You are on page 1of 16

1

Vitamin & mineral adalah mikronutrien yang sangat penting untuk membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin & mineral merupakan zat gizi yang mempunyai sifat antioksidan yang dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, seperti kanker.

VITAMIN
Disusun oleh : Rafael Yovan Staf pengajar Akper Dharma Insan Pontianak

Vitamin adalah golongan senyawa organik pelengkap makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh. Vitamin berperan sangat penting untuk pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, & fungsi2 tubuh lainnya agar metabolisme berjalan normal. Vitamin hanya diperlukan dalam jumlah sedikit, diabsorpsi tanpa dicerna & tidak ikut menyusun jaringan tubuh. Namun demikian vitamin memiliki fungsi khusus yang tidak dapat digantikan oleh zat lain. Vitamin bukan merupakan sumber energi, tetapi berfungsi sebagai regulator proses metabolik. Pada umumnya vitamin tidak dapat disintesis dalam jumlah yang mencukupi di dalam tubuh, sehingga harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Perkecualiannya ialah vitamin D yang dapat dibuat di kulit, asalkan kulit cukup mendapatkan sinar matahari. Vitamin lain yang disintesis di dalam tubuh adalah vitamin K & vitamin B12. Keduanya disintesis di dalam usus oleh bakteri. Di samping itu, tubuh dapat mengkonversi
β-karoten (provitamin) menjadi vitamin A. Vitamin digunakan sebagai koenzim &

antioksidan. Defisiensi vitamin dapat menyebabkan penyakit. Pemanasan saat memasak, serta cahaya matahari dapat menghancurkan vitamin. Vitamin yang terdapat dalam bahan makanan hanya dalam jumlah relatif kecil. Vitamin yang larut dalam air disebut prakoenzim (procoenzyme). Vitamin2 ini dapat bergerak bebas dalam badan, darah & limfa. Karena sifat kelarutannya, vitamin yang larut dalam air mudah rusak dalam pengolahan & mudah hilang / terlarut bersama air selama pencucian bahan makanan. Di dalam tubuh, vitamin ini disimpan dalam jumlah terbatas & kelebihan vitamin akan dikeluarkan / diekskresikan melalui urin. Oleh karena itu,

2

untuk mempertahankan saturasi jaringan, vitamin ini harus sering dikonsumsi. Vitamin yang larut dalam air ini terdiri dari : - Vitamin B1 (tiamin) → C12H17ON4S - Vitamin B2 (riboflavin) → C17H20O6N4 - Vitamin B3 (niasin) → C6H5O2N - Vitamin B5 (asam pantotenat) → C9H17O3N - Vitamin B6 (piridoksin) → C8H12O2N - Vitamin B11 (asam folat) → C12H12O6N7 - Vitamin B12 (sianokobalamin) → C63H90O14N14P9 - Vitamin H (biotin) → C10H16O3N2S - Vitamin C (asam askorbat) → C6H8O6
Vitamin yang larut dalam air (vitamin B kompleks & C) diabsorpsi bersama-sama dengan air dari traktus gastrointestinal. Perkecualiannya ialah vitamin B12 yang harus berikatan dengan faktor intrinsik gaster untuk diabsorpsi. Kebanyakan vitamin yang larut dalam air berperan

sebagai kofaktor enzim tertentu dalam mengkatalisis berbagai reaksi biokimia. Golongan vitamin yang larut dalam lemak disebut alosterin. Setelah diserap dalam tubuh, vitamin akan disimpan dalam jaringan2 lemak, terutama hati. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air, vitamin2 ini tidak diekskresikan. Akibatnya, di dalam tubuh dapat disimpan dalam jumlah banyak, sehingga kemungkinan terjadinya toksisitas jauh lebih besar. Vitamin yang larut dalam lemak ini terdiri dari : - Vitamin A (retinol) → C20H30O - Vitamin D (ergosterol / kalsiferol) → C28H44O - Vitamin E (tokoferol) → C29H50O2 - Vitamin K (filokinon) → C31H46O2
Vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E & K) berikatan dengan lipid yang dicerna & diabsorpsi bersama-sama dengan produk yang dicerna. Kecuali vitamin K, vitamin yang larut-lemak lebih

stabil daripada vitamin larut-air dan disimpan di dalam tubuh. Vitamin A & D mempunyai sifat menyerupai hormon, vitamin E memiliki sifat antioksidan, & vitamin K diperlukan bagi biosintesis faktor pembekuan darah. Konsumsi vitamin larut lemak yang berlebihan

3

dapat berefek toksik, misalnya vitamin A tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan karena bisa mempengaruhi janin. Karena vitamin B berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme energi, kebutuhan akan vitamin B meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi energi. Vitamin A, C & E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk metabolisme tubuh secara normal. Tabel 1 mencantumkan jumlah vitamin penting yang dibutuhkan sehari-hari oleh seorang manusia rata-rata. Kebutuhan ini bervariasi sekali, bergantung pada faktor2 seperti ukuran tubuh, kecepatan pertumbuhan, jumlah latihan, & kehamilan. Tabel 1. Jumlah kebutuhan vitamin harian.
Vitamin A Tiamin Riboflavin Niasin Asam askorbat D E K Asam folat B12 Piridoksin Asam pantotenat Jumlah 5000 IU 1,5 mg 1,8 mg 20 mg 45 mg 400 IU 15 IU 70 µg 0,4 mg 3 µg 2 mg tidak diketahui

Vitamin disimpan dalam jumlah kecil di dalam semua sel. Sebagian vitamin disimpan dalam jumlah besar di hati. Jumlah vitamin A yang disimpan di hati mungkin cukup untuk mempertahankan kebutuhan seseorang selama 5 sampai 10 bulan tanpa perlu asupan vitamin A. Jumlah vitamin D yang disimpan di hati cukup untuk mempertahankan kebutuhan seseorang selama 2 sampai 4 bulan tanpa asupan tambahan vitamin D. Penyimpanan sebagian besar vitamin larut air relatif sangat kecil.

4

Cadangan beberapa vitamin, terutama vitamin yang larut air (vitamin B & C) tidak akan bertahan lama selama kelaparan, kecuali vitamin B12 yang dapat tersimpan di hati sampai 1 tahun / lebih. Akibatnya, setelah kelaparan selama satu minggu / lebih, maka defisiensi vitamin yang ringan biasanya mulai timbul, & setelah beberapa minggu, dapat terjadi defisiensi vitamin yang berat. Defisiensi vitamin C dalam waktu 20 sampai 30 minggu dapat menimbulkan kematian. Vitamin A Sumber vitamin A adalah karoten & karotenoid yang banyak terdapat dalam bahan2 nabati sebagai provitamin. Dalam jaringan hewan, vitamin A diperoleh dalam bentuk retinol. Vitamin A stabil di bawah atmosfer, tetapi cepat kehilangan aktivitasnya bila dipanaskan dengan adanya oksigen, terutama pada suhu tinggi. Vitamin A dapat rusak bila dioksidasi atau didehidrogenasi. Vitamin A dapat merangsang sitokin dalam tubuh, sehingga meningkatkan imunitas terhadap kanker. Vitamin ini tidak terdapat dalam makanan yang berasal dari sayuran, tetapi provitamin untuk pembentukan vitamin A banyak sekali terdapat dalam sebagian besar sayursayuran. Provitamin tersebut berupa pigmen karotenoid kuning & merah. Struktur kimianya mirip dengan vitamin A, sehingga dapat diubah menjadi vitamin A di hati. Vitamin A (provitamin A) banyak terdapat dalam wortel, ubi merah, aprikot, bayam, pepaya, jeruk, tomat, selada air, cabai merah, melon, & jambu.

Defisiensi vitamin A menyebabkan rabun senja & pertumbuhan sel epitel yang abnormal. Fungsi dasar vitamin A adalah membentuk pigmen retina mata & mencegah rabun senja. Vitamin A juga penting untuk pertumbuhan normal sebagian besar sel tubuh, khususnya pertumbuhan & proliferasi normal berbagai jenis sel epitel. Jika kekurangan vitamin A, maka struktur epitel tubuh cenderung menjadi bertingkat & berkeratin. Gejala defisiensi vitamin A adalah : - kulit bertanduk, & kadang2 jerawat. - kegagalan pertumbuhan hewan berusia muda, termasuk terhentinya pertumbuhan tulang.

5

- kegagalan reproduksi, atrofi epitel germinal testis & terganggunya daur haid wanita. - keratinisasi kornea yang menimbulkan kekeruhan kornea & kebutaan. Vitamin A disebut sebagai vitamin anti-infeksi. Pada defisiensi vitamin A, struktur epitel yang rusak seringkali menjadi terinfeksi, misalnya : konjungtiva mata, sel yang melapisi traktus urinarius, & saluran pernafasan.
Vitamin A & D bersifat racun dalam jumlah berlebihan. Vitamin A (retinol) bersifat toksik ketika dicerna melebihi 50.000 IU per hari dalam waktu bulanan. Gejalanya : mual, muntah, tidak nafsu makan, sakit kepala, hilangnya rambut, nyeri tulang & sendi, kerapuhan tulang, pembesaran hati & limpa ; dapat meningkatkan resiko kanker paru pada perokok.

Percobaan terhadap vitamin A
Bila pada larutan vitamin A yang cukup murni ditambahkan pereaksi Carr-Price ( = larutan antimon triklorida dalam kloroform) akan timbul warna biru. Warna biru ini cepat mencapai intensitas maksimal & kemudian berubah menjadi merah coklat. Intensitas warna ini sesuai dengan kadar vitamin A di dalam larutan. Cara kerja : masukkan 1 ml minyak ikan ke dlm 2 ml pereaksi Carr-Price. Hasil percobaan : larutan berwarna ungu (kadar vitamin A banyak).

Vitamin B1 Vitamin B1 atau tiamin mengandung sistem dua cincin, yaitu inti pirimidin & thiazol. Dalam tanaman terutama serealia, vitamin B1 terdapat dalam keadaan bebas, sedangkan dalam jaringan hewan terdapat sebagai koenzim, yaitu tiamin pirofosfat (TPP). Tiamin bersifat larut dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut lemak. Dalam larutan netral atau alkalis, tiamin mudah rusak, sedangkan dalam keadaan asam tahan panas. Tiamin stabil pada pemanasan kering, tetapi mudah terurai oleh zat–zat pengoksidasi & terhadap radiasi sinar ultraviolet. Tiamin bekerja pada sistem metabolisme tubuh terutama dalam bentuk tiamin pirofosfat. Defisiensi tiamin (beriberi) menyebabkan penurunan penggunaan asam

6

piruvat & sebagian asam amino oleh jaringan, tetapi terjadi peningkatan penggunaan lemak. Jadi, tiamin secara khusus diperlukan untuk metabolisme akhir karbohidrat & banyak asam amino. Defisiensi tiamin menyebabkan lesi pada sistem saraf pusat & perifer. Pada defisiensi tiamin, penggunaan glukosa oleh jaringan saraf dapat berkurang sampai 50 hingga 60 persen & digantikan oleh penggunaan benda keton. Sel neuron sistem saraf pusat sering kali memperlihatkan adanya kromatolisis & pembengkakan selama defisiensi tiamin. Ini merupakan ciri khas sel neuron dengan nutrisi yang buruk. Perubahan seperti ini dapat mengganggu hubungan banyak bagian di dalam sistem saraf pusat. Defisiensi tiamin dapat menyebabkan degenerasi selubung mielin serabut saraf baik pada saraf perifer maupun sistem saraf pusat. Lesi pada saraf perifer sering kali menyebabkan saraf2 ini menjadi sangat teriritasi, sehingga terjadi polineuritis yang ditandai dengan nyeri yang menjalar. Kadang2 dapat terjadi paralisis & otot menjadi atrofi mengakibatkan kelemahan yang berat. Defisiensi tiamin melemahkan jantung & menyebabkan vasodilatasi perifer. Orang dengan defisiensi tiamin yang berat akhirnya dapat mengalami gagal jantung. Edema perifer & asites juga terjadi dengan hebat pada sebagian orang dengan defisiensi tiamin, terutama karena gagal jantung. Defisiensi tiamin menyebabkan gangguan saluran cerna. Gejalanya : gangguan pencernaan, konstipasi berat, anoreksia, atoni usus, & hipoklorhidria. Gambaran keseluruhan defisiensi tiamin yang dinamakan beriberi terdiri dari : polineuritis, gejala2 kardiovaskuler & gangguan saluran cerna (terutama jika gejala kardiovaskulernya mencolok). Tidak ada keuntungan memakan tiamin melebihi kecukupan yang dianjurkan, karena kelebihan akan diekskresi. Kelebihan konsumsi tiamin tidak akan menimbulkan bahaya keracunan.

7

Percobaan terhadap vitamin B1: metode tiokrom
Tuanglah 3 ml bahan yang akan diperiksa ke dalam tabung reaksi & campurlah dgn 2 ml larutan ferisianida alkalis yang baru dibuat. Setelah kira-kira 11-30 detik, tambahkan 3 ml larutan peroksida alkohol. Lihat ada tidaknya fluoresensi di bawah sinar ultra violet. Hasil percobaan vitamin B1 dgn metode tiokrom : kuning muda (bening) ; berfluoresensi warna biru muda di bawah sinar ultra violet.

Riboflavin (vitamin B2 ) Riboflavin biasanya berikatan dengan asam fosfat di dalam jaringan untuk membentuk 2 koenzim : flavin mononukleotida (FMN) & flavin adenin dinukleotida (FAD). Pada manusia, tidak diketahui terdapat kasus defisiensi riboflavin yang cukup berat sehingga mengakibatkan kelemahan yang nyata. Tetapi defisiensi riboflavin ringan mungkin sering terjadi ; menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar pada kulit & mata, pecahnya sudut mulut, nyeri kepala, depresi mental, mudah lupa, dll. Walaupun manifestasi defisiensi riboflavin biasanya relatif ringan, defisiensi ini sering terjadi berhubungan dengan defisiensi tiamin, niasin, atau keduanya. Banyak sindrom defisiensi, meliputi pelagra, beriberi, sprue, & kwasiorkor, mungkin disebabkan oleh kombinasi defisiensi sejumlah vitamin, serta aspek malnutrisi yang lain. Tidak ada akibat samping bila mengkonsumsi riboflavin dalam jumlah tinggi.

Niasin / asam nikotinat Niasin bukan suatu vitamin sejati karena zat ini dapat disintesis dalam tubuh dari asam amino esensial triptofan. Vitamin ini bekerja di dalam tubuh sebagai koenzim dalam bentuk nikotinamida adenin dinukleotida (NAD), & nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP). Koenzim2 ini adalah akseptor hidrogen. Pada stadium awal defisiensi niasin, kelainan fisiologis yang sederhana seperti kelemahan otot & sekresi kelenjar yang buruk dapat terjadi. Pada defisiensi niasin yang berat, dapat terjadi kematian jaringan yang nyata. Tampak lesi patologis di banyak bagian sistem saraf pusat, & dapat terjadi demensia permanen / mungkin muncul

8

beragam jenis psikosis. Kulit mengalami penebalan yang berdeskuamasi, berpigmen pada bagian2 yang terpapar iritasi mekanis / terkena radiasi sinar matahari. Kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan akibat iritasi. Defisiensi niasin menyebabkan iritasi & inflamasi selaput lendir mulut & bagian saluran cerna lain secara hebat, menimbulkan banyak kelainan pencernaan yang menyebabkan perdarahan saluran cerna yang luas pada kasus yang parah. Kelebihan vitamin B3 / niasin (nikotinamida) adalah akibat dari megadosis. Gejalanya berupa : hiperglikemia ; vasodilatasi yang menyebabkan kulit kemerah-merahan & rasa gatal ; kemungkinan kerusakan hati ; gout.

Asam pantotenat Asam pantotenat terutama diubah menjadi koenzim A yang mempunyai banyak peran metabolisme dalam sel. Kekurangan asam pantotenat dapat menyebabkan metabolisme karbohidrat maupun lemak menjadi tertekan. Pada manusia, tidak pernah dibuktikan adanya sindrom defisiensi yang pasti. Diperkirakan karena hampir dalam setiap jenis makanan ditemukan vitamin ini, & karena sejumlah kecil vitamin ini mungkin dapat disintesis di dalam tubuh. Hal ini tidak berarti bahwa asam pantotenat tidak penting dalam sistem metabolisme tubuh.
Akibat kelebihan vitamin B5 (asam pantotenat), B12, biotin, & asam folat → tidak diketahui. Tugas anda adalah mencari referensi terbaru tentang hal ini, mungkin saja ada penemuan baru.

Vitamin B6 Di alam, vitamin B6 terdiri atas 3 bentuk senyawa, yaitu pirodoksin, pirodoksal, & pirodoksamin. Ketiga bentuk vitamin B6 terdapat dalam hewan maupun tumbuhan, terutama pada beras & gandum. Pirodoksin stabil terhadap pemanasan, alkali & asam. Pirodoksal & pirodoksamin mudah rusak oleh pemanasan, udara, & cahaya. Dari ketiga bentuk vitamin B6, hanya pirodoksin yang paling tahan terhadap pengaruh pengolahan & penyimpanan. Piridoksin terdapat dalam bentuk fosfat piridoksin di dalam sel & berfungsi sebagai koenzim pada banyak reaksi kimia yang berhubungan dengan metabolisme asam

9

amino & protein. Peran piridoksin yang paling penting yaitu sebagai koenzim dalam proses transaminasi untuk sintesis asam amino. Piridoksin berperan penting dalam metabolisme, terutama dalam metabolisme protein. Piridoksin bekerja pada pengangkutan beberapa asam amino melintasi membran sel. Pada anak, kadang2 defisiensi piridoksin menyebabkan kejang, dermatitis, & gangguan saluran cerna seperti mual & muntah. Akibat kelebihan vitamin B6 (piridoksin) adalah : refleks tendon tertekan, mati rasa & hilangnya sensasi (rasa) pada ekstrimitas, kesulitan berjalan, kerusakan saraf.

Asam folat (asam pteroilglutamat) Beberapa asam pteroilglutamat menunjukkan efek asam folat. Asam folat berfungsi sebagai pembawa gugus hidroksimetil & formil. Manfaat asam folat adalah dalam sintesis purin & timin yang dibutuhkan untuk pembentukan DNA. Seperti halnya vitamin B12 , asam folat dibutuhkan untuk replikasi gen seluler. Salah 1 fungsi paling penting dari asam folat ialah untuk menunjang pertumbuhan. Asam folat bahkan merupakan penunjang pertumbuhan yang lebih kuat daripada vitamin B12, & juga penting untuk pematangan sel darah merah. Efek defisiensi asam folat adalah terjadinya anemia makrositik yang hampir identik dengan anemia pernisiosa. Anemia ini sering dapat diobati secara efektif dengan asam folat saja. Vitamin B12 Defisiensi vitamin B12 menyebabkan anemia pernisiosa. Vitamin B12 menjalankan beberapa fungsi metabolisme, bertindak sebagai koenzim akseptor hidrogen. Fungsi vitamin ini yang paling utama adalah bekerja sebagai koenzim untuk mereduksi ribonukleotida menjadi deoksiribonukleotida, satu langkah yang dibutuhkan dalam replikasi gen. Fungsi utama vitamin B12 : meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan pembentukan & pematangan sel darah merah. Satu jenis anemia yang disebabkan oleh kegagalan pematangan sel darah merah yaitu anemia pernisiosa, terjadi jika kekurangan vitamin B12.

10

Defisiensi vitamin B12 menyebabkan demielinasi serabut saraf besar pada medulla spinalis. Demielinasi serabut saraf pada orang dengan defisiensi vitamin B12 terjadi terutama di kolumna posterior, & kadang2 kolumna lateral medulla spinalis. Akibatnya banyak pasien anemia pernisiosa menderita kehilangan sensasi perifer, & pada kasus yang berat bahkan menjadi lumpuh. Penyebab defisiensi vitamin B12 yang umum bukan karena kurangnya vitamin ini dalam makanan, melainkan defisiensi pembentukan faktor intrinsik yang biasanya disekresi oleh sel parietal kelenjar lambung. Faktor intrinsik ini penting untuk absorpsi vitamin B12 oleh mukosa ileum. Vitamin C Vitamin C di alam terdapat dalam bentuk teroksidasi (asam askorbat) & tereduksi (asam dehidroaskorbat). Keduanya memiliki keaktifan sebagai vitamin C. Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayur-sayuran berwarna hijau & buah-buahan terutama yang masih segar. Vitamin C larut dalam air & agak stabil dalam larutan asam, tetapi mudah dioksidasi terutama bila dipanaskan. Proses oksidasi akan dipercepat dengan adanya tembaga, oksigen & alkali. Vitamin C dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Vitamin ini banyak terdapat dalam jambu biji, brokoli, daun singkong & stroberi. Defisiensi asam askorbat melemahkan serabut kolagen seluruh tubuh. Asam askorbat penting untuk mengaktifkan enzim prolil hidroksilase yang menunjang pembentukan hidroksiprolin, suatu unsur integral kolagen. Tanpa asam askorbat, maka serabut kolagen yang terbentuk di semua jaringan tubuh menjadi cacat & lemah. Vitamin ini penting untuk pertumbuhan & kekuatan serabut di jaringan subkutan, kartilago, tulang & gigi. Defisiensi asam askorbat menyebabkan skorbut. Defisiensi asam askorbat selama 20 sampai 30 minggu (sering terjadi dalam pelayaran
yang lama di masa lalu) dapat menyebabkan skorbut. Efek skorbut adalah kegagalan

penyembuhan luka yang disebabkan oleh kegagalan sel untuk menyimpan fibril kolagen & zat perekat interseluler. Kekurangan asam askorbat juga menyebabkan terhentinya

11

pertumbuhan tulang. Sel dari epifise yang sedang tumbuh terus berproliferasi, tetapi tidak ada kolagen baru yang terdapat di antara sel, & tulang mudah fraktur. Dinding pembuluh darah menjadi sangat rapuh pada skorbut karena : - kegagalan sel endotel untuk saling merekat satu sama lain dengan baik. - kegagalan pembentukan fibril kolagen yang biasanya terdapat di dinding pembuluh darah. Kapiler sangat mudah ruptur & terjadi banyak perdarahan petekie kecil di seluruh tubuh. Perdarahan di bawah kulit dapat menyebabkan bercak purpura, kadang2 di seluruh permukaan tubuh. Pada skorbut yang hebat, kadang2 terjadi fragmentasi sel otot ; terjadi lesi pada gusi yang disertai dengan gigi goyang ; timbul infeksi mulut ; & muntah darah, feses berdarah, & dapat terjadi perdarahan otak. Akhirnya, seringkali terjadi demam tinggi sebelum timbul kematian. Kelebihan vitamin C (asam askorbat) adalah akibat dari megadosis ( 10 kali / lebih dari RDA). Gejalanya berupa diare ; peningkatan mobilisasi mineral tulang & peningkatan koagulasi darah ; kadar asam urat meningkat & bertambah parahnya gout, pembentukan batu ginjal.

Vitamin D Jenis vitamin D yang penting yaitu vitamin D2 (ergokalsiferol) & vitamin D3 (kolekalsiferol). Sumber vitamin D2 banyak terdapat dalam bahan nabati seperti ragi & jamur, sedangkan vitamin D3 banyak terdapat dalam minyak hati ikan. Pada umumnya vitamin D stabil terhadap pemanasan, asam & oksigen. Vitamin D secara lambat dapat didestruksi bila lingkungannya alkalis, terutama bila terdapat udara & cahaya. Pemanasan dengan hidrogen peroksida tidak merusak vitamin D, tetapi vitamin A akan rusak. Vitamin D meningkatkan absorpsi kalsium dari saluran cerna & juga membantu mengontrol penyimpanan kalsium di tulang. Vitamin D terutama meningkatkan pembentukan protein pengikat-kalsium di sel epitel usus yang membantu absorpsi kalsium.

12

Karena vitamin D hanya sangat sedikit dalam makanan alami; maka bayi, wanita hamil & laktasi serta orang yang sedikit terpapar sinar matahari sebaiknya menggunakan suplemen vitamin D (atau makanan yang tersuplementasi, misalnya: susu fortifikasi). Vitamin D (faktor antirakhitis) dalam jumlah 1800 IU / hari bersifat toksik pada anak2, & dosis masif menginduksi toksisitas pada orang dewasa. Gejala : muntah, diare, kelemahan, penurunan berat badan, hiperkalsemia & kalsifikasi jaringan lunak, kerusakan jantung & ginjal yang ireversibel.

Vitamin E Vitamin E, zat alfa-tokoferol quinone & quinone epoxid (produk utama vitamin E), dapat terserap ke lapisan epidermis kulit, sehingga mencegah kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet. Vitamin E dapat ditemui dalam kacang kedelai, jagung, & gandum. Jarang sekali ditemukan kasus defisiensi vitamin E pada manusia. Defisiensi vitamin E mencegah pertumbuhan yang normal & sering menyebabkan degenerasi sel tubulus ginjal & sel otot. Vitamin E memberikan perlindungan untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh. Bila tidak ada vitamin E, jumlah lemak tak jenuh di dalam sel berkurang, menimbulkan kelainan struktur & fungsi dari organel seluler seperti mitokondria, lisosom, & bahkan membran sel. Vitamin E (faktor antisterilitas) memberikan sedikit efek samping walaupun dalam dosis masif. Akibat dari kelebihan vitamin E adalah : perlambatan penyembuhan luka, berkurangnya perlekatan platelet & peningkatan waktu pembekuan darah.

Vitamin K Vitamin K penting untuk pembentukan protrombin, Faktor VII (prokonvertin), Faktor IX, & Faktor X oleh hati, yang semuanya penting pada koagulasi darah. Bila terjadi defisiensi vitamin K, maka pembekuan darah terhambat. Karena vitamin K disintesis oleh bakteri dalam kolon, sangat jarang dijumpai seseorang yang mempunyai kecenderungan perdarahan karena defisiensi vitamin K di dalam makanan. Akan tetapi, jika bakteri kolon dihancurkan akibat pemberian sejumlah besar

13

obat antibiotik, maka defisiensi vitamin K segera terjadi karena tidak adanya senyawa ini dalam makanan normal. Akibat kelebihan vitamin K (vitamin koagulasi) → tidak diketahui, vitamin ini tidak disimpan dalam jumlah besar. Tabel 2. Vitamin larut lemak. Vitamin A
Produk

Sumber
susu, hati, ginjal,

Fungsi
persepsi penglihatan (sintesis rodopsin yang diperlukan untuk pigmen penglihatan)

Akibat defisiensi
Kulit kering, luka pada kulit, rabun senja & xeroftalmia (kornea menjadi kering keruh), hambatan pertumbuhan tulang & gigi.

kuning telur, sintesis di usus dari β-karoten yang berasal dari sayuran hijau & wortel

;

mempertahankan sel-sel / pertumbuhan jaringan epitel, gigi & tulang ; antioksidan

D

Minyak ikan, kuning telur, juga disintesis di kulit dengan bantuan sinar ultraviolet

Membantu penggunaan fosfor ; hormon

absorpsi kalsium

& &

Kegagalan kalsifikasi tulang yang mengakibatkan riketsia pada anak2 / osteomalasia pada dewasa

yang

berperan

dalam mineralisasi tulang

E (tokoferol)

Kacang - kacangan, minyak biji-bijian & sayuran daun hijau, susu, telur, ikan, daging

Menghambat hemolisis sel darah merah ; membantu penyembuhan luka & fungsi saraf. Pertumbuhan jaringan & integritas membran sel (mencegah kerusakan membran lipid sel) ; antioksidan

Peningkatan kerapuhan sel darah merah, dapat menyebabkan anemia

K

Hati,

bayam,

dibuat

oleh

Sintesis faktor2 pembekuan darah, metabolisme tulang

Perdarahan akibat kegagalan pembekuan darah

bakteri usus ; diberikan melalui suntikan saat bayi baru lahir.

14

Tabel 3. Vitamin larut air. Vitamin
Tiamin (B1)

Sumber
Gandum, ragi, hati, daging babi

Fungsi
Koenzim pada metabolisme karbohidrat, diperlukan untuk produksi asetilkolin Koenzim pada metabolisme karbohidrat & protein

Akibat defisiensi
Perubahan saraf, gagal jantung, beri-beri

Riboflavin (B2)

Produk susu, daging, telur, gandum, & sereal jeroan, biji-bijian, tumbuhan polong, sayuran

Dermatitis, lesi kulit, sensitivitas terhadap cahaya & penglihatan kabur, katarak

Niasin (B3) (asam nikotinat)

Daging, kacang, ikan, tumbuhan polong Disintesis dari asam amino triptofan

Koenzim pada metabolisme energi. (pembentukan energi dari glukosa) Membantu pemecahan kolesterol; sintesis asam lemak

Pellagra (kulit kasar) → gejala khas 4D (dermatitis, diare, demensia, death = kematian)

Asam pantotenat (B5) Piridoksin (B6)

hati, kuning telur, susu, tauge

metabolisme ; sintesis asetilkolin

radang kulit, nafsu makan menurun, insomnia

daging babi, jeroan, biji-bijian, tanaman polong, kentang, pisang

sintesis & katabolisme asam amino ; sintesis antibodi & neurotransmiter

peradangan kulit, anemia

Sianokobalamin (B12)

Hati, ginjal, produk hewani & susu, ragi, telur. Diperlukan faktor intrinsik lambung untuk absorpsi vitamin ini. Sayuran daun hijau, kacang, produk2 gandum, hati, kacang merah, jeruk, melon

Koenzim untuk sintesis RNA & DNA. Pertumbuhan & pematangan sel darah merah Sintesis nukleotida (pembentukan DNA), pembentukan sel darah merah

anemia pernisiosa, gangguan saraf

Asam folat

anemia megaloblastik (sel darah besar & imatur), defek tabung saraf pada janin (spina bifida)

15

Biotin

jeroan, kuning telur, tomat

sintesis asam lemak, asam amino & purin (dibutuhkan untuk DNA & RNA) Membantu penyembuhan jaringan & luka (pembentukan kolagen, pembentukan & integritas jaringan) , Antioksidan, penyerapan zat besi

depresi, kurang nafsu makan

C (asam askorbat)

Buah-buahan segar & sayuran (buah sitrus, tomat)

Sariawan, imunitas rendah, hambatan penyembuhan luka, kerapuhan pembuluh darah → petekie (perdarahan titik2 kecil), memar.

Ringkasan
Vitamin adalah zat organik yang berperan penting pada metabolisme & dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Vitamin tidak digunakan untuk energi & tidak bertindak sebagai pembangun struktur. Umumnya vitamin berperan sebagai koenzim di dalam proses biokimia tubuh & mempengaruhi pertumbuhan organisme. Contoh : Vitamin B riboflavin bertindak sebagai koenzim FAD & niasin sebagai NAD+ dalam oksidasi glukosa untuk energi. Tanpa vitamin ; karbohidrat, protein maupun lemak yang dimakan tidaklah berguna. Setiap vitamin memiliki fungsi spesifik. Suatu vitamin tidak dapat menggantikan yang lain. Banyak reaksi tubuh memerlukan beberapa vitamin & kekurangan 1 vitamin saja dapat mengganggu aktivitas yang lainnya.

16

Sumber referensi topik Vitamin & Mineral :

Almatsier S. 2005. Prinsip dasar ilmu gizi. hal 192 – 217, 261 – 273. Yazid E, Nursanti L. 2006. Penuntun praktikum Biokimia untuk mahasiswa analis. Penerbit ANDI Yogyakarta. hal 121-137 James J, Baker C, Swain H. 2008. Prinsip sains utk keperawatan. Penerbit Erlangga. Fisiologi Guyton, 2008 hal 920 - 925 Coad J & Dunstall M, 2007 hal 246 – 250 Scanlon VC & Sanders T, 2007, Buku ajar anatomi & fisiologi, edisi 3. Marieb EN. 2001. Human anatomy & physiology. hal 955 – 958. Penuntun praktikum Biokimia FKUAJ. Buku Biologi SMA

Baca juga : topik mineral