BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan ketatnya persaingan di dunia usaha, maka sebuah perusahaan dituntut untuk mampu bertahan dalam kompetisi tersebut. Salah satu cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk bertahan dalam sebuah kompetisi adalah dengan mengembangkan usahanya. Untuk itu, sebuah perusahaan memerlukan tambahan modal yang sangat besar dalam rangka ekspansi usahanya. Salah satu alternatif sumber permodalan yang dapat dipilih oleh perusahaan adalah dengan melakukan go public atau menawarkan sahamnya ke publik. Go public yang dilakukan perusahaan akan berhubungan dengan pasar modal yang menjadi mediator bagi semua pihak yang berkepentingan di dalam dunia investasi tersebut.

Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal menyediakan berbagai alternatif investasi bagi para investor selain alternatif investasi lainnya seperti: menabung di Bank, membeli emas, asuransi tanah dan bangunan dan sebagainya. Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan maupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrument keuangan jangka panjang seperti obligasi, saham dan lainnya (Direktori Pasar Modal Indonesia, 2006).

Di dalam pasar modal dikenal adanya pasar perdana dan pasar sekunder. Pasar perdana adalah pasar dimana efek diperdagangkan untuk pertama kalinya sebelum dicatatkan di bursa efek. Di sini saham atau efek lainnya yang diterbitkan oleh emiten ditawarkan oleh penjamin emisi melalui perantara perdagangan efek yang bertindak sebagai agen penjual saham kepada investor publik. Oleh karena itu proses penawaran kepada public dikenal dengan istilah go public, atau istilah umumnya Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO). Go Public merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

1

Universitas Indonesia

2

Perusahaan yang akan Go Public melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offerings/IPO) di pasar perdana sehingga sahamnya akan tercatat di bursa efek (listed) dan menjadi perusahaan publik. Perusahaan publik yang ingin memperoleh tambahan dana untuk kegiatan operasional maupun untuk pembiayaan lain dapat melakukan penawaran saham tambahan yang disebut Seasoned Equity Offerings (SEO) (Direktori Pasar Modal Indonesia, 2006).

Ketika sebuah perusahaan sudah mempublikasi penjualan saham tambahan, saham yang baru sepenuhnya menggantikan saham yang sudah ada sebelumnya. Untuk transaksi tersebut, literatur akademis cenderung menggunakan istilah Seasoned Equity Offering (SEO), sebagai pengganti unseasoned equity offering (IPO). Para praktisi umumnya menggunakan istilah follow-on offering, khususnya jika saham tersebut diterbitkan beberapa tahun setelah IPO. SEO juga ditunjuk sebagai pasar sekunder, walaupun penawaran pasar sekunder adalah sebuah istilah yang dapat berarti baik follow-on offering atau saham yang sudah terjual oleh pemegang saham terdahulu, sebagai lawan dari penawaran perdana dimana perusahaan penerbit saham menerima hasil atau pendapatan (Ritter. Jay. R, 2005).

Dalam

menjaga

kelangsungan

kegiatan

usaha,

suatu perusahaan

akan

membutuhkan dana atau modal tambahan yang didapatkan baik melalui sumber internal ataupun eksternal perusahaan. Sumber internal dapat diperoleh melalui laba ditahan sedangkan sumber eksternal dapat diperoleh melalui penundaan pembayaran utang sebagai sumber modal kerja, pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang. Sumber eksternal lainnya adalah dengan menerbitkan saham preferen (preffered stock) atau menerbitkan saham biasa (common stock). Untuk meningkatkan modal, salah satu cara yang seringkali ditempuh perusahaan adalah menjual sekuritas baru. Sekuritas ini bisa berupa saham, obligasi, atau sekuritas lain yang dijual ke publik melalui underwriter dalam pasar yang disebut pasar primer/perdana (primary market). Pembelian dan penjualan antar investor atas sekuritas yang telah diterbitkan terjadi di pasar sekunder (secondary market).

Universitas Indonesia

3

Terdapat dua jenis saham biasa (common stock) yang diterbitkan melalui pasar perdana. Pertama, penawaran saham perdana (Initial Public Offering atau IPO) adalah saham perusahaan yang pertama kali ke publik oleh perusahaan yang tadinya berbentuk perseroan terbatas. Kedua, saham baru musiman (Seasoned Equity Offering atau SEO) ditawarkan oleh perusahaan yang pernah menerbitkan saham (Bodie, Kane, dan Marcus, 2006 : 86).

Seasoned Equity Offering (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang merupakan penawaran ekuitas tambahan yang dilakukan ketika perusahaan mengalami kesulitan dana untuk operasionalnya, selain itu juga untuk mencari tambahan dana dan akan dimanfaatkan sebagai tam bahan investasi atau membayar hutangnya yang telah jatuh tempo. Secara umum SEO dapat dilakukan dengan dua cara (Dahlan Siamat, 2001: 270). 1. General cash offer adalah metode yang sama dengan penawaran saham untuk pertama kalinya (IPO) kepada publik. Menggunakan jasa penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek untuk merekomendasikan harga penawaran saham tambahan, menawarkan dan mendistribusikan saham kepada calon investor baru. 2. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/right issue) adalah metode yang lebih umum digunakan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor IX.D.1 untuk mengutamakan penerbitan saham tambahan dengan mempertahankan porsi kepemilikan investor yang lama. Right issue adalah penerbitan saham baru yang dilakukan emiten sehubungan perlun ya penambahan modal perusahaan.

Dalam suasana perekonomian dan industri yang diliputi optimisme maka secara normal perusahaan-perusahaan akan mengadakan ekspansi, baik dalam bentuk fasilitas fisik maupun penambahan tenaga kerja penjualan. Jika kondisinya tepat dan memenuhi harapan maka ekspansi tersebut akan meningkatkan laba bagi perusahaan-perusahaan, dan selanjutnya dibutuhkan tambahan dana untuk membiayai investasinya. Dengan demikian terbuka akses terhadap pasar modal sebagai salah satu sarana sumber pembiayaan, salah satunya dengan melakukan

Universitas Indonesia

Underwriter dengan reputasi tinggi lebih memiliki kepercayaan diri terhadap kesuksesan penawaran saham yang diserap oleh pasar. Firm commitment adalah bentuk perjanjian investment bank (atau grup dari investment bank) membeli sekuritas lebih murah dari harga penawaran dan menanggung resiko jika saham tersebut tidak laku terjual. 2004). yaitu menjamin terjualnya saham dan menentukan harga penawaran yang tepat bersama-sama dengan emiten (Sunariyah. Dengan demikian ada kecenderungan mereka menetapkan diskon rendah dan akibatnya underpricing pun rendah. Meskipun ada profesi penunjang lainnya. menerima komisi untuk setiap saham yang dijual. Kerja sama antara perusahaan dengan underwriter dapat berupa perjanjian firm commitment ataupun best effort. sindikat terikat secara legal untuk menggunakan upaya terbaiknya untuk menjual surat berharga di penawaran dengan harga yang telah disepakati. asimetri informasi (information asimmetry) tetap terjadi dalam penawaran ini (Guo dan Mech.4 penawaran saham tambahan (SEO). Dalam menghadapi penawaran perdana. biasanya ditarik (Ross. perusahaan pasti membutuhkan jasa investment banker atau underwriter sebagai perantara dan penjamin perdagangan efek kepada investor. underwriter hanya bertindak sebagai agen. lolos atau tidaknya calon emiten menjadi perusahaan publik sangat ditentukan oleh kualitas underwriter karena underwriter ikut menentukan harga saham. sedangkan yang terjadi pada best effort adalah sebaliknya. 2000). publik Universitas Indonesia . Underwriter dinilai berdasarkan kemampuannya untuk memberikan penawaran dengan initial return yang tinggi bagi para investor. Walaupun investor mempunyai informasi yang cukup mengenai perusahaan yang melakukan SEO tersebut. jika saham tersebut tidak dapat dijual pada harga penawaran. Mereka juga memberi nasehat tentang hal-hal yang perlu diperhatikan emiten serta bagaimana dan kapan saat yang tepat melakukan penawaran. 2002) Underwriter mempunyai 2 fungsi dalam IPO. Di dalam menjalankan usahanya memasarkan saham baik dalam IPO ataupun SEO. Underwriter berperan sangat penting dalam proses penawaran perdana.

Contohnya. Penelitian sebelumnya tentang perantara keuangan dalam IPO secara umum menemukan bahwa reputasi underwriter secara signifikan berpengaruh dengan imbal hasil saham-saham emiten. Sebaliknya. Underwriter dengan tingkat prestise yang tinggi. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya underpricing atau overpricing.5 cenderung melihat terlebih dahulu pihak yang menjadi underwriter. Peranan sertifikasi atau informasi dari underwriter sangat penting. sedangkan harga saham di pasar sekunder ditentukan melalui mekanisme pasar yaitu penawaran dan permintaan. Emiten dapat mencoba untuk megurangi ketidakpastian bagi investor mengenai nilai dari sekuritas yang ditawarkan perusahaan dengan menggunakan jasa underwriter yang berprestise tinggi. Dalam dua mekanisme penentuan harga tersebut sering terjadi perbedaan harga terhadap saham yang sama antara di pasar perdana dan di pasar sekunder. Harga saham yang ditawarkan di pasar perdana merupakan kesepakatan antara emiten dan underwriter (penjamin emisi efek). dengan modal reputasi yang berharga tentang resiko dan superior informasi mengenai prospek perusahaan penerbit yang mereka miliki. Caster dan Manaster (1990) menemukan bahwa perusahaan yang melakukan IPO dan menggunakan jasa Universitas Indonesia . Reputasi underwriter ini menjadi pertimbangan bagi investor untuk melakukan investasi. Underwriter dapat memerankan banyak peranan di dalam menjamin penerbitan saham termasuk produksi dan sertifikasi informasi. dan atau memasok keterampilannya di dalam jasa distribusi dan pemasaran saham. bila harga saham saat IPO lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama maka hal ini disebut overpricing (Gerianta. maka jasa underwriter dapat disertifikasi secara kredibel nilai dari penerbitan yang mereka jamin Chemmanur dan Fulghieri (1994). 2003:2). Underpricing terjadi apabila penentuan harga saham saat IPO lebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder pada hari pertama. provisi dari laporan modal sementara. baik di dalam praktek atau secara teoritis dalam perantara keuangan [Campell dan Kracaw (1990) Titman dan Trueman (1986) Caster dan Manaster (1990)].

Penelitian-penelitian tersebut mendukung peranan informasi yang penting bagi underwriter disaat IPO. Underwriter yang berpengalaman dan bereputasi baik akan dapat mengorganisir IPO secara profesional dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada investor. dengan menggunakan underwriter bereputasi baik dapat memperkecil underpricing saham (Imam dan Mudrik. reputasi underwriter secara positif berhubungan dengan return periode pengumuman ataupun return jangka panjang.5%. di Indonesia terdapat penelitian serupa yang dilakukan oleh Arifa Islamie (2008). Sedangkan.6 underwriter bergengsi tinggi mengalami underpricing saham yang lebih sedikit dibanding dengan yang menggunakan jasa underwriter bergengsi rendah pada saat IPO. Namun. untuk perusahaan yang melakukan IPO. 2002). Uji empiris terhadap pengaruh pengumuman penerbitan saham tambahan (Seasoned Equity Universitas Indonesia .7% apabila dikaitkan dengan jumlah saham yang ditawarkan. Jadi. hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian Daljono (2000) yang menyatakan bahwa reputasi underwriter dengan underpricing berhubungan positif. Namun penelitian ini tidak mengaitkan SEO terhadap jumlah saham yang ditawarkan melainkan pada perspektif struktur modal. terdapat penurunan harga saham yang signifikan yaitu sebesar 2. dkk (1993) yang membuktikan dalam penelitiannya bahwa reputasi penjamin emisi memiliki hubungan yang negatif dan signifikan dengan tingkat underpricing. Penelitian Asquith dan Mullins (1986) yang menyatakan bahwa informasi mengenai signaling yang dihasilkan dari suatu corporate action lebih penting dari informasi mengenai capital structure dan leverage. Pemilihan underwriter yang berpengalaman dan bereputasi baik dapat meningkatkan image perusahaan di mata para investor karena hal ini menunjukkan kemapanan dan keseriusan perusahaan terhadap investornya. pada penelitian Asquith dan Mullins (1986). Hal ini juga didukung oleh Kim. Pada penelitian Korwar (1983) yang fokus pada dampak 424 penawaran saham untuk pertama kalinya melalui SEO terhadap harga saham pada saat pengumuman menemukan bahwa terdapat penurunan harga sebesar 2. Michaely dan Saw (1994) menemukan bahwa.

informasi keuangan yang telah diaudit tersedia dan analis sekuritas yang membantu perusahaan ini menyediakan informasi tambahan. Beberapa penelitian di Indonesia telah dilakukan berkaitan dengan penurunan kinerja laba pasca Seasoned Equity Offerings. Selain itu. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan tahun 2000 tentang pengaruh reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham jangka pendek dan kinerja perusahaan Universitas Indonesia .7 Offering) yang dilakukan dengan metode event studies memberikan bukti empiris yang sesuai atas hasil penelitian Asquith dan Mullins tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Robyn McLaughlin. Bagaimanapun. yang menyediakan informasi penting bagi nilai perusahaan tersebut. perusahaan yang melakukan SEO biasanya memiliki waktu yang lebih panjang untuk menunjukkan kinerjanya kepada publik. sudah terdapat harga saham sebelumnya. Perbedaaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah. Berbeda dengan IPO yang tidak terdapat harga saham terdahulu. di dalam SEO. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000) dengan judul ³Investment Banker Reputation and the Performance of Seasoned Equity Issuers´ mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO pada saham perusahaan industri di Amerika menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif secara keseluruhan antara reputasi underwriter dengan returns periode pengumuman (jangka pendek) akan tetapi tidak menemukan hubungan yang signifikan antara reputasi underwriter dengan imbal hasil saham tiga tahun setelah penerbitan berlangsung (jangka panjang). akan dilakukan pengujian atas pengaruh reputasi underwriter imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan SEO sebagai lanjutan kinerja perusahaan setelah IPO. Mengacu kepada penelitian yang ditulis oleh Robyn McLaughlin. Penelitian yang dilakukan Sulistyanto dan Wibisono (2003) menyimpulkan bahwa perusahaan yang melakukan Seasoned Equity Offerings mengalami penurunan kinerja laba selama tiga tahun pasca penawaran yang diakibatkan praktik earnings management pada periode sebelum dan saat penawaran saham. peranan informasi bagi underwriter agak sedikit berbeda disaat SEO.

salah satunya melalui imbal hasil saham-saham emiten di jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian akan dilakukan terhadap saham yang tercatat melakukan SEO di BEI. akan tetapi hal tersebut perlu dibuktikan dengan kinerja perusahaan yang menggunakan jasa mereka.5 triliun. Kelima underwriter tersebut adalah PT. Goldman Sachs & Co. Fenomena tersebut sangat menarik. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian serupa akan tetapi akan disesuaikan dengan kondisi pasar saham di Indonesia pada tahun 2003 sampai dengan 2007. Mengacu kepada jurnal tersebut juga. Morgan. maka seluruh sektor di bursa (kecuali sektor keuangan) yang melakukan SEO dan menggunakan jasa underwriter dengan perjanjian full commitment yang akan dijadikan objek penelitian ini. Pada November 2010.2 triliun untuk periode Januari-15 November 2010. terjadi fenomena dimana lima underwriter papan atas Indonesia menguasi 70% pasar underwriting untuk saham di Indonesia. Berikut data underwriter yang menguasai pasar underwriting saham di Indonesia pada tahun 2010: Universitas Indonesia . lima underwriter tersebut menguasai Rp 41. kelima underwriter tersebut mensiratkan image positif dengan prestisenya yang dinilai tinggi. JP. Dari penjaminan untuk penawaran umum perdana (IPO) saham maupun penerbitan saham tambahan (SEO) senilai Rp 59. Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities (Bloomberg via Investor Daily). Penelitian ini mencoba menguji apakah pemilihan underwriter untuk meringankan masalah asimetri informasi yang dihadapi oleh outside investor di dalam perusahaan akan berpengaruh terhadap perusahaan yang melakukan Seasoned Equty Offerings (SEO). periode penelitian 2003-2007 diambil agar peniliti dapat mengitung data historical tiga tahun dari 2010 sebelum adanya fenomena ini.8 jangka panjang. Danatama Makmur.

perusahaan yang melakukan SEO kemungkinan besar kurang berpengalaman dengan asimetri informasi substansial seperti yang dialami oleh perusahaan yang melakukan IPO dengan demikian.1 Lima Besar Underwriter Tahun 2010 Emisi Saham 5. penulis menguji pengaruh keseluruhan antara reputasi underwriter pada jangka pendek yang diukur dengan announcement period return. Announcement period return adalah imbal hasil saham jangka pendek saham yang diperoleh setelah pengumuman Universitas Indonesia . Pada tahap pertama. dan tahap selanjutnya menguji periode pengumuman perusahaan penerbit saham dan periode pengembalian setelah penerbitan dalam jangka panjang. diketahui bahwa peranan sertifikasi underwriter bagi perusahaan yang melakukan SEO cukup penting.0% Danatama Makmur JP. Morgan Goldman Sachs & Co 10.2% 27.2 Pokok Permasalahan Mengacu pada penelitian yang ditulis oleh Robyn McLaughlin. Pentingnya peranan underwriter untuk isu yang diberikan tergantung dengan derajat dari asimetri informasi yang terjadi. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan ³Investment Banker Reputation and the Performance of Seasoned Equity Issuers´ tahun 2000.7% Mandiri Sekuritas CIMB Securities 17.9 Gambar 1.2% Sumber: Bloomberg via Investor Daily 1. peranan underwriter pada saat perusahaan melakukan SEO tetaplah berpengaruh di mata investor. analisis akan dilakukan melalui dua tahap.0% 9.

3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh reputasi underwriter terhadap perusahaan yang melakukan Seasoned Equity Offering dilihat dari dua jangka waktu sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh antara reputasi underwriter dengan imbal hasil saham jangka pendek yang diukur dengan announcement period return di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2007? 2. diharapkan terdapat manfaat bagi banyak pihak khususnya bagi akademisi dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk menganalisis pengaruh antara reputasi underwriter dengan imbal hasil saham jangka pendek yang diukur dengan announcement period return di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2007.4 Signifikansi Penelitian Di dalam penulisan penelitian ini. 2.1 Signifikansi Akademis Signifikansi akademis dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai fenomena pengaruh reputasi underwriter terhadap penerbitan saham tambahan dilihat melalui imbal hasil jangka pendek maupun imbal hasil Universitas Indonesia . 1. Hubungan antara reputasi underwriter dengan imbal hasil saham akan dilihat dari jangka pendek dan jangka panjang setelah penawaran berlangsung di pasar sekunder. pokok permasalahan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.10 SEO sedangkan imbal hasil saham jangka panjang akan diukur tiga tahun setelah pengumuman SEO tersebut berlangsung dengan metode buy and hold return. Untuk menganalisis pengaruh antara reputasi underwriter kinerja saham jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan diukur dengan buy and hold period return di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2007? 1. Berdasarkan uraian pada latar belakang penelitian. Bagaimana pengaruh antara reputasi underwriter kinerja saham jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan diukur dengan buy and hold period return di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2007? 1.4.

signifikansi penelitian.6 Sistematika Penulisan Penelitian ini tertuang dalam bentuk tulisan yang terdiri dari 5 bab dan masingmasing bagiannya adalah sebagai berikut: y BAB I Pendahuluan Bab ini berisiskan latar belakang masalah. 1. sehingga dapat memilih underwriter yang tepat untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.11 saham jangka panjangnya. tujuan penelitian. 1.2 Signifikansi Praktis 1) Bagi investor Memberikan pengetahuan mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan Seasoned Equity Offering (SEO). y Jenis perjanjian yang dilakukan antara emiten dengan underwriter adalah full commitment. pokok permasalahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi akademisi mengenai fenomena tersebut.4. 2) Bagi perusahaan publik Penelitian ini akan memberikan pengetahuan mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan Seasoned Equity Offering (SEO) baik secara teoritis maupun aplikatif. batasan penelitian dan sistematika penulisan. karena sektor tersebut telah memiliki regulasi yang lebih lengkap dan dinilai kurang memiliki masalah asimetri informasi yang serius. Universitas Indonesia .5 Batasan Penelitian Batasan penelitian ini dapat dispesifikasikan sebagai berikut: y Penelitian dilakukan terhadap semua perusahaan yang melakukan penawaran saham tambahan di BEI kecuali sektor keuangan. Bagi pembaca hasil penelitian ini menambah atau memperkaya teori atau pengujian teori mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan Seasoned Equity Offering (SEO). 1.

Universitas Indonesia . populasi dan sampel. variabel penelitian. y BAB IV Analisis Pengaruh Reputasi Underwriter Terhadap Imbal Hasil Saham-saham Emiten yang Melakukan Seasoned Equity Offering (SEO) Bab ini menguraikan hasil penelitian mengenai dan penghitungan statistik mengenai keterkaitan antara pengaruh reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan Seasoned Equity Offering (SEO). yaitu pendekatan penelitian. baik yang berasal dari penelitian sebelumnya ataupun konstruksi model teoritis dan terdapat gambaran model analisis penelitian dan hipotesis penelitian y BAB III Metode Penelitian Bab ini akan menjelaskan metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. bab ini juga akan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.12 y BAB II Kerangka Teori Bab ini akan memaparkan teori-teori yang mendasari penelitian. jenis penelitian. cara pengolahan dan analisis data. batasan ruang lingkup penelitian serta tahapan penelitian. Selain itu. y BAB V Kesimpulan dan Saran Bab ini berisikan kesimpulan yang merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian secara lebih ringkas.

maka hanya memasarkan IPO perusahaan dispersi rendah. terbentuk sebagai paradigma di pasar. Penjamin emisi bergengsi tinggi ini. semakin besar kenaikan harga ekuilibrium. Secara khusus. Universitas Indonesia . untuk menjaga reputasinya. Richard Carter dan Manaster Steven memperluas teori ini untuk menunjukkan bahwa semakin besar proporsi modal dari informed investor berpartisipasi dalam IPO. Karena investor kurang memiliki sumber daya dalam perolehan informasi untuk berinvestasi. sinyal dalam bentuk reputasi underwriter. Mereka melakukan hal ini dengan memilih penjamin emisi bergengsi tinggi. Akibatnya. perusahaan dengan dispersi (penyebaran) rendah akan berusaha untuk mengungkapkan karakteristik risiko rendah ke pasar. Karena kenaikan harga tersebut merugikan perusahaan penerbit saham (emiten). Secara umum. hubungan negatif yang signifikan ditemukan antara prestise penjamin emisi dan varians kenaikan harga untuk IPO yang mereka pasarkan. mereka akan lebih fokus dalam memperoleh informasi yang lebih lengkap untuk investasi yang paling berisiko. maka kejadian ini akan menyebabkan harga mengalami kenaikan yang sangat besar. Di dalam penelitian ini disebutkan bahwa kenaikan harga IPO adalah kompensasi bagi investor yang kurang informasi (uninformed investor) untuk resiko perdagangan terhadap informasi superior yang dihadapinya. Sebuah hubungan negatif yang signifikan juga ditemukan antara prestise underwriter dan besarnya harga kenaikan IPO.13 BAB II KERANGKA TEORI 2. tes empiris mendukung model penelitian ini. Model penelitian ini konsisten dengan karya Rock (1986). Dengan berpindahnya informed capital kepada IPO dengan penyebaran terbesar dalam kemungkinan nilai terbesar di pasar sekunder yang ada.1 Tinjauan Pustaka Ricard Carter dan Manaster Steven (1990) di dalam jurnalnya yang berjudul ´Initial Public Offering and Underwriter Reputation´ menyajikan model empiris yang dapat diuji dari penawaran saham perdana.

Model ini menyatakan bahwa emiten yang berkualitas sangat baik dengan asimetri informasi yang signifikan dapat menguntungkan jika underwriter dapat mensertifikasi secara terpercaya nilai perusahaan kepada informed investor yang lebih sedikit jumlahnya. model yang mereka buat memprediksi reaksi harga saham yang negatif terhadap pengumuman atas penerbitan saham tambahan karena sinyal yang ditangkap oleh investor berlawanan dengan alasan yang diputuskan manajemen dalam penawaran saham tambahan. Penelitian yang menemukan hal berbeda dengan penelitian di atas adalah hipotesis berdasarkan asimetri informasi antara insider dan outsider investor [ Myers dan Majluf (1984) Krasker (1986) Miller dan Rock (1985)]. Laughlin. Dalam model khusus. Selain itu. dan proses penjaminan emisi. Miller dan Rock (1985) memprediksi bahwa semua reaksi terhadap harga saham negatif untuk semua penerbitan saham. Peranan dari reputasi underwriter dalam mengurangi asimetri informasi dan mengurangi pemilihan hal yang berlawanan yang dihadapi oleh outside investor sudah dikembangkan pembelajarannya dalam konteks IPO. ukuran prestise underwriter yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat diterapkan untuk model lain yang melibatkan bankir investasi. Safieddine dan Vasudevan (1996 dan 1998)]. Myers dan Majluf (1984). Fakta nyata yang sudah diketahui umum bahwa sahnya kinerja perusahaan saat SEO adalah kurang baik. bisa mencapai dibawah rata-rata return saham [lihat contohnya pada Asquith dan Mullins (1986) Loughran dan Ritter (1995) Speiss dan Affleck-Graves (1995)] dan contoh buruknya kinerja operasi pada [Loughran dan Ritter (1997) Mc.14 Model ini konsisten dan meluas dengan hasil penelitian empiris sebelumnya. Krasker (1986) menambahkan model yang dibuat sebelumnya oleh Myers dan Majluf (1984). modelnya memprediksi sebuah hubungan yang negatif antara ukuran penawaran saham dengan return saham pada periode pengumuman. karena perusahaan menjaga penerbitan saham ketika terjadi penurunan cash flow yang tidak dapat diantisipasi di masa datang. Universitas Indonesia . reputasi.

15 dalam return untuk fee dari perusahaan penerbit. Kemudian investor menilai kinerja terdahulu underwriter untuk memperkirakan kredibilitas underwriternya. sebagai pengukuran kinerja sebelumnya dari perusahaan yang telah mereka jamin. Chemmanur dan Fulghieri (1994) menemukan bahwa underwriter sebagai pemain lama di dalam pasar modal. Dengan demikian. menggunakan jasa underwriter yang bergengsi akan memberikan sinyal positif tentang nilai yang positif dari emiten. Investor menggunakan reputasi underwriter. Perusahaan yang berkualitas tinggi akan bersedia membayar biaya tambahan yang berhubungan dengan penggunaan jasa underwriter yang bergengsi. underwriter yang bergengsi akan menjadi representasi perusahaan dengan kualitas tinggi dan beresiko rendah. karena hal ini dapat menyampaikan informasi yang baik bagi investor luar. Underwriter dengan prestise tinggi dapat mengahasilkan informasi superior tentang perusahaan yang mereka jamin dan dapat memiliki standar yang lebih tinggi untuk serifikasi bagi nilai emiten. mempunyai modal reputasi yang memungkinkan mereka bekerja sebagai pemberi informasi yang kredibel di mata investor. Karena kinerja mereka sebelumnya adalah bukti dari kinerja perusahaan yang mereka jamin penerbita sahamnya. Walaupun model ini diatur dalam konteks IPO. underwriter menghasilkan dan mensertifikasi informasi tentang perusahaan yang mereka jamin. Kemudian investor tersebut akan bersedia untuk membayar harga yang tinggi untuk saham yang diterbitkan perusahaan. dan underwriter yang bergengsi tersebut Universitas Indonesia . Titman dan Trueman (1986). Chemmanur dan Fulghieri (1994) menggambarkan implikasi empiris langsung untuk SEO pada modelnya. untuk meninjau kembali perkiraan mereka atas nilai emiten. Perusahaan dapat memberi sinyal tentang informasi privat yang baik mengenai nilai perusahaan mereka melalui cara memilih underwriter yang bergengsi. implikasi juga biasanya dapat diterapkan saat SEO jika penawaran saham tambahan terse juga subjek dari but asimetri informasi. Modelnya mengimplikasikan bahwa periode pengumuman pengembalian seharusnya lebih positif bagi SEO yang dibantu oleh underwriter yang bergengsi.

Dark dan Singh (1998)] menemukan bahwa reputasi underwriter secara signifikan berhubungan dengan underpricing dan resiko IPO. Keuntungan dari efek sertifikasi reputasi underwriter akan menjadi lebih baik bagi emiten yang tidak atau kurang diduga oleh pasar akan menggunakan jasa underwriter yang bergengsi tinggi. Bagaimanapun. Di dalam penelitian empiris sebelumnya mengenai reputasi underwriter dan IPO. sertifikasi underwriter akan menjadi penting jika emiten adalah perusahaan berkualitas tinggi dan orang dalam perusahaan (insider) memiliki informasi yang lebih baik daripada orang di luar perusahaan.16 mewakili lebih banyak perusahaan yang kurang beresiko dan penerbitan yang lebih besar. Michaely dan Saw (1994) menemukan bahwa reputasi underwriter secara positif berhubungan dengan kinerja jangka panjang dan return pada initial-day. James dan Weir (1990) tidak menemukan hubungan yang signifikan antara underpricing pada saat IPO dengan reputasi underwriter. Dengan menggunakan proxy yang berbeda untuk reputasi. yaitu perusahaan yang memilih untuk tidak menggunakan jasa underwriter yang bergengsi tinggi. Contohnya. maka mungkin hanya terjadi sedikit asimetri informasi yang harus dipecahkan oleh underwriter. Investor tidak akan menilai sertifikasi untuk informasi yang telah diketahui secara luas dan emiten tidak akan mencoba untuk mesertifikasi informasi yang buruk. [Ticnic (1988) Caster dan Manaster (1990) Beatty dan Ritter (1986) Carter. Assem Safieddine dan Gopala K. Asimetri informasi saham dapat menjadi hal penting bagi SEO dan dibutuhkan untuk sertifikasi underwriter sangat bervariasi. akan tetapi berdasarkan hal ini memungkinkan masalah dengan multikolinear di dalam variabel regresi. Keseluruhan atribut penting bagi kualitas underwriter di dalam penambahan nilainya. karena SEO telah memiliki harga pasar yang terbentuk untuk modal perusahaan penerbit dan pengembangan informasi publik. Robyn McLaughlin. Vasudevan (2000) dalam jurnalnya yang berjudul ´Investment Banker Reputation and the Performance of Universitas Indonesia .

penelitian tersebut menyajikan dukungan untuk peranan pentingnya informasi/sertifikasi underwriter di dalam SEO. Penelitian ini menguji hubungan antara underwriter yang bergengsi tinggi dengan return pada periode pengembalian maupun kinerja jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan. Demikian.17 Seasoned Equity Issuers´ menguji secara empiris peranan dari reputasi underwriter di dalam mengurangi asimetri informasi dari perusahaan yang melakukan SEO. Ditemukan bukti dukungan yang kuat terhadap keseluruhan peranan informasi ataupun sertifikasi bagi underwriter di dalam melakukan SEO. Peranan informasi ataupun sertifikasi dari underwriter menjadi sangat penting. penelitian tersebut menemukan keuntungan positif yang berhubungan dengan emiten akan membayar fee yang lebih mahal hanya jika fee tersebut dibayarkan kepada underwriter dengan tingkat prestise tinggi. Penelitian ini juga menamukan interaksi signifikan antara level dari asimetri informasi perusahaan dan efek dari prestise underwriter itu sendiri. Asimetri informasi dan fee menghasilkan keyakinan bahkan setelah dilakukan pengawasan terhadap ekspektasi pasar dari prestise underwriter dengan cara menguji para penerbit saham yang tidak menggunakan jasa underwriter dengan tingkat prestise tinggi. dapat mensertifikasi secara kredibel nilai dari perusahaan yang mereka jamin. Penelitian mereka menghasilkan dukungan untuk peranan sertifikasi bagi underwriter dalam SEO. di dalam penelitian ini ditemukan sebuah hubungan yang signifikan dan positif antara prestise underwriter dengan return pada periode pengumuman. dan menyarankan pasar untuk dengan cepat Universitas Indonesia . menggunakan sebanyak 649 penerbitan saham tambahan dari periode 1980-1994. Tidak ada efek yang signifikan dari prestise underwriter untuk return jangka panjang setelah penerbitan. Hasil untuk return tiga tahun setelah penerbitan mengindikasikan bahwa informasi yang disampaikan dari pemilihan underwriter menyatu ke dalam harga saham saat pengumuman penawaran. Setelah digunakan faktor lain. baik dalam prektek maupun model teoritis dalam perantara keuangan. Underwriter. Lebih jauh lagi. dengan modal reputasi yang baik pada resiko dan akses terhadap informasi superior dari prospek perusahaan yang akan menerbitkan saham.

1: Universitas Indonesia .18 menyimpan nilai dari sertifikasi tersebut. Ringkasan penelitian terdahulu mengenai IPO dan SEO yang meneliti topik pengaruh reputasi underwriter dan efek penawaran saham tambahan terjadap imbal hasil saham-saham emiten dapat dilihat pada tabel 2.

F.19 Tabel 2. R2 keputusan memprediksi reaksi harga saham yang negatif Decision when Firm T-statistics.saham have Information that statistics Investor Do Not Have terhadap pengumuman atas penerbitan tambahan yang investor dengan diputuskan karena saham sinyal oleh ditangkap berlawanan alasan yang manajemen dalam penawaran saham tambahan.1 Ringkasan Penelitian-Penelitian Terdahulu No 1 Peneliti Myers dan Majluf Tahun 1984 Judul Penelitian Corporate and Metode Penelitian Sebuah model equilibrium dari investasi penerbitan Model Penelitian Hasil Penelitian y Model Financing Multivariate yang dibuat Investment Regression. 2 Miller dan Rock 1985 Dividen Policy under Model Regresi Model penelitian keuangan standar y Penelitian ini memprediksi Asymetric Information seperti Fama dan Millerbahwa semua reaksi Modigliani Universitas Indonesia .

karena isu perusahaan menjaga saham ketika terjadi penurunan cash flow yang tidak dapat diantisipasi di masa datang.20 terhadap harga saham negatif untuk semua isu tentang saham. Universitas Indonesia . Model ini menyatakan bahwa issuing firm dengan kualitas yang baik dengan asimetri informasi yang signifikan dapat menguntungkan jika investment banker dapat mensertifikasi secara terpercaya nilai perusahaan kepada informed investor yang lebih sedikit jumlahnya.

underwriter yang prestis berhubungan dengan IPO yang rendah y IPO oleh high prestige memiliki returns investment memiliki banker tingkat Universitas Indonesia .21 3 Richard Carter dan Steven Manaster 1990 IPO and Underwriter Regresi Linear Model menggunakan asumsiasumsi: Reputation y Ada 3 waktu y Pasar primer dan sekunder y Diferensiasi emiten y Investor adalah risk neutral y Informed investor y Semua IPO oversubscribe y Kritikal model asimetri informasi y Underwriter yang tinggi dengan berprestise berhubungan penawaran dengan resiko rendah y Dengan resiko yang rendah semakin kurang dorongan mencari informasi dan menyebabkan sedikitnya jumlah informed investor y Konsekuensinya.

F. 4 Chemmanur 1994 dan Fulghieri Investment Bank Multivariate Model memiliki dua tanggal (t0 y Investment banker sebagai Reputation. mempunyai modal reputasi yang mereka memungkinkan bekerja sebagai pemberi informasi yang kredibel di mata investor. R2 dan t+1). Ada tiga jenis agen yang Production Financial Intermediation and T-statistics.Information Regression.risk neutral (pengusaha.22 underpricing yang lebih rendah perusahaan melakukan IPO daripada yang tanpa high-prestige underwriter. High prestige investment Universitas Indonesia . bankir statistics menggunakan konsep ekulibrium berdasarkan ³sequential equilibrium´ Kreps Wilson (1982b) dan investasi dan investor biasa) pemain lama di dalam pasar modal. y Emiten berusaha keraguan dengan jasa mengurangi investor menggunakan underwriter yang prestige.

dan high perstige investment banker tersebut mewakili lebih banyak perusahaan yang kurang beresiko dan isu yang lebih besar. dan informasi berdasarkan yang dapat dimiliki dipercaya sertifikasi atas nilai saham yang mereka jamin. y Periode pengumuman seharusnya pengembalian lebih positif bagi SEO yang dibantu oleh high prestige investment banker. Universitas Indonesia . dengan reputasi yang baik terhadap resiko modal superior prospek emiten.23 banker.

Assem Safieddine dan Gopala K. Sumber : Data Olahan Peneliti Universitas Indonesia . Vasudevan 2000 Investment Reputation Performance Seasoned Offering Banker Menggunakan and Ordinary of Least Square PEit = Rit ± (ai+biRmt)        y Adanya pengaruh positif antara reputasi investment banker announcement returns y Tidak dengan period Equity (OLS) market model logit model dan    ada pengaruh signifikan antara reputasi inventment banker dengan kinerja harga saham jangka panjang setelah penerbitan.24 5 Robyn McLaughin.

Universitas Indonesia . padahal peningkatan modal sudah sangat mendesak. perantara perdagangan efek merupakan lembaga-lembaga yang sangat berperan dalam mengembangkan pasar modal di Indonesia. konsultan hukum. b.2 Konstruksi Model Teoritis 2. Efek merupakan semua yang termasuk kedalam kategori surat berharga. wali amanat. Hal itu tidak mustahil akan terjadi bila alternatif dana sangat terbatas.2.25 2. Bagi pemodal Investasi di pasar modal juga mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan investasi pada sektor perbankan maupun sektor lainnya. apakah dalam bent k saham u obligasi ataupun sekuritas kredit. surat berharga komersial. akuntan publik. c. Berkembangnya pasar modal seperti dewasa ini memberikan manfaat yang besar bagi lembaga penunjang tersebut ke arah profesionalisme di dalam memberikan pelayanannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing. akan semakin menyulitkan perusahaan jika tidak ada jalan keluarnya. obligasi. tanda bukti utang. seperti: surat pengakuan utang. pasar modal memberikan kelebihan dan keleluasaan tersendiri. perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya. unit penyertaan kontrak investasi kolektif. dan sebagainya. serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek´. Bagi masyarakat pemodal.1 Pasar Modal Pengertian pasar modal menurut undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek. Adapun manfaat pasar modal sebagai berikut: a. Dalam melakukan investasi di pasar modal calon investor dapat memilih berbagai jenis efek yang diinginkan. biro administrasi. perusahaan akan memperhatikan jumlah dana dan jangka waktu untuk memperolehnya. Bagi lembaga penunjang pasar modal Lembaga penunjang pasar modal antara lain: penjamin emisi. Jika perusahaan sudah tidak mungkin untuk meningkatkan modal pinjaman. kontrak berjangka atas efek. notaris perusahaan penilai. Bagi dunia usaha Dalam usaha meningkatkan modal dengan menarik dana dari luar. saham.

berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham. 2.1548/KMK/90. termasuk di dalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara di bidang keuangan. Kedua. pasar modal adalah suatu pasar (tempat. Dengan melakukan penawaran terbatas perusahaan menghindari peraturan-peraturan yang seharusnya diikuti seperti dalam prosedur emisi Universitas Indonesia . Private Placement (Penawaran Terbatas) Private placement merupakan penawaran surat berharga pada kalangan terbatas. obligasi. obligasi-obligasi. Untuk meningkatkan modal. saham baru musiman (Seasoned Equity Offering atau SEO) ditawarkan oleh perusahaan yang pernah menerbitkan saham (Bodie. melalui berbagai paket deregulasi dan debirokrasi peranan pasar modal terus didiorong perkembangannya. Pertama.2. Menurut Anoraga dan Pakarti (2003) dalam Kurniawan (2004) penawaran efek terbagi dalam beberapa jenis sebagai berikut: 1. dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa perantara pedagang efek. salah satu cara yang bisa ditempuh perusahaan adalah menjual sekuritas baru. dan Marcus.26 d. atau sekuritas lain yang dijual ke publik melalui banker investasi dalam pasar yang disebut pasar primer/perdana (primary market). Sebab itu. Pembelian dan penjualan antarinvestor atas sekuritas yang telah diterbitkan terjadi di pasar sekunder (secondary market). Sekuritas tersebut bias berupa saham. Sedangkan dalam arti sempit. serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Bagi pemerintah Selain perbankan. pasar modal merupakan sarana yang paling tepat di dalam memobilisasi dana masyarakat yang dapat berguna dalam membiayai dana pembangunan. Terdapat dua jenis saham biasa (common stock) yang diterbitkan melalui pasar perdana. pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi. 2006). Kane. penawaran saham perdana (Initial Public Offering atau IPO) adalah saham perusahaan yang pertama kali ke publik oleh perusahaan yang tadinya berbentuk perseroan terbatas.2 Penerbitan Saham Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No.

Penawaran tersebut ditujukan kepada calon investor yang berminat untuk membeli saham yang ditawarkan oleh emiten. persyaratan perizinan tersebut harus lengkap. Universitas Indonesia . Pada umumnya IPO dilakukan melalui metode General Cash Offer. merupakan penawaran umum perdana atau penawaran saham yang pertama kalinya dilakukan oleh emiten kepada masyarakat luas dengan tujuan memperoleh tambahan modal yang akan digunakan untuk kepentingan perusahaan. Prospektus dari emiten akan memberikan informasi secara detail mengenai kondisi keuangan emiten serta hal-hal lain yang dipandang perlu untuk membentuk transparansi perusahaan yang go public. Dalam melaksanakan perannya. penunjukkan lembaga penunjang lain. Penawaran umum dibagi menjadi dua. bursa yang dipilih untuk mencatatkan saham. Private placement penawaran efek dilakukan dengan cara bernegosiasi secara langsung antara perusahaan dengan calon investor.27 umum di pasar modal.Memberi konsultasi di bidang keuangan seperti jumlah dan jenis efek yang akan diterbitkan. yaitu penawaran saham kepada masyarakat luas yang berminat untuk berinvestasi di pasar modal. Setelah peraturan yang ada telah dipenuhi. atau dapat disebut sebagai perantara antara emiten dan investor (financial intermediaries). Public Issue (Penawaran Umum) Penawaran umum merupakan cara menawarkan surat berharga di pasar modal yang sering dilakukan. Penawaran umum harus mendapat izin dari badan yang mempunyai otoritas dan kewenangan. maka emisi dapat dilakukan oleh emiten. dan metode pendistribusian. 2. Sebelum perusahaan melakukan penawaran di pasar modal. Pada umumnya investor yang mempunyai cukup informasi tentang proses emisi akan membantunya dalam pembuatan keputusan. yaitu: y Initial Public Offerings (IPO). penentuan jadwal emisi. underwriter melakukan kegiatan antara lain: 1. Di dalam general cash offer biasanya emiten selalu melibatkan penjamin emisi (investment banker/ underwriter). Underwriter merupakan pihak yang berperan penting dalam proses penjualan saham kepada publik.Membantu emiten dalam rangka mempersiapkan pernyataan pendaftaran emisi berikut dokumen pendukungnya. 2.

2. yaitu menjual hak (right) kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru dengan harga tertentu±sering disebut dengan right issue.Menjual saham kepada publik. kepada setiap pemegang saham lama yang sebanding dengan proporsi kepemilikan mereka sebelumnya. manajemen. yaitu: 1. 5.Rights offer. Metode general cash offer pada SEO memiliki mekanisme yang sama dengan yang digunakan pada IPO. mewajibkan setiap perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham tambahan (SEO) untuk memberikan HMETD atas saham baru yang ditawarkan. 1997). produksi.Melakukan penjaminan terhadap efek yang diemisikan. Tujuan dilakukannya SEO serupa dengan IPO. antara lain keuangan. pemasaran. dan 6.Bersama-sama emiten menentukan harga saham.28 3. 4. berikut prospeknya.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD (preemptive right). di luar saham yang terlebih dahulu beredar di masyarakat melalui IPO (Megginson. yaitu untuk memperoleh tambahan dana untuk membiayai kegiatan usaha atau membayar hutang perusahaan yang jatuh tempo. merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan perusahaan yang listed di pasar modal. Penjualan seasoned securities ini dapat dilakukan dengan dua cara. y Seasoned Equity Offerings (SEO).Melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan.D. Di dalam proses penawaran saham dengan menggunakan mekanisme right issue.General cash offer. dimana menggunakan jasa underwriter dalam penjualan saham kepada publik. third offerings. dan seterusnya. Peraturan Bapepam Nomor IX. para pemegang saham memiliki kebebasan untuk melakukan pemesanan/pembelian saham baru atau menjual haknya. Universitas Indonesia . Harga saham yang ditawarkan kepada pemegang saham lama lebih rendah daripada harga yang beredar di pasar. yaitu menjual saham kepada setiap investor yang ingin membeli sekuritas baru tersebut melalui second offerings.

D. saham baru yang diterbitkan tersebut dapat langsung dicatatkan dan diperdagangkan di pasar sekunder apabila telah memenuhi peraturan pasar modal yang berlaku. porsi kepemilikan investor atas perusahaan dapat berubah sehingga hak suaranya juga berubah dalam rapat umum pemegang saham. Peraturan Bapepam Nomor IX.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD (preemptive right). Setelah BEI mengeluarkan surat pengumuman dan emiten memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam LK. Sedangkan dengan HMETD.29 2. Perbedaan paling signifikan dari kedua metode ini adalah dilusi yang dialami penanam modal. Proses tanpa HMETD seringkali dilakukan emiten dalam rangka melakukan restrukturisasi hutang.3 Mekanisme Perdagangan SEO di BEI Perdagangan penerbitan saham tambahan di Indonesia memiliki perbedaan besar antara yang menggunakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan yang tanpa HMETD. HMETD lebih umum digunakan untuk melaksanakan penerbitan saham tambahan di Indonesia. investor memiliki pilihan untuk mempertahankan porsi kepemilikan atau mengurangi porsi kepemilikan. mewajibkan setiap perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham tambahan (SEO) untuk memberikan HMETD atas saham baru yang ditawarkan. Sedangkan untuk emiten yang memilih untuk menerbitkan saham melalui HMETD akan dijelaskan seperti pada tabel di bawah ini akan dirangkum tentang karakteristik HMETD. Oleh karena itu. sehingga sifatnya lebih kepada penawaran terbatas. Tanpa HMETD. kepada setiap pemegang saham lama yang sebanding dengan proporsi kepemilikan mereka sebelumnya.2. Berikut ini adalah penjelasan karakteristik HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI): Universitas Indonesia .

Sangat jarang digunakannya metode general cash offer mungkin disebabkan karena tidak adanya sistem perundang-undangan atau peraturan yang Universitas Indonesia . jika harga HMTED < Rp 200 y Fraksi Rp 5. baik untuk pasar tunai maupun pasar negosiasi Fraksi Harga Di pasar tunai dengan skema multifraksi. jika harga HMTED Rp 2. yaitu: y Fraksi Rp 1.000 y Fraksi Rp 50.2 Karakteristik Rights (HMETD) di Bursa Efek Indonesia Karakteristik Masa Perdagangan HMETD Sistem Penawaran Keterangan Sekurang-kurangnya 5 (lima) hari bursa y Lelang berkelanjutan (continous action) untuk pasar tunai y Negosiasi untuk pasar negosiasi Perdagangan y Pasar tunai dan Sesi 1 pasar negosiasi y Perdagangan di pasar negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan. jika harga HMTED Rp 200 s/d < Rp 500 y Fraksi Rp 10. metode right issue lebih umum digunakan daripada metode general cash offer. melainkan satuan unit right Satuan Perdagangan y Satu satuan perdagangan right sebanyak 500 (lima ratus) right y Setiap satu right wajib memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham. jika harga HMTED Rp 500 s/d < Rp 2. 2001.000 y Fraksi Rp 25. Jakarta: Salemba 4. Penyelesaian Transaksi T+0. Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab. jika harga HMTED >= Rp 5.000 Sumber: Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin.000 s/d < Rp 5. Di Indonesia.30 Tabel 2.

Menambah penyertaan modal pada anak perusahaan. 4. Adapun tujuan dari pengumpulan dana usaha melalui penawaran saham tambahan umumnya akan digunakan oleh perusahaan untuk keperluan sebagai berikut: 1. 2. 8.4 Investment Banker (Underwriter) Investment banker adalah ´jantung dari penerbitan saham baru. Randolph W. misalnya dengan melakukan penambahan fasilitas seperti peningkatan kapasitas produksi atau pendanaan suatu proyek. 3. Kondisi tersebut berbeda dengan tipe pasar modal Amerika Serikat dan Jepang (developed market). Membayar hutang/pinjaman baik jangka panjang maupun jangka pendek. investment banker bertanggung jawab memperhitungkan harga saham secara fair. Memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. khususnya pada saat pertama. Oleh karena itu pembeli saham atau investor mengandalkan penilaian investment bank terhadap keadaan perusahaan tersebut (Ross. yang cenderung menerapkan general cash offer dalam melakukan penawaran saham tambahan (Anoraga dan Pakarti. 5.2. Ketika sebuah perusahaan go public. Meningkatkan modal kerja perusahaan. Universitas Indonesia . Memberikan pinjaman kepada anak perusahaan. memasarkan saham (setelah melakukan investigasi kesiapan pasar atas isu yang beredar). 7. misalnya dengan menaikkan CAR pada bank.31 mengatur. 2. 6. pembeli relatif sedikit memiliki informasi mengenai perusahaan tersebut. dan menjamin hasil. Investment banker menanggung resiko kemungkinan penurunan harga pasar diantara tanggal penawaran saham dan pada saat saham laku terjual. sehingga dengan menggunakan right issue diharapkan kepemilikan atas perusahaan tidak berubah. 2002). Menutupi ekutas negatif akibat pinjaman yang berlebihan. Melakukan ekspansi usaha. Lebih jauh lagi. 2003). di samping adanya pengaruh tipe/bentuk pasar modal Indonesia (emerging market) yang memang cenderung mempertahankan kepemilikan mayoritas. Stephen A. Membiayai rencana akuisisi. Investment banker memberikan saran.

Sekuritas biasanya diperdagangkan oleh lebih satu investment banker biasanya. Jelas sekali insentif ekonomi untuk menjaga reputasi bagi perusahaan yang hanya satu kali atau jarang masuk ke pasar sekuritas tidak terlalu tinggi. membantu perusahaan -perusahaan menjual sekuritas. Investment banker juga akan mengalami kerugian seperti investor jika sekuritas yang dijaminnya telah dijual ke masyarakat dengan harga yang terlalu tinggi. Kane. Universitas Indonesia . karena masyarakat berikutnya tidak akan percaya pada keterlibatan bankir tersebut dalam penjualan sekuritas lain. yaitu modal reputasi. maka bankir tersebut memiliki kepentingan untuk melindungi dan menjaga reputasi kejujurannya. yang disebut sebagi penjamin emisi (underwriter). Sebuah pelajaran berarti telah terjadi di akhir tahun 1990-an dimana terdapat lonjakan pasar modal dan kemudian disusul dengan kejatuhan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi pada tahun 2000-2002. Penawaran publik baik saham maupun obligasi biasanya dipasarkan oleh investment banker. Karenanya. Perusahaan yang memimpin. Efektifitas dan kemampuan investment banker untuk menjalankan usaha di masa depan oleh karenanya tergantung pada reputasi yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun. Banyak sekali investment banker yang tampaknya terjebak dalam banjir uang yang berasal dari penerbitan saham kepada masyarakat yang terlalu antusias. Kegagalan dari banyak penawaran ini membuat masyarakat jera terhadap pasar saham maupun perusahaan yang mengelola IPO. 2006). Paling tidak sebagian pihak di Wall Street terlambat mengakui bahwa mereka menyia-nyiakan aset mereka yang bernilai. dan Marcus. membentuk sindikat penjamin emisi (underwriting syndicate) dengan investment banker lainnya untuk berbagi tanggung jawab penerbitan saham (Bodie. investment banker (yang reputasinya kokoh) dapat memberikan peran sertifikasi ´tanda persetujuan´ (seal of approfal) kepada penerbit sekuritas (emiten). Karena selalu ada di pasar. dan mereka juga kelihatannya mengakui bahwa konflik kepentingan yang membahayakan kesepakatankesepakatan ini tidak hanya salah tetapi juga buruk bagi bisnis.32 Investment banker dapat memberikan jasa selain keahlian menjual sekuritas. Investasi dalam menjaga reputasi merupakan jenis skala ekonomi lainnya yang berasal dari frekuensi partisipasi investment banker di pasar modal.

33 ambar 2. maka dapat disimpulkan bahwa underwriter merupakan anggota dari pasar modal yang mempunyai peranan sebagai penjamin emisi suatu emiten di pasar perdana. Berdasarkan pengertian underwiter yang dikemukakan di atas.1: Hubungan antara perusahaan yang menerbitkan sekuritas. Underwriter tersebut akan bertugas untuk membantu emiten dalam melakukan penawaran umum. penjamin emisi. dan Marcus. dan publik Pengertian underwriter menurut pasal 1 angka 17 undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal adalah pihak yang membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual. Uni i Indonesi ¥ £¥¤ £¢ ¡  © © © Inves ment Banke A © Investment Banke B Investment Banke C Investment Banke D §¦ . 2006)* *Gambar 2. Sedangkan Eduardus (2001:15) mendefinisikan underwriter sebagai salah satu profesi pendukung pasar modal yang berperan sebagai penjamin sekuritas di pasar perdana. yang menyatakan bahwaunderwriter merupakan anggota dari pasar modal yang disebut dengansecurities house.1 EMITEN Pimpinan Penjamin Emisi ¨ INVESTOR SWASTA Sumber : Investment (B ie. Kane. Hal senada juga dikemukakan oleh Jogiyanto (2003:19).

Dalam prakteknya. Ketidaktahuan inilah yang membuat perusahaan menggunakan underwriter sebagai penjamin sahamnya di bursa efek. underwriter akan berusaha semaksimal mungkin menjual efek-efek emiten. Sedangkan full commitment di Amerika Serikat memiliki persepsi yang berbeda yaitu underwriter membeli seluruh saham emisi kemudian menjual kembali kepada investor dengan harga yang tentunya leih tinggi. Dari ketentuan tersebut berlaku bahwa underwriter berusaha menjual di pasar perdana kemudian membeli efek yang ternyata tidak laku terjual dengan harga yang sama dengan harga penawaran pada pasar perdana ini berlaku pada penjaminan emisi di Pasar Modal Indonesia. underwriter pada umumnya ada empat macam. b.34 Perusahaan yang go public biasanya belum mengetahui pangsa pasar saham di pasar bursa. Universitas Indonesia . 2005): a. Apabila ada efek yang belum habis terjual underwriter tidak wajib membelinya dan oleh karena itu mereka hanya membayar semua efek yang berhasil terjual dan mengembalikan sisanya kepada emiten. Pengaruh underwriter menyebabkan tinggi rendahnya harga saham perusahaan pada publik. Kesanggupan terbaik (best effort commitment) Dalam komitmen ini. c. yaitu (Dahlan Siamat. hal ini dikarenakan proses tawar menawar yang terjadi pada pasar sekunder dengan investor. Kesanggupan penuh (full commitment) Full commitment atau sering disebut firm commitment underwriting adalah suatu perjanjian penjamin emisi efek dimana penjamin emisi mengikatkan diri untuk menawarkan efek kepada masyarakat dan membeli sisa efek yang tidak laku terjual. underwriter menyanggupi membeli sisa efek tersebut dengan harga tertentu sesuai dengan perjanjian yang besarnya dibawah harga penawaran pada pasar perdana. Kesanggupan siaga (stand by commitment) Penjamin emisi menurut komitmen ini adalah underwriter berusaha menawarkan efek semaksimalnya kepada investor. Kemudian apabila ada sisa yang belum terjual sampai batas waktu penawaran yang telah ditetapkan.

Dilihat dari masing-masing fungsi dan tanggung jawab dalam sindikasi penjamin emisi maka underwriter dapat digolongkan sebagai berikut (Dahlan Siamat. Penjaminan emisi efek (underwriting) senantiasa berkaitan dengan resiko yang dapat dihadapi oleh underwriter terutama apabila emisi dalam jumlah yang cukup besar. Akan tetapi apabila sampai batas waktu tertentu. Perhitungan dan perkiraan mengenai kemampuan atau kekuatan pasar kurang tepat akan menimbulkan resiko terhadap tidak berhasilnya suatu emisi efek yang pada gilirannya akan menimbulkan tanggung jawab penjamin emisi atau penjualan efek yang diemisikan tersebut. Komitmen ini mengatur apabila penjualan efek telah mencapai batas minimum penjualan yang ditentukan misalnya. Menjamin penjualan emisi efek dan pembayaran keseluruhan nilai efek yang diemisikan kepada emiten. Apabila dalam suatu emisi terdapat lebih dari satu penjamin emisi utama. maka penjamin dilakukan secara bersama. efek yang terjual belum memenuhi ketentuan jumlah minimum maka penjualan efek dibatalkan. umumnya dilakukan dalam suatu sindikasi yang terdiri atas kalangan penjamin emisi.35 d. pelaksanaan penjamin emis efek. Kesanggupan semua atau tidak sama sekali (all or none commitment) Komitmen ini menyatakan bahwa apabila efek yang ditawarkan tersebut ternyata sebagian tidak terjual. Oleh karena itu. maka underwriter dapat meneruskan penawaran sampai batas maksimum penjualan. Tugas pokok Penjamin Utama Emisi adalah sebagai berikut: a. Artinya bagian efek yang telah laku terjual oleh investor akan dibatalkan penjualannya dan semua sisa efek dikembalikan kepada emiten. maka penjualan efek tersebut dibatalkan sama sekali. Universitas Indonesia . Selanjutnya. 2005): 1. Penjamin Utama Emisi (Lead Underwriter) Lead underwriter dengan emiten membuat suatu perikatan dalam suatu perjanjian penjaminan emisi efek. Dalam perjanjian tersebut penjamin emisi menjamin menjual efek dan pembayaran seluruh nilai efek. dalam konteks ini dikenal istilah komitmen minimum atau maksimum.

Mewakili para penjamin emisi efek dalam hubungannya dengan emiten dan pihak ketiga. 3. d. penjamin emisi efek setelah memisahkan jumlah porsi yang akan langsung ditawarkan sendiri kepada investor. b. Penjamin Pelaksana Emisi (Managing Underwriter) Seperti disebutkan bahwa dalam suatu emisi bisa saja terdapat lebih dari satu lead underwriter.36 b. Penjamin Peserta Emisi (Co-Underwriter) Fungsi co-underwriter ini adalah ikut menjamin penjualan dan pembiayaran nilai efek sesuai dengan porsi efek yang diberikan kepadanya yang diakitkan dengan suatu perjanjian penjaminan emisi dan dalam pelaksanaan emisi counderwriter tidak bertaggung jawab langsung kepada emiten. Kerja sama antara penjamin emisi efek yaitu sebagai lead. Selanjutnya. Menetapkan bagian kewajiban masing-masing bagian efek sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian antara penjamin emisi. dapat juga mempergunakan jasa perusahaan-perusahaan broker atau perusahaan efek sebagai agen penjual (selling agent) untuk melaksanakan penjualan efek Universitas Indonesia . tetapi kepada lead underwriter. Menyerahkan hasil penjualan efek kepada emiten serta membayar efek yang tidak habis terjual tepat pada tanggal yang disepakati. e. maka diantara mereka harus dipilih satu atau lebih yang akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau managing underwriter. Mengumpulkan semua hasil penjualan efek yang dilakukan oleh parapenjan penjamin peserta emisi dan para agen penjual pada tanggal setelah masa penutupan penawaran umum. Mengkoordinasikan seluruh penjamin emisi dalam hal pelaksanaan penjamin efek serta kegiatan-kegiatan lainnya sesuai dengan kewajiban para penjamin emisi efek. 2. Penjamin pelaksana emisi dalam suatu emisi dalam suatu proses emisi memiliki fungsi sebagai berikut: a. Mengatur pengelolaan serta penyelenggaraan emsi efek. managing dan counderwriter diwujudkan dalam suatu perjanjian antar mereka yang disebut dengan Perjanjian Antarpenjamin Emisi. Apabila hal tersebut terjadinya. c.

yaitu: 1. Jumlah fee tersebut dihitung dari nilai penawaran pada pasar perdana. Management fee.2.5 Imbal Hasil Saham Return dan abnormal return dapat diukur dengan menggunakan tiga pendekatan (Untung Affandi dan Sidharta Utama. Pada dasarnya manajement fee ini dibayarkan kepada penjamin pelaksana emisi (managing underwriter). Ikatan kerja sama antara penjamin emisi dengan agen pejual tersebut dilakukan atas dasar suatu perjanjian yang disebut Perjanjian Penjual Agen. yaitu pembayaran fee kepada agen penjual yang ditunjuk (broker atau perusahaan-perusahaan efek) bedasarkan perjanjian agen penjual yang besarnya sesuai dengan jumlah efek yang terjual. Besarnya fee biasanya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara emiten dengan underwriter yang dinyatakan dalam suatu persentase. yaitu pembayaran fee kepada semua penjamin emisi secara proporsional artinya besar-kecilnya fee yang dibayarkan tergantung dari besarnya bagian efek yang dijamin oleh masing-masing underwriter. Dengan demikian menurut pendekatan ini abnormal return adalah sama dengan total return.37 yang sebenarnya merupakan bagian underwriter yang bersangkutan. Total return dapat dihitung sebagai perubahan harga dibagi dengan harga pada periode awal. 2. Selling fee. Pendekatan Actual Return Pendekatan ini adalah pendekatan yang paling sederhana karena pendekatan ini mengasumsikan expected return selama event window adalah nol. c. Dalam melaksanakan fungsi penjaminan emisi. Jasa-jasa penjamin emisi tersebut terdiri atas: a. Jika terdapat pembayaran dividen tersebut maka akan ditambahkan pada selisih perubahan harga atau secara matematis dapat ditulis: Total Return = Perubahan harga saham + Pembayaran Dividen Harga saat saham dibeli Universitas Indonesia . b.1998). Underwriting fee. underwriter memperoleh pembayaran dari emiten yang disebut jasa penjamin emisi atau underwriting fee.

yang dibagi dengan IHSG akhir periode. Return pasar pada suatu periode dihitung sebagai selisih dari indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir dan awal periode. Perbedaannya adalah bahwa pendekatan ini juga mengakui bahwa pengaruh pasar berbeda-beda antara satu dengan yang lain: ada saham yang sangat sensitif terhadap perubahan pasar. Universitas Indonesia . Sama halnya dengan pendekatan kedua. Pendekatan Adjusted Beta Pendekatan ini adalah pendekatan yang paling kompleks. abnormal return adalah sama dengan total return dikurangi return pasar. Beta adalah pengukur terhadap return pasar. 3. Oleh karenanya menurut pendekatan ini. Beta diestimasi dengan menggunakan market model. pendekatan ini mengakui bahwa pergerakan pasar akan mempengaruhi return saham.38 2. Pendekatan Adjusted Market Return Menurut pendekatan ini return suatu saham dipengaruhi oleh return pasar (market return) dimana pengaruh pasar adalah sama untuk semua saham. sebaliknya ada saham yang tidak banyak dipengaruhi perubahan pasar. namun yang paling sesuai dengan kenyataan.

seberapa besar mereka berpengaruh terhadap announcement period return (imbal hasil saham jangka pendek) atau imbal hasil jangka pendek yang diperoleh perusahaan setelah SEO.3 Model Analisis Model analisis untuk penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2.2 Model Analisis Penelitian PENGUMUMAN SEO OLEH BEI REPUTASI UNDERWRITER UNDERWRITER PRESTISE TINGGI UNDERWRITER PRESTISE RENDAH PENGARUH TERHADAP IMBAL HASIL SAHAM JANGKA PENDEK PENGARUH TERHADAP IMBAL HASIL SAHAM JANGKA PANJANG Sumber: Data Olahan Peneliti Pengumuman penawaran saham tambahan (SEO) dikaitkan dengan reputasi underwriter yang menjamin emisi efek yang ditawarkan. Akan dilakukan kasiklasifi terhadap underwriter yang bergengsi tinggi dengan yang bergengsi rendah. Universitas Indonesia . Kemudian penelitian akan dilanjutkan dengan mengestimasi seberapa besar pengaruh reputasi underwriter yang digunakan terhadap kinerja jangka panjang perusahaan tiga tahun setelah SEO.39 2.

Universitas Indonesia .4 Hipotesis Penelitian Mengacu pada jurnal yang ditulis oleh Robyn McLaughlin. y H2: reputasi underwriter berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang perusahaan tiga tahun setelah penerbitan. hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: y H1: reputasi underwriter berpengaruh terhadap imbal hasil saham jangka pendek. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000) mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO pada saham perusahaan industri di Amerika menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif secara keseluruhan antara reputasi underwriter dengan returns periode pengumuman (jangka pendek) akan tetapi tidak menemukan pengaruh yang signifikan antara reputasi underwriter dengan kinerja dari harga saham tiga tahun setelah penerbitan berlangsung (jangka panjang).40 2. Oleh karena itu.

neraca. 2006). 3. dimana data-data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. dan laporan perubahan modal serta data kinerja saham emiten dan kinerja underwriter.41 BAB III METODE PENELITIAN Objek di dalam penelitian ini adalah reputasi underwriter pada perusahaan yang melakukan penawaran saham tambahan atau Seasoned Equity Offering (SEO) yang menggunakan right issue (HMETD) dan tanpa HMETD. tepatnya pada periode announcement return (jangka pendek) dan jangka hasil saham panjang tiga tahun setelah penerbitan pada perusahaan yang melakukan pengumuman SEO di Bursa Efek Indonesia kecuali sektor keuangan. Pendekatan kuantitatif digunakan karena penelitian ini dilakukan melalui proses pemikiran deduktif (melihat pola yang umum ke pola-pola khusus). Penelitian sebelumnya lebih banyak meneliti pengaruh reputasi underwriter pada penerbitan saham perdana atau IPO. deduktif dapat diawali dengan teori-teori untuk dicarikan pembuktiannya (S.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan nilai-nilai juga ditunjang oleh beberapa informasi kuantitatif dan kualitatif. Proses pemikiran ini diterapkan dengan mendasarkan penelitian pada hipotesis-hipotesis yang telah ada sebelumnya terkait dengan peristiwa penawaran saham tambahan oleh perusahaan tercatat. Universitas Indonesia . hasil temuan lapangan yang dikelompokkan sebagai data yang berbentuk angka-angka (Bambang Prasetyo. Data-data tersebut adalah prospektus penawaran saham tambahan dan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi. Deduktif menunjukkkan alasan dari fenomena umum terjadi secara spesifik (dibuktikan dengan fakta).K Asnawi dan Chandra Wijaya. 2001). reputasi tersebut dikaitkan dengan penawaran saham tambahan (SEO) yang berada di pasar sekunder.

42 3. Prospektus penawaran saham tambahan untuk mengetahui tanggal pengumuman yang diakses pada Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM). 2001). Informasi resmi IHSG periode 2003-2010 Universitas Indonesia . penelitian ini digolongkan pada penelitian murni karena memiliki orientasi akademis dan ilmu pengetahuan sehingga dapat menjadi sumber gagasan. Data ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang diakses dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM).com. dan website resmi BEI. 2001). Tujuan penelitian deskripsi adalah menyajikan gambaran yang lengkap mengenai seting sosial dan hubungan-hubungan yang terdapat di dalam penelitian.2 Jenis Penelitian Penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena sosial disebut dengan penelitian deskripsi. Berdasarkan dimensi waktu. dan www. hasil temuan lapangan yang dikelompokkan sebagai data yang berbentuk angka-angka (Bambang Prasetyo. teori. 3. Pusat Data Ekonomi dan Bisnis (PDEB) FEUI.yahoo. 3. (Endah Triastuti. Berdasarkan manfaatnya. 4. 2001). deskriptif karena penelitian ini memiliki fokus untuk menjawab fenomena imbal hasil saham-saham emiten yang melakukan pengumuman SEO yang dikaitkan dengan reputasi underwriter yang melakukan penjaminan emisi efek terhadap emiten tersebut. Daftar harga saham harian yang dapat diakses pada bag Pusat Referensi ian Pasar Modal (PRPM) di BEI. 2001).idx. Pusat Data Ekonomi dan Bisnis (PDEB) FEUI. penelitian ini dikatego rikan sebagai penelitian cross-sectional karena hanya mengambil satu bagian dari gejala pada satu waktu tertentu (Endah Triastuti.co. Pusat Data Ekonomi dan Bisnis (PDEB) FEUI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut: 1.3 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuantitatif.finance. dan metode yang dapat diaplikasikan dalam penelitian selanjutnya (Endah Triastuti. www. Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. dan website resmi BEI. Laporan Keuangan untuk mengetahui data tentang perusahaan yang melakukan SEO. 2.id.

mempelajari dan menelaah data-data sekunder yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Berarti perusahaan memperoleh perlakuan ³khusus´ sehingga tidak seperti perusahaan dalam industry lain. maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Perusahaan keuangan (banking & financial firms) seringkali dikeluarkan dari analisis. hal ini karena karakteristik khusus dari perusahaan ini yakni sebagai ³regulated industry´.dilakukan juga pengkajian dan pendalaman literatur-literatur seperti buku. 2006). sampel penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar melakukan SEO pada tahun tersebut (tidak termasuk sektor keuangan). dengan alasan perusahaan ini memiliki ³leverage´ yang tinggi. 3. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih menyeluruh dasar teori atau acuan untuk mengolah data-data yang diperoleh dalam studi lapangan. Selain dengan memperoleh langsung data sekunder di lokasi penelitian. Adapun pembatasan penelitian adalah sebagai berikut: Universitas Indonesia .4 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI kecuali sektor keuangan.5 Batasan Ruang Lingkup Penelitian Peneliti membatasi ruang lingkup penelitian dengan tujuan agar penelitian dapat dilakukan secara terarah dan hasil yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. pada tahun (2003-2010).K Asnawi dan Chandra Wijaya. Agar tidak terjadi ³panic´ pada nasabahnya disaat terjadi masalah pada industri keuangan maka perlu diatur seketat mungkin. Leverage yang tinggi merupakan suatu hal yang normal bagi perusahaan ini.43 Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan. namun tidak demikian pada perusahaan/industri lain (S. 3. Selain itu pembatasan penelitian digunakan untuk menciptakan keefektifan waktu. Fama dan French (1992) tidak mempergunakan perusahaan keuangan. Industri keuangan merupakan regulated industry karena industri keuangan memberikan jasa ³kepercayaan´ dimana karakteristik industri ini sangat mudah pecah (fragile). jurnal.

indeks LQ45. penawaran terjadi selama periode 2003-2007. 2. 2006). Perikanan Universitas Indonesia . Untuk sampel pengumuman. Perkebunan 2. Penelitian ini dibatasi pada perusahaan yang terdaftar di BEI dari tahun 20032010 yang melakukan penawaran saham tambahan atau SEO. Untuk holding-period return jangka panjang. 4. Variabel-variabel yang mempengaruhi imbal hasil saham di pasar modal hanya dibatasi pada pengumuman resmi penerbitan saham tambahan (kode surat RI. Peternakan 3. indeks papan utama dan papan pengembang. dan Kompas 100. Selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indeks yang mencerminkan keseluruhan market trend. Seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia juga dikelompokkan berdasarkan industri/usaha yang dimilikinya. Indeks-indeks tersebut adalah indeks individual. 7. 6. BEI juga memiliki enam indeks lainnya. karena sektor tersebut telah memiliki regulasi yang lebih lengkap dan dinilai kurang memiliki masalah asimetri informasi yang serius. indeks sektoral. (S. Jenis perjanjian yang dilakukan antara emiten dengan underwriter adalah full commitment. 5. sampel dibatasi dari tahun 20032007 jadi tiga tahun dari setelah pengumuman data imbal hasil saham sudah tersedia. Penelitian dilakukan terhadap semua perusahaan yang melakukan penawaran saham tambahan di BEI kecuali sektor keuangan. yang berakhir pada 31 Desember setiap tahunnya dan mempunyai kelengkapan data pelaporan keuangan. Perusahaan yang memiliki periode pelaporan keuangan. Sektor-sektor tersebut adalah: y PERTANIAN 1.K Asnawi dan Chandra Wijaya. Jakarta Islamic Index (JII). 3. 8. ITH dan KI) oleh BEI.44 1. tanggal pengumuman dan data imbal hasil saham disediakan oleh PRPM. Perusahaan yang mempunyai data harga saham harian.

45 y PERTAMBANGAN 1. Keramik. Kosmetik & Barang Keperluan Rumah Tangga 5. Makanan & Minuman 2. Pertambangan Minyak & Gas Bumi 3. Peralatan Rumah Tangga y PROPERTI DAN REAL ESTATE 1. Kimia 5. Konstruksi Bangunan y INFRASTRUKTUR. Farmasi 4. Kabel 5. Elektronika y INDUSTRI BARANG KONSUMSI 1. Pelabuhan. Otomotif & Komponennya 2. Alas Kaki 4. UTILITAS DAN TRANSPORTASI 1. Tekstil & Garmen 3. Pertambangan Batu Bara 2. Semen 2. Energi 2. Bandara & Sejenisnya Universitas Indonesia . Jalan Tol. Pertambangan Batu-batuan y INDUSTRI DASAR DAN KIMIA 1. Rokok 3. Porselen & Kaca 3. Kayu & Pengolahannya 8. Pakan Ternak 7. Pulp & Kertas y ANEKA INDUSTRI 1. Logam & Sejenisnya 4. Properti & Real Estate 2. Pertambangan Logam & Mineral Lainnya 4. Plastik & Kemasan 6.

46

3. Telekomunikasi 4. Transportasi 5. Konstruksi Non Bangunan
y

KEUANGAN

1. Bank 2. Lembaga Pembiayaan 3. Perusahaan Efek 4. Asuransi
y

PERDAGANGAN, JASA DAN INVESTASI

1. Perdagangan Besar Barang Produksi 2. Perdagangan Eceran 3. Restoran 4. Hotel & Pariwisata 5. Advertising, Printing & Media 6. Jasa Komputer & Perangkatnya 7. Perusahaan Investasi

Purposive sampling adalah pengambilan data disesuaikan dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebelumnya (tujuannya), (S.K Asnawi dan Chandra Wijaya, 2006). Dalam penelitian kali ini, sampel yang dipilih adalah seluruh sektor perusahaan kecuali sektor keuangan yang melakukan penawaran saham tambahan (SEO) dari keseluruhan sektor di atas, maka teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling.

3.6 Teknik Analisis Data Menguji Model Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesahihan model terbaik yang dihasilkan, maka perlu dilakukan uji ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai actual dapat diukur dari goodness of fit-nya. Untuk melakukan uji goodness of fit pengukurannya dilakukan dengan menguji nilai statistik t, nilai statistik F, dan koefisien determinasinya (R2) pada hasil regresi yang telah memenuhi uji asumsi klasik. Uji nilai statistik t untuk mengetahui pengaruh secara individual variabel

Universitas Indonesia

47

independen terhadap variable dependen. Uji F untuk mengetahui secara bersamasama semua variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen. Sedangkan koefisien determinasi untuk menentukan seberapa besar sumbangan variable independen terhadap variabel dependen. Uji asumsi klasik juga perlu dilakukan terhadap model agar memperteguh validitas model, yang dapat dilakukan melalui pengujian normalitas, autokorelasi, multikolinearitas, juga heteroskedastisitas (Kuncoro, Mudrajad: 2001). Bantuan dengan Eviews 7 dan SPSS 16.
y y y

Uji t dapat dilihat dalam output hasil regresi dengan SPSS output data Uji F dapat dilihat dalam output hasil regresi dengan SPSS output data Kolom Sig. baik pada tabel Coefficient maupun ANOVA menunjukkan tingkat signifikansi pada derajat kesalahan ( ) tertentu. Misal, kolom Sig. menunjukkan angka 0,04 itu berarti bahwa tingkat kesalahannya mencapai 4%. Angka sebesar itu dapat dikatakan signifikan jika derajat kesalahan ( ) telah ditentukan sebesar 0,05. Tetapi jika tersebut tidak signifikan. ditentukan 0,01 maka angka

y

R2 (baca: R square) atau koefisien determinasi dapat dilihat dalam output data Misalkan angka R2 menunjukkan angka 0.734 menunjukkan arti bahwa determinasi dari variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar angka tersebut

y

y

Jika diibaratkan reputasi underwriter dengan imbal hasil saham, variabel terikat (Y) adalah imbal hasil saham dan reputasi underwriter adalah variabel bebasnya (X). Terkait dengan angka 0,734 maka pengaruh underwriter adalah sebanyak 73,4% dari imbal hasil saham tersebut.

3.7 Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode event studies, yaitu suatu penelitian dengan pendefinisian waktu event untuk melihat suatu gejala yang dapat menggambarkan kejadian sebenarnya (S.K Asnawi dan Chandra Wijaya, 2006: 8). Adapun tahapan penelitiannya adalah sebagai berikut:

Universitas Indonesia

48

3.7.1 Pendefinisian Waktu Event dan Penentuan Sampel Penelitian ini memilih peristiwa pengumuman penerbitan saham tambahan tepatnya pada tanggal pengumuman SEO yang terdapat pada JSX Statistics 20032006 dan IDX Statistics 2007. Tanggal ini merupakan tanggal BEI menerbitkan surat pengumuman right issue (kode surat RI), informasi tanpa HMETD (ITH) dan keterbukaan informasi (KI). Sehingga, t0 adalah tanggal penerbitan surat pengumuman resmi oleh BEI (sebelum pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK). Penelitian ini mengambil sampel perusahaan-perusahaan terkecuali sektor keuangan yang tercatat pada BEI pada periode 2003-2007.

3.7.2 Pendefinisian Periode Studi Peristiwa pertama kali suatu informasi tersampaikan kepada masyarakat pasar modal cukup sulit untuk diidentifikasi. Hal ini disebabkan beberapa emiten besar cenderung untuk melakukan public expose terhadap aksi korporasi yang akan dilakukannya jauh sebelum aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, penelitian ini memperpanjang periode event menjadi 10 hari perdagangan efektif sebelum dan sesudah pengumuman. Sehingga dari hasil penelitian ini akan diketahui apakah terdapat antisipasi harga terhadap informasi-informasi tidak resmi yang tersampaikan kepada masyarakat investasi. Adapun periode estimasi penelitian ini adalah 40 hari perdagangan efektif yang mendahului periode event (t= -21 hingga t= -60). Untuk menguji hubungan antara reputasi underwriter dengan asimetri informasi dalam SEO, panelitian ini menggunakan return periode pengumuman dan return jangka panjang setelah penerbitan. Menghitung return jangka panjang setelah penerbitan dimulai satu bulan setelah tanggal pendaftaran dan berakhir tiga puluh enam bulan setelahnya.

3.7.3 Mengukur Reputasi Underwriter Reputasi underwriter akan diukur berdasarkan data tahunan nilai penjaminan underwriter yang diakumulasikan pada IDX Fact Book yang dikeluarkan oleh BEI. Perangkingan ini didasarkan kepada total nilai perdagangan (trade value)

Universitas Indonesia

481.074389 5 0.970.545.105. Bahana Securities T.906. dikarenakan dengan nilai penjaminan yang besar menunjukkan bahwa underwriter sanggup untuk menanggung resiko tuntutan hukum dari emiten atas tidak terjualnya saham yang dijaminkan.652 219.071. Semakin besar nilai penjaminan yang dilakukan oleh underwriter menunjukan bahwa underwriter memiliki reputasi yang baik.095.511.248.913.932.713 99.247.920.413.690. lalu dari total nilai perdagangan tersebut akan diurut berdasarkan underwriter yang memiliki total nilai trade value terbesar sampai nilai yang terkecil kemudian dicari nilai tengah dari total nilai perdagangan yang dijadikan cut off dan dan menjadi median dari total nilai perdagangan.173107 1 0.377.469.035822 9 0.390.059168 6 0. Danareksa Sekuritas Ind nesia T. Sinarmas Sekuritas Ind nesia T. berikut akan digambarkan contoh tabel untuk perangkingan underwriter: Tabel 3.360 52.618. Trimegah Securind Lestari T.188 99.314.252.853 150.1 Contoh Pengelompokkan Underwriter Berdasarkan Total Nilai Perdagangan (Trade Value) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Underwriter T.806.228.468.624.089391 4 0.240.49 yang dilakukan oleh masing-masing underwriter yang terdaftar di BEI setiap tahunnya (periode) dari tahun 2001 sampai dengan 2007.130312 2 0.03094 10 Prestise Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sumber: Data Olahan Peneliti Pengukuran reputasi underwriter menggunakan metode pengukuran yang dilakukan oleh Ernyan dan Husnan (2002) dengan menggunakan total nilai penjaminan yang dilakukan oleh underwriter pada periode pengamatan tahun 2003-2007. Jika urutan underwriter berada di atas median maka underwriter berprestise tinggi dan sebaliknya jika urutan underwriter berada di bawah median makan underwriter berprestise rendah.800.914 64. ABN Amr Asia Securities T.059021 7 0.152 125. Ciptadana Sekuritas Ind nesia T.500 201. J M rgan Securities Ind nesia T. Bhakti Securities         Akumulasi 291.292.928 % Emisi Rangking 0.119787 3 0.794. Rata-rata nilai total penjaminan emisi yang dilakukan oleh underwriter digunakan sebagai nilai cut off untuk membedakan underwriter           Universitas Indonesia .038564 8 0. ING Securities T. CIMB Niaga Securities Ind T.600.580 60.

7.K Asnawi dan Chandra Wijaya. Semakin besar total nilai penjaminan yang dilakukan oleh underwriter menunjukan bahwa underwriter memiliki reputasi yang tinggi. 2003. Martiani.7. Uji beda rata-rata dapat dipergunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaannya. Berikut modelnya (S.50 bereputasi baik dengan underwriter bereputasi buruk. Universitas Indonesia . 2006: 186) : AR = Ri -E(Ri) AR = Ri -E(Rm) (a) (b) Berdasarkan rumus (a) dan (b) maka dapat diperoleh CAR dengan metode yang sama yaitu: CARit = AR Ri Rm ARit = Abnormal return = Return perusahaan i = Return Market IHSG 3.5 Menguji Pengaruh antara Reputasi Underwriter dengan Imbal Hasil Saham Jangka Panjang Pada penelitian ini pengukuran imbal hasil saham tiga tahun setelah SEO dilakukan dengan menggunakan ukuran Buy and Hold Return (BHR). Pengukuran return dengan BHR ini digunakan untuk melihat bagaimana return yang diperoleh investor jika mereka melakukan pembelian pada hari pertama setelah pengumuman SEO dan kemudian menahan (hold) saham tersebut pada penelitian tertentu.4 Menguji Pengaruh antara Reputasi Underwriter dengan Imbal Hasil Saham Jangka Pendek (Abnormal Return) Pada penelitian ini abnormal return diukur menggunakan cumulative abnormal return (CAR) sebagai proksi dari imbal hasil saham di 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah pengumuman Seasoned Equity Offering yang dilakukan oleh bursa efek. Drobetz et al. 1991. 3. Pengujian abnormal return dalam penelitian ini akan menggunakan metode market model. Banyak penelitian mengukur kinerja jangka panjang saham-saham IPO dengan metode BHR (diantaranya: Ritter. CAR biasa digunakan jika ada kejadian/pengumuman (event studies) maka dibandingkan CAR sebelum da setelah kejadian.

didefinisikan sebagai pendapatan operasi sebelum depresiasi dikurangi pajak. diskala berdasarkan nilai buku dari aset perusahaan.It .... ISSVAL +.. FISIP UI 2008 menggunakan metode Drobetz... y ISSVAL adalah rasio dari nilai pasar saham yang diterbitkan terhadap nilai pasar saham outstanding...... Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000) mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO):             š= . LnBV-1 y FCFBV-1 adalah rasio free cash flow terhadap nilai buku satu tahun sebelum penerbitan.. beban bunga dan deviden yang dibayarkan. Universitas Indonesia .... + . y LnBV-1 adalah natural log nilai buku aset perusahaan pada tahun sebelum SEO.Ii Ii 3. 2003) adalah sebagai berikut: BHR = Pt + D ± Pi Pi Dimana: Pt D Pi It Ii : Harga saham pada periode t : Kumulatif deviden yang dibagikan selama periode pengamatan : Harga saham pada saat hari pertama perdagangan di bursa : IHSG pada periode t : IHSG pada saat saham SEO di bursa (hari pertama trading) dan BHAR = Pt + D ± Pi Pi .51 2004).6 Mengestimasi Probabilitas Emiten yang Menggunakan Underwriter Prestise Tinggi Perhitungan untuk estimasi probabilitas emiten yang menggunakan jasa underwriter berprestise tinggi menggunakan model logit seperti di bawah ini (Berdasarkan jurnal Robyn McLaughlin.... y MktBV-1 adalah rasio nilai pasar saham ditambah nilai buku hutang terhadap nilai buku aset pada tahun sebelum penerbitan SEO....7. FCFBV-1 +. salah satu metode perhitungan BHR (Anissa Muthia Saptadji. MktBV-1 +...

underwriter reputasi rendah dan kelompok sampel total.1 Pemilihan Sampel Penelitian ini mengambil sampel-sampel perusahaan tercatat yang melakukan pengumuman penerbitan saham tambahan pada periode 2003 hingga 2007 (kecuali sektor keuangan).52 BAB IV Analisis Pengaruh Reputasi Underwriter Terhadap Imbal Hasil Sahamsaham Emiten yang Melakukan Seasoned Equity Offering (SEO) 4.1 Keterangan Sampel No 1 Keterangan Sampel Perusahaan yang melaukan penawaran saham tambahan baik HMETD atau tanpa HMETD di BEI tahun 2003-2007 Emiten yang tidak mempunyai kelengkapan data laporan keuangan. Berikut tabel keterangan sampel penelitian: Tabel 4. dan delisting Jumlah 40 2 10 Jumlah Sampel Sumber : Data Olahan Peneliti 30 Berikut daftar nama emiten yang melakukan SEO melalui right issue dan tanpa right issue serta terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2003-2007: Universitas Indonesia . yaitu kelompok sampel underwriter reputasi tinggi. Penelitian ini memiliki dua kelompok sampel yang ditampilkan untuk analisis data dan pembahasan mengenai hasil penelitiannya. Hal ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari perbedaan tingkat reputasi underwriter terhadap imbal hasil saham-saham emiten. baik yang menggunakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maupun yang tanpa HMETD. harga saham harian.

Kabel Indonesia Tbk Inti Kapuas Arowana Tbk/Inti Agri Resources Mandom Indonesia Tbk Sentul City Tbk Surya Mas Duta Makmur Tbk Tunas Baru Lampung Tbk Barito Pasific Tbk Budi Acid Jaya Tbk Charoen Pokpand Indonesia Tbk Cipta Panelutama Tbk Dharma Samudra Fishing Industries Tbk Fatrapolindo Nusa Industri Tbk Gajah Tunggal Tbk Kridaperdana Indahgraha Tbk 2004 2005 2006 2007 Sumber: Data Olahan Peneliti Universitas Indonesia .53 Tabel 4.2 Daftar Nama Perusahaan yang Melakukan SEO di BEI Tahun 2003-2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Tahun 2003 Kode AISA ASII TIRT TRST ABBA ADES UNSP BMTR LPKR PLAS RICY UNTR BNBR PBRX ENRG CTRA KBLI IIKP TCID BKSL SMDM TBLA BRPT BUDI CPIN CITA DSFI FPNI GJTL KPIG Nama Perusahaan ASIA Inti Selera Tbk/Tiga Pilar Sejahtera Food Astra Internasonal Tbk Tirta Mahakam Polywood Industri Tbk Trias Sentosa Tbk Abdi Bangsa Tbk/Mahaka Media Ades Alfindo Putrasetia Tbk Bakrie Sumatra Plantation Tbk Bimantara Citra Tbk Lippo Karawaci Tbk Palm Asia Corpora Ricky Putra Globalindo United Tractors Tbk Bakrie & Brother Tbk Pan Brothers Tbk Energi Mega Persada Tbk Ciputra Development Tbk GT.

Kabel Indonesia Tbk Ciputra Development Tbk Dharma Samudra Fishing Industries Tbk Budi Acid Jaya Tbk Gajah Tunggal Tbk Sumber : Data Olahan Peneliti Tabel 4.4 Kelompok Sampel Emiten dengan Prestise Underwriter Rendah Tgl Pengumuman SEO 01-Des-03 25-Mei-04 27-Mei-04 16-Jun-04 21-Jun-04 11-Oct-04 27-Des-04 12-Mei-05 12-Jul-05 04-Jan-06 05-Jan-06 10-Jun-06 11-Jul-06 14-Mei-07 09-Jul-07 28-Nov-07 13-Des-07 28-Des-07 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Kode TRST ADES UNTR PLAS BMTR ABBA LPKR BNBR PBRX ENRG IIKP SMDM TBLA CITA CPIN BRPT KPIG FPNI Nama Perusahaan Trias Sentosa Tbk Ades Alfindo Putrasetia Tbk United Tractors Tbk Palm Asia Corpora Bimantara Citra Tbk Abdi Bangsa Tbk/Mahaka Media Lippo Karawaci Tbk Bakrie & Brother Tbk Pan Brothers Tbk Energi Mega Persada Tbk Inti Kapuas Arowana Tbk/Inti Agri Resources Surya Mas Duta Makmur Tbk Tunas Baru Lampung Tbk Cipta Panelutama Tbk Charoen Pokpand Indonesia Tbk Barito Pasific Tbk Kridaperdana Indahgraha Tbk Fatrapolindo Nusa Industri Tbk Sumber : Data Olahan Peneliti Universitas Indonesia .3 Kelompok Sampel Emiten dengan Prestise Underwriter Tinggi Tgl Pengumuman SEO 14-Jan-03 07-Mar-03 5-Nov-03 08-Jul-04 29-Nov-04 08-Feb-06 20-Sep-06 21-Nov-06 30-Des-06 22-Jun-07 09-Jul-07 04-Des-07 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2003 2004 2006 2007 Kode ASII TIRT AISA RICY UNSP TCID BKSL KBLI CTRA DSFI BUDI GJTL Nama Perusahaan Astra Internasonal Tbk Tirta Mahakam Polywood Industri Tbk ASIA Inti Selera Tbk/Tiga Pilar Sejahtera Food Ricky Putra Globalindo Bakrie Sumatra Plantation Tbk Mandom Indonesia Tbk Sentul City Tbk GT.54 Tabel 4.

Ficorinvest. yaitu Trimegah. dan Lippo Securities. Danareksa dan Pacific. 2002). Lima underwriter teratas ini memiliki nilai 18 penjaminan yang mencolok dibandingkan dengan underwriter peringkat di bawahnya.000. Pada November 2010.5 triliun.2 triliun untuk periode Januari-15 November 2010. Untuk tahun 1998 sampai dengan 2001 terdapat rating yang dilakukan oleh koran Investor Indonesia berdasarkan pelayanan. Dari 53 underwriter.00 atau di atas 4% terhadap total nilai IPO. Kelima underwriter tersebut adalah PT. Bahana Securities. panduan investasi. Goldman Sachs & Co.000. ada 5 underwriter teratas dengan nilai IPO di atas Rp 1.55 4. Morgan. Dhanawibawa. Danatama Makmur. dan keamanan. JP. lima underwriter tersebut menguasai Rp 41. Sedangkan penilaian reputasi yang diukur dari total nilai penjaminan yang dihitung oleh penulis adalah sebagai berikut: Universitas Indonesia .(Gerianta WY.2 Mengukur Reputasi underwriter Majalah Uang & Efek (U&E) membuat ranking terhadap 53 underwriter yang melakukan penjaminan emisi saham tahun 1977-1997 berdasarkan nilai IPO. MAKINDO. terjadi fenomena dimana lima underwriter papan atas Indonesia menguasi 70% pasar underwriting untuk saham di Indonesia. Lima underwriter yang memiliki nilai IPO teratas adalah Danareksa. Dari penjaminan untuk penawaran umum perdana (IPO) saham maupun penerbitan saham tambahan (SEO) senilai Rp 59. BNI Securities.000.000. Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities (Bloomberg via Investor Daily).

473.000 1.470 7.394.891.934.161.220 28.242.518.613. Asia Kapitalindo Securities 2000 2.0340 0.202.494.039.425.950 7.827.188.303.394.488.769.392 22.829 67.198.000 Akumulasi 304.794. JP Morgan Securities Indonesia PT.404.572.300 966.358.258.360.510.941.130. Interpasicific Securities Indonesia PT.942.523.520 6.568.744.000 274.241.719.000 184.295.961.984.343.591.850.280.270 76.487 678.210 11.960.268.548.688.166.756 45.188.331.660.286.030.286.001.463.350.252.872.932.847.357.701.430 22.080 9.500 18.965.916.194.838.497.542.179.217.302.300 5.256.950 3.182.086.340.304.048.285 2005 130.865.450 2.427. CIMB Niaga Securities Indonesia PT.881.016.568 174.0759 0.154.782.148 1.845.479.943.050.495.487 160.462.443 492.704.457.448.410.239 5.881.620 6.304.0073 0.660.348. Bhakti Securities PT.243.605.031.454 34.895.889.899.305 29.670.598.500 406.024.028.165.345.999.174.898.049.251.087.317 13.989 2.401.424. Danareksa Sekuritas Indonesia PT.90 6 9.227.073.988.392.558.972.919 686.423.066 5.236.374.160 748.0183 0.399.886.638.819.340 12.664 43.295.762.880 7.525 % Emisi 0.0194 0.784.705.912.627.724.56 Tabel 4.673.979.700 950.405.609 8.119.916.100 5.449.937.0076 0.0080 0.305.365.540.020.325 5.097.703.236.039.000 3.186.0273 0.577 10.200 2.1308 0.690 12.364.048.090 1.299.354.563 20.034.148.297.782 1.024.197.772.459.132.576 14.569.427.664.350 18.837.285.040 36.316.553 837.741.332.568.402.916.933.878.484 1.673.000 32.663.948.975 1.750 28.526.364.484.112.286.090 40.420 4.439.200.038.428 10.236.744.351.610 2.350 5.0378 0.983.223.920 12.016. Trimegah Securindo Lestari PT.433.126 32.404.500 200.591.500 55.586.709.543.172.250.039.475 50.311.599.234 5.855.017.612.895.757.500 2.814.515.192.218.283.784.525 14.180 2.061.998.241.229.0940 0.070.858.095.984.889.620.598.030 55.613.676.100 1.010.303.874.627 7.306.003.950 94.905 8.340 12.785.807 12.849.926.588 6.393.949.1637 0.418.884.139.444. Panin Sekuritas Indonesia PT.485.028 3.102.000 12.246. Ciptadana Sekuritas Indonesia PT.347 112.414 9.328.730 4.443.432.013 109.301.288.300 11.738.750 6.381.997.345.641.307.650 443.779.788 3.494.907.281.666.217 72.669.660 63.231.925.749.026.222.220 1.417 1.100 2.598.255.460 5.403.608 32.783 19.900 1.553.0173 0.774.234.730.660 109.295 611.076.453 3.455.350 3.333 3.146.672 27.194.185.678.700 3.923.871.237.902 1. Bapindo Securities Indonesia PT.780.533 243.816.763.871 230.768.861.53 3.012.627.049.984.181.699.564.000 1.266.261.469.529 782.366.188.538.505.577.150.677.127.0096 0.745.623 6.350 603.760.241.049.194.666 553.0604 0.628.050 6.419.171.920.384.316.940 15.876.0066 0.260.404.982 2.133.043.568.901.045.630 7.380.162 1.295 1.987.049.138. Bahana Securities PT.393 70.861.244. ING Securities PT.675.517.701.040 27.214.520.750 690.051 94.766.743.470 1.049.832 940.670.528.679.330.481.830.292.504.078.275.955.984.589.598.561.150.345.641.111.807.162.250 10.609.861.045.272.136 13.747.817.920.404.341.850.702.497.183.078.134.960 2003 14.684.393 894.163. Dhanawibana Artha Cemerlang Tbk PT. Danatama Makmur Indonesia PT.717.722.000 9.044.273.345.194.471.073.194.776.048.148.946.0588 0. ABN Amro Asia Securities PT.0220 0.702.010.649.619.974.961.635.717.644 359.134 8.612.655.334 8.242.5 Peringkat underwriter No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama underwriter PT.441.672 6.460.698.250 7.932.805.695 1.372.502 1.121.733.582.061.125.127 140.647.925.354.994.403.250 1.843.470.880.079.615.000 2.0362 0.483.508 26.816 23.777.292.988.115 159.581 3.199.539.1239 0.731.012.345.672 7.500 95.049.368.463.115 237.146.151.813.137.286.366.160.500 82.197.575.110 398.610.800 2002 5.497.394 12.790 289.953.796.669 336.410 10. Victoria Kapitalindo Internasional PT.480 2007 72.012 17.889.004.570 68.570 19.270 5.835 403.985.345.826.000 10.950 139.218.499.244.351.350 6.765.726.0208 0.040.571.228. Lippo Securities PT.745.482.200.672 4.666.223.721.359 234.599.863.558.000 4.366.001.597.425.147.030.296.472.129.000 2001 4.429.886.501.902.835.015 10.300.520 35.562.550 1. Indovest Securities Indonesia PT.457 9.210 24.798.125.672.565.768.540 36.497.219.492 1.726.468.053.309.128.123.876.902 1.672 6.852 62.177.872 1.279.997 18.686.492.651.599.420 1.005.533 38.600 16.033.843.774.008.878.000 2004 25.286.148.975.404. Harumdana Sekuritas Indonesia PT.957. Harita Kencana Securities Indonesia PT.840.432.696.247.922.007.628.392.844.000 2006 48.290 526.0056 Rang king 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Prestise Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Universitas Indonesia .547.820.337.982.876 12.914.500 1.879. Sinarmas Sekuritas Indonesia PT. Dinamika Usahajaya PT.700.446.479.428.086.345.031.472.100 185.161.551.100 8.648.500 1.491.907.700 309.586 8.638.913.920 22.199.000 3.146.415 1.167.

000 445.242. Nomura Indonesia Jumlah 136.019.600.940.162.619.892.980 0.500 147.013.542.149.154.754.608.809.473.000 800.755 1.581 33.180.0036 0.013.302.553 360.485.780 21.498 1.080 455.619.132.610.512.635 12.252.145.710.347.050.461.554 79.302.195.193 5.705.500 180.541.101.769.0008 0.543.000 1.984. PT.984.892.043.489.5 00 65.560.500 736.316.058.518.836.664.269.956. Pridana Futura Centra Investama PT. Ficonesia Indonesia PT.825 200.960 573.311.701.722.645 47.219.547.250.272.886.015. JP Morgan Securities Indonesia dengan total nilai penjaminan Rp 304.622.747.050.000 487. CIMB Niaga Securities Indonesia dengan total nilai penjaminan Rp 140.207.0000 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sumber : Data Olahan Pneliti dengan Microsoft Excel 2007 Berdasarkan perhitungan akumulasi total trading yang pernah dijamin oleh underwriter sejak tahun 2000 sampai 2007.189 11. Trimegah Securindo Lestari dengan total nilai penjaminan Rp 174.500 1.277.0019 0.500 6.374.675 11.316.150.250 121.057.000.000 180.124.758.507 6.983.500 3.784 2.759.250 68.128.500 1.042.130.973. PT. Danareksa Sekuritas Indonesia dengan total nilai penjaminan Rp 230.558.013.0008 0.837.158.327.815.931.730 490.050.0033 0.610.000 580.000 232.097.500 107.892. Rivan Finansindo Sekuritas PT.632.882. Surya Securities PT.490 2.352.000.425 36.626.984. Bahana Securities dengan total nilai penjaminan Rp 243.494.453.250 118.561.340 91.555.497.634.823.929.147.220.500 532.570.820 39.601.497.984.240.539 1.984.489. PT.562 351.339.500 701.388.400 394. Makindo Sekurities Indonesia PT.095 206.443 46.139.500 564.015.980 481.150 972.978 3.185.759.568 4.219.266.975.409.972.593.285.127 5. PT.231.500 3.071.0002 0.962.946.151.199.652.000.0011 0.907.407.090 491.577.296.460 92.581.892.543.000 782.810.438.984.013 Universitas Indonesia .178.500 1.586.0030 0.202 27.446.497.722.350 121.497.316.721.300 146.013.437. General Capital Indonesia PT.806 1.593.708.533 2.559.500.500 466. Pentasena Arthasentosa PT.250 38.892.210 248.250 15.557 422.048 19.500 357. Multicor Indonesia PT.000 1.177.500 268.690.182.272.691.57 23 24 25 26 27 28 29 30 31 PT.833.500 702.105.730. lima besar underwriter teratas dan sebagai underwriter prestise tinggi adalah sebagai berikut: 1.052.883.504.438 27. PT.592.450 42.854.010.400 439.500 405.903 341.250 53.013.871 3.496 80.500 393.500 2.854.765.000 204.267.448.008.122.

02477E-07 -0.02477E-07 7.8759835 3448.11143E-06 0.071429274 -0.3 Menghitung Imbal Hasil Jangka Pendek dan Imbal hasil Jangka Panjang Tabel 4.024246175 0.9535387 48.015734 178.02477E-07 0.9967334 148.9876252 231.7 Kelompok Sampel Emiten dengan Prestise Underwriter Rendah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tahun 2003 2004 Kode TRST ADES UNTR PLAS BMTR ABBA LPKR BNBR PBRX ENRG IIKP SMDM TBLA CITA CPIN BRPT KPIG FPNI CAR -0.00653665 7.023256516 -0.076708075 151.009008307 0.99602092 224.012344977 -0.02477E-07 -0.352145 508.019999298 0.010753391 7.04761975 0.004104052 -0.02477E-07 BHAR 3438.025641728 0.9365289 2323.58 4.034483461 0.989465 2004 2006 2007 Sumber : Data Olahan Peneliti Tabel 4.009999298 7.989737 6269.26231584 8279.9510338 422.9975486 58.9203925 0.250000702 7.9967334 2005 2006 2007 Sumber : Data Olahan Peneliti Universitas Indonesia .0526235 578.332875665 621.024390946 BHAR 33.000282499 7.273398072 4.9799491 158.0728757 1.066761662 0.079333 848.6 Kelompok Sampel Emiten dengan Prestise Underwriter Tinggi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2003 Kode ASII TIRT AISA RICY UNSP TCID BKSL KBLI CTRA DSFI BUDI GJTL CAR -0.097560273 -0.989465 348.9367678 798.02477E-07 7.98607 181.02777848 0.02076613 14.9645338 2008.83518107 1789.8632583 80.996021 1178.011049253 -0.05262346 968.02477E-07 0.012499298 0.

1484 0.04902 447.715255 2.251519 6. perusahaan yang melakukan SEO dengan menggunakan underwriter dengan reputasi tinggi sejumlah 12 perusahaan.984763 30.000000 1. Statistik Karakteristik Perusahaan yang Melakukan SEO (semua sampel.00 1770842.32E+08 30 SI 2533.305660 0.00 7039250.000 9491.00 1.780 2.000000 76008.367 1042. Dari tahun 2003 hingga 2007 tersebut.96E+13 30 CFBV 0.000000 104.36E+08 1.62E+08 30 PSI 3.100000 6.254 30 OP 601.61890 133.183 2.00000 2136.0 7326543.027461 1. 744921.000 100. 1124746.20 24.760476 0.000000 73952460 1.3950 19220.144959 30 SALES 2465082.462603 13.473675 8.9 209731.010942 -1.09E+13 30 Mean Median Maximum Minimum Std. 4.225542 7.33002 0.3 36400.025033 30 PREIS 1669. Sedangkan yang menggunakan underwriter reputasi rendah ada sejumlah 18 perusahaan.8947 2.000000 9338199.000000 18045.5964 0.8 Jumlah Perusahaan yang Melakukan Seasoned Equity Offering (SEO) selama 2003-2007 Tahun Reputasi underwriter Total Tinggi Rendah 2003 3 1 4 2004 2 6 8 2005 0 2 2 2006 4 4 8 2007 3 5 8 Total 12 18 30 Sumber : Data Olahan Peneliti Perusahaan yang melakukan SEO dapat dilihat pada Tabel 1. 19500. -524758.69428 114.72 4.498668 0.0 1307871.001881 0.725315 0.885783 73.00000 0. Ada sejumlah 30 perusahaan yang melakukan SEO dari tahun 2003 hingga 2007.56E+15 30 LVRG 0.597477 2.322973 -1.1447 0. Dev.59 Tabel 4.5000 272.849351 10.198699 0.171295 0.399118 8. Dev.45556 147.5000 3625.026831 0.624 930.094105 20.78239 302. 2.000 25.3445 0.9600 1272.96000 3989.287795 1.89838 0.01259 719.453287 65.00 19068958 30 OV 947496.95175 0.000 5974116. 4. Observations Universitas Indonesia .000000 50081. 3.000000 0.597378 16.000000 28424907 9. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq.804923 3. 4.5 9161109.209593 0. n=30) BV 4521155.0000 810.623506 2.5787 0. 27404308 102977.04E+15 30 CF 311273.0 31512954 1226.153536 46.7588 0.776314 25.853838 11.

976 8.000 100.00 482663.168459 2720163.298453 0.629112 3.000 156.138633 2.00000 0.876 4.997792 0.0 4514576.83812 0.004058 10945.000 2011077.0000 3625.027374 0. 398022.240594 0. 18 OV 1312104.78 3.000045 88.000000 7100.000000 44588917 8.595375 2.210188 7.002262 0.85242 0.016242 10.637106 2.46E+14 18 Statistik Karakteristik Perusahaan yang Melakukan SEO dengan Underwriter Prestise Rendah LVRG SALES CF CFBV PREIS SI PSI 0.914 18 OP 608.29146 0.0 1428832.000001 1.21288 0.01422 0.9 172800. Observations Mean Median Maximum Minimum Std.384975 2.99947 0.286986 2.6667 200.651638 8.5 27404308 297377.14E+08 18 37.032629 9.577212 8.18E+15 12 LVRG 0.540333 5. -9305.330466 2594.937334 5.24E+13 18 Sumber: Data Olahan Eviews 7 Universitas Indonesia .000039 29363543 1. 16912119 102977.349909 0.3 70752.000082 16. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq.000 3919.776708 0.347 0.262928 6.905972 12 PREIS 1380.0000 695.5 31512954 91699. 1.411332 3.006212 0.4 1. Observations BV 3683532.333 1080.710289 2.313295 0.00 8933801.059119 69331062 1.0000 1215. 826877.585619 2.312015 35.0556 355.053864 3.860567 11.0000 2500.3950 8151.629372 13. 2. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. 1852496.990024 2.00 2201547.138837 565122.257959 2.010942 -0. Dev.55120 0. 824038.84570 0. 79212.0 9161109.305660 25.049549 1862.162429 1. 2.000 24.458 0.000 1072.741196 10.00 16247743 12 SI 1571.633218 12 SALES 3715743.000 100.141401 0.974500 0.533316 2.004791 10.99743 12 OP 591.000000 57147.253716 18.745 930.368643 7.5 16013.7479 1.891886 1.229624 9491.931173 0. 0.056 3174.00 8229107. 1467749.112962 2.000000 7912371.725315 0.26E+14 18 48.024961 1042.160003 0.0000 992.041140 2.901638 0.000014 33517.671335 22.822379 9.184175 0.67 -0.000000 -0.00 7039250.97684 0.001881 1226.006199 66303580 3.50 0.45E+13 12 CFBV 0.93044 0.05307 42.0 10351164 1.4 0.000 19220.89E+08 18 19.379711 8.96000 2223.13163 0. 22426.000000 1425828.856535 18 22.6052 2. 3.192199 4807031.031914 1. 2.310513 -3.00 1.76112 1151. 19500.298 4781. Dev.78E+14 12 CF 659364.000 10837917 12 OV 400585.69E+12 18 107.696809 0.81691 0.000000 23617876 8.94 54383789 12 PSI 1.20 30.60 Statistik Karakteristik Perusahaan yang Melakukan SEO dengan Underwriter Prestise Tinggi BV 5777589.683398 30.001429 6.231623 0.9589 0.000016 18860.396602 27.482431 18 20.239928 0. Dev.656414 0.56E+12 12 Mean Median Maximum Minimum Std.675106 4.283940 3.184072 1631308. 465940.985069 0.16680 0.100000 1.486768 8895977. 4.000 -524758.506 2. Dev.28808 0.0 -1.44110 0.21191 61.19891 27.00000 61.367464 16564.247875 0. 2.834748 5.07412 6.

500 -.330 .215a Book Value 71.865 .593 .500 242.61 Tabel Uji Z Statistic Prestise Underwriter Tinggi dan Rendah Cash Flow to Book Value Leverage Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.000a Percent of Shares issued Shares Issued Offer Price Offer Value 90.000 164. (2-tailed) Exact Sig.000 249.446 .000 -. [2*(1-tailed Sig. Grouping Variable: Group Sumber: Data Olahan dengan SPSS 16 104.169 .000 265.000 1.124a Pre Issue Shares 108.000 1.632a 85.000 168.368a 96.762 . Sig.346a Universitas Indonesia .545 . Not corrected for ties.500 -1.884a 90.974 .000 .270 .931 .352 .465a 86. b.000 182.000 -1.000 -.204 .762 .)] a.000 163.500 174.000 -.122 .000 186.573a Cash Flow 78.446 .624 .465a Sales 94.000 -.000 -.000 -.553 .491 .000 261.

75 2223.22 Std.982 1307871.7450 1042.69788 1215.00 2465082.22 2201547.762*** A.9 Ringkasan Karakteristik Perusahaan yang Melakukan SEO BV 4521154.59537 -0.00 311273.501 398022.06 2720162. hutang jangka panjang/(hutang jangka panjang + market value of equity) Sales : Penjualan Bersih CF : Cash Flow [pendapatan operasi sebelum penyusutan ± (pajak+beban bunga+deviden)] CFBV : Rasio Perbandingan Cash Flow dengan Book Value of Asset PreIS : Pre Issued Shares/Jumlah saham sebelum SEO SI : Shares Issued/Jumlah saham yang diterbitkan saat SEO PSI : Percent of Shares Issued.33 8933801.06 695. Dev 4514575.9312 8.00 400585.1392 1380.3499 1.792 Tinggi Median 826877.724 1072.1900 1080.169*** test for difference between banker prestige group (zstatistic) Sumber : Data Olahan Peneliti Keterangan BV : Book Value of Asset/Nilai Buku Asset LVRG : Leverage.204 Median two-samples -0.62 Tabel 4.25 14.00 1312104.9400 1042.491*** OV 209731.00 3715743.50 947496.9848 3.44449 2594. Dikalsifikasi Berdasarkan Prestise Underwriter 565122.00 591.931*** OP 272.762*** PSI 0.593*** -1.62351 0.8850 18.974*** N = 30 Median Mean Std.00 36400.976 930.099 32.40 1571.545*** 0.443 32.50 Std.00 3.495 28.37 5974115.44 3989.67 992.46 3174.88 4781.50 601.748 200.50 Mean 3683532.00 7326543.298 824038.4987 6.35 2533.0550 24.183 B.92 482663.86978 13.00 1631307.50 70752.0111 1862.252 172800.90 1770842.23162 0.4083 16.1300 20.506 -0.270*** -1.94 79212.50 Mean 5777588.67 -6.9851 4.50 16013.0 608.73 112476. Dev Rendah Median 1852495.08 659364.347 -0.8647 1669. Dev 10351164.390 -0.000*** SI 930.50 1. jumlah share issued/jumlah share outstanding sebelum SEO OP : Offering Price/Harga penawaraan saat SEO OV : Over Value/Jumlah saham yang diterbitkan saat SEO x Harga penawaraan saat SEO Universitas Indonesia .7867 23.213 LVRG 17.494 465940.9597 19.28748 2136.605 -0.99231 -0.490 2011077.895 355. Semua Perusahaan Sales CF CFBV PreIs 744921.30 2.84632 24.9373 1.00 2.50 810.

593 0. Dari Hasil perhitungan terlihat bahwa rata-rata karakteristik perusahaan yaitu Book Value.798 (28) 0. Percent of Shares Issued dan Offer Price dihasilkan rata-rata reputasi rendah lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang melakukan penawaran SEO dengan menggunakan reputasi underwriter tinggi. Cash Flow to Book Value dan Offer Value yang menggunakan reputasi tinggi lebih menghasilkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang melakukan penawaran SEO dengan menggunakan reputasi rendah.767 (18) 0.638 0.729 (12) -0. Sales.756 (17) 0. Share-Issued.328 0.03 -1. Sedangkan untuk karakteristik Pre-Issue Shares.088 All bankers Low Prestige High Prestige Median two-samples test for difference between banker prestige group (zstatistic) Sumber : Data Olahan Peneliti 0.9 menggambarkan ringkasan statistik deskriptif karakteristik perusahaan yang melakukan penawaran SEO dengan menggunakan reputasi underwriter yang tinggi dan rendah.000 Median two samples test for difference between issuers book value group (z-Statistic) -2.710 (30) 0.000 (1) -1. Leverage.506 (11) -0.000 (1) 0.63 Tabel 4.169 Universitas Indonesia .353 Above median 0. Cash Flow.10 Periode Jangka Pendek (CAR) Investement All Firms Book value Below median 0.485 (2) 0. Tabel 4.051 -1.

10.444 Above median 0.710 (30) 0.540 (11) -0. median dua sampel test z-statistic dari -0.643 Below median 0. ketika membagi emiten berdasarkan nilai buku Universitas Indonesia .328 0. 11 melaporkan hasil berkaitan prestise underwriter dan kinerja perusahaan untuk keseluruhan sampel.225 Median Two Samples Test for Difference Between Issuers Book Value Group (z-statistic) -2.01 level. juga. Tabel 4. penerbit periode pengumuman SEO tidak signifikan berbeda untuk dua kategori prestise underwriter (Tabel 4.000 (1) -1. yang telah menyatakan bahwa pengalaman perusahaan yang menerbitkan SEO secara signifikan positif dengan imbal hasil periode pengumuman saham.221 -1. 30 emiten pada sampel announcement period memiliki mean index-adjusted return sebesar 0.10).446 0. berdasarkan nilai buku aset emiten pada tahun sebelum SEO. dan untuk mengontrol ukuran perusahaan.290 (2) 0. Untuk sampel keseluruhan.450 (2) 0.169 All Bankers Low Prestige High Prestige Median twoSamples Test for Difference Between Banker Prestige Group (z-statistics) Sumber : Data Olahan Peneliti Tabel 4. secara signifikan berbeda dari nol pada level 0.000 (16) 0.625 (18) 1.006 -1. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000). berdasarkan kategori underwriter.000 (12) -1.10 melaporkan mean periode pengumuman cummulative abnormal return untuk sampel keseluruhan.64 Tabel 4.169). Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya (Robyn McLaughlin. Secara keseluruhan.11 Periode Jangka Panjang (BHAR) Book Values Investment Banker prestige Category All firms 0.593 0.710 selama interval pengumuman (Tabel 4.10 dan Tabel 4.830 (28) 1.

446 dan -1.10 dan Tabel 4. signifikan pada 0. tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kategori ukuran antara perusahaan yang bekerja sama dengan high atau low prestise underwriter. y y Harga saham emiten satu tahun sebelum SEO. Ukuran relatif penerbitan adalah jumlah saham diterbitkan dibagi dengan jumlah saham yang outstanding pada saat sebelum SEO.11 menunjukkan imbal hasil saham tiga tahun setelah penerbitan SEO. Analisis univariat pada Tabel 4. 11 tidak mengontrol faktor lain yang mungkin mempengaruhi pengumuman dan kinerja setelah SEO. Konsisten dengan penelitian sebelumnya. y Rasio Market Value dibagi Book Value of Asset 1 tahun sebelum SEO Universitas Indonesia . Penjelasan variabel dalam regresi adalah: y Free cash flow pada tahun sebelum penerbitan adalah pendapatan operasi sebelum depresiasi dikurangi pajak. Selain itu. Hal ini dapat terjadi karena pasar mengantisipasi perusahaan mana yang akan diwakili oleh underwriter bergengsi tinggi dan untuk itu tidak ada keseluruhan efek pada periode pengumuman.593. bukti penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa faktor berhubungan dengan kinerja harga saham perusahaan setelah SEO.01). Kemudian. Baik untuk high atau low prestise underwriter subsampel. rata-rata emiten return portofolioadjusted negatif -1.01 level). emiten dijamin dengan underwriter bergengsi rendah secara signifikan lebih besar kenaikan harga saham sebelum SEO. perusahaan yang lebih besar (di atas rata-rata median nilai buku) menunjukkan secara signifikan penurunan yang lebih kecil pada return saham berdasarkan penawaran (median test z-score dari -1.65 aset (nilai buku atas dan di bawah sampel median). tabel 4. beban bunga dan deviden dibayarkan dibagi dengan nilai buku dari aset perusahaan. Dengan catatan secara relatif underwriter bergengsi tinggi mewakili perusahaan yang lebih kecil Tabel 4. Sebagai contoh. berkaitan dengan kenaikan harga saham.12 persamaan regresi dalam hal pengontrolan untuk hal ini dan faktor lain dalam analisis ini pada hubungan antara return saham dan reputasi underwriter.643 selama periode (signifikan pada level 0.

66 y Ukuran perusahaan adalah natiral log dari nilai buku aset perusahaan pada tahun sebelum SEO. Universitas Indonesia . Fee underwriter sebagai pecahan dari nilai yang ditawarkan. y Variabel dummy mengambil nilai 1 untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham selama periode sampel dan meningkatkan prestise dari underwriter mereka untuk penerbitan ini dan nilai 0 untuk lainnya. Yaitu: y Variabel dummy mengambil nilai 1 untuk emiten yang menggunakan jasa underwriter prestise tinggi dan 0 untuk lainnya. y Variabel dummy mengambil nilai 1 untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham selama periode sampel dan 0 untuk yang lainnya. Penelitian ini mengetes pentingnya reputasi underwriter dengan mengestimasi regresi dari market model CAR untuk periode pengumuman dan return setelah penerbitan saham dari perusahaan yang melakukan SEO pada variabel dummy dan variabel kontrol. dimasukkan seri variabel dummy yang mengukur efek dari prestise underwriter itu sendiri dan efeknya ketika emiten mengalami tingkat asimetri informasi yang tinggi. y Variabel dummy mengambil nilai 1 untuk emiten yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan membayar fee (sebagai bagian dari nilai penawaran) yang diatas sampel median untuk ukuran perusahaan dan nilai 0 untuk yang lainnya. y Variabel dummy mengambil nilai 1 untuk emiten yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan diatas sampel median untuk nilai bookto-market dan nilai 0 untuk yang lainnya. y Sebagai tambahan untuk mengontrol variabel ini. y Variabel dummy menagambil nilai 1 untuk emiten yang yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan dibawah median sampel untuk ukuran perusahaan dan 0 untuk yang lainnya.

H.Com Akt. Multikolinieritas Uji Multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang sempurna antar variabel independen dalam model regressi. terlihat bahwa nilai Tolerance seluruh variable > 0. Imam Ghozali.67 4.10 dan nilai VIF < 10 terjadi korelasi antara variable independen. 91) Universitas Indonesia . Dr.1 dan nilai VIF > 10. Dari tabel di bawah ini. Metode untuk Mulitikolinieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). M. Bilai nilai tolerance < 0. menunjukkan adanya multikolinieritas.(Prof. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi multikolinieritas.4 Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Untuk Periode Jangka Pendek yang diukur Melalui Cummulative Abnormal Return (CAR) a.

031 -1.575 1.897 1.230 -.128 .790 1.772 Sig.649 1.006 -.005 .034 -.013 .137 .494 .417 -.951 .408 1.440E-9 Std.627 .730 -.042 .057 -.018 -.060 .122 .111 .084 -.202E-6 .114 -.527 .606 -.270 .660 .034 .463 .105 -. .060 .406 2.68 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) cash flow OP shared issued market value book value Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renadh Dummy untuk prsh yang berubah dari menggunakan underw rendah ke tinggi atau yg tidak berubah Dummy untuk perusahaan underw high tinggi dan sampel median below atau tidak Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak Sumber : Data Olahan SPSS 16 -.781 1.266 B -.097 -.035 .078 .000 -.047 -.446 .074 .681 .635 .000 .162 Standardized Coefficients Beta t -.963 .210 -.015 .062 .953 .280 Collinearity Statistics Tolerance VIF Universitas Indonesia .717 2.623 1.541 .450 .474 .241 -.357 .474 2.943 -.583 .004 -4.004 .094 -.017 . Error .415 .905 .449 2.

96) signifikan point untuk dl dan du pada level signifikan 0. Dr.721<2. Universitas Indonesia .293.293 Model 1 R . dimana cara mengujinya adalah dengan membandingkan nilai DW yang dihitung dengan angka-angka yang diperlukan dalam metode DW tersebut. Error of Durbin the Estimate Watson . Berdasarkan tabel Durbin Watsons Statistik (Prof. H. >2.05 dengan k (10) dan n (30) maka dl ada pada nilai 0.721 dan du 2.587a Adjusted R Square Uji Autokorelasi dilakukan untuk mengetahui gangguan-gangguan yang terjadi pada hubungan antar variabel yang diteliti. Autokorelasi Model Summaryb R Squar e .363 Ho Ha : tidak ada autokorelasi : ada autokorelasi Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi: Diperoleh nilai dw 2. M.363 dl<dw>du 0. Nilai dl<dw>du. maka tidak ada autokorelasi.344 Std. Imam Ghozali. Untuk mengetahui ada tidanya autokorelasi maka digunakan uji Durbin Watson (DW).073100 4 2.293.69 b.Com Akt.000 .

sehingga model regresi layak dipakai. Selain itu juga untuk menguji apakah dalam sebuah model regressi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskesdastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi adanya penyebaran atau pancaran dari variabel-variabel. dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas.70 c. Dari grafik terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskesdastisitas pada model regresi. Universitas Indonesia . Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan metode grafik untuk melihat pola dari variabel yang ada berupa sebaran data. Jika varian dari residual dari pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. maka disebut homokedastisitas. Model regressi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.

71

d. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test lncf N Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. 25 -3.1518 1.31460 .165 .100 -.165 .824 .506 lnop 30 5.1213 2.38543 .197 .097 -.197 1.080 .194 Lnmv 30 .5063 .98699 .160 .160 -.096 .874 .429 lnbv 30 9.7513 5.34172 .189 .115 -.189 1.035 .234 lnabnormal 20 -7.7886 5.34988 .247 .233 -.247 1.104 .174 shared issued 30 .511442 .2686279 .085 .085 -.068 .467 .981

Uji statistic untuk melihat normalitas data, menggunakan uji statistic nonparametrik Kolmogorov-Smirnov. Uji tersebut, dilakukan dengan membuat hipotesis berikut: Ho Ha : data berdistribusi normal : data tidak berdistribusi normal

Setelah data dilean maka regresi menjadi berdistribusi normal

Uji Asumsi Klasik Untuk Periode Jangka Panjang yang diukur Melalui Buy and Hold Return (BHR) a. Multikolinieritas Uji Multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang sempurna antar variabel independen dalam model regressi. Mulitikolinieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Bilai nilai tolerance < 0.1 dan nilai VIF > 10, menunjukkan adanya multikolinieritas. Dari tabel di bawah ini, terlihat bahwa nilai Tolerance seluruh variable > 0.10 dan nilai VIF < 10 terjadi korelasi antara variable independen. Hal ini

menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi multikolinieritas. (Prof. Dr. H. Imam Ghozali, M.Com Akt, 91)

Universitas Indonesia

72

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Model 1 (Constant) Lncf Lnop Lnbv shared issued market value Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renadh Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak Sumber : Data Olahan SPSS 16 -.169 .546 -.030 -.309 .761 .799 1.252 .077 .531 .017 .145 .886 .590 1.694 -.103 .844 -.013 -.122 .905 .641 1.560 B .922 .015 .912 .021 -.533 .050 Error 1.058 .080 .113 .033 .542 .186 .019 Beta t .871 .191 Sig. .397 .851 .000 .535 .341 .792 .748 .603 .710 .562 .566 1.337 1.658 1.408 1.778 1.766 Tolerance VIF Standardized Coefficients Collinearity Statistics

.910 8.079 .066 -.115 .031 .635 -.983 .269

Universitas Indonesia

73

b. Autokorelasi Model Summary b Model 1 R .941
a

R Square .885

Adjusted R Square .824

Std. Error of the Estimate .66123

DurbinWatson 1.346

Uji Autokorelasi dilakukan untuk mengetahui gangguan-gangguan yang terjadi pada hubungan antar variabel yang diteliti. Untuk mengetahui ada tidanya autokorelasi maka digunakan uji Durbin Watson (DW), dimana cara mengujinya adalah dengan membandingkan nilai DW yang dihitung dengan angka-angka yang diperlukan dalam metode DW tersebut. Berdasarkan tabel Durbin Watsons Statistik (Prof. Dr. H. Imam Ghozali, M.Com Akt, 96) signifikan point untuk dl dan du pada level signifikan 0.05 dengan k (10) dan n (30) maka dl ada pada nilai 0.721 dan du 2.363 dl<dw>du 0.721<1.346. >2.363 Ho Ha : tidak ada autokorelasi : ada autokorelasi

Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi: Diperoleh nilai dw 1.346. Nilai dl<dw>du, maka tidak ada autokorelasi.

Universitas Indonesia

Universitas Indonesia . Heteroskesdastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi adanya penyebaran atau pancaran dari variabel-variabel. Selain itu juga untuk menguji apakah dalam sebuah model regressi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regressi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan metode grafik untuk melihat pola dari variabel yang ada berupa sebaran data. dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskesdastisitas pada model regresi. maka disebut homokedastisitas. sehingga model regresi layak dipakai.74 c. Jika varian dari residual dari pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Dari grafik terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.

110 .610338 .139 .179 .06990 .213 .135 . Deviation -2. Sig.634 shared issued 30 .213 -.3469246 .136 1.204 -.179 -. (2-tailed) a.165 . menggunakan uji statistic nonparametrik Kolmogorov-Smirnov.8257 2. Test distribution is Normal.110 .641 market value 30 1.365804 . Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test lncf lnop 25 Mean Std.059 -.857 lnbv 30 4. dilakukan dengan membuat hipotesis berikut: Ho Ha : data berdistribusi normal : data tidak berdistribusi normal Setelah data dilean maka regresi menjadi berdistribusi normal Universitas Indonesia .135 -. Uji tersebut.4759 2.139 .06645 .75 d.252 30 5.742 .192 1.8011 2.9957909 .54171 .142 .293 lnbhr 29 5.04778 .605 .979 .204 .083 .746 .062 -. Uji statistic untuk melihat normalitas data.8719 4.132 N Normal Parameters a Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.018 .

y Variabel dummy memberi nilai 1 untuk emiten yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan diatas sampel median untuk nilai book-tomarket dan nilai 0 untuk yang lainnya.76 4. y Variabel dummy memberi nilai 1 untuk emiten yang yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan dibawah median sampel untuk ukuran perusahaan dan 0 untuk yang lainnya.5 Dummy Variabel pada Regresi Tabel 4.12 Variabel dummy memberi nilai 1 untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham selama periode sampel dan 0 untuk yang lainnya. Sebagai tambahan untuk mengontrol variabel ini. dimasukan seri variabel dummy yang mengukur efek dari prestise underwriter itu sendiri dan efeknya ketika emiten mengalami tingkat asimetri informasi yang tinggi. Universitas Indonesia . y Variabel dummy memberi nilai 1 untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham selama periode sampel dan meningkatkan prestise dari underwriter mereka untuk penerbitan ini dan nilai 0 untuk lainnya. Yaitu: y Variabel dummy memberi nilai 1 untuk emiten yang menggunakan jasa underwriter prestise tinggi dan 0 untuk lainnya.

896 .740 -.172 -.103 Coefficients Beta t .039 B .007 .076 .157 .142 .119 -.078 -.266 .242 -.028 .77 Model Regresi Tabel 4.099 .024 .238 1.516 .052 -.12 y Regresi CAR dengan Underwriter Prestise Tinggi Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) cash flow offer price shared issued market value book value Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renadh Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak -.693 -.189 .000 .741 .913 .031 .513 . .021 -2.512 .644 Sumber: Data Olahan SPSS 16 y= + 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 + 5 x5 + 6 x6 7 x7 + 8 x8 + 9 x9 + 10 x10 Universitas Indonesia .512 Sig.019 -.496 -.914 3.000 .318 -.293 .199 -. Error .058 .495 -1.722E-5 -.827 .654 .048 .898E-9 Std.

747 .243 .035 1.150 .412 -.683 .091 .082 .347 -.544 -.865 .380 -1. Error .955 -.064 Coefficients Beta t -.464 .006 3.042 .225 .126 -.090 -.096 .077 -.108 -.000 .674 .060 .005 .022 .320 .058 .117 -.005 .162E-9 .319 -.278 Sig.333 .437 1.788 Sumber: Data Olahan SPSS 16 y= + 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 + 5 x5 + 6 x6 7 x7 + 8 x8 + 9 x9 + 10 x10 Universitas Indonesia .048 -.423 .505E-5 .814 B -.315 -1.018 Std.108 .78 y Regresi CAR dengan Underwriter Prestise Rendah Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renadh Dummy untuk prsh yang berubah dari menggunakan underw rendah ke tinggi atau yg tidak berubah Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak cash flow OP shared issued market value book value -.019 .000 .156 .000 -. .

376 .251 -2652.845 -.925 .072 .028 .596 -.420 .932 2.431 .272 . Error 1966.419 .036 1095.798 .630 Sig.459 1585.501 1.312 614.367 3.111 761.239 824.673 1.099 .533 452.724 -1.79 y Regresi BHR dengan Underwriter Prestise Tinggi Coefficients a Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) cash flow offer price shared issued market value book value Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renadh Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak -1837.413 .300 Std.768 .343 1.827 .732 .211 904.202 Sumber: Data Olahan SPSS 16 y= + 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 + 5 x5 + 6 x6 7 x7 + 8 x8 + 9 x9 + 10 x10 Universitas Indonesia .264 -.238 -1.029 -1555.225 Standardized Coefficients Beta t .281 -2. .095 1777.207 .694 1.193 .928 843.251 B 739.

853 Sumber: Data Olahan SPSS 16 y= + 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 + 5 x5 + 6 x6 7 x7 + 8 x8 + 9 x9 + 10 x10 Universitas Indonesia .131 1.809 .005 -.524 .000 .007 -.004 .670 35.536 -.779 1.250 Sig.002 .438 .616 60.767 60.060 -.433 .552 1.046 23.001 -. .826 .291 h Dummy untuk prsh yang berubah dari menggunakan underw rendah ke tinggi atau yg tidak berubah Dummy untuk perusahaan underw dan sampel median above atau tidak 67.80 y Regresi BHR dengan Underwriter Prestise Rendah Coefficients a Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) cash flow OP shared issued market value book value Dummy untuk prsh prsh yg tlah mengeluarkan atau tidak mengeluarkan saham Dummy untuk prsh yg menggunakan underw tinggi atau renda -19.007 -.962 .364 B -35.057 .008 53.002 Standardized Coefficients Beta t -.001 . Error 42.597 .018 Std.002 .572 .116 .956 .668 61.004 135.554 .931 .008 1.061 .191 .673 .780 .711 17.319 .595 -57.297 -11.

644) 0.466 (0.002 (0.12 Analisis Regresi Cross-sectional untuk Imbal Hasil.239 (0.076 (0.595) -11.513) -2.412) -0.021 (0.006 (0.767 0.035 (0.300 (0.512) 12 0.965 10.956) 0.668 (0.019 (0.722E-5 (0.673) 1.966 64.887E3 (0.898E-9 (0.040) 67.01 Sumber: Data Olahan Peneliti Universitas Indonesia .272) 1.809) 1.683) -1.024 0.193) 824.058 (0.721 (0.018 -0.095) 12 0.533 (0.072) -2652.162E-9 (0.039) 0.505E-5 (0.131 (0.747) -0.297) 18 1.319 0.81 Tabel 4.093) -0.896) 0.364 -19.694 (0.932) 1.005 (0.552 (0.814) -0.533 (0.913) -0.225) -0.018 (0.779) -57. dan Prestise Underwriter CAR Periode Pengumuman SEO Intercept Ratio of Free Cash Flow to Book value of assets in Year-1 Issuer Stock Price in Year-1 Number of Shares issued relativie to Prior Shares Outstanding Ratio of Issuing firm Market Value to Book Value in the Year -1 Book Value of Assets in Year -1 Dummy Variable for Firms that have Previously Issued Equity Dummy Variables for Firms Using a High -Prestige Investment Banker Dummy Variables for Issuers that Switch from Low to High -Prestige Banker Dummy Variables for Issuers with a High -Prestige banker and Bellow-sample Median Book value in Year-1 Dummy Variables for Issuers with a High -Prestige Banker and Above-Sample Median Book Value in Year-1 N Adj R F 2 BHR Tiga Tahun Setelah SEO Rendah -35.670 (0.674) 0.251 (0.654) -0.495 (0.017) *signifikan pada level 0. Variabel Perusahaan.108 (0.928 843.042 (0.126 (0.111 (0.981 19.955) 18 0.029) Rendah -0.253 (0.266 (0.000 2.616 (0.347) Tinggi 0.320) 3.853) Tinggi 739.251) 1777.202) -1555.022 (0.189) -1.502 (0.046 (0.000) -1837.000) 23.

000 yang artinya 10% BHR dipengaruhi oleh reputasi underwriter.966 yang artinya 9. Untuk perusahaan dengan underwriter prestise tinggi.82 Persamaan Regresi y= ‡ ‡ ‡ + X1 X2 X3 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 + 5 x5 + 6 x6 7 x7 + 8 x8 + 9 x9 + 10 x10 = rasio FCF/BV Asset = harga saham 1 tahun sblm SEO = jumlah saham yang diterbitkan/jumlah saham yang beredar sebelum SEO ‡ ‡ ‡ X4 X5 X6 = rasio MV/BV Asset 1 tahun sblm SEO = BV Asset 1 tahun sebelum SEO = Variabel dummy untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham ‡ X7 X8 = Variabel dummy untuk emiten yang menggunakan jasa underwriter prestise tinggi dan 0 untuk lainnya. Menghasilkan nilai R2 sebesar 1. secara keseluruhan tidak terdapat pengaruh antara reputasi underwriter dengan abnormal return pada perusahaan yang melakukan SEO untuk periode jangka pendek (0.66% abnormal return dipengaruhi oleh reputasi underwriter. Menghasilkan nilai R 2 sebesar 0. ‡ = Variabel dummy untuk emiten yang sebelumnya telah menerbitkan saham selama periode sampel dan meningkatkan prestise dari underwriter nya ‡ X9 = Variabel dummy untuk emiten yang yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan dibawah median sampel untuk ukuran perusahaan ‡ X10 = Variabel dummy emiten yang menggunakan underwriter berprestise tinggi dan diatas sampel median untuk nilai book-to-market Untuk perusahaan dengan underwriter prestise rendah.000).856). Secara keseluruhan terdapat pengaruh antara reputasi underwriter dengan BHR pada perusahaan yang melakukan SEO untuk periode jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan (0. secara keseluruhan terdapat pengaruh antara reputasi underwriter dengan abnormal return pada perusahaan Universitas Indonesia .

Untuk perusahaan dengan underwriter prestise tinggi..040).83 yang melakukan SEO untuk periode jangka pendek (0...65% abnormal return dipengaruhi oleh reputasi underwriter...965 yang artinya 9.253 (0. ISSVAL +..6 Mengestimasi Probabilitas Emiten yang Menggunakan Underwriter Prestise Tinggi Perhitungan untuk estimasi probabilitas emiten yang menggunakan jasa underwriter berprestise tinggi menggunakan model logit seperti di bawah ini (Berdasarkan jurnal Robyn McLaughlin. Secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap CAR ‡ Ho2 ditolak karena P< 0..05 Hasil F hitung untuk CAR 10..981 yang artinya 9..040). LnBV-1 Universitas Indonesia .05. Menghasilkan nilai R2 sebesar 0..017).017) Secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap BHAR 4........ BHR Secara keseluruhan terdapat pengaruh signifikan reputasi underwriter terhadap cumulative abnormal return saham emiten-emiten yang melakukan penawaran saham tambahan akan tetapi terdapat pengaruh yang signifikan antara reputasi underwriter dengan buy and hold return saham-saham emiten secara jangka panjang. + ..81% dipengaruhi oleh reputasi underwriter... Secara keseluruhan terdapat pengaruh antara reputasi underwriter dengan BHR pada perusahaan yang melakukan SEO untuk periode jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan (0. FCFBV-1 +. Menghasilkan nilai R2 sebesar 0... ‡ Ho1 ditolak karena P<0. MktBV -1 +.. Hasil F hitung untuk BHAR 19.446 (0. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000) mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO):             š= .

449 .106) (0.884 . sehingga tidak dapat menampilkan hasil regresi sampel below median seperti yang nampak di dalam tabel 4.531 df 1 1 1 1 1 Sig. y MktBV-1 adalah rasio nilai pasar saham ditambah nilai buku hutang terhadap nilai buku aset pada tahun sebelum penerbitan SEO. Assem Safieddine Universitas Indonesia . 4.000 1.E.7 Implikasi dan Keterbatasan Penelitian Implikasi hasil penelitian ini untuk imbal hasil jangka pendek sesuai dengan penelitian yang dilakukan dilakukan oleh Robyn McLaughlin.726 .633 x2 .407 .101 1.332 .900 . didefinisikan sebagai pendapatan operasi sebelum depresiasi dikurangi pajak.358) Dari hasil regresi logit yang ada menyatakan bahwa semua variabel tidak ada yang signifikan maka estimasi perkiraan perusahaan yang secara tidak diduga menggunakan jasa underwriter dengan reputasi tinggi tidak dapat dilakukan.294 Sumber: Data Olahan SPSS 16 y= + 1 x1 + 2 x2 + 3 x3 + 4 x4 y = 0.106 .12. diskala berdasarkan nilai buku dari aset perusahaan.358 .000 2.843 .481 1.633 -.000 x4 (0.609 .0. .739 .466 Exp(B) 11. beban bunga dan deviden yang dibayarkan.84 y FCFBV-1 adalah rasio free cash flow terhadap nilai buku satu tahun sebelum penerbitan.830 + 2. Variables in the Equation B Step 1a CF SI MV BV Constant 2.484 1.332) (0739) (0.941 . y LnBV-1 adalah natural log nilai buku aset perusahaan pada tahun sebelum SEO.726 x3 + 0.830 S.4017 x 1 + 0. 2. y ISSVAL adalah rasio dari nilai pasar saham yang diterbitkan terhadap nilai pasar saham outstanding.000 .111 2.139 Wald .

Chemmanur dan Fulghieri (1994) menggambarkan implikasi empiris langsung untuk SEO pada modelnya. Penelitian-penelitian tersebut mendukung peranan informasi yang penting bagi underwriter disaat IPO. Kemudian investor menilai kinerja terdahulu underwriter untuk memperkirakan kredibilitas underwriternya. Selaim itu juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan Michaely dan Shaw (1994) menemukan bahwa. mempunyai modal reputasi yang memungkinkan mereka bekerja sebagai pemberi informasi yang kredibel di mata investor. reputasi underwriter secara positif berhubungan baik dengan return periode pengumuman ataupun return jangka panjang. Modelnya mengimplikasikan bahwa periode pengumuman pengembalian seharusnya lebih positif bagi SEO yang dibantu oleh underwriter yang bergengsi. implikasi juga dapat diterapkan saat SEO jika penawaran saham tambahan tersebut juga subjek dari asimetri informasi. Walaupun model ini diatur dalam konteks IPO. dan underwriter yang bergengsi tersebut mewakili lebih banyak perusahaan yang kurang beresiko dan penerbitan yang lebih besar. Karena kinerja mereka sebelumnya adalah bukti dari kinerja perusahaan yang mereka jamin penerbita sahamnya.85 dan Gopala K Vasudevan (2000) dengan judul ³Investment Banker Reputation and the Performance of Seasoned Equity Issuers´ mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO pada saham perusahaan industri di Amerika menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif secara keseluruhan antara reputasi underwriter dengan returns periode pengumuman (jangka pendek). peneliti tidak dapat mengakses persentase fee underwriter karena Universitas Indonesia . untuk perusahaan yang melakukan IPO. Keterbatasan penelitian ini adalah akses informasi terhadap data keuangan dan data saham harian sejak tahun 2000 sehingga peneliti memulai periode penelitian pada tahun 2003-2007 dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian terbatas. Implikasi untuk pegaruh reputasi underwriter dengan imbal hasil saham jangka panjang sesuai dengan penelitian Chemmanur dan Fulghieri (1994) menemukan bahwa underwriter sebagai pemain lama di dalam pasar modal.

86 merupakan perjanjian internal antara emiten dengan underwriter. Universitas Indonesia . Selain itu karena keterbatasan sampel dan hasil regresi logit yang tidak signifikan secara keseluruhan maka prediksi terhadap probabalitas perusahaan yang secara tidak terduga memilih underwriter prestise tinggi tidak dapat dilakukan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan dilakukan oleh Robyn McLaughlin. Assem Safieddine dan Gopala K Vasudevan (2000) dengan judul ³Investment Banker Reputation and the Performance of Seasoned Equity Issuers´ mengenai pengaruh reputasi underwriter terhadap kinerja perusahaan yang melakukan SEO pada saham perusahaan industri di Amerika menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif secara keseluruhan antara reputasi underwriter dengan returns periode pengumuman (jangka pendek). Ditemukan bukti dukungan yang kuat terhadap keseluruhan peranan informasi ataupun sertifikasi bagi underwriter di dalam melakukan SEO.1 Kesimpulan Penelitian ini menguji secara empiris peranan dari reputasi underwriter di dalam mengurangi asimetri informasi dari perusahaan yang melakukan SEO. baik dalam prektek maupun model teoritis dalam perantara keuangan. y Secara keseluruhan terdapat pengaruh yang signifikan antara reputasi underwriter dengan buy and hold return saham-saham emiten secara jangka panjang. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Chemmanur dan Universitas Indonesia . Penelitian mereka menghasilkan dukungan untuk peranan sertifikasi bagi underwriter dalam SEO. dengan modal reputasi yang baik pada resiko dan akses terhadap informasi superior dari prospek perusahaan yang akan menerbitkan saham.87 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. menggunakan sebanyak 30 penerbitan saham tambahan dari periode 2003-2007. Peranan informasi ataupun sertifkasi dari underwriter menjadi sangat penting. Penelitian ini menguji pengaruh antara underwriter yang berprestise tinggi dengan return pada periode pengumuman SEO maupun kinerja jangka panjang tiga tahun setelah penerbitan. Underwriter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: y Secara keseluruhan terdapat pengaruh signifikan reputasi underwriter terhadap cumulative abnormal return saham emiten-emiten yang melakukan penawaran saham tambahan. dapat mensertifikasi secara kredibel nilai dari perusahaan yang mereka jamin.

Saran bagi investor yang ingin melaksanakan buy and hold pada sahamnya agar dapat menilai imbal hasil saham emiten tidak hanya dari reputasi underwriter dan kinerja imbal hasil saham jangka pendek akan tetapi melihat juga imbal hasil saham jangka panjang historis yang dapat dijadikan acuan kinerja emiten tersebut dalam periode jangka panjang. untuk menginformasikan baik prestasi maupun akumulasi penjaminan yang telah dilakukan oleh lead underwriter secara transparan sehingga publik khususnya investor mengetahui performa underwriter secara formal. dan underwriter yang bergengsi tersebut mewakili lebih banyak perusahaan yang kurang beresiko dan penerbitan yang lebih besar.88 Fulghieri (1994) menemukan bahwa underwriter sebagai pemain lama di dalam pasar modal.2 Saran Saran bagi peneliti selanjutnya. dapat melakukan penelitian dengan periode tahun yang lebih lama sehingga memperoleh sampel yang lebih banyak. BEI ataupun lembaga independent yang berhubungan dengan emisi saham di pasar modal. Karena kinerja mereka sebelumnya adalah bukti dari kinerja perusahaan yang mereka jamin penerbita sahamnya. Kemudian investor menilai kinerja terdahulu underwriter untuk memperkirakan kredibilitas underwriternya. implikasi juga biasanya dapat diterapkan saat SEO jika penawaran saham tambahan tersebut juga subjek dari asimetri informasi. Saran bagi BAPEPAM LK. Chemmanur dan Fulghieri (1994) menggambarkan implikasi empiris langsung untuk SEO pada modelnya. akan tetapi disarankan untuk memilah sampel dengan teliti sehingga kelengkapan data yang dibutuhkan juga dapat diakses. Walaupun model ini diatur dalam konteks IPO. Universitas Indonesia . Modelnya mengimplikasikan bahwa periode pengumuman pengembalian seharusnya lebih positif bagi SEO yang dibantu oleh underwriter yang bergengsi. sebab data emiten yang berada dari tahun 2003 ke bawah semakin sulit didapatkan. 5. mempunyai modal reputasi yang memungkinkan mereka bekerja sebagai pemberi informasi yang kredibel di mata investor.

Pengantar Pasar Modal. Metode Kuantitatif. Basic Econometrics Fourth Edition. (2006) Investment Jakarta : Salemba Empat. Pandji dan Piji Pakarti. Depok: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pengantar Manajemen Keuangan. Corporate Finance 7th Edition . Bodie. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Siamat. Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab Edisi 2.(2006). Ross. New York: McGraw Hill. (1987). Mulyono. (2006). Darmadji. Dahlan. (2002). Ide. Manajemen Lembaga Keuangan. 1998. 2003. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI. UPP AMP YKPN. Investment Banking and Securities Issuance. Yogyakarta : C. Depok: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Universitas Indonesia . Andi Offset Anoraga. dan Jeffrey Jaffe. (2007). R. Ghozali Imam. dan Marcus. 2005. Asnawi. Statistika untuk Ekonomi. Jakarta: Salemba Empat. Jay. Yogyakarta: Graha Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta. Manullang. Ritter. Fakhruddin. Sri. Westerfield. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Hardius Usman. Nachrowi.89 DAFTAR PUSTAKA Buku: Agung Nugroho Bhuono. Kane.V. Metode Penelitian Keuangan: Prosedur. (2005). Ekonometrika. dan Kontrol. Nachrowi D. (2001). USA: McGraw Hill. Yogyakarta: Penerbit Andi. (2001). Mudrajad. Kuncoro. Semarang : Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Said Kelana dan Chandra Wijaya. (2005). (pp 261-263). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Pasar Modal Indonesia: Pengalaman dan Tantangan . (2003). Damodaran. Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Tjiptono dan Hendy M. M. Gujarati. (2005).

Alvabeta. 2. Pasar Modal: Penawaran Umum dan Permasalahannya. Safieddine dan K. Equity Issues and Offering Dilution. (2006) Jakarta : IPEI Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2003-2010. Asril. 31-45 Mc. The Operating Performance of Seasoned Equity Issuers: Free Cash Flow Theory and Post-Issue Performance.4. (1994). Skripsi pada Program Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran. 2008. Jakarta : Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia Islamie. No. Investment Banker Reputation and Performance of Seasoned Equity Issuers. (1986). Jakarta: Pusat Data Ekonomi dan Bisnis (PDEB) FEUI IDX Fact Book 2003-2007.Vasudevan. No. Bandung: PT. (2000). Mullins. Arifa. tidak diterbitkan. The Information Content of Corporate Offerings of Seasoned Securities: An Empirical Analysis. Volume 27. McLaughlin. Journal of Financial Management. 2002. Investment Bank Reputation. No. JSX Statistics 2003-2007. Safieddine. 57-79 Direktori Pasar Modal Indonesia 2006. Pengaruh Pengumuman Seasoned Equity Offering (SEO) terhadap Imbal Hasil Saham dan Volume Perdagangan Bedasarkan Tingkat Risiko Financial Distress (Studi Empiris terhadap Perusahaan Manufaktur yang Melakukan SEO di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2001-2007). (2000). tidak diterbitkan. (2004) ³Pengaruh Praktik Earnings Management Terhadap Kinerja Saham pada Periode Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings (SEO)´.90 Sitompul. 1996. 61-89. Safieddine. Statistika Untuk Penelitian.Laughin. Vasudevan. Chemmanur dan Fulghieri. Asquith. Financial Management.Information Production and Financial Intermediation The Journal of Finance. Lain-lain: Aditya Kurniawan. Vol. Paul dan David W. Vasudevan. Jakarta : Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia McLaughlin. Aditya Kencana Bakti. 49. pg 96 Universitas Indonesia . Sugiyono. 1 pp. Volume 25. Financial Management. 1998. Journal of Financial Economics 15. Jakarta: CV. 41-52.

45. (1990). Initial Public Offerings and Underwriter Reputation The Journal of Finance. 4. (2008). pp.co.91 Merton H. No.id www. No. (1985). Widjaja Indra.Hubungan Penawaran Umum Terbatas dan Harga Saham Menggunakan Portofolio Adjusted Return Approach. 1031-1051.id www2. Corporate Financing and Investment Decision when Firm have Information that Investor Do Not Have Richard Carter dan Steven Manaster.co.idx. Vol.yahoo.finance. (1984). Jurnal Organisasi dan Manajemen Tahun I/01/Q3/Juli2008 : 8-27 www. Universitas Indonesia . Myers dan Majluf. 10451067.com. 4. 40. Miller dan Kevin Rock. Vol. pp.idx. Dividend Policy under Asymmetric Information The Journal of Finance.

92 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Data Pribadi Nama Tempat.2011 Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Administrasi Niaga 2006 .2009 Politeknik Negeri Jakarta Program Studi Akuntansi Dep. 19 Juni 1988 : Graha Indah Pamulang Blok B2 No. Tangerang Selatan 15415 No Telepon Rumah No Telepon Genggam Nama Ayah Nama Ibu : 021 99721362 : 0856 94769047 : Drs. Tanggal Lahir Alamat Rumah : Gezy Megalitta Feranda Tanjung : Karawang.2006 2000 .2003 1994 .2005 Intensive English Course (Intermediate) Universitas Indonesia .10 RT 004/09 Pamulang. Kosasih : Mimi Sutarmi S. Keuangan dan Perbankan 2003 .Pd Riwayat Pendidikan Formal 2009 .2000 SMKN 18 Jakarta SLTPN 2 Pamulang SDN Kedaung I Riwayat Pendidikan Informal 2009 Pusat Pelayanan Bahasa UI (TOEFL Preparation) 2002 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful