NETWORK FILES SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP

)
Tugas Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana (Strata 1) Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Disusun oleh : Ajie Prasetyo L2F 005 506

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

i

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Nama NIM Disetujui/disahkan di Tanggal : : : : : NETWORK FILE SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP) AJIE PRASETYO L2F005506 Semarang 18 Juni 2010

Pembimbing I

Pembimbing II

Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. NIP. 197302261988021001

Ir. Kodrat I. Satoto, M.T. NIP. 196310281993031002

Telah diuji dan dinyatakan: LULUS

Di Semarang Tanggal : 18 Juni 2010
Ketua Penguji Sekretaris Penguji Anggota Penguji

Dr. Ir. Hermawan, DEA. NIP. 196002231986021001

Eko Handoyo, S.T., M.T.
NIP. 197506082005011001

R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T. NIP. 197007272000121 001

Mengetahui,
Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Undip

Ir. Bambang Pudjianto, M.T. NIP. 195212051985031001

ii

PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, April 2010

Ajie Prasetyo L2F005506

iii

pusat data iv . Universitas Diponegoro merupakan organisasi yang mempunyai kebutuhan tempat penyimpanan yang cukup besar . Tempat penyimpanan terpusat ini memiliki kapasitas data yang besar yang berasal dari beberapa server NFS yang menjadi satu kesatuan seperti direktori lokal mereka sendiri. Hasil pengujian mendapatkan tempat penyimpanan yang terpusat dan memiliki kinerja seperti sebuah pusat data yang mengumpulkan semua data yang berasal dari beberapa server NFS. network file system. phpsysinfo dan Sedot sampai tua . Perancangan sistem. Elektro. Perancangan tugas akhir ini menggunakan sistem NFS yang membuat pusat data menggunakan beberapa mesin. NFS (Network File System) merupakan suatu sistem file network dan resource sharing protocol yang memungkinkan tempat penyimpanan data terpusat. Terakhir adalah pengujian sistem ini tentang kinerjanya pada pendistribusian tempat penyimpanan dari sisi server yang digunakan oleh pusat data yang cukup handal dengan biaya terjangkau pada aktif repository opensource undip menggunakan aplikasi tambahan seperti MRTG. akan tetapi menghadapi kendala pemindahan perangkat server yang telah berada dimasing – masing fakultas. dan pengujian terhadap sistem tersebut. Metodologi penelitian tugas akhir ini antara lain dengan studi pustaka. Banyaknya layanan yang tersedia sebagai tempat penyimpanan yang dimiliki beberapa fakultas teknik seperti Industri. Letak geografis tempat penyimpanan yang berbeda ini juga yang mendasarkan pembuatan tempat penyimpanan yang terpusat . Sistem Komputer. Kata kunci : Tempat Penyimpanan.ABSTRAK Perkembangan teknologi komputer dan jaringan menyebabkan banyak organisasi yang membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar. Sistem ini membantu permasalahan yang muncul akibat mahalnya perangkat penyimpanan dan letak geografis perangkat server yang berbeda.

The design of this thesis uses the NFS system make the data center use multiple machines. Keyword : data storage. Computer Systems . and testing of the system. Electrical engineering. network file system. UNDIP an organization whose storage requirements are considerable. Number of services available as a storage repository owned by some faculties. NFS (Network File System) is a network file system and resource sharing protocol that allows centralized data repository. but encounter obstacles removal device server that has been in each faculty. This thesis research methodologies including literature study.ABSTRACT The development of computer and network technology led to many organizations that require large data storage.data center v . Sedot sampai tua.The geographical position of different storage place is also the base making the centralized storage. Last step is to test this system on their performance on the distribution of server-side storage that is used by a fairly reliable data center in the active repository opensource Undip use additional application such as MRTG. phpsysinfo. This centralized storage area has a large data capacity and comes from multiple NFS servers into a single entity such as a local directory on their own. such as industrial engineering. The test results have a centralized storage and performance as a data center that collects all the data coming from multiple NFS servers. system design. This system helps the problems that arise due to the expensive storage devices and servers geographically different devices.

oleh karena itu penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada : 1. 6.T. atas segala tuntunan dan bimbingan yang diberikan.. 2. 8. kasih sayang. yang telah memberikan taufik. 9. selaku Pembimbing I. S. 5. atas segala bimbingan dan ilmu yang telah diberikan. ibu. 7. atas segala bimbingan dan ilmu yang telah diberikan. Teman-teman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro konsentrasi Komputer dan Informatika yang telah bersedia membagikan pengalaman serta bantuan kepada Penulis. M. dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. dan doanya kepada penulis. selaku Dosen Wali. Sudjadi. selaku Pembimbing II. Segenap Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. MT. hidayah. Bapak. memberikan kekuatan dan kemudahan..T. 2005. 2004.T. Penulis menyadari bahwa pelaksanaan maupun pembuatan Laporan Tugas Akhir dapat berjalan berkat dukungan dari berbagai pihak. Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Kodrat Iman Satoto M.. adik-adik. 4.KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr wb Segala puji bagi Allah SWT. Laporan Tugas Akhir ini mengambil judul “NETWORK FILES SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP)“. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. dan 2006 yang selalu membantu dan memberikan dukungan. Bapak Ir. vi . Bapak Adian Fatchur Rochim.. ST. dan keluarga tercinta yang selalu memberikan dukungan.T. 3. Teman-teman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro angkatan 2003. M. Bapak Ir.. Ibu Ajub Ajulian.

Akhir kata. Mas Setyo. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan laporan ini. 11. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penyusunan laporan ini. Dadang Budi Setiawan. Hendra Rizki . HarindraWisnu . Wassalamualaikum wr wb Semarang. April 2010 Ajie Prasetyo L2F 005 506 vii .10. semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun rekan-rekan mahasiswa. Mahyudin Susanto yang telah bersedia membagikan pengalaman serta bantuan kepada Penulis. Pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

... 16 2.....................................................1 Sejarah Network File System (NFS) .......... ii PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH .1 Penggunaan Operasi RPC pada Protokol Transport ....................... 18 2..............................................6 NFS Server Procedures and Operations ........................2............................................................................................. 20 2................................... 21 2.............................................................................................................. 4 2..................................................... 1 Tujuan ............... 3 BAB II DASAR TEORI .................. xii BAB I PENDAHULUAN .......................................................... 14 2.............................................................3 2.........4 Latar Belakang ...5........................ 21 viii ..............1 Konsep dan Operasi Network File dan Resource Sharing Protocols ................................3 Klien dan Server Cache.............................................................................................................................................. xi DAFTAR TABEL ............................................... viii DAFTAR GAMBAR .............................................4............2 Arsitektur dan Operasi NFS .............. 20 2............... 2 Sistematika Penulisan ...............................2 1............................................................................................... 11 2..............................2....3 1........... iiv ABSTRACT ...........................................3 Standar dan Versi NFS ......................................... 4 2............. iiii ABSTRAK .....4......5................................................ 14 2......2 Network File System (NFS) .. 2 Pembatasan Masalah .........5................................................................................................................................................................................................. v KATA PENGANTAR .............................................. 1 1.1..................... 4 2...... vii DAFTAR ISI ...........DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ...............................................2 Tipe Data XDR......................................................5 Remote Procedure Call (RPC) ....................2 Fungsi Kerja Klien dan Server NFS ................1 1........ 10 2..............................................1 Network File dan Resource Sharing Protocols ............................. 12 Standar External Data Representation (XDR) .......2....................................................................................1 Menciptakan Metode Universal Data Exchange: XDR ............................................................. 6 2......4 Arsitektur dan Komponen NFS ................................................ 6 2.......................................

...................................................................................1....2 Mount Protokol....7........ 28 Perancangan Sistem web server...............................................................3.............................................................................4 Perancangan Sistem Secara Umum ...................................................................4....... 47 4.. 28 3........1.......... 52 4.........4..7............................................2......1 NFS Version 2 and Version 3 Server Procedures.......2 Server NFS Versi 4 Prosedur dan Operasional .............3 NFS Server ...........................................2......... 36 Server LAMP ...................................1 4............. 34 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ......................................... 56 ix .......................4 NFS Troubleshooting ...........1 Instalasi NFS Server ........................................ 46 4................1.....2 3...........................……22 2...................... 26 2...............4 Pengujian Php ..........................2................ 48 4.................…………….......................................................................................................................................................................................2 Pengujian Server MySQL ............. 40 4............2 Persiapan Sistem Operasi Server .................................... 49 4................................................................a Manual Mount ........ 48 4. 40 4.......3 Pengujian NFS Server ....................b Automount ............................................. 46 4..............................3.................................. 48 4.......1 Instalasi dan Konfigurasi LAMP............................................................................... 51 4......................6...................................1 NFS File System Model.....................................................4.......................................2.........................3 Pengujian Apache ...........................1...........................................................................7............3 Mount Protocol Server Procedures............. 30 Perancangan FTP server ........................... 56 4...3..............................3...................................3.................................................................................. 26 BAB III PERANCANGAN SISTEM ..... 25 2....................... 55 4. 26 2........... 55 4................b Mesin FreeBsd.........1 Instalasi NFS Klien ......2 Konfigurasi Exports ..................... 32 Perancangan Sistem NFS ............... 49 4...... 36 4..1 3.............7 Model NFS File System dan mount Protokol ..........................................................3.6...............a Mesin Ubuntu server ...........................4 NFS Klien ... 24 2....3 3......2.

. 60 4..........2 Instalasi Vsftpd ................................................................................................................................................................c Instalasi Sedot sampai tua ...2 Kesimpulan ...................................................... 83 x .......5.........................................................................................................................................4........................... 65 4.................................5................. 80 BIODATA MAHASISWA ............3............... 78 5.............................................................3...................... 65 4........5.................................. 78 Saran .5................................................ 60 4..................1 Instalasi Wordpress ..3 Instalasi Aplikasi Pendukung ....................... 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...4.............b Instalasi MRTG ................................................................................................ 63 4..............................6 Pengujian sistem .................................................................. 57 4.............................5...................................2 Pengujian NFS Klien .......5 Implementasi Open source Undip .....1 5................................3........................................................5.......................a Instalasi phpsysinfo .................. 67 4........ 82 LAMPIRAN ................................................................................... 70 4.................. 79 DAFTAR PUSTAKA ..

.............................. 51 Gambar 4......18 Uji coba php .............................................. 45 Gambar 4....................... 43 Gambar 4................. 31 Gambar 3.......................................... 52 xi ...........................................................................................................................6 Konfigurasi berkas /etc/apt/source...........1 Arsitektur dan Komponen NFS ............................6 Skema perancangan pada ftp server ............4 Login Ubuntu Server ............................. 40 Gambar 4................................5 Perancangan ftp server ..................5 Pengaturan alamat IP ............ 39 Gambar 4... 44 Gambar 4............4 Skema wordpress pada web server .....................1 Booting instalasi Ubuntu Server ........8 Persiapan penginstalan lamp-server ................. 34 Gambar 4.15 Pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin .....................17 Hasil kode PHP pada phpmyadmin oleh Apache ..........11 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server ................. 33 Gambar 3...........................3 Perancangan web server ..............................19 Konfigurasi /etc/exports ............ 42 Gambar 4.......2 Flowchart perancangan sistem NFS ...DAFTAR GAMBAR Gambar 2..................... 43 Gambar 4..14 Pengaturan konfigurasi database pada instalasi phpmyadmin .................... 31 Gambar 3..................... 43 Gambar 4............12 Package lamp-server yang telah diinstal pada proses tasksel .........7 Menu Pemilihan Software pada tasksel................................................................ 33 Gambar 3....10 Pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server ............. 38 Gambar 4.................................................................................................13 Pemilihan web server pada instalasi phpmyadmin ...... 30 Gambar 3.... 45 Gambar 4.............. 14 Gambar 3...... 45 Gambar 4.....3 Layar Login Ubuntu Server ......................7 Perancangan sistem NFS ..20 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p .....list .................................................1Perancangan sistem secara umu .......................... 47 Gambar 4.......... 43 Gambar 4.............................................................................................2 Software selection dalam instalasi Ubuntu Server ..................... 37 Gambar 4.9 Penginstalan package yang akan diinstal lamp-server ............... 47 Gambar 4.......................................................... 37 Gambar 4...................................16 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin ...................................................... 29 Gambar 3.. 46 Gambar 4................................................................................ 36 Gambar 4...........

.............21 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p .........168... 77 xii ................ 66 Gambar 4.............30 Tampilan aplikasi Sedot sampai tua .................33 Informasi kapasitas tempat penyimpanan klien NFS dengan phpsysinfo......52 sebagai server NFS ..........................28 Pilihan permission pada berkas konfigurasi default pada instalasi MRTG.........27 Tampilan pada 192..74 Gambar 4....45/phpsysinfo .. 59 Gambar 4....................... 54 Gambar 4...................... 56 Gambar 4.......... 59 Gambar 4.45 ... 69 Gambar 4..................................................168................23 isi direktori pada mesin 192.... 63 Gambar 4...29 Tampilan MRTG pada mesin server ......................... 75 Gambar 4................Gambar 4.....................................1...............................32 pengujian repository pada sistem operasi ubuntu karmic server ............................45 sebagai klien NFS ....................1.... 72 Gambar 4...........24 isi direktori pada mesin 192....................1........34 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol HTTP ...............................................32 Monitoring server NFS dengan MRTG ..........31 Monitoring klien NFS dengan MRTG .....22 Konfigurasi /etc/fstab pada proses mounting ...... 73 Gambar 4... 62 Gambar 4..1..168. 75 Gambar 4................35 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol FTP ................ 76 Gambar 4.. 73 Gambar 4....... 67 Gambar 4...26 Konfigurasi /etc/vsftpd..........25 Skema wordpress pada mesin 192.168.....................36 Monitoring repository dengan Sedot sampai tua ....................conf pada proses ftp anonymous ..

..1 NFS External Data Representation (XDR) Data Types .................. 34 Tabel 3..... 35 Tabel 4....................... 25 Tabel 2........................................ 32 Tabel 3................................2 Sumber daya yang tersedia pada ftp server ....3 Prosedur yang berada pada NFS versi 4 .............1 Sumber daya yang tersedia pada web server .................................... 58 xiii .DAFTAR TABEL Tabel 2.......... 16 Tabel 2.............4 Prosedur yang berada pada protokol mount ......1 Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien ...............................2 NFS Prosedur yang berada pana NFS versi 2 dan versi 3 ....3 Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien .... 27 Tabel 3.......... 22 Tabel 2.

Pemenuhan kebutuhan tempat penyimpanan ini juga melihat beberapa faktor seperti tingginya harga. bertambah pula keperluan akan luas jaringan komputer dan kebutuhan tempat penyimpanan yang diperlukan oleh badan tersebut. Selain itu mahalnya tempat penyimpanan yang digunakan khusus untuk server juga menjadi suatu masalah yang cukup besar. Semua Organisasi badan usaha ataupun lembaga akademis seperti UNDIP juga menghadapi permasalahan yang hampir sama. agar setiap anggota dari badan tersebut dapat menggunakan layanan-layanan teknologi yang disediakan. Pada sisi server terdapat masalah penyediaan tempat penyimpanan yang cukup besar untuk memenuhu permintaan dari layanan yang telah diberikannya. Sistem NFS bekerja disemua jenis dari sistem operasi. 1 . Sebanding dengan bertambahnya fungsi teknologi komputer. Aplikasi ataupun sumber data yang berkembang mendorong suatu lembaga ataupun perorangan memiliki tempat penyimpanan yang cukup besar hal ini dikarenakan adanya parameter ataupun penambahan data tiap harinya. keamanan ataupun letak geografis dari server tersebut. Pemecahan dari permasalahan tersebut maka dibangun sebuah sistem yang disebut Network File system (NFS) dimana tempat penyimpanan data pada server tidak hanya berasal dari perangkat lokal mesin tersebut saja.1 Latar Belakang Perkembangan mengakibatkan badan teknologi usaha komputer maupun yang semakin pesat lembaga akademik mengiplementasikan teknologi ini untuk banyak keperluan. Masalah utamanya adalah keterbatasan kapasitas yang diberikan oleh server. Permasalahan yang muncul adalah ketersediaan suatu perangkat pendukung seperti tempat penyimpanan data yang menjadi suatu kebutuhan mutlak pada saat penerapan fungsi teknologi Internet.BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.

b. . Server NFS yang menggunakan perangkat lunak Open Source nfsd.2 Tujuan Dalam Tugas Akhir ini penulis memiliki tujuan yang akan dicapai : a. c. 1. Tidak membahas faktor keamanan sistem NFS. Menggunakan Linux sebagai sistem operasi. Merancang dan mengiplementasikan Sistem kerja Network File Sistem (NFS) pada dua sistem operasi yaitu Linux dan FreeBsd. 1. NFS pada sisi server dan klien. Merancang dan mengimplementasikan aplikasi jaringan untuk keperluan opensource pada UNDIP. b. Impementasi untuk web open source di Universitas Diponegoro.2 Hal tersebut mengakibatkan perangkat keras tempat penyimpanan yang digunakan tidak hanya jenis SAS (tempat penyimpanan khusus untuk server) yang harganya sangat mahal.3 Pembatasan Masalah Agar tidak menyimpang dari pokok pembahasan. akan tetapi dapat juga menggunakan tipe tempat penyimpanan SATA atau ATA yang mempunyai harga yang lebih murah. Dalam hal kecepatan SAS dan SATA/ATA mempunyai perbedaan yang cukup jauh. pada tugas akhir ini Penulis membuat batasan masalah pada hal-hal sebagai berikut : a. e. Hal ini sangat menguntungkan untuk penggunanan suatu server database yang mengiginkan tempat penyimpanan yang besar dan cepat dengan biaya lebih murah. Sedot. Hal ini dapat dipecahkan dengan kinerja sistem NFS yang menformat semua tempat penyimpanan yang berada didalam sistem tersebut mempunyai peforma yang sama karena kinerja direktori yang dipakai akan sama seperti direktori lokal mesin tersebut. d. c. SAS mempunyai kecepatan yang lebih besar dibandingkan SATA/ATA. Membandingkan pengaruh trafik yang diberikan pada Network File Sistem (NFS) kepada mesin yang telibat didalamnya . f. Phpsysinfo. Tidak membahas sisi pemrograman dan konfigurasi pada MRTG.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada bab ini akan menerangkan bagaimana cara pengimplementasian sistem Network File System (NFS) yang menjadi sistem pendukung pada sistem open source Undip agar dapat digunakan dalam jaringan dengan pengujiannya. .4 Sistematika Penulisan Penulisan Tugas Akhir dengan judul “Network Files System (Studi kasus Active Repository Opensource Undip)” ini menggunakan sistematika penulisan : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menerangkan tentang latar belakang. BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan menerangkan teori dasar mengenai Network File System (NFS) pada sisi server dan Klien. tujuan.3 1. dan sistematika penulisan dari Tugas Akhir yang akan dibuat. BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan menerangkan tentang perancangan sistem dari server Network File System (NFS) diimplementasikan dalam jaringan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan menerangkan kesimpulan dari seluruh penulisan laporan Tugas Akhir. pembatasan masalah.

Dengan demikian satu tujuan jaringan komputer adalah mengizinkan penggunanya berbagi informasi.1 Konsep dan Operasi Network File dan Resource Sharing Protocols Alasan utama kenapa jaringan komputer dibuat adalah mengizinkan berkas ataupun sumber lain saling berbagi antara komputer. Proses sharing membutuhkan pengguna untuk terlibat pada sistem aplikasi dan menggunakan perintah khusus untuk menggunakan sumber daya yang disediakan oleh jaringan. Lapisan Aplikasi seperti File Transfer Protocols (FTP) dan HTTP telah dibuat untuk tujuan ini yaitu mengizinkan pengguna menggunakan sumber daya melalui jaringan komputer dengan menyembunyikan informasi lengkap tentang operasi jaringan yang bekerja pada layer dibawah mereka. 2. Pada kenyataannya beberapa protokol mempunyai masalah yaitu pada proses file sharing yang tidak melibatkan proses manual ini. File Transfer dan message transfer protocols telah ada yang mempunyai sistem dengan mengizinkan pengguna secara manual memindahkan datanya dari suatu tempat ke tempat lain. Proses protokol TCP/IP membutuhkan suatu mekanisme yang mengizinkan pengguna dengan mudah dapat memindahkan berkasnya melalui jaringan komputer dengan cara yang cukup sederhana.1.[5] Layanan pemindahan data menggunakan protokol yang menyembunyikan informasi lengkap mengenai lapisan yang bekerja dibawahnya maka hal ini disebut manual sharing. akan tetapi membuat suatu cara yang lebih rumit misalnya tidak mengijinkan suatu sumber daya yang hanya disediakan untuk 4 .1 Network File dan Resource Sharing Protocols Jaringan komputer dibuat untuk satu tujuan yaitu mengizinkan sesama pengguna untuk saling bertukar informasi.BAB II DASAR TEORI 2. Kebanyakan informasi yang berada pada komputer berbentuk berkas yang disimpan disebuah perangkat tempat penyimpanan yang biasa dikenal hard disks. Protokol internetworking mendukung kemampuan dalam pelaksanaan dari network file dan resource sharing protocols.

File Transfer Protocols (FTP) adalah suatu contoh untuk melihat permasalahan ini dimana FTP mengijinkan resource sharing antar mesin secara bebas dengan mode transparan. skema tersebut berkerja satu sama lain untuk menentukan siapa protokol yang menulis dan siapa administrator yang mengerjakan operasi. Hal ini menyebabkan penggunaan berkas tersebut sama dengan berkas yang berada pada direktori lokal. b. Di bawah adalah semua komponen yang bekerja pada sistem ini : a. . Resource Acces Method : tahapan-tahapan yang mengambarkan bagaimana pengguna melampirkan ataupun melepaskan sumber daya yang berasal dari tempat penyimpanan lokal mereka. File System Model dan Architecture : suatu mekanisme yang mendefinisikan sumber daya dan berkas yang akan digunakan secara bersama-sama dalam jaringan. Permasalahannya pada sistem FTP ini adalah bila ingin menggunakan sumber daya yang tersedia pada jaringan dimana sumber daya tersebut merupakan berkas administrator yang tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakannya kecuali pemilik dari berkas tersebut. akan tetapi terdapat skema sistem yang dikerjakan pada proses ini. Network File System (NFS) tidak membuat suatu perbedaan antara berkas yang tesimpan secara lokal atau tidak. Pada saat sharing sumber daya.5 pengguna tertentu. Penggunaan sistem seperti ini mengarah ke era client server computing artinya pengguna bebas menggunakan sumber daya dimana saja dengan waktu yang sama. Sebagai contoh sebuah perusahaan memiliki tempat penyimpanan yang terpusat jadi semua karyawanya dapat menggunakan berkas ataupun sumber daya lain yang terdapat didalamnya secara bersamaan. Ketika suatu sistem diatur dengan konfigurasi ini pengguna dapat melakukan file sharing antara pengguna yang menggunakan berkas ini layaknya berkas lokalnya.[5] Network file dan resource sharing protocol mengijinkan semua pengguna saling berbagi sumber daya dengan mudahnya.

[6] Network File System (NFS) merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. .6 c. Messaging Protocols : format pesan yang berisi operasi yang akan digunakan seperti informasi status dan protokol yang digunakan untuk bertukar pesan ini antar mesin pengguna. 2. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094.1 Sejarah Network File System (NFS) Network File System (NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. e. Administrative tool : kumpulan fungsi yang dibutuhkan untuk mendukung operasi protokol dan penggunaan komponen lain yang mendukung.2 Network File System (NFS) Network File and resource sharing protocols sangat penting karena mengizinkan penggunanya saling berbagi sumber daya dengan begitu mudahnya. Pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi.2. Teknologi Network File System (NFS) ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan dan telah dibuat implementasinya pada banyak jenis sistem operasi. d. Jauh sebelum adanya sistem operasi Microsoft sesama pengguna jaringan komputer dapat saling berbagi sumber daya dengan menggunakan Network File System (NFS) yang lama telah disediakan oleh sistem operasi UNIX. dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813. Operation Set : suatu bagian untuk mengatur operasi apa yang akan digunakan dan diperlukan pada saat pengguna menggunakan sumber daya yang digunakan bersama pada tempat penyimpanan lokal pengguna lain. 2. Kebanyakan sistem operasi yang digunakan oleh pengguna komputer adalah Microsoft. Network File System (NFS) dirancang sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda).

Pada versi sebelumnya. Server dapat melakukan caching terhadap permintaan yang dilakukan oleh klien.[6] Network File System (NFS) dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan yang berbeda tempat. Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte. Penggunaan layanan transport dapat memilih menggunakan TCP atau UDP. sehingga total ukuran berkas maksimum adalah empat gigabyte. b. GNU/Linux. Microsoft Windows. c. Mengirimkan paket dengan Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 kilobyte.7 termasuk di antaranya adalah UNIX. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut: a. sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan Network File System (NFS). Rancangan awal spesifikasi Network File System (NFS) dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Network File System (NFS) diimplementasikan sebagai sebuah sistem klien/server yang menggunakan perangkat lunak server NFS dan klien NFS. dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit. Versi sebelumnya hanya mencapai delapan KB untuk tiap paketnya. hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja. dan sistem operasi server lainnya. Server NFS akan menggunakan protokol NFS untuk mengekspor berkas yang dimilikinya kepada klien NFS. Network File System (NFS) versi 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN dengan kinerja yang sama ketika Network File System (NFS) bekerja di dalam LAN. Berkas tersebut akan dibaca oleh klien NFS sebagai berkas lokal klien tersebut . Pada versi sebelumnya hanya dapat menggunakan transport dengan UDP d. .

WRITE. yang dapat diperoleh dari beberapa vendor. CREATE. menulis. administrator harus melakukan proses mounting (proses mengakses berkas atau sumber daya yang telah diijinkan) terlebih dahulu berkas pada server yang dapat diakses oleh klien dan menetapkan izin akses terhadap berkas atau direktori tersebut.[6] Network File system (NFS) adalah suatu sistem berkas yang menyediakan akses transparan untuk mengontrol tempat penyimpanan data. Sebelum dapat mengakses berkas yang berada di dalam server NFS. Network File System (NFS) umumnya digunakan dalam sistem operasi UNIX. sementara Windows menggunakan protokol file resource yang disebut sebagai Server Message Block (SMB). dan MKDIR. seperti halnya NetManage dengan ChameleonNFS. Microsoft menyediakan Windows Services for Unix (SFU) yang dapat digunakan dalam sistem operasi Windows 2000 Server dan Windows Server 2003 sebagai perangkat lunak klien protokol NFS.8 Network File System (NFS) umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan nomor port 2049 untuk komunikasi antara klien dan server di dalam jaringan. Selain SFU. sementara server NFS mengekspor berkas lokal kepada klien. Mesin-mesin yang menjalankan perangkat server NFS dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak klien NFS untuk membaca. menghapus berkas dan direktori yang berada di dalam server dengan menggunakan permintaan RPC seperti halnya READ. dan masih banyak lainnya. Hummingbird International dengan NFS Maestro. sehingga dua sistem tersebut tidak kompatibel satu sama lainnya. Sama seperti Network Information Service (NIS) memungkinkan mensentralisasi administrasi . sehingga menjadikan sistem Windows dapat berinteroperasi dengan sistem NFS dalam sistem operasi UNIX. memodifikasi. Kedua sistem dapat saling mendukung apabila dalam sistem UNIX diinstalasikan klien protokol SMB semacam SAMBA atau menginstalasikan klien protokol NFS dalam sistem operasi UNIX. Klien NFS selanjutnya akan mengimpor berkas dari server NFS. beberapa vendor lainnya juga membuat implementasi NFS pada sistem operasi Windows.

Network File sistem (NFS) dibangun di protokol RPC dan membebankan hubungan antara klien dan server kepada penggunanya. seharusnya pengguna dapat mengerjakan pekerjaan pada sistem lokal mereka sendiri dan mengkontrol berkas tersebut seperti berkas yang berada dalam sistem penyimpanan data lokal mereka sendiri. Klien NFS menggunakan berkas tersebut dengan melakukan sebuah proses yang disebut mounting. Tujuan dari penamaan skema berguna pada saat pemakaian NFS dengan fungsi transparan. Pengguna tidak perlu melakukan log ke sistem lain untuk mengakses berkas yang telah diekpor. Sebagai contoh jika seorang pengguna membangun sebuah aplikasi yang berada pada /usr/local/bin pada saat NFS diaplikasikan. Sebenarnya sistem berkas /usr/local/bin tersebut ada pada server NFS akan tetapi . Sistem berkas yang melakukan proses mounting dari server NFS mempunyai pemetaan sistem berkas yang sama dengan sistem berkas pada klien NFS dan data tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dalam jaringan. seharusnya berkas yang berada di server juga terdapat pada klien tersebut dan dapat melanjutkan membangun aplikasi tersebut. Terdapat beberapa tahapan suatu sistem administrasi menggunakan NFS yaitu memilih penamaan sistem berkas. NFS menyediakan satu salinan direktori yang dibagikan oleh semua sistem dalam jaringan. melakukan proses mounting pada klien.9 penguna dan informasi pengguna. Network File System (NFS) mengandakan direktori common seperti /usr/local pada seluruh sistem berkas. Sebuah server NFS adalah sebuah host yang memiliki satu atau atau lebih sistem berkas yang yang diexpor untuk digunakan oleh klien. Setelah NFS dikonfigurasi dengan benar. Network File sistem (NFS) dikonfigurasi secara benar. selanjutnya mengkonfigurasikan server dan klien untuk memakai skema yang sama. ini berarti penggunaannya bersifat transparan untuk pengguna lain. Network File System (NFS) memungkinkan untuk mensentralisasi administrasi dari sebuah tempat penyimpanan.

Hal ini menyebabkan berkas atau direktori yang telah melakukan proses mounting tadi menjadi bagian lokal dari klien. Fungsi administrasi NFS pada jaringan yang besar menyebabkan penambahan prosedur yang khusus pada saat konfigurasi.2 Arsitektur dan Operasi NFS Kerangka penggunaan sistem NFS mengikuti model operasi TCP/IP pada klien/server yang telah digunakan waktu lama. 2. dan satu elemen tambahan yaitu protokol mounting yang digunakan untuk melakukan proses mounting perangkat atau direktori yang telah dijelaskan diatas.2. Automounter adalah salah satu aplikasi yang membantu penggunaan NFS pada jaringan dengan melakukan proses NFS secara otomatis. Berkas ataupun direktori pada perangkat tempat penyimpanan komputer sebenarnya dikonfigurasi terlebih dahulu oleh administrator untuk membagikan sumber daya apa saja yang dapat digunakan secara bersama-sama. Terakhir adalah mengatur operasi dan prosedur NFS yang bekerja menggunakan protokol RPC terhadap setiap permintaan. yang melakukan proses mounting direktori atau berkas yang telah dididstribusikan oleh administrator sebelumnya.10 karena sistem NFS telah dijalankan jadi /usr/local/bin juga terdapat pada klien NFS tampa harus log ke dalam mesin server NFS. Protokol Remote Procedure Call (RPC) adalah suatu mekanisme penggunaan ataupun pemanggilan prosedur yang berada pada komputer lain dalam jaringan komputer. Kehandalan dan kinerja jaringan yang sangat stabil harus menjadi bagian yang mutlak untuk pengaplikasian server NFS yang luas. Network File sistem (NFS) menggunakan kerangka komponen utama yang didalamnya menerangkan operasi apa saja yang terjadi didalamnya. Standar External Data Resprentation (XDR) yang mendefinisikan bagaimana data terlibat dalam pertukaran antara server dan klien. Jaringan dengan banyak server NFS dan ratusan klien akan meningkatkan tingkat kerumitan pada saat pengaturan.[9] . Sumber daya ini dapat digunakan oleh klien.

Saat pembuatan jalur antara dua komputer pengguna TCP harus melakukan suatu perjanjian yang harus dibuat untuk mengirimkan data. Klien tetap mengirimkan semua informasi kebutuhan untuk mengirimkan permintaan kepada server. tapi server tidak mempunyai informasi tentang permintaan klien NFS sebelumnya atau sistematika hubungan permintaan NFS satu sama lain.[6] . Protokol yang digunakan dalam menghantar sistem NFS adalah User Datagram Protocol (UDP) yang mempunyai sifat conectionless akan tetapi memiliki fitur kecepatan yang lebih baik dibandingkan protokol hantaran lainnya seperti TCP yang mempunyai sifat conection oriented.3 Standar dan Versi NFS Awalnya Network File System (NFS) dirancang dan dipasarkan oleh Sun. yang diterbitkan pada tahun 1989. 2.11 Salah satu bagian penting tujuan dari pembuatan kerangka NFS adalah kinerja sistem. Kata kunci lain pada saat pembuatan kerangka NFS adalah sederhana (yang berhubungan juga dengan kinerja sistem).2. NFS versi 2 resmi ditetapkan sebagai standar TCP / IP dengan RFC 1094. NFS mulai menjadi standar de facto. ini artinya NFS tidak memerlukan pengelolahan informasi tentang protokol apa yang bekerja pada server. Protokol NFS adalah jenis protokol yang conectionless. Peranan NFS adalah suatu sistem yang digunakan untuk hal tersebut akan tetapi protokol digunakan juga menjadi suatu faktor yang menentukan dalam masalah kecepatan perpidahan data. sebenarnya yang dilakukan adalah mengkofigurasikan sebuah mesin komputer yang sifatnya bukan komputer lokal menjadi sebuah komputer yang dapat diakses layaknya seperti komputer lokal. Hal ini yang menyebut bahwa NFS merupakan sistem yang stateless. Hal lain yang perlu kita pikirkan adalah bila suatu jalur pengiriman data putus maka UDP lebih cepat melakukan perbaikan jalur dibandingkan TCP. NFS: Network File System Protokol Specification.

[6] . dan beberapa akses berkas baru dan manipulasi prosedur. NFS versi 3 menyediakan perpindahan data yang lebih besar daripada versi 2 .12 NFS Versi 3 kemudian dikembangkan. NFS versi 4 memperkenalkan konsep prosedur Compound. lapisan-lapisan ini dapat membantu dalam memahami arsitektur dari sebuah protokol. NFS versi 4 menambahkan prosedur akses yang dapat dilakukan klien pada saat mengakses berkas pada server NFS. Sistem NFS bekerja meliputi lapisan sesi.[6] NFS Versi 4 dikeluarkan pada tahun 2000 dengan standar RFC 3010. NFS versi 4 menempatkan penekanan lebih besar pada keamanan. NFS Versi 4 juga membuat perubahan signifikan dalam pesan. dan dikeluarkan pada tahun 1995 dengan standar RFC 1813. yang merupakan protokol terpisah pada NFS versi 2 dan 3. NFS Protocol version 4. yang memungkinkan beberapa prosedur sederhana yang akan dikirim dari klien ke server sebagai sebuah kelompok perintah. dan itu yang terjadi pada NFS. hampir semua format dalam NFS versi 4 mengubah sistem dasar yang mencakup yang diantaranya sebagai berikut: a. e. NFS versi 4 mempunyai perbedaan yang besar dengan versi-versi NFS sebelumnya. Hal ini mirip dengan versi 2. b. presentasi dan aplikasi lapisan OSI. NFS versi 3 mendukung perpindahan data yang lebih besar. namun terdapat beberapa perubahan dengan menambahkan beberapa kemampuan baru. dengan spesifikasi TCP sebagai protokol transport untuk NFS. NFS Version 3 Protokol Specification. Mencerminkan kebutuhan internetworking modern. Dalam beberapa kasus. 2. d. dukungan lebih baik untuk menetapkan atribut berkas. Dimana perubahan pada NFS versi 3 tidak berjauh beda dengan versi 2.3 Arsitektur dan Komponen NFS Network File System (NFS) adalah sebuah protokol yang berada pada layer aplikasi dari model TCP / IP. c. NFS versi 4 mengintegrasikan fungsi protokol mounting ke protokol NFS dasar.

Remote Procedure Call (RPC): RPC adalah lapisan sesi pada lapisan OSI layanan ini umumnya digunakan untuk mengimplementasikan klien/server fungsi internetworking. XDR secara konseptual berada pada layer presentasi memungkinkan representasi data yang akan dipertukarkan menggunakan sistem NFS antara komputer.1). Komponen-komponen ini adalah: a. .13 Arsitektur dan komponen utama pengoperasian NFS didefinisikan dalam bentuk tiga komponen utama yang dapat dipandang sebagai layanan yang berada di masing-masing dari tiga lapisan model OSI yang sesuai dengan lapisan aplikasi TCP / IP (lihat Gambar 2. untuk pemanggilan prosedur pada perangkat remote melalui jaringan. External Data Representation (XDR): XDR adalah bahasa deskriptif yang memungkinkan tipe data didefinisikan secara konsisten. RPC adalah sebuah program memanggil prosedur lokal pada komputer pengguna tertentu. menggunakan XDR untuk mewakili data dan RPC untuk menjalankan perintah di sebuah internetwork. Prosedur ini menentukan tugas-tugas tertentu yang akan dilaksanakan pada berkas melalui jaringan. Prosedur dan Operasional NFS: Fungsi sebenarnya dari NFS adalah diimplementasikan dalam bentuk prosedur dan fungsi operasi yang konseptual pada tujuh lapisan model OSI. c. b.

[7] 2.1 Menciptakan Metode External Data Representation (XDR) Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk merepresentasikan secara konsistensi untuk membatasi akses pada berkas remote pada komputer yang menggunakan sistem operasi yang sama. Untuk tujuan ini.4 Standar External Data Representation (XDR) Standar External Data Representation (XDR) adalah untuk memungkinkan seseorang di satu komputer untuk membaca dari atau menulis ke berkas pada komputer lain semudah seperti yang mereka lakukan di mesin lokal. berkas pada komputer lokal semua disimpan dalam sistem berkas yang yang sama. menggunakan struktur berkas yang sama dan sarana yang sama mewakili berbagai jenis data. Bahasa ini disebut External Data Representation (XDR) . dan pada awalnya digambarkan dalam RFC 1014 .4. Metode yang lebih umum yang diperlukan untuk memungkinkan antar mesin yang berbeda sistem operasi untuk berbagi data. Tentu saja. Hal ini akan membuang banyak efektivitas NFS. Ini juga akan sangat tidak praktis untuk mewajibkan setiap komputer untuk memahami representasi internal satu sama lain.14 Gambar 2.1 : Arsitektur dan Komponen NFS 2. para pencipta NFS mendefinisikannya sebuah resprentasi sehingga data menggunakan pendeskripsian data dengan bahasa yang universal.

untuk menjadi bahasa yang umum. Informasi yang ditransmisikan melalui jaringan menggunakan enkoding XDR. Terjemahan semacam ini tentu saja merupakan pekerjaan klasik lapisan presentasi. tetapi Anda tidak akan pernah menemukan penerjemah untuk menangani semua kemungkinan kombinasi yang berbeda bahasa. selama sebagai penerjemah bisa ditemukan dari semua bahasa-bahasa lain ke bahasa umum. perangkat B menerjemahkan dari XDR kembali ke representasi internal sendiri. Sebuah solusi yang lebih praktis adalah untuk menyatakan satu bahasa contohnya bahasa Inggris. mereka akan mengalami kesulitan berkomunikasi. Ketika informasi tentang cara mengakses sebuah berkas yang akan ditransfer dari perangkat A ke perangkat B. Jika Anda telah delegasi berbicara 50 bahasa yang berbeda di sebuah konverensi.15 akan tetapi telah diperbaharui dalam RFC 1832. Anda menerjemahkan dari Swedia ke Bahasa Inggris dan kemudian dari bahasa Inggris ke Bahasa Portugis. XDR itu sendiri didasarkan pada sebuah standar ISO yang disebut Abstract Syntax Notation. perangkat mengkonversikannya pertama dari A direpresentasi ke tipe data XDR tersebut. pada tahun 1995. Anda dapat menyewa penerjemah untuk memfasilitasi. atau Spanyol. dimana XDR ini berada. sehingga dapat digunakan oleh pengguna seolah-olah pada sistem berkas lokal. Anda kemudian hanya perlu 49 Penerjemah: satu untuk menerjemahkan dari bahasa Inggris ke masing-masing bahasa non-Inggris dan kebalikannya. XDR: External Data Representation. atau sesuatu yang lain. . Untuk menerjemahkan dari Swedia ke Bahasa Portugis. Perangkat A tidak perlu tahu pengkonversian ke bahasa B dan sebaliknya. Bahasa umum dapat perancis. XDR bekerja dengan cara yang sama. Kemudian. Setiap perangkat hanya perlu tahu bagaimana mengkonversi dari bahasa mereka sendiri ke XDR dan kebalikannya. [7] Ide dibalik XDR sangat sederhana dan dapat dengan mudah dipahami dalam bentuk suatu analogi.

ini adalah salah satu bahasa yang paling populer dalam sejarah komputasi. 2 [a] tabel 182 pada daftar pustaka nomor 1 . bilangan floating point. dan sangat erat terkait dengan UNIX.[7] Tabel 2. Enumerasi: Sebuah cara alternatif untuk mengekspresikan bilangan bulat yang ditandai di mana beberapa dari nilai-nilai Int Unsigned ind Enum 4 4 integer digunakan untuk mewakili nilai-nilai konstan tertentu. Tipe data tersebut harus memungkinkan penjelasan dari semua jenis data umum yang digunakan dalam komputer. Sebagai contoh. dengan mendefinisikan nilai 1 untuk berdiri untuk "Purple".2 Tipe Data XDR.1 : NFS External Data Representation (XDR) Data Types Tipe Data Size (bytes) 4 Penjelasan Signed Integer: A 32-bit integer ditandai dalam dua notasi. dari 0 sampai 4294967295. Sebagai contoh sebuah ide yang mirip yang ada di balik cara informasi manajemen komputer dipertukarkan menggunakan Simple Network Management Protocol (SNMP). Tipe data yang dapat digunakan oleh NFS dalam pertukaran data antara klien dan server. XDR akan menjadi bahasa universal dengan meresprentasikan berbagi tipe data.[7] suatu 2. string dan konstruksi data lain untuk dipertukarkan. Untuk setiap jenis data telah menyertakan kode tipe data. XDR harus membiarkan bilangan bulat. Anda bisa mewakili warna pelangi. dan deskripsi singkat.16 Ide yang dijelaskan di sini adalah juga digunakan dalam protokol lain untuk memungkinkan pertukaran data yang independen. ukuran dalam bytes. [a] Tabel 2.Sebagai contoh. mampu memegang nilai dari -2147483648 ke 2147483647.1 menunjukkan tipe data yang didefinisikan oleh XDR.4. Seperti yang diketahui. Unsigned integer: A 32-bit unsigned integer. nama tipe data. Ide dasar yang sama mendasari penting Virtual Network Terminal (VNT) paradigma yang digunakan dalam protokol Telnet. Standar XDR yang menggambarkan banyak struktur tipe data dengan menggunakan notasi agak mirip dengan bahasa "C".

semua mesin menggunakan tipe data ini harus sendiri tahu cara mengolahnya. Double-Precision Floating-Point Number: Sama seperti float Double 8 tetapi dengan banyak bit untuk memungkinkan lebih presisi. analog dengan Bool 4 tingkat dua pencacahan di mana nilai 0 didefinisikan sebagai "SALAH" dan 1 adalah "TRUE". 11 bit untuk pangkat dan 52 bit untuk mantissa. 1 bit memegang tanda (positif atau negatif). dan 23 bit terus mantissa (pecahan bagian dari angka). 15 bit untuk eksponen dan 112 bit untuk mantissa. 1 bit adalah untuk tanda. Hyper 8 Signed Hyper Integer: sama dengan integer biasa. Boolean: Sebuah representasi logis integer.17 untuk berdiri untuk "BLUE" dan seterusnya. Floating-Point Number: A 32-bit floating-point ditandi Float 4 nomor. dalam basis 2. Array: Sekelompok tunggal apapun jenis unsur-unsur di atas. Struktur: Sebuah struktur yang sewenang-wenang yang berisi Struct Variable elemen data lain dari tabel ini. Hyper unsigned integer: Sama seperti biasa tapi unsigned Unsigned hyper 8 integer 8 byte lebar untuk memungkinkan nomor jauh lebih besar. seperti bilangan bulat. Quadruple-Precision Floating-Point Number: sama seperti Quardruple 16 float dan double tetapi dengan masih lebih bit untuk memungkinkan lebih presisi. Mereka tidak diindikasikan menggunakan kode tipe data terpisah. Hal ini memungkinkan definisi dari tipe data yang kompleks. Opaque Data: Data yang harus disahkan antar perangkat tanpa diberi representasi tertentu menggunakan XDR. (array) Variable dapat diperinci dalam array untuk memungkinkan banyak orang yang direferensikan sebagai satu unit. bilangan floating point dan sebagainya. 1 bit adalah untuk tanda. tapi 8 bytes lebar untuk memungkinkan nomor jauh lebih besar. Union Void variable 0 Tipe data campuran Void: Sebuah "null" tipe data yang tidak berisi apa-apa. String variable String: Variabel string panjang dari karakter ASCII. Istilah buram Opaque Variable berarti bahwa data diperlakukan sebagai suatu "black box" yang bagian dalam tidak dapat dilihat. Jelas. . 8 bit eksponen hold (power).

1. Untuk melakukan tindakan tersebut sebuah aplikasi melakukan panggilan prosedur tertentu. XDR menyediakan kemampuan pedeskripsian data yang cukup besar. . Sebuah aplikasi perangkat lunak yang ingin melakukan sesuatu dengan berkas pada komputer lain akan tapi sebelum mengambil berkas tersebut terdapat proses yang harus dilakuakn yaitu membuat panggilan prosedur di komputer yang berbeda bukan lokalnya.5 Remote Procedure Call (RPC) Hampir semua aplikasi yang berkaitan dengan berkas dan sumber daya lain menggunakan operasi RPC. hanya mendefinisikan nilai konstan yang digunakan dalam representasi lain. Selain Tabel 2. Ketika sebuah program perangkat lunak pada komputer tertentu yang ingin membaca sebuah berkas.18 const 0 Konstan: tidak menyatakan data. Konsep utama NFS adalah untuk membuat akses berkas jarak jauh terlihat seperti akses berkas lokal. Prosedur ini kemudian kembali mengontrol program dan kembali ke perangkat lunak yang memanggilnya. memerlukan penggunaan instruksi perangkat lunak yang benar untuk tujuan ini. Proses ini menyediakan fleksibilitas yang lebih tinggi melampaui jumlah tipe tertentu telah secara khusus dijelaskan. menulis sebuah berkas atau melakukan tugas-tugas yang terkait. XDR juga menyediakan sarana untuk mendefinisikan tipe data baru dan metode untuk menentukan data opsional. 2.1 diatas. Sebuah rutinitas set khusus digunakan untuk menangani transmisi panggilan di jaringan untuk melakukan tugas tersebut. Seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2. dan secara opsional mengembalikan data dalam keadaan baik. Prosedur yang menjalankan pengambil-alihan semantara untuk program utama dan melakukan tugas seperti membaca atau menulis data. Setiap versi NFS memiliki daftar yang sedikit berbeda pada saat mendukung tipe data.

Portmap : layanan RPC pada Linux yang merespon semua permintaan layanan RPC dan melakukan koneksi ke layanan RPC yang diminta. nfs : layanan yang menjalankan proses RPC untuk melayani permintaan sistem berkas NFS. rpc. rpc. menulis untuk itu atau menghapusnya pada komputer lain.lockd : merupakan proses tambahan yang mengijinkan klien NFS untuk mengunci berkas pada server. NFS sebenarnya didefinisikan dalam istilah satu set prosedur dan operasi RPC yang tersedia pada server NFS yang digunakan oleh klien NFS. c. c. rpc. b.19 Fungsi ini telah dapat dilaksanakan langsung di NFS. Untuk melakukan proses sharing dan mount pada NFS. b. . Spesifikasi yang mendefinisikan bagaimana proses ini bekerja. RPC adalah layanan (service) yang dikendalikan oleh suatu program yang disebut portmap.mountd : proses ini menerima permintaan melakukan proses mounting (pengaktifan device/direktori) dan melakukan proses verifikasi sistem berkas yang diekspor. Nfslock : layanan tambahan yang menjalankan proses RPC untuk mengijinkan klien NFS untuk mengunci berkas pada server. seperti membaca dari itu. terdapat beberapa layanan yang bekerja secara bersama-sama yaitu : a. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.nfsd : ini adalah proses utama server NFS yang bekerja pada kernel Linux untuk memenuhi kebutuhan klien NFS .[7] Berikut ini adalah proses-proses RPC yang bekerja bersama-sama di belakang layar untuk memfasilitasi terjadinya layanan NFS a. RPC awalnya diciptakan sebagai subkomponen dari NFS RPC adalah proses sebenarnya dalam berkomunikasi NFS. Prosedur dan operasi memungkinkan suatu jenis tindakan yang harus diambil pada sebuah berkas. tapi Sun membuat sesi terpisah pada komponen protokol yang disebut Remote Procedure Call (RPC) .

Sebagai contoh. rpc. NFS dapat melakukan mekanisme perrmintaan dari kliennya menggunakan RPC yang berada di lapisan sesion .[8] 2. Nomor port yang digunakan oleh NFS adalah 2049. klien dapat mengasumsikan data telah berhasil ditulis untuk disimpan dalam waktu jangka panjang. Dalam istilah sederhana. ini berarti bahwa server NFS tidak melacak keadaan klien pada saat menggunakan suatu permintaan.5. Standar yang mengatakan bahwa NFSv2 beroperasi menggunakan UDP. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. dalam kasus penulisan data. Kode hasil menunjukkan permintaan tersebut telah berhasil atau sudah dilakukan. e.5. 2.1 Penggunaan Operasi RPC pada Protokol Transport Ketika klien ingin melakukan beberapa jenis tindakan pada berkas di mesin tertentu maka klien menggunakan RPC untuk membuat panggilan ke mesin server. akan tetapi pada NFS versi 4 menentukan penggunaan TCP untuk membawa data. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.TCP / IP memiliki dua protokol transport yaitu UDP dan TCP.rquotad : Proses ini menyediakan informasi kuota pemakai (user quota) untuk pengguna jarak jauh.statd : Proses ini menjalankan Network Status Monitor (NSM) yaitu protokol RPC yang memberikan pesan kepada klien NFS pada saat server NFS dijalankan ulang (restart). Setiap permintaan bersifat independen dari permintaan . Server menerima permintaan dan melakukan tindakan yang diperlukan. NFS versi 3 mengatakan bahwa baik UDP atau TCP dapat digunakan. Hal ini menarik untuk melihat bahwa NFS telah melakukan suatu evolusi dalam menggunakan protokol transport. kemudian mengembalikan kode hasil dan data ke klien. rpc. melalui penggunaan RPC "port mapper".20 d. dan ini masih merupakan cara yang umum dilakukan oleh sistem NFS. tetapi kenyataannya nomor port lain kadang-kadang digunakan untuk NFS.2 Fungsi Kerja Klien dan Server NFS Server NFS dirancang untuk menjadi "stateless".

21 sebelumnya. NFS versi 3 menggunakan model dasar yang sama untuk langkah-langkah yang akan dikerjakan pada server. Hal ini meringankan proses yang terjadi pada klien tampa harus menanggung kerusakan yang terjadi pada server. dan server pada dasarnya tidak menyimpan transaksi apa yang dilakukan sebelumnya. atau membuat atau menghapus direktori. ketika mendapat perintah baru dari klien. menulis ke sebuah berkas.6 Prosedur and Operasi pada Server NFS Pertukaran informasi antara klien dan server NFS dilakukan dibawah protokol Remote Procedure Call (RPC) . Dua dari prosedur NFSv2 dihilangkan. 2. tetapi membuat perubahan tertentu dibeberapa bagian. seperti membaca dari sebuah berkas.[8] 2.[8] Setiap prosedur mewakili tindakan tertentu bahwa klien dapat melakukan operasi. digunakan untuk mengaktifkan penanganan berkas yang akan diakses untuk digunakan oleh prosedur NFS. Server dapat menggunakan cache untuk menyimpan informasi yang diminta pada saat terjadi permintaan tujuannya agar server mengetahui jalur yang akan dilaluinya apabila terjadi permintaan yang sama hal ini disebut prefetching.5.3 Klien dan Server Cache Baik klien dan server NFS dapat menggunakan caching untuk memperbaiki kinerja. akan tetapi menjelaskan proses apa saja yang dilakukan oleh klien ketika mengabil berkas dari server. dan beberapa yang baru . fungsi NFS tidak dijelaskan dalam operasi protokol tertentu. Oleh karena itu. Proses stateless ini menguntungkan klien apabila server terjadi suatu kerusakan dari operasi NFS ataupun kerusakan pada hardware. Klien dan server NFS menggunakan teknik ini untuk memudahkan beban dari server yang akan melayani permintaan klien pada permintaan yang sama. Protokol mounting yang digunakan untuk melakukan proses mounting sistem berkas. Operasi yang dilakukan pada berkas harus menggunakan struktur data yang disebut file handle.

[b] tabel 183 pada daftar pustaka nomor 1 . Identitas yang diberikan untuk mengidentifikasi setiap prosedur itu juga berubah. pengembangan untuk penggunaan di masa depan 6 6 read Membaca dari berkas 7 --- writecache Menulis di cache di versi 2. 5 5 readlink Membaca dari link sombolic Membaca nama berkas yang ditentukan menggunakan symlink.[8] [b] Tabel 2. Mengambil atribut dari sebuah berkas di server jauh. 8 7 write Menulis berkas Menulis data ke berkas. Prosedur ini awalnya Tidak melakukan apapun 1 1 getattr Menangani berkas atribut fungsi get 2 2 setattr Menangani berkas atribut fungsi set 3 --- root Menangani filesytem root (lama) didefinisikan untuk mengizinkan klien untuk mencari root sistem berkas jarak Mengembalikan berkas 4 3 lookup Mencari nama berkas berkas handle bagi klien untuk digunakan. namun ditinggalkan dan dihapus dari versi 3.1 Prosedur server NFS Versi 2 and 3 Tabel 2.2 menunjukkan prosedur server yang didefinisikan dalam versi 2 dan 3 dari NFS. Membaca data dari sebuah berkas.22 ditambahkan untuk mendukung fungsi baru.2 : Prosedur yang berada pana NFS versi 2 dan versi 3 Prosedur #(v2) 0 Prosedur #(v3) 0 Nama prosedur null Ringkasan Prosedur Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian.6. Set (perubahan) atribut dari sebuah berkas di server jauh. 2.

) Menentukan hak akses --- 4 access Mengawasi akses masuk bahwa seorang pengguna telah diperbolehkan untuk menggunakan sistem berkas tertentu. (Baru di NFSv3.) --- 11 mknod Membuat perangkat khusus Membuat berkas khusus seperti pipa atau perangkat bernama berkas. Memberikan kepada klien informasi umum tentang 14 15 16 9 13 16 mkdir rmdir readdir Membuat direktori Menghapus direktori Membaca dari direktori 17 --- statfs Mengambil atribut file system sistem berkas jarak jauh. (Baru di NFSv3.) --- 17 readdirplus Membaca dari direktori tingkat lanjut Mengambil informasi tambahan dari sebuah direktori. Menghapus berkas dari server. (Baru di NFSv3. termasuk ukuran dari sistem berkas dan jumlah ruang bebas yang tersisa. Menciptakan direktori pada server.) --- 18 fsstat Menngambil informasi dimamic dari file system Pengembalian volatile (dinamis) sistem berkas informasi status seperti . 13 10 symlink Membuat link simbolik Menciptakan symlink ke berkas. Merubah nana berkas Menciptakan sebuah "hard 10 11 12 14 remove rename Menghapus berkas Mengubah nama berkas 12 15 link Membuat link ke berkas '(non-simbolis) link ke sebuah berkas.23 9 8 create Membuat berkas Membuat sebuah berkas di server. (Baru di NFSv3. Membaca isi dari direktori. Menghapus direktori.

) Pengembalian statis informasi tentang sistem Menngambil informasi static dari file system berkas. seperti data umum tentang bagaimana sistem berkas yang digunakan. dan melakukanya secara berurutan untuk membaca suatu sumber daya.) --20 pathconf Mendapatkan informasi POSIX Mengambil informasi tambahan untuk sebuah berkas atau direktori. (Baru di NFSv3. tetapi server yang telah diadakan untuk penyimpanan tertunda menulis sesungguhnya adalah tertulis. Satu masalah prosedur sistem server dalam NFS v2 dan NFS v3 adalah membagi prosedur dalam beberapa prosedur pemanggilan dengan cara ini . (Baru di NFSv3.6. --- 19 fsinfo 2. (Baru di NFSv3.24 jumlah data yang free di server dan slot yang dapat digunakan.) Flushes setiap data yang memegang server dalam menulis cache untuk penyimpanan.2 Server NFS Versi 4 Prosedur dan Operasional Pada kenyataannya klien NFS mungkin menggunakan banyak aksi berkas secara bersamaan. dan parameter untuk bagaimana permintaan ke server harus terstruktur. Ini digunakan untuk --21 commit Cache data pada server memastikan bahwa data apapun bahwa klien telah dikirim ke server.

Menggabungkan beberapa operasi pada NFS menjadi stu permintaan 0 1 Compound Semua tindakan klien didefinisikan sebagai operasi dalam prosedur kompleks. Hal ini disebabkan karena fitur yang ditambahkan di versi 4 dan fakta bahwa menggabungkan prosedur mounting pada prosedur NFS versi 4. Dari Tabel 2. Untuk meningkatkan efesiensi prosedur server. seperti terlihat pada Tabel 2.3 dapat dilihat bahwa jumlah operasi NFS versi 4 jauh lebih besar daripada jumlah prosedur dalam NFS versi 2 dan NFS versi 3. kapasitas operasi yang besar berjalan pada server dienkapsulasi terlebih dahulu sebelum dikirimkan. protokol merupakan hal yang harus ada pada saat menjalankan berkas dari sistem remote untuk pengguna lokal. NFS versi 4 menggunakan perubahan yang cukup besar tentang bagaimana prosedur pada server bekerja. 2. Tabel 2.3 dibawah menjelaskan operasi dan prosedur yang berjalan pada NFS versi 4 :[1] [c] Tabel 2. Penambahan tersebut mengakibatkan setiap aksi yang dijalankan pada klien dijadikan satu prosedur yang disebut compound.7 Model NFS File System dan mount Protokol NFS digunakan oleh klien untuk mensimulasikan akses ke direktori berkas remote seolah-olah berkas lokal. Sama seperti berkas pada perangkat penyimpanan lokal disusun menggunakan sistem berkas tertentu.3. Ini artinya semua prosedur dikirimkan satu kesatuan perintah dan server membacanya sebagai suatu operasi yang dijalankan secara berurutan. [c] tabel 184 pada daftar pustaka nomor 1 .25 mengakibatkan suatu yang tidak efesien khususnya pada saat NFS digunakan melalui jaringan yang mempunyai waktu tundanya tinggi.3 : Prosedur yang berada pada NFS versi 4 Procedur Nama Procedur Null Ringkasan Prosedur Tidak melakukan apapun Operasi Compound Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian. Di dalam prosedur compound.

[1] 2. 2. Bagian atas hierarki direktori adalah root. klien harus diberi cara untuk mengakses berkas.1Model sistem berkas NFS Model sistem berkas yang digunakan oleh NFS adalah salah satu model sama yang banyak digunakan yaitu susunan hirarki direktori yang berisi berkas dan subdirektori. membuka dan menutup fungsi ke dalam NFS .7. NFS versi 3 Protokol mounting didefinisikan dalam lampiran I dari RFC 1813 (NFSv3). Protokol mounting digunakan untuk bekerja sama dengan NFS untuk menyediakan pengambilan suatu berkas yang berada pada server. Sebuah keputusan dibuat khusus ketika NFS diciptakan untuk menempatkan jenis akses berkas. [1] Ketika direvisi untuk NFS versi 3.7. 2. Dalam perangkat penyimpanan biasanya removable disk pack.7. protokol mounting menggunakan protokol XDR untuk . yang berisi sejumlah berkas dan direktori tingkat pertama. Ini berisi beberapa perubahan untuk bagaimana protokol mounting bekerja. Seperti NFS. Protokol mounting ini juga diubah.3 Mount Protocol Server Procedures Implementasi aktual dari protokol mounting ini sangat mirip dengan NFS itu sendiri. tapi operasi keseluruhan dari dua versi protokol mounting kurang lebih sama.2 Mount Protokol NFS Sebelum dapat digunakan klien untuk mengakses berkas di server pada jaringan komputer.26 NFS juga menggunakan model sistem berkas untuk mewakili bagaimana berkas akan ditampilkan ke pengguna. Ini berarti bahwa sebagian dari sistem berkas remote pada server harus tersedia untuk digunakan klien. dan berkas dibuka untuk diakses. Istilah "mounting" sebenarnya adalah istilah analog yang mengacu pada perangkat keras untuk membuat volume penyimpanan fisik yang tersedia.

[1] [d] Tabel 2. Ini digunakan untuk membiarkan klien melihat apa yang dilayani sistem berkas tersedia untuk digunakan. 2 Dump Mengembalikan masukan mounting Menghapus masukan entry Pengembalian daftar mounting sistem remote. Tabel 2. server. Melakukan suatu operasi mounting Tidak melakukan apapun 1 Mnt Menambahakan masukan mounting oleh pemetaan jalan pada server ke sebuah berkas untuk menangani klien untuk digunakan. Melakukan suatu "unmounting" dengan menghapus entri mounting Menghapus semua entri 3 Umnt 4 Umntall Menghapus semua masukan mounting mounting.4 menunjukkan prosedur server yang digunakan dalam protokol mounting. Pengembalian daftar berkas yang diekspor sistem dan menunjukkan 5 export Mengembalukan list expotrt klien yang diperbolehkan untuk melakukan proses mounting nya. dan RPC untuk menetapkan satu set prosedur yang klien dan server dapat digunakan untuk melakukan operasi yang berbeda. Perbedaan utama antara protokol mounting dan NFS adalah bahwa protokol mounting mendefinisikan prosedurprosedur yang berkaitan dengan pembukaan dan penutupan sistem berkas dari operasi akses berkas.4 : Prosedur yang berada pada protokol mount Prosedur 0 Nama Prosedur Null Ringkasan Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian.27 menentukan tipe data yang akan dipertukarkan antara klien. sehingga menghilangkan semua berkas-mounting sistem antara server dan client. [d] tabel 186 pada daftar pustaka nomor 1 .

NFS yang menjadi bagian dari sistem ini. Perancangan yang dilakukan terdiri atas satu klien yang meminta sumber daya dengan dua server NFS.BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN ASTERISK SEBAGAI SIP SERVER 3.undip.1.1 Perancangan Sistem Secara Umum Perancangan sistem ini menggunakan minimal satu server yang berperan menjadi NFS server dan penambahan server dapat dilakukan dengan pengaturan secara khusus dibagian server dan klien. Server Web dan FTP terdapat dalam satu mesin yang juga merupakan klien NFS yang mempunyai alamat IP 192. Pada tahapan pembuatan sistem NFS dibagi dua bagian utama yaitu server dan klien. baik secara privat (jaringan yang alamat IP nya tidak perlu diketahui oleh jaringan internasional) ataupun publik.52 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server dan server NFS II yang mempunyai alamat IP 192. Buku Sekolah Elektronik 28 .45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server. Tahap pertama perancangan adalah pembuatan server NFS yang menangani permintaan sharing sumber daya kepada klien NFS. Aplikasi open source.168. Server NFS terdiri dua buah mesin dengan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.168.id yang menggunakan beberapa server. klien pada perancangan sistem ini merupakan sebuah portal opensource yang digunakan secara aktif yaitu jaran. server Web dan server FTP yang masing-masing server tersebut melayani permintaan klien. Klien disini menggunakan sumber daya yang didistribusikan oleh server. Pada sistem ini klien meminta sumber daya yang disediakan oleh server. Lokasi server harus berada dalam satu jaringan komputer yang terhubung satu sama lain.168.1.1. Penggunaan layanan-layanan pendukung dari sistem ini terdapat beberapa yang diantaranya server NFS. pada portal ini jenis data dibedakan menjadi beberapa golongan khusus yang telah ditetapkan oleh pembuat sebelumnya yaitu ISO (image cd).31 yang mempunyai sistem operasi FreeBSD server.ac.

168.1.168.168.1.45 / 222. Web Server.181 NFS Server I 192.1. FTP Server dalam 1 mesin 192. Pengambaran sistem secara umum dapat dilihat pada Gambar 3.124.52 NFS Server II 192.1 dibawah : Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP NFS Klien.207.31 Gambar 3.1 Perancangan sistem secara umum .29 dan mirror (aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan oleh sistem Operasi open source dalam hal ini adalah linux dengan distro ubuntu dan debian).

181 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan bukan lokal UNDIP. Perbedaan dengan sistem NFS dalam pengerjaan tugas dan jenis permintaan.207.2 Perancangan web server Perancangan pada server web sama secara umum yang dilakukan pada perancangan sistem NFS dimana server webterdiri server dan klien.45 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan lokal UNDIP dan Alamat publik pada eth1 adalah 222.2 Flowchart perancangan sistem NFS 3. Hal ini dapat terjadi dikarenakan pada mesin dengan alamat 192.45 ini memiliki dua buah interface dan memiliki dua alamat IP yang berbeda juga. Alamat privat pada eth0 adalah 192. .168.1.1.168. Server web mempunyai alamat IP 192.124. Server web ini dapat melayani permintaan yang sifatnya lokal ataupun tidak lokal (jaringan publik diluar jaringan lokal UNDIP).1.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server. Server web bekerja untuk melayani permintaan klien tentang layanan HTTP / ataupun HTTPS yang biasa disebut layanan web.30 Perancangan Server Web & wordpress Perancangan Server FTP Perancangan Sistem NFS Server NFS Klien NFS Mesin Ubuntu · Instalasi · Pengujian NFS · Konfigurasi Exports · Restart NFS · Showmount Mesin FreeBsd · Instalasi · Pengujian NFS · Konfigurasi Exports · Restart NFS · Showmount · · · Instalasi Mounting Pengujian NFS Aplikasi Tambahan · Phpsysinfo · MRTG · Sedot sampai tua Gambar 3.168.

192.168.1.45/jaran/mesin 192.45/jaran/statistik 192.168.45/jaran/public 192.45/jaran 192.3 Perancangan web server Server web ini melayani permintaan layanan dengan menggunakan web dinamis wordpress sebagai fungsi tampilan.1.1.45/jaran/lokal 192.4 Melihatkan hierarki wordpress yang digunanakan pada server web.168.45/jaran/public/bse 192.45/jaran/public/ opensource Gambar 3.168.1.124.45 / 222.168.45/jaran/mrtg 192.168.1.1. Perancangan web dinamis ini mengunakan hierarki yang memetakan setiap sumber daya.4 Skema wordpress pada web server .168.168.168.31 Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP Web Server 192.168.1. Gambar 3.45/jaran/public/ISO 192.1.45/jaran/mirror 192.1.207.168.1.181 Gambar 3.1.

.45/jaran/ubuntu/ aplikasi-opensource buku-sekolahelektronik debian ubuntu 3.168. Server FTP ini dapat melayani permintaan yang sifatnya lokal ataupun tidak lokal ( jaringan publik diluar jaringan lokal UNDIP). SMP.45/jaran/debian/ http://192.207.1 dibawah ini : Tabel 3. Alamat privat pada eth0 adalah 192.168. Perbedaan hanya terdapat pada pemetaan sumber daya yang diberikan.45/jaran/public/IS O/ http://192.1. Semua sumber daya yang terdapat pada server web dapat dilihat pada Tabel 3.1.1 Sumber daya yang tersedia pada web server.168.45/jaran/public/bse / http://192.1. Pemetaan sumber daya dipetakan pada setiap direktori yang akan berada pada server NFS yang akan dimasukan kedalam server FTP. Hal ini dikarenakan penggunaan sistem NFS yang tidak memetakan secara langsung ke server FTP.168.3 Perancangan FTP server Perancangan pada FTP mempunyai skema yang sama dengan server web. Server FTP dan web mempunyai kinerja yg sama dalam memenuhi permintaan pemindahan data.168.1.32 Penggunaan wordpress yang hirarki dimaksudkan pemetaan sumber daya pada masa mendatang lebih teratur.1.1. Server FTP yang mempunyai alamat IP 192. SMA dan SMK Repository sistem Operasi Debian Repository sistem Operasi Ubuntu Alamat web server http://192.1.181 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan bukan lokal UNDIP.124.168.1.45/jaran/public/ope nsource/ http://192. Hal ini dapat terjadi dikarenakan pada mesin dengan alamat 192.168. Nama Sumber daya ISO Penjelasan Image cd atau pun dvd sistem Operasi opensource Aplikasi – aplikasi opensource Buku Sekolah Elektronik untuk SD.45 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan lokal UNDIP dan Alamat publik pada eth1 adalah 222.45 ini memiliki dua buah interface dan memiliki dua alamat IP yang berbeda juga.168.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server.

Hal ini menjadi suatu permasalahan apabila sumber daya yang ada memiliki hierarki yang banyak dan bersifat dinamis.45 / 222. Sumber daya yang dibagikan pada server FTP sama dengan server web kecuali repository sistem operasi ubuntu dan debian.1. Perancangan Server FTP yang mengambil sumber daya dari sistem NFS mempunyai sebuah proses yang harus dilakukan.45/buku-sekolah-elektronik 192.1.168.1.207.168.181 Gambar 3.45/ISO 192.6 Skema perancangan pada ftp server . Permasalahan tersebut mengakibatkan sumber daya repository sistem operasi ubuntu dan debian tidak dapat dipetakan.124.33 Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP FTP Server 192.168. Proses yang harus dilakukan adalah dengan melakukan sebuah proses yang dinamakan protokol mounting dengan tipe bind yang memetakan satu – persatu direktori tersebut.168. 192.1.45 192. Direktori berasal dari sistem NFS tidak dapat langsung dapat dipetakan dalam direktori FTP sedangkan pengaturan pada server FTP dan proses mounting telah dilakukan.168.1.45/aplikasi-opensource Gambar 3.5 Perancangan ftp server.

1.2 dibawah.1.168. SMA dan SMK Alamat web server ftp://192.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server.34 Sumber daya yang dibagikan pada server FTP dapat dilihat pada Tabel 3. SMP.45//ISO/ ftp://192.45 / 222.1.168. Klien NFS melakukan protokol mounting untuk memasukan sumber daya kedalam sistem lokal mereka untuk melihat pemetaan protokol mounting yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 3.168.207.168.45/bse/ 3.31 yang mempunyai sistem operasi FreeBSD server.124. Tabel 3.31 Gambar 3.1. NFS Klien 192.52 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server dan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.1.7 Perancangan sistem NFS .2 Sumber daya yang tersedia pada ftp server Nama Sumber daya ISO aplikasi-opensource buku-sekolahelektronik Penjelasan Image cd atau pun dvd sistem Operasi open source Aplikasi – aplikasi open source Buku Sekolah Elektronik untuk SD.181 NFS Server I 192.7 dibawah ini.1.4 Perancangan Sistem NFS Perancangan sistem NFS terdiri dari server dan klien yang menjadi kesatuan sistem.168.1.1 dan skema perancangan sistem NFS dapat dilihat pada Gambar 3.168.45/opensource/ ftp://192.168.168.52 NFS Server II 192. Server NFS mempunyai tugas sebagai penyedia sumber daya dan klien yang meminta sumber daya yang telah dibagikan tersebut. Klien NFS mempunyai alamat IP 192.168.1.1. Server NFS terdiri dua buah mesin dengan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.

1.168.168.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6 Tabel 3. .1.35 Tabel 3.3 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.1 melihatkan dikrektori yang berada pada server NFS dan selanjutnya dilakukan proses mounting yang dilakukan pada klien NFS.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.

memory 1 GB. server FTP dan aplikasi tambahan lainnya. Mesin server menggunakan sistem operasi Linux dan menggunakan turunan dari Debian.1. Alasan digunakan turunan dari debian yaitu Ubuntu versi ini adalah karena server repository untuk server Ubuntu 9. instalasi Ubuntu menggunakan paket instalasi yang berupa CD. Server yang memiliki layanan server web dan server ftp yang saling bekerja sama membentuk active repository opensource UNDIP. dan Hardisk 70 GB tipe SAS. yaitu Ubuntu Server 9.00GHz. Aplikasi tersebut antara lain Sistem NFS.1 Booting instalasi Ubuntu Server. server web.BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IM Perancangan sistem NFS. mengunakan mesin server IBM series dengan spesifikasi prossesor Intel(R) Xeon(R) CPU E5405 @ 2. 4. dibutuhkan penanaman beberapa aplikasi pada server yang berfungsi sebagai pusat dari kegiatan yang diperlukan antara pengguna dari jaringan publik dan layanan-layanan pada jaringan lokal untuk bisa saling berhubungan. Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi dari penanaman sistem NFS serta pengujian sistem dalam lingkup jaringan yang ada.10 mudah dijangkau sehingga diharapkan memudahkan proses konfigurasi. Tampilan booting awal sebelum memulai instalasi dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4.1 Persiapan Sistem Operasi Server Penanaman sistem ini. Sama dengan instalasi kebanyakan sistem operasi.10. 36 .

serta configure network. hal itu bisa dilakukan setelah server sudah memiliki alamat IP. 37 . Saat proses instalasi selesai. pendeteksian dari layout keyboard. setelah itu ada pemilihan di daerah mana pengguna berada (country). Tahapan berikutnya akan diperlihatkan pilihan language.2 Software selection dalam instalasi Ubuntu Server.2. Dalam proses instalasi akan ditawarkan software selection seperti Gambar 4.Dipilih menu Install Ubuntu Server untuk menginstalkan sistem operasi ini pada server. Dalam software selection dipilih OpenSSH Server saja agar server tersebut dapat dioperasikan dari jarak jauh.3 Layar Login Ubuntu Server. komputer akan melakukan restart pada tahap ini CD dikeluarkan sehingga komputer akan membaca data dari harddisk untuk memulai kerjanya. Gambar 4. Gambar 4.3. Booting tampilan awal pada server tersebut setelah proses instalasi selesai seperti diperlihatkan pada Gambar 4.

38 Proses instalasi server telah selesai dan siap untuk digunakan. kemudian login dengan user dan password yang telah diisi pada waktu proses instalasi. . penambahan. maupun pengurangan konfigurasi pada sistem. Untuk menjadi super user diketik perintah sudo –i seperti terlihat pada Gambar 4. Dengan perintah berikut akan dilakukan pengisian alamat tersebut menjadi konfigurasi permanen.5. Cara menulis dalam vim hampir sama dengan pada aplikasi seperti Notepad yang berbeda hanyalah perintah-perintah seperti menyimpan. Perlu di ingat bahwa untuk melakukan perubahan. #vim /etc/network/interfaces Perintah vim merupakan perintah untuk menjalankan program vim yang berfungsi seperti aplikasi Notepad tetapi berjalan pada area terminal. Penambahan alamat tersebut seperti terlihat pada Gambar 4.4 Login Ubuntu Server.4 dan untuk password merupakan kata sandi dari user yang telah dibuat. Setelah server berjalan perlu diberikan alamat IP pada server tersebut. Gambar 4. User yang dipakai harus bisa menjadi super user agar dapat melakukan kegiatan tersebut. mencari dan semacamnya.

5 Pengaturan alamat IP Perintah-perintah tersebut sebelumnya harus diketahui dalam penggunaannya untuk menyimpan hasil konfigurasi menekan :wq dan kalo ingin keluar cukup menekan :q proses untuk memasukan isi dari berkas terlebih dahulu menekan insert dan menekan esc untuk mengakhirinya. dapat dilakukan dengan menambahkan “#” diawal alamat-alamat yang telah ada tersebut atau dapat .list Di dalam berkas tersebut terdapat alamat-alamat tujuan yang telah ada sebelumnya.168. nameserver 192.conf Pada pengaturan ini DNS server diarahkan ke DNS server yang sudah ada. #vim /etc/resolv.1. Agar tidak menuju ke alamat yang telah ada. Perlu ditambahkan juga Domain Name Sistem (DNS) untuk memetakan host-host yang ada dalam jaringan Internet.39 Gambar 4. #vim /etc/apt/sources.1.95 nameserver 192. Penambahan DNS tersebut sebagai berikut. karena dalam kasus ini digunakan jaringan UNDIP maka DNS yang digunakan adalah.47 Perlu disiapkan alamat repository untuk melakukan instalasi agar dapat menambah pustaka serta komponen tambahan untuk mendukung aplikasi yang akan ditanamkan di sistem operasi server tersebut.168.

Apache.ac.ac.1 Instalasi dan Konfigurasi LAMP LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux. maka sistem operasi server telah dapat digunakan untuk penanaman sistem NFS.undip. #apt-get update Perintah tersebut untuk melakukan update dengan server yang telah dituliskan pada berkas sources.ac. Tambahkan dengan alamat-alamat berikut yang merupakan repository lokal yang berada di jaringan lokal UNDIP.ac. Komponen-komponen dari LAMP: .40 dilakukan dengan cara menghapus isi dari berkas tersebut.id/ubuntu karmic karmic main main restricted restricted universe multiverse deb-src universe multiverse deb http://jaran.id/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb-src deb deb-src deb deb-src http://jaran.undip.2 Server LAMP 4.list.undip.ac.6 Konfigurasi berkas /etc/apt/source.ac.id/ubuntu karmic-updates karmic-backports karmic-backports karmic-security karmic-security main main main main main restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse Gambar 4. Daftar tersebut harus dikenalkan ke sistem operasi dengan perintah.undip.list 4.ac.id/ubuntu http://jaran.2. LAMP merupakan sebuah paket perangkat lunak (software) bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. MySQL dan PHP.undip. Sebagian besar aplikasi alamat web atau blog di internet menggunakan LAMP.id/ubuntu http://jaran.undip. deb http://jaran.id/ubuntu http://jaran.id/ubuntu http://jaran.id/ubuntu http://jaran. Setelah langkah diatas dijalankan.undip.undip.ac. Proses instalasi paket-paket yang diperlukan untuk membangun sistem NFS dapat dilakukan.

2. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah. Server HTTP Apache atau Server web/www Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL. Apache HTTP Server sebagai server web. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basis data yang telah ada sebelumnya. autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi. 4. PHP sebagai bahasa pemrograman yang dipakai. terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data. .41 1.Linux. Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah naungan Apache Software Foundation. walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL(General Public License). MySQL sebagai sistem basis data (database). 3. SQL (Structured Query Language). Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. Linux sebagai sistem operasi. BSD. Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basis data. PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Bagian akan menggunakan tasksel dalam mengistall LAMP server. Seperti Gambar 4. root@jaran-nfs:~# tasksel Maka yang muncul adalah layar berbasiskan ncurses. fungsi LAMP disini sebagai multi server yang menangani Apache. yang menampilkan daftar “task”.42 Semua paket LAMP (Linux Apache Mysql PHP) dapat didownload di Internet secara gratis (free software). Pada saat pengistalan LAMP di sistem NFS menggunakan suatu metode yang telah ada akan tetapi jarang digunakan dalam instalasi disistem Linux Ubuntu yaitu tasksel.4. Tasksel merupakan metode yang membantu para pengguna sistem operasi Linux Ubuntu server dalam proses pengisntalan. .7 Menu Pemilihan Software pada tasksel Pada tasksel install lamp-server yang maka tasksel akan menyiapkan berkasberkas yang akan diinstal.7. Gambar. MySql dan Php.

Gambar.9 Penginstalan package yang akan diinstal lamp-server Dalam proses instalasi pada lamp-server.10 Pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server Untuk memastikan bahwa password yang dimasukan sudah benar maka akan diminta untuk memasukan password untuk administrator tersebut.8 Persiapan penginstalan lamp-server Setelah itu tasksel mulai menginstall package apa saja yang akan diinstall Gambar.11 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server .4.4.43 Gambar.4. Pada proses instalasi akan diminta untuk memasukan password untuk pengguna administrator (root). mysql merupakan bagian dari lampserver pada sistem mysql membutuhkan password dari root yang merupakan fungsi yang wajib untuk jaminan keamanaan. Gambar.4.

44 Setelah proses pemasukan password root mysql maka instalasi lampserver telah dilakukan Untuk melihat paket apa saja yang diintall ketika menggunakan tasksel. .12 Gambar.4. dalam bagian ini list yang akan dilihat yaitu lamp-server dengan perintah root@jaran-nfs:~# tasksel --task-packages lamp-server maka akan terlihat paket yang akan di install seperti Gambar 4.12 Package lamp-server yang telah diinstal pada proses tasksel Untuk memudahkan dalam pengaturan lamp-server dalam hal ini akan digunakan pengaturan lamp-server dalam bentuk GUI (Grafik User Interface) maka diperlukannya intalasi phpmyadmin seperti proses dibawah root@jaran-nfs:~# apt-get install phpmyadmin Proses instalasi akan berjalan dalam instalasi phpmyadmin. dalam instalasi phpmyadmin maka package akan bertumpuk akan tetapi hal tersebut tidak perlu ditakutkan package yang ada tidak hilang hanya diperbaharui ini dikarenakan sourcelist yang kita gunakan sama.

4.4.45 Pada saat proses instalasi phpmyadmin akan bertanya server web apa yang anda pakai. dalam sistem ini memakai server web Apache.13 Pemilihan web server pada instalasi phpmyadmin Setelah memilih server web yang dipakai maka hal yang perlu diperhatikan adalah basis data phpmyadmin memrlukan adanya basis data dalam penggunaannya. Gambar.4.14 Pengaturan konfigurasi database pada instalasi phpmyadmin Sama halnya anda menginstal lamp-server maka pada instalasi ini anda akan disuruh untuk memasukan password root pada basis data anda.15 Pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin . Gambar. Gambar. maka pada instalasi anda ditanya apakah akan menkonfigurasi basis data anda bila anda instalasi baru maka anda memilih “yes” bila anda sudah memiliki basis data sebelumnya maka hal ini telah dilakukan sebelumnya dan anda bisa memilih “no”.

or \g.2.16 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin.2 Pengujian Server MySQL Pemeriksaan apakah server basis data MySQL sudah berjalan yaitu dengan melihat port 3306 (port standard server MySQL) terbuka atau tidak menggunakan perintah: # netstat -tan|grep 3306|grep LISTEN tcp 0 0 127.1:3306 0. Your MySQL connection id is 170 Server version: 5.37-1ubuntu5 (Ubuntu) Type 'help.46 Dan anda akan diminta untuk memastikan password yang anda isiskan sudah sama dan benar. Jika PHP bekerja.12 ((Ubuntu)) Untuk menguji apakah modul PHP sudah berjalan dengan baik.17 . akan tampil halaman web seperti pada Gambar 4.0.0. kita buka koneksi ke MySQL melalui terminal: root@jaran-nfs:~# mysql -u root -p Enter password: Welcome to the MySQL monitor.1.0:* LISTEN Untuk memastikan. 4. Gambar. Type '\c' to clear the current input statement.0.4.0. bisa diperiksanya dengan mengakses http://<alamat-server>/phpmyadmin.3 Pengujian Apache Periksa dulu apakah Apache sudah mendengarkan port 80 (permintaan HTTP) dengan menggunakan perintah: #nmap -A localhost|grep Apache 80/tcp open http Apache httpd 2.' or '\h' for help.2.2. mysql> Commands end with . 4.

1.php pada address bar di browser anda. buatlah berkas semisal berkas coba.4 Pengujian Php Kemudian untuk mengecek Php.2.4.47 Gambar 4.45/coba. Gambar.php yang isinya seperti ini: <? phpinfo().18 Uji coba php . ?> Simpan berkas tersebut ke direktori /var/www/ atau ke direktori lain apa bila anda menggunakan module alias. kemudian ketikan http://192. 4.168.17 Hasil kode PHP pada phpmyadmin oleh Apache.

3 NFS Server 4. b. konfigurasi berkas ini tidak dijelaskan dilaporan ini. yang berkerja dengan skema. Mesin Ubuntu server. konfiguras berkas ini tidak dijelaskan dilaporan ini. . jika ada suatu alamat IP yang akan mengakses maka mesin akan melihat ke hosts. pada proses NFS ada beberapa berkas yang harus dikonfigurasi untuk menjalankan sistem NFS yang diantaranya yaitu : a. isi berkas ini berguna untuk menyaring IP (alamat komputer) mana saja yang tidak diperbolehkan mengakses suatu sumber daya. Hosts. Pada saat merancang sistem distribusi data dengan NFS pengaturan yang dilkukan pada server adalah suatu kebutuhan utama. c.allow dan hosts. Hosts.allow jika ada maka dibiarkan lewat.deny digunakan untuk faktor keamanan.deny : berkas ini berada pada /etc/hosts.allow.allow : berkas ini berada pada /etc/hosts.48 4.deny.1 Instalasi NFS Server a. isi berkas ini berguna untuk menyaring IP (alamat komputer) mana saja yang diperbolehkan mengakses suatu sumber daya. jika tidak maka mesin akan melihat ke hosts.3. NFS server disini berguna menyediakan data yang akan digunakan oleh klien NFS.deny bila ada maka tidak dibiarkan lewat tetapi bila tidak ada maka akan dibiarkan mengakses sumber daya. Untuk hosts. Exports : berkas ini berada pada /etc/exports. berkas ini berguna untuk memberikan suatu pengaturan kemana berkas akan distribusikan dan pengaturan apa saja yang diperbolehkan dalam penggunaan sumber daya tersebut. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan mengistal paket-paket dari server NFS dengan perintah sebagai berikut :[11] root@jaran:~# apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap Setelah perintah diatas dikerjakan maka server NFS telah terinstal.

3.49 b.1. “nfsd –u –t –n -4”. Tahapan sebelumnya telah mengijinkan berkas untuk diexpor agar dapat diakses oleh klien maka perlu dilakukan proses restart server NFS dengan perintah “rpcbind”. perintah – perintah tersebut berguna untuk merestart mesin NFS.1. Pengaturan mengenai berkas expor akan dibahas pada bab selanjutnya.berkas exports berisi tentang daftar sumber daya yang akan dibagikan secara merata dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan.conf dengan pengaturan sebagai berikut : rpcbind_enable="YES" NFS_server_enable="YES" mountd_flags="-r" rpc_lockd_enable="YES" rpc_statd_enable="YES" Pengaturan diatas telah dibuat maka diperlukan untuk merestart server freebsd agar perubahan yang terjadi dapat dijalankan. Indikator pada ubuntu dan freeBsd adalah sama dengan melihat apakah portmapper.168. Mesin FreeBsd. Berkas ini berada pada /etc/exports dengan format yang sama dengan ubuntu. nfs dan mountd telah berjalan dengan perintah “rpcinfo –p” bila semua telah ada maka sistem NFS telah berjalan dengan baik. Tahapan selanjutnya adalah dengan membuat suatu pengaturan berkas apa saja yang akan diekpor.168. Setelah melakukan pengaturan di berkas /etc/export agar perubahan tersebut teregistrasi pada sistem NFS maka perlu mengetikan perintah “killall TERM mountd” dan “killall -hup mountd”.31). dan “mountd –r”. 4.2 Konfigurasi Exports Seperti yang telah dijelaskan diatas. Format konfigurasi yang berada pada /etc/exports biasanya berbentuk seperti : [11] . Tahapan instalasi pada freebsd dilakukan dengan pengaturan pada berkas /etc/rc. Perancangan sistem NFS pada penelitian ini terdapat dua buah server NFS yaitu mesin ubuntu (192. nfs dan mountd telah terdaftar. Proses restart telah berhasil untuk memastikan apakah server NFS sudah berjalan maka ketikan perintah “rpcinfo –p” dan lihat apakah portmapper.52) dan mesin freebsd (192.

berkas permintaan apa saja yang dibuat oleh user root pada mesin klien diperlakukan seolah-olah merupakan direktori lokal mereka sendiri. opsi dibawah merupakan opsi yang biasanya dipakai pada kebanyakan pengaplikasian: a. maka root di mesin klien akan memiliki tingkat yang sama akses ke berkas di sistem sebagai root pada server. no_root_squash : merupakan pengaturan default. machine1 dan machine2 Mesin klien yang akan memiliki akses ke direktori.option12) machine2(option21. c. Jika Anda berbagi direktori.168. jika Anda ingin melakukan apapun pekerjaan administratif pada mesin klien yang melibatkan direktori yang diekspor. nonaktifkan cek ini akan mempercepat transfer. rw : Mesin klien akan memiliki akses membaca dan menulis ke direktori. Jika seluruh volume ekspor. .0. Menggunakan alamat IP lebih dapat diandalkan dan lebih aman.Opsi yang diberikan sebenarnya sudah ada dan dapat digunakan.company. optionxx Daftar pilihan opsi yang diberikan server kepada klien tentang bagaimana sumber daya tersebut digunakan. meskipun mungkin diperlukan. Jika no_root_squash dipilih. Anda tidak boleh menentukan pilihan ini tanpa alasan yang baik. machine.50 directory machine1(option11. b. Ini dapat memiliki implikasi keamanan serius.8).option22) dimana a. Mesin bisa didaftarkan oleh Alamat DNS atau alamat IP (misalnya. no_subtree_check : Jika hanya bagian dari volume ekspor. b.com atau 192. ro : Direktori digunakan bersama-sama bersifat read only. disebut subtree rutin memeriksa memverifikasi bahwa berkas yang diminta dari klien di bagian yang sesuai volume. Mungkin seluruh volume meskipun tidak perlu. d. c. mesin klien tidak akan bisa menulis untuk sumber daya tersebut. directory Direktori yang Anda inginkan untuk bagikan secara merata. maka semua direktori yang berada dibawah direktori yang diekspor akan dibagi juga.

45 maka pengaturannnya seperti : # exports pada mesin Ubuntu /home/ftp 192.1.no_root_squash) /iso/data1 192. .168.45 /home/data2 -alldirs -maproot=root 192. hasilnya akan seperti Gambar 4.3. bila port yang diinginkan tidak ada maka restart server NFS. Perilaku ini dapat menyebabkan data rusak jika server reboot.168.168.no_subtree_check.1.1. dan pilihan sync mencegah hal ini.1.undip.45 /home/data3 -alldirs -maproot=root 192.20 dibawah .19 Konfigurasi /etc/exports 4. Sync : merupakan pengaturan default. semua tetapi versi terbaru (versi 1.1.1.no_root_squash) /var/www/jaran/iso 192.no_root_squash) #/etc/exports di freebsd /home/data1 -alldirs -maproot=root 192.id yang akan menjadi klien NFS dan mesin yang meminta sumber daya adalah mesin dengan IP 192.sync.45/24(rw.1.11) dari perintah exportfs akan menggunakan perilaku async.168. Pada implementasi aplikasi pada sistem ini kita menggunakan sebuah server jaran.4.168. mengatakan mesin klien yang menulis sebuah berkas selesai yaitu telah ditulis untuk penyimpanan stabil ketika NFS telah selesai menyerahkan menulis ke berkas sistem.no_subtree_check.3 Pengujian NFS Server Untuk memastikan apakah server NFS telah jalan maka kita mengetikan perintah: root@jaran:~# rpcinfo –p Setelah perintah tersebut diketikan maka akan keluar status dan port yang digunakan NFS.sync.168.51 e.45 Gambar.ac.sync.168.45/24(rw.no_subtree_check.45/24(rw.

1.1.52 root@jaran:~# rpcinfo –p program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 52741 status 100024 1 tcp 50436 status 100021 1 udp 42517 nlockmgr 100021 3 udp 42517 nlockmgr 100021 4 udp 42517 nlockmgr 100021 1 tcp 41774 nlockmgr 100021 3 tcp 41774 nlockmgr 100021 4 tcp 41774 nlockmgr 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100003 4 udp 2049 nfs 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100003 4 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 39364 mountd 100005 1 tcp 41610 mountd 100005 2 udp 39364 mountd 100005 2 tcp 41610 mountd 100005 3 udp 39364 mountd 100005 3 tcp 41610 mountd Gambar 4.45:/iso/data1 192.3. 4.168. Faktor yang menyebabkan hal tersebut terdapat dua kemungkinan yaitu berasal dari pengaturan admin ataupun sistem mesin yang belum mengeksekusi secara baik atau penuh konfigurasi yang telah dilakukan oleh admin. /var/www/jaran/iso dibagikan secara merata dari server jaran ke server 192.168.45:/home/ftp 192.1.168. setelah itu kita memeriksa direktori apa saja yang yang dibagikan merata pada proses NFS maka kita mengetikan : root@jaran:~# showmount -a All mount points on jaran: 192.45. /iso/data1.168.20 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p Seperti yang kita lihat NFS telah berjalan.4 NFS Troubleshooting Penggunaan sistem NFS mungkin terdapat kesalahan pada sistem yang telah dikonfigurasi.45:/var/www/jaran/iso Dari hasil yang keluar kita dapat lihat direktori /home/ftp.1. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan sistem NFS tidak berjalan .

2. Perintah untuk melihat format lengkap mengenai opsi apa saja yang dipakai pada saat proses mounting dapat dilihat dalam berkas /proc/mounts. direktori induk tidak dapat melakukan proses mounting apabila direktori bawah induk telah melakukan proses mounting. Jika pada saat melakukan pemeriksaan diatas berkas yang diiginkan tidak ada. b. Pastikan proses mounting tidak menyalahi 4 aturan mounting yang berisi sebagai berikut : a. Melihat pengaturan pada /etc/exports dan pastikan sumber daya telah diekspor apakah klien telah diberi ijin untuk mengakses. Semua sumber daya yang telah melakukan proses mounting dapat kita lihat dengan perintah “df –h” atau “mount –f” . Sebagai contoh jika hak klien hanya untuk membaca dengan opsi melakukan proses mounting ro maka ubah menjadi rw. 4. Jika tidak maka lakukan pengekporan ulang. Tidak bisa dengan pesan kesalahan “Permission denied” Ini artinya server tidak dapat mengenal permintaan akses untuk sumber daya. Permasalahan tidak bisa untuk melakukan proses mounting sumber daya. filesystem dapat diexpor dari server. . Kesalahan tidak bisa melihat sumber daya yang telah melakukan proses mounting. 3. Kemungkinan tesebut diantaranya : 1. Pastikan berkas /etc/exports telah diregistrasi dengan mengetikan perintah “exportfs –ra”. Untuk permasalahan ini pesan kesalahan yang akan ada yaitu : a. 2. ini berarti berkas tersebut belum melakukan proses mounting. Beberapa tahapan dalam pemeriksaaan yang diantaranya : 1. Melihat berkas /proc/fs/nfs/exports dan pastikan bahwa klien sudah terdaftar secara benar.53 yang dapat kita lihat pesan-pesan kesalahan yang ada.

Hal yang harus diperiksa sama dengan tahap 1. b. Tahap pertama memeriksa apakah server NFS telah berjalan pada mesin server. maka akan menghasilkan informasi seperti : root@jaran:~# rpcinfo –p program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 52741 status 100024 1 tcp 50436 status 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100003 4 udp 2049 nfs 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100003 4 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 39364 mountd 100005 1 tcp 41610 mountd 100005 2 udp 39364 mountd 100005 2 tcp 41610 mountd 100005 3 udp 39364 mountd 100005 3 tcp 41610 mountd Gambar 4. Hal ini terdapat beberapa kemungkinan yang diantaranya : 1. nfs dan mountd apabila ketiga elemen tersebut tidak ada pada saat melihat informasi rpcinfo –p maka restart server NFS. hanya dapat mengekpor berkas lokal saja.54 c. Tahap selanjutnya memeriksa apakah server NFS telah berjalan yang dilakukan pada mesin klien dengan perintah “rpcinfo –p [alamat server]”. 2.21 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p Informasi yang membangun sistem NFS adalah portmapper. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa apakah server NFS telah berjalan di server dengan perintah “rpcinfo –p”. . d. Tidak bisa dengan pesan kesalahan ” RPC: Registered:” Program Not ini artinya klien mengetahui bahwa server NFS tidak berjalan. direktori bawah induk tidak dapat melakukan proses mounting apabila direktori induk telah melakukan proses mounting.

deny.4 NFS Klien 4. Mounting adalah proses untuk menambahkan atau memanggil direktori kedalam direktori lokal.1 Instalasi NFS Klien Setelah membuat NFS server maka tahap selanjutnya adalah melakukan proses instalasi NFS klien dengan perintah seperti : root@jaran:~# apt-get install nfs-common portmap Setelah proses instalasi sudah terpenuhi maka kita siap untuk melakukan proses NFS seperti yang telah dijelaskan pada server NFS akses hanya diberikan pada mesin yang mempunyai alamat IP 192. 4.1. Manual mount : proses mounting dimana perintah mounting akan hilang jika mesin dimatikan.4.No route to host” maka ini berarti bahwa server dan klien tidak berada dalam satu jaringan dan tidak adanya routing yang berjalan diantara mereka. b. Hal ini dapat diperbaiki dengan melihat apakah klien sudah diijinkan untuk mengakses server pada berkas /etc/hosts. 4. Terdapat 2 jenis mounting yaitu: a.allow dan /etc/hosts. .168.45 maka bila pengaturan telah benar maka proses selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan proses mounting berkas yang telah disediakan oleh server.55 3. Automount : proses mounting dimana perintah mounting akan terusmenerus ada walaupun mesin dimatikan contoh perintahnya ada pada fstab dan autofs. Jika mendapatkan pesan kesalahan “Remote system error . Jika mendapatkan pesan kesalahan “No Remote Programs Registered” maka ini berarti bahwa klien tidak diperbolehkan untuk mengakses server.

56

a.

Manual Mount Dalam manual mounting konfigurasi akan dilakukan berulang-ulang

apabila server atau pun klien NFS mati, contoh konfigurasi pada aplikasi ini adalah
root@jaran-nfs:~# mount 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 root@jaran-nfs:~# mount192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 root@jaran-nfs:~# mount 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3

Pada konfigurasi di atas mempunyai arti bahwa direktori /home/ftp yang berasal dari 192.168.1.52 dijadikan direktori lokal /mnt/nfs/jaran/nfs1 pada mesin 192.168.1.45.

b.

Automount Pada proses mounting menggunakan automount pengaturan untuk proses

ini dilakukan hanya sekali saja, mesin akan menjalan konfigurasi ini secara otomatis pada proses booting pertamanya, pegaturan tentang hal ini tersimpan di /etc/fstab pegaturan yang ada di linux untuk konfigurasinya seperti Gambar 4.22.
#NFS dari jaran.undip.ac.id --> lihat rc.local 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6 nfs rw,sync,hard,intr 0 0

Gambar.4.22 Konfigurasi /etc/fstab pada proses mounting

Opsi pada pengaturan berkas fstab sama halnya yang dilakukan pada saat melakukan proses mounting manual /var/www/jaran/iso yang berada pada 192.168.1.52 yang akan dijadikan direktori lokal /mnt/nfs/jaran/nfs2 pada

192.168.1.45, sedikit mengulas tentang opsi yang diberikan. a. hard : proses mounting kan bersifat hard mounting yang akan mengikatnya tidak secara simbolik.

57

b. intr : suatu tahap interupsi, opsi ini sangat diperlukan pada saat terjadi kerusakan pada server atupun klien. c. rsize : besaran sumber daya yang diberikan yang berati besar maksimum suatu mesin dalam mounting pada proses membaca. d. wsize : besaran sumber daya yang diberikan yang berati besar maksimum suatu mesin dalam mounting pada proses menulis.

Pada saat pengaturan secara otomatis akan berjalan bila server atupun klien telah direstart. Masalah akan ada pada saat berkas fstab tidak berjalan dengan baik yang akan berakibat gagalnya proses mounting dari server ke klien. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan manual mounting akan tetapi tidak terpengaruh masalah mengenai mesin yang direstart, pemecahan masalah tersebut dengan mengetikan perintah mount manual pada berkas /etc/rc.local yang akan menjalankan perintah didalamnya secara rutin bila mesin direstart. Konfigurasi dari berkas /etc/rc.local sebagai berikut.
mount 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 mount 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 mount 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 mount 192.168.1.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 mount 192.168.1.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 mount 192.168.1.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6

Perintah diatas akan mengakibatkan perintah manual mounting akan dieksekusi pada saat mesin baru memulai proses dari keadaan mati.

4.4.2 Pengujian NFS Klien Sama hal nya yang dilakukan pada server maka pengujian juga dilakukan pada sisi klien untuk memastikan apakah sistem telah berjalan dengan baik, untuk memeriksanya kita dapat melakuknya beberapa cara diantaranya : Mengetikan perintah :
root@jaran-nfs:~# df –h

58

maka akan terlihat hasil sebagai berikut :
Berkassystem /dev/sda2 udev none none none none 192.168.1.52:/home/ftp 932G 77G 192.168.1.52:/iso/data1 296G 296G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs3 932G 67G 6.8M 100% /mnt/nfs/jaran/nfs1 9.7G 88% /mnt/nfs/jaran/nfs2 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso Size 67G 501M 501M 501M 501M 501M Used Avail Use% Mounted on 1.7G 196K 0 80K 0 0 62G 501M 501M 501M 501M 501M 3% / 1% /dev 0% /dev/shm 1% /var/run 0% /var/lock 0% /lib/init/rw

Dari hasil perintah tersebut maka dapat dilihat sistem NFS telah berjalan dengan baik dapat dilihat dengan memeriksa berkas /etc/exports yang berada pada server dan perintah mounting yang telah diketikan, untuk melihat hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.1 dibawah ini :

Tabel 4.1 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.168.1.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.168.1.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6

Untuk memastikan bahwa berkas yang melakukan proses mounting sama dengan server maka akan membandingkan isi direktori dua mesin server yang menjadi sumber daya dan mesin klien yang meminta sumber daya tersebut, bila NFS telah berjalan maka isi kedua direktori tersebut akan sama.

1.1. Direktori anak juga terdapat pada klien NFS.168.4.4.59 Gambar.168.23 isi direktori pada mesin 192. maka NFS berjalan dengan baik.52 sebagai server NFS Pada hasil pengamatan isi direktori dari dua mesin sama. Proses NFS juga mengekpor direktori anak dari direktori yang diekspor.24 isi direktori pada mesin 192. .45 sebagai klien NFS Gambar.

60

4.5 Implementasi Active Repository Opensource Undip Pembuatan repository opensource Undip sebenarnya aplikasi ini telah berjalan akan tetapi belum menerapkan fungsi NFS dengan banyak sumber pada kesempatan kali ini sistem NFS akan digunakan pada saat penggunaannya pada aplikasi repository tersebut. terdapat beberapa tahap pengimplementasian pada saat menerapkan sistem NFS ini yang akan terbagi beberapa bagian.

Active Repository opensource undip merupakan suatu portal yang telah ada dan menjadi suatu bagian penyedia layanan open source yang berada di Indonesia. Alamat portal tersebut adalah jaran.undip.ac.id, kata jaran digunakan sebagai simbol sebuah open source yang digunakan secara bebas pada Universitas Diponegoro Semarang, seperti yang telah diketahui banyak repository yang berada di Indonesia menggunakan nama hewan untuk alamat repository nya sebagai contoh Universitas Indonesia dengan kambing.ui.ac.id, Intitut Teknologi Surabaya dengan kebo.vlsm.org.

Kata Jaran digunakan mengandung arti agar Active Repository Opensource UNDIP tetap kokoh memperjuangkan open source yang berada di Indonesia seperti kuda yang digunakan oleh pangeran Dipenegoro yang menemani beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kuda tersebut menjadi kesatuan dengan sosok Pengeran Diponegoro yang juga merupakan lambang dari Universitas Diponegoro Semarang. Kuda dalam bahasa jawa merupakan jaran, kata jaran yang diambil mempunyai tujuan untuk menekankan kita juga tidak boleh lupa mengenai kecintaan terhadap daerah asal dari Active Repository Open source UNDIP yaitu kota Semarang Jawa Tengah.

4.5.1 Instalasi Wordpress Fungsi wordpress disini merupakan suatu aplikasi pembantu yang digunakan pada saat perancangan repository undip.untuk langkah –langkah pengistalan seperti berikut a. Unduh dan unzip (ekstrak) paket WordPress di direktori web (/var/www), jika Anda belum melakukannya.

61

b. Ciptakan basis data untuk WordPress di server web Anda berikut pengguna MySQL yang memiliki hak mengakses dan melakukan perubahan ke basis data tersebut. c. Ubah nama berkas wp-config-sample.php menjadi wp-config.php. terdapat beberapa pengaturan dalam berkas ini akan tetapi sebagian besar yang peting adalah mengisi 4 elemen penting dibawah ini :
// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** // /** The name of the database for WordPress */ define('DB_NAME', 'jaran');  /** MySQL database username */ define('DB_USER', 'ajie'); 

nama database anda

user root database anda

/** MySQL database password */ define('DB_PASSWORD', 'rahasiadong'); 

password database

anda
/** MySQL hostname */ define('DB_HOST', 'localhost');

d. Buka wp-config.php menggunakan penyunting teks kesukaan Anda dan isi rincian basis data Anda. e. Letakkan berkas WordPress dalam lokasi yang diinginkan di server web Anda: · Jika Anda ingin mengintegrasikan WordPress ke dalam akar ranah (domain) Anda (contoh: http://example.com/), pindahkan atau unggahlah seluruh konten direktori WordPress (tidak termasuk direktori itu sendiri) ke dalam direktori server web Anda. · Jika Anda ingin memiliki instalasi WordPress dalam subdirektori dalam situs web Anda (contoh: http://example.com/blog/), ubah nama direktori wordpress menjadi nama yang ingin Anda berikan ke subdirektori tersebut dan pindahkan atau unggah ke server web

62

Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin instalasi WordPress di dalam subdirektori bernama “blog”, Anda harus menamai direktori bernama “wordpress” menjadi “blog” dan mengunggahnya ke direktori akar server web Anda. f. Jalankan skrip instalasi dengan mengakses wp-admin/install.php menggunakan perambah kesukaan Anda. · · Jika Anda menginstal WordPress di direktori akar, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php Jika Anda menginstal WordPress di dalam subdirektori bernama blog misalnya, Anda harus mengunjungi:

http://example.com/blog/wp-admin/install.php

Pada pangaplikasian ini penginstalan dilakukan pada 192.168.1.45/jaran, penggunaan wordpress pada implementasi ini dilakukan secara sistematis karena banyaknya link yang digunakan pada penggunaan ini untuk hierarki wordpress yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 4.25

192.168.1.45/jaran/mesin

192.168.1.45/jaran/lokal

192.168.1.45/jaran/mrtg

192.168.1.45/jaran

192.168.1.45/jaran/statistik

192.168.1.45/jaran/mirror

192.168.1.45/jaran/public

192.168.1.45/jaran/public/ISO

192.168.1.45/jaran/public/bse

192.168.1.45/jaran/public/ opensource

Gambar 4.25 Skema wordpress pada mesin 192.168.1.45

63 4.26 Konfigurasi /etc/vsftpd.2 Instalasi Vsftpd Pemakaian Vsftpd disini digunakan untuk pemakaian ataupun pengambilan repository Undip selain dapat diakses menggunakan http yang telah diwakili penggunaan wordpress akan tetapi juga penggunaan ftp suatu protokol yang digunakan untuk pemindahan data dengan proses instalasi sebagai berikut : root@jaran-nfs:~# apt-get install vsftpd Proses instalasi telah dilakukan maka pengaturan tentang vsftpd terdapat di /etc/vsftpd. anonymous_enable=YES # mengijinkan pengguna lokal untuk menggunakan FTP.5. xferlog_enable=YES # pastikan bahwa port 20 telah dibuka. write_enable=YES local_umask=022 dirmessage_enable=YES # mengaktifkan logging untuk uploaad dan download.conf.conf pada proses ftp anonymous . connect_from_port_20=YES #direktori FTP anon_root=/var/www/jaran/pub Gambar 4. dalam pengaturan ini akan dibuat server ftp yang bersifat anonymous yang dapat digunakan bebas oleh siapa pun tampa menggunakan password dan mempunyai direktori sumber pada /var/www/jaran/pub dengan pengaturan sebagai berikut : # Run standalone? vsftpd can run either from an inetd or as a standalone # daemon started from an initscript. local_enable=YES # membolehkan untuk menulis. listen=YES # mengaktifkan FTP dengan mode anonymous.

Ubuntu tidak mengijinkan membagikan sumber dayanya secara bebas tampa ada skema pengamanan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka direktori yang akan digunakan untuk sumber ftp anonymous harus mempunyai format 755 yang artinya hanya readonly kecuali administrator yang dapat mengubahnya. Anonymous_enable=YES yang mempunyai arti bahwa pengguna anonymous dapat menggunakan ftp tersebut b. Perintah mounting tipe bind sama halnya dengan perintah mounting pada umumnya. Anon_root=/var/www/jaran/pub menjadikan /var/www/jaran/pub menjadi direktori sumber dari ftp Terdapat sedikit peringatan pada saat menggunakan server ftp anonymous pada ubuntu yang dikonfigurasi untuk faktor keamanan. Local_enable-YES yang artinya pengguna lokal mesin ersebut dapat pula menggunakan ftp c. Tahapan selanjutnya melakukan proses mounting dengan tipe bind untuk setiap direktori yang ingin melakukan proses mounting dari sumber daya NFS kedalam server FTP. Bind pada opsi mounting ini berguna sebagai pengikat bahwa sumber daya yang digunakan adalah kepemilikan dari mesin server FTP tersebut. Write_enable=YES yang artinya dapat menambahkan berkas pada ftp server d. . Direktori yang telah melakukan proses mounting ke klien tidak bisa secara langsung berada pada server FTP. Sistem NFS memang menganggap bahwa sumber daya yang diberikan dilihat selayaknya sumber daya lokal mesin tersebut akan tetapi kepemilikan dari sumber daya tersebut tetap milik mesin server NFS. Skema yang dipakai dengan melakukan proses mounting sumber daya NFS tersebut seolah-olah merupakan milik mesin server FTP. Hal yang harus dilakukan adalah dengan membuat direktori pada mesin server FTP untuk memetakan setiap direktori sumber daya NFS. Perancangan server FTP menggunakan sumber daya yang berasal dari sistem NFS terdapat permasalahan pada saat pemetaan direktori.64 Sedikit menjelaskan tentang konfigurasi tersebut : a.

MRTG adalah aplikasi tambahan yang memberikan informasi trafik jaringan yang berjalan pada mesin sumber. quota hardisk dan fisik yang terdapat pada server atau komputer tersebut.MRTG memberikan informasi data berupa grafik yang diberikan secara periode. Hal ini dikarenakan pada aplikasi Sedot sampai tua terdapat skema konfigurasi yang dijalankan secara otomatis memperbaharui data yang berada didalamnya pada periode yang telah ditentukan.5.Aplikasi-aplikasi tambahan ini sangat berguna pada saat pengujian sistem active repository yang menggunakan sistem NFS. root@jaran-nfs:~# /etc/init. Tahap selanjutnya adalah melakukan instalasi pada aplikasi pendukung yang berguna untuk memberikan informasi yang terkait mengenai kegiatan yang berjalan pada active repository opensource UNDIP.d/apache2 restart . untuk memlakukan instalasi phpsysinfo syaratnya cukup mudah yaitu sudah adanya web server pada server kita untuk proses instalasi seperti berikut : Pertama proses instalasi root@jaran-nfs:~# apt-get install phpsysinfo Setelah melakukan instalasi maka proses selanjutnya adalah merestart server web. a. trafik jaringan. MRTG.65 4. informasi yang didapatkan oleh MRTG berasal dari informasi yang diberikan oleh SNMP.3 Instalasi Aplikasi pendukung Proses instalasi layanan Utama active repository opensource UNDIP telah selesai dilakukan. sistem berkas. Aplikasi tambahan yang diinstal pada sistem ada tiga yaitu phpsysinfo. Instalasi phpsysinfo Phpsysinfo adalah sebuah aplikasi php yang digunakan untuk memonitor status server. Di dalamnya terdapat informasi mengenai status pemakaian memory. Sedot sampai tua adalah aplikasi yang membantu dalam pembuatan suatu aplikasi repository yang bersifat aktif. dan Sedot sampai tua. informasi yang termasuk didalamnya yaitu spesifikasi perangkat mesin sumber. Phpsysinfo adalah suatu aplikasi yang memberikan tampilan informasi yang berasal mesin sumber.

1.1.27 Tampilan pada 192.45/jaran/mesin yang akan menjadikan phpsysinfo menjadi salah satu layanan yang berada pada server web.168. Gambar 4.27.168.168.66 Proses tersebut maka akan meletakan direktori phpsysinfo pada direktori default server web yang digunakan pada mesin server .45/phpsysinfo Untuk mengambungkan fungsi ini maka fungsi server web maka memasukan fungsi phpsysinfo kedalam layanan web dengan alamat 192. setelah itu untuk memastikan apakah phpsysinfo maka kita melakukan pengujian dengan mengetikan http://IP-domain/phpsysinfo dalam implementasi http://192. .45/phpsysinfo maka tampilannya akan seperti Gambar 4.1.

Di dalam konfigurasi ini akan dijelaskan tentang bagaimana cara menginstal MRTG di Ubuntu server 9. root@jaran-nfs:~# apt-get install mrtg snmp snmpd Proses instalasi MRTG akan menampilkan pilihan apakah mrtg bersifat readable.10. dan lain sebagainya. Pilihan “Yes” akan mengakibatkan bahwa konfigurasi default akan mempunyai permission 640 dan bila tidak maka bernilai 600. dan sebagainya. Pilihan ini akan ada bila melakukan instalasi untuk pertama kali. nagios. Instalasi MRTG MRTG (Multi Router Traffic Grapher) merupakan sebuah perangkat untuk memonitor trafik yang terjadi di dalam sebuah jaringan. Walaupun saat ini sudah banyak perangkat monitoring yang baru seperti cacti. MRTG yang dibuat oleh Tobi Oetiker ditulis dengan menggunakan bahasa Perl dan menggunakan SNMP untuk membaca traffic counters dan bahasa C yang cepat untuk membuat log trafik data dan membuat grafik yang indah yang mewakili trafik jaringan. Tidak saja memonitor trafik jaringan. MRTG masih tetap menjadi pilihan seorang administrator jaringan untuk melihat aktivitas yang bedara pada jaringannya.28 Pilihan permission pada berkas konfigurasi default pada instalasi MRTG . Hal pertama yang dilakukan adalah mendowload mrtg dengan apt-get.67 b. System Load. Gambar 4. ntop. MRTG mampu memonitor hal-hal lain di dalam sebuah server seperti Memory.

68 Setelah proses intalasi telah selesai maka tahapan selanjutnya adalah mengedit /etc/snmp/snmp.0/24 Perubahan konnfigurasi pada /etc/snmp/snmpd.d/snmpd restart Perubahan yang dilakukan pada berkas /etc/snmp/snmpd telah diaplikasikan untuk memeriksa apakah snmp telah berjalan maka ketikan perintah berikut : root@jaran-nfs:~# snmpwalk -v 2c -c public 192.45 Setelah melakukan perintah diatas maka akan keluar informasi mengenai aktivitas yang berjalan pada mesin server.1. root@jaran-nfs:~# vim /etc/snmp/snmpd.conf akan diaplikasikan dengan merestart snmpd dengan perintah : root@jaran-nfs:~# /etc/init.cfg –columns=1 –output /var/www/mrtg/index.html yang berada pada direktori web.168.168.cfg public@192.cfg. Proses instalasi MRTG secara default.45 root@jaran-nfs:~# indexmaker /etc/mrtg.html . mrtg memberikan konfigurasi trafik yang ada pada mesin anda pada pengaturan di /etc/mrtg. Berkas yang mengatur tentang konfigurasi mrtg secara default teletak di /etc/mrtg. Tampilan MRTG berjalan di server web maka perlunya untuk membuat suatu index.1.1.conf ubah setingan : com2sec paranoid default public #com2sec readonly default public #com2sec readwrite default private Menjadi com2sec local localhost public public com2sec mynetwork 192.cfg.168. Terdapat dua perintah yang memberikan pengaturan tersebut yaitu : root@jaran-nfs:~# cfgmaker –global ‘WorkDir: /var/www/mrtg’ – output /etc/mrtg.

1.cfg ------------------------------------------------------------------ Pengaturan konfigurasi yang benar menyebabkan tidak ada pesan kesalahan yang terjadi. Proses pemeriksaan apakah ada kesalahan pada pengaturan pada konfigurasi di mrtg.29 : Gambar 4.Proses intalasi telah selesai untuk melihat hasil tampilan lihat di http://192. Try the following command to start: env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg.168.cfg Tahapan terakhir untuk pengistalan MRTG telah dilakukan . Please run mrtg in an environment where this is not the case.29 Tampilan MRTG pada mesin server .cfg perintah yang diketikan akan menghasilkan -----------------------------------------------------------------ERROR: Mrtg will most likely not work properly when the environment variable LANG is set to UTF-8.69 Setelah mengetikan perintah tersebut maka index mrtg telah dibuat. Tahapan terakhir yang dilakukan adalah menjalankan mrtg dilingkungan mesin dengan perintah : root@jaran-nfs:~# env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg.45/mrtg/ maka akan muncul tampilan seperti pada Gambar 4. maka ketikan perintah : root@jaran-nfs:~# mrtg /etc/mrtg.

source : sumber repository. 7. Sebagai contoh : rsync. Masuk direktori pkgs. 3. . url : berisi daftar url untuk menuju langsung ke repository yang sudah dibuat. 6. 4. method : metode sedot yang akan dipakai. Aplikasi ini dekembangkan oleh fajran seorang yang menangani opensource Universitas Indonesia. Proses instalasi aplikasi ini cukup mudah pertama install paket bzr “apt-get install bzr”.exclude : berisi keterangan berkas/direktori apa saja yang tidak akan dilakukan rsync. cron : deklarasikan waktu untuk melakukan mirroring untuk paket. Instalasi Sedot sampai tua Sedot sampai tua adalah suatu aplikasi untuk monitoring dan memperbaharui paket repository yang ada di sistem dan menjalankan pembaharuan paket yang disebut mirroring.id. c. Proses instalasi dan konfigurasi sebagai berikut : Instal Sedot sampai tua: root@jaran-nfs:~# bzr branch lp:sedot Setelah itu sedot akan terinstal pada direktori /root pindahkan isi direktori sedot ke /srv/sedot maka sedot telah terinstal dimesin. Aplikasi ini terdapat di launcpad membutuhkan bzr untuk mengintallnya. Pindah ditrektori ke /srv/sedot dengan perintah “cd /srv/sedot” b. Masuk ke direktori apache.undip. name : nama repository yang akan ditampilkan di log/status.Proses mirroring akan menggunakan metode rsync untuk konfigurasinya sebagai berikut : a.namametode. Contoh : repo. 2. 5. Disana tersedia berbagai macam direktori contoh.ac. Untuk metode lainnya tersedia di bin/get. Format penulisan waktu sama seperti format crontab. 1. target : target direktori untuk menaruh hasil mirroring. Untuk contoh penggunaan rsync dapat menggunakan direktori apache.70 c. Disana akan ditemukan banyak berkas yang punya fungsi berbeda-beda. rsync.

pkgs. . Untuk melakukan apakah aplikasi ini telah berjalan maka ketikan perintah http://192.71 d./bin/update-crontab untuk memperbarui crontab.1. h. Salin direktori yang tersedia disana kemudian ganti namanya menjadi nama baru untuk repo anda. Contoh penambahannya : 0 */4 * * * $SEDOT_BASE/bin/make-report (yang artinya lakukan pembuatan report setiap 4 jam). Contoh diatas adalah ubuntu-debmirror. Setelah konfigurasi tersebut maka sedot akan memberikan informasi mengenai paket yang berada pada mirroring nya informasi tersebut berada di /srv/sedot/data/report. j. Agar dapat terbuat juga laporannya masukan nama paket yang di mirror ke etc/report. e. i. Buat link yang berada pada direktori /var/www/jaran/ dengan nama direktori status_repo dengan perintah “ln –s /srv/sedot/data/report/* /var/www/jaran/status_repo/”.30. Isi berkas pkgs di dalam direktori nodes/ dengan paket yang ingin dilakukan mirroring. kemudian lanjut ke direktori nodes/.45/jaran/status_repo maka tampilannya seperti Gambar 4. Kemudian lanjutkan dengan memanggil . g. Lakukan percobaan dengan menjalankan perintah bin/sedot –dry-run nama-paket. Sebagai contoh bin/sedot –dry-run ubuntu. f. nama didalam berkas ini harus sesuai dengan nama direktori di folder pkgs.168. Setelah selesai. k. Nama direktori harus sesuai dengan hostname –f. Setelah memasukkan tambahan tadi ada baiknya lakukan update-crontab lagi. Agar report/laporan/status/log dapat terbuat maka tambahkan $SEDOT_BASE/bin/make-report dan waktu eksekusinya dalam format crontab di nodes/[hostname]/cron.

Ubuntu (image).72 Gambar 4. Pengujian terhadap repository open source yang diperbaharui dan di monitoring. 4. debian (repository). Blankon (image). Aplikasi ini membuat data repository yang dimasukannya seperti aplikasi opensource. Pengujian terhadap trafik yang diberikan pada tahapan ini menggunakan MRTG. Terdapat lima tahapan pengujian yang diantaranya adalah : 1. Pengujian terhadap pembagian sumber daya open source. Paketpaket ini dibuat satu-persatu sesuai dengan tahapan yang telah diberikan di atas.30 Tampilan aplikasi Sedot sampai tua. . Pengujian mengenai kinerja sistem NFS yang berjalan pada 1 klien dan 2 server. Pada tahapan ini menggunakan dua protokol yang biasa digunakan untuk tujuan tersebut yaitu HHTP dan FTP. Tahapan ini menggunakan informasi yang diberikan oleh phpsysinfo. 3.6 Pengujian sistem Pengujian sistem pada sistem NFS yang berjalan pada web active repository opensource UNDIP. Buku Sekolah Elektronik. blankon (repository). Debian (image). 2. Tahapan ini menggunakan aplikasi Sedot sampai tua. 4. ubuntu (repository).

73 5. Gambar 4.32 Monitoring server NFS dengan MRTG . ubuntu dan blankOn. Pengujian terakhir melakukan permintaan layanan repository sistem operasi yang disediakan yaitu debian. Proses intalasi pada sistem NFS telah dilakukan dan tahap selanjutnya tentu saja memonitor apakah sistem tersebut telah berjalan dan menjadi sumber data bagi web open source UNDIP. Tahap pertama yang dilakukan adalah memeriksa apakah sistem NFS akan membebani klien ataupun server pada pegujian ini menggunakan MRTG.31 Monitoring klien NFS dengan MRTG Gambar 4.

33 selain menggambarkan tentang kapasitas tempat penyimpanan phpsysinfo juga memberikan semua informasi mengenai spesifikasi dari mesin tersebut.33. . Informasi ini dapat diperoleh dengan menggunakan aplikasi phpsysinfo. Tahapan berikutnya dengan melakukan pemeriksaan proses mounting yang terjadi pada sisi klien NFS. Informasi yang diberikan oleh phpsysinfo mengenai kapasitas dari perangkat penyimpanan terlihat pada Gambar 4. hasil tersebut mengambarkan bahwa sistem NFS telah berjalan dengan baik.31 dan Gambar 4.20 GB.78 = 1522.kapasitas klien NFS 66.20 – 66.Trafik yang diberikan tidak membebani sisi server.32 menjelaskan bahwa penggunaan sistem NFS pada kedua mesin tersebut hanya menghabiskan trafik yang kecil.78 GB sedangkan total kapasitas dari klien adalah 1589. Gambar 4.74 Gambar 4. Kapasitas tempat penyimpanan yang berasal dari server NFS adalah 1589. Pada tahap ini akan menjelaskan berapa besar perangkat penyimpanan klien dan berapa besar perangkat penyimpanan yang melakukan proses mounting dengan sistem NFS.5.33 Informasi kapasitas tempat penyimpanan klien NFS dengan phpsysinfo Gambar 4.

75 Tahap berikutnya adalah memeriksa apakah layanan sharing sumber daya berjalan dengan baik atau tidak. Percobaan dilakukan dengan mengunduh image iso karmic 9.10 untuk percobaan HTTP yang dapat dilihat pada Gambar 4.34 dan image alixe pada percobaan FTP yang ditunjukan pada Gambar 4. Perbedaan antara dua protokol ini sebenarnnya tidaklah terlalu banyak dari sisi pemindahan data relatif sama.35. Tahap berikutnya adalah memeriksa jenis repository apa saja yang diperbaharui dan melihat proses pembaharuannya. Proses ini menggunakan dua protokol yang telah banyak dipakai yaitu HTTP yang menggunakan port 80 dan FTP yang menggunakan port 21. Perbedaannya adalah HHTP dapat menjalankan bahasa HMTL sedangkan FTP tidak.35 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol FTP Dari percobaan pada kedua protokol dinyatakan berhasil karena perpindahan sumber daya antara klien yang meminta layanan ke server telah berhasil. Aplikasi ini .34 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol HTTP Gambar 4. Gambar 4. Informasi tersebut dapat diberikan oleh aplikasi monitoring repository Sedot sampai tua.

Pengaturan untuk pengambilan repository ini berada pada berkas /etc/apt/source.1. Repository yang yang dimaksud disini merupakan kumpulan program yang disimpan dalam sebuah arsip perangkat lunak.168. monitoring dan link layanan terkait.36.36 Monitoring repository dengan Sedot sampai tua Repository yang dimasukan seperti yang tertera pada Gambar 4.168. Proses pengujian akan melakukan permintaan sumber repository atau yang biasa disebut source list . Jenis-jenis repository yang dimasukan pada aplikasi ini telihat pada Gambar 4.list dan edit seperti pengaturan dibawah ini.76 merupakan suatu paket kesatuan yaitu update paket.45/jaran/ubuntu karmic main restricted universe multiverse deb-src http://192.45/jaran/ubuntu karmic main restricted universe multiverse deb http://192.168. Akan melakukan pembaharuan paket setiap 4 jam sekali.36.1. Aplikasi ini dapat dikonfigurasikan terlebih dahulu untuk menjalankan perintah pembaharuan repository secara otomatis.45/jaran/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse .10.168.1.45/jaran/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb http://192. deb http://192.1. Pengujian layanan repository sistem operasi dilakukan menggunakan sistem operasi ubuntu server 9.45/jaran/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb-src http://192.1.168. Gambar 4.

45/jaran/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse deb http://192.1.1. Gambar 4. Tahapan selanjutnya menguji apakah alamat repository berjalan atau tidak. Pengujian repository dilakukan dengan mengetikan perintah apt-get updata maka mesin akan mencari mesin repository apabila salah ataupun tidak ada maka mesin akan menampilkan pesan kesalahan.list telah dilakukan.37 pengujian repository pada sistem operasi ubuntu karmic server .168.168.1.77 deb-src http://192.168. Pengujian dengan pengaturan yang benar maka akan seperti Gambar 4.45/jaran/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse Perubahan pengaturan pada pada /etc/apt/source.45/jaran/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse deb-src http://192.37.

8. Perlu suatu proses mount dengan opsi bind. 3. 2. 5. Server NFS dengan tipe anonymous tidak dapat diakses bila permission pada direktori ftp bukan 755.78 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1.10 dan FreeBsd. Sistem NFS membantu mengatasi masalah tentang kebutuhan akan tempat penyimpanan yang terbatas dan terpisah secara geografis. 4. 10. SNMP adalah protokol utama yang digunakan pada saat melakukan monitoring pada server. 6. 11. Proses restart server NFS perlu dilakukan pada saat melakukan perubahan pada berkas /etc/exports dengan tujuan meregistrasikan perubahan tersebut kedalam server NFS. 7. Portmapper.10 dapat berjalan dengan baik. 78 . ditandai dengan berjalannya sistem NFS yang dibangun dengan sistem operasi dan aplikasi-aplikasi tersebut. Penggunaan aplikasi wordpress dapat dilkukan secara hierarki. Sistem NFS dapat bejalan di dua sistem operasi berbeda yaitu ubuntu server 9. Web server. FTP server dan aplikasi monitoring pada Ubuntu server 9. Sistem NFS dapat mempunyai lebih dari satu server dengan satu klien. Proses mounting pada sistem NFS ada dua cara yaitu manual dan otomatis. Penggabungan kerja antara NFS server . Instalasi lamp-server dapat dilakukan dengan mudah dengan sustu metode penginstalan tasksel. Pemetaan direktori yang berasal dari sistem NFS tidak dapat langsung dipetakan kedalam server FTP. 12. Mountd dan NFS adalah tiga jenis RPC yang membangun sistem NFS. 9.

Sistem operasi yang digunakan pada penelitian tidak hanya berbasis sistem operasi opensource saja. . Sistem NFS tidak hanya bisa berjalan pada jaringan lokal saja. Penggabungan sistem NFS dapat pula digabungkan dengan sistem operasi yang bukan opersource contohnya windows. Pengaturan direktori sumber daya pada server sesuai dengan jenis dari sumber daya perlu dilakukan bertujuan memudahkan pengaturan direktorsi pada saat pengekporan. SUN. Perancangan sistem NFS dengan lingkup yang lebih luas dengan jenis data yang dikhusukan kepada klien tertentu membutuhkan arsitekturs NFS yang baik serta perlunya membahas tentang factor keamanan. 3. Pengembangan sistem NFS ini dapat berjalan antar jaringan public yang berbeda. dan sistem mainframe lainnya. 2. 4.79 5.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini adalah : 1.

tcpipguide. Charles. --. Maret 2010 [9]. --.htm. --. Maret 2010 [11]. Versions and Standards. Taiwan.tcpipguide. US : O’Relly and Associates inc [3]. --. National Tsing Hua University Hsinchu. http://tldp.tcpipguide. NFS Server Procedures and Operations. Maret 2010 [6]. --. Muthitacharoen. NFS Client/Server Operation Using Remote Procedure Calls (RPCs). [2].org/nfs.org/HOWTO/NFS-HOWTO/troubleshooting. April 2005 [4].tcpipguide. M.htm.php. http://www.com/free/t_NFSDataStorageandDataTypesandtheExt ernalDataRepres. http://www. History.2001.com/free/t_NFSClientServerOperationUsingRemote ProcedureCallsR. March 2010 [5]. Stren. Wang.freebsddiary. 2003. --. Athicha. NFS sharing file systems across a network.tcpipguide. Maret 2010 80 . http://www. --. and the External Data Representation (XDR) Standard. and David Mazieres. TCP/IP Network File System (NFS).Kozierok. http://www. http://www. Maret 2010 [7].htm. Troubleshooting. Wofs: A Distributed Network File System Supporting Fast Data Insertion andTruncation.80 DAFTAR PUSTAKA [1].html. Benjie Chen. Maret 2010 [10]. The TCP/IP Guide. NFS Data Storage and Data Types.com/free/t_NFSServerProceduresandOperations. US : aquarelle. Maret 2010 [8]. Hal. A Lowbandwidth Network File System. Cheng-Chia and Yarsun Hsu.htm.com/free/t_OverviewofFileandResourceSharingProto colConceptsan.htm. http://www. MIT Laboratory for Computer Science and NYU Department of Computer Science. NFS Overview. Managing NIS and NFS second edition.com/free/t_TCPIPNetworkFileSystemNFS.

MRTG.ac. --.ugm.catatanlepas.html. Maret 2010 . Maret 2010 [13]. --. Panduan Penggunaan Sedot http://ugos.81 [12].id/wiki/panduan:panduan_penggunaan_sedot#pandua n_penggunaan_sedot.com/component/content/article/108. Monitoring Network Yang Tidak Pernah Usang http://www.

34 E-mail : ninku_ajie @yahoo. SMPN 30 Jakarta 4. SMAN 13 Jakarta 5. Januari 2010 Ajie Prasetyo 82 .7 Rt. Telp : (021)4369509 IP Kumulatif : 3.010 No.com Riwayat Pendidikan 1.010 Rw. Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang.004 Jakarta Utara : Jln Lagoa Terusan V no. 5 Mei 1987 Alamat Rw.7 Rt. SDN Koja 01 Pagi Jakarta 3. HP Nama orang tua Alamat orang tua : +6285640269887 : Alm Syafik Abdullah : Jln Lagoa Terusan V no. TK Dian Kusuma Pertiwi 2.004 Jakarta Utara No.BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa NIM Konsentrasi : Ajie Prasetyo : L2F005506 : Informatika Komputer Tempat/Tanggal lahir : Jakarta.

1. server web.168.10 Topologi Umum sistem NFS Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.1.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.1.Proses Instalasi Active Repository Opensource UNDIP · NFS Server I IP : 192.1.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6 83 .168. Server FTP IP : 192.1.45 OS : Ubuntu Server 9.52 OS : Ubuntu Server 9.168.10 · NFS Server II IP : 192.168.1 · NFS Klien.168.31 OS : FreeBsd 6.

xferlog_enable=YES # pastikan bahwa port 20 telah dibuka. konfigurasi pada sistem ini menngnakan direktori root yang berada pada direktori /var/www/jaran. write_enable=YES local_umask=022 dirmessage_enable=YES # mengaktifkan logging untuk uploaad dan download.2.conf seperti konfigurasi dibawah ini. FTP server Proses instalasi : root@jaran-nfs:~# apt-get install vsftpd setelah proses instalasi selesai maka konfigurasi berkas /etc/vsftpd. FTP Server. Server NFS 4. local_enable=YES # membolehkan untuk menulis. 2. 2.84 Proses pembuatan Sistem terdapat beberapa tahap instalasi yang diantaranya : 1. Klien NFS 1. 3. Web Server Instalasi pada server web dilakukan dengan menggunakan sebuah aplikasi tasksel untuk penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada bahasan insralasi Lamp Server pada bab 4. connect_from_port_20=YES #direktori FTP anon_root=/var/www/jaran/pub 84 . Web Server. anonymous_enable=YES # mengijinkan pengguna lokal untuk menggunakan FTP. # Run standalone? vsftpd can run either from an inetd or as a standalone # daemon started from an initscript. listen=YES # mengaktifkan FTP dengan mode anonymous.

kepada siapa dan opsi apa yang diberikan pada sumber daya tersebut.168.no_root_squash) /var/www/jaran/iso 192. 3.sync.1.no_subtree_check.sync.no_subtree_check. Direktori sumber server FTP berada pada /var/www/jaran/pub. Mesin Ubuntu Instalasi NFS dilakukan dengan mengetikan perintah : root@jaran:~# apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap setelah proses instalasi selesai.1.sync.168. 85 .45/24(rw.45/24(rw. berkas konfigurasi yang berisi pengaturan sumber daya apa yang dibesikan .45/24(rw. Ketiga komponen merupakan komponen utama apabila semua ada maka NFS telah terinstal dengan baik.no_root_squash) proses instalasi pada mesin ubuntu telah selesai.168.Setelah melakukan konfigurasi maka perubahan akan teregistrasi dengan merestart sistem FTP dengan perintah : root@jaran-nfs:~# /etc/init. periksa apakah NFS telah terinstalasi dengan baik dengan perintah : root@jaran:~# rpcinfo –p Periksa apakah 3 komponen utama yang terlibat dalam sistem NFS yaitu : nfs. Server NFS A. portmap dan mountd.no_subtree_check.no_root_squash) /iso/data1 192. Server FTP bersifat anonymous tidak dapat diakses apabila direktori sumber tidak mempunyai hak akses 755 untuk mengubahnya maka lakukan perintah : root@jaran-nfs:~# chmod 755 /var/www/jaran/pub/* proses instalasi Server FTP telah selesai.d/vsftpd restart 85 konfigurasikan pada berkas /etc/vsftpd.1. /home/ftp 192.conf akan membuat Server FTP yang dibuat bersifat anonymous. Proses selanjutnya adalah mengkonfigurasi berkas /etc/exports.

86 B.31). “nfsd –u –t –n 4”.45 /home/data2 -alldirs -maproot=root 192.1.1. proses restart telah berhasil untuk memestikan apakah sudah berjalan maka ketikan perintah “rpcinfo –p” dan lihat apakah portmapper. 86 .168.1. Tahapan sebelumnya telah mengijinkan berkas untuk diexpor agar dapat diakses oleh klien maka perlu dilakukan proses restart server NFS dengan perintah “rpcbind”. dan “mountd –r”. Setelah melakukan pengaturan di berkas /etc/export agar perubahan tersebut teregistrasi pada sistem NFS maka perlu mengetikan perintah “killall -TERM mountd” dan “killall -hup mountd”.168. Konfigurasi /etc/export pada mesin freeBsd sebagai berikut : /home/data1 -alldirs -maproot=root 192.168.conf dengan pengaturan sebagai berikut : rpcbind_enable="YES" NFS_server_enable="YES" mountd_flags="-r" rpc_lockd_enable="YES" rpc_statd_enable="YES" Pengaturan diatas telah dibuat maka restart server freebsd agar sistem NFS berjalan.1. nfs dan mountd telah berjalan dengan perintah “rpcinfo –p” bila semua telah ada maka sistem NFS telah berjalan. Mesin Ubuntu Perancangan sistem NFS pada penelitian ini terdapat dua buah server NFS yaitu mesin ubuntu (192.1.45 /home/data3 -alldirs -maproot=root 192.45 proses instalasi pada mesin freeBsd telah selesai. Tahapan selanjutnya adalah dengan membuat suatu pengaturan berkas apa saja yang akan di ekpor berkas ini berada pada /etc/exports dengan format yangsama dengan ubuntu. Indikator pada ubuntu dan Linux adalah sama dengan melihat apakah portmapper.168.168.52) dan mesin freebsd (192. nfs dan mountd telah terdaftar. Pengaturan mengenai berkas expor akan dibahas pada bab selanjutnya. Tahapan instalasi pada freebsd dilakukan dengan pengaturan pada berkas /etc/rc.

168.168.1.168. 87 .168.168.1.31:/home/data1 73G 69G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs4 192.87 4.168.52:/var/www/jaran/iso 77G 46G 31G 60% /mnt/nfs/jaran/nfs2 192.1.168.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 192.1.31:/home/data3 145G 32K 133G 1% /mnt/nfs/jaran/nfs6 root@jaran-nfs:~# Informasi keluaran yang diberikan pada sistem NFS diatas maka NFS telah berjalan dengan baik. Klien NFS Instalasi Klen NFS dengan perintah sebagai berikut : root@jaran:~# apt-get install nfs-common portmap Setelah proses instalasi selesai hal yang dilakukan selanjutnya adalah dengan melakukan skema mounting terhadap sumber daya yang telah diberikan dengan perintah dan ketikan pada sistem konsol : mount mount mount mount mount mount 192. Konfigurasi tersebut akan hilang bila mesin tersebut direstart.168.52:/iso/data1 296G 296G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs3 192.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 192.31:/home/data2 145G 126G 7.local.168.168.1.52:/home/ftp 932G 740G 192G 80% /mnt/nfs/jaran/nfs1 192. setelah melakukan konfigurasi periksa apakah sumber daya telah melakukan mounting dengan baik dengan perintah : root@jaran-nfs:~# df -h Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on /dev/sda2 67G 16G 49G 24% / udev 501M 196K 501M 1% /dev none 501M 0 501M 0% /dev/shm none 501M 80K 501M 1% /var/run none 501M 0 501M 0% /var/lock none 501M 0 501M 0% /lib/init/rw 192.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 192.1.168. Agar konfigurasi tersebut terus ada apabila sistem restart maka konfigurasi tersebut diletakan pada berkas /etc/rc.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6 Perintah diatas akan mengambil sumber daya yang diberikan secra manual.4G 95% /mnt/nfs/jaran/nfs5 192.1.1.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 192.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 192.168.1.1.

88 . Konfigusi otomatis mengenai mounting tipe bind berada berkast /etc/fstab yang berada pada lampiran berikutnya.88 Pada saat menggunakan NFS sebagai sumber pada server FTP diperlukan skema mounting yang bersifat bind dengan tujuan agar sumber tersebut berada pada direktori NFS.

52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 nfs rw.errors=remount-ro 0 1 # /dev/sda1 UUID=6b52fbfe-ad82-4ae9-af2b-8f2fa20c207f none swap sw 0 0 /dev/scd0 /media/cdrom0 udf.1.id --> lihat rc.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 nfs rw. # # <file system> <mount point> <type> <options> <dump> <pass> proc /proc proc defaults 0 0 # /dev/sda2 UUID=631da8b8-26a9-484d-a46f-a2104233ede5 / ext3 relatime.undip.sync.sync.noauto.iso9660 user.user.exec.utf8 0 0 #NFS dari jaran.hard.168.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 nfs rw.intr 0 0 #192.user.intr 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs1/ubuntu /var/www/jaran/ubuntu none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Alixe /var/www/jaran/pub/ISO/Alixe none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/blankon /var/www/jaran/blankon none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/BlankOn /var/www/jaran/pub/ISO/BlankOn none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/debian_netinstall /var/www/jaran/pub/ISO/debian_netinstall none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Fedora /var/www/jaran/pub/ISO/Fedora none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/FreeBSD /var/www/jaran/pub/ISO/FreeBSD none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/FreeNAS /var/www/jaran/pub/ISO/FreeNAS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Kuliax /var/www/jaran/pub/ISO/Kuliax none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/LinuxMint /var/www/jaran/pub/ISO/LinuxMint none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Mandriva /var/www/jaran/pub/ISO/Mandriva none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/mepis /var/www/jaran/pub/ISO/mepis none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/nexenta /var/www/jaran/pub/ISO/nexenta none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/opensolaris /var/www/jaran/pub/ISO/opensolaris none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/OpenSUSE /var/www/jaran/pub/ISO/OpenSUSE none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/pclinuxos /var/www/jaran/pub/ISO/pclinuxos none bind 0 0 89 .exec.utf8 0 0 /dev/sdc /media/floppy1 auto rw.hard.1.intr 0 0 #192.exec.utf8 0 0 /dev/sdb /media/floppy0 auto rw.noauto.Berkas /etc/fstab # /etc/fstab: static file system information.ac.sync.hard.noauto.168.local #192.168.1.

89 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Sidux /var/www/jaran/pub/ISO/Sidux none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Slackware /var/www/jaran/pub/ISO/Slackware none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/SmoothWall /var/www/jaran/pub/ISO/SmoothWall none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Solaris /var/www/jaran/pub/ISO/Solaris none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/TrixBox /var/www/jaran/pub/ISO/TrixBox none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/UbuntuME /var/www/jaran/pub/ISO/UbuntuME none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Untangle /var/www/jaran/pub/ISO/Untangle none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Vector /var/www/jaran/pub/ISO/Vector none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/XandrOS /var/www/jaran/pub/ISO/XandrOS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Zencafe /var/www/jaran/pub/ISO/Zencafe none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Zenwalk /var/www/jaran/pub/ISO/Zenwalk none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs3/Mirror/debian /var/www/jaran/debian none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/files /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/files none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/iso /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/iso none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/1-sd /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/pdf/1-sd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/2-smp /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/2-smp none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/3-sma /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/3-sma none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/4-smk /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/4-smk none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/backtrack /var/www/jaran/pub/ISO/backtrack none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/BackTrack /var/www/jaran/pub/ISO/BackTrack none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/iso/bandit /var/www/jaran/pub/ISO/bandit none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/bsdanywhere /var/www/jaran/pub/ISO/bsdanywhere none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/CentOS /var/www/jaran/pub/ISO/CentOS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/clonezilla /var/www/jaran/pub/ISO/clonezilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/Darwin /var/www/jaran/pub/ISO/Darwin none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/dewalinux /var/www/jaran/pub/ISO/dewalinux none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/earos /var/www/jaran/pub/ISO/earos none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/easyhotspot /var/www/jaran/pub/ISO/easyhotspot none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/EasyHotspot /var/www/jaran/pub/ISO/EasyHotspot none bind 0 0 90 .

90 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/elive /var/www/jaran/pub/ISO/elive none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/etoile-livecd /var/www/jaran/pub/ISO/etoile-livecd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/Fedora /var/www/jaran/pub/ISO/Fedora none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/gparted /var/www/jaran/pub/ISO/gparted none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/igos /var/www/jaran/pub/ISO/igos none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/opensuse_11.0/iso-dvd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.0.10 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/9.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/8.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/9.04/release /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.0/iso-cd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/5.10 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/9.0.0.04/alpha-3 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.0.04/alpha-3 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.1 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/4.04/release none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/6.10 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/8.04/beta-2 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.06 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/6.1 /var/www/jaran/pub/ISO/opensuse_11.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.06 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/8.0 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/5.0.0.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/9.0/iso-cd /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/5.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.0 /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/4.10 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp /var/www/jaran/pub/aplikasiopensource none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/ClamWin /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/ClamWIN none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/FileZilla /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/FileZilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/PortableApps /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/PortableApps none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/VLC /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/VLC none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/Xming /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/Xming none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/chat /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/chat none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/lyx /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/lyx none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/mozilla /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/mozilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/putty /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/putty none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/voip /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/voip none bind 0 0 91 .0/iso-dvd /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/5.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/8.04/beta-2 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful