EKOSISTEM

Trisni Atmawati, S.Si SMA Negeri 3 Purworejo

Ekosistem adalah interaksi lingkungannya.

antara semua jenis makhluk hidup dengan

Cabang biologi yang mempelajari tentang ekosistem adalah Ekologi. Berdasarkan pengertian ekosistem tersebut, dibedakan 2 komponen penyusun ekosistem, yaitu komponen Biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik Komponen biotik meliputi faktor hidup (berupa organisme) yang terdapat di ekosistem sebagai makhkuk hidup tunggal maupun sekelompok makhluk hidup yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya.
2.

1.

Komponen abiotik Faktor-faktor lingkungan sebagai komponen abiotik meliputi: suhu, pH, cahaya, udara, air, kelembaban, mineral

Berdasarkan

kedudukannya/fungsinya

dalam

ekosistem,komponen

biotik

dibedakan menjadi: produsen, detritivora, konsumen, Pengurai Produsen adalah organisme autotrof (mampu menghasilkan makanan sendiri). Organisme autotrof membuat bahan organic dari bahan anorganik dengan bantuan energy, seperti energy matahari atau energy kimia Konsumen adalah organism heterotrof (tidak bisa menghasilkan makanan sendiri) dan memanfaatkan bahan organik sebagai makanannya Pengurai (Dekomposer) adalah organism heterotrof yang menguraikan bahan organic yang berasal dari organism mati (bahan organik kompleks). Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan

melepaskan bahan-bahan yang sederhana untuk dapat digunakan kembali oleh produsen. Contoh: bakteri dan jamur Detritivor adalah organism heterotrof yang memanfaatkan serpihan/potongan organic padat (detritus) sebagai bahan makanan. Contohnya: cacing tanah, keluwing, anggota echinodermata (mentimun laut, bintang laut)

INTERAKSI ANTAR-KOMPONEN EKOSISTEM Interaksi Antar-organisme
1.

Netral : hubungan tidak saling mengganggu, tidak saling merugikan maupun menguntungkan. Contoh : capung dan kambing Predasi : hubungan antara mangsa dan yang memangsa (predator) Parasitisme :hubungan antara organisme, organism satu menumpang pada organism lain dan merugikan organism yang ditumpanginya. Contoh: pohon mangga dan benalu Salmonella typhosa pada tubuh manusia Fasciola hepatica pada hati ternak Komensalisme : hubungan antara dua organism, organism satu untung, sedangkan organism yang lain tidak untung dan juga tidak rugi. Contoh: anggrek dengan pohon yang ditumpanginya Mutualisme: hubungan anatar dua organism yang keduanya mendapatkan keuntungan. contoh: Bakteri Rhizobium dengan bintil akar tanaman kacangkacangan/polong-polongan (Leguminosae) Kompetisi : persaingan antara organism untuk mendapatkan makanan

2. 3.

4.

5.

6.

ALIRAN ENERGI DAN DAUR MATERI Aliran energy adalah rangkaian urutan pemindahan bentuk energy satu ke bentuk energy yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, ke konsumen primer, konsumen sekunder, sampai ke saproba. Dari urutan tersebut, makhluk hidup yang urutannya mendekati sinar matahari memiliki energy paling banyak (produsen), sedangkan yang paling jauh dari sinar matahari (saprobe) energinya paling sedikit. Pada proses perpindahan energy selalu terjadi pengurangan jumlah energi setiap melalui tingkat trofik makan-memakan. Energi dapat berubah menjadi bentuk lain, seperti energi kimia, energi mekanik, energi listrik, dan energi panas. Perubahan bentuk energi menjadi bentuk lain ini dinamakan transformasi energi. Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen (organisme fotoautotropik) yang diubah menjadi energi kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia tersebut digunakan organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. a. Produktivitas primer Produktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrof sebagai produsen untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik. Hanya sebagian kecil energi cahaya yang dapat diserap oleh produsen. Produktivitas primer berbeda pada setiap ekosistem, yang terbesar ada pada ekosistem hutan hujan tropis dan ekosistem hutan bakau. Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme fotoautotrof disebut produktivitas primer kotor (PPk). Lebih kurang 20% dari PPK digunakan oleh organisme fotoautotrof untuk respirasi, tumbuh

dan berkembang. Sisa PPK yang baru disimpan dikenal sebagai produktivitas primer bersih (PPB). Biomassa organisme autotrof (produsen) diperkirakan mencapai 50%-90% dari seluruh bahan organik hasil fotosintesis. Hal ini menunjukkan simpanan energi kimia yang dapat ditransfer ke trofik selanjutnya melalui hubungan makan dimakan dalam ekosistem. b. Produktivitas sekunder Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrop mengubah energi kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di dalam tubuhnya. Energi kimia dalam bahan organik yang berpindah dari produsen ke organisme heterotrop (konsumen primer) dipergunakan untuk aktivitas hidup dan hanya sebagian yang dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam tubuhnya sebagai produktivitas bersih. Demikian juga perpindahan energi ke konsumen sekunder dan tersier akan selalu menjadi berkurang. Perbandingan produktivitas bersih antara trofik dengan trofik-trofik di atasnya dinamakan efisiensi ekologi. Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang dapat ditransfer sebagai biomassa dari trofik sebelumnya ke trofik berikutnya.

PPK 10 000 – PPB 8000 – Herbivor 800 –

Carnivor I 160

– Carnivor II 16

Pengalihan energy berlangsung melalui sederetan organism yang memakan dan dimakan dalam rantai makanan. Rantai makanan adalah urutan makan dan dimakan pada makhluk hidup dalam ekosistem Jaring-jaring makanan adalah beberapa rantai makanan yang berhubungan Rantai makanan dibedakan menjadi 2, yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus Rantai makanan perumput, dimulai oleh produsen yaitu tumbuhan Contoh: rumput – belalang – burung – ular Rantai makanan detritus dimulai oleh detritivor Contoh: sampah dedaunan - cacing tanah – ayam – ular – burung elang saling

Jaring-jaring makanan TINGKAT TROPIK

Tingkat tropic adalah kedudukan organism pada suatu rantai makanan Contoh: rumput – belalang – burung – ular Dari contoh rantai makanan di atas: Tingkat tropic I : rumput (Produsen) Tingkat Tropic II : belalang (Herbivor/Konsumen I) Tingkat tropic III : Burung (Carnivor / Konsumen II) Tingkat tropic IV : Ular (Carnivor/ Konsumen III) PIRAMIDA EKOLOGI Piramida ekologi ada 3 macam: piramida jumlah, piramida energy dan piramida biomassa.

Piramida jumlah

Piramida biomassa

Piramida energy DAUR BIOGEOKIMIA Daur biogeokimia adalah daur unsur-unsur yang melibatkan makhluk hidup (bio), lingkungan abiotik (bumi/geo) dan reaksi kimia Daur biogeokimia meliputi daur karbon, nitrogen, sulfur, hydrogen dan fosfor

Daur Hidrogen

KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN USAHA PELESTARIANNYA
A.

SUKSESI Suksesi adalah pergantian beberapa spesies oleh spesies lainnya dan penambahan spesies dalam kurun waktu tertentu pada suatu ekosistem Suksesi akan berhenti pada saat komunitas terakhir sudah stabil (tidak berubah) karena tercapainya keseimbangan lingkungan . komunitas terakhir yang stabil disebut komunitas klimaks.

Suksesi dibedakan menjadi 2 yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder Suksesi primer adalah suksesi yang terjadi pada ekosistem yang sudah rusak total dan tidak ada organism sebelumnya. Contohnya: suksesi di tempat yang terkena muntahan letusan gunung berapi Suksesi sekunder adalah suksei yang terjadi pada ekosistem yang mengalami kerusakan, biasanya karena ulah manusia Contoh : penebangan habis hutan, kebakaran hutan, penggalian Contoh urutan tumbuhan pada suksesi : Lumut kerak + Alga/ganggang(tumbuhan perintis) – lumut/paku-pakuan – rumput – perdu – pohon Contoh urutan komunitas pada proses suksesi: Komunitas perintis – komunitas padang rumput – komunitas belukar – komunitas hutan kayu

B.

PENCEMARAN LINGKUNGAN Pencemaran adalah masuknya pencemar (polutan) berupa materi abiotik maupun organism yang seharusnya tidak ada sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan lingkungan. Berdasarkan bahan pencemarnya, dibedakan menjadi 3:
1.

Pencemaran kimia, yaitu pencemaran dari bahan-bahan kimia ke lingkungan contohnya pupuk , insektisida, limbah pabrik Pencemaran fisika, yaitu pencemaran oleh benda-benda yang sulit diuraikan lingkungan,contohnya pencemaran oleh benda seperti botol bekas minuman, plastic, kaleng

2.

3.

Pencemaran biologi, yaitu pencemaran berupa masuknya organism contohnya bakteri penyebab tipus, virus, cacing parasit

Berdasarkan lingkungan yang dicemari, pencemaran dibedakan menjadi:
1.

Pencemaran Air Pencemaran air antara lain disebabkan oleh:
a.

Limbah pabrik dan limbah domestik seperti sisa detergen, buangan industry contohnya tembal (Pb), raksa (Hg), seng (Zn) Sampah organic yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang Fosfat hasil pembusukan NO3 dan pupuk pertanian terakumulasi di perairan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimpunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (blooming alga). Pada saat alga mati, decomposer yang menguraikan alga akan menghabiskan persediaan oksigen dalam proses pembusukan alga. Akibatnya banyak ikan mati karena kekurangan oksigen

b.

c.

2.

Pencemaran Udara Pencemaaran udara dapat berupa gas dan partikel
a.

Gas H2S, bersifat racun, terdapat di gunung berapi, juga dari hasil pembakaran minyak bumi dan batu bara Gas Karbon Monoksida (CO) dan CO2. CO (gas lemas) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun karena daya ikat/ afinitas CO terhadap Hb (Haemoglobin) lebih tinggi di banding O2. Hb berada dalam darah dan berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Jika dalam darah ada CO, maka Hb akan diikatnya sehingga yg diedarkan keseluruh tubuh bukan O2 tetapi CO. CO2 yang tinggi di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga menyebabkab efek rumah kaca (greenhouse effect). Hal ini yang menyebabkan terjadinya pemanasan global (global warming).

b.

c.

Gas oksida sulfur (SO,SO2) dan oksida nitrogen (NO, NO2) a yang bereaksi dengan uap air akan menghasilkan asam sulfur dan asam nitrogen. Asam ini akan membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam . Hujan asam dapat mnyebabkan korosi, lapuknya patung-patung di taman, rusaknya jalan aspal, merusak tanaman dan menyebabkan gangguan kesehatan Gas CFC (Chlorofluorocarbons) sebagai gas pendingin lemari es, pendingin ruangan dan gas penyemprot pada kosmetik tidak dapat diuraikan dalam jangka waktu lama (±100 tahun) dan dapat menyebabkan rusaknya lapisan ozon yang berfungsi menyaring radiasi ultraviolet dari matahari.

d.

3.

Pencemaran Suara Pencemaran suara dapat disebabkan oleh suara bising kendaraaan bermotor, pesawat terbang, mesin pabrik, radio/tape recorder. Pencemaran tanah
a. b. c.

4.

Sampah plastih yang sukar terurai Detergen yang bersifat nonbiodegredable (sulit diuraikan secara alami) Zat kimia buangan dari dari pertanian, dan insektisida contohnya DDT

LIMBAH Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya. Limbah berdasarkan asalnya dibedakan menjadi 2, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang berasal dari komponen makhluk hidup, contohnya daun-daunan kering, kulit pisang. Limbah anorganik adalah limbah yang berasal selain contohnya plastik, logam, botol. Cara penanganan limbah:
1.

dari makhluk hidup,

Pengurangan (reduse), jumlah limbah dapat dikurangi jika penggunaan bahanbahan yang menyebabkan bertambahnya limbah dikurangi, Pemakaian kembali (reuse), bahan-bahan yang sudah tidak terpakai dapat digunakan kembali, contohnya botol bekas minuman, kaleng untuk tempat pensil Daur ulang (recycle), limbah dapat didaur ulang mejnadi produk baru, contohnya plastik dijadikan pot dll Penimbunan, limbah dapat ditimbun agar mengurangi bau yang ditimbulkan dan mempercepat penguraiannya Pembakaran, limbah tertentu dapat dibakar untuk mengurangi jumlah limbah di lingkungan.

2.

3.

4.

5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful