Standar Pelayanan Minimal

Dr. C. Tjahyono Kuntjoro (0811282500, kuntjahjono@yahoo.co.id) Pengertian standard an standar pelayanan minimal: Standar
y y y y y y y

Bangun pukul berapa Berangkat kantor pukul berapa Pakaian yang akan dipakai ke kantor seperti apa Make up untuk ke kantor bagaimana Tata rambut bagaimana Mengendarai mobil dengan kecepatan berapa Route yang akan ditempuh, route yang mana

Definisi dari
y y y y y

y

Oxford dictionary o Standar adalah tingkat keprimaan, dan diguankan sebagai dasar perbandingan Donaedian o Variasi yang dapat diterima dari suatu norma atau criteria Katz & Green o Pernyataan tertulis tentang harapan spesifik Meissenheimer o Ukuran baku terhadap kuantitas, kualitas, nilai/manfaat WHO o Ukuran o Standar yang dicontoh PP 102/2000 o Spesifikasi teknis

Kerancuan pengertian standar:
y y y y y y

Kewenangan wajib Batasan nilai yang harus dicapai Tolok ukur Prosedur Persyaratan Standar teknis

Tidak masalah, yang penting konsistensi dalam penggunaan istilah. Manfaat standar dalam pelayanan
y

Mengurangi variasi proses

y y y

Keamanan/keselamatan pasien Persyaratan profesi Dasar untuk mengukur mutu dan kinerja

Sifat SPM (PP 65/2005, pasal 3) Alat pemerintah dan pemda untuk menjamin akses dan mutu:
y y y y y y y y

Sederhana Konkrit Mudah diukur Terbuka Terjangkau Dapat dipertanggungjawabkan Mempunyai batas waktu pencapaian Disesuaikan perkembangan kebutuhan, prioritas, kemampuan keuangan, kemampuan kelembagaan, dan kemampuan personal

Kepmenkes 129/2008 SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal Untuk bisa mencapai SPM perlu disusun standar teknis. SPM akan mempengaruhi SOP, SDM, standar peralatan, termasuk kebijakan dan manajemen. Latar belakang diperlukan SPM 1. Perundang-undangan mengamanatkan SPM 2. Sudut pandang pelanggan a. Pelanggan ingin mutu, kepuasan dan keselamatan 3. Tinjauan dari sudut pandang BLUD (salah satu syarat administrative) 4. SPM dapat digunakan sebagai alat uji banding antar rumah sakit Mengapa indicator kinerja perlu? SPM
y y

Permendagri 6/2007 Permenkes 741/2008

Indikator SPM menggambarkan: 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat atau besaran sumberdaya yang digunakan Tahapan yang digunakan Wujud pencapaian kinerja Tingkat kemanfaatan Keterkaitan dengan keberadaan system informasi

Acuan dalam penentuan nilai SPM
y y y

Standar pelayanan tertinggi yang telah dicapai Pengalaman empiris Keterkaitannya dengan SPM dalam suatu bidang pelayanan

Cakupan jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM secara nasional dengan mempertimbangkan:
y y y

Kemampuan keuangan nasional dan daerah serta Kemampuan kelembagaan dan personil daerah dalam bidang pelayanan di daerah yang bersangkutan Variasi kondisi daerah, termasuk kondisi geografisnya.

Batas waktu pencapaian SPM mempertimbangkan:
y y y y

Status jenis pelayanan dasar yang bersangkutan pada saat ditetapkan Sasaran dan tingkat pelayanan dasar yang hendak dicapai Variasi daerah Kemampuan, potensi dan prioritas daerah

Persyaratan teknis dan aministratif
y y y

Besaran dan rincian biaya pencapaian SPM Jangka waktu Hak dan kewajiban

Indikator
y y y

Variable ukuran Indicator harus sensitive dan spesifik Digunakan dalam mengukur keberhasilan kinerja

Indikator
y y y y y y

Input Proses Output Outcome (yang dirasakan oleh pelanggan kepuasan pasien) Manfaat Impact

Langkah penyusunan SPM 1. 2. 3. 4. 5. Bentuk tim SPM yang terdiri dari perwakilan semua unit pelayanan Workshop / pelatihan penyusunan SPM Susun rencana kegiatan tim Tim SPM menyusun draft SPM Workshop internal paparan hasil kerja tim SPM

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Perbaikan draft SPM Penyusunan draft peraturan/keputusan bupati tentang SPM Konsultasi ke biro hokum pemda Workshop internal paparan draft peraturan/keputusan bupati oleh tim SPM dihadapan direksi dan unit pelayanan Finalisasi draft oleh tim penyusunan SPM Pengajuan caperbup tentang SPM ke Pemda Penandatangan perbub tentang SPM Sosialisasi SPM

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful