PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA APARATUR DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KABUPATEN BARITO TIMUR

TESIS

Untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Magister Manajemen Agribisnis

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS

…………………
03030537

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
2006

Lembar Persetujuan

TESIS PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA APARATUR DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KABUPATEN BARITO TIMUR

Oleh

………………………
03030537 Disetujui untuk dipertahankan di depan Dewan Penguji Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, MSc.
Ketua

Ir. Amir Hamzah, MP.
Anggota

TESIS PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA APARATUR DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KABUPATEN BARITO TIMUR
Oleh

…………………….
telah dipertahankan di depan penguji pada tanggal 25 April 2006 dan dinyatakan memenuhi syarat Dewan Penguji Penguji 1 Penguji 2

Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, MSc. Ketua Penguji 3

Ir. Amir Hamzah, MP.

Sutoyo, SP., MP.

Malang, 28 April 2006 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Program Pascasarjana Direktur

Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, MSc. NIP 130 704 145

Model yang digunakan dalam penelitian ini diarahkan pada setting dan perilaku Kepala Dinas atau pemimpin sebagai penentu strategi kebijakan dalam memberdayakan seluruh staf Dinas Pendidikan Nasional meliputi para pejabat Eselon III dan IV serta para staf biasa sebagai subyek yang dikembangkan kualitas kerjanya. Disini data yang dikumpulkan pada awal penelitian melalui pengamatan dan wawancara serta dokumentasi. (2) meningkatkan disiplin aparatur dalam rangka meningkatkan kinerja.i RINGKASAN …………………. MSc. Subyek penelitian ini para staf secara keseluruhan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Peningkatan kualitas SDM dan meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito timur belum memadai untuk mendukung upaya perwujudan pelaksanaan good governance yang digambarkan melalui kurangnya kualitas dan kemampuan menyelenggarakan tugas dalam fungsinya. Dalam pembahasan dengan analisis permasalahan peneliti menggunakan analisis kepemimpinan melalui kajian paradigma pembangunan Sumber Daya Manusia. wawancara dan dokumentasi.. Ir. Aspek yang diamati dalam penelitian ini meliputi dimensi utama. Situasi dan lingkungan kerja sangat mempengaruhi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pegawai di Lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. langsung dicatat untuk dianalisis. Untuk dapat mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur dalam pelaksanaan kepemerintahan yang baik (good governance) pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur yang sangat prioritas untuk segera dilaksanakan adalah meningkatkan peran kepemimpinan dalam peningkatan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Amir Hamzah. namun demikian sebagian pegawai telah . MP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan dapat menjadi jembatan dalam membuat program monitoring serta evaluasi disiplin aparatur mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. analisis kepemimpinan melalui kebijakan publik dan analisis managemen strategis dalam hal ini termasuk menggunakan analisis SWOT. strategi. Dr. kondisi dan kebijakan empat dimensi utama Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tiga macam. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. yaitu pengamatan. Peningkatan kualitas SDM dilingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur belum memadai untuk mengaplikasikan konsep manajemen stratejik ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Eko Handayanto. Komisi Pembimbing: Ketua: Prof.Peranan Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. yaitu kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia guna mewujudkan kepemerintahan yang baik dengan memaksimalkan potensi aparatur yang ada. Penelitian dilaksanakan di Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur sejak bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2005. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model dimana proses analisis dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Anggota: Ir.

ii mengarah pada paradigma baru yang di topang dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. .

This study was aimed to (1) improve human resource quality to achieve good governance by maximizing human resource potency. Aspects measured during this study covered leadership. Kabupaten Barito Timur. MSc. MP. However. Results of this study indicated that leaders could pose as a bridge in preparing monitoring and evaluation program on staff discipline. Leadership was analyzed using paradigm of human resource development. Leadership Role in Improving Quality of Human Resource of Dinas Pendidikan Nasional. and (2) improve discipline of staff to improve job performance. Data was collected through interview. Working situation and environment strongly affected implementation of duties and functions of staff of Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Eko Handayanto.iii SUMMARY ………………. improvement of roles of leadership should be put as first priority.. observation and documentation. Analysis data was carried out using interactive model where process of analysis was simultaneously carried out with data collection. Dr. Improvement of human resource quality at Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur was not adequate to apply concept pf strategic management in relation to duties and functions. . starting from planning to evaluation to achieve organization objectives effectively and efficiently. and strategic management analysis including SWOT analysis. Improvement of human resource and improvement of job performance of Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur were not adequate to achieve good governance as shown by inadequate quality and capability off staff to run duties and functions. several staff have directed to new paradigm that was supported by good human resource quality and professionalisms. conditions and four main dimensions of the Dinas. This study was conducted using qualitative approached that was directed to setting and conduct of Head of Dinas as decision maker in empowering all staff of Dinas Pendidikan Nasional which included Head Sub Dinas ( eselon III) and Head of Section (eselon IV). Supervisors Prof. Amir Hamzah. Ir. as well as ordinary staff. strategy. and Ir. In improving human resource quality to achieve good governance at Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. This study was carried out at Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur from June to October 2005. Subject of this study was all staff of Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.

iv KATA PENGANTAR .

..2.................... 4 Konsepsi Paradigma Pembangunan ........................................ Pendekatan Penelitian .. 7 Konsepsi Manajemen Strategis .......................................... 28 4............................................. 14 3......................2.......... Deskripsi Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur ...................... Deskripsi Dinas Pendidikan Nasional Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur .......2......1..................... 2....... 2 Kepemimpinan ...............................................................................4.......................................... 21 IV.............................2..... 3 III.............................. 29 4............................................. i SUMMARY ....................................... 9 II......... Kesimpulan .............................................................................1....2...................... 2 Manfaat ................................................... Deskripsi Umum Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.................2.. vi I.......1............... Teknik Pengumpulan Data...................................... Teknik Analisis Data................... 48 DAFTAR PUSTAKA .................2................ HASIL DAN PEMBAHASAN .............. 34 V....................................................................................... METODE PENELITIAN........................................... 3 Konsepsi Kualitas SDM Ditinjau dari Sudut Pandang Administrasi Publik .................................... KESIMPULAN DAN SARAN.......... 1...................................4.......v DAFTAR ISI RINGKASAN .............1..............3.................3........................................................................................................3........2........1....................................................................2......... 23 4................................ Analisis Manajemen Strategis........................... 47 5..........................2..................1...... 20 3.................................. 47 Saran..................... 23 4...1.......... 14 3................ 23 4.2.................. PENDAHULUAN ............................ 2...... Analisis Permasalahan ... 1.........................2....................... 5............................................................................ 14 3...... 1 Tujuan .............. 26 4................................................................................... 33 4.........1...................... 17 3.iii KATA PENGANTAR .........2..... Keabsahan Data............................................ 2......................... iv DAFTAR TABEL.................. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................3.....................................1........................... Analisis Kepemimpinan Melalui Kebijakan Publik................................................2................................................................................. 1 1.. 51 ................................................................1. Latar Belakang . 14 3................................................................................................................................................................. Analisis Kepemimpinan Melalui Kajian Paradigma Pembangunan SDM ........ 2..... Metode Penelitian ...................................................................2..................................................... TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................................................

........................................... 40 ........... Analisis Faktor Kunci Keberhasilan (FKK)................ 25 Tabel 2.....................................................vi DAFTAR TABEL Tabel 1............ Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Eksternal (KAFI/KAFE)................. Sumberdaya Aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur................................... 39 Tabel 4........................................ 38 Tabel 3......................... Analisis SWOT ......

daya cipta. Disamping kualitas SDM Dinas Pendidikan Nasional. Untuk dapat mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur dalam pelaksanaan kepemerintahan yang baik (good governance) pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur yang sangat prioritas untuk segera dilaksanakan adalah meningkatkan peran kepemimpinan dalam peningkatan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. pola pikir. pendidikan penjenjangan dan pendidikan teknis fungsional. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur dilakukan dengan cara meningkatkan pengembangan karier melalui pelaksanaan jalur pendidikan baik pendidikan formal.1. perilaku. PENDAHULUAN 1. inovasi. kinerja aparatur dijajaran birokrasi dituntut memiliki kinerja yang memadai. sikap mental. Latar Belakang Dalam rangka peningkatan kualitas SDM untuk meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur diperlukan semangat dukungan dari aparatur Dinas Pendidikan Nasional sebagai unit organisasi yang bertanggung jawab dalam pemberian bagi masyarakat khususnya pihak terkait dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia aparatur tersebut. . Pergeseran-pergeseran nilai tersebut mencakup antara lain : peran. tanggung jawab. Perubahan paradigma ini mutlak dilakukan karena adanya pergeseran nilai-nilai yang dianut dalam penyelenggaraan kepemerintahan. menjadi melayani masyarakat. persaingan.1 I. 2005). Aparatur dituntut untuk merubah paradigma lama yang mempunyai kecenderungan untuk dilayani. dan intelektual yang harus dikondisikan dengan pola baru (Sanapiah.

3. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur guna mewujudkan kepemerintahan yang baik dengan memaksimalkan potensi aparatur yang ada. . Manfaat Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran upaya Kepala Dinas dalam memberdayakan aparatur untuk mencapai tujuan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.2. 1.2 1.

Seorang pemimpin harus mampu membangun visi bersama dimulai dari visi pribadi. Kepemimpinan Demikian pula yang tidak kalah pentingnya yaitu paradigma kepemimpinan. Pemimpin sebagai perancang (designer) 2. Dengan paradigma baru atau disebut “leader’s new work” bahwa seseorang pemimpin yang baik memiliki tiga sifat (Raymond. Pemimpin sebagai pelayanan/pengasuh (steward) Pimpinan bertanggung jawab pada pembangunan organisasi. 1991). 2005) menawarkan tentang kajian kepemimpinan. Dengan tujuan dan visi bersama itulah organisasi hidup. tujuan. dimana orang-orang secara terus menerus meningkatkan kemampuan mereka untuk mengerti kompleksitas. 1983). Selanjutnya Senge (dalam Tjokroamidjojo.1. yaitu : 1. 1983). TINJAUAN PUSTAKA 2. Fungsi pemimpin sebagai perancang (designer) harus peka terhadap perubahan internal maupun eksternal sehubungan dengan merancang ide utama yaitu. Pemimpin sebagai pelayan (steward) adalah kesediaan bertanggung jawab atas kesejahteraan organisasi dan bertindak untuk . menjelaskan Visi dan memperbaiki mental model (Raymond. Pemimpin sebagai guru (teacher) 3.. visi dan nilai-nilai inti (Hartono. 2005) mengangkat tiga macam kemampuan bagi pemimpin yang akan membangun organisasi pembelajaran yaitu mampu memainkan peran baru (new role). Dalam Konteks ini Senge (dalam Tjokroamidjojo.3 II. memiliki keterampilan baru(new skill) dan mengaplikasikan sarana-sarana baru bagi pemecahan masalah (new tools). dengan memberi bobot kepada pendayagunaan organisasi yang berdasar kepada pembelajaran yang tidak pernah berhenti.

indikator Benefit (manfaat) dan indikator impact (dampak) (Bratakusumah. 2005). indikator outcome (hasil). bebas dan kolaboratif akan mampu menumbuh kembangkan kompetensi utama administrasi publik (Dunn. personil yang mempunyai karakteristik. kreatif. Untuk dapat menyusun tujuan pembangunan kinerja utama Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur kiranya perlu terlebih dahulu diuraikan elemenelemen dari Kompetensi (competence) dan administrasi publik. karena dua unsur lainnya dalam peningkatan SDM yaitu jenis tugas yang diemban dan ketepatan bentuk organisasi merupakan unsur statis (Tjokroamidjojo. mempunyai peranan yang sangat strategis sebagai unsur dinamis. 2005). fleksibel.2. Sehingga dalam mengukur pelaksanaan kebijakan. Harus diakui bahwa dalam tatanan praktis. Sumber Daya Manusia (SDM) . Perilaku (behavior) yang mendukung Elemen-elemen dari suatu sistem manajemen. yang terdiri dari indikator input (masukan). Penguasaan keahlian dan. Dari uraian terdahulu dapat diketahui bahwa elemen-elemen kompetensi adalah: 1. 2005). 2000). 2.4 kepentingan anggota. Konsepsi Kualitas SDM Ditinjau dari Sudut Pandang Administrasi Publik Dimensi manusia (SDM) dalam administrasi publik untuk mencapai hasil yang lebih baik. Pengetahuan serta 3. adalah : 1. indikator Output (keluaran). program dan kegiatan disusun indikator kinerja. sedangkan fungsi pemimpin sebagai guru adalah teladan bagi keseluruhan orang (Senge dalam Tjokroamidjojo. 2.

maka suatu organisasi harus terus komit dengan pembelajaran agar tetap . Untuk dapat memenuhi syarat paradigma baru administrasi publik. dengan dasar membangun komitmen organisasi pembelajaran. Sistem yang mendasari pola interaksi antar institusi dan antar bagian. Membangun institusi/kelembagaan/organisasi pada aspek normatif dan struktural yang berintikan koordinasi. Kompetensi utama administrasi publik meliputi : 1. manajerial dan behavirour. mental model dan team learning (Senge dalam Tjokroamidjojo.5 2. Kompetensi fungsional bidang tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Membangun SDM ini dapat dilaksanakan melalui metode membangun komitmen pembelajaran (Building Learning Commitment) yang dibekali kata pemahaman atas system thinking. sehingga mampu melaksanakan/menyelenggarakan administrasi publik sesuai dengan agenda paradigma baru. 4. Kompetensi untuk mengkaji dan melembagakan paradigma baru reformasi. Membangun Akuntabilitas kinerja sumber daya manusia aparatur yang menangani dan bertanggung jawab (responsible) atas berjalannya fungsi-fungsi administrasi publik pada aspek penguasaan keahlian dan pengetahuan serta membangun perilaku (behavioral) atau secara singkat. Berkaitan dengan empat kompetensi tersebut diatas dalam membangun kompetensi adalah upaya untuk (Tjokrowinoto. Kompetensi manajemen Kebijakan Publik. 2005). 2. dapat dikatakan sebagai membangun SDM administrasi publik pada aspek intelektual. Kompetensi Manajemen stratejik. Institusi/Organisasi/Kelembagaan 3. 1996): 1. 2. shared vision. personal mastery. 3.

namun kiranya masih perlu suatu program pembinaan khusus menyangkut filosofi dan etika. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur yang sangat penting. aspek ini sebagian telah terkandung dalam pembinaan aspek intelektual dan manajerial. steward (pelayan) sekaligus juga teacher (guru) dalam lingkungan organisasinya. b. sekaligus melaksanakan fungsifungsi perumus perencanaan pelaksanaan dan pengawasan. Aspek Manajerial. efisien melalui pola sistem manajemen stratejik dimana kinerja organisasi terukur dan akuntabel. negosiator. berupa peningkatan penguasaan keahlian (skill) dan pendalaman penguasaan keahlian (skill) dan pendalaman pengetahuan (knowledge).6 kompetitif. sikap dan ketakwaan berdasarkan nilai-nilai luhur keagamaan. efisiensi. 3. Membangun sistem yang berdaya guna berkoordinatif. Aspek Intelektual. c. . Dalam rangka membangun kinerja pelayanan publik. Aspek yang harus dibangun dan terus dibina meliputi : a. ekonomi. pembina. 4. mendukung penyelenggaraan administrasi publik berdasar paradigma baru. mencakup peningkatan kemampuan memimpin (leadership) serta kemampuan men-sinergikan fungsi-fungsi manajemen. informasi dan pengambil keputusan. selain juga berperan sebagai moderator. Aspek Behavioral. Hal ini mengingat bahwa SDM yang mengisi unsur-unsur kepemimpinan dalam administrasi publik akan berperan sebagai seorang designer (perencana).

asumsi. baik dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pelayanan . dan dari komunikasi yang bersifat satu arah ke komunikasi multi arah atau dialog. metodologi atau cara pendekatan yang dapat digunakan para teoritis dan praktisi dalam menangani suatu permasalahan bagi kemajuan hidup dan kehidupan kemanusiaan (Sanapiah.3. dilandasi nilai-nilai tertentu. Konsepsi Paradigma Pembangunan Paradigma berasal dari Bahasa Yunani yang berarti model. Pemahaman terhadap paradigma pembangunan dimaksud agar aparatur di semua level memiliki pemahaman yang lebih dan mendasar terhadap fenomena pembangunan yang bersifat multi dimensi dan kompleks. Paradigma pembangunan diperlukan sebagai bangunan teori atau landasan pemikiran dalam mendesain strategi dan kebijakan pembangunan. lintas wilayah dan lintas lembaga. dari visi yang ditentukan pemimpin ke penciptaan visi bersama. dari cara berpikir sederhana atau linier berubah ke cara berpikir sistematik atau holistic. dari sistem sentralistik ke desentralistik dari kepemimpinan otoriter ke kepemimpinan yang membutuhkan pembelajaran. maka setiap pimpinan aparatur pemerintah perlu memahami paradigma pembangunan. bentuk organisasi yang statis berubah ke organisasi pembelajaran yang dinamis. bentuk organisasi dinamis dengan kewenangan yang lebih besar. bersifat lintas sektor. paradigma diartikan sebagai teori dasar atau cara pandang yang fundamental. konsep. misalnya dari organisasi terstruktur ke organisasi dinamis dengan kewenangan yang lebih besar.7 2. Menyikapi pentingnya arti perubahan paradigma. pola contoh. Perubahan paradigma dalam manajemen mengakibatkan pergeseran- pergeseran. untuk kepentingan analisa. 2005). Hal ini sangat penting karena peran pokok pejabat aparatur pemerintah adalah yang melakukan pengelolaan kebijakan. dan berisi teori pokok.

8 maupun pembangunan yang meliputi pemahaman paradigma perilaku, administrasi publik, serta paradigma sosial, ekonomi dan politik. Paradigma Perubahan Perilaku, yang meliputi paradigma membangun komitmen belajar dan organisasi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana yang dirumuskan Senge (dalam Tjokroamidjojo, 2005), mengemukakan bahwa di dalam organisasi pembelajaran yang efektif di dasarkan 5 (lima) disiplin belajar yaitu : personal mastery, mental models, shared vision, term learning dan system thinking.

BERPIKIR SISTEM

VISI BERSAMA

DIALOG

TIM PEMBELAJAR

KEAHLIAN PERSONAL

MODEL MENTAL

Gambar 1. Unsur Pembangunan Learning Organization (Senge dalam Tjokroamidjojo, 2005)

9 2.4. Konsepsi Manajemen Strategis

1. Konsep Membahas konsep manajemen stratejik berarti membicarakan hubungan antara organisasi dan lingkungannya, lingkungan internal dan eksternal. Memberi petunjuk bagaimana menghadapi dan menanggulangi perubahan yang terjadi dalam lingkungan internal dan eksternal tersebut, dan juga memberi petunjuk bagi para eksekutif dalam mencoba mempengaruhi dan mengendalikan sehingga tidak sekedar bersikap memberi reaksi terhadapnya. Dengan demikian organisasi bersikap tetap mampu mengendalikan arah perjalanannya menuju sasaran yang dikehendaki (Anonymous, 2004). Embrio dari perkembangan konsep manajemen strartejik adalah tentang stratejik (strategic planning system). Sistem perencanaan yang sangat diperlukan untuk dua alasan 1) merespon perubahan lingkungan eksternal dan 2) mengorganisir sumber daya untuk peningkatan kinerja. Inti dari kegiatan perencanaan adalah menyusun program kerja yang jelas dan dapat diimplementasikan sehingga dapat menjamin keberlangsungan suatu organisasi dalam lingkungan yang berubah.

2. Prinsip Prinsip dalam manajemen stratejik adalah adanya formulasi strategi yang mencerminkan keinginan dan tujuan organisasi yang sesungguhnya (Anonymous, 2004), adanya implementasi strategi yang menggambarkan cara mencapai tujuan (secara teknis implementasi strategi mencerminkan kemampuan organisasi dan alokasinya termasuk dalam hal ini adalah alokasi keuangan, dengan anggaran berbasis kinerja); serta evaluasi strategi yang mampu mengukur, mengevaluasi dan memberikan umpan balik bagi perbaikan strategi.

10 Kegiatan dalam formulasi strategi meliputi : a. Perumusan Visi, Misi, Nilai 1) Visi Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistic dan diwujudkan dalam kurun waktu tertentu (dapat mengisyaratkan adanya misi dan tantangan). Agar suatu visi menjadi realistik, dapat dipercaya, meyakinkan, serta mengandung daya tarik maka dalam proses pembuatannya peru melibatkan semua stakeholders. 2) Misi Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya dan bagaimana melakukannya dan mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi. 3) Nilai Nilai adalah ukuran yang mengandung kebenaran kebaikan mengenai keyakinan dan perilaku organisasi yang paling dianut dan digunakan sebagai budaya kerja dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan misi dalam rangka mencapai visi organisasi. 4) Pencermatan lingkungan Internal (PLI), Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE), Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Eksternal (KAFI & KAFE) a) Pencermatan Lingkungan Internal (PLI);pada dasarnya adalah proses identifikasi yang mengurai menjadi kekuatan dan kelemahan yang

Dalam kaitannya dengan penyusunan perencanaan stratejik organisasi. Program dan Kegiatan) . sasaran dan Strategi (Kebijakan. 5) Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Eksetrnal. merupakan kesimpulan daftar prioritas faktor lingkungan. b) Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE). 7) Penetapan Tujuan. yaitu mencermati (scanning) peluang dan tantangan yang ada di lingkungan eksternal organisasi sendiri (yang tidak dapat dikelola manajemen) yang meliputi berbagai faktor yang dapat dikelompokkan dalam bidang/aspek. dan lain-lain yang memiliki pengaruh terhadap pembuatan kebijakan/keputusan organisasi. baik internal dan eksternal. serta dampaknya terhadap masa depan organisasi yang selanjutnya akan berpengaruh pada hubungan internal organisasi. SDM. efektivitas dan efisien. 6) Analisis Pilihan Strategi dan Kunci Keberhasilan a) Analisis Pilihan Asumsi Strategi dilakukan dengan metode SWOT/TOWS atas berbagai faktor pengaruh lingkungan stratejik untuk mengetahui berbagai stratejik kunci yang selanjutnya ditentukan sejumlah pilihan strategis (strategic choice). sarana prasarana. dan KAFE dapat disebut “inventarisasi organisasi”. b) Faktor Kunci Keberhasilan adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dan berfungsi untuk lebih memfokuskan stratejik organisasi dalam rangka pencapaian visi dan misi secara efektif dan efisien. pembiayaan.11 mencakup organisasi. KAFI.

triwulan. b) Sasaran adalah penjabaran dari tujuan. yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu organisasi dalam jangka waktu tahunan. b) Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerja sama dengan masyarakat guna mencapai sasaran tertentu. atau juga bulanan. tujuan. 9) Perencanaan Kinerja: Untuk dapat dioperasikan rencana stratejik perlu dijabarkan dalam perencanaan kinerja tahunan (annual performance plan). serta visi dan misi organisasi.12 a) Tujuan. Sasaran diusahakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur dan dapat diwujudkan dalam SMART. 2005) yang dijabarkan dalam kebijakan-kebijakan dan program-program a) Kebijakan. Rencana kinerja ini berisi seluruh target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun mendatang dengan menunjukan sejumlah indikator kunci yang . 8) Strategi adalah suatu upaya untuk merealisasikan tujuan an sasaran organisasi (Anonymous. pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran. tujuan adalah akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 tahun. Merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. semesteran. pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh berwenang untuk dijadikan pedoman.

13 relevan. indikator kinerja. Rencana Kinerja ini merupakan tolok ukur yang digunakan dalam menilai keberhasilan/ kegagalan penyelenggaraan pemerintah untuk suatu periode tertentu. Dan evaluasi strategi yang terdiri dari 2 (dua) kegiatan : a) Pengukuran dan evaluasi kinerja b) Pelaporan dan pertanggungjawaban . indikator kinerja. dan target yang akan dicapai pada periode yang bersangkutan. pemantauan dan pengawasan. a) Sasaran. b) Program yang akan dilaksanakan c) Kegiatan. dan target yang diharapkan dalam suatu kegiatan. Kegiatan formulasi strategi dilanjutkan dengan implementasi strategi yang terdiri dari : a) Rencana Program Kegiatan b) Penganggaran (Alokasi Biaya) c) Sistem pelaksanaan.

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur sejak bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2005. Pendekatan Penelitian Agar dapat secara mendalam memahami peran pemimpin (Kepala Dinas) dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur guna mewujudkan kepemerataan yang baik pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Selain Kepala Dinas. yakni kelompok pejabat Eselon III. .14 III. jenis dan jenjang dan kemampuan teknis.2. yang berperan penuh yang dibantu dukungan berbagai elemen. maka mereka menjadi sumber penelitian. Yang merupakan pemimpin yang secara umum dan profesional penentu kebijakan sesuai dengan levelnya masingmasing.1. III. yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar. 2. Metode Penelitian 3. Alasan pemilihan subyek penelitian ini adalah: 1. Kelompok berikutnya adalah pejabat Eselon IV merupakan pimpinan level terendah pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. dan terakhir ada para staf secara keseluruhan.1. subyek penelitian ini juga melibatkan unsur lain.2. Selanjutnya kepada semua pihak. Bahwa berdasarkan tugas pokok dan fungsi unsur pimpinan dari wakil level teratas yaitu pejabat Eselon II. Subyek penelitian ini difokuskan pada Kepala Dinas sebagai pejabat Eselon II yang melakukan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Aparatur. METODE PENELITIAN 3. dan IV. karyawan merupakan pelaksana kebijakan dimaksud. 3.

berinteraksi dengan mereka. Hal ini tercermin pada performance iklim kerja dan kinerja yang aparatur dari pejabat Eselon III (tiga) hingga staf. Nasution (dalam Moleong. Dengan demikian penelitian ini peneliti merupakan instrumen utama. mengatakan bahwa pemahaman terhadap situasi tertentu. 1989) yang menyatakan bahwa penelitian kualitatif mempunyai sifat natural karena sumber data yang langsung dan peneliti sebagai instrumen kunci. Konsep ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Bogdan dan Biklen (dalam Moleong. . diatur dengan eksperimen atau tes. Menurut mereka pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik atau utuh.15 Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka dalam pikiran kerja yang ada. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong. 1989) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Relevansi pemilihan pendekatan ini adalah bahwa penelitian kualitatif pada hakekatnya mengamati dan memahami orang dalam lingkungan hidupnya. pendekatan tersebut disebut naturalistic. 1989). menurut penelitian yang bersifat natural atau wajar sebagaimana adanya. tanpa dimanipulasi. Selanjutnya secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi Kepala Dinas (kepemimpinan) dalam meningkatkan kualitas aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dengan suasana dan pemberdayaan. Dasar pertimbangan lain yang juga digunakan dalam memilih pendekatan ini adalah penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa peran pemimpin dalam hal ini Kepala Dinas dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.

Selanjutnya kontekstual disini berarti peneliti mengumpulkan dan mencatat data secara terinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan peran Kepala Dinas dalam kegiatan pengembangan sumber daya aparatur. kebijakan. Rencana strategis Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur tahun 2003 – 2008 yang memuat tentang visi. Aspek yang diamati dalam penelitian ini meliputi dimensi utama.16 Model yang digunakan dalam penelitian ini diarahkan pada setting dan perilaku Kepala Dinas atau pemimpin sebagai penentu strategi kebijakan dalam memberdayakan seluruh staf Dinas Pendidikan Nasional meliputi para pejabat Eselon III dan IV serta para staf biasa sebagai subyek yang dikembangkan kualitas kerjanya. Dengan demikian. 3. yaitu : 1. tujuan. dengan berada di lapangan. Tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur 2. meskipun diperoleh melalui beberapa teknik yang berbeda. Konsep holistic di sini berarti. Seluruh staf merupakan subyek penelitian secara holistic dan kontekstual. . Rencana kerja tahunan tahun 2006 Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. strategi. peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi. serta memperoleh pada pandangan yang menyeluruh. kondisi dan kebijakan empat dimensi utama. rencana kerja umum dan lain-lain. dengan konsekuensi rencana anggaran satuan kerja tahun 2006. 4. misi. sebagai langkah kerja instansi setiap tahun. yaitu kepemimpinan. data yang diperoleh merupakan suatu kebutuhan untuk menjawab permasalahan penelitian ini. Kondisi kepegawaian pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten hingga saat penelitian.

peneliti berkeyakinan bahwa kedatangan peneliti ke kantor ini nantinya tidak akan mengganggu kebiasaan dan perilaku kerja para aparatur. 1987). . dikarenakan data yang dikumpulkan adalah melalui instrumen utama. Cara yang kedua adalah menemui dan mengadakan pendekatan secara kekeluargaan dengan Kepala Dinas dan beberapa Pejabat Eselon III dan IV dimana termasuk peneliti sendiri. Ketiga teknik ini. wawancara struktural dan pengamatan selektif serta wawancara secara kontras. Dari keterbukaan dan penerimaan yang familiar semua pihak. yaitu pengamatan. Mengenai penelitian di mana peneliti berperan serta sebagai instrumen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikategorikan sebagai human instrumen. pengamatan terfokus.17 3. Teknik Pengumpulan Data Pengamatan awal sampai pemilihan setting dilakukan melalui dua cara. digunakan secara bertahap dan integrative. yaitu peneliti sendiri. wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini terdiri dari tiga macam. yaitu pertama mencari informasi data di Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito timur. Pengamatan dan wawancara dibangun sebagaimana dikemukakan oleh Sprandley (dalam Keating.2. Dengan menggunakan instrumen utama yaitu diri peneliti sendiri. dimulai dengan pengamatan dan wawancara deskriptif. Keating (1987) mendefinisikan sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial dengan subyek penelitian dalam lingkungan subyek dan memakan waktu yang relatif cukup lama. data tentang peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kualitas sumber aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.2. hal ini juga disebabkan peneliti adalah salah satu pejabat Eselon III.

sikap yang muncul dalam relasi sosial antar pribadi di kantor. hal ini disebabkan peneliti adalah salah satu Pejabat Eselon III pada Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. bahkan juga pada obyek yang tidak bergerak seperti antara lain situasi ruangan kerja. pengamatan lebih ditujukan pada produk berkualitas yang akan dicapai Kantor Dinas. Dimulai dari tahap deskriptif. situasi kerja yang ada serta peran Kepala Dinas. Di sini disempitkan fokusnya untuk dicermati secara mendetail. yakni tentang visi dan misi. unjuk kerja. dimana dilakukan eksplorasi umum untuk memperoleh gambaran umum mengenai semua elemen. Pengamatan ini dilakukan setiap hari Senin hingga Sabtu selama tiga bulan penuh. . Pada tahap ini.00 WIB.00 WIB hingga siang hari pukul 14. Pengamatan Kegiatan pengamatan disini pada dasarnya berarti peneliti dengan cermat dan seksama memperhatikan semua tindakan. Pengamatan dan wawancara dilakukan dalam beberapa tahap. Pada pengamatan ini. Untuk penelitian ini digunakan pengamatan terlibat (participation observation). Selanjutnya dilakukan pengamatan terfokus pada suatu detail tertentu. Dengan metode pengamatan terlibat dan wawancara.18 1. tanpa mengakibatkan perubahan pada kegiatan yang sudah berjalan. peneliti hadir dan berada di kantor sebelum pukul 07. Obyek yang diamati bergantian terhadap Kepala Dinas. peneliti melibatkan diri dalam kegiatan yang menjadi sasaran penelitian. Pejabat Eselon IV dan para staf pelaksana. dan pada tahap terakhir dilakukan pengamatan lebih ditujukan pada upaya Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur. Pejabat Eselon III. gerakan.

Bentuk wawancara yang digunakan meliputi wawancara bebas terpimpin dan wawancara sambil lalu.19 2. Pemilihan informan ini dilakukan dengan pertimbangan relevansi kewenangan dan kemampuannya. Wawancara sambil lalu ditujukan pada sebahagian besar aparatur yang ada. yaitu tape recorder. yang selanjutnya dikembangkan sendiri oleh peneliti. Berkembangnya pertanyaan ini tetap diarahkan untuk selalu berada dalam bingkai pedoman wawancara. Untuk merekam data wawancara ini. Namun kadang terjadi pertanayaan yang diajukan berkembang mengikuti luas sempitnya jawaban informan. Selain itu wawancara juga dilakukan kepada informan pendukung. Wawancara bebas terpimpin adalah prosedur wawancara yang mengikuti pedoman seperlunya. Wawancara sambil lalu adalah wawancara yang ditujukan kepada informan pendukung kepada orang yang dijumpai secara kebetulan. Wawancara Sebagai metode pengumpulan data. . para Pejabat Eselon III. Pejabat Eselon IV dan para Aparatur pelaksana. kadang juga direkam dengan menggunakan alat bantu. selain dicatat secara manual. wawancara ditujukan kepada informan terpilih. Singarimbun (1989) mengatakan bahwa informasi haruslah orang yang memiliki pengetahuan dan sikap yang relevan dengan tujuan penelitian Kegiatan wawancara ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Untuk menggali data tentang dara Kepala Dinas meningkatkan kualitas sumber daya aparatur sebagai informan kunci. Pedoman wawancara hanya untuk butir-butir masalah dan sub masalah yang diteliti. Kegiatan wawancara dan pengamatan dilakukan secara bergantian.

melakukan pengamatan yang terus menerus. pemeriksaan keabsahan datanya menggunakan pemeriksaan kredibilitas dengan cara. yang relevan dengan permasalahan penelitian ini. terlebih pada wawancara struktural. Dalam penelitian ini. Kegiatan pra survei ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Rencana Kerja Tahun 2006 Dinas Pendidikan Nasional. Data dokumentasi tersebut berupa data sekunder seperti Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur Nomor 9 Tahun 2003. transferbilitas. serta berdiskusi dengan pakar yang menguasai. yakni pada . 3. Sebelum penelitian ini dilakukan terlebih dahulu dilakukan pra survei. serta auditabilitas. antara lain memperpanjang waktu penelitian. profil pendidikan. Program kerja operasional. Keabsahan Data Sebelum dilakukan analisis dan penafsiran data.3.2.20 3. Dokumen yang menjadi sasaran pengamatan adalah apa saja yang berbentuk tulisan dan simbol-simbol. peneliti berusaha mengumpulkan berbagai dokumen sebagai data autentik. Pengamatan yang terus menerus dilakukan untuk membuktikan pernyataanpernyataan yang disampaikan lewat wawancara. maka pemeriksaan keabsahan data lebih dahulu dilakukan. melakukan triangulasi. Rencana strategis 2003 – 2008 Dinas Pendidikan Nasional. Ada beberapa teknik keabsahan data seperti kredibilitas. Dokumentasi Guna melengkapi data yang diperoleh. Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama masa penelitian ini. berdiskusi dengan teman sejawat. yaitu bulan Februari 2005. data kepegawaian dan lain – lain. Dokumen Anggaran Satuan Kerja Tahun 2005.

21 jam kerja berlangsung. Teknik trianggulasi merupakan suatu upaya menyilang informasi untuk memperoleh kebenaran maupun keabsahan data. Dalam pembahasan dengan analisis permasalahan peneliti .00 WIB sampai pukul 14. yang dicapai dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan wawancara pada suatu waktu dengan waktu lainnya. foto dan dokumen. Disini data yang dikumpulkan pada awal penelitian melalui pengamatan dan wawancara serta dokumentasi. Untuk memudahkan pemahaman terhadap data penelitian ini. yaitu dari pukul 07. langsung dicatat untuk dianalisis. Teknik Analisis Data Informasi data yang terkumpul meliputi catatan lapangan (field note). analisis data adalah suatu proses mengatur urutan data.4. komentar peneliti. Membandingkan hasil pengamatan wawancara dengan dokumen yang berkaitan. Moleong (1989) menyatakan bahwa proses berarti pelaksanaan analisis sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan dilanjutkan setelah semua data terkumpul. Penggunaan teknik trianggulasi untuk pemeriksaan keabsahan data ini dan dicapai dengan jalan membandingkan apa yang dikatakan di depan umum dengan apa yang dikatakan secara langsung kepada peneliti. mengorganisasikan data tersebut ke dalam suatu pola. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman (1984). dimana proses analisis dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. sehingga lebih bermakna. maka data tersebut harus disaji secara teratur dan sistematik. Menurut Singarimbun (1989).00 WIB setiap hari sampai hari Sabtu selama 5 bulan mulai bulan Juni sampai bulan Oktober 2005.2. 3. sehingga diperoleh interprestasi yang tepat. kategori dan satuan uraian dasar. Selanjutnya juga trianggulasi data berbagai waktu.

analisis kepemimpinan melalui kebijakan publik dan analisis managemen strategis dalam hal ini termasuk menggunakan analisis SWOT.22 menggunakan analisis kepemimpinan melalui kajian paradigma pembangunan Sumber Daya Manusia. .

Deskripsi Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur 4. mengkoordinir.1. merencanakan.Pembinaan pelaksanaan Unit Pelaksanaan teknis Dinas. c. . Fungsi .Penyusunan kebijakan teknis di bidang pendidikan.Pelaksanaan Urusan tata usaha Dinas. dan mengawasi kegiatan Dinas Pendidikan. Tanggal 6 Desember 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur maka tugas pokok dan fungsi sebagai berikut : .Pemberian ijin dan pelaksanaan umum di bidang pendidikan.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.23 IV. .Melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang pendidikan . Dasar Hukum Mengacu pada Perda Nomor 9 Tahun 2003 tentang struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan nasional Kabupaten Barito Timur dan produk Hukum lainnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur. . . . Misi. maka disusunlah program kerja tahunan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur Tahun 2006 sebagai pedoman rencana kerja (Renja) dalam rangka pencapaian Visi. Tujuan dan Sasaran yang dilaksanakan berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi.1.Memimpin. Tugas Pokok Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur Nomor 9 Tahun 2003. . Deskripsi Umum Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur a. mengendalikan.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.. b. mengorganisasikan.

Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito timur adalah Lembaga Teknis Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan daerah Kabupaten Barito Timur Nomor 9 Tahun 2003. Organisasi Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur .24 d. tentang Susunan Organisasi dan tata Kerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. 06 Desember 2005 Gambar 1. Perlengkapan Sekolah Seksi Teknis Pendidikan TK/SD Seksi Pendidikan Luar Sekolah Seksi Ketenagaan TK/SD Seksi Perpustakaan Sekolah Seksi Teknis Pendidikan SLTP/SLTA Seksi Pemuda dan Olahraga Seksi Ketenagaan SLTP/SLTA UPTD Tamiang Layang. Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Nasional Kepala Dinas Bagian Tata Usaha Kelompok Jabatan Fungsional Sub Bagian Perencanaan Sub Bagian Umum Bidang Prasarana Bidang Pendidikan dan Pengajaran Bidang Pendidikan Luar sekolah Pemuda & Olahraga Bidang Ketenagaan Seksi Gedung.

25 e. III Diklatpim Tk. 4. 4. Diklatpim Tk. Eselon II Eselon III Eselon IV Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan 1. Sumber Daya Aparatur Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya. 2. 2. 2. 6. 3. 5. II Diklatpim Tk. Sumberdaya Aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur No. 3. 2. IV Jumlah 2 4 3 8 10 12 7 1 30 1 5 10 16 Jumlah 1 12 4 12 1 30 . 3. 1. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur didukung dengan Sumber Daya Aparatur sebanyak 30 orang (Tabel 1). Golongan IV Golongan III Golongan II Golongan I Jumlah Pegawai Berdasarkan Diklatpim / Penjenjangan 1. Jenis Pendidikan / Eselon / Golongan / Penjenjangan Pegawai Berdasarkan Pendidikan Formal S2 S1 Sarjana Muda/DIII SLTA SLTP SD Jumlah Pegawai Berdasarkan Eselonisasi 1. 3. Tabel 1.

Deskripsi Dinas Pendidikan Nasional Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur Untuk mengetahui proses penyelenggaraan tugas administrasi pemerintahan telah berjalan sesuai atau tidak dengan rencana yang telah disusun maka perlu dilakukan pemantauan terhadap kegiatan tersebut. koordinasi dalam lingkup organisasi dengan pihak terkait lainnya belum optimal serta faktor eksternal yaitu kondisi sosial. Hal ini disebabkan karena terbatasnya kualitas sumber daya manusia. apakah partisipasi masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan sudah efektif (partisipatif) f. disiplin dan motivasi kerja aparatur yang masih kurang. Proses monitoring dan balikan ini telah dilaksanakan oleh Aparatur Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Hasil pemantauan dijadikan sebagai proses umpan balik / feedback untuk kelancaran pencapaian tujuan. walaupun persentase hasil capaiannya belum sepenuhnya berjalan secara efektif. dana operasional terbatas. Beberapa kegiatan yang perlu dimonitor dalam rangka mendukung efisiensi dan efektifitas koordinasi administrasi serta penyelenggaraan tugas pemerintahan pada lingkup Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur yaitu antara lain : a. Apakah Peningkatan SDM / Aparatur sudah berkualitas dan profesional b. Apakah Pengadaan sarana dan prasarana sudah terpenuhi c.26 4.1. Apakah tanggapan masyarakat terhadap kinerja sudah positif g. Apakah penetapan pedoman dan tata kerja sudah optimal atau belum d.2. ekonomi masyarakat relatif masih rendah. Apakah dana operasional yang tersedia sudah memadai atau belum e. sarana dan prasarana yang belum memadai. Apakah koordinasi dan kerjasama dengan instansi lainnya sudah berjalan optimal atau belum .

b. Langkah ini sangat mendasar bagi terwujudnya kualitas sumber daya aparatur yang mantap.27 Strategi yang dilakukan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dalam peningkatan kualitas SDM melalui : a. f. Meningkatkan kualitas kinerja pegawai yang didasarkan pada karier dan prestasi kerja yang obyektif dengan mengacu pada pola karier PNS. Sarjana Muda (D3) maupun Sekolah Menengah Atas. c. terutama diarahkan pada kebutuhan SDM profesional. Memperbaiki sistem pelayanan yang baik diharapkan dapat menumbuhkan motivasi pegawai untuk meraih prestasi kerja yang lebih meningkat lagi. dengan cara merekrut tenaga-tenaga yang berlatar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya dalam arti luas baik untuk tingkat sarjana (S!). Mempertahankan kebijaksanaan bahwa Dinas Pendidikan merupakan salah satu kerja prioritas didalam memperoleh jalan formasi PNS. e. Memperbaiki kualitas kepegawaian dengan upaya memantapkan sistem informasi kepegawaian dan perencanaan pegawai yang berorientasi kepada kebutuhan organisasi. Sehat sesuai kebutuhan nyata. Memperbaiki komposisi sumber daya manusia pegawai. Melaksanakan mutasi pejabat struktural diutamakan bagi mereka yang telah menduduki jabatan yang sama lima (5) tahun keatas atau dalam satu wilayah kerja lebih 10 tahun dengan tetap memperhatikan jabatan struktural yang ada dan kinerja pejabat tersebut dengan mengacu pada pola karier PNS Dinas Pendidikan Nasional. yang pada akhirnya akan menumbuhkan motivasi kerja bagi pegawai tersebut. Pola ini memberikan kejelasan akan jenjang karier bagi pegawai yang berprestasi. d. .

Melaksanakan pembinaan mental keamanan serta melancarkan pendisiplinan melalui program reward and punishment guna mendorong terciptanya kinerja setiap unit kerja yang memuaskan. 4. . Analisis Permasalahan Sebagai fokus dari penyusunan tesis ini adalah : Dinas Pendidikan Nasional Barito Timur. h. Dengan ketersediaan SDM yang memadai dan kompetensi yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Mengusulkan Diklat yang merupakan motivasi untuk memperoleh persyaratan jabatan pada jenjang karier yang lebih tinggi bagi aparatur yang berdedikasi dan berprestasi sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kinerjanya. maka untuk meningkatkan kinerja organisasi dalam rangka perwujudan good governance akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM dan profesionalisme sehingga pendidikan dan pelatihan yang di ikuti oleh para aparatur serta pemanfaatannya akan sangat mendukung untuk pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Mengupayakan perbaikan kesejahteraan pegawai melalui pelayanan Akses menghimbau agar dukungan pengadaan rumah melalui kredit BTN bagi pegawai yang kurang mampu.2. i.28 g. Pengumpulan data primer maupun sekunder yang dilakukan pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur yang dianggap dapat mewakili. sedangkan fokusnya untuk melihat sejauh mana peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur guna mewujudkan kepemerintahan yang baik. ini diharapkan akan dapat menciptakan dukungan terhadap kelancaran tugas kedinasan.

4. sebagai pertanggung jawaban kepada publik. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur sudah membuat laporan akuntabilitas kinerja instansi sebagai alat untuk mengukur sejauh mana tingkatan efisiensi keberhasilan atau kegagalan suatu instansi pemerintah dalam melaksanakan tugas. Dengan kualitas dan kuantitas pegawai yang ada sebenarnya belum dapat memberikan kinerja yang efektif dan efisien dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.1. pegawai yang berpendidikan Sarjana (S1) belum dibekali oleh keterampilan khusus.2. pendayagunaan sumber daya aparatur akan sangat mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Karena dilihat dari komposisi tingkat pendidikan. Begitu juga tenaga fungsional sangat jarang ikut magang sehingga skillnya tidak berkembang yang berdampak pada rendahnya inovasi maupun kreasi dalam memberi pelayanan .29 Peningkatan kualitas sumber daya aparatur dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dimaksudkan untuk mengatasi masalah kompetensi aparatur yang masih rendah belum sepenuhnya optimal karena belum didukung oleh kemampuan profesionalisme aparatur Dinas Pendidikan Nasional dalam rangka meningkatkan kinerja. Analisis Kepemimpinan Melalui Kajian Paradigma Pembangunan SDM Dalam pelaksanaan good governance. maka untuk peningkatan kualitas dan kinerja Sumber Daya Aparatur dalam kerangka membangun paradigma baru administrasi publik akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya aparatur dan profesionalisme personil dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya. Dengan sejumlah sumber daya aparatur yang ada dan kompetensi yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur.

Pembelajaran Tim (Team Learning) Kelima komponen organisasi pembelajaran tersebut diatas telah mulai berlangsung diantara aparatur. hal yang sangat penting untuk diupayakan secara optimal adalah peningkatan kualitas dan pendayagunaan sumber daya aparatur yang diimplementasikan dalam suatu organisasi secara fungsional dan profesional.30 pendidikan. karena dipandang sebagai alat yang efektif untuk menangani dan memecahkan masalah yang berciri kerumitan. Berpikir Sistem (System Thinking) 2. perubahan pesat dan ketidakpastian. Dengan demikian tentunya untuk menata dan mewujudkan pencapaian tujuan organisasi. Melalui organisasi pembelajaran ini diharapkan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dapat mensosialisasikannya kedalam lingkup pengembangan SDM pegawai yang berkualitas dan profesional dalam bentuk suatu wadah organisasi pembelajaran. Membangun Visi Bersama (Building Shared Vision) 5. Mental Model (Personal Mastery) 4. Dimana Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur secara terus menerus . Hal ini merupakan perwujudan dan menunjukkan hubungan diantara fungsi serta wewenang dan tanggung jawab dalam menjalankan masing-masing tugasnya. Keahlian Pribadi (Personal Mastery) 3. hanya saja tinggal bagaimana mensosialisasikan dan menerapkannya sesuai dengan prosedur organisasi pembelajaran yang baik. Akibat adanya pengaruh langsung dari globalisasi dimana Indonesia sebagai suatu negara tidak dapat melepaskan ketergantungan dari pengaruh globalisasi. Akhir-akhir ini berkembang pesat pemikiran dan penerapan organisasi pembelajaran. Pengembangan sumber daya aparatur diarahkan pada pembangunan paradigma baru administrasi publik yang mengarah pada : 1.

. Team Learning. Personal Mastery dan Mental Model sebagaimana diungkapkan diatas. tidak bersifat symptomatic solution (Gambbar 2). Didalam memecahkan masalah yang dihadapi pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. Kelemahan dan permasalahan yang dihadapi dalam merumuskan bahan kajian penyusunan program dan petunjuk teknis serta membantu penyelenggaraan pemerintah harus dilihat dari segi akar permasalahan atau disebut systemic structure yang bersifat generatif. Karakter ini muncul dalam disiplin kelima disebut “system thinking” sedangkan sikap dan perilaku merujuk kepada empat disiplin lainnya yaitu Building Shared Vision. Solusi terhadap masalah harus bersifat fundamental solution.31 menjalankan fungsinya melalui proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kinerjanya untuk mewujudkan good governance. Agenda paradigma memberi arah bagi aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur di dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM Aparatur. Suatu hal yang harus dihindari yaitu sifat-sifat subjektif dan apriori terhadap struktur institusi sehingga nilai-nilai keadilan dan pemerataan serta prinsip-prinsip pembangunan menjadi bias. seperti yang diangkat dalam System Thinking harus merujuk kepada sifat-sifat holistik dan sifat keterkaitan (interconnectedness).

DESIGNER. tidak bersifat symptomatic solution .Peningkatan Mutu Aparatur Melalui Diklat Teknis dan fungsional . STEWARD GENERIC STRICTURE ARCHETYPE SHIFTING THE BURDEN Peningkatan Kualitas SDM Aparatur . Solusi terhadap masalah harus bersifat fundamental solution.32 DINAMIC STRUCTURE : Peningkatan Kualitas SDM Aparatur S PENINGKATAN KUALITAS SDM APARATUR KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) S R1 R2 S PERAN KEPEMIMPINAN S MANAJERIAL TEACHER.Pemantapan kelembagaan S S S KETIDAKPASTIAN MASYARAKAT DALAM PENEMPATAN PELAYANAN PENDIDIKAN Delay B1 O KUALITAS SDM APARATUR BELUM MEMADAI Delay B2 O FUNDAMENTAL SOLUTION R3 PERBAIKAN SISTEM REKRUITMEN DAN PENEMPATAN STAF S O Gambar 2.

20 pengendalian pelaksanaan dan.33 4. Tuntutan terhadap perbaikan dan peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan pelayanan organisasi akan terus-menerus dan konsisten mengambil langkah-langkah nyata untuk menata sistem dan mekanisme pelayanan yang dilakukan oleh SDM profesional. Kebijakan publik merupakan fenomena yang kompleks dan dinamis yang meliputi paling tidak tiga kelompok utama yaitu : 1) pembuatan kebijakan. Analisis Kepemimpinan Melalui Kebijakan Publik Didalam membangun peningkatan kualitas dan kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur yang diaplikasikan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia akan terkait didalamnya komponen kajian kebijakan publik. Pembentukan kebijakan terfokus kepada terciptanya pelayanan prima sesuai dengan kaidah pelayanan umum yang ditetapkan menurut Keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993. terutama menyangkut pembenahan sistem dan prosedur yang lebih cenderung meningkatkan kinerja organisasi sesuai dengan aspirasi reformasi dan tuntutan persaingan global.2. yang pada dasarnya sebagai proses kegiatan yang bersifat praktis. 3) evaluasi kinerja kebijakan.2. Karenanya maka proses kajian kebijakan merupakan serangkaian aktivitas intelektual yang dilakukan. secara lebih operasional lagi kebijakan tersebut dijabarkan melalui perbaikan mutu pelayanan yang dilakukan melalui perubahan sikap dan perilaku serta peningkatan profesionalisme para aparatur serta penyempurnaan berbagai peraturan-peraturan yang melandasi penyelenggaraan setiap jenis pelayanan. Untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas SDM aparatur melalui suatu kerangka kajian kebijakan publik. telah dilakukan pengkajian kebijakan terhadap beberapa aspek yang mempengaruhi upaya peningkatan kualitas dan kinerja Dinas .

34 Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. diperlukan kualitas manusia yang memadai.3. Perubahan tersebut mewarnai pembangunan daerah. Dalam kerangka perwujudan good governance yang diantaranya adalah : 1.Menggali dan memahami nilai dan potensi kebudayaan . sumber daya (resources) dan rencana tindakan dalam mengantisipasi maupun menciptakan perubahan (Action Plan).2.Meningkatkan kualitas kesehatan . Analisis Manajemen Strategis Dalam pemahaman manajemen stratejik ada tiga aspek yang menjadi landasan pemikiran yakni Paradigm Shift. Rencana Strategis Peningkatan Kualitas SDM Pembangunan nasional mengalami perubahan mendasar baik menyangkut paradigma maupun mekanisme pelaksanaannya.Kesejahteraan pegawai . keterampilan yang harus disiapkan (skill). 2004). Kebijakan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia . Demikian pula . Dukungan apa yang bisa didapat (insentif).Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2. Untuk itu. Disamping itu.Pendidikan dan latihan . Salah satu perubahan tersebut adalah makin besarnya peranan masyarakat. paradigma baru pembangunan diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas manusia dan kehidupannya. maksudnya bahwa dalam berpikir strategis memerlukan pemahaman adanya paradigma yang baru mengenai terjadinya perubahan-perubahan eksternal maupun internal mengenai perubahan-perubahan yang bisa dibayangkan (vision). Management of Change dan Strategi (Palgunadi dalam Anonymous. 4.

Dengan analisis SWOT disusun asumsi dan faktor penentu keberhasilan pencapaian program. dan nilai organisasi untuk kemudian dianalisis baik lingkungan internal dengan mencermati kekuatan dan kelemahan yang ada maupun lingkungan eksternal melalui pencermatan tantangan dan peluang organisasi. misi. Mandiri dan Demokratis untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.35 dalam hal melakukan tindakan strategi memerlukan konsolidasi tiga unsur yang terkait yaitu manusia (people). beriman dan bertaqwa Tahun 2010”. maka disusun visi. Visi “Terwujudnya penyelenggaraan Pendidikan di Barito Timur yang maju. Untuk dapat menentukan faktor penentu keberhasilan organisasi. Dalam mengkaji manajemen stratejik penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Nasional melalui peningkatan kualitas SDM dan kinerja dapat dilihat dari perencanaan strategi dan analisis lingkungan stratejik unit kerja saling terkait erat dalam proses pelaksanaan dan penyelesaian tugas dan fungsinya. alat (technology) dan proses (process) yang ketiganya dirangkum dalam suatu tindakan operasi. Pencermatan Lingkungan Internal dan Eksternal (PLI/PLE) dan Rencana Kinerja organisasi sebagai berikut : 1. maka dipandang perlu untuk melakukan analisa lingkungan stratejik unit kerja. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dalam rangka pembangunan di daerah yang dituangkan kedalam upaya perwujudan Good Governance. maka ditetapkan Rencana Stratejik. Memperhatikan proses penyelenggaraan tugas dan fungsinya. .

Meningkatkan sistem penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. Kualitas SDM masih kurang. 2. Jumlah pegawai cukup memadai. Disiplin cukup baik. kreatif. . 5. Togetherness (bekerja dalam kebersamaan) 6.Meningkatkan pembinaan pendidikan masyarakat. jenis dan jenjang pendidikan secara demokratis. Organizational (berperilaku secara organisasional) 9. Kelemahan (Weaknesses) : 1. Meningkatkan manajemen pendidikan dengan cara mengikutsertakan semua komponen proses dan hasil pendidikan. Empathy (memahami masalah) 7. . dinamis. pemuda dan olah raga secara merata. Dukungan pimpinan sangat tinggi. sanggup bersaing dalam menyongsong globalisasi diberbagai bidang. Pedoman tata kerja yang baik. Pencermatan Lingkungan Internal (PLI) Dilakukan melalui pencermatan (scanning) lingkungan internal organisasi yang menghasilkan : Kekuatan (Strength) 1. Misi . jujur dan adil. 3. 4. 4. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar terwujudnya masyarakat yang tangguh. Sarana penunjang relatif terbatas.36 2. Willingness (kesediaan bekerja) 8. 3.

kelemahan. Kesempatan pegawai untuk mengikuti pendidikan. Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah (UU No. Dana penunjang relatif terbatas. 4. 2. Ancaman (Threats) : 1. Melalui Pencermatan Lingkungan Internal dan Eksternal diperoleh faktorfaktor kekuatan. 2. 10. 3. Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE) Dilakukan melalui pencermatan scanning) lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan : Peluang (Opportunity) : 1.37 3. 3. ancaman dan selanjutnya dilakukan analisis KAFI dan KAFE dengan membuka bobot dan rating untuk memperoleh urutan prioritas sebagai berikut : . Keterbukaan atau adanya transparansi kebijakan. 4. Tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan Pencermatan tersebut. Situasi dan kondisi lingkungan kerja uang pasif. Partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Otonomi yang sesuai dengan Undang-undang No. 33 Tahun 2004). Ketergantungan kepada pimpinan. 4. Adanya berbagai masalah potensi yang muncul. peluang. 32 Tahun 2004. adalah untuk menguasai kekuatan dan kelemahan internal organisasi dan memahami peluang dan tantangan eksternal organisasi sehingga organisasi dapat mengantisipasi perubahan-perubahan dimasa yang akan datang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki menuju tujuan ingin dicapai. Penilaian masyarakat terhadap perilaku aparatur.

Penilaian masyarakat 4. Adanya berbagai masalah yang muncul 2. kami memberikan nilai rating sebagai berikut : R (4) memiliki pengaruh sangat besar. Kesempatan pendidikan 4. Ketergantungan kepada pimpinan FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL PELUANG (Opportunity) 1. dan R(1) kurang berpengaruh dengan menekankan skor tertinggi sebagai faktor yang memiliki pengaruh kuat (besar) terhadap kinerja organisasi. R(3) cukup berpengaruh. Dukungan Pimpinan KELEMAHAN (Weaknesses) 1. 33/2004 3. Analisis SWOT dan faktor Kunci Keberhasilan (FKK) berdasarkan kesimpulan analisis faktor internal dan eksternal (KAFI dan KAFE) yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pisau analisis SWOT. Partisipasi masyarakat ANCAMAN (Threats) 1. UU No. Situasi dan kondisi lingkungan kerja 3.38 Tabel 2. Sarana dan Prasarana 3. Keterbukaan/transparansi kebijakan Keterangan : Bobot Rating Score (Bxr) Prioritas 40 30 10 20 40 30 20 10 4 3 1 2 4 3 2 1 160 90 10 40 160 90 40 10 I II IV III I II III IV 35 10 30 25 40 30 20 10 4 1 3 2 4 3 2 1 140 10 90 50 160 90 40 10 I IV II III I II III IV Untuk memudahkan penarikan asumsi. Dana terbatas 4. Kualitas SDM rendah 2. 32/2004 2. Jumlah Pegawai 2. . R(2) berpengaruh. Pedoman tata kerja 4. Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Eksternal (KAFI/KAFE) Lingkungan FAKTOR-FAKTOR INTERNAL KEKUATAN (Strenght) 1. Disiplin 3. UU No.

33/2004 STRATEGI (WT) KAFE PELUANG (OPPORTUNITY) 1. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis SWOT dilakukan Analisis Stratejik dan Pilihan (ASAP) untuk memperoleh faktor Kunci Keberhasilan (FKK). 33/2004 STRATEGI (ST) KELEMAHAN (WEAKNESESS) 1. Sarana penunjang belum memadai 3. 2. 4. Meningkatkan disiplin dalam melaksanakan UU No. 2. Tingkatkan Akuntabilitas kinerja untuk mewujudkan GG. Tingkatkan kualitas dengan 1. Adanya berbagai masalah potensi yang muncul Situasi dan kondisi lingkungan kerja yang pasif Penilaian masyarakat terhadap perilaku aparatur Keterbukaan atau adanya transparansi kebijakan 39 1. Lengkapi sarana dan prasarana untuk menopang pelaksanaan UU No. Mempersiapkan pegawai yang ada untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah (UU No. Kesempatan pegawai untuk mengikuti pendidikan 4. Dana penunjang belum memadai 4. . Ketergantungan kepada pimpinan STRATEGI (WO) 1. Kualitas SDM ditingkatkan untuk mengoptimalkan jumlah pegawai mengatasi permasalahan yang melalui kewenangan yang ada. KEKUATAN (STRENGTH} Jumlah pegawai cukup memadai Disiplin cukup baik Dukungan tata kerja yang baik Dukungan Ketua sangat tinggi STRATEGI (SO) 1. 33 Tahun 2004) 3. 2. Otonomi yang luas sesuai dengan Undang-Undang No.Tabel 3. 32 Tahun 2004 2. Tingkatkan dana untuk usaha menopang situasi dan kondisi memperbaiki image dan wibawa lingkungan kerja yang pasif. pemerintah di mata masyarakat. Partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan daerah ANCAMAN (THREATS) 1. 32 Tahun 2004) 2. 4. 3. Peningkatan kualitas SDM masih kurang 2. 3. Analisis SWOT KAFI 1. 2. Jadikan disiplin sebagai alat untuk 2. muncul. Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah (UU No.

Mempersiapkan pegawai yang ada untuk menunjang pelaksanaan good governance 2. Meningkatkan disiplin dalam melaksanakan UU No.Tabel 4. STRATEGI (WT) 1. Kualitas SDM ditingkatkan untuk mengatasi permasalah yang muncul. 33/2004 STRATEGI (ST) 1. 33/2004 STRATEGI (WO) 1. Melengkapi sarana dan prasarana untuk menopang UU No. 2. Meningkatkan kualitas SDM aparatur untuk menunjang otonomi daerah 2. Jadikan disiplin sebagai alat untuk menopang situasi dan kondisi lingkungan kerja yang pasif. Tingkatkan dana untuk usaha memperbaiki image dan wibawa pemerintah di mata masyarakat VISI 1 3 3 3 3 4 3 3 3 KETERKAITAN DENGAN MISI NILAI-NILAI 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 2 1 3 3 3 2 2 2 4 2 3 4 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 Faktor FPK 20 (VII) 27 (II) 17 (VIII) 26 (III) 3 2 2 2 3 2 3 3 30 (I) 22(V) 25 (IV) 12 (VI) 40 1 2 2 1 3 4 2 4 2 3 . Tingkatkan Kualitas SDM dengan mengoptimalkan jumlah pegawai melalui kewenangan yang luas dari otonomi daerah. Analisis Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) STRATEGI STRATEGI (SO) 1. 2.

5. sebagai berikut : 1. maka dipilih 3 (tiga) FKK sebagai proses pembelajaran untuk diuraikan lebih lanjut dengan membandingkan misi-misi yang akan dilaksanakan yaitu : . 4. Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) Untuk memberi fokus dan memperkuat rencana yang memperjelas hubungan antara misi dengan tujuan maka dipilih faktor-faktor penentu keberhasilan (Critical Success Factor (CSF). meningkatkan Kualitas SDM Aparatur untuk menunjang otonomi daerah. 7.41 11. 6. Jadikan disiplin sebagai alat untuk menopang situasi dan kondisi lingkungan kerja yang pasif. yang dikembangkan dari strategi alternatif. 2. 3. Kualitas SDM ditingkatkan untuk mengatasi permasalahan yang muncul. mempersiapkan pegawai yang ada untuk menunjang pelaksanaan good governance. Tujuan Penerapan tujuan menjadi tolok ukur kinerja organisasi dari 8 (delapan) FKK. Tingkatkan dana untuk usaha memperbaiki image dan wibawa pemerintah di mata masyarakat. melengkapi sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Nasional untuk menopang dan mengatasi permasalahan yang muncul. 8. Meningkatkan disiplin dalam mewujudkan good governance sebagai peluang diberikannya kewenangan yang lebih luas dalam menentukan kebijakan. Meningkatkan Sumber Daya Aparatur untuk meningkatkan pelayanan publik dengan mengoptimalkan kinerja pegawai melalui kewenangan yang luas.

dan adil. 3. Sasaran Dari tujuan yang telah ditetapkan. sanggup bersaing dalam menyongsong globalisasi diberbagai bidang. Meningkatkan pembinaan pendidikan masyarakat. 2. jujur.42 FKK MISI Formulasi Perumusan Tujuan 1. TUJUAN 1. Meningkatkan disiplin dalam mewujudkan good governance sebagai peluang diberikannya kewenangan yang lebih luas dalam menentukan kebijakan. yaitu : Dengan demikian dapat diharapkan : . 3. Terpenuhinya sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Nasional. maka dipilih satu tujuan dan dapat diuraikan dalam sasaran. jenis dan jenjang pendidikan secara demokratis. Melengkapi sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Nasional untuk menopang dan mengatasi permasalahan yang muncul. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur untuk meningkatkan kinerja. 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar terwujudnya masyarakat yang tangguh. 2. 4. dinamis. Meningkatkan Kualitas Sumber daya Aparatur untuk meningkatkan pelayanan publik dengan mengoptimalkan kinerja pegawai melalui kewenangan yang luas. Meningkatkan sistem penyelenggaraan pendidikan pada jalur. pemuda dan olahraga secara merata. kreatif. 2. meningkatkan manajemen pendidikan dengan cara mengikuti sertakan semua komponen proses dan hasil pendidikan.

43 1. Tercapainya pemerataan kesempatan belajar 25 % Tahun 2007. 2. 4. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan 30 % Tahun 2007. 3. Tercapainya peningkatan kesejahteraan aparatur 20 % Tahun 2006. Terwujudnya penempatan aparatur yang sesuai dengan bidang dan keahlian 30 % secara bertahap Tahun 2007. maka dapat dirumuskan strategi organisasi dalam kebijakan dan program sebagai berikut : . Tercapainya peningkatan kualitas aparatur Dinas Pendidikan Nasional secara bertahap tenaga teknis 6 orang dan 3 orang tenaga managerial pada Tahun 2006. Strategi Organisasi Dalam Menentukan Kebijakan dan Program Berdasarkan tujuan sasaran yang telah dicapai. 5.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar terwujudnya masyarakat yang tangguh. 3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur untuk meningkatkan kinerja .1 Memperbaiki 1. Magang 1.1 Tercapainya 1.2. Peningkatan kualitas 1.2 Terwujudnya keluarga pegawai 1. Meningkatkan sistem penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. 4. Penambahan Sumber daya peningkatan kualitas komposisi aparatur pegawai Aparatur untuk 6 aparatur Dinas dengan cara merekrut 2.2 Peningkatan 4. Pemberian insentif penempatan aparatur 2. kreatif. Studi banding Pendidikan Nasional managerial pada 1. mandiri dan demokratis untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. sanggup bersaing dalam menyongsong globalisasi diberbagai bidang. Pengembangan orang tenaga Pendidikan Nasional 1.1. beriman dan bertaqwa tahun 2010” : 1.44 RENCANA STRATEJIK Tahun 2006 s/d 2010 Instansi Visi Misi : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur : “Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan di barito timur yang maju.2 Peningkatan kualitas pengetahuan Diklat struktural dan 3 secara bertahap pegawai teknis 6 orang dan orang tenaga tenaga teknis 6 orang 1. dinamis. jenis dan jenjang pendidikan secara demokratis. Meningkatkan manajemen pendidikan cara mengikut sertakan semua komponen proses dan hasil pendidikan.1 Peningkatan manajerial 3 orang managerial Dinas dan 3 orang tenaga kesejahteraan pegawai 3. Meningkatkan pembinaan pendidikan masyarakat.1. jujur dan adil. Seminar tahun 2006 kesejahteraan 5. STRATEGI URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM 2 3 4 5 1. pemuda dan olahraga secara merata. Pemberian beasiswa yang sesuai dengan SASARAN KET 6 TUJUAN 1 1.2.

1 Terwujudnya 1.2 Penambahan sarana tahun 2006 30 % pada tahun dan prasarana pembinaan aparatur 2006 pendidikan RENCANA KINERJA TAHUNAN 3. Pengadaan sarana 5 unit Komputer Pentium IV TAHUN 2006 Uraian 1.45 2.1 Tercapainya peningkatan kualitas aparatur Dinas Pendidikan Nasional secara bertahap tenaga teknis 6 orang dan 3 orang tenaga KEGIATAN Rencana Target 100 % Program 1. Pengadaan 2 unit mobil operasional 2. 2. Meningkatkan 2. Seminar dan workshop Indikator Kinerja Input : SDM/Dana Output : Jumlah aparatur yang berwawasan Outcome : Meningkatnya wawasan kerja Benefit : Kualitas aparatur yang profesional Impact : Peningkatan kinerja Satuan Orang Rp.000.1 Penambahan sarana sarana operasional penambahan sarana dan prasarana Dinas Pendidikan operasional Dinas pembinaan pegawai mencapai 20 % pada Pendidikan mencapai 1. Orang 40. Pengembangan Diklat teknis 6 orang dan managerial 3 orang 2.00 Rencana Target 9 145. Studi Banding 3. Pengiriman diklat struktural 6 orang dan fungsional 3 orang 2. Workshop Uraian 1.0 00. Kursus keterampilan 4. Terpenuhinya sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Nasional bidang dan keahlian 30 % secara bertahap tahun 2007. Pemberian rumah BTN 1. Orang % % 65 % 75 Rp.000. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur untuk 6 orang tenaga teknis dan 3 orang tenaga managerial dinas pendidikan SASARAN Indikator Kinerja 1. Pengadaan 3 unit sepeda motor 3. Studi banding 3.9 65 Ket . 75 % . Seminar 5.

Meningkatkan sarana operasional pembinaan dan pengembanga n dan pengembanga n kualitas SDM mencapai 20 % pada tahun 2007 managerial pada tahun 2006 1.46 2. 3 mot. Pengadaan 2 unit mobil operasional 2. Pemberian reward bagi pegawai yang berprestasi. 10 10 80 90 35 % • Terwujudnya penambahan sarana operasional pendidikan mencapai 20 % pada tahun 2007 .000. Pemberian insentif 2. Penambahan sarana dan prasarana pembinaan koperasi 2.2 Meningkatka n etos kerja aparatur mencapai 90 % pada tahun 2007 aparatur 1. Pengadaan sarana komputer 5 unit Pentium IV Input : Dana SDM Output : Jumlah aparatur yang memiliki etos kerja Outcome : Meningkatnya etos kerja Benefit : Kualitas aparatur yang profesional Impact : Kualitas SDM meningkat Input : Dana / unit Output : Jumlah sarana yang ada Outcome : Meningkatnya sarana operasional Benefit : Kualitas sarana operasional Impact : kemudahan sarana operasional Orang % % % Rp. 1. Unit Unit Unit % % 0..40 40 80 50 40 250. Pemberian kompensasi 2. Pemberian reward bagi yang berprestasi 4. Pengadaan rumah dinas BTN 1. Pemberian BTN 4. Penambahan sarana dan prasarana pendidikan 1. Pengadaan 3 unit sepeda motor 3.2 mob. Pemberian beasiswa 3. Tunjangan insentif 3.0 00.

Pimpinan dapat menjadi jembatan dalam membuat program monitoring serta evaluasi disiplin aparatur mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Peningkatan kualitas SDM di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur belum memadai untuk mengaplikasikan konsep manajemen stratejik ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. namun demikian sebagian pegawai telah mengarah pada paradigma baru yang di topang dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Situasi dan lingkungan kerja sangat mempengaruhi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pegawai di Lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur. . Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya serta pengalaman selama ini atas lingkungan stratejik peran kepemimpinan terhadap monitoring dan evaluasi disiplin PNS dalam rangka membangun good governance pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur dengan kesimpulan dan saran sebagai berikut : 1.47 V. 3. 4.1. 2. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Peningkatan kualitas SDM dan meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito timur belum memadai untuk mendukung upaya perwujudan pelaksanaan good governance yang digambarkan melalui kurangnya kemampuan menyelenggarakan tugas dan fungsinya.

Perlunya dilakukan peningkatan kualitas melalui diklat teknis dan fungsional dalam hal pengaturan dan penertiban serta peningkatan kinerja pegawai dalam pembangunan hukum serta good governance agar dapat diimplementasikan guna tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Perlunya kualitas sumber daya aparatur dalam pembinaan sumber daya aparatur melalui peningkatan kualitas maupun kuantitas pegawai dalam melaksanakan berbagai aspek strategi yang berkembang. oleh karena itu dituntut adanya dana yang mendukung dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang handal dan profesional serta memiliki kualitas sumber daya aparatur yang bermutu. Saran 1.2. 2.48 5. Ketersediaan dana adalah bagian yang tidak terlepas bagi keberhasilan pencapaian hasil-hasil kinerja organisasi. . 3. 4. Peningkatan kualitas sumber daya aparatur melalui perencanaan stratejik organisasi agar terwujud peningkatan kinerja aparatur dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

dinamis. Meningkatkan pembinaan pendidikan masyarakat. kreatif. d. dan berbagai etos kerja aparatur III. mandiri dan demokratis untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatkan manajemen pendidikan cara mengikut sertakan semua komponen proses dan hasil pendidikan.49 Rencana Tindak Lanjut (RTL) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Barito Timur 1. Tesis 1. II) fungsiny kebijakan secara mencapai 90 % • Pembinaan a tepat serta pada tahun 2007 yang memperhitungkan berkesinambun tantangan dari gan aspek lingkungan strategis yang . beriman dan bertaqwa tahun 2010” 2. b. Meningkatkan sistem penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. pemuda dan olahraga secara merata. c. Kualitas Perlunya kualitas • Tercapainya 50 Jt • Mengirim LADIS Sumber sumber daya peningkatan aparatur KTU Daya aparatur dalam kualitas aparatur mengikuti 15 Jt Aparatur pembinaan Dinas Pendidikan pendidikan belum sumber daya Nasional secara • Memberikan optimal aparatur melalui bertahap tenaga kesempatan dalam peningkatan teknis 6 orang dan untuk 40 Jt menjala kualitas maupun 3 orang tenaga mengikuti nkan kuantitas pegawai managerial pada pendidikan tugas dalam tahun 200 perjenjangan pokok melaksanakan • Meningkatkan (Diklatpim IV. Visi “Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan di barito timur yang maju. jenis dan jenjang pendidikan secara demokratis. Rekomendasi Jadwal Pelaksanaan Dana Permas Tujuan Indikator Penanggu K kebijakan yang No Kegiatan APBD alahan diusulkan dalam Kinerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2005 ng Jawab et. jujur dan adil. Misi a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar terwujudnya masyarakat yang tangguh. sanggup bersaing dalam menyongsong globalisasi diberbagai bidang.

oleh karena itu dituntut adanya dana yang mendukung dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur sumber daya aparatur yang handal dan profesional serta memiliki kualitas sumber daya aparatur yang bermutu • Penambahan • Pengadaan 2 sarana dan unit mobil prasarana operasional pembinaan • Pengadaan 3 pelayanan unit sepeda motor • Penambahan sarana dan • Pengadaan prasarana diklat sarana fungsional komputer 5 unit Pentium • Terwujudnya penambahan IV sarana operasional pendidikan mencapai 20 % pada tahun 2007 150 Jt 60 Jt 85 Jt KADIS KTU . Terbatas nya dana operasio nal dan sarana prasaran a dalam peningk atan kualitas aparatur pendidik an Ketersediaan dana adalah bagian yang tidak terlepas bagi keberhasilan pencapaian hasilhasil kinerja organisasi.50 berkembang. 2.

Yogyakarta. A. 1983. Azis. N. (1984). Pemimpin dan Kepemimpinan. 2004. William.51 DAFTAR PUSTAKA Anonymous. LP3ES. J. Deddy Suriyadi. 1991. Dimensi-Dimensi Pokok Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta. Jakarta. Pembangunan. Jakarta. Pustaka Pelajar Offset. Bacaan Peserta. Bandung. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Karya. Yogyakarta. 2000. Duta Pertiwi Foundation. Edisi Kedua. Charles. Prinsip-Prinsip Pokok Leadership. Gajah Mada University Press. Remaja Karya. Burby. Raymond. Alih Bahasa : M. Tjokroamidjojo. 2005. Edisi Kedua. Bintoro. . Bahan Ceramah disampaikan pada Diklat Pimpinan Tingkat II Angkatan XV. Modul Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Kajian Manajemen Stratejik. Milles and Huberman. J. Dunn. Jakarta. Manullang. Bandung. 2005. Sanapiah. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2005. Rajawali. 336 Halaman. LAN RI. 1989. Liberty. J. Metode Penelitian Survei. 1989. Gramedia Pustaka Utama. Masri. Yogyakarta. Jakarta Januari 2005. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Anonymous. Dilema dan Tantangan. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah PT. Pengantar Ilmu Analisis Kebijakan Publik. CV. Kelas A. Qualitative Data Analisis: a Source Book of New Methods. Moeljarto. 1996. Moleong. Paradigma dan Perkembangan Paradigma Pembangunan Indonesia. Lexy. Hartono. Bratakusumah. Keating. Tjokrowinoto. Beverly Hills. Cetakan Ketiga. B. Sage Publication. Singarimbun. Bahan Ajar Diklat Pim Tingkat II. Metodologi Penelitian Kualitatif. Kartini. (1987).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful