuat dij elaskan. ada yang berbahasa Indonesia dan ada yang berbahasa Inggris. Langkah selanjutnya sama dengan siklus 1 Hasil setiap siklus dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya mahasiswa ditugaskan m embuat soal dengan mengadaptasi soal-soal kimia terstandar hasil browsing. grafik. antara mahasiswa sali ng memberi masukan dan kritik terhadap soal yang dibuat oleh yang lain. grafik. Langkahlangkah penelitian. mengingat hal ini tidak mudah maka mahasiswa perlu dibimbing dan dibiasak an. Langkah selanjutnya sama dengan siklus 1 Siklus 3 Pemberian masalah 1 Mahasiswa ditugaskan membuat tes kimia bentuk pilihan ganda biasa sebanyak yang diinginkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (2) diskusi kelompok. kurva atau gambar. Dalam kelompok tersebut. ku rva atau gambar.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kemampuan mahasiswa mengkonstruksi tes kimia terstandar akan terbentuk dengan ba ik jika mahasiswa dikondisikan untuk termotivasi dan tertantang untuk berlatih. Soal tersebut akan dibahas dalam kelas. Siklus 2 Subjek penelitian ini adalah mahasiswa peserta Mata Kuliah Penilaian Pendidikan Kimia semester genap. penerapan metode “DiPresentGap” (diskusi-presentasitanggapan) m erupakan langkah yang tepat untuk membentuk kemampuan mahasiswa mengembangkan te s terstandar. selanjutnya ditugaskan untuk membuat soal konsep kimia yang lain. Dosen Pembina memberik an penjelasan dan saran-saran kepada mahasiswa terkait soal hasil kontruksi maha siswa. Dengan demikian. Diskusi kelompok Mahasiswa mendiskusikan tes yang dikembangkan dalam kelompo k yang telah dibentuk sebelumnya. Setiap siklus dilaksanakan dengan m etode “DiPresentGap”. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus. Namun. Tiap mahasiswa menghasilkan soal y ang merupakan hasil karya terbaiknya. Kelebihan dan kePemberian masalah 3 (mandiri) Mahasiswa ditugaskan mengkonstruksi soal yang ditu runkan dari tabel. Mahasi swa diberi petunjuk untuk mencari rambu-rambu penulisan tes yang baik dalam buku -buku evaluasi dan penilaian pendidikan. Sejumlah mahasiswa mempresentasikan soal yang telah dikemb angkan. Tahap ini dipandu oleh Dosen Pembina mata kuliah.

9 Oktober 2010 . yaitu pemberian secara sistematis dan faktual terhadap aspek-aspek kualita s tes kimia hasil kontruksi mahasiswa untuk layak tidaknya ditetapkan sebagai te s kimia yang baik sesuai kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Dengan demikia n tidak ada data kuantitatif pada setiap siklus. Mahasiswa diminta mengeksplorasi sendiri pengetah uannya tentang cara mengkontruksi tes kimia yang baik 36 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.ptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Produk Soal Mahasiswa Pada Siklus 1 Pada “Siklus 1” mahasiswa ditugaskan untuk membu at soal kimia tanpa diberikan penjelasan atau contoh terlebih dahulu tentang car a mengkontruksi tes yang baik.

(A) B. Tes Kimia Hasil Kontruksi Mahasiswa Pada “Siklus 2” No. Pada saat evaluasi kinerja. (No. NaClO2 D. karena di tribu i muatan formal ion memenuhi yarat dan memiliki banyak PEB ada ub tituen Perhatikan grafik harga California ioni a i ertama un urStandard Te t un ur eriode 3. 2008. NaCl B. Diketahui reaksi seb agai berikut: Zn(s) + HCl(aq) ZnCl2(s) + H2(g) Jika 16. kemungkinan struktur ion et all.05 L B. paling stabil adalah… New York: A. Zn=65.345 gram Zn yang direaksika n menghasilkan 5 liter gas H2 pada suhu dan tekanan tertentu.03 M in order to get equilibrium point ? A. 15) Harga ioni a i e rtama un ur magne ium. F (C) B. 51 hal 7) ion memenuhi sy arat dengan jumlah muatan formal = -1 dan mempunyai PEB yang sama banyak C. E.oal yang ditam ilkan ada tabel 1 di ata menggambarkan kemam uan maha i w a dalam mengkontruk i te kimia ter tandar ma ih kurang. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 1. S. Tabel 4. karena jumlah State Univermuatan formalnya = -1 sity of New B. D. e erti yang terlihat ada oal no. How much NaOH 0. (i i) saja. Sherry. Contoh soal k imia hasil bentukan mahasiswa pada tahap ini diberikan pada tabel. 2005. 9 Oktober 2010 37           ¡     ¡ ¡       ¡ ¡ ¡             ¡                       ¡ ¡                 ¡     ¡       ¡     ¡     ¡     ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡     ¡     ¡   ¡       . 1 dan 3. Tabel 1. D. E. karena mempunyai jumlah PEB sama banyak dan jumlah ikatan π dan σ yang am a banyak ula E. (i) dan (ii). F Soal 1. B. C. (iv) aja.0 015 M must be titrated in solution 50 mL HCl 0. Demikian u la aturan-aturan enuli an oal yang berlaku ecara na ional. Produk Soal Maha i wa P ada iklu 2 Pada “Siklu 2” maha i wa dituga kan untuk membuat oal kimia dengan me ngada ta i 2. Soal no. 15 mL C. Sumber Adaptasi Ber ikut merupakan beberapa B-R. Contoh soal kimia hasil bentukan mahasiswa pada t ahap ini diberikan pada Tabel 1 di bawah ini. (ii) dan (iii). NaClO4 3.5. 4 yang berbaha a inggri cuku baik dari egi grammar karena dimungkinkan maha i wa mencontoh oal yang telah ada dalam buku kimia berbaha a ingggri .38) A. karena keduanya memiliki jumlah muatan formal sama dengan -1 D. G (E) C. fo for. Cl=35. berapakah 28 gram gas nitrogen pada suhu dan tekanan yang sama? (Ar H=1. 2005 U. 40 L E. D. Badan oal dan okok o al umumnya ma ih ukar dibedakan. Di antara keempat struktur National tersebut yang merupak an Chemistry pasangan kanonis yang Olympiad. (soal distribusi muatan formal no. 150 mL E. 500 mL soal-soal standar hasil browsing. F. Zat aktif yang terdapat dalam pe mutih adalah…. P enyajian angka ada oal no. 20 L C. mi alnya enggunaa n huruf ka ital ada o tion jawaban (A. 0. hidr ogensulfat. A. NaClO3 E. mahasiswa menunjukkan sisi perbed aan antara soal yang disusunya dengan sumber soal yang diadaptasi. karena York. E (B) C. dan belerang berturut-turut ditunjukkan oleh….25 L D. 280 L 2. NaClO C. (i) dan (iii). Tes Kimia Hasil Kontruksi Mahasiswa Pada “Siklus 1” 1. Mahasiswa diminta menyertakan sumber soal kimi a yang diadaptasi.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN melalui penelusuran literatur. F (D) D. 2 belum diurutkan berda arkan nilainya. N=14. Soal. ke eragaman jumlah titik a da akhir okok oal juga belum di erhatikan dengan baik. 1000 mL B. E). 50 mL D.

Be arnya harga ental i embentukan kri tal N aCl adalah. H2O. (C). Hal ini dimak udkan agar ada taha maha i wa da at mengkon truk i oal yang baik dengan memetik elajaran dari oal. A.36 volt. C.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Pada taha ini maha i wa mengkon truk i oal dengan mengada ta i oal. H2Te B.(2). H2Te. 18. Reak i da at berlang ung dan mengha ilkan oten ial ebe ar 2. 2. 36. Di bawah ini meru akan grafik titik enyawa hidrida golongan VI diantaranya H2O. maka…. H2S. H2O. A. dan (4) 5. Dengan melihat diagram el volta d i ata .9 Kj/mol B.oal ter ebut kemudian did i ku ikan ecara kela . 58. B. 9 Oktober 2010 D.oal ter tandar ter ebu t. . 3. H2S. Hal ini da at dila kukan jika hendak dibentuk oal kimia ter tandar. 3.04 volt mengalir dalam el ter ebut. A. . 289. B.. A abila 67.289.806 x 1023 molekul D yang diha ilkan.. Dari titra i ter ebut di eroleh grafik erubahan H larutan e erti di bawah ini . B. Soal. Pembentukan kri tal NaCl dari un urun urnya di ajikan ada iklu BornHaber di bawah ini. dan H2Te: Urutan titik didih enyawa yang benar untu k A. H2Se. di eroleh molekul C dan D. dan H2O E. H2S.439 kJ/mol D. Sebanyak 100 ml larutan A 0. dan D adalah…. reak inya e uai gambar berikut ini. dan H2S 38     ¡         ¡   ¡                 ¡ ¡       ¡   ¡                               ¡     ¡ ¡             ¡         ¡ ¡                     ¡   ¡           ¡ ¡             ¡   ¡         ¡         ¡     ¡             ¡         ¡     ¡       ¡ ¡   ¡               ¡   ¡ ¡       ¡             ¡   ¡ ¡                                     ¡   ¡ . 18. elanjutnya diha ilk an 10 oal terbaik.56 volt. E.. H 2O. D. C.612 x 1024 molekul D yang diha ilkan. Te Kimia Ha il Kon truk i Maha i wa Pada “Siklu 3” 1. H2Te. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.06 x 1023 molekul D yang di ha ilkan.06 x 1023 molekul C dan 18. Produk Soal Maha i wa Pada “Siklu 3” Pada “Siklu 3” maha i wa hanya diwajibkan meng ha ilkan 1 oal yang meru akan karya terbaiknya. H2S.. dan (3) (B) (1) dan (3) (C) (2) dan (4) (D) (4) aja (E) (1). Berda arkan ha il di ku i ter ebut. (D). (2). H2Te..612 x 1024 molekul C dan 1.06 x 1023 molekul D yang diha ilkan. (3). H2Se. Soal. C. Reak i da at berlang u ng dengan mengha ilkan oten ial ebe ar 0. H2O. 439 kJ/mol C. H2Se.oal ter ebut ia untuk divalida i.12 x 1023 molekul C dan 18. (B). Perhatikan gambar ke etimbangan antara ga CO dan ga H 2 menurut er amaan reak i berikut: CO (g) + 3 H 2 (g) CH 4 (g) + H 2 O(g) Pada uhu teta . Contoh oal ter ebut di ajikan ada Tabel 3. H2S. Tabel 3. Ketika uatu molekul A dibakar dengan molekul B.4 li ter molekul B.oal ha il brow ing internet.56 volt mengalir dalam el ter ebut.2 M dititra i dengan 0. H2Se. dan H2Se C.9 kJ/mol E. maka ernyataan di bawah ini yang benar adalah … A.04 volt. Reak i da at b erlang ung jika ada oten ial ebe ar 1. 3. Reak i da at berlang ung jika ada oten ial ebe ar 0. E. Perhatikan diagram el elektrokimia berikut: (A).612 x 1024 molekul C dan 3. (A) (1).5 M larutan B dari buret.612 x 1024 molekul D yang diha ilkan. H2Se.06 x 1023 molekul C dan 3. 4.6 kJ/mol 6. Reak i da a t berlang ung dengan mengha ilkan oten ial ebe ar 1. dan H2Te D.2 Liter molekul A bereak i dengan 134. engaruh enambahan tekanan terhada reak i ke etimbangan: (1) kon entra i CH 4 bertambah (2) ke etimbangan berge er ke kanan (3) tidak mem eng aruhi harga K c (4) Q c > K c Pernyataan yang benar berda arkan keadaan diata a dalah.

9 Oktober 2010 39   ¡ dalam mengkontruk i te kimia ter tandar erlu ditingkatkan. T a arli .. Soal.K. Kamilato .oal yang engandung gambar.C. S. N. atau tabel ha il kontruk i maha i wa erlu menda at rhatian karena umumnya daya dukung gambar. D. K. 2005. Pa aoikonomou. C. 6(4): 204-212 Stamovla i . A e ment Format : Do They Make A Difference? The Royal Society of Chemi tr y. D. & Chia.D. The Royal Society of Chemi try. Chemi try Education Re earch and Practice. Berda arkan tem uantemuan yang di eroleh. 7(3) :160-169 Danili. N. grafik.. E.S. 6(2) : 104-118 Tan.. 20 05. C hemi try Education Re earch and Practice. mengingat hal ter but angat enting dalam melak anakan tuga kelak ebagai guru. 2006. & Zarotiadou. kemam uan maha i wa mengembangkan te k imia bentuk ilihan ganda emakin baik dari ilu 1 ke iklu 3. The Royal Society of Chemi try. 2005.. & Reid.. E. The Royal Society of Chemi try. Kemam uan maha i w a DAFTAR RUJUKAN Bunce. dikemukakan aran aran berikut ini. K. 6(4) : 180-179 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. tabel atau grafik terhada oal kon ruk i maha i wa tidak kru ial e m e t                 ¡   ¡ ¡           ¡ ¡   ¡ ¡ ¡                             ¡             ¡ ¡   ¡   ¡                 ¡                       ¡ ¡   ¡   ¡       ¡                         ¡ . Goh. Student Recognition and Con truction of Quality Chemi try E ay Re on e . Taber.R. D. Chemi try Education Re ea rch and Practice. The Ionization Energy Diagno tic In trument: A Two-Tier Multi le-Choice In trument to Determine High School Student ’ Under tanding of Ionization Energy.M. L. & VandenPla . da at di im ulkan bahwa berda arkan arameter kualitatif.. J. Chemi try Education Re earch and Practice.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN KESIMPULAN Berda arkan ha il enelitian yang telah di a arkan ebelumnya.. G. Conce tual Under tanding Ver u Algorithmic Problem Solving: Further Evidence From A Nation al Chemi try Examination.

mereflek i dan mela orkan ha il embelajaran. Data enelitian di eroleh dengan member ikan angket. guru mata elajaran. Le on Study bukanlah uatu trategi atau metode dalam embelaj aran. elak anaan (do) dan reflek i ( ee) ber ama yang bertujuan m eningkatkan kualita embelajaran itu endiri. melak anakan.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN STUDI TENTANG PELAKSANAAN LESSON STUDY DI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MA LANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Hayuni Retno Widarti Dar ono Sigit Mahmudi Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang Salah atu to ik endidikan yang belakangan ini menarik untuk di erbincangkan ya itu tentang le on tudy. atau guru mata elajaran lainnya) untuk merencanakan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Penelitian yang dilakukan meru ak an enelitian di kri tif dengan am el guru PPL dan i wa kela X3 dan X5 di SMA Laboratorium Univer ita Negeri Malang. 2) terda at en ingkatan terhada kerja guru dengan kategori baik. Pelak anaan le on tudy melibatkan bebera a guru dalam kelom ok-kelom ok di ku i kecil dengan aktifita antara lain berdi ku i dalam menyu un erencanaan mengajar. Se ert i dimaklumi. Kata kunci : le on tudy. melakukan ob erva i terhada ro e belajar mengajar dan melakukan di ku i etelah embelajaran untuk melakukan berbagai erbaikan ada ro e beriku tnya. mengob erva i. yang muncul ebagai alah atu alternatif guna mengata i ma alah raktik embelajaran yang elama ini di andang kurang efektif. meninjau kembali da n mela orkan ha ilnya ada a lika i dalam engajaran berikutnya (reflek i). SMA Laboratorium UM. lembar ob erva i kegiatan embelajaran. Le on tudy tam akn ya da at dijadikan ebagai alah atu alternatif guna mendorong terjadinya erub ahan dalam raktik embelajaran di Indone ia menuju ke arah yang jauh lebih baik . teta i meru akan alah atu u aya embinaan untuk meningkatkan ro e emb elajaran yang dilakukan oleh ekelom ok guru ecara kolaboratif dan berke inambu ngan. Salah   Ab trak: Le on tudy meru akan uatu model embinaan endidikan melalui engkaj ian embelajaran ecara kolaboratif dan berkelanjutan berlanda kan rin i . le on learned re ort. 9 Oktober 2010 40      engajaran ( lan). Le on Study meru akan alah atu u aya embinaan untuk meningkatkan ro e embelaj aran yang dilakukan oleh ekelom ok guru ecara kolaboratif dan berke inambungan .rin i kolegalita dan mutual learning untuk membangun komunita belajar. Guru PPL        ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡        ¡   ¡       ¡            ¡ ¡   ¡       ¡   ¡ ¡       ¡      ¡           ¡ ¡ ¡ ¡         ¡   ¡ ¡   ¡         ¡     ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡               ¡           ¡             ¡     ¡       ¡ ¡      ¡   ¡   ¡      ¡   ¡     ¡     ¡ ¡   ¡      ¡ ¡     ¡ ¡    ¡      ¡ ¡ ¡ ¡ ¡               ¡               ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ . Le on tu dy dilakukan ebagai u aya untuk mengkaji kegitan embelajaran melalui kegiatan erencanaan ( lan). Ha i l enelitian menunjukkan bahwa 1) kegiatan le on tudy di SMA LAboratorium UM d ilakukan ecara rutin dan banyak memberikan manfaat ke ada guru. bahwa udah ejak lama raktik embelajaran di Indone ia ada umumn ya cenderung dilakukan ecara konven ional yaitu melalui ceramah. dalam merencanakan. untuk merubah kebia aan raktik embelajaran dari embelajaran konven ional dengan ceramah ke embelajaran yang ber u at ke ada i wa memang tidak mudah. mengob erva i ada aat elak anaan (do). Le on tudy yang dalam baha a Je ang di ebut jugyokenkyu meru akan ro e em belajaran yang mengkolabora ikan guru dalam gru kecil dengan orang lain (do en. 3) tangga an i wa terhada k egiatan le on tudy o itif dengan er enta e rata-rata ebe ar 69%.

da n angket tangga an i wa terhada kegiatan le on tudy. 2 maha i wa PPL dan i wa. Sedangkan ha il ob erva i kinerja guru ada kela X3 dan kela X5 da at di lihat Tabel 3. daftar hadir engamat le on tudy. Taha reflek i. dalam menjela kan materi elan. dan a da juga aat guru menerangkan ada i wa yang jalan-jalan menuju bangku temannya. PEMBAHASAN   Pelak anaan kegiatan le on tudy ada kela yang diajar dengan learning cycle ( kela X3) dilakukan em at kali ertemuan. Hal ini da at dilihat dari i wa yang ma ih terlambat. menyia kan lembar enilaian kinerja guru. menyia kan lembar enilaian keaktifan i wa. lembar ob erva i kegiatan le on tudy. Taha elak anaan dan ob erva i. i wa yang dibelakang tidak unya modul. le on learned re ort. Oleh karena itu erlu diadakan enelitian tentang elak anaan kegiatan le on tudy di SMA Laboratori um Univer ita Negeri Malang khu u nya tentang materi kimia ada okok baha an r edok . 2006). menyia ka n lembar kerja 1 i wa. Oleh karena itu dengan adanya le on tudy di hara kan ada ola erubahan belajar i wa ehingga i wa menjadi lebih tertarik dan antu ia elama ro e embelajaran berlang ung. Ha il tangga an i wa terhada kegitan le on tudy di eroleh dar i emberian angket. elak anaan embelajaran dimulai dengan eng galian engetahuan awal i wa agar i wa bi a kon entra i aat embelajaran berl ang ung. dan embaha an ha il elak anaan (reflek i). maha i wa PPL dan i wa SMA laboratorium UM ada materi kimia dengan okok baha an redok . Pada elak anaan erencanaan embelajaran yang udah dira ncang ber ama. ebagian be ar i wa tidak mengikuti kegiatan bel ajar dengan baik. dan mem er ia kan anggota kelom ok belaja r. Taha erencanaan 1. Data     ¡     ¡       ¡ ¡          ¡       ¡ ¡       ¡          ¡ ¡ ¡     ¡ ¡             ¡ ¡ ¡     ¡       ¡   ¡   ¡ ¡   ¡       ¡               ¡         ¡   ¡         ¡ ¡       ¡     ¡     ¡                 ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡      ¡ ¡ ¡     ¡        ¡ ¡ ¡       ¡ ¡      ¡            ¡ ¡   ¡            ¡     ¡     ¡         ¡ ¡ ¡ ¡     ¡           ¡   ¡          ¡     ¡       ¡ ¡ ¡        ¡     ¡    ¡   ¡            ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡           ¡               ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡       ¡              ¡ ¡     ¡ ¡ ¡                  ¡     ¡ ¡     ¡           ¡ ¡         ¡ ¡       ¡ .do d an ee dilakukan oleh eneliti terhada guru bidang tudi. engua aan kela lebih diti ngkatkan lagi. eneliti banyak menda at ma ukan dari ara ob erver antara lain agar mem erhatikan i wa yang duduk dibelakang dan berkeliling aat embelajara n berlang ung. Guru PPL melakukan erangk aian kegiatan yaitu menyia kan rencana elak anaan embelajaran (RPP).elan. Pada aat elak anaan embelajaran. Pada taha erencanaan anggota le on tudy merancang k egiatan untuk meningkakan mutu belajar i wa dari embelajaran yang dilakukan ol eh alah eorang guru. berbica ra endiri aat guru menerangkan.ee (PerencanaanIm lementa i-di k u i) (Joharmawan. kemudian diob erva i oleh teman atau guru yang lain. Si wa diberikan erma alahan yang haru di ecahkan oleh i wa edangkan guru hanya memberikan enguatan dan enjela an jika i wa tidak mengerti. menyia kan hand out. elak anaan erencanaan (do).do . meningkatkan motiva i i wa dengan memberikan reward e erti tik er ber oint atau tambahan nilai bagi i wa yang mau mengemukakan enda atnya. etelah itu melakukan reflek i ber ama ata ha il engamatan embelajaran yang baru aja dil akukan. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajara n. Urutan elak anaan kegiatan Le on tu dy adalah membuat erencanaan ( lan). edangkan ada kela ceramah bermakna (kela X5) dilakukan tiga kali ertemuan. METODE erhitungan tangga an i wa da at dilihat dalam Tabel 4.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN atu guru menjadi guru model dan yang lainnya menjadi ob erver ehingga ua ana kela bi a terkondi i dengan baik. Pro e elak anaan le on tudy ada da arnya adalah kegiatan lan . Dari ha il ob erva i yang dida atkan di SMA Laboratorium Univer ita Neg eri Malang le on tudy udah ditera kan ejak tahun 2002. Rancangan eneliti an terdiri dari taha enyu unan RPP. erta taha anali i da ta Penelitian dilak anakan ada bulan Mei am ai Juni tahun 2010 dengan ubyek enelitian kela X3 dan X5 guru. Pengum ulan data ada aat lan.   Penelitian yang dilakukan meru akan enelitian di kri tif yang mema arkan elak anaan kegiatan le on tudy oleh maha i wa juru an Kimia yang edang melak anaka n raktek engalaman la angan (PPL) eme ter gena 2009/2010. menyia kan tuga individu 1.

9 Oktober 2010 41 .FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

guru mengajukan ertanyaan ke ada i wa yang membuat gaduh agar i wa mem erhatikan. bermain dan mengobrol endiri dengan teman-temannya. Guru memberikan emodelan cara raktikum agar i wa tidak ke ulitan ketika melakukan raktikum. Hanya ebagian i wa yang belajar. hal ini terlihat dari cara i wa menjawab kui dan er tanyaan yang diberikan oleh guru.elan. LKS. i wa membaca modul. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan em belajaran. ma ih ada i wa yang kurang ercaya diri untuk mengerjakan tuga di a an tuli . Tidak emua i wa belajar materi yang diajarkan guru.ada i wa yang tidak mendengarkan enjela an guru. See Guru l ebih mem erhatikan i wa yang duduk dibelakang dan berkeliling aat embelajaran berlang ung. hand out. hand out. daftar hadir engamat le on tudy. mem buat ke im ulan. hand out. mengerjakan oal. berbicara endiri aat guru menerangkan. i wa membuat ke im ulan. lembar enilaian keaktifan i wa . daftar hadir engamat le on tudy. lembar enilaian keaktifa n i wa. oal kui (tuga individu). teta i keadaan ma ih teta ramai ketika diberi ertanyaaan. i wa membuat ke im ulan. engua aan kela lebih ditin gkatkan lagi. lemb ar enilaian kinerja guru dengan model learning cycle. Tidak emua i wa belajar materi yang diajarakan. ada i wa yang membuat gaduh da n bermain HP. Sebagian b e ar i wa udah belajar. Ada i wa yang tidak mem erhatikan guru. i wa membuat hi ote i . lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. guru menjela kan mat eri yang belum di ahami i wa. lembar enilaian kinerja gu ru dengan model learning cycle. dalam menjela kan materi elan. Ha il Ob erva i Kegiatan Le on Study Kela X3 Pertemuan Pertemuan ke-1 Plan RPP. le mbar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. Lembar enilaian kerja laboratorium. tidak membaca modul karen a tidak membawa. Le on learned re ort. ada i wa yang bermain endir i Pelak anaan embelajaran dimulai dari emberian kui dan mengajukan ertanyaan ke ada i wa agar i wa membuat hi ote i raktikum. i wa membuat hi ote i . ma ih ada i wa yang terlambat. Le on learned re ort. daftar hadir engamat le on tudy RPP dengan ma ukan aran reflek i ertemuan ke-2. Si wa udah mulai aktif dalam menjawab ertanyaan yang diberikan guru karena ada nya reward beru a tambahan nilai. Le on learned re ort. i wa berbincang-bincang dengan temannya ehingga i wa tidak mem erhatikan guru. hand out. oal kui . LKS. LKS. lembar enilaian kinerja guru dengan m odel learning cycle. Guru memberikan reward e erti tiker ber oint atau tambahan nilai Pertemuan ke-2 Pertemuan ke-3 RPP dengan ma ukan aran reflek i ertemuan ke-1. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. Guru mengajukan ertanyaan. i wa menjela kan. i wa yang dibel akang tidak unya modul.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tabel 1. ada i wa yan g ma ih bingung mengenai materi yang dijela kan. mengerjakan oal. oal kui . daftar hadir engamat l e on tudy Jika ada i wa yang belum memahami materi ebaiknya guru mengulang lagi materi y ang di elajari am ai i wa aham. aat guru menerangkan ada i wa yang jalan-jalan ke tem annya. lembar enilaian keaktifan i wa. Guru memotiva i i wa. Do Pelak anaan embelajaran dimulai dengan melakukan a e r e i untuk membuat hi ote i . Le on learned re ort. mengerja kan kui . guru memberikan enguatan. Pertemuan ke-4 RPP dengan ma ukan reflek i ertemuan ke-3. lembar enilaian keaktifan i wa. LKS raktikum. ala t dan bahan untuk raktikum ¡       ¡ ¡     ¡ ¡             ¡           ¡ ¡ ¡    ¡     ¡            ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡      ¡   ¡             ¡         ¡ ¡               ¡ ¡ ¡   ¡         ¡     ¡ ¡   ¡       ¡     ¡     ¡ ¡                ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡              ¡     ¡           ¡   ¡        ¡ ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡             ¡   ¡ ¡                                 ¡         ¡ ¡   ¡ ¡                 ¡                 ¡           ¡   ¡     ¡       ¡    ¡   ¡     ¡     ¡          ¡ ¡     ¡ . lembar eni laian kinerja guru dengan model learning cycle.

Si wa belum ia untuk kui . FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. etia i wa haru menda at LKS untuk mennunjang r aktikum ehingga emerataan jobdi bagi etia i wa. embagian waktu hau lebih di erhatikan lagi karena ebelum materi ele ai waktu udah habi . Pembagian kelom ok ma ih k urang teratur. 9 Oktober 2010 42 ¡   ¡   ¡     ¡   ¡           ¡       ¡   ¡   ¡         .

LKS embelajaran. ertemuan ebelumnya. RPP dengan ma ukan Guru memberikan ertanyaan reflek i ertemuan ke-2. LKS. memberikan ertanyaan ke ada i wa yang ramai agar mau mem erhatikan. i wa dengan model ceramah membuat la oran raktikum. tidak berdi ku i aat mengerjakan LKS. Le on learned re ort. tidak lembar ob erva i mem erhatikan enjela an guru. lembar enilaian enua i wa belajar to ik keaktifan i wa. gaduh. kon e ok idator dan reduktor. Tidak bermakna. Tabel 3. Ha il Ob erva i Kinerja Guru PPL Kela X3 dan Kela X5 Pengamat Pengama t 1 Pengamat 2 Pengamat 3 Rerata Nilai Keterangan 1 86 73 84 81 Baik Kela X3 Pe rtemuan ke2 3 84 80 82 84 80 84 82 83 Baik Baik Kela X5 Pertemuan ke1 2 3 75 80 90 88 85 85 95 98 90 86 87 88 Baik Baik Baik 4 80 89 78 83 Baik FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. daftar hadir ma ih ko ong. kurang dan bahan u ntuk raktikum memahami ro edur ercobaan. i wa berdi ku i.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tabel 2. embelajaran. bermakna. bermain. mengobrol dengan teman ebangk unya. kebelakang. Melihat keluar jendela. i wa gaduh. dalam kegiatan i wa tidak mem unyai modul. ada i wa yang learned re ort. ke-1 lembar enilaian kinerja guru dengan model ceramah be rmakna. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. lembar tidur. oal ku i . guru menerangkan materi. meminta i wa untuk mengerjakan tuga di a an tuli . oal kui . menerangkan materi. hand out. Lembar i wa mondar mandir enilaian kerj a laboratorium. hand out. bermain H . guru menjela kan cara lembar enilaian kinerja guru melakukan raktikum. melamun. Le on learned re ort. embelajaran dalam kegiatan tidak menerjakan LKS. alat ia menerima elajaran. diam dan melamun aat ob erva i e mbelajaran embelajaran berlang ung. 9 Oktober 2010 43                 ¡         ¡           ¡               ¡         ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡              ¡   ¡ ¡             ¡       ¡ ¡                       ¡          ¡ ¡ ¡     ¡ ¡            ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡         ¡       ¡ ¡ ¡ ¡           ¡     ¡ ¡ ¡                  ¡       ¡   ¡       ¡    ¡         ¡       ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡     ¡ ¡ ¡       ¡   ¡     ¡   ¡   ¡   ¡           ¡   . mengaitkan ha il raktikum dengan er amaan re ak i dan kon e atau teori yang di elajari. Pertemuan ke-2 Menegur dan ering mendatangi i wa yang ramai. memberikan gambaran ecara ringka c ara kerja di a an tuli agar i wa mudah memahami dan tidak bingung aat rakti kum berlang ung. kui diberikan etelah i wa membuat ke im ulan. i wa menghada ke belakang aat guru menjela kan RPP dengan ma ukan Guru mengingt kan materi ada reflek i ertemuan ke-1. lembar enilaian Tidak emua i wa belajar. diakhir kegiatan dengan model ceramah i wa mengerjakan kui . daftar hadir aat mengerjakan LKS bergurau engamat le on tudy dan mencontoh ekerjaan temannya. keluar ma uk kela . keaktifan i wa. LKS raktikum. Hanya ebagian i wa y ang benar-benar belajar. lembar enilaian keaktifan i wa. daftar hadir engamat le on tudy D o Guru memotiva i i wa dengan memberikan ertanyaan. Le on embelajaran. hand out. diakhir kegiatan i wa mengerjakan kui . guru LKS. erlu meningkatkan engelolaan kela agar i wa tidak gaduh didalam kela . i w a kurang engamat le on tudy. i wa lembar enilaian kinerja guru berdi ku i . Pertemuan ke-3 Aloka i waktu erlu di erhatikan. Ha il Kegiatan Le on Study Kela X5 Pertemuan Plan Pertemuan RPP. See Meminta i wa yang tidak mem uny ai modul untuk duduk dengan i wa yang mem unyai modul.

ada i wa yang tidak mendengarkan enjela an guru. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. te ta i keadaan ma ih teta ramai ketika diberi ertanyaaan. ada i wa yang bermain endiri.0% 62. era ngkaian kegiatan yang dilakukan guru PPL antara lain RPP. Taha erencanaan 3. i wa berbincang-bincang dengan temannya ehi ngga i wa tidak mem erhatikan guru. Taha erencanaan 4. menyia kan tuga individu 2.00% 25. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. tidak membaca modul karena tidak membawa modul. Ha il Perhitungan Tangga an Si wa terhada Kegiatan Le on Study Kela X3 dan Kela X5 Interval kor 20-35 36-51 52-67 68-80 Kela X3 Per enta e Kriter ia 2% Sangat negatif 32 % Negatif 52 % Po itif 15 % Sangat o itif Kela X5 Per enta e 2. dalam taha an ini tidak emua i wa belajar dengan baik. Pembagian waktu haru lebih di erhatik an lagi karena ebelum materi ele ai waktu udah habi . etia i wa ebaiknya menda at LKS untuk menunjang raktikum ehingga emerataan tanggung j awab bagi etia i wa. le on learned re ort. daftar hadir engama t le on tudy yang ama dengan ertemuan 1. Alat dan bahan unt uk raktikum. hal ini terliha t dari i wa yang indah. Taha elak anaan dan ob erva i 2. Ada i wa yang tidak m em erhatikan guru. ob erver memberikan ma ukkan ke ada eneliti bahwa i wa udah mulai akt if dalam menjawab ertanyaan yang diberikan guru karena adanya reward beru a tam bahan nilai teta i ma ih ada i wa yang kurang ercaya diri untuk mengerjakan tu ga di FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. menyia kan lembar enilaian ke aktifan i wa.indah kelom ok. lembar enilaian kerja laboratorium. lembar enilaian kinerja guru dengan model learning cycle. ada i wa yang ma ih bingun g mengenai materi yang dijela kan. guru PPL men yia kan lagi rencana elak anaan embelajaran (RPP). daftar hadir engamat le on tudy yang ama dengan ertemuan 1. menyia kan hand out. menyia kan lembar kerja i wa 2. Menyia kan tuga individu 3. tidak emua i wa belajar materi yang diajarkan. 9 Oktober 2010 a an tuli agar eneliti lebih memotiva i i wa lagi. daf tar hadir engamat le on tudy yang ama dengan ertemuan 1. LKS raktikum. aran yang dida atkan eneliti adalah jika ada i wa yang belum memahami materi ebaiknya guru mengulang lagi m ateri yang di elajari am ai i wa aham. lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. Kegiatan re flek i. le o n learned re ort. Guru memberikan emodelan cara raktikum agar i wa tidak ke ulitan ketika i wa melakukan raktikum. menyia kan lembar enila ian keaktifan i wa.0% 9. bermain dan m engobrol endiri dengan teman-temannya. Menyia kan lembar enilaian k eaktifan i wa. elak anaan embelajaran dimulai dari e mberian kui dan mengajukan ertanyaan ke ada i wa agar i wa membuat hi ote i raktikum. Sebagian be ar i wa udah belajar. le on learned r e ort.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tabel 4. guru mengajukan ertanyaan ke ada i w a yang membuat gaduh agar i wa mem erhatikan. Menyia kan hand out. hal ini te rlihat dari cara i wa menjawab kui dan ertanyaan yang diberikan oleh guru. menyia akan lembar enilaian kinerja guru. Pelak anaan le on tud           ¡ ¡ ¡          ¡     ¡         ¡   ¡ ¡     ¡   ¡    ¡     ¡ ¡   ¡       ¡ ¡    ¡ ¡     ¡            ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡            ¡ ¡             ¡ ¡     ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡     ¡       ¡ ¡           ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡     ¡                       ¡ ¡ ¡       ¡     ¡   ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡        ¡   ¡ ¡   ¡         ¡     ¡ ¡                      ¡   ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡           ¡            ¡                               ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   . i wa belum ia untuk k ui ehingga erlu dimotiva i lagi agar i wa mau belajar di rumah. menyia kan hand out.00% Jumlah 11 208 341 101 Jumlah 11 164 388 56 Kriteria Sangat negatif Negatif Po itif Sangat o itif Pertemuan kedua guru PPL juga membuat taha erencanaan 2 yaitu mem erhatikan e rbaikan dalam menyia kan rencana elak anaan embelajaran (RPP) yang telah dibua t berda arkan reflek i ada ertemuan ertama. Taha reflek i 2. menyia kan lembar kerja i wa 3. menyia akan lembar enilaian kinerja guru. Taha elak anaan dan ob erva i. Hal ini da at dilihat m a ih adanya i wa yang membuat gaduh dan bermain hand hone. Taha reflek i. Pelak anaan dan ob eva i. Pembagian kelom ok ma ih kurang teratur.

lembar enilaian keak tifan i wa. hand out. dalam erencanaa n guru PPL melakukan hal-hal berikut: erangkaian kegiatan guru yang dilakukan u ntuk kelancaran elak anaan embelajaran yaitu RPP. Le on learned 44 ¡ ¡     ¡ ¡     ¡      ¡       ¡ . le mbar enilaian kinerja guru dengan model ceramah bermakna. LKS.y dalam kela ceramah bermakna (kela X5). Taha erencanaan 1. oal kui .

bermain. daftar hadir engamat le on tudy. 3. i wa mon dar mandir kebelakang. 2. rata-ra ta i wa yang tertarik terhada le on tudy ebe ar 69%. lembar enilaian keaktifan i wa. keluar ma uk kela . lembar ob erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. Pelak anaan embelajarn dimulai dengan guru membe rikan ertanyaan kon e ok idator dan reduktor. Tidak emua i wa belajar t o ik embelajaran. LKS ma ih ko ong. ehingga da at digunakan ebagai u aya mem erbaiki citra ekolah. i wa membuat la oran raktikum. Tangga an i wa terhada kegiatan le o n tudy rata-rata ebe ar 69%. bermain H . ke im ulan dari enelitian baik untuk kela yang d iajar dengan learning cycle mau un ceramah bermakna adalah ebagai berikut: 1. Dalam elak aan ini keaktifan i wa meningkat teta i ma ih dalam kategori kurang. aat mengerjakan LKS bergurau dan menconto h ekerjaan temannya. guru PP L mem erhatikan erbaikan dalam menyia kan rencana elak anaan embelajaran (RPP ) yang telah dibuat berda arkan reflek i ada ertemuan ertama. Hand out. i wa berdi ku i. Menyia kan alat dan bahan untuk raktikum. i wa menghada ke belakang aat guru menjela kan. KESIMPULAN DAN SARAN   ¡   ¡ ¡ ¡              ¡         ¡ ¡           ¡   ¡         ¡ ¡         ¡           ¡ ¡                ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡                   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡                   ¡                          ¡ ¡             ¡ ¡ ¡         ¡            ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡                     ¡      ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡             ¡       ¡ ¡   ¡          ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡       ¡ ¡            ¡     ¡ ¡ ¡           ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡           ¡     ¡       ¡ ¡         ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡       ¡         ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . aran untuk erbaikkan embelajaran berikutnya antara lain aloka i waktu erlu di erhatikan. lembar ob erva i embelajaran d alam kegiatan embelajaran. Le on learned re ort. Hanya ebagian i wa yang benar-benar belajar. elak annaan dimulai dar i emberian motiva i i wa ke ada i wa dengan memberikan ertanyaan. tidak mengerjakan LKS. yang ama dengan ertemuan 1. oal kui . daftar hadir engamat le on tudy yang ama dengan ertemuan 1. i wa berdi ku i. Kinerja guru PPL dalam kela X3 dan X5 meningkat me ki un tidak terlalu tinggi dan kinerja guru dikategorikan baik. guru mener angkan materi. Taha reflek i.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN re ort. mengaitkan ha il raktikum dengan er amaan reak i dan kon e atau teori yang d i elajari. Taha elak anaan dan ob erva i. LKS raktikum. P elak anaan kegiatan le on tudy di SMA Laboratorium Univer ita Negeri Malang d ilakukan guru PPL ecara rutin yang meru akan alah atu inova i dari ekolah. Saran yang di eoleh dalam kegiatan le on tudy ertemuan ertama ini antara la in: meminta i wa yang tidak mem unyai modul untuk duduk dengan i wa yang mem u nayai modul. i wa tidak mem unyai modul. elak anaan tindakan dimulai denga n mengingatkan materi ada ertemuan ebelumnya. lembar enilaian kerja laboratorium. erlu meningkatkan engelolaan kela agar i wa tidak gaduh didalam kel a . Taha reflek i. i wa kurang ia mene rima elajaran. melamun. guru menjela kan cara melakukan raktikum. kui diberikan etelah i wa membuat ke im ulan. ada i wa yang tidur. lembar enilaian kinerja guru dengan model ceramah bermakna. hand out. gaduh. diam dan melamun aat embelajaran berl ang ung. Hal ini dikarenakan aat embelajaran i wa anagt ramai . lembar enilaian keaktifa n i wa. meminta i wa untuk mengerjakan tuga di a a n tuli . daftar hadir engamat le on tudy. 9 Okto ber 2010     Berda arkan ha il enelitian. Sebaiknya kegiatan le on tudy dilanj       erva i embelajaran dalam kegiatan embelajaran. Kegiatan le on tudy da at meningkatakan kinerja guru PPL di SMA Laboratorium univer ita n egeri Malang. Tidak emua i wa belajar.Ta ha elak anaan dan ob erva i. guru menerangkan materi. lembar obFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Tangga an i wa terhada kegiatan le on tudy o itif. aran untuk erbaikan ertemuan berikutnya adalah menegur dan ering mendatangi i wa yang ramai. Melihat keluar jendela. lembar enilaian kinerja guru dengan model ceramah bermakna. LKS. i wa gaduh. tidak berdi ku i aat men gerjakan LKS. diakhir kegiatan i wa mengerjakan kui . tidaak mem erhatikan enjela an guru. mengobrol deng an teman ebangkunya. Taha elak anaan dan ob erva i. kurang memahami ro edur ercobaan. Taha erencanaan 3. le on learned re ort. erangkaian kegiatan yang dilakukan oleh guru PPL antar a lain RPP. Taha reflek i. Saran yang da at diber ikan terhada ha il enelitian adalah: 1. memberikan gambaran ecara ringka cara kerja di a an tuli agar i wa mudah tidak bingung aat raktikum berlang ung. diakhir kegiatan i wa mengerjakan kui . memberikan ertany aan ke ada i wa yang ramai agar mau mem erhatikan. Taha erencanaan 2.

45 ¡     ¡     ¡   ¡ ¡       .utkan teru -meneru dengan hara an kebia aan i wa dan guru dalam ro e embela jaran menjadi lebih baik dan da at terci ta lingkungan belajar yang menyenangkan dan kondu if.

Putu A hintya dkk. Le on Study(Sebuah U aya Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan Nonformal. Widhiarta. Sudrajat. Malang: Biro Admini tra i Akademi k. 2009. (online). Makalah. 34(2)135-143. 2008. 9 Oktober 2010 46    ¡                              ¡ ¡     ¡ ¡   ¡              ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡         ¡       ¡      ¡ ¡ ¡     ¡    ¡      ¡ ¡        ¡     ¡ ¡ ¡   ¡                 ¡   ¡       ¡ ¡ . Malang:FMIPA Univer ita Negeri Malang. 2007.com diak e tanggal 4 A ril 2009). embelajaran melalui le on g lebih baik.word re . 1(1): 235-244. (onl ine). Reforma i Sekolah melalui Kegiatan Le on Study Ka u SMA Laborato rium UM. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Pro iding Seminar Na ional. Univer ita Neger i Malang. 2009. di aranakn ada guru agar di eroleh ha il yan Sumari dan Muhammad Su’ aidy. 2 008. Pengalaman Le on Study di Malang. Le on Study Untuk Meningkat kan Pro e dan Ha il Pembelajaran. La oran Penelitian. 1(1): 214-225. Ju rnal Kajian Teori dan Praktik Ke endidikan. Ridwan. Rukm ini. Akhmad. Agar kegiatan le on tudy da at berlang ung dengan baik erlu adanya kemauan guru untuk mem erbaiki diri. 2000. (htt ://djejak ro. Mengemba ngkan Kom eten i Guru Melalui Le on Study. (htt ://ridwanjoharmawan.I tamar dan Ibrohim. com diak e 4 A ril 2009). Eli abeth.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN 2. 2008. Penera an Belajar Kelom ok dalam Taha an Le on Study ada Materi Tekn ik Integral. Edi i keem at. Kemaha i waan. Syam uri. Te i . Ridwan. Safrudiannur dan Suria ty. 9(3): 258-268. Didaktika (Jurnal Pendidikan Pengembangan Kurikulum dan Teknologi P embelajaran. 2006. Forum Ke endidikan. Ali.blog ot. Perencanaan. Pendekatan Metode Kolaboratif dalam Pembelajaran Kimia. Joharmawan. dan Si tem Informa i (BAAKPSI) bekerja ama denga n Penerbit Univer ita Negeri Malang (UM PRESS). Pedoman Penuli an Karya Ilmiah Skri i. 28(2)84-89. Pro iding Seminar Na ional. tudy. Per aduan uatu endekatan embelajaran dengan endekatan lain atau er aduan model DAFTAR RUJUKAN Joharmawan. 2006. Di erta i. Monitoring dan Evalua i Pelak anaan Piloting d an Le on Study Mata Pelajaran Kimia di SMPN 4 dan SMA Lab UM Malang. 3. Le on Stud y(Studi Pembelajaran). Mahmudi. S urabaya: Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal Balai PNFI Regiona l IV Surabaya. Artike l. 2008.

bukan menangga i bagaimana guru mengajar.Malang.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGM P DI KABUPATEN MALANG Herbandri Ketua MGMP Kimia SMA Kab. Karena tuga nya yaitu membelajarkan i wa. Adanya le on tudy berba i MGMP angat erlu untuk diteru kan dan ditind ak lanjuti oleh ara guru untuk bagaimana cara membelajarkan i wanya lebih baik lagi dalam rangka meningkatkan tuga ke rofe ionalannya.Malang ditambah 5 orang maha i wa PPL di SMA Negeri Ke an jen dari juru an Kimia UM ebagai engamat dan Dr . 14 tahun 2005 tentang Guru dan Do en. Ridwan Joharmawan. Setelah ele ai elak anaan (do ) dilakukan ee yaitu reflek i dalam di ku i ber ama untuk melihat ejauh mana t angga an-tangga an yang di am aikan baik dari guru enyaji mau un engamat tenta ng embelajaran yang telah dilakukan. MGMP Undang-undang no. menga a erlu mengadakan le on tudy dan bagaimana cara melak anakan le on t udy yang enuli am aikan ke ada rekan-rekan e erta MGMP.Malang yang berawal dari mem erkenalkan tentang a a itu le on tudy. Si wa juga haru mengua ai berba gai kecaka an 47         ¡   ¡ ¡        ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡         ¡         ¡   ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡   ¡        ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡         ¡                         ¡   ¡             ¡   ¡ ¡                       ¡     ¡             ¡         ¡        ¡      ¡            ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡          ¡ ¡ ¡         ¡   ¡     ¡        ¡   ¡     ¡   ¡             ¡      ¡   ¡                       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡    ¡             ¡ ¡ ¡   ¡          ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     . Kalau dulu i wa diangga c uku a abila i wa hanya mengua ai a ek-a ek kognitif aja dalam embelajaran. Le on Study. M.Malang. Kata kunci: Kualita P embelajaran. ta i ekarang hal itu angatlah tidak memadai. eFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Kegiatan ini e uai dengan rogram MGMP Kimia Kab. Guru Kimia SMA PGRI Lawang Kab. Dalam ee ter ebut engamat diminta untuk menangga i bagaimana i wa belajar. a al 2 ayat 1 menyataka n bahwa kedudukan guru ebagai tenaga rofe ional. edang guru e erta le on tudy menyatakan termotiva i untuk melakukan raktik embelajaran yang lebih baik lagi dan da at mencontoh r ekan guru yang telah melak anakan le on tudy dengan mengambil hal-hal yang o itif. Berda arkan ha il di ku i ber ama dalam taha erencanaan. Ha il kegiatan le on tudy ini mem erlihatkan banyak kendal a yang haru di erbaiki. Pelak anaan embelajaran (do ) diadakan tanggal 27 Maret 2010 ekaligu ee-nya bertem at di aula SMA PGRI La wang yang diikuti oleh 21 guru kimia yang mengajar di berbagai SMA Negeri mau un wa ta di wilayah Kab. yang kemudian dilanj utkan dengan mendatangkan eorang do en juru an kimia Univer ita Negeri Malang yang lebih berkom eten untuk membimbing kegiatan le on tudy berba i MGMP ini mulai dari er ia an am ai elak anaannya. media embelajaran.com Ab trak: Guna meningkatkan kualita guru kimia SMA di Kab. e-mail: herbandri@yahoo. Be rbagai tangga an yang di am aikan engamat menjadikan ma ukan yang angat berhar ga baik bagi guru enyaji mau un guru engamat demi erbaikan raktik embelajar an dikemudian hari.Si eba gai do en embimbing ekaligu engamat. Se eorang yang menyatakan dir inya rofe ional haru teru meneru meningkatkan layanan rofe inya untuk menin gkatkan kema lahatan anak didiknya. enuli ditunjuk ebagai guru enyaji untuk tam il dalam o en le on ekaligu mem er ia kan mulai dari RPP. Kegiatan le on tudy ini dilak anak an dalam tiga kali ertemuan yaitu bulan Januari dan Pebruari 2010 tentang er i a an dan erencanaan le on tudy ( lan) hingga bulan Maret 2010 aat elak anaa n o en le on. LKS. Materi okok dalam elak anaan o en le on adalah Hidroli i Garam yang diberikan ke ada i wa kela XI IPA dengan meng gunakan model embelajaran Jig aw dalam waktu 2 jam elajaran yang di e uaikan d engan jadual guru enyaji di tem at mengajarnya. lembar enilaian ro e dan ha i l embelajaran am ai lembar ob erva i elak anaan. 9 Oktober 2010 orang guru haru teru meneru belajar bagaimana caranya membelajarkan i wanya lebih baik karena tuntutan jaman yang makin berubah.Malang telah dilak ana kan kegiatan le on tudy berba i MGMP.

.

learning to do. 2) mengkaji dan mengembangkan embelajaran terbaik yang d a at dikembangkan. Berda arkan ha il di ku i ber ama dalam taha erencanaan.Malang diu ayakan da at mengikuti le on tudy walau un dengan biaya mandiri. Mem erhatikan tuntutan tuga ke rofe ionalan guru ter ebut. Berda ar kan itua i dan kondi i di la angan dengan ter ak a egala erencanaan dibuat ol eh guru enyaji eorang diri. Ridwan Joharmawan. bagaimana u aya i wa ber arti i a i aktif dalam ro e embelaj aran. Sebelum embelajara n dimulai dilakukan briefieng ke ada ara engamat untuk menginforma ikan kegiat an embelajaran yang direncanakan oleh eorang guru dan mengingatkan bahwa elam   ¡ Le on tudy dilak anakan dalam tiga taha an. Lebih lanjut Lewi (2002) menguraikan bagaimana le on tudy da at memberika n umbangan terhada engembangan ke rofe ionalan guru. Hal ini di ebabkan elak anaan (do) akan egera dilakukan dalam ertemuan b ulan berikutnya. Berda arkan hal itulah. Materi okok dalam elak anaan o en le on ad alah Hidroli i Garam yang diberikan ke ada i wa kela XI IPA ebanyak 27 orang dengan menggunakan model embelajaran Jig aw dalam waktu 2 jam elajaran yang d i e uaikan dengan jadual guru enyaji di tem at mengajarnya. 5) merancang embelajaran ecara kolaboratif. bebera a guru da at berkolabora i atau guru-guru dan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Perencanaan yang baik tidak dilakukan endirian teta i dilakukan ber ama. Taha kedu a adalah elak anaan (do) embelajaran untuk menera kan rancangan embelajaran y ang telah dirumu kan dalam erencanaan. 7) mengembangkan engetahuan edagogi yang e uai utuk membelajarkan e erta d idik. LKS. maka le on tudy berba i MGMP dengan endam ing do en dari Univer ita Negeri Malang dihara kan bi a menj adikan guru terbuka untuk menerima aran erbaikan mutu embelajaran ekaligu m eningkatkan kemam uan melakukan inova i-inova i embelajaran. bagaimana men ia ati kekurangan fa ilita embelajaran. enu li ditunjuk ebagai guru model atau guru enyaji untuk tam il dalam o en le on ekaligu mem er ia kan mulai dari RPP. Pelak anaan embelajaran (do) diadakan ada tanggal 27 Maret 2010 ekaligu ee-nya bertem at di aula SMA PGRI Lawang ya ng diikuti oleh 21 guru kimia yang mengajar di berbagai SMA Negeri mau un wa ta di wilayah Kab. 3) mem erdalam engetahuan mengenai materi okok yang diajark an. Para guru yang tergabung dalam MGMP Kimia yang mengadakan ertemuan rutin ebula n ekali elama ini arah embinaannya belum o timal. maka untuk mem erbaiki raktik embelajarannya le on tudy meru akan uatu alternatif untuk mengata in ya. M. yaitu dengan memberikan dela an engalaman ke ada ara guru yaitu le on tudy memungkinkan guru untuk: 1) memikirkan dengan cermat mengenai tujuan embelajaran. materi okok. bagaimana menjela kan uatu kon e atau da a t juga beru a edogogik tentang model embelajaran yang te at yang di e uaikan d engan materi elajaran agar embelajaran lebih efektif dan efi ien atau erma al ahan fa ilita .Si ebagai do en embimbing ekaligu engamat. tan a didi ku ikan dengan guru-guru yang e erta M GMP. dalam rangka untuk meningkatkan kualita guru dal am raktik embelajarannya maka guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia SMA Ka b.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN hidu yang oleh UNESCO dirumu kan dalam bentuk em at ilar endidikan yaitu lear ning to be. 6) mengkaji ecara cermat cara dan ro e belajar erta tingkah laku e erta didik. Taha ertama adalah erencanaan ( lan) bertujuan merancang embelajaran yang da at membelajarkan i wa dan ber u at ada i wa. dan learning to live together. 9 Oktober 2010 ¡     ¡            ¡     ¡            ¡   ¡     ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡     ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡        ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡   ¡   ¡    ¡   ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡   ¡     ¡ ¡ ¡                       ¡ ¡ ¡        ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡                ¡       ¡   ¡     ¡ ¡         ¡       ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡        ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡           ¡   ¡   ¡     ¡     ¡ ¡ ¡       ¡         ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡           ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡        ¡ ¡ ¡ ¡           ¡   ¡ ¡ ¡ . media embelajaran. Perencanaan diawali dari anali i erma alahan yang dihada i dalam embelajaran. PEMBAHASAN do en endam ing da at ula berkolabora i untuk mem erkaya ide-ide. learning to know. 4) memikirkan ecara mendalam tujuan jangka anjang yang akan dica ai yang b erkaitan dengan e erta didik. dan 8) melihat ha il embelajaran endiri melalui mata e erta didik dan k olega. Perma alaha n da at beru a materi bidang tudi. Malang ditambah 5 orang maha i wa PPL di SMA Negeri Ke anjen da ri juru an Kimia UM ebagai engamat dan Dr . lembar enilai an ro e dan ha il embelajaran am ai lembar ob erva i elak anaan. dan emb elajaran bidang tudi.

Setelah ele ai embelajaran lang ung dilakukan di ku i antara guru model a tau guru enyaji dan engamat yang di andu oleh er onil yang ditunjuk untuk mem baha embelajaran yang baru berlang ung. 48   ¡   ¡     ¡   ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡             ¡ ¡   ¡ . Taha ketiga adalah reflek i ( ee).a embelajaran berlang ung engamat tidak mengganggu kegiatan embelajaran teta i mengamati aktivita i wa elama embelajaran.

edu/ otl/l /intro.htm. (On lin e) htt ://www. Sumar dkk. Sunarjo. Bandung: UPI Pre .ertanyaan dalam LKS terlalu banyak mengakibatkan i wa cenderung tidak mengerjakan ecara kolaboratif.unwlax. 2007. Selanjutnya engamat diminta bergantian menyam aikan komentar da ri embelajaran terutama berkenaan dengan aktifita i wa. Malang: Bayumedia Publi hing. Hendayan a. Le on Study for College Teacher: An Online Guide. ta i lebih foku ada bagaimana menyele aikan tu ga dalam LKS ehingga di ku i tam ak belum hidu KESIMPULAN Ha il kegiatan le on tudy mem erlihatkan bahwa i wa mera a embelajaran ada o en le on berbeda dibanding bia anya karena di ak ikan orang banyak dan ma ih belum menda atkan ha il mak imal. Tentunya kritik dan aran untuk guru enyaji di am aikan ecara bijak demi erbaikan embelajaran. Le on Study Berba i Sekolah Gu ru Kon ervatif Menuju Guru Inovatif. J oharmawan. hal ini di ebabkan guru enyaji ingin menyele aik an emua rencana yang telah ter u un dalam RPP yang akhirnya ter ak a melebihi b ata waktu yang ter edia Ma ih ada bebera a i wa yang belum bi a bekerja ama da lam kelom ok ahli mau un kelom ok a al dalam menyele aikan tuga yang diberikan Ma ih adanya ke alahan enggunaan atu i et untuk bebera a larutan dari bebera a i wa Ma ih adanya i wa yang a if dan endiam yang hanya menggantungkan ada teman teman lain dalam kelom oknya Ma ih ada i wa dengan kemam uan awal (a er e i) ma ih kurang. Bryan. Bill & Ko . 2009. Jumiati. diak e 19 Se tember 2007. Pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). bu kan mencari-cari ke alahan guru enyaji.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Guru enyaji mengawali di ku i dengan menyam aikan ke an-ke an dalam melak anaka n embelajaran. Le on Study Suatu Strategi untuk Meningkatkan Ke rofe ional an ngan diberikan ecara terbuka ta i ebaiknya individu Belum menunjukkan elak an aan model embelajaran Jig aw yang ebenarnya. Mengingat le on tudy in i baru dilak anakan untuk yang ertama kali di lingku MGMP Kimia SMA di Kabu at en Malang tentunya ma ih banyak kekurangan yang erlu dibenahi untuk teru ditin daklanjuti demi erbaikan elak anaannya yang melibatkan kolabora i antara guru e erta MGMP dengan do en-do en embimbing dari LPTK dalam rangka eningkatan ku alita guru dalam melak anakan embelajaran di kela . 2006. 9 Oktober 2010 49       ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡       ¡              ¡    ¡     ¡       ¡   ¡ ¡   ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡           ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡       ¡             ¡             ¡ ¡        ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡         ¡ ¡         ¡ ¡  ¡ ¡   ¡       ¡     ¡ ¡ ¡   ¡       ¡         ¡             ¡     ¡     ¡            ¡ ¡   ¡           ¡   ¡ ¡ ¡      ¡ ¡   ¡ ¡¡ ¡     ¡           ¡ ¡     ¡  ¡ ¡   ¡ . edang bagi bebera a guru e erta le on tudy menyatakan termotiva i untuk melakukan embelajaran lebih baik dan da at mencon toh guru enyaji yang telah melak anakan embelajaran. Berda arkan ma ukan elama di ku i ter ebut da at dirancang kembali embelajaran berikutnya yang dihara kan untuk menja di lebih baik. R. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Su ilo. YD. H. teta i guru udah melanjutkan ke materi inti. H. untuk itu ert anyaan ertanyaan yang berhubungan dengan a er e i jaDAFTAR RUJUKAN Cerbin. Ha il di ku i dan berbagai kendala yang tam ak di am aikan engam at dalam taha ee: Waktu elak anaan (do) lebih dari 2 jam elajaran ehingga t er ak a meminta jam guru lain. mengingat waktu yang terbata Per tanyaan. Sari. Chotimah.

Ma alah embelajaran. Untuk mencegah terjadinya er oalan ini di erlukan ua ana belajar yang kondu if. hanya ada atu guru model yang ecara khu u menyia kan catatan untu k dibawa ulang e erta didik. (8) Kebanyakan guru model tidak menyia kan catatan untuk dibawa ulang e erta didik. erhatian guru model yang lain ma ih tertuju ada kelom ok i wa. (7) Keb anyakan guru mendomina i embuatan ke im ulan ehingga ke im ulan terke an dibua t oleh guru. hanya ada atu guru yang benar-benar menggali kon e dari i wanya melalui tanya jawab. Dengan demikian eluang terjadinya kegagalan e erta didik. ebab kor Training UN e erta didi k yang rendah (baca: tidak lulu ) tidak da at diubah menjadi tinggi (baca: lulu ) dalam waktu endek. Studi ini mende kri ikan dan mengana li i embelajaran di kela . Bila e erta didik benar-benar tidak lulu UN.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MASALAH-MASALAH UTAMA PEMBELAJARAN YANG TERPANTAU MELALUI KEGIATAN OPEN CLASS Muntholib Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang Ab trak: Salah atu a ek yang memicu erdebatan anjang Ujian Na ional (UN) ada lah a ek o ial dan ikologi elak anaannya. khu u nya embelajaran yang memung kinkan emua e erta didik da at belajar dengan baik. Untuk mem erkuat anali i . LKS di ia kan untuk kelom ok dan dibagi atu-dua lembar e r kelom ok. hanya ada atu guru model yang memetakan materi elajaran (to ik) dan menunjukka n bagian yang akan di elajari aat itu. (2) Kebanyakan guru model tidak memetakan kon e -kon e umum uatu to ik dan tid ak memfoku kan kon e yang akan di elajari e erta didik dalam uatu elajaran. Patokan tandar nilai kelulu an yang diteta kan dalam UN menimbulkan kecema an ikologi . Kecema am ma al ini memang berala an. Salah atu a ek yang di er ma aFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Kecema an ini inten ita nya akan meningkat a abila ban yak e erta didik yang kor Training UN-nya di bawah atokan tandar nilai kelul u an. (6) Semua guru model yang memberikan latian oal memberikan emua oal lat ihan ada akhir ro e embelajaran. adalah a ek o ial dan elak anaan 50 ikologi           ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡  ¡ ¡   ¡           ¡   ¡          ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡               ¡     ¡ ¡     ¡               ¡ ¡     ¡   ¡          ¡     ¡         ¡  ¡     ¡   ¡   ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡                ¡     ¡   ¡   ¡ ¡       ¡ ¡   ¡     ¡     ¡ ¡     ¡       ¡ ¡   ¡ ¡         ¡   ¡        ¡       ¡   ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡   ¡¡       ¡           ¡ ¡ ¡           ¡     ¡   ¡     ¡    ¡ ¡  ¡ ¡        ¡       ¡     ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡             ¡ ¡   ¡         ¡   ¡  ¡     ¡     ¡ ¡   ¡ ¡           ¡     ¡ ¡ ¡ . 9 Oktober 2010 lahkan. Ha il engamatan menunjukkan bahwa: (1) Kebanyakan g uru model mengim lementa ikan a er e i ebagai review materi ebelumnya dan e nyam aian tujuan elajaran. Kata kunci: Pre ta i belajar. hanya ada atu guru model yang menggali ke im ulan dari i wa melal ui tanya jawab. dam ak ik ologi nya yang negatif bi a angat anjang. (4) Ada tiga guru model yang memberikan erhatian ada individu i wa dan atu guru model yang e rhatiannya hanya tertuju ada i wa yang andai aja. tidak ada yang memberikan latihan oal taha demi taha ecara memadahi menurut kom lek ita materi yang diajarkan. da at diminimali ir. khu u n ya dalam menem uh UN. Objek enelitian ini adalah embelajaran di mana e neliti ber eran ebagai ob erver dalam 7 kegiata o en cla yang berlang ung bu lan Agu tu Se tember 2009. eneliti juga mem erhatika n 27 embelajaran eer teaching yang berlang ung dalam kegiatan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profe i guru). Pembelajaran Berkualita Ujian Na ional (UN) telah memicu erdebatan anjang. itu un dalam bentuk latihan oal. hanya atu dari tujuh guru model yang mengubah tujua n elajaran menjadi ertanyaan yang membimbing i wa memahami materi elajaran. tan a memerik a emahaman i wa (atau memberikan ema nta an) terhada kon e yang telah diberikan ebelum mengintrodu ir kon e yang baru. khu u nya bagi e ert a didik dan orang tuanya. Tujuan enuli an tudi ka u ini adalah mengetahui ma alah-ma alah utama embelajaran di kela . (3) Kebanyakan guru ma ih menggunakan me tode ceramah atu arah dalam menjela kan uatu kon e . Terungka n ya ma alah-ma alah ini menjadi ma ukan bagi guru dalam mem erbaiki kualita emb elajarannya. (5) Kebanyakan guru model yang menyam ai kan dua kon e atau lebih dalam uatu embelajaran mengintrodu ir kon e -kon e ter ebut ecara berurutan. di antaranya oleh Koali i Pendidikan.

.

erta meningkatkan nila i rata-rata kelulu an dalam ujian na ional. Kebanyakan guru telah mem ahami bahwa a er e i meru akan bagian enting dari embelajaran yang baik. Dengan kata lain. Pengamatan difoku kan ada: (1) a erce tion. HASIL-HASIL PENELITIAN A erce tion Kebanyakan guru model mengim lementa ikan a er e i ebagai review materi ebel umnya dan enyam aian tujuan elajaran yang akan di am aikan.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN UN. Menurut engam atan enuli . (7) embuatan ke im ulan. mende kri ikan dan menganali i embelajaran di kela yang dilakukan oleh guru model. dan bahkan ke ala daerah. Pengua aan i wa terhada materi elajaran tidak da at dibangun dengan roblem olving aja. (6) latihan. dan 4. Bahkan ada di antara ekolah ekolah ter ebut yang menghabi kan materi elajarannya di eme ter V. 4. teta i haru melalui embangunan kon e ya ng manta terlebih dahulu. (4) erhatian ke ada individu i wa. eyogyanya UN di ika i ebagai otre t engua aan i wa terhada materi elajaran mulai dari eme ter I am ai eme t er VI. Berda arkan ra ional ter ebut maka eneliti bermak ud mengungka ma alah-ma alah embelajaran di kela kh u u nya yang ter antau melalui im lementa i Le on Study (Studi Pembelajaran) e lama enuli ber eran ebagai ob erver ( engamat). Hanya atu guru mo del yang mengubah tujuan elajaran menjadi ertanyaan. Media ma a lain juga memberitakan bahwa kecema an ikologi ini juga mendera guru.oal. Pengua an i wa terhada materi elajaran yang rendah tidak da at diubah ecara mendadak menjadi tinggi. (5) mengecek emahaman i wa ebelum mengintrodu ir kon e baru. (2) emfoku an materi elajaran. (3) ceramah dan tanya j awab. Dengan demikian.25 untuk tahun 2004/2005 dan eteru nya menimbulkan kecema an ikologi e erta didik dan orang tuanya (Koran Tem o. Rendahnya kor Training UN memang mencema kan.ihak ter ebut.ekolah Indone ia membekali i wanya untuk menghada i UN dengan l atihan oal. Untuk da at mengikuti UN aja umumnya i wa haru belajar di bangku SMP/SMA elama tiga tahun. teta i haru dimulai dari eme ter I. Memang. Oleh karena itu. embinaan e erta didik yang eriu tidak hanya dilakuka n di eme ter VI aja. kecema an ma al ini memang cuku berala an. A abila ma a tudi yang anjang in i tidak mam u mengantarkan i wa menca ai atokan tandar nilai kelulu an dalam Training UN. Objek enelitian ini adalah 7 (tujuh) guru model yang membuka kela ada bulan Juli-Se tember 2009.oal.01 untuk tahun 2002/2003. a akah i a waktu yang ter i a antara Training UN dengan UN yang ja raknya bebera a bulan aja mam u mengubah e erta didik dari kemungkinan tidak l ulu menjadi lulu UN ? Keadaan inilah yang mencema kan ihak. khu u nya kualifika i rofe ional yang tercermin dalam embelajaran di kela . Dari bebera a Trainin g Ujian Na ional diketahui bahwa banyak e erta didik yang kor ujiannya di bawa h atokan tandar nilai kelulu an. Pre iden Su ilo Bamban g Yudhoyono bahkan ernah FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.01 untuk tahun 2003/2004. ke ala dina endidikan. mutu endidikan hanya bi a d ica ai a abila kualifika i guru dan do en cuku memadai. min imal mereka telah mengi inya dengan review materi ebelumnya dan menyam aikan tu               ¡     ¡     ¡ ¡   ¡ ¡           ¡   ¡   ¡ ¡     ¡       ¡ ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡             ¡       ¡             ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡      ¡         ¡ ¡     ¡             ¡        ¡  ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡¡ ¡   ¡   ¡      ¡       ¡ ¡   ¡                 ¡ ¡       ¡ ¡           ¡       ¡   ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡      ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡¡ ¡           ¡           ¡  ¡    ¡   ¡   ¡             ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡¡   ¡           ¡ ¡¡         ¡ ¡ ¡         ¡ ¡     ¡         ¡ ¡          ¡       ¡ ¡  ¡ ¡   ¡ . dan (8) catat an i wa. La zimnya ekolah. Dalam idang ter ebut re iden mema arkan bebera a langkah yang akan dilakukan emerintah guna meningka tkan kualita endidikan di Indone ia. 4 Februari 2005). METODE Penelitian ini mengek lora i. bila kor Training UN mence rminkan kor UN maka banyak e erta didik yang tidak da at menca ai atokan tan dar nilai kelulu an alia tidak lulu . Pembinaan e erta d idik telah lama menjadi orotan. alah atunya adalah meningkatkan mutu e ndidikan dengan meningkatkan kualifika i guru dan do en. k e ala ekolah. Seme ter VI dikhu u kan untuk menyia kan i wanya menghada i UN dengan latihan oal. Tidak tanggung-tanggung. 9 Oktober 2010 mengangkat ma alah ini dalam idang kabinet (12/3/2007). Sudah barang tentu ini meru akan l angkah yang kurang arif. Patokan tandar nilai kelulu an 3.

dan me mancing ikiran i wa untuk mengetahuinya. bahan ajar terkait yang mendahuluinya. Pemahaman ini bagu dan erlu di erda lam. Bahkan udah ada yang membuka elajaran dengan ma alah yang h aru di ecahkan oleh i wa di dalam kela .juan embelajaran. kontek tualita . Sejauh mungkin a er e 51 ¡ ¡   ¡ ¡  ¡     ¡   ¡¡ ¡¡   ¡   ¡       ¡     ¡     ¡ ¡ ¡   . demikian juga enera annya juga erlu divaria i. A er e i erlu mem ertim bangkan tiga hal.

a er e i erlu dilakukan dengan menunjukkan eta materi elajaran atau eta kon e yang membantu memahami materi embelajara n ecara global. Pemfoku an Materi Pelajaran Ada tiga guru model yang memberikan erhatian ada individu i wa dan atu guru model yang erhatiannya ada i wa yang andai aja. Hanya a tu guru yang benar-benar menggali kon e dari i wanya dengan cara tanya jawab. review materi ebelumnya a abila udah ada materi terkait yang udah di ahami oleh i wa. PEMBAHASAN A erce tion Hanya ada atu guru model yang memetakan materi elajaran (to ik) dan menunjukka n bagian yang akan di elajari aat itu. Terjadinya a imila i dalam rangka embentukan kon e baru ikiran e erta didik ekurang-kurangnya di ermudah oleh 3 (tiga) hal. Ceramah dan Tanya Jawab Kebanyakan guru ma ih ceramah atu arah dalam menjela kan uatu kon e . Ketiga. A abila materi elajaran memang ab trak. Perhatian ke ada Individu Si wa ¡ ¡   ¡ ¡   ¡       ¡   ¡   ¡ ¡ Menurut mind of dalam ngaitan Oxford Engli h Dictionary (2008). Belajar yang aling mudah dimulai dari ha l yang kongkrit. haru di ecahkan atau direview ada akhir embelajaran. Catatan Si wa atu guru model yang Kebanyakan guru model tidak menyia kan catatan untuk i wa. Kalau dicici i. yang kontek tual. Contoh a er e i yang da at digun akan untuk menjela kan kon e a am ba a Arrheniu adalah ebagai berikut: Guru m enunjukkan a am cuka dalam botol kecil kemudian bertanya. tidak bi a dijawab oleh i wa ebelum elajaran berlang ung. Pertama. ertanyaan angat menarik untuk di ecahkan i wa. Perhatian guru model yang l ain ma ih tertuju ada kelom ok i wa. Kedua. Pembuatan Ke im ulan emua oal latihan ada Kebanyakan guru mendomina i embuatan ke im ulan. “A am cuka”. Memancing ikiran i wa untuk terikat dengan materi elajaran e anjang waktu embelajaran da at dilakukan dengan menyam aikan tujuan embelaja ran dengan kalimat tanya. ecara erkalimat tanya yang da at digunakan adalah: Taha an belajar yang Pertama . Latihan Semua guru model yang memberikan latian oal memberikan akhir ro e embelajaran. e dengan kon e yang udah ada. Hanya ada atu guru model yang ecara khu u menyia kan catatan untuk i wa. Penggunaan kalimat tanya dalam a er e i hendaknya me m ertimbangkan tiga hal. bagaimana ra anya? Guru menunjukkan Baik. hal ini angat cocok dengan embelajaran inkuiri. Kedua. Si wa akan mengalami banyak ke ulitan a abila embelajaran dimulai dari yang ab trak dan diikuti dengan yang ab trak. tan a memerik a emahaman i wa atau memberikan emanta an terhada kon e yang telah diberikan ebelum mengintrodu ir kon e yan g baru. ini a a?” Si w a menjawab. Ini berarti kebanyakan guru model lemah dalam ma alah ini. tujuan embelajaran yang akan di am aikan. Mengecek Pemahaman Si wa Sebelum Mengintrodu ir Kon e Baru Kebanyakan guru model yang menyam aikan dua kon e atau lebih mengintrodu ir kon e -kon e ter ebut berurutan. Sudah barang tentu. “Anak-anak. Hanya ada menggali ke im ulan dari i wa melalui tanya jawab. engaitan dengan dunia nyata yang da at di           ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡            ¡          ¡   ¡     ¡          ¡¡     ¡   ¡       ¡¡ ¡     ¡   ¡ ¡   ¡   ¡   ¡       ¡   ¡   ¡  ¡   ¡   ¡¡ ¡       ¡     ¡ ¡ ¡           ¡   ¡¡       ¡ ¡       ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡       ¡     ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡           ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡     ¡       ¡¡       ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ .PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN i erlu dilakukan ecara kontek tual. LKS di ia kan untuk kelom ok dan dibagi atu-dua lembar er kelom ok. a erce tion i a imilation into the a new conce t.

Sedangkan embelajaran kontek tual . membawa dunia nyata yang kongkrit ke dalam kela . Dari tiga hal ini. dan membangun ra a ingin tahu i wa yang be ar deng an mengubah tujuan embelajaran dari kalimat berita menjadi kalimat tanya. yaitu mengait kan kon e baru dengan kon e yang udah ada. 9 Oktober 2010 52     ¡     ¡           ¡     ¡   ¡   . dan mengubah tujuan embelaj aran FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.amati (kontek tual konkrit). hanya atu hal yang udah ering dilakkan oleh guru.

Berikut tran kri embicaraannya: Guru : Pada ertemuan terak hir kita berbicara tentang a a? Si wa : Gaya Pak. i wa membutuhkan lebih banyak waktu dari ada yang eme tinya dibutuhkan untuk mem elajari materi elajaran. Perhatikan baik-baik. Kalian emua u dah mengerti. materi dan ifat. hal i ni hanya muncul atu kali aja. Tarikan atau dorongan yang diterima oleh uatu benda. intar ekali. tidak mudah bagi i wa untuk egera memahami a a y ang eharu nya di elajari. Ini terke an monoton dan kurang men arik bagi i wa. A a bila uatu benda ditarik atau didorong dengan uatu gaya. Guru : Ma ih ingat. dan ebagainya. dari 7 guru model yang menjadi objek enelitian ini. Si wa C : Tarikan atau dorongan Pak. bera a FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. dari 7 guru model yang diamati. Sebab ini hanya mengingatk an materi elajaran ebelumnya. Pada tingkat ini yang dilakukan kebanyakan gu ru udah cuku baik. Sekarang ertanyaan akan aya lanjutkan. Sayangnya kebanyakan guru membangun ra a ingin tahu i wa melalui enyam aian tujuan elajaran. Coba C (mungkin i wa kelom ok bawah). Ini bi a membantu i wa memahami o i i dan engertian kon e baru yang diterimanya. Akibatnya. kontek tual e erti ini udah cuku . mi alnya gerak ada t umbuhan. Sayangnya. Guru : Coba A (mungkin i wa kelom ok ata ). Kuda menarik edati dengan uatu gaya. 53       ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡       ¡       ¡   ¡ ¡         ¡       ¡ ¡     ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡        ¡       ¡     ¡           ¡ ¡ ¡       ¡   ¡   ¡     ¡ ¡         ¡ ¡ ¡   ¡       ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡  ¡   ¡ ¡       ¡       ¡ ¡       ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡     ¡               ¡ ¡  ¡   ¡ ¡       ¡ ¡     ¡       ¡       ¡ ¡               ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . 9 Oktober 2010 Guru erce atan yang dialami benda ter ebut? Bagaimana cara menentukannya? Bera a er ce atan erge eran meja ini a abila aya dorong dengan gaya tertentu? Bagaimana cara menentukannya? Coba ikirkan! Nah. hanya atu aja yang memetakan materi elajaran (to ik) dan menunjukkan bagian yang akan di elaj ari aat itu. gur u ini juga melakukan a er e i ecara kontek tual. Guru : Ya. G uru : Bagu . Semua udah mengerti? Dalam a er e i. ega mendorong anak anah dari bu urnya dengan uatu gaya. intar ekali. inilah yang ekarang akan kita elajari. Keba nyakan guru model mengim lementa ikan a er e i ebagai review materi ebelumnya dan enyam aian tujuan elajaran. Hanya atu guru model yang membangun ra a ingin tahu i wa mela lui kalimat tanya. ega mendorong anak anah dari bu urnya dengan uatu gaya. materi elajaran dalam to ik ter ebut erlu dibuat eta ehingga gambaran global materi ter ebut da at di im an dalam memori i wa dengan mudah. Hal ini juga berlaku untuk to ikto ik yang kaya akan kon e . bagu ekali . menurutmu a a? Si wa B : Ta rikan atau dorongan yang diterima oleh uatu benda Pak. a a gaya tadi? Si wa A : Tarikan atau dorongan. Review materi elajaran terdahulu yang terkait dengan kon e baru yang akan diintrodu ir adalah langkah yang te at.ifatnya. Di am ing menyam aikan tujuan elajaran dengan kalimat tanya yang menarik. Tarikan atau dorongan yang diterim a oleh uatu benda. erubahan materi. Guru : Yak. Kon ekuen inya. artikel. Kuda menarik edati dengan uatu gaya. me in mendorong mobil dengan uatu gaya. tirukan temanmu tadi. me ki un materinya tidak terlalu banyak. Se erti yang terda at ada ka limat beriktu ini: : Ya. me in mendorong mobil dengan uatu gaya. Semua udah mengerti? Si wa : Sudah Pak. a a yang d imak ud gaya? Si wa : Tarikan atau dorongan terhada uatu benda. Guru : Ya. aya enang.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dari kalimat berita menjadi kalimat tanya ma ih jarang dilakukan oleh guru. Coba B (mungkin i wa kelom ok edang). Sayangnya. Demikian juga memb angun ra a ingin tahu i wa. Pemfoku an Materi Pelajaran A abila uatu to ik membutuhkan bebera a ertemuan.

ternyata hanya a tu yang benar-benar menggali ke im ulan materi elajaran dari i wa melalui tany a jawab. tan a memerik a emahaman i wa atau memberikan emanta an terhada kon e yang telah diberikan ebelum mengintrodu ir kon e yan g baru. Dari 7 guru model yang diamati. hanya at u guru yang benar-benar menggali kon e dari i wanya dengan cara tanya jawab. Catatan emacam ini angat enting dan memudahkan i wa dalam belajar. cuku dengan memahami materi elajaran da n melakukan i temati a i aja. e erti dalam baha a ergaulan anak m uda: muda foya-foya. Pembuatan Ke im ulan Ke im ulan meru akan rangkuman ter enting materi elajaran. Namun demikian. bila dilihat di kela dalam ro e emb elajaran. Ha il enelitian ini menunjukkan gambaran umum orang In done ia ter ebut. re re entatif. Di antara 7 guru model yang diamati dalam enelitian ini hanya atu yang ecara khu u men yia kan catatan untuk i wa. Oleh karena itu haru dibuat ederhana. memanta kan emaham an i wa. G uru ini adalah guru yang dibaha ada bagian a er e i di ata . Perhatian guru model yang l ain ma ih tertuju ada kelom ok i wa. melatih keteram ilan intelektual i wa. ringka dan mudah di ahami.oal mem unyai em at manfaat. di erlukan e ngecekan emahaman i wa. tua kaya raya. Latihan Sekurang-kurangnya latihan oal. A alagi cara ini angat mudah. Sayangnya kebanya kan guru ma ih mendomina i embuatan ke im ulan ehingga eolah-olah gurulah yan g membuat ke im ulan ter ebut. dan engetahuannya lua bia anya menjadi vafori t maha i wa. dan mudah di ahami. Sudah barang tentu i inya kurang mewakili materi   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡   ¡           ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡           ¡                       ¡ ¡ ¡                         ¡       ¡    ¡   ¡     ¡   ¡ ¡   ¡   ¡               ¡ ¡             ¡   ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡             ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡         ¡ ¡ ¡         ¡ ¡           ¡         ¡   ¡     ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡         ¡   ¡   ¡           ¡     ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ ¡             ¡       ¡     ¡     . karena memuat e mahaman yang udah di ahami oleh i wa. Bahkan ketika guru menyebu t metode mengajar tanya jawab ekali un. Si wa membutuhkan catatan yang ringka . dia teta mengajarnya dengan metode ceramah. tutur ka tanya lembut. do en e erti ini bia anya enior dan mengajar dengan cara ceramah. Mengecek Pemahaman Si wa Sebelum Mengintrodu ir Kon e Baru Kebanyakan guru model yang menyam aikan dua kon e atau lebih mengintrodu ir kon e -kon e ter ebut berurutan. Say angnya tidak banyak guru yang memberikan erhatian dalam ma alah ini. i temati . menera kan emahaman i wa untuk memecahkan ma alah. Kon e yang aling berhubungan dibangun dari yang ederhana menuju ke ya ng kom lek . Bukan tanya jawab e erti yang dituli dalam RPP. Dari 7 guru model yang menjadi objek enelitian ini. ukany a yang gam ang-gam ang teta i banyak uang. Catatan Si wa Ada tiga guru model yang memberikan erhatian ada individu i wa dan atu guru model yang erhatiannya ada i wa yang andai aja. mati ma uk urga. Kekaguman inilah yang kemudian diwari i dan ditera kan di ekolah. ujian akhir dan lomba. Sudah barang tentu. Perhatian ke ada Individu Si wa khu u nya i wa kelom ok C atau kelom ok lemah. Dala m hal ini eranan guru hanyalah ebagai editor i i dan baha a. itu un dalam bentuk kuiz akhir elajaran. ujian eme ter. kon e yang leb ih kom lek kurang bi a di ahami ula oleh i wa. Do en yang matang. dibaha b er ama ama dan dibawa ulang. Inilah kharakter umumnya orang Indone ia. Oleh karena itu. memantau emahaman i wa.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Ceramah dan Tanya Jawab Ceramah adalah metode mengajar yang aling reference dan o uler di Indone ia. antun. kalimatnya runtut. te rutama untuk menghada i ujian bagian. Bi a jadi ini wari an dari erguruan tinggi. ke im ulan haru dibuat oleh i wa. A abila kon e yang ederhana belum di ahami i wa.

work heet). ada guru yang menarik kembali LKS-nya ada akhir elajaran. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Anehnya lagi. Akibatnya. i wa rakti i wa tidak mem unyai catatan elajaran. banyak guru yang menyia kan lembar kerja i wa (LKS. Padahal etia i wa erlu egera mem eroleh anduan dan referen i untuk memahami materi ela jaran. Tentu aja ini mengurangi kelelua aan i wa dalam belaja r karena haru berebut LKS atau menunggu giliran untuk membacanya. 9 Oktober 2010 54 ¡         ¡     ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ ¡ ¡         ¡   ¡       ¡ . Memang. Teta i LKS ini hanya di ia kan untuk kelom ok dan dibagi atu atau d ua lembar er kelom ok.elajaran aat itu.

htt ://www. dalam kla ifika i tingkat ke ukaran Bloom. I. lide hare. Di am ing manfaatnya angat enting dan banyak. 2. JICA Faqih. 2007. bukan i wa yang tertinggal. 6 . FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Introdu ir kon e -kon e ering di am aikan ecara ber amaan. 3.multi ly. Per onal Comunication 4. Ujian Na ional dan Peningkatan Mutu Pendidikan. di ku i. Nagoya Univer ity. 5. tan a memerik a emahaman i wa terhada k on e yang telah diberikan ebelumnya ebelum mengintrodu ir kon e yang baru. 2009. Latihan i wa ma ih kurang ehingga emahaman i wa berhenti ada emahaman.com diak e 30 Se tember 2009 Ni hitani. b ahkan hafalan. 7. Pembelajaran ma ih didomina i oleh metode ceramah. Pemfoku an ada m ateri elajaran ma ih lemah. bila kurang informatif dan kurang i temat i catatan i wa bahkan bi a bi a mengganggu emahaman i wa. 9 Oktober 2010 55   Ramli. belum ada guru model yang membangun minat belajar i wa dengan mengemukakan tuj uan embelajaran dalam bentuk kalimat tanya yang menantang. ertanyaan yang diajukan ke ada i wa ma ih benyak menimbulkan inter reta i dan jawaban ganda ehingga tidak mudah dimengerti oleh i wa. Perhatian guru ma ih ber ifat kla ikal. Le on Study da n Ujian Sekolah di Je ang.net diak e 11 Se tember 2009   ¡ ¡     ¡         ¡ ¡ ¡   ¡ ¡        ¡ ¡ ¡ ¡           ¡               ¡       ¡      ¡   ¡ ¡     ¡             ¡           ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡   ¡           ¡       ¡                       ¡         ¡             ¡ ¡           ¡ ¡       ¡             ¡ ¡ ¡     ¡ ¡       ¡     ¡ . 2009. catatan i wa juga meninggalkan beka yang mendalam bila di dalamny a terda at ke alahan. Pembuatan ke im ula n embelajaran ma ih didomina i oleh guru yang eme tinya cuku menjadi fa ilota tor.com diak e 30 Se tember 2 009 Ramli. demontra i. Panduan untuk Peningkatan Pro e Belajar dan Meng ajar. Graduate School of Education and Human Develo ment. A er e i yang kurang variatif. M. Catatan i wa kurang menda at erhatian ehingga i wa tidak memiliki catat an yang i temati untuk menghada i ujian. DAFTAR RUJUKAN Anonymu . Lebih dari itu. erhatian individu malah diberikan ke ada i wa yang andai. 2006. KESIMPULAN Berda arkan embaha an di ata da at di im ulkan bahwa embelajaran di kela ma ih diwarnai banyak erma alahan. me ki un dalam RPP menggunakan metode tanya-jawab. htt ://abdullah faqih. Menilai Mutu Pendidikan. A.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Catatan i wa haru benar-benar di ikirkan. atau metode yang lain. htt ://indo dm. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan. T. 2009. antara lain: 1. Ja an.

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERTANYA DALAM PAIKEM Muntholib Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang Ab trak: Keteram ilan bertanya adalah alah atu dari dela an keteram ilan da ar mengajar yang meru akan kom onen enting dari kom eten i edagogi . Keteram ila n bertanya meru akan keteram ilan da ar mengajar yang aling ederhana yang mend a ari dan menjadi yarat bagi engua aan keteram ilan da ar mengajar yang lain. Tujuan tudi ini adalah untuk mengetahui im lementa i keteram ilan bertanya be e rta engembangannya dalam embelajaran yang dilakukan oleh guru-guru di wilayah Pa uruan dalam kurun waktu 2009-2010. Studi ini mende kri ikan dan menganali i im lementa i keteram ilan bertanya be erta engembangannya dalam embelajaran d i kela . Objek enelitian ini adalah guru-guru model yang eneliti ob erva i Agu tu 2009 -- Juli 2010. Pengamatan difoku kan ada 11 kom onen keteram ilan bert anya be erta engembangannya oleh guru model. Ha il enelitian menunjukkan bahwa : (1) tanya jawab terma uk metode embelajaran yang cuku o uler, 5 dari 16 em belajaran yang diob erva i mencantumkan metode tanya jawab dalam RPP-nya; (2) ti dak emua guru model yang mencantumkan metode tanya jawab dalam RPP-nya benarben ar mengajar dengan metode tanya jawab; (3) tidak banyak kom onen keteram ilan be rtanya muncul dalam embelajaran; dan (4) ada dua engembangan ertanyaan entin g yang dilakukan oleh guru model; (a) mengubah tujuan embelajaran dari bentuk ernyataan menjadi ertanyaan dan (b) mendahulukan enunjukan i wa ebelum menge mukakan ertanyaan dalam rangka enyebaran ertanyaan dan elibatan etia indiv idu i wa dalam embelajaran. Kata kunci: Keteram ilan bertanya, Im lementa i ke teram ilan bertanya, Pengembangan keteram ilan bertanya. Menurut PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Na ional Pendidikan dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Do en, kom eten i endidik mencaku 4 kom onen, y aitu (1) kom eten i edagogi , (2) kom eten i rofe ional ( engua aan bidang ilm u yang diajarkan), (3) kom eten i o ial, dan (4) kom eten i ke ribadian. Kom et en i edagogi adalah kemam uan guru dalam mengelola embelajaran yang mendidik yang memungkinkan e erta didik membangun kharakter dan mengaktualkan oten i- o ten inya. Untuk menca ai kom ten i ini endidik erlu mengua ai teori belajar da n embelajaran, terma uk mengua ai dan mengim lementa ikan keteram ilan da ar me ngajar dengan baik. Turney (1979) mengidentifika i dela an keteram ilan da ar me ngajar yang menentukan keberha ilan embelajaran; keteram ilan bertanya, memberi enguatan, mengadakan varia i, menjeFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010 la kan, membuka dan menutu elajaran, membimbing di ku i kelom ok kecil, mengel ola kela , dan keteram ilan mengajar kelom ok kecil dan erorangan. Di antara de la an keteram ilan da ar ter ebut, keteram ilan bertanya meru akan keteram ilan da ar mengajar yang aling ederhana yang menda ari dan menjadi yarat bagi eng ua aan keteram ilan da ar mengajar yang lain. Dengan kata lain, keteram ilan da ar mengajar yang lain tidak da at dikua ai a abila keteram ilan bertanya belum d ikua ai dengan baik. Bagi guru, bertanya tidak ekedar cara untuk mem eroleh inf orma i, teta i menjadi alat untuk membangun interak i antara guru dengan i wa d an antara i wa dengan i wa erta mendorong etia i wa untuk ber arti i a i a ktif dalam embelajaran. Secara terinci, ekurangkurangnya ada em at ala an meng a a guru haru mengua ai dan menera kan keteram ilan berta56

   

 

¡

 

¡  

 

¡

¡

    ¡      

¡ ¡

 

 

   

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡  

¡

¡ ¡

¡    

¡

 

¡

¡ ¡

  ¡

¡

 

   

¡

¡

¡

 

¡

¡

 

¡ ¡ ¡

¡

  ¡

 ¡

¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡  

¡

    ¡  

¡

¡

 

 

¡ ¡

 

¡

 

  ¡   ¡ ¡   ¡  

¡ ¡ ¡

¡

 

 

¡

¡

 

 

¡

¡

 

¡

 

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

 

 

¡

 

¡

   

   

     

¡

¡

¡ ¡

 

   

¡

   

¡

¡

 

 

 

   

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

 

¡

   

   

 

  ¡

  ¡   ¡

 

¡

¡

¡  

¡

 

¡

 

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

 

 

¡

¡

¡     ¡

¡

 

 

¡

 

 

 

¡    

¡  

       

¡

   

 

¡  

   

    ¡

¡

 

¡ ¡

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN nya dalam embelajarannya: Pertama, meningkatkan arti i a i i wa dalam embela jaran ehingga embelajaran menjadi lebih hidu dan variatif. Kedua, membangun b udaya bertanya bagi i wa. Ala an ini dida ari ata fakta bahwa budaya kita tida k membia akan anak untuk aktif bertanya. Ketiga, enera an embelajaran PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) mengharu kan i wa terlibat ecara mental-intelektual dalam embelajaran. Keem at, mengha u a ngga an bahwa ertanyaan hanya berfung i untuk menguji emahaman i wa. Brown da n Edmon on (1984) dalam Wardani dan Julaeha (2007) mendefini ikan ertanyaan eb agai ernyataan yang menginginkan tangga an ecara li an. Ini berarti ertanyaan mencaku mencaku erintah dan ertanyaan itu endiri. Dengan caku an ini, ert anyaan da at mem unyai banyak fung i, di antaranya adalah (1) meningkatkan keter libatan i wa dalam embelajaran, (2) merang ang i wa untuk mengajukan ertanya an, (3) mendiagno i kelemahan i wa, (4) memu atkan erhatian i wa ada atu m a alah, (5) membangkitkan minat belajar i wa terhada materi elajaran, (6) men gendalikan embelajaran ehingga berlang ung ecara o timal, (7) memberikan ke e m atan ke ada i wa untuk mengek re ikan emahaman dan enda atnya, dan (8) mem bangun kebia aan i wa untuk berdi ku i memecahkan ma alah, baik dengan guru mau un e ama i wa. Menurut Turney (1979), keteram ilan bertanya mencaku 11 kom o nen. Kom onenkom onen keteram ilan bertanya ini dibagi menjadi dua kelom ok; ket eram ilan bertanya da ar dan keteram ilan bertanya lanjut. Keteram ilan bertanya da ar terdiri ata 7 kom onen; ertanyaan ingkat dan jela , emberian acuan, emu atan, emindahan giliran, enyebaran, emberian waktu ber ikir, dan emberia n tuntunan. Pemberian acuan dimak udkan untuk memberi informa i awal ehingga i wa bi a menjawab ertanyaan yang diberikan ke adanya. Pemu atan adalah erge er an caku an ertanyaan dari ertanyaan umum ke ertanyaan khu u . Pemindahan gili ran dimak udkan u aya ertanyaan kom lek yang menuntut jawaban lebih dari atu tidak hanya dijawab oleh atu i wa aja. Pemindah giliran juga membantu guru m enda atkan jawaban yang em urna dari i wa. Sedikit berbeda dengan emindahan g iliran, eFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010

nyebaran dimak udkan agar emua i wa mem eroleh ke em atan yang ama dalam meng ajukan atau menjawab ertanyaan. Ini menghindari kebia aan di mana hanya i wa k elom ok tertentu aja yang bia a mengajukan atau menjawab ertanyaan. Bila erta nyaan yang diberikan tidak bi a dijawab, guru erlu memberikan tuntunan (clue ) ehingga i wa bi a menjawab. Berbeda dengan emberian acuan yang diberikan ebe lum guru mengajukan ertanyaan, emberian tuntunan dilakukan a abila i wa belum bi a menjawab ertanyaan yang udah diajukan oleh guru. Pemberian tuntunan ini lebih enting bagi i wa golongan bawah. Keteram ilan bertanya lanjut mencaku e m at kom onen; engubahan tuntutan kognitif ertanyaan (dari uatu tingkat kogni tif ke tingkat kognitif yang lain), engaturan urutan ertanyaan (dari tingkat r endah ke tingkat tinggi; dari hafalan ke emahaman, a lika i, anali i atau yang tuntutan kognitifnya lebih tinggi lagi; tidak boleh dibalik), enggunaan ertan yaan elacak, dan eningkatan terjadinya interak i. Penggunaan ertanyaan elaca k ada kom onen keteram ilan bertanya lanjut berbeda dengan emberian tuntunan ( clue ) ada kom onen keteram ilan bertanya da ar. Pemberian tuntunan dimak udkan untuk menuntun i wa menjawab ertanyaan yang ebelumnya belum bi a dijawab, e dangkan enggunaan ertanyaan elacak dimak udkan untuk membantu i wa menyem ur nakan jawabannya yang belum em urna teta i udah mengandung kebenaran. Dengan k ata lain, ertanyaan elacak hanya digunakan untuk ertanyaan yang menuntut ting kat kognitif tinggi. Kom onen eningkatan terjadinya interak i antar i wa dimak udkan untuk meningkatkan keterlibatan mental i wa dalam embelajaran. Ini da a t dibangun dengan enggunaan ertanyaan yang tidak hanya bi a dijawab oleh i wa tertentu aja, mendorong i wa untuk mengajukan ertanyaan, dan melem arkan er tanyaan eorang i wa ke i wa yang lain. METODE Pengum ulan data dilakukan mela lui ob erva i dan tanya jawab. Ob erva i dilakukan terhada guru model yang eda ng mengajar, edangkan tanya jawab dilakukan etelah ob erva i. Ob erva i difoku kan ada metode embelajaran, engunaan ertanyaan (tanya jawab)

 

¡

 

   

 

¡

¡     ¡

  ¡  

 

 

¡

¡

 

 

 

¡

¡    

 

 

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

   

   

 

¡

¡

¡

 

   

¡

¡

¡    

     

¡

 

¡

   

 

¡

      ¡   ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡   ¡       ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡

  ¡  

¡ ¡

 

 

¡ ¡ ¡

   

¡

 

¡ ¡ ¡

 

   

¡

¡

 

 

 

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡        

 

 

 

 

  ¡  

¡

 

 

¡

 

¡

¡

¡

      ¡

¡

 

 

      ¡ 

¡

¡

 

   

   

 

   

 

¡

¡

  ¡

¡

¡  

¡

 

   

¡

¡

¡

¡

        ¡

¡

¡

¡    

 

¡

 

¡

¡

¡

    ¡ ¡

¡         ¡ ¡ ¡         ¡           ¡ ¡

   

¡

    ¡ ¡ ¡ ¡

¡    

   

¡

¡  

¡

¡

 

 

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡  

 

 

   

 

¡

¡

    ¡ ¡

 

¡ ¡ ¡

 

   

¡

¡

¡

 

¡  

¡  

   

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

 

¡

   

¡

       

57

Si wa A : Untuk komunika i Pak. atu minggu kemudian menjadi dela an. A da un 8 kom onen lainnya tidak muncul dalam embelajaran. encantuman uatu metode embelajaran dalam RPP me tinya by de ign. Ada yang lain? Si wa : Sebagian angkat tangan. Dari 16 guru model ob ervan. kom onen keteram ilan bertanya yang digunakan. Secara formal angka ini e uai den gan ha il enelitian Brown dan Edmon on (1984) yang menunjukkan bahwa 30% waktu embelajaran dihabi kan oleh guru untuk bertanya. Tidak ¡ ¡   ¡       ¡  ¡     ¡   ¡                     ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡             ¡ ¡     ¡ ¡ ¡       ¡   ¡   ¡         ¡ ¡ ¡       ¡       ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡         ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡       ¡   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡       ¡   ¡   ¡     ¡ ¡ ¡       ¡             ¡       ¡ ¡       ¡ ¡ ¡    ¡     ¡ ¡       ¡     ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ . Dari 11 kom onen keteram ilan bertanya yan g di kemukakan oleh Turney (1979). Bebera a guru model ob ervan telah memodifika i kebia aan ini dengan mengganti kalimat berita menjadi kalimat tanya. Guru : Coba B. Ket ika mengajarkan “ ola bari an bilangan ederhana”. mi alnya. dan inova i/ engembangan dalam enggunaan ertanyaan.. Namun demi kian. bera akah teman facebooker ter ebut etelah 52 minggu membuat facebook? Guru : Bagu ekali. guru model membuat a er e i ebagai berikut: Guru : Sia a yang udah tahu atau mem unyai facebook ? An gkat tangan. Nah a abila eminggu etelah membuat faceboo k e eorang mem eroleh dua orang teman. Si wa B : Untuk mencari teman Pak. . Salah atunya untuk mencari teman. 5 (31%) di antaranya mencantumkan tanya jaw ab ebagai metode embelajarannya. Ya fung i facebook memang banyak. Salah atunya untuk mencari teman. Ini meru akan inova i yang luar bia a. tidak emua gur u model ob ervan yang tidak mencantumkan tanya jawab ebagai metode embelajaran nya menghabi kan kurang dari 30% waktunya untuk tanya jawab. Guru : A a fung i facebook? Si w a : Sebagian angkat tangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Tanya Jawab Cuku Po uler Tanya jawab terma uk metode embelajaran yang o uler. Fakta ini melahirkan e rtanyaan: menga a RPP yang meru akan rancangan embelajaran yang telah di ia kan oleh guru tidak elalu dijadikan egangan dalam embelajaran ? Adakah enyia an RPP hanya ekedar untuk memenuhi kebutuhan admini tratif ? Mudah-mudahan ini ha nya ekedar ka u aja. latihan mengajar. Sudah barang tentu ini meru akan anomali guru yang menjadi objek ob erva i. dan enyebaran yang benar-benar diim lementa ikan oleh guru. atu minggu berikutnya te mannya menjadi 58 Me ki un ecara formal 31% guru model ob ervan mencantumkan tanya jawab ebagai metode embelajarannya. Ini menduduki eringkat dua o ularita nya e telah di ku i yang membukukan angka 13 (81%). Sebaliknya. Guru : Coba A. RPP – barang ka li – tidak ekedar mencantumkan metode embelajaran. atu minggu berikutnya temannya menjadi em at. Inova i Keteram ilan Bertanya Barangkali udah menjadi tandar baku embelajaran di kela -kela Indone ia bahw a tujuan embelajaran dikemukakan dalam bentuk kalimat berita etelah a er e i. Guru : Bagu ekali. Namun demikian encantuman ini tidak linier dengan enggunaannya dalam embelajaran di kela . Guru : Bagu . terma uk keteram ilan bertanya. hanya rumu an ertanyaan ( ingkat dan jela ). Si wa : Semua i wa angkat tangan. ada ko n ekuen inya. Nah a abila eminggu etelah membuat facebook e eorang mem eroleh dua orang teman. Pembelajaran berlang u ng ecara variatif. teta i tidak banyak kom onen keteram ilan bertanya yang diim lementa ikan dalam embelajaran. Oleh karena itu. teta i metode embelajaran e rlu tercermin dalam langkahlangkah embelajaran. Tidak emua guru model ob ervan yang mencantumkan tanya jawab ebagai metode embelajarannya men ghabi kan lebih dari 30% waktunya untuk tanya jawab. ada enekanan dan er ia an khu u .PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dalam embelajaran. Penggunaan ket eram ilan da ar tunggal hanya ada dalam micro teaching. melibatkan emua keteram ilan da ar mengajar. emberian acuan. Tidak Banyak Kom onen Keteram ilan Bertanya yang Diim lementa ikan dalam Pembela jaran keteram ilan da ar mengajar tertentu. Ya fung i facebook memang banyak..

9 Oktober 2010   .ada keharu an menggunakan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

e erti yang terekam dalam tanya jawab berikut: Guru : Pada ertemuan terakhir kita berbicara tentang a a ? Si w a : Gaya Pak. Coba bergabung menurut kelom ok ma ing-ma ing! Guru Dibandingkan dengan ernyataan. a a gaya tadi? Si wa B : Tarikan atau dorongan yang FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. aya enang. enentuan/ enunjukan i wa ebe lum mengajukan ertanyaan tidak haru dilarang.. enyam aian tujuan embelajaran dalam bentuk kal imat tanya e erti di ata jauh lebih banyak melibatkan aktifita mental intelek tual i wa. bera akah teman facebooker ter ebut etelah 52 minggu membuat facebook ? : Berfikir beru aha mencari jawaban. Di am ing itu guru juga haru menyebarkan ertan yaan ke ada emua i wa. Tidak banyak kom onen keteram ilan bertanya muncul dalam embelajaran. Kedua. Tanya jawab terma uk metode embelajaran yang o uler. Perhatikan baik-baik. 2. Guru : Ya. Guru : Ya. Guru : Ma ih ingat. Kalian emu a udah mengerti. A alagi dikema dalam format tanya jawab ecara kontek tual. Kon ekuen inya guru wajib memban tu etia i wa untuk belajar. Coba C ( i wa kelom ok bawah). Dengan logika ter ebut. me mantau emahaman etia i wa atau kelom ok i wa terhada kon e atau ma alah t ertentu yang udah atau edang di elajari. inova i ini mem unyai nilai yang angat enting dalam embelajar an. Menurut Ni hitan i (2009). Dalam embelajaran etia i wa berhak untuk bel ajar dan memahami materi elajaran dengan baik. menyebarkan ertanyaan ke ada eluruh i wa untuk menghindari tanya jawab dengan i wa tertentu aja. intar ekali. 59     : Ye . Oleh karena itu . bera a erce atan yang dialami benda ter ebut? Bagaimana cara menentukannya? Bera a erce atan er ge eran meja ini a abila aya dorong dengan gaya tertentu? Bagaimana cara menent ukannya? Coba ikirkan! Si wa : Melakukan aktifita untuk menemukan jawaban.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Si wa Guru em at. Kuda menarik edati dengan uatu gaya. Tarikan atau dorongan yang dit erima oleh uatu benda. Gur u : Untuk menemukan jawabanya. Contoh ter ebut menggambarkan bahwa enentuan/ enunjukkan i wa ebelum mengajukan ertanyaan ekurang-kurannya mem unyai dua manfaat. : Untuk bi a menjawab ertanyaan ter ebut kita haru mem elajari “ ola bari an bila ngan ederhana” terlebih dahulu. 9 Oktober 2010 1. Semua udah mengerti? Si wa : Sudah Pak. Sekarang ertanyaan akan aya lanjutkan. Pertama. 2007). . Pernyataan ini hendak nya tidak diterima hitam utih. Keberha ilan guru dalam a er e i menentukan keberha ilan embelajaran. D engan demikian. right. 60% keberha ilan embelajaran ditentukan oleh keberha ilan guru dalam membawa aktifita mental i wa ke dalam kela melalui a er e i. tirukan temanmu tadi. Menentukan i wa ebelum mengajukan ertanyaan terma uk kebia aan yang haru dihindari dalam embelajaran (Wardani dan Julaeha. KESIMPULAN         ¡               ¡ ¡ ¡ ¡                   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡           ¡ ¡      ¡    ¡   ¡     ¡   ¡ ¡ ¡         ¡       ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡       ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡   ¡                           ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡   ¡       ¡    ¡   ¡ ¡     ¡           ¡ ¡     ¡ ¡             ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡         ¡             ¡ ¡         ¡         ¡   ¡   ¡ ¡ . 5 dari 16 guru model o b ervan mencantumkan metode tanya jawab dalam RPP-nya. etia hendak mengajar hendaknya guru mem er ia kan a er e i ecara eriu . me in mendorong mobil dengan uatu ga ya. atu minggu kemudian menjadi dela an. Sudah b arang tentu. Kom onen keteram ilan bertanya yang cuku o uler adalah enyebaran. dari i i edagogi ini meru akan inova i yang luar bia a. ega mendorong a nak anah dari bu urnya dengan uatu gaya. Si wa C : Tar ikan atau dorongan Pak. a a yang dimak ud gaya? Si wa A : ( i wa kelom ok ata ) Tarikan atau dorongan terhada uatu benda. mari kita di ku ikan ber ama ama. A abila uatu benda ditarik atau didorong dengan uatu gaya.. Guru : Coba B ( i wa kelom ok edan g).

A. 2009. Le on Study dan Ujian Sekolah di Je ang. Menila i Mutu Pendidikan.K. 9 Oktober 2010 60        ¡   ¡ ¡ ¡                 ¡ ¡ ¡       ¡     ¡ ¡       ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡     ¡     ¡   ¡     ¡ ¡ . Jakarta: JICA Faqih. htt ://indo dm. K.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN 3.G.A. M. Nagoya Un iver ity. htt :/ /abdullahfaqih. etia individu i w Ramli. Wardani. 2006. Ja an.multi ly. dan Jula eha. 2008. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan. Keram ilan Da ar Mengajar. Per onal Comunication Ramli. I. Jakarta: Univer ita Terbuka. T. 2009. Pengembangan Pro fe ionalita Guru. S. Malang: Univer ita Negeri Malang. lide hare. Ujian Na ional dan Peningkatan Mutu Pendidikan. I. htt ://www.net diak e 11 Se tember 2009 Su arno dan Wara . 2007. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Graduate School of Education and Human Develo ment. 2007. Panduan untuk Peningkatan Pro e Belajar dan Meng ajar. Inova i dan engembangan yang muncul dalam ob erva i adalah: (a) mengubah tuj uan embelajaran dari bentuk ernyataan menjadi ertanyaan dan (b) mendahulukan enunjukan i wa ebelum mengemukakan DAFTAR RUJUKAN Anonymu .com diak e 30 Se tember 2009 ertanyaan dalam rangka enyebaran ertanyaan dan elibatan a dalam embelajaran.com diak e 30 Se tember 2009 Ni hitani. 2009.

dan (e) eran guru ebagai fa i litator. 2008). (c) embel ajaran dihada kan ada itua i emecahan ma alah. kreatif. merang ang kemam u an ber ikir kriti dan keberanian mengemukakan ide. ertanyaan. Ha il kegiatan ob erva i dan reflek i ada o en cla menunjukkan terda at bebera a hambatan dalam enggunaan metod e DS dalam embelajaran SBMK. Selara dengan tuntutan KT SP.imula i (DS). embelajaran kimia. Hambatan ter ebut adalah ma ih ditemuinya maha i w a yang kurang erhatian ada aat maha i wa lain melakukan re enta i mau un im ula i. do. Jl. E-mail: oktavia@um. motivator. dan nara umber (De dikna . Kegiatan o en cla le on tudy bertujuan untuk men gkaji hambatan yang ditemui ada aat enera an metode DS ada embelajaran SBMK ada eme ter Ga al 2009/2010 di Juru an Kimia FMIPA UM. mengembangkan kreatifita .ac. Metode ini memberi ke em atan maha i wa untu k mem eroleh enjela an. Kata kunci: metode di ku i. ma ing-ma ing meli uti taha lan. Semarang 5 Malang. taha do dan ee diikuti oleh 5 orang do en Kimia FMIPA UM dari berbagai bidang ilmu. dalam matakuliah SBMK maha i wa calon 61     ¡           ¡       ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡                     ¡ ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡     ¡       ¡       ¡ ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡     ¡        ¡   ¡         ¡    ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡ ¡         ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡         ¡ ¡     ¡ ¡           ¡ ¡   ¡ ¡          ¡ ¡   ¡       ¡     ¡             ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡        ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡     ¡ ¡   ¡       ¡       ¡ ¡       ¡ ¡       ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . ee. trategi embelajar an diartikan ebagai rencana tindakan (rangkaian kegiatan) terma uk enggunaan m etode dan emanfaatan berbagai umber belajar untuk menca ai tujuan embelajaran tertentu. (b) embelajaran dilakukan dengan udut andang adanya keunikan individual etia e erta didik. Kegiatan ter ebut dila kukan 2 kali.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN HAMBATAN PENGGUNAAN METODE DISKUSI-SIMULASI PADA PEMBELAJARAN STRATEGI BELAJAR M ENGAJAR KIMIA(HASIL KEGIATAN OPEN CLASS LESSON STUDY) Oktavia Suli tina Kimia FMIPA UM. dan enda at. ika . erta mem erkaya eng etahuan. menjela kan tuga dan i tem enilaian dengan jela . dan keteram ilan yang di erlukan dalam menghada i berbagai itua i o ial yang roblemati . (d ) embelajaran dilakukan dengan multi trategi dan multimedia ehingga memberika n engalaman belajar beragam bagi e erta didik. adanya domina i eran. Taha lan dilakukan o leh 2 orang engam u mata kuliah SBMK. me mberikan gambaran yang nyata dan engalaman lang ung tentang to ik yang di elaj ari. ehingga e erta didik menjadi embelajar yang kriti . le on tudy Strategi dalam kegiatan belajar-mengajar da at diartikan ebagai eni dan ilmu u ntuk membelajarkan e erta didik dalam menca ai tujuan embelajaran yang telah d iteta kan ecara efi ien dan efektif. 2010 ). Dalam erkembangannya. embelajaran di S ekoFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.id Ab trak: Kom eten i yang dihara kan ada Matakuliah Strategi Belajar Mengajar Ki mia (SBMK) adalah maha i wa mam u memilih dan melak anakan trategi belajar meng ajar yang e uai dengan hakekat embelajaran kimia di Sekolah Menengah. Untuk meminimalkan hambatan yang mungkin akan ditemui ada enera an metode DS di arankan agar endidik mengelola embelajaran dengan baik.imula i . Se uai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Salah a tu metode embelajaran yang da at digunakan untuk menca ai kom eten i ter ebut a dalah metode di ku i. ehingga da a t di eroleh ha il embelajaran yang o timal.enjela an dari berbagai umber data. dan mam u memecahkan ma alah yang dihada i. 9 Oktober 2010 lah Menengah haru ber rin i ada embelajaran yang berba i kom eten i. Prin i embelajaran yang berba i kom eten i antara lain adalah (a) ber u at ada e erta didik agar menca ai kom eten i yang dihara kan. ebagian be ar kelom ok belum bi a mengorgani a i waktu ecara efektif dan efi ien. memu uk ra a ercaya diri. Matakuliah SBMK meru akan matakuliah yang memberikan bekal ke ada mah a i wa calon guru untuk da at memilih dan melak anakan trategi belajar mengajar yang e uai dengan hakekat embelajaran kimia di Sekolah Menengah (anonim.

yaitu mengartikan metode imula i ebagai cara enyajian engalaman bel ajar dengan menggunakan itua i tiruan untuk memahami tentang kon e . membina ika menghargai enda at orang lain. ertanyaan. keteram ilan mengelola PBM.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN guru dibekali dengan engetahuan tentang kon e enting dalam ro e belajar men gajar (PBM). Ma ing-ma ing kegiatan terdiri dari taha lan. ika . dihara kan maha i wa mam u memilih dan melak anakan trategi b elajar mengajar yang e uai dengan hakekat embelajaran kimia di Sekolah Menenga h. Pela k anaan taha lan I tanggal 9 Oktober 2009. enera an endekatan embelajaran yang kon truktivi tik.i wa dan atau i wa-guru dengan tujuan untuk memecahkan uatu erma al ahan. melatih keteram ilan e uai dengan tujuan embelajaran yang diinginkan. dan menj unjung ke utu an yang telah dibuat ber ama. taha do II 16 Oktober 2009 dan taha ee II 19 Oktober 2009. melat ih embelajar untuk berani mengemukakan ide. Jika kedua metode ter ebut d igabungkan maka dihara kan akan mengha ilkan embelajaran yang da at memberikan engetahuan yang utuh terhada uatu to ik materi yang di elajari. enggunaan media dan enera an a e men otentik. menyatakan hal ya ng ama. ehingga erlu egera untuk diidentifika i dan dicari emeca han ma alahnya agar terca ai tujuan embelajaran yang diinginkan. dan Gulo. 2007). menambah dan memahami engetahuan embelajar. dan enda at. ehingga hal ter ebut berim lika i terhada eningkatan inova i dan kreatifita guru dalam m enyu un rencana embelajaran yang lebih baik dan ada akhirnya i wa mera akan d am ak dari meningkatnya kualita embelajaran. Metode DS meru akan gabungan antara metode di ku i dan metode imula i. Metod e imula i da at memberikan gambaran yang nyata dan engalaman lang ung tentang to ik yang di elajari. Kelemahan ini da at diidentika i dari berbagai hambatan yang ditemui elama ro e embelajaran. 1998. rin i at au keteram ilan tertentu. metode DS tentunya juga memiliki kelemahan. Sehingga denga n bekal ter ebut. Hal ini enada dengan engertian met ode di ku i yaitu meru akan cara enyajian embelajaran yang memberikan ke em at an ke ada embelajar untuk mengadakan erbincangan ilmiah melalui interak i anta ra i wa. 2002). Peren ¡ ¡ ¡       ¡         ¡ ¡   ¡     ¡   ¡             ¡ ¡   ¡       ¡ ¡   ¡               ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡     ¡       ¡ ¡ ¡ ¡       ¡    ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡         ¡ ¡       ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡           ¡   ¡ ¡              ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡      ¡ ¡        ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡            ¡             ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ . dan ee. Sebagai ebuah metode embelajaran. METODE Kegiatan o en cla le on tudy matakuliah SBMK dilak anakan dua kali di juru a n Kimia FMIPA. Arifin. do. menjawab ertanyaan. Sanjaya (2006). Metode di ku i memberikan ruang ke ada emb elajar untuk menggali engetahuannya endiri melalui berbagai umber data. 9 Oktober 2010 endekatan ber u at ada embelajar (Anitah. e rta mem erkaya engetahuan. taha do I tanggal 12 Oktober 2009 dan taha ee I tanggal 13 Oktober 2009. Pelak anaan kegiatan erkuliahan. 2000. mengembangkan kreatifita . memu uk ra a ercaya diri. Hambatan ter ebut da at mengha ilkan embelajaran y ang kurang o timal. Kedua metode ter ebut da at dikategorikan ebagai meto de yang menekankan ada keterca aian keteram ilan ro e dengan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. erta u ntuk membuat uatu ke utu an (Killen. dan keteram ilan yang di erlukan dalam mengha da i berbagai itua i o ial yang roblemati . membina ika ilmiah embelajar. Melalui kegiat an o en cla le on tudy dihara kan hambatan elama enera an metode DS da at diidentifika i oleh ara ob erver. karena dalam kegiatan ter ebut guru dibia akan untuk menerima ma ukan dan atau aran dari ob erver dengan terbuka. Taha lan II dilak anakan tanggal 13 O ktober 2009. I wahyu di (2009) mela orkan bahwa kegiatan le on tudy memberikan engaruh bagi ening katan kom eten i guru dan i wa. Sehingga dengan metode di ku i imu la i (DS) ini maha i wa dihara kan da at memahami ecara utuh tentang trategi embelajaran yang edang di elajari dan ada akhirnya da at memilih erta menera kannya dalam embelajaran di kela nya kelak. melatih k emam uan ber ikir kriti . menekankan keterlibatan aktif maha i wa dal am mem eroleh engetahuan tentang trategi embelajaran yang di elajari melalui metode di ku i dan mem eroleh gambaran lang ung langkah-langkah embelajaran dal am trategi ter ebut melalui metode imula i. ehingga temuan dari ara ob erver da at dija dikan acuan untuk engembangan erencanaan embelajaran yang lebih baik.

canaan embuatan rencana elak anaan erkuliahan (RPP) dan in trumen enilaian d ilakukan ada taha lan. RPP dan in trumen enilaian yang dibuat ada taha lan II meru akan ha il revi i berda arkan kegiatan ee I. 1 orang ob erver meru ak an do en engam u matakuliah Kimia Fi ik. 2 orang 62 ¡   ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡     . Kegiatan ada taha do dan ee diikuti oleh 5 orang. Kegiatan ini dilakukan oleh dua do en engam u matakul iah. 1 orang do en model dan 4 orang do en ob erver.

do en model m     Kegiatan O en Cla Le on Study I Metode yang digunakan dalam embelajaran mata kuliah SBMK ada kegiatan o en cla le on tudy I adalah di ku i. Hal ini di ebab kan do en model mera a waktu (2 x 50 menit) kurang mencuku i dan ma ih mera a gr ogi dengan kehadiran ob erver. Ha il temuan ara ob erver ada taha do juga mem erlihatkan ha il yang ham ir miri dengan yang dialami oleh do en model. Ob erver menemukan bebera a hal/faktor yang dimungkinkan menjadi enghambat ada ro e embelajaran. Berda arkan ha il kegiatan ada taha do dan ee. Menurut ob erver.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN engam u matakuliah Kimia Analitik. embuatan alat enilaian yang lebih meningkatkan eranan maha i wa dalam menilai ro e embelajarannya endiri. 20 menit waktu di ku i/tanya jawab ha il re enta i. maha i wa terke an a if. Format enilaian dijadikan lebih rinci. 2) memberikan tuga ma ing-ma ing kelom ok untuk membuat makalah tentang trategi embelajaran dan men imula ikan trategi ter e but. ara ob erver memberikan ma ukan agar hambatan yang ditemui ada aat embelajaran da at diminimalkan. Berda arkan ha il teFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. dan 1 orang engam u matakuliah SBMK. o i i duduk maha i wa dalam kelom okkelom ok memungkinkan mereka kurang lelua a untuk mem erhatikan enyaji dan tayangan ower oint yang o i inya berhada an. hanya aturan dalam embelajaran yang di erketat dan di erjela . hal ter ebut kemungkinan di ebabkan ada aat mem re enta ikan makalah. 4) membuka forum di ku i/tanya jawab terkait dengan makalah yang di re enta ikan. (b) kurangnya er hatian dari kelom ok non enyaji. maha i wa model cenderung hanya menjela kan materi kimianya. Pada taha ee. aling berhada an dan ada akhirnya erhatian lebih meningkat. dan 6) membuka forum di ku i/tanya ja wab terkait dengan trategi yang di imula ikan. enila ian terdiri dari tiga a ek yaitu enilaian re enta i. adanya embagian eran yang merata dalam kelom ok. dikarenakan encahayaan dari royektor yang kurang em u rna. 3) maha i wa mem re enta ikan makalah yang telah di u un. Aturan ter ebut adalah 30 menit waktu re enta i. Aturan ini diinforma ikan ke ada maha i wa ebel um kegiatan embelajaran dimulai. Menurut do en model. 5) kelom ok en yaji men imula ikan trategi yang dibaha . (c) Kurangnya engua aan trategi embelajaran yang dimodelkan oleh maha i wa model. maha i wa model tam ak kurang mengua ai trategi yang dimodelkan. enilaian di ku i/tanya jawab. tam ilan o wer oint kurang jela . diha ilkan erbaikan RPP. enyaji banyak yang membaca tek mak alahnya ehingga nam ak kurang mengua ai bahan yang di re enta ikan.imula i (DS) . Ada un langkah-langkah embelajaran dengan metode ini adalah: 1) membagi maha i wa menjadi bebera a kelom ok. HASIL DAN PEMBAHASAN   ¡     ¡               ¡ muan ob erver. tem at duduk diatur ede mikian ru a ehingga antara maha i wa kelom ok enyaji dan non enyaji dalam o i i yang nyaman. dan 20 menit waktu di k u i/tanya jawab ha il imula i. Langkah-langkah yang digunakan dalam kegiatan embelajaran dengan metode DS tidak berubah. ehingga diha ilkan e mbelajaran yang kurang o timal. Ada un bebera a faktor enghambat ter ebut adala h (a) terda at domina i eran oleh alah eorang dari anggota kelom ok enyaji. yaitu ro e embelajaran kurang o timal. dan ha ilnya digabung dengan enilaian do en engam u. ehingga enggunaan metode DS dalam embelajar an lebih o timal dan mengha ilkan kualita embelajaran yang lebih baik. ke e uaian metode embelajaran yang dilak anakan dengan hara an adalah 80%. 30 menit waktu imula i. Sehingga ada kegi atan di ku i/tanya jawab tentang ha il imula i. waktu re enta i yang tidak dibata i ehingga terke an terlalu lama. dan enilaian imula i.. di ku i dan imul a i. Taha ee atau reflek i ini digunakan ebagai a cuan untuk enyu unan RPP untuk kegiatan o en cla le on tudy II yang lebih b aik ehingga hambatan yang ditemui ada aat embelajaran dengan metode DS da at diminimalkan. Ma ukan itu antara lain: do en model haru haru menjela kan aturan elama ro e embe lajaran ecara jela yaitu adanya embata an waktu re enta i. Kegiatan O en Cla Le on Study II Pada taha lan. Penilaian dilakukan dengan melibatkan 2 orang mah a i wa non enyaji untuk memberikan kor. 9 Oktober 2010 ¡         ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡       ¡             ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡             ¡         ¡ ¡   ¡     ¡       ¡         ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡                 ¡ ¡       ¡   ¡              ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡         ¡ ¡        ¡   ¡ ¡   ¡   ¡   ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡       ¡              ¡ ¡          ¡   ¡ ¡ ¡        ¡   ¡   ¡       ¡ ¡   ¡ ¡    ¡   ¡   ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡               ¡     ¡           ¡ ¡         ¡     ¡        ¡     ¡ ¡       ¡   ¡ ¡           ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡       ¡ ¡     ¡     ¡     ¡   ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . dimana nam ak dialah yang aling mengua ai to ik yang dibaha .

Para ob erver menemukan.era a ada eningkatan terhada o timali a i embelajaran yaitu 90% e uai dengan tujuan yang dihara kan. meningkat 10% dari ha il kegiatan o en cla I. erhatian ebagian be ar maha i wa 63        ¡       ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     .

Sanjaya. 2008. Keteram ilan re enta i mau un imula i kelom ok enyaji lebih baik. A rifin. tuga dan enilaian dengan jela . Hal ter ebut terlihat. 9 Oktober 2010 64   ¡ ¡       ¡     ¡        ¡    ¡           ¡ ¡ ¡ ¡                    ¡         ¡     ¡   ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡       ¡         ¡     ¡         ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡       ¡   ¡                  ¡ ¡       ¡ ¡ ¡    ¡   ¡         ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡      ¡ ¡ . Killen. Gulo. Taha di ku i/tanya jawab juga berlang u ng cuku baik. Le on Study 2 yang di elenggarakan oleh PELITA-JICA FIMPA UM di Malang ada tan ggal 17 Oktober 2009. Au tralia: Social Science Pre . Bandung: UPI-JICA. dimana ebagian be ar maha i wa terlibat aktif untuk aling bertu kar ide. Materi Pokok Strategi Pembelajaran di SD. 1998. 2000. adany a domina i eran. hambatan elama ro e kegiatan erkul iahan SBMK dengan menggunakan metode embelajaran DS da at diidentifika i dan da at diminimalkan. Jakarta: PT Gra indo. Pengembangan Model Pembelajaran Tata Muka. R. 2006. Strategi Belajar Mengajar: Common Textbook. M. Makalah di am aikan dalam Seminar Na ional KESIMPULAN Melalui kegiatan o en cla le on tudy. 2009. Hambatan ini da at diminimalkan dengan erencanaa n dan engelolaan embelajaran yang baik. enda at dan atau ertanyaan. Effective Teaching Strategie : Le on fro m Re earch and Practice. A nitah. W. Malang: FMIPA UM. Jakarta: Univer ita terbuka. Sehingga da at di im ulkan bahwa dengan erencanaan dan engelolaan embelajaran yang baik erta enjela an tuga dan en ilaian yang jela da at meminimalkan hambatan ada aat ro e embelajaran ehi ngga da at di eroleh ha il embelajaran yang lebih o timal. DAFTAR RUJUKAN Anonim. Strategi Pembelajaran Berorienta i Standar Pro e Pendidikan. ebagian be ar kelom ok belum bi a mengorgani a i waktu ecara efektif dan efi ien. ada aat mem re enta ikan makala hnya enyaji beru aya untuk tidak membaca tek . Penuga an Ter truktur dan Tuga Mandiri Tidak Ter truktur. Katalog FMIPA UM Juru an Kimia. S. De dikna . Program Pengembangan Le on S tudy di Kabu aten Pa uruan dan Pengaruhnya terhada Peningkatan Mutu Pendidikan. I wahyudi. 2nd edition. 2010. Hambatan ter ebut adalah ma ih ditemuinya maha i wa yang kuran g erhatian ada aat maha i wa lain melakukan re enta i mau un imula i. 2002.W.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN lebih meningkat dibandingkan ada kegiatan I walau un ma ih ditemui 2-3 orang ma ha i wa yang kurang mem erhatikan. W. enjela an aturan. 2007. Strategi Belaja r Mengajar. Jakarta: Kencana Prenada Media FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. demikian ula ada aat imula i langkahlangkah embelajaran ada trategi yang dimodelkan lebih tam ak me ki un ma ih ditemui ada bebera a kekurangan. Hal ini akan membawa engaruh terhada kurang o timalnya enca aian tujuan embelajaran.

dan memecahkan er ma alahan. Dalam ro e embelajaran i wa ebagai titik entral belajar. dilakukan O en Cla (OC) embelajaran kimia dengan materi cam uran homogen dan heterogen. dan umber bela jar. metode. da at menggali/mem erlua wacana ber ikir i wa aat mengerjakan Lembar Kegiatan Si wa (LKS). Peneliti ebagai guru model. SMPN2 Rembang Pa uruan. teknologi. aling me nunjang keberha ilan individu dan bi a menjadi tutor ebaya bagi i wa yang kura ng andai. mencari dan memecahkan erma alahan belajar. Penilaian ha il keterca aian tujuan embelajaran etelah akhir embelajaran ebe ar 80%.EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KERJA KELOMPOK DI KELAS VII SMP A. Ha il enelitian menjela kan: Model embelajaran STAD di ertai raktikum yang ber ifat kontektual. ada berbagai a eknya. ke ulitan dalam memahami. yang dihubungkan dengan enget ahuan dan engalaman raktikum i wa dari mencam urkan bahan dan mengelom okkann ya ada kolom cam uran heterogen atau homogen. i wa belajar ber ama. Kelough & Kelough (1999) mendefini ikan coo erative learning abagai e uatu trategi embelajaran yang ecara berkelom ok. ro e . Untuk mengefektifkan embelajaran dan mengaktifkan. tujuan. elak anaan embelajara n di ajikan dengan model Student Team Achievement Divi ion (STAD) dan melakuka n raktikum yang kontek tual. agar ilihan itu te at atau relevan dengan berbagai a ek embelajaran yang lain. guru ber eran ebagai komunikator d an guru ebagai fa ilitator memiliki eran memfa ilita i i wa untuk belajar ec ara mak imal dengan menggunakan berbagai trategi/metode. Kegiatan raktikum ini juga menga ktifkan kerja i wa. ek erimen. i wa yang FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. am ai evalua i. mi i. efi ien dan me narik. Hal ter ebut dikarenakan dalam kela . rogram. lay anan. K ata kunci: STAD. dan guru membantu ke u litam i wa yang menda at hambatan. YANI TAHUN 2009–2010 Ab trak: Kegiatan le on tudy embelajaran di kela VII SMP A. Dengan raktikum 85% i wa menjadi aktif dan mam u mengemukakan enda atnya. mulai dari vi i. 9 Oktober 2010 lebih aktif. Yani ada tangga l 18 A ril 2009.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN STAD . kerja kelom ok Pendidikan ada tingkat SMP. di u un dan di elara kan dengan ha il engalaman yang berharga eneliti aat m engikuti lan-do. Juru an Kimia FMIPA Univer ita egeri Malang ¡     ¡ ¡     ¡         ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡¡   ¡           ¡    ¡ ¡ ¡             ¡   ¡     ¡     ¡           ¡ ¡ ¡   ¡ ¡               ¡   ¡   ¡           ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡            ¡ ¡          ¡   ¡        ¡ ¡       ¡    ¡         ¡ ¡     ¡   ¡   ¡   ¡   ¡ ¡    ¡     ¡        ¡ ¡                 ¡ ¡ ¡     N   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡     ¡   ¡     ¡   ¡ ¡     ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ .am a dan aling membantu dalam membuat tuga dengan enekanna aling u ort dianta ra anggota 65 ¡ ¡     ¡       Robithoh Suryaning a i Dar ono Sigit SMPN2 Bangil Pa uruan. untuk mengetahu hi a akah dengan menggunakan model embelajaran STAD di ertai raktikum da at me ngaktifkan i wa.ee (reflek i tanggal 18 A ril 2009) di SMP Achmad Yani untuk k ela VII ada rogram Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMPN 2 Bangil Pa uruan. dituntut untuk enantia a melakukan inova i dalam embelajaran. Tujuan dari enelitian ini adalah. Penelitian ini meru akan enelitian de kri i yang dida arkan ada kajian teori endidikan untuk i wa SMP tentang embelajaran STAD dengan e nera an raktikum yang kontek tual. media. Selanjutnya ha il kajian teori oleh eneliti . bia anya eorang guru memilih model koo eratif untuk melatih i wa aling bekerja ama. hal ini diakui juga oleh guru kela ehari-harinya. Bagi eorang guru IPA (Kimia) emilihan model embelajaran hendaknya dilakukan ecara cermat.

artinya anggota kelom ok aling menyadari ba hwa mereka erlu bekerja ama untuk menca ai tujuan. Fa e dan Kegiatan Guru Model STAD Fa e Kegiatan guru Menyam aikan emua tujuan embelajaran dan memotiva i i wa. Yan i ada aat enuli menda atkan giliran untuk menjadi guru model aat le on tu dy berba i MGMP Wilayah di home ba e Bangil.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN kelom ok. 3) Setia anggota kelom ok haru be lajar dan menyumbangkan ha il emikirannya demi ekerjaan dan keberha ilan kelom ok. 3) Materi Kimia bagi kela VII. Awal Inti Pemilihan To ik Tuga Akhir Penilaian Pengakuan Sedangkan intak/taha an embelajaran model STAD e erti uraian dalam tabel 2. Menyam aikan materi embejaran bi a d engan jalan demontra i atau memberi a aran Membagi i wa dalam kelom ok jika be lum ada. dimana keberha ilan belajar adalah keberha ilan kelom ok. 2) Si wa yang menduduki kelom ok A edikit. agar kemajuan re ta i kelom ok ter ebut b i a terdetek i. 5) Si wa erlu menilai bagaimana mereka da at bekerja ecara efektif. Pemilihan model STAD embelajaran kimia di kela VII SMP A. dan rata-rata ada ada kelom o k B dan C. Keunggulan Model STAD Tujuan Kognitif Tujuan o ial Struktural tim Info rma i akademik ederhana Kerja kelom ok dan kerja ama Kelom ok belajar heteroge n dengan 4 – 5 orang anggota Bia anya guru Si wa da at menggunakan lembar kegiatan & aling membantu untuk menunta kan materi belajarnya Te mingguan Lembar enga kuan & ublika i lain hari. untuk ini erlu bimbingan guru agar i wa da at berkolabora i . Menurut Ka i hani (2007) ada lima rin i yang menda ari embelajaran koo eratif yaitu: 1) Sa ling ketergantungan ecara o itif. membaha ha il kerja i wa Menyim ulkan atau mereflek i ke giatan kemudian memberi evalua i da at beru a kui atau ertanyaan li an. diakhi r kegiatan ini guru memberi enghargaan kelom ok. karena ada aat kui ma ing-ma ing anggota tidak boleh aling membantu. Yani untuk materi tentang cam uran homogen dan heterogen dalam kehidu an ehariDari data yang di eroleh ini. model embelajaran koo eratif yang bi a digunakan untuk mengakti fkan kerja kelom ok i wa alah atu diantaranya adalah STAD dengan keunggulan e erti ada tabel 1. dan membimbing i wa dalam kelom ok ubtuk menyele aik an ma alah dalam LKS. METODE utama         ¡ ¡               ¡ ¡                      ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡       ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡               ¡ ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡     ¡       ¡ ¡         ¡ ¡           ¡ ¡     ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡         ¡         ¡   ¡         ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡       ¡        ¡ ¡       ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡           ¡ ¡   ¡ ¡     ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ . P enghargaan kelom ok inilah yang menjadi kei timewaan model STAD. hara an dari e nghargaan kelom ok ini adalah emua anggota kelom ok akan termotiva i untuk bert anggung jawab ata keberha ilan kelom oknya. jika kelom ok udah terbentuk ebelumnya maka tinggal meminta i wa unt uk duduk ada kelom oknya. 4) Ketram ilan bekerja ama dan ber o iali a i di erlukan untuk berha ilnya ekerjan kelom ok. Menurut Trianto (2007). Tabel 1. di da ari ebelum enuli menjadi guru model. maka di ilihlah model STAD ini untuk da at mengakt ifkan ekaligu mengefektifkan ro e embelajaran Kimia di kela VII SMP A. 2) Semua anggota kelom ok aling berinterak i dengan aling berhada an. ob erva i dulu ke kela yang akan dibuat O en Cla (OC) ke guru kela nya dan menda atkan data ebagai berik ut: 1) Si wa di kela VII yang akan dibuat OC dalam etia embelajaran kurang a ktif. ma ing diangga materi baru karena di SD belum menerima materi ini. Tabel 2.

enuli meminta ada ada teman ejaw at untuk memilihkan model embelajaran dan kegiatan afektif yang membangkitkan emangat i wa agar dari kegiatan awal i wa termotiva i untuk 66   ¡ ¡       ¡         ¡     ¡     . dan udah memiliki data ten tang karakter i wa yang akan diob erva i.FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010   Ketika menda atkan giliran untuk menjadi guru model.

guru. 10 Nama Bahan Air u u Energen cereal Ne caffe Nutri ari Adem ari Teh mani Ko i tu bruk Air dan minyak goreng Ja ju Milo Setelah memerik a ke ia an kela . i wa. Pendahuluan kelom ok da at mengerjakan tuga -tuga yang ada LKS e uai dengan tujuan embela jaran yang ingin dica ai. kelom ok lain mem erhatikan dan menangga i. Menyam aikan tujua n embelajaran yang akan dica ai Ciri larutan yang terma uk homogen dan larutan heterogen. Ditunjuk alah atu i wa menyajikan ha il kegiatan kelom oknya. 7. dan untuk kegiatan a er e inya. Guru menguatkan kon e -kon e yang di am aikan oleh i wa. 8. Ha il di ku i teman ejawat. ko i. Penutu   ¡           ¡ ¡ ¡     ¡           ¡ ¡     ¡ ¡     ¡         ¡         ¡     ¡     ¡     ¡   ¡ ¡ ¡                   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡                         ¡     ¡     ¡  ¡   ¡                 ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡       ¡     ¡       ¡ ¡ ¡  ¡                   ¡   ¡     ¡       ¡ ¡     ¡     ¡ ¡           ¡ ¡   ¡   . untu k menunjukkan jeni cam uran yang terbentuk ada ma ingma ing minuman tadi. kemudian guru menjela kan ciri cam uran heterogen. ditunjukkan berbagai minuman yang bia a dikon um i oleh i wa. 4. 9. Guru membimbing i wa menarik ke im ulan tentang: Kon e larutan homogen dan larutan heterogen Jeni Cam uran Homogen Heterogen No 1. dengan ala an ada e mberian enghargaan terhada kelom ok agar me-motiva i i wa untuk aktif di kelo m okmya. e erti okky jelly drink. Akhinya di ilih STAD den gan menggunakan ek erimen untuk mengaktifkan embelajaran.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN mengikuti kegiatan embelajaran dengan tujuan yang akan dica ai: 1) Si wa da at membedakan cam uran homogen dan heterogen. ko i). dari cam uran yang terbentuk bi akah kalian membedakan bahan-bahan ter eb ut! (jawaban: tidak bi a) Kemudian menunjukkan minuman ko i. bubuk agaragar). dari cam uran yang ter bentuk bi akah kalian membedakan bahan-bahan ter ebut! jawaban : bi a) Dari jawa ban i wa. Memotiva i i wa agar elalu berinter-ak i dengan tema n i wa lain dalam kelom ok. Kemudian meminta i wa untuk menyebutkan kom o i i bahan yang terkandung di dalam minuman ter ebut (hara an guru: alah eorang i wa menjawab: gula. 6. 2) Si wa da at menyebutkan jeni cam uran homogen dan heterogen dalam kehidu an ehari-hari. akhirnya ter u unlah langkah embelajaran ebagai berikut: 1.. Dari motiva i ini i wa dihara kan mengetahui bahan a a aja yang terkandung dalam l arutan minuman tadi dan menentukan a akah jeni cam uran ter ebut homogen atau h eterogen. teh dan nutri ari. 3. Ke mudian meminta i wa untuk menyebutkan kom o i i bahan yang terkandung di dalam minuman ter ebut (hara an guru : alah eorang i wa menjawab: gula. Si wa melakukan aktivita e uai etunjuk di LKS. i wa dengan dirinya end iri. 3. 2. guru menunjukkan minuman: okky jelly drink. 5. i wa – media.

ada tanggal 18 A ril 2009 dimana aa t itu eneliti bertindak ebagai guru model. Inti Memberikan te individual Golongkan zat-zat berikut ini kedalam larutan Homogen dan Heterogen dengan memberi tanda cek (√). ada kolom yang e uai! Di akhir embe lajaran guru memberikan enghargaan kelom ok. am ai etia Taha an ini digunakan aat kegiatan do ee. Kategori u er ( 80 – 100 ) Kategori hebat ( 65 – 79 ) Kategori baik ( 55 – 64 ) Membagi i wa dalam kelom ok Membagi LKS ada i wa ambil memberi etunjuk/ car a mengerjakan. Membimbing dan membantu kelom ok belajar dan bekerja. HASIL DAN PEMBAHASAN FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. berkeliling mendam ingi etia kelom ok i wa. 9 Oktober 2010 67   ¡ ¡     ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ ¡ .2.

Cat atan embelajaran ini akhirnya di akai untuk erbaikan aat embelajaran elanju tnya. dengan raktikum 85% i wa menjadi aktif dan mam u mengemukakan en da atnya. enilaian ha il keterca aian tujuan embelajaran etelah akhir embela jaran adalah 80%. Untuk bi a menca ai tujuan embelajaran ada bebera a hal yang haru di erhatikan. karena guru haru menjela kan dahulu cara mencam urk an bahan dengan air.ee. Salah atu model yang da at digunakan dalam embelajaran ki mia adalah embelajaran koo eratif STAD. Dari embelajaran kontek tual juga melatih i wa untuk ber ikir kriti dan menangga i etia er oalan yang ada di lingkungannya. yang ternyata dari ro e enilaian aat evalua i tidak bi a dilakukan karena waktu kurang dan ter akai di kegiatan raktikum. dari kendala ini FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. teta i ada 2 kelom ok yang embagian kel om oknya kurang a . bahwa keaktifan i wa bi a terhambat k arena ketidak nyamanan i wa dalam mengikuti elajaran. e erti yang tercantum dalam haket bel ajar IPA. yang angat heterogen baik tingkat kecerda an intelegen i. e uai dengan tujuan embelajaran IPA yang menghara kan i wa mam u menemukan kon e dari ha il ek erimen yang dilakukan dan mengkomunika ikan ke lingkungannya. Untuk menghada i tantangan ekarang ini metode/ e ndekatan kontek tual angat cocok. hal ini diakui juga oleh guru kela e hariharinya. erlu embimbingan i wa dalam kelom ok agar bi a terdetek i i wa yang tidak bi a bekerja dengan kelom oknya. Pro e enilaian yang dilakukan guru. dilanjutkan dengan di ku i reflek i dengan ha il ke e akan ber ama guru er erta le on tudy ebagai berikut: 1. e lain itu emilihan model embelajaran untuk efektifita enyam aian materi juga haru di erhatikan agar antara waktu yang ter edia dengan ketunta an materi bi a diefektifkan dan alat atau media yang digunakan juga haru mam u memberi e an yang o itif terhada i wa agar tidak terjadi ke alahan kon e atau kerancuan i wa dalam memahami kon e . walau un aat evalua i i wi ini ternyata mam u menjawab ertanyaan. 3. dimana haru dijawab endiri oleh i wa dan tidak minta bantuan temannya atau membantu temannya. 2. ehingga menghambat ro e di ku i. dari ke giatan ini juga mengaktifkan kerja i wa. bahwa i wa haru mam u men o iali a ikan ha ul ek erimennya ke lingk ungannya. hal ini ku rang terekam oleh guru ehingga am ai akhir embelajaran i wi ini tam ak minde r. elain menilai ha il kerja kelom ok juga menilai tingkat kerja ama ma ing-ma ing individu dalam kelom ok. i wa dibia akan dengan embelajaran ek erimen. 5. karena i wi ter e but terlihat enggan untuk aktif melakukan di ku i dengan kelom oknya. Pembelajaran yang memakai/men yertakan raktikum ber ifat kontek tual da at menggali ro e ber ikir i wa aa t mengerjakan LKS yang dihubungkan dengan engetahuan i wa dari mencam urkan ba han dan mengelom okkannya ada kolom cam uran heterogen ataukah homogen. dan terakhir ada ertanyaan kui . Model embelajaran STAD juga membantu guru dalam meningkatkan ercaya diri i wa dalam kelom ok. hal ini terjadi karena kela ter ebut baru ertama kali mel akukan raktikum ehingga waktu banyak terbuang di enjela an langkah kerja. mak a untuk latihan mereka re enta i di bangkunya. 4. 68       ¡ ¡             ¡ ¡               ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡   ¡ ¡     ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡                 ¡   ¡ ¡     ¡ ¡       ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡        ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡               ¡           ¡ ¡     ¡         ¡           ¡         ¡ ¡ ¡ ¡         ¡   ¡ ¡     ¡   ¡               ¡ ¡             ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡              ¡                 ¡   ¡ ¡         ¡ ¡     ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡            ¡ ¡   ¡   ¡     ¡   ¡       ¡ ¡         ¡   ¡     ¡       ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡         ¡ ¡   ¡  ¡ ¡     ¡ ¡     ¡   . karena dari 4 anggota i wa erem uannya hanya atu. kebetu lan temannya tidak ma uk. antara lain dalam membuat erencanaan embelajaran haru ada ke e uaian antara metode yang digunakan dengan materi yang akan di am aikan. Dari cat atan ini da at direflek i untuk endidik. aat enilaian kerja kelom ok kendal a ada ada re enta i kela . 9 Oktober 2010 maka erlu menjadi catatan endidik untuk melatih i wa berkomunika i dengan kel om oknya atau dengan eluruh warga kela . mengingat i wa kita memiliki engetahuan awa l yang haru digali dari engalaman belajar untuk menda atkan engetahuan baru y ang awet.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kegiatan do. i wa ma ih malu jika haru re enta i dide an. yang dihara kan da at menggali tingkat kerja ama dalam kelom ok mengingat kondi i i wa kela VII di SMP Achmad Yani Ba ngil. yaitu. emo i dan o ia lnya. karena adanya i tem enghargaan yang diberikan ada kelo m ok yang terbaik diakhir embelajaran.

.

Sigit. Ada 3 ti ngkat dalam embelajaran koo eratif. yaitu i wa hanya menjalankan tuga ter tru ktur dari guru. D. menengah dan mahir yang dida arkan ada da ar emikiran i wa. untuk ti ngkat mahir ini kita bi a memakai ti e Inve tiga i kelom ok. bila ma ih belum ernah menggunakan model koo eratif ebaiknya mencoba yang tingkat awal. La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMPN 2 Bangil. Sigit. 9 Oktober 2010       ¡ ¡   ¡   ¡      ¡ ¡   ¡     ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡                ¡ ¡     ¡     ¡   ¡    ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡      ¡             ¡ ¡ ¡   ¡       ¡               ¡   ¡   ¡ ¡               ¡           ¡         ¡ ¡              ¡ ¡     ¡   ¡       ¡   ¡ ¡       ¡ ¡ ¡               ¡   ¡ ¡               ¡   ¡        ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡     ¡    ¡   ¡ ¡         ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡    ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ . La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e MT N Bangil. Pendekatan. hal ini diakui juga oleh guru kela ehari-harinya. a abila kualita embelajaran meningk at ecara tidak lang ung re ta i belajar juga meningkat ula. Mahanal.Kegiatan raktikum ini ju ga mengaktifkan kerja i wa. memfa ilita i engembangan oten i e erta didik untuk mengaktuali a ikan berbagai o ten i yang dimiliki. maka tidak menutu kemungk inan kualita embelajaran juga meningkat. Suyanto. meman faatkan teknologi informa i dan komunika i untuk ke entingan embelajaran. D . kemud ian ditingkatkan ke menengah ada tingkat ini i wa melatih diri untuk aktif ber tanya dan mengulang kembali a a yang udah dida at dengan kalimat yang berbeda t eta i ma ih dalam engertian yang ama. La oran Pendam ingan Pelak anaan Le on STUDY PELITAJICA Home Ba e SMP Achmad Yani Bangil Pa uruan 18 A ril 2009. emo ional. yang dihubungkan deng an engetahuan dan engalaman raktikum i wa dari mencam urkan bahan dan mengel om okkannya ada kolom cam uran heterogen atau homogen. Penera an Pembelajaran Berda arkan Ma alah dengan Strategi Koo eratif mo del FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Dengan raktikum 85% i wa menjadi aktif dan mam u mengemukakan enda atnya. diak e tanggal 23 Se tember 2010. 2009c. yaitu tingkat awal. untuk tingkat awal ini bi a mencoba ti e STAD atau Jig aw. emo i dan o ialnya e erti i wa kela VII. Malang. iritual. Malang: Koordinato r Lokal (LC) JICA FMIPA UM. Pe nilaian ha il keterca aian tujuan embelajaran etelah akhir embelajaran ebe a r 80%. D. Sigit. 2007. mengua ai teori belajar dan rin i . Metode dan Teknik Pembelajaran. menyelenggarakan embelajaran yang mendidik. 2009a.E. La oran Pendam ingan Pelak anaan Le on Study PELITA-JICA Home Ba e SMPN1 Bangil Pa uruan 10 Oktober 2009. D. La o ran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMP Muhammadiyah 2 Bangil . 7. A abila hal ter ebut enantia a dilakukan. d i SMP Achmad Yani Bangil. D. 2009b. dan intelektual. Sigit. diantaranya. KESIMPULAN Model embelajaran STAD di ertai raktikum yang ber ifat kontektual. Malang: Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM. DAFTAR RUJUKAN Sigit. da at mengg ali/mem erlua wacana ber ikir i wa aat mengerjakan LKS. melakukan tindakan reflektif untuk ke entingan kualita em belajaran. Malang: Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM. S . Pengembangan Profe ional Guru.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN 6. o ial. 2009. maka model embelajaran koo eratif angat te at untuk melatih kerja ama dan ra a o ial untuk aling membantu dan melengka i. mengua ai karakteri tik e erta didik dan a ek fi ik. hal ini angat baik dilakukan untuk meng ukur ro e belajar i wa. Malang: Koordinator Loka l (LC) JICA FMIPA UM kultural. Malang: Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM. maka eorang endidik haru enantia a meningkatkan kemam uan edagogi nya. Nurman. Karena ada tuntu tan kerja rofe ional. Brow e > Home/ o ting 8 Se tember 2009. moral. Ka ihani K. 2006. A abila keadaan i wa dalam kela memiliki karakter yang angat heterogen bai k tingkat kecerda an intelektual. 2009e. 2009f. 2009d. Malang: Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM Sigit. La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMP Darut Ta uhid Bangil. D.rin i embelajaran yang mendidik. untuk tingkat ini bi a mencoba ti e Thin k Pair and Share (TPS) dan untuk tingkat koo eratif yang lebih mahir i wa udah mam u menarik ke im ulan endiri dari kon e yang diajarkan oleh guru.

69 .

i wa. a am. deng an raktikum menggunakan bahan-bahan yang udah dikenal dan di akai i wa ehari -hari? Penelitian ini meru akan enelitian yang dida arkan ada kajian teori en didikan untuk anak-anak tentang embelajaran direct intruction dengan enera an raktikum yang kontek tual. Kelom ok bel ajar i wa yang aktif berinterak i e ama anggota ebanyak 80%. Maka erlu kiranya diu ayakan oleh guru. Malang. Ha il enelitian. Peningkatan dan ke ejahteraan endidik dan tenaga ke endidikan lainnya. 2007. jika dalam elak anaanya mem er hatikan a eka ek kemam uan kognitif.raktikum untuk i wa kela VII di SMPN 2 Bangil. bagaimana cara embelajaran yang membuat i wa elalu aktif dan tertarik untuk mengikuti embelajaran engelom okan bahan yang terma uk larutan a am. Jakarta: Pre ta i Pu taka. Kata kunci: direct intructio n. GARAM) BAGI SISWA KELAS VII SMPN 2 B ANGIL 2009 – 2010 Thohari Agu 2 1 1 SMPN 2 Bangil 2&3 SMPN 2 Rembang Pa uruan 4 Juru an Kimia FMIPA Univer ita geri Malang Daheri 3 Trinil Windayati 4 Dar ono Sigit Ab trak: Pembelajaran IPA (kimia) SMP akan baik. yang belum ernah diajarka n ebelumnya di kela VI SD. Selanjutnya ha il kajian teori oleh eneliti. di u u n dan di elara kan dengan ha il engalaman yang berharga eneliti aat mengikuti lan-do.i wa lain. udah di enuhi Peme rintah melalui eningkatan ke ejahteraan Guru deFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. garam Dalam embangunan na ional. da at dilak anakan dengan cara direct intruction. 9 Oktober 2010 ngan memberikan tunjangan rofe i.guru. afektif dan ikomotorik yang ingin dica ai oleh i wa e uai kom eten i dan tujuan embelajaran yang dihara kan. i wa – dirinya endiri. endidikan diartikan ebagai u aya meningkatkan hark at dan martabat manu ia erta dituntut untuk mengha ilkan kualita manu ia yang lebih tinggi guna menjamin elak anaan dan kelang ungan embangunan. tinggal bagaimana eorang endidik meningkatk an kualita embelajarannya untuk menunjang eningkatan kualita belajar i wa. Jadwal embelajaran IPA (kimia) kla ifika i zat mengenai engelom okan ifat larutan a am. BASA. PENGAJARAN PENGELOMPOKAN BAHAN (ASAM. me ntal mau un emo inya. Pembaharuan kurikulum 2006 yang di e uaikan dengan erkembangan ilmu engetahuan dan teknologi tan a menge am ingkan nilai-nilai luhur o an antun dan etika e rta didukung enyediaan 70     ¡ ¡ ¡           ¡   ¡ ¡                   ¡ ¡             ¡     ¡ ¡   ¡               ¡ ¡ ¡     ¡   ¡             ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡    ¡   ¡ ¡     ¡ ¡         ¡               ¡ ¡             ¡                                    ¡   ¡ ¡ ¡               ¡ ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡             ¡         ¡   ¡           ¡   ¡ ¡       ¡          ¡   ¡ ¡ ¡ ¡         ¡                  ¡ ¡ ¡ i w Ne ¡ ¡       ¡ ¡ . Agar i wa elalu aktif. ba a. ba a dan garam. ba a dan garam.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN STAD ada Mata Pelajaran Sain Untuk Meningkatkan Kemam uan Ber ikir Kriti a Kala V MI Jendral Sudirman Malang.ba a dan garam diajarkan ada awal eme ter ganj il untuk i wa kela VII SMP. Salah atu indikator keberha ilan embelajaran IPA (kimia) SMP adalah i wa elalu akti f. Si wa yang menja wab benar oal te akhir embelajaran ebanyak 85%. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorienta i Kon truktivi tik. guru ebaiknya e lalu memotiva i i wa teru -meneru ecara lang ung. Mengingat materi engelom okan ifat larutan a am ba a dan garam yang meru akan materi baru bagi i wa.ee rogram Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMPN 2 B angil Pa uruan. raktikum. menjela kan bahwa embelajaran engelom okan b ahan yang terma uk larutan a am. karena terjadinya inter-ak i antara: i wa. Trianto. i wa – bah an ajar kimia. kom rehen if baik fi ik.

.

edangkan tujuan embelajaran yang ingin dica a i adalah: 1) Si wa da at menguji berbagai zat yang ber ifat a am dan ba a menggu nakan indikator. ehingga dalam engukuran tingkat keberha ilannya elain dilihat dari egi kuantita juga dari kualita yang telah dilakukan di ekolah. erkembangan i tek emakin marak d ima yarakat. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 ¡ ¡   ¡    ¡     ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡          ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡       ¡   ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡         ¡     ¡ ¡   ¡     ¡       ¡       ¡   ¡     ¡ ¡   ¡ ¡                ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡    ¡           ¡     ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡    ¡ ¡   ¡  ¡     ¡     ¡ ¡ ¡     ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡      ¡   ¡       ¡         ¡             ¡   ¡ ¡      ¡ ¡         ¡   ¡             ¡         ¡                 ¡ ¡ ¡     ¡ ¡         ¡          ¡       ¡ ¡ ¡                 ¡     ¡       . do. Salah atu u aya guru dalam menci takan ua an a kela yang aktif. Do: Kemudian RPP dari ha il di ku i eneliti dengan guru e erta le on tudy yang lain da at di lak anakan (do) oleh guru model eneliti endiri. Kegiatan le on tudy meli uti lan. mau un ik omotorik. da at di eroleh melalui informa i aktual dari eralatan i tek yang canggih. diawali dulu dengan kegiatan lan yaitu di ku i mengenai bagaimana alu r embelajaran dan tujuan embelajaran yang akan dica ai oleh i wa kela VII SM P nantinya dalam bentuk ilabu dan RPP. Untuk embelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melib atkan i wa ecara lang ung. Dengan da ar ter ebut enuli membuat RPP dan enyia an media embelajara n yang merang ang keaktifan i wa dan keberha ilan ro e Kegiatan Pembelajaran ini eneliti catat dan kemudian dibuat kajian teori. ehingga erlu di buat cara embelajaran yang membuat i wa aktif dan tertarik untuk mengikuti embelajaran engelom okan bahan yang t erma uk larutan a am. Langkah-langkah embelajaran y         ¡ ¡   arana dan ra arana yang memadai. Garam) bagi Si wa Kela VII SMPN 2 Bangil Tahun 2009 – 2010. Peneliti menginginkan er e i yang mer ang ang keingintahuan i wa untuk benar-benar mem elajari materi engelom okkan larutan yang ber ifat a am dan ba a dengan memberikan bahan yang udah bia a dik etahui dan digunakan oleh i wa. Tujuan utama embelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah agar i wa me mahami kon e -kon e IPA ecara ederhana dan mam u menggunakan metode ilmiah. maka IPA erlu diajarkan dengan cara yang te at dan da at melibatkan i wa ecara aktif ya itu melalui ro e dan ika ilmiah.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN melalui raktikum dengan bahan-bahan yang udah dikenal dan di akai dalam ehari -hari. Maraknya erkembangan i tek di ebabkan oleh adanya tuntutan manu ia untuk berkembang dan maju dalam berbagai bidang e uai dengan erkembangan zama n. Hal in i da at membantu guru dalam menggerakkan. mental mau un emo i. METODE Peneliti adalah e erta rogram le on tudy yang berlang ung di SMPN2 Bangil Pa uruan.ekolah. 2) Si wa da at mengelom okkan zat yang ber ifat a am dan ba a b erda arkan ercobaan menggunakan indikator. diantaranya mengenai engelom okan ifat larutan a am ba a da n garam yang meru akan materi baru bagi i wa. Pembagian Standar Kom eten i dan Kom eten i Da ar di kela VII tingkat SMP meletakkan Kon e da ar kla ifika i zat ada awa l eme ter ganjil. ekolah. efektif dan menyenangkan dalam embelajaran yakni dengan men ggunakan model embelajaran yang interaktif dan memanfaatkan alat eraga. denga n judul: Direct In truction – Praktikum untuk Pengajaran Pengelom okan Bahan (A am . Agar tujuan ter ebut da at terca ai. elanjutnya dirumu kan. baik a ek kognitif. ma yarakat dan emerintah. ba a dan garam. 3) Si wa da at menyebutkan ciri-ciri zat yang terma uk a am dan ba a dari ercobaan yang dilakukan. Ba a. Plan: Sebelum kegiatan o en cla . afektif. Pada era globali a i. b er ika ilmiah untuk memecahkan ma alah-ma alah yang dihada i dengan lebih menya dari kebe aran dan kekua aan enci ta alam (BSNP. Hal emacam ini ering diabaikan oleh guru karena guru lebih mementingkan ada enca aian tujuan dan target kurikulum. karena mereka belum mengenal teor i kimia di Sekolah da ar. 2006) Pembelajaran IPA memilik i fung i yang fundamental dalam menimbulkan erta mengembangkan kemam uan ber ik ir kriti . om rehen if baik fi ik. kreatif dan inovatif. di u un dan di elara kan dengan englaman berharga eneliti aat mengikuti lan-doee ada Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMPN 2 Bangil. karena endidikan yang dilak anakan edini mu ngkin dan berlang ung eumur hidu menjadi tanggung jawab keluarga. ee . Pembelajaran yang baik adalah ber ifat menyeluruh dalam melak anakannya dan mencaku berbagai a ek. menjela kan gambaran ide dari uatu ma teri. Tuntutan ter ebut.

kemudian m enanyakan ra a larutan ter ebut. ( alah eorang i wi maju dan mencici i ra a la rutan jeruk tadi dan menjawabnya ma am) 71    ¡   ¡ ¡       ¡                 ¡       . melakukan kegiatan a er e i dengan langkah ebagai berikut: Meminta alah atu i wa untuk maju dan mencici i ra a larutan jeruk.ang dilakukan eneliti ebagai berikut ini: Kegiatan Pendahuluan dengan waktu 10 menit.

3. Selanjut nya guru yang menyem urnakannya. Peneliti ebagai guru model. Selanjutnya guru meminta alah atu kelom ok unt uk mem re enta ikan ha il di ku i dan membimbing di ku i kela . 2. Memin ta alah atu i wa untuk menyebutkan ciri-ciri zat a am dan zat ba a ( alah at u i wa me-           ¡ ¡   ¡         ¡     ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡               ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡   ¡               ¡             ¡     ¡ ¡   ¡ ¡     ¡       ¡ ¡     ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡       ¡          ¡   ¡ ¡   ¡  ¡           ¡       ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡   ¡     ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡     ¡       ¡ ¡   ¡           ¡                       ¡ ¡     ¡   ¡     ¡           ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡     ¡             ¡   ¡         ¡     ¡           ¡ . i wa entingnya elajara n.dengan baik. 4. dan menanyakan bagai mana ra a bubuk ter ebut. agar membawa bahan-bahan untuk indikator alami engelom ok an a am dan ba a. Di akhir kegiat an inti guru meminta i wa untuk menyim ulkan ha il elajaran hari ini. (Bila tidak ada yang menj awab maka guru memberikan enjela an bahwa di lingkungan kita ada zat yang ber i fat a am dan ada yang ber ifat ba a). engetahuan dan atau menyajikan informa i keter am ilan taha demi taha Fa e 3 Guru merencanakan dan Membimbing elati. P eneliti ebagai guru model. memberi um an berikan um an b alik balik Fa e 5 Guru mem er ia kan 72 Guru terlebih dahulu membagi i wa dalam kelom ok (4 anggota er kelom ok).be rha il melakukan tuga haman dan mem. informa i latar dan mem er ia kan belakang elajaran. Berikan 3 contoh zat yang ber ifat a am di ekitarmu. Setelah itu guru memberikan enjela an in gkat dengan demon tra i cara menentukan zat a am dan ba a melalui ercobaan laru tan jeruk dan oda ditete kan ada kerta lakmu merah dan biru. ( alah eorang i wi maju dan mencici i ra a larutan j eruk tadi dan menjawabnya ahit) Setelah itu guru memberikan ertanyaan ecara k la ikal. dilanjutkan dengan kegiatan reflek i. Sebutkan 2 Ciri-ciri zat yang ber ifat a am. mengemukaan bahwa: Pada embelajaran materi kla ifik a i zat menggunakan model embelajaran Direct Intruction ( embelajaran lang ung) dengan intak ebagai berikut: Sintak Model engajaran lang ung di ajikan dala m 5 (lima) taha . dari jawaban teman kalian. untuk menyam aikan engalaman eneliti ebagai guru model. Pada akhir kegiatan. Menj ela kan ecara ingkat cara kerja LKS. mengamati i wa teru meneru . am ai eluruh tujuan embelajaran atu er atu da at terca ai. Fa e 2 Guru mendemon tra ikan Mendemon tra ikan keteram ilan dengan benar. Si wa duduk dalam kelom ok ma ing-ma ing dan ber ia mengerjakan tuga nya. Kemudian guru menjela kan tujuan belajar hari ini. Kegiatan inti. direncanakan 55 menit. Guru memotiva i i wa . menga a ada ra a berbeda a am dan ahit? Zat a a yang dikandung 2 larutan tadi ? Dihara kan ada i wa yang menjawab karena 2 larutan ter ebut memiliki kandungan zat yang berbeda. diberikan ke em atan ertama. denga n memberikan 4 oal yaitu: 1.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Meminta i wa lain untuk maju dan mencici i bubuk oda kue. ekaligu membe rikan rambu-rambu eringatan dalam ek erimen nanti. Guru membagikan LKS dan erangkat raktikum. Sebutkan 2 Ciri-ciri zat yang ber ifat ba a. Kemudian guru memberikan enghargaan ada kelom ok yang memiliki kinerja yang aling bagu . membimbing i wa dalam kelom ok ambil memerik a kelengka an raktikum di etia kelom ok. guru member i tuga ke ada i wa. Ketua kelom ok mengambil erangkat raktikum d an etia anggota aktif melakukan ercobaan dan mencatat ha il di tabel engamat an. Berik an 3 contoh zat yang ber ifat ba a di ekitarmu.memberi bimbingan elatihan han awal Fa e 4 Mencek a akah i wa telah Mengecek ema. Kegiatan enutu 15 menit dengan mereflek i kembali kegiatan embelajaran. Sintak Direct Intru ction Fa e Peran Guru Fa e 1 Guru menjela kan tujuan Menyam aikan tujuan embelajaran. membimbing. ( i wa mem erhatikan dan me ncatat informa i yang di erlukan). See: Setelah o en cla elama 2 jam elajaran ( 2 x 40 menit ). dengan taha -taha ebagai berikut: nyebutkan ciri-ciri zat a am dan zat ba a dari ha il raktikum). e erti ditunjukkan ada Tabel 1. Setelah guru mengetahui bebera a kelom ok yang tela h mengerjakan LKS dengan benar. (Salah atu kelo m ok mem re enta ikan ha ilnya dengan menem elkan ha il kerja di ku inya). mem er ia kan i wa untuk belajar. Tabel 1.

9 Oktober 2010 .FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

ehingga dia lebih banyak diam dan hanya e ekali aja dia ikut menete kan bahan ke kerta lakmu . maka tem at berdiri guru haru di erhatikan agar emua i wa bi a mem erhatika n enjela an materi dan cara emakaian alat. ehingga bi a melakukan raktikum tan a hambatan. model direct in truction angat te at digu nakan untuk menanamkan kon e engelom okkan larutan yang ber ifat a am dan ba a . da at diambil ke im ulan bahwa: Sebaiknya ebelum melakukan embelajaran eorang guru memikirkan terlebih dahulu. dari 9 kelom ok hanya 2 (yai tu kelom ok 3 dan 9) kelom ok yang belum bi a bekerja ama karena. Reflek i: Dari catatan engamatan. Dari engamatan ter ebut da at diartikan bahwa dalam embentukan kel om ok erlu di erhatikan keheterogenan anggota. HASIL DAN PEMBAHASAN Berda ar intak direct intruction dalam embelajaran kali ini mem eroleh catatan dari engamatan ara ob erver yaitu. d iantaranya tidak memiliki kerta lakmu . mi alnya bunga-bunga yang ada d i ekitar ekolah. bagaimana karakter materi elajaran yang akan di am a ikan dan media yang digunakan da at menanamkan kon e elajaran ataukah tidak. Perlu dibuat tuga di etia kerja kelom ok agar tidak terFMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. maka di arankan aat raktikum bahan tidak dicici kan t erhada i wa. 2. bila kondi i jumlah i wa terlalu banyak (> 25) .enjela an awal lata r belakang mem elajari materi larutan a am. Berkait an dengan keaktifan dan keberha ilan belajar i wa: Ob erver menjela kan bahwa k elom ok belajar i wa yang aktif berinterak i e ama anggota ebanyak 80%. ba a dan garam. Berkaitan dengan keaktifan kerja ke lom ok: Menurut engamatan ara ob erver. dengan ela tihan lanjutan dan erhatian khu u ada enera an enera an ke ada itua i lebi h kom lek dan kehidu an ehari-hari. a a ebenarnya tujuan yan g akan dica ai oleh i wa. ehingga erlu diberi enjela an. ada atu i wa yang tidak mem erhati kan aat temannya melakukan ercobaan. walau un demikian aat evalua i. Karena bahan kimia ada yang membahay akan bagi tubuh manu ia. karena lakmu biru angat eka dengan kondi i ruang an. Di kelom ok 3 ter ebut terdiri 3 i wa dengan kom o i i 2 i wi dan 1 i wa. i wa ter ebut da at mengerjakan de ngan benar. dan erlu dijela kan cara menyim ulkan etelah di eroleh data engamatan.raktikum untuk i wa kela VII di SMPN 2 Bangil. bi a dimanfaatkan dengan embanding larutan NaOH untuk yang b a a dan HCl untuk yang a am. dan bimbingan melaku kan raktikum dengan didemon tra ikan cara menete kan cairan bahan ke kerta lak mu . Pemakaian indikator ebaiknya yang alami. Ma ukan do en en dam ing le on tudy 1. 9 Oktober 2010 jadi overlab erorangan/kerja individual dalam kegiatan raktikum. dengan 10 indikator berikut (dalam Nurman. di ku i dan ma ukan dari do en endam ing di ata . A danya um an balik untuk merang ang i wa aktif aat melakukan di ku i dan yang angat erlu di erhatikan adalah. Kerta lakmu biru ya ng digunakan raktikum diu ahakan yang belum terkontamina i dengan bahan agar an ak bi a mem erhatikan warna yang berubah aat ditete i dengan bahan yang mengand ung larutan a am. Berkaitan dengan elak anaan direct in truction yang di adukan dengan raktikum didalamnya: ob erver menjela kan bahwa embelajaran engelom o kan bahan yang terma uk larutan a am. Penyim anan dan eletakan lakmu biru ebaiknya di ata ua amoniak agar teta biru. dengan ala an. embuatan LKS udah bi a membuat i wa untuk berinterak i dengan kelom oknya. 2009). da at dilak anakan dengan cara direct intruction. Berkaitan den gan enggunaan alat dan emakaian bahan raktikum: Pemberian label bahan haru d i er ia kan ebelumnya. karena dia tidak menda atkan tuga dari k elom oknya. agar tidak terjadi minder atau m alu karena tidak ada “teman“. ehingga kemungk inan be ar i wa ini mera a minder dan malu untuk berdi ku i karena 2 temannya erem uan. 3. ehingga hal ter ebut kembali ada kemam uan aedagogik eorang endidik. Materi kla ifika i zat untuk i wa kela VII ma ih belum ernah mengenal elajaran kimia. ba a dan garam.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Memberikan ke em atan melakukan ke em atan untuk elatihan lanjutan. 1) mengua ai karakteri tik e erta di     ¡     ¡       ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡             ¡ ¡         ¡ ¡             ¡   ¡ ¡   ¡       ¡                               ¡         ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡     ¡           ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡             ¡     ¡                     ¡       ¡   ¡   ¡ ¡     ¡                 ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡   ¡     ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡               ¡ ¡               ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡     ¡             ¡ ¡ ¡                   ¡ ¡     ¡             ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡           ¡ ¡     ¡    ¡ ¡   ¡     ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡   . Si wa yang menjawab benar oal te akhir embelajaran ebanyak 85%. Di kelom ok 9. agar ro e raktikum lebih ce at. ehingga ebagian be ar dari kelom ok u dah terjadi ro e di ku i dan kerja ama yang baik.

dik dan a ek fi ik. moral. 73   ¡  .

di arankan guru IPA (kimia) terma uk eneliti endiri ebagai eorang en didik da at memahami dan meningkatkan kema uan rofe inya ebagai guru. KESIMPULAN Penyam aian materi kla ifika i zat untuk kon e engelom okkan laruran a am dan larutan ba a dengan menggunakan Model Pembelajaran Direct In truction dan Prakti kum bi a memotiva i belajar i wa kela VII di SMPN 2 Bangil. 10). Michael Purba. 7) berkomunika i ecara efektif. La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMP Darut Tauhid Bangil . Malang : Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM Dar ono Sigit. Malang : Koordinator Lokal (LC) JICA FMIPA UM. em erik. Brow e > Home/ o ting 12 Se tember 2009. 2006. Dar ono Sigit. diak e tanggal 23 Se tember 20 10. Dar ono Sigit. Jakarta : Erlangga. Kanreguru 2009.. Nurm an. Bandung : Pu at Pengembangan dan Pemberdayaan dan T enaga Pendidikan IPA. Brow e > Home/ o ting 8 Se tember 2009 . Nurul Kamilati. 6) memfa ilita i engembangan oten i e erta didik untuk men gaktuali a ikan berbagai oten i yang dimiliki. erlu dilanjutkan dengan kegiatan enelitian untuk melihat embelajaran Direct In tru ction ini da at meningkatkan re ta i belajar i wa dan da at meningkatkan kuali ta embelajaran ada umumnya. 3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata elajaran yang diam u. La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTEMS JI CA Home Ba e MT N Bangil . ba a dan g aram. La oran Kegiatan MG MP Le on Study SISTTEMS JICA Home Ba e SMPN 2 Bangil .raktikum untuk i wa ke la VII di SMPN 2 Bangil. 9 Oktober 2010 74     ¡                       ¡ ¡ ¡   ¡       ¡      ¡       ¡ ¡       ¡       ¡          ¡ ¡       ¡          ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡      ¡ ¡           ¡ ¡     ¡ ¡           ¡ ¡ ¡   ¡     ¡     ¡     ¡     ¡   ¡ ¡        ¡     ¡   ¡   ¡         ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡   ¡       ¡       ¡       ¡ ¡       ¡ ¡ ¡           ¡       ¡ ¡ ¡                   ¡ ¡ ¡        ¡ ¡ ¡   ¡     ¡   ¡   ¡    ¡ . melakukan tindakan reflektif untuk ke entinga n kualita ebelajaran Kegiatan le on tudy yang meli uti lan-do ee. 2006. Kimia SMP Kela VII. Model Pengajaran Lang ung (Direct In truct ion). emo ional.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN iritual. 9) memanfaatkan ha il enilaian dan evalua i un tuk ke entingan embelajaran. da at dilak anakan dengan cara direct in truction. 2009c. Malang : Koordinator Lok al (LC) JICA FMIPA UM. DAFTAR RUJUKAN BSNP. Hal ini ditunjukk an dengan 80 % kelom ok yang dibentuk bi a mengelom okkan kedua jeni larutan te r ebut dan 85 % i wa bi a menjawab ertanyaan evalua i. La oran Pendam ingan Pelak anaan Le on Study Pelita-Jica Home Ba e SMPN1 Bangil Pa uruan 10 Oktober 2009 . 2009b. 8) menyelenggarakan enilaian dan eva lua i. La oran Kegiatan MGMP Le on Study SISTTE MS JICA Home Ba e SMP Muhammadiyah 2 Bangil . 2007. 2) mengua ai teori bela jar dan riin i . 5) memanfaatkan teknologi informa i dan komunika i untuk ke enti ngan embelajaran. dan intelektual. De artemen Pendidikan Na ional. Si wa yang menjawab benar oal te akhir embelajaran eba nyak 85%. o ial. dan bi a memu uk k erja ama antar individu melalui kerja kelom ok aat raktikum. 2009d. Kebumen: Yudi tira. Standart Kom eten i dan Kom eten i Da ar Tingkat SMP dan MT Mata Pelajaran I P A: Jakarta. 2009a. ro e dan ha il belajar. IPA Kimia untuk SMP Kela VII. Pengembangan Profe ional Guru. 4) menyelenggarakan embelajaran yang mendidik. Kelom ok belajar i wa yang aktif berinterak i e ama anggota ebanyak 80%. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 2009e. diak e tanggal 23 Se tember 2010. 2009. Malang : Koordinator Lokal (LC) JI CA FMIPA UM Dar ono Sigit. dan antun dengan e erta didik. Standart Kom eten i dan Kom eten i Da ar T ingkat SMP dan MT : Jakarta. 2006. e erti 10 indikator kemam uan edagogi guru yang tercantum dalam enjela an UU No. kultural. Kualita embelajaran tergantung dari kreativita guru. Keberha ilan ini. 2006. Malang : Koordinator Lokal (LC ) JICA FMIPA UM. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Do en. menjela k an bahwa embelajaran engelom okan bahan yang terma uk larutan a am.rin i embelajaran yang mendidik. Dar ono Sigit. Indrawati dan Sohib M. Model Pembelajaran Ter adu untuk Guru SMP dan SMA.

.

Namun demikian i wa telah mam u memahami a a yang dimak ud atom. Pembelajaran dilakukan ada i wa kela VIII C SMP Negeri 3 N guling tahun elajaran 2010/2011. Cara mengajar eorang guru angat ber engaruh terhada ha il belajar i wa. Dari ha il e mbelajaran dengan menggunakan bola-bola la tik yang berwarna warni di eroleh ba hwa i wa mam u merangkai bola-bola la tik menjadi model molekul.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENGGUNAAN MEDIA BOLA PLASTIK DALAM PEMBELAJARAN KONSEP ATOM DAN MOLEKUL Tuti I maniyah SMP Negeri 3 Nguling Kabu aten Pa uruan Ab trak: Dalam kegiatan ro e belajar mengajar guru haru da at melayani etia i wa ehingga tujuan embelajaran da at terca ai e uai indikator. dan mera a tertarik guru menggunakan Lembar Kegiatan Si wa (LKS) dengan warna -warna ada gambar atom. Dengan kemam uan i wa yang demikian guru dalam ro e belajar mengajarnya haru andai memilih metode. Peng gunaan media belajar angatlah di erlukan untuk i wa dengan kemam uan kurang da n edang ter ebut. media belajar. Penggunaan media embelajaran yang te at akan menjadikan i wa tertarik dan tidak bo an ehingga da at dengan mudah memahami materi elajaran. 9 Oktober 2010   Si wa yang belajar di SMP Negeri 3 Nguling rata-rata memiliki kemam uan edang d engan da ar ha il UASBN SD. Melihat kemam uan i wa yang demikian. Dalam kegiatan ro e belajar mengajar antara guru dan i wa haru terjadi interak i dua arah di mana antara keduanya terjadi komunika i (tran fer) yang inten dan t erarah menuju ada uatu target yang telah diteta kan ebelumnya. maka guru haru ber ikir ba gaimana i wa da at memahami materi elajaran dengan lebih mudah dan i wa yang demikian lebih banyak menggunakan indera mata untuk da at lebih memahami materi ajar. Hal ini menunjukkan bahwa enggunaan media emb elajaran beru a bola-bola la tik kecil angatlah efektif dalam menanamkan kon e atom dan molekul. dan molekul erta menggunakan bola la tik kecil warnawarni untuk menggambarkan atom. Namun kadangkala guru belum bi a memilih metode. Dari engalaman elama mengajar di SMP Negeri 3 Nguling. ha il belajar Dalam ro e belajar mengajar eorang guru haru da at melayani etia i wa eh ingga tujuan embelajaran da at terca ai e uai indikator. endekatan atau media embelajaran yang e uai ehin gga ha il belajar i wa ma ih jauh dari yang dihara kan atau tidak terca ainya i ndikator embelajaran ebagai target keberha ilan i wa. dan molekul enyawa. Dalam men gajar un ur yang enting yaitu merang ang erta mengarahkan i wa belajar. Untuk itu guru dihara kan menggunakan media agar i wanya tertarik dan tidak bo an ehingga da at dengan mudah memahami materi elajaran. Dengan demikian. Kata kunci: guru yang efektif. endekatan atau un enggunaan media belajar. Di dalam terja dinya interak i ter ebut guru kadang membutuhkan arana agar da at menca ai tuju an. ternyata i wa SMP Ne75 ¡   ¡         ¡ ¡       ¡       ¡     ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡             ¡         ¡ ¡ ¡             ¡     ¡     ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡   ¡       ¡ ¡     ¡         ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡   ¡ ¡   ¡           ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡                   ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡       ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡     ¡   ¡           ¡             ¡ ¡               ¡ . maka g uru haru menye uaikan metode. molekul un ur dan molekul enyawa. mol ekul un ur. Di SMP Negeri 3 Nguling i wa lebih banyak memiliki kemam uan belajar yang kuran g dan edang. Agar i wa memahami dengan mudah materi elajaran mengenai atom dan moleku l. Si wa da at belajar denga n baik a abila i wa da at mem elajari a a yang eharu nya di elajari. Dalam membuat model molekul ter ebut i wa ada yang benar teta i ada juga yang alah atau kur ang benar. endekatan atau media embel ajaran ehingga embelajaran berjalan efektif dan efi ien. Agar tujuan embelajaran da at terca ai guru haru andai memilih metode dan media embelaj aran yang te at. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

dan keteram ilan ke ada i wa. (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Hal ini a ngat ber engaruh terhada ro e belajar mengajar di kela . ika . Mengajar ada hakikatnya tidak lebih dari ekedar menolong ara i wa untuk mem eroleh engetahuan. Dalam embel ajaran ter ebut menurut Clement & Batti ta (2001). di rumah jarang belajar dengan mengandal kan belajar di ekolah. (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN geri 3 Nguling mayorita mala membaca. (4) adanya enghargaan dalam FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. kon e . (3) Si wa aktif mengkon truk i teru -meneru . fi ika. 19 88:30) dalam Trianto (2009:17). (3) ad anya hara an dan citacita ma a de an.i wa yang edang belajar untuk mengadakan erubahan tingkah laku ada umumnya dengan bebera a indikator atau un ur yang mendukung. 9 Oktober 2010 Dalam embelajaran eorang guru ada umumnya ma ih ber ifat atu arah dengan men tran fer dan memberikan kon e -kon e ecara lang ung ke ada i wa. Hakikat motiva i belajar adalah dorongan intern al dan ek ternal ada i wa. (2) Pengetahuan tidak da at di indahkan dari guru ke i wa. Pembelajaran hanya ekedar enyam aian fakta. Hal itu mem unyai eranan be ar dalam keberha ilan e eorang dalam belajar. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Motiva i dan belajar meru akan dua hal yang aling memengaruhi. dan (3) diberikan latihan oal. Indi kator motiva i belajar da at dikla ifika ikan ebagai berikut: (1) adanya ha rat dan keinginan berha il. Belajar adalah erubahan tingkah laku ecara relatif ermanen dan ecara oten ial terjadi ebag ai ha il dari raktik atau enguatan (reinforced ractice) yang dilanda i tujuan untuk menca ai tujuan tertentu.oal. Dalam embelajaran dengan enanaman kon e atom dan molekul digunakan media beru a bol a-bola la tik kecil berwarna-warni yang bertujuan mem ermudah emahaman i wa t erhada kon e atom dan molekul dan dihara kan i wa da at membedakan molekul un ur dan molekul enyawa dengan benar. baik ecara er onal mau un ecara o ial. Guru haru memiliki ke abaran cuku tinggi untuk melayani i wa dan etia i wa memiliki gaya belaj ar berbeda. Teta i dalam andangan ko n truktivi me hal ter ebut angat bertolak belakang karena dalam kontruktivi me menurut Su arno (1997) adalah ebagai berikut: (1) Pengetahuan dibangun endiri oleh i wa. Seorang guru yang memiliki kemam uan menga jar yang baik belum tentu da at membuat i wa belajar dengan baik. kecuali hanya dengan keaktifan i wa menalar. (4) Guru ber eran ebagai fa ilitator menyediakan arana dan it ua i agar ro e kon truk i engetahuan i wa berjalan mulu . keteram ilan. alat/media embela jaran u aya embelajaran di kela da at berjalan e uai yang dihara kan. untuk itu eo rang guru haru memiliki ke adaran yang tinggi dimana ada u aha adar dalam memb elajarkan i wanya untuk menca ai ha il belajar yang dihara kan e uai indikator keterca aian. 2006:23). erta ide dan a re ia i yang menjuru ke ada erubahan tingkah laku dan ertumbuhan i wa (Subiyanto. k imia) dan dalam engajarannya elama ini ter atri kebia aan dengan urutan ajian embelajaran ebagai berikut: (1) diajarkan teori/teorema/defini i. dan (6) adanya lingkung an belajar yang kondu if. Kemam uan i wa ratarata edang bahkan banyak yang kemam uannya kurang atau i wa yang unya kemauan belajar dengan kemam uan yang angat kurang. MOTIVASI BELAJAR belajar. Soedjadi (2000) menyatakan bahwa dalam kurikulu m ekolah di Indone ia terutama ada mata elajaran ek ak (matematika. i wa ecara a if “menyera ” ruktur engetahuan yang diberikan guru atau yang terda at dalam buku elajaran. ehingga memungkinkan e eorang i wa da at belajar de ngan baik (Hamzah. Si wa belajar materi ( enge     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡               ¡ ¡   ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡         ¡         ¡               ¡ ¡   ¡     ¡       ¡       ¡ ¡   ¡       ¡   ¡ ¡   ¡       ¡     ¡                             ¡ ¡   ¡           ¡         ¡         ¡ ¡ ¡         ¡ ¡       ¡     ¡   ¡     ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡                     ¡         ¡           ¡   ¡     ¡         ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡       ¡       ¡ ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡             ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡     ¡ ¡   ¡ ¡               ¡     ¡   ¡ t . Bila diberi tuga banyak i wa yang mengerjakan di ekol ah. Si tem embelajara n dalam andangan kon truktivi menurut Hudojo (1998) mem unyai ciriciri ebagai berikut: (1) Si wa terlibat aktif dalam belajarnya. Senada dengan itu. rin i . (2) diberik an contoh-contoh. Dengan demikian guru haru andai memilih metode. ehingga elalu terjadi erubahan kon e ilmiah.

tahuan) ecara bermakna dengan bekerja dan ber ikir, (2) informa i baru haru di kaitkan dengan informa i ebelumnya ehingga menyatu dengan kemata yang dimilik i i wa. Selain i tem embelajaran, dalam andangan kon truktivi di erlukan e nyediaan lingkungan belajar yang kon truktif. Ma ih menurut Hudojo (1998) adalah lingkunan belajar yang, (1) Menyediakan engalaman belajar yang mengaitkan eng etahuan baru dengan engetahuan yang telah dimiliki i wa ehingga belajar meru akan ro e embentukan engetahuan, (2) Menyediakan berbagai alternatif engala man belajar, (3) Mengintegra ikan embelajaran dengan itua i 76

¡

¡

 

¡

¡

¡

 

 

 

 

 

 

   

 

 

¡

¡

¡

 

 

¡

 

¡     ¡

¡

   

¡    

 

¡

   

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN reali tik dan relevan dengan melibatkan engalaman konkret, (4) Mengintegra ikan embelajaran yang memungkinkan terjadinya interak i dan kerja ama antara i wa , 5) Memanfaatkan berbagai media agar embelajarlan lebih menarik, dan 6) meliba tkan i wa ecara emo ional dan o ial. Menurut tim Pembina Mata kuliah Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1998) dalam Lince (2001:42) yang ekarang menj adi UNESA , bahwa efi ien i dan keefektifan mengajar dalam ro e interak i bela jar yang baik adalah egala daya u aya guru untuk membantu ara i wa agar bi a belajar dengan baik. Menurut Soemo a mito (1988:119) uatu embelajaran dikataka n efektif a abila memenuhi er yaratan utama keefektifan engajaran, yaitu: (1) Pre enta i waktu belajar i wa yang tinggi dicurahkan terhada KBM, (2) Rata-rat a erilaku melak anakan tuga yang tinggi di antara i wa, (3) Keteta an antara kandungan materi ajaran dengan kemam uan i wa (orienta i keberha ilan belajar) diutamakan, dan (4) Mengembangkan ua ana belajar yang akrab dan o itif, mengem bangkan truktur kela yang mendukung butir 2 tan a mengabaikan butir 4. Ma ih m enurut Soemo a mito (1988:119) bahwa guru yang efektif adalah guru yang menemuka n cara dan elalu beru aha agar anak didiknya terlibat ecara te at dalam uatu mata elajaran dengan re enta i waktu belajar akademi yang tinggi dan elajara n berjalan tan a menggunakan teknik yang memak a, negatif atau hukuman. Selain i tu, guru yang efektif menurut Kardi dan Nur (2000:5) adalah orang-orang yang men jalin hubungan im atik dengan ara i wa, menci takan lingkungan kela yang men ga uh, enuh erhatian, memiliki autu ra a cinta belajar, mengua ai e enuhnya bidang tudi mereka dan da at memotiva i i wa untuk bekerja tidak ekedar menca ai uatu re ta i namun juga menjadi anggota ma yarakat yang enga ih. MEDIA PEMBELAJARAN

  ¡     ¡   ¡ ¡

Menurut Wina Sanjaya (2006), bahwa ro e embelajaran meru akan ro e komunika i. Dalam uatu ro e komunika i elalu melibatkan tiga kom onen okok, yaitu k om onen engirim e an (guru), kom onen enerima e an ( i wa), dan kom onen e an itu endiri yang bia anya beru a materi elajaran. Kadang-kadang dalam ro e embelajaran terjadi kegagalan komunika i. Artinya materi elajaran atau e an yang di am aikan guru tidak da at diterima oleh i wa dengan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010

   

o timal, artinya tidak eluruh materi elajaran da at di ahami dengan baik oleh i wa, lebih arah lagi i wa ebagai enerima e an alah menangka i i e an y ang di am aikan. Untuk menghindari emua itu, maka guru da at menyu un trategi embelajaran dengan memanfaatkan media dan umber belajar. Media embelajaran me nurut Ro i dan Breidle (1996:3) bahwa media embelajaran adalah eluruh alat da n bahan yang da at di akai untuk menca ai tujuan endidikan e erti radio, telev i i, buku, koran, majalah, dan ebagainya. Kemudian menurut Gerlach ecara umum media itu meli uti orang, bahan, eralatan, atau kegiatan yang menci takan kondi i yang memungkinkan i wa mem eroleh engetahuan, keteram ilan, dan ika . Medi a embelajaran yang digunakan dalam ro e belajar mengajar memiliki fung i dan ber eran untuk: (1) Menangka uatu obyek atau eri tiwa- eri tiwa tertentu, (2) Memani ula i keadaan, eri tiwa, atau obyek tertentu, dan (3) Menambah gairah d an motiva i i wa. Selain fung i dan erannya, dalam enggunaan media embelajar an ada ejumlah rin i yang haru di erhatikan, diantaranya: (1) Media yang aka n digunakan oleh guru haru e uai dan diarahkan untuk menca ai tujuan embelaja ran bukan untuk media hiburan, atau emata-mata dimanfaatkan untuk mem ermudah g uru menyam aikan materi, akan teta i benarbenar untuk membantu i wa belajar e uai dengan tujuan yang ingin dica ai, (2) Media yang akan digunakan haru e uai dengan materi embelajaran, (3) Media embelajaran haru e uai dengan minat, k ebutuhan, dan kondi i i wa, (4) Media yang digunakan haru memerhatikan efektif ita dan efi ien, dan (5) Media yang digunakan haru e uai dengan kemam uan gur u dalam mengo era ikannya. PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

         

     

      ¡   ¡

 

 

  ¡

¡

¡

¡    

¡

   

¡

¡

 

¡

¡  

 

  ¡  

   

       

¡

 

  ¡

   

¡

¡

 

¡

¡  

 

¡

             

¡

    ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

 

 

   

 

 

 

¡

 

  ¡

 

   

  ¡ ¡

¡

¡

 

¡

¡

 

¡

   

              ¡

 

¡

¡    

   

 

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

   

¡ ¡

 

    ¡

¡

¡

 

¡ ¡     ¡

    ¡   ¡ ¡

 

 

 

 

      ¡

     

¡

¡

      ¡

     

¡

 

 

     

   

 

¡

¡  

¡  

       

  ¡     ¡

¡

¡  

 

 

   

¡           ¡

¡

¡

   

¡

¡

¡

¡

¡  

   

¡

 

¡

¡

¡  

  

¡  

 

 

  ¡

      ¡

 

¡

 

 

 

¡ ¡

 

    ¡

¡

¡

 

¡ ¡

 

 

¡ ¡

Pelak anaan embelajaran diawali i wa mengerjakan Lembar Kegiatan Si wa (LKS) u ntuk memahami kon e atom, ion dan molekul. Dalam mengerjakan LKS, i wa belajar berkelom ok dengan cara berdi ku i. Pertanyaan dalam LKS dijawab dalam kelom ok kemudian didi ku ikan ecara kla ikal dengan bimbingan guru. Pertanyaan dijawab dengan cara mengerjakan atu oal kemudian lang ung dibaha . Setelah itu dilanj utkan dengan mengerjakan oal berikutnya dan lang ung 77

¡

     

 

   

   

       

   

 

¡  

   

¡

¡

 

Waktu berikutnya wakil dari ma ing-ma ing k elom ok membawa model molekul yang dibuat ke de an kela untuk di erlihatkan ke ada emua FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. maka g uru egera membenarkan. Menin gkatkan ha il belajar i wa. Hal ini menunjukkan bahwa i wa telah memahami a a yang telah mere ka elajari. Dengan menggunakan bola-bola la tik kecil berwarna warni ebagai m edia embelajaran. Pada kegiatan at u bertujuan membedakan atom. 5. begitu eteru nya hingga ertanyaan ele ai dijawab emua. Dalam menjawab ertanyaan dilakukan kegiatan demi kegiatan. Untuk mem erkuat emahaman i wa. Ternyata ertanyaan yang diajukan guru da at dijawab den gan benar oleh i wa yang ditunjuk terutama i wa yang berkemam uan kurang dan edang. 2. tam ak bahwa i wa angat aktif dan mera a enang ekali dengan gambar-gam bar model atom dan molekul yang berwarna. Setelah embaha an oin B ini. Begitu ula aat guru memberikan bola la tik berukuran kecil ebagai alat untuk membuat model molekul untuk menguji emahaman i wa dalam ro e belajar mengajar. yaitu defini i ion. Dari a a yang telah dilakukan guru elama ro e belajar mengajar berlang ung. Selanjutnya i wa diminta un tuk menunjukkan model molekul enyawa dan bila ada i wa yang juga alah. Dalam menjawab oin A mengenai defini i molekul u n ur dan molekul enyawa emua kelom ok da at menjawab dengan benar dengan waktu yang dibutuhkan 10 menit. 3. Sebelum membuat mod el molekul guru menunjukkan contoh model molekul dan cara membuatnya ehingga i wa mengerti a a yang haru dilakukan. Dari e uluh kelom ok yang da at menjawab hanya at u kelom ok. Sele ai men jawab kegiatan atu. Membuat i wa mera a tertarik dan tidak bo an dalam embelajaran. guru memberi enguatan (reinforcement) dengan m enunjukkan model molekul dan meminta i wa untuk menjawab jumlah atom yang menyu un model molekul ter ebut. Pembaha an kegiatan atu ini membu tuhkan waktu 15 menit. Dari 10 kelom ok yang maju ternyata ada 2 kelom ok yang alah menyu un. Pembaha an dilanjutkan ke oin B dengan waktu yang dibut uhkan 10 menit dengan menuli kan jumlah ma ing-ma ing atom yang menyu un molekul . Pelak anaa n oin C membutuhkan waktu 20 menit. Meningkatkan emahaman i wa denga n lebih ce at. Dalam kegiatan ini. Tia -tia kelom ok mengerjakan atu oal dengan alat dan bahan yang telah di ediakan guru. Meningkatkan kreatifita guru dalam menggunakan media embelajaran.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dibaha . dilanjutkan ada kegiatan dua dengan tujuan membedakan mole kul un ur dan molekul enyawa. Dalam oin C i wa diminta untuk membuat model molek ul dengan menggunakan bola-bola la tik yang berwarna warni. A abila ada i wa yang alah menunj ukkan model molekul un ur. 4. K elom ok yang alah menyu un ter ebut diberi engarahan kemudian diminta untuk me mbetulkan dan ditunjukkan kembali di de an kela . Dengan metode dan alat/media embelajaran yang te at akan m   ¡ ¡ ¡   ¡       ¡   ¡             ¡                   ¡   ¡                           ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡       ¡     ¡         ¡ ¡             ¡ ¡     ¡     ¡       ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡         ¡         ¡ ¡       ¡ ¡ ¡               ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡           ¡ ¡               ¡ ¡                                 ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡         ¡               ¡ ¡ ¡           ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡     ¡     ¡   ¡         ¡   ¡       ¡ . i wa mera a ke ulitan dalam menjawab oin A. guru egera membenarkan. Kelom ok yang lain udah benar dalam arti mereka aham dan mengerti. ion dan molekul. 9 Oktober 2010 i wa. Guru menunjukkan model atom/molekul un ur/molekul enyawa dan i wa diminta untuk menjawab e uai model yang ditunjukkan guru. Bila terda a t i wa yang belum aham aat itu. Dalam oin C ini i wa tam ak begitu antu ia dan begitu enang membuat model molekul yang ditam akkan dengan kerja ama yang baik ehingga model molekul yang dibuat ce at ele ai. Dengan bola-bola la tik kecil ter nyata i wa da at membuat model molekul e uai dengan oal yang diberikan ke ada kelom oknya. Kegiatan elanjutnya meru akan enguatan (reinforcement) terhada a a yang telah mereka elajari. Dari engamatan ter ebut maka guru lang ung membaha ecara kla ikal dengan membimbing i wa agar aham dan da at menjawab dengan benar. Membuat daya ingat i wa lebih lama terhada ha il embelajara n. KESIMPULAN Dalam ro e belajar mengajar eorang guru haru andai memilih metode dan alat/ media embelajaran. maka guru lang ung menjela kan ecara kla ika l. maka dihara kan da at : 1. guru meminta etia i wa menunjukkan atom dengan menggunakan bola yang ada. Kemudian i wa diminta lagi untuk menunjukkan model molekul un ur.

Selain itu guru haru lebih abar da78   ¡           ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ . Guru ebaiknya belajar memilih metode dan alat/media embelajaran yang te at ebelum mengajar di kela .am u menjadikan ro e belajar mengajar yang efektif ehingga i wa da at belaja r dengan baik dan memahami materi ajar dengan baik ula.

T eori Motiva i dan Pengukurannnya. Hamzah. Jakarta : Kencana. Jakarta: Ar-Ruzz Media Uno. Jakarta : Pre ta i Pu taka mam uan kurang dan edang.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN lam melayani i wa terutama i wa dengan keDAFTAR RUJUKAN Baharudin & Wahyuni. W. Jakarta : PT Bumi Ak ara Trianto. Sanjaya. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010 79                               ¡   . 2 007. ModelModel Pembelajaran Inovatif Berorienta i Kon truktivi tik. Teori Belajar dan Pembelajaran. 2006. 2007. Strategi Pembelajaran Berorienta i Standar Pro e Pendidikan. 2006.

ua ana belajar.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENERAPAN STUDENT CENTER LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANCE SISWA DALAM PRA KTIKUM LAJU REAKSI MELALUI LESSON STUDY DI MAN MODEL BANGKALAN Utiya Azizah Sri Wahyuni Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Surabaya. Di i i lain. dan kondi i luar). (2) Ada eningkatan erformance i wa ecara kla i kal dari nilai 81. men trukturnya kembali dan mengintegra ikannya dengan engetahuan yang dimili kinya. Performance. bahw a keberha ilan belajar i wa di engaruhi oleh bebera a faktor yang terdiri dari faktor dalam (kecerda an. koo eratif dan interak i i wa dengan guru dan erangkat embel ajaran lebih baik dari ada ertemuan I. guru un haru elalu melakukan inova i-inova i dalam embelajaran agar men gha ilkan i wa yang berkualita . Agar engetahuan yang diberikan ke adanya da a t bermakna. Kam u UNESA Ketintang Gedung C 3. aktif. Dari enda at ter ebut. maka i wa endirilah yang haru mem ro e informa i yang diterimany a. yang dikenal ebagai emikiran kon truktivi me. Kunci erubahan ter ebut terda at ada emikiran bahwa i wa ecara akt if membentuk engetahuannya endiri.24 ( ertemuan II) dengan kategori angat baik. ikomotor dan afektif akan berkembang. dan minat) dan fakto r luar (model enyajian materi. Kata kunci: Student center learn ing. erta mam u belajar be yond the cla room. 9 Oktober 2010 ebagai ubyek yang aktif dan mandiri. kom ete n i guru. bakat. kemauan belajar. dari engajar menjadi mitra embelajaran mau un ebagai fa ilitator (fro m mentor in the center to guide on the ide).11 ( ertemuan I) dengan kategori angat baik. Student Center learning (SCL) meru akan trategi embelajaran yang menem atkan i wa FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. De ain enelitian ini adalah The One Shot Ca e Study yang di anali i ecara de kri ti f kuantitatif dengan menera kan Le on Study di kela XI IPA-2 eme ter 1. jela faktor guru meru akan alah atu faktor yang ikut menentukan keberha ilan belajar i wa. ribadi dan ika guru. Email: azizah. Dengan aktifnya i wa. 031-8298761. bertanggung jawab e enuhnya ata embelajarannya. Lt 1 Tel . (2000:9). maka erformance i wa ada domain ko gnitif. do ada ertemuan II i wa menjadi lebi h tertib. guru tidak da at begitu aja member ikan engetahuan ke ada i wanya. Dengan demikian engetahuan ter ebut menjadi bagian integral dari truktu r kognitifnya.com Ab trak: Dalam rangka meningkatkan erformance i wa dalam raktikum laju reak i di MAN Model Bangkalan. Le on Study Perubahan aradigma endidikan yang ber u at ada guru (teacher centered) menjad i embelajaran yang ber u at ada i wa ( tudent centered) dihara kan da at mend orong i wa untuk terlibat ecara aktif dalam membangun engetahuan. yaitu 80 ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡           ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡   ¡ ¡                 ¡     ¡             ¡           ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡  ¡     ¡             ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡       ¡     ¡ ¡               ¡   ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡      ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡       ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡ ¡           ¡   ¡   ¡ ¡ ¡          ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡        ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡  ¡               ¡   ¡ ¡               ¡     ¡     ¡ . ke ia an. Dari udut andang teori kon truktivi . menjadi nilai 84 . maka ditera kan Student Centered Learning (SCL). Dari ha il anali i di eroleh bebera a temuan ebagai berikut: (1) Penera an Student Centered Learning (SCL) untuk meningkatkan erformance i wa dalam raktikum laj u reak i yang dilak anakan dalam 2 ertemuan meli uti taha an lan I dan II tela h e uai dengan erma alahan enelitian. ara guru beralih fung i.utiya@gmail. Menurut Ru effendi. 1997). dengan kondi i ikologi ebagai adult le arner. bermakna dan bermanfaat dan da at digunakan untuk menye uaikan di ri dengan lebih baik lagi terhada lingkungannya (Slavin. Oleh karena itu. ika dan erilaku. dan ee telah mengha ilkan olu i ata erma alahan embelajaran ada ertemuan I dijadikan bahan erbaikan embelajara n (re lan) ada ertemuan II.

kegiatan embelajarannya diob erva i oleh ara ob erver (guru). Artinya i wa u aya memahami materi elajaran ecara kon truktivi . dalam Le on Stud y eorang guru yang akan melak anakan embelajaran. Karena dalam Le on Study engkajian embelajaran dilakukan ecara kolaboratif dan Le on Stu dy dilak anakan dalam tiga taha an yaitu lan (merencanakan). dan mudah dida at. ditinjau dari egi guru. Hal ini da at dilihat dari bagaimana berla ng ungnya ro e belajar mengajar. Akan t eta i melakukan evalua i terhada diri endiri bukan meru akan hal yang mudah di lakukan. membuat Rencana Pelak anaan erkuliahan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. kar ena da at menggunakan benda-benda yang ada di ekitar. guru ya ng melak anakan o en le on akan menda at ma ukan dari ara ob erver. Kedua. Sehubungan dengan hal ter ebut. melalui kegiatan yang men ggunakan alat eraga atau alat bantu lainnya. (2006:10). Dengan demikian untuk mengaktifkan i wa tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal. ehingga embelajaran yan g inovatif memungkinkan untuk dilak anakan. dan ee (mereflek i) yang berkelanjutan. guru dan ara ob erver lainnya. ta i akan bermanfaat juga bagi ara ob erver. ditinjau dari egi i wa. guru yang lain un akan da at mengambil manfaat untuk erbaikan embelajaran di kela nya. Artinya di am an guru juga haru mengevalua i am ai ejauh mana di a telah da at membelajarkan i wanya. erlu dilakukan engum ulan data tentang embelajaran ter ebut unt uk digunakan ebagai arana dalam meningkatkan efektivita dan efi ien i embela jaran. dan kemauan beke rja ama yang efektif. kreatif. dan bagaima na gejala-gejala alam yang berkaitan dengan kom o i i. menjadi kaya dengan ractical work eh ingga hand on activitie i wa emakin meningkat. dalam Le on Study embelajarannya haru hand -on activitie . Dalam ro e belajar mengajar tentu akan tera mati bagaimana ara i wa belajar dan bagaimana guru membelajarkan i wa. bahan yang digunakan murah (low co t material). maka guru haru da at mengevalua i embelajaran yang telah dilak anakannya. Ketiga.rin i kolegalita dan mutual learning untuk membangun komunita belajar. Ma ukan te r ebut akan bermanfaat bukan hanya untuk guru yang melak anakan o en le on. Keem at. dkk. See (Mereflek i) Skema Kegiatan Le on Study Menga a Le on Study di andang ebagai arana yang baik untuk melakukan erbaika n yang teru meneru ? Karena ertama. erub         ¡   ¡     ¡         ¡ ¡       ¡        ¡      ¡        ¡ ¡   ¡             ¡ ¡   ¡         ¡ ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡     ¡          ¡ ¡ ¡     ¡   ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡         ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡               ¡       ¡       ¡   ¡ ¡             ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡      ¡ ¡           ¡   ¡               ¡ ¡         ¡   ¡   ¡       ¡    ¡   ¡ ¡ ¡       ¡       ¡       ¡   ¡ ¡      ¡ ¡      ¡     ¡ ¡     ¡ ¡   ¡      ¡          ¡ ¡        ¡             ¡   ¡   ¡      ¡         ¡     ¡   ¡ ¡ . Mengevalua i embelajaran meli uti evalua i terhada ro e dan ha il bel ajar i wa. truktur dan ifat. Le oon Study meru akan uatu model embinaan rofe i endidik melalui engkajian embelajaran ecara kolaboratif dan berkelanjutan berlanda kan rin i . Karena menurut Hendayana. menga a. Oleh karena itu. maka Le on Study meru akan alah atu cara yang da at digunakan untuk ke erluan ter ebut. Dengan melihat ro e embelajaran ya ng dilak anakan oleh alah eorang guru. ehingga mereka bi a aling belajar. dalam Le on Study dihara kan guru da at mengembangkan embelajaran yang da at m embuat i wa da at terlibat ecara aktif.. Den gan demikian. ditinjau dari egi biaya. logi . i temati . Dengan demikian guru dihara kan elalu meningkatkan kemam uannya ecara teru meneru agar da at melak anakan embelajaran yang memungkink an tumbuhnya kemam uan i wa yang kita hara kan. Skema kegiatan le on tudy ditunjukka n ebagai berikut: Plan (Merencanakan ) Do (Melak anakan) (RPP) ecara kolaboratif dengan e ama guru. ditinjau dari lingkungan e kitar. dengan menggunakan local mate rial. Dari ha il reflek i. 9 Oktober 2010 Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban ata ertanyaan a a. dan etelah ele ai kegiatan embelajaran (o en le on) dilakukan reflek i terhada embelajaran tadi. do (melak anakan). dalam Le on Study terbentuk learning community yang terdiri dari i wa.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN memiliki kemam uan ber ikir kriti .

dan energetika zat. Dengan demikian erformance i wa dalam raktikum erlu ditingkatkan. 81 ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡       ¡ ¡         . Pembelajaran kimia hendaknya ditekankan ada emberian engala man lang ung untuk mengembangkan kemam uan agar i wa mam u memahami alam ekita r. embelajaran kimia dan eni laian ha il belajar kimia haru mem erhatikan karakteri tik ilmu kimia ebagai ro e dan roduk. Oleh karena itu. dinamika.ahan.

05 WIB) elak anaan raktikum i wa edik it ramai membicarakan tentang adanya ob erver dan engambilan gambar. Guru menyam aikan lembar kerja i wa. Awal embedengan adanya tim ob erver dan lajaran Si wa engambilan gambar. Ha il Ob erva i Para Ob erver Le on tudy Pertemuan I Kategori Ha il Ob erva i Keterangan Ob erva i Si wa 1. Ha il engamatan interak i antara i wa. Hal ini 82 HASIL DAN PEMBAHASAN Pertemuan 1 1. dan lembar ob erva i. 10. Taha Do ecara de kri tif kua Sebelum elak anaan ro e embelajaran. Untuk bahan. 2. eta o i i tem at duduk dan nama i wa.05 – 11. tia k ¡ ¡ ¡       ¡               ¡ ¡ ¡                     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡               ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       Skor Perolehan Kelom ok "O" 100 Skor Mak imal 2. Si wa terkejut dengan 1.00 kelom ok cuku k arena WIB ( elama i wa laki-laki lebih raktikum) aktif/lebih dominan dalam el ak anaan raktikum. guru dan tim ene liti ebagai engamat.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN METODE Penelitian ini adalah enelitian de kri tif kuantitatif yang ingin mende kri ik an eningkatan erformance i wa dalam raktikum laju reak i melalui le on tud y di MAN Model bangkalan. Si wa m erubah o i i tem at duduk yang telah di ia kan ehingga kurang tertib. Hal ( ukul 10. Untuk mengo timalkan trategi embelajaran Student Center Learning (SCL). In tru men enelitian: erangkat erformance a e ment i wa. ¡    ¡                    ¡ ¡       ¡ ¡           ¡     ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡               ¡ ¡             ¡ ¡       ¡         ¡                  ¡ ¡ ¡ ¡             ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡         ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡     ¡   ¡                       ¡         ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡         ¡       ¡ ¡       ¡     ¡ ¡           ¡ ¡     ¡          ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡      ¡   ¡ ¡     ¡     ¡                   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ . Tabel 1. dan tim eneliti menjela kan ecara um um kegiatan Le on Study yang akan dilakukan. dan menem ati tem at yang trategi e uai rencana engamatann ya ma ingma ing. belajaran) 4. Performance i wa: ha il enilaian erformance i wa dala m kelom ok diberi kor berda arkan rubrik en koran untuk menentukan kriteria ke mam uan erformance i wa. Kerja ama antar i wa dalam kelom ok cuku . Te knik anali i data: 1. 2.05 – 11. yaitu engaruh kon entra i dan lua ermukaan terhada laju reak i. maka i wa dibagi dalam e uluh kelom ok. Dalam lan diha ilkan juga tentang rencana raktikum yang akan dilak anakan untuk meningkatkan erformance i wa. i wa-guru. do and ee I dan II.00 – ini diketahui aat awal 10.i wa. dan u aya i wa d engan mudah da at berinterak i. Si wa agak ramai (kurang tertib) karena 2. 5. 3. Selanjutnya eluruh e erta ertemuan menuju ruang laboratorium (tem at ro e b elajar mengajar). Interak i i wa dengan i wa dalam ma ing-ma ing 3. Guru bertuga ebagai engajar melakukan ro e embelajaran e uai dengan rencana.1 Mende kri ikan engertian laju reak i dengan melakukan ercobaan tentang faktor-faktor yang mem engaruhi laju reak i. Taha Plan   Pada kegiatan erencanaan ( lan) yang diikuti oleh guru model. Keberha ilan belajar i wa ada materi laju reak i di hitung dengan menggunakan rumu : da at face to face.erangkat ajar mel alui lembar ob erva i di ajikan ada tabel 1. mengha ilkan erangkat embelajaran dengan Kom eten i Da ar 3. 10. Setia ob erver mengamati aktivita i wa ecara umum dan m engamati kelom ok i wa yang telah di e akati ebelumnya antar ob erver. dan i wa. Data Ob erva i Ha il ob erva i dari ob erver dianali i ntitatif.bahan raktikum di ediakan di de an (meja demon tra i). Guru model yang akan melak anakan embelajaran diberi ke em atan mengemukakan rencana embelajaran ecara ingkat. Penelitian ini dilak anakan dalam dua ertemuan yang terdiri dari lan I dan II. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan “One-Shot Ca e Study” yang hanya memberi erlakuan ada atu kelom ok aja tan a adanya kelom ok embanding (kelom ok kontrol) dan tan a re te .30 Si wa yang tidak mengerti WIB ( elama bertanya ada i wa lain ro e emyang berbeda kelom ok. eluruh guru melakukan ertemuan ingka t di ruang ertemuan MAN Model Bangkalan.

elom ok terdiri dari 4 i wa dan atu kelom ok terdiri dari 3 i wa. eting tem at duduk diko ndi ikan agar i wa dalam kelom ok FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. karena juml ah i wa kela XI IPA-2 adalah 39 i wa. Demikian ula. 9 Oktober 2010 ¡       ¡ ¡       ¡                 ¡ .

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kategori Ob erva i Ha il Ob erva i di ebabkan oleh ada if dalam melakukan raktikum. ebagian kelom ok yang anggotanya kurang akt

Keterangan 4. 10.10 – 11.00 WIB ( elama raktikum) 61 – 80 41 – 60 21 – 40 0 – 20 = B (baik) = C (cuku ) = D (kurang) = E ( angat kurang) 5. 10.10 – 11.00 WIB ( elama raktikum) Si wa Interak i i wa dengan Kelom ok: den gan guru cuku baik. Hal ini Neon (10.30 Guru terlihat dari i wa bertanyaWIB) ada guru bila kurang jela Ok igen (10.45 dalam hal memahamiWIB) ro edur rakti kum dan Radon (10.50 i wa menunjukkan ha ilWIB) dari raktikum. Helium (10.53 W IB) Si wa 1. Interak i i wa Kelom ok : dengan dengan LKS kurang karena Ok igen (10.10 Bahan Ajar ada ebagian kelom ok WIB) ma ih bingung dengan a a Xenon (10. 12 yang akan dilakukan WIB) (belum memahami ro edur Helium (10.15 dengan baik d an benar). WIB) 2. Interak i i wa Argon (10.16 dengan erlengka an WIB) raktik um kurang karena Hidrogen (10.40 ebagian kelom ok ada WIB) yang belum teram il Klorin (10.43 menggunakan to watch. WIB) Keterangan: 1 = Klorin 2 = Xenon 3 = Nitrogen 4 = Argon 5 = Helium 6 = Neon 7 = Hidrogen 8 = Radon, 9 = Ok igen 10 = Fluorin Grafik 1. Performance Kognitif, P ikomotor, dan Afektif i wa Sedangkan data ha il erformance i wa dalam raktikum laju reak i ada ertemua n I di ajikan ada tabel dan grafik ebagai berikut: Tabel 2. Performance Domain P ikomotor, dan Afektif Performance Kogni P iko tif motor 75,83 76,11 75,00 81,67 81,67 87,78 78,33 85,0 0 88,33 78,89 74,59 90,56 85,42 88,33 83,75 91,11 83,75 75,56 81,25 82,23 807,92 837,24 80,79 83,72 Sangat Sangat baik baik (A) (A) Berda arkan tabel 2 diata da at di ajikan grafik 1. Berda arkan tabel 1 dan gra fik 1 da at diketahui bahwa ada ertemuan I, erformance kognitif i wa mem ero leh nilai rata-rata 80,79 dengan kategori angat baik (A), erformance ikomoto r i wa mem eroleh nilai rata-rata 83,72 dengan kategori angat baik (A) dan er formance afektif i wa mem eroleh nilai rata-rata 81,11 dengan kategori angat b aik (A). Secara kla ikal erformance i wa dalam raktikum laju reak i ada ert emuan I mem eroleh nilai rata-rata 81,88 dengan kategori angat baik (A). 3. Taha See Kognitif, Kelom ok Klorin Xenon Nitrogen Argon Helium Fluorin Hidrogen Radon Ok igen Neon Total Rata-rata Kategori Afektif 77,78 83,33 77,78 83,33 77,78 83,33 77,78 83,33 83,33 83,33 811,1 81,11 Sangat baik (A) Total 229,72 240,00 247,23 246,66 245,00 248,48 251,53 258,19 242,64 246,81 2456 ,26 81,88 Sangat baik (A) Keterangan : 81 – 100 = A ( angat baik)

¡

¡

¡

¡

¡

 

¡

¡

¡

 ¡

 

¡

¡  

   

 

 

¡

¡  

¡

¡

   

¡

     

   

 

 

 

¡

¡

¡

¡

   

¡

¡

¡

¡

 

 

 

 

¡

   

  ¡  

     

¡

 

 

 

¡

     

 

 

¡

¡  

¡

¡

 

¡

 

           

 

¡

 

¡

¡

 

     

¡  

 

 

 

¡

 

¡

 

¡

¡

 

¡

¡

 

 

 

¡

   

 

Reflek i dilakukan egera etelah embelajaran di kela ele ai dilak anakan. Da lam reflek i ini diikuti oleh eluruh guru dan tim eneliti. Ha il reflek i eba gai berikut: (1) tem at duduk i wa yang berderet 4 orang, ehingga i wa yang d uduk dibagian am ing tidak aktif melakukan kegiatan ercobaan; (2) bahan-bahan raktikum yang di ediakan di meja de an (demon tra i) kurang efektif, ebaiknya di ediakan di meja ma ing-ma ing kelom ok; (3) kalimat dalam ro edur raktikum di erbaiki, di e uaikan dengan taraf berfikir i wa SMA; (4) memotiva i i wa ag ar lebih memahami ro edur raktikum (mem elajari ro edur raktikum ebelum mel ak anakan raktikum); (5) terjadi fluktua i keaktifan i wa elama ro e embel ajaran. Berda arkan data di eroleh bahwa olu i ata erma alahan embelajaran ada ertemuan 83 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG, 9 Oktober 2010

¡

   

¡ ¡     ¡         ¡    

   

 

 

¡

 

  ¡           ¡

 

¡

   

¡

¡

 

   

 

 

    ¡

¡

¡

¡

     

 

¡

¡

 

 

 

¡

 

¡

  ¡      

 

 

¡

 

¡

¡    

¡

PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN I dijadikan bahan erbaikan embelajaran (re lan) ada ertemuan II dengan kata lain olu i ata erma alahan dalam embelajaran ebagai bahan erbaikan ada e mbelajaran berikutnya. Pertemuan 2 1. Taha Plan Kategori Ob erva i Si wa dengan Si wa Ha il Ob erva i 1. Si wa mulai terbia a dengan adanya tim ob erver dan engambil an gambar. Hal ini terlihat dari i wa tidak ramai membicarakan tentang adanya t im ob erver dan engambilan gambar. 2. Interak i i wa dengan i wa dalam ma ing -ma ing kelom ok lebih baik dari ada ertemuan I (tidak ada domina i i wa laki -laki) 3. Si wa tidak ada yang bertanya ada kelom ok lain bila ada yang kurang jela ehingga tidak menimbulkan keramaian. 4. Tidak ada domina i i wa lakilaki dalam elak anaan raktikum. 5. Kerja ama antar i wa dalam kelom ok baik karen a eluruh i wa mengerjakan raktikum dengan baik (kom ak). Interak i i wa deng an guru angat baik. Hal ini terlihat dari i wa bertanya ada guru bila kurang jela dan menunjukkan ha il dari raktikum mereka. Keterangan 1. 09.00 – 10.10 WIB ( elama ro e embelajaran)

Pada kegiatan erencanaan ( lan) diikuti oleh guru model, guru dan tim eneliti ebagai engamat, mengha ilkan erangkat embelajaran untuk ertemuan II dengan mem ertimbangkan ha il reflek i ( ee) ertemuan I. Dalam lan diha ilkan juga te ntang rencana raktikum yang akan dilak anakan untuk meningkatkan erformance i wa, yaitu engaruh uhu dan katali terhada laju reak i. Untuk mengo timalkan trategi embelajaran Student Center Learning (SCL), dan u aya i wa dengan mud ah da at berinterak i, maka i wa teta dibagi dalam e uluh kelom ok, tia kelo m ok terdiri dari 4 i wa dan atu kelom ok terdiri dari 3 i wa, karena jumlah i wa kela XI IPA-2 adalah 39 i wa. Demikian ula, eting tem at duduk dikondi ikan agar i wa dalam kelom ok da at aling berhada an. Untuk bahan- bahan rak tikum di ediakan di ma ingma ing meja kelom ok. 2. Taha Do 2. 09.00 – 09.50 WIB ( elama raktikum) 3. 09.0 0 - 09.50 WIB ( elama raktikum) 4 . 09.0 0 – 09.50 WIB ( elama raktikum) 5. 09.0 0 - 09.50 WIB ( elama raktikum) K elom ok: Neon (09.10 WIB) Xenon (09.25 WIB) Klorin (09.26 WIB) Helium (09.27 WIB ) Fluorin (09.29 WIB) Hidrogen (09.40 WIB) Radon (09.41 WIB) Argon (09.45 WIB) O k igen (09.46 WIB) Nitrogen (09.47 WIB) Kelom ok : Ok igen (09.21 WIB) Xenon (09 .25WIB) Neon (09.26WIB) 84 Sebelum elak anaan ro e embelajaran, eluruh guru melakukan ertemuan ingka t di ruang ertemuan MAN Model Bangkalan, dan guru model yang akan melak anakan embelajaran diberi ke em atan mengemukakan rencana embelajaran ecara ingkat. Guru menyam aikan lembar kerja i wa, eta o i i tem at duduk dan nama i wa. Selanjutnya eluruh e erta ertemuan menuju ruang laboratorium (tem at ro e b elajar mengajar), dan menem ati tem at yang trategi e uai rencana engamatann ya ma ing-ma ing. Guru bertuga ebagai engajar melakukan ro e embelajaran e uai dengan rencana. Setia ob erver mengamati aktivita i wa ecara umum dan mengamati kelom ok i wa yang telah di e akati ebelumnya antar ob erver. Ha il engamatan interak i antara i wa melalui lembar ob erva i di ajikan ada tabel ebagai berikut: Tabel 3. Ha il Ob erva i Para Ob erver Le on tudy Pertemuan II Si wa dengan Guru Si wa dengan Bahan Ajar

 

 

¡

    ¡        

 

 

¡

 

¡

¡

     

      ¡      

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡               ¡     ¡

¡

¡  

¡    

 

   

¡

   

¡ ¡

   

 

¡

¡  

¡

¡

     

 

¡

¡  

¡

¡

 

 

¡

¡

     

   

 

  ¡ ¡

    ¡

 

¡    

¡

 

   

¡

 

¡ ¡

¡

  

 

¡

¡

¡

¡

¡

¡  

 

¡

 

 

¡

¡

¡

 

¡

   

 

¡

 

   

¡    

 

 

¡

¡

     

 

¡

     

   

 

¡ ¡

  ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡    

¡

¡  

 

 

         

     

  ¡

 

 

     

 

¡

 

¡ ¡

¡

 

¡     ¡

¡

¡

¡

 

     

 

  ¡

  ¡

     

 

 

 

¡

¡

 

¡

 

 

 

¡

¡

¡    

¡

     

¡

 

¡

 

¡

       

      ¡

 

 

     

  ¡

¡

Interak i i wa dengan LKS baik.1. 9 Oktober 2010       ¡ ¡ ¡   ¡       . Hal ini terlihat dari i wa tidak mera a bin gung dengan ro edur raktikum yang terda at ada LKS FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

50 88. namun ebagian be ar udah berfoku ada i wa. Berda arkan tabel 4 dan gr afik 2 da at diketahui bahwa ada ertemuan II.11 75. Data ha il erformance i wa dalam raktikum laju reak i ada ertemuan II di ajikan ada tabel dan grafik ebagai berikut: Tabel 4. 2.89 94.33 259.00 88.69 2527 .98 245.11 Baik Sangat (B) baik (A) Keterangan: 1 = Klorin 2 = Xenon 3 = Nitrogen 4 = Argon 5 = Helium 6 = Neon 7 = Hidrogen 8 = Radon.44 88. Performance Domain P ikomotor.75 83.67 88.44 922. bertanggung jawab ata jawaban ertanyaan yang diajukan.12 74.89 76.89 81. dan Afektif 3.52 260. koo eratif dan interak i i wa dengan guru dan bahan ajar lebi h baik dari ada ertemuan I. Berda arkan tabel 4 di eroleh bahwa ada taha do ertemuan II i wa menjadi leb ih tertib.24 dengan kategori angat baik (A). Keterangan dengan kategori baik (B).08 84. Kelom ok Klorin Xenon Nitrogen Argon Helium Fluorin Hidrogen Radon Ok igen Neon Total Rata-rata Kategori Afektif 94.44 88.5 6 78.28 253.89 88.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kategori Ob erva i Ha il Ob erva i ehingga i wa tidak aling bertanya. Kognitif. (2007) bahwa rin i rin i da ar dari di ku i/ reflek i yaitu ditekankan ada ka an i wa belajar dan ka an i wa tidak da at b   ¡   ¡ ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡                   ¡               ¡   ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡¡             ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡        ¡          ¡   ¡       ¡     ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡         ¡ ¡   ¡       ¡     ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡       ¡     ¡ ¡         ¡ . Interak i i wa dengan erlengka an raktikum udah baik teta i ma ih ada ebagian kelom ok yang belum mengerti cara menggunakan thermometer yang benar (dalam hal memegang thermometer dan thermometer menyentuh dinding gela kimia).70 256.22 Sangat baik (A) Total 246. Secara kla ikal kinerja i wa dalam raktikum laju reak i ada ertemuan II mem eroleh nilai rata-rata 84 .38 86. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi eningkat an erformance i wa dalam raktikum laju reak i bila dibandingkan dengan ertem uan I. 9 = Ok igen 10 = Fluorin Grafik 2.89 70. erformance kognitif i wa mem e roleh nilai rata-rata 74.33 743.33 255.76 861.00 88.89 83.44 88.25 86.24 Sangat baik (A) Berda arkan tabel 4 di ata da at di ajikan grafik 2. dan menemukan kon e endiri. dan Afektif Performance Kogni P iko tif motor 66.38 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.89 94. Dengan demikian diketahui bahwa erformance i wa dalam raktikum laju reak i melalui le on tudy da at membuat i wa lebih aktif . dkk. erformance ikomotor i wa mem eroleh nilai rata-rat a 86.22 dengan kategori angat baik (A).89 94.45 245.44 94. aktif. Taha See Kognitif.75 83.34 67. Hal ini e uai dengan M anabu Sato dalam Liliawati. Penilaian Performance P ikomotor.00 245.89 67.92 83.67 88.33 76.2 92.11 dengan kategori angat baik (A) dan erformance afektif i wa mem eroleh nilai ratarata 92. 9 Oktober 2010 Dari ha il engamatan menunjukkan bahwa ma ih ada bebera a guru yang mengkritik gurunya.25 80.44 94.80 258.

Reflek i dilakukan egera etelah embelajaran d i kela ele ai dilak anakan. Berda arkan data di eroleh bahwa ha il di ku i ada taha lu i 85 ee da at dijadikan     ¡ ¡ ¡               ¡ ¡     ¡   ¡       ¡     ¡ ¡     ¡   ¡   ¡         ¡       ¡         ¡             ¡  ¡     ¡     ¡ o . ikomotor dan afektif melalui kegiatan ercobaan. etia engam at ebaiknya haru memiliki ke em atan untuk berbicara ehingga di ku i yang ber ifat demokrati akan terwujud.elajar. ara engamat belajar melalui elajaran yang mereka amati. Ha il reflek i ebagai berikut: (1) tem at duduk i wa yang berhada an telah membantu i wa untuk mengembangkan erformance mereka baik ecara kogn itif. (2) terjadi fluktua i k eaktifan i wa elama ro e embelajaran. Dalam reflek i ini diikuti oleh eluruh guru dan t im eneliti. (3) i wa tidak ter engaruh dengan ad anya ob erver.

Hendayana. 2007. Suhar imi. Penera an Student Centered Learning ( SCL) untuk meningkatkan erformance i wa dalam raktikum laju reak i yang dilak anakan dalam 2 ertemuan meli uti taha an lan I dan II telah e uai dengan er ma alahan enelitian. A e men dalam Pembelajaran Sain SD.tudy/theory. M ulyana. Muchtar Abdul. dan ee telah meng ha ilkan olu i ata erma alahan embelajaran ada ertemuan I dijadikan bahan erbaikan embelajaran (re lan) ada ertemuan II 2. Diak e ada tanggal 21 Maret 2008. 2008. Jakarta : Rineka Ci ta. Sumar. Le on tudy Untuk Meningkatkan Pro e dan Ha il Pem belajaran.d . Mulya a.com/main. K urikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Karim. 2005. 2007. Harry.com/0405edi. Sudrajat.embelajaran/. htt ://re earche ngine . Bandung : UPI Pre . Kimia Berba i Ek erimen 2. KESIMPULAN embelajaran ehingga da at meningkatkan kualita II i wa menjadi lebih tertib. Firman.     ¡   ¡   ¡          ¡     ¡   ¡                                     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡   ¡           ¡ ¡   ¡     ¡ ¡          ¡ ¡ ¡    ¡    ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡          ¡     ¡      ¡       ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ em       ¡ ¡      ¡ ¡       ¡       ¡   ¡       ¡ . htt ://akhmad udrajat. Raharjo. Bahan Ceramah ada Pendidikan dan Pelatihan Mutu Pendidik dan Tenaga Ke endidikan.ro e -danha il. A a. Monitoring dan Evalua i Pro gram Le on Study. 2008. h ?&act=bg&xkd=429.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN efektif dalam erma alahan belajaran ecara umum. Ada eningkatan erformance i wa ecara kla ikal dari nilai 81. Pengalaman Tera kan Le on tudy. dkk.html.tudy-untuk-me ningkatkan.org/id/le on. htt ://www. 2008. Bandung : UPI PRESS. m aka da at di im ulkan ebagai berikut : 1. Dan Bagaimana Le on tudy. menjadi nilai 84. Maryot o. De artemen Pendidikan Na ional yang Di el enggarakan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta Tanggal 29 . Diak e tanggal 4 Maret 2008. Diak e ada tanggal 4 Maret 2008.com/2008/02/22 /le on. Edi Hendri. E. Sentot Budi. htt ://www. 2006. M enga a. Bandung : Remaja Ro dakarya. Gunawan. Pro edur Penelitian Suatu Pendekatan P raktik. Le on tudy. 9 Oktober 2010 86   Berda arkan ha il dan anali i data yang di eroleh elama kegiatan enelitian. mu-net.html. i ttem . Akhmad. aktif. koo eratif dan interak i i wa dengan guru dan erangkat embelajaran lebih baik dari ada ertemuan I. Diak e ada tanggal 4 Maret 2008. 2007. 2007.11 ( ertemuan I) dengan kategori angat baik.word re . Le on tud y.24 ( ertemuan II) dengan kateg ori angat baik. 31 Mei 2007 oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Jakarta. do ada ertemuan DAFTAR RUJUKAN Arikunto. Solo : PT Tiga Serangkai Pu taka Mandi ri. FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

teori) yang dilak anakan dengan trategi em belajaran yang relevan. dan (5) enggunaan lembar kerja i wa lebih dominan ebagai umber belajar. Kata kunci: em belajaran kimia. Jl.a rameter engembangan embelajaran akan da at ditera kan dengan baik ehingga em belajaran di kela menjadi berkualita . Sejauh ini belum dilakukan evalua i menyelur uh keterlak anaan KTSP di ekolah ehingga erlu dilakukan kajian-kajian. Pelak anaan embelajaran e uai dengan r encana yang dibuat meru akan kegiatan inti elak anaan kurikulum di ekolah. Produk akhir dari im lementa i KTSP di kela adalah kom eten i lulu an tin gkat atuan endidikan ter ebut. Kajian im lementa i KTSP di ekolah da at diamati minimal dengan tiga arameter yaitu: kualita racangan embelajaran. Sedangkan evalua i terkait dengan in trumen yang digunak an atau metode engum ulan informa i ebagaimana yang di arankan oleh KTSP yaitu enilaian autentik. Penekanan ada embelajaran ro e ( endekatan inkuir i) baik dalam im lementa i metode mau un engembangan bahan ajar angat relevan ditera kan dalam embelajaran kimia ( e uai hakekat ilmu kimia). telah melulu kan i wa yang dari kela VII (SMP) atau kela X (SMA) dib elajarkan dengan mengacu ada KTSP. Kualita ro e dan ha il embelajaran kimia yang ma ih rendah meru akan alah atu ind ikator ma ih adanya ma alah im lementa i KTSP di ekolah. roblematika embelajaran Sejak diteta kannya Peraturan Menteri Pendidikan Na ional (Permendikna ) nomor 2 2. dan evalua i embelaj aran. Bebera a faktor yang m enunjukkan roblematika im lementa i KTSP (kimia) adalah: (1) embelajaran kimia lebih mengarah ada “ ematematikaan kimia” dimana informa i rumu -rumu . 23. Rancangan embelajaran meru akan atu indikator enting karena kegiatan ini meru akan titik awal embelajaran di kela yang da at FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Sejauh ini kegiatan evalua i yang menonjol adalah te tuli baik di tingkat ekolah(ujian ekolah). (2) enge mbangan erangkat embelajaran lebih cenderung digunakan ebagai kelengka an adm ini tratif dibandingkan o era ional.id ¡                   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡           ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡   ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡       ¡       ¡     ¡ ¡ ¡       ¡     Negeri Malang. dan engerjaan oal.oal lebih dominan dibandingkan kon truk i kon e . dan 24 tahun 2006 ekolah. embelajaran di kela haru e uai dengan hakekat ilmu kimia yaitu emb elajaran ro e dan roduk (kon e . 87   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡   ¡           ¡             ¡   ¡     ¡               ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡   ¡ ¡               ¡ ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡               ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡                         ¡ ¡ ¡           ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡         I Wayan Da na Juru an Kimia. e-m ¡ ¡     ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ . KTSP. 9 Oktober 2010 menentukan kualita embelajaran. (3) organi a i materi lebih mengikuti ki iki i ujian na ional dibandingkan kom eten i yang haru diajarkan ( tandar i i).ac.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KIMIA DI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM S ATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Ab trak: Pembelajaran kimia di ekolah ber edoman ada KTSP yang dikembangkan ol eh ekolah. Pro e embelajaran yang berkualita baik akan da at mengha ilkan lulu an yang berk om eten i ebagaimana yang diteta kan dalam kurikulum. Semarang 5 Malang 65145. KTSP telah dilak anakan oleh ekolah ham ir 4 tahun. FMIPA Univer ita ail: ida na@um.ekolah mengembangkan kurikulum tingkat atuan endidikan (KTSP). Sam ai aat ini. elak anaan embelajaran. Im lementa i KTSP khu u nya mata elajaran kimia etelah 4 tahun im l ementa i ma ih menunjukkan adanya ma alah-ma alah yang erlu di erbaiki. Rancangan yang baik e uai dengan arameter. hitungan. Dalam kontek embelajara n kimia. Untu k mengata i keadaan ter ebut angat enting dikembangkan rancangan embelajaran kimia yang o era ional ebagai kom lemen KTSP dan dikembangkan embelajaran akti f yang da at mendorong terbentuknya karakter dan ketram ilan ber ikir (tingkat t inggi) dalam embelajaran. (4) embelajaran ro e kurang diminati dibandingkan dengan embelajaran teori.

oal ter ebut meru akan oal.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN regional (ujian ber ama).   ¡         ¡         ¡                 ¡     ¡ ¡         ¡ ¡ ¡                       ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡   ¡               ¡ ¡             ¡           ¡       ¡         ¡   ¡                   ¡ ¡         ¡     ¡     ¡     ¡ ¡     ¡             ¡ ¡     ¡                 ¡   ¡ ¡       ¡   ¡     ¡     ¡       ¡               ¡       ¡ ¡   ¡ ¡       ¡       ¡             ¡         ¡ ¡           ¡   ¡           ¡   ¡ ¡     ¡             ¡ ¡ ¡       ¡     ¡   ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡               ¡         ¡ ¡       ¡             ¡         ¡                         ¡         ¡           . Anali i 5 jeni ki i dan engua aan i wa ada tingkat na ional.528 Sedang 49.oal elek i ma uk SMA RSBI (Da na. 1. Walau un ada ihak yang meragukan objektivita UN. Namun ada ki i yang lain terda at atu oal dengan tingkat ke ulitan kategori tinggi (data no. A akah yang terjadi ada i wa kita? Menga a oal yang ulit (hitungan) da at di ele aikan oleh ebagaian be ar i wa ebaliknya yang dikategorikan mudah dan edang (leih kon e tual) tidak da at di ele aikan oleh ebagian be ar i wa? Bil a dikaji oal demi oal diketahui bahwa ki i no. namun kelima oal ter ebut dikua ai lima aling rendah di bandingkan dengan 40 oal yang lainnya. Data Pengua aa n Materi Soal Kimia SMA UN tahun 2009 No. a akah tidak mungkin rendahnya engua aan materi i w a di ebabkan oleh ma ih rendahnya kualita ro e embelajaran yang terjadi di k ela atau belum o timalnya im lementa i KTSP di ekolah? Tabel 1.oal yang kategori mudah da at di ele aikan lebih dari 75% i wa ada tingkat na ional. Ditinjau dari tingkat ke ulitannya.oal yang menggunakan data untuk menyele aikannya. i wa da at menghitung H reak i jika arameternya diketahui Diberikan tabel ha il uji bebera a air limbah dengan bebera a indikato r. 2010) dan oal. Bila keadaan ter ebut ditelu uri dari umbernya. Kemam uan ber iki r ter ebut tidak FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Diberikan 3 nota i un ur tak dikenal. Ki i Soal Di ajikan uatu ro e elarutan/ embakaran uatu zat hingga te rjadi erubahan uhu tertentu. Kelima ki i oal yang di ajikaan mengha ilkan oal ada tingkat ke uk aran mudah dan edang. 6) namun da at di ele aikan oleh ebagian be ar i wa . 1 am ai 5 meru akan oal. data ya ng diberikan adalah ah. i wa da at memilih metode yang aling te at/ ebaliknya Diberikan er a maan reak i untuk menda atkan uatu un ur logam/non logam dari batuan mineralnya . Sebaliknya oal ukar yang beri i tentang hitungan dan telah er ing dikerjakan oleh i wa maka oal oal ter ebut menjadi mudah.oal ter ebut tergol ong mudah namun i wa haru menggunakan olah ikirnya (ketram ilan ber ikir) unt uk menjawabnya. Data ter ebut menyajikan 5 ki i oal dari 4 0 oal yang diujikan. Si wa da at memilih kegunaan un ur/ enyawa yg mengandung un ur t b dengan bena r Diberikan uatu rangkaian el volta.oa l elek i maha i wa baru melalui SNMPTN (LP3UM.oal yang mudah dan edang ehingga eharu nya eb agian be ar i wa da at menyele aikannya. Sedangkan oal. encegahan koro i dalam kehidu an eha ri-hari. 9 Oktober 2010 di eroleh i wa melalui mata elajaran khu u teta i melalui kegiatan ro e emb elajaran ada emua elajaran yang dibelajarkan di kela . Untuk mengetahui gambaran ha il belajar dengan KTSP di ekolah e cara formal da at ditinjau dari ha il belajar i wa ada ujian na ional (UN) 200 9 eagaimana di ajikan ada Tabel 1. Keadaan ter ebut menunjuk kan bahwa ebagian be ar i wa ma ih melakukan kegiatan menghafal dalam belajar atau belum o timal menggunakan kemam uan ber ikir terutama kemam uan ber ikir ti ngkat tinggi (higher order thinking) dalam memecahkan ma alah. i wa da at mem erkirakan harga H air limbah ter ebut.oal kateg ori edang ( edikit leih ulit) kurang dari 70% i wa yang da at menyele aikanny a atau ebagian be ar i wa tidak da at menyele aikan oal. 2010). Penyele aian oa l oal yang melibatkan kemam uan ber ikir menjadi ma alah bagi i wa. Keadaan yan g ama dijum ai ada oal.87 2.oal yang dikategorik an edang. Walau un oal. dan na ional (ujian na ional) (untuk mengetahui kemam uan kognitif). Soal. Si wa da at menentukan gambar u unan elektron ion un ur terten tu Diberikan bebera a metode atau contoh. i wa da at menentukan diagram el dari r eak i ter ebut dengan benar Tingkat Ke ukaran Na 0. oal .

32 5.64 4.678 Sedang 60.25 6. 2009 Ha il ob erva i enuli terhada embelajaran kimia di bebera a ekolah SSN dan RSBI menunjukkan bahwa: (1) embelajaran kon truk i kon e terkalahkan oleh eng gunaan rumu atau imbol lain. 0. 0.0.252 Sukar 60.74 Sumber data: Pu endik.845 Mudah 77. 0.770 Mudah 76. Kon truk i kon e diangga menyita 88 ¡   ¡ ¡ ¡     ¡         ¡ ¡ ¡     ¡  ¡         . 0.77 3.622 Sedang 67.

Materi-materi kimia telah leb ih banyak dibelajarkan dengan mengerjakan oal.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN waktu terlalu lama ehingga belajar kimia cenderung mem erkenalkan rumu -rumu a tau imbol lain dan latihan oal. (3) RPP antar ekolah bahkan ada yang linta kabu aten i inya ham ir ama ehingga tidak relevan dengan KTSP (kondi i ma in g-ma ing ekolah). Namun demikia n. Sedangkan embelajaran yang dilak anakan ada umumnya mengacu ada umber belajar (buku aket) yang digunak an oleh guru dan i wa. (3) embelajaran melalui kegiatan raktikum dan enera an metode embelajaran aktif lebih banyak dihindari karena memerlukan waktu yang lebih lama ehingga target kurikulum bi a tidak terjangkau. ha il wawancara dengan ara guru engembang KTSP di bebera a ekolah SSN dan RSBI (Da na. Perencanaan Pembelajaran e uai KTSP Setia ekolah aat ini telah mengembangkan kurikulum tingkat atuan endidikan (KTSP) dan ecara formal telah di ahkan oleh ejabat yang terkait. Dengan demikian KTSP yang ada di ekolah cenderu ng ebagai erlengka an alat admini tra i ekolah dibanding kurikulum ebagai e erangkat rencana dan engaturan mengenai tujuan. Makalah ini membaha bebera a rolematika enera an KTSP di ekolah ehingga k ualita ro e dan ha il belajar i wa belum o timal. Ha il ob erva i enuli terhada RPP mata elajaran kimia yang digunakan di SMA kategori SSN dan RSBI di bebera a kota di Jawa Timur menunjukk an bahwa: (1) ebagian be ar RPP meru akan de kri i tujuan dan langkah-langkah embelajaran yang belum dilengka i dengan hand out. Menurut Dick and Carey (1990) rancangan embelajaran ya ng dikembangkan eharu nya meru akan kajian kom rehen i dari anali i kom eten i. work heet.ertanyaan yang diberikan ke ada i wa ketika belajar namun cuk u banyak informa i yang di ajikan. Tidak cuku b anyak ertanyaan. latihan oal. anali i karakteri itik i wa yang akan dibelajarkan. Sementara itu waktu membaca i wa untuk mem erdalam dan mem erlua materi angat edikit. Keadaan ter ebut da at menggambarkan e cara ka ar im lementa i KTSP yang telah dilak anakan ejak tahun 2006 di ekolah . evalua i yang digunakan. dan evalua i formatif erangkat ter ebut. Di am ing kurikulum. (2) Sering kali trategi atau metode embelajaran yang digunakan di kela tidak e uai dengan RPP yang dibuat. dan menjawab oal. 9 Oktober 2010 kurikulum di ekolah da at tidak e uai dengan aradigma yang diteta kan dalam k urikulum.oal dan membaca ringka an atau r umu yang ada. Ada ta i yang dilakukan belum e enu hnya mengakomoda i kondi i ekolah yang ada ehingga kurikulum ter ebut belum da at dilak ankan ecara o timal. media. am ai d engan engembangan erangkat. Dengan m elakukan anali i yang kom rehen if maka rancangan embelajaran yang dibbuat gur u meru akan rancangan embelajaran yang o era ional atau rancangan yang da at di tera kan di kela . erangkat kurikulum yang utama e erti ilabu da n rencana elak anaan embelajaran yang dikembangkan oleh guru ada umumnya juga ma ih ebagai erangkat admini tratif embelajaran. alat evalua i. Selain itu. anali i tujuan embelajaran. elak ana an FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. anali i karakteri tik materi (konten). (2) enggunaan lembar kerja i wa (L KS) yang beri i ringka an materi dan latihan oal. Keadaan ter ebut menunjukkan bahwa engembangan RPP ebagai i     ¡       ¡     ¡     ¡   ¡             ¡ ¡ ¡   ¡       ¡         ¡     ¡ ¡ ¡ ¡       ¡         ¡ ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡     ¡ ¡          ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡               ¡ ¡   ¡ ¡         ¡ ¡   ¡         ¡   ¡     ¡ ¡             ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡               ¡       ¡ ¡       ¡         ¡ ¡     ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡         ¡         ¡     ¡               ¡   ¡   ¡       ¡ ¡               ¡       ¡ ¡       ¡ ¡         ¡       ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ . Keadaan ter ebut tidak e uai dengan tujuan engembangan erangkat embelajaran ebagai acuan yang digunakan oleh engajar untuk mengemb angkan embelajaran yang mendidik e uai dengan aradigma KTSP yaitu embelajara n yang kon truktivi tik. i i dan bahan elajaran erta cara yang digunakan ebagai edoman enyelenggaraan kegiatan embelajaran untuk menca ai tujuan endidikan ada tingkat atuan endidikan. Adanya bimbingan belajar yang lebih mengajarka n cara mem eroleh jawaban yang benar tan a menekankan menga a jawaban ter ebut b enar mendukung rendahnya kon truk i kon e . Si wa kurang mem eroleh or i untuk mengemba ngkan kreativita kemam uan ber ikirnya.oal menjadi dominan dibanding kan dengan menggunakan bahan ajar yang bervaria i. Kegiatan embelajar an didomina i dengan menjela kan. 2010) menunjukkan bahwa KTSP ter ebut dikembangkan dengan mengada t a i contoh-contoh kurikulum yang telah ada.

karakteri tik materi yang dibelajarkan. dll 89       ¡   ¡           ¡     ¡ ¡ ¡           ¡ ¡           ¡                   ¡   . roblematika engembangan rancangan embelajaran eagai im leme nta i KTSP di ekolah adalah: Rancangan embelajaran belum dikembangkan berda ar kan anali i faktor-faktor belajar yang kom rehen if agar e uai dengan karakter i tik i wa.m lementa i KTSP di ekolah belum dilak anakan melaui kajian yang kom rehen if e uai dengan kondi i ekolah dan i wa yang belajar. kondi i ekolah. Keadaan ter ebut menyebabka n RPP yang dibuat tidak da at dilak anakan o era ional di ekolah. Berda arkan k eadaan ter ebut.

materi yang dibelajarkan. Herron (1996) menjela kan bahwa belajar ilmu k imia adalah kom lek yang di engaruhi oleh banyak faktor. Rumu -rumu ter ebut ada umumnya digunakan untuk menyele aikan oal. (3) e erta eringkali belum mem eroleh ma ukan yang o timal dari endam ing ehingga enuli an RPP belum e uai dengan format dan i inya. Variabel yang mem engaruhi belajar. Pengelola ekolah dan engawa “mungkin” ma ih meng evalua i keter ediaan RPP bukan i i. Dengan RPP yang o er a ional maka elak anaan embelajaran akan da at berlang ung e uai dengan ranca ngan embelajaran. atau belum melakukan engembangan RPP ecara ber ama. Pelak anaan Pembelajaran di Kela matematika yang ulit. dan media. taha lan yang bertujuan untuk mengembangkan RPP oleh e erta LS ecara ber ama. kemam uan guru mengkoordina ikan gugu -gu gu yang terikat (variabel-variabel) atu dengan yang lainnya akan da at menentu kan efektivita ro e embelajaran yang terjadi di kela .ekolah yang aat ini angat didoron g elak anaannya oleh emerintah. Penyelenggaraan LS di ekolah. Ke tabilan ro e akan angat bergantung ada kekuatan ikatan yang terjadi dengan atom karbon (guru). dan teori ehingga bila tidak da at di im an dalam memori maka embelajaran ter ebut diangga ulit . Artinya. lembar ob er va i. karakteri tik materi terkait dengan bagaimana ifat kon e . John tone (1986) menyatakan bahwa alah atu umber ke ulitan ara i wa dalam m em elajari kimia adalah overload ka a ita yang dira akan ketika i wa membutuhk an memori untuk mengingat (Bodner. 1987).ama ma ih erlu dio timalkan. demikian ula ebaliknya bila embelajara n dikondi ikan agar i wa menggunakan kemam uan ber ikirnya maka hal itu akan da at terjadi. Sebagaimana uatu enyawa. Bila i wa mem eroleh kon e melalui ro e kerja ilmiah ehingga terjadi kon truk i kon e ada diri i wa maka kegiata n menghafal akan da at dikurangi. Bila g uru menci takan kondi i belajar dimana i wa haru banyak menggunakan memorinya maka i wa akan u ah ayah menghafal. rin i . ketika i wa butuh menggunaka n rumu tertentu dia tidak da at mengingatnya maka dia akan mera akan hal itu ad alah ulit. (2) RPP yang dikembangkan belum dilengka i dengan alat evalua i. Terkait deng an elak anaan le on tudy (LS) di ekolah. Pada kenyataannya mata elajaran K imia banyak ekali menggunakan rumu -rumu . Paling tidak terda at em at kategori variabel yang mem engaruhi i wa belajar kimia ebagaimana di aji kan ada Gambar 1.ekolah dan PT hendaknya da at mendorong a ra guru untuk mengembangkan RPP yang o era ional ehingga e uai dengan karakter i tik i wa. Keadaan ter ebut menunjukkan bahwa guru angat ber eran ada kualita ro e embelajaran yang terjadi di kela . dan kondi i ekolah. hand out. dan bagaimana ola belajar i wa. kematangan o ial. dan kelengka annya. 9 Oktober 2010 Bagi orang kimia Gambar 1 telah umum diketahui ebagai bentuk tetrahedral dari m olekul CH4. relevan i. A akah dalam engua aan kon e -kon e ilmu kimia haru e lalu menggunakan hitung-menghitung? Lebih lanjut Bodner menjela kan bahwa latiha n oal (excerci e) dan emecahan ma alah tidak haru elalu identik dengan engg unaan algoritma atau hitung menghitung. Ma ing-ma ing variabe l ada gugu -gugu ter ebut adalah inde endent namun Gambar 1.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Rancangan embelajaran ma ih di andang ebagai kelengka an admini tra i embelaj aran bukan ebagai acuan kegiatan embelajaran di kela Waktu bagi guru untuk me ngembangkan RP yang lengka dan relevan belum dikoordina ikan dengan baik (terka it dengan kom eten i guru juga). karakteri tik ebelajar terkait dengan kemam uan awa l ( rior knowledge). bakat. Pada Gambar 1. Ha il wawancar a bebera a guru yang melak anakan LS menyatakan bahwa: (1) ada kelom ok dalam ke giatan engembangan RPP hanya dilakukan oleh guru model edangkan guru-guru yang lain hanya menyetujui.oal lati han ehingga kimia dan fi ika akan identik dengan enggunaan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.rin i .am a. keterkai     ¡     ¡ ¡       ¡       ¡ ¡   ¡   ¡                 ¡   ¡ ¡ ¡         ¡               ¡               ¡     ¡             ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡                     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡               ¡   ¡ ¡         ¡ ¡   ¡     ¡   ¡ ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡             ¡             ¡ ¡   ¡ ¡   ¡                 ¡         ¡   ¡     ¡     ¡ ¡ ¡       ¡   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡         ¡     ¡   ¡       ¡       ¡ ¡     ¡   ¡                ¡   ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡   ¡       ¡     ¡   ¡                   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡             ¡ ¡ . ab trak i. Bila belajar kimia membutuhkan daya ingat yang be ar dan kuat maka a kan angat edikit yang da at mengua ai Kimia.

tan antar kon e . karakteri tik enuga an terkait dengan bagaimana i wa diminta mendemontra ikan kom e90       ¡   ¡   ¡   .

Kondi i ada ma i ngma ing variabel da at di a arkan ebagai berikut. Dari fakta ter ebut da at digali kon e menga a terj adi erbedaan ra a yaitu berbedanya kadar zat terlarut yang ada ada larutan ter ebut. 2009) atau ering jug a di ebut embelajaran yang mendidik(Joni. dan ebaginya. menurut ha il enelitian. Elabora i lebih lanjut da at mengga li b. menggunakan umber belajar yang bervaria i.ertan yaan yang da at mendorong kemam uan ber ikir tingkat tinggi angat menentukan te rjadinya belajar aktif. Wawa an kon e tual yang em it dan dangkal akan menyebabk an i wa mengalami ke ulitan menera kan kon e -kon e yang di elajari dalam eme cahan ma alah ehari-hari. Pada aat ini. Dengan alur a aran yang demikian maka i wa akan menyadari bahw a materi kimia yang di elajari terkait dengan kehidu an ehari-hari ehingga en ting untuk di elajari. a aran eyogyanya di mulai dengan fakta bahwa ada larutan garam yang ra anya angat a in. evalua i. embuatan makalah. atau kerja kelom ok. Karakteri tik ebelajar yang erlu mem eroleh erhatian agar embelajaran menjadi aktif adalah ter edianya w aktu membaca. banyak ekolah yan g lebih foku menggunakan lembar kerja i wa (LKS) yang beri i ringka an materi dan latihan oal. dan imbol Mi alnya ketika materi terkait dengan kon entra i larutan. er enta e. Pada aat ini.ertanyaan terbuk a ada ro e embelajaran akan da at menci takan ro e embelajaran yang aktif atau ro e embelajaran ber u at ada i wa(Joyce et al. dan karakteri tik aktivita belajar merujuk ada bagaimana aktivita i wa a akah bekerja ecara individu. Fakta Kon e imbol/ reak i Gambar 2. a aran materi bukan dimulai dari rumu /reak i teta i dar i fakta ebagaiman di ajikan ada Gambar 2. kerja kelom ok (koo eratif) dan ebagainy a. guru angat enting memberikan ke em atan ke ada i wa membaca umber belajar yang bervaria i. aktif. i wa atau maha i wa angat edikit waktunya untuk membaca atau mem erdalam kon e yang di elajari baik ebe lum atau e udah embelajaran di kela ehingga ketika ma uk kela mereka datang dengan “ke ala ko ong”. Sayangnya. Dari fakta ter ebut kemudian dielabora i kon e kon e terkait yang da at menjela kan menga a fakta ter ebut terjadi. Seyogyanya ebelajar datang ke kela untuk menghalu kan dan mem erlua engetahuan yang di erolehnya dari umber belajar ehingga emahaman nya lebih baik. anali i . Dengan demikian. Karakte ri tik enuga an yang da at mengaktifkan ebelajar da at dilakukan dengan memint a i wa mendemontra ikan emahaman yang di erolehnya e erti dalam bentuk re en ta i. Oleh ebab itu. Pengembangan kemam uan ber ikir ada tingkat enera an ( a lika i). ara i wa SMA walau un telah berumur diat a 11 tahun ebagian be ar ma ih belum memiliki taraf berfikir formal. Keadaan i ni menuntuk engajar (guru) mende ain a aran kon e mulai dari eri tiwa yang f aktual. a if. kon e . Kemam uan guru menggali oten i ebelajar dengan mengajukan ertanyaan. Karakteri tik enuga an yang d iberikan oleh guru akan angat mem engaruhi terjadinya embelajaran aktifdi kela         ¡   ¡         ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡ ¡     ¡         ¡     ¡     ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡               ¡       ¡ ¡       ¡       ¡ ¡     ¡   ¡     ¡         ¡   ¡ ¡   ¡         ¡   ¡         ¡   ¡   ¡   ¡   ¡       ¡         ¡     ¡     ¡ ¡ ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡   ¡   ¡     ¡   ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡               ¡         ¡ ¡               ¡ ¡     ¡         ¡   ¡     ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡     ¡     ¡ ¡   ¡     ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡                 ¡     ¡ ¡ ¡         ¡   ¡     ¡       . Karateri tik materi ain (kimia) mengandung kon e -k on e yang ab trak ehingga untuk memahami memerlukan kemam uan berfikir formal. atau kurang a in. 2005). dan men inte i /mengel abora i emahaman yang di erolehnya. enyelidikan. molalita .PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN ten inya. Setelah kon e kon entra i di eroleh barulah kemudian i wa di erkenalkan bagaimana menentukan kon entra i dalam bentuk molarita .oal ehingga a aran kon e yang dibaca i wa angat terbata dan cenderung dangkal. Kaitan antara fakta. dan inte i melalui ertanyaan. Keadaan ter ebut dihara kan da at memotiva i i wa belaja r dan mengurangi ke an bahwa kimia itu ebagai mata elajaran yang ulit. Dalam me nci takan embelajaran yang mendidik atau embelajaran aktif di kela angat en ting mengkoordina ikan antar klu ter (em at variabel) terkait. kemudian cu ku a in.

9 Oktober 2010 91   .FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. .

• Pembelajaran lang ung lebih di ukai dibandingkan dengan embelajaran kon truk i kon e melalui ek lora i dengan ala an keterbata an waktu.rin i enting atau ba hkan kon truk i kon e dalam embelajaran terlewatkan. Ray (2007) mende kri ikan a ek-a ek yang haru lebih ditekankan (more em ha i ) dan yang kurang ditekankan (le em ha i ) dalam mende ign embelajar an ebagaimana di ajikan ada Tabel 2. Problematika embelajaran yang digambarkan ada a aran ter ebut eyogyanya da at diata i de ngan berbagai cara terma uk melalui kegiatan LS.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tabel 2. menggali engetahuan dan informa i ecara lang ung am ai memung kinkan mereka menemukan rin i . dan mi kon e i yang terjadi. kedalaman materi.oal. met ode. Bagaimana embelaja ran dide ain oleh guru akan angat mem engaruhi terjadinya embelajaran aktif di kela . Pelak anaan Evalua i   ¡   ¡ ¡     ¡         ¡   ¡ ¡ ¡     ¡      ¡   ¡   ¡   ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡     ¡   ¡     ¡ ¡   ¡  ¡  ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡         ¡   ¡       ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡           ¡ ¡         ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡    ¡        ¡   ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡  ¡ ¡   ¡ ¡ ¡       ¡           ¡ ¡   ¡      ¡    ¡     ¡  ¡           ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡         ¡ ¡   ¡     ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡           ¡  ¡ ¡       ¡     ¡ ¡               ¡   ¡ ¡          ¡           ¡           ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡          ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡       . • Pelak anaan embelaj aran ma ih belum o timal mendorong i wa untuk belajar atau guru belum da at men ci tan kondi i agar anak terdorong belajar ( timulate to learn) teta i ma ih men ekankan how to teach. Inkuiri adalah uatu model yang digunakan dalam embelajaran dan mengacu ada uatu cara untuk mem ertanyakan. A ek-a ek yang erlu dan kurang ditekankan ada de ign embelajaran a ktif Le em ha i on Mengetahui fakta-fakta ilmu kimia dan informa i Mem elajari mat eri kajian dan di i lin/bidang-bidang kajian ilmu kimia More em ha i on Memaham i kon e -kon e kimia dan mengembangkan kemam uan inkuiri Mem elajari materi kaj ian terkait dalam kontek inkuiri. kemam uan. mencari engetahuan atau informa i.rin i yang berguna bagi diri mereka endiri. Foku eringkali ada metode atau media yang digunakan ehingga kon e -kon e dan rin i . • Penggunaan Lembar Kerja Si wa (LKS) ebelum embelajaran m ateri ma ih ering dilakukan ehingga embelajaran kon e menjadi dangkal dan i wa cenderung membaca ringka an materi untuk mengerjakan oal. Pelak anaan embelajaran dan re flek i erbaikannya (taha do dan ee dalam LS) hendaknya da at memberikan ma uk an yang kon truktif agi guru model dan guru e erta LS lainnya ehingga embelaj aran aktif di kela da at terjadi. dan ide-id ea untuk belajar Memi ahkan engetahuan ilmiah dan konten/kajian ilmu kimia Melingku i banyak to ikto ik ilmu kimia Mengim lementa ikan inkuiri ebagai rangkaian ro e Karakteri tik aktivita belajar merujuk ada bagaimana endekatan. trategi. Pada embelajaran embelajaran d engan endekatan inkuiri. materi ya ng adat. anali i kon e ehingga i wa cenderung menghafal dan menghitung. dan teknik yang digunakan oleh guru dalam embelajaran. kelua an kon e yan g haru dibaha . K eadaan embelajaran ebagaimana yang di a arkan di ata belum o timal dilak anak an di kela ebagai im lementa i KTSP. atau mem el ajari uatu gejala/objek (Handayanto. i wa didorong untuk terlibat ecara aktif dalam melak ukan ercobaan. • Penyajian rumu -rumu lebih di ukai dibanding enyajian fakta. Berda arkan a aran ada Tabel 2 da at di ketahui bahwa kaitan antara kontek dan kon e yang di eroleh melalui inkuiri ol eh i wa angat enting untuk meningkatkan emahaman atau erolehan kon e i wa . dan ro e enemuan ilmiah Mengintegra ikan emua a ek kajian kimia Me m elajari bebera a kon e kimia yang fundamental teta i mendalam (le i more) Mengim lementa ikan inkuiri ebagai trategi embelajaran. ain dalam er ektif er onal dan o ial. 1. 2003:12). Seringkali guru e erta LS mengeluhkan bahwa ex ert endam ing LS belum o timal memberikan ma ukan terhada elak anaan embe lajaran yang terkait dengan urutan materi. Problematika elak anaan embelajaran di kela da at dirangkum ebagai berikut: • Penggalian engetahuan awal yang kurang dalam untuk memulai embelajaran ehingg a i wa ke ulitan menghubungkan antar kon e eelumnya dengan materi yang akan d i elajari. teknologi.

9 Oktober 2010 ¡             ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡   . guru da at 92 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Selain a er and encil te t untuk enilaian k ognitif.KTSP menyarankan bahwa evalua i embelajaran dilakukan dengan a e men otentik ar tinya guru haru mengum ulkan informa i tentang kom eten i i wa dengan berbagai cara dan berbagai alat evalua i.

Terkai dengan enuga an bebera a a ek yang haru ditingkatkan di ajik an ada Tabel 3. PENUTUP Walau telah diberlakukan KTSP di emua ekolah namun elak anaan embelajaran di kela ma ih belum berbeda jauh dengan im lementa i kurikulum ebelumnya.oal bukan emecahan ma alah. Bebera a faktor yang erlu di erhatikan dalam enuga an Sebaiknya dikur angi Seharu nya ditekankan Mengerjakan oal. ortofolio. Tabel 3. eringkali diberikan tuga untuk mengerjakan oal. dan evalua i embelajaran yan g benar dan kom rehen if dan bukan untuk mem erkenalkan Le on Study atau hanya memberi engalaman ada guru. Dalam m emberikan enuga an ke ada i wa etelah embaha an kon e .oal algoritmik (hitungan) edangkan oal. 9 Oktober 2010 93 inte i . inte i . re enta i.oal aja Melakukan emecahan ma alah untuk a lika i kon e Men ekankan erolehan jawaban Menekankan menga a jawabannya e erti itu. Keadaan ini menguran gi kemam uan anali i . Kondi i ini tidak e uai dengan kom eten i yang dihara kan dari KTSP. cara menjaw ab ecara FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.oal yang mengukur engua aan kon e ma ih kurang. dan ikomotor melalui be rbagai cara namun kualita alat ukur yag digunakan ma ih erlu dio timalkan. emecahan ma alah atau lainnya yang da at menggambarkan kemam uan kognitif i wa. terkait dengan erencanaan embelajaran walau telah dilak anakan berbagai work ho namun belum berba i keb utuhan. Le on Study ebagai alternatif o timali a i im lementa i KTSP di ekola h ebaiknya diarahkan ada enyia an. Pemelajaran kimia dalam rangka im lementa i KTSP h endaknya bukan berfoku ada: how to teach teta i hendaknya berorienta i ada ho w to timulate learning (Brook & Brook.oal ehingga engua aan kon e menjadi nomor dua. kon e tual Kece atan memecahkan ma alah Kecermatan dan kemam uan ber ikir tingkat tinggi (anali i . Dalam kont ek KTSP. Kondi i ini da at mendorong i w a tidak termotiva i mem elajari kon e teta i cenderung melakukan drill. dan evalu i yang angat enting dilatihkan ke a da i wa.1993). • Ranah kognitif oaloal yang diujikan lebih dominan ada lower order thinking ehingga engukuran hi gher order thinking kill ma ih angat edikit. elak anaan. Adanya metode-metode mart olution mendorong i wa mencari jawaban yang benar tan a memikirkan menga a jawaban ter ebut benar. telah dilakukan enilaian kognitif. Im lem enta i KTSP di kela ejak 2006 ma ih belum o timal. Keadaan ini da at mendorong i wa belajar untuk mengerjakan oal. Beb era a roblema yang diamati dalam rangka elak anaan KTSP adalah: • Te kognitif y ang digunakan ma ih lebih banyak berfoku ada oal. evalua i)     ¡       ¡     ¡         ¡     ¡             ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡    ¡                  ¡   ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡           ¡             ¡ ¡           ¡     ¡ ¡  ¡ ¡   ¡ ¡   ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡   ¡   ¡                   ¡       ¡   ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡         ¡ ¡           ¡ ¡        ¡         ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡           ¡   ¡         ¡ ¡ . afektif.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN menggunakan alat ukur lain e erti makalah.

Terjemahan oleh Ahmad Fawaid dkk. Pienta. Dick. The Sy tematic De ign of In truction. B. 1990. Virginia: A ociation for Su ervi ion and Curriculum Develo ment. (Dokumen ribadi) . 513 -514.2009. Anali i ha il Ujian Na ional 2009. New Delhi: APH Publi hing Cor oration FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Modern Method to Teaching Chemi try. J. M. 2010. Weil. 1993.Calhoun.T.. Joyce. Joni. Herron. 2007. R. N. LP3 UM. & Carey. W. E. Makalah eminar di ajikan di PP Univer i ta Negeri Malang. 2005. The chemi try cla room: f ormula for ucce ful teaching. IW. Ray.. 9 Oktober 2010 94 ¡                   ¡     ¡         ¡  ¡             ¡           ¡           ¡   ¡     ¡                                   . Wa hington DC: American Chemical Society. 2009. Fore man and Com any. J. Second Editio n. (Dokumen LP3 UM). 2009. M.G. B. dan Martin G. Ha il anali i data elek i ma uk SMA RSBI SMAN 2 Kediri. T. Pu endik. Illinoi : Scott. M. Brook . New Jer ey: Prentice Hall. Greenbowe. Model of teaching Model-model engajaran. In earch of under tanding: The ca e for con tructivi t cla room . M. 64(6). G. (Dokumen LP3). Ha il anali i jawaban e erta SNMPT 2010. J. Journal of Chemical Education.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAFTAR RUJUKAN Bodner. Brook . Pembelajaran yang mendidik.. 2 010. Oktober 2005.. 1996. Jakarta: Pu t aka Pelajar. Coo er. D. Chemi t ’ Guide t o Effective Teaching Volume II. L. 1987. Da na.J. The role of algorithm in teaching roblem o ling.

context-rich roblem . emahaman kon e tual mau un algoritmik. dan rendahnya kemam uan i wa dalam o er a i matematik. Makalah ini di u un melalui tudi literat ur. mi alny a ada okok baha an kon e mol dan hukum ga . alah atunya adalah kimia larutan. mi alnya ada materi ifat. jumlah guru di A-level c hemi try yang mengalami ke ulitan enyam aian materi kimia larutan menca ai 50 % (khu u nya materi ke etimbangan a am-ba a). erta menyeimbangkan kemam ua n menyele aikan oal. Terlebih lagi. Akan teta i. Salah atu u aya yang dilak ukan adalah De dikna mendorong berdirinya ekolah ber tandar interna ional baik di tingkat ekolah da ar. Deming dkk. Ni ak. 2005). Akan teta i. Oleh karena itu. bahan ajar. Maha i wa Program Studi S2 Pendidikan Kimia PPS UM. 9 Oktober 2010 (Al dkk.co. 2005). Ilmu kimia meru akan alah atu elajaran yang diangga ulit oleh i wa SMU mau un maha i wa erguruan tinggi karena ifatnya yang ab trak (Kean dan Middlecam . ada kendala yaitu guru (RSBI) mau un i wa yang a li Indone ia tidak memiliki kemam uan yan g memadai dalam baha a Inggri (Kom a .PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN CONTEXT-RICH PROBLEMS DAN PENGANTAR BILINGUAL UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATE RI KIMIA LARUTAN Yu ran Khery Do en IKIP Mataram. Di dalam makalah ini digambarkan tentang rototy e bahan ajar yang dimak ud. bilingual. dan im boli ) (Colburn.ifa t atom dan larutan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. berda arkan enelitian Ratcliffe (2002). 2009. Ha il enelitian Nikmah (2009) menunjukkan adanya 95 ¡ ¡ ¡   ¡     ¡   ¡   ¡           ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡             ¡     ¡       ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡       ¡    ¡     ¡           ¡ ¡         ¡   ¡ ¡             ¡   ¡     ¡       ¡ ¡     ¡         ¡   ¡       ¡       ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡   ¡ ¡                 ¡     ¡     ¡   ¡     ¡ ¡ ¡     ¡     ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡             ¡         ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡       ¡ ¡                     ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡       ¡     ¡ . mikro ko i . emahaman k on e tual. Di i i lain. 2009) . kemam uan algoritmik. Re ublika. kemam uan menyele aikan oal kon e tual dan algor itmik. 1985). ada okok baha an k imia yang lain. Materi embelajaran kimia menuntut kemam uan enyele aian ma alah kon e tual dan algoritmik (Al dkk. Joglo emar.id Ab trak: Makalah ini membaha tentang gaga an engembangan bahan ajar kimia laru tan berda arkan endekatan emecahan ma alah dengan context-rich roblem dan e ngantar bilingual. Ha il ob erva i menunjukkan bahwa kebutuhan terhada de ain b ahan ajar yang dimak ud angat tinggi. 2009. menengah. dibutuhkan uat u metode yang da at mengembangkan emahaman kon e tual mau un algoritmik ecara eimbang ehingga i wa akan mam u menyele aikan berbagai ti e ma alah yang berb eda. 2010. Dalam bebera a tudi e utar embel ajaran kimia menyatakan bahwa i wa da at melakukan enyele aian ma alah kon e t ual dengan lebih baik dari ada ma alah algoritmik dalam materi tertentu. 1996). i wa da at mengalami ke ulitan lebih be ar dalam menjawab erta nyaan kon e tual dari ada ertanyaan algoritmik. mengacu ada tuntutan globali a i. Smith and Metz. Bahan ajar ini dihara kan da at membantu i wa mengembangkan kemam uan emecaha n ma alah. Oleh ebab itu. Pem belajaran di kela -kela ekolah bertaraf interna ional un diu ayakan emak ima l mungkin menggunakan baha a Inggri ebagai engantar. E-mail: y_ka ek@yahoo. dan kemam uan menyele aikan oal berbaha a Indone ia dan Inggri . 2005. 2003. akan angat mungkin muncul mi kon e i elama ro e embelaja ran berlang ung. 2009) erta berurutan. atau ke ulitan ada ked uanya (Alfatie. 2007). i wa dituntut untuk memili ki kom eten i yang da at ber aing di tingkat global. 2009. mau un erguruan tinggi (Kom a . Sedangkan enelitian lebih lanjut untuk engembangan bahan ajar ter ebut melalui uatu meto de tertentu ma ih di erlukan. Hal ini erlu untuk mengetahui engaruh enggunaan nya terhada re ta i belajar. kon e yang di elajari angat banyak (makro ko i .oal dalam baha a Indone ia dan baha a Inggri . Sari. Kata ku nci: endekatan emecahan ma alah.

Strategi emecahan ma alah da at ditera kan dengan menyajika n Context-rich Problem ( oal.. i wa akan da at memah ami materi-materi kimia ter ebut dengan baik. Berbagai erma alahan yang telah di a arkan dalam aragraf ebelumnya akan d a at diata i dengan enera an endekatan embelajaran yang te at. Pengembangan bahan ajar berda arkan endekatan emecahan ma alah dengan contextrich roblem dan engantar bilingua l menjadi hal yang enting. dan menca ai emahaman kon e tual dan algoritmik ecara eimbang. Bahan ajar yang e erti ini dihara kan akan da at me mbantu guru dalam menera kan trategi emecahan ma alah dengan engantar bilingu al dalam embelajaran. juga dihara kan da at membantu i wa dalam mengembangkan keahlian emecahan ma alah. Clark. enuli telah melakukan tudi tent ang kebutuhan engembangan bahan ajar materi kimia larutan dengan context-rich roblem dan engantar bilingual. 9 Oktober 2010 itu. diketahui bahwa guru m embutuhkan bahan ajar materi kimia larutan yang di ertai oal.oal d alam baha a Indone ia dan baha a Inggri . Bahan ajar yang digunakan guru telah menyajikan oal.o al dan enyele aian dalam or i yang cuku . Mi alnya aja materi-materi kimia larutan e erti larutan dan ifat. Context-rich Problem dimak udkan untuk mendorong i wa menggunakan uatu trategi emecahan ma alah yang logi dan terorgani ir dari ada menggunakan rumu atau re e ce at (Anonym . 2000.oal yang di erkaya kontek ). mengua ai kon e kimia. 2010). o t-te t. Sebelum menuli makalah ini. Sebanyak 57 % re onden etuju dengan gaga an engembangan bahan ajar ini edangkan i anya menyatakan angat etuju. 1995).PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN erbedaan yang ignifikan antara kemam uan i wa dalam menyele aikan oal. Dalam enera an endekatan emecahan ma alah. dan erhitungan erhitungan d alam larutan (Ram en. Oleh karena itu. Oleh karena itu. et al. guru memiliki eran enting dalam mengembangakan keahlian emecahan ma alah dan kemam uan i wa dalam kombina i d ua baha a. akan teta i edikit aja yang ber if at kontek tual. Sedangkan untu k mengata i ma alah kemam uan dalam baha a.oal dalam baha a Indo ne ia dan baha a Inggri dengan memberikan latihan-latihan oal baik beru a rete t. erta mengua ai aturan khu u dalam inte i ¡                 ¡ ¡     ¡ ¡             ¡         ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡   ¡   ¡       ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡       ¡   ¡ ¡     ¡       ¡ ¡ ¡   ¡             ¡ ¡ ¡ ¡               ¡   ¡   ¡   ¡     ¡     ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡       ¡ ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡ ¡ ¡             ¡   ¡   ¡                 ¡             ¡ ¡ ¡              ¡         ¡         ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡ ¡       ¡ ¡       ¡ ¡ ¡       ¡     ¡ ¡ ¡   ¡           ¡ ¡   ¡ ¡           ¡     ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡     ¡           ¡       ¡ ¡     ¡ . Berda arkan data angket. PEMBAHASAN Kemam uan Si wa dalam Pembelajaran Materimateri Kimia Larutan Banyak dari materi ilmu kimia menuntut emahaman kon e tual dan algoritmik yang memadai ada diri i wa.oal kontek tual k arena i wa menyukainya. kemam uan bilingual. Lalu bagaimanakah bentuk b ahan ajar yang dikembangkan berda arkan endekatan emecahan ma alah dengan cont ext-rich roblem dan engantar bilingual ter ebut akan menjadi okok embaha an di dalam makalah ini. Materi kimia larutan elain membutuhka n keahlian menentukan rumu yang te at juga emahaman kon e yang benar. enentuan H. Pemahaman kon e tual me ntuntut kemam uan menghafal informa i kimia. Salah atu endekatan embelajaran yang da at dijadikan a lternatif engembangan emahaman kon e tual dan algoritmik adalah endekatan em ecahan ma alah (Probelm Solving). kon e mol.. kelarutan dan ha il kalil kelarutan. 1996). diagram. Dengan kedua kemam uan ter ebut. netrali a i dan titra i.oal e i khu u dan kon e tual da at meningkatkan kemam uan i wa dalam memahami dan menyele aikan ma alah kon e tual dan agoritmik (Nakhleh. 2005). di arankan untuk lebi h menyeimbangkan kemam uan i wa dalam menyele aikan oal. Pemaham an kon e tual adalah kemam uan i wa dalam menjawab oal yang dida arkan ata te k . elak anaan embelajaran da at dilak ukan ecara bilingual. Dibutuhkan de ain in truk ional beru a bahan ajar yang te at dalam me mbantu eran guru ter ebut. bukan tertutu eluang bahwa trategi ini da at ditera kan dal am embelajaran kimia di kela . 2000).ifatnya. akan banyak dicantumkan ma alah atau oal oal yang haru di ecahkan oleh i wa ( Arifin dkk. Me ki un awal kemunculannya adalah untuk mengata i ma alah dalam em belajaran fi ika. aturan-atur an dan hukum-hukum dalam ilmu kimia. Soal. Selain FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. dan fenomena yang melibatkan kon e -kon e okok yang ber ifat ab t rak dari teori-teori da ar ain (Zoller. Sementara itu. mau un latihanlatihan oal elama ro e embelajaran berlang u ng.. et al.

Pemahaman kon e tual akan terbentuk a abila i wa mam u 96 ¡   ¡ ¡     ¡   ¡   ./ emodelan rumu matematika dan emahaman grafik/diagram.

Selain itu endekatan ini da at meningkatkan keteram ilan berfikir ra ional. Kemam uan algoritmik adalah kemam uan i wa dalam menggunakan ro edur yang dikembangkan. 2009. dan doron gan agar i wa lebih bertanggung jawab dalam belajarnya (Sanjaya. 2008. Berda arkan ha il ter ebut da at dinyatakan bahwa dengan metode yang te at. 2009) . Taha taha emecahan ma alah di ekol ah oleh elajar adalah ebagai berikut (Arifin dkk. Me nurut enelitian Sari (2007). buk an berarti tidak ada cara untuk mengata inya. mengenal erbedaan fakta dan enda at. adahal kon e mol adalah kon e yang angat enting (Uce. Dalam enelitian lain diketahui terda at korela i o itif antara ha il belajar berda arkan FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 2008. m eli ut: emecahan rumu tandar. engembangan emahaman kon e tual dan algoritmik yang baik ada i wa da at diu ayakan terca ai ecara ber amaan dan ejalan. Ni ak. 9 Oktober 2010 kemam uan enyele aian oal kon e tual dan algoritmik (Bakar. Dalam kurikulum dan buku-buku yang merujuk ada endekatan emecahan ma alah. Bebera a enelitian telah dilakukan untuk mengetahui k emam uan emahaman kon e tual dan algoritmik i wa dalam materi caku an kimia la rutan. Pembela jaran yang dida arkan endekatan emecahan ma alah adalah alah atu alternatif yang menjanjikan guna mengembangkan emahaman kon e tual dan algoritmik i wa e cara ber amaan dan ejalan. Sari. 1996. et al.. Ha il enel itian ter ebut memberikan hara an menuju erbaikan emahaman kon e tual dan algo ritmik. Pendekatan emecahan ma alah da at meningkatkan kema m uan i wa dalam mengembangkan ide dan ini atif ilmiah. kemam uan menga nali i itua i. Kon e Stoikiometri Larutan dan Larutan Penyangga meru akan kon e yang banyak melibatkan erhitungan matematika dan berkaitan erat dengan kon e -kon e ebel umnya ehingga i wa ke ulitan untuk mem elajari (Kaczmarek & Orgill. rumu erhitungan untuk menda atkan jawaban yang beru a angk a terhada erma alahan (Nakhleh. 2006).oal yang haru di ecahkan i wa.. i wa tidak hanya mengingat mat eri elajaran akan teta i juga memahami dan mengua ai ecara enuh. enelitian hubungan antar kon e . Me ki un ma ih terda at hambatan ke ulitan kemam uan i wa dalam menyele ai kan ma alah kon e tual dan atau algoritmik ada materi-materi kimia larutan. tran forma i rumu dan kon e . Kemam uan algoritmik akan terbentuk dalam diri i wa a abila i wa da at membentuk engetahuan yang dimiliki dalam re re enta i matematika den gan algoritma yang te at. dan keterkaitan antara bagian engetahuan yang telah ada dengan e uatu yang baru di elajari. 2010). Berda arkan enelitian diketahui bahwa ma ih terda at ke ulitan-ke ulitan ada i wa ekolah menengah dalam memahami kon e dan enyele aian ma alah algo ritmik dalam okok baha an kelarutan dan ha il kali kelarutan (Alfatie. a) Taha anali i dan erumu an ma alah agar da at menyim ulkan data. dan mam u membuat utu a n ecara objektif. yang artinya bahwa jumlah i wa yang mengalami ke ulitan dalam memahami kon e mol cuku be ar (Andhatini. Jumlah i wa yang mengalami ke ulitan dalam memahami kon e mol dan toikiometri berada diata 50 %. 2006). Strategi Pemecahan Ma alah dengan Context-Rich Problem dalam Pembelajaran Kimia Pendekatan emecahan ma alah (Problem Solving A roach) menekankan agar embelaj aran memberikan kemam uan ke ada i wa tentang bagaimana cara memecahkan ma alah ecara objektif dan memahami dengan baik a a yang dihada i. 2006). Rahmah. Iru ti.). dicantumkan ma alah a tau oal. Pendekatan ini da at memberi tantangan intelektual. 2007).oal generik dan memilih/menggunakan rumu dengan ro e enyele aian yang te at. Kemam uan algoritmik menuntut keahlian memecahkan oal. c) Taha erhitungan dan membuat olu i d) Taha engecekan da n evalua i Melalui endekatan emecahan ma alah.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN memahami keterkaitan antara informa iinforma i yang ter im an dalam memori. 2005). Bebera a ha il enelitian menunjuk kan bahwa emahaman kon e tual i wa dalam materi-materi kimia umum tidak tertin ggal dibandingkan emahaman algoritmiknya (Lin. 1993). b) Taha erencanaan ma alah. i wa yang tidak da at menjawab ertanyaan kon e t ual mau un algoritmik dalam materi toikometri ma ih cuku tinggi yakni ebe ar 43%. 2009. menghargai enda at ora     ¡ ¡         ¡               ¡       ¡   ¡     ¡     ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡     ¡         ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡   ¡         ¡ ¡         ¡ ¡ ¡ ¡         ¡     ¡   ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡               ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡         ¡¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡             ¡ ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡   ¡     ¡ ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡           ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡       ¡     ¡ ¡     ¡ ¡   ¡ ¡         ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡   ¡   ¡ ¡                     ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ .

ng lain. mengembangkan uatu ma alah 97 uatu ha il karya. kreatif dan ber eran aktif memecahkan ¡         .

Menurut Kat berg dan D’Ambro io. maka i wa akan emakin menyukai untuk membuat hubungan-hubungan yang di erlukan dan tiba ada enaf iran yang te at terhada erma alahan (Herron.oal yang di erkaya kontek ). Penggunaan item-item kontek tual akan memberitahukan kom lek ita embelajaran i wa dan kemam uan mereka untuk mengin           ¡               ¡   ¡         ¡ ¡       ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡ ¡           ¡ ¡         ¡         ¡       ¡   ¡ ¡   ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡         ¡   ¡       ¡   ¡   ¡   ¡ ¡ ¡                     ¡ ¡ ¡   ¡       ¡     ¡ ¡   ¡ ¡ ¡           ¡ ¡     ¡         ¡ ¡         ¡       ¡     ¡   ¡     ¡  ¡     ¡ ¡   ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡         ¡ ¡ ¡           ¡ ¡ ¡               ¡ ¡     ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡           ¡   ¡   ¡       ¡      ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡   ¡       ¡ ¡     ¡           ¡                             ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡             ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡                 ¡         ¡ ¡           ¡     ¡ ¡ ¡     ¡ . 1998. dan menggunakan kon e -kon e yang fundamental untu k melakukan anali a kualitatif terhada erma alahan ebelum melakukan mani ula i-mani ula i rumu matematika. dalam itua i nyata. memanggil kembali. 2 008). 2008). Dalam memberi emecahan ma al ah. 9 Oktober 2010 cahan ma alah kon e tual dan algoritmik di ebabkan karena keahlian rea oning yan g rendah (Crololice. et al. et al. 2008. Soal. In truktor/ guru da at menfa ilita i erkembangan keahlian rea oning i wa dengan meningkatkan enekanan emecahan ma alah bagi i wa berda arkan kemam uan yang telah mereka miliki (Crololice. Pembelajaran yang memberi ke em atan ada i wa untuk mendi ku ikan dan mem ertahankan idenya dan enera an emecahan ma alah dalam ma alah algoritmik dan kon e tual rakti da at men timula i motiva i. Bakar. Pengembangan keahlian kognitif adalah kom onen yang e en ial dala m endidikan i wa. 1980). Guru kimia dihimbau agar meningkatkan enggunaan trategi emecahan ma alah dari ada trat egi text book untuk mem erce at kemam uan emecahan ma alah i wa (Jeon. atau tangga an. 1996). dan ketertarikan. dan a um i. di erlukan engembangan keah lian kognitif. Tidak edikit dari mereka akan kehilangan langka h dengan angat ce at ketika haru menyele aikan ma alah dengan cara yang benarbenar ama ebagaimana yang ditirukan ke ada mereka (Gilbert. 2006). Ke eringan i wa di dalam kela akan menyele aikan erma alahan dengan cara yang ama ebagaimana contoh yang diberikan. memandang emecahan ma alah ebagai ebuah deretan emilihan ke utu an. guru haru angat hati-hati untuk menyam aikan bentuk ertanyaan yang akan d itanyakan. dan diangg a ebagai endekatan embelajaran yang menyenangkan oleh i wa (Setyaning ih. menentukan h ukum yang berhubungan dan menyele aikan ek re i matematika bermakna. 2008).. Timbulnya erbedaan antara kemam uan emeFMIPA UNIVERSITAS NEG ERI MALANG. 1996). Dengan demikian i wa terdorong meme ertimbangkan kon e -kon e ada kontek objek nyata. Setyowati. Pengembangan keahlian kognitif haru menjadi u at erhatian karena ia meru akan bagian yang enting dalam mengembangkan kemam uan ” cientific rea on ing”. da ar-da ar engetahuan. Guru memiliki eran enting dalam mengembangakan keahlian emecahan ma al ah i wa. Keahlian rea oning adalah kemam uan memberi argumenta i logi dan menduga ke im ulan berda arkan bukti. Si w a akan angat ke ulitan untuk mengambil langkah yang be ar dalam enyele ain ma alah karena ma ih mera a a ing. meningkatkan keteram ilan e mecahan ma alah dan kemam uan berfikir kriti (Gallet. Keahlian rea oning yang rendah akan menghambat kemam uan dalam menyele aikan ma alah kon e tual. Guru ebi a mungkin menunjukkan eluruh ro e yang digunakan dalam m emecahkan ma alah dan menem atkan ecara te at etia langkah yang diambil. ha il belajar (Adim. latar belakang. Strategi emecahan ma alah lebih efektif untuk mengembangkan kemam uan em ecahan ma alah i wa khu u nya dalam menentukan. et al. Context-rich Problem mencoba membawa i wa mema uki erma alahan yan g bia a ditemuinya di dunia nyata. Ingatan algoritmik aja tidak akan memberi dam ak terhada k eahlian ini.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN dan mengajukan ertanyaan. Dalam menin gkatkan kemam uan menyele aikan ma alah kon e tual. Semakin akrab kontek dimana erma alahan itu dihadirkan dan e makin dekat erma alahan ter ebut dengan engalaman ke eharian i wa. Su li tiana.oal e i khu u dan kon e tual da at meningkatkan kemam uan i wa dalam memahami dan menyele aikan ma alah kon e tual dan algoritmik (Nakhleh. 2007. ketunta an. Salah atu enera an trategi emecahan ma alah dalam embelajaran d i kela adalah dengan menera kan Context-rich Problem ( oal. jawaban. 2008). Penera an item-item kon tektual da at memberi inf orma i tentang banyak a ek dalam kemam uan rea oning i wa ebagaimana dam ak t erhada kultur engujian kemam uan i wa. integra i engetahuan adalah angat enting guna ke uk e an engamalan e mecahan ma alah. Context-rich Pr oblem dide ain untuk mendorong i wa menggunakan trategi emecahan ma alah yan g terorgani i r dan logi . 2005). me ningkatkan interaktif. et al.

tegra ikan kon truk i engetahuan yang 98 ¡       .

. baha a. et al. Dengan adanya da ar dan vi i engembangan SBI ter ebut em erintah teru beru aha menyertakan ratu an SMP dan SMA eluruh Kabu aten/Kotamad       ¡   ¡ ¡ ¡       ¡     ¡               ¡         ¡   ¡         ¡         ¡   ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡             ¡       ¡       ¡               ¡           ¡ ¡   ¡   ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡   ¡             ¡           ¡               ¡         ¡         ¡         ¡     ¡   ¡ ¡   ¡       ¡         ¡ ¡   ¡   ¡ ¡  ¡ ¡   ¡         ¡         ¡   ¡     ¡     ¡       ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡                     ¡ ¡                       ¡         ¡           ¡       ¡ ¡     ¡ ¡     ¡       ¡   ¡                     ¡ ¡   ¡ ¡     . Pengembangan SBI endiri dida arkan ada UU No. Di Indone ia telah dikembangka n ula Rinti an Sekolah Bertaraf Interna ional (RSBI) yang kurikulumnya dikemban gkan berda arkan KTSP dan Kurikulum Interna ional (De dikna . Karena univer ita di Ma lay ia memiliki nama dan kualita yang diakui dunia intena ional. De dikna mendorong berdirinya ekolah ber t andar interna ional baik di tingkat ekolah da ar. ehingga Indone ia t idak tertinggal FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Dengan karakteri tik Context-rich Pr oblem . Vi i SBI endiri yakni mewujudkan in an Indone ia cerda . univer ita -univer ita di Indone ia mulai membuka kela -kela interna ional guna meningkatkan mutu endidikan di erguruan tinggi.E. Yakni etia ernyataan oal menggunakan kata ganti er onal “kamu/an da”. Banyak i wa ber en da at bahwa menyele aikan oal algoritmik kimia hanyalah tentang engerjaan yang ber ifat matemati dan tidak ada a lika i kon e dalam dunia yang ebenarnya. berjati diri Indone ia. 2007). Setia oal meru akan cerita endek dengan karakter utamanya a dalah i wa. engua aan I tek. i wa dituntut untuk memecahkan oal dengan menggunakan engetahuan yang dimilikinya dan ekaligu mendorong i wa untuk menggambarkan emecahan ma alah yang da at mereka kerjakan dengan baik. dan er aingan interna ional melalui berbagai erlombaan/olim iade (matematika . Oleh karena it u. 2002). Malay ia kini menjadi illihan keem at ma yarakat Indone ia yang ingin belajar ke luar negeri. Pernyataan oal mengandung motiva i atau ala an bagi “anda” (dalam hal ini i wa) untuk memecahkan/menghitung e uatu. Inggri . (Bi ni Indone ia. dan kom etitif ecara global. Au tralia. mengacu ada tuntutan globali a i. berakhlak mulia. Tidak ada gambar atau diagram ehingga i wa haru memvi uali a ikanny a melalui latihan-latihan yang ernah dilakukan. Amerika. 2010). 2003). meteri mata elajaran yang umumnya dituli dalam baha a Inggri . Kemudian dengan bertambahnya engalaman i wa dalam menghada i berbagai oal terbukti menimbulkan eningkata n menuju tingkah laku emecahan ma alah yang kian mahir. Pendidikan teknologi da ar. 2009). H al ini da at di ebabkan karena rancangan oal dan enyele aiannya cenderung dido mina i matematika dari ada a lika i kon e . RSBI DAN PEMBELAJARAN KIMIA DI KELAS Di i i lain.M. dan enera an a ek lingui tic yang condong menera kan baha a dunia (baha a Inggri ) ebagai media enyam aian e an (Triyono. beriman da n bertakwa ke ada Tuhan Y. Univer ita -univer ita di Malay ia kini menuju engembangan endidikan bertaraf interna ional. De dikna kini edang dalam u ay a melakukan reforma i endidikan. Obyek-obyek dalam oal nyata dan da at dib ayangkan. 2007). Munculnya Sekolah Bertaraf International (SBI) di Indone ia diangga ebagai langkah maju tumbuhnya erkembangan endidikan etara luar nege ri atau Interna ional. Karakteri tik context-rich roblem adalah ebagai beriku t (Anonym. 9 Oktober 2010 bahkan oleh negara tetangganya endiri. Salah atu yang enting dari u aya ter ebut ad alah interna ionali a i endidikan. Kela interna ional dibuk a tidak hanya bagi maha i wa Indone ia akan teta i bagi maha i wa a ing yang ing in belajar di Indone ia. dan bebera a Negara di A ia memiliki tandar endidikan maju. ain . dan ebagainya) meru akan bagian enting dalam rogram engemba ngan kurikulum SBI. mam u memulai dengan an ali i kualitatif dan lebih elektif dalam mencari dan menyajikan informa i (Ant onenko. i wa dituntut untuk memiliki ko m eten i yang da at ber aing di tingkat global. 2005). (Media Indone ia. mau un erguruan ti nggi (Kom a . Soal tidak da at di ecahkan den gan atu langkah yakni mema ukan angka-angka ke dalam rumu . U aha ini angat membutuhkan dukungan. menengah.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN majemuk guna memecahkan ma alah yang mereka hada i. 20 tahun 2003 tentang Si dikna a al 50 ayat 3 yang ecara gari be ar ketentuan ini ber i i bahwa emerintah didorong untuk mengembangkan atuan endidikan bertaraf int erna ional. bebera a ala an diantaranya adalah Negara ter ebut aktif dalam menci takan globali a i e erti ertumbuhan ekonomi.

ya di Indone ia (Triyono. 2009). 99   .

Akan teta i.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Pembelajaran di kela -kela ekolah bertaraf interna ional un diu ayakan emak imal mungkin menggunakan baha a Inggri ebagai engantar. Pada rogram bilingual maintenance.o al dalam baha a Indone ia dan baha a Inggri dengan memberikan latihanlatihan o al ebagaimana dalam enelitian ter ebut baik beru a re-te t. Berda arkan ha il enelitian ter ebut. Dalam bent uk embelajaran bilingual engayaan emacam ini. akan angat mungkin muncul mi kon e i elama ro e embe lajaran berlang ung. dan Menata bagian-bagi an dalam bahan ajar (materi. ada kend ala yaitu guru (RSBI) mau un i wa yang a li Indone ia tidak memiliki kemam uan yang memadai dalam baha a Inggri (Kom a . enuli men yajikan rototy e bahan ajar yang enuli angga layak untuk memenuhi kebutuhan ter ebut. 2 000 dalam The. Dalam embelajaran bilingual umumnya digunakan komb ina i baha a ibu dan baha a elainnya (baha a a ing) dalam ka u ini adalah baha a Indone ia dan Inggri . 20 09). Secara umum terda at tiga rogram bilingual. Joglo emar. Di dalam engembangan bahan ajar terebut. 2009. Ha il enelitian Nikmah (2009) menunjukkan adanya erbedaan yang ignifikan antara kemam uan i wa dalam menyele aikan oal. ejumlah atau ebagian materi bidang tudi diajark an dengan mak ud untuk engayaan engua aan engetahuan bidang tudi. Untuk mengata i ma alah ter ebut da at ditera kan embelajaran bilingual dalam embelajaran kimia. Bila huruf awal dari rin i .rojected beru a tek ebagai media cetak yang beri i informa i dan keteram ilan ecara ut uh dan lengka dalam caku an ubjek/materi elajaran tertentu yang di ajikan dal am dua baha a (baha a indone ia dan baha a inggri ). Anali i kontek (ek li it dan in li it). maka akan di eroleh ingkatan MASHUM. eluruh materi bidang tudi di ajikan da lam baha a a ing. dan latihan oal) edemikian ru a ehi ngga da at digunakan dengan baik. 2009. d i arankan untuk lebih menyeimbangkan kemam uan i wa dalam menyele aikan oal. Siratkan kontek dan motiva i. 2007). Re ublika. dan enrichment ( engayaan). kreatif . Dalam kela baru ini. i wa mem elajari materi bidang tudi mereka dalam baha a a ing. enuli menera kan rin i rin i erancangan ebagai berikut. di dalam bahan ajar ter ebu t terda at kotak dialog yang beri i trategi emecahan ma alah dan kon e -kon e       ¡ ¡   ¡               ¡     ¡       ¡ ¡ ¡                 ¡         ¡ ¡   ¡     ¡       ¡ ¡   ¡           ¡ ¡   ¡       ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡         ¡ ¡         ¡    ¡     ¡           ¡   ¡     ¡     ¡     ¡     ¡ ¡ ¡ ¡     ¡ ¡   ¡                   ¡ ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡   ¡     ¡ ¡ ¡   ¡           ¡               ¡                                 ¡ ¡ ¡           ¡ ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡     ¡       ¡       ¡ ¡ ¡   ¡           ¡             ¡         ¡ ¡       ¡   ¡ ¡ ¡   ¡     ¡     ¡ ¡       ¡   ¡             ¡   ¡        ¡   ¡       ¡ ¡   ¡     ¡ ¡     ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡     ¡ ¡         ¡                     . kon e . dan da at membawa e eorang menjadi lebih hati-hati dalam komunika i (Beker. Pada rogram tran i i i wa mem elajari materi bidang tudi dengan menggunakan baha a ibu terlebih da hulu. Hubungkan materi dengan kon e dan t rategi emecahan ma alah yang telah diketahui/di erlukan. contoh oal. Sedangkan rogram emb elajaran bilingual engayaan. BAHAN AJAR MATERI KIMIA LARUTAN YANG DIKEMBANGKAN DENGAN CONTEXTRICH PROBLEMS DA N PENGANTAR BILINGUAL Dalam ke em atan ini enuli akan memberikan gambaran tentang bahan ajar materi kimia larutan yang dikembangkan dengan context-rich roblem dan engantar bilin gual. Pembelajaran bilingual adalah embelajaran yang menggunakan kombina i dua baha a dalam ro e embelajaran. kemudian i wa dilatih berbaha a a ing. Mengum ulkan materi yang dibutuhkan. Pembelajaran bilingual memiliki keunggulan yaitu anak yang memiliki kemam uan bilingual da at berfikir lebih tajam. o t-te t. Bahan ajar bilingual yang dimak ud adalah alat bantu vi ual non. Ketika engua aan baha a a ingnya telah diangga memadai. Oleh karena itu. i wa belajar bidang tudi dalam baha a ibu.untuk meningkatkan engua aan mereka terhada materi bidang tudi.rin i ter ebut diambil. elanjutnya i wa belajar materi bidang tudi menggunaka n baha a Inggri .oal dalam baha a Indone ia dan baha a Inggri dimana kemam uan i wa dalam menyele aikan oal berbaha a Inggri lebih tinggi dari ada oal yang berbaha a Indone ia baik untuk oal ti e ilihan ganda mau un uraian. Dalam ola ini i wa tidak dibekali dengan keteram ilan berbaha a a ing. maintenance. flek ibel. Selanjutnya. Dalam lam iran. yaitu tran it ional (tran i i). Bebera a bagian dalam de ain baha n ajar ter ebut dijela kan ebagai berikut. mau un latihan-latihan oal elama ro e embelajaran berlang ung. dan trategi emecahan ma alah yang dibutuhkan. materi bidang tudi di ajikan b aik dalam baha a ibu mau un baha a a ing. Pertama.

9 Oktober 2010     ¡ .enghubung yang dibutuhkan i wa untuk memahami materi dengan lebih 100 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

da at dikatahui engetahuan dan emahaman endahulua n yang di erlukan untuk da at memahami materi yang edang di am aikan. 1980). Sedangkan ada contoh oal kedua. Sedangkan i wa da at membekali dirinya atau m elakukan enyegaran kembali terhada kon e -kon e yang telah dikua ainya ebelu m mema uki materi ter ebut. Pada bagian inilah keahlian rea oning i wa akan terbentuk. Kotak dialog ini terda at baik ada bagian materi mau un bagian oal. Pemberian engalaman emecahan oal       ¡         ¡ ¡ ¡   ¡       ¡ ¡     ¡           ¡       ¡ ¡   ¡   ¡ ¡       ¡ ¡     ¡     ¡       ¡ ¡         ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡     ¡   ¡     ¡         ¡                     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡           ¡     ¡ ¡       ¡   ¡   ¡   ¡   ¡       ¡   ¡               ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡ ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡       ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡ ¡     ¡ ¡   ¡   ¡ ¡     ¡       ¡ ¡   ¡     ¡       ¡ ¡         ¡ ¡ ¡   ¡   ¡ ¡     ¡   ¡     ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡       ¡       ¡ ¡     ¡   ¡   ¡ ¡ ¡   ¡ ¡       ¡ ¡     ¡ ¡         ¡           ¡             . juga haru beru aha untuk benar-benar memahami langkah emecahan ma alah yang diambil dan ala an-ala an dibalik langkah-langkah ter ebut. Dengan be gitu. Pen gembangan keahlian kognitif haru menjadi u at erhatian karena ia meru akan ba gian yang enting dalam mengembangkan kemam uan ” cientific rea oning”.oal ada bagian ini dibuat agar da at meningkatkan kemam uan i wa dalam memahami dan men yele aikan ma alah kon e tual dan agoritmik. Sedangkan i wa. Timbulnya erbedaan antara kemam uan emecahan ma alah kon e tual dan algoritm ik di ebabkan karena keahlian rea oning yang rendah (Crololice. 9 Oktober 2010 urutan tertentu aja. Deng an adanya kotak dialog ini. Langkah emecahan ma alah hanya beru a emi lihan rumu dan enera annya dalam menjawab oal tan a mema arkan menga a rumu ter ebut di ilih dan bagaimana menera kannya. i wa ti dak haru menyele aikan erma alahan dengan cara yang benar-benar ama ebagaima na contoh yang diberikan. bagian latihan oal yang dibutuhkan untuk memberi ke em atan ke ada i wa menera kan engetahuan emecahan ma alah yang telah dimilikinya. bagian contoh oal dilengka i dengan dua buah oal yang membaha kon e yang ama. embaha an dibuat lebih mendetil. enera an trategi emecahan ma alah. Kedua. Guru haru benar-benar menjela k an menga a dan bagaimana langkah-langkah emecahan ma alah ter ebut dilakukan. Dengan cara ini. Soal. Me nurut engamatan enuli . Langkah enyele aian ma alah yang di ajikan hanya meru akan kum ulan imbol dan angka dengan urutanFMIPA UNIVERSIT AS NEGERI MALANG. elain haru mem erhatikan.ertanyaan dalam diri i wa tentang menga a langkahlangkah enyele aian ter ebut erlu dilakukan. Bagian ini erlu karena dalam meningkatkan kemam ua n menyele aikan ma alah kon e tual. P engembangan keahlian kognitif adalah kom onen yang e en ial dalam endidikan i wa.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN baik. di erlukan engembangan keahlian kognitif. Pada contoh oal ertama. diberikan embah a an yang tidak terlalu mendetil dalam langkah-langkah enyele aian oal. Keahlian rea oning adalah kemam uan memberi argumenta i logi dan menduga ke im ulan berda a rkan bukti. Guru ebi a mungk in menunjukkan eluruh ro e yang digunakan dalam memecahkan ma alah dan menem atkan ecara te at etia langkah yang diambil. Keahlian rea on ing yang rendah akan menghambat kemam uan dalam menyele aikan ma alah kon e tual . Pada bagian ini eran guru angatlah enting guna mem erce at enca aian kemam uan emecahan ma alah i wa. G uru haru memberi engertian ke ada i wa bahwa etelah i wa memahami. et al. Langkah emecahan ma alah ter ebut meli ut i anali i ma alah. Pada embaha an contoh oal kedua diga mbarkan langkah emecahan ma alah dengan angat cermat ehingga edekat mungkin dengan taha -taha emecahan ma alah. melakukan enyele aian . latar belakang. enyajian langkah emecahan ma alah ada bagian contoh oal dibuat kurang cermat dan tida k memiliki enjela an yang gamblang. Pada bagian ini i wa diaj ak untuk da at memecahkan ma alah berda arkan kemam uan yang telah mereka miliki dan membantu i wa mengembangkan kemam uan ” cientific rea oning”. dihara kan i wa tidak mudah kehilangan langkah dalam menyele aikan ma alah. Ke tiga. Ingatan algoritmik aja tidak akan memberi dam ak terhada keahlian ini. di dalam ebagian bahan ajar yang telah ada. dan memverifika i jawaban. Hal in i dimak udkan agar tibul ertanyaan. Penyele aian dalam bagian contoh oal kedua menunju kkan eluruh ro e yang digunakan dalam memecahkan ma alah dan menem atkan eca ra te at etia langkah yang diambil (Gilbert. Kelemahan cara ini yaitu i wa da at kehilangan langkah de ngan angat ce at ketika haru menyele aikan ma alah dengan cara yang benar-bena r ama ebagaimana yang ditirukan. da ar-da ar engetahuan. dan a um i. 2008). guru da at memberi bekal atau memberi enyegaran engetahuan tentang trat egi emecahan ma alah dan emahaman kon e -kon e yang telah diberikan ebelum m ema uki materi yang ber angkutan.

oal akan da at 101 ¡   ..

kalimat endahuluan meru akan engenalan kontek ma alah yang dekat dengan dunia nyata i wa.500 mol/dm3. 2007). 9 Oktober 2010 uan baha a yang rendah da at menimbulkan ke alahan kon e dan akan mengalami ke ulitan dalam menjawab oal..0 cm3 larutan ember ih ter ebut anda titra i dengan larutan tandar ota ium hidrok ida (KOH) 0. anda melihat bahwa larutan ter ebut mengandung a am klorida yang tidak tertuli kon entra inya ada kema an. dengan cerita dan engetahuan yang erlu..5 cm3 lar utan tandar ota ium hidrok ida (KOH) 0..oal berbaha a Inggri .PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN men timula i kemam uan mereka dan menjadi lebih mahir (Antonenko. terda at bebera a bentuk enyajian yang bi a dikembangkan ebagaimana di ajikan ada tabel 2.. Ternyata anda menda ati bahwa indikator bromtimol biru berubah dari kuning menjadi biru etelah larutan a am ter ebut direak ikan dengan 37. ehingga tujuan dari hadirnya kalimat motiva i dihara k an benar-benar terca ai. Kelima. Menurut engamatan enuli . Hitung kon entra i larutan a am klorida ter ebut? Context-rich Problem Ketika anda menemukan larutan ember ih lantai kamar mandi ..500 mol/dm3 di laboratorium. Hitung kon entra i a am klorida dalam larutan ember ih anda ter ebut? Tabel 2. Kemudian ada Latihan nomor 2 ada lam iran terda at enggalan kali mat ” Becau e of your intere t in the environment and your knowledge of chemi try. kalimat menyim an makna (in li it) bahwa netrali a i terca ai dan reak i etimbang. 1996). Perbandingan bentuk oal konven ional dan Context-rich Problem Soal ko nven ional Sebanyak 25. bahan ajar ini di ajikan dengan engantar bilin gual guna memfa ilita i erkembangan kemam uan baha a i wa ekaligu mengembang kan kemam uan menyele aikan oal berbaha a Indone ia dan Inggri .. et al. Kemudian ebanyak 25. ma ka bentuk enyajian bahan ajar dengan engantar bilingual meru akan hal yang har u di erhatikan. Bentuk enyajian materi dalam bahan ajar bilingual Bentuk Penyajian 1 2 3 Baha a Indone ia Materi A.anda menda at i bahwa indikator bromtimol biru berubah dari kuning menjadi biru etelah laruta n a am ter ebut direak ikan dengan . Agar tujuan ini terca ai. A. Dalam enyu unan context-rich roblem digunakan kontek yan g ebaiknya beru a i u mutakhir.0 cm3 larutan a am klorida di titra i dengan 37. Gam baran mengenai erbedaan antara Contextrich Problem dan oal konven ional di aj ikan dalam tabel 1. You wondering to know what i the concentration of acid in rainwater of your city…. dan kalimatkalimat motiva i. Dalam enyajian bahan ajar bilingual. Tabel 1. KemamFMIPA UNI VERSITAS NEGERI MALANG. you are a member of a Citizen Committee inve tigating. Kemudian ada otongan kalimat ” . Materi B Materi A Materi A Baha a Inggri Materi M ateri B Materi Materi B Materi B A. Dengan hadirnya kalimat motiva i e erti itu. Jadi. Pada con toh dalam tabel 1. Kalimat ter ebut adalah kontek yang men untut engetahuan bahwa ke etimbangan reak i terjadi aat indikator berubah warn a. kontek yang menyim an makna (mengandung variab el target/ clue). guru dituntut untuk mam u menjela kan dan memaknai kontek ehingga enyaji an kontek akan mem ermudah i wa menca ai enaf iran yang te at terhada erma alahan. Selain itu guru juga erlu memberi enekanan motiva i. Pada bagian ini.”.5 cm3 larutan ota ium hidrok ida. di dalam bahan ajar ter ebut juga dikembangkan ti e Context-rich Problem .”. dihara kan akan muncul motiva i intrin ik ada i wa yang da at me mfa ilita i erkembangan intelektual i wa ter ebut (Herron. di a aran telah ter edia bahan ajar kimia yang dituli dengan engantar bilingu       ¡   ¡       ¡       ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡       ¡             ¡ ¡     ¡   ¡             ¡ ¡   ¡ ¡   ¡   ¡               ¡             ¡         ¡   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡           ¡     ¡                 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡               ¡         ¡ ¡ ¡ ¡            ¢ ¡     ¡         ¡                   ¡ ¡         ¡     ¡ ¡   ¡       ¡ ¡ ¡   ¡ ¡        ¡   ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡           ¡     ¡       ¡ ¡         ¡ ¡       ¡             ¡   ¡     ¡ . Penggunaan item-item kontek tual akan memberitahukan kom lek ita oal dan membantu mereka mengkon truk i engeta huannya yang majemuk guna memecahkan ma alah (Antonenko. 2007). Keem at . Penggalan kalimat te r ebut mengandung kontek dan kalimat motiva i.

al. Di dalam buku ter ebut materi dan oal di ajikan dalam baha a 102         .

Ada un taha an dalam model 4-D meli uti taha erencanaan (defin e). Pada bagian keem at in i. Kelima. Di i i lain . i wa ma ih memili         ¡         ¡ ¡ ¡   ¡ ¡               ¡       ¡   ¡                  ¡   ¡ ¡               ¡         ¡ ¡ ¡ ¡     ¡           ¡   ¡ ¡ ¡               ¡   ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡     ¡     ¡ ¡ ¡     ¡                   ¡ ¡ ¡       ¡       ¡ ¡         ¡     ¡     ¡             ¡       ¡ ¡ ¡ ¡   ¡ ¡         ¡     ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡       ¡   ¡   ¡ ¡   ¡   ¡ ¡     ¡             ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡             ¡ ¡     ¡ ¡ ¡   ¡   ¡     ¡ ¡               ¡     ¡   ¡ ¡   ¡ ¡     ¡ ¡ ¡         ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡             ¡   ¡     ¡     ¡                 ¡   ¡     ¡ ¡         ¡   ¡     ¡     ¡     ¡   ¡   ¡     ¡ ¡     ¡   ¡       ¡ ¡             ¡ ¡ . Selain itu juga engembangan bahan ajar haru mengacu ada kelayakan i i dan kelayakan enyajian buku tek elajaran (De dikna . Keem at. Keefektifan enera an embelaja ran di kela tidak terle a dari eran guru. 2008). tuntutan globali a i menghendaki i wa dituntut untuk memiliki kemam uan baha a inggri yang memadai. ma ih banyak i wa yang mengalami ke ulitan dalam menjawab ertanyaan kon e tual dan atau algoritmik. Di dalam rototy e bahan ajar yang e nuli tawarkan telah terda at bagian ema aran materi dan oal yang mengikuti be ntuk enyajian ke-2 dalam tabel 2. Ketiga. Pengaruh tata u unan materi. guru memberi bekal engetahuan tentang kontek nyata y ang dibutuhkan i wa guna mengembangkan kemam uan emecahan ma alahnya. guru memberi ke em atan ke ada i wa untuk men yele aikan oal. terhada ke eimbangan kemam uan bilingual i wa dan kemam uan menjawa b oal. i wa har u mam u memverifika i jawabannya endiri. Untuk mengata i ma alah ini maka. Akan teta i. Ketiga. guru haru memberi enjela a n tentang trategi emecahan ma alah dan kon e -kon e yang dibutuhkan i wa eb elum mema uki materi. demikian ula dengan kefektifan en era an bahan ajar. Untuk elanjutnya engemban gan dan enyu unan bahan ajar da at dilakukan dengan metode engembangan tertent u. guru haru mam u menjela kan bagian-bagian materi mau un oal yang di ajikan dalam baha a ingg ri . guru haru mam u memberi enekanan motiva i. Dengan cara e erti ini i wa dituntut untuk membaca bagian yang berbaha a Inggri dan beru aha memahami maknanya. 9 Oktober 2010 ke alahan langkah emecahan ma alah yang dilakukan i wa. guru haru mam u menjela kan makna kontek dalam oal yang belum difahami i wa dan mengorek i FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. ebagaimana ad a tabel 3. guru memberi enjela an ecara cermat dan runut tentang bagai mana emecahan ma alah dilakukan dan ala an-ala an di balik emilihan trategi emecahan ma alah.oal baik berbaha a Indone ia mau un berbaha a Inggri ecara imbang.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Indone ia dan ecara ke eluruhan dialih baha akan ke dalam baha a Inggri (bentu k enyajian 1 dalam tabel 2). i w a haru memiliki kemam uan baha a inggri yang baik. Akan teta i. dan enyebarlua an (di eminat e). Keenam. Penjela an ini bi a beru a trategi emecahan ma alah dan kon e yang baru atau enyegaran trategi dan kon e yang telah diketahui i wa ebelumnya.oal latihan dengan cara yang tidak haru benar-benar ama denga n urutan langkah emecahan ma alah yang telah dijela kan. Kedua. Setelah engembangan . elain menyajikan dalam bentuk alih baha a dari baha a Indone ia ke Inggri . i wa haru memiliki engeta huan dan memahami makna kontek -kontek yang ter aji di dalam oal. Guru ter kadang erlu menjela kan dan memaknai kontek ehingga mem ermudah i wa menca a i enaf iran yang te at. Terda at bebera a hal enting yang haru di erhatikan i wa agar tujuan embelajaran menggunakan bahan ajar ini terca a i dengan baik. erancangan (de ign). ada embelajaran kimia. kemam uan menyele aikan oal kon e tual dan alg oritmik. Bahan ajar ini juga da at digunakan oleh i wa ecara mandiri. dalam eb agian bahan ajar juga di ajikan materi atau oal yang hanya menggunakan baha a I nggri . i wa haru memahami trategi emecahan ma alah dan kon e -kon e enting yang dibutuhkan ebagaimana ter aji dalam kotak dialog. i wa haru benar-benar memberi erhatian ada langkah-langkah emecahan ma ala h dan ala anala an emilihan emecahan ma alah yang di ajikan. Kelima. KESIM PULAN Materi-materi embelajaran kimia larutan menuntut kemam uan enyele aian m a alah kon e tual dan algoritmik. dan kemam uan menyele aikan oal berbaha a Indone ia dan Inggri . maka di erlukan juga enelitian lebih lanjut guna mengetahui engaruh engguna annya terhada re ta i belajar. Pertama. Terda at bebera a hal enting yang haru di erhatikan guru un tuk efektifita enggunaan bahan ajar ini. mi alnya de ain in truk ional yang dikembangkan oleh Thiagarajan dkk (1974) y aitu model 4-D. engembangan (develo ). Kedua. Keem at. ma ih memerlukan enelitian inten if lebih lanjut. Pertama. Penyajian ini memiliki kelemahan yakni angat mung kin ekali i wa hanya akan membaca bagian yang berbaha a Indone ia aja dan men gabaikan bagian yang berbaha a Inggri .

ki ketidakmam uan menyele aikan oal103     ¡ .

Identifika i Ke ulitan Si wa Kela XII IPA-2 MAN MALANG 1 dalam Memahami Materi Kelarutan dan Ha il Kali Kelaruta n(K ) erta Pemahaman Materi ter ebut dalam Kehidu an Sehari-hari. Te i tidak diterbitkan.C. dibutuhkan uatu metode yang da at mengambangkan emahaman kon e tual mau un al goritmik erta menyeimbangkan kemam uan i wa dalam menyele aikan oal. (htt :// erc. Al . 2006. London: Pear on Education Ltd.C... Eh lert. Pengaruh Pembelajaran Pemecahan ma alah terhada H a il Belajar Si wa ada Materi Hidroli i Garam ada Si wa Kela XI SMAN 2 Malan g Tahun Ajaran 2007/2008. 2008. Arifin. 2010. Aug. A Study on Student Ab ilitie to Solve Algorithmic and Conce tual Problem on Chemi try Conce t . Colburn. Alfatie. Ha il ob erva i melalui angket menunjukkan kabutuhan yang tinggi terhada bahan ajar yang dimak ud. de ain.edu/ hy ed/Re e arch/CRP/onlineArchive/c row. A. S. 1-5.umn. dan kemam uan menyele aikan oal berbaha a Indone ia dan Inggri .html. kebutuhan i wa. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang. Ehlert. Sudja. J. 2005.A. E. Juni 2008.M. Y ilmaz. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang. Guru memiliki eran en ting dalam mengembangakan keahlian emecahan ma alah dan kemam uan i wa dalam k ombina i dua baha a.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN oal dalam baha a Indone ia dan baha a Inggri ecara eimbang. 2005. Oleh karena itu. kemam uan menyele aikan oal kon e tual dan algori tmik. Oleh karena itu. 28-Se t. Deming. H. M. hlm. 10.. 2007. 2009.. 2003. & Cracolice. Bakar.oal dala m baha a Indone ia dan baha a Inggri . B. Berda arkan embaha an enuli kan menyarankan erlunya dil akukan enelitian tentang engembangan bahan ajar materi kimia larutan berda ark an endekatan emecahan ma alah dengan context-rich roblem dan engantar bilin gual. Edu. hy ic .S. dan keunggulannya. Sungur. Clark. B. Alternative C once tion in Chemi try. Deming. Context-rich Problem dimak udkan untuk mendorong i wa menggunakan uatu tra tegi emecahan ma alah yang logi dan terorgani ir. e lak anaan embelajaran da at dilakukan ecara bilingual. Pengaruh Remedi Menggunakan Metode Pemecahan ma alah dan Tingkat Intelek terhada Ha il Belajar dalam Menye le aikan Soal Kon e tual dan Algoritmik ada To ik Stoikiometri Si wa Kela II S MA Negeri 4 Malang. Malay ia Kaya Pendidikan Bertaraf Interna ional. 1. . 2009. diak e 2 e tember 2010). C.. 2008). vol. 26 Maret. Pengembangan da at dilakukan dengan uatu metode tertentu dan haru memenu hi kelayakan i i dan kelayakan enyajian buku tek elajaran (De dikna .G. A. Anonym. Skri i tidak diterbitkan.E. W. Antonenko. bentu k. Under tanding Student Pathway in Context-rich Problem . Algorithmic and Conce tual Under tanding Diff erence in General Chemi try: A Link to Rea on104   ¡ ¡   ¡       ¡ ¢            ¡   ¡ ¡  ¡           ¡     ¡         ¡   ¡ ¡ ¡       ¡       ¡   ¡ ¡     ¡     ¡     ¡       ¡ ¡         ¡   ¡             ¡ ¡     ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡   ¡ ¡   ¡     ¡           ¡       ¡ ¡     ¡               ¡ ¡¡     ¡   ¡ ¡        ¡   ¡  ¡ ¡   ¡     ¡     ¡   ¡  ¡   ¡         ¡  ¡                 ¡     ¡ ¡   ¡ ¡           ¡     ¡   ¡ ¡     ¡               ¡         ¡   ¡   ¡     ¡ ¡           ¡ ¡   ¡           ¡ ¡           ¡ ¡ ¡ ¡      ¡ ¡ ¡   ¡   ¡       ¡       ¡ . (Online). H. Pengembangan bahan ajar kimia larutan berda arkan endekatan e mecahan ma alah dengan context-rich roblem dan engantar bilingual menjadi al ah atu olu i. J. 6. I mail. 2000. ehingga kemam uan rea oning -nya un meningkat. Pg. Cracolice. of Chem.. J . M. Strategi Belajar Mengajar Kimia. W.. kol.html. 873-878. (O nline).carleton. Context-rich Problem . A.W. The Science Teacher.A. Amer ican Chemical Society. dibutuhkan bahan ajar yang da at membantu eran guru dan memenuhi DAFTAR RUJUKAN Adim. A. 15. Perlu juga dilakukan tudi untuk mengetahui efektifita enggunaan bahan ajar te r ebut ada re ta i belajar.. 2008. No. W ahyu. M. Skri i tida k diterbitkan. Conce t Learning Ver u Problem Solving: A Cognitive Diffe rence. Malang: Penerb it Univer ita Negeri Malang (UM Pre ).S. & Tekkaya. M. Erte inar. 85. & Mulyono. J. 2003.edu/ /library/context_ri ch/index. Strategi emecahan ma alah dal am embelajaran di kela da at dilakukan dengan menera kan Context-rich Problem . Di dalam makalah ini telah di a arkan tentan g rototy e bahan ajar yang dimak ud meli uti rin i erancangan. et al.K. (htt ://grou . Sedangkan untuk mengata i ma alah kemam uan dalam baha a. Salah atu endekatan embelajaran yang d a at dijadikan alternatif engembangan emahaman kon e tual dan algoritmik adala h endekatan emecahan ma alah (Probelm Solving).. diak e 2 e tember 2010). Calculation in AS/A Level Chemi try. Malang: Program Pa ca Sarjana Unive r ita Negeri Malang.. Bi ni Indone ia.

9 Oktober 2010 .FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

1. of Chem. (Online). .8. National Science Foundat ion. 2000. 10. Q. Oktober 2005. 5-6.1.id. 79-81.. Huffman. Problem Solv ing in the Chemi try Laoratory. Kom a . J. Robin on. 758. Jakarta: GP Pre . Ratcliffe. J. Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran. Lowrey. 3 1. Edu. Strategi Pembelajran Berorient a i Standar Pro e Pendidikan. 1. . Guru RSBI Lemah dalam Pengua aan Baha a Inggri . Oct 1996. Academic Re earch Library. K. diak e 24 Mei 2010).co. The Effect of Thinking Aloud Pair Problem Solv ing on High School Student ’ Chemi try Problem-Solving Pervormance and Verbal Inte raction.K. Identifika i Ke ulitan Belajar Si wa Kela Xi I a Seme ter 2 Sma Lab Um Dalam Memahami Materi Kelarutan dan Ha il Kali Kelarutan. Joglo ema r. He ert. Jakarta: Kencana Prenada Media. Jan 1998. (htt ://www. 1558-1564. J. The Role of Contextually-Rich Item in A e i ng Student Learning. M.. Pg. Vol. Anali i Ke ulitan Si wa dalam Menyele aikan SoalSoal Stoikiometri Ber da arkan Taha an Penyele aian Soal Kela X Tahun Ajaran 2008/2009 SMA Negeri 2 T renggalek. Jakar ta: De dikna . 2010. No. Ab tract of Pa er . 1980. 73. 2006. 70. Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madra ah Bertaraf Interna ional ada Jenjang Pen didikan Da ar dan Menengah. M . Paul. Skri i tid ak diterbitkan. B. hlm. Kela Interna ional. 2009.B. M. General Chemi try Student Perce tion of Buffer and Buffer Problem . Sari.Re ubli ka.N. The Chemi try Cla room. De dikna . 25 Februari. Academic Re earch Libra ry. 2006 (2006). Journal of College Science Teaching. How Do I Get the An wer? Problem Solving in Chemi try. 2005.5. Kean. J. 2007 . January 1980. 82 No. Academic Re earch Library. Nakhleh. Model dan Teknik Penilaian ada Tingkat Satuan Pendidikan. 73. Pengua aan Baha a A ing Guru Dinilai Ma ih Buruk. of Chem. Je on. 57. Herron. K. D. Academic Re earch Libbrary. Aug 1996. 7 kol. Ni ak. M. 75. T. Artikel National Council of Teacher of Mathematic . Lin..P. Are Our Studen t Conce tual Thinker or Alghoritmic Problem Solver? Identifiying Conce tual Stu dent In General Chemi try. 10. C. S . 1003. 2009. J. vol. Kaczmarek. Gallet. W. . S. United Kingdom: Nel o n Thoma (Publi her ) Ltd. and D’Ambro io.com. of Chem. Noh. J. of Chem. (Online). 2002. Pg. Wa hington DC: American Chemical Society. 4th ed. Gilbert. R.M. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malan g. Wolfer.A. (htt ://www. Edu. 10-14. K. C. Kat berg.C: American Chemical Socie ty. F. M. 2008. E. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Ne geri Malang. De dikna . Re ublika. 1996. 52-55 Nakhleh.O. J. hlm. 2002. 247. Sanjaya. Edu.kom a . 1985. 2007. 2009. Jakarta: PT. Skri i tidak diterbitkan. Skri i tidak diterbitkan. Wachington. 1998. 3 November 2009.E. Education in Chemi try. g. g. 1993. Problem-Solving Teaching in the Chemi try Labora tory: Leaving the Cook …. Iru ti.. Pemerintah Teru Pebaiki Mutu Pendidikan-Sekolaj Dido rong Ber tandar Interna ional. San Franci co. A. Se tember 7-11. Rahmah. & Ral h. Skri i tidak diterbitkan. Ram en. Baha a Inggri 600 Guru RSBI Ternyata ”Memble”!. Journal of Chemical Education. 2009. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang. Edu. (Online). tan a tahun. 2008. 1996. & Middlecam . Edu.joglo emar.. 2003. 1996. Se t. Elli . Identifika i Ke ulitan Belajar Si wa Kela X Madra ah Aliyah Negeri Jungcangcang Pameka an 1 Dalam Memahami Kon e Mol. Formula for Succe ful Teaching. D. United State . Kom a . 76-80. diak e 24 Mei 2010). Numeric and Conce tual Under tanding of General Chemi try at Minority In titution.C. K. ( htt ://www.72. Anali i Kemam uan Si wa Ke la X Seme ter 2 SMAN 5 Malang dalam Menyele aikan Soal-Soal dalam Baha a Indone ia dan Baha a Inggri untuk To ik Ikatan Kovalen. 8-9. Indiana Univer ity Purdue Univer ity Indiana oli (IUPUI)-US A. E. American Chemical Society . 24 Juni. 2006. . Panduan Belajar Kimia Da ar. D. kol. Haryati. 88. 2002.. Media Indone ia.. 322. J.com. Nikmah. G ramedia.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN ing Ability. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang. of Chem.N. K. Feb 2002. Teahee. M. 13 Oktober. g. M. Bentuk dan Ke olaran Molekul.. & Orgill. Waduh. GL. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidkan Da a r dan Menengah. What’ difficult about A-level Chem i try.B. & Man on. 2007                        ¡   ¡     ¡    ¡     ¡           ¡       ¡       ¡   ¡     ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡                   ¡     ¡     ¡                                 ¡   ¡ ¡¡       ¡¡   ¡             ¢      ¡ ¡¡   ¡     ¡       ¡   ¡          ¡                              ¡ ¡                                 ¡ ¡                 ¡            ¡ ¡   ¡           ¡ ¡¡ ¡ ¡      ¡           . d iak e 24 Mei 2010). 15 Oktober . No. May 2002. A-Level Chemi try.M. Narrowing the Ga Between Conce t and A lgorithm in Fre hman Chemi try. CA. A. 232nd ACS National Meeting. & Mitchel. J. 21. Vol.

Identifika i Pemahaman Kon e tual dan Algoritmik dalam Materi Stoikiometri Si wa 105 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. 9 Oktober 2010   ¡     ..

9 Oktober 2010 106  ¡       ¡¡     ¡  ¡   ¡             ¡              ¡ ¡     ¡     ¡ ¡   ¡            ¡           ¡         ¡       ¡ ¡     ¡¡ ¡     ¡      ¡     ¡ ¡   ¡                    . Zoller.B. Edu. Malang: Juru an Kimia FMIPA Univer ita Negeri Malang. 11. Sekolah Bertaraf Interna ional. of Chem. Kefektifan Penera an Paduan Mod el Pembelajaran Pemecahan ma alah dan Koo eratif Ti e STAD untuk Meningkatkan Ha il Belajar dan Ber ikir Kriti Si wa SMA Kela XI IPA. Edu. Te ier. Lubezky. . 2009. M. 6. 2007. Y. Kemam uan Berbaha a Inggri Anak dengan Pembelajaran Bilingual. Jurnal Pendidikan Penabur. Skri i tidak diterbitkan.). FMIPA. diak e tanggal 16 a ril 2010). Skri i tidak diterbitkan. Uce. D. Juru an kimia FMIPA Uni ver ita Negeri Malang.. 129.(Online). 73. 4.. 2007.. N akhleh. 2008. Te i tidak diterbitkan.O. Setyaning ih. Im lementa i Model Problem Ba ed Learning (Pembelajaran Berba i M a alah) dengan Modul Sel Elektroli i dan Koro i di SMA Negeri 3 Jombang. . Sm ith. & Metz. Succe on Alghoritmic and LOCS V Vonce tual Chemi try Exam Que tion . Education. U. Evaluating tudent under tanding of olution chemi try through micro co ic re re entation . 1996. Malang: Program Pa ca arjana. J. Kajian Tentang Problem Ba ed Learning (PBL) Terhada Ha il Belajar dan Keteram ilan Pemecahan Ma alah S i wa Kela XI SMAN 7 Malang Pada Materi Pokok Larutan Penyangga. K. S. D. Ea ton:Mar 1996. J. and Dori. 1995. A.J. Th. No. 3. P. Setyow ati. Malang: Juru an Kimia. 683. I . Triyono. Teaching th e Mole Conce t U ing A Conce tual Change Method at College Level. 72. 25 Maret. Skri i tidak diterbitkan. Vol.J. (Error! Hy erlink reference not valid. The. M.. N. No. 233 (1 . B. 2009. Sum mer 2009. of Chem.PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 3 PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kela X SMAK Frateran Malang. Univer ita Neger i Malang. Univer ita Negeri Malang. 98 7989 FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Suli tiana. Itta. Vol.09.. untuk A a dan Sia a?. 2008. Academic Re earch Library. g.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful