10 KONSEP-KOSEP GOEOGRAFI Ada 10 konsep geografi: 1.konsep lokasi,yaitu suatu letak obyek di permukaan bumi.

contohnya pantai Parangtritis yang terletak di Bantul,Yogyakarta. 2.konsep jarak,yaitu jarak dari satu tempat ke tempat lain.Jarak dibagi menjadi 2: -jarak absolut,yaitu jarak yang sesungguhnya. -jarak relative,yaitu jarak yang berdasarkan pertimbangan tertentu,misal rute,waktu biaya,dll.contoh:jarak Yogya(sleman) - Solo(manahan) dapat ditempuh selama 2,5 jam menggunakan mobil 3.konsep keterjangkauan,yaitu suatu daerah yang mudah atau sulit terjangkau karena perbedaan sarana komunikasi,Iptek,dan transportasi didaerah yang satu dengan daerah yang lain.contohnya penduduk di daerah pegunungan sulit dijangkau daripada penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah karena kurangnya sarana komunikasi,IPTEK,dan transportasi yang ada di daerah pegunungan daripada di didataran rendah. 4.konsep pola,yaitu persebaran pola pemukiman di suatu daerah.contohnya : tempat pemukiman penduduk di Jakarta yang semakin banyak. 5.konsep morfologi,yaitu bentuk alam karena peristiwa alam seperti erosi,tanah longsor gempa bumi dll.contoh terbentuknya lipatan bumi karena gempa bumi. 6.konsep aglomerasi,yaitu pola pola pengelompokkan/konsentrasi penduduk di suatu daerah.contohnya orang-orang perkotaan lebih senang tinggal di perumahan elit. 7.konsep nilai kegunaan,yaitu nilai - nilai suatu tempat yang mempunyai kegunaan berbeda berdasarkan fungsinya.contoh tempat wisata mempunyai kegunaan berbeda bagi setiap orang. 8.konsep interaksi dan interdependensi,yaitu ketergantungan satu tempat dengan tempat yang lain.contoh daerah kota dan desa saling membutuhkan bantuan. 9.konsep deferensiasi areal yaitu fenomena/kekhasan suatu tempat dengan tempat yang lain.contoh kota yogya terkenal dengan bakpia patuk sementara kota gunung kidul terkenal dengan makanan geplak. 10.konsep keterkaitan keruangan yaitu derajat keterkaitan antar wilayah dengan

Pengantar Pola Pemukiman Terpusat Pola Pemukiman Linier Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk Adanya pemukiman penduduk di dataran rendah dan dataran tinggi sangat berkaitan dengan perbedaan potensi fisik dan non fisik suatu wilayah. untuk mempertahankan. dan mengembangkan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam pola pemukiman penduduk di suatu wilayah. Permukiman dapat diartikan sebagai suatu tempat (ruang) atau suatu daerah dimana penduduk terkonsentrasi dan hidup bersama menggunakan lingkungan setempat. 01.contohnya suatu daerah yang didiami suatu penduduk dan mempunyai suatu keterkaitan. 02. Pengertian pola dan sebaran pemukiman memiliki hubungan yang sangat erat. Sebaran permukiman membincangkan hal dimana terdapat permukiman dan atau tidak terdapat . melangsungkan. Definisi Pola Pemukiman Penduduk Pola pemukiman menunjukkan tempat bermukim manusia dan bertempat tinggal menetap dan melakukan kegiatan/aktivitas sehari-harinya.alam/sosialnya.

ternyata bentuk atau pola pemukiman antara daerah satu dengan daerah lain mempunyai perbedaan. karena faktor geografi yang berbeda. sedangkan pola pemukiman merupakan sifat sebaran. lebih banyak berkaitan dengan akibat faktor-faktor ekonomi. Pola pemukiman penduduk mengikuti jalan raya 03. Relief suatu tempat mempengaruhi keinginan penduduk untuk bermukim .permukiman dalam suatu wilayah. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pemukiman Penduduk Kalau diperhatikan. Relief Permukaan muka Bumi terdiri dari berbagai relief seperti pegunungan. sejarah dan faktor budaya. Perbedaan tersebut terjadi. Secara umum adanya perbedaan pola pemukiman penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: A. perbukitan dan daerah pantai. Kondisi ini menyebabkan penduduk membuat pemukiman yang sesuai dengan lingkungan tempat ia berada. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pola pemukiman penduduk adalah bentuk persebaran tempat tinggal penduduk berdasarkan kondisi alam dan aktivitas penduduknya. dataran rendah.

karena hal itu akan memudahkan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan iklim Faktor-faktor iklim seperti curah hujan. Keadaan ekonomi Kegiatan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan. Pola Pemukiman Mengelompok D. intensitas radiasi Matahari dan suhu di setiap tempat berbeda-beda. Kondisi ini akan berpengaruh pada pola pemukiman penduduk di daerah itu.B. terutama tempat tinggal yang dekat dengan berbagai fasilitas yang menunjang kehidupannya. Di daerah pedesaan. Oleh karena itu mereka mendirikan tempat tinggal berkumpul dan memusat dekat dengan sumber penghidupannya. Kesuburan tanah Tingkat kesuburan tanah di setiap tempat berbeda-beda. perkebunan dan perikanan akan berpengaruh pada pola pemukiman yang mereka pilih. dataran tinggi serta di Kutub utara orang akan cenderung mendirikan tempat tinggal saling berdekatan dan mengelompok. pertambangan. Rumah dekat dengan persawahan C. pertanian. Sedangkan di daerah panas pemukiman penduduk cenderung lebih terbuka dan agak terpencar. lahan yang subur merupakan sumber penghidupan bagi penduduk. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah dan kondisi alam daerah tersebut. perindustrian. Pada daerah dingin seperti pegunungan. .

Rumah tradisional Toraja disebut tongkonan.000 jiwa. Mereka juga menetap di sebagian dataran Luwu dan Sulawesi Barat. Di beberapa daerah tertentu seperti suku badui di Banten. Pemukiman penduduk suku Toraja 1. Kultur penduduk Budaya penduduk yang dipegang teguh oleh suatu kelompok masyarakat akan berpengaruh pada pola pemukiman kelompok tersebut. Suku Toraja di Sulawesi Selatan. cenderung memiliki pola pemukiman mengelompok dan terisolir dari pemukiman lain. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Suku Dayak di Kalimantan. . Populasinya diperkirakan sekitar 600. Tempat pemukiman suku Toraja dikenal dengan Tana Toraja.Pemukiman penduduk di daerah perkotaan E.

dan Cikartawarna. Orang Baduy dalam terkenal teguh dalam tradisinya. tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera . Pemukiman penduduk suku Baduy 3. Di desa ini tinggal suku Baduy Luar yang sudah banyak berbaur dengan masyarakat Sunda lainnya. Suku Kubu Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatera. Wilayah Baduy meliputi Cikeusik. Cibeo. Nama Baduy sendiri diambil dari nama sungai yang melewati wilayah itu sungai Cibaduy. Suku Baduy Suku Baduy tinggal di pedalaman Jawa Barat.2. Sedangkan suku Baduy Dalam tinggal di pedalaman hutan dan masih terisolir dan belum masuk kebudayaan luar.

Suku Kubu di Jambi pada umumnya bermukim di daerah pedesaan dengan pola yang mengelompok. bukan budaya maritim). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi. Kelompok ini disebut Proto-Melayu. Suku Dayak Dayak atau Daya adalah suku-suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan. Suku Dayak diperkirakan mulai datang ke pulau Kalimantan pada tahun 3000-1500 Sebelum Masehi. Rumah adat suku dayak dikenal dengan nama ³Rumah Betang´. dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200. Cina Selatan.Selatan. Mereka adalah kelompok-kelompok yang bermigrasi dari daerah Yunnan.000 orang. Pemukiman penduduk suku Kubu 4. lebih tepat lagi adalah yang memiliki budaya terrestrial (daratan. walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya. Rumah adat suku dayak . Sebutan ini adalah sebutan umum karena orang Daya terdiri dari beragam budaya dan bahasa.

Pola Pemukiman Memanjang (Linear). yaitu sebagai berikut: A.Peta Persebaran Beberapa Suku Terasing di Indonesia 04. Mengikuti Jalan . keadaan tanah. Pola pemukiman memanjang memiliki ciri pemukiman berupa deretan memanjang karena mengikuti jalan. Bentuk-Bentuk Pola Pemukiman Penduduk Pola persebaran pemukiman penduduk dipengaruhi oleh keadaan iklim. Pemukiman penduduk memanjang 1. sungai. topografi dan ketersediaan sumber daya alam yang terdapat di wilayah tersebut. tata air. rel kereta api atau pantai. Ada tiga pola pemukiman penduduk dalam hubungannya dengan bentang alamnya.

Pada daerah ini pemukiman berada di sebelah kanan kiri jalan. Pola pemukiman mengikuti jalan 2. Sungai-sungai tersebut memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan penduduk. Biasanya pola pemukiman ini terdapat di daerah pedalaman yang memiliki sungai-sungai besar. Umumnya pola pemukiman seperti ini banyak terdapat di daerah perkotaan terutama di DKI Jakarta dan atau daerah padat penduduknya yang dilalui rel kereta api. . Namun pola ini sebenarnya terbentuk secara alami untuk mendekati sarana transportasi. Pola pemukiman mengikuti jalan atau rel kereta api 3. Mengikuti Alur Sungai Pada daerah ini pemukiman terbentuk memanjang mengikuti aliran sungai. Umumnya pola pemukiman seperti ini banyak terdapat di dataran rendah yang morfologinya landai sehingga memudahkan pembangunan jalan-jalan di pemukiman. Mengikuti rel kereta api Pada daerah ini pemukiman berada di sebelah kanan kiri rel kereta api.

Pola pemukiman mengikuti alur sungai 4. umumnya terdapat di daerah pegunungan atau daerah dataran tinggi yang berelief kasar. dan terkadang daerahnya terisolir. . Pola pemukiman ini sengaja dibuat untuk mempermudah komunikasi antarkeluarga atau antarteman bekerja. Pada daerah ini pemukiman terbentuk memanjang mengikuti garis pantai. Sedangkan daerah pertambangan di pedalaman pemukiman memusat mendekati lokasi pertambangan. Mengikuti Garis Pantai Daerah pantai pada umumnya merupakan pemukiman penduduk yang bermata pencaharian nelayan. Hal itu untuk memudahkan penduduk dalam melakukan kegiatan ekonomi yaitu mencari ikan ke laut. Pola Pemukiman Terpusat Pola pemukiman ini mengelompok membentuk unit-unit yang kecil dan menyebar. Pola pemukiman mengikuti garis pantai B. Di daerah pegunungan pola pemukiman memusat mengitari mata air dan tanah yang subur. Penduduk yang tinggal di pemukiman terpusat biasanya masih memiliki hubungan kekerabatan dan hubungan dalam pekerjaan.

ladang. perkebunan dan peternakan . morfologinya rata dan relatif aman. Pola Pemukiman Tersebar. Mata pencaharian penduduk pada pola pemukiman ini sebagian besar dalam bidang pertanian. Pada daerah dataran tinggi atau daerah gunung api penduduk akan mendirikan pemukiman secara tersebar karena mencari daerah yang tidak terjal. Pola pemukiman tersebar terdapat di daerah dataran tinggi atau daerah gunung api dan daerahdaerah yang kurang subur.Pemukiman terpusat di daerah pegunungan C. Sedangkan pada daerah kapur pemukiman penduduk akan tersebar mencari daerah yang memiliki kondisi air yang baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful