TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH: PENGANTAR IPS (KPS 400) PEMUDA DAN SOSIALISASINYA

Disusun Oleh: SHINTA KARTIANA PRATIWI (F55010006)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI REGULER A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2011

Oleh karena itu. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. banyak kesulitan yang kami alami terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. dan lain-lain.pd rekan-rekan mahasiswa pendidikan sosiologi. Dalam pembuatan makalah ini. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari semua pihak akhirnya makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. H. Drs. Begitu pula dengan makalah yang kami buat ini yang masih jauh dari kesempurnaan. khususnya kepada Dosen mata kuliah pengantar antropologi Bapak Prof. Desember 2010 Penyusun i . Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini menjadi lebih baik serta berdaya guna dimasa yang akan datang. sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini. Tak ada gading yang tak retak.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Pontianak. Mashudi M.

9 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………….2 D.... Internalisasi…………………………………………………………………………. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………...2 C.11 ii .8 BAB III KESIMPULAN ………………………………………………………………... Peran Pemuda Dalam Masyarakat ………………………………………………….DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………....ii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………….6 E.1 B. Pemuda dan Identitas ………………………………………………………………. Metode Penulisan ……………………………………………………………………2 BAB II PEMUDA DAN SOSIALISASINYA DALAM PERMASALAHAN GENERASI NSIONAL………………………………………….. Latar Belakang …………………………………………………………………...5 D.....3 A... Sosialisasi Pemuda…………………………………………………………………. Rumusan Masalah ………………………………………………………………….1 A.. Pengertian Pemuda……………………………………………………………………3 B.4 C.

karena merupakan norma-norma masyarakat. Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis. Latar Belakang Masalah Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. 2. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan. pengarahan. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi) Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya. sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Bagaimana gambaran pemuda dan identiasnya . B. psikologis masih kurang dewasa. Masalahmasalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang. Rumusan Masalah Dalam perumusan masalah ini penulis akan merumuskan tentang: 1. Bagaimana pengertian sosialiasi 3. Bagaimana Pengertian tentang pemuda. penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Bagaimana pengertian Internalisasi 4. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah.BAB I PENDAHULUAN A. mempunyai keluarga.

D.C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana pengertian dari pemuda. Dan bagaimana gambaran pemuda dengan identitas dirinya. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah menggunakan metode pustaka yaitu penulis menggunakan media pustaka dalam penyusunan makalah ini . bagaimana pengertian dari sosialisasi dan Internalisasi pemuda.

BAB II PEMUDA DAN SOSIALISASINYA DALAM PERMASALAHAN GENERASI NASIONAL A. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri h. Semangat pengabdiannya d. Sepontanitas dan dinamikanya e. Inovasi dan kreativitasnya f. Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural Dari pada pengertian ini. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan . Pengertian Pemuda Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep -konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru c. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru g. antara lain: a. Kemurnian idealismenya b. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Dari proses tersebut. Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. melainkan melalui proses sosialisasi. Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi. c) Tujuan Pokok Sosialisasi • Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat. B. sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada. a) Proses sosialisasi Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi. b) Media Sosialisasi • Orang tua dan keluarga • Sekolah • Masyarakat • Teman bermain • Media Massa. • Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya. seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Sosialisasi Pemuda Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri. • Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengahtengah masyarakat dan lingkungan budayanya. • Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan . bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi.pendapat. antara lain: Proses Sosialisasi.

a. Asumsi wawasan kehidupan adalah posisi pemuda dalam arah kehidupan sendiri. Menurut pendekatan yang klasik ini. terpecah-pecah dan setiap pragmen mempunyai arti sendiri-sendiri. Penghayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu koninum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris. pemuda dianggap sebagai suatu kelompok yang mempunyai aspirasi sendiri yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat. C. Kepemudaan merupakan suatu fase dalam pertumbuhan biologis seseorang yang bersifat seketika dan suatu waktu akan hilang dengan sendirinya. misalnya hanya terletak pada derajat ruang lingkup tanggung jawabnya. Internalisasi internalisasi adalah proses norma-norma yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja. yang telah terkumpul oleh pengalamannya. b. Di sinilah pemuda bergejolak untuk mencari identitas mereka. antar generasi tua dan pemuda.pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum. Dalam hal ini hakikat kepemudaan ditinjau dari dua asumsi pokok. Dan timbulah konflik dalam berbagai bentuk proses. Dan generasi pemuda yang penuh dinamika hidup berkewajiban mengisi akumulator generasi tua yang mulai melemah. Perbedaan antar kelompok-kelompok yang ada. Selanjutnya munculah persoalan-persoalan frustasi dan kecemasan pemuda karena keinginan-keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan. akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Generasi tua sebagai angkatan-angkatan yang lalu (passing generation) yang berkewajiban membimbing generasi muda sebagai generasi penerus. disamping memetik buah-buah pengalamannya. maka keanehankeanehan yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang sejalan dengan berubahnya usia. Pendekatan klasik tentang pemuda Melihat bahwa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik. .

masa depan suram. kecanduan narkotika. Dana melihat generasi muda sebagai perusak tatanan sosial yang sudah mapan. Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial. Secara spesifiknya lagi. Dengan demikian maka adanya penilaian yang baku (fixed standard) yang melihat generasi tua adalah sebagai ahli waris.Pihak generasi tua tidak bisa menuntut bahwa merekalah satu-satunya penyelamat masyarakat dan dunia. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan. D. bahwa bukan saja pemuda tapi generasi tua pun harus sensitif terhadap dinamika lingkungan dengan ukuran standard yang baik. Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. bahwa segala jenis ”kelainan” yang hingga kini seolah-olah menjadi hak paten pemuda akan lebih dimengerti sebagai suatu keresahan dari masyarakat sendiri sebagai keseluruhan. Pemuda Dan Identitas Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsepkonsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi. ketidakpatuhan kepada orang tua. gejolak hidup pemuda dewasa ini adalah respon terhadap lingkungan yang kini berubah dengan cepat. Dari segala ukuran dan nilai dalam masyarakat. Dengan pendapat di atas jelas kiranya bahwa pendekatan ekosferis mengenai pemuda. Bertolak dari suatu kenyataan. yakni: . Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja. frustasi. karena itu para pemuda menghakimi karena cenderung menyeleweng dari ukuran dan nilai tersebut karena tidak bisa diterima. sebaliknya generasi muda juga tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban untuk memelihara dunia.

Peran pemuda¬ dalam masyarakat a. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental h. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya c. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja. sosial ekonomi 4. b. penyalahagunaan narkotika j.1. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur g. Asas persatuan dan kesatuan bangsa e. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme. Asas keselarasan dan terpadu . F. sosial budaya 3. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya c. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan f. Pergaulan bebas i. Asas swakarsa f. sosial politik Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah: a. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia d. Meningkatnya kenakalan remaja. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sosial psikologi 2. Asas edukatif d. idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda b. e.

Orientasi dalam dirinya sendiri c. b. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi ¬ Arah Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni. Agen of development c. Agen of modernization BAB III KESIMPULAN Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. a. Agen of change b. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan . Orientasi ke luar hidup di lingkungan Peranan mahasiswa dalam masyarakat a.g. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.

2. artinya proses regenerasi ini sungguh-sungguh direncanakan. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam peraturan aksi-aksi Tritura. Pada hakikatnya system regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat para kader pimpinan para suku atau bangsa digembleng serta dipersiapkan sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya. berlangsung secara alami. yaitu a. setiap generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan / perjuangan. sejak kebangkitan Nasional. 4. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa diperlukan untuk dipertahankan kelangsungan eksistensinya serta kesinambungan suatu generasi atau bangsa. suku-suku primitip. Pada masyarakat. dipersiapkan. disamping dihadapkan terjaminnya kelestarian nilai-nilai budaya nenek moyang. dengan masing-masing ciri khasnya. 3. Jika dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya. Ada dua regenerasi. Demi kesinambungan generasi dan kepemimpinan bangsa Indonesia telah memiliki KNPI dan AMPI sebagai wadah forum komunikasi dan tempat penggembleng. Proses regenerasi ini berjalan sebagai biasa-biasa saja.sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Regenerasi berencana. Menggantikan generasi tua. proses regenerasi dibakukan dalam lembaga dapat yang disebut inisiasi. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya. Menempa dan mencetak kader-kader dan pimpinan bangsa yang tangguh dan merakyat. Supersemar. dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa. di Indonesia pernah tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi 20-an generasi 45 dan generasi 66. 1. b. Artinya generasi berjalan lumrah seperti yang terjadi pada kelompok dunia tumbuhan atau hewan. tidak di ekspos atau dipublikasikan. Oleh karena itu system regenerasi seperti ini lebih tepat disebut regenerasi Kaderisasi. Sehubungan dengan itu. Regenerasi yang berlangsung alamiah. 5. Bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan tenaga-tenaga terampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan dalam .

tiga bidang yaitu pendidikan formal. . pendidikan non-formal dan pendidikan informal.

Rineka Cipta. 1974. Jakarta.anakciremai. LP3ES.com . Abu Ahmadi. Jakarta. taufik.co.DAFTAR PUSTAKA Abdullah.homeartikel. H. 2003 http://www.cc http://www. Drs. Pemuda dan Perubahan Social. Ilmu Sosial Dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful