PRA-REGISTRASI: SIRUP KLOROKUIN SULFAT

1. INFORMASI PRODUK Nama obat Jadi Bentuk sediaan Kemasan Produsen Indikasi : Sirup Klorokuin Sulfat : Sirup :Klorokuin sulfat harus disimpan dalam wadah tertutup baik terlindung dari cahaya. : PT. Serena : Digunakan untuk pengobatan malaria pada anak-anak.

2. PERSYARATAN MUTU 2.1 Spesifikasi Mutu Obat Jadi Komposisi: Tiap 60 ml mengandung: Bahan aktif Klorokuin sulfat Bahan tambahan Pewarna (Allura red) Pengawet (Metil Paraben) Sukrosa Essence cherry Aqua Purificata Jumlah 1200 mg Jumlah 0,3 mg 0,5 mg 36 gram 1 ml Ad 60 ml

Pemerian: Sirup berwarna merah, berbau cherry dengan rasa manis. Identifikasi:Klorokuin Sulfat: positif Volume rata-rata: 60 ml Kadar : Mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% dari Klorokuin Sulfat yang tertera dalam label.

1

Penetapan kadar: Titrasi Bebas Air Pentiter :HCLO4 0. lakukan penetapan menggunakan larutan 10%. dan 343 nm dengan serapan berturut-turut adalah lebih kurang 0. H2SO4 BM 436. pH: Antara 4. praktis tidak larut dalam etanol . Pemerian: Serbuk hablur.0 dan 5.0% dari C18H26ClN3.0 Klorokuin sulfat mengandung tidak kurang dari 98. dihitung terhadap zat anhidrat.1 Spesifikasi zat aktif Klorokuin Sulfat (FI IV.78.2.329 nm. 207-208) C18H26ClN3. Kelarutan: Larut dalam 3 bagian air. tidak berbau atau hamper tidak berbau. b.2.1 N Pelarut :Asam Asetat Glasial Indikator : Kristal Violet 2 .2 Spesifikasi Mutu Bahan Baku 2. H2SO4 . agak sukar larut dalam eter dan dalam kloroform.0% dan tidak lebih dari 101.92. 0.0. Baku pembanding : Klorokuin BPFI Identifikasi: a. putih atau hamper putih.2 N HCL pada panjang gelombang 257 nm.88 dan 0. Spektrum serapan inframerah larutan klorokuin sulfat menunjukkan maksimum pada panjang gelombang yang sama seperti pada Klorokuin Sulfat BPFI. Spektrum serapan UV larutan 20 ppm dalam 0.

dan disuntikkan secara terpisah masing-masing sejumlah volume yang sama (20µl). laju alir 1. fase gerak metanol : air (20:80). Konsentrasi klorokuin sulfat dalam sampel diukur dengan instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan kolom C-18. Perhitungan Hitung normalitas pentiter HCLO4 N HCLO4 = Kadar sampel Kadar zat dalam sampel =                 Penetapan Kadar Menggunakan Instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Larutan baku untuk menentukan kurva baku dibuat dalam beberapa konsentrasi yaitu 1. hingga indikatornya berubah. 15. 3 . warna dari kuning menjadi biru hijau. Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah tertutup rapat. 25. tiap kali dengan 25 ml kloroform P. kumpulkan ekstrak kloroform dan uapkan sampai volume lebih kurang 10 ml. Preparasi sampel Larutkan 500 mg klorokuin sulfat dalam 100 ml air. larutkan dalam 8 ml asam asetat glacial tambahkan indicator lalu titrasi dengan menggunakan HCLO4. dan 30 ppm. 5.Pembuatan Baku Standarisasi Timbang ± 100 mg kalium biftalat.45µm dan digunakan filtrate yang jernih.tambahkan 20 ml natrium hidroksida 1 N dan ekstraksi 4 kali. Filtrat dimasukkan kedalam vial KCKT.0 ml/menit. Respon puncak utama yang muncul direkam dan diukur dalam kromatograf. 20. dan panjang gelombang deteksi 257 nm. 10. tambahakan 40 ml asam asetat glacial P dan lakukan titrasi menggunakan HCLO4 dengan indicator kristal violet sehingga berubah warna dari kuning menjadi biru hijau. Larutan baku dan larutan sampel kemudian disaring melalui penyaring dengan porositas 0.

Kelarutan Sukar larut dalam air.2 Spesifikasi Bahan Tambahan 1. putih. mudah larut dalam ethanol dan dalam eter. mempunyai sedikit rasa terbakar.551) C8H8 O3 BM 152.15 Metil Paraben mengandung tidak kurang dari 99.5% C8 H8O3.2. dalam benzena dan dalam karbon tetraklorida. Jarak Lebur Antara 1250-1280 4 . Identifikasi: Spectrum serapan infra merah zat yang telah dikeringkan dan didispersikan dalam minyak mineral P menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada metal paraben BPFI.2. tidak berbau atau berbau khas lemah. Metil Paraben (Nipagin) (F IV. tidak berwarna atau serbuk hablur.0% dan tidak lebih dari 100. Baku pembanding Metal paraben BPFI lakukan pengeringan diatas silica gel selama 5 jam sebelum digunakan. Pemerian Hablur kecil. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Larutannya netral terhadap lakmus. sukar larut dalam etanol. Rotasi Jenis tidak kurang dari +65.lakukan penetapan menggunakanlarutan 2.90 . lebih mudah larut dalm air mendidih. Susut pengeringan dan sisa pemijaran seperti yang tertera pada Butilparaben. atau serbuk hablur putih tidak berbau.6 gram dalam 10 ml. zat sebelumnya dikeringkan pada suhu 1050 selama 2 jam. Kelarutan Sangat mudah larut dalam air.Syarat Lain Memenuhi syarat uji keasaman. Khasiat dan penggunaan: Pengawet 2. 5 . tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik. Pemerian Hablur putih atau tidak berwarna.massa hablur atau berbentuk kubus. stabil di udara. Beta vulgaris Linne (familia Chenopodiace) dan sumber-sumber lain.rasa manis. Tidak mengandung bahan tambahan. Sukrosa C12H22 O11 342.30 Sukrosa adalah gula yang diperoleh dari Saccharum officinarum Linne (familia Graminae).

Sulfat Tidak lebih dari 60 ppm. tambahkan 1 ml HCL 0. lakukan penetapan menggunakan 2.46 6 . Klorida Tidak lebih dari 35 ppm.lakukan penetapan menggunakan 5. lakukan penetapan dengan melarutkan 4.Sisa Pemijaran Tidak lebih dari 0.0 gram.0 gram dan tidak lebih keruh dari 0.05% .0 gram dalam 15 ml air. lakukan penetapan menggunakan 5. Khasiat dan penggunaan: Pemanis 3. Logam Berat Tidak lebih dari 5 ppm.30 ml asam sulfida 0.12 N dan encerkan dengan air hingga 25 ml.020 N yang diperlakukan sama. Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik. larutan tetap jernih selama minimum 1 menit.0 gram dan tidak lebih keruh dari 0.020 N yang diperlakukan sama. Kalsium Pada 10 ml larutan (1 dalam 10)tambahkan 1 ml ammonium oksalat LP.10 ml asam klorida 0.Allura Red (Wikipedia) C20H11 N2 Na3 O10S3 604.

tidak terjadi warna biru. Titik lebur > 300 derajat Celcius. tidak mempunyai rasa. 4. yang dikerjakan dengan cara yang sama. tidak terjadi warna merah.02 Air suling dibuat dengan cara menyuling air yang dapat diminum. Aqua Purificata (FI IV. Kalsium: Pada 100 ml tambahkan 2 ml larutan amonium oksalat P. warna tidak lebih tua dari warna larutan pembanding yang dibuat dengan mencampur 50 ml air bebas amoniak P dan 2 ml amonium klorida encer P. tidak terjadi kekeruhan. tetapi juga dapat digunakan baik sebagai garam kalsium dan kalium. tidak berwarna. 112) H2 O BM 18. Besi. cairan tetap jernih dan tidak berwarna. Pemerian Merupakan bubuk merah gelap yang biasanya berupa garam natrium. Allura Red AC awalnya diperkenalkan di Amerika Serikat sebagai pengganti untuk penggunaan bayam sebagai pewarna makanan.Allura Red AC pewarna azo merah yang digunakan sebagai pewarna makanan dan memiliki nomor E E129. Amati warna dalam tabung pembanding di atas dasar putih. Amonium: Pada 50 ml tambahkan 2 ml larutan kalium tetraiodohidrargirat (II) basa P. tidak berbau. Pemerian: Cairan jernih. Keasaman-kebasaan: Pada 10 ml tambahkan 2 tetes larutan metil merah P. Kelarutan Sangat larut dalam air. 7 . Pada 10 ml tambahkan 5 tetes larutan biru bromtimol P. tembaga dan timbal: Pada 100 ml tambahkan 1 tetes larutan natrium sulfida P.

biarkan selama 5 menit. biarkan selama 5 menit. Zat teroksidasi: Didihkan 100 ml dengan 10 ml asam sulfat encer P dan 0. cairan jernih tidak berwarna. Karbondioksida: Pada 25 ml tambahkkan 25 ml larutan kalsium hidroksida P.5 ml kalium permanganat 0.01 N. tidak terjadi warna biru pada bidang batas. Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik. biarkan selama 5 menit. 8 .001% b/v. Sulfat: Pada 10 ml tambahkan 1 ml larutan barium klorida P. Nitrat: Tuangkan hati-hati 5 ml di atas 5 ml larutan difenilamina P.Klorida: Pada 10 ml tambahkan 1 ml larutan perak nitrat P. Sisa penguapan: Tidak lebih dari 0. cairan jernih tidak berwarna. larutan jernih. warna tidak hilang. penguapan dilakukan di atas tangas air hingga kering.

5 mg 36 gram 1 ml Hingga 60 mL 1.2 Prosedur Pembuatan Penyiapan sirup simplex -dididihkan aquapurificata -dimasukkan sukrosa lalu dihomogenkan hingga merata -disaring -ditambahkan metil paraben Pencampuran bahan -diambil 1/3 bagian sirup simplex lalu dimixing dengan klorokuin sulfat -diambil 1/3 bagian sirup simplex lainnya lalu dimixing dengan essence cherry beserta allura red.3. -dihomogenkan kedua bagian diatas.1 Formula Nama Bahan Jumlah per botol Jumlah per bets (besar bets: 1000 botol) Klorokuin sulfat Pewarna (Allura red) Pengawet (Metil Paraben) Sukrosa Essence cherry Aquapurificata 1200 mg 0.2 kg 300 mg 500 mg 36 kg 1L Hingga 60 L 2.3 Pembuatan Obat Jadi 2.2.3 mg 0.3. lalu ditambahkan 1/3 bagian sirup simplex hingga 60 L. 9 .

Spektrum serapan UV larutan 20 ppm dalam 0. kumpulkan ekstrak kloroform dan uapkan sampai volume lebih kurang 10 ml. Penetapan kadar: Titrasi Bebas Air Pentiter :HCLO4 0. 0. b. larutkan dalam 8 ml asam asetat glacial tambahkan indicator lalu titrasi dengan menggunakan HCLO4.1 N Pelarut :Asam Asetat Glasial Indikator : Kristal Violet Pembuatan Baku Standarisasi Timbang ± 100 mg kalium biftalat. lakukan penetapan menggunakan larutan 10%.2.0 dan 5.329 nm. pH: Antara 4. tiap kali dengan 25 ml kloroform P. dan 343 nm dengan serapan berturut-turut adalah lebih kurang 0.0.88 dan 0.2 N HCL pada panjang gelombang 257 nm.92. Perhitungan Hitung normalitas pentiter HCLO4 N HCLO4 = Kadar sampel Kadar zat dalam sampel =                 10 . Spektrum serapan inframerah larutan klorokuin sulfat menunjukkan maksimum pada panjang gelombang yang sama seperti pada Klorokuin Sulfat BPFI. hingga indikatornya berubah.4 Protap Metode Analisa Zat Aktif Identifikasi: a. warna dari kuning menjadi biru hijau.78.tambahkan 20 ml natrium hidroksida 1 N dan ekstraksi 4 kali. Preparasi sampel Larutkan 500 mg klorokuin sulfat dalam 100 ml air. tambahakan 40 ml asam asetat glacial P dan lakukan titrasi menggunakan HCLO4 dengan indicator kristal violet sehingga berubah warna dari kuning menjadi biru hijau.

0 ml larutan.1 Identifikasi: Waktu retensi puncak utama larutan uji sesuai dengan larutan baku.0 ml larutan. Larutan baku untuk menentukan kurva baku dibuat dalam beberapa konsentrasi yaitu 1. masukan ke labu tentukur 50 ml.  Pipet 5. Larutan baku dan larutan sampel kemudian disaring melalui penyaring dengan porositas 0.  Masukan kedalam labu tentukur 100 ml. dan disuntikkan secara terpisah masing-masing sejumlah volume yang sama (20µl). kocok. dan panjang gelombang deteksi 257 nm.  Tambahkan larutan metanol P sampai garis tanda.0 µg/ml). 5. kocok. 10. 11 .Penetapan Kadar Menggunakan Instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. kocok.0 mg Syrup Klorokuin Sulfat. Respon puncak utama yang muncul direkam dan diukur dalam kromatograf.  Tambahkan larutan metanol P sampai garis tanda. yang diperoleh pada penetapan kadar. Pembuatan Larutan Uji  Pipet setara 100. 2. Filtrat dimasukkan kedalam vial KCKT.0 mg Klorokuin Sulfat baku pembanding  Masukan kedalam labu tentukur 100 ml. kocok sampai larut. 25. kocok. saring (kons. saring. 2.2 Penetapan kadar: Pembuatan Larutan Baku  Timbang seksama sejumlah 30. fase gerak metanol : air (20:80).4.  Tambahkan 10 ml metanol P.0 ml/menit. laju alir 1. kocok sampai larut.  Encerkan dengan fase gerak fase gerak metanol : air (20:80) sampai garis tanda.  Pipet 5.+ 30.4.45µm dan digunakan filtrate yang jernih.4 Protap Metode Analisa Obat Jadi 2.  Encerkan dengan fase gerak metanol : air (20:80) sampai garis tanda. 15.  Tambahkan 10 ml metanol P. 20. masukan ke labu tentukur 50 ml. Konsentrasi klorokuin sulfat dalam sampel diukur dengan instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan kolom C-18. dan 30 ppm.

70oC.Cara Penetapan Suntikan secara terpisah masing-masing lebih kurang 10µl larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf. Setelah dimasukkan ke dalam oven selama 15 menit. Perhitungan Kadar Klorokuin Sulfat bahan aktif : (%)   Keterangan : Ru Rb Mb Msp : Luas area larutan uji : Luas area larutan baku : Berat baku pembanding yang ditimbang (mg) : Berat sampel yang ditimbang (mg) Persyaratan Mengandung tidak kurang dari 98.4. dimasukkan ke dalam oven pada masingmasing suhu yaitu 50oC. ukur respons puncak utama. Pada waktu-waktu tertentu diambil masingmasing 2 wadah dari tiap suhu. lalu dimasukkan ke dalam wadah inert yang tertutup kedap. 12 .0% dari Klorokuin Sulfat yang tertera dalam label. Sediaan yang akan diuji diencerkan sehingga konsentrasinya menjadi ± 20 ppm. Jumlah sampel disesuaikan dengan jumlah titik pengambilan sampel dan replikasi penentuan kadar.3 Stabilitas Pengujian Stabilitas Sediaan Sirup Klorokuin Sulfat Menggunakan Variasi Suhu yang Dinaikkan dengan Uji Dipercepat. kemudian dilakukan penentuan konsentrasi awal (C0). Logaritma laju penguraian spesifik kemudian diplot terhadap kebalikan dari temperatur mutlak. dan hasilnya berupa garis lurus diekstrapolasi sampai temperatur ruang k25o digunakan untuk memperoleh pengukuran kestabilan obat pada kondisi penyimpanan biasa. 2. Sampel kemudian disiapkan untuk penentuan kadar yang tersisa menggunakan instrumen KCKT. 60oC. Sampel yang telah disiapkan. Konsentrasi yang diperoleh kemudian diplot terhadap waktu sehingga diperoleh nilai k (konstanta laju reaksi) untuk penguraian obat dalam larutan pada tiap suhu yang dinaikkan.0% dan tidak lebih dari 101. lalu didinginkan pada lemari es untuk menghentikan penguraian.

20. Larutan baku dan larutan sampel kemudian disaring melalui penyaring dengan porositas 0.0 ml/menit. pastikan tidak ada gelembung udara). fasa gerak metanol : air (20:80). Larutan baku untuk menentukan kurva baku dibuat dalam beberapa konsentrasi yaitu 1.Lakukan pengujian dengan cara : -Timbang piknometer kosong (bertutup) hingga dicapai berat konstan.2 g/ml (FI IV. 3. -Timbang Piknometer (bertutup) tambah Aquadest.Perhitungan Berat jenis adalah hasil bagi antara Selisih Bobot dari Piknometer tambah sampel (III) dengan Piknometer kosong (I) dan selisih Bobot dari Piknometer tambah Aquadest (II) dengan Piknometer kosong (I) 4. Selingi dengan mengeringkan Piknometer (bertutup) pada oven suhu 60°C. dan panjang gelombang deteksi 257 nm. (Isikan Aquadest hingga kapasitas maksimum. tutup piknometer. 25. Respon puncak utama yang muncul direkam dan diukur dalam kromatograf. Konsentrasi klorokuin sulfat yang tersisa dalam sampel diukur dengan instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan kolom C-18.Siapkan alat piknometer yang akan dipakai untuk pengujian 2. 5. (Isikan Sampel hingga kapasitas maksimum.0 1.45 _m dan digunakan filtrate yang jernih. laju alir 1. 15. 2.Penetapan Kadar Menggunakan Instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. pastikan tidak ada gelembung udara).Sesuaikan hasil pengujian berat jenis dengan Spesifikasi berat jenis masing sampel. 1030) masing 13 .4. Persyaratan 1. -Timbang Piknometer (bertutup) tambah Sampel. 10. tutup piknometer. dan disuntikkan secara terpisah masing-masing sejumlah volume yang sama (20µl). Filtrat dimasukkan kedalam vial KCKT.4 Pengujian Berat Jenis Alat Piknometer 25 ml Prosedur 1. dan 30 ppm.

0 dan pH 7.6 Pengujian Viskositas Alat Viskometer Brookfield Prosedur  Siapkan alat viskometer yang akan dipakai untuk pengujian  Lakukan pengujian kekentalan sirup dengan cara : o Ambil lebih kurang 60 ml sirup masukkan ke dalam beaker glass 100 ml. o Operasikan pHmeter o Catat hasil pH dari monitor. 1039) 2. diamkan selama tidak lebih dari 5 menit.0 sesuai Protap Kalibrasi pHmeter.5 6. 14 .7 Pengujian Volume Terpindahkan Alat Gelas ukur 100 ml Prosedur  Sesuaikan kapasitas Gelas Ukur terhadap volume sediaan yang akan dipindahkan  Selama proses pengisian lakukan pengujian volume terpindahkan dengan cara : o Tuang/ pindahkan isi perlahan lahan dari tiap botol ke dalam gelas ukur bersih dan kering. Persyaratan pH 4. Persyaratan 2 20 cps (FI IV. ukur volume rata rata sirup dari 10 botol. hindarkan pembentukan gelembung dan busa. 1038) 2.0 (FI IV.4.2.  Lakukan pengujian pH cairan dengan cara : o Ambil lebih kurang 15 ml sirup masukkan dalam beaker glass 25 ml o Celupkan ujung Katoda pada sampel tsb.5 Pengujian pH Alat pHmeter Prosedur  Siapkan alat pH meter yang akan dipakai untuk pengujian  Lakukan kalibrasi dengan menggunakan larutan kalibrator pH 4. Celupkan stick dari viskometer pada sirup hingga batas tanda yang ada pada stick tsb.4.4. o Catat Hasil Kekentalan pada Catatan Pengujian. o Operasikan Viskometer sesuai Protap Pengoperasian Viskometer.

Persyaratan 60 ± 2 ml (FI IV. 1089) JUMLAH SAMPEL Uji Pra registrasi Sirup Klorokuin Sulfat Identifikasi Penetapan Kadar Viskositas pH Berat Jenis 1 botol 3 botol 3 botol 3 botol 1 botol Volume terpindahkan 10 botol Kadar Jumlah Banyaknya pengujian: 10 botol + 31botol 3 kali Jumlah total sampel : 3 x 31 botol = 93 botol 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful