MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009

I. PENDAHULUAN Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat perlu terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga lupa pada factor-faktor lain yang menyebabkan beban sekolah menjadi semakin berat. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai untuk mengelola sekolah. Wawasan itu dikenal dengan istilah wawasan wiyata mandala. Dalam mencipatakan wawasan wiyata mandala perlu diciptakan kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan disekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib, aman dan dalam suasana kekeluargaan. Oleh karena itu partisipasi seluruh komponen baik kepala sekolah, guru maupun karyawan II. SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah sebagai tempat penyelenggara proses belajar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, Iptek, keterampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa sekolah merupakan lembaga formal yang utuh dan bulat, yang memiliki makna sebagai suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berperan dan berkaitan teranyam menjadi satu. Apabila terjadi kekurangan atau tidak berfungsinya bagian-bagian itu maka akan menyebabkan fungsi sekolah akan terganggu sehingga akan menghambat pencapaian tujuan. Bagian-bagian itu antara lain gedung, perabot, bangku, meja, papan tulis, perpustakaan, laboratorium, aula (bentuk fisik dan kurikulum peserta didik, instruktur dan karyawan). Keadaan fisik sekolah perlu dirawat dan dijaga dengan baik serta digunakan sesuai dengan fungsinya. Siswa dapat merawat dan menjaganya dengan berpedoman pada prinsip 5K yaitu Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Kekeluargaan. Sekolah pada dasarnya mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan proses pendidikan secara terencana, tertib dan teratur. Sekolah juga dapat dipandang sebagai masyarakat belajar yang utuh dan bulat yang memiliki kepribadian tersendiri. Sebagai masyarakat belajar maka sekolah tidak dapat dilepaskan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya, karena sekolah sebenarnya merupakan sub system dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. III. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA Wawasan secara harafiah berarti pandangan, penglihatan atau tanggapan inderawi. Dan juga dapat diartikan sebagai cara memandang atau cara melihat atau cara meninjau. Kata wawasan berarti pengajaran atau pendidikan sedangka mandala berarti lingkungan atau lingkaran atau daerah. Jadi Wawasan Wiyata Mandala berarti cara pandang kalangan pendidikan tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas dan fungsi sekolah di lingkungan masyarakat. Agar tujuan pendidikan dan fungsi serta tugas sekolah dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan pandangan yang sama dari seluruh warga mengenai sekolah sebagai lembaga pendidikan.

Wawasan Wiyata Mandala harus merupakan satu kesatuan yang menjamin berlangsungnya proses pendidika di sekolah secara efisien dan efektif.Setiap sekolah wajib menyelenggarakan seluruh proses pendidikan di seklahnya. Siswa ikut secara aktif dalam pelajaran 2. Menaati tata tertib sekolah . Wawasan Wiyata Mandala merupakan wawasan yang mengikat seluruh warga sekolah sebagai suatu wahana menuju tercapainya suatu tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita mempunyai kewajiban moral untuk senantiasa menjunjung tinggi nama baik sekolah. Setiap warga sekolah harus dapat menunjukan loyalitas atau pengabdian kepada sekolah. tempat untuk menuntut ilmu. Kondisi yang mendukung kegiatan Wawasan Wiyata Mandala : 1. 4. Untuk itu maka peran aktif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. menghormati sekolah. Jumlah kelompok dalam kelas 3. Sekolah merupakan tempat siswa belajar dan guru mengajar. Menggunakan kesempatan baik dalam mengambil keputusan 4. Para warga sekolah di dalam maupun diluar sekolah. 5. harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. nilai-nilai agama. Unsure-unsur Wawasan Wiayata Mandala : 1. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggun jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. Iptek serta berbagai macam keterampilan siswa. 3. tata karma. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan 2. Disini diperlukan kemanunggalan. Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan situasi kelas. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya mendukung antar warga. persatuan dan kesatuan warga sekolah untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar disekolah. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengemban tugas pendidikan. 2. Dalam hal ini yang mendapat perhatian adalah : 1. Jumlah siswa dalam kelompok Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut : 1. tempat membina dan mengembangkan pandangan hidup dan kepribadian bangsaa. serta menjaga dan melindungi sekolah dari segala macam unsure yang dapat menganggu proses pendidikan. IV. Kesatuan pandang yang disebut Wawasan Wiyata Mandala merupakan kebijakan di lingkungan sekolah. Tugas guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa untuk belajar interaktif. Sikap guru yang positif dalam mengambil keputusan Dalam hal ini perlu juga dukungan dari semua pihak untuk berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler disamping kegiatan kurikuler. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Dikarenakans sekolah sebagai Wiyata Madala atau lingkungan pendidikan maka sekolah tidak boleh digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.

staf tata usaha dan anggota masyarakat di lingkungan seklah. khidmat dan penuh kesungguhan. Menjaga nama baik diri sendiri. masyarakat dan pemerintah yang lebih positif juga sangat diperlukan. Pd. guru dan karyawan 4.Tata tertib sekolah disusun secara operasional untuk mengatur tingakah laku dan sikap siswa dan guru serta karyawan. keluarga dan sekolah 3. V. 2. Belajar keras. orang tua. di 11:01 . Kerjasama ini akan menimbulkan saling pengertian dan akan lebih membuka cakrawala pandangan oran tua siswa tentang hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab dalam mendidika anaknya. 6. wakil kepala sekolah. disiplin. Menghormati kepala sekolah. Kondisi dinamik yang dimaksud adalah suatu keadaan yang menunjukan adanya kekuatan positif yang sumbernya antara lain dari siswa yang aktif melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi masing-masing. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan secara ideal harus mempunyai kelengkapan yang memadai. Memelihara 7 K VI. Hormat dan taat pada guru Guru memiliki tugas professional yaitu mendidik dalam rangka mengembangkan keterampilan. PENUTUP Seperti telah diuraikan diatas bahwa Wawasan Wiyata Mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan. S. Dalam tata tertib sekolah dikemukakan tentang hal-hal yang diharuskan. teratur dan terencana 5. Suasana kondusif dan dinamis dukungan partisipasi keluarga. Menaati dan memenuhi tata tertib sekolah 2. Untuk mencipta ketahanan sekolah maka perlu dicipta : 1. Disamping itu semua komponen harus memiliki rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya lebaga pendidikan sehingga terjamin kelancaran proses belajar mengajar yang mendukung masukan yang diharapkan. guru. KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA Ketahanan sekolah adalah suatu kondisi dinamis yang berisi kemampuan dan ketangguhan dlam menghadapi tantangan dan hambatan yang timbul dari dalam dan dari luar sekolah yang langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu proses belajar mengajar. Tugas berat guru adalah tugas kemasyarakatan yaitu ikut serta mengembangkan terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kerjasama antar warga sekolah Antara warga sekolah dan masyarakat harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengembangkan tugas pendidikan. dianjurkan dan yang tidak boleh dilakukan dalampergaulan di lingkungan sekolah. Melaksanakan upacara bendera dengan tertib. Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. maupun unsru kepala sekolah. 3.

Sosiologi.MOS SMAK 4 PENABUR Membentuk Jiwa Mandiri Memasuki jenjang pendidikan yang baru seperti dari SD ke SMP. kembali berpulang pada bagaimana tata tertib sekolah itu diberlakukan. dan Akuntansi. Penjabaran Napza . Kegiatan yang lebih menitikberatkan pada beberapa aspek seperti. Oleh sebab itu. Wawasan Wiyata Mandala. Tata Tertib Sekolah. Penjabaran Napza. ada kegiatan awal yang harus mereka lalui yaitu MOS ( Masa Orientasi Siswa). Cara Belajar dan Bimbingan Konseling Muatan materi di SMA memiliki penjabaran yang jauh lebih terfokus. N2K. dan Baris-berbaris wajib mereka dapatkan. Kepemimpinan. Setidak-tidaknya mereka mengerti betul tentang bagaimana kondisi di jenjang SLTA. Adalah tugas bagian kurikulm untuk menjabarkan dan menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana mereka belajar dengan kondisi muatan materi seperti itu. Cara Belajar. Tata Tertib Sekolah Keberadaan sebuah sekolah berlangsung dengan kondusif dan memiliki kredibilitas sebuah sekolah yang baik. Dalam lingkup yang lebih kecil ini anak di arahkan untuk dapat mengetahui dan memahami batas teritorial wilayah sekolah. Pengenalan Lingkungan Sekolah Perbedaan jenjang dan suasana lingkungan belajar janganlah menjadi kendala bagi anak dalam menggali ilmu. bahkan ada yang masuk katagori baru untuk mereka seperti materi Kimia. BK. Pengenalan Lingkungan Sekolah. Adapun penjabaran dari semua itu adalah sebagai berikut: Wawasan Wiyata Mandala Materi ini memberi arahan kepada siswa untuk memandang ke depan tentang keberadaan negara sangat kompleks yang kemudian dispesifikasikan dalam lingkup yang lebih kecil yaitu sekolah. SMP ke SLTA. Penanaman disiplin oleh pihak sekolah kepada anak didik adalah bagian yang harus terusmenerus diperhatikan dan ditegakkan. Keberadaan muatan materi yang lebih berat ini tentunya harus dipahami oleh siswa agar mereka tidak salah langkah. siswa baru harus mengenal lingkungan tempat mereka belajar. Dengan mereka mengenal maka diupayakan mereka juga merasa nyaman.

N2K (Nilai-Nilai Kristiani) PENABUR sebagai sebuah lembaga pendidikan kristen berusaha menyeimbangkan kondisi anak didiknya dari dua sisi. tetapi di sisi lain PENABUR pun terus memupuk anak-anak agar memahami. Jika mereka sudah mampu memimpin diri sendiri adalah hal yang mudah untuk kemudian berani menentukan langkah ke depan dalam menentukan cita-citanya kelak. Di satu sisi PENABUR terus berusaha menggali potensi anak didiknya agar terus mampu menguasai ilmu pengetahuan. . Penjelasan tentang bagaimana menghindari dan pemberian tameng kepada anak didik akan kondisi masyarakat di luar lingkungan rumah dan sekolah menjadi hal yang harus dimengerti oleh anak. Kepemimpinan (Leadership) Penerapan dari kepemimpinan dalam kegiatan ini mengarah pada bagaimana anak mampu memimpin dan bertanggung jawab kepada diri sendiri. semoga anak mampu menjadi pemimpin yang baik di kelak kemudian hari. Sebagai simbolisasi peresmian akan keberadaan siswa baru menjadi keluarga besar SMAK 4. Selalu berusaha memberi pengertian kepada anak didik akan bahaya narkoba. Kegiatan dengan memilih lokasi di luar lingkungan sekolah ini di sisi lain juga untuk refresing guna menghilangkan kepenatan selama empat hari sekaligus sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena pelaksanaan MOS SMAK 4 PENABUR berlangsung dengan baik. memaknai. maka kegiatan MOS yang dilakukan selama empat hari tertanggal 14 s.d. dan merealisasikan arti nilai-nilai kristiani dalam kehidupannya. 17 Juli 2008 ini diakhiri dengan kegiatan penutupan di Cibodas.Sekolah sebagai sebuah lembaga yang berusaha menjadi filter dalam pembentukan genarasi bangsa. Imbas dari materi ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful