Asas-asas perjanjian Asas hukum bukan merupakan hukum konkrit, melainkan pikiran dasar yang umum dan

abstrak, atau merupakan latar belakang peraturan konkrit yang terjelma dalam peraturan perundang-undangan dan putusan hakim yang merupakan hukum positif. Asas hukum dapat diketemukan dengan mencari sifat-sifat atau ciri-ciri yang umum dalam peraturan konkrit tersebut. (Sudikno Mertokusumo 2006. Penemuan Hukum sebuah pengantar. Menurut Maris Feriyadi (2007) ada 5 asas dalam membuat perjanjian, yaitu: 1. ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK

Asas kebebasan berkontrak adalah suatu asas yang memberikan kebebasan kepada para pihak untuk: a. membuat atau tidak membuat perjanjian; b. mengadakan perjanjian dengan siapapun; c. menentukan isi perjanjian, pelaksanaan, dan persyaratannya; d. menentukan bentuknya perjanjian, yaitu tertulis atau lisan (H.S. Salim. 2006,Hukum Kontrak, Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak. Cetakan Ketiga. Sinar Grafika. Jakarta) 2. ASAS KONSENSUALISME Asas konsensualisme berhubungan dengan saat lahirnya suatu perjanjian yang mengandung arti bahwa perjanjian itu terjadi sejak saat tercapainya kata sepakat antara pihak-pihak mengenai pokok perjanjian, mengenai saat terjadinya kesepakatan dalam suatu perjanjian, yaitu antara lain: a. Teori Pernyataan (Utingstheorie), kesepakatan (toesteming) terjadi pada saat yang menerima penawaran menyatakan bahwa ia menerima penawaran itu. Jadi dilihat dari pihak yang menerima, yaitu pada saat menjatuhkan ballpoint untuk menyatakan menerima, kesepakatan sudah terjadi. Kelemahan teori ini adalah sangat teoritis karena dianggap kesepakatan terjadi secara otomatis. b. Teori Pengiriman (Verzendtheorie), kesepakatan terjadi apabila pihak yang menerima penawaran mengirimkan telegram. c. Teori Pengetahuan (Vernemingstheorie), kesepakatan terjadi apabila yang menawarkan itu mengetahui adanya penerimaan, tetapi penerimaan itu belum diterimanya (tidak diketahui secara langsung). d. Teori Penerimaan (Ontvangstheorie), kesepakatan terjadi pada saat pihak yang menawarkan menerima langsung jawaban dari pihak lawan.

Oleh karena itu. Itikad baik dalam arti subyektif ini diatur dalam Pasal 531 Buku II KUHPerdata. Artinya bahwa kedua belah pihak wajib mentaati dan melaksanakan perjanjian yang telah disepakati sebagaimana mentaati undang-undang. yang menyatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. atau suatu pemberian kepada orang lain. tidak hanya mengatur perjanjian untuk diri sendiri.html Definisi Perlindungan Hukum Selasa. bila suatu perjanjian dibuat untuk diri sendiri. Asas kepribadian dalam KUHPerdata diatur dalam pasal 1340 ayat (1) yang menyatakan bahwa suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak yang membuatnya. itikad baik dalam arti subyektif. yaitu Pelaksanaan suatu perjanjian harus didasarkan pada norma kepatutan dalam masyarakat. dimana hakim diberikan suatu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian agar jangan sampai pelaksanaannya tersebut melanggar normanorma kepatutan dan keadilan. atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. 5.3. Hal ini dapat dilihat dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata.com/2009/07/asas-asas-perjanjian. 4. Keadilan artinya bahwa kepastian untuk mendapatkan apa yang telah diperjanjikan dengan memperhatikan norma-norma yang berlaku. Hal ini disebutkan dalam Pasal 1338 ayat (2) KUHPerdata yaitu suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak. tetapi juga untuk kepentingan ahli warisnya dan untuk orang-orang yang memperoleh hak dari padanya. itikad baik dalam arti obyektif. ASAS KEPRIBADIAN Asas ini berhubungan dengan subyek yang terikat dalam suatu perjanjian. Kepatutan dimaksudkan agar jangan sampai pemenuhan kepentingan salah satu pihak terdesak.blogspot. harus adanya keseimbangan. akibat dari asas pacta sunt servanda adalah perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali tanpa persetujuan dari pihak lain. dapat pula perjanjian diadakan untuk kepentingan pihak ketiga. Sedangkan dalam Pasal 1338 KUHPerdata. ASAS PACTA SUNT SERVANDA Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata. Ketentuan mengenai hal ini ada pengecualiannya. ASAS ITIKAT BAIK Di dalam hukum perjanjian itikad baik itu mempunyai dua pengertian yaitu: 1. Pernyataan ini mengandung arti bahwa perjanjian yang dibuat oleh para pihak hanya berlaku bagi mereka yang membuatnya. 2. yaitu Kejujuran seseorang dalam melakukan suatu perbuatan hukum yaitu apa yang terletak pada sikap batin seseorang pada waktu diadakan perbuatan hukum. mengandung suatu syarat semacam itu. sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1337 KUHPerdata yaitu. 01 Februari 2011 . Sumber: http://blogmhariyanto. Pasal ini memberi pengertian bahwa seseorang dapat mengadakan perjanjian untuk kepentingan pihak ketiga dengan suatu syarat yang telah ditentukan.

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan Pemerintah RI. SH adalah : Peraturanperaturan yang bersifat memaksa.com/2011/02/pengertian-perlindungan-hukum. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dari ancaman. Pengertian hukum yang memadai harus tidak hanya memandang hukum itu sebagai suatu perangkat kaidah dan asas-asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. kejaksaan.id.[3] [1]. putracenter.artikata. 2009. S. 2009. Dengan kata lain perlindungan hukum sebagai suatu gambaran dari fungsi hukum.ums. M.com Putra. yaitu konsep dimana hukum dapat memberikan suatu keadilan.[2] Pengertian perlindungan hukum adalah suatu perlindungan yang diberikan terhadap subyek hukun dalam bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat represif. Menurut R. Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Posted by Prasko.Si.ac. Pengangkutan Orang. www. Rahayu. teror. Simorangkir.T.net. dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. yang diberikan pada tahap penyelidikan. Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Tatacara Perlindungan Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Undang-Undang RI. penyidikan. gangguan.www. kepada korban dan saksi.blogspot. lembaga sosial. SH dan Woerjono Sastropranoto. [3].html . pengadilan. Soeroso SH.C. ketertiban. penuntutan. Definisi Hukum Menurut Para Ahli. Hukum menurut J. Hukum adalah himpunan peraturan yang dibuat oleh yang berwenang dengan tujuan untuk mengatur tata kehidupan bermasyarakat yang mempunyai ciri memerintah dan melarang serta mempunyai sifat memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukuman bagi yang melanggarnya. [2]. tapi harus pula mencakup lembaga (institusi) dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataan.eprints. kepastian.. kemanfaatan dan kedamaian.T. dan kekerasan dari pihak manapun. advokat. atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan. yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib. Menurut Mochtar Kusumaatmadja.2 Tahun 2002 adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental. Sedangkan perlindungan yang tertuang dalam PP No.Definisi Pengertian Perlindungan adalah Perlindungan tempat berlindung.H Sumber: http://zona-prasko. kepolisian. hal (perbuatan dan Hukum sebagainya) memperlindungi.[1]. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga. etd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful