Kedudukan Paradigma Dalam Kegiatan Penelitian

Penelitian dinyatakan sebagai sebuah kegiatan mencari kembali data yang setelah diolah dan dianalisa dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan yang dirumuskan. Sudah tentu jawaban yang dimaksudkan tersebut hendaknya dapat memberikan gambaran yang sebenarnya dari keadaan sasaran penelitian. Untuk itu penelitian harus memperhatikan sifat objektif dari kegiatan penelitiannya, yaitu suatu sifat yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk mencapai objektivitas itu, penelitian harus menggunakan perangkat yang tepat guna, yang dalam bahasa penelitian disebut sebagai alat yang bersifat valid. Maksudnya adalah alat yang tepat dan tajam di dalam mengukur sesuatu yang ditelitinya. Untuk penelitian yang memiliki alat ukur yang valid, maka proses pengambilan kesimpulan menjadi tidak sulit dilakukan, namun apabila tidak, maka masih diperlukan proses pengecekan mengenai seberapa besar hasil penelitian itu menunjukan keadaan yang sebenarnya dari sasaran penelitian. Dalam kenyataannya, untuk mendapatkan alat ukur yang memiliki tingkat validitas yang sempurna, tidaklah mudah. Oleh karena itu dalam penelitian diperlukan juga adanya proses pengecekan melalui penggunaan konsep reliabilitas, untuk melihat berapa besar kebenaran yang ditemukan dalam penelitian itu, jika dibandingkan dengan kebenaran yang terjadi dalam sasaran penelitian. Penelitian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencari kebenaran. Untuk mendapatkan kebenaran tersebut diperlukan serangkaian langkah yang dapat menuntun peneliti untuk menghasilkan sesuatu yang tidak menyimpang dari keadaan yang sebenarnya dari sasaran penelitian. Serangkaian langkah tersebut antara lain meliputi langkah-langkah untuk mendapatkan objektivitas, validitas dan reliabilitas. Untuk mendapatkan oyektivitas ini, para peneliti harus mampu menanggalkan subyektivisme, baik subyektivisme yang datang dari pihak peneliti, maupun subyektivisme yang datang dari sasaran penelitian. Agar objektivitas tersebut dapat diperoleh, maka para peneliti harus mampu menampilkan indikator atau alat ukur yang valid, dan sekaligus

maka peneliti akan terpandu ke arah perolehan hasil penelitian yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Mengapa masalah validitas senantiasa dipertanyakan dalam penelitian sosial ? Karena atribut semisal psikologis. 3. maka sifat yang objektif. Untuk mengetahui seberapa besar suatu hasil penelitian dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Metode parabel : butir-butir pertanyaan mewakili suatu variabel yang satu dan butir pertanyaan yang sama mewakili variabel yang lain yang punya kesamaan sifat. ketepatan. 1. sedang data yang punya validitas sudah tentu punya reliabilitas. apakah alat ukur benar-benar mengukur atribut yang dimaksud. dunia teoretik pun sangat pula memerlukan konsep konsep objektivitas. 2. . Suatu alat ukkur dikatakan mantap bila dipergunakan berulang kali hasilnya tetap sama. Validitas dan Reliabilitas Validitas merupakan µ built in control mechanism µ dalam metode penelitian yang menggunakan instrumen secara eksplisit. Dengan alat yang valid. Validitas mempersoalkan instrument yang digunakan dalam mengukur atribut . diukur secara bersamaan. Metode belah dua : membegi dua butir pertanyaan ke dalam dua kelompok. validitas dan reliabilitas sangatlah besar bagi tindak lanjut dari suatu hasil penelitian. validitas dan reliabilitas. Artinya. Metode ulang : mengulangi pengukuran berdasar selang waktu ttt. peneliti perlu pula melakukan cara-cara mengukur tingkat kepercayaan atau apa yang biasa disebut dengan istilah reliabilitas.menggunakannnya. dll sangat sulit diukukr/dicari. Dari beberapa contoh di atas menjadi dapat diketahui bahwa peran objektivitas. Reliabilitas : kemampuan. tingkat konservatisme. yang tepat dan yang sesuai itu. tetaplah sangat diperlukan keberadaannya. atau paling tidak mendekati keadaan yang sebenarnya. meski demikian peneliti ilmiah harus mampu mengukur. valid dan reliabel. Andaikata hasil penelitian tertentu hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan pun. Beberapa metode menguji reliabilitas. Catatan : suatu data yang punya reliabilitas belum tentu punya validitas. homogenitas alat ukur. keajegan. pemahaman ilmiah.

Pengukuran kategorisasi dalam content analysis. Dalam setiap penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data dan dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan satu atau beberapa metode. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data tersebut. 3. Misal : kita akan menganggap logis bila Org meneliti pengaruh usia terhadap suatu hal bukan sebaliknya. Validitas konstruk : mempersoalkan seberapa jauh suatu alat ukur punya persamaan dengan alat ukur yang lain pada waktu mengukur konstruk/konsep yang sama. Melalui instrumenlah akhirnya terkumpul data yang nantinya diolah menjadi sebuah informasi hasil penelitian. Validitas isi : menyankut derajad keterwalian substansi suatu alat ukur. apakah siaran-siaran pendidikan program UT bisa memacu belajar mahasiswa.Jenis-jenis Validitas. Validitas prediktif : mempersoalkan seberapa jauh suatu alat ukur mampu meramalkan perilaku sekarang maupun yang akan datang. Instrumen dapat dianalogikan sebagai ujung tombak untuk membidik data dalam sebuah penelitian. Validitas tampang : menyangkut atribut kongkrit. bagaimana antara mahasiswa fisip dibanding dengan mahasiswa fakultas lain. 4. kategori yang dibuat peneliti itu mampu disepakati oleh pengkoding/pembaca. Validitas eksternal : mempersoalkan apakah alat ukur yang dikenakan pada komunitas ttt juga berlaku pada komunitas yang lain. Misal : mangamati konsep belajar jarak jauh ( UT ). 10. Jenis metode yang dipilih dan digunakan dalam pengumpulan data. Validitas lintas budaya : mempersoalkan apakah alat ukur yang digunakan pada masyarakat ttt juga berlaku didalam masyarakat yang lain. Misal : kalau kita ingin mengamati sikap petani terhadap kredit usaha tadi maka kuesioner yang diajukan harus benar-benar menggali psikologis internal petani. 1. 5. 2. 9. 8. Validitas logis : mempersoalkan apakah pola hubungan variabel/konsep dapat diterima akal sehat. Untuk itulah. 7. bagaimana tanggapannya thd program kredit tsb. Validitas internal : menyangkut tentang internal psikologis khalayak/responden. bila kita ingin mengukur mencek huruf kita akan meminta orang membaca. perlu kiranya memilih dan merumuskan . tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan. 6.

Validitas Empiris Reliabilitas Instrumen Ada tiga teknik untuk menguji reliabilitas instrumen. maka semakin baik pula data yang berhasil dijaring. 1. Hal ini sejalan dengan ungkapan ³garbage tool garbage result´. A. Instrumen yang sudah sesuai dengan isi dikatakan sudah memiliki validitas isi. Jadi. Melalui instrumenlah akhirnya terkumpul data yang nantinya diolah menjadi sebuah informasi hasil penelitian. Ada dua jenis validitas. yaitu : a. 2. b. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data tersebut. Jenis metode yang dipilih dan digunakan dalam pengumpulan data. Validitas Logis Apabila instrumen tersebut secara analisis akal sudah sesuai dengan isi dan aspek yang diungkapkan. antara lain : Manajemen Penelitian (Suharsimi Arikunto). Semakin baik konstruksi sebuah instrumen. Teknik Paralel (Paralel Form Atau Alternate Form) .Dalam setiap penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data dan dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan satu atau beberapa metode. sedangkan instrumen yang sudah sesuai dengan aspek yang diukur dikatakan sudah memiliki validitas konstruksi. perlu kiranya memilih dan merumuskan instrumen secara tepat. Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian (Soetarlinah Sukadji). maka akan diinformasikan terlebih dahulu judul buku yang dibahas dalam tugas ini. pada dasarnya salah satu hal yang mempengaruhi hasil penelitian terletak pada instrumennya. yaitu : a. Untuk itulah. Manajemen Penelitian (Suharsimi Arikunto) Validitas Instrumen Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen bersangkutan yang mampu mengukur apa yang akan diukur. Sebelum diuraikan mengenai seluk beluk instrumen. Reliabilitas dan Validitas (Saifuddin Azwar). Instrumen dapat dianalogikan sebagai ujung tombak untuk membidik data dalam sebuah penelitian. begitu pula sebaliknya. tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan. dan Psychological Testing (Anne Anastasi dan Susana Urbina).

tetapi tergantung penggunaan dan subyeknya. dan dengan cara undian. 1. maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson). Sesudah kedua uji coba terlaksana. namun diteskan dua kali. b. Validitas suatu tes tidak begitu saja melekat pada tes itu sendiri. Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen). Validitas Konstruk/Teoretik . Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali. b.Disebut juga teknik Ädouble test double trial³. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Validitas Isi Adalah seberapa besar derajat tes mengukur representasi isi yang dikehendaki untuk diukur. Validitas aitem berkaitan dengan apakah aitem mewakili pengukuran dalam area isi sasaran yang diukur. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. dan validitas sampling adalah seberapa baik sampel isi tes mewakili keseluruhan isi sasaran yang diukur. Menggunakan sebuah instrumen. yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. 1) Teknik Belah Dua (split halve method) Disebut juga teknik ³single test single trial´. Cara yang diambil untuk membelah soal bisa dengan membelah atas dasar nomer ganjil-genap. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan pada teknik pertama yaitu rumus korelasi Pearson. kemudian hasilnya dianalisis. c. B. Teknik Ulang (test re-test) Disebut juga teknik ³single test double trial´. Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian (Soetarlinah Sukadji) Validitas Validitas adalah derajat yang menyatakan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur. yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. Biasanya dinilai dengan menggunakan pertimbangan pakar. Validitas dipecah lagi menjadi berbagai jenis yang akan dijabarkan berikut ini : a. atas dasar nomer awalakhir. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua.

Validitas prediktif ditentukan dengan mengungkap hubungan antara skor tes dengan hasil tes atau ukuran lain kesuksesan dalam satu situasi sasaran. atau dibandingkan dengan kriteria lain yang valid yang diperoleh pada saat yang sama. Reliabilitas Tes Re-Tes Adalah seberapa besar derajat skor tes konsisten dari waktu ke waktu. ang disajikan kepada seluruh kelompok pada suatu saat. Kedua rumus ini hanya dapat dipakai untuk tes yang aitem-aitemnya diskor dikotomi. Validitas Konkruen Validitas ini menunjukkan seberapa besar derajat skor tes berkorelasi dengan skor yang diperoleh dari tes lain yang sudah mantap. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka. rumus Spearman-Brown dapat digunakan untuk mengoreksi koefisien yang didapat. Reliabilitas ini diukur menggunakan Kuder-Richardson. Validitas Prediktif Adalah seberapa besar derajat tes berhasil memprediksi kesuksesan seseorang pada situasi yang akan datang. biasanya sebagai koefisien. 2. 0 atau 1. b. Reliabiltas Belah-Dua Reliabiltas ini diukur dengan menentukan hubungan antara skor dua paruh yang ekuivalen suatu tes. bila disajikan pada saat yang sama. Reliabilitas Reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Menguji validitas konstruk mencakup uji hipotesis yang dideduksi dari suatu teori yang mengajukan konstruk tersebut. Karena reliabilitas belah dua mewakili reliabilitas hanya separuh tes yang sebenarnya. Reliabilitas diukur dengan menentukan hubungan antara skor hasil penyajian tes yang sama kepada kelompok yang sama. biasanya Formula20 (KR-20) atau Formula-21 (KR-21). pada waktu yang berbeda. . c. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi. yang menjelaskan perilaku. Reliabilitas dapat dibagi lagi menjadi : a. Konstruk adalah perangai yang tidak dapat diamati. Reliabilitas Rasional Ekuivalen Reliabilitas ini tidak ditentukan menggunakan korelasi tetapi menggunakan estimasi konsistensi internal. d.Adalah seberapa besar derajat tes mengukur konstruk hipotesis yang dikehendaki untuk diukur. yaitu benar atau salah. c.

Untuk memperoleh validitas logik yang tinggi. Reliabilitas dan Validitas (Saifuddin Azwar) Validitas Validitas Isi validitas isi terbagi menjadi 2 (dua). tetapi juga dapat hanya dinyatakan dalam persentase kesepakatan. Hasil estimasi validitas konstrak tidak dinyatakan dalam bentuk suatu koefisien validitas. suatu tes harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar berisi hanya aitem yang relevan dan perlu menjadi bagian tes secara keseluruhan. Dukungan terhadap adanya validitas konstrak. Reliabilitas ini biasa ditentukan menggunakan teknik korelasi. menurut Magnusson. b. 2) Validitas logik (logical/sampling validity) Validitas ini menunjuk pada sejauh mana isi tes merupakan representasi dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur. a. Pengujian validitas konstrak merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep mengenai trait yang diukur. Apabila penampilan tes telah meyakinkan dan memberikan kesan mampu mengungkap apa yang hendak diukur maka dapat dikatakan bahwa validitas muka telah terpenuhi. 1979). dapat dicapai melalui beberapa cara antara lain : 1) Studi mengenai perbedaan diantara kelompok-kelompok yang menurut teori harus berbeda Apabila teori mengatakan bahwa antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya harus memiliki skor yang berbeda. Validitas Konstrak Adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Allen & Yen. 2) Studi mengenai pengaruh perubahan yang terjadi dalam diri individu dan lingkungannya terhadap hasil tes . 1. Reliabilitas Penyekor/Penilai Adalah reliabilitas dua (atau lebih) penyekor independen.d. C. yaitu : 1) Validitas muka (face validity) Tipe validitas yang paling rendah signifikansinya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan (appearance) tes.

dua tes yang paralel hanya ada secara teoritik. Pendekatan Bentuk Paralel Tes yang akan diestimasi reliabilitasnya harus ada paralelnya. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor tes atau berupa suatu ukuran lain yang relevan. Dengan bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa kita harus punya dua tes yang kembar. yaitu rxy. Studi mengenai korelasi antaraitem atau antar belahan tes Validitas Berdasar Kriteria Menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. Reliabilitas Pendekatan Tes Ulang (test-retest) Dilakukan dengan menyajikan tes dua kali pada satu kelompok subjek dengan tenggang waktu diantara kedua penyajian tersebut. yaitu : 1) Validitas prediktif. yaitu tes lain yang sama tujuan ukurnya dan setara isi aitemnya baik secara kualitas maupun kuantitasnya. sangat penting artinya bila tes dimaksudkan untuk berfungsi sebagai prediktor bagi performansi diwaktu yang akan datang. Untuk melihat tingginya validitas berdasar kriteria dilakukan komputasi korelasi antara skor tes dengan skor kriteria. maka korelasi antara kedua skor termaksud merupakan koefisien validitas konkruen. Asumsi yang menjadi dasar dalam cara ini adalah bahwa suatu tes yang reliabel tentu akan menghasilkan skor~tampak yang relatif sama apabila dikenakan dua kali pada waktu yang berbeda. 2. . Sebenarnya. tidak benar-benar paralel secara empirik.Apabila teori mengatakan bahwa hasil tes dipengaruhi oleh kondisi subjek dikarenakan faktor kematangan. a. 3) Studi mengenai korelasi diantara berbagai variabel yang menurut teori mengukur aspek yang sama Studi ini dapat diperluas dengan mengikutsertakan korelasi antara berbagai skor tes yang mengukur aspek yang berbeda. Prosedur validasi berdasar kriteria menghasilkan dua macam validitas. apabila skor tes dan skor kriterianya dapat diperoleh dalam waktu yang sama. 4) c. 2) Validitas konkruen. b. dimana X melambangkan skor tes dan Y melambangkan skor kriteria. Koefisien ini merupakan koefisien validitas bagi tes yang bersangkutan.

analisis varians perbedaan skor.Untuk membuat dua tes menjadi paralel. tidaklah dapat dilakukan. Psychological Testing (Anne Anastasi dan Susana Urbina) Validitas Prosedur Deskripsi-Isi Pada dasarnya melibatkan pengujian sistematik atas isi tes untuk menetukan apakah tes itu mencakup sampel representatif dari domain perilaku yang harus diukur. maka problem yang mungkin timbul pada dua pendekatan reliabilitas terdahulu dapat dihindari. dan lain-lainnya. Validitas nominal berhubungan dengan apakah tes itu ³kelihatan valid´ bagi peserta tes yang mengikutinya. kemudian dua tes yang paralel itu haruslah menghasilkan mean skor dan varians yang setara dan korelasi yang juga tidak berbeda dengan suatu variabel ketiga. Pendekatan reliabilitas konsistensi internal bertujuan melihat konsistensi antaraitem atau antarbagian dalam tes itu sendiri. c. Untuk itu. validitas ini merujuk pada apa yang nampaknya diukur. Pendekatan Konsistensi Internal Dilakukan dengan menggunakan satu bentuk tes yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok subjek (single trial administration). tes dibagi menjadi beberapa belahan. a. Dengan menyajikan satu tes hanya satu kali. penyusunannya haruslah didasarkan pada satu spesifikasi yang sama. Prosedur Prediksi Kriteria . setelah skor setiap aitem diperoleh dari sekelompok subjek. Validitas isi janganlah dikacaukan dengan validitas nominal (face validity). Hanya itulah bukti terpenuhinya sifat paralel antara dua tes yang dapat diperoleh dalam penyusunan tes. 1. analisis varians antarbelahan. Validitas nominal bukanlah validitas dalam pengertian teknis. Untuk melihat kecocokan atau konkordansi diantara belahan-belahan tes dilakukan komputasi statistik melalui teknik-teknik korelasi. b. Secara empirik. Untuk membuktikan bahwa kedua tes menghasilkan dua skor murni yang sama bagi setiap subjek serta memberikan dua varians eror yang sama sebagaimana dituntut oleh teori skor murni klasikal. Validitas nominal kerap kali dapat diperbaiki dengan merumuskan kembali butir-butir soal tes dalam istilah-istilah yang nampak relevan dan masuk akal dalam lingkungan tertentu dimana tes-tes itu akan digunakan. D.

Dengan demikian. makin tinggi reliabilitasnya. c. yang padanya efektivitas sebuah tes untuk program tertentu harus dinilai.Prosedur validasi prediksi kriteria menunjukkan efektivitas sebuah tes untuk memprediksi kinerja seseorang dalam aktivitas-aktivitas tertentu. Validasi konstruk membutuhkan akumulasi informasi secara bertahap dari berbagai sumber. 2. Prosedur Identifikasi Konstruk Validitas konstruk suatu tes adalah lingkup sejauhmana tes bisa dikatakan mengukur suatu konstruk atau sifat yang teoritis. Reliabilitas Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Validitas prediksi kriteria kerapkali digunakan dalam studi-studi validasi lokal. Ukuran kriteria yang menjadi tolak ukur validasi skor-skor tes divalidasikan bisa diperoleh pada saat yang hampir sama dengan pemberi skor tes atau setelah suatu interval ditetapkan. orang yang sama bisa ditest dengan satu bentuk pada kesempatan pertama dan dengan bentuk lainnya yang ekuivalen pada kesempatan kedua. Perlu dicatat bahwa koefisien reliabilitas semacam itu . Konstruk-konstruk tersebut berasal dari hubungan-hubungan tetap antara ukuran-ukuran perilaku. Reliabilitas Bentuk Alternatif Satu cara untuk menghindari kesulitan yang ditemukan dalam reliabilitas tes dan tes ulang adalah melalui penggunaan bentuk-bentuk tes lainnya. makin rentanlah skor terhadap perubahan sehari-hari yang acak dalam kondisi peserta tes atau lingkungantesting. a. Validitas prediksi kriteria bisa dicirikan sebagai validitas praktis sebuah tes untuk maksud tertentu. Korelasi antara skor-skor yang didapatkan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes. Reliabilitas tes ulang menunjukkan sejauh mana skor pada tes dapat digeneralisasikan untuk berbagai kesempatan yang berbeda. b. Reliabilitas Tes Retes Metode paling jelas untuk menemukan reliabilitas skor tes adalah dengan mengulang tes yang sama pada kesempatan kedua. Tiap konstruk dikembangkan untuk menjelaskan dan mengorganisir konsistensi-konsistensi respons yang teramati. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda. atau di bawah kondisi pengujian yang berbeda.

Dengan demikian dua skor yang didapatkan oleh masingmasing peserta tes ini kemudian dikorelasikan dengan cara biasa. 1) Validitas Isi. karena hanya dibutuhkan penyelenggaraan tunggal atas satu bentuk tes saja. Jenis reliabilitas ini umumnya dihitung ketika instrumen-instrumen yang diskor secara subjektif digunakan dalam riset. seperti di bawah ini : a. d. Konsistensi antar soal ini dipengaruhi oleh dua sumber varians kesalahan : (1) pencuplikan isi (sebagaimana dalam bentuk alternatif dan reliabilitas belah separuh) . dua skor didapatkan untuk setiap orang dengan membagi tes menjadi paruhan-paruhan yang ekuivalen. Validitas secara sederhana dapat dikatakan sebagai sejauh mana sebuah instrumen dapat mengukur hal yang seharusnya diukur. Validitaspun dapat dipilah kembali menjadi beberapa jenis. Untuk mendapatkan reliabilitas belah-separuh. selanjutnya validitas isi terbagi menjadi 2 (dua).adalah ukuran stabilitas temporal dan konsistensi respons terhadap berbagai butir soal contoh (atau bentuk-bentuk tes). Setelah melihat dan mengulas dari keempat buku yang sudah dijabarkan. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa buku terakhir yaitu Psychological Testing karya Anne Anastasi dan Susana Urbina dapat dikatakan telah merangkum mengenai reliabilitas dari ketiga buku yang telah dijabarkan sebelumnya. semakin tinggilah konsistensi antar soal. dan (2) heterogenitas dari domain yang disampelkan. e. Reliabilitas Pemberi Skor Reliabilitas pemberi skor dapat ditentukan dengan memiliki sampel lembaran tes yang diskor secara terpisah oleh dua penguji. Jenis reliabilitas ini kadangkala disebut koefisien konsistensi internal. yaitu : Validitas muka (face validity) . c. dan koefisien korelasi yang dihasilkannya adalah ukuran reliabilitas pemberi skor. Tetapi untuk pembahasan mengenai validitas Saifuddin Azwar lebih baik dan mendalam dibanding dengan Anastasi dan Urbina. Jadi perumusan validitas dan reliabilitas yang baik dari kedua buku tersebut adalah sebagai berikut : 1. Semakin homogen domainnya. Reliabilitas Belah Separuh (Split-Half Reliability) Dengan cara ini. Reliabilitas Kuder-Richardson dan Koefisien Alpha Metode ini didasarkan pada konsistensi respons terhadap semua butir soal dalam tes. masalah pertamanya adalah bagaimana membagi tes dalam rangka mendapatkan paruhan-paruhan yang paling ekuivalen.

d. Menurut Magnusson. Validitas logik (logical/sampling validity) Validitas Konstrak Adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Allen & Yen. yaitu validitas prediktif dan konkruen. b. Prosedur validasi berdasar kriteria menghasilkan dua macam validitas. Reliabilitas Tes Retes Reliabilitas Bentuk Alternatif Reliabilitas Belah Separuh (Split-Half Reliability) Reliabilitas Kuder-Richardson dan Koefisien Alpha Reliabilitas Pemberi Skor . dapat dicapai melalui beberapa cara antara lain : 1) 2) Studi mengenai perbedaan diantara kelompok-kelompok yang menurut teori harus berbeda Studi mengenai pengaruh perubahan yang terjadi dalam diri individu dan lingkungannya terhadap hasil tes 3) Studi mengenai korelasi diantara berbagai variabel yang menurut teori mengukur aspek yang sama 4) c. Studi mengenai korelasi antaraitem atau antar belahan tes Validitas Berdasar Kriteria Menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor tes. 2.2) b. Reliabilitas Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. c. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor tes atau berupa suatu ukuran lain yang relevan. Yang terdiri dari : a. 1979). atau di bawah kondisi pengujian yang berbeda. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda. e.

2. maka secara tidak langsung instrumen tersebut sudah pasti teruji secara validitas. belah dua. tetapi reliabel sudah pasti valid. Oleh karena itu. instrumen yang baik akan menarik jawaban/data yang sama walaupun diberikan di waktu dan kondisi yang berbeda. Cara mengetahuinya melalui validitas isi (muka dan logik). 4. Secara sederhana dapat dirumuskan valid belum tentu reliabel. Namun. penggunaan atau pengkonstruksian yang salah akan berimbas pada penarikan data yang salah. Instrumen adalah titik tolak atau salah satu hal utama yang mempengaruhi hasil akhir sebuah penelitian. Reliabilitas adalah sebuah proses yang harus dilalui instrumen untuk mengetahui keandalan atau keajegan dari sebuah instrumen. konstrak. dan kriteria (prediktif dan konkruen). Dengan kata lain. dan pemberi skor. Kuder-Richardson dan koefisien alpha. 3. Validitas adalah sebuah proses yang harus dilalui instrumen agar dapat diketahui apakah instrumen yang sudah dikonstruksi telah mengukur aitem yang seharusnya diukur. Instrumen yang sudah teruji secara validitas belum tentu teruji secara reliabilitas. bentuk alternatif.KESIMPULAN 1. . Cara mengetahuinya melalui reliabilitas tes retes. Hal tersebut biasa dikenal dengan ³garbage tool garbage result´. bila instrumen tersebut sudah teruji secara reliabilitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful