Pada dasarnya, terdapat delapan kunci tugas pemimpin untuk melaksanakan komitmen perbaikan kualitas secara terus-menerus

, yaitu :
y y y y y y y

Menetapkan suatu dewan kualitas, Menetapkan kebijakan kualitas, Menetapkan dan menyebarluaskan sasaran kualitas, Memberikan dan menyiapkan sumber-sumber daya, Memberikan dan menyiapkan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada pemecahan masalah-masalah kualitas, Menetapkan perbaikan mutu secara terus-menerus, dan Memberikan penghargaan.

Sementara itu, Juran menyatakan bahwa kepemimpinan yang mengarah pada kualitas secara berkesinambungan. 1. Perencanaan Kualitas Funggsi ini meliputi langkah-langkah : identifikasi pelanggan, identifikasi kebutuhan pelanggan, mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan metode dan proses kerja yang dapat menghasilkan produk yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, dan mengubah hasil perencanaan ke dalam tindakan. Pengendalian Kualitas Fungsi ini mencakup langkah-langkah : evaluasi kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan tujuan, dan melakukan tindakan perbaikan untuk mengatasi perbedaan kinerja yang ada. Perbaikan Kualitas Fungsi ini terdiri atas langkah-langkah : membentuk infrastruktur untuk oerbaikan kualitas secara bersinambungan, identifikasi proses atau metode yang membutuhkan perbaikan, membentuk tim yang bertanggung jawab atas proyek perbaikan tertentu, dan menyediakan sumber daya serta pelatihan yang di butuhkan tim perbaikan tersebut agar dapat mendiagnosis masalah dan mengindentifikasi penyebabnya, menentukan pemecahannya, dan melakukan perbaikan terhadap masalah tersebut.

2.

3.

Dalam pasar global yang kompetitif dan selalu berubah dengan cepat, setiap perusahaan menghadapi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Untuk melakukan penyesuaian diri tersebut seringkali dibutukan adanya perubahan. Dalam kaitannya dengan cara menghadapi perubahan, manajer dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Driver, yaitu manajer yang memimpin dengan pedoman dan arah baru sebagai tanggapan terhadap perubahan. Driver bersifat proaktif dan memainkan peranan sebagai fasillisator dalam membantu karyawan dan organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan secara berkesinambungan. Rider, yaitu manajer yang hanya bereaksi bila telah terjadi perubahan. Spoiler, yaitu manajer yang secara aktif menolak perubahan.

2. 3.

Kritik yang muncul adalah bahwa pendekatan ini tidak akan efektif dalam jangka panjang. dan situasional.A. Tugas pemimpin adalah mengarahkan tim kepada tercapainya konsensus. GAYA KEPEMIMPINAN Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Gaya ini juga mengarah pada kompromi yang pada akhirnya memberikan hasil yang tidak diharapkan. Kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan ini dikenal juga dengan istilah kepemimpinan konsultatif atau konsensus. cenderung menghasilkan keputusan yang disukai daripada keputusan yang tepat. Pengaruh kepribadian dan faktor lainnya tidak berhubungan dengan tujuan organisasi tertentu diminimumkan. Hanya strategi yang dapat menghasilkan konstribusi nyata dan dapat diukur dalam mencapai tujuan organisasilah yang dibahas. tujuan. Kritik terhadap pendekatan ini adalah bahwa keputusan yang paling populer/disukai tidak selalu merupakan keputusan terbaik. otokratis tidak sesuai dalam lingkungan TQM. Kepemimpinan Otokratis Kepemimpina otokratis disebut juga kepemimpina diktator atau direktif. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan karyawan yang harus melaksanakannya atau karyawan yang dipengaruhi keputusan tersebut. demokratis. dan nondirective. Mereka menentukan apa yang harus dilakukan orang lain dan mengharapkan mereka mematuhinya. dan strategi dimana mereka diberdayakan untuk mengembangkannya. yaitu otokratis. bebas. Kepemimpinan Berorientasi Pada Tujuan Gaya kepemimpinan ini juga disebut kepemimpinan berdasarkan hasil atau berdasarkan sasaran. orientasi pada tujuan. sesuai dengan sifatnya. Kepemimpinan Partisipatif Kepemimpinan partisipatif juga dikenal dengan istilah kepemimpinan terbuinka. tetapi hanya setelah menerima masukan dan rekomendasi dari anggota tim. 5. 1. Kesimpulan. Kritik terhadap pendekatan ini adalah bahwa gaya kepemimpinan ini memiliki fokus yang terlampau sempit. dikenal lima macam gaya lepemimpian. Kepemimpinan Situasional . Orang yang menganut pendekatan ini meminta anggota tim unutk memusatkan perjatiannya hanya pada tujuan yang ada. 4. dan bahwa kepemimpinan deemokratis. partisipatif. dan seringkali berfokus pada perhatian yang keliru. 3. Orang yang menganut pendekatan ini hanya sedikit memegang kendali dalam proses pengambilan keputusan. Ia hanya menyajikan informasi mengenai suatu permasalahan dan memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk mengembangkan strategi dan pemecahannya. Sebenarnya yang membuat keputusan akhir adalah pemimpin. Kritik terhadap pendekatan ini menyatakan bahwa pembentukan konsensus banyak membuang waktu dan hanya berjalan bila semua orang yang terlibat memiliki komitmen terhadap kepentingan utama organisasi. Asummsi yang mendasari gaya kepemimpinan ini adalah bahwa para karyawan akan lebih siap menerima tanggung jawab terhadap solusi. Orang yang menganut pendekatan ini melibatkan para karyawan yang harus melaksanakan keputusan dalam proses pembuatannya. 2. Pada umumnya.

Setia dan tabah dalam menghadapi berbagai situasi. termasuk situasi yang paling sulit. Memiliki energi dan situasi stamina yang tinggi. mempertimbangkan masukan tersebut. dan situasi (dalam arti struktur tugas. Jadi. seorang manajer memutuskan apakah akan menggunakan pendekatan otokratis. dan dinamika kelompok). Follet menyatakan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan variabel-variabel kritis yang saling berhubungan dan berinteraksi. Dengan demikian. dan bertindak berdasarkan masukan itu. pengikut. Gaya Kepemimpinan dalam Konteks TQM Gaya kepemimpinan yang tepat dalam konteks TQM adalah kepemimpinan partisipatif yang lebih tinggi tingkatannya. Pada situasi yang berbeda. manajer yang sama dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang berlainan. j j j j j j j j Rasa tanggung jawab yang besar. atau berorientasi pada tujuan. partisipatif. Asumsi yang digunakan dalam gaya ini adalah bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer dalam semua kondisi. Memegang teguh komitmen terhadap tujuan organisasi dan mengarah pada pengembangan-pengembangan pribadi dan profesionalnya secara berkesinambungan. Pernyataannya ini dikenal dengan istilah hukum ssituasi (law of the situation). berdasarkan pertimbangan terhadap faktor-faktor tersebut. Oleh karena itu. gaya kepemimpinan sitiasioner akan menerapkan suatu gaya tertentu berdasarkana pertimbangan atas fakto-faktor. Disiplin pribadi. seperti pemimpin. Memiliki kredibilitas yang tinggi. perbedaan utamanya adalah pada pemberdayaan karyawan. Kepemimpinan persitipatif dalam pandangan tradisional meliputi usaha mencari masukan dari karyawan. Ada beberapa karateristik yang harus dimiliki seorang manajer bawahannya dapat setia kepadanya. Karateristik tersebut meliputi sebagai berikut. peta kekuasaan. Bersifat jujur. sedangkan dalam pandangan TQM meliputi upaya mencari masukan dari karyawan yang diberdayakan. Pendukung TQM menolak kepemimpinan situasional karena pendekatan ini lebih mempertimbangkan aspek-aspek jangka pendek. Agar seseorang manajer dapat menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif model TQM secara baik. Menggunakan akal sehat (common sense) sehingga dapat menentukan kapan harus bersikap fleksibel dan kapan harus bersikap tegas. demokratis. maka manajer tersebut harus didukung oleh para bawahannys. di mana mereka respek terhadapnya dan bersedia mengikutinya. .Gaya kepemimpinan ini dikenal pula sebagai kepemimpinan yang tidak tetap (fluid) atau kontigensi.

3. Model kepemimpinan kualitas menggabungkan bebrabagai model kepemimpinan yang ada yang disebut sebagai metemodel kepemimpinan kualitas. Ini berarti tidak ada harapan dan kontrak kerja yang ditetapkan. Kalah/kalah adalah pendekatan yang terjadi bila kedua pihak yang berinteraksi bersifat keras kepala. Mereka tidak mempunyai tuntutan. karena kurang memiliki keberanian untuk mengekspresikan perasaan dan keyakinannya sendiri. perilaku manajerial. . 4. 1. profitabilitas. Menang adalah suatu pendekatan yang manyatakan. loyalitas pelanggan internal dan eksternal. karena masing -masing pihak setuju untuk tidak melakukan kesepakatan. Pendekatan ini berarti bahwa kesepakatan atau solusi memberikan keuentungan dan kepuasan yang timbal balik. ³Saya mendapatkan apa yang saya inginkan. ³Saya tidak menginginkan orang lain kalah. Keenam paradigmma interaksi manusia.´ Sikap yang dipegang adalah. ³Saya mengurus diri saya sendiri dan kamu urus dirimu sendiri. karena dalam pendekatan ini kedua pihak bekerja sama untuk menemukan solusi yang terbaik. 5. menurut Covey (1994. tetapi yang pasti saya inign menang. dan ingin membalas dendam. Paradigma ini sesuai pula dengan gaya kepemimpinan partisipatif model TQM. maka dapt dipilih suatu pendekatan yang paling tepat dalam menjalin hubungan antarindividu dalam suatu organisasi atau perusahaan. atau kepribadian untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Hasil-hasil penelitian manajemen kualitas menunjukkan bahwa kepemimpinan kualitas sangat kritis dan krusial dalam perbaikan manajemen kualitas perusahaan. 6. kekuasaan. egois. ada enam paradigma dalam interaksi manusia yang harus diperrhatikan. Dari Gambar X.Dalam rangka membentuk keanakbuahan (followship).´ Orang yang menggunakan paradigma menang/kalah cenderung menggunakan jabatan. arapan. produktifitas total. Menang/menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama di dalam setiap interaksi manusia. Anda tidak mendapatkan apa yang anda ingin kan. dan visi. meliputi sebagai berikut. mandat. Metamodel ini merangkaikan gaya-gaya kepamimpinan. Kalah/menang adalah kerangka pikiran dan hati yang selalu menjadi pecundang. 204-232). 2. apa pun keputusan yang dihasilkan. seperti yang ditujukkan dalam Gambar X. Dari keenam paradigma tersebut. Menang/kalah adalah pendekatan otoriter yang berpendapat. yang paling tepat untuk membentuk dan mempertahankan pengikut (anak buah) adalah pendekatan menang/menang. dan sasaran akhir berupa peningkatan terus-menerus kepuasan total pelanggan.4 tampak bahwa hasil akhir. biasanya cepat menyenangkan atau memenuhi tuntutan orang lain. Melalui pemahaman ini. yang hasilnya adalah keduanya rugi/kalah. Umumnya mereka mudah diintimidasi oleh kekuatan ego orang lain.4.´ Menang/menang atau tidak ada transaksi adalah pendekatan yang tidak menghasilkan solusi sinergistik (solusi yang disepakati oleh kedua belah pihak). yaitu berupa kepuasan pelanggan internal dan eksternal.

akan tercapai melalui penerapan kepeemimpinan kualitas yang merupakan kombinasi antara karateristik pemimpin dan perilaku manajerial yang efektif. ditunjang dengan variabelvariabel situasional. akan menghadirkan variabel-variabel intervensi yang selanjutnya akan mempengaruhi variabel-variabel hasil akhir sesuai yang diharapkan dalam dinamika perbaikan manajemen kualitas. Pemimpin transformasional (transformational leadership) mengubah keseluruhan organisasi melalui pentransformasian organisasi menuju pandangan mereka tentang apa yang harus dilakukan oleh organisasi itu dan bagaimana seharusnya organisasi itu berjalan dengan baik menuju sasaran kualitas yang telah ditetapkan . Penerapan kepemimpinan kualitas yang efektif. Dalam manajemen kualitas sikenal salah satu penekatan terbaru dalam lkepemimpinan kualitas. dan lain-lain. Kepemimpinan kualitas pada dasarnya merupakan suatu proses pengaruh untuk perbaikan kualitas. pemimpin secara simultan menetapkan arah dan tujuan kualitas perusahaan serta memotivasi anggota organisasi untuk maju secara bersama menuju perbaikan kualitas secara terus menerus. yaitu kepemimpinan transformasional (tranfomational leadership). Dalam manajemen kualitas.pencapaian sasaran kualitas. dimana pemimpin mencoba mempengaruhi bawahan untuk melakukan apa yang dipandang penting oleh si pemimpin.