BAHAN KIMIA BERBAHAYA DAN KESELAMATAN KESEHATAN!

Posted on August 17, 2010 by adhimaswijaya Artikel ini mengingatkanku pada kuliah Pengelolaan Laboratorium dan Seminar Manajemen LAb yang kuikuti satu tahun yang lalu. Di bawah ini adalahdaftar lengkap indikasi bahan kimia berbahaya yang wajib diketahui oleh siapapun dan keselamatan kerja yang perlu diperhatikan. Semoga dapat bermanfaat

1. BAHAN KIMIA BERBAHAYA
Bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang pembuatan, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan penggunaanya menimbulkan atau membebaskan debu, kabut, uap, gas, serat, atau radiasi sehingga dapat menyebabkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, keracunan dan bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan bagi orang yang berhubungan langsung dengan bahan tersebut atau meyebabkan kerusakan pada barang-barang. >>Penggunaan Bahan Kimia Bahan kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja yang dapat dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : 1. Industri Kimia, yaitu industri yang mengolah dan menghasilkan bahanbahan kimia, diantaranya industri pupuk, asam sulfat, soda, bahan peledak, pestisida, cat , deterjen, dan lain-lain. Industri kimia dapat diberi batasan sebagai industri yang ditandai dengan penggunaan proses-proses yang bertalian dengan perubahan kimiawi atau fisik dalam sifat-sifat bahan tersebut dan khususnya pada bagian kimiawi dan komposisi suatu zat. 2. Industri Pengguna Bahan Kimia, yaitu industri yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses, diantaranya industri tekstil, kulit, kertas, pelapisan listrik, pengolahan logam, obat-obatan dan lain-lain. 3. Laboratorium, yaitu tempat kegiatan untuk uji mutu, penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Kegiatan laboratorium banyak dipunyai oleh industri, lembaga penelitian dan pengembangan, perusahaan jasa, rumah sakit dan perguruan tinggi. Dalam lingkungan kerja tersebut, banyak bahan kimia yang terpakai tiap harinya sehingga para pekerja terpapar bahaya dari bahan-bahan kimia itu. Bahaya itu terkadang meningkat dalam kondisi tertentu mengingat sifat bahan-bahan kimia itu, seperti mudah terbakar, beracun, dan sebagainya. Dengan demikian, jelas bahwa bekerja dengan bahan-bahan kimia mengandung risiko bahaya, baik dalam proses, penyimpanan, transportasi, distribusi, dan penggunaannya. Akan tetapi,

Kerusakan dapat berupa luka. 3. hati. Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine. Secara umum bahan kimia berbahya diklasifikasikan menjadi beberapa golongan diantaranya sebagai berikut : 1. dan saluran pernafasan. . Zat-zat tersebut dapat langsung mengganggu organ-organ tubuh tertentu seperti hati. 4. 2. peradangan. atau cairan limpa dan menghasilkan efek kesehatan pada jangka panjang. Tetapi dapat juga zat-zat tersebut berakumulasi dalam tulang. Pada umumnya zat toksik masuk lewat pernafasan atau kulit dan kemudian beredar keseluruh tubuh atau menuju organ-organ tubuh tertentu. iritasi (gatal-gatal) dan sinsitisasi (jaringan menjadi amat peka terhadap bahan kimia). penanganan yang benar akan dapat mengurangi atau menghilangkan risiko bahaya yang diakibatkannya.betapapun besarnya bahaya bahan-bahan kimia tersebut. Reaksi kebakaran yang amat cepat dapat juga menimbulkan ledakan. sel efitel dan keringat. paru-paru. Bahan Kimia Peledak (Explosive) Adalah suatu zat padat atau cair atau campuran keduanya yang karena suatu reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi. lewat pernafasan atau kontak lewat kulit. sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. saluran pencernaan. Bahan Kimia Korosif (Corrosive) Adalah bahan kimia yang karena reaksi kimia dapat mengakibatkan kerusakan apabila kontak dengan jaringan tubuh atau bahan lain. mata. darah. >> Klasifikasi Umum Klasifikasi atau penggolongan bahan kimia berbahaya diperlukan untuk memudahkan pengenalan serta cara penanganan dan transportasi. Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable) Adalah bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. dan lain-lain. Bahan Kimia Beracun (Toxic) Adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia atau menyebabkan kematian apabila terserap ke dalam tubuh karena tertelan. Zat korosif dapat bereaksi dengan jaringan seperti kulit.

Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air (Water Sensitive Substances) Adalah bahan kimia yang amat mudah bereaksi dengan air dengan mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam (Acid Sensitive Substances) Adalah bahan kimia yang amat mudah bereaksi dengan asam menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar atau gas-gas yang beracun dan korosif. Gas mudah terbakar 2. tetapi dapat menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran bahan-bahan lainnya. Tabel : Klasifikasi bahan berbahaya berdasarkan PBB Klas Klas I Penjelasan Dapat terurai pada suhu dan tekanan tertentu dan mengeluarkan gas kecepatan tinggi dan merusak sekeliling 1. Bahan Kimia Radioaktif (Radioactive Substances) Adalah bahan kimia yang mempunyai kemampuan memancarkan sinar radioaktif dengan aktivitas jenis lebih besar dari 0. ada yang dibuat sengaja untuk tujuan peledakan atau bahan peledak seperti trinitrotoluene (TNT). Gas Bertekanan (Compressed Gases) Adalah gas yang disimpan dibawah tekanan. >> Sistem Klasifikasi PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) memberikan klasifikasi bahan berbahaya seperti tabel berikut ini. Bahan Kimia Oksidator (Oxidation) Adalah suatu bahan kimia yang mungkin tidak mudah terbakar. baik gas yang ditekan maupun gas cair atau gas yang dilarutkan dalam pelarut dibawah tekanan. 5. 9. 7. Gas tidak mudah terbakar (Eksplosif) Klas II (Cairan mudah terbakar) . 8.Zat eksplosif amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis (gesekan atau tumbukan). Suatu bahan kimia dapat termasuk diantara satu atau lebih golongan di atas karena memang mempunyai sifat kimia yang lebih dari satu sifat. 6. nitrogliserin dan ammonium nitrat (NH4NO3).002 microcurie/gram.

Zat yang mudah terbakar dengan sendirinya 3. tidak terkena sinar matahari langsung dan jauh dari sumber panas. jauh dari bahaya kebakaran dan bahan yang inkompatibel (tidak dapat dicampur) harus dipisahkan satu sama lainnya. Bahan Kimia Beracun (Toxic) Bahan ini dalam kondisi normal atau dalam kondisi kecelakaan ataupun dalam kondisi kedua-duanya dapat berbahaya terhadap kehidupan sekelilingnya.P <23oC 2. Cairan : F.P = flash point) (Bahan mudah terbakar 1.P >23oC Klas IV ( F. Zat menyebabkan infeksi Aktifitas : 0. Zat padat mudah terbakar selain klas II dan III) 2. Penyimpanan bahan kimia berbahaya sebagai berikut : 1. 2. Cairan : F. Oksidator bahan anorganik 2. Mengabaikan sifat-sifat fisik dan kimia dari bahan yang disimpan akan mengandung bahaya seperti kebakaran. sehingga tempat/ruangan yang ada dapat di manfaatkan sebaikbaiknya dan aman. Peroksida organik 1. peledakan. Bahan beracun harus disimpan dalam ruangan yang sejuk. dan berbagai kombinasi dari pengaruh tersebut. tempat yang ada peredaran hawa. Jika panas mengakibatkan proses penguraian pada bahan tersebut maka tempat penyimpanan harus sejuk dengan sirkulasi yang baik. Bahan Kimia Korosif (Corrosive) . Gas beracun Klas III (Bahan mudah terbakar) 1. mengeluarkan gas/uap/debu beracun. Zat beracun 2.3.002 microcury/g Bereaksi dan merusak Klas V Klas VI (Zat racun) Klas VII (Zat radioaktif) Klas VIII (Zat korosif) >> Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya Mengelompokkan bahan kimia berbahaya di dalam penyimpanannya mutlak diperlukan. Zat yang bila bereaksi dengan air dapat mengeluarkan gas mudah terbakar (Zat pengoksidasi) 1.

Singkirkan semua sumber api dari tempat penyimpanan g. Api dari bahan padat berkembang secara pelan. Wadah/kemasan dari bahan ini harus ditangani dengan hati-hati. Di daerah penyimpanan dipasang tanda dilarang merokok h. bahan yang mudah menjadi panas dengan sendirinya atau bahan yang bereaksi dengan udara atau uap air yang lambat laun menjadi panas e. 3. Tempat penyimpanan harus terpisah dari bahan oksidator kuat. Semua logam disekeliling tempat penyimpanan harus dicat dan diperiksa akan adanya kerusakan yang disebabkan oleh korosi. Di tempat penyimpanan tersedia alat-alat pemadam api dan mudah dicapai f. Lokasi penyimpanan agak dijauhkan dari daerah yang ada bahaya kebakarannya d. sehingga bocoran uap akan diencerkan konsentrasinya oleh udara untuk mencegah percikan api c. dan memiliki ventilasi yang baik. Bahan ini harus disimpan dalam ruangan yang sejuk dan ada peredaran hawa yang cukup untuk mencegah terjadinya pengumpulan uap. Pada tempat penyimpanan harus tersedia pancaran air untuk pertolongan pertama bagi pekerja yang terkena bahan tersebut.Beberapa jenis dari bahan ini mudah menguap sedangkan lainnya dapat bereaksi dahsyat dengan uap air. Tempat penyimpanan mempunyai peredaran hawa yang cukup. memiliki perlengkapan saluran pembuangan untuk tumpahan. Pada daerah penyimpanan dipasang sambungan tanah/arde serta dilengkapi alat deteksi asap atau api otomatis dan diperiksa secara periodik 4. Dalam penyimpanannya harus diperhatikan sebagai berikut : a. Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable) Praktis semua pembakaran terjadi antara oksigen dan bahan bakar dalam bentuk uapnya atau beberapa lainnya dalam keadaan bubuk halus. Penyimpanannya harus terpisah dari bangunan lain dengan dinding dan lantai yang tahan terhadap bahan korosif. Uap dari asam dapat menyerang/merusak bahan struktur dan peralatan selain itu beracun untuk tenaga manusia. dalam keadaan tertutup dan dipasang label. Bahan Kimia Peledak (Explosive) . Disimpan pada tempat yang cukup dingin untuk mencegah penyalaan tidak sengaja pada waktu ada uap dari bahan bakar dan udara b. sedangkan api dari cairan menyebar secara cepat dan sering terlihat seperti meledak.

api terbuka atau nyala api. lubang tambang. terowongan. Ruang penyimpanan harus merupakan bangunan yang kokoh dan tahan api. Daerah tempat penyimpanan harus bebas dari rumput kering. 5. dan janganlah menggunakan sprinkler otomatis di dalam ruang simpan. maka bahan asam dapat juga disimpan dalam gudang yang terbuat dari kayu yang berventilasi. agar pengaruh ledakan sekecil mungkin. berlokasi ditanah yang tinggi. Karena banyak dari bahan ini yang mudah terbakar maka tempat penyimpanan bahan ini harus tahan air. gemuk. uap panas atau larutan air yang lambat laun mengeluarkan panas atau gas-gas yang mudah menyala. dan gedungnya harus tahan api. bahan sisa yang dapat terbakar. Ruangan penyimpanan untuk bahan ini harus diusahakan agar sejuk. Bahan Kimia Oksidator (Oxidation) Bahan ini adalah sumber oksigen dan dapat memberikan oksigen pada suatu reaksi meskipun dalam keadaan tidak ada udara. Tempat penyimpanan bahan ini harus diusahakan agar suhunya tetap dingin.Terhadap bahan tersebut ketentuan penyimpananya sangat ketat. berventilasi. lantainya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan loncatan api. jalan raya dan bangunan. sumber penyalaan api harus disngkirkan dan diperiksa secara berkala. Penyimpanan tidak boleh dilakukan di dekat bangunan yang didalamnya terdapat oli. atau material yang mudah terbakar. hydrogen dan gas-gas yang mudah menyala. dan tetap terkunci sekalipun tidak digunakan. Alat-alat pemadam kebakaran biasanya kurang efektif dalam memadamkan kebakaran pada bahan ini. bensin. terpisah dari penyimpanan bahan lainnya. 7. Beberapa bahan oksidator memerlukan panas sebelum menghasilkan oksigen. memiliki sirkulasi udara yang baik dan bebas dari kelembaban. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam (Acid Sensitive Substances) Bahan ini bereaksi dengan asam dan uap asam menghasilkan panas. Bahan asam dan uap dapat menyerang bahan struktur campuran dan menghasilkan hydrogen. sedangkan jenis lainnya dapat menghasilkan oksigen dalam jumlah yang banyak pada suhu kamar. ada peredaran hawa. bendungan. Untuk penerangan harus dipakai penerangan alam atau lampu listrik yang dapat dibawa atau penerangan yang bersumber dari luar tempat penyimpanan. Bahan ini harus dijauhkan dari bahan bakar. tanah cekung belukar atau hutan lebat. 6. bahan yang mudah terbakar dan bahan yang memiliki titik api rendah. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air (Water Sensitive Substances) Bahan ini bereaksi dengan air. Jika konstruksi gudang . baik penutupan ataupun pengasapan. ada baiknya memanfaatkan perlindungan alam seperti bukit. letak tempat penyimpanan harus berjarak minimum 60[meter] dari sumber tenaga. sampah. hal ini dikarenakan bahan oksidator menyediakan oksigen sendiri.

sindroma gas trointestinal dan sindroma kelainan darah. Bahan ini meliputi isotop radioaktif dan semua persenyawaan yang mengandung radioaktif. peralatan teknis yang diperlukan dan mendapat izin dari BATAN. 8. tidak dicampur dengan bahan lain yang dapat membahayakan. Gedung penyimpanan harus tahan api dan harus ada tindakan preventif agar silinder tetap sejuk bila terjadi kebakaran. jauh dari saluran pipa panas di dalam ruangan yang ada peredaran hawanya. packing/kemasan dari bahan radioaktif harus mengikuti ketentuan khusus yang telah ditetapkan dan keutuhan kemasan harus dipelihara. tenaga yang terlatih untuk bekerja dengan zat radioaktif. bebas dari sinar matahari langsung. Efek somatik akut bila terkena radiasi 200[Rad] sampai 5000[Rad] yang dapat menyebabkan sindroma system saraf sentral. 13 Tahun 1975 Tentang Pengangkutan Zat Radioaktif Maka Peta Keterkaitan Kegiatan untuk tata letak penyimpanan material kimia berbahaya berdasarkan ketentuan safety tersebut di atas adalah sebagai berikut : .trbuat dari logam maka harus di cat atau dibuat kebal dan pasif terhadap bahan asam. 9. Efek genetik mempengaruhi alat reproduksi yang akibatnya diturunkan pada keturunan. Gas Bertekanan (Compressed Gases) Silinder dengan gas-gas bertekanan harus disimpan dalam keadaan berdiri dan diikat dengan rantai atau diikat secara kuat pada suatu penyangga tambahan. Pemakai zat radioaktif dan sumber radiasi harus memiliki instalasi fasilitas atom. misalnya dengan memasang sprinkler. efek somatik dapat akut atau kronis. 11 Tahun 1975 Tentang Keselamatan Kerja terhadap radiasi Peraturan pemerintah No. sedangkan efek somatik kronis terjadi pada dosis yang rendah. Bahan Kimia Radioaktif (Radioactive Substances) Radiasi dari bahan radioaktif dapat menimbulkan efek somatik dan efek genetik. 12 Tahun 1975 Tentang izin Pemakaian Zat Radioaktif dan atau Sumber Radiasi lainnya Peraturan Pemerintah No. Peraturan perundangan mengenai bahan radioaktif diantaranya : y y y y Undang-Undang Nomor 31/64 Tentang Ketentuan Pokok Tenaga Atom Peraturan Pemerintah No. Penyimpanannya harus ditempat yang memiliki peralatan cukup untuk memproteksi radiasi. Ruang penyimpanan harus dijaga agar sejuk .

>>Lembar Data Bahaya Lembar data bahaya (Hazard Data Sheets/HDSs) terkadang disebut Material Safety Data Sheets (MSDSs) atau Chemical Safety Data Sheet (CSDSs) adalah lembar informasi yang detail tentang bahan-bahan kimia. Umumnya lembar ini disiapkan dan dibuat oleh pabrik kimia atau suatu program. International Labour Organization (ILO). HDSs/MSDSs/CSDSs merupakan sumber informasi tentang bahan kimia yang penting dan dapat diakses tetapi . seperti International Programme On Chemical Safety (IPCS) yang aktifitasnya terkait dengan World Health Organization (WHO). dan United Environment Programme (UNEP).Gambar Peta keterkaitan kegiatan untuk penyimpanan raw material.

dan nomor darurat untuk menelepon setelah jam kerja. Informasi pada bagian ini . nomor telepon. Untuk mengatasi keterbatasan ini. Bagian 4 : Data Kebakaran Dan Ledakan Bagian ini mendata titik nyala api dan batas mudah terbakar atau meledak. merupakan ide yang baik bagi pengguna produk untuk menelepon pabrik pembuat produk sehingga mendapatkan informasi tentang produk tersebut sebelum terjadi hal yang darurat. dan lainlain.kualitasnya dapat bervariasi. Jika anda menggunakan HDSs. Informasi berikut harus muncul pada semua lembar data bahaya. serta menjelaskan kepada anda bagaimana memadamkan api. Lembar data bahaya juga harus mendaftar sinonim produk atau substansinya. dan yang didata bila komposisinya • 1% dari produk. Identifikasi pabrik : nama pabrik atau supplier. density. Bagian 1 : Identifikasi produk dan pabrik Identifikasi produk : nama produk tertera disini dengan nama kimia atau nama dagang. Keterbatasan lain yang serius adalah seringnya tidak memuat informasi yang cukup tentang bahaya dan peringatan penting yang anda butuhkan ketika bekerja dengan bahan kimia tertentu. Batas konsentrasi yaitu Permissible Exposure Limit (PEL) dan The Recommended Threshold Limit Value (TLV ) harus didata dalam HDSs. kapanpun dimungkinkan untuk menggunakan sumber informasi lain secara bersama-sama dengan HDSs. hanya bahan-bahan berbahaya saja yang tercantum pada daftar khusus bahan kimia. sebagai contoh. tanggal HDSs dibuat. bau. Suatu ide yang baik untuk mewakili kasehatan dan keselamatan dengan menyimpan lembar data bahaya pada setiap penggunaan bahan kimia di tempat kerja. HDSs sering sulit untuk dibaca dan dimengerti.1% dari campuran. Pengecualian untuk zat karsinogen yang harus di daftar jika komposisinya 0. berhati-hatilah terhadap keterbatasannya. nama yang tertera harus sama dengan nama yang ada pada label. akan tetapi urutan dapat berbeda dari yang dijelaskan dibawah ini. Bagian 2 : Bahan-bahan berbahaya Untuk produk campuran. Contohnya Methyl alcohol juga dikenal sebagai Metanol atau Alkohol kayu. tekanan. tampilan. titik cair. sinonim adalah nama lain dengan substansi yang diketahui. alamat. Bagian 3 : Data Fisik Bagian ini mendata titik didih. Informasi pada bagian ini membantu anda mengerti bagaimana sifat bahan kimia dan jenis bahaya yang ditimbulkannya.

penyerapan kulit atau ingestion). baju pelindung dan sarung tangan material yang paling resisten untuk produk harus diberitahu. dan pertolongan pertama yang direkomendasikan/prosedur gawat darurat. Bagian 7 : Tindakan Pencegahan Untuk Penanganan Informasi dibutuhkan untuk memikirkan rencana respon gawat darurat. Bagian 5 : Data Reaktifitas Bagian ini menjelaskan kepada anda apakah suatu substansi stabil atau tidak. >> Pemasangan Label dan Tanda Pada Bahan Berbahaya Pemasangan label dan tanda dengan memakai lambang atau tulisan peringatan pada wadah atau tempat penyimpanan untuk bahan berbahaya adalah tindakan pencegahan yang esensial.dibutuhkan untuk mencegah. efek kesehatan akut dan kronik. metode pembuangan yang aman. semuanya seharusnya terdaftar di bagian ini. praktek kerja dan alat pelindung diri/Personal Protective Equipment (PPE) dirincin pada bagian ini. . merencanakan dan merespon kebakaran atau ledakan dari bahan-bahan kimia. Bagian 6 : Data Bahaya Kesehatan Rute tempat masuk (pernafasan. Akan tetapi sering kali pabrik pembuat produk meringkas informasi ini dengan satu pernyataan yang simple. substansi mana yang tidak boleh diletakkan atau digunakan secara bersamaan. yang dibutuhkan dalam penyimpanan. bila tidak. HDSs boleh dengan simple menyatakan bahwa baju dan sarung tangan yang tidak dapat ditembus harus digunakan. Bagian 8 : Pengukuran Kontrol Metode yang direkomendasikan untuk control bahaya termasuk ventilasi. dalam hal inilah pemberian label dan tanda menjadi sangat penting. Tenaga kerja yang bekerja pada proses produksi atau pengangkutan biasanya belum mengetahui sifat bahaya dari bahan kimia dalam wadah/packingnya. dan penanganan tindakan pencegahan harus detail pada bagian ini. Informasi ini penting untuk penyimpanan dan penanganan produk yang tepat. prosedur pembersihan. bahaya apa yang ditimbulkan dalam keadaan tidak stabil. masalah kesehatan yang makin buruk bila terkena. tanda-tanda dan gejala awal. apakah produknya bersifat karsinogen. seperti hindari menghirup asap atau hindari kontak dengan kulit. Tipe respirator. Lebih dari rekomendasi perlindungan material yang paling resisten. demikian pula para konsumen dari barang tersebut. Bagian ini cenderung menekankan alat pelindung diri daripada control engineering. Bagian ini mendata ketidakcocokan substansi.

Lambang yang umum dipakai untuk bahan kimia yang memiliki sifat berbahaya adalah sebagai berikut: Gambar 2. namun hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai perlindungan yang sudah lengkap.Peringatan tentang bahaya dengan label dan tanda merupakan syarat penting dalam perlindungan keselamatan kerja.14 Tanda bahaya dari bahan kimia Keterangan : E = Dapat Meledak T = Beracun F+ = Sangat Mudah Terbakar C = Korosif F = Mudah Terbakar Xi = Iritasi O = Pengoksidasi Xn = Berbahaya Jika Tertelan T+ = Sangat Beracun N = Berbahaya Untuk Lingkungan . usaha perlindungan keselamatan lainnya masih tetap diperlukan.

dengan usaha preventif dan kuratif.doc http://hse-k3l.. Kesehatan kerja dapat direalisasikan karena tempat kerja dalam kondisi sehat.com/kq/groups/1226840/.yimg. kalau bebas dari risiko terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan si pekerja cedera atau bahkan mati. Pengertian Kesehatan Kerja Sebelum menelusuri aspek etik dan hukum kesehatan kerja. baik fisik.html jombangan.com/pengenalan-keselamatan-di-tempat-kerja-20101057. di sini kita pun membahas keselamatan dan kesehatan kerja bersama-sama. maupun sosial. Beberapa aspek keselamatan kerja Sebagaimana biasa dilakukan.http://requestartikel. mental. Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. Dan tempat kerja adalah aman.blogspot..com/web-blog/kesehatan-di-pengolahan-gas xa. Tetapi walaupun pasti ada hubungan erat antara kesehatan kerja dan keselamatan kerja. Keselamatan kerja bisa terwujud bilamana tempat kerja itu aman. kalau bebas dari risiko terjadinya gangguan kesehatan atau . terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakihatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan keija./Kesehatan+dan+keselamatan+kerja. harus dipahami terlebih dahulu tentang pengertian kesehatan kerja.com/2009/03/cara-menanggulangi-bahaya-kimia-saat. ada alasan juga untuk membedakan dua masalah itu.html Pengenalan Keselamatan Di Tempat Kerja Posted on 11 October 2010.Tempat kerja bisa dianggap sehat. serta penyakit umum.

Sering terjadi kecelakaan yang sebetulnya tidak perlu terjadi. batu alam. Selalu sudah diketahui bahwa beberapa macam pekerjaan mempunyai faktor risiko khusus untuk kesehatan si karyawan. tetapi dapat diperkirakan bahwa persentase kecelakaan kerja di Indonesia juga banyak. Dalam surat kabar kadang-kadang dilaporkan kejadian. helm pengaman. banyak kecelakaan semacam itu bisa dihindarkan.´ Di Indonesia masalah keselamatan dan kesehatan kerja dikenal sebagai K3 dan banyak perusahaan mempunyai Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Yang minta banyak korban adalah kecelakaan industri di pabrik-pabrik atau tempat industri lain: tangki meledak. Tentang pulau Batam pernah dilaporkan bahwa selama 1996 terjadi 921 kasus kecelakaan pada 1126 perusahaan yang tercatat di sana (Kompas 6-1-1997). gang pertambangan ambruk. jika peraturan keselamatan diterapkan dengan konsekuen. di Amerika Serikat setiap hari rata-rata 32 orang tewas di tempat kerja dan 5500 orang mengalami cedera yang mengakibatkan mereka tidak bisa bekerja. dan banyak lain lagi. maka occupational diseases atau penyakit akibat pekerjaan baru tampak sesudah si karyawan bekerja cukup lama. batu . atau setiap ruang kerja mempunyai pintu dan tangga darurat. dan sebagainya. pada saat pembangunannya belum selesai. Di seluruh dunia terjadi banyak kecelakaan di tempat kerja. hal itu akan tercermin dalam harga yang lebih tinggi untuk banyak produk dan jasa. Contoh yang sudah dikenal lama adalah penyakit paru-paru (pneumocosiosis atau silicosis. Mau tidak mau. Seandainya dilaksanakan peraturan keselamatan yang mewajibkan memakai sabuk pengaman. seperti pekerja bangunan atau tenaga kebersihan jatuh dari gedung tinggi. pekerja terkena benda yang jatuh. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health. Data-data lengkap tidak ditemukan.(12) Di negara kecil seperti Belgia setiap tahun kira-kira 175 orang mati karena kecelakaan kerja dan lebih dari 165. pekerja tewas karena kebakaran di tempat kerja. pekerja kena mesin. Tidak dapat diragukan.000 pekerja terluka di tempat kerja. perusakan mata bagi montir las. Dari Amerika Serikat dilaporkan bahwa 7 juta lebih pekerja dari angkatan kerja 80 juta orang setiap tahun mengalami penyakit dan cedera yang disebabkan karena pekerjaannya dan beberapa juta di antaranya mengakibatkan orang bersangkutan tidak bisa bekerja lagi atau malah mati. Kalau kecelakaan kerja hampir selalu terjadi secara mendadak dan langsung mengakibatkan kerugiannya. Ada aneka macam kecelakaan kerja. Biaya finansial diperkirakan 48 milyar dollar setiap tahun untuk kompensasi para korban dan jauh lebih banyak lagi untuk pembayaran jaminan sosial dan perawatan medis. hal itu merupakan akibat langsung dari cara berproduksi yang disebut industri dan penggunaan teknologi canggih. Beberapa tahun lalu dapat dibaca bahwa pembangunan sebuah mal besar di Jakarta sudah menelan 19 korban jiwa.penyakit (occupational diseases) sebagai akibat kondisi kurang baik di tempat kerja. pasti tidak kurang dibandingkan dengan negaranegara maju. dalam bahasa Inggris disebut black lung) yang diakibatkan karena pekerja di pertambangan kapur.

Penggabungan yang serasi ini membuka kemungkinan sebesar-besarnya untuk kesempurnaan penyelenggaraan higiene perusahaan dan kesehatan kerja. seperti sakit kepala. Kini. Sebagai alat untuk meningkatkan produksi melalui efisiensi dan daya produktivitas manusia. kanker akibat kontak intensif dengan ashes baru tampak sesudah 30 atau 40 tahun. Tetapi dalam industri modern. malah tiga per empat pekerja Amerika mengeluh tentang stress yang disebabkan oleh pekerjaan. Misalnya. di sini tanggung jawab perusahaan tidak selalu jelas. hakikat kedua disiplin ini dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja. Sasaran higiene perusahaan adalah lingkungan kerja dan bersifat teknik. Sama halnya dengan kesehatan lingkungan. 2. di dunia kesehatan dikenal istilah hiperkes. kependekan dari higiene perusahaan dan kesehatan kerja.bara. keluhan jantung. maupun pekerja lepas. dan sebagainya. bahan nuklir. dengan kemajuan di bidang yang satu memerlukan kemajuan atau bergantung pada bidang yang lain. Undang-undang kesehatan kerja ini semakin penting diatur sejalan dengan . para pekerja menjumpai jauh lebih banyak faktor risiko untuk kesehatan. dan perusahaan. Kasus penyakit yang lebih sulit untuk diidentifikasi dan ditangani adalah stress on the job: stress (dengan berbagai akibat fisik. Ini perbedaan besar dengan kecelakaan di tempat kerja yang langsung memperlihatkan efeknya dan karena itu hubungan dengan pekerjaan tidak bisa diragukan. akan sulit membicarakan kesehatan kerja tanpa membicarakan kesehatan lingkungan sebab hakikat dari kedua disiplin ini adalah: 1. Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja setinggi-tingginya. dan sebagainya. pertambangan. Dengan demikian. sedangkan sasaran kesehatan keda adalah manusia dan bersifat medik. menghirup debu di atas ambang toleransi dalam periode lama.´ Karena penyakit yang disebabkan pekerjaan berkembang perlahan-lahan dan baru menyatakan diri sesudah periode cukup lama. baik buruh. nelayan. pegawai negeri. Juga penggunaan pestisida di sektor pertanian banyak merugikan kesehatan para pekerja pertanian. dan sebagainya) yang disebabkan oleh pekerjaan. Salah satu contoh adalah asbes. bahan kimia. Menurut penelitian di Amerika. Kalau dihirup dalam kuantitas besar. Namun demikian. Dengan demikian. petani. kondisi medis ini banyak ditemukan. Pada saat itu si pekerja barangkali sudah masuk masa pensiunnya. Karena alasan itu para pengusaha dulu kurang merasa bertanggung jawab atas penyakit yang diakibatkan pekerjaan. Penggabungan dua disiplin yang berbeda ini dalam praktiknya seperti conditio sine qua non. dalam waktu singkat asbes bisa mengakibatkan penyakit paruparu kronis yang disebut asbestosis dan dalam waktu panjang penyakit kanker paru-paru. pengetahuan tentang kesehatan kerja juga akan lebih banyak melibatkan kalangan kedokteran/kesehatan yang menangani kesehatan pekerja di pabrik. khususnya bahan artifisial.

dokter kesehatan kerja tidak boleh memihak manajemen perusahaan. Perlindungan terhadap tenaga kerja a. khususnya di bidang industri yang memerlukan tenaga kerja yang tidak saja terampil di bidangnya. dan meningkatkan derajat kesehatan. Kontrak kerja dan pelaksanaan fungsi profesi a. Memberi penyuluhan kesehatan untuk kepentingan kesehatan tenaga kerja. Profesi dokter kesehatan kerja di Indonesia akan terus berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan industrialisasi. tetapi juga mempunyai derajat kesehatan yang baik. c. dan para dokter yang mengelola kesehatan kerja dituntut mempedomani Kode Etik Dokter Kesehatan Kerja (KEDKI).semakin meningkatnya pembangunan di segala bidang. b. dan cabang-cabang ilmu kesehatan. Aspek Etik Kesehatan Kerja Oleh karena dalam upaya kesehatan kerja tercakup berbagai disiplin ilmu seperti disiplin rekayasa. sosial budaya. . 3. hukum. Dokter kesehatan kerja hams menghindari diri dari setiap pertimbangan atau kegiatan yang dapat mengurangi intensitas dan kemandirian atau kebebasan profesi dan tetap memelihara komunikasi yang serasi dengan tenaga kerja dan manajernen perusahaan. b. Memelihara. membina. Melaksanakan profesi berlandaskan KODEKI. c. Hal-hal yang menuntut perhatian dokter kesehatan kerja meliputi: 1. Berbagai upaya peningkatan kerja mengandung komponen bioetika. Dalam setiap pertentangan kepentingan. Pengembangan kebijakan dan program kerja Dokter kesehatan kerja bersama-sama pengusaha dan wakil tenaga kerja membuat rencana pengembangan kebijakan program kesehatan kerja di tempatnya sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan serta sesuai perkembangan iptek kedokteran mutakhir dan berpartisipasi dalam upaya perlindungan komunitas dan lingkungan. ekonomi. 2. produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja baik perseorangan maupun kelompok. guna mencegah bahaya pekerjaan. 4. untuk menyelesaikan masalah kesehatan kerja dari segi etik lebih tepat diterapkan etika biomedis (bioetika). Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja Melaksanakan secara berkala pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dengan baik dan benar dan memberikan penjelasan manfaat serta tujuan pemeriksaan kesehatan dalam rangka perlindungan kesehatan tenaga kerja dengan fbkus pada upaya pencegahan.

mengenal dan memahami pekerjaan dan lingkungan kerjanya serta masalahmasalah yang mungkin timbul. Badan ini merupakan suatu jaringan nasional yang terdiri dari sekitar 140 tenaga dokter dan perawat yang bertanggung jawab kepada sembilan Dokter Penasihat Kepegawaian Senior.000 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Pelayanan Nasihat Kedokteran Bagi Pegawai setiap tahunnya. rig minyak. Bila nasihat dan peringatan demikian tidak dihiraukan. Dokter kesehatan kerja bertanggung jawab terhadap peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja sesuai perkembangan iptek kedokteran mutakhir. dan ‡ survei-survei pilot kecil untuk mengenal bahaya baru atau untuk menilai ketepatan nilai ambang batas yang berlaku. Mengikuti perkembangan iptek.5. ‡ memberikan nasihat kepada pengawas pabrik. Ada lagi sejumlah 90. . Masalah hukum dalam kesehatan kerja untuk dapat melakukan pemeriksaan seleksi pada calon pekerja muda dan pemeriksaan wajib bagi pekerja di tempat yang berbahaya atau yang bertugas di tempat yang membahayakan. Tugas khususnya meliputi: ‡ memberikan nasihat medik kepada orang muda untuk mencari pekerjaan. yang mendapatkan nasihat dari satu tim spesialis.000 pemeriksaan kesehatan setahun dikerjakan oleh dokter yang diangkat oleh perusahaan yang ditunjuk oleh EMAS untuk melaksanakan pemeriksaan tersebut. ‡ memberi nasihat kepada serikat pekerja. ‡ pemeriksaan kesehatan wajib. pekerjaan kimia. Intl dari pelayanan itu ialah Bagian Layanan Medis dari Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan (HSE). ‡ melakukan survei nasional dan lokal. pengusaha. survei asbestos. dan dokter. atas kekuatan undangundang dapat dipaksakan sanksi hukum yang diatur dalam undang-undang. Hal ini perlu diketahui kalangan kedokteran/kesehatan karena tugas utama kalangan kedokteran/kesehatan adalah membina agar kesehatan kerja dan kesehatan lingkungan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. dan dikepalai oleh Direktur Pelayanan Medik HSE. ‡ penyelidikan kecelakaan kerja. Pemeriksaan Kesehatan Wajib Ada lebih dari 20. seperti survei industri keramik. Aspek Huhum Kesehatan Kerja Pengetahuan tentang aspek hukum ini perlu dipahami karena atas kekuatan undang-undanglah para pejabat departemen tenaga kerja atau departemen kesehatan dapat melakukan inspeksi dan memaksakan segala sesuatu yang diatur dalam undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah ke perusahaanperusahaan. seperti pekerjaan dengan timbal. ‡ pemeriksaan kesehatan orang muda jika bila dipandang perlu oleh Pelayanan Kesehatan Sekolah.

Sp. Referensi .Mereka disebut sebagai ³dokter yang ditunjuk´. dr.Kesehatan Kerja .Pengantar Etika Bisnis Oleh Prof. ‡ pekerja mempunyai kewajiban untuk menjalani pemeriksaan. dr. Jusuf Hanafiah. SH . Sp. Amri Amir.Etika kedokteran dan hukum kesehatan ed 4 Oleh Prof. Biaya untuk pemeriksaan ini dapat diatur secara bersama antara dokter dan pengusaha yang bersangkutan. ‡ pekerja harus dipindahkan dari pekerjaan tertentu untuk masa yang ditentukan dan dipindahkan ke pekerjaan lain jika dimungkinkan. . Dr. Diwajibkan oleh undang-undang bahwa: ‡ pengusaha secara resmi diberitahu mengenai kebugaran pekerja untuk melakukan tugasnya. MSC. Kees Bertens. M. dan ‡ hasil pemeriksaan kesehatan harus ditulis di catatan kesehatan yang dijaga oleh pengusaha.OG(K) & Prof. ‡ pengusaha dilarang terus mempekerjakan setiap pekerja yang telah dinyatakan tidak sehat.F(K).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful