TESIS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI SMP X (PRODI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

) BAB PENDAHULUAN I

A. Latar Belakang Masalah Kualitas suatu masyarakat atau bangsa tidak hanya ditentukan oleh derajat kompetensinya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tetapi juga oleh keyakinan dan sikap hidup yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan moral. Nilai-nilai keagamaan dan moralitas suatu bangsa menjadi tolok ukkur apakah bangsa itu beradab dan berbudaya tinggi atau tidak. Memang benar bahwa masyarakat modern telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk mengatasi berbagai masalah dalam kehidupannya. Keberhasilan modernisasi telah menunjukkan eksistensi yang sangat menjanjikan dan membanggakan. Terbukti, apa yang dulu belum dikenal manusia, sekarang sudah tidak asing lagi. Kesulitan dan bahaya alamiah yang dahulu menghambat perhubungan sekarang bukan masalah lagi. Bahaya penyakit menular yang dahulu ditakuti, sekarang sudah dapat ditangani dengan usaha-usaha medis. Namun di sisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang serba canggih tersebut tidak mampu menumbuhkan moralitas yang mulia (al-Akhla’q al- Kari’mah). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) seharusnya membawa kebahagiaan dan kemaslahatan yang lebih banyak kepada manusia dalam kehidupannya. Akan tetapi suatu kenyataan yang menyedihkan, bahwa kebahagiaan itu ternyata semakin jauh. Meskipun kemakmuran tampak terlihat namun hidup terasa semakin sulit secara material disebabkan oleh sifat konsumerisme yang diakibatkan oleh maraknya iklan di media cetak maupun elektronik. Kesulitan material kemudian berganti dengan kesukaran mental-spiritual. Beban jiwa semakin berat, kegelisahan dan ketegangan serta tekanan perasaan lebih sering terasa dan lebih menekan sehingga menguangi kebahagiaan. Suatu realita dalam dunia moderen dewasa ini adalah adanya kontradiksi-kontradiksi yang mengganggu kebahagiaan orang dalam hidup. Hal ini disebabkan ketidak-singkronan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) atau pembangunan fisik-jasmaniah dengankebutuhanspiritual-rohaniah(transendental). Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang serba canggih tersebut tidak mampu menumbuhkan moralitas yang mulia (al-Akhla’q al- Kari’mah). Akhirakhir ini terdapat fakta banyaknya peristiwa biadab di tanah air kita seerti peristiwa Ambon (Maluku), Sampit (Kalimantan), pemerkosaan, pembunuhan dengan mutilasi, dan teror bom. Hampir semua pihak sepakat bahwa krisis multidimensional di Indonesia saat ini sesungguhnya berpangkal dari krisis moral-keagamaan. Namun demikian ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) perlu secara terus menerus dikembangkan karena mempunyai manfaat sebagai penunjang kehidupan manusia. Berkat ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) banyak segi kehidupan menjadi lebih mudah.

Penemuan-penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah mengantarkan manusia menemukan bentuknya, terutama memperoleh manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) itu sendiri. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) perlu diimbangi dengan penguatan benteng moralitaskeagamaan (dalam hal ini agama Islam).Sebagai agama, Islam memiliki ajaran yang diakui -minimal oleh pemeluknya- lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agamaagama lainnya yang pernah diturunkan Tuhan sebelumnya. Sebagai agama yang paling sempurna, ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Untuk mewariskan nilai-nilai keagamaan ini, di antaranya adalah melalui proses pendidikan.Pendidikan (termasuk pendidikan agama Islam) merupakan topik yang selalu aktual untuk dibicarakan dan diperdebatkan dari zaman ke zaman. Namun demikian perbincangan dan perdebatan tentang pendidikan tidak pernah selesai, dan tidak akan pernah selesai dibicarakan. Minimal ada tiga alasan yang dapat dikemukakan untuk menjawab pertanyaan mengapa hal ini terjadi. Pertama, fitrah setiap orang menginginkan yang lebih baik, termasuk dalam masalah pendidikan. Kedua, teori pendidikan -dan teori pada umumnya-selalu ketinggalan oleh kebutuhan masyarakat. Sebab pada umumnya, teori pendidikan dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat pada tempat dan waktu tertentu. Karena waktu berubah dan tempat selalu berubah, kebutuhan masyarakat juga berubah. Bahkan perubahan tempat dan waktu itu ikut pula mengubah sifat manusia. Karena adanya perubahan itu, masyarakat merasa tidak puas dengan teori pendidikan yang ada. Ketiga, karena pengaruh pandangan hidup. Pada suatu waktu mungkin seseorang telah puas dengan keadaan pendidikan di tempatnya karena sudah sesuai dengan pandangan hidupnya. Suatu ketika ia terpengaruh oleh pandangan hidup yang lain. Akibatnya, berubah pula pendapatnya tentang pendidikan yang tadinya sudah memuaskannya. Sebagai agama yang paripurna, Islam sangat memperhatikan masalah pendidikan. Para peneliti sudah membuktikan bahwa al-Qur'an sebagai sumber utama agama Islam menaruh perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Hal ini terbukti bahwa wahyu yang pertama turun adalah perintah untuk membaca yang mana membaca merupakan salah satu proses utama untuk mendapat ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman: Artinya: 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Demikian pula dengan al-H{adi’th, sumber kedua ajaran Islam, diakui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program wajib belajar kepada umatnya. Nabi SAW bersabda:

Dengan kecerdasannya ia dapat melakukan sesuatu yang baik menurut Islam untuk kemaslahatan hidup bersama. cinta tanah air dan sebagainya. Langkah yang ditempuh al-Qur'a’n ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. persamaan. yang mendapatkan prioritas utama adalah pengembangan aspek afeksi.Artinya: Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SA W bersabda: "mencari ilmu wajib bagi setiap muslim ". dan suatu aktivitas di antara aktivitas-aktivitas masyarakat. Ada yang bersifat sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. ekonomi. seni. Hal ini merupakan bukti empiris kegagalan pendidikan agama Islam di oleh lembagalembaga pendidikan baik formal maupun non-formal. sosial. manipulator dan manusia-manusia yang berperilaku kotor. aktivitas dan kehidupannya di dunian dan akhirat. Arah pendidikan Islam adalah menuju terbentuknya peserta didik yang mempunyai kemampuan kognitif intelektual dan cerdas. Kini diakui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan. di tengah gencarnya usaha perbaikan di dunia pendidikan (termasuk pendidikan Islam). dan ada pula yang bersifat profesional untuk memperoleh ilmu. profesi. Ibnu Majah) Dari uraian di atas.5 Ironisnya. Kerusakan moral di kalangan remaja. Masyarakat kemudian bertanya. Hidup bersama dalam artian mengetahui dan menghargai adanya perbedaan serta menghargainya sebagai milik seluruh umat manusia dan bukan dasar untuk memecah belah kehidupan. Bahkan misi utama beliau adalah menyempurnakan aspek afeksi (akhlak) umat manusia. Tujuan pengembangannya ada yang bersifat individual. Potensi yang dikembangkan meliputi potensi beragama. memperkaya pengalaman dan kemajuan yang diinginkan. serta dari ketertindasan menjadi merdeka. Pertanyaan ini sangat wajar sebab masyarakat sudah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang ada. dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama (Islam) yang selama ini diusahakan di berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal belum berhasil dengan baik. terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al-Qur'a’n dan al-Hadi’th sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. harga diri. Tapi ironisnya dari lembaga-lembaga pendidikan tersebut banyak lahir para koruptor. dan dari kehinaan menuju kemuliaan. suatu realita yang tidak dapat dipungkiri dalam dunia global ini adalah adanya kontradiksi-kontradiksi yang mengganggu kebahagiaan manusia dalam hidup.3 Kemampuan lain yang dikembangkan dalam pendidikan Islam adalah afeksi dan psikomotor. "mengapa pendidikan moral-keagamaan belum berhasil". Salah satu penyebabnya adalah strategi . peyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para elit politik dan tokoh-tokoh agama. Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia". "apa yang salah di dunia pendidikan kita". keadilan. seni. angka krimilalitas yang tinggi. pengembangan. Pendidikan Islam berfungsi mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara bertahap (sesuai tuntunan ajaran Islam). Di antara ke tiga ranah tersebut. yaitu berkaitan dengan individu-individu yang menyangkut tingkah laku. intelek. (HR.

komputer. pengorganisasian dan penilaian. Ada beberapa pertimbangan berkaitan penggunaan internet dalam pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Teknologi Informasi yang digunakan dalam dunia pendidikan Namun secara garis besar dapat dibagi ke dalam 3 kelompok. Penelitian ini diberi judul "Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) X" B. Pembelajaran pendidikan Agama Islam pada umumnya lebih menekankan pengetahuan tentang sikap yang terkesan normatif. Teknologi Informasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon. SMP X merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendapat pengakuan oleh pakar pendidikan nasional maupun internasional. internet. .dan pengelolaan pembelajaran yang cenderung tradisional normatif dan dengan metode yang kurang senada dengan keinginan peserta didik. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai. Diantara upaya untuk mengatasinya adalah dengan perbaikan pengelolaan pembelajaran dengan memanfaatkan hasil temuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). internet menyediakan informasi yang nyaris tanpa batas. peserta didik menjadi trampil menggali informasi berkaitan dengan agama Islam. termasuk yang berkaitan ajaran agama Islam. e-mail. pager dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan proses panjang yang dimulai dengan perencanaan. bagaimana mencapai. waktu dan personel yang diperlukan. salah satunya adalah internet.6 Untuk mencapai tujuan pembelajaran banyak ragam Teknologi Informasi yang dapat digunakan. Identifikasi Masalah Pengelolaan Pembelajaran merupakan proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan kurang menarik. Pengajar juga jarang memberikan keteladanan dengan sikap dan perilaku. kaku. pengkoordinasian. Audio : Radio. sehingga pemahaman yang diperoleh relatif komprehensif. yaitu: 1. Kedua. pengarahan dan pemantauan. dan lain sebagainya. Ketiga. Salah satu sekolah yang menggunakan internet sebagai basis pengelolaan pembelajarannya adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) X (selanjutnya disebut SMP X). dan aturan yang membuat peserta didik jenuh dan bosan. telepon. faktor pendukung dan penghambatnya. perintah. Sedang pengorganisasian merupakan pembagian tugas kepada personel yang terlibat dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu Penulis bermaksud untuk mengadakan penelitian berkaitan pemanfaatan internet dalam pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Islam di lembaga tersebut. Pengajar sering menempatkan diri sebagai pendakwah dengan memberi petunjuk. internet merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang saat ini sedang menjadi tren dan disukai oleh peserta didik. Evaluasi sebagai proses dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang telah dicanangkan. Pertama.

Desktop Videoconferencing. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut. variasi hanya terjadi pada kualitas produksi.7 Dengan internet. Subyek didik memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan. Bagaimana Pengelola Sekolah mengevaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi? . koran. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi seperti: CBT (Computer Based Training). Slide. majalah. pengorganisasian. Distance Education.8 C. ILS (Integrated Learning Syatem). Audio visual : televisi.2. Adapun masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah: Perencanaan. Oleh sebab itu agar penelitian ini fokus maka diperlukan diperlukan pembatasan masalah. WBT (Web-Based Training). Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Sebab pengguna tidak dapat mengubah isi dan penyajian. koran. komputer. 3. dan lainlain. Visual : Slide. majalah dan lain-lain. Bagaimana Pengelola Sekolah merencanakan dan mengorganisasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi? 2. dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi (dalam hal ini internet). Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut "cyber teaching" atau pengajaran maya. CLE (Cybernetic Learning Environment). internet dan lain-lain Dari beragam Teknologi Informasi tersebut ada yang tergolong media interaktif dan noninteraktif. Distance Learning. Sedang komputer dan internet masuk dalam kategori media interaktif. Batasan Masalah Cakupan judul ini begitu luas sedang waktu dan kemampuan penulis begitu terbatas. faktor pendukung dan penghambat serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi hambatan. Teleconferencing. guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan subyek didik. D. televisi dan yang semisal masuk dalam kategori media noninteraktif. CBI (Computer Based Instruction). Demikian pula subyek didik dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. LCC (Learner-Centered Classroom). yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. penulis menyusun Rumusan Masalah sebagai berikut: 1.

Bukan memberikan pelajaran kepada siswa.3.dan kegiatan siswa dalam belajar. transformasi nilai dan pembentukan kepribadian. 2. Di antaranya adalah: a. Pendidikan Agama Islam (PAI) Pendidikan adalah proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien yang di dalamnya tercakup transfer ilmu. Ada beberapa definisi Pendidikan Agama Islam yang dikemukakan oleh para ahli. Namun yang dimaksud Pendidikan Agama Islam dalam konteks pendidikan menengah formal di Indonesia adalah al-Qur'a’n-Hadith.9 Dalam pengelolaan tercakup -minimal.10 Pembelajaran merupakan proses mengatur lingkungan agar subyek didik belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang didimilikinya. Pengelolaan Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi. Di dalam PBM terkandung dua hal pokok yaitu kegiatan guru dalam mengajar -dalam arti membelajrakan siswa. Pembelajaran Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang diartikan sebagai suatu upaya untuk membelajarkan subyek didik. yakni perencanaan. Aqidah. Selain itu Pengelolaan juga berarti proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain. Penjelasan Judul Judul penelitian ini mengandung beberapa istilah yang masing-masing banyak dibahas dan menjadi perdebatan para ahli. pengorganisasian dan evaluasi.3 hal.14 b. Faktor apa yang mendukung dan menghambat serta bagaimana Pengelola Sekolah mengatasi hambatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi? E.13 Kata "Pendidikan" di sini dirangkai dengan kata "Agama Islam". sehingga Pendidikan Agama Islam berarti pendidikan mengenai seluruh aspek Agama Islam secara luas. istilah-istilah yang ada pada judul penelitian ini perlu didefinisikan satu-persatu: 1. Pembelajaran adalah proses pembelajaran antara guru dan murid. Oleh karena itu agar ada kesamaan persepsi.11 Aspek terpenting dari pembelajaran adalah membelajarkan siswa.15 Dari definisi di atas diketahui bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan suatu proses menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada peserta didik dan membantu mereka untuk menginternalisasikannya sebagai pandangan hidup dan mengimplementasikannya dalam sikap dan perilaku. Akhlak. Kegiatan ini di dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah PBM (Proses Belajar Mengajar). Fiqih dan Tarikh Peradapan Islam sebagaimana termaktub dalam Peraturan Mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi . Usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap peserta didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life). Usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu subyek didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.12 3.

Madrasah Diniyah Ula (MDU) atau Pesantren Dasar (PD).18 5. Teknologi Informasi (TI) Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. kabar atau berita tentang sesuatu.19 F. lebih luas sebarannya. kabar atau berita tentang sesuatu. c. Bagaimana Pengelola Sekolah mengevaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi 3. Bagaimana Pengelola Sekolah merencanakan dan mengorganisasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi. Faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat serta langkah yang ditempuh . Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di belakang akronim SMP ditambah kata alternatif karena lembaga pendidikan ini didirikan sebagai salah satu pilihan pendidikan formal yang berbeda dengan lembaga pendidikan formal yang lain.17 Jadi Teknologi Informasi adalah peralatan yang digunakan menyampaikan pemberitahuan. lebih cepat b. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. 4.Lulusan. 2. dan lebih lama penyimpanannya. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan: a. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Alternatif Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan jenjang pendidikan sebagai kelanjutan dari jenjang Sekolah Dasar (SD).16 Sedang informasi adalah pemberitahuan.

di antaranya adalah "Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah". lembaga pendidikan ini menekankan goal setting pada basis potensi anak. 4. Pertama. hasil penelitian ini merupakan sumber kajian bagi mahasiswa baik sebagai pengayaan maupun untuk penelitian 2. Bagi Perpustakaan. H. 3. 5. Bagi Masyarakat luas. yakni pembelajaran dengan Teknologi Informasi yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memecahkan problem pendidikan. penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait: 1. pemberdayaan dengan prinsip menciptakan sekolah murah dan bermutu. Bagi Peneliti. Buku ini mengupas beberapa kontroversi dalam kebijakan pendidikan di Indonesia dan menegaskan bahwa potensi masyarakat yang sudah mandiri untuk mencerdaskan anak bangsa. Kajian Pustaka Setelah diadakan penelusuran kepustakaan. hasil penelitian ini merupakan salah satu alternatif pengelolaan pembelajaran. hasil penelitian ini merupakan potret diri sebagai bahan refleksi untuk peningkatan kualitas pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.oleh Pengelola Sekolah untuk mengatasi hambatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)berbasis Teknologi Informasi. Bagi Lembaga Pendidikan yang diteliti. G. Ada dua hal menarik yang diungkapkan buku ini tentang SMP X. Penulis menemukan beberapa buku yang mengupas beberapa hal mengenai SMP X. hasil penelitian ini merupakan input untuk menambah koleksi khazanah kepustakaan. penelitian ini merupakan sumbangan pemikiran dan masukan dalam upaya pengembangan Ilmu Pendidikan. Manfaat Penelitian Secara teoritis. Kedua. Sedang secara praktis. Sementara itu Sujono Samba dalam bukunya yang berjudul "Lebih Baik Tidak Sekolah" mengangkat fakta yang menarik tentang lahirnya pendidikan alternatif . Bagi Institut X. terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). penelitian ini merupakan pengalaman yang berharga untuk memperluas cakrawala pemikiran dan memperluas wawasan.

Persyaratan utama yang harus dimiliki seorang guru adalah kemauan belajar dan memiliki pengalaman yang lebih dalam hal strategi belajar dan bukan metode mengajar. terinci. yaitu: a. prinsip serta model pembelajaran yang berbeda dengan mainstream pada umumnya. menggambarkan dan memberikan contoh terhadap obyek penelitian agar mampu memberikan konsep yang sesuai dengan lokasi.21 Dengan metode ini Penulis akan melihat obyek penelitian secara langsung dengan mengamati. b. penjelajahan internet dan lain-lain. keadilan dan keseimbangan alam. kurikulum. lembaga atau gejala tertentu. Jenis penelitian dan pendekatan Penelitian yang akan diadakan ini termasuk penelitian kasus (Case Studies) yaitu penelitian yang dilakukan secara intensif.berbasis komunitas yang didirikan oleh penduduk X. dan mendalam terhadap suatu organisme. Di SMP ini tidak ada Konsep Belajar Mengajar (KBM). Interview . yang ada adalah belajar bersama. Metode Penelitian 1. Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati gejala-gejala atau peristiwa yang terjadi pada obyek penelitian. buku. Dari beberapa sumber pustaka yang berhasil dilacak penulis belum ada yang menjelaskan secara rinci mengenai pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan memanfaatkan Teknologi Informasi. lembaga ini mengenbangkan tradisi. Guru yang memiliki beberapa "kelebihan" dalam penguasaan suatu materi lebih memosisikan diri sebagai salah satu resource dari beberapa resource yang bisa diakses siswa seperti kebun.konsep pembelajaran di SMP X. Pendidikan yang didirikan sebagai wujud keprihatinan atas problem pendidikan di Indonesia ini diberi nama SMP X. Untuk menghasilkan alumni yang tangguh dalam mengelola sumber daya berdasarkan prinsip kesetaraan. visi 2030 dan pendidikan alternatif" mengupas di antaranya adalah. Teknik pengumpulan data Untuk mengumpulkan data digunakan beberapa teknik. I.20 2. Buku lainnya "Kurukulum yang Mencerdaskan.

diklasifikasikan sehingga merupakan suatu susunan urut data (array) untuk kemudian diproses menjadi perhitungan pengambilan kesimpulan. Data yang telah diperoleh dari suatu subyek. Data kualitatif yakni data yang berbentuk kata-kata dipisahpisahkan menurut kategori untuk diambil kesimpulan. setelah diinterpretasi kemudian dicross check (dieperiksakan kembali) kepada subyek lain sampai diyakini data yang diperoleh sesuai keadaan sebenarnya. 3. yakni data yang berupa angka hasil dari penghitungan atau pengukuran diproses dengan cara dijumlahkan. program kerja. serta ditulis dengan sengaja untuk menyiapkan atau meneruskan keterangan menjadi peristiwa tersebut. dampak positif dan negatifnya serta bagaimana Penyelenggara mengatasi dampak negatifnya. hasil seminar. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari dokumen tertulis yang dimiliki oleh lembaga. c. Sedang data kuantitatif. Reduksi data Pada tahap pertama.24 Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan mengikuti cara yang disarankan oleh Miles dan Huberman sebagai berikut:25 a.Interview atau yang biasa dikenal dengan wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan pada tujuan penelitian. Data Dokumenter23 adalah laporan tertulis dari penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa itu.foto dan data statistik) dan buku.22 Data yang diharapkan diperoleh dari metode ini adalah aplikasi pembelajaran PAI berbasis TI. yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik penggalian data dengan cara mengumpulkan data dokumenter. Analisis data Data yang telah terkumpul diklasifikasikan menjadi dua. data-data yang terkumpul di lapangan ditulis dalam bentuk . Dokumen dimaksud dapat berbentuk catatan hasil rapat. gambar ( denah.

Selain itu data yang sudah direduksi ini dapat memberikan gambaran yang lebih tajam berkaitan dengan oyek penelitian. Adapun sistematika pembahasan penelitian ini adalah sebagai berikut: Bab Satu. atau grafik. hipotesis dan lain sebagainya yang mengarah pada konsep pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi (TI) dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan. Mengambil kesimpulan dan verifikasi Langkah ini merupakan langkah ketiga dari langkah-langkah analisis data. kabur. c. Dengan bertambahnya data dan proses verifikasi terus menerus hingga kesimpulan akhir setelah data terkait didapatkan dan dianalisis. 4. hubungan. Pengecekan kesahihan temuan Temuan yang berupa kesimpulan pada awalnya masih diragukan. Proses ini dilakukan dengan visuslisasi data dalam bentuk tabel. hal-hal yang sering timbul. memuat dasar pemikiran yang memunculkan ide untuk mengadakan penelitian ini. maka agar tidak menyulitkan kemudian data-data tersebut direduksi dan dirangkum dengan memilih hal-hal pokok serta disusun secara sistematis. matrik. Dengan adanya proses reduksi data ini akan mempermudah memberikan kodekode pada aspek tertentu agar mudah dicari kembali jika diperlukan. diadakan pengecekan data dengan teknik triangulasi. Dengan langkah ini data akan lebih mudah dianalisis. b. Sitematika Pembahasan Agar diperoleh gambaran yang utuh mengenai penelitian ini perlu dikemukakan sistematika pembahasan.uraian atau laporan terinci. tema.26 J. batasan . Display data Display Data merupakan proses pengorganisasian data sehingga mudah dianalisis. diagram. Untuk menghilangkan bias pemahaman peneliti dengan pelaku. Dilanjutkan dengan identifikasi masalah. dan tentatif. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Mengingat banyaknya data yang masuk. Langkah ini dimulai dengan mencari pola. rumusan masalah.

dan takhayul yang telah dihuni lebih cepat akumulasi unsur dari teks ilmu pengetahuan modern "(1970. Pembahasan diawali penyajian data hasil penelitian lapangan dilanjutkan dengan rujukan dan diakhiri dengan analisi. dan semakin saya mengakui sifat problematis organisasi di sekolah modern. hal 2). 92). Membaca kesimpulan dalam buku Kuhn menegaskan keyakinan saya: "Dalam kedua pembangunan politik dan ilmiah rasa kerusakan yang dapat menyebabkan krisis merupakan prasyarat untuk revolusi " (Hal. merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran Waktu dan Kompleksitas Kami tidak membayangkan tiba-tiba. kebingungan. memberi makna dan substansi ke bahasa disekuilibrium. penjelasan judul. sejarah berdiri dan perkembangannya dan data lengkap kondisi siswa dan guru. zona ketidakpastian. Itu sebuah kebenaran yang mendalam tentang struktur alam semesta. Doll menulis: . berisi evaluasi pembelajaran dan solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran. manfaat Penelitian. terkejut. pembahasan mengenai perencanaan dan pengorganisasian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Teknologi Informasi yang mencakup penyajian data hasil penelitian lapangan. metode penelitian dan sistematika pembahasan. Malcolm mengatakan. dan analisis metafora. intuisi reflektif. Teori chaos dan kompleksitas. Bab Lima. Jurassic ParkThomas Kuhn mengingatkan saya bahwa salah satu tugas sejarawan ilmu pengetahuan adalah untuk "menggambarkan dan menjelaskan timbunan kesalahan. Realitas hidup bukan serangkaian peristiwa yang terjadi saling berhubungan satu demi satu manik-manik seperti digantung pada kalung. Linearitas adalah cara buatan untuk melihat dunia. perubahan radikal. kajian pustaka. -Michael Crichton. letak geografis. kita bersikeras bersikap seolaholah itu tidak benar. rujukan teoritis dan analisis. yang datang untuk mengambil untuk diberikan dalam segala hal dari fisika ke fiksi. mitos. Bab Dua. bahwa linearitas lurus.masalah. berisi gambaran obyek penelitian secara umum berkaitan dengan nama lembaga. tujuan penelitian. bahkan cara menghancurkan. Dan teori chaos mengajarkan kita. nonrasionalitas. Semakin saya merenungkan teori chaos. Bab Empat. Hidup sebenarnya adalah serangkaian pertemuan di mana satu aktivitas dapat mengubah orang-orang yang mengikuti dalam sepenuhnya tak terduga. Bab Tiga. irasional dibangun ke dalam kain yang sangat rapuh keberadaannya. untuk beberapa alasan. menurut William Doll. Tapi.

Tapi ini ide tentang jagad clocklike tidak memiliki hubungannya dengan dunia nyata "(dikutip dalam Briggs. tidak meningkatkan akurasi ramalan cuaca jangka panjang. laut dan tanah jauh lebih dari hanya lingkungan untuk hidup. Prigogine dan Stengers (1984) telah menunjukkan bahwa sistem dalam keseimbangan dan ketidakseimbangan berperilaku berbeda.. . tapi utuh melihat dari luar untuk melihat kemungkinan bahwa kombinasi ini mungkin merupakan sebuah sistem raksasa yang hidup tunggal. Bahkan membuka mata pikiran. Kita sekarang melihat udara. dan zona ketidakpastian karena tatanan kompleks ada di sini di mana pemikiran kritis. kurikulum dan kelas. James Lovelock. 1991. Tidak ada yang luar biasa dalam gagasan kehidupan di Bumi berinteraksi dengan laut. mereka adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.. ras budaya. dan efektifitas mengajar "(dikutip dalam Caine dan Caine. set atau merusak rencana. "Kami cenderung berpikir ilmu pengetahuan telah menjelaskan bagaimana bulan berputar mengelilingi bumi. siklus bulan. dan gangguan sekecil apapun memiliki dampak signifikan pada pola masa depan. intuisi reflektif. Cuaca juga merupakan contoh dari suatu tatanan misterius dalam kekacauan "(1992. Lorenz. dan dia menggunakan cuaca sebagai contoh: "Dengannya variabilitas. dan menyatukan kita dengan lingkungan satu sama lain. pandangan yang indah bola biru putih penuh bintik diaduk kita semua. dan bahkan bintik matahari. hal 13). non-rasionalitas. akuntabilitas. Teori chaos menyediakan dukungan untuk itu. Pada tahun 1961 di MIT. cuaca infiltrat jadwal kita. hal 19). hal 12). dan manajemen waktu. hanya sebagai perjalanan jauh dari rumah memperbesar perspektif kasih kita untuk orang-orang yang tetap di sana. John Briggs menjelaskan Waktu dan Kompleksitas sebagai kekacauan keadaan alami dari alam semesta. kontrol. mempengaruhi suasana hati kita. Ini adalah ketidakseimbangan sendiri yang memberikan kesempatan bagi ketegangan kreatif dan refleksi diri. ."Analisis metafora hampir tidak mungkin dalam model terstruktur sekitar perilaku tujuan. estetika politik. dimana teori chaos dan kompleksitas dapat membantu kita untuk memahami visi postmodern yang menantang alam semesta statis dan terkendali fisika klasik. Kurikulum postmodern mendorong kekacauan.Kita mengeksplorasi ilmu baru dan hubungan antara kurikulum dengan pembangunan. James Gleick (1987) dan Paul Davies (1988) berpendapat bahwa ada ilmu yang muncul dari kompleksitas yang dibangun sebagian pada kenyataan yang tersembunyi dalam kekacauan adalah jenis order yang kompleks.. . 1992. dan momen momen ketidakstabilan. berikut dari gerakan fakultas psikologi abad kesembilan belas dan gerakan manajemen ilmiah abad kedua puluh. seperti kecepatan angin. Yorke mengatakan. "Chaos" pertama kali diciptakan oleh fisikawan Jim Yorke. Standarisasi menghafal hafalan. dan masalah pemecahan global akan berkembang. kelembaban. ketergantungan umum. dan ekologi postmodern. Ia menemukan Dinamika dan sistem kompleks seperti cuaca. udara dan batu. dan bahwa Agar dapat muncul keluar dari kekacauan. kompetensi berdasarkan kinerja.Kompleksitas menggantikan kepastian. gender. terdiri dari banyak unsure yang berinteraksi. memberikan contoh berdasarkan gambar bumi dari bulan: Pemahaman baru sudah datang dari pergi keluar dan melihat kembali ke bumi dari ruang. mungkin penelitian yang paling revolusioner untuk mendukung pergeseran paradigma postmodern. dalam hipotesis Gaia-nya. Edward Lorenz menemukan fakta mengganggu. kesesuaian.. temperatur. penguasaan pembelajaran. teologis. Dia menyadari bahwa akumulasi informasi lebih lanjut tentang variabel yang berhubungan dengan cuaca. meneliti banyak sistem dinamis dari otak manusia untuk sirkuit listrik bukti kekacauan.

Kita harus bicara tentang penciptaan ruang dan waktu serta materi dan energi. Einstein mengatur panggung untuk memahami ruang-waktu dengan teori relativitas dan tulisantulisannya tentang elektromagnetik fenomena radiasi atom dalam teori kuantum. Newtonian model dan sistem mekanistik paradigma pendidikan modern dibangun mengabaikan perkembangan ilmu-ilmu yang menunjukkan bahwa sistem sosial yang interaktif dan terbuka..dan model manajemen waktu yang telah mendominasi pikiran kita. hlm 50-51) Teori Einstein diperluas pada teori relativitas khusus untuk menyertakan gravitasi pada tahun 1915 dengan publikasi usulan tentang teori relativitas umum. diterima secara luas dalam studi astrofisika dan kosmologi. ruang tidak tiga dimensi dan waktu bukan merupakan entitas yang terpisah. visi pengembangan kurikulum dari perspektif ilmu-ilmu baru dapat menciptakan pergeseran paradigma dalam praktek pendidikan kita yang akan menggantikan tujuan. hal 11). teori umum tetap menjadi obyek penyelidikan. linier. Dalam teori relativitas Einstein. tapi merupakan bagian dari gips. Dalam kasus seperti itu. dan waktu yang merupakan bagian integral dari realitas. menunggu waktu antara pertanyaan. dua peristiwa yang dipandang terjadi secara bersamaan oleh seorang pengamat mungkin terjadi dalam urutan temporal berbeda untuk pengamat yang lain. Dalam teori umum gaya gravitasi memiliki efek "melengkung" . dan hubungan antara waktu transisi dan kinerja akademik mahasiswa. Baik ruang dan waktu adalah entitas yang terjalin ke dalam masalah. Dunia dibuat dengan waktu dan tidak pada waktunya "(1990. Secara teori relativitas. dan ia berusaha untuk menemukan sebuah lembaga terpadu fisika dengan membangun kerangka kerja umum untuk elektrodinamika dan mekanika. Sementara teori khusus relativitas telah dibuktikan oleh percobaan yang tak terhitung banyaknya. konsep Newton tentang ruang absolut sebagai tahap fenomena fisik ditinggalkan. Einstein sangat percaya dalam harmoni alam yang melekat. dan waktu pertemuan bagi para guru. Paul Davies mengamati: "Ruang dan waktu adalah bagian dari rencana alam semesta fisik. waktu tugas. (Capra. dan pemberhentian .. Keduanya berhubungan erat dalam kontinum empat-dimensi yang disebut ruang-waktu. dan juga secara drastis mengubah konsep tradisional ruang dan waktu. waktu makan. Hal ini dikenal khusus sebagai teori relativitas. perhatikan penekanan kita tempatkan pada waktu dikelola di sekolah: jadwal kelas dan lonceng untuk membedakan blok waktu. tes dan waktunya pemeriksaan. Namun. dan sebaliknya. 1975. seperti dalam model Newtonian. Relativitas bersatu dan menyelesaikan struktur fisika klasik. latihan terstruktur. peneliti yang mengukur waktu pada tugas.Lovelock menyatakan bahwa melihat Bumi dari bulan memulai paradigmatik perubahan dalam hubungan antara pribadi manusia dan lingkungan. Jika ini tampaknya menjadi berlebihan. dan begitu juga konsep waktu mutlak. rencana disiplin yang mengambil waktu time-out di kamar. Pengamat akan berbeda mengenai urutan peristiwa dalam waktu jika mereka bergerak dengan kecepatan yang relatif berbeda terhadap peristiwa yang diamati. . dua teori yang terpisah dari fisika klasik. Semua pengukuran melibatkan ruang dan waktu sehingga kehilangan signifikansi mutlak mereka. Baik ruang dan waktu menjadi hanya Waktu dan Kompleksitas unsur-unsur bahasa pengamat tertentu untuk menggambarkan fenomena yang diamati. Capra menjelaskan: Tidak ada aliran waktu universal. Sekarang mungkin untuk memahami waktu di luar konteks ruang. Waktu dipahami ada sebagai realitas metafisik independen yang mampu dikelola dan terorganisir untuk efisiensi maksimum. keduanya diterbitkan pada tahun 1905. waktu perencanaan. Dalam hal yang sama akal. mereka tidak hanya panggung di mana drama besar bertindak keluar.

dan tidak ditentukan struktur. bukan karena pengamat tidak hati-hati mencari tetapi karena tidak ada hal seperti elektron dengan posisi tertentu. Elektron "dikenal" hanya dalam hubungan mereka dengan elektron lainnya. yang melihat alam semesta yang mengalir seiring dengan meningkatnya entropi. Stephen Toulmin. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg meneliti dunia sub-atomik dan berpendapat bahwa jika kita memilih untuk mengukur satu kuantitas (misalnya. berpendapat bahwa hanya ilmu fisika pada abad ketujuh belas yang dipimpin masyarakat ke dalam modernitas. hal 52). ketidakpastian dibangun ke dalam realitas metafisik. Model Kurikulum berbasis pada visi modern fisika Newton alam semesta seperti jarum jam. Grifon menulis: "Karena penolakan ini. beberapa fisikawan berpendapat bahwa tindakan pengamatan perubahan sistem. seluruh struktur ruang-waktu tergantung pada distribusi materi di alam semesta. pengalaman. Elektron tidak orbit neutron seperti planet. Guru selalu mempunyai naluri mengetahui hal ini benar. Kembali ke Kosmologi: . dan potensi menjelaskan keberadaan mereka . elektron dijelaskan menurut hubungan dan potensi daripada aktualitas nya. Pada akar modernitas dan ketidakpuasan adalah pandangan kecewa dan mekanistik yang menyangkal ke alam kualitas subjektivitas. Baik partikel atau gelombang. dan konsep 'ruang kosong' kehilangan maknanya "(1975. William Doll. elektron ada di awan seperti kembar. kita tidak bisa memastikan tentang jumlah lainnya (Misalnya. seberapa cepat elektron bergerak). semuanya sudah diketahui dan dapat diukur. dalam buku penting. Einstein mengatur panggung untuk munculnya fisika baru dan cara-cara baru untuk memahami alam semesta. Capra menyimpulkan: "Tidak saja semua pengukuran yang melibatkan ruang dan waktu relatif.itu ditolak semua kualitas yang tidak masuk akal terlepas dari pengalaman "(1988a. setiap tujuan dan sasaran. Dalam kurikulum postmodern tidak membuat mahasiswa mengevaluasi pelajaran. Dalam fisika kuantum. sistem kompleks dapat meningkat di tengah-tengah kekacauan. multidimensi. Kekacauan teori dan kompleksitas di era postmodern adalah menginformasikan semua disiplin ilmu. dalam Perspektif Post-Modern di Kurikulum. hal 2). relasional. termasuk pengembangan kurikulum dan kepemimpinan pendidikan. kita pasti mengubah sistem itu sendiri. atau panduan kurikuler. dan perasaan. Kehadiran pengamat di dalam kelas pengajaran yang efektif mengukur perubahan dinamika pelajaran dan mengubah kelas yang diamati. harus sesuai dengan prinsip yang telah ditentukan. dan karena pengukuran yang terlibat dalam pengamatan dalam ilmu pengetahuan modern dan pendidikan. dengan demikian menghapuskan konsep waktu dan ruang mutlak. posisi elektron). di sisi lain.ruang dan waktu. Sesuatu dalam kelas dan dalam kurikulum juga harus melarikan diri dari entropi. dan ruang kelas berdasarkan rencana yang telah ditentukan. atau standar. untuk memaksakan keseragaman. Karena interaksi yang terlibat dalam setiap pengukuran. Posisi dan kecepatan dari elektron tidak dapat diukur secara bersamaan. Sebaliknya.Sistem-sistem kompleks dalam ilmu pengetahuan dan pendidikan tantangan hukum kedua termodinamika. seperti hubungan elektron sukar dipahami. struktur sosial. dan metaforik sistem. hasil. Dapatkah kuantum fisika menginformasikan kurikulum postmodern? Mari kita jelajahi lebih lanjut Dalam fisika klasik. interdisipliner. fisika baru adalah mengantarkan postmodernitas. bentuk-bentuk budaya. alam didiskualifikasi . Pemahaman organik postmodern kehidupan menyediakan dasar untuk reenchantment ilmu yang akan mendukung visi baru kosmos. didasarkan pada sebuah ilmu baru: kompleks. Setiap pelajaran. Oleh karena itu. eklektik.

William Doll menjelaskan secara ringkas tentang kekacauan dalam referensi ke ruang diagram fase sistem nonlinier.berhubungan secara teratur. perubahan seperti itu diperlukan. David Bohm menjelaskan: Karena kita tak terpisahkan di dunia. ada atraktor pusat . Sheri Reynolds (2005). arti dan nilai adalah aspek yang tidak terpisahkan dari dunia seperti mereka adalah dari kita. etika dan kebutuhan praktis. Ketiga. acara flip-over di kelas yang tidak terduga dan dapat menyebabkan integrasi dinamis ide-ide baru ke dalam kurikulum. Varela. percobaan. Mereka mengatakan bahwa ketika kognisi atau pikiran sedang diperiksa. nilai-nilai dan fakta. Waktu dan Kompleksitas . alam. pengembangan kurikulum dapat memenuhi tantangan dari apa yang dibutuhkan. Thompson dan Rosch mengusulkan bahwa pendekatan fenomenologis Merleau-Ponty. bahkan paradoks. Kedua. menjelaskan: Sebagian besar penelitian teori kognisi baru dari sudut pandang ilmiah. hlm 6768) Demikian juga. Pendekatan kompleksitas dalam kurikulum juga mencakup interdisipliner pemahaman kognisi dan belajar.unit tematik. Untuk pemisahan. Jika ilmu pengetahuan dilakukan dengan sikap amoral. Mereka percaya bahwa kita harus menghormati pengalaman hidup manusia dan pemahaman ilmiah sebelum keduanya menjadi tak terdamaikan. pertama kali menggunakan jenis grafik untuk menunjukkan sistem pandangan cuaca pola: Membaca teks Doll. 1988. Husserl dan tradisi Buddhis adalah penting sebagai pandangan ilmiah. kuantum keterkaitan. dan ilahi . memerlukan sebuah revolusi yang luar biasa dalam seluruh sikap pengetahuan kita. dan memang lama tertunda. Ganti kekacauan dalam pikiran Anda dengan pertukaran dinamis di kelas dimana banyak siswa yang ingin berkontribusi.Tetapi semua pertanyaan dan komentar yang terkandung dalam kerangka tema pelajaran. Apa konsepsi dan paradigma baru kurikulum sebagai kekacauan? Pertama. tantangan kemanusiaan bertemu di waktu yang dibutuhkan? (Bohm. adalah pusat dari kurikulum postmodern. Ini hubungan timbal kosmik. tentu saja. tanpa divisi utama antara materi dan kesadaran. tidak merusak tujuan. dunia akhirnya akan merespon ilmu dengan cara yang destruktif. ilmu postmodern karenanya harus mengatasi pemisahan antara kebenaran dan kebajikan. berpendapat bahwa kita harus memikirkan kosmos sebagai sistem terpadu di mana segala sesuatu di dunia . Chaos di kelas adalah peristiwa semacam itu. setelah Edward Lorenz. Mengapa begitu sulit untuk bergerak melampaui paradigma modern dalam pengembangan kurikulum visi postmodern ini? Salah satu alasan kesulitan kami dengan berubah ke visi postmodern adalah pandangan modern merupakan solusi praktis untuk menyelesaikan masalah segera. pemberhentian pengalaman menjadi tidak bisa dipertahankan.Postmodern Sains dan Teologi Alam. Pertama. visi Postmodern dari ruang-waktu harus dimasukkan ke manajemen dan paradigma pengembangan kurikulum. lazim disebut attractor. menggantikan kelas untuk diagram tahap ruang Pikiran pengalaman siswa ketika membaca tentang peristiwa flip-over.manusia. diskusi akan bergerak bolak-balik dari satu titik ke titik lain tanpa prediktabilitas . atau cerita pendek.

Dalam arti postmodern. Reynolds. dan lebih bermanfaat itu adalah untuk kelangsungan hidup organisme. dan lainnya sarjana kurikulum tantangan kontemporer jarum jam alam semesta fisika klasik. Meskipun setiap model berbeda. ditentukan co-fenomena.Dalam keyakinan ini. Ini adalah salah satu titik penting perbedaan dalam teori kognitif baru. budaya. Tanggal untuk seminar saya tentang manajemen waktu tiba. yang lebih "benar" representasi. Semakin isomorfis hubungan antara lingkungan dan representasi. jauh dari keseimbangan. Mereka menantang gagasan statis kognisi dan mengusulkan hubungan isomorfis. Dalam semangat ilmu baru. model tradisional kognisi berasumsi bahwa organisme belajar untuk bertahan hidup dengan membangun representasi internal dari lingkungan mereka. fluks. Ia belajar dan bekerja di seluruh disiplin ilmu mencari "Pola-pola yang terhubung. manajemen waktu adalah mungkin karena alam semesta tidak diciptakan dalam ruang dan waktu tetapi dengan waktu dan ruang. Bagian belakang ruangan itu penuh dengan administrator lelah yang telah diminta untuk menyerah hari Sabtu untuk "titik kepemimpinan. bahkan Kami tidak mulai tepat waktu! Aku mulai seminar dengan berkaitan cerita tentang saya Pengalaman menghadiri sebuah gereja hitam pedesaan selama beberapa tahun terakhir. atau kekacauan. berlangsung." Dia Dibangun dunia ide di mana persatuan menjadi terlihat dan deskripsi kognisi manusia didekati berdasar pengalaman. Ini arah baru termasuk: Kognisi adalah tidak dibatasi tetapi ditentukan oleh karakteristik akhir sensorik organ dan struktur biologi lainnya. Newton memberi kami gambar seragam alam semesta di mana setiap partikel bergerak menurut hukum-hukum ketat ditentukan oleh gerakan dimana semua kejadian adalah hasil dari pembubaran mekanisme raksasa. Musisi dan anggota paduan suara datang ke satu tempat di sebuah jubah. . Waktu tidak punya arti nyata karena keadaan alam semesta setiap saat dan dalam semua tempat justru ditentukan. Kontemporer teoretis kadang-kadang tidak setuju dengan Bateson dan dengan satu sama lain. Dinamika Kognisi adalah non-linear. hal 126-128) Singkatnya. Ini menciptakan keamanan ideologi palsu. namun ada pola yang menghubungkan mereka. Kognisi terjadi pada titik-titik ketidakstabilan. (Reynolds. Kognisi yang terbaik adalah belajar di antarmuka berbagai perspektif. Doll. memiliki alat kognitif untuk menjelajahi kognisi sebagai suatu yang dinamis dan muncul. yang dikembangkan sebelum termodinamika. Kami sampai saat ini. Ini adalah kosmologi steril di mana waktu hanya parameter dan tidak menawarkan kesempatan untuk perubahan. Alat-alat ini datang dari "Ilmu Baru" dan meramalkan dengan memahami Gregory Bateson tentang cybernetics. Kognisi adalah autopoetic dengan demikian. echo Ulric Neisser mengatakan bahwa jika psikologi tidak menjelaskan pengalaman batin manusia setiap hari itu tidak berguna. fenomenologis. 2005. dapat dipicu tetapi tidak disebabkan kesadaran yang muncul. Aku ditugaskan sesi terakhir pada sore hari. diambil bersama-sama mereka arahkan ke arah yang baru dan menjanjikan di kognisi." duduk seorang pun di depan. tantangan mereka juga gambar dari kosmos sebagai hanya kumpulan acak dari partikel yang ditindaklanjuti oleh kekuatankekuatan buta dan mampu dikendalikan oleh struktur buatan. termasuk sedikitnya neurologis. Gregory Bateson adalah seorang sarjana dan pencari. sosial.

tetapi dia tahu kapan harus jatuh diam dan kapan harus menaikkan suaranya. Kurikulum harus membangun untuk crescendo di lingkungan yang unified-ruang waktu. beberapa penulis memberikan pengertian tentang otonomi. 1987: 9)." Kadang-kadang pengkhotbah berbicara untuk beberapa menit. 1977). Pengembangan kurikulum di era postmodern adalah visi kosmik diakses pendidik yang bersedia melihat aturan yang muncul dari kompleksitas dan kekacauan kehidupan. Volume meningkat piano mulai dimainkan keras. layanan mengambil hidup sendiri. Dan kemudian tiba-tiba perayaan dimulai! Semua musik dan bertepuk tangan bersama-sama dalam sebuah ledakan gemuruh penuh energi. Tidak ada orang melihat ke jam tangan untuk menentukan waktu mulai dari layanan tersebut. Ini adalah contoh hubungan timbal balik yang juga harus meliputi kurikulum pembangunan di era postmodern seperti jazz improvisasi. Ada ketertiban dalam kekacauan paradigma kontemporer kurikulum pembangunan. atau bahkan untuk menawarkan salam. anggota Paduan suara secara bertahap kumpul dan lembut bertepuk tangan mereka. namun unnoticeably. Salah satu orang mengatakan kepada saya. Acak dan improvisasi acara membangun satu sama lain dan menciptakan pengalaman masyarakat simfoni (lihat Wheatley. Otonomi pendidikan Otonomi atau autonomy berasal dari bahasa Yunani autos yang berarti sendiri. untuk jemaat secara intuitif tenggelam dalam musik saat itu. bagi setiap orang hadir dan terbuka untuk kompleksitas saat itu di tengah-tengah kebingungan. terus. Perlahan-lahan. Paroki datang dan menyapa satu sama lain dan berbicara tentang komunitas kegiatan. 1979: . kadang-kadang jam. Anda tidak perlu meminta orang untuk naik dan membuka buku untuk menyanyi. Beberapa administrator meninggalkan seminar saya kecewa. Di sini. dan mempersiapkan instrumen mereka dan bahan. Dalam konteks etimologis ini. "Hal ini dimulai ketika semua sudah siap. dan nomos yang berarti Hokum atau aturan (Abdurrahman. tingkat energi mulai mengisi gereja. mereka beroperasi di harmoni yang dinamis. 1992).waktu. Ini hal-hal yang terjadi secara spontan di gereja Afrika-Amerika. mereka mengalami pemahaman wawasan hidup hemat yang akan mengubah konsepsi mereka tentang ruang-waktu. Otonomi diartikan sebagai ‘perundangan sendiri’ (Danuredjo. atau untuk mengumumkan nomor halaman dari himne pertama. tidak ada yang datang ke mikrofon untuk panggilan. mereka tidak menerima daftar praktik menghemat waktu untuk mengatur kehidupan profesional mereka. ‘perundangan sendiri’ (Koesoemahatmadja. Tidak seperti kebanyakan gereja lain. Jemaat berbicara dengan dia dalam menyuarakan paduan suara ganda dari "Amens" dan Pendeta "Alleluias!" dan orang-orang tidak terpisah.

Sementara itu. Tentang desentralisasi ini ada beberapa konsep yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut. judikatif. ‘mengatur atau rnemerintah sendiri’ (Runt Nugroho. wewenang. Ateng Syafruddin (1985: 23) mengemukakan bahwa istilah otonomi mempunyai makna kebebasan dan kemandirian. Desentralisasi sebagai suatu sistem yang dipakai dalam bidang pemerintahan merupakan . juga mengandung pengertian `pemerintahan’. 1. hak mana diperoleh dari pemerintah pusat Wayong (1979: 16). dan (4) otonomi tidak membawahi otonomi daerah lain. dan pemerintahan sendiri. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 1 ayat (5) dikemukakan bahwa otonomi daerah adalah hak. S. 1980). pada hakikatnya ditujukan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara keseluruhan. menentukan hukum sendiri. sehingga bisa berkarya sesuai dengan kebcbasan yang dimilikinya. otonomi daerah jelas menunjuk pada kemandirian daerah. otonomi selain mengandung arti ‘perundangan’. daerah bebas untuk berimprovisasi. (2) dalam kebebasan menjalankan hak mengurus dan mengatur rumah tangga sendiri. di antaranya Syarif Saleh (1963) mengartikan otonomi sebagai hak mengatur dan memerintah daerah sendiri. Kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu adalah wujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan. Sugeng Istanto menyatakan bahwa otonomi diartikan sebagai hak dan wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah.H. 2. 2000: 46). mempunyai kebebasan berpikir dan bertindak. Otonomi daerah sebagai salah satu bentuk desentralisasi pemerintahan. Daerah Otonom di sini dimaksudkan adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasbatas wilayah yang berwenang mengatur clan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desentralisasi diartikan sebagai penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 1 ayat (7) UU Nomor 32 Tahun 2004). yaitu upaya untuk lebih mendekati tujuan-tujuan penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang lebih baik. lebih lanjut mengemukakan bahwa menurut perkembangan sejarahnya di Indonesia. mengemukakan bahwa otonomi daerah adalah kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus daerah. Dari beberapa konsep dan batasan di atas. daerah tidak dapat menjalankan hak dan wewenang otonominya itu di luar batas-batas wilayah daerahnya. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan clan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sarundajang (2001: 34) menulis bahwa pada hakikatnya otonomi daerah adalah (1) hak mengurus rumah tangga sendiri bagi suatu daerah otonom. mengekspresikan dan mengapresiasikan kemampuan dan potensi yang dimiliki. tetapi bukan kemerdekaan. Koesoemahatmadja (1979). baik yang menyangkut bidang legislatif. Secara konseptual banyak konsep tentang otonomi yang diberikan oleh para pakar dan penulis. (3) daerah tidak boleh mencampuri hak mengatur dan mengurus rumah tangga daerah lain sesuai dengan wewenang pangkal dan urusan yang diserahkan kepadanya. atau administratif (Encyclopedia of the Social Sciences.9). di mana daerah diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri tanpa atau mengupayakan seminimal mungkin adanya campur tangan atau intervensi pihak lain atau pemerintah pusat clan pemerintah di atasnya. dengan keuangan sendiri. Desentralisasi merupakan penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintahan yang lebih rendah. hak mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri tidak merupakan subordinasi hak mengatur dan mengurus rumah tangga daerah lain. suatu masyarakat yang lebih adil dan lebih sejahtera. Dengan otonomi tersebut.

2004: 20). Sementara itu. 1978). di lain pihak Maddick (1963) mengemukakan bahwa desentralisasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kemampuan aparat pemerintah clan incmperoleh informasi yang lebih baik mengenai keadaan daerah. di mana sebagian kewenangan pemerintah pusat dilimpahkan kepada pihak lain untuk dilaksanakan (Soejito. Bagaimanapun. Selain itu. desentralisasi secara luas diharapkan untuk mengurangi kepadatan beban kerja di pernerintah pusat. 7. 1983: 77). Desentralisasi adalah sehagai pengakuan atau penyerahan wewenang oleh badan-badan umurn yang lebih rendah untuk secara mandiri dan berdasarkan pertimbangan kepentingan sendiri mengambil lceputusan pengaturan pernerintahan. semuanya menjadi kewenangan daerah. serta struktur wewenang yang terjadi dari hal itu (Hoogerwerf. Dari beberapa konsep di atas. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 pada Pasal 7 ayat (1) dikemukakan bahwa kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam scluruh bidang pemerintahan. agama. Decentralization is the transfer of planning. 2002). dan agama. Desentralisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pernerintah pusat ke pemerintah yang lebih rendah. termasuk salah satunya bidang pendidikan. 1990). 1996). 5. kelompok-kelompok profesi di dalam proses pembuatan kebijakan pembangunan oleh pemerintah daerah (Oentarto. . regional. dapat disimpulkan bahwa desentralisasi merupakan adanya penyerahan wewenang urusan-urusan yang semula menjacli kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan urusanurusan tersebut. fiskal/moneter. et. peradilan. Pengertian desentralisasi pada dasarnya mempunyai makna bahwa melalui proses desentralisasi unisan-urusan pemerintahan yang semula termasuk wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat sebagian diserahkan kepada pernerintah daerah agar menjacli urusan rumah tangganya sehingga urusan tersebut beralih kepada clan menjadi wewenang clan tanggung jawab pernerintah daerah (Koswara.al. secara politis keberadaan pemerintah daerah sangat penting untuk mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan daerah. or nongoverrirnental ornanizatioais (Rondinelli clan Chcema. akan semakin kuat menciptakan tuntutan akan otonomi. local and administrative units. 4. Desentralisasi atau mendesentralisasi pemerintahan bisa berarti merestrukturisasi atau mengatur kembali kekuasaan sehingga terdapat suatu sistem tanggung jawab bersama antara institusi-institusi pemerintah tingkat pusat. desentralisasi dalam pengertian devolusi dilakukan untuk memenuhi tuntutan golongan minoritas yang menuntut otonomi dalarn vvilayahnya. suku. 2004: 5). serta kewenangan lain yang diatur secara khusus. Semakin tinggi praktikpraktilc diskriminasi. 3. local government. 6. Secara politis.. Desentralisasi juga dapat dipakai sebagai alat untuk mcmobilisasi dukungan terhadap kebijakan pembangunan nasional dengan menginformasikannya kepada masyarakat (Lurah untuk menggalang partisipasi di dalam perencanaan pembangunan dan pelaksanaannya di daerah.kebalikan dari sentralisasi. decision inaking. Partisipasi lokal dLipat digalang melalui keterlibatan dari berbagai kepentingan sepcrti kepentingan-kepentingan politik. setni autonomous and pcrastatal organizations. untuk menyusun program-program daerah secara lebih responsif dan untuk mengantisipasi secara cepat manakala prrsoalan-persoalan timbul dalam pelaksanaan. pertahanan keamanan. kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri. tetapi juga pelimpahan beberapa wewenang pemerintahan ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi (Mardiasmo. Sehingga meningkatkan kualitas keefektifan yang menyeluruh dari sistem pemerintahan. or ndnlinistrative authority from the central government to its field organizations. dan juga meningkatkan otoritas dan kapasitas tingkat subnasional (UNDP. maupun lokal sesuai dengan prinsip subsidiaritas. Tujuan pemberian kewenangan dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurut Rondinelli (1984).

kajian sejarah clan nilai tradisional. 5. suaka peninggalan sejarah. pendidikan jarak jauh. (4) pelayanan harus lebih cepat. clan (5) keanekaragaman aspirasi clan nilai serta norma lokal harus dihargai dalam kerangka clan demi penguatan sistem pendidikan nasional. pendidikan dasar. Menurut Santoso S. galeri nasional. (2) pemberdayaan masyarakat harus menjadi tujuan utama. penggandaan. penetapan kebijakan tentang penerimaan siswa clan mahasiswa dari masyarakat minoritas. 10. 6. terbelakang. serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional. kewenangan pemerintah provinsi meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. 8. 4.pemerataan dan keadilan. dan pengangkatan tenaga akademis. 9. tetapi harus menjadi bagian mutlak dari sistem pengelolaan. desentralisasi pendidikan berbeda dengan desentralisasi bidang pemerintahan lainnya. ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan desentralisasi pendidikan. Desentralisasi pendidikan merupakan sebuah sistem manajemen untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang menekankan pada kebhinnekaan. 4. sertifikasi siswa. 5. dan pendidikan luar sekolah. efisien. penetapan standar kompetensi siswa dan warga belajar. penyelenggaraan museum provinsi. 2001: 15). 3. pemindahan. clan monumen yang diakui secara internasional.pembinaan dan pengembangan bahasa clan sastra Indonesia. penetapan persyaratan peningkatan/zoning. pada kelompok bidang pendidikan dan kebudayaan disebutkan bahwa kewenangan pemerintah meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. efektif. melebihi pelayanan era sentralisasi demi kepentingan peserta didik dan rakyat banyak. pemanfaatan hasil penelitian arkeologi nasional serta pengelolaan museum nasional. penyediaan bantuan pengadaan buku pelajaran pokok/ modul pendidikan untuk taman kanak-kanak. Kewenangan pengelolaan pendidikan berubah dari system sentralisasi ke sistem desentralisasi. penetapan standar materi pelajaran pokok. warga belajar dan mahasiswa. 2. pendidikan menengah. Sementara itu. perpindahan. penetapan kalender pendidikan dan jumlah jam belajar efektif setiap tahun bagi pendidikan dasar. 6. penetapan persyaratan perolehan dan penggunaan gelar akademik. Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah clan Kewenangan Provinsi sebagai daerah Otonom. Dalam praktiknya. penyelenggaraan sekolah luar biasa dan balai pelatihan clan/ atau penataran guru. 7. menengah. demokratisasi clan penghormatan terhadap budaya lokal. serta persyaratan penelitian arkeologi. serta pengembangan bahasa dan budaya daerah. Desentralisasi pendidikan berarti terjadinya pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kcpada daerah untuk membuat perencanaan dan mengambil keputusannya sendiri dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi di bidang pendidikan (Abdul Halim. dan luar sekolah. serta pengaturan sekolah internasional. kalau desentralisasi bidang-bidang pemerintahan lain berada pada . 2. mendukung/membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. pertimbangan pembukaan clan penutupan perguruan tinggi. (3) peranserta masyarakat bukan hanya pada staheholders. serta memerhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. kepurbakalaan. penetapan persyaratan penerimaan. akreditasi. 3. sistem pengamanan dan kepemilikan benda cagar budaya. pemanfataan. penctapan pedoman pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. Hamijoyo (1999: 3). pencarian. pengaturan dan pengembangan pendidikap tinggi. serta pedoman pelaksanaannya. yaitu (1) pola dan pelaksanaan manajemen harus demokratis. dan/ atau tidak mampu. pemanfaatan naskah sumber arsip.

Dalam praktik desentralisasi pendidikan itulah maka dikembangkanlah yang dinamakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).pemerintahan di tingkat kabupaten/kota. jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Singapore. Thailand. dan produktivitas masyarakat untuk membangun pendidikan yang mandiri dan profesional. terutama bila dilihat dari beberapa laporan hasil survei dari lembaga-lembaga independen dunia. 1992). Malaysia. peningkatan kualitas aparatur pendidikan di daerah amatlah mendasar pcranannya. berperan penting dalam peningkatan peran serta. sebenarnya merupakan kecenderungan internasional yang dipraktikkan di banyak negara (Brady. peran serta masyarakat sangat diperlukan. bahwa desentralisasi di bidang pendidikan berbeda dengan desentralisasi bidang pemerintahan lainnya yang berhenti pada tingkat kabupaten/kota. By : . Di bidang pendidikan justru sampai pada pelaksana teknis atau ujung tombak pendidikan. Desentralisasi penyelenggaraan pendidikan dan manajemen berbasis sekolah. terutama pada lapisan yang terdekat dengan rakyat yang mendapat pelayanan. clan untuk Indonesia merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan dan sumber daya manusia yang helakangan ini dirisaukan banyak pihak. dan bahkan Philipina. Dalam konteks desentralisasi ini. Salah satu sasaran pembangunan adalah mewujudkan desentralisasi daerah yang nyata. dinamis. menempatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pacla urutan bawah. maka desentralisasi di bidang pendidikan tidak berhenti pada tingkat kabupaten/kota. Titik berat desentralisasi diletakkan pada kabupaten/kota. efisiensi. Sebagaimana dikemukakan terdahulu. yaitu sekolah-sekolah. tetapi justru sampai pada lembaga pendidikan atau sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan. Efektivitas pelayanan pendidikan pada tingkat akar rumput (grass root) juga penting untuk mcndorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan pcndidikan. dan bertanggung jawab. Oleh karena itu. Aparatur pendidikan baik di pusat tnaupun di daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.