Latar Belakang Di era globalisasi saat ini banyak khasus-khasus yang terjadi di sebuah perusahaan tentang lalainya

perusahaan tersebut akan kesehatan dan keselamatan para pekerja pekerjanya. Padahal, dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-harinya karyawan/pekerja di sektor industri maupun perkantoran, akan memiliki resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat, tergantung dengan jenis pekerjaannya. Padahal K3(Kesehatan dan Keselamatan Kerja) merupakan hal yang sangat penting bagi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Eksistensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di Eropa, terutama Inggris, Jerman dan Prancis serta revolusi industri di Amerika Serikat. Era ini ditandai dengan adanya pergeseran besar-besaran dalam penggunaan mesin-mesin produksi menggantikan tenaga kerja manusia.
Dengan adanya perubahan kearah industrialisasi tersebut maka konsekuensinya terjadi perubahan pola penyakit / kasus-kasus penyakit karena hubungan dengan pekerjaan. Seperti disebabkan karena faktor mekanik (proses kerja, peralatan), faktor fisik (panas, bising, radiasi) dan faktor kimia. Pada awal industrialisasi, banyak masyarakat industri (industriawan maupun pekerja) yang belum siap mental, sehingga seringkali menjadi korban dari industri tersebut.

Industrialisasi dapat mendatangkan kemakmuran, tetapi bila tidak dikelola secara profesional akan dapat mendatangkan bencana, misalnya: meningkatkan kecelakaanindustri atau kecelakaan kerja, munculnya penyakit akibat pekerjaan (occupational disease), dan meningkatkan kerusakan lingkungan atau ekosistem. Sadar betapa pentingnya industrialisasi bagi bangsa Indonesia, dan betapa pentingnya pencegahan terhadap dampak buruk tersebut di atas, dan bahkan sekaligus menyadari bahwa perlunya dikembangkan industri yang produktif, efisien dan efektif maka diperlukan pengawasan kesehatan pekerja yang benar-benar nyata oleh pihak pengusaha dengan cara pemeriksaan kesehatan b erkala maupun dengan jaminan kesehatan kerja sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pemajanan di tempat kerja sangat menentukan d. c. vlas.01/MEN/1981 mencantumkan 30 jenis penyakit. b. . Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut (silikosis. ditambah . sedangkan Keputusan Presiden RI No 22/1993 tentang Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja memuat jenis penyakit yang sama. 2003) 2. Pengertian Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor PenyakitAkibat Kerja menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas. a. Silikosis (Budiono. antrakosilikosis. Kompensasi ada e.1. Beberapa ciri penyakit akibat kerja adalah : a. Contohnya adalah keracunan Pb. henep dan sisal (bissinosis) d. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perang sang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan. Penyakit akibat kerja A. Penyebab spesifik c.PEMBAHASAN A. Asbestosis. Sugeng. Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. Jenis penyakit akibat kerja tersebut adalah . Jenis Penyakit Akibat Kerja Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. asbestosis) dan silikotuberkulosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. Populasi pekerja b.

Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot. r. Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. h.e. glikol atau keton. Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaannya yang beracun. p. g. Penyakit yang disebabkan oleh flour atau persenyawaannya yang beracun. t. m. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. urat. amoniak. hidrogensianida. pembuluh darah tepi atau syaraf tepi). Penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau persenyawaannya yang beracun. seng. j. Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida. s. o. u. k. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh alkohol. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun. Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan w. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun. tulang persendian. n. l. Penyakit yang disebabkan oleh berillium atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaannya yang beracun. f. q. Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun. v. i. braso dan nikel. hidrogen sulfida atau derivatnya yang beracun. .

z. Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. bb. antrasena. ä.x. å. Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter. bakteri. pic. Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang bertekan lebih. Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes ö. atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki resiko kontaminasi khusus. produk atau residu adri zat tersebut. bitumen. an y. minyak mineral. kimiawi atau biologik. atau persenyawaan. aa. Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau panas radiasi atau kelembaban udara tinggi. . Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik dan radiasi yang mengion.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful