SALIN AN

PERATURAN MENTERI NEGARA LJNGK,C'NGAN H!DUP NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LIM BAH BAGl USAHA DANjATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI MENTEI<I NE3ARA LINGKUNGAN HIDUP,

Menirnbarig

: a. bahwa dalarn rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup perlu dilakukan .upaya pengendalian terhadap usaha dan! atau kegiatan yang .berpotensi menirnbulkan pencemaran dan/ atau kerusukan Iingkungan hidup; b. bahwa usaha darr/atau kegiatan minyak dan gas serta panas bumi merupakan salah satu kegiatan yang berpotensi menimbulkan pencernaran danj atau kerusakan lingkungan hidup.vsehingga perlu ditetapkan ketentuan mengenai baku mutu air limbah berdasarkan azas kehatihatian, keadilan, dan keterbukaan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagairnana dimaksud dalam hurufa dan huruf b serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 Undang-UndangNomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hid up, perlu menetapkan Peraturan Menteri Ncgara Lingkungan Hidup ten tang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan! atau Kegiatan Minyak dan Gas serta Panas Burni; 1. Undang-Undang Nomor 32, Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik lndoneeia Tahun 2009 Nornor 140, Tarnbahan Lembaran Ncgara Republik Indonesia Nomor 5059); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nornor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturar, Pernerintah Pengganti Undang-Undang Nomor .3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004· tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
454.3);

Mengingat

7.yang meliputi : eksplorasi dan produksi. turnpahan. dan mernpertinggi nilai tambah minyak burni darr/ atau gas bumi. gas. pengl!an. eksplorasi dan produksi panas bumi.-a.itan penerimaan .MEMUTUSKAN: Mcnetapkan : PEHATURAN MENTERI NEGAPA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN I ATAU KEGIATAN MINYAK· DA0l GAS SERTA PANAS BUMI. Menteri ini yang dimaksud derigan: Usaha dany atau kegiatan minyakdan gas serta panas bumi adalah . produk akhir dan produk sampingan atau limbah yang berlokasi dalam wilayah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyal: bumi fasilitas darat. darr/atau panas bumi . teteean-tetesan minyak yang berasal dari tangki dan area kerja. produk akhir dan produk sarnpingan atau limbah yang berlokasi dalarn wilayal.dalah kegiatan memurnikan. selokan dar. liquified petroleum gas (LPG). 4. dan air hujan yang bersinggungan lang sung dengan sernua ~ahan baku produk ~nta. 2. I I. Air limbah adalah limbah dalam bentuk cair yang dihasilkan oleh usaha dan. dan instalasi. Air limbah drainase usaha darr/atau kcgiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas burni Iasilitas darat adalah semua air limbah yang berasal dari pencucian.nj atau kegiatan minyak dan gas serta panas burni. penimbunan dan penyaluran kernbali bahan bakar minyak (BBM) yang penerimaannya dilaksanakan dengan menggunakan sarana angkutan pcngairan (sungai.~an minyak bumi. tetapi tidak termasuk pengolahan lapangan.kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi.(RTW). laut) . 2 . Pengolahan a.' atau kegiatan di bicang minyak dan gas serta panas bumi yang dibuang ke lingkungan. minyak ~an !Sasbuml (M~GA~)l?alk on shore maupun off shore. Air terproduksi adalah air (brine) yang dibawa ke atas dad strata yang mengandung hidrokarbon selama kegiatan pengambilan rninyak dan gas bumi atau uap air bagi kegiatan panas bumi termasuk didalamnya cdr forrnasi.g0n. Air limbah drainase 'usaha danjatau kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi adalah sernua air limbab yang berasal dari Pen cu dan . 6. pengilangan liquified natural gas (LNG) dan. mobil tangki (bridgen) dan railtank UH1. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha danyatau Kegiatan Minyakdan Gas serta Panas Bumi adalah batas kadar dan jumlah unsur pencernar yang ditenggang keberadaannya dalam air lirnbah yang akan dibuang ke Iingkungan dari usaha d3. depot dan terminal rninyak. mernperolch bagian-bagian. selokan dan tetesan-tetesan minyak yang berasal dad tangki dan area kerja. 8. sistem pipa. Pasal 1 Dalam Peraturan 1. turnpahan. mernpertinggi mutu. 3. dan air hujan yang bersinggungan langsung dengan sernua bahan baku produk antara.us[ma dan Zatau kegiatan di bidang minyak. air injeksi dan baian kimia yang ditambahkan untuk pengeboran atau untuk proses pernisahan minyakj air. Depot adalah tempat kegi. 5.

(2) Lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (I) merupakan bagian ya. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha darr/ atau Kegiatan Instalasi. Kondisi abnormal keadaan di mana peralai. ~ Pasa13 .. huruf d. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan. .' atauKegiatan Eksplorasi dan Produksi Panas Bumi sebagaimana tercantum dalam Larnpiran II Peraturan Menteri ini. 12. 11.iur dalam air Iimbah yang diperboleh lcan di buang ke sumbe. (3) Dalam hal fasi. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/ atau Kegiatan Pengilangan LI\'G dan LPG Terpadu sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Menteri ini.9. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dany atau Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas sebagairnane. 15. kebakaran. c. Beban pencernaran maksirnurn adalah j urnlah tertinggi .stansi yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang kegiatan minyak d an gas serta panas bumi. Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pernerintahan di bidang perlindungan dan lingkungan hidup. Baku Mutu Air Lirnbah Bagi Usaha danl atau Kegiatan Pcngolahan Minyak Burni sebagaimana tercantum dalam Larnpiran III Peraturan ~ Menteri ini. Instansi teknis adalah ir.' air.an proses prod uksi darr/ atau instalasi pengolahan air limbah tidak beroperasi sebagairnana mestinya karena adanya kerusakan dan / atau tidak berfungsinya peralatan tersebut Kondisi darurat keadaan tidak berfungsinya pera1atan proses produksi dan/ atau tid ak beroperasinya insralasi pengolahan air limbah sebagaimana mestinya karena adanya bencana alam. .ut. baku mutu air terproduksi ditetapkan oleh Menteri rnelalui mekanisme perizinan pembuangan air limbah lee lau t dengan mempertimbangkan asas-aeas perlinduugan dan pengelolaan lingkungan hidup. 3 . Debit maksimum air Iimbah adalah volume Iimbah tertinggi yang diperbolehkan dibuangke lingkungan dalam waktu tel tentu. dan.tercc-mtum dalarn Lampiran I Peraturan Menteri ini. (1. d.Minyak sebagairnana ter cantum dalam Lampiran V Peraturan Menteri ini.) Bakumutu air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a.itas eksplorasi dun produksi rninyak dan gas darat (on-shore) menghasilkan air terproduksi dengan kadar air terproduksi lebih dari 90 % dan rnembuang air terproduksi tersebut ke ls. dan/ atau huru-hara. dan huruf e merupakan batas kadar pencernar yang direnggang keberadaannya dalam a. 10. Kadar maksimurn air lirnbah adalah ukuran batas tertinggi suatu uriaur pencer . b. e. Pasa12 (1) Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha danjatau Kegiatan Minyak dan Gas serta Panas Burni meliputi . Depot dan Terminal . 14.r lirnbah yang akan dibuang ke lingkungan.suatu un sur pence mar yang terkandung dalam air limb ah dalam waktu terteritu. huruf b.ig tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. . 13. a.

(2) Baku mutu air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayatU) huruf c merupakan batas kadar dan beban pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang ke iingkungan.' atau kegiatan i. Fasal 6 (1) Pernerintah daerah dapat menetapkan bake mutu air limbah lebih ketat dari ketentuan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasa15 dapat menet. Pasal 7.' atau kegiatan wajib menaati baku mutu limbah sebagaimaria tercantum dalarn Lampiran Peraturan Menteri ini. hidup bagi usaha da!1/ atau kegiatan minyak clan gas serta panas bumi mensyaratkan baku mutu air lirnbah lebih ketat dari taku mutu air limbah sebagairnana tercantum dalam Larnpiran Peraturan Meriteri ini. atau Pasal 7 berlaku baku mutu air limbah berdasarkan hasil kajian... Pasa19 Fetentuan baku mutu air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. atau Pasal g wajib dicantumkan ke dalam izin pembuangan air limbah. (2) Menter! dapat menyetujui at au menolak permohonan periambahan parameter yang diajukan oleh gubernur paling lambat 4 (empat) bulan sejak diterimanya perrnohonan tersebut dengan mernperhatikan saran dan pertirnbangan in starisi teknis terkait. Pasal7 Apabila analisis mengenai darnpak lingkungar. (2) Baku mutu air limbah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan daerah p 'ovinsi. Pasal ~: Pasal 6. . Pasa14 Penanggung jawab usaha darr. Pasal 6.12. berlaku baku mutu air limbah sebagaimaia tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri mi. Pasa18 Apabila berdasarkan hasil kajian dampak pernbuangan air limbah mensyaratkan baku mutu air limbah lebih ketat dad baku mutu air limbah sebagaimana dimaksud dalarn Pas8. arr (1) Gubernur .iinyak dan gas serta panas bumi.apkan parameter tambahan di luar parameter sebagaimana tercanturn dalam Larnpiran Peraturan Menteri ini eetelah mendapat persetujuan dad Menteri. (3) Apabila pernerintah daera! tidak menetapkan baku mutu air limbah hagi usaha dan. Pasal 5. ber laku baku rrrutu air limbah sebagaimana dipersyaratkan oleh analisis mcngenai dampak lingkungan hidup.

menangani kondi si abnormal atau darurat derigan rnenjalankan prosedur penanganan yang telah ditetapkan. (1) Penanggung bumi wajib: jawab usaha dany atau kegiatan minyak dan gas serta panas a. Gubernur.ce lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah yang telah ditetapkan. c. Peraturan Menteri Ncgara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Air Lirnbah Bagi Kegiatan Minyak dan Gas Ser ta Panas Burni dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. menyusun dan prosedur penanganan kondisi abnormal dan/ atau darurat. 5 . d.Pasal 10 . Pasal 11 (1) Baku mutu yang te'ah ditetapkan lebih ketat sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini dinyatakan tetap berlaku. b. Gubernur. melakukan pengelolaan air limbah sehirigga rnutu air limbah yang di buang . (2) Baku muru yang telah ditetapkan lebih longgar eebelurn berlakunya Peraturan Menteri ini wajib menyesuaikan dengan baku rnutu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini paling lama 1 (satu) tahun setelah ditetapkan. 2) menyampaikan laporan tentang parameter baku mutu air lim bah dan huruf c paling sedikit 3 Walikota. Pasa! 12 Dengan berlakunya Peraturan Menteri mi. sehingga tidak mernbahayakan keselamatan dan kesehatan manusia. memeriksa kadar parameter bakumutu air limbah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Meriteri irii secara periodik paling sedikit 1 (satu) ka1i dalam sebulan di Iaborator ium yang terakreditasi. Menteri dan Iimbah dan melakukan pencatatan debit harian dan kadar sebagaimana dimaksud pada huruf b (tiga) bulan sekali kepada Bupati/ instansi teknis. serta tidak menirnbulkan pencernaran dan/ atau perusakan lingkungan. khusus untuk kegiatan pengolahan MIGAS : 1) mernasang alat ukur debit atau laju air pencatatan debit: harlan air limbah tersebut. e. Menteri dan instansi teknis: f. melaporkan terjadinya kondisi abnormal dalarn jangka waktu 2 x 24 jam dan kondisi darurat dalam jangka waktu 1 x 24 jam kepada Bupati/Walikota.

MS.nya dalam Berita Negara Republik Indonesia.SASI MANUSIA R. Diundangkan di Jakarta pada tanggal: 30 Nopember 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK A. Ditetapkan di . GUSTI MUHAMMAD BATTA.EPUBLIK INDONESIA. mernerintahlcan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatar. Agar setiap orang mengetalruinya.DR.RA LiNGXUNGAN HIDU?.Pasa113 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Jakarta pada tanggal: 30 Nopernber 2010 MENTERI I'JEGA. ttd PROF. IR. BE RITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 582 6 . ttd PATRIALIS AKBAR.

B. Fasilitas eksplorasi dan produksi ruinyak dan gas Iepas pantai (off-shore) adalah fasilitas yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi.as eksplorasi can produk si minyak dan gas darat (on-shore) adalah fasilitas yang digunakan unzuk kegiatan eksplorasi.11-2004 SNI06-6989. Hasil pengamatan internal dicantumkan dalarn logbook harlan.i ti.\R 50 mg/]. sumur produksi. gas yang berlokasi di laut.9S9.1§L Arne nia [sebagai NH3-N) ~henol total Temoeratur ~(3) __ mgLL :?5 1 mg/L 10 mgjL .n. sumur Injeksi.s. Air L imbah Drain ase Keterangan : Minyak 'fan Le!)1ak Karbon Organik Total mgL_L 450 C 6-9 4000 mEil_. surnur produksi. J 5 mgLL 110 mgjL "2 - METODE PENGUKURAN SNI 06-6989:2-2004 atau SNI 06-6989: 15-2004 atau APHA 5220 -8NCU6-69Sg:-fo-2004·· SNI 06"2470:~~ at au APHA 4500-82SNI 06-6989. pengeboran..10-2004 SNI 06-6989.. !N. well tn:atment.23-2~ SNI06-6989. termasuk fasilitas yang . Tidak rnengandung minyakbebr.21-200S SNI 06-6989. 11) JENIS AIR LTMBAH . Tidak terdapat benda-benda yang terapung dan buih-buih busa. pengebora. dan fasilitas pengolahan minyak dan grs dari industri minyak dan gas yang berlokasi di darat. dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dart industri minyak dar. - P) (4) 2 mgjL Standard Met hod I 4500-Cl .-tI I ENIS f.30"':·20()5 atau APHA 4500-NI-l3 SNI06-6989.-ir~.10 -2004 Visual Visual tv 3. Fasili.------ 2.IR LIMBAH ---:A:-. Air Terproduksi Air lim bah drainase dek fAir limbah dornestik Air limbah saniter 1--. UKU RAN G 8NI 06-t:.. dalam pengertian menyebabkan terjadinya lapisan rninyakatau perubahan warna pada permukaan badan air penerirna.Ncpember 2010 BAKU MUTU AIR LIMBAH BfLGI USAHA DANjATAU KEGIATAN EKSPLORASI DAN PRODUKSI MIGAS A. 3. Baku Mutu Air Limbah Kcgiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (On-Shore) Lama. erproduksi -_-_--PAHAMETER COD Kf\DAR MAKSIMUM 300 mgjL -_ ~i_!_1_yakdan Lemak :::'ulfida I'erlarut (seba "'a. 2.- P/\RAMETER Minyak dan Lernak -Minyak Bebas Benda terapung dan buih busa Residu Chlorine KAD. wall treatment. .28-2005 atau APHA 5310 __ ------._ d 1. sumur iajeksi. emiliki sumur produksi eli laut tetapi proses pemisahan rninyak danfatau gas dengan air n terprod uksi dilakukan di darat.27-2005 SNI 06-6989._j Keterangan : 1.Lampiran I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 19 Tahun ~O10 Tanggal : 30 . Nihil Nihil (2) METODE PEr-. 4. Baku Mutu Air Limbah dad Fasilitas Eksplorasi dan Produksi Migas di Lepas Pantai (Off-Shore).

sumur produk..si. ttd PROF. 2. surnur injeksi. well treatmem. Apabila air limbah terproduksi dibuang ke laut parameter rDS tidak diberlakukan. C. sumur produksi. Pasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on·.-shore) baru adalah fasilitas yang diguriakan untuk. air lirnbah terproduksi dibuang ke laut parameter TDS tidak diberlakukan. Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (On-Shore) Baru. Air Limbah Drainase Keterarigan : L Fasilitas e~splornsi dan produksi minyak dan gas darat (oT.-. well treatment. pengeboran. kegiatan eksplcrasi. GUSTI MUHAMMAD HATTA.2.OO rng/L 2. pengeboran. MENTERINEGARA LINGKUNGAN HIDUP. dan Iasihtas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan ~~. dan Iasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan S:9.DRJR. surnur injeksi. dcngan aslinya m dan Humas.hore) lama adalah Iasilitas yang digunakan untuk kegiatan eksplorasl. . LIMRAH" Air Terprodulcsi JENIS AIl~ T-'-P-I-~METER KADAR MAKSIMUM CO=-D=--------1'------2.ebelcrn tahun 1S96.s yang tahap perencanaannya dilakukan setelah tahun 1996 . 2 .S yang telah bercperasi atau tahap perencanaannya. MS. dilakukan s. Apabilc. 3.

S}_Qg/L 450 C inyak dan Lemak K arbon Organik To tal 6-9 15 110 - -- atau APHA 4500-82SNI 06-6989. --_ 9.28-2005 acau APHA 53] 0 j - MENTERINEGARA LINGKUNGAN HIDUP.£.___ APHA 3500-As SNI 06-6989. JENIS AIR LIMB/'lH Air Terp:-oduksi --l. .. GUSTl MUHAMMAD HATTA.v .-.0('15 mg/L METODE PENGUKURAN SNI 06~24 70·199'"1- Su lfida Terlarut ebagai H2S) ~s Am onia (sebagai NH3··r:D__ .-------'.Lampiran II Peraturan Nomor Tanggal Lingkungan Hidup Menteri Negara : 19 Tahun 2010 : :30 Nopember 2010 . I I.23-2005---J SNl 06-6989.30-2005 atau APHA 4S00-Nrl3 SNI 19-1420-1989 atau SNI 06-2462~ 1991 atau 8NI 06~2912-1992 atau APHA 3500-H.o." I T . ai dengan aslinya Hukum dan Humas.10-2004 SNI 06-6989.DR.IR.11-2004 SNI06-6989. PARAMETER KADAR MAKSIMUM 1 mg/L 10 mg/L 0. ttd PROF. Air limbah drainase .r h Raksa (Hg) To tnl sen {As) Total ID_2eratur 2. MS.:. LV>".. BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGl USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN EKSPLORASI DAN ?RODUKSI PANAS BUMI lNo.tU'.

23SNI06-6989. .. No.----·:::S!.. MS.11- aD Min ak dan Lemak Sulfida Terlarut (sebaf~ai I-bS] AmoniC!(se~~~ai NH3-N) : Phenol Total -~--0. 2..--:--- 1 Minyal dan'-Le-m-a-k-. Baku Mutu Bumi.8 Temperatur -.I1UM (gram/m3)(11 80 160 --METODE PENGUKI J'RAN SNI 06-25Cl3-19 SNI 06-6989:2-200 SNI06-6989:15-?'OO APHA 5220 sm 06-6989JO06-2470-199Tat 4500-S2' SNI 06-6989.?'8-20~ Standard MethO~ 4500-CI Catatan : 1. (mg/L] 80 160 Proses dari Kegiatan Pengolahan Minyak PARtlMETER OD5_ ~ BEBAN PENCEMARAN MAKSI'. Air Limbah Drainase -_ dan Air Pendingin Kegiatan METODE PENGUKURAN JENIS Air Limbah AIR LIMBAH Drainase-~SiclU PARAMETER --::--'I--. air lirnbah tersebut MENTERINEGARA LlNGKUNGAN HIDlJP.mn ----+-- -m O_.IR.L.DR.21SNI 06-6989. rnaka carnpuran harus memenuhi Baku Mutu Pernbuangan Air Limbah Proses.Larnpiran III Peraturan Meriteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010 Tanggal : 30 Nopember 2010 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGl USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN M (NYAK BUMI A. Baku Mutu Pembuangan Pengolahan Minyak Bumi.) crude yang diolah) Cp konsentras' [kadur] parameter hasil pcngukuran (mg/L) Qal debit air limbah (m3/bulan) Qcrude debit bahan baku (crude) yang di olah (m3/bulan). Air Pendingin IGorin ci t KADAR MAKSIMUi-l (mg/L) ·---+-·--:S:-:-N:::'I-:-O""6~-6""9-'-8-9-. ____ -..) . Pernbuangan Air Limbah KAD AI{ MAKSIMUM .30-:.5 8 08 --------20 0.-------r-H Volume AirLimbah p·er satuhn v. B.5 8 .---1------15 Karbon I)rganik Total 110 2. 1..~c--:-.r::::'06~-6989.':0 APHA 4500 SNI06-6989.£!~ bahan baku ma}:simum 1000 m3 450 C 6-=. ttd PROF.2 ___ per 1000 m3 bah an baku rr.:N. Pihitung berdasarkan perbedaan antara outlet dan inlet.inyak - -- Keterangan : Beban pencernaran di hitung dengan me nggunakan rurnus: Cp x Qal Beban Pencernaran = -------------------x 10-.I-:-O-c--2004 ---4. GUSTI MOHAMMAD HATTA.. Apabila air lim bah drainase tercampur dengan air Iirnbah proses. Q crude Beban pencernaran satuan massa parameter pencernaran per satuan volume bahan baku (crude) yang di olah (gram/rn.

_---------1-Ten.- SNI 06-6989. GUSTI MUHAMMAD HATTA.rIS AIR LIMBAH proses {PARAMETEI< I!inyak dan" KADAR MA K3IMUM 2 5 mg/L 2 mg/L 45 (I KEGIATAN -1~ Air lirnbah . 11 o mg/L proses.112004 SNI06·-6989. ttd PROF.10~'OO4 I - ---_.23-· 2005 SNI06-6989.:-._- METODE PENG:UKURAN SNI06-6989.peratur pH 2 Air Iimbah drainase Minyak dan Lernak 4S00-Cl C 6-9 ---_ f-. --- ___l_T_.IR.. maka carnpuran air limbah MENTERI NEGARf~ LlNGKUNGAN HIDUP.Lampiran IV Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 19 Tahun 2010 Tanggal : ~30Nopember 2010 BAKU MUTU AIR LIWBAH BAGI USAHA DANjATAU PENGILANGAN LNG DAN LPG TEI~PAuU No. ._---+Residu Chlorine Lernak Standard Method .DR.. MS. dengan aslinya m dan Hurnas.)_ta_l __ SNI 06-6989_282005 atau APPA 5310 _j Catatan : Apabila air Ii-nbah druinase tercarnpur dengan air limbuh terse but harus memenuhi baku rnu tu air limbah prose a.1O2004 ~ 15 mg/L "'- Karbon Organik ~ __ L~ -------t. JE.

---------KADAR NiAKSIMUM 25 mg/L METODEPENGUKURAN SNI06-6989.IR. GUSTI MUHAMMAD HATTA._. DAN/ ATA. ._.10-2004 --------- Karbon Organik Total '----_._ 6-9 ---~------'----------_.N HIDUP.._-----_.TAN INS7ALAS::.MS.DR._'---- ----------~--------110 mg/L SNI 06··6989. SNI06-6989.Lampirari V Peraturari Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 19 Tahun 2010 Tanggal : 30 Nopember 2010 BAKU r-.28-2005 5310 atau APHA pH ------_. ttd PROF.1ETER Minyak dan Lernak ----------..U KEGIA. ---.rUTU AIR LlMBAH BAGl USAHA.11-2004 MENTEr~I NEGARA LINGKUNGA. DEPOT DAN TERMINAL MINYAK PARA:t-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful