----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang

Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang

STRATEGI MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF DALAM IKLIM KBK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

A. PENDAHULUAN Mutu pendidikan adalah sebagai prioritas di dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan. Di dalam UU No. 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional (propernas) tahun 2000-2004, menyebutkan bahwa program peningkatan mutu telah menjadi prioritas kedua setelah peningkatan pemerataan kesempatan di semua jenjang pendidikan. Kemudian kebijakan pemerintah tentang kurikulum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional (sisdiknas) bahwa kurikulum untuk pendidikan formal harus menggunakan pendekatan kompetensi. Dari adanya undang-undang tersebut di atas tentunya memberikan alternatif bagi terciptanya lulusan (out put, out come) pendidikan yang berkualitas. Namun demikian, ironisnya sampai saat ini belum adanya kejelasan tentang apa yang dimaksud dengan mutu pendidikan itu sendiri serta indikator untuk mencapainya. Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan disampaikan mengenai mutu pendidikan dan bagaimana mencapai mutu pendidikan tersebut dalam iklim manajemen berbasis kompetensi, dan akhirnya akan dijelaskan bahwa ternyata proses pendidikan adalah merupakan salah satu faktor yang kuat dalam menentukan mutu hasil pendidikan. Bagaimanapun canggihnya kurikulum tetapi tanpa adanya dukungan proses pendidikan yang baik, maka hasil pendidikan kurang dapat dipastikan bermutu. Oleh karena itu, proses pendidikan lebih banyak berhubungan dengan kemampuan manajemen kelas, maka peran manajemen kelas yang efektif akan memberikan kontribusi dalam menghasilkan mutu pendidikan. Pokok persoalannya kemudian pada manajemen kelas yang dikelola oleh para guru yang efektif di lembaga pendidikan dimana proses belajar mengajar

Strategi Belajar Mengajar

1

----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang
Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang

terjadi. B. PEMBAHASAN MASALAH Setiap lembaga pendidikan berperan sebagai wahana strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas bagi pembangunan bangsa, tak terkecuali madrasah telah turut menjalankan berbagai aktivitas kependidikan di pentas pendidikan nasional. Sebagai sub pendidikan nasional, madrasah, sekolah agama, pesantren dan Perguruan Tinggi harus dikelola secara terencana agar mampu menciptakan SDM yang memiliki kualitas keimanan, ketakwaan, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memelihara dan mengembangkan eksistensi bangsa. Karena itu, peranan madrasah perlu ditingkatkan melalui penguasaan pengetahuan dan kemampuan manajerial kependidikan guna mencapai efektivitas madrasah.1 Madrasah dengan berbagai sumber daya (resources) yang dimiliki harus dikerahkan dan dimanfaatkan untuk dapat menghadapi perubahan eksternal yang dipengaruhi dinamika ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pimpinan madrasah harus mendesain format pendidikan yang kompetitif dan inovatif untuk keperluan masa depan. Hanya dengan kesiapan manajemen pendidikan yang efektif, madrasah dapat merespon perubahan sehingga tidak akan mengalami stagnasi (kemacetan) dan ketinggalan dalam dinamika perubahan yang cepat.2 Perubahan yang cepat itu menuntut kepada para pakar, pengelola dan praktisi pendidikan perlu mencermati lingkungan strategis pendidikan di Indonesia. Lingkungan strategis ini menghadirkan berbagai tantangan, baik secara makro dan mikro, internal maupun eksternal menempatkan peranan manajemen menjadi sangat determinant (menentukan) bagi masa depan sebuah organisasi atau madrasah.3 Menurut Nurhattati, bahwa dalam penerapan MBS (Manajemen
1 Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Ciputat Press, Jakarta, 2005, cet. I., Juli, hal. 2 2 Ibid., hal. 3. 3 Ibid.

Strategi Belajar Mengajar

2

2). Keterlibatan warga madrasah dalam pengambilan keputusan madrasah menciptakan keterbukaan dan demokrasi yang sehat. orang tua. 2003. Madrasah dapat bersaing dengan sehat untuk meningkatkan mutu pendidikan. 1).----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang Berbasis Sekolah) itu mempunyai banyak manfaat. Peningkatan mutu. antara lain diperoleh melalui kekuasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Semarang. kelemahan. Madrasah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. Pedoman Implementasi Manajemen Berbasis Madrasah. 7). Penggunaan sumber daya pendidikan lebih hemat. 2005. dan pemerataan pendidikan. Madrasah secara sepenuhnya dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memajukan madrasahnya. 6). antara lain diperoleh melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah. bahwa tujuan dari MBS adalah untuk meningkatkan efesiensi. tepat dan terarah apabila masyarakat turut mengawasinya. Modul Manajemen Berbasis Sekolah. Madrasah dapat menjawab harapan masyarakat yang berubah dengan pendekatan yang tepat dan cepat. karena lebih bisa mengetahui peta kekuatan.5 4 Hj. peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. 5). 9 5 Tim WRI (Walisongo Reseach Institute) IAIN Walisongo Semarang. 3). (dkk). fleksibilitas pengelola sekolah dan kelas. mutu. Puslitbang Pendidikan Islam – Balitbang Agama dan Diklat Keagamaan. 7 Strategi Belajar Mengajar 3 . Jakarta. Peningkatan pemerataan pendidikan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu. hal. Peningkatan efisiensi. Tanpa Penerbit. Madrasah bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di madrasahnya kepada pemerintah. berlakunya sistem insentif dan disinsentif. Pengambilan keputusan partisipatif yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan madrasah karena madrasah lebih tahu apa yang terbaik bagi madrasahnya. khususnya masukan (in put) dan keluaran (out put) pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Nurhattati.4 Dengan kata lain. 4). peserta didik dan masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena sebagian masyarakat tumbuh rasa kepemilikan yang tinggi terhadap sekolah. peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi. hal. yaitu. 8).

dan bahkan dampaknya7. Pendekatan seperti ini mengandung tiga kelemahan. Suatu Pengantar. proses. Nurhadi. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan di Daerah dalam rangka Desentralisasi Pendidikan. Pustaka Pelajar. hal. Kemudian menurut berbagai literatur yang lain menunjukkan bahwa mutu pendidikan dapat dilihat dari berbagai sisi: masukan. 159-164 Strategi Belajar Mengajar 4 . tradisi. PT. Begitu pula dengan melihat mutu pendidikan dari luaran yang hanya mengandalkan pengukuran hasil belajar 6 Muljani A. Remaja Rosdakarya. 2002.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang Menurut Barnett (1992) 6 ada tiga aliran dalam mendekati konsep mutu pendidikan. dalam pendekatan terakhir ini yang dievaluasi adalah prosesnya bukan masukan atau luarannya. Bahkan mutu luaran hanya ditafsirkan dengan nilai hasil belajar yang bersifat kognitif saja yang tertera pada hasil nilai indek prestasi komulatif akhir. Pertama. hal. pendekatan mutu pendidikan dari segi masukan instrumental saja ternyata bisa menyesatkan karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa bukan masukan instrumental yang menunjang mutu pendidikan. tetapi dalam kenyataan sehari-hari mutu hanya didekati dari segi masukan instrumental dan luarannya saja dan bersifat ekstrinsik. yaitu bagaimana masukan instrumental itu digunakan dalam proses pendidikan. Oleh sebab itu. yaitu aliran obyektivitas. tetapi lebih kepada proses. luaran. Oleh karena itu. Sedangkan aliran relativitas berpandangan bahwa tidak ada kriteria yang absolut yang dapat diterapkan untuk menggambarkan mutu pendidikan secara valid karena pada hakekatnya setiap institusi pendidikan itu berbeda baik tujuan. maupun kondisi sosialnya. 12 7 Ace Suryadi Tilaar. 1993. Analisis Kebijakan Pendidikan. fokus pendekatannya adalah kualitas dalam arti aktivitas yang berkaitan dengan proses pendidikan. Aliran objektivitas berangkat dari asumsi bahwa dimungkinkan untuk mengidentifikasi dan menghitung aspek-aspek tertentu dari masukan (in put) dan luaran (out put) pendidikan yang menggambarkan mutu pendidikan. dengan menggunakan indikator kualitatif bukan kuantitatif. Yogyakarta. Sedangkan untuk aliran perkembangan lebih mendekati kualitas pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu kinerja dari lembaga pendidikan. Banduung. relativitas dan perkembangan.

hanya mampu melihat kulit luarnya saja. Penilaian dari segi afektif juga pernah diangkat oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2000 tentang perlunya pengukuran dan penilaian terhadap budi pekerti sebagai unsur hasil belajar. karena justru orang di dalam sekolah. Ketiga. Yang paling tahu bagaimana mutu pendidikan itu berkembang di dalam proses pendidikan. maka penilaian terhadap mutu pendidikan sebaiknya tidak hanya melihat yang ekstrinsik tetapi juga yang intrinsik terkandung di dalamnya. banyak lulusan tidak bisa bekerja dan sebagainya. mengacu mutu pendidikan dari kacamata luar saja. nilai dan tingkah laku. instansi pemerintah. namun sayangnya penilaian ini tidak dikembangkan lebih lanjut. sangat menyederhanakan makna mutu pendidikan. tidak lengkap dan bias. Faktor Penunjang Mutu Pendidikan Ada beberapa faktor yang dapat menunjang mutu pendidikan yaitu : Strategi Belajar Mengajar 5 . seperti tenaga pendidik. juga tidak memberikan gambaran yang komplit tentang mutu hasil pendidikan. bersifat parsial. supervisi dan lai-lain. Kedua. dan swasta (stakeholders) sebagai pengguna lulusan. hal ini belum adanya suatu alat untuk itu. namun standar yang bagaimanakah yang akan digunakan. misalnya pengusaha. yaitu seberapa besar pengaruh pendidikan yang diperoleh oleh peserta didik dalam bentuk perkembangan pengetahuan. sikap. Kemudian dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 tentunya pada sistem evaluasi akan dilakukan uji kompetensi dan keterampilan pada diri lulusan. penelitian terhadap mutu pendidikan secara ekstrinsik. Oleh karena itu. Mutu pendidikan harus ditafsirkan lebih luas yaitu didasarkan kepada efektifitas program pendidikan.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang kognitif. misalnya mengatakan mutu pendidikan rendah karena banyak sarjana yang menganggur.

harapan dan sikap masyarakat terhadap pendidikan dan sebagainya. 185. membagi informasi. dan penghasilan orang tua. Namun demikian. Artinya bahwa kedewasaan anak didik sangat tergantung dari fungsi guru di kelas maupun di luar kelas. kreasi mengoptimalkan sumber daya.. Lebih-lebih dalam implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang tahun kemarin telah diterapkan di dunia pendidikan Indonesia. sangat dipenuhi oleh kualitas profesionalisme guru. struktur organisasi yang mendukung. jumlah jam membaca di rumah. … hal. Paradigma Bsaru Pengelolaan Pendidikan di Daerah…op.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang (1) pengaruh latar belakang keluarga. (4) Manajemen yang meliputi kreasi meningkatkan demand. Bandung. merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kurikulum. (3) Laboratorium yang meliputi kelengkapan sarana prasarana. Hubungan fungsi guru dengan kemampuan mengajar yang mengfungsikan berbagai perangkat media mengajar. 2004. 47 10 E. cit. (2) Komponen buku yang meliputi digunakannya buku untuk belajar. Mulyasa. yang besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan adalah keadaan sosial ekonomi keluarga. pengalaman. kepemimpinan sekolah. tugas. 45 9 Ibid. penggunaan lembar kerja. Dijelaskan lebih lanjut oleh Nurhadi (2002) bahwa pengaruh latar belakang keluarga meliputi keadaan sosial ekonomi. tanggung jawab dan peran guru dalam pendidikan formal di sekolah sebagai ujung tombak dalam menentukan keberhasilan kurikulum. (2) pengaruh komponen pendidikan8. guru harus mampu 8 Muljani A. digunakan untuk pekerjaan rumah. lamanya persiapan mengajar. hal. Nurhadi. Menurut Woussman (2001)9 ada berbagai faktor yang mempengaruhi mutu hasil pendidikan yaitu: (1) Komponen guru yang meliputi lama mengajar di kelas. pemberdayaan dan komitmen. konteks pendidikan modern. Remaja Rosda Karya. menurut E. tingkat pendidikan. Mulyasa 10 . Karakteristik dan Implementasi. Dalam hal. Kurikulum Berbasis Kompetensi. pekerjaan. Konsep. mobilisasi masyarakat. pemilihan metode mengajar. efektifitas penggunaan laboratorium. PT. Posisi.. memberikan pekerjaan rumah. tingkat pendidikan. Strategi Belajar Mengajar 6 .

PT. Gunung Agung. Hal ini menuntut seorang guru untuk meningkatkan kualitas dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi. Dengan demikian jelaslah bahwa tugas. d. Fungsi guru yang selama ini selalu mendominasi penentuan arah pengembangan minat dan bakat anak didik. hal.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang menempatkan diri sebagai motivator dan fasilitator. 194 12 Norman M. bukan sebagai pemegang otoritas. untuk masa depan harus mulai diperhatikan dan melibatkan anak didik dalam menentukan arah dan minat mereka masing-masing. hal. tetapi yang paling besar pengaruhnya bukanlah tingkat pendidikan 11 Nana Syaodih Sukmadinata. c. Fungsi guru tidak selamanya harus difahami sebagai informatory tunggal bagi siswa. 2004. b. Gobel. Bandung. Gobel 11. e. sebab dalam konteks pendidikan dialogis guru harus mampu menghidupkan suasana belajar yang komunikatif dengan memancing interaksi dan partisipasi peserta didik dalam proses belajar. PT. Perubahan Peranan Guru. Teori dan Praktek. yaitu : a. terdapat beberapa perubahan fungsi dan peran guru dalam konteks pengembangan pendidikan di masa depan. 1983. Menurut M.12 Dari hasil penelitian Woussman tersebut nampaknya tenaga pendidik (dosen) memegang peranan penting dalam mempengaruhi mutu hasil pendidikan. Hubungan kerja sama antara guru seharusnya sudah mulai dipertimbangkan untuk lebih meningkatkan kemampuan mengajar guru dan memperkaya wawasan pengajaran guru. 4 Strategi Belajar Mengajar 7 . tetapi dapat dilaksanakan dan diakses dengan teknologi modern. tanpa batas. Jakarta. Guru harus lebih menunjukkan tanggung jawabnya sebagai perantara bagi peserta didik untuk mengakses pengetahuan daripada sebagai pemegang otoritas dalam memegang mata pelajaran atau sebagai nara sumber. Remaja Rosda Karya. Bahkan pada era global ini proses belajar mengajar tidak lagi dibatasi pada ruang yang sempit. tanggung jawab dan peran yang diemban guru di sekolah semakin kompleks. Proses pengajaran sudah mulai ditandai oleh penggunaan metode dan sarana yang lebih modern dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Pengembangan Kurikulum.

Mutu hasil pendidikan lebih banyak ditentukan oleh kualitas proses pendidikan dari pada kualitas masukan instrumental pendidikan sebagaimana telah diuraikan di atas. Pengaruh ini tidak terletak kepada berapa buah buku yang telah disediakan atau dibeli. Dosen yang mampu dan mau mengembangkan metode mengajar berarti telah mencari kesesuaian antar materi yang diajarkannya dengan metode penyampaiannya agar selaras dengan kharasteristik dan tingkat berfikir peserta didik agar mudah dipahami. Pengaruh manajemen pendidikan. dan tergantung dari percepatan belajarnya masing-masing. Bukan latar belakang pendidikan dosen/guru yang lebih utama dalam mempengaruhi mutu hasil pendidikan. Untuk itu sangat besar pengaruh dosen/guru agar buku tersebut digunakan. Beberapa hasil penelitian tentang hubungan antara pengalaman kerja dengan produktivitas optimalnya kalau sudah berpengalaman melakukan tugas ini antara 5 s/d 8 tahun. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman mengajar riil yang dilakukan di depan kelas. Pengaruh ini sangat penting dalam menghasilkan mutu pendidikan. tetapi seberapa besar intansitas buku itu dibaca. Pengaruh buku juga penting dalam mutu pendidikan. Ini berarti bahwa kemampuan untuk mengelola masukan instrumental secara integratif menjadi sangat penting. Lamanya persiapan mengajar di rumah menggambarkan kesiapan dosen/guru dalam menguasai materi yang akan diberikan. yaitu bukan mahal dan lengkapnya laboratorium yang memberikan kontribusi terhadap mutu pendidikan tetapi lebih kepada seberapa intensif laboratorium itu digunakan untuk melakukan berbagai percobaan dan praktik sehingga dapat diperoleh pengetahuan dan ketrampilan melalui pembuktian dan pengamatan gejala lapangan di laboratorium.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang dosen/guru tetapi berapa jam dosen/guru mengajar di kelas yang menggambarkan intensitas proses mengajar guru. digunakan dan dicerna baik di dalam kelas maupun di rumah. tetapi seberapa lama Strategi Belajar Mengajar 8 . misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah yang mengharuskan membaca buku tersebut. Pengaruh laboratorium juga hampir sama dengan buku. dan ini menggambarkan kualitas pengajaran.

http: Strategi Belajar Mengajar 9 .us/dsuwarja. KBK. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran manajemen pendidikan yang dapat mendorong berbagai komponen pendidikan tersebut berpengaruh positif dalam menunjang mutu pendidikan dalam iklim kurikulum berbasis kompetensi.Tersedianya buku dan sumber bacaan lain (internet) Perpustakaan dan Institut. Tersedianya buku untuk belajar pada dosen dan mahasiswa. di akses tanggal 9 Desember 2006. hal. 2. 4. 3. Dari beberapa konsep sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan kaitannya dengan faktor-faktor penunjang mutu pendidikan adalah sebagai berikut : 1. 6. 1 Guru. (Pikiran Rakyat. Manajemen kelas yang efektif oleh tenaga pendidik (dosen). Hasil keluaran dari KBK adalah terciptanya para lulusan yang menghargai keberagaman. 28 April 2003) 13 Dijelaskan lebih lanjut oleh Suwarja (2003) bahwa kurikulum berbasis kompetensi merupakan pergeseran penekanan dalam kurikulum dari isi (APA 13 Deny Suwarja. Tantangan Profesionalisme //artikel. Indra Djati Sidi. Begitu pula pengaturan jam pelajaran yang baik sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk dapat memanfaatkan perpustakaan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Agar interaksi itu intensif maka pola manajemen yang dilakukan haruslah mengarah kepada terjadinya proses pendidikan. Ir. 5. menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah untuk menghasilkan terjadinya demokratisasi pendidikan. Tersedianya tenaga pendidik (dosen) yang profesional.2003. Begitu pula laboratorium tidak akan pernah digunakan kalau dosen/guru praktek tidak cukup dihargai reputasinya dan tidak disediakan anggaran untuk membeli bahan-bahan paraktikum yang tidak murah. Keadaan sosial ekonomi keluarga mahasiswa. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dirjen Dikdasmen Dr. Kelengkapan alat dan efektivitas penggunaan laboratorium dakwah.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang interaksinya dengan peserta didik di kelas.html.

Kepala Litbang Diknas. belajar. penuh tanggung jawab. Kompetensi dasar merupakan pernyataan ukuran minimal memadai yang ditetapkan tentang pengetahuan. Kompetensi rumpun pelajaran adalah kinerja yang harus dicapai ketika siswa menyelesaikan suatu rumpun pelajaran yang terdiri dari suatu mata pelajaran atau lebih. pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang yang tertuang) ke kompetensi (BAGAIMANA harus berfikir. Kompetensi dasar ini harus dikembangkan. dan (4) Kompetensi dasar mata pelajaran. Gonzi (1997) dan Heger (1995) mendefinisikan kompeten secara lebih luas yakni: (1) Landasan kemampuan kepribadian. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 045/U/2002 kompetensi didefinisikan sebagai seperangkat tindakan cerdas. Pada keputusan Mendiknas RI No. sedangkan aspek kurikulum berbasis kompetensi adalah aspek pengalaman riil yang integral pada siswa dan proses menemukan yang menciptakan rangsangan lebih baik (inquiry). dilatihkan dan dialami siswa secara maju dan berkelanjutan seiring dengan perkembangannya untuk menjadi mahir berkinerja dalam memecahkan masalah14.. yang dimiliki seseorang sebagai syarat kemampuan untuk mengerjakan tugastugas di bidang pekerjaan tertentu. Oleh karena itu guru dan siswa diharapkan dapat mengetahui apa yang harus dicapai dan sejauhmana efektivitas belajar telah dicapai. yakni KBM. 3 Strategi Belajar Mengajar 10 . (2) Kompetensi lintas kurikulum. Namun. (3) Kompetensi rumpun pelajaran. Kompetensi tamatan merupakan kompetensi yang harus dicapai siswa ketika siswa tamat dari suatu jenjang pendidikan. dan ketrampilan hidup yang diperlukan siswa untuk mencapai seluruh potensinya dalam kehidupan dan dunia kerja. kompetensi lintas kurikulum merupakan kecakapan untuk belajar sepanjang hayat. bersikap dan melakukan). (2) Kemampuan penguasaan ilmu dan ketrampilan (know how 14 Ibid. ketrampilan. Boediono menegaskan paling kurang ada empat komponen yang harus dipersiapkan terkait dengan kurikulum berbasis kompetensi. serta penilaian berbasis kelas. …hal. Kompetensi dalam kerangka kurikulum ini meliputi: (1) Kompetensi tamatan. kurikulum dan hasil belajar.

berkualitas. dan dapat dipertanggungjawabkan. mutu.com/cetak/0203/01/0802. 2003. 4 Strategi Belajar Mengajar 11 . menilai dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab (to be). sedangkan kompetensi ketiga adalah kompetensi lain yang melengkapi dua kompetensi tersebut. kedua. (3) Kemandirian lembaga dalam memformat KBK dalam proses jadwal belajar. pikiran-rakyat. Beberapa kendala yang diprediksi akan menjadi PR utama lembaga pendidikan adalah : (1) Pengalaman guru yang masih minim. hal. Perbaikan Kurikulum Nasional 1994. Manajemen Kelas Yang Efektif Untuk Menunjang Mutu Pendidikan Bahwa tujuan dari MBS adalah untuk meningkatkan efesiensi. di akses tanggal 9 Desember 2006. Peningkatan pemerataan pendidikan antara lain 15 Eka Wardana. Menimbang Pendidikan Berbasis Kompetensi. dan menghargai nilainilai pluralisme dan kedamaian (live together). peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. kompetensi utama (core competencies) yakni kompetensi inti. saling menghormati. (4) Buku penunjang dan perangkat administrasi lainnya yang harus disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa15. http://www. kompetensi pendukung yang merupakan kompetensi penunjang (core competencies). antara lain diperoleh melalui kekuasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. (4) Kemampuan menyikapi dan berperilaku dalam berkarya sehingga dapat mandiri. htm. (5) Dapat hidup bermasyarakat dengan kerja sama. Peningkatan mutu. Kendala-kendala ini tentunya sebagai jembatan lembaga pendidikan untuk menuju hasil pendidikan yang memuaskan masyarakat. antara lain diperoleh melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah. Pertama. Setiap penerapan kebijakan pemerintah tentunya ada kendala-kendala yang dihadapi oleh pelaksana yang dalam hal ini adalah penyelenggara pendidikan. fleksibilitas pengelola sekolah dan kelas. (3) Kemampuan berkarya (know to do). Pada implementasi di lapangan kurikulum berbasis kompetensi terbagi dalam tiga kompetensi. (2) Alat penunjang kegiatan belajar.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang and how why) . Peningkatan efisiensi. dan pemerataan pendidikan. berlakunya sistem insentif dan disinsentif.

seperti halnya organisasi bisnis.17 Di era globalisasi ini. hukum. Perubahan kualitatif dalam bidang pendidikan di madrasah harus mencakup kurikulum. Mutu SDM itu sendiri ditentukan oleh pendidikan bermutu baik pada tingkat dasar. sarana prasarana. kemenangan ditentukan oleh mutu SDM. menengah maupun tinggi. suatu organisasi untuk menerapkan manajemen yang handal masih jalan di tempat.16 Memang sulit untuk penerapkan itu semua. harus ekstra keras mendesain perubahan organisasinya.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu. politik. Apalagi perubahan memang suatu keniscayaan. namun perubahan lembaga pendidikan sebaiknya direncanakan oleh para pimpinan atau kepala madrasah. hal. pasar budaya) berlangsung dan merasuki batang tubuh setiap organisasi. 7 17 Syafaruddin. bukan berubah apa adanya dan operasional rutinitas. Jangankan madrasah. Apalagi bagi organisasi pendidikan yang hanya terlibat dengan aktivitas rutinitas/operasional harian saja tentu akan semakin berat untuk merespon perubahan. Tentu saja setiap lembaga pendidikan pada umumnya dan madrasah pada khususnya jangan sampai tergilas oleh perubahan yang ada. 15 Modul Strategi Belajar Mengajar 12 . lalu tertinggal dan diabaikan masyarakatnya. ekonomi. Bagaimanapun. metode dan teknik pengajaran. Peran madrasah perlu diperkokoh melalui menajemen. kepemimpinan yang efektif untuk menentukan arah perubahan masyarakat. Manajemen Lembaga … op. Hal ini sesuai dengan cita-cita dan sumpah 16 Tim WRI (Walisongo Reseach Institute) IAIN Walisongo Semarang.cit. mutu guru. disebabkan begitu cepatnya perubahan eksternal (IPTEK. lapanga kerja. iklim dan manjemen merupakan tuntutan globalisasi harus diantisipasi para pimpinan lembaga pendidikan dewasa ini. Pendidikan memegang peranan kunci dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dimungkinkan karena sebagian masyarakat tumbuh rasa kepemilikan yang tinggi terhadap sekolah. madrasah harus mengelola perubahan yang diinginkannya. tapi tidak ada salahnya apabila hal itu dicoba..cit.. Manajemen Berbasis … op. hal.

Termasuk bagaimana upaya terbaik guru untuk mencapai tujuan ini. mereka berbeda tingkat kecakapan. 22-23 Strategi Belajar Mengajar 13 . kecerdasan. menguasai ilmu dan teknologi.… hal. dan keempat. ketiga. Padahal. yaitu : pertama.18 Kalau kita perhatikan secara mendalam. mandiri. Sistem manajemen pendidikan seperti ini memang sahih dan sangat tepat dalam konteks pemerataan kesempatan. yaitu bagaimana guru mengajar dan mengelola pengajaran yang disampaikan kepada peserta didik. menghayati nilai-nilai untuk bersatu dalam kebhinekaan. sumber daya pendidikan yang profesional. bakat dan kreativitasnya. demokratis. minat. sistem manajemen pendidikan yang ditempuh selama ini masih bersifat masal. kedua. demokratisasi proses pendidikan. yang memberikan perlakuan dan layanan pendidikan yang sama kepada semua peserta didik. Maka yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaan pendidikan yang berorientasi kepada SDM yang profesional. TQM dalam kegiatan belajar mengajar memusatkan perhatian pada 18 Ibid. partisipasi masyarakat di dalam mengelola pendidikannya (community based education). Layanan pendidikan anak berbakat dalam penyelenggaraannya tidak akan sempurna tanpa ada ulasan tentang manajemennya.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang dari founding fathers kita untuk membangun suatu masyarakat Indonesia yang kuat. Keempat faktor ini perlu dikembangkan dan dioptimalkan kemampuannya agar sistem dan manajemen pendidikan mampu memberdayakan manusia Indonesia di masa depan. sumber daya penunjang yang mememadai. Menurut Tilaar (2000) bahwa dalam mengelola sistem pendidikan nasional ada beberapa prinsip dasar untuk menuju masyarakat Indonesia baru. akan tetapi kurang menunjang usaha mengoptimalisasikan pengembangan potensi SDM secara cepat dan tepat. dan mampu bersaing dalam era kehidupan domestik dan global.. TQM (Total Quality Management) dalam kegiatan belajar mengajar memusatkan perhatian pada fungsi manajemen dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Manajemen sekolah berorientasi mutu yang akan dapat menggali partisipasi masyarakat memajukan setiap 19Al-Azhar. orientasi pada peserta didik. htm. peserta didik dipandang sebagai karyawan (unsur sekolah).----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang fungsi manajemen yang mentransformasikan upaya guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. 2 .3 Unggul/Plus”. berarti guru memberdayakan peserta didik dengan melibatkan mereka dalam keputusan manajemen penting yang berdampak pada mereka. untuk memecahkan masalah utama dan dibentuknya kelompok kerja intra departemen yang disebut gugus kualitas (quality circle).net/indo/yayasan/yayasan 3. Guru memainkan peran "manajer" dengan memandang peserta didik sebagai: Pertama. Kedua. TQM merupakan suatu "pergeseran paradigma" dan berupaya mencapai suatu bentuk budaya baru dalam lembaga atau perusahaan. sebagai "pelanggan" (customer). Guru menekankan upaya memperoleh umpan balik dari peserta didik sebagai cam untuk menentukan kebutuhan peserta didik.alazhar- Strategi Belajar Mengajar 14 .19 Paradigma baru pendidikan yang diungkapkan di atas perlu dicermati dan diaplikasikan pada setiap sekolah. dukungan pada kerja kelompok dan keinginan yang berkesinambungan untuk memperbaiki diri. TQM memandang kegiatan belajar mengajar sebagai proses yang dapat dikelola dan menyuarakan bahwa suatu ikhtiar atau usaha yang mungkin dilakukan untuk bisa mencapai tujuan dalam pendidikan terletak pada penerapan ide TQM pada proses kegiatan belajar mengajar. http://www. Target TQM adalah perbaikan yang berkesinambungan di seluruh organisasi. Pelaksanaan TQM seringkali harus dibentuknya tim perbaikan pelaksanaan yang fungsinya (cross functional) diambil dari berbagai tingkatan. hal. “Manajemen Sekolah kemang. Keprofesionalan sumber daya personil sekolah menjadi satu pilar utama keberhasilan organisasi pendidikan menghasilkan sumber daya yang bermutu. Kekuatan model TQM kegiatan belajar mengajar terletak pada kemampuannya untuk mengajukan hipotesa mengenai strategi mengajar yang meningkatkan keberhasilan belajar serta penekanan pada kualitas produk.

penggerakan (actuating). Manajemen merupakan satu bab sistem dalam sistem sekolah. kurikulum.. pengorganisasian (organizing). 26 Strategi Belajar Mengajar 15 . 23 21 Ibid. Dengan kata lain. Fattah (1996) menjelaskan bahwa aplikasi paham sistem terhadap proses manajemen dan proses pendidikan dalam wadah-wadah keorganisasian merupakan strategi pemecahan masalah pendidikan yang kompleks. Manajemen Lembaga… op. 1989) para pendidik perlu memahami batang tubuh teori manajemen yang berasal dari aktivitas industri dan komersial agar dapat diadaptasi yang dalam berbeda tujuan yang ingin dicapai teori. Menurut Squire (Riches dan Morgan. madrasah. dan menggunakannya dalam praktek dan kemudian memberikan kontribusi dalam formulasi kepada yang bentuk modifikasi pengembangannya. 24-25 22 Ibid. metode..21 Betapa pentingnya aplikasi manajemen dalam pendidikan. kualitas lulusan sekolah agama. oleh mereka.22 Manajemen kelas yang efektif menurut Nurdin (2002) adalah 20 Syafaruddin. fasilitas) yang dikembalikan kepada masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau menjadi anggota masyarakat yang baik. komunikasi (communicating) sebagai fungsi-fungsi manajemen adalah perlu dipelajari dan dipahami oleh pimpinan dan manajer lembaga pendidikan yang menginginkan keberhasilan organisasi pendidikan yang dikembangkannya maka manajemen dan kepemimpinan harus berfungsi efektif. dan pengawasan (controlling) yang didukung keterampilan memimpin atau kepemimpinan (leadership). hal. sarana.20 Lebih lanjut. …hal. biaya) kemudian diolah dalam proses pembelajaran (guru. bekerja secara terampil dan berguna bagi bangsa. Proses pembelajaran di sekolah dan keluaran lulusan ditentukan oleh efektivitas manajemen sebagai sub sistem.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang sekolah dengan pendekatan sistem yang padu. pesantren dan PTAI ditentukan oleh manajemen yang dijalankan oleh pimpinan lembaga pendidikan Islam. Pengetahuan digunakan dalam menjalankan organisasi pendidikan sejak dari perencenaan (planning).… hal.cit. Masukan sekolah dari masyarakat (anak didik..

jelas. tegas. merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK) secara spesifik. Ketiga. yaitu merancang secara teliti prosedur penilaian atau evaluasi sesuai dengan tujuan instruksional khusus (TIK) yang hendak dicapai. penentuan tujuan mengajar. penerbit. dengan menggunakan kata kerja yang operasional. Indikator yang kedua kemampuan guru dalam melaksanakan proses 23 Syafruddin Nurdin. Jakarta. kegiatan belajar mengajar dan strategi instruksional yang dikembangkan. 84 Strategi Belajar Mengajar 16 . Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Keenam. relevan berdasarkan tujuan instruksional umum. juga dalam merumuskan tujuan instruksional haruslah yang jelas yaitu disamping menyebutkan pelaku (audience). sumber bahan dari buku dan masyarakat yang didasarkan kepada. yaitu dalam menyampaikan materi pelajaran hendaklah menggunakan bahasa yang jelas. operasional. juga menyebutkan kompetensi atau perilaku akhir yang diharapkan dapat dilakukan mahasiswa. Di samping itu. Lebih lanjut Nurdin (2002) menyatakan bahwa indikator yang pertama. kegiatan belajar siswa. (2) Kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar23. jelas. Kedua. yaitu merinci materi pelajaran yang didasarkan kepada bahan pelajaran dalam GBPP dan TIK yang hendak dicapai. yaitu merumuskan Tujuan Instruksional Umum (TIU) atau memindahkan rumusan TIU yang terdapat dalam kurikulum/GBPP ke dalam satuan pelajaran. yaitu memilih alat peraga. yaitu: (1) Kemampuan guru dalam mendesain program pengajaran. Ciputat Press. evaluasi. alat dan sumber. serta mengemukakan dengan jelas sumber dan alat tersebut (pengarang. nama buku. kemampuan guru dalam mendisain program pengajaran mencakup sebagai berikut: Pertama. logis sesuai dengan TIK yang hendak dicapai dan materi pelajaran yang akan disampaikan. mudah dipahami dan ditulis menurut ketentuan yang berlaku (EYD). yaitu merencanakan kegiatan belajar mengajar secara cermat. yang meliputi strategi/metode dan pokok-pokok kegiatan siswa-guru. hal. Ketujuh. TIK. sistematis. bahan pengajaran yang akan disajikan. pemilihan materi sesuai dengan waktu.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang mencakup dua sisi. strategi optimum. tahun dan lain-lain). 2002. Kelima.

2. dan guru sejawat. 2. 5. Di samping guru mengembangkan manajemen kelas yang efektif. Jakarta. 3. Kemampuan hubungan dengan tanggung jawab professional24. Kemampuan guru dalam mengajar dan kemampuan siswa dalam belajar. Mendorong dan menggalakkan keterlibatan siswa dalam pengajaran. Petunjuk Pelaksanaan Muatan Lokal. Menggunakan strategi optimum. Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan. Surabaya. 5. Menggunakan alat dan sumber yang baik dan jelas. Pemilihan materi sesuai dengan waktu. Kemampuan hubungan interpersonal yang meliputi siswa. 3. Menggunakan metode. Beberapa hasil penelitian26. 73 26 Piet A Sahertian. 1994. 23-30 dalam setiap pengajarannya di kelas hendaklah dapat mengelola kelasnya secara efektif Strategi Belajar Mengajar 17 . 1981. supervisor. 85-101 25 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Merumuskan tujuan instruksional yang jelas. Perencanaan dan persiapan mengajar.. 4. 4. Departemen P dan K. Kegiatan belajar siswa yang berkualitas. dan 6. alat. dan bahan pembelajaran. … hal. Usaha Nasional. Sedangkan menurut Depdikbud (1994) manajemen kelas yang efektif menurut guru agar dalam proses belajar mengajar (PBM) antara lain sebagai berikut: 1. Dengan demikian maka setiap tenaga pendidik sebagaimana tersebut di atas yaitu sebagai berikut: 1. Kemampuan mengumpulkan dan menggunakan informasi hasil belajar. 2.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang belajar mengajar mencakup sebagai berikut : 1. media. Melaksanakan evaluasi. menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada empat peran supervisi (pimpinan) untuk mendukung agar guru/dosen memiliki kemampuan dalam mengelola kelas. 3. hal. hal. yaitu: (1) Kemampuan mengarahkan proses dan fokus pengajaran (instruksional leader) 24 Ibid. Melaksanakan evaluasi pengajaran siswa dalam proses belajar mengajar25. perlu juga dukungan dari para pimpinan sebagai supervisi pendidikan untuk menunjang mutu pendidikan.

KESIMPULAN Manajemen kelas yang efektif adalah merupakan dasar peningkatan mutu pendidikan. ini merupakan upaya agar fakultas selalu lebih maju dari sebelumnya. ini dapat dipahami karena konsep tentang kurikulum berbasis kompetensi adalah berangkat dari asumsi bahwa ujung tombak peningkatan mutu pendidikan akhirnya adalah kompetensi mahasiswa dari proses belajar mengajar di sekolah. (3) Mengembangkan kepemimpinan kolektif (distributed leadership) yaitu dengan membagi wewenang dan tanggung jawab dengan stafnya. C. Maka saran konstruktif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan selanjutnya. D. (2) Memimpin program perubahan dan pengembangan kelas. dan ekstra kurikuler dalam rangka pengembangan potensi peserta didik secara utuh. Sehingga dengan ini keputusan menjadi lebih legitimate dan menghasilkan komitmen yang sangat diperlukan dalam implementasinya. PENUTUP Demikianlah makalah ini penulis buat.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang dalam hal ini pimpinan bukanlah birokrat tetapi lebih kepada pemimpin dalam system pengajaran yang lebih bertumpu kepada nilai-nilai pendidikan dari pada nilai-nilai administrasi publik. (4) Menjadi pusat penegakan moral. Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi Strategi Belajar Mengajar 18 . Rancangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikembangkan mencakup seluruh komponen intra kurikuler. bimbingan. penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari sempurna. dan manajemen kelas menjadi tugas dan wewenang masing-masing guru. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa manajemen kelas yang efektif yang diterapkan oleh dosen akan menunjang terwujudnya mutu pendidikan dalam iklim kurikulum berbasis kompetensi. Sedangkan penterjemahannya ke dalam bentuk satuan pelajaran.

Perubahan Peranan Guru. Amin. M. P dan K. Gobel. 1994). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. (Jakarta: Ciputat Press. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan di Daerah dalam Rangka Desentralisasi Pendidikan. Norman.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang penulis dan umumnya bagi para pembaca yang budiman.. 2002) 19 Strategi Belajar Mengajar . (Jakarta: PT. (Bandung: PT. (http://www.alazharkemang. “Manajemen Sekolah Unggul/Plus”. Muljani A. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1983) Mulyasa. Syafruddin.net/indo/yayasan/yayasan 3. Gunung Agung. DAFTAR PUSTAKA Al-Azhar. 2002) Nurhadi. (Jakarta: Dep. Petunjuk Pelaksanaan Muatan Lokal. Remaja Rosdakarya. E. htm). (9 Desember 2006) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2003) Nurdin.

(Jakarta: Ciputat Press. 2005) Sahertian. Nana. Pedoman Implementasi Manajemen Berbasis Madrasah. (Surabaya: Usaha Nasional. 2005) Tim WRI (Walisongo Reseach Institute) IAIN Walisongo Semarang. 2004) Suryadi. 1981) Sukmadinata. (9 Desember 2006) Syafaruddin. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.htm. Perbaikan dari Kurikulum Nasional 1994. 2003). Menimbang Pendidikan BerbasisKompetensi. (http://artikel. Deny. Suatu Pengantar. Analisis Kebijakan Pendidikan. Eka. (Bandung: PT. Syaodih. 1993) Suwarja. Teori dan Praktek. (http://www. KBK.us/dsuwarja. Remaja Rosdakarya. (dkk). (Bandung: PT. (Jakarta: Puslitbang Pendidikan Islam – Balitbang Agama dan Diklat Keagamaan. Piet A.pikiranrakyat. html. Ace. Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan. (Semarang: Tanpa Penerbit. Modul Manajemen Berbasis Sekolah. 2003). Remaja Rosda Karya.com/cetak/0203/01/0802. (9 Desember 2006) Strategi Belajar Mengajar 20 . Hj. Tantangan Profesional Guru. Pengembangan Kurikulum.----------------------------------------------------Strategi Manajemen Kelas yang Efektif Dalam Iklim KBK Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan AKTA IV SETIA WS Semarang Nurhattati. 2003) Wardana. Tilaar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful