Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam Kongres X111 t:ahun 1973 di Jakarta, dan disempurnakan dalam Kongres

XVI tahun 1989 di Jakarta, sebagai berikut : ” Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut : 1. Guru berbakti membirnbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. 3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. 4. Guru rnenciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. 5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. 6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatican mutu dan martabat profesinya. 7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. 8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan.

PENGANTAR:
Era ketidakpastian yang merupakan anak kandung peradaban, lahir karena manusia yang secara historik berkembang sejalan dengan hakikat dirinya sebagai mahkluk berfikir (homo spaiens) dan mahkluk berpiranti (homo fabel).Kekuatan pikirnya manusia terus melakukan pencermatan sejalan dengan kebutuhannya untuk mempertahankan eksistensi dirinya, maka tercipta teknologi. Seiring dengan kebutuhan inilah selanjutnya memicu munculnya berbagai kemajuan teknologi, sehingga dengan tidak terasa menihilkan sekatsekat kehidupan. Akhirnya dunia dengan berbagai kehidupan menjadi transparan dan

Dampaknya telah memasuki berbagai sektor kehidupan.[Competition on individual base]. terlindungi. BANGKITKAN PROFESIONALISME ANGGOTA [Organisasi profesi yang cerdas tidak ingin mendidik anggotanya sembunyi dibalik kekuatan organisasi] alam konstelasi politik yang kadang sulit diprediksi arah dan kehadiranya. Organisasi tidak dapat menghindar dari keadaan ini apalagi justru maladaptip. karena era ini menuntut lebih banyak persaingan yang sifatnya individual. Hal inilah yang akan kita cermati bersama apakah organisasi mampu memainkan perannya dalam memenuhi keinginan para anggotanya. serta merta telah memasuki berbagai sektor kehidupan manusia. Organisasi profesi yang secara dini tidak membekali para anggotanya piranti persaingan. mulai dari persoalan-persoalan yang sumir hingga pelik tingkatannya tidak dapat dihindarkan.tanpa batas. Meminjam buah pikir Francis Bacon sebagai peletak dasar-dasar empirisme menganjurkan organisasi untuk membebaskan manusia dari pandangan atau keyakinan yang menyesatkan. dia menyebutkan terdapat empat idola yaitu : . Realitas inilah yang menantang bagi setiap organisasi untuk lebih merasa bertanggung jawab pada semua anggotanya. Kendatipun organisasi tidak kehilangan inner power (kekuatan sejatinya) untuk melindungi anggota-anggotanya yang lemah profesi. bahwa hadirnya profesional pendidik asing (guru-guru dari luar negeri). Mulai dari persoalan yang amat sederhana sehingga rumit pencermatannya akan tersentuh oleh kemajuan ini. Sebagai langkah awal adalah mencegah sekaligus mengeliminasi idola-idola sesat. seorang-orang yang menyatakan dirinya sebagai profesional pendidik (guru) misalnya. secara dini pula dirinya akan terlindas oleh kemajuan jaman. tak satupun organisasi mampu menolaknya. Suatu kenyataan telah berada dipelupuk mata kita. Menghadapi kenyataan ini maka sebuah organisasi. Organisasi saat ini secara tidak langsung telah berubah pada perikatan yang profesional. Kondisi ini membawa perubahan yang sangat besar terutama pada proteksi profesi. dan tidak hanya menanti belas kasihan organisasi. karena organisasi merupakan wadah berhimpunnya manusia untuk melindungi eksistensinya. Manusia berhimpun memiliki maksud yang dalam yakni. merupakan sektor axis yang langsung menerima dampak dari kemajuan ini. Karena negara telah mengikat dirinya dalam berbagai bentuk perjanjian. berkembang. dan memperoleh manfaat. tidak satupun yang lepas dan menghindar dari realitas ini. Persoalan organisasi misalnya. APEC dan AFTA yang kita sepakati dan mengharuskan kita sepakat untuk mendunia. harus melangkahkan kesadarannya pada misi baru. artinya tidak hanya mengemban misi dalam upaya-upaya perlindungan individu. yakni menjadi katalisator untuk meningkatakan kekuatan profesional para anggotanya. tidak dapat lagi sembunyi dibalik kekuatan organisasi dalam menjamin eksistensinya. misalnya WTO.

yaitu sikap membebek. “The idols of market place”. yakni disamping memiliki keunggulan kompetitif [competitive adventage]. yakni sikap mengungkung diri sendiri seperti katak dalam tempurung. kurang fleksibel. yaitu cara berpikir yang sempit sehingga hanya membenarkan pikiranya sendiri [solipsistic] dan hanya membenarkan kelompoknya/ organisasinya sendiri. Sehingga kesan yang berkembang dan yang memandang PGRI hanya mempertahankan organisasi sebagai alat pelindung dengan bermodalkan kekuatan massa [pressure group]. dengan membekali para anggotanya sebagai profesionalis sejati. Adapun kesadaran akan profesionalis sejati ini terdiri dari tiga domain yakni :  Expertise [keahlian] Resposibility [tanggung jawab] Corparateness [kesejawatan-jiwa korsa] MENGUKUHKAN KEAHLIAN Di era ketidakpastian. “The idols of cave”. “The idols of theatre”. Keunggulan kompetitif ini menuntut profesional untuk menguasai kompetensi inti [core competence]. Dikaitkan dengan profesional guru. Jika organisasi telah mampu membebaskan para anggotanya dari idola-idola tersebut. karena secara makro organisasi PGRI dihadapkan pada “barier protection” sebagai akibat globalisasi. maka organisasi harus berperan untuk mengkuatkan kesadaran baru. tertantang untuk memanifestasikan kemampuannya. berdisiplin mati dan “ABIS. Sadar dari realita ini PGRI akan tetap melakukan upaya cerdas dalam bentuk peningkatan kemampuan individual [penigkatan kompetensi]. maka wadah organisasi seperti PGRI .Asal Bapak Ibu Senang”. tidak selamanya benar. KESADARAN DI ERA KETIDAKPASTIAN [sebagai kesadaran baru para guru dalam kompetisi ] Keberhasilan organisasi dalam membebaskan anggotanya dari sebuah proteksi. “The idols of tribe”. yaitu sikap mendewa-dewakan slogan dan cenderung suka “ngecap” (lip service). sisi lain juga mempunyai keunggulan komparatif [comparative adventage]. Dalam dunia pendidikan yang disyaratkan sebagai kompetensi inti adalah . tuntutan keahlian digambarkan sebagai kemampuan personal yang memiliki daya ganda. sehingga enggan membuka diri terhadap pendapat dan pikiran orang lain.Persatuan Guru Republik Indonesia. maka secara tidak langsung organisasi telah meraup kembali inner power yang selama ini hilang sebagai akibat kemajuan zaman yang penuh ketidakpastian.

untuk satu hari saja dunia telah mencatat lebih kurang satu juta judul buku terbit. Kemajuan teknologi ternyata tidak pernah seteril dari budaya baru. Realitas ini merupakan kendala yang harus dapat diantisipasi oleh organisasi MENGKUATKAN TANGGUNG JAWAB Tanggung jawab profesi juga terkena imbas kemajuan jaman. Suatu gambaran yang serba naif.Dari syarat kompetensi ini. teknologi selalu mempercepat dan membawa dampak pengiring. dapat diakses oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Sisi lain yang juga menjadi tantangan adalah rekayasa bidang teknologi komputer. dengan berupaya terus menerus melakukkan siasat. kompetensi professional. karena parabola telah mampu menjembatani penyiaran TV-TV asing. Kenyataan menunjukkan kepada kita. Tanpa disadari langit-langit bumi telah berubah menjadi atmosfir elektronik. yang terkait dengan persoalan moral profesi adalah semakin lemahnya kepercayaan terhadap guru. etika serta etistika. Secara bersamaan guru telah mendapatkan beban tambahan untuk memberikan perawatan budaya. kompetensi pribadi dan kompetensi sosial]. kompetensi pedagogic. sering pula guru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya menekuni perkerjaan-pekerjaan yang akhirnya merugikan nilai-nilai profresional. namun berbagai persoalan individu utamanya kesejahteraan seorang guru masih belum dapat dikatakan menggembirakan. teristimewa untuk profesi pendidik. Melihat realita ini. namun beberapa waktunya hilang untuk dibagi mengurusi bidang-bidang yang terkait dengan moral. Sebagai tantangan tanggung jawab profesi. Dalam penguasaan materi ajaran misalnya. dengan tidak terasa terjadi penetrasi budaya. . dan tidak memandang perbedaan budaya. bahwa kemajuan ekonomi juga mengkondisi guru lebih senang bahkan lebih tekun mengerjakan fungsi-fungsi lain yang lebih menjanjikan dari pada mempertajam visi profesinya. Keadaan ini menjadi serba dilematik. yang kadangkala bernuansa negatif. Ilustrasi yang sangat ringan dapat kita lihat.segenap kemampuan yang meliputi : Keunggulan dalam penguasaan materi ajaran [subject mater] Keunggulan dalam penguasaan metodologi pengajaran [teaching method]. karena disamping tuntutan bidang akademik dengan perannya sebagai alih pengetahuan [transfer of knowledge] secara bersamaan guru membawa beban moral. maka organisasi harus melakukan tindakan cerdas. serta penguasaan metodologi pengajaran selalu berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. karena penguasaan materi ajaran. karena nilai-nilai yang berkembang saat ini dengan cepat memberikan perubahan. merupakan bentuk tuntutan yang sifatnya dinamik. dengan rekayasa tersebut maka tercipta beberapa perangkat lunak [soft ware] pendidikan yang memiliki kemampuan luar biasa dan sangat reasonable terhadap berbagai keadaan dan fungsi. sisi lain guru harus ahli dalam penguasaan subject mater. yang dengan bebas dan tanpa merasa dosa mengalirkan informasi ke segala penjuru dunia. sebagai pendidik moral. agar moral bangsa tetap berada dalam bingkai budaya. [Dalam undang-undang Guru dan Dosen kompetensi meliputi.

dan internasional. Terkait dengan jiwakorsa ini. melalui YPLP-Yayasan Pembina Lembaga . namun demikian apresiati dan pengakuan masyarakat masih belum setimpal dengan perjuangan yang dilakukan. UPAYA PGRI SEBAGAI ORGANISASI [Tidak berpikir hanya untuk guru tapi berpikir untuk kemajuan pendidikan anak bangsa] Upaya cerdas yang dilakukan PGRI sebagai organisasi profesi dan ketenagaan telah dilakukan bersama kelahirannya. sisi lainnya menjadi oraganisasi ketenaga kerjaan [serikat kerja] memberikan jaminan dari rasa kesewenangan dan ketidakdilan. nasional. Upaya ini dilakukan dengan harapan Guru mendapatkan perlindungan atas profesi yang dijalankan. serta memperoleh kesejahteraan dan keselamatan kerja. PGRI kembali menyatakan jatidirinya. hal ini menujukkan bahwa PGRI tidak egois hanya memeperjuangkan anggotanya namun.MEMPERERAT JIWA KORSA (KESEJAWATAN) Profesionalisme selalu membutuhkan wahana untuk mempererat persaudaraan sesamaprofesi. Pengurus Besar PGRI telah berhasil mendorong pemerintah untuk tambahan gaji bagi PNS sebesar Rp. maka sebuah solidaritas akan membantu. Pada era Presiden BJ. Dalam menjamin eksistensinya sebagai organisasi profesi PGRI membangun jejaring [networking] baik local.Educational Internasional. maka peran perlindungan terhadap anggota organisasi dapat terealisasi. yang dapat pula difungsikan sebagai sarana sosialisasi pemikiran ataupun sebagai alat kontrol profesi. Jiwa korsa dapat dijadikan wahana untuk membangun perlindungan profesi. Seperti jaringan dengan serikat kerja dan bergabung dalam KSPI – Konggres Serikat Pekerja Indonesia. 150. disamping organisasi profesi juga merupakan organisasi Serikat Kerja. menjalin kerja sama dengan organisasi profesi lain ISPI-Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia. Sisi professional membangun citra profesonalisme guru dengan berbagai kompetensi. Secara internasional bergabung dengan EI. lebih mengarah pada kemaslahatan pendidikan di Indonesia. Juga hilangnya perlakuan yang kurang manusiawi terhadap para Guru. bahwa perlu segera diwujudkan adanya perlindungan hukum bagi para guru dengan nama ” UNDANG-UNDANG GURU”. Sebuah realitas yang sulit dipungkir jika dalam menjalankan aktivitas profesinnya mendapatkan gangguan. Habibi. Berikut perjuangan strategis yang dilakukan PGRI dalam mengemban amanat UUD 1945 dalam mencerdaskan bangasa. Terkait dengan ini. serta pengembangan karier. Adapun upaya strategis yang dimaksud adalah seperti berikut : Sebagaimana amanat Kongres PGRI ke XVIII pada bulan Nopember tahun 1998 di Bandung.000 Tahun 1999 Pengurus Besar PGRI.

PGRI selalu berjuang untuk mengayomi para anggotanya. dengan harapan Output seminar difungsikan sebagai naskah akademis. PGRI bersama ISPI. Dan melalui keputusan MK UU No. Jejaring sebagai kekuatan organisasi PGRI : Dalam memperjuangkan nasib para anggotanya untuk mengemban amanat UUD 1945. agar kelak memperhatikan nasib guru. Jawaban yang diperoleh : Bilamana kami terpilih menjadi Presiden RI.Perguruan Pusat menunjuk Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menyelenggarakan seminar Nasional bertajuk ”Undang-Undanga Perlindungan Guru. WDF Rindo-rindo dan Prof . Soelaiman Joesoef Di Padepokkan Setyawan Jodi à Lereng Gunung Lawu Seluruh Katua PGRI Provinsi meminta jaminan kepada Bapak. Pengrus PGRI Provinsi Jawa Timur melayangkan Surat kepada presiden Susilo Bambang Yodhoyono agar UU Guru segera di syahkan.317/Seslah/B/2005 tanggal 23 Agustus 2005. Susilo Bambang Yodhoyono (ketika beliau menjadi kandidat presiden). selama dalam bingkai tegaknya NKRI. Menteri Hukum dan HAM dan Mendiknasà Surat NO. 13 Tahun 2005 tentang APBN 2006 bertentangan dengan UUD 1945. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (SISDIKNAS) DALAM UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMER 20 TAHUN 2003 .B. Dr dr Marsetyo Dono seputro.Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesis mengajukan Yudicial Review kepada Mahkamah Konstitusi. dan langsung direspon oleh lembaga kepresidenan malalui sekretaris kabinet RI. H. Pasal 31. Mendukung upaya pencerdasan bangsa tanpa memandang asal usul golongan. berkaitan dengan Anggaran Pendidikan yang ditetapkan berdasar UU-APBN yang dirasa menyalahi UUD 1945. à Pembicara diantarannya Prof. Oleh karenanya PGRI menyadari sepenuhnya membangun jejaring [net working] dalam kerangka peningkatan martabat bangsa selalu dikedepankan. tanpa membuat cidera demi kepentingan bangsa.Sudi Silalahi dalam bentuk penerusan surat kepada. karena independensi telah menjadi suratan perjuangannya.  Pada Tanggal 14 Juni 2005 [No. 156/UM/PROV/XIX/2005]. kemudian RUU Guru diajukan maka kami akan langung menandatangani untuk dibahas dan disyahkan. ”mencerdaskan bangsa” PGRI selalu mengundang dan bekerjasama kepada organisasi lainnya.

Sadar dengan tanggungjawabnya Pemerintah membuat sistem tentang pendidikan di Negara Indonesia yang tersusun dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. berilmu. dan berkesinambungan. mencerdaskan kehidupan bangsa. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Keempat. bahwa Undangundang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebutlah pemerintah Negara Republk Indonesia menetapkan Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional atau serind disebut Undang-undang Sikdisnas. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat.Pertama. Beberapa pertimbangan pemerintah dalam membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab .PENDAHULUAN Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam UU ini Sistem Pendidikan Nasional didefinisikan sebagai keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. berakhlak mulia. PEMBAHASAN Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Kedua. terarah. cakap. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat. dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. mandiri. Ketiga. perdamaian abadi dan keadilan sosial. kreatif. nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

Dan pendidikan layanan . Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. emosional. menulis. Beberapa Definisi Dalam UU Sisdiknas Pengertian Pendidikan Menurut Undang-undang Sisdiknas: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Tentang Hak Dan Kewajiban Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan termasuk untuk warga negara yang memiliki kelainan fisik. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pengendalian diri. pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Keempat. pendidikan menengah. dosen. A.kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. intelektual. Ketiga. C. Kelima. Kedua. pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. kepribadian. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan nonformal dan pendidikan informal Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Untuk itu. konselor. Tenaga Kependidikan dan Penddik Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. nilai kultural. masyarakat. dan/atau sosial tetap berhak memperoleh pendidikan khusus. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Beberapa Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Bab IV pasal 4 Tentang Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan system terbuka dan multimakna. membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Keenam. kecerdasan. B. dan pendidikan tinggi. pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. pamong belajar. jenjang. Pengertian Pendidikan Formal. dan kemajemukan bangsa. Pertama. instruktur. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. akhlak mulia. fasilitator. dan jenis pendidikan tertentu. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia. mental. nilai keagamaan. tutor. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. widyaiswara. bangsa dan negara. Pengertian Peserta Didik.

9. pemberdayaan peran masyarakat. untuk mendukung RUU Sisdiknas yang rencananya akan disahkan selasa (10/06) . yaitu pelaksana pendidikan. pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. E. proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. . Bappenas Minta Peninjauan UU Sisdiknas. Dengan memisahkan gaji pendidik dan biaya kedinasan maka UU Sisdiknas sebenarnya telah member porsi biaya cukup layak untuk sektor pendidikan. 10. Tentang Wajib Belajar Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. GUPPI. Mereka adalah gabungan dari massa PK Sejahtera. 7. pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. pemerintah dan legislatif untuk melakukan peninjauan ketentuan dalam UU Sisdiknas yang terkait dengan anggaran penyelenggaraan pendidikan . D. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. penegasan Pasal 49 ayat (1) itu dikaburkan oleh penjelasannya sendiri yang menyatakan bahwa pemenuhan dana pendidikan itu dapat dilakukan secara bertahap . pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. 3. MUI. 11. F. dan masyarakat. pemerintah daerah. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. Berita dan Peristiwa Satu juta umat Islam dari berbagai partai politik dan organisasi massa hadir memadati jalan di depan gedung DPR. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. FPI. KAHMI. PERSIS. 4. akreditasi. 12. BEM STMIK Cilegon. 6.khusus untuk warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil. dan 13. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. dan Badan Kontak Majelis Ta’lim . PAN. 2. NU. Salimah. pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. Partai Bintang Reformasi. Gerakan Muslimah. Dan pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. BEM Uhamka. Pelajar SMU se Jakarta. Namun. Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. penyediaan sarana belajar yang mendidik. Tentang Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional 1. Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pembicaraan dengan para pemangku kepentingan. Pemuda Muhammadiyah. Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas menegaskan bahwa yang dimaksud dengan dana pendidikan yang harus dialokasikan sekurang-kurangnya dua puluh persen itu adalah dana di luar gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan. 5. pelaksanaan wajib belajar. evaluasi. 8. RS Islam Jakarta.

“Besok PGRI akan bergerak ke mahkamah konstitusi. Ketua PGRI. Faktor yang memicu kontroversi itu adalah pasal 12 versi DPR yang berbunyi. Ia menanggapi usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Pasal 49 Undang-undang Sisdiknas direvisi. Sekali lagai penegasan pengajaran Agama dalam sistem pendidikan Indonesia menjadi persoalan. M. Karena itu. sehingga gaji guru menjadi salah satu komponen anggaran pendidikan 20 persen dari APBN . mempertahankan. kata dia. Surya mengatakan undang-undang yang telah disahkan tidak bisa direvisi begitu saja.Mempertahankan dan melestarikan negara kesatuan RI . PGRI tidak akan menerima revisi tersebut.” ujarnya kepada Tempo melalui telepon.Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Banten akan mendesak MUI Pusat untuk mengeluarkan Fatwa haram bagi kelurga muslim untuk menempuh pendidikan di sekolah yang dikelola oleh orang non mulsim. Hal serupa terjadi pada tahun 1988 ketika RUU sisdiknas diajukan pemerintah (kini UndangUndang Nomor 2 Tahun 1989) di mana perihal penegasan itu banyak mendapatkan tantangan dari kalangan non-Islam. Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agams sesuai dengan agma yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. TUGAS DAN FUNGSI PGRI Januari 24. kini menjadi polemik nasional yang kiranya perlu mendapatkan pertimbangan dan peninjauan kembali secara serius. kecerdasan seluruh warga dan masa depan eksistensi suatu bangsa. membela. memberlakukan sistem pendidikan nasional secara tergesa-gesa dan serampangan bisa berakibat fatal bagi suatu bangsa. Sampai kapan pun. mengamankan dan mengamalkan Pancasila c. 2009 pada 6:45 pm (Uncategorized) Adapun yang menjadi tugas dan fungsi PGRI : a. Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) merupakan pilar amat penting untuk membangun mentalitas bangsa. PENUTUP Seiring dengan digulirkannya RUU Sisdiknas bergulir juga kontroversi terhadap RUU tersebut. meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap tiuhan yang maha esa b. Selasa. khususnya berkaitan dengan pendidikan agama. DRAF sistem pendidikan nasional yang akan disahkan 2 Mei 2003. Fatwa ini merupakan bagian dari pernyataan sikap MUI banten atas dukungan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas) . Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara tegas menolak usul revisi Undangundang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menyelenggarakan dan membina anak lembaga PGRI m. memelihara dan mempertinggi kesadaran guru akan profesinya untuk . I. melaksanakan dan mengembangkan sistem pendidikan nasional f. Memajukan pendidikan seluruh rakyat berdasar kerakyatan (organisasi profesi) . memelihara. Membina dan meningkatkan hubungan kerjasama denmgan organisasi guru luar negeri dengan mengutamakan kepentingan nasional s. memperkuat kedudukan. mengupayakan dan mengevaluasi terlaksananya sistem sertfikasi.akreditasi dan lisensi bagi pengukuahan kompetensi profesi guru i. 25 November 1945 Tujuan utama pendirian PGRI adalah: a. mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan atau organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan k. PENDAHULUAN PGRI lahir 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan RI.jenjang dan kesataun pendidikan dan peran serta didalam pembanguna nasional h. Melakukan pengawasan sosial dan fungsional atas pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Membian usaha kesejahteraan guru daloam arti yang luas dan membantu serta memperjuangkan hak-hak anggota dalam bidang ketenagakerjaan p.kemampuam. membina dan bekerjasama dengan himpuna profesi dan keahlian sejenis dibidang pendidikan yang secara sukarela menyatakan diri bergabung dan atau bermitra dengan PGRI g. Membela dan mempertahankan Republik Indonesia (organisasi perjuangan) b.d. pengabdian prestasi dan kerjasama n. mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan disemua jenis.am upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota q. menegakan dan melaksankan kode etik dan ikrar guru indonesia sesuai dengan peraturan organisasi j. wibawa dan martabat guru serta kesetiakawan organisasi r. Meningkatkan Integritas bangsa serta menjaga tetap terjamin dan terpeliharanya keutuhan kesatauan dan persatuan bangsa e. melaksanakan prinsip dan pendekatan ketenaga kerjaan dal. meningkatkan mutu keahlian . membina dan mengembangkan kebudayaan nasional serat memelihara kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional l. Siapa yang tidak mengenal PGRI? Organisasi guru tertua di Indonesia ini telah memberi saham yang begitu besar dalam pembangunan dunia pendidikan di Indonesia. di Surakarta.

Ketua Umum PB PGRI Diangkat menjadi Menteri Perburuhan dan Sosial RI dalam kabinet Hatta. Sarjana=B2. PERSAHI (Persatuan Hakim Indonesia). SSKDN (Serikat Sekerja Kementerian Dalam Negeri). Membela dan memperjuangkan nasib guru khususnya dan nasib buruh pada umumnya (organisasi ketenagakerjaan) Tiga unsur pendiri (founding fathers) PGRI adalah: a.l. Untuk mengatasi kekurangan guru: Kursus Guru Tjepat (KGTJ) dijadikan SGB/KGB KPKPKB dijadikan SGB berasrama SGA berasrama ME Subiadinata. Guru yang pro kemerdekaan b. PERIODE 1962 – 1970 PGRI mendirikan PSPN (Persatuan Serikat Pekerja Pegawai Negeri). B2 = VI/b Soedjono.B1/B2 pangkatnya setingkat lebih tinggi dari ijazah SMP/SMA/ SM/Sarjana. PSPN akhirnya bergabung menjadi KSBM (Kerja Sama Buruh Militer) KSBM adalah cikal bakal Sekber Golkar (Sekretariat Bersama Golongan Karya) 1964. B. PBPTT (Persatuan Buruh Pos Telepon Telegraf) dsb. Pensiunan guru pendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia c. EMPAT PERIODE PERANAN PGRI DI BIDANG KETENAGAKERJAAN Periode 1945 – 1962 RH Koesnan. PSPN didirikan untuk menghadapi tekanan/serangan PKI (Partai Komunis) melalui SOBSI/PKI terhadap Serikat Pekerja Non Komunis. SGB/KGB = IIIA/b SMA = IV/a. Pegawai Kementerian PPK yang baru saha didirikan II.Pendirian PGRI sama dengan EI: “education as public service. PBKA (Persatuan Buruh Kereta Api). sekarang BKN/BAKN. Ketua Umum PB PGRI Menghasilkan konsep PGRI tentang pendidikan nasional. Ketua Umum PB PGRI Tahun 1968 diangkat menjadi Kepala Kantor urusan Pegawai (KUP). not commodity” c. PERSAJA (Persatuan Djaksa). SM=B1. Hasilnya a. SGA/KGA = IV/b SM = V/a. : keluarnya PGP 1947/1948 tentang Peraturan Gaji INTInya: Ijazah yang setara SMP=SGB. SMP = IIIA. .◊Pegawai. ijazah SGB/SGA. SNA=SGA. Kalau menjadi guru. a. PPPRI (Persatuan Pegawai Polisi RI). B1 = V/b Sarjana = VI/a.l PGRI. PGRI membentuk Rukun Kerja Sama (RKS) Pegawai Negeri untuk perbaikan nasib.

WDF Rindorindo (Ketua-ketua Periodik). Memprakarsai berdirinya ASEAN Council of Teachers (ACT) tahun 1974. hanya boleh profesi saja. Abdullah Latif dsb. Drs. Simbolon. Tahun 1979 menyelenggarakan World WCOTP Congress di Jakarta. PGRI memprakarsai Pertemuan Guru-guru Nusantara (PGN) 1983 di Singapura (Prof. Effendi Sudijawinata. Pemerintah RI dan PGRI (HM Hidajat dan Ir. mengikuti keputusan pemerintah dengan meninggalkan serikat pekerja/perburuhan. PGII. Rusli Yunus. IGM (Muhammadiyah). Gazali Dunia dan Rusli Yunus). . Drs.Tahun 1966 PGRI menjadi anggota WCOTP (World Confederation of Teaching Profesion) dalam WCOTP World Congress di Seoul. Harkam Effendi. M. PGRI (H. diwakili oleh Rusli Yunus. Basyuni Suriamiharja) ikut menandatangani penggabungan organisasi tersebut menjadi EI. ME Subiadinata. independen. telah berhasil menyelamatkan PGRI untuk tidak dibubarkan. C. Tahun 1993 di Stockholm terjadi merger/penyatuan WCOTP dan IFFTU menjadi Educational International (EI). artinya menanggalkan baju parpol. Tahun 1969 PGRI memprakarsai berdirinya MPBI (Majelis Permusyawaratan Buruh Indonesia). Tahun 1966 PGRI mendirikan KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia) terdiri dari PGRI. PGK (Katolik) dan PGM (Marhaenis) Tokoh-tokoh KAGI: ME Subiadinata. Berarti organisasi guru se dunia mengikuti pola PGRI (profesi dan ketenagakerjaan). GB Dharmasetia) hadir dan menandatangani konvensi ILO/Unesco tersebut. Korea Selatan (Subiadinata. Gigi pada lambang PGRI dicopot/dibuang H. Nurimansyah Hasibuan. T. PERIODE 1970 – 1998 Tahun 1970 PGRI diundang ke Head Quarters IFFTU (International Federation of Free Teachers Union) di Brussel. Ketua Umum PB PGRI. hanya bicara guru dalam PGRI. Slamet I) Tanggal 5 Oktober 1966 Konvensi ILO/UNESCO di Paris menghasilkan Status of Teachers (Status Guru Dunia). PG Perti. Basyuni Suryamiharja. Mendirikan Gedung Guru Indonesia (GGI) di Jakarta. PGRI terpaksa keluar dari FBSI karena Kongres PGRI ke XIII di Bandung melarang PGRI ikut serikat buruh. FX Pasaribu (sekjen/Wakil Sekjen).Hatta. Estiko Suparjono. Pergunu. dan non parpol). Rusli Yunus. Tahun 1967 dlm Kongres PGRI XII di Bandung KAGI meleburkan diri ke dalam PGRI (unitaristik. Pergukri. Tahun 1970 MPBI menjadi FBSI (Federasi Buruh Seluruh Indonesia).

Sekretaris Jenderal. (Konvensi ILO No. SH. sehingga pemerintah Indonesia terbebas dari tekanan PBB/ILO bahwa di Indonesia ada demokrasi. Sekretaris Jenderal PB PGRI. HM Surya. 87 dengan Keppres No. workshop dan pelatihan pimpinan PGRI dari pusat. Drs. berwawasan kebangsaan membentuk KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia). sesuai dengan HAM. provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ketua Umum dan Koesrin Wardojo. keanggotaan SP/SB harus sukarela dan tidak boleh dipaksa. Tahun 2004 Sekretaris Jenderal KSPI: Rusli Yunus Tahun 2005 audiensi PB PGRI dengan Menakertrans (Fahmi Idris): 1.Dr. PGRI keluar dari Golkar b. Ketua Umum PB PGRI. Harfini Suhardi dan Sanuri Almariz. PGRI jalan terus sebagai Serikat Pekerja Guru Modern c. Pernyataan Menakertrans RI: a. Sulaiman SB Ismaya. Karena itu PGRI yang PNS tinggal memilih menjadi anggota PGRI atau anggota KORPRI. SP/SB harus dibentuk secara demokratis) 3. b. organisasi profesi (meningkatkan kualitas pendidikan) dan organisasi ketenagakerjaan (kembali sebagai Serikat Pekerja Guru/Teachers Union Tahun 2003 (1 Februari) PGRI bersama-sama 13 SP/SB yang independen non parpol.21/2000 tentang SP/SB khususnya Pasal 48: a. provinsi dan kabupaten/ kota mendaftarkan kembali PGRI sebagai SP pada Disnaker provinsi dan Kabupaten/Kota III. Pemerintah RI telah meratifikasi Konvensi ILO No. Akan diatur dalam suatu Undang-Undang 2. sejak 2001 PRI bekerjasama dengan EI Asia Pasifik membentuk PGRI-EI Consortium Project untuk seminar. D. Mengklarifikasi UU No.Tahun 1990 Menaker Cosmas Batubara atas nama pemerintah meminta PGRI dan KORPRI mendaftarkan diri masing-masing sebagai Serikat Pekerja Guru (PGRI) dan Serikat Pekerja Pegawai Negeri (KORPRI). Menakertrans meminta PGRI dan ILO Indonesia serta Depnakertrans melaksanakan seminar nasional tentang konvensi ILO nomor 87 dan Keppres No. Dr. Kongres menghasilkan antara lain: a.87. 4. TINJAUAN KE DEPAN Menyongsong Kongres XX PGRI tahun 2008 yad. Sekjen Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSPI: Drs. WDF Rindorindo Tahun 2003 Kongres XIX PGRI di Semarang: Prof. HM Surya. Setiap orang tidak boleh menjadi anggota dua SP dan SB. Anggota Dewan Nasional KSPI. PNS berhak menjadi anggota SP/SB b. PGRI menyatakan diri kembali sebagai organisasi perjuangan (cita-cita proklamasi kemerdekaan dan kesetiaan PGRI hanya kepada bangsa dan NKRI). 83 Tahun 1998. 83 Tahun 1998. . H. SIP. Menakertrans memberi kesempatan kepada PGRI tingkat pusat. PERIODE 1998 – SEKARANG Tahun 1998 Kongres PGRI XVIII di Lembang: Prof.

anggota masyarakat. provinsi dan pusat Ini yang dimaksud dengan prinsip-prinsip serikat pekerja: solidaritas. . demokratis. 5) Wadah bagi para guru dalam memperoleh. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan : 1) Wahana mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan membela hak asasinya baik sebagai pribadi. Tahun 2004 aktif membantu Public Service International (PSI. Ketua Umum PB PGRI. 4) Berperan aktif memperjuangkan tercapainya tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Setelah itu diperlukan langkah2 utk persiapan bahan kongres.Tahun 2006 Koordinator Nasional (HM Rusli Yunus) didampingi Koordinator Pelaksana (Ir. dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Tahun 2003 menjadi 11 provinsi Tahun 2004 menjadi 19 provinsi Tahun 2005 menjadi 22 provinsi Penanggung jawab nasional Prof. Amerika Serikat. Persatuan Pegawai Negeri se Dunia) Tahun 2006 kegiatan proyek PGRI-EI Consortium ini meliputi 23 provinsi dari 31 yang direncanakan. Makna Visi PGRI a. a.Tahun 2001 PB PGRI dan Ketua provinsi se Jawa Workshop EI di Anyer. Shg hasil konpus terakhir menjelang Kongres (Konpus 2007) resmi menjadi bahan kongres sebagai hasil dari anggota melalui cabang. 2) Wahana untuk membela. kab/kota. kabupaten/kota dan provinsi diajukan pada Konpus IV (2007). mempertahankan. penyesuaian AD/ART PGRI sebagai serikat pekerja guru. WDF Rindorindo . kesatuan. dan pemangku profesi kependidikan. Profesi dan Ketenagakerjaan yang Mandiri dan Non Partisan. tanggung jawab dan kesetaraan. kesatuan. MEngSc) Consortium (negara donor): Norwegia.Dr. HM Surya.l. 2) Wahana mempertinggi kesadaran dan sikap guru dan tenaga kependidikan dalam . HM Rusli Yunus.Tahun 2002 – 203. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Profesi : 1) Wahana memperjuangkan peningkatan kualifikasi dan kompetensi bagi guru. Abdul Azis Hoesein. dan persatuan bangsa. dimulai dari hasil konperensi cabang. mempertahankan. Swedia. Visi PGRI Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan. Jepang dan Australia. meningkatkan. warga negara. 6) Wahana untuk memberikan perlindungan dan membela kepentingan guru dan tenaga kependidikan yang berhubungan dengan persoalan-persoalan hukum. Drs. sedangkan National Coordinator PGRI-EI Consortium Project: .Tahun 2004 – sekarang. 3) Wahana untuk meningkatkan integritas bangsa dalam menjamin terpeliharanya keutuhan.

3) Wahana untuk mewujudkan prinsip dan pendekatan ketenagakerjaan dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota.. 2) Wahana untuk memperjuangkan kesejahteraan guru yang berupa: imbal jasa. hubungan pribadi. d. dan atau organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan. 6) Wahana untuk mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan di semua jenis. saling menghormati dan berdiri di atas semua golongan. Wahana untuk mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan. Misi PGRI a. 5) Wahana pembinaan bagi Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis di bidang pendidikan yang menyatakan diri bergabung atau bermitra dengan PGRI. 6) Wahana untuk membina dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi ketenagakerjaan baik lokal. 2) PGRI memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan pilihan politiknya secara merdeka. membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2) Menggali dan mengembangkan potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya keuangan dan sumber daya organisasi lainnya yang tidak tergantung dari pihak manapun. regional maupun global. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi yang Mandiri : 1) Menjalin kerjasama dengan semua pihak atas dasar kemitrasejajaran. rasa aman. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi yang Non Partisan : 1) PGRI tidak menjadi bagian dari partai politik manapun dan tidak berafiliasi dengan partai manapun. 3) PGRI selalu menjalin hubungan baik dengan seluruh partai dan komponen masyarakat dalam memajukan pendidikan nasional. 3) Membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi dengan menempatkan iuran anggota sebagai sumber utama pembiayaan organisasi. mempertahankan. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Ketenagakerjaan : 1) Wahana untuk memperjuangkan terwujudnya hak-hak guru dan tenaga kependidikan. kondisi kerja dan kepastian karier. lisensi. c. 3) Wahana menegakkan dan melaksanakan kode etik dan ikrar guru Indonesia. Menjaga. jenjang. serta mewujudkan cita-cita . dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. e. dan satuan pendidikan guna mneningkatkan pengabdian dan peran serta dalam pembangunan nasional. 7) Wahana untuk mewujudkan pengabidan secara nyata melalui anak lembaga dan badan khusus.meningkatkan mutu profesi dan pelayanan kepada masyarakat. 4) Wahana untuk memperkuat kedudukan. 4) Wahana untuk melakukan evaluasi pelaksanaan sertifikasi. 5) Wahana untuk membela dan melindungi guru sebagai pekerja. organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. dan akreditasi bagi pengukuhan kompetensi profesi guru. wibawa dan martabat guru serta kesetiakawanan organisasi.

Sumber : Http://pgri. demokratisasi. sertifikasi. j. profesi. Menyamakan persepsi. pengakuan terhadap hak asasi manusia.net/2009/09/25/mengenal-pgri-lebih-dekat/#ixzz1KXemOzIH Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike . Membangun sikap kritis terhadap kebijakan pendidikan yang tidak memihak kepada kepentingan masyarakat. keterbukaan. Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. e. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi yang mempunyai kewenangan akreditasi. dan kesejahteraan anggota PGRI. visi. dan kemandirian organisasi di semua level/tingkatan. Melaksanakan. d. dan misi para guru/pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional. Memperjuangkan perlindungan hukum. b. profesionalisme dan kesejahteraan anggota.Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Memperkuat solidaritas. soliditas.co. f. dan lisensi pendidik dan tenaga kependidikan. keberpihakan pada rakyat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berperan aktif dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan dan kebudayaan yang berlandaskan asas demokrasi. mempertahankan dan menjunjung tinggi kode etik profesi guru Indonesia. mengamalkan. Melaksanakan dan mengelola organisasi berdasarkan tata kelola yang baik (good govermance). k. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi yang memiliki kekuatan penekan (pressure group). c. g. i. h. pemikir (thinker).id Sumber: Mengenal PGRI Lebih Dekat | Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng. dan pengendali (control).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful