HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU

I.

Pengertian Filsafat Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani´philosophia´. Seiring

perkembangan zaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ´philosophic´ dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; ³philosophy´ dalam bahasa Inggris; ³philosophia´ dalam bahasa Latin; dan ³falsafah´ dalam bahasa Arab. Selanjutnya, beberapa ahli coba

mendefinisikan arti dari filsafat itu, antara lain :  Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.  Aristoteles ( (384 ± 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.  Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang dimasalahkan, dengan berpikir radikal, sistematik dan universal.  Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh -sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.  Notonegoro: Filsafat menelaah hal -hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.

1

dan Menyeluruh. 4. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. 2 . Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat. 3. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi merupakan hakitat yang asli dan abadi. yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika 2. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu material isme dialektik dan materialisme humanistis. Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah : 1. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif. Menyusun suatu skema konsepsi. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi. Berfikir secara sistematis.  Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi. Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:  Materialisme.  Realisme. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. 3. Ciri-ciri berfikir filosfi : 1. 2.Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita -citakan.

dan aroma masakan tersebut. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia. dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut.Pengetah uan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah. Pengetahuan termasuk. hipotesis. 3. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas adalah benar atau berguna. 2. rasa. ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk. Untuk mengurangi salah paham dan konflik. II. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah : 1. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya. Pengetahuan empiris juga bisa 3 . Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. teori. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan. sifat. pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Dalam pengertian lain. konsep. 4. Sebagai dasar dalam bertindak.

Misalnya. y Keterpaparan informasi 4 .didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. y Media Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meningkatkan status kesehatannya. seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi. Dalam matematika. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi. radio. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif dan atau aktif dengan tahapan-tahapannya. Misalnya pengetahuan tentang matematika. melainkan melalui sebuah pe mikiran logis akal budi. koran. Selain pengetahuan empiris. hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris. tidak menek ankan pada pengalaman. diantaranya: y Pendidikan Pendidikan´ adalah se buah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia. dan majalah. ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori.

Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan. databases . memanipulasi.Pengertian informasi menurut Oxfoord English Dictionary. menemukan dan meningkatkan pemahaman berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. su ara. sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari -hari. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. mengumumkan. news´. image. yang diperoleh dari data dan observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi III. ilmu terbentuk karena manusia 5 . adalah ³that of which one is apprised or told: intelligence. Sedangkan informasi sendiri mencakup data. Segi -segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. menganalisa. teks. dan kepastian ilmu -ilmu diperoleh dari keterbatasannya. program komputer. menyiapkan. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible). Dipandang dari sudut filsafat. menyimpan. Pengertian Ilmu Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk manusia dari menyelidiki. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge). Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. kode.

Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membata si lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan 6 . Berkenaan dengan contoh ini. Nuchelmans. yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat.berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Hubungan Ilmu dan Filsafat Ditinjau dari segi historis. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985). Dalam perkembangan lebih lanjut menurut Koento Wibisono (1999). 1982). ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi. IV. sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut. Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahu an adalah identik dengan filsafat. mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari. ternyata juga kita lihat adanya kecenderungan yang lain. Lebih lanjut Nuchelmans (1982). Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani. 1987. hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat menyolok. atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat. ³philosophia´ meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis.

dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewada hi perbedaan yang muncul.Bacon (1561 -1626) mengembangkan semboyannya ³Knowledge Is Power´. sejak F. Masing-masing cabang melepaskan diri dari ba tang filsafatnya. Terlepas dari berbagai macam pengelompokkan atau pembagian dalam ilmu pengetahuan. Karena itu implikasi yang timbul menurut Koento Wibisono (1984). Oleh karena itu tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985). Hal ini senada dengan pendapat Immanuel Kant (dalam Kunto Wibisono dkk. kita dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia.. adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis. Oleh sebab itu Francis Bacon 7 . Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya. perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu -ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi -spesialisasi. baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan. bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin -menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar -tidaknya dapat ditentukan. Dengan demikian. maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. 1997) yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukk an batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri. Oleh karena itu.menunjukkan bagaimana ³pohon ilmu pengetahuan´ telah tumbuh mekar bercabang secara subur.

Suriasumantri (1982:22). 8 . 1999). Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari filsafat. ±dengan meminjam pemikiran Will Durant± menjelaskan hubungan antara ilmu dengan filsafat dengan mengibaratkan filsafat sebagai pasukan marinir yang berhasil merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri. Hal ini didukung oleh Israel Scheffler (dalam The Liang Gie.1997). Lebih lanjut Koento Wibisono dkk. karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan ³ a higher level of knowledge ´.(dalam The Liang Gie. Interaksi antara ilmu dan filsafat mengandung arti bahwa filsafat dewasa ini tidak dapat berkembang dengan baik jika terpisah dari ilmu. bahwa ilmu kealaman persoalannya dianggap bersifat ilmiah karena terlibat dengan persoalan-persoalan filsafati sehingga memisahkan satu dari yang lain tidak mungkin. ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Pasukan infanteri ini adalah sebagai pengetahuan yang diantaranya adalah ilmu. Setelah itu. (1997) meny atakan. 1999) menyebut filsafat sebagai ibu agung dari ilmu ilmu (the great mother of the sciences). Dengan mengutip ungkapan dari Michael Whiteman (dalam Koento Wibisono dkk. Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi. maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Lebih jauh. yang berpendapat bahwa f ilsafat ilmu mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana ditunjukkan oleh ilmu. menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan. Sebaliknya. banyak persoalan filsafati sekarang sangat memerlukan landasan pengetahuan ilmiah supaya argumentasinya tidak salah. epistemologi dan aksiologi. Filsafat lah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Jujun S.

kesusilaan. 9 . religi. ada baiknya kita lihat pada perbandingan antara ilmu dengan filsafat dalam bagan di bawah ini. Kesimpulan Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Filsafat memberikan landasan dasar bagi ilmu dan ilmu memberikan bahan-bahan untuk pemikiran filosofis. misalkan . Keseluruhan yang ada Menilai obyek renungan dengan suatu makna. Bertugas mengintegrasikan ilmu- Bertugas memberikan jawaban ilmu V. Mencari prinsipprinsip umum.Untuk melihat hubungan antara filsafat dan ilmu. Obyek penelitian yang terbatas Tidak menilai obyek dari suatu sistem nilai tertentu. Ilmu Filsafat Segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. Filsafat dan ilmu memberi bahan masukan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan. tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan. keadilan dsb.

DAFTAR PUSTAKA Achmad Sanusi. Suriasumantri. (10 Januari 2010) Jujun S. (1999). Titik Balik Paradigma Wacana Ilmu : Implikasinya Bagi Pendidikan.htm. (1982).http://members.tripod. Jakarta : MajelisPendidikan Tinggi Muhammadiyah. 10 . Filsafat_Ilmu. Makalah. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Sinar Harapan.com/aljawad/artike/filsafat_ilmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful