Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Ramadhan

ُ‫ل نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِالِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ الُ َفلَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَ هَادِيَ لَه‬
ِ ِ َ‫إِنّ الْحَمْد‬
ُ‫أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلهَ إِلّ الُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه‬
َ‫يَاأَيّهَا الّذَيْ َن آمَنُوْا اتّقُوا الَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلَ تَمُوْتُنّ إِلّ َوأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن‬
ِ‫يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا الَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِه‬
‫وَْالَرْحَام َ إِنّ الَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا‬
ُ‫ أَمّا بَعْد‬،‫يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الَ وَقُوْلُوْا قَوْلً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَ ُكمْ وَمَنْ يُطِعِ الَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَ ْوزًا عَظِيْمًا‬
...
ٍ‫ وَكُلّ مُحْدَثَةٍ ِبدْعَةٌ َوكُلّ بِدْعَة‬،‫ وَشَرّ اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا‬،َ‫ وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى ال عَلَيْهِ وَسَلّم‬،ِ‫فَأِنّ أَصْ َدقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ ال‬
ِ‫ َوكُلّ ضَلَلَةِ فِي النّار‬،ً‫ضلَلَة‬
َ.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah I yang senantiasa memberikan banyak kenikmatan
sehingga tidak terhitung nilai dan jumlahnya. Nikmat tersebut dicurahkan siang dan malam kepada
kita. Semoga Allah I menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang senang bersyukur kepadaNya.
Yaitu dengan meningkatkan taqwa dan taqarrub kepadaNya.
Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,
Dengan dekatnya bulan Ramadhan, kami ingin mengingatkan diri kami sendiri, dan juga kepada kaum
muslimin, bahwa pada bulan yang penuh barakah ini mengandung tiga jenis ibadah yang agung, yaitu
zakat, puasa dan tarawih.
Tentang zakat, alhamdulillah banyak kaum Muslimin yang melaksanakannya pada bulan ini. Syari’at
zakat merupakan bagian dari ibadah. Juga merupakan salah satu kewajiban dalam Islam. Dengan
menunaikan zakat, berarti kita telah bertaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah, dan telah
melaksanakan salah satu rukun Islam. Zakat yang dikeluarkan itu, bukanlah beban yang akan
menyebabkan kita miskin, sebagaimana kekhawatiran yang dibisikkan setan kepada orang yang lemah
imannya. Tetapi, justru membayar zakat akan menambah harta seseorang, Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ْ
ْ
ْ
ْ ْ
ْ
ْ ْ
﴾٢٦٨﴿ ‫دكُم َّمغِفرًة ِّمنه ُوفَضل ًوال واِسٌع عِلي‬
‫ع‬
‫ي‬
‫وال‬
‫ء‬
‫شآ‬
‫ح‬
‫ف‬
‫بال‬
‫م‬
‫رك‬
‫م‬
‫يأ‬
‫و‬
‫ر‬
‫ق‬
‫دكُم الَف‬
‫شْيطَان يِع‬
ِ
ِ
َ ّ ‫ال‬
ُ
ِ
ُ
ُ
َ
َ
َُ َ
َ
َُ َ
َُ
ُ
ُ ُ َ َ َ
ُ َ
َ

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan
(kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas
(karuniaNya) lagi Maha Mengetahui. (QS al Baqarah/2 : 268).

ْ
ْ
ْ
ْ ‫تس‬
‫ف لِمن‬
‫ع‬
‫ضا‬
‫ي‬
‫وال‬
‫ة‬
‫ب‬
‫ح‬
‫ة‬
‫ئ‬
‫ما‬
‫ل‬
‫سنب‬
‫ل‬
‫ك‬
‫ف‬
‫ل‬
‫ب‬
‫ا‬
‫سن‬
‫ع‬
‫ب‬
‫ت‬
‫ب‬
‫ن‬
‫أ‬
‫ة‬
‫ب‬
‫ح‬
‫ل‬
‫مث‬
‫ك‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ل‬
‫بي‬
‫س‬
‫ف‬
‫لين ينفقون أْمواله‬
ّ
ِ َ ّ ‫َّمثَُل ا‬
ٍ
ِ
ٍ
ِ
ٍ
ِ
َ
َ
َ
ُ
ِ
ُ
ِ
ِ
َ
ِ
ِ
ِ
ِ
َ ُ ُ َ َّ َ َ ّ ُ ُ
َ َ َ َ َ َ َّ َ َ َ
َ ُ
َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ُ َ
﴾٢٦١﴿ ٌ‫يََشآء وال واِسٌع عِلي‬
َ
َُ َُ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai seratus
biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karuniaNya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah/2 : 261).

ْ
ْ
ْ ‫ومثل ا ّ َلين ينفقون أْمواله اْبتغآء مْرضات ال وتْثبيًتا م‬
‫كمثَِل جنٍَّة ِبرْبوٍة أ َصابا واِبُل فََئاَتت‬
‫ه‬
‫س‬
‫نف‬
‫أ‬
‫ن‬
ِ ُ َ
ِ
ِّ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ ُ ُ َ َ َ ُ ِ ُ
َ
َ َ ِ ُ
َ
َ َ
َ ََ َ َ َ
َ
َ
َ
ْ
ٌ
ْ
ْ
﴾٢٦٥﴿ ‫ي فَِإن لَّْم يِص ْبا واِبُل فَطَ ّ ُل وال ِبما َتعملُون بِصي‬
ِ ‫أُكُ َلَها ِضعَف‬
َ
َ ُ َ
َ َ
َ َ ُ

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan
untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh
hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak
menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
(QS al-Baqarah/2 : 265).
Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,
Dalam membayarkan zakat, hendaklah kita tunaikan dengan penuh amanah. Kita keluarkan zakat dari
benda-benda yang wajib dizakati, sedikit atau banyak. Kita hitung dengan teliti. Sehingga barang yang
sudah wajib dizakati, sedikitpun tidak terabaikan. Karena tujuan menunaikan zakat adalah untuk
membebaskan diri dari tanggungan kewajiban, dan menyelamatkan diri dari ancaman yang amat
dahsyat. Allah I berfirman :

ْ ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ً‫ضِلِ هو خي‬
‫هو َشر لَُّه سيطََّوقُون مابِخلُوا ِبِه يْوم الِقيامِة‬
‫ل‬
‫ب‬
‫ه‬
‫ل‬
‫ا‬
‫خلُون ِبمآءاَتاُه ال ِمن ف‬
‫لين يْب‬
‫ليحس‬
‫و‬
ِ َّ ‫ب ا‬
َ
ّ
َ
ّ
َ
ُ
َ
ُ
ُ
َ
َ
ُ
َ
ُ
َ
َ
َ َ
ُ َ ُّ َ
َ
َ َ َ َ
َ َ
َ
ُ
َ
َ ََ َ
ْ
ْ ‫ول مياث السماوات وْال‬
﴾١٨٠﴿ُ ‫خِبي‬
‫ن‬
‫و‬
‫مل‬
‫ع‬
‫ت‬
‫ما‬
‫ب‬
‫وال‬
‫ض‬
‫ر‬
َ َ ُ َ َ َ ِ ُ َ َ َ َ ِ َ َ َّ ُ َ ِ ِ َ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari
karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah
buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari
kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah
mengetahui apa yang kemu kerjakan. (QS. Ali Imran/3 : 180).

ْ
ْ
ْ
ْ ‫﴾ ي‬٣٤﴿ ‫شه بعذاب ألي‬
ْ
‫عل ْيا ِف َناِر‬
‫مى‬
‫ح‬
‫ي‬
‫م‬
‫و‬
‫ب‬
‫ف‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ل‬
‫بي‬
‫س‬
‫ف‬
‫نا‬
‫و‬
‫فق‬
‫ن‬
‫لي‬
‫و‬
‫ة‬
‫ض‬
‫ف‬
‫وال‬
‫ب‬
‫ه‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ن‬
‫زو‬
‫ن‬
‫ك‬
‫لي‬
ِ َ ّ ‫وا‬
ٍ ِ َ ٍ َ َ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ ِ ِ َ ِ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ َ َ ّ َ ُ ِ ‫ن َي‬
َ
َ
َ َ َ َْ ُ َ َ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ ‫جباهه وجنوبم وظ ُهوره هذا ماكنز‬
﴾٣٥﴿ ‫ذوقُوا ماكُنُت َتكنِزون‬
‫لنفُِس‬
‫جهن فتكوى‬
َ ‫ت‬
ُ َ ‫كم ف‬
ُ
ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ َ ُ ُ ُ ُ َ ُ ُ َ ِ ‫با‬
َ ُ
َ
َ ِ َ ُ َ َ َّ َ َ
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka
beritahukan kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan
emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dari mereka, lambung dan punggung
mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu
sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari ) apa yang kamu simpan”. (QS. At Taubah/9 : 34-35).
Tentang ayat yang pertama, Rasulullah r bersabda :

‫مَنْ آتَاهُ ال مَالً فَلَمْ يُوَدّ زَكَاتَهُ مُثِلّ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْ َرعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ ثُمّ يَ ْأخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمّ يَقُوْلُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُ َك‬

Orang yang dianugerahi harta oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian dia tidak menunaikan
zakatnya, maka pada hari Kiamat harta itu dijelmakan ke wujud seekor ular yang sangat berbisa,
memiliki dua taring lalu dia menerkam dengan dua rahangnya seraya berkata : “Aku adalah hartamu,
aku adalah simpananmu”.
Sedangkan tentang ayat kedua, telah dijelaskan oleh Rasulullah t:

‫ت لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ َفأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنّمَ فَيُكْوَى‬
ْ َ‫مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ َولَ فِضّةٍ لَ يُؤَدّي مِنْهَا حَقّهَا إِلّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفّح‬
ِ‫جنّة‬
َ ْ‫بِهَا جَنْبُ هُ وَجَبِينُ هُ وَظَهْرُ هُ كُلّمَا بَرَ َد تْ ُأعِيدَ تْ لَ هُ فِي يَوْ مٍ كَا نَ مِقْدَارُ هُ خَمْ سِيَ أَلْ فَ سَنَةٍ حَتّى يُقْضَى بَيْ نَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمّا إِلَى ال‬
ِ‫َوإِمّا إِلَى النّار‬

Tidak ada seorangpun pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali nanti pada
hari Kiamat dia akan dibuatkan lempengan-lempengan dari api, kemudian dipanaskan di atas api.
Lempengan itu digunakan untuk menyetrika bagian samping tubuh, kening dan punggungnya. Tatkala
lempengan itu mulai mendingin, akan dikembalikan (untuk dipanaskan lagi). (Kejadian ini)
berlangsung selama lima puluh ribu tahun, sampai semua hamba selesai diadili. Lalu dia akan melihat
jalan, mungkin ke surga atau mungkin ke neraka.
Kaum muslimin rahimakumullah,

Setelah menyimak nash-nash di atas, semestinya kita takut dengan ancaman-ancaman tersebut.
Tunaikanlah zakat kepada dengan penuh amanah, dan berikanlah kepada yang berhak menerimanya,
tidak asal mengerjakan. Harta zakat jangan digunakan untuk kepentingan yang lain. Kita berharap,
semoga zakat yang kita bayarkan diterima Allah I.
Kaum muslimin, jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,
Adapun jenis ibadah kedua yang ada pada bulan ini, yaitu Puasa Ramadhan. Ibadah ini, juga
merupakan salah satu rukun Islam. Manfaat puasa telah dijelaskan oleh Allah I dalam al Qur’an surat
al Baqarah/2 ayat 183, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa.
Itulah hakikat tujuan puasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah I. Yakni
dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Maka seorang muslim
semestinya melaksanakan yang telah menjadi kewajibannya. Dalam menjalankan puasa, seorang
muslim juga dituntut untuk menjauhi hal-hal yang diharamkan, seperti berkata dusta, ghibah
(menggunjing) dan lainnya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ُ‫مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَ َدعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه‬
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh pada
puasanya. (HR Bukhari-Muslim).
Hadits ini menunjukkan, orang yang berpuasa, sangat ditekankan untuk meninggalkan perbuatanperbuatan yang diharamkan ini. Mengapa? Karena sangat berpengaruh terhadap puasa yang sedang
dijalankan.
Namun amat disesalkan, banyak kaum Muslimin, ketika menjalankan ibadah puasa pada bulan ini,
keadaannya tidak berbeda antara saat berpuasa dan tidak puasa. Ada di antaranya yang tetap saja
menganggap remeh kewajiban-kewajiban, atau tetap saja melakukan perbuatan-perbuatan diharamkan.
Sungguh sangat disesalkan. Seorang mu’min yang berakal, ia tidak akan menjadikan hari-hari puasanya
sama dengan hari-hari yang lain. Pada saat berpuasa, ia akan lebih bertaqwa kepada Allah, dan lebih
bersemangat menjalankan perintah.
Semoga Allah I menjadikan kita termasuk orang-orang menjalankan ibadah puasa dengan benar, dan
semoga puasa yang kita lakukan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

ُ‫أَقُوْلُ قَوْلِي َهذَا أَسْتَغْفِرُ ال لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ ُهوَ اْلغَفُوْرُ ال ّرحِيْم‬
[KHUTBAH KEDUA]

َ َ‫ مَ نْ يَهْدِ هِ الُ فَلَ مُضِلّ لَ هُ وَمَ نْ يُضْلِلْ ف‬،‫إِنّ الْحَمْدَ لِلّ هِ نَحْمَدُ هُ وَنَ سْتَعِيْنُهُ وَنَ سْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِالِ مِ نْ شُرُوْرِ أَنْفُ سِنَا وَمِ نْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا‬
‫ل‬
َ‫ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلّ الُ وَحْدَهُ لَ شَرِيْكَ لَهُ َوأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُ ْولُهُ صَلّى الُ عَلَى نَِبيّنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلّم‬.ُ‫هَادِيَ لَه‬
.‫تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا‬
Jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Jenis ibadah yang ketiga dalam bulan Ramadhan, yaitu ibadah shalat tarawih. Rasulullah r sangat
menganjurkan ibadah ini. Beliau r menyampaikan dalam sabdanya :

ِ‫مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدّمَ مِنْ ذَْنبِه‬

Orang yang melaksanakan qiyam ramadhan (tarawih) karena iman dan ingin mendapatkan balasa,
maka dia akan diampuni dari dosanya. (HR. Bukhari-Muslim)
Qiyam Ramadhan ini juga mencakup shalat-shalat sunat pada malam-malam Ramadhan dan shalat
tarawih. Oleh karena itu, seharusnya kita memperhatikan dan senantiasa menjaganya. Kita laksanakan
dengan penuh antusias bersama imam, dan tidak meninggalkan imam. Demikian ini karena Rasulullah
r telah bersabda :

ٍ‫مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتّى يَنْصَرِفَ ُكتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة‬

Barangsiapa shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka dituliskan baginya shalat satu
malam.
Adapun kepada para imam yang menjadi imam dalam shalat tarawih, hendaknya bertaqwa kepada
Allah I dalam menjalankannya. Seorang imam hendaklah tetap menjaga thuma’ninah dan dengna
tenang, sehingga para ma’mun memiliki kesempatan untuk menjalankan hal-hal yang diwajibkan atau
disunnahkan, sesuai dengan kemampuannya.
Jama’ah shalat jum’at rahimani wa rahimakumullah,
Sungguh, pada masa sekarang ini, kita melihat fenomena yang amat menyedihkan. Ada di antara para
imam yang melaksanakan shalat tarawih secara cepat, sehingga meninggalkan thuma’ninah. Padahal,
thuma’ninah merupakan salah satu rukun shalat. Pelaksanaan ibadah shalat yang tidak memperhatikan
thuma’ninah adalah haram. Hal ini disebabkan: Pertama, karena ia meninggalkan thuma’ninah. Kedua,
meskipun tidak sampai meninggalkan thuma’ninah, akan tetapi perbuatan imam tersebut telah
menyebabkan orang-orang yang ma’mum kepadanya merasa kelelahan, dan tidak bisa melaksanakan
yang seharusnya mereka lakuka. Dan perlu diketahui, orang yang menjadi imam dalam shalat, tidaklah
sama dengan shalat sendirian. Seorang imam wajib memperhatikan para ma’mumnya, menunaikan
amanah yang ada di pundaknya, serta melaksanakan shalat sebagaimana mestinya.
Para ulama menyebutkan, seorang imam dimakruhkan untuk mempercepat shalat, sehingga
menyebabkan ma’mum tidak bisa melaksanakan hal-hal yang disunnatkan. Lalu bagaimana kalau sang
imam mempercepat shalatnya, sehingga para ma’mum tidak bisa melaksanakan hal-hal yang
diwajibkan?
Terakhir, kami nasihatkan kepada diri kami sendiri, juga kepada kaum Muslimin, hendaklah kita
bertaubat dan kembali ke jalan Allah I, melaksanakan ketaatan-ketaatan kepada Allah I sesuai
dengan kemampuan, baik pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

‫ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْ ٌد‬،َ‫اللهُمّ صَلّ َعلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ عَلَى إِبْرَا ِهيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم‬
ِ‫اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ َواْلُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ ال ّدعَوَات‬
‫رَبّنََا لَتًؤَخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَ ْأنَا رَبّنَا َولَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلَ تُحَمّلْنَا مَالَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا‬
.َ‫وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا َأنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن‬
.َ‫ وَالْحَمْدُ ل رَبّ الْعَالَمِيْن‬.ِ‫رَبّنَا آتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّار‬
Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful