CARA MEMELIHARA KEMURNIAN GENETIK DAN PRODUKSI BENIH JAGUNG KOMPOSIT: Mendorong Petani Membuat Benih Bermutu Tinggi

1.

Oman Suherman 1 dan Awaludin Hipi 2 Ahli Peneliti Utama pada Balitsereal, Maros- Sulawesi Selatan 2. Peneliti pada BPTP Nusa Tenggara Barat

ABSTRAK
Benih jagung bermutu yang murni dari varietas unggul jagung komposit menjamin tercapainya produktivitas tinggi. Benih yang kemurnian genetiknya tinggi dapat diperoleh melalui penyiapan bahan genetik pilihan, budidaya tidak luas dan intensif, penggunaan sarana produksi yang berimbang sesuai lingkungan tumbuh dan pengelolaan yang optimum. Empat cara memelihara kemurnian genetik jagung komposit varietas unggul yaitu (a) penyerbukan campuran, (b) seleksi massa pada plot terisolasi, (c) konversi penanaman persilangan halfsib ke dalam blok yang terisolasi, dan (d) persilangan half sib satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Keempat cara berpeluang dapat dilakukan oleh petani karena bahan genetik dan bahan lapangan tersedia disekitar petani, sebagian petani pada umumnya sedikit mengetahui cara menyiapkan benih yang baik berdasarkan seleksi ukuran/bentuk tongkol dan biji. Kata kunci : kemurnian genetik, benih, jagung bersari bebas

PENDAHULUAN
Jagung (Zea mays L) termasuk tanaman serealia yang bebas diperdagangkan dan dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan sederhana hingga olahan bergengsi tinggi. Ragam jenis makanan selingan seperti jagung manis dan jagung pop corn tersebar di desa dan perkotaan. Tepung jagung produk industri bahan setengah jadi banyak digunakan oleh berbagai jenis industri antara lain makanan ringan kerupuk (Chiki, Chitos, dll), pabrik biskuit, barbaque, roti, mie, spagheti, es krem, bumbu masak, kecap, saus, tauco, soun, pemanis, minuman penyegar, sirop, dan minyak sawit. Industri ransum pakan ternak, unggas, dan ikan berkembang pesat sejak tahun 1985, memenuhi perubahan pola konsumsi masyarakat yang meningkat terhadap konsumsi daging, telur dan susu sebagai akibat dari meningkatnya inovasi teknologi biologi, kimia, dan pendapatan masyarakat. Sejalan dengan itu permintaan jagung meningkat dengan laju pertumbuhan 3,4 % / tahun (Kasrino, 2002). Pasar jagung terbuka di dalam negeri dan ekspor ke Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, Thailand dan Filipina. Dalam mendukung peningkatan produksi jagung di Indonesia, Karama (2004), berpendapat bahwa kebijakan perbenihan jagung komersil tingkat nasional sebaiknya diproduksi di Indonesia. Namun hingga saat ini, sumber daya dan kelembagaan perbenihan jagung dalam negeri belum merupakan produsen pertanian yang mumpuni dan berdaya saing handal (Baihaki, 2004). Oleh sebab itu, aspek pemahaman ilmu pemuliaan praktis dalam kehidupan pertanian khususnya ilmu menghasilkan benih jagung bermutu oleh petani harus diperluas dan ditingkatkan. Benih varietas unggul yang bermutu merupakan penentu batas atas produktivitas usahatani. Ketersediaan benih bermutu tepat waktu dan lokasi akan mendorong percepatan pengembangan inovasi teknologi baru guna meningkatkan pendapatan dan produksi jagung nasional. Saat ini, para industri benih jagung nasional dan swasta belum bersinergis, sehingga pengembangan inovasi baru masih lambat antara lain terlihat dari pengembangan varietas jagung hibrida yang baru mencapai 27,91 %, selebihnya didominasi oleh jagung lokal dan komposit (Nugraha dan Subandi, 2002). Bahkan menurut Paliwal, (2001), sebagian besar petani Indonesia masih menggunakan benih asalan, berupa turunan hibrida dan komposit keturunan. Selama masih banyaknya jumlah petani yang menanam varietas lokal, maka rata-rata produktivitas jagung di Indonesia tetap rendah 2,47 t/ha (Subandi, 1988).

Pada umur 10-15 hari setelah tanam dilakukan penjarangan tanaman dengan mensisakan satu tanaman. Cara perbanyakannya harus terisolasi dari pembungaan yang bersamaan (± 30 hari) dengan varietas lainnya. dan (d) persilangan satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Waktu tanam adalah 30 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung disekitarnya dengan radius 200 m (isolasi). Benih pemulia disebut pula benih penjenis atau breeder seed disingkat BS. Pemeliharaan kemurnian genetiknya selama varietas baru diproduksi adalah penemu varietas baru. Petani diperbolehkan mendapatkan benih penjenis sesuai pilihannya dengan melakukan pembelian resmi kepada unit komersialisasi teknologi di lembaga penemu varietas yaitu Balitsereal. Harga benih penjenis jagung komposit dari lembaga publik penemu varietas baru adalah lebih murah dibanding harga jagung hibrida. Sebanyak 2. Benih pokok atau stock seed disebut pula benih label ungu merupakan benih sumber untuk menghasilkan kelas benih sebar yang lazim disingkat BR atau label biru. Seleksi massa pada plot terisolasi Benih yang akan diperbanyak merupakan turunan kedua dari varietas unggul baru atau benih penjenis dari lembaga penemu varietas. Generasi pertama dari kelas benih dasar dapat diperbanyak ulang menghasilkan benih pokok dengan penanggungjawab seorang teknisi yang ditunjuk oleh pemulia. Benih penjenis dihasilkan oleh lembaga/pihak penemu varietas baru. penghalusan tahan dan perataan lahan. Sejak pelepasan varietas baru. Seluruh tanaman tipe simpang dan tanaman terserang penyakit harus dicabut sebelum penyerbukan. Benih dasar atau foundation seed atau disebut pula benih label putih yaitu benih sumber untuk menghasilkan kelas benih pokok. Benih dasar disingkat BD atau label putih adalah turunan pertama dari benih penjenis. benih dasar. SP36 dan KCl diberikan setelah tanaman tumbuh setelah penjarangan. Pupuk dasar masing-masing 100 kg untuk urea. dan benih sebar. Jumlah tanaman tipe simpang > 15 %.10 ha dengan bentuk petak hampir persegi empat (32 m x 32 m). Panangkar pilihan BPSB harus berkoordinasi atau bekerjasama dengan pengusaha benih pemerintah (BUMN) atau pengusaha benih swasta yang bertanggungjawab dalam pendistribusian benih berlabel. Penyiangan pertama bersamaan . Plot perbanyakan benih penjenis jagung yang jumlah tipe simpangnya ≥ 15 % tidak baik dijadikan kelas benih penjenis yang penilaiannya dilakukan oleh BPSB bersama pemuliannya. Standar mutu benih harus dilakukan secara cermat dan teliti. Kelulusan benih bermutu disertifikasi oleh BPSB dan diberi perlakuan seed treatment dengan insektisida dan fungisida sebelum dijual ke petani.SISTEM PERBENIHAN JAGUNG KOMPOSIT Produksi benih jagung bersari bebas atau komposit komersil dibagi atas tiga kelas yaitu benih pemulia. Jarak tanam agak jarang yaitu 75 cm x 25 cm dengan jumlah biji 1-2 lubang. Benih sebar atau BR atau benih label biru merupakan proses perbenihan tahap akhir. Berbagai cara pemeliharaan dan produksi benih pemulia antara lain: (a) penyerbukan campuran. Penghasil kelas benih ini adalah lembaga tertentu yang diawasi oleh Balai sertifikasi sebagai pengendali mutu standar yang didampingi oleh pemulianya sebagai penangung jawab dalam mempertahankan kemurnian varietasnya. Seluruh tanaman tipe simpang dan tanaman terserang penyakit harus dicabut sebelum penyerbukan. Tanaman yang dicabut paling banyak berjumlah 10-15 % dari total populasi. Lahan dipersiapkan secara baik misalnya masing-masing 1 kali pembajakan. Benihnya harus memiliki variasi keragaman pertumbuhan tanaman yang rendah. CARA MEMELIHARA KEMURNIAN GENETIK DAN PRODUKSI BENIH 1. Pupuk urea susulan diberikan umur 28 hari dan 40 hari setelah tanam. Standar mutu dilakukan oleh BPSB. (b) plot seleksi massa terisolasi. melakukan seleksi massa negatif untuk tanaman tipe simpang pada setiap fase pertumbuhan tanaman dalam perbanyakan benih. Lokasi produksi harus terisolasi dari pembungaan yang bersamaan (± 30 hari) dengan varietas lainnya.5 kg benih penjenis jagung ditanam pada luas plot 0. (c) konversi penanaman campuran terisolasi ke dalam blok persilangan half-sib. Dalam upaya memelihara taraf kemurnian genetik yang tinggi dianjurkan menggunakan luas plot yang kecil dan dipelihara secara intensif. dipilih satu populasi yang terbaik untuk diperbanyak ulang yang jumlahnya diatur berdasarkan jumlah baris atau panjang baris pada plot pemeliharaan benih penjenis.

jumlah biji 1-2 butir per lubang. Pada blok pertanaman dibuat saluran air pembatas anak petak setiap 5 m agar memudahkan dalam pelaksanaan seleksi.6%) 30 (0.pembumbunan dilakukan umur 24 hari.4%) 25 (0. Demikian pula untuk warna malai /glume yang dipertahankan adalah merah.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1.2%) Sumber : Data primer yang diolah Malai merupakan gudang tepungsari dan dalam satu malai terdapat jutaan serbuksari. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. baris induk betina dilakukan plotting dengan cara menandai setiap 16 rumpun per baris (kapur). Menjelang panen.9%) 18 (0. Pada fase vegetatif yakni umur tanaman 4 minggu. Penataan baris ini diatur secara simetris yaitu setiap satu baris induk jantan selalu diselingi dengan tiga baris induk betina. Pada waktu penanaman yaitu harus 30 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung disekitarnya atau berjarak 200 m (isolasi). jarak tanam 75 cm x 25 cm. Setelah panen dipilih 500 tongkol yang seragam bentuk tongkol dan bijinya. seleksi roguing relatif marata antara 2-5 % dari karakter bentuk dan tinggi tanaman. tanaman yang menyimpang atau berpenampilan tidak sesuai dengan deskripsi bunga jantannya (malai) harus dicabut sebelum menyerbuk. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. Kelembaban tanah dipertahankan cukup selama pertumbuhan tanaman. Takaran pupuk dan pemeliharaan tanaman dilakukan seperti cara di atas.8%) 22 (0. HASIL BENIH METODE PERBANYAKAN HALF-SIB Jumlah tanaman yang menyimpang berdasarkan bentuk tanaman dan tinggi tanaman dalam tiga periode pengamatan mencapai 409 tanaman atau 10. sedangkan malai pada tanaman induk jantan yang berpenampilan tidak baik dan tipe simpang (20-40 %) harus dicabut sebelum penyerbukan.5 kg. tanaman yang tidak dipotong malainya dan berpenampilan baik sesuai deskripsi dari setiap plot 5 m x 5 m dipilih dan diberi tanda (kapuri) sedikitnya 1000 tongkol.8%) 16 (0.2%) 69 (1. Sebanyak 2-3 tanaman pilihan dari 15 rumpun (plot) yang sesuai deskripsi diberi tanda untuk dipanen sebagai calon benih dengan pembandingnya induk jantan yang sempurna. Sebelum pembungaan baris tanaman diatur berdasarkan baris yang berfungsi sebagai induk jantan atau polinator dan baris yang berfungsi sebagai induk betina atau penerima tepungsari dengan perbandingan baris tanaman induk jantan terhadap induk betina adalah 1 : 3.5 ha. Tanaman pilihan yang bermalai baik sesuai dengan deskripsi harus dipertahankan dan menyerbuki tanaman pilihan lainnya. Tabel 1. Pada fase pembungaan. Pada umur 10 minggu. ukuran plot 15 m x 15 m. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir.3 % yang terdiri dari atas sepertiga bagian berasal dari pejantan dan sisanya berasal dari kelompok tanaman betina (Tabel 1). Bentuk malai yang dikehendaki adalah tidak serak dan kuncup dan relatif seragam.4%) Tinggi tanaman Tinggi Pendek 74 (1. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir. .5%) 11 (0.5 ha. Setelah panen dipilih 500 tongkol yang bentuknya baik dan seragam termasuk warna dan ukuran biji. yang lebih banyak membuang tanaman tipe simpang yaitu yang terlalu tinggi dan yang kurus. Sedangkan pada umur 7 minggu seleksi massa negatif lebih banyak pada habitus tanaman yang pendek dan yang kurus. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi. Cara ini menggunakan benih sumber sebanyak 3.6%) 31 (0. 2.5%) 13 (0. Maros 2003 Umur tanaman 4 minggu 7 minggu 10 minggu Bentuk tanaman Gemuk Kurus 46 (1. Bunga jantan atau malai dari seluruh tanaman induk betina harus dicabut sebelum penyerbukan. Blok pertanaman harus terisolasi pada saat berbunga. penjarangan umur 10-15 hari dan disisakan satu tanaman. Konversi pertanaman persilangan half-sib ke dalam blok yang terisolasi. Jumlah tanaman tipe simpang (%) varietas Bisma berdasarkan bentuk tanaman dan tinggi tanaman.9%) 55 (1. Sebelum panen.

7 % Biji Kuning pucat Brs tdk lurus 58 68 1. disarankan melakukan persilangan bantuan yaitu mengumpulkan tepungsari dari tanaman pilihan lalu menyerbukan dengan bantuan tangan pada waktu rambut tongkol masih basah. maka pada penelitian ini dipilih tanaman yang berbunganya antara 65 hingga 73 hari atau selang berbunga seminggu. Tanaman yang kurus.910 kg benih bermutu dan 3. Total tongkol tipe simpang pada penelitian ini mencapai 758 atau sebesar 44. tanaman tipe simpang yang mengekpresikan penampilan tanaman tidak normal pada bentuk tanaman adalah sebagai akibat silangdiri atau selfing.192 kg/ha dan 1.1 9.9 5. . Tabel 3. Bentuk tanaman yang terlalu gemuk terlihat dari susunan daun pada batang yang rapat dengan ukuran. 1000/kg dan jagung untuk benih dinilai Rp.248 % 46. Jika jagung konsumsi dinilai Rp. Jumlah tanaman tipe simpang (%) varietas Bisma berdasarkan seleksi pembungaan.2 % 7.8 % 2.al.000/kg.6%) Sumber : Data primer yang diolah Populasi tanaman betina yang dipanen untuk menghasilkan benih sebanyak 44. Bagi petani yang akan mempraktekan cara tersebut dapat mengenal tanaman tipe simpang dengan memperhatikan (visual) secara seksama diantara tanaman sekitarnya.3%) 14 (0. Selain itu tanaman tipe simpang dapat disebabkan akibat persilangan antar tanaman yang memiliki daya gabung baik sehingga membentuk tanaman superior.8%) 35 (0. (1974).3 % dari populasi 3. 5. Hal ini terkait dengan istilah jagung komposit yang merupakan turunan multi hibrida (Subandi. 2003 Bentuk malai Warna Malai Umur keluar malai Umur tanaman Serak Kuncup Ungu Kuning Cepat Lambat Sebelum umur 56 hari 23 (0.968.1 % Sumber : Data primer yang diolah Potensi hasil dalam perbanyakan benih ini mencapai 6.Untuk memperoleh hasil keturunan yang seragam dalam waktu 50% berbunga. Setiap tanaman dipanen satu tongkol yang letaknya dibagian atas. daun sempit.6%) 29 (0. dan sudut yang berbeda. Tabel 4. 2003 Hasil perbanyakan Tanaman betina pilihan Tipe simpang tanaman betina fase vegetatif Tipe simpang tanaman betina fase generatif Tipe simpang tongkol Tanaman pejantan Sumber : Data primer yang diolah Hasil (kg/ha) Benih Konsumsi 2.4 % dari total tanaman betina yang dipanen.192 1. Semua tipe simpang saat menseleksi dianjurkan untuk dicabut agar seleksi berikutnya semakin ringan.7 %) 34 (1.000 /ha selama 4 bulan. Tipe simpang tongkol yang terbanyak adalah pada karakter ukuran tongkol kecil mencapai 9. Intensitas seleksi tongkol cukup tinggi agar dihasilkan benih bermutu yang lebih baik. maka dalam satu hektar diperoleh pendapatan sebesar Rp.2% Tongkol kupas Kecil Tdk penuh 225 151 9. Jumlah dan persentase tongkol tipe simpang dalam produksi benih Bisma.5%) 10 (0. Maros.910 629 349 1. 17. Untuk meningkatkan pengisian biji. internode panjang.325 kg/ha pipilan yang terdiri dari 2.5 18.248 kg/ha. Tipe simpang terbanyak adalah pada bentuk malai (Tabel 2).0%) 21 (0. 2002). berbatang kecil.850 tanaman luas blok percobaan 25 m x 30 m.2 % disusul oleh tongkol terbuka dan tongkol tidak terisi biji secara penuh (Tabel 3). Maros 2003 Saat seleksi Pengolahan Tongkol berkelobot Terbuka Berdaun 152 104 7.7 Menurut Abdul Bari et.7 % 3. 1988 dan Dahlan dan Sugiyatni. Hasil benih jagung bermutu dan konsumsi varietas Bisma.415 benih konsumsi (Tabel 4).2%) 17 (0. Penandaan tanaman tipe simpang dengan cara memotong bagian atas tanaman harus dipanen umur 75-85 hari setelah tongkol berisi dengan cara menebas tanaman. 1992). termasuk tipe simpang. Tabel 2.1%) Setelah umur 73 hari 15 (0.8 19.5%) 10 (0. Satu masalah dalam dalam produksi benih adalah persentase biji isi tidak penuh mencapai 7.7 %. Maros. Idealnya tongkol yang baik berisi penuh biji sepertihalnya jagung hibrida C7 dan C9 yang memiliki karakter good tip(Balitsereal. Jumlah tongkol tipe simpang sebanding dengan hasil tanaman pejantan masing-masing 1.

3 halaman. Persilangan dilakukan terhadap ≤ 1000 tanaman pilihan.al. In Pingali L. Baihaki. (Eds). Dalam Subandi et. 74 halaman. Mengantisipasi persaingan dalam menuju swasembada varietas unggul. (Eds). 2. IPB. 2001. Dahlan. Mexico.192 kg/ha (18. Pingali P. 3. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Setelah 50 hari dari persilangan dilakukan panen. Setelah 4-6 hari tongkol dibungkus. Maize production in developing word. 1994.Cara menghasilkan benih jagung komposit bermutu tinggi dari populasi unggul mestinya bisa dikerjakan oleh petani.000 tanaman (selama 5 hari) yang keragaan tampilan tanamannya tumbuh baik dan seragam sesuai deskripsi dengan cara menutup tongkol dengan kantong plastik yang biasa dipakai untuk es lebar 3 cm. 60 pp. dan Endang Sjamsudin. Poelman.. 1987. Third edition. CIMMYT. 1988.210 kg konsumsi per hektar. S. Perhimpunan Pemuliaan Indonesia. Maintenace and seed multiplication of maize. CIMMYT. 2004.al. 17 halaman. Kasrino. Prosiding Simposium Pemuliaan I. 39 halaman. Seleksi tongkol yang dilakukan oleh ibu tani cenderung akan menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pandey. pengumpulan tepungsari dari pembungus dilakukan pagi hari (pukul 9-10 siang) keesokannya. and S. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Sjarkani Musa. Penyerbukan campuran. DAFTAR PUSTAKA Abdul Bari. Hal 17-29.980 kg benih dan 3. Posisi perbenihan Indonesia sekarang dan antiisipasi terhadap benih impor. 5-7 Agustus 2004.451-507. Pemuliaan tanaman jagung. A. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Tanaman tipe simpang cukup dipotong bagian atasnya agar tetap menghasilkan tongkol. 2004. tepungsari setiap kantong dicampur lalu ditumpahkan pada rambut tongkol (≤ 4 cm) yang ditutup kantong plastik. 9 pp.. Biji konsumsi marupakan hasil dari tanaman tipe simpang dan sortiran tongkol serta tipe simpang yang mencapai jumlah tinggi sebanyak 1.8 %). 5-7 Agustus 2004. Karama. 90 halaman. Kumpulan Makalah Diskusi Agribisnis Jagung. Makalah Simposium PERIPI di Balitro Bogor. Badan Litbang Pertanian. P. 1974. Pada saat tanaman keluar malai dipilih 3. Cara memelihara kemurnian genetik jagung komposit dan produksi benih jagung bermutu yang kemungkinan besar dapat dilakukian oleh petani adalah metose seleksi massa dan modifikasi half sib ear-to-row. M dan Sugiyatni S. Waktu pembungkusan malai jagung adalah waktu sore hari. Jika setiap tongkol dapat dipilih menjadi benih sebanyak 350 butir maka dalam satu hektar dibutuhkan 250 tongkol. 2002. Jagung Puslitbantan Bogor.000 butir. Breeding Field Crops. Cara tersebut menghasilkan benih bermutu 2. F. dan dipilih 500 tongkol hasil . Dalam Astanto et. Badan Litbang Pertanian. Perlu mensosialisasikan cara memelihara kemurnian jagung komposit di setiap sentra pengembangan jagung oleh Litbang dan Dinas Pertanian. Perbaikan varietas jagung. An Avi Book. Keterangan : 1. New York. Kebutuhan benih per hektar 80. Deskripsi varietas jagung edisi ketiga.L. dilakukan pembungkusan malai yang siap menyerbuk dari tanaman pilihan dengan menggunakan pembungkus dari kertas (20 cm x 25 cm). Makalah Simposium PERIPI di Balitro Bogor. Perkembangan produksi dan konsumsi jagung dunia selama empat tahun dekade lalu dan implikasinya bagi indonesia. CIMMYT. Subandi. Balitsereal 2002. 1992..P (Ed).

Blok pertanaman harus terisolasi saat berbunganya. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir. Persilangan half sib satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Seluruh tanaman induk betina harus dicabut malainya sebelum penyerbukan. Sebelum berbunga. jumlah biji 1-2 butir per lubang.persilangan yang bentuk tongkol dan bijinya seragam.000 butir atau sekitar 35 kg bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. baris tanaman induk betina pilihan (50 %) yang sesuai deskripsi ditandai sebagai calon benih dengan pembanding tanaman induk jantan yang tumbuh baik dan sempurna. Jaran tanam 75 cm x 25 cm. Cara ini merupakan yang paling efektif menghasilkan kelas benih pemulia. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. Benih sumbernya adalah 200-500 tongkol pilihan. tanaman tipe simpang pada baris induk jantan harus dicabut malainya sebelum penyerbukan (20-40 %). Baris induk jantan ditanam secara berselang seling dengan baris induk betina secara simetris yaitu setiap 1-2 baris pejantan diselingi dengan 3-6 baris induk betina.5 ha. diperjaran umur 10-15 hari dan mensisakan satu tanaman per rumpun. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi. Benih untuk induk jantan dipersiapkan dengan cara mencampur secara berimbang dari sejumlah biji setiap tongkol (15-40 butir/tongkol). Setelah panen dipilih 2-4 tongkol pilihan sesuai deskripsi hingga mencapai 500 tongkol pilihan.5 ha. Sebelum panen. . sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. Biji dari setiap tongkol akan dijfungsikan sebagai baris tanaman induk betina.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful