ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK PRASEKOLAH DENGAN GANGGUAN TUMBUH KEMBANG

BAB I PENDAHULUAN 1. A. LATAR BELAKANG Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman: 1998). Keluarga sebagai pranata social terkecil dalam masyarakat dan Negara selalu mencuri perhatian baik kalangan pimpinan atau tokoh informasi maupun pemerintah. Banyak kejadian merisaukan sekarang ini, seperti kenakalan remaja, kasus gizi kurang, selalu dikaitkan dengan makin kurang berfungsinya pranata keluarga, antara lain dalam memfasilitsi tumbuh kembang anak dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti saling menghormati, cinta kasih, toleransi, dan empati. Anak merupakan bagian dari keluarga, sering dikatakan sebagai potret atau gambaran dari orang tuanya saat masih kecil. Namun tidaklah demikian karena anak merupakan individu tersendiri yang tumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat diulang setelah usia bertambah. Pada anak usia prasekolah, anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia prasekolah ini sedang dalamproses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang tidak ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yag rentan berbagai penyakitbdan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak jika kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh praktisi kesehatan dan juga usaha-usaha pencegahan adalah yang tetap paling baik dilakukan. Keperawatan keluarga berkaitan erat dengan upaya keluarga mempunyai kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Perawat dapat menbantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga mencapai keadaan keluarga yang optimal. Suatu peran penting keluarga terkait dengan perawatan anak adalah peran pengasuhan (parenting role), yang sama dalam menjalankan peran ini keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor usia orang tua, keterlibatan ayah atau suami dala pengasuhan anak, latar belakang pendidikan orang tua, pengalaman sebelumnya dalam mengasuh anak, stress yang dialami orang tua, dan hubungan suami istri. Berkaitan dengan perawatan anak di rumah sakit, keluarga punya tugas adaptif, yaitu meneriama kondisi anak, mengelola kondisi anak, memnuhi kebutuhan perkembangan anak, memenuhi kebutuhan perkembangan keluarga, menghadapi stressor dengan positif, membatu keluarga untuk mengelola perasaanyang ada,mendidik anggota keluarga yang lain tentang kondisi anak yang sedang sakit, dan mengembangkan sisitem dukungan social keluarga dengan anak prasekolah. 1. B. TUJUAN 1. Tujuan Intruksional Umum : Mahasiswa mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah. 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan

definisi keluarga. tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah. tugas perkembangan keluarga dengan anak prasekolah. masalah-masalah pada anka usia prasekolah. bimbingan selam fase prasekolah. asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah.

Mencakup aspek-aspek lain dari deferensiasi bentuk termasuk perubahan emosi atau sosial yang sangat ditentukan oleh interaksi dengan lingkungan 1. 1. dan dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu. suami dan anaknya. 1. pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh (Supartini. 3. Perkembangan (Development) Menurut Whaley dan Wong. Kamus webster (1993) A social unit consisting of parent and the children they rear. Sumardjan (1993) Keluarga adalah sekelompok manusia yang para warganya ter ikat dengan jalur keturunan. Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih : 1998). 1. Berat badan anak meningkat kira-kira . 2. Burgess dan Locke (1992) Keluarga adalah unit sosial terkecil dari individu-individu yang diikat oleh perkawinan (suami-istri). 1. istri dan anaknya.21 tahun 1994 tentang penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Pertumbuhan (Growth) Berkembangan dengan perubahan dalam besar. atau suami. Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah 1. 1. Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. Definisi tumbuh kembang pada anak 1. 1. 1. Definisi keluarga Friedman (1998) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Yupi : 2004). Tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah 1. ukuran atau dimensi tingkat sel. A group of people related by ancestry of marriage. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmH. dan tinggal dalamsebuah rumah tangga. jumlah. organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)(Soetjiningsih : 1998). Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan Menurut Whaley dan Wong.1. 1. Peraturan Pemerintah no. Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 2224x/menit. B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. baik anaknya sendiri atau adopsi. atau istri dengan anaknya. Yupi: 2004). darah atau adopsi (orang tua-anak). Sayekti (1994) Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak. perkembangan manitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran ( Supartini.

mengingat masa lalu. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan penampilan yang lebih kurus. 2. makan. Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. sekarang dan yang akan datang. 1. Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatf vs rasa bersalah. hampir 6 kali berat badan lahir. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. minum. 3. panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun. dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. 1. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Negatif : Memegang genetalia Oedipus compleks Positif : Egosentris: sosial interaksi Mempertahankan keinginan 1. BAK. Penggunaan tangan primer terbentuk. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri.5 kg per tahun. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin. Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud ) Fase berkembangan psikoseksual untuk anak usia sekolah masuk pada fase falik. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. Intuitive thuoght ( 4-7 tahun ) . Kemampuan anak berbahasa meningkat. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun. trial dan error dan menginterpretasikan benda/kejadian. 1. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. Selama fase ini. genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. lebih marah. berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg. dan BAB.4 tahun ) Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. menggosok gigi. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anak-anak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi. 4. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat. seperti mandi. misalnya mengompol dan menghisap jempol. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap ini didasari sifat egosentris. Anak mulai menggunakan sinbulkata-kata. 1. Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. Perkembangan Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. 2. Mulai memahami waktu. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat.dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Konsumsi karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sangat besar dari makanan yang berlemak bisa menimbulkan kegemukan dan menjadikan anak prasekolah dalm kondisi sangat lapar.1. mengalami regresi. Orang tua dan penberi pelayanan perlu membuat asaha secara sadar untuk membantu anak prasekolah mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencegah defisiensi dan kelebihan. Prokonseptual ( 2. walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak.

6.Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. Anak berfokus pad motif yang menyenangkan sebagai suatu kebaikan Anak menjalankan aturan sebagai sesuatu yang memuaskan mereka sendiri. D. 1. yaitu: . Ketakutan Pengrusakan diri Dikebiri Gelap Ketidaktahuan Objek bayangan. Anak belajar baik dan buruk. Didasari adanya rasa egosentris pada anak. 2. tetapi silit uintuk menangkapnya Bahasa dan kognitif Egosentrik Ketrampilan bahsa makin baik Mengajukan banyak pertanyaan. Perkembangan Moral ( Kahlberg ) Fase perkembangan moral pada anak usia prasekolah memasuki fase prekonvensional. 8. 2. 3. 3. Fase ini terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1. apa. 1. 1. mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak Keluarga merupakan kelompok utama Kelompok meningkat kepentingannya Menerima peran sesuai jenis kelaminnya agrsif Motorik Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga Melempar bola. dan mengapa? Pemecahan masalah sedarhana. E. karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama. 1. bagaimana. benar dan salah melalui budaya sebagai dasra peletakan nilai moral. pasangan dan anak Pembagian tanggung jawab anggota keluarga Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. orang tua memberikan hukuman dan jika anak berbuat benar maka orang tua memberikan hukuman 1. 3. tetapi mandiri Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya Membanggakan. 3. C. 2. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) Pembagian waktu untuk individu. 4. 1. 4. Anak biasanya banyak meniru perilaku orangdewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan. 2. 5. 4. 3. 4. 9. Jika anka berbuat salah. 1. 1. Orientasi hukuman dan ketaatan Baik dan buruk sebagai konsekuensi dari tindakan. 5. Tugas perkembangan anak usia prasekolah Personal / sosial Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya. 7. tak dikenal. menggunakan fantasi untuk memahami. 1. 6. 1. faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. yaitu kebaikan 2. 5. 10. 2. Menurut Soetjiningsih (2002). Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia prasekolah Membantu anak untuk bersosialis Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. 1. mengatasi masalah.

Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal. radiasi Kelainan endokrin Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual Kelainan imunologi Psikologis ibu 1. stimulasi. Faktor pranatal 1) Gizi. Genetika 1) Perbedaan ras. atau bangsa Tinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesiaatau bangsa lainnya. misalnya sindrom down. faktor yang berpengaruh terhadap TUMBANG anak adalah gizi. posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal. zat kimia. Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. lingkungan pengasuhan. dan otak. kelahiran. psikologis. Faktor dalam (internal): 1. yaitu pranatal. gigi.1. 1. endokrin. 1. dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan. lingkungan fisik dan kimia. penyakit kronis/ kelainan konginetal. 1. dan obat-obatan . Faktor lingkungan Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga. Faktor pascanatal Seperti lainnya pada masa prenatal. dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya. masa bayi. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. sosioekonomi. dan pascanatal. terutama selama trimester akhir kehamilan 2) Mekanis. misalnya club foot 3) 4) 5) 6) 7) Toksin. yaitu saat janin berumur empat bulan. etnis. 4) Jenis kelamin Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki 5) Kelainan kromosom Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan. 1. 2) Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek 3) Umur Masa prenatal. nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

atau anti histamin untuk menghilangkan gatal Perawatan kulit untuk pencegahan infeksi bakteri kedua. selulitis. Obat: Diphenhidramin. suhu tubuh y meninggi. Masalah kesehatan Masalah kesehatan yang sering muncul pada anak prasekolah seperti. y anoreksia. malaise.1. y beracun. ó Mengurangi gatal-gatal ó Hindari mengupas kulit kerak yang . y Sumber: makanan basi. difteri. pnemoni. No 1. MK: y Tahap awal: demam y ringan. oleskan lation . ó Lakukan isolasi ketat di RS ó Isolasi anak di rumah sampai vasikel mengering (biasanya 1 minggu setelah terinfeksi) dan isolasi anak yang beresiko tinggi infeksi ó Beri perawatan kulit: mandi dan berganti pakaian setisp hari. y gelisah. Masalah/ Penyakit Diare (Gastroenterologi)Agen y pembuka:bakteri dan y virus. Komplikasi: Infeksi pada tahap kedua (bisu. Masalah-masalah pada anak usia prasekolah 1. Masa inkubasi: 2-3 minggu/ 13-17 hari Masa penularan:biasanya 1 hari setelah erupsi lesi (masa awal) sampai 5 hari setelah banyak muncul y vesikel ketika kerak kulit terbentuk. y Masa inkubasi: BAB > 3y x 24 jam MK: anak menangis. pada tingkatan lesi kulit yang lebih rendah Transmisi:terkontaminasi oleh objek penularan. hydoklorida. Varicella Zooster imonoglobin (VZIG) setelah pembukaan pada anak yang beresiko tinggi. cacar air. F. diare. pertama kali y Manajemen Teraupetik Dan Komplikasi Komplikasi: Dehidrasi Renjatan hipovolemik Hypocalanta Intoleransi laktosa sekunder Kejang Malnutrisi energi protein Obat: Anti sekresi Anti spasmolitik Pengeras tinjs Antibiotik Kekhususan: biasanya tidak ada agen anti viral (ecyclovir) untuk resiko tinggi anak terinfeksi. BAB cair y kadang disertai darah dan y lendir Varicela (cacar air) Agen pembawa:Variacell Zooster Sumber: sekresi primer saluran pernafasan dan organ terinfeksi. alergi terhadap makanan. sepsis) Encephalitis Varicela pnemoni Peredaran varicela Kronik atau tranesien Pertimbangan Keperawatan ó Memberikan cairan ó Diatetik (pemberian makanan) 2. dan campak.

. iritasi dari gatal-gatal. Tonsilar pharingeal : Malaise. sedikit y demam. nasal y mengeluarkan serosan guineous mukous purulent y tanpa gejala-gejala pokok: tampak seperti epitaksis. amati sensitifitas terhadap penisilin ó Gunakan suction jika perlu ó Beri perawatan komplit untuk memperoleh bedrest ó Atur kelembaban untuk pencairan optimum sekresi. Ketiga tahapan (papula. Antitoksin (biasanya melalui intravena diawali dengan test kulit dan konjungtiva untuk mengetes sensitifitas terhadap serum) Antibiotik (penisillin atau erythromycin). mudah pecah dan membentuk kerak). tapi jarang pada tungkai dan lengan. beri epineprin jika ada ó Beri antibiotik. Komplikasi : Miokarditis (minggu ke 2) Neuritis ó Lakukan isolasi ketat di rumah sakit ó Berpartisipasi pada test sensitifitas. Distribusi: sentrifetal. septik syok. membran melembut. muncul makula. 3 Difhteria y Manifestasi klinis: Bervariasi menurut lokasi anatomi Pseudomembran Nasal : Menyerupai flu. anorexia. Perawatan carrier dan kontak terhadap orang yang terinfeksi. Gejala: elevasi suhu dari limfade nopaty. menyebar ke wajah dan tubuh. putih atau abuabu.ruam dan gatal. dan kerak kulit) hadir dalam tingkatan berbeda dalam waktu yang sama. pulse meningkat dari yang diharapkan selama 24 jam. tenggorokan sakit. dan meninggal dalam 6-10 hari. vesikel. dengan cepat berkembang menjadi papula dan menjadi vesikel (dikelilingi oleh dasar eritematosus menjadi gelembung. timbulnya limfadenitis jika penyakitnya parah timbul toximea. y trombositopenia menggosok dan membuat iritasi. Bedrest total (pencegahan miokarditis) Tracheostomy untuk penahambatan jalan udara.

malaise. penyakitpanyakit menular yang sering dijumpai pada masa anak-anak. sakit kepala. gelisah. ó Jauhkan anak dari wanita hamil . anorexia. Masa inkubasi : 10-20 hari Periode penularan : Dari 4-5 hari setelah ruam-ruam muncul tetapi terutama selama tahapan awal (catharal). namun dijumpai pada orang remaja dan dewasa yang ditandai dengan demam ringan. ó Amati respirasi untuk tanda-tanda penghambatan ó Yakinkan orangtua bahwa vesikel-vesikel adalah suatu proses panyakit yang alami pada anak-anak yang terinfeksi. potensial penghambatan jalan udara. Transisi : Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. retraksi dyspniec. Manifestasi klinis : Fase prodromal: Tidak dijumpai pada anak-anak. batuk. bahaya terbesar adalah efek teratogenik pada janin. batuk. coryza. tanpa ada tanda awal. Komplikasi : Jarang terjadi (arthritis. ó Gunakan sentuhan lembut jika diperlukan. konjungtivitis ringan. dan limfadenofaty. cyanosis. Paling sedikit 1-5 hari. darah dan urine dari orang yang terinfeksi. Ruam : Tidak ada perawatan lain yang perlu kecuali antipiretik untuk demam dan analgesik untuk nyeri. enchepalitis. Rubeola (campak) Agen pembawa : Virus Sumber : Sekresi saluran nafas. sakit kerongkongan.Lharyngeal : Demam : serak. atau purpura). 4. menghilang 1 hari setelah terjadinya ruam.

Mimpi buruk yang terjadi sewaktu-waktu adalah hal yang normal. Bahaya Psikologis Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berprestasi. lengan batang tubuh dan kaki. Gangguan tidur Mimpi buruk adalah mimpi menakutkan yang terjadi selama tidur REM (rapid eye movement). misalnya mengompol dan menghisap jempol. biasanya hilang pada hari ketiga Tanda dan gejala : Demam ringan yang muncul kadang-kadang. Keracunan Pada dasarnya usia prasekolah suka mencoba segala sesuatu yang dia lihat tanpa mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak. 1. Teror dimalam hari adalah suatu keadaan dimana sesaat setelah tertidur anak setengah terbangun dengan kecemasan yang luar biasa. Anak merasa tidak diperhatikan lagi oleh orang tua sehingga anak sering membuat olah untuk mendapatkan perhatian orang tua. Hal ini terutama sering ditemukan pada anak-anak yang berumur 3-4 th. Meskipun tidak meninggalkan bekas fisik namunkecelakaan dianggap sebagai kegagalan dan anak lebih bersikap hati-hati akan berbahaya bagi psikologisnya sehingga anak akan takut terhadap kegiatan fisik. Bahaya fisik 1. mengalami regresi. diakhiri dari pertama ditutupi dengan bercakbercak kemerahan makulo pupalar. Tetapi mimpi buruk yang sering terjadi adalah abnormal dan bisa menunjukkan masalah psikis. 1.Pertama kali muncul di wajah dan dengan segera menyebar ke leher. Pengalamam yang menakutkan (termasuk cerita menakutkan atau film tentang kekerasan di televisi) bisa menyebabkan terjadinya mimpi buruk. malaise dan limfadenopaty. 1. sakit kepala. dan satu-satunya tindakan yang perlu dilakukan orang tua adalah menenangkan anak. karena mereka belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Seorang anak yang mengalami mimpi buruk biasanya akan benar-benar terbangun dan dapat mengingat kembalimimpinya secara terperinci. Hubungan keluarga Pada usia prasekolah biasanya anak merasa cemburu dengan kehadiran anggota keluarga baru (adik). yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. 1. 1. Kecelakaan Kecelakaan terjadi akibat keinginan anak untuk bermain yang menghasilkan ketrampilan tertentu. Jika hal ini terjadi bisa berkembang menjadi masa malu. Anak tidak dapat mengingat kembali apa yang atelah dialaminya. lebih pemarah. Tidur sambil berjalan adalah suatu keadaan dimana dalam keadaan tertidur anak bengkit dsari tempat tidurnya dan berjalan-jalan. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. Tiap episode . Teror dimalam hari dan tidur sambil berjalan biasanya berlangsung selama tidur dalam (Non REM) dan terjadi dalam 3 jam pertama setelah anak tertidur.

Cara terbaik untuk menghindari masalah pelatihan buang air (toilet training) adalah denganm mengenali kesiapan anak. Kesiapan anak biasanya terjadi pada usia 24-36 bln. 1. . Kemudian anak diminta untuk melepaskan pakaian dalamnya sendiri. Metode toilet training yang banyak digunakan adalah metode timing. Tawari untuk ditemani oleh boneka atau selimut kesayangannya. Tetapi sekitar 30% anak berusia 4 th dan 10% anak berusia 6 th masih mengompol pada malam hari. keadaan ini paling sering ditemukan pada anak yang berumur 3-8 th. Anak menginginkan pakaian dalamnya diganti jika basah. Tetepi jika hal ini berlangsung selama beberapa hari sebaiknya tolet traing ditunda selama beberapa minggu. lalu duduk di atas potty chair selama tidak lebih dari 5-10 mnt. Metode timing efektif untuk anak-anak yang memiliki jadwal BAB/BAK yang teratur. Jika anak tetap bertahan duduk di toilet sebaiknya diangkat dan toilet training dicoba kembali setelah anak makan. Gunakan lampu redup. Selama beberapa jam pakaian dalamnya masih kering. Anak yang tampaknya sudah siap diperkenalkan kepada potty chair dan secara bertahap diminta untuk duduk diatasnya sebentar saja dalam keadaan berpakaian lengkap. vulva maupun anusnya sendiri serta kembali memakai pakaian dalamnya sendiri. Memaksa anak untuk BAB/BAK di toilet dengan kekerasan tidak efektif dan bisa menyebabkan ketegangan pada hubungan ibu-anak. Usia 3 tahun 1. Hal itu dilakukan sambil ibu memberikan penjelasan bahwa swkarang sudah saatnya anak untuk melakukan BAB/BAK ditempatnya (maksudnya pada potty chair/kloset) buka di pakaian dalam atau popok. Bimbingan selama fase prasekolah 1. Teror dimalam hari sifatnya dramatis karena nak menjerit-jerit dan panik. Anak mampu mengikuti petunjuk atau aturan lesan yang sederhana. Kemudian ibu meminta anak untuk menirukan proses toliet training dengan bonekanya secara berulang-ulang. Selanjutnya anak menirukan apa yang telah dilakukan oleh bonekanya dan ibu memberikan pujian kepada anak. sedangkan pelatihan buang air kecil dilakukan pada umur 3-4 tahun. ibu sebaiknya tidak memarahi ataupun menghukum anak. anak juga diajari untuk memuji bunekanya. 3. Untuk anak yang susah tidur bisa dilakukan beberapa tindakan berikut: 1. Kepada anak yang sudah siap diajarkan cara-cara toilet training dengan menggunakan boneka sebagai model. 3. Anak menunjukkan ketertarikannya untuk duduk di atas Potty Chair (pispot khusus untuk anak-anak) atau diatas toilet (jamban.berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. 4. Setelah pola BAB/BAK stabil secara perlahan pujian mulai dikurangi. Adapun tanda dari kesiapan anak adalah: 1. Persiapkan orang tua untuk peningkatan ketertarikan anak dalam hubungan yang lebih luas. ibu boleh memberikan pujian ataupu hadiah. membersihkan dan mengeringkan penis. Metode toilet training lainnya menggunakan boneka sebagai alat bantu. Tetapi jika anak belum bisa melakukannya. 4. Ibu memberikan pujian kepada boneka karena pakaian dalamnya kering dan telah berhasil melewati setiap proses toilet training. Jika Anak sudah bisa melakukannya. kakus). 2. kebanyakan anak sudah dapat melakukan buang air sendiri. G. Pada umur 5 tahun. Berikan cerita yang pendek. 5. Sangat penting untuk memberika pujian kepada anak yang telah berhasil melakukan toilet training. Masalah Pelatihan Buang Air (Toileting) Pelatihan buang air besar biasanya mulai dilakukan pada saat anak berumur 2-3 tahun. Ajak anak kembali ketempat tidurnya. 2. melepas pakaian dalamnya sendiri.

8. 6. Permainan akan menstimulasi daya pikir. dan sosial. 4. Eksplorasi perasaan oreng tua berkenaan dengan tingkah laku anak. 2000) Fungsi permainan pada anak Fungsi utama bermain adalah menstimulasi perkembangan anak. Orang tua harus memberikan perhatioan yang ekstra sebagai refleksi dari kegelisahan emosi anak dan rasa takut anak kehilangan kasih sayang orang tua. 9. 3. 3. keinginan dan fantasi serta idenya. 5. Anjurkan orang tua untuk mendaftarkan anak ke play group atau TK. Tekankan tentang pentingnya pengaturan waktu. seleksi makanan anak. 3) Mengembangkan kreatrifitas dan kemampuan menyelesaikan masalah. 1. 1. Masukkan anak ke TK Persiapkan untuk peningkatan keingintahuan anak tentang seks Tekankan tentang pentingnya menanamkan disiplin pada anak Anjurkan orang tua untuk melatih anak berenang jika belum dilakukan diusia sebelumnya Usia 5 tahun Masa tenang pada anak Siapkan anak untuk memasuki lingkungan sekolah Pastikan kelengkapan imunisasi lingkungan sekolah H. 2. 2) Mengekspresikan perasaan. 7. gelisah dan menunjukkan perubahan tingkah laku. antisipasi tentang adanya perubahan nafsu makan. Bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena bermain. 4. (Wong. 5. termasuk aktifitas motorik dan penggunaan bahasa-bahasa yang mengejutkan. seperti bicara gagap. 5. intelektual. anak akan berkata-kata (berkomunikasi). imajinasi. 3. Tekankan tentang perlunya perlindungan dan pendidikan untuk mencegah cedera. belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan. dan fantasinya untuk menciptakan sesuatu seperti yang ada dalam pikirannya pada saat melakukan permainan anak akan dihadapkan pada masalah dalam konteks . melakukan apa yang dapat dilakukannya. 4. Ingatkan orang tua tentang keseimbangan yang telah dicapai pada usia 3 th akan berubah menjadi tingkah laku yang agresif pada usia 4 th. Stimulasi bermain untuk tumbuh kembang anak Definisi bermain Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarelauntuk memperoleh kesenangan/ kepuasan. 1. 1. dan mengenalwaktu.5 th : anak akan menjadi kurang koordinasi. 7. 2. 3. Bermain merupakan cermin kemampuan fisik. 11. serta suara. Usia 4 tahun Persiapkan pada tingkah laku anak yang lebih agresif. jarak. emosional. 6. 10. 2. antara lain: Perkembangan sensori-motorik Perkembangan intelektual Perkembangan sosial Perkembangan kreativitas Perkembangan kreasi diri Perkembangan moral Bermain sebagai terapi Tujuan bermain Melalui fungsi yang terurai diatas pada prinsipnya bermain mempunyai tujuan sebagai berikut: 1) Untuk melanjutkan tumbang yang normal pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam tumbang. Anjurkan orang tua untuk menawarkan pilihan-pilihan ketika anak sedang ragu/bimbang. 1.2. 1. 8. Perubahan pada anak usia 3. 6.

Tipe keluarga Pengkajian tipe keluarga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar perhatian dan peraswatan yang diberikan pada anggota atau anak yang mengalami sakit. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya denga komunikasi yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tertentu yang diidentifikasikannya seperti ayah. Anak sudah lebih aktif. 1. Oleh karena itu jenis permainan yang sesuai adalah asosiatif play. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik (skill play) banyak dipilih anak prasekolah. 1. mobil-mobilan. misal: sepeda. 1. kreatif dan imajinatif. 1. apakah terdapat anggota keluarga yang terkena penyakit yang serupa/penyakit turunan. Agama dan suku bangsa Mengetahui kepercayaan dan adat istiadat pasien dan keluarga sehingga dapat mempermudah dalam melaksanakan tindakan sesuai dengan agama dan kepercayaan dari pasien dan keluarganya. 4) Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat di RS. Pekerjaan Mengetahui tingkat ekonomi keluarga pasien. Nama pasien Dimaksudkan agar dapat mengenali klien sehingga mengurangi kekeliruan dengan pasien lain. Alat dan jenis permainan yang cocok untuk anak usia prasekolah (>3-6 th) Sejalan denga tumbangnya anak prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang daripada anak usia toddler. semakin lama ia bermain dan semakin tertantang untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. Pendidikan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman dari anggota keluarga terutama orang tua dalam memberi informasi perencanaan pulang bagi anak sekolah dengan masalah kesehatan epilepsi. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan sosial dengan temannya semakin meningkat. Komposisi keluarga Dimaksudkan untuk mengetahui silsilah dari beberapa generasi. Alamat . Pengkajian yang berhubungan dengan keluarga y Identitas 1. 1. Umur Mengetahui umur pasien sehingga dapat mengklarifikasi adanya faktor resiko pada epilepsi karena faktor umur dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penatalaksanaan untuk epilepsi. Untuk itu jenis alat pewrmainan yang diberikan pada anak. dll. berenang dan permainan balokbalok besar. ibu dan bapak atau ibu gurunya. Stress yang dialami anak di RS tidak dapat dihindarkan sebagai mana juga yang dialami orang tuanya untuk itu yang penting adalah bagaimana menyiapkan anak dan orang tua untuk dapat beradaptasi denga stresor yang dialaminya di RS secara efektif. 1. dramatik play dan skill play. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A Pengkajian 1. 1. Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui kesanggupan keluarga untuk memodifikasi proses penyembuhan penyakit pada anak dan pemanfaatan sarana kesehatan bagi anak yang sakit.permainannya. 1. alat olah raga.

4. Bagaimana stimulasi terhadap tumbang anak dan adakah sarana yang dimiliki. Pernahkah mendapat kecelakaan selama di sekolah atau di rumah saat bermain. Kegiatan apa yang diikuti anak selain di sekolah. 13. 2.jamur pada kulit punggung . Nilai-nilai yang berlaku di keluarga. Karakteristik lingkungan. 2. Tumbang saat ini (termasuk kemampuan yang dicapai). KASUS Seorang ibu membawa anaknya (An. y 1. 4. 3. Adakah penyakit yang muncul dan dialami anak selama masa ini. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. 11. apa jenisnya. 6. . Bagaimana pola anak jika menginginkan suatu barang. 12. 3. Bagaimana prestasi yang dicapai anak saat ini. 5. 2. Mobilitas keluarga. Aktivitas rekreasi keluarga Untuk mengetahui seberapa jauh keluarga memenfaatkan aktifitas rekreasi keluarga yang digunakan untuk menghilangkan kepenatan dalam kehidupan sehari-harinya. Pengkajian yang berhubungan dengan anak usia sekolah Identitas anak. 4. 15. Struktur keluarga Pola komunikasi. 5.dari penuturan 1. Riwayat kesehatan bayi sampai saat ini. Riwayat kehamilan sampai kelahiran. y 1. 4. 2.Untuk megetahui pasien tinggal dimana dan untuk menghindari kekeliruan bila ada dua orang pasien dengan nama yang sama serta untuk keperluan kunjungan rumah bila diperlukan. 3. Pengambilan keputusan. 10. 4. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga Tahap perkembangan keluarga saat ini. 1. Bagaimana pola anak memanfaatkan waktu luang. Bagaimana pola orang tua menghadapi permintaan anak. 6. Sistem sosisl yang mendukung. 2. 8. 5. Hubungan keluarga dengan lingkungan. Kebiasaan saat ini (pola perilaku dan kegiatan sehari-hari). Bagaimana lingkungan bermain. 7. y 1. 14. Adakah sumber bacaan lain selain buku sekolah. Pemeriksaan fisik. Bagaimana temperamen anak saat ini. 3. 9. Pengkajian data fokus meliputi: Bagaimana karakteristik teman bermain. Sudahkah anak memperoleh imunisasi ulangan selain di sekolah. 5. Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarganya. Riwayat keluarga inti. 1. 3. Berapa lama anak menghabiskan waktunya di sekolah. Peran anggota keluarga. Riwayat keluarga sebelumnya. T) yang berusia 5 tahun ke puskesmas dengan keluhan anak BAB encer dan buang air besar lebih dari 8 kali dalam 10 jam terakhir dan di sertai gatal gatal anak lemas dan tidak mau makan dari hasil pemeriksaan di dapat TTV anak tidak normal /kurang dari normal dan pada kulit anak di temukan bercak putih. Lingkungan Karakteristik rumah.

T b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare 2.bahwa anaknya hipeeraktif dalam beraktivitas.dan lingukungan rumah dari ibu berada dekat dengan sungai yaitu 50 meter sehingga sebagian besar aktifitas warga di sekitar termasuk ibu penderita d lakukan di sungai tersebut seperti menycuci.ibu.mandi dll. DATA FOKUS DO: BAB encer Buang air besar lebih dari 8 kali DS: anak pucat TTV kurang dari normal MASALAH Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit ETIOLOGI diare DO: anak sering gatal gatal DS. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi SKORING: DIAG NOSA NO 1 KRETRIA Sifat msalah: Sakala: tidak /kurang sehat Ancaman kesehatan Keadaan sejahtera NILAI 3 2 1 BOBOT 1 2 Kemungkinan masalah dapat di ubah: Skala: mudah Sebagian Tidak dapat 2 1 0 2 3 4 Kemungkinan masalah dapat di cegah: Skala: tnggi Cukup Rendah Menonjolnya msalah: Skala: Masalah berat harus segera di tangani 3 2 1 2 1 0 1 1 . Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada An. jamur d kulit Gangguan integritas kulit Gangguan konsep diri/citra tubuh DIAGNOSA 1. Gangguan tumbuh kembang pada An.

3.7 Diagnosa II Gangguan tumbuh kembang pada An. 3. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi 4. cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan2. 2. 3. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi EVALUASI . Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mencegah diare 5. 1. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi 1. Membantu keluarga dalam mengenal masalah hospitalisasi 3. Intervensi Memberikan penjelasan tentang diare kepada keluarga Membantu keluarga dalam mengenal masalah diare Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan diare 4. Memberikan penjelasan tentang hospitalisasi kepada keluarga 2. keluarga dalam mengenal masalah diare.Ada msalah tapi tidak perlu di tangani. Msalah tidak di rasakan Diagnosa I Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare. Sifat masalah : 3/3×1=1 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 1/2×2=1 Potensi msalah dapat di cegah : 2/3×1=2/3 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+1+2/3+1=11/3=3. 4.7 INTERVENSI Diagnosa Gangguan keseimbangan 1. Membantu keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat untuk pengobatan diare 1. Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi Gangguan tumbuh kembang pada An. Sifat masalah : 2/3×1=2/3 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 2/2×2=2 Potensi msalah dapat di cegah : 3/3×1=1 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+2+2/3+1=11/3=4. 4. 2.

Intervensi 1. 2. mengenal masalah diare 3. (1995). Tumbuh kembang anak. Y. Memberikan penjelasan tentang diare kepada keluarga 1. Tumbuh Kembang Anak. Konsep Dasar Keperawatan Anak. 4. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi 1. Bagian Kesehatan Anak FK Udayana. 3. Keluarga mampu mengenal masalah hospitalisasi 1. 1. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap 1. 2. Memberikan penjelasan tentang hospitalisasi kepada keluarga 2. 1. setempat untuk pengobatan diare 5. memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan 4. untuk mencegah diare 5. (2004). penanganan diare 4. . Membantu keluarga 3. Membantu keluarga dalam 1. Jakarta. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi DAFTAR PUSTAKA Soetjiningsih (1994). Supartini. Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan 2. Membantu keluarga dalam mengenal masalah hospitalisasi 3. Jakarta: EGC. EGC. Jakarta: EGC. Keluarga memahami tentang hospitalisasi 1. 1. Soetjiningsih. Keluarga mampu mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi 1. Keluarga memahami tentang diare Evaluasi Keluarga mampu mengenal masalah diare Keluarga mampu untuk mengambil tindakan terhadap penanganan diare Keluarga mampu dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mencegah diare Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat untuk pengobatan diare 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful